Feeds:
Posts
Comments

PETA PIKIRAN 1 – 10

PETA PIKIRAN 1-10

1. DAYA INGAT MENJADI PETA PIKIRAN
KEDALAM HIDUP PENUH KETAKJUBAN

A. PENDAHULUAN

Sejenak bila kita memanfaatkan pikiran dari yang tidak tahu menjadi tahu dari ungkapan kata “Ketakjuban” yang berarti kekaguman dan atau keheranan, maka seberapa jauh dapat mempengaruhi kedalam peta pikiran anda.

Bila kita mengungkapkan ketakjuban, renungkanlah ungkapan seperti “Tidak ada kekayaan yang melebihi kesehatan badan dan tak kegembiraan yang mengatasi kesenangan hati”.

Dari ungkapan diatas diharapkan membawa dampak kedalam peta pikiran anda bahwa sikap takjub memungkinkan kita untuk mempersepsikan di dunia segala keintiman sang ilahi untuk merasakan dalam hal-hal kecil permulaan dari kebermaknaan yang tak terhingga, untuk merasakan yang paling hakiki di dalam yang biasa dan sederhana untuk merasakan derasnya keteduhan kekal yang lewat.

Oleh karena itu, gerakkan daya ingat anda untuk dapat menuntun sikap dan perilaku anda kedalam makna
“KETAKJUBAN” sebagai sarana dalam usaha memanfaatkan hikmah berpikir agar anda dapat mengendalikan kebiasaan berpikir dimana kita menyadari sepenuhnya bahwa “hidup anda dibentuk oleh pikiran anda sendiri.

Sejalan dengan apa yang kita pikirkan diatas, makna dalam usaha untuk mendalami “Ketakjuban” dengan pendekatan kekuatan pikiran yaitu dari sudut dalam hikmah berpikir yang mencakup :

B. DALAM PROSES BERPIKIR KETAATAN :
Bertolak dari keinginan untuk mendalami apa yang kita bicarakan dalam pokok pikiran yang diungkapkan diatas, maka dari sudut berpikir ketaatan dalam hubungan kita dengan Allah Swt, seperti yang terungkap dalam QS. 72 : 1 “Katakanlah (hai Muhammad) “Telah di wahjukan kepadaku bahwawasanya sekumpulan jin telah mendengarkan (Al ‘Quran)lalu mereka berkata : Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur’an yang menakjubkan”
Ayat tersebut menekankan bahwa “Islamnya Jin Setelah Mendengar Al Qur’an”, oleh karena itu, renungkan melalui pikiran anda agar dapat menuntun sikap dan perilaku anda sejalan dengan apa yang kita pikirkan agar kita dapat menempatkan makna Ketakjuban yang dipikirkan, yang harus sejalan dengan ajaran Islam itu sendiri.

Dengan demikian gerakkan kekuatan pikiran kedalam suatu kebiasaan dalam usaha menafsirkan ketakjuban, maka terbuka pikiran bagaimana dapat dipercepatkannya usaha-usaha yang baik-baik dalam mewujudkan makna yang terkandung didalamnya, oleh karenanya digerakkan pikiran didasarkan pada keikhlasan yang seutuhnya.

C. DALAM PROSES BERPIKIR POSITIF :

Mengungkapkan jalan pikiran yang positip berarti kita selalu mendekatkan diri dalam hubungan manusia yang selalu baik memandang sesuatu seperti halnya kita takjub pada sesuatu maka disitu terselip pemikiran yang berkaitan dengan pujian yang sewajarnya adalah anak kunci untuk memulai persahabatan yang baik sedang celaan adalah sumber pertengkaran dan permusuhan.

Tapi yang perlu kita ingat bahwa pujian adalah ujian artinya yang mudah tersanjung dan juga mudah tersandung, oleh karena itu lihatlah selalu bahwa dirimu adalah orang yang senantiasa dihinggapi kelemahan, kekurangan, aib dan sebagainya.

Sejalan dengan apa yang kita bicarakan diatas tumbuh dan kembangkan kebiasaan pikiran anda yang positif sehingga dapat mendorong sifat-sifat yang menyelamatkan, apa yang anda pikirkan yang terkait ketakjuban agar kita selamat dari kemungkinan tergelincir oleh pujian yang menghancurkan.

D. DALAM PROSES BERPIKIR MAKSIAT
DAN NEGATIF :

Untuk dapat menuntun sifat pola pikir yang terpuji, maka hindarilah kebiasaan pikiran yang bersifat maksiat dalam hubungan manusia dengan Allah Swt. Sedangkan berpikir negatif dalam hubungan anda dengan manusia.

Oleh karena itu, setiap manusia mulai sejak terbitnya matahari sampai terbenamnya, maka manusia memeriksa seluruh anggota tubuhnya yang terdiri dari mata, telinga, lisan, kemaluan, perut, tangan dan kaki tidak sedang mengandung kemaksiatan dan berpikir negatif, sehingga kita mampu mengenal diri agar kita selalu dekat sang penciptanya dengan begitu kita akan mampu menumbuhkan apa yang diperkirkan secara baik, apa yang kita sebut dengan mensyukuri karunia Allah, maka disitu terbukalah kebiasaan pikiran baru, sehingga begitu pentingnya kita menyadari peran dan fungsi ketujuh anggota tubuh yang telah kita utarakan diatas.

E. PENUTUP :

Ketakjuban yang kita ungkapkan kedalam peta pikiran, dimaksudkan agar kita selalu memanfaatkan kebiasaan berpikir agar dapat menuntun sikap dan perilaku kita dalam menata kehidupan dunia dan akhirat.

Dengan demikian kebiasaan yang effektif yang dituntun oleh pemahaman prinsip, sikap, perilaku dihayati menjadi satu kekuatan dalam proses berpikir.

Oleh karena itu, tingkatkan kedewasaan berpikir kedalam sisi rohaniah, social, emosional dan intelektual, dengan begitu anda dapat secara terus menerus belajar untuk menumbuh kembangkan kebiasaan pikiran untuk selalu dapat memanfaatkan dan memahami untuk dapat mengaktualisasi-kan makna hikmah berpikir kedalam pemahaman kita mengenai ungkapan kata “Ketakjuban”.

Sejalan dengan apa yang kita pikirkan diatas, maka salah satu alat tubuh mengingatkan kita untuk selalu memelihara lidah sewaktu berbicara karena perkataan itu adalah semacam anak panah bila terlepas dari busurnya sukar kembali lagi.

2. MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA
PIKIRAN KEDALAM USAHA PENCERAHAN

A. PENDAHULUAN
Kata “Pencerahan” merupakan kecernihan yang terungkap oleh kesadaran sebagai unsur jiwa sebagai penggerak alat berpikir agar kita mampu setiap manusia untuk menyadari sepenuhnya seberapa jauh yang bersangkutan memanfaatkan usia.
Kita pahami bahwa “kesadaran” itu paling tegas sebagai unsur jiwa, di waktu tidur kita tidak akan tahu, bilamana ada bahaya mengamcam dan menyebabkan kita sadar sepenuhnya. Jadi di waktu tidur kesadaran itu seolah-olah turut istrahat Dan semakin diwaktu tidur jasmani dan rochani kita letih semakin kurang pula kesadaran itu.
Dengan kesadaran kita dapat berorientasi meninjau serta merasakan diri sendiri serta menangkap atau memahami ituasi didunia luar artinya diluar diri kita.
Sejalan dengan apa yang kita utarakan diatas, maka makna “Pencerahan” dapat kita dalami lebih dalam bila KESADARAN diikuti dengan KECERDASAN dan AKAL, maka terbukalah kekuatan pikiran untuk menuntun anda dalam usaha memanfaatkan usia sehingga anda mampu menempuh jalan menuju pusat PENCERAHAN anda sendiri.

B. KEMAMPUAN MEWUJUDKAN PENCERAHAN

Pencerahan dapat diwujudkan sepanjang kita mampu melihat kedewasaan berpikir sehingga mampu mengintergrasikan ketiga unsur jiwa berupa KESADRAN, KECERDASAN, AKAL, dimana ketiga unsur terebut saling memiliki sifat-sifat ketergantungan dalam memanfaatkannya.

Dengan pikiran diatas, seperti halnya kita mengungkapkan bahwa jalan menuju pencerahan dapat kita ibaratkan seperti cita-cita menghendaki perjuangan, perjuangan menghendaki pengorbanan dan pengorbanan menghendaki ketabahan hati.

Oleh karena itu, tempuhlah jalan menuju puat pencerahan anda sendiri dengan kebiasaan memanfaatkan ketiga unsur jiwa diatas sehingga dapat mewujudkan makna pencerahan dalam perjalanan hidup kita.

Sejalan dengan pokok pikiran diatas, maka usaha meningkatkan kedewasaan berpikir akan mampu menuntun kebiasaan yang disebut dengan “Keinginan” artinya mau melakukannya, maka disitu terbuka pintu bagaimana melakukannya serta apa yang harus dilakukan dan mengapa.

Jadi kemampuan mewujudkan “Pencerahan” kedalam peta pikiran bergantung seberapa jauh kita mampu meningkatkan kedewasaan berpikir (rohaniah, social, emosional, intelektual) secara berkelanjutan yang mampu menyentuh jiwa kita seperti
Cara menyempurnakan rahmat ialah kasih saying Tuhan kepada anda dengan melalui ketaatan anda. Datang ketaatan dengan keimanan dan keimanan dengan pengetahuan.

Denan mengungkapkan jalan pikiran diatas diharapkan dapat menjadi penuntun dalam peta pikiran kita, sehingga dengan memahami makna pencerahan yang hendak kita kita bangun dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan menyadari sepenuhnya mengenai ilmu kepandaian itu ialah sahabat yang setia bagi teman hidup sampai kepada penghabisan umur kita.
C.PENUTUP
Bangkitkan kedalam peta pikiran anda bahwa pencerahan perlu ditingkatkan sehingga terbuka keinginan untuk memperbaiki diri setiap harinya. Bertekatlah untuk meningkat-kan kesadaran, kecerdasan dan akal kita untuk menyentuh yang sakral setiap harinya.

Oleh karena itu ingatlah kita kepada kematian adalah suatu cameti untuk memperbaiki kelakuan kita dan cinta pada orang miskin.

3. MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA
PIKIRAN KEDALAM PENERIMAAN APA YANG
TIDAK DAPAT KITA UBAH.

A. PENDAHULUAN
Kebiasaan batin yang digerakkan oleh kekuatan jiwa dalam kehidupan berarti menerima diri sendiri apa adanya dan oleh karena itu takdir tidak dielakkan dan bukan lari dari takdir tetapi dikejar dan menyerbu kepada takdir. Kepercayaan kepada takdir menimbulkan puncak kesenangan yang sejati karena itu ia sabar dan tabah.
Oleh karena itu, terimalah dengan ikhlas apa yang tak mungkin dielakkan. Kalau kita mengetahui bahwa suatu keadaan itu di luar kekuasaan dan kemampuan kita untuk mengobah dan memperbaikinya, berkatalah pada diri sendiri. Memang sudah semestinya begitu tak dapat lain.
Sejalan apa yang kita pikirkan diatas, mendorong kita memikirkan untuk memahami dunia karena jangan tertipu pada yang tampak, apa yang tertampak tidak selalu seperti yang sejatinya.
Dengan demikian pikirkan baik-baik sebelum melangkah bahwa ala mini lahiriahnya berupa tipuan sementara batiniahnya berupa pelajaran. Diri yang mencakup nafsu melihat kepada lahiriahnya yang menipu, sementara kalbu melihat kepada batinnya yang menjadi pelajaran. Oleh karena iu, tanggalkan kebanggaanmu pada kemuliaan duniawi.
B. BAKAT MENGUBAH NASIB MENEMUKAN TAKDIRMU
Hidup anda dibentuk oleh pkiran anda sendiri, oleh karena itu masa yang anda miliki adalah hari ini, sebagai petunjuk maka kita harus mampu mengungkit bakat yang tersembunyi dalam pikiran kita sehingga kita menyadari sepenuhnya bahwa bakat merupakan kemampuan potensial yang ada pada diri setiap manusia.
Dengan bertolak dari pikiran diatas, harus ada kemampuan kita untuk membaca dirimu, maka disitu terletak kesiapan kita menggali dan memanfaatkan kemampuan potensial tersebut melalui apa yang kita sebut :
Pertama, mampu menggariskan secara jelas arah dan sasaran hidup yang hendak kita capai ;
Kedua, memerjuangkan dengan komitmen yang tinggi ;
Ketiga, mampu apa yang diungkapkan bagi orang lain amenjadi kekekuatan yang dapat dipercaya ;
Keempat, memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan kepada orang lain secara baik ;
Kelima, secara berkelanjutan menumbuh kembangkan kebiasaan sebagai prinsip dan pola sikap serta perilaku, dengan kebiasaan ini mampu menyatukan keinginan yang berlandaskan niat yang benar, memeliki kebiasaan untuk meningkatkan ilmu dan kebiasaan belajar dari pngalaman baik datang dari diri sendiri maupun dari orang lain.
Dengan memperhatikan kelima hal diatas, maka kebiasan yang dapat menuntun kedalam pola pikir untuk mewujudkan keberhasilan apa yang kita harapkan, oleh karena itu wujud melawan penderitaanlah, bukan penderitaannya itu sendiri.
C. PENUTUP
Menyadari kemampuan mabaca diri, maka disitu terbuka peluang mengubah takdir menjadi satu kekuatan mengubah nasib, artinya belajarlah kepada suatu kenyataan bahwa terimalah apa yang tidak dapat anda ubah.
Jadi ingatlah bahwa bertambah luas kesadran, kecerdasan dan akal , bertambah luas hati, bertambah luas hidup, bertambah datangnya bahagia. Bertambah sempit pula hidupnya dan bertambah datangnya celaka.

4. MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA
PIKIRAN KEDALAM USAHA MENJADIKAN
KEKUATAN DIRI SENDIRI

A. PENDAHULUAN
Kekuatan diri sendiri menunjukkan gambaran seseorang yang memliki kemampuan menggerakkan pikiran yang berlandaskan prinsip ketaatan dalam hubungan dengan Allah Swt dan berpikir poitip dalam hubungan dengan manusia, dengan begitu sekaligus sehingga kekuatan diri sendiri mejadi satu kebiasaan untuk selalu mampu meningkatkan kemampuan kedewasaan berpikir ecara berkelanjutan.
Pikiran diatas bukanlah sesuatu yang baru dalam proses manusia untuk selalu siap menerima dan melaksanakan perubahan atas dirinya, oleh karena itu baying kan ungkapan seperti dasar hidup kita, jangan hidup sebagai keimbang menjulang ke atas tidak ada kekuatan ke bawah.
Jadi terimalah kepada suatu kenyataan bahwa kekuatan diri juga memperlihatkan gambaran atas percaya diri adalah sumber keberhasilan dan kemandirian. Dengan demikian keberhasilan dan kemadirian lebih berarti berusaha berpretasi dari pada prestasi itu sendiri. Janganlah ikut-ikutan orang yang bermain hanya agar tidak kalah, mainlah untuk meraih kemenagan.
Bertolak dari pikiran diatas, maka orang dengan kemampuan untuk memiliki keberhasilan dan kemandirian ditentukan kemampuan secara jelas merumuskan program, dimana pertama ia menetapkan suatu rencana kerja dan tekun menjalaninya. Ia tetapkan rencana-rencanaya dan melaksana-kannya, ia langsung menuju ke sasarannya.
Apa artinya yang kita ungkapkan pikiran diatas, merupakan pola pikir yang menuntun kita kepada makna KEPERCAYAAN (terkait dengan AGAMA) dan KEYAKINAN (terkait dengan IMAN) yang menjadikan pijakan bagi orang yang mampu menguah jati diri sendiri, maka terbukalah pintu kesiapan menjadi manusia teladan yang sesungguhnya.
B. MENCARI HAKIKAT PERCAYA DIRI
Kita harus dapat membayangkan bahwa apabila seseorang dapat mengenal dirinya dan kebiasaan yang ditopang oleh ilmu, pengetahuan dan keinginan sesuai dengannya serta dapat mengamalkan kebiasaan yang sempurna mungkin, niscaya dia akan mendapatkan kemenganan.
Dengan pikiran diatas, cobalah anda berusaha mencari hakikat percaya diri sebagai satu kekuatan yang harus ditumbuh kembangkan kedalam kebiasaan hidup ini, bahwa ilmu pengetahuan, pengalaman dan wawasan jauh lebih baik daripada tumpukan harta, karena mencintai harta-benda adalah sifat binatang dan senang dengan pengetahuan adalah sifat manusia.
Jadi ingatlah selalu dalam hidup ini bahwa mewujudkan angan-angan setelah kita mempraktekkan sendiri jenis kepercayaan diri yang khusus kita bangun dari daya cipta kebiasaan kita. Yang menjadi masalah kita adalah kesiapan menerima perubahan dan berusaha menemukan keseimbangan hidup, maka terbuka pintu dalam kebiasaan pikiran kita yang terkait dengan menemukan sumber dari segala kepercayaan diri sehingga anda bisa melakukan hal-hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya untuk melangkah jalan hidup.
Sejalan dengan apa yang kita pikirkan, maka sumber dari segala kepercayaan diri terletak seberapa jauh kita mampu dapat mengungkapkan memikirkan kemungkinan bahwa kepercayaan tanpa resiko adalah sebuah kontradiksi, oleh karena itu cinta yang pnuh kepercayaan membawa pergi beban keragu-raguan dan memberi anda sayap keyakinan.
Untuk mengungkit sumber dari segala kepercayaan diri akan bergantung kepada dua kekuatan apa yang yang disebut KEPERCAYAAN dan KEYAKINAN, maka diperlukan kebiasaan untuk mendalami hal-hal yang kita sebutkan dibawah ini :
Pertama, Memahami makna sesungguhnya dari kepercayaan diri. Artinya memiliki satu kebiasaan mampu melakukan hal-hal tertentu. Oleh karena itu dari sekian banyak keterampilan yang bisa kita kuasai dalam hidup ini, kemampuan kita tetap terbatas. Jadi, jika rasa percaya diri itu didasarkan pada kemampuan yang kita miliki, rasa percaya diri itu hanya akan timbul bila kita melakukan kegiatan yang bisa kita lakukan itu.
Kepercayaan diri adalah sesuatu yang harus mampu menyalurkan segala yang kita ketahui dan segala yang kita kerjakan.
Kedua, Memahami untuk menemukan apa yang membuat anda (bukan sembarang orang) percaya diri. Artinya kadang-kadang kita merasa bagai menipu diri sendiri, jika keberhasilan yang kita raih dan yang seharusnya membangkitkan rasa percaya diri justru terasa sebaliknya dalam nurani kita.
Oleh karena itu, adakalanya kita melihat kepada kenyataan dimana banyak orang yang mewah, terkenal, terhormat dsb., namun mereka tetap belum percaya diri. Jadi apa sebenarnya yang mereka butuhkan ?
Ketiga, Memahami tanpa disadari telah merusak kepercayaan diri dan sekaligus menemukan cara menghentikan kebiasaan buruk itu. Artinya kepercayaan diri berawal dari tekad pada diri sendiri pada jati diri anda, untuk melakukan segala yang kita inginkan dan butuhkan dalam hidup. Ia terbina dari keyakinan diri sendiri bukan dari karya-karya kita, walaupun karya-karya itu sukses.
Rasa percaya diri anda berakar pada fakta, bahwa anda telah melakukan seperti yang anda tekatkan. Bila rasa percaya diri itu dilandaskan pada jati diri anda, bukan pada pada suatu keberhasilan, anda telah menciptakan sesuatu yang tidak bisa direnggut oleh apa pun atau oleh siapa pun. Jadi rasa percaya diri itu tidak bisa disama ratakan dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya.
Dengan demikian bahwa rasa percaya diri itu lahir dari kesadaran bahwa jika saya memutuskan untuk melakukan sesuatu, sesuatu itu pula yang akan saya lakukan. Jadi rasa percaya diri sejati anda lahir dari keinginan dan tekad.
Keempat, Memahami untuk menemukan kunci untuk meningkatkan rasa percaya diri anda. Artinya seberapa jauh anda mampu menguasai hal-hal yang terkait dengan kedewasaan berpikir dalam rohaniah, sosial, emosional dan intelektual.
Dengan kedewasaan berpikir tersebut akan mampu menuntun sikap dan perilaku dalam mengembangkan kepercayaan diri, sehingga menimbulkan kedalam hal-hal yang terkait dengan apa yang disebut 1) Keyakinan atas kemampuan sendiri untuk melakukan sesuatu ; 2) Keyakinan atas kemampuan untuk menindak lanjuti segala prakarsa sendiri secara konsekuen ; 3) Keyakinan atas kemampuan pribadi dalam menanggulangi segala kendala ; 4) Keyakinan atas kemampuan anda memperoleh bantuan.

C. PENUTUP
Dengan meningkatnya kedewasaan berpikir, maka mengungkit daya ingat menjadi peta pikiran kedalam usaha menjadikan kekuatan diri sendiri, maka percaya diri menjadi sumber apa yang hendak anda inginkan.
Jadi ingatlah bahwa pekerjaan yang besar tidak berhajat kekuatan tetapi berhajat keteguhan hati. Dunia semakin kecil buat kita kalau hati dan semangat kita bertambah besar. Besarnya dunia hanya sebesar pikiran manusia berbuatlah apa yang telah kewajiban anda , jangan lerlalu melihat akan hasil.
Oleh karena itu, perbuatan yang dapat anda lakukan, janganlah anda minta tolong pada orang lain. Tiap-tiap satu pekerjaan kerjakanlah pada masanya. Pada tempatnya dan dengan caranya.

5. MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA
PIKIRAN KEDALAM USAHA MENGHINDARI
KEHILANGAN HARAPAN

A. PENDAHULUAN
Bila sejenak kita merenungkan, maka barang siapa yang memiliki kesehatan mempunyai harapan dan barang siapa yang mempunyai harapan mempunyai segala-galanya.
Oleh karena itu, harapan, betapapun tak dapat diandalkannya, setidak-tidaknya membantu kita menuju kearah tujuan hidup kita melalui jalan yang menyenangkan, sehingga orang kehilangan harapan tidak akan pernah dapat mengatakannya.
Harapan adalah merupakan rahmat Tuhan bagi umatku. Kalau bukan oleh karena harapan, tidaklah seorang ibu akan sudi melahirkan anak dan tidaklah seorang tani akan sudi menaburkan bibit.
Kita menyadari sepenuhnya bahwa harapan-harapan dan cita-cita mudah saja diadakan. Tetapi tantangan yang harus dihadapi ialah jalan yang harus ditempuh menuju kepada realisasi.
Sejalan dengan pikiran diatas, maka optimislah dan jangan berputus asa. Jangan pula menyerah kalah tanpa berusaha. Berbaik sangkalah kepada Allah. Dan tunggulah segala kebaikan dan keindahan akan segera dia berikan. Oleh karena itu pengharapan adalah kehidupan, akan tetapi ada baiknya bagi manusia jangan selalu mengharap-harapkan yang lebih sempurna ialah berusaha sedapat mungkin.

B. JANGAN KEHILANGAN HARAPAN
Kita sadari sepenuhnya bahwa harapan dan ketakutan tidak bisa dipisahkan, oleh karena itu kita memahami pula bahwa hidup kita dibentuk oleh pikiran kita sendiri, sehingga tak ada ketakutan tanpa harapan, maupun harapan tanpa ketakutan.
Ingatlah jangan kehilangan harapan karena harapan akan terus menerus timbul dalam dada manusia, sehingga terkuah dari pikiran kita bahwa tak seorangpun menjadi pecundang selain yang pesimis menghadapi tantangan hidup.
Dengan kebiasaan yang efektif, maka prinsip dan pola perilaku yang dihayati akan mampu menggerakkan kekuatan pikiran untuk memanfaatkan PENGETAHUAN (apa yang harus dilakukan, mengapa) ; KETERAMPILAN (bagaimana melakukan) ; KEINGINAN (mau melakukan atas dasar niat ), maka terbuka pintu untuk mngembangkan pemulihan harapan yang mencakup apa yang disebut dengan 1) pikirkan untuk tetap di saat yang sekarang ini ; 2) buatlah gagasan untuk menyerap pikiran anda dan sekaligus memberi anda tujuan ; 3) fokuskan apa yang anda pikirkan.

C. PENUTUP
Bertolak dari pokok pikiran yang telah kita ungkapkan diatas, maka jangan anda tumbuhkan dalam peta pikiran usaha menghilangkan harapan sebagai suatu kebiasaan yang mampu mendorong dimana hal yang tidak kita harapkan lebih sering terjadi dari pada yang kita harapkan.
Ingatlah bahwa roda kehidupan tidak pernah berhenti berputar sehingga seberapa gelappun malam itu, pagi akan datang. Seberapa dinginpun musim dingin itu, musim semi akan datang
Dengan demikian bahwa memiliki keinginan dan harapan berarti sudah memiliki masa depan, sehingga pikirkan untuk menumbuh kembangkan kedalam momentum anda sendiri. Kejar terus impian-impian anda hingga dapat menjadi suatu kenyataan.
Jangan pernah menyerah, ada mimpi yang memang lama terwujudnya, tapi ingatlah bahwa hidup penuh dengan perjuangan dan kesulitan hidup yang mungkin tidak henti-hentinya, semuanya silih berganti, kesulitan yang satu diusul oleh kesulitan yang lain.
Jadi hilangkan putus asa itu salah, yang benar adalah berharap sehingga harapan adalah kemenanganan paling bear dan paling sulit yang bisa diperoleh seeorang bagi jiwanya.

6. MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA
PIKIRAN KEDALAM HIDUP BAHWA BERIMAN ITU
MENYENANGKAN

A. PENDAHULUAN
Kita membayangkan bahwa beriman itu menyenangkan, oleh karena itu pikirkan bahwa gelombang-gelombang liar dan hebat di permukaan tak menyentuh bagian-bagian yang lebih dalam : demikian pula mereka yang berpegang kepada kebenaran-kebenaran yang lebih tetap dan kekal, tak begitu memusingkan pergolakan-pergolakan yang terjadi dalam kehidupan pribadi-nya.
Oleh karena itu , orang yang sungguh-sungguh iman dan yakin tetap tenang, tak bisa digelisahkan dan selalu siap melakukan setiap tugas kewajiban yang dihadapkan kepada tiap-tiap hari.
Dengan demikian IMAN itu adalah ibarat benda atau barang yang belum diberi pakaian, maka yang akan jadi perluasan adalah sifat malu dan jadi roh dan jiwanya adalah ikhlas, hartanya budi, cahayanya pengetahuan.
Sejalan apa yang kita pikirkan hal-hal diatas, maka pengobatan jerih payah manusia itu adalah dua keutamaan, pertama Iman kepada Allah dan kedua percaya kepada Sahabat.

Jadi iman adalah kekuatan hidup, sehingga iman tanpa kerja artinya mati, sehingga sesungguhnya orang yan beriman itu ialah orang apabila disebut nama Allah, menyerahlah hati mereka dan bila dibacakan ayat Allah bertambah-tambahlah iman mereka dan kepada Allah mereka bertawakal.
Sejalan dengan uraian diatas, maka IMAN artinya percaya dan yakin. Iman harus diyakini dalam hati. Iman harus diamalkan dengan perbuatan. Orang iman disebut mukmim. Kaum professional hendaknya mengingat kembali tentang pentingnya rukun iman. Rukun iman merupakan pokok-pokok keimanan.
Sebagaimana diketahui, rukun iman ada enam : 1) Iman kepada Allah ; 2) Iman kepada Malaikat Allah ; 3) Iman kepada Rasl Allah ; 4) Iman kepada hari kiamat dan 5) Iman kepada takdir Allah.

B. WUJUD IMAN YANG MENYENANGKAN
Setiap sesuatu mempunyai hakikat. Seseorang belum akan dapat mencapai hakikat iman, hingga ia maklum sungguh bahwa suatu kebenaran tiada akan membimbingnya kepada kesalahan, dan sesuatu kesalahan tiada akan membimbingnya kepada kebenaran.
Dengan mengingat dan memahami rukun iman, para kaum professional akan menyadari bahwa Allah merupakan Zat Yang Mahatinggi. Segalanya milik Allah. Sepandai-pandainya para kaum professional masih ada yang Mahapandai. Oleh karena itu renungkan kembali wujud dari segala usaha bahwa kekuatan IMAN yang menyenangkan itu ditentukan oleh seberapa jauh kita mampu untuk meyakini suatu kepercayaan.
Jadi kalau kita tanam sebuah benih, kita tidak terus menggali lahannya untuk melihat apakah ia tumbuh, sehingga Iman terkadang menuntut keberanian yang besar. Untuk itu ambillah resiko dan percayalah.
Bersikaplah terbuka terhadap kuasa yang lebih besar daripada diri sendiri. Kalau anda merasa bingung dan tidak tahu apa yang harus anda perbuat, bergembiralah dan percayalah bahwa anda akan dipelihara, maka disitulah terletak wujud Iman yang menyenangkan.
Sejalan dengan pokok pikiran diatas, maka renungkan bahwa yang terpikirkan bahwa istana bukanlah pada rumah besar yang indah tetapi terletak dalam hati yang telah dapat sinar Ilahi, sehingga ilmu yang paling baik ialah yang paling banyak memberikan manfaat kepada pemiliknya. Taqwa kepada Allah adalah hasil final dari ilmu pengetahuan. Inilah wujud dari kemampuan kita berpikir kedalam makna dari kedewasaan berpikir menjadikan IMAN yang menyenangkan.

C. PENUTUP
Hanya dengan kekuatan berpikir dari yang kita tidak tahu menjadi tahu, maka usaha mengungkit daya ingat kedalam peta pikiran memberikan penuntun untuk menggerakkan kebiasaan berpikir bahwa takutlah dirimu kepada Tuhan seolah-olah engkau selalu menampaknya, sekalipun engkau tak menampaknya, tetapi ia selalu melihat setiap gerakmu, sebelum maut menyentumu. Takutlah kepada permohonan seseorang yang teraniaya, karena permohonannya itu akan dikabulkan Tuhan.
Haruslah kita memiliki kebiasaan yang kuat agar menjadikan kemampuan untuk memanfaatkan ilmu, keterampilan dan keinginan sebelum kebiasaan itu diangkat. Jadi sesungguhnya tak ada seorangpun yang dilahirkan memiliki tanpa kebiasaan yang kuat untuk menuntun sikap dan perilaku dalam menempuh perjalanan hidup. Jadi ingatlah hidup kita dibentuk oleh pikiran kita sendiri.

7. MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA
PIKIRAN KEDALAM TAKLUKKAN KESEPIAN

A. PENDAHULUAN
Kebiasaan yang kuat akan menumbuhkan seperangkat keterampilan dalam hidup yang dipetik pengalaman sebagai pengetahuan bahwa teman-teman dekat serta sanak saudara kita memihak kita adalah lebih penting daripada banyaknya hubungan social yang kita miliki.

Sejalan dengan yang kita ungkapkan diatas maka pehatikan bahwa kesepian melanda banyak orang yang di zaman sekarang, terlepas dari usianya, keadaan ekonominya atau status pernikahannya.

Oleh karena itu, belajar dari hasil penelitian yang mengungkapkan bahwa dari seorang peneliti mengemukakan berdasarkan responden menunjukkan bahwa mereka hidup merasakan kesepian.

Kita menyadari sepenuhnya bahwa kesepian itu suatu perasaan dan itupun akan berlalu, ingatlah setiap orang memiliki kelemahan. Jadi dapat pula kita simpulkan bahwa semua kesepian muncul dari kelemahan.

B. JALAN KELUAR MELEPASKAN DARI KESEPIAN

Kalau kita tidak mempunyai kekurangan kita tidak akan demikian senangnya melihat kekurang orang lain. Justru kekurangan-kekurangan kita bisa menolong kita dengan tak terduga.

Oleh karena itu, yang perlu kita ingat selalu bahwa hidup kita dibentuk oleh pikiran kita sendiri sehingga kebahagian, kesengsaraan, kecemasan dan ketenangan manusia muncul dari dalam dirinya sendiri. Sebenarnya ia sendirilah yang member warna pada kehidupannya dengan warna-warna yang cemerlang atau yang pudar, sebagaimana warna cairan mirip dengan warna wadah yang diisinya.

Dalam hadits disebutkan : Barangsiapa ridha maka baginyalah keridhaan, dan barangsiapa benci maka baginyalah kebencian (HR.Tirmidzi). Jadi setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan yang tidak terdapat pada orang lain, maka disitulah kita membuka pikiran dari kebiasaan untuk melepaskan dari kesepian, dengan begitu bahwa setiap urusan itu tunduk kepada anggapan seseorang. Jika anda mau maka dapat anda jadikan ia sebagai pembersih dan anda rela dan kalau anda mau maka dapat anda jadikan ia sebagai kebinasaan dan anda marah.

Dengan demikian kesedihan yang timbul dari perasaan hanya dapat anda hindari sejalan dengan kemampuan anda memahami makna sifat yang mementingkan diri sendiri dan tamak menjadi penghalang ebagai tabir antara dia dengan Tuan.
Dan orang yang hanya memikirkan diri sendiri tak mengalami kebahagian dalam hidupnya. Kalau kita pikirkan keberatan orang lain tentu diperkirakan pula keberatan kita.

Jadi kesedihan yang timbul dari perasaan yang dibentuk oleh pikiran anda sendiri, sehingga bagaimana seseorang akan menjadi lain elain dari apa yang ditunjukkan oleh pikirannya. Sekarang kita yakin tanpa ragu-ragu lagi bahwa masalah yang paling besar yang kita hadapi adalah bagaimana memilih pikiran yang benar. Apabila masalah ini dapat dipecahkan, maka akan dapat pula terpecahkan segala permasalahan hidup kita.

Kalau kita memikirkan kebahagian kita akan bahagia, kalau kita berpikiran sedih kita menjadi edih, kalau kita berpikiran takut kita akan menjadi takut, kalau kita memikirkan sakit mungkin kita akan menjadi sakit.

Dengan demikian kekuasaan yang membentuk akhir hidup kita adalah did ala diri kita sendiri. Apa yang diterima oleh etiap orang adalah akibat langsung dari pikirannya sendiri. Hanya ada dua pilihan. Bangkit dengan mengangkat alam pikirannya atau sebaliknya membiarkan diri anda sakit karena menolak alam pikiran anda. Perbaharui pikiran anda maka hidup anda akan berubah.

C. PENUTUP

Ingatlah bahwa kesepian itu suatu perasaan, sehinga dibutuhkan perncanaan dan kejeniusan untuk menjauhkan diri dari kesepian, tetapi itu adalah salah satu penggunaan waktu serta enerji anda yang paling baik. Karena kalau kesepian anda berkurang, sukacita, kasih, dan hubungan anda bertambah dan depresi juga berkurang. Orang dengan sistim dukungan serta jaringan social yang aktif hidup lebih lama dan lebih hebat.

Ambillah tindakan untuk mengatasi kesepian anda, begitu banyak pelajaran yang dapat petik dengan banyak buku-buku yang berhubungan persoalan yang kita bicarakan. Ingatlah bahwa anda memiliki mitra Ilahi.

Jadi anda harus mampu menggerakkan kebiasaan pikiran menjadi satu kekuatan untuk berusaha untuk memupuk diri sendiri, berbelas kasihlah terhadap diri sendiri dan dukunglah diri sendiri seperti anda kehendaki dari seorang pasangan.

8. MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA
PIKIRAN KEDALAM MENGAPA KEHIDUPAN
ANDA SULIT

A. PENDAHULUAN

Betapapun beratnya beban yang harus kita tanggung, bila ditanggung dengan penuh semangat dan kegembiraan, serta bersama-sama, beban itu niscaya akan ringan.

Sejalan dengan apa yang kita utarakan diatas, maka tidak ada hal yang baru di atas dunia. Ungkapan tersebut memang tepat dengan kenyataan sejarah hidup ummat manusia dalam perjalanan yang panjang dari segi tabiat dan keinginan, pergaulan dan perselisihan, kelaliman dan keadilan, perdamaian dan peperangan, bangkit dan jatuhnya suatu bangsa , berkembang dan surutnya suatu peradaban.

Oleh karena itu, tidak ada gunanya menangisi yang telah berlalu, namun pada batas-batas yang jelas inilah seharusnya kita pelajari masa lampau itu. Dan karena menginginkan nasehat-nasehatnya saja kita boleh menengoh kebelakang. Adapun kalau kembali ke waktu lampau itu untuk memperbaharui rasa sedih atau mengupas luka lama, atau berputar di sekitar tragedi yang telah menyakitkan hati kita.

Dengan demikian minta tolonglah kepada Allah dan jangan menjadi lemah. Jika engkau ditimpa sesuatu maka janganlah mengatakan “Seandainya aku mengerjakan begini maka akan menjadi begitu.
Tetapi katakanlah itu semua adalah takdir Allah, apa yang dikehendakinya dikerjakannya ! Sebab kalimat : Seandainya itu akan membuka pintu buat setan “ Dengan cara seperti ini kita melupakan masa silam dan memulai perjalanan hidup kita dengan penuh semangat dan harapan.

B. MENGATASI KEHIDUPAN SULIT

Seandainya dalam hidup ini kita dapat menyelami mengapa kehidupan kita sulit, itu berarti dapat menangkap makna bahwa kecuali kita setuju untuk menderita, kita tidak mungkin terbebaskan dari penderitaan.

Oleh karena itu, kita sadari bahwa kehidupan ini sulit. Kebanyakkan orang bijak di dunia mengatakannya demikian. Sesulit apapun untuk diterima, sedari dulu, sekarang dan elamanya, kehidupan memang sulit bagi manusia yang secara jujur menghadapinya.

Dengan situasi itu, sadarlah bahwa penderitaan anda memiliki makna serta maksud. Ia telah menjadikan anda lebih berbelas kasih terhadap penderitaan orang lain. Sekarang anda dapat menggunakan kepedihan anda untuk menolong orang lain mengatasi penderitaannya.

Jadi ingatlah dalam kebiasaan pikiran anda bahwa siapa menanam ia menyabit. Tidak ada pengorbanan yang sia-sia. Sesal dahulu pendapat, sesal kemudian tidak berguna. Adakah manusia yang tidak menyesal sesudah membuat kesalahan ?

Dengan mengungkapkan jalan pikiran diatas, maka mereka-mereka yang anda kenal tampaknya lebih bahagia daripada anda, belum tentu demikian adanya. Karena orang berusaha untuk menyembunyikan kepedihan serta keraguan mereka, bahkan terhadap teman-teman sekalipun.

C. PENUTUP

Dengan memperhatikan hal-hal yang telah kita utarakan diatas, maka pahamilah mengapa kehidupan anda sulit, sehingga kita perlu mendalami sifat yang hanya mementingkan diri sendiri dan tamak menjadi penghalang sebagai tabir antara dia dengan Tuhan. Dan orang yang hanya memikirkan diri sendiri, tak mengalami kebahagian dalam hidupnya. Kalau kita pikirkan keberatan orang lain tentu diperkirakan pula keberatan kita.

Oleh karena itu, dengarkanlah kisah-kisah orang lain tentang penderitaan mereka. Ingatlah pepatah “Kepedihan yang diceritakan tinggal separuh” artinya anda dapat menggunakan kepedihan anda untuk menolong orang lain untuk mengatasinya.

9. MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA
PIKIRAN KEDALAM KECEMASAN ADALAH
RACUN KEHIDUPAN

A. PENDAHULUAN

Bila kita membaca tulian-tulisan Dale Carnegie memberikan pernyataan yang jelas tentang paham serba materi serta akibat yang ditimbulkannya pada jiwa dan raga manusia berupa bencana dan malapetaka . Ia berkata saya telah tinggal di New York selama tiga puluh tahun dan tidak ada seorang pun yang pernah mengetuk pintu rumahku dan memperingatkan bahaya penyakit emosi yang disebut “cemas”

Cobalah anda berpikir sepertiga dari pengusaha sedang menghancurkan tubuh mereka sendiri dengan penyakit jantung, maag dan tekanan darah tinggi sebelum mereka mencapai usia 45 tahun. Inikah harga sukses itu ? Dapatkah seseorang yang terpaksa membayar kemajuannya dengan penyakit jantung atau maag dikatakan sukses ? Apakah keuntungannya bagi seseorang yang mendapatkan seluruh dunia tetapi kehilangan kesehatannya ? Walaupun ia telah menguasa I dunia, toh ia tetap hanya dapat tidur dalam satu ranjang dan makan tiga kali sehari. Bahkan seorang tukang sampah tersebut kan dapat tidur lebih nyaman dan merasakan makanannya lebih nikmat daripada sepengusaha besar.

Apa yang diungkapkan diatas, maka untuk menanamkan rasa tenang dan tenteram dalam kalbu dan mengikis habis hama-hama ketamakan yang sangat meletihkan manusia dalam mengejar dunia dan mendatangkan rasa esal terhadap apa-apa yang luput daripadanya. Rasulullah Saw. Bersabda : Barangsiapa menjadikan akhirat sebagai harapannya, maka Allah akan memberikan rasa puas dalam hatinya dan menghimpunkan baginya segala keinginannya dunia pun akan mendatanginya dengan merunduk. Dan barangsiapa menjadikan dunia sebagai cita-citanya , maka Allah akan menjadikan kemikinan di depan matanya, membuyarkan segala keinginannya dan dunia tidak akan mendatanginya melainkan dengan apa yang sudah ditentukan baginya ! (HR.Tirmidzi)

B. MENGHILANGKAN PENYEBAB KECEMASAN

Apabila anda terkena suatu musibah yang membuat anda kuatir, apa yang akan anda lakukan ? Apakah anda akan membiarkan rasa kuatir itu melemahkan anda atau anda dapat merubahnya menjadi kekuatan ?

Supaya kekuatiran itu bisa menjadi kekuatan, cobalah anda renungkan hal-hal yang kita utarakan dibawah ini :
• Tanyakan kepada diri anda sendiri, akibat paling buruk apa yang mungkin menimpa anda.
• Bersiaplah untuk menerimanya apabila hal tersebut akhirnya benar-benar terjadi.
• Kemudian bertindaklah dengan tenang untuk memperbaiki kondisi terburuk itu.

Kita dapat membayangkan bahwa sesungguhnya pengaruh rasa cemas yang paling buruk itu adalah hancurnya kemampuan untuk berakal sehat. Jadi tidak dapat diragukan bahwa orang dapat mengatasi rasa cemasnya dalam menghadapi setiap krisis serta memiliki pandangan menyeluruh terhadap apa yang berada disekitarnya, dialah sebenarnya yang akan mendapat-kan kemenangan pada akhirnya dengan meraih hasil yang baik.

Oleh karena itu, orang yang takut miskin sebenarnya sudah berada dalam kemiskinan, dan orang yang takut hina sudah berada dalam kehinaan ! Karena sebagai orang mukmim yang dewasa seharusnya ia menetapkan bahwa perkara terburuk yang dicemaskan itu sebenarnya telah benar-benar terjadi. Kemudian ia berusaha mencari jalan keluarnya.

Pikirkanlah ungkapan seperti siapkanlah diri anda untuk menerima setiap kenyataan, sebab menerima dengan ikhlas apa yang terjadi adalah langkah pertama untuk mengatasi setiap kemalangan. Jadi kedamaian jiwa yang sejati datang dari keikhlasan menerima akibat buruk arti secara psikologis itu berarti dapat diartikan sebagai pelepasan energy.

Dengan demikian untuk menjadikan kedewasaan anda berpikir, renungkan apa yang terungkap dalam QS.52 : 26-28 “ Mereka berkata “Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab) 26) – 27) Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka – 28) Sesungguhnya kami dahulu menyembahNya. Sesungguhnya Dia-lah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang “

C. MEMBUAT KECEMASAN SEBAGAI KEKUATAN

Dengan mempelajari tingkah langkah dasar dari analisa persoalan yang diungkapkan dibawah ini :

Langkah Pertama, mengharuskan kita berpikir dengan tenang terhadap apa yang ada di ekitar kita guna mengumpulkan faktanya dengan jelas dan menempatkan tingkah laku kita pada kaidah-kaidahnya

Sejalan dengan usaha-usaha pengumpulan data adalah wajib, sekalipun sulit dilakukan orang, sebab kecintaan akan sesuatu membutakan dan menulikan begitu juga kebencian, oleh karena gerakkan pikiran anda kedalam pandangan Rhida itu menutup segala kekurangan Dan pandangan benci itu menampakkan segala keburukan. Seperti halnya perasaan cinta dan benci sebagian besar emosi yang menguasai jalan pikiran seseorang.

Dengan demikian pebanyaklah membaca Al Qur’an yang akan mampu menuntuntan dalam usaha menemukan jati diri anda yang sesungguhnya, apa yang bisa kita lakukan ? Kita harus dapat membebaskan emosi kita dari pikiran kita.

Langkah kedua, apa yang kita sebut membuat analisa fakta yang telah kita kumpulan. Dari pengumpulan fakta adalah peresaan tenang yang sempurna dalam menyambutnya dari menahan diri dihadapan apa-apa yang tampak membingungkan atau menakutkan darinya. Karena ketakutan akan perkara-perkara baru itu akhirnya tidak boleh tidak akan tenggelam dalam lubuknya

Sejalan dengan apa yang diungkapkan diatas, maka jangan bersedih terhadap pekerjaan yang belum dapat anda selesaikan, ketahuilah bahwa pekerjaan orang besar itu tiada habis-habisnya, sehinga ada renungkan bahwa jangan takut mengambil langkah besar jika memang dibutuhkan. Anda tidak dapat menyeberangi jurang hanya dengan dua lompotan kecil, oleh karena itu jangan kau putus asa karena tidak melihat jalan keluar. Yakinlah Allah dan takdir-Nya selalu ada.

Ketiga, ambil keputusan dan bertindaklah berdasarkan keputusan itu. Artinya Jika orang telah mengethui fakta-fakta yang berkaitan dengannya dan telah mengukur kedalamannya semua tanpa rasa bingung dan takut, maka dihadapnnya hanya tinggal satu langkah terakhir yaitu ia harus bertindak dengan mantap dan kuat dan ia harus melaksanakan keputusan yang telah diambil dengan kemauan yang teguh dan benar.

D. PENUTUP

Dengan memperhatikan hal-hal yang telah kita ungkapkan diatas, maka kita harus mempelajari posisi kita dalam kehidupan dengan cermat, dan menggariskan rencana kita buat masa depan dengan alasan yang nyata , kemudian menenrjang ke muka tanpa menghiraukan akibat dan rasa takut.

Kita harus percaya bahwa Allah menyukai kemauan keras kita sebabDia sangat membenci orang2 yang pengecut dan memelihara orang2 yang bertawakal.

10. MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA
PIKIRAN KEDALAM USAHA-USAHA UNTUK
BERTEKUNLAH

A. PENDAHULUAN
Kebiasaan yang merupakan kekuatan penggerak pikiran, maka disitu terletak ilmu pengetahuan itu akan membuat hati anda menjadi lapang, memperluas wawasan dan dapat menghadirkan cakrawala ke dalam jiwa, sehingga anda dapat keluar dari kecemasan, kegundahan, dan kesedihan jiwa.
Oleh karena itu, apabila seseorang dapat mengenal dirinya dan ilmu yang sesuai dengannya, serta dapat mengamalkan ilmunya sesempurna mungkin, niscaya dia akan mendapatkan kemenangan.
Sejalan dengan pikiran diatas, maka seberapa mustahilpun tampaknya sasarannya, sehingga tekad manusia tidak pernah berhenti bertekad untuk mencapainya, selama ia hidup. Dengan begitu sadarkan kebiasaan anda bahwa keuletan dan daya kemauan membuka kemungkinan-kemungkinan yang tak terbatas untuk meraih keberhasilan.
Kalau anda bentuk suatu tekad dalam benak anda dan bertekun, Anda pancarkan getaran-getaran tertentu terhadap alam semesta yang akan menanggapinya dengan menciptakan kondisi-kondisi yang mendukung.
Oleh karena itu, tidak ada yang sulit bagi orang yang mau, tidak ada yang mudah bagi orang yang enggan. Malas adalah musuh yang paling besar, sehingga dengan membangun kebiasaan dalam mewujdkan ketekunan merupakan sat kekuatan bagi setiap orang yang berakal artinya 1) cinta kepada ilmu, 2) tidak berobah mendengar upat dan puji, 3) bagus jawabannya, 4) banyak benarnya.
Dengan demikian mengungkit daya ingat kedalam peta pikiran dalam usaha-usaha dalam ketekunan menjadi satu kewajiban yang perlu diperhatikan bagi seorang pemuda di dalam hidup ; bercita-cita dan bergaul supaya memperoleh keberhasilan dan simpati ialah perhatian, serasa cinta dan saying.
B. KESIAPAN MEWUJUDKAN KETEKUNAN
Renungkanlah kedalam kebiasaan pikiran anda bahwa janganlah putus asa setelah satu dua upaya anda gagal. Untuk merealisasikan tekad anda ambillah serangkaian tindakan penuh tekad hingga anda wujudkan hasrat hati anda.
Dengan demikian kembangkanlah keuletan, oleh karena itu tetapkanlah dan capalah sasaran-sasaran kecil, belakangan bangunlah keberhasilan anda dengan menetapkan serta mencapai sasaran-sasaran yang lebih besar artinya orang tidak maju jauh sebelum myakinkan diri sendiri dan bukan meyakinkan orang lain, sehingga ungkitlah daya ingat dalam peta pikiran anda yang terkait dengan ketekunan. Jadilah setialah pada keyakinan-keyakinanmu sendiri yang murni.
Memperhatikan hal-hal yang diungkapkan diatas, maka renungkan makna CAHAYA dari daya ingat kedalam peta pikir agar anda jangan terus bersedih bila hidupmu terasa pedih ! Itu putaran kehidupan yang wajar.
Pergeseran keadaan yang lumrah serta ingatlah bahwa setiap perputaran waktu yang dijalankan-Nya selalu ada makna dan pesan yang bisa kita ungkap. Jadi kesempitan dan penderitaan kadang justru membuat kita makin dekat dengan-Nya. Kita pun jadi sering datang kepada-Nya untuk mencurahkan segala keluh kesah.
C. PENUTUP
Jangan biarkan takut berhasil menghalang anda dalam mencapai sasaran-sasaran anda. Ketahuilah bahwa anda memiliki kemampuan untuk menangani perubahan-perubahan yang menyertai keberhasilan.
Oleh karena itu bila posisi hatimu betul, cahaya-Nya akan mudah memantul. Hati ibarat cermin. Semakin jernih cermin semakin terang cahaya yang terpantul, sehingga kita tentu akan menjadi hamba-Nya yang mudah melihat, kebenaran, merasakannya dan bahkan menjadikan kebenaran itu sebagai napas hidup kita.
Sejalan dengan pikiran diatas dan renungkan makna umur dalam perjalanan hidup anda, maka sementara kita sudah menghabiskan masa mudamu, engkau mempergunakan sebagian besar usiamu dalam menghambakan diri pada dinia, dalam permainan yang sia-sia srta berpaling dari Tuhan. Kalau engkau masih menunda amal sampai masa pikun tiba, itu akan mengacaukan akal dan anggota badanmu. Akirnya ketika engkau sungguh-sungguh dalam beramal, sayang sekali kekuatan sudah tidak ada. Oleh karena itu persiapkan masa mudamu untuk menghadapi masa pikun.

PETA TUBUH 11 – 20

Peta Pikiran 1-2

1. DAYA INGAT MENJADI PETA PIKIRAN
KEDALAM HIDUP PENUH KETAKJUBAN

a. PENDAHULUAN

Sejenak bila kita memanfaatkan pikiran dari yang tidak tahu menjadi tahu dari ungkapan kata “Ketakjuban” yang berarti kekaguman dan atau keheranan, maka seberapa jauh dapat mempengaruhi kedalam peta pikiran anda.

Bila kita mengungkapkan ketakjuban, renungkanlah ungkapan seperti “Tidak ada kekayaan yang melebihi kesehatan badan dan tak kegembiraan yang mengatasi kesenangan hati”.

Dari ungkapan diatas diharapkan membawa dampak kedalam peta pikiran anda bahwa sikap takjub memungkinkan kita untuk mempersepsikan di dunia segala keintiman sang ilahi untuk merasakan dalam hal-hal kecil permulaan dari kebermaknaan yang tak terhingga, untuk merasakan yang paling hakiki di dalam yang biasa dan sederhana untuk merasakan derasnya keteduhan kekal yang lewat.

Oleh karena itu, gerakkan daya ingat anda untuk dapat menuntun sikap dan perilaku anda kedalam makna
“KETAKJUBAN” sebagai sarana dalam usaha memanfaatkan hikmah berpikir agar anda dapat mengendalikan kebiasaan berpikir dimana kita menyadari sepenuhnya bahwa “hidup anda dibentuk oleh pikiran anda sendiri.

Sejalan dengan apa yang kita pikirkan diatas, makna dalam usaha untuk mendalami “Ketakjuban” dengan pendekatan kekuatan pikiran yaitu dari sudut dalam hikmah berpikir yang mencakup :

B. DALAM PROSES BERPIKIR KETAATAN :
Bertolak dari keinginan untuk mendalami apa yang kita bicarakan dalam pokok pikiran yang diungkapkan diatas, maka dari sudut berpikir ketaatan dalam hubungan kita dengan Allah Swt, seperti yang terungkap dalam QS. 72 : 1 “Katakanlah (hai Muhammad) “Telah di wahjukan kepadaku bahwawasanya sekumpulan jin telah mendengarkan (Al ‘Quran)lalu mereka berkata : Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur’an yang menakjubkan”
Ayat tersebut menekankan bahwa “Islamnya Jin Setelah Mendengar Al Qur’an”, oleh karena itu, renungkan melalui pikiran anda agar dapat menuntun sikap dan perilaku anda sejalan dengan apa yang kita pikirkan agar kita dapat menempatkan makna Ketakjuban yang dipikirkan, yang harus sejalan dengan ajaran Islam itu sendiri.

Dengan demikian gerakkan kekuatan pikiran kedalam suatu kebiasaan dalam usaha menafsirkan ketakjuban, maka terbuka pikiran bagaimana dapat dipercepatkannya usaha-usaha yang baik-baik dalam mewujudkan makna yang terkandung didalamnya, oleh karenanya digerakkan pikiran didasarkan pada keikhlasan yang seutuhnya.

C. DALAM PROSES BERPIKIR POSITIF :
Mengungkapkan jalan pikiran yang positip berarti kita selalu mendekatkan diri dalam hubungan manusia yang selalu baik memandang sesuatu seperti halnya kita takjub pada sesuatu maka disitu terselip pemikiran yang berkaitan dengan pujian yang sewajarnya adalah anak kunci untuk memulai persahabatan yang baik sedang celaan adalah sumber pertengkaran dan permusuhan.

Tapi yang perlu kita ingat bahwa pujian adalah ujian artinya yang mudah tersanjung dan juga mudah tersandung, oleh karena itu lihatlah selalu bahwa dirimu adalah orang yang senantiasa dihinggapi kelemahan, kekurangan, aib dan sebagainya.

Sejalan dengan apa yang kita bicarakan diatas tumbuh dan kembangkan kebiasaan pikiran anda yang positif sehingga dapat mendorong sifat-sifat yang menyelamatkan, apa yang anda pikirkan yang terkait ketakjuban agar kita selamat dari kemungkinan tergelincir oleh pujian yang menghancurkan.

D. DALAM PROSES BERPIKIR MAKSIAT DAN NEGATIF :
Untuk dapat menuntun sifat pola pikir yang terpuji, maka hindarilah kebiasaan pikiran yang bersifat maksiat dalam hubungan manusia dengan Allah Swt. Sedangkan berpikir negatif dalam hubungan anda dengan manusia.

Oleh karena itu, setiap manusia mulai sejak terbitnya matahari sampai terbenamnya, maka manusia memeriksa seluruh anggota tubuhnya yang terdiri dari mata, telinga, lisan, kemaluan, perut, tangan dan kaki tidak sedang mengandung kemaksiatan dan berpikir negatif, sehingga kita mampu mengenal diri agar kita selalu dekat sang penciptanya dengan begitu kita akan mampu menumbuhkan apa yang diperkirkan secara baik, apa yang kita sebut dengan mensyukuri karunia Allah, maka disitu terbukalah kebiasaan pikiran baru, sehingga begitu pentingnya kita menyadari peran dan fungsi ketujuh anggota tubuh yang telah kita utarakan diatas.

E. PENUTUP :

Ketakjuban yang kita ungkapkan kedalam peta pikiran, dimaksudkan agar kita selalu memanfaatkan kebiasaan berpikir agar dapat menuntun sikap dan perilaku kita dalam menata kehidupan dunia dan akhirat.

Dengan demikian kebiasaan yang effektif yang dituntun oleh pemahaman prinsip, sikap, perilaku dihayati menjadi satu kekuatan dalam proses berpikir.

Oleh karena itu, tingkatkan kedewasaan berpikir kedalam sisi rohaniah, social, emosional dan intelektual, dengan begitu anda dapat secara terus menerus belajar untuk menumbuh kembangkan kebiasaan pikiran untuk selalu dapat memanfaatkan dan memahami untuk dapat mengaktualisasi-kan makna hikmah berpikir kedalam pemahaman kita mengenai ungkapan kata “Ketakjuban”.

Sejalan dengan apa yang kita pikirkan diatas, maka salah satu alat tubuh mengingatkan kita untuk selalu memelihara lidah sewaktu berbicara karena perkataan itu adalah semacam anak panah bila terlepas dari busurnya sukar kembali lagi.

2.MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA PIKIRAN
KEDALAM USAHA PENCERAHAN

a. PENDAHULUAN
Kata “Pencerahan” merupakan kecernihan yang terungkap oleh kesadaran sebagai unsur jiwa sebagai penggerak alat berpikir agar kita mampu setiap manusia untuk menyadari sepenuhnya seberapa jauh yang bersangkutan memanfaatkan usia.
Kita pahami bahwa “kesadaran” itu paling tegas sebagai unsur jiwa, di waktu tidur kita tidak akan tahu, bilamana ada bahaya mengamcam dan menyebabkan kita sadar sepenuhnya. Jadi di waktu tidur kesadaran itu seolah-olah turut istrahat Dan semakin diwaktu tidur jasmani dan rochani kita letih semakin kurang pula kesadaran itu.
Dengan kesadaran kita dapat berorientasi meninjau serta merasakan diri sendiri serta menangkap atau memahami ituasi didunia luar artinya diluar diri kita.
Sejalan dengan apa yang kita utarakan diatas, maka makna “Pencerahan” dapat kita dalami lebih dalam bila KESADARAN diikuti dengan KECERDASAN dan AKAL, maka terbukalah kekuatan pikiran untuk menuntun anda dalam usaha memanfaatkan usia sehingga anda mampu menempuh jalan menuju pusat PENCERAHAN anda sendiri.
b. KEMAMPUAN MEWUJUDKAN PENCERAHAN
Pencerahan dapat diwujudkan sepanjang kita mampu melihat kedewasaan berpikir sehingga mampu mengintergrasikan ketiga unsur jiwa berupa KESADRAN, KECERDASAN, AKAL, dimana ketiga unsur terebut saling memiliki sifat-sifat ketergantungan dalam memanfaatkannya.

Dengan pikiran diatas, seperti halnya kita mengungkapkan bahwa jalan menuju pencerahan dapat kita ibaratkan seperti cita-cita menghendaki perjuangan, perjuangan menghendaki pengorbanan dan pengorbanan menghendaki ketabahan hati.

Oleh karena itu, tempuhlah jalan menuju puat pencerahan anda sendiri dengan kebiasaan memanfaatkan ketiga unsur jiwa diatas sehingga dapat mewujudkan makna pencerahan dalam perjalanan hidup kita.

Sejalan dengan pokok pikiran diatas, maka usaha meningkatkan kedewasaan berpikir akan mampu menuntun kebiasaan yang disebut dengan “Keinginan” artinya mau melakukannya, maka disitu terbuka pintu bagaimana melakukannya serta apa yang harus dilakukan dan mengapa.

Jadi kemampuan mewujudkan “Pencerahan” kedalam peta pikiran bergantung seberapa jauh kita mampu meningkatkan kedewasaan berpikir (rohaniah, social, emosional, intelektual) secara berkelanjutan yang mampu menyentuh jiwa kita seperti
Cara menyempurnakan rahmat ialah kasih saying Tuhan kepada anda dengan melalui ketaatan anda. Datang ketaatan dengan keimanan dan keimanan dengan pengetahuan.

Denan mengungkapkan jalan pikiran diatas diharapkan dapat menjadi penuntun dalam peta pikiran kita, sehingga dengan memahami makna pencerahan yang hendak kita kita bangun dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan menyadari sepenuhnya mengenai ilmu kepandaian itu ialah sahabat yang setia bagi teman hidup sampai kepada penghabisan umur kita.

C.PENUTUP
Bangkitkan kedalam peta pikiran anda bahwa pencerahan perlu ditingkatkan sehingga erbuka keinginan untuk memperbaiki diri setiap harinya. Bertekatlah untuk meningkat-kan kesadaran, kecerdasan dan akal kita untuk menyentuh yang sakral setiap harinya.

Oleh karena itu ingatlah kita kepada kematian adalah suatu cameti untuk memperbaiki kelakuan kita dan cinta pada orang miskin.

3. MENJADI PETA PIKIRAN  KEDALAM PENERIMAAN APA YANG TIDAK DAPAT KITA UBAH.

a.PENDAHULUAN

Kebiasaan batin yang digerakkan oleh kekuatan jiwa dalam kehidupan berarti menerima diri sendiri apa adanya dan oleh karena itu takdir tidak dielakkan dan bukan lari dari takdir tetapi dikejar dan menyerbu kepada takdir. Kepercayaan kepada takdir menimbulkan puncak kesenangan yang sejati karena itu ia sabar dan tabah.
Oleh karena itu, terimalah dengan ikhlas apa yang tak mungkin dielakkan. Kalau kita mengetahui bahwa suatu keadaan itu di luar kekuasaan dan kemampuan kita untuk mengobah dan memperbaikinya, berkatalah pada diri sendiri. Memang sudah semestinya begitu tak dapat lain.

Sejalan apa yang kita pikirkan diatas, mendorong kita memikirkan untuk memahami dunia karena jangan tertipu pada yang tampak, apa yang tertampak tidak selalu seperti yang sejatinya.
Dengan demikian pikirkan baik-baik sebelum melangkah bahwa ala mini lahiriahnya berupa tipuan sementara batiniahnya berupa pelajaran. Diri yang mencakup nafsu melihat kepada lahiriahnya yang menipu, sementara kalbu melihat kepada batinnya yang menjadi pelajaran. Oleh karena iu, tanggalkan kebanggaanmu pada kemuliaan duniawi.

b.BAKAT MENGUBAH NASIB MENEMUKAN TAKDIRMU

Hidup anda dibentuk oleh pkiran anda sendiri, oleh karena itu masa yang anda miliki adalah hari ini, sebagai petunjuk maka kita harus mampu mengungkit bakat yang tersembunyi dalam pikiran kita sehingga kita menyadari sepenuhnya bahwa bakat merupakan kemampuan potensial yang ada pada diri setiap manusia.
Dengan bertolak dari pikiran diatas, harus ada kemampuan kita untuk membaca dirimu, maka disitu terletak kesiapan kita menggali dan memanfaatkan kemampuan potensial tersebut melalui apa yang kita sebut :
Pertama, mampu menggariskan secara jelas arah dan sasaran hidup yang hendak kita capai ;
Kedua, memerjuangkan dengan komitmen yang tinggi ;
Ketiga, mampu apa yang diungkapkan bagi orang lain amenjadi kekekuatan yang dapat dipercaya ;
Keempat, memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan kepada orang lain secara baik ;
Kelima, secara berkelanjutan menumbuh kembangkan kebiasaan sebagai prinsip dan pola sikap serta perilaku, dengan kebiasaan ini mampu menyatukan keinginan yang berlandaskan niat yang benar, memeliki kebiasaan untuk meningkatkan ilmu dan kebiasaan belajar dari pngalaman baik datang dari diri sendiri maupun dari orang lain.
Dengan memperhatikan kelima hal diatas, maka kebiasan yang dapat menuntun kedalam pola pikir untuk mewujudkan keberhasilan apa yang kita harapkan, oleh karena itu wujud melawan penderitaanlah, bukan penderitaannya itu sendiri.

c.PENUTUP

Menyadari kemampuan mabaca diri, maka disitu terbuka peluang mengubah takdir menjadi satu kekuatan mengubah nasib, artinya belajarlah kepada suatu kenyataan bahwa terimalah apa yang tidak dapat anda ubah.
Jadi ingatlah bahwa bertambah luas kesadran, kecerdasan dan akal , bertambah luas hati, bertambah luas hidup, bertambah datangnya bahagia. Bertambah sempit pula hidupnya dan bertambah datangnya celaka.

4.MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA PIKIRAN
KEDALAM USAHA MENJADIKAN KEKUATAN DIRI SENDIRI

a.PENDAHULUAN

Kekuatan diri sendiri menunjukkan gambaran seseorang yang memliki kemampuan menggerakkan pikiran yang berlandaskan prinsip ketaatan dalam hubungan dengan Allah Swt dan berpikir poitip dalam hubungan dengan manusia, dengan begitu sekaligus sehingga kekuatan diri sendiri mejadi satu kebiasaan untuk selalu mampu meningkatkan kemampuan kedewasaan berpikir ecara berkelanjutan.
Pikiran diatas bukanlah sesuatu yang baru dalam proses manusia untuk selalu siap menerima dan melaksanakan perubahan atas dirinya, oleh karena itu baying kan ungkapan seperti dasar hidup kita, jangan hidup sebagai keimbang menjulang ke atas tidak ada kekuatan ke bawah.

Jadi terimalah kepada suatu kenyataan bahwa kekuatan diri juga memperlihatkan gambaran atas percaya diri adalah sumber keberhasilan dan kemandirian. Dengan demikian keberhasilan dan kemadirian lebih berarti berusaha berpretasi dari pada prestasi itu sendiri. Janganlah ikut-ikutan orang yang bermain hanya agar tidak kalah, mainlah untuk meraih kemenagan.

Bertolak dari pikiran diatas, maka orang dengan kemampuan untuk memiliki keberhasilan dan kemandirian ditentukan kemampuan secara jelas merumuskan program, dimana pertama ia menetapkan suatu rencana kerja dan tekun menjalaninya. Ia tetapkan rencana-rencanaya dan melaksana-kannya, ia langsung menuju ke sasarannya.
Apa artinya yang kita ungkapkan pikiran diatas, merupakan pola pikir yang menuntun kita kepada makna KEPERCAYAAN (terkait dengan AGAMA) dan KEYAKINAN (terkait dengan IMAN) yang menjadikan pijakan bagi orang yang mampu menguah jati diri sendiri, maka terbukalah pintu kesiapan menjadi manusia teladan yang sesungguhnya.

b.MENCARI HAKIKAT PERCAYA DIRI

Kita harus dapat membayangkan bahwa apabila seseorang dapat mengenal dirinya dan kebiasaan yang ditopang oleh ilmu, pengetahuan dan keinginan sesuai dengannya serta dapat mengamalkan kebiasaan yang sempurna mungkin, niscaya dia akan mendapatkan kemenganan.
Dengan pikiran diatas, cobalah anda berusaha mencari hakikat percaya diri sebagai satu kekuatan yang harus ditumbuh kembangkan kedalam kebiasaan hidup ini, bahwa ilmu pengetahuan, pengalaman dan wawasan jauh lebih baik daripada tumpukan harta, karena mencintai harta-benda adalah sifat binatang dan senang dengan pengetahuan adalah sifat manusia.

Jadi ingatlah selalu dalam hidup ini bahwa mewujudkan angan-angan setelah kita mempraktekkan sendiri jenis kepercayaan diri yang khusus kita bangun dari daya cipta kebiasaan kita. Yang menjadi masalah kita adalah kesiapan menerima perubahan dan berusaha menemukan keseimbangan hidup, maka terbuka pintu dalam kebiasaan pikiran kita yang terkait dengan menemukan sumber dari segala kepercayaan diri sehingga anda bisa melakukan hal-hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya untuk melangkah jalan hidup.

Sejalan dengan apa yang kita pikirkan, maka sumber dari segala kepercayaan diri terletak seberapa jauh kita mampu dapat mengungkapkan memikirkan kemungkinan bahwa kepercayaan tanpa resiko adalah sebuah kontradiksi, oleh karena itu cinta yang pnuh kepercayaan membawa pergi beban keragu-raguan dan memberi anda sayap keyakinan.
Untuk mengungkit sumber dari segala kepercayaan diri akan bergantung kepada dua kekuatan apa yang yang disebut KEPERCAYAAN dan KEYAKINAN, maka diperlukan kebiasaan untuk mendalami hal-hal yang kita sebutkan dibawah ini :
Pertama, Memahami makna sesungguhnya dari kepercayaan diri. Artinya memiliki satu kebiasaan mampu melakukan hal-hal tertentu. Oleh karena itu dari sekian banyak keterampilan yang bisa kita kuasai dalam hidup ini, kemampuan kita tetap terbatas. Jadi, jika rasa percaya diri itu didasarkan pada kemampuan yang kita miliki, rasa percaya diri itu hanya akan timbul bila kita melakukan kegiatan yang bisa kita lakukan itu.
Kepercayaan diri adalah sesuatu yang harus mampu menyalurkan segala yang kita ketahui dan segala yang kita kerjakan.
Kedua, Memahami untuk menemukan apa yang membuat anda (bukan sembarang orang) percaya diri. Artinya kadang-kadang kita merasa bagai menipu diri sendiri, jika keberhasilan yang kita raih dan yang seharusnya membangkitkan rasa percaya diri justru terasa sebaliknya dalam nurani kita.
Oleh karena itu, adakalanya kita melihat kepada kenyataan dimana banyak orang yang mewah, terkenal, terhormat dsb., namun mereka tetap belum percaya diri. Jadi apa sebenarnya yang mereka butuhkan ?
Ketiga, Memahami tanpa disadari telah merusak kepercayaan diri dan sekaligus menemukan cara menghentikan kebiasaan buruk itu. Artinya kepercayaan diri berawal dari tekad pada diri sendiri pada jati diri anda, untuk melakukan segala yang kita inginkan dan butuhkan dalam hidup. Ia terbina dari keyakinan diri sendiri bukan dari karya-karya kita, walaupun karya-karya itu sukses.

Rasa percaya diri anda berakar pada fakta, bahwa anda telah melakukan seperti yang anda tekatkan. Bila rasa percaya diri itu dilandaskan pada jati diri anda, bukan pada pada suatu keberhasilan, anda telah menciptakan sesuatu yang tidak bisa direnggut oleh apa pun atau oleh siapa pun. Jadi rasa percaya diri itu tidak bisa disama ratakan dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya.
Dengan demikian bahwa rasa percaya diri itu lahir dari kesadaran bahwa jika saya memutuskan untuk melakukan sesuatu, sesuatu itu pula yang akan saya lakukan. Jadi rasa percaya diri sejati anda lahir dari keinginan dan tekad.
Keempat, Memahami untuk menemukan kunci untuk meningkatkan rasa percaya diri anda. Artinya seberapa jauh anda mampu menguasai hal-hal yang terkait dengan kedewasaan berpikir dalam rohaniah, sosial, emosional dan intelektual.
Dengan kedewasaan berpikir tersebut akan mampu menuntun sikap dan perilaku dalam mengembangkan kepercayaan diri, sehingga menimbulkan kedalam hal-hal yang terkait dengan apa yang disebut 1) Keyakinan atas kemampuan sendiri untuk melakukan sesuatu ; 2) Keyakinan atas kemampuan untuk menindak lanjuti segala prakarsa sendiri secara konsekuen ; 3) Keyakinan atas kemampuan pribadi dalam menanggulangi segala kendala ; 4) Keyakinan atas kemampuan anda memperoleh bantuan.

c.PENUTUP

Dengan meningkatnya kedewasaan berpikir, maka mengungkit daya ingat menjadi peta pikiran kedalam usaha menjadikan kekuatan diri sendiri, maka percaya diri menjadi sumber apa yang hendak anda inginkan.
Jadi ingatlah bahwa pekerjaan yang besar tidak berhajat kekuatan tetapi berhajat keteguhan hati. Dunia semakin kecil buat kita kalau hati dan semangat kita bertambah besar. Besarnya dunia hanya sebesar pikiran manusia berbuatlah apa yang telah kewajiban anda , jangan lerlalu melihat akan hasil.

Oleh karena itu, perbuatan yang dapat anda lakukan, janganlah anda minta tolong pada orang lain. Tiap-tiap satu pekerjaan kerjakanlah pada masanya. Pada tempatnya dan dengan caranya.

5.MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA PIKIRAN
KEDALAM USAHA MENGHINDARI KEHILANGAN HARAPAN

a.PENDAHULUAN

Bila sejenak kita merenungkan, maka barang siapa yang memiliki kesehatan mempunyai harapan dan barang siapa yang mempunyai harapan mempunyai segala-galanya.
Oleh karena itu, harapan, betapapun tak dapat diandalkannya, setidak-tidaknya membantu kita menuju kearah tujuan hidup kita melalui jalan yang menyenangkan, sehingga orang kehilangan harapan tidak akan pernah dapat mengatakannya.

Harapan adalah merupakan rahmat Tuhan bagi umatku. Kalau bukan oleh karena harapan, tidaklah seorang ibu akan sudi melahirkan anak dan tidaklah seorang tani akan sudi menaburkan bibit.
Kita menyadari sepenuhnya bahwa harapan-harapan dan cita-cita mudah saja diadakan. Tetapi tantangan yang harus dihadapi ialah jalan yang harus ditempuh menuju kepada realisasi.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka optimislah dan jangan berputus asa. Jangan pula menyerah kalah tanpa berusaha. Berbaik sangkalah kepada Allah. Dan tunggulah segala kebaikan dan keindahan akan segera dia berikan. Oleh karena itu pengharapan adalah kehidupan, akan tetapi ada baiknya bagi manusia jangan selalu mengharap-harapkan yang lebih sempurna ialah berusaha sedapat mungkin.

b.JANGAN KEHILANGAN HARAPAN

Kita sadari sepenuhnya bahwa harapan dan ketakutan tidak bisa dipisahkan, oleh karena itu kita memahami pula bahwa hidup kita dibentuk oleh pikiran kita sendiri, sehingga tak ada ketakutan tanpa harapan, maupun harapan tanpa ketakutan.
Ingatlah jangan kehilangan harapan karena harapan akan terus menerus timbul dalam dada manusia, sehingga terkuah dari pikiran kita bahwa tak seorangpun menjadi pecundang selain yang pesimis menghadapi tantangan hidup.
Dengan kebiasaan yang efektif, maka prinsip dan pola perilaku yang dihayati akan mampu menggerakkan kekuatan pikiran untuk memanfaatkan PENGETAHUAN (apa yang harus dilakukan, mengapa) ; KETERAMPILAN (bagaimana melakukan) ; KEINGINAN (mau melakukan atas dasar niat ), maka terbuka pintu untuk mngembangkan pemulihan harapan yang mencakup apa yang disebut dengan 1) pikirkan untuk tetap di saat yang sekarang ini ; 2) buatlah gagasan untuk menyerap pikiran anda dan sekaligus memberi anda tujuan ; 3) fokuskan apa yang anda pikirkan.

c.PENUTUP

Bertolak dari pokok pikiran yang telah kita ungkapkan diatas, maka jangan anda tumbuhkan dalam peta pikiran usaha menghilangkan harapan sebagai suatu kebiasaan yang mampu mendorong dimana hal yang tidak kita harapkan lebih sering terjadi dari pada yang kita harapkan.
Ingatlah bahwa roda kehidupan tidak pernah berhenti berputar sehingga seberapa gelappun malam itu, pagi akan datang. Seberapa dinginpun musim dingin itu, musim semi akan datang
Dengan demikian bahwa memiliki keinginan dan harapan berarti sudah memiliki masa depan, sehingga pikirkan untuk menumbuh kembangkan kedalam momentum anda sendiri. Kejar terus impian-impian anda hingga dapat menjadi suatu kenyataan.

Jangan pernah menyerah, ada mimpi yang memang lama terwujudnya, tapi ingatlah bahwa hidup penuh dengan perjuangan dan kesulitan hidup yang mungkin tidak henti-hentinya, semuanya silih berganti, kesulitan yang satu diusul oleh kesulitan yang lain.
Jadi hilangkan putus asa itu salah, yang benar adalah berharap sehingga harapan adalah kemenanganan paling bear dan paling sulit yang bisa diperoleh seeorang bagi jiwanya.

Peta pikiran

 

MENJADI PETA PIKIRAN
KEDALAM PENERIMAAN APA YANG TIDAK DAPAT
KITA UBAH.

a.PENDAHULUAN
Kebiasaan batin yang digerakkan oleh kekuatan jiwa dalam kehidupan berarti menerima diri sendiri apa adanya dan oleh karena itu takdir tidak dielakkan dan bukan lari dari takdir tetapi dikejar dan menyerbu kepada takdir. Kepercayaan kepada takdir menimbulkan puncak kesenangan yang sejati karena itu ia sabar dan tabah.
Oleh karena itu, terimalah dengan ikhlas apa yang tak mungkin dielakkan. Kalau kita mengetahui bahwa suatu keadaan itu di luar kekuasaan dan kemampuan kita untuk mengobah dan memperbaikinya, berkatalah pada diri sendiri. Memang sudah semestinya begitu tak dapat lain.
Sejalan apa yang kita pikirkan diatas, mendorong kita memikirkan untuk memahami dunia karena jangan tertipu pada yang tampak, apa yang tertampak tidak selalu seperti yang sejatinya.
Dengan demikian pikirkan baik-baik sebelum melangkah bahwa ala mini lahiriahnya berupa tipuan sementara batiniahnya berupa pelajaran. Diri yang mencakup nafsu melihat kepada lahiriahnya yang menipu, sementara kalbu melihat kepada batinnya yang menjadi pelajaran. Oleh karena iu, tanggalkan kebanggaanmu pada kemuliaan duniawi.

b.BAKAT MENGUBAH NASIB MENEMUKAN TAKDIRMU
Hidup anda dibentuk oleh pkiran anda sendiri, oleh karena itu masa yang anda miliki adalah hari ini, sebagai petunjuk maka kita harus mampu mengungkit bakat yang tersembunyi dalam pikiran kita sehingga kita menyadari sepenuhnya bahwa bakat merupakan kemampuan potensial yang ada pada diri setiap manusia.
Dengan bertolak dari pikiran diatas, harus ada kemampuan kita untuk membaca dirimu, maka disitu terletak kesiapan kita menggali dan memanfaatkan kemampuan potensial tersebut melalui apa yang kita sebut :
Pertama, mampu menggariskan secara jelas arah dan sasaran hidup yang hendak kita capai ;
Kedua, memerjuangkan dengan komitmen yang tinggi ;
Ketiga, mampu apa yang diungkapkan bagi orang lain amenjadi kekekuatan yang dapat dipercaya ;
Keempat, memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan kepada orang lain secara baik ;
Kelima, secara berkelanjutan menumbuh kembangkan kebiasaan sebagai prinsip dan pola sikap serta perilaku, dengan kebiasaan ini mampu menyatukan keinginan yang berlandaskan niat yang benar, memeliki kebiasaan untuk meningkatkan ilmu dan kebiasaan belajar dari pngalaman baik datang dari diri sendiri maupun dari orang lain.
Dengan memperhatikan kelima hal diatas, maka kebiasan yang dapat menuntun kedalam pola pikir untuk mewujudkan keberhasilan apa yang kita harapkan, oleh karena itu wujud melawan penderitaanlah, bukan penderitaannya itu sendiri.

c.PENUTUP
Menyadari kemampuan mabaca diri, maka disitu terbuka peluang mengubah takdir menjadi satu kekuatan mengubah nasib, artinya belajarlah kepada suatu kenyataan bahwa terimalah apa yang tidak dapat anda ubah.
Jadi ingatlah bahwa bertambah luas kesadran, kecerdasan dan akal , bertambah luas hati, bertambah luas hidup, bertambah datangnya bahagia. Bertambah sempit pula hidupnya dan bertambah datangnya celaka.

4.MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA PIKIRAN
KEDALAM USAHA MENJADIKAN KEKUATAN DIRI SENDIRI

a.PENDAHULUAN
Kekuatan diri sendiri menunjukkan gambaran seseorang yang memliki kemampuan menggerakkan pikiran yang berlandaskan prinsip ketaatan dalam hubungan dengan Allah Swt dan berpikir poitip dalam hubungan dengan manusia, dengan begitu sekaligus sehingga kekuatan diri sendiri mejadi satu kebiasaan untuk selalu mampu meningkatkan kemampuan kedewasaan berpikir ecara berkelanjutan.
Pikiran diatas bukanlah sesuatu yang baru dalam proses manusia untuk selalu siap menerima dan melaksanakan perubahan atas dirinya, oleh karena itu baying kan ungkapan seperti dasar hidup kita, jangan hidup sebagai keimbang menjulang ke atas tidak ada kekuatan ke bawah.
Jadi terimalah kepada suatu kenyataan bahwa kekuatan diri juga memperlihatkan gambaran atas percaya diri adalah sumber keberhasilan dan kemandirian. Dengan demikian keberhasilan dan kemadirian lebih berarti berusaha berpretasi dari pada prestasi itu sendiri. Janganlah ikut-ikutan orang yang bermain hanya agar tidak kalah, mainlah untuk meraih kemenagan.
Bertolak dari pikiran diatas, maka orang dengan kemampuan untuk memiliki keberhasilan dan kemandirian ditentukan kemampuan secara jelas merumuskan program, dimana pertama ia menetapkan suatu rencana kerja dan tekun menjalaninya. Ia tetapkan rencana-rencanaya dan melaksana-kannya, ia langsung menuju ke sasarannya.
Apa artinya yang kita ungkapkan pikiran diatas, merupakan pola pikir yang menuntun kita kepada makna KEPERCAYAAN (terkait dengan AGAMA) dan KEYAKINAN (terkait dengan IMAN) yang menjadikan pijakan bagi orang yang mampu menguah jati diri sendiri, maka terbukalah pintu kesiapan menjadi manusia teladan yang sesungguhnya.

b.MENCARI HAKIKAT PERCAYA DIRI
Kita harus dapat membayangkan bahwa apabila seseorang dapat mengenal dirinya dan kebiasaan yang ditopang oleh ilmu, pengetahuan dan keinginan sesuai dengannya serta dapat mengamalkan kebiasaan yang sempurna mungkin, niscaya dia akan mendapatkan kemenganan.
Dengan pikiran diatas, cobalah anda berusaha mencari hakikat percaya diri sebagai satu kekuatan yang harus ditumbuh kembangkan kedalam kebiasaan hidup ini, bahwa ilmu pengetahuan, pengalaman dan wawasan jauh lebih baik daripada tumpukan harta, karena mencintai harta-benda adalah sifat binatang dan senang dengan pengetahuan adalah sifat manusia.
Jadi ingatlah selalu dalam hidup ini bahwa mewujudkan angan-angan setelah kita mempraktekkan sendiri jenis kepercayaan diri yang khusus kita bangun dari daya cipta kebiasaan kita. Yang menjadi masalah kita adalah kesiapan menerima perubahan dan berusaha menemukan keseimbangan hidup, maka terbuka pintu dalam kebiasaan pikiran kita yang terkait dengan menemukan sumber dari segala kepercayaan diri sehingga anda bisa melakukan hal-hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya untuk melangkah jalan hidup.
Sejalan dengan apa yang kita pikirkan, maka sumber dari segala kepercayaan diri terletak seberapa jauh kita mampu dapat mengungkapkan memikirkan kemungkinan bahwa kepercayaan tanpa resiko adalah sebuah kontradiksi, oleh karena itu cinta yang pnuh kepercayaan membawa pergi beban keragu-raguan dan memberi anda sayap keyakinan.
Untuk mengungkit sumber dari segala kepercayaan diri akan bergantung kepada dua kekuatan apa yang yang disebut KEPERCAYAAN dan KEYAKINAN, maka diperlukan kebiasaan untuk mendalami hal-hal yang kita sebutkan dibawah ini :
Pertama, Memahami makna sesungguhnya dari kepercayaan diri. Artinya memiliki satu kebiasaan mampu melakukan hal-hal tertentu. Oleh karena itu dari sekian banyak keterampilan yang bisa kita kuasai dalam hidup ini, kemampuan kita tetap terbatas. Jadi, jika rasa percaya diri itu didasarkan pada kemampuan yang kita miliki, rasa percaya diri itu hanya akan timbul bila kita melakukan kegiatan yang bisa kita lakukan itu.
Kepercayaan diri adalah sesuatu yang harus mampu menyalurkan segala yang kita ketahui dan segala yang kita kerjakan.
Kedua, Memahami untuk menemukan apa yang membuat anda (bukan sembarang orang) percaya diri. Artinya kadang-kadang kita merasa bagai menipu diri sendiri, jika keberhasilan yang kita raih dan yang seharusnya membangkitkan rasa percaya diri justru terasa sebaliknya dalam nurani kita.
Oleh karena itu, adakalanya kita melihat kepada kenyataan dimana banyak orang yang mewah, terkenal, terhormat dsb., namun mereka tetap belum percaya diri. Jadi apa sebenarnya yang mereka butuhkan ?
Ketiga, Memahami tanpa disadari telah merusak kepercayaan diri dan sekaligus menemukan cara menghentikan kebiasaan buruk itu. Artinya kepercayaan diri berawal dari tekad pada diri sendiri pada jati diri anda, untuk melakukan segala yang kita inginkan dan butuhkan dalam hidup. Ia terbina dari keyakinan diri sendiri bukan dari karya-karya kita, walaupun karya-karya itu sukses.
Rasa percaya diri anda berakar pada fakta, bahwa anda telah melakukan seperti yang anda tekatkan. Bila rasa percaya diri itu dilandaskan pada jati diri anda, bukan pada pada suatu keberhasilan, anda telah menciptakan sesuatu yang tidak bisa direnggut oleh apa pun atau oleh siapa pun. Jadi rasa percaya diri itu tidak bisa disama ratakan dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya.
Dengan demikian bahwa rasa percaya diri itu lahir dari kesadaran bahwa jika saya memutuskan untuk melakukan sesuatu, sesuatu itu pula yang akan saya lakukan. Jadi rasa percaya diri sejati anda lahir dari keinginan dan tekad.
Keempat, Memahami untuk menemukan kunci untuk meningkatkan rasa percaya diri anda. Artinya seberapa jauh anda mampu menguasai hal-hal yang terkait dengan kedewasaan berpikir dalam rohaniah, sosial, emosional dan intelektual.
Dengan kedewasaan berpikir tersebut akan mampu menuntun sikap dan perilaku dalam mengembangkan kepercayaan diri, sehingga menimbulkan kedalam hal-hal yang terkait dengan apa yang disebut 1) Keyakinan atas kemampuan sendiri untuk melakukan sesuatu ; 2) Keyakinan atas kemampuan untuk menindak lanjuti segala prakarsa sendiri secara konsekuen ; 3) Keyakinan atas kemampuan pribadi dalam menanggulangi segala kendala ; 4) Keyakinan atas kemampuan anda memperoleh bantuan.

c.PENUTUP
Dengan meningkatnya kedewasaan berpikir, maka mengungkit daya ingat menjadi peta pikiran kedalam usaha menjadikan kekuatan diri sendiri, maka percaya diri menjadi sumber apa yang hendak anda inginkan.
Jadi ingatlah bahwa pekerjaan yang besar tidak berhajat kekuatan tetapi berhajat keteguhan hati. Dunia semakin kecil buat kita kalau hati dan semangat kita bertambah besar. Besarnya dunia hanya sebesar pikiran manusia berbuatlah apa yang telah kewajiban anda , jangan lerlalu melihat akan hasil.
Oleh karena itu, perbuatan yang dapat anda lakukan, janganlah anda minta tolong pada orang lain. Tiap-tiap satu pekerjaan kerjakanlah pada masanya. Pada tempatnya dan dengan caranya.

5.MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA PIKIRAN
KEDALAM USAHA MENGHINDARI KEHILANGAN HARAPAN

a.PENDAHULUAN
Bila sejenak kita merenungkan, maka barang siapa yang memiliki kesehatan mempunyai harapan dan barang siapa yang mempunyai harapan mempunyai segala-galanya.
Oleh karena itu, harapan, betapapun tak dapat diandalkannya, setidak-tidaknya membantu kita menuju kearah tujuan hidup kita melalui jalan yang menyenangkan, sehingga orang kehilangan harapan tidak akan pernah dapat mengatakannya.
Harapan adalah merupakan rahmat Tuhan bagi umatku. Kalau bukan oleh karena harapan, tidaklah seorang ibu akan sudi melahirkan anak dan tidaklah seorang tani akan sudi menaburkan bibit.
Kita menyadari sepenuhnya bahwa harapan-harapan dan cita-cita mudah saja diadakan. Tetapi tantangan yang harus dihadapi ialah jalan yang harus ditempuh menuju kepada realisasi.
Sejalan dengan pikiran diatas, maka optimislah dan jangan berputus asa. Jangan pula menyerah kalah tanpa berusaha. Berbaik sangkalah kepada Allah. Dan tunggulah segala kebaikan dan keindahan akan segera dia berikan. Oleh karena itu pengharapan adalah kehidupan, akan tetapi ada baiknya bagi manusia jangan selalu mengharap-harapkan yang lebih sempurna ialah berusaha sedapat mungkin.

b.JANGAN KEHILANGAN HARAPAN
Kita sadari sepenuhnya bahwa harapan dan ketakutan tidak bisa dipisahkan, oleh karena itu kita memahami pula bahwa hidup kita dibentuk oleh pikiran kita sendiri, sehingga tak ada ketakutan tanpa harapan, maupun harapan tanpa ketakutan.
Ingatlah jangan kehilangan harapan karena harapan akan terus menerus timbul dalam dada manusia, sehingga terkuah dari pikiran kita bahwa tak seorangpun menjadi pecundang selain yang pesimis menghadapi tantangan hidup.
Dengan kebiasaan yang efektif, maka prinsip dan pola perilaku yang dihayati akan mampu menggerakkan kekuatan pikiran untuk memanfaatkan PENGETAHUAN (apa yang harus dilakukan, mengapa) ; KETERAMPILAN (bagaimana melakukan) ; KEINGINAN (mau melakukan atas dasar niat ), maka terbuka pintu untuk mngembangkan pemulihan harapan yang mencakup apa yang disebut dengan 1) pikirkan untuk tetap di saat yang sekarang ini ; 2) buatlah gagasan untuk menyerap pikiran anda dan sekaligus memberi anda tujuan ; 3) fokuskan apa yang anda pikirkan.

c.PENUTUP
Bertolak dari pokok pikiran yang telah kita ungkapkan diatas, maka jangan anda tumbuhkan dalam peta pikiran usaha menghilangkan harapan sebagai suatu kebiasaan yang mampu mendorong dimana hal yang tidak kita harapkan lebih sering terjadi dari pada yang kita harapkan.
Ingatlah bahwa roda kehidupan tidak pernah berhenti berputar sehingga seberapa gelappun malam itu, pagi akan datang. Seberapa dinginpun musim dingin itu, musim semi akan datang
Dengan demikian bahwa memiliki keinginan dan harapan berarti sudah memiliki masa depan, sehingga pikirkan untuk menumbuh kembangkan kedalam momentum anda sendiri. Kejar terus impian-impian anda hingga dapat menjadi suatu kenyataan.
Jangan pernah menyerah, ada mimpi yang memang lama terwujudnya, tapi ingatlah bahwa hidup penuh dengan perjuangan dan kesulitan hidup yang mungkin tidak henti-hentinya, semuanya silih berganti, kesulitan yang satu diusul oleh kesulitan yang lain.
Jadi hilangkan putus asa itu salah, yang benar adalah berharap sehingga harapan adalah kemenanganan paling bear dan paling sulit yang bisa diperoleh seeorang bagi jiwanya.

1. Peta pikiran

KATA PENGANTAR

1. DAYA INGAT MENJADI PETA PIKIRAN
KEDALAM HIDUP PENUH KETAKJUBAN

a. PENDAHULUAN

Sejenak bila kita memanfaatkan pikiran dari yang tidak tahu menjadi tahu dari ungkapan kata “Ketakjuban” yang berarti kekaguman dan atau keheranan, maka seberapa jauh dapat mempengaruhi kedalam peta pikiran anda.

Bila kita mengungkapkan ketakjuban, renungkanlah ungkapan seperti “Tidak ada kekayaan yang melebihi kesehatan badan dan tak kegembiraan yang mengatasi kesenangan hati”.

Dari ungkapan diatas diharapkan membawa dampak kedalam peta pikiran anda bahwa sikap takjub memungkinkan kita untuk mempersepsikan di dunia segala keintiman sang ilahi untuk merasakan dalam hal-hal kecil permulaan dari kebermaknaan yang tak terhingga, untuk merasakan yang paling hakiki di dalam yang biasa dan sederhana untuk merasakan derasnya keteduhan kekal yang lewat.

Oleh karena itu, gerakkan daya ingat anda untuk dapat menuntun sikap dan perilaku anda kedalam makna
“KETAKJUBAN” sebagai sarana dalam usaha memanfaatkan hikmah berpikir agar anda dapat mengendalikan kebiasaan berpikir dimana kita menyadari sepenuhnya bahwa “hidup anda dibentuk oleh pikiran anda sendiri.

Sejalan dengan apa yang kita pikirkan diatas, makna dalam usaha untuk mendalami “Ketakjuban” dengan pendekatan kekuatan pikiran yaitu dari sudut dalam hikmah berpikir yang mencakup :

B. DALAM PROSES BERPIKIR KETAATAN :
Bertolak dari keinginan untuk mendalami apa yang kita bicarakan dalam pokok pikiran yang diungkapkan diatas, maka dari sudut berpikir ketaatan dalam hubungan kita dengan Allah Swt, seperti yang terungkap dalam QS. 72 : 1 “Katakanlah (hai Muhammad) “Telah di wahjukan kepadaku bahwawasanya sekumpulan jin telah mendengarkan (Al ‘Quran)lalu mereka berkata : Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur’an yang menakjubkan”
Ayat tersebut menekankan bahwa “Islamnya Jin Setelah Mendengar Al Qur’an”, oleh karena itu, renungkan melalui pikiran anda agar dapat menuntun sikap dan perilaku anda sejalan dengan apa yang kita pikirkan agar kita dapat menempatkan makna Ketakjuban yang dipikirkan, yang harus sejalan dengan ajaran Islam itu sendiri.

Dengan demikian gerakkan kekuatan pikiran kedalam suatu kebiasaan dalam usaha menafsirkan ketakjuban, maka terbuka pikiran bagaimana dapat dipercepatkannya usaha-usaha yang baik-baik dalam mewujudkan makna yang terkandung didalamnya, oleh karenanya digerakkan pikiran didasarkan pada keikhlasan yang seutuhnya.

C. DALAM PROSES BERPIKIR POSITIF :
Mengungkapkan jalan pikiran yang positip berarti kita selalu mendekatkan diri dalam hubungan manusia yang selalu baik memandang sesuatu seperti halnya kita takjub pada sesuatu maka disitu terselip pemikiran yang berkaitan dengan pujian yang sewajarnya adalah anak kunci untuk memulai persahabatan yang baik sedang celaan adalah sumber pertengkaran dan permusuhan.

Tapi yang perlu kita ingat bahwa pujian adalah ujian artinya yang mudah tersanjung dan juga mudah tersandung, oleh karena itu lihatlah selalu bahwa dirimu adalah orang yang senantiasa dihinggapi kelemahan, kekurangan, aib dan sebagainya.

Sejalan dengan apa yang kita bicarakan diatas tumbuh dan kembangkan kebiasaan pikiran anda yang positif sehingga dapat mendorong sifat-sifat yang menyelamatkan, apa yang anda pikirkan yang terkait ketakjuban agar kita selamat dari kemungkinan tergelincir oleh pujian yang menghancurkan.

D. DALAM PROSES BERPIKIR MAKSIAT DAN NEGATIF :
Untuk dapat menuntun sifat pola pikir yang terpuji, maka hindarilah kebiasaan pikiran yang bersifat maksiat dalam hubungan manusia dengan Allah Swt. Sedangkan berpikir negatif dalam hubungan anda dengan manusia.

Oleh karena itu, setiap manusia mulai sejak terbitnya matahari sampai terbenamnya, maka manusia memeriksa seluruh anggota tubuhnya yang terdiri dari mata, telinga, lisan, kemaluan, perut, tangan dan kaki tidak sedang mengandung kemaksiatan dan berpikir negatif, sehingga kita mampu mengenal diri agar kita selalu dekat sang penciptanya dengan begitu kita akan mampu menumbuhkan apa yang diperkirkan secara baik, apa yang kita sebut dengan mensyukuri karunia Allah, maka disitu terbukalah kebiasaan pikiran baru, sehingga begitu pentingnya kita menyadari peran dan fungsi ketujuh anggota tubuh yang telah kita utarakan diatas.
E. PENUTUP :

Ketakjuban yang kita ungkapkan kedalam peta pikiran, dimaksudkan agar kita selalu memanfaatkan kebiasaan berpikir agar dapat menuntun sikap dan perilaku kita dalam menata kehidupan dunia dan akhirat.

Dengan demikian kebiasaan yang effektif yang dituntun oleh pemahaman prinsip, sikap, perilaku dihayati menjadi satu kekuatan dalam proses berpikir.

Oleh karena itu, tingkatkan kedewasaan berpikir kedalam sisi rohaniah, social, emosional dan intelektual, dengan begitu anda dapat secara terus menerus belajar untuk menumbuh kembangkan kebiasaan pikiran untuk selalu dapat memanfaatkan dan memahami untuk dapat mengaktualisasi-kan makna hikmah berpikir kedalam pemahaman kita mengenai ungkapan kata “Ketakjuban”.

Sejalan dengan apa yang kita pikirkan diatas, maka salah satu alat tubuh mengingatkan kita untuk selalu memelihara lidah sewaktu berbicara karena perkataan itu adalah semacam anak panah bila terlepas dari busurnya sukar kembali lagi.
2. MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA PIKIRAN
KEDALAM USAHA PENCERAHAN

a. PENDAHULUAN
Kata “Pencerahan” merupakan kecernihan yang terungkap oleh kesadaran sebagai unsur jiwa sebagai penggerak alat berpikir agar kita mampu setiap manusia untuk menyadari sepenuhnya seberapa jauh yang bersangkutan memanfaatkan usia.
Kita pahami bahwa “kesadaran” itu paling tegas sebagai unsur jiwa, di waktu tidur kita tidak akan tahu, bilamana ada bahaya mengamcam dan menyebabkan kita sadar sepenuhnya. Jadi di waktu tidur kesadaran itu seolah-olah turut istrahat Dan semakin diwaktu tidur jasmani dan rochani kita letih semakin kurang pula kesadaran itu.
Dengan kesadaran kita dapat berorientasi meninjau serta merasakan diri sendiri serta menangkap atau memahami ituasi didunia luar artinya diluar diri kita.
Sejalan dengan apa yang kita utarakan diatas, maka makna “Pencerahan” dapat kita dalami lebih dalam bila KESADARAN diikuti dengan KECERDASAN dan AKAL, maka terbukalah kekuatan pikiran untuk menuntun anda dalam usaha memanfaatkan usia sehingga anda mampu menempuh jalan menuju pusat PENCERAHAN anda sendiri.
b. KEMAMPUAN MEWUJUDKAN PENCERAHAN
Pencerahan dapat diwujudkan sepanjang kita mampu melihat kedewasaan berpikir sehingga mampu mengintergrasikan ketiga unsur jiwa berupa KESADRAN, KECERDASAN, AKAL, dimana ketiga unsur terebut saling memiliki sifat-sifat ketergantungan dalam memanfaatkannya.

Dengan pikiran diatas, seperti halnya kita mengungkapkan bahwa jalan menuju pencerahan dapat kita ibaratkan seperti cita-cita menghendaki perjuangan, perjuangan menghendaki pengorbanan dan pengorbanan menghendaki ketabahan hati.

Oleh karena itu, tempuhlah jalan menuju puat pencerahan anda sendiri dengan kebiasaan memanfaatkan ketiga unsur jiwa diatas sehingga dapat mewujudkan makna pencerahan dalam perjalanan hidup kita.

Sejalan dengan pokok pikiran diatas, maka usaha meningkatkan kedewasaan berpikir akan mampu menuntun kebiasaan yang disebut dengan “Keinginan” artinya mau melakukannya, maka disitu terbuka pintu bagaimana melakukannya serta apa yang harus dilakukan dan mengapa.

Jadi kemampuan mewujudkan “Pencerahan” kedalam peta pikiran bergantung seberapa jauh kita mampu meningkatkan kedewasaan berpikir (rohaniah, social, emosional, intelektual) secara berkelanjutan yang mampu menyentuh jiwa kita seperti
Cara menyempurnakan rahmat ialah kasih saying Tuhan kepada anda dengan melalui ketaatan anda. Datang ketaatan dengan keimanan dan keimanan dengan pengetahuan.

Denan mengungkapkan jalan pikiran diatas diharapkan dapat menjadi penuntun dalam peta pikiran kita, sehingga dengan memahami makna pencerahan yang hendak kita kita bangun dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan menyadari sepenuhnya mengenai ilmu kepandaian itu ialah sahabat yang setia bagi teman hidup sampai kepada penghabisan umur kita.

C.PENUTUP
Bangkitkan kedalam peta pikiran anda bahwa pencerahan perlu ditingkatkan sehingga erbuka keinginan untuk memperbaiki diri setiap harinya. Bertekatlah untuk meningkat-kan kesadaran, kecerdasan dan akal kita untuk menyentuh yang sakral setiap harinya.

Oleh karena itu ingatlah kita kepada kematian adalah suatu cameti untuk memperbaiki kelakuan kita dan cinta pada orang miskin.

97. KEBIASAAN  PIKIRAN MENJELAJAH SUARA ATR   DALAM USAHA MEMBANGUN OPTIMISME

1.PENDAHULUAN

Berpikir kedalam optimisme berarti mengungkapkan keyakinan atas segala sesuatu dari segi yang baik dan menyenangkan sekaligus mengungkapkan harapan baik di segala hal.

Oleh karena itu, orang hanya bisa dengan berkembang jikalau ia bisa mengatasi kesukaran-keukaran karena itu harus bertekun dengan tekad maju terus,meskipun mendapat pukulan-pukulan dan rintangan. Makin besar kesulitan, makin bear kemuliaan. Penderitaan dan esusahan hidup adalah pengalaman yang berharga dan membuat seseorang berjiwa besar. Tidak ada jalan yang senang menuju jalan keberuntungan hidup.

Marilah kita menyimak „Optimisme Dalam Kehidupan Nabi dan ahabat“, dimana semua sikap Nabi Saw. Sarat dengan optimisme, kabar gembira, pransangka baik kepada Allah dan perasaan tenteram dengan pertolongan yang telah dijanjikan Allah Swt. Jika kita kaji sikap Nabi sejak hijarah dari Makkah ke Madinah, kita akan menemukan optimisme senantiasa melekat dalam diri beliau sepanjang hayatnya.

Untuk mengungkapkan wujud optimisme diperlukan pemahaman sarana yang dapat menggerak pikiran ke arah yang kita maksudkan, dalam hal ini disebut melalui:

Pertama , apa yang disebut dengan optimisme dengan nama-nama yang baik, bayang seorang muslim harus berhati-hati dalam memberi nama , khususnya nama anak-anak perempuan. Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan keislamnya karena Allah telah menamai kita kaum muslim sebagaimana dalam firmanya, QS. 22 : 78“ Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.“

Seperti halnya Rasullah saw. Mengubah nama kota Yatsrih menjadi Madinah

Kedua, optimisme dengan kata-kata yang baik, Kata-kata yang baik

Merupakan landasan dalam berintraksi dengan orang lain, oleh karena itu ungkapan kata perlu kita pelajari untuk menempatkan pada suatu situasi dan kedaan tertentu. Renungkan yang terungkap dala QS. 14 : 24-Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, 25 „pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.“

Ketiga, optimisme dengan mimpi baik. Artinya Mimpi yang baik merupakan kabar gembira dari Allah ; sedangkan mimpi yang menyedihkan (buruk) itu dari setan dan mimpi yang bersumber dari bisikan jiwa seseorang.

Sejalan dengan ungapan diatas, maka renungkan apa yang terungkap dalam QS. 10 : 54“ Dan kalau setiap diri yang zalim (musyrik) itu mempunyai segala apa yang ada di bumi ini, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka menyembunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu. Dan telah diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dianiaya

2. MEMASUKI PIKIRAN OPTIMISME

Pikiran-pikiran yang digerakkan oleh kekuatan unsur jiwa dalam bentuk kesadaran, kecerdasan dan akal yang dituntun oleh berpikir ketaatan (hubungan Tuhan) dan dan berpikir positip (manusia) akan mampu memberi sinar yang positip kedalam hati berarti terbuka pintu- pintu apa yang disebut dngan :

Pertama, mampu mengalahkan gejala penyakit artinya ada satu kekuatan yang mamu mendorong kedalam daya kemauan yang kuat dalam usaha mengoptimalkan keshatan secara umum, fisik dan psikis karena ia tetap merasa berbahagia dalam suasana apapun.

Oleh karena itu, dalam mengisi perjalanan hidup abadinya dengan penuh keridaan dan ketenteraman, dia menikmati hidup apa adanya, merasa puas dengan rezeki anugerah Allah Swt, snatiasa tersenyum, kadang geli dan tertawa tapi tidak berlebihan. Jadi dalam kamus hidupnya tidak mengenal rasa takut, pesimisme atau memandang buruk hari esok sehingga dia mampu menuntun apa yang dikerjakan dari hasil pikirannya sendiri sambil menadah tangan atas kebesaran Allah Swt. atas kehendaknya.

Kedua, mampu menjalani hidup abdi dengan percaya bahwa RUH (rahsia umur hidup) berada di tangan-Nya, artinya jiwa yang tenteram selalu berhubungan erat dengan perasaan optimisme, sehingga dia mampu melawan penyakit berarti memberi daya dorong kedalam seluruh tubuh, dari hasil penelitian membuktikan bahwa orang yang optimis lebih mampu menghadapi beragam penyakit kronis, dengan kekuatan pikiran tersebut bahwa orang yang apang dada dan optimisme dalam memandang masa depan akan hidup lebih panjang daripada orang-orang yang hidup resah. Orang yang mengkhawatirkan masa tua tampak lebih cepat tua.

Selain dari hasil riset, kita katakan orang islam memegang teguh agamanya dan  senantiasa mendekatkan diri kepada Alah Swt., mampu mengontrol unsur-unusr kehidupannya dan merancang masa depan yang penuh optimisme, sebab dia hidup sesuai realitas yang dihadapinya dan mengambil berbagai sebab yang telah di jamin oleh Allah Swt, kemudian dia bekerja sekuat tenaga hingga mencapai target yang diharapkannya.

Ketiga, membangun kebiasaan kedalam unsur jiwa optimis, artinya membangun daya kemauan yang kuat seehingga menjadi kebiasaan dalam keinginan yang mendarah daging dalam diri muslim. Secara bertahap dia menjalankan tahapan-tahapan optimisme hingga puncaknya dengan demikian bagi orang-organg yang optimimelah yang mampu membuat sejarah, memimpin ummat dan menuntun generasi penerus lebih-lebih dalam keturunan lurusnya.

Orang-orang pesimis tidak mampu membangun kehidupan normal dan kebahagian hakiki dalam jiwanya yang mampu mengetuk dinding jiwa yang mampu memberikan daya dorong kedalam kebersihan ruhani, kelurusan aqidah, kelembutan rasa, kekuatan kata, gejolak jiwa ketegasan sikap dan ketajaman mata hati.

Sejalan apa-apa yang kita utarakan diatas, maka renngkapan ungkapan dalam QS. 47 : 4“Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berhenti. Demikianlah, apabila Allah akan membinaakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang gugur pada jalan Allah, Allah tida akan menyia-nyiakan amala mereka“

Dengan demikian optimisme adalah senjata asli yang mampu menambah kepercaaan diri dan mengeluarkan jiwa dari kubangan pesimisme yang gelap, sehingga optimisme berkaitan erat dengan ketenteraman jiwa dan berbaik sangka kepada Allah.

3. PENUTUP

Yang menjadi pertanyaan kita seberapa jauhkan kita dapat menumbuh kembangkan satu kekuatan membangkitkan optimisme dala kehidupan sehari-hari dalam suasana kepastian dalam abad ini, dimana setiap orang yang memiliki kekuasaan lebih menekankan arti kesadaran yang bersifat dengan penuh kputusasaan, kekalahan, dominasi kebatilan yang mendorong mereka bersifat apatisme dan bersikap masa bodoh yang tidak ingin mengambil tanggung jawab dan akhirnya sifat keteladanan sebagai pemimpin tidak ada dan hidup dalam topeng kepalsuan.

Jadi telah tumbuh kesadran materialistik dalam hidup mereka, itulah satu tangtangan bagi saudara muslimku, bagaimana cara mendapatkan energi optimisme dan menanamkannya dalam diri dan sanubari kita ? Dalam hal ini ada langkah-langkah pikiran seperti yang terungkap dibawah :

  1. Jangan tumbuhkan pikiran negatif dari sebuah persoalan, melain kan lihatlah dari sisi pikiran positif untuk tetap kita mempertahankan satu kekuatan pikiran ketaatan dan melepaskan diri dari pikiran maksiat.
  1. Lihatlah selalu bagian gelas yang penuh dan jangan melihat bagiannya yang kosong yang mendorong manusia hancur yang hanya melihat warna pucat dan melupakan warna putih yang berbinar, oleh karena itu hati-hati dalam berita baik telivisi maupun media cetak.
  1. Kuatkan dalam pikiran bahwa percayalah bahwa Allah tidak pernah mengabaikan, dengan izin Allah masa depan dengan belajar dari sebab yang pertama adalah optimisme.
  1. Jadilah orang yang senantiasa merasa puas bahwa duka hari ini akan berbalik menjadi kegembiraan, oleh karena itu renungkan ungkapan dalam QS. 3 : 173“ (Yaitu) orang-orang (yang menta`ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.”
  1. Renungkan ungkapan barang siapa bersikap Zuhud terhadap dunia, dunia akan mendatanganginya dalam keadaan tunduk.
  1. Tenanglah rezeki anda di langit sebagaimana yang diungkapkan dalam QS. 51 : 22“Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezkimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu“.
  1. Hindari putus asa dan jangan perneh mendekatinya, renungkan ungkapan QS. 13 : 28“ (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.“
  1. Renungkanlah bahwa optimisme merasakan gerakan pikiran yang sehat dan postif ; untuk mencintai dan berbagi dengan orang lain ; mendorong terus kemampuan dalam perubahan ; dengan daya dan kekuatan Allah sekarang aku bisa melakukan pekerjaan ini ; ambillah manfaat dari pengalaman sukses pada masa lalu ; ambillah dari sukses dari orang lain ; jangan biarkan tumbuh ungkapan-ungkapan seperti putus asa, kemalasan atau bentuk-bentuk ngkapan penghancur harapan.
  1. Perlu diketahi bahwa optimisme menanamkan harapan dan mempertebal kepercayaan diri dan memberi daya dorong kedalam semangat bekerja, dengan begitu kebaikan dan ketaatan yaitu dengan cara memikirkan karunia Allah, kerajaan-Nya dan keajaiban kekuasaan-Nya.

10.Jadilah orang yang senantiasa menyayangi, mengasihi dan memberi, hiduplah dengan sederhana tidak usah merepotkan diri dengan hal-hal yang tidak perlu. Segeralah mencintai orang lain dan bantulah mereka semampu anda

11.Buang jauh-jauh pikiran yang negatif dan detruktif  dari pikiran anda   Dan berusahalah untuk memantapkan pikiran yang sehat  itu dalam      diri anda, niscaya anda mendapatkannya dengan izin Allah Swt. Oleh karena itu, kabar gembira untuk memotivasi untuk memperbanyak dan meningkatkan amal saleh

12. Dengan menumbuh kembangkan optimisme yang kita harapkanAdalah satu kedisiplinan dan kewaspadaan, sehingga renungkan apa-apa yang terungkap dalam QS. 8 : 60“ Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).

dan QS. 49 : 14“ Orang-orang Arab Badwi itu berkata: “Kami telah beriman”. Katakanlah (kepada mereka): “Kamu belum beriman, tetapi katakanlah: “Kami telah tunduk”, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu dan jika kamu ta`at kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tiada akan mengurangi sedikitpun (pahala) amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

 

98. KEBIASAAN PIKIRAN  MENJELAJAH SUARA ATR

      DALAM MENINGGALKAN SEDIH MENGUBAH NASIB

  1. 1.    PENDAHULUAN

Cobalah anda mengungkit daya ingat bahwa segala tempat dapat dipenuhi oleh isinya selain dari tempat ilmu. Tempat ilmu makin diisi makin bertambah besarnya. Tempat ilmu ialah di akal. Semakin bertambah seemakin terasa kebodohan kita. Orang yang merasa diri pandai ialah orang yang tidak menambah pengetahuan.

Sejalan dengan ungkapan diatas, maka bekerja berarti hidup. Banyak orang hidup, tetapi pada hakekatnya seperti orag mati. Mereka tidak merasakan rahasia kehidupan. Jadi mereka tidak melakukan suatu kebaikan untuk diri mereka sendiri dan tidak menciptakan masa depan bagi bangsanya, oleh karena itu renungkan ungkapan dalam :

QS. 9 : 7“ Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang, dan hati mereka telah dikunci mati, maka mereka tidak mengetahui (kebahagiaan beriman dan berjihad).“

Dengan mengungkapkan surat diatas, ingatlah bahwa bekerja  memang lawan kesedihan. Sebaliknya mengangur adalah teman kesusahan, oleh karena itu dengan bekerja menjadi tumpuan dalam usaha-usaha melespakan diri dari kesedihan.

Sejalan dengan apa yang kita ungkapkan diatas, marilah sejenak kita renungkan ungkapan dalam : QS. 3 : 139“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.“

QS. 16 : 127“ Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.  

QS. 3 : 173“(Yaitu) orang-orang (yang menta`ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.”

Dengan memperhatikan hal-hal yang terungkap dalam surat dan ayat tersebut diatas, apabila engkau mengalami suatu bencana maka katakan dan tanyalah dirimu dengan pertanyaan eperti :

1)  Kemungkinan terburuk apakah yang mungkin akan terjadi berikutnya ? ;

2)  Persiapkanlah dirimu untuk menerimanya dan menanggungnya ;

3) Lakukan dengan tenang upaya untuk memperbaiki dan melunakkan kemungkinan terebut.

  1. 2.    MELEPASKAN DIRI DARI KESEDIHAN

Kesedihan yang ditimbulkan oleh dorong syetan kedalam pikiran menjadikan sesuatu yang memperberat penderitaan. Oleh karena itu, hilangkan kesdihan sekarang juga dan nikmatlah karunia karunia Allah kepadamu.

Dengan demikian apakah engkau menghendaki kebahagian dan ketenteraman ? Ingatlah bahwa engkau tidak akan mendapatkannya kecuali kamu meningkatkan kekuatan berpikir dalam ketaatan maka ala yang ada, Yang Mahahidup dan sdisitu terbuka pintu anda akan berusaha terus beriman kepada sang Penciptamu, Tuhan alam semesta yang mengendalikan segala yang ada

Jadi ingatlah untuk selalu mengungkit daya ingat anda kedalam satu kebiasaan yang terus menerus anda bina untuk melepaskan diri dari kesedihan karena jangan sedih karena kesedihan hanya membuatmu menyesal masa lalu, tapi pikirkan apa yang terjadi saat ini karena hidup anda dibentuk oleh pikiran anda sediri, oleh karena itu belajar menjadi satu kebutuhan untuk mempersiapkan diri dalam proses berpikir dalam usaha melihat masa depan.

Berdasarkan apa-apa yang telah kita utarakan diatas, ingatlah bibit sedih menjadi satu kekuatan yang dapat mendorong manusia kedalam apa yang disebut „Kecemasan“, oleh karena itu tidak ada gunanya menangisi yang telah berlalu yang berdampak membuatmu takut alk

Sedih yang berlarut-larut mendorong menjadi kecemasan, sedangkan kita dapat memahami bahwa kecmasan adalah racun kehidupan sehingga menyebabkan ciutnya hati dan wajah cemberut, maka kuatkan pikiran anda kedalam ketaatan dan berpikir positip. Oleh karena itu ingatlah bahwa kesedihan tidak akan bisa mengembalikan sesuatu yang telah hilang, tidak akan mendatangkan manfaat apapun.

  1. 3.    PENUTUP

Kebutuhan meninggal sedih dalam usaha mengubah nasib, sangat ditentukan oleh suatu keinginan untuk meningkatkan daya kemauan yang kuat untuk berubah, oleh karena itu gerakkan daya ingat anda dalam perubahan kedalam keinginan untuk mengubah nasib anda

Oleh karena itu reungkan makna surat dan ayat ini“ QS. 48 : 12“ Tetapi kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mu’min tidak sekali-kali akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya dan syaitan telah menjadikan kamu memandang baik dalam hatimu persangkaan itu, dan kamu telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa.“

Sejalan dengan ungkapan diatas, maka renungkan kembali hal-hal yang terungkapkan dalam WAKTU : „Sediakan waktu untuk membaca karena itu sumber hikmat ; Sediakan waktu untuk tertawa karena itu musiknya jiwa ; Sediakan waktu untuk berpikir karena itu pokok kemajuan ; diakan waktu untuk beramal karena itu pangkal kejayaan ; Sdiakan waktu untuk kegembiraan karena itu membuat muda selalu ; Sedia waktu untuk beriman karena itu adalah induk dari segala ketenteraman hati“

Jadi untuk menghilangkan kesedihan yang mampu mendorong manusia menjadi kecemasana sebagai racun kehidupan, maka cobalah anda untuk merenung sejenak sebagai kekuatan dalam menjalankan perjalanan hidup abadi sebagai satu kekuatan energi yang mendorong kedalam pikiran anda hal yang terkait dengan „HIDUP (hijarah, insyaf, durhaka, usaha, perbaikan) ; MATI (malaikat, ajal, takdir, ilahi) dan WAKTU (seperti apa yang kita ungkapkan diatas).

Dengan demikian, tingkatkan cara berpikirmu, karena engkau diciptakan untuk tugas yang besar yaitu beribadah kepada Allah dan meramaikan bumi. Cintailah Allah dan Rasul-Nya; oleh karena itu, ingatlah bahwa esuatu kejadian yang keruh akan menjadi lebih keruh kalau berurusan dengan orang yang kotor jiwanya. Tetapi akan jernih sendirinya kalau berurusan dengan orang yang suci bathinnya.

 99. KEBIASAAN PIKIRAN  MENJELAJAH SUARA ATR

      DALAM USAHA MEMBANGUN KEBAHAGIAN

  1. 1.    PENDAHULUAN

Belajar mendalami makna „Hidup, Mati dan Waktu“ berarti anda berusaha untuk membangun „Kebahagian“ artinya setiap manusia sebagai mukmin, maka engkau dalam kenikmatan yang besar sebagai orang yang bahagia. Jadi pikirkan tidak ada kamus dalam jiwa anda untuk menolak kebahagian. Mulailah gerakkan daya kemauan yang kuat untuk mewujudkan apa itu kebahagian, jangan ditunda-tunda karena syetanlah yang menakuti-nakutimu.

Renungkan apa yang teruang dalam QS. 93 : 11“ Dan terhadap ni’mat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).

Belajar meningkatkan pemahaman atas kepercayaan (ISLAM) dan keyakinan (IMAN) adalah nikmat yang terbesar dan ketahuilah bahwa dunia ini bertabiat menghimpun antara dua hal yang saling berlawanan. Oleh karena itu, terimalah ia apa adanya, hubungkan dirimu dengannya dan tundukkan dirimu untuk rela menerima taqdir apa pun dari Allah. Bersikap lurus dan lembah lembut. Berilah maaf dan ampunan, serta bersikaplah toleran, lalu pejamkan mata dari kekurangan dan aib orang lain.

Sejalan apa yang kita pikirkan diatas, maka belajarlah dari ungkapan seperti „ Bertambah luas dalam memanfaatkan unsur jiwa (Kesadaran, Kecerdasan, Akal), bertambah luas hati, bertambah luas hidup bertambah datangnya bahagia. Bertambah sempit pula hidupnya dan bertambah datangnya claka“

Oleh karena itu, renungkan bahwa barang siapa yang mencintai sesuatu ia akan diperbudak oleh yang dicintainya itu. Orang sufi menganggap cinta dunia itu pokok segala kejahatan. Jadi dalam memahami dunia, renungkan bahwa „alam ini lahiriahnya berupa tipuan sementara batihiniahnya berupa pelajaran. Diri (nafsu) melihat kepada lahariahnya yang menpu sementara kalbu melihat kepada bathinnya yang menjadi pelajaran“ Jadi jangan tertipu pada yang tampak, apa yang tampak tidak selalu seperti yang sejatinya. Kenalilah sifat dunia dengan hatimu, wilayah kesadaranmu. Dengan begitu engkau akan selalu menemukan makna sebab dan pesan di balik semua peritiwa. Jangan sadarkan penglihatanmu pada nafsu.

  1. 2.    BANGUNLAH SATU KEBAHAGIAN SAAT INI

Yang menjadi pertanyaan, adakah daya kemauan yang kuat untuk membangun satu kebahaian saat ini ? Dalam hal ini sangat tergantung kebiasaan anda berpikir, kita telah mengungkapkan pentingnya anda memahami makna „Waktu, Hidup, Mati“ seperti yang telah kita utarakan dalam tulisan sebelumnya.

Oleh karena itu, berhasil apa tidaknya maksud kita tergantung kepada keberanian hati kita. Orang yang putus asa lenyap keberaniaannya. Putu asa adalah sifat yang segala hal sejahat-jahatnya. Punggung pedang kalau diasah necaya tajam juga.

Jadi dengan kepercayaan dan keyakinan bangunkanlah daya kemuan untuk mewujudkan kebahagian saat ini bertolak dari atu pikiran bahwa eungguhnya Allah membebani anda esuai dengan apa yang diberikan-Nya kepada anda. Sungguh keliru sekali apabila anda menyangka bahwa modal anda adalah emas dan perak yang ada pada anda. Sebenarnya, modal anda yang asli itu adalah ejumlah anegerah, kecerdasan, kemampuan dan kebebasan yang telah diberikan Allah kepada anda. Dan termasuk unsur asli dalam kekayaan anda adalah kesehatan yang empurna dan kesejahteraan yang memancar dari ujung rambut sampai ke ujung kaki, yang merupakan nikmat-nikmat Allah kepada Anda, yang dapat anda pergunakan dalam kehidupan sekehendak anda.

Namun aneh kebanyakan manusia meremehkan kekayaan asli yang mereka miliki itu, yang tidak dicampuri oleh orang lain. Sikap tak menghargai seperti ini adalah kekufurun yang pantas mendapat celaan dan teguran. Dale carnegie berkata : Apakah anda bersedia menjual kedua biji mata anda dengan harga satu milyard? Cobalah anda renungkan kembali bahwa coba anda hitung kekayaan anda berupa anugerah Allah yang tak ternilai ini, kemudian kumpulkan bagian-bagiannya, maka anda akan melihat bahwa ia tidak dapat dinilai dengan emas yang telah kumpulkanlah. Jadi tidak memikirkan apa apa yang kita punyai, tetapi selalu memikirkan apa yang tidak kita punyai.

Sejalan apa yang kita utarakan diatas, maka berpikir, kemauan dan bekerja adalah alat untuk melaksanakan cita-cita. Berpikir anda banyak dan berkatalah anda sendiri. Oleh karena itu, kita berharap anda mau mengubah hidup anda, sehingga yang bisa mengubah kehidupan anda adalah diri anda sendiri. Ubahlah hidup anda menjadi lebih dinamis dan semangat memasuki usaha-usaha membangun kebahagian saat ini, yakinlah semoga Allah selalu membimbing anda.

  1. 3.    PENUTUP

Walaupun kita tidak dapat mengetahui, bagaimana hidup kita yang akan datang kita tidak mengetahui buruk dengan baik tidak bercerai dengan kita. Hdup seperti roda pedati karena itu pergunakan sehat sebelum sakit, kuat sebelum lemah, lapang sebelum sempit, kaya sebelum miskin, muda ebelum tua dan hidup sebelum mati.

Dengan demikian, apa yang kita pikirkan dalam usaha-usaha yang kita inginkan kedalam wujud kebahagian saat ini, sudah saat bersyukur dengan segala nikmat yang Allah berikan.

       100. KEBIASAAN PIKIRAN  MENJELAJAH SUARA ATR

        DALAM MENJEBERANGI BATU KARANG

1.PENDAHULUAN

Jangan terjang batu karang, seperti halnya  bertindak dengan nafsu sama dengan berlayar kelautan di waktu badai dan topan sedang mengamuk.

Oleh karena itu, orang bijak seharusnya bersikap seperti air. Air itu tidak menerjang batu karang. Ia justeru membelainya dari kanan dan kirinya, dari atas dan bawahnya. Renungkan seperti yang terungkap dalam suatu Hadits Mulia „Orang mukmin itu bagai pohon yang kuat. Meski ditiup angin hingga miring ke kanan dan kekiri ia tidak tumbang“

Menyeberangi batu karang maka pikirkan adanya gap atau kesenjangan dalam pola pikir, oleh karena itu perlu adanya perubahan pola pikir dalam memandang hal-hal yang terkait seperti apa yang telah kita ungkapkan pada bagian terdahulu mengenai „Keteladanan, Kegembiraan dalam kegelisahan, Gelisah hati, Gelisah jiwa, Bahagia-sabar-ridha, Berbaik sangka kepada Allah, Optimisme, Sedih, Kebahagian“, oleh karena itu janganlah lumpuh-kan kebiasaan kedalam kesiapan menjalani dalam perubahan pola pikir bahwa barang siapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah menunjukkan baginya jalan menuju Syurga.

2. JANGAN TERJANG BATU KARANG

Sejenak kita renungkan apa yang yang terungkap dalam Hadis Qudsi bahwa „Barang siapa yang mendekatkan dirinya kepadaku sejengkal, maka akan akan mendekatkan diri kepadanya satu hasta. Dan barang siapa yang mendekatkan dirinya kepadaku satu hasta , maka aku akan mendekatkan diri kepadanya satu depan. Dan apabila ia menuju kepada dengan berjalan, maka aku akan menyongsongnya dengan berlari“

Oleh karena itu, peruahan pola pikir menuntu jadilah orang bijak, jadi jangan terjang batu karang, ingatlah bahwa kebijaksanaan ialah seperti membunuh ular dalam benih, pemukul tidak patah, tanah tidak lambang, benih tidak rusak tetapi ular tetap mati, artinya maksd sampai, orang tidak tersinggung dan kita merasa lega.

Dengan begitu, kendatipun berapa kesulitan yang dihadapi tetapi bibir tetap tesenyum. Walaupun remuk dalam hati tidak terbayang pada muka. Harimau kata hati tetapi kambing juga kata mulut, kendadatipin hati panas tetapi otak hndaklah dingin.

Memperhatikan uraian diatas, maka bila engkau ingin melakukan sesuatu, tetapi rasanya tidak mngkin, maka pikirkan untuk melakukanyang lain atau pikirkan cara lain agar bisa mlakukannya, tapi jangan bersedih karena belum berhasil, perjelaslah segala urusanmu sebelum engkau melakukannya.

Sejalan dengan apa yang kita pikirkan diatas, maka ingatlah keada keuntungan orang yang bertaqwa : Karena bahaya otaknya aman saja tidak gelisah, tidak mengeluh dan tidak bergoncang jiwanya, suka menahan marah, tidak aka mengerjakan menurut kemauan nafsunya.dengan cara tidak melawan dan tidak menjang batu karang. Maksudnya janganlah engkau lawan secara langsung para pemimpinmu, baik dalam pekerjaan maupun lainna terutama jika engkau memang bersalah atau lalai.

3.PENUTUP

Seberapa jauh kemampuan kita dalam menyeberangi batu karang karena setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya, seperti halnya bagi orang yang bekerja tak ada hari yang panjang. Bekerja itu adalah satu obat yang menyehatkan jiwa. Hasil pekerjaan itu lebih baik dari perkataan yang bagus.

Oleh karena itu, berpikir, kemauan dan bekerja adalah alat untuk melaksanakan cita-cita. Berpikir anda banyak dan berkatalah anda sedikit. Artinya bersikaplah pemaaf dan lapang dada. Renungkanlah apa yang terungkap dalam :

QS.42 :40”Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barangsiapa mema’afkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim”

QS.41 :34” Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara  dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia”

Dengan memperhatikan hal yang terungkap dalam surat diatas memberikan satu kekuatan kedalam jiwa anda untuk dapat memahami bahwa temanmu adalah penghiburanmu dan obat bagi dukamu, sehingga dngan perjuangan yang tidak mengenal susah dan payah tak mengenal sakit dan senang dapat memuliakan diri seseorang.Gagal dalam kemuliaan lebih baik dari menang dalam kehinaan.

94. KEBIASAAN PIKIRAN MENJELAJAH SUARA ATR

       DALAM MENYELESAIKAN KEGELISAHAN JIWA

1. PENDAHULUAN

Sejalan dengan kemampuan anda untuk menyingkapi faktor penyebab dalam kegelisahan hidup, maka terbuka pintu sejauh mana anda mampu untuk menepis kgelisahan yang mendorong anda dalam kesedihan.

Oleh karena itu, usaha-usaha untuk menyelesaikan kegelisahan jiwa dengan bertopang seberapa jauh anda mampu memanfaatkan kesadran, kecerdasan dan akal untuk menuntun dalam kemampuan anda untuk berpikir maka disitu terletak anda melihat apa arti hidup didunia yang sejalan kekuatan pikiran dalam ketatatan dan positip.

Dengan demikian anda memiliki peluang untuk keluar dari kegelisahan hidup anda dengan seberapa jauh anda dapat menangkap daya kemauan untuk selalu siap menghadapi tantangan yang dapat mempengaruhi jalan pikiran, seperti kita maklumi bahwa apa yang kita kerjakan adalah hasil buah pikiran kita sendiri.

Jadi yang perlu anda pikirkan adalah menyatukan kekuatan pikiran anda untuk membangun daya kemauan menjadi kebiasaan dalam menanggapi apa yang anda pikirkan untuk menyelesaikan kegelisahan jiwa agar anda dapat secara lebih terfokuskan mencari jalan keluarnya.

2. CARA MENGELOLA MENEPIS KEGELISAN JIWA

Untuk dapat melaksanakan hal-hal yang terkait dengan usaha-usaha yang secara praktis dapat anda lakukan sejalan dengan keinginan yang hendak anda bangun dapat mencakup seperti :

Pertama, tegaskan pada dirimu sendiri, bahwa segala sesuatu tergantung buah pikiran sendiri, misalkan anda tidak memiliki rezki sehingga anda tidak bisa membayangkan bagaimana menghidupkan keluarga anda.

Disinilah letak usaha untuk menepis kegelisan jiwa secara bertahap untuk menyadarkan bahwa dengan usaha kita akan selalu dengan dengan sang pencipta.

Kedua, bangkitkan semangat anda untuk selalu dapat mempertimbangkan penyebab kegelisahan anda, maka disitu terletak pintu jiwa anda dalam usaha menyesiati perjalanan hidup anda.

Ketiga, dalamilah makna dunia lebih jauh, dimana kita hidup didunia hanya bersifat sementara, oleh karena itu renungkan makna RUH (rahasia umur hidup) yang tertanam dalam tubuh anda merupakan rahasia yang hanya diketahui oleh Allah Swt.

Keempat, terus berserah dalam setiap langkah atas kebesaran Allah Swt. Oleh karena itu boleh jadi anda buruk tetapi tampak olehmu sebagai kebaikan lantaran engkau berkawan dengan orang yang tingkah lakunya lebih buruk darimu sehingga perbanyaklah dalam beristigfar karena nafsu yang senantiasa memerintahkan kejahatan.

Kelima, Ingatlah selalu kehadapan Allah swt. Artinya barang siapa berpaling dari menyembah, menaati, dan mencintai Allah, dia pasti diuji dengan menyembah, menaati dan mencintai makhluk.

Keenam, dirikanlah shalat karena Tuhan selalu melihat kamu karena dengan shalat seseorang bisa berkomunikasi secara langsung dengan Tuhan pemilik langit yang mengetahui dan mendengar egala sesuatu.

Ketujuh, berdoalah kepada Tuhan anda ; sering mengucapkan rida ; bertakwakal ; yakinlah kepada Allah ; ingatlah kematian ; bandinkan satu musibah dengan musibah yang lain.

3. PENUTUP

Dengan mengungkap cara menepis kegelisahan jiwa yang diungkapkan diatas, maka berarti kita akan memikirkan untuk keluar dari permasalahan yang selalu akan kita hadapi.

Yang menjadi permasalahan dari setiap orang, adalah untuk berani mengungkapkan kegelisahan jiwa anda bahwa hal itu bila kita bayangkan bahwa fitnah dan kegelisahan bisa berubah menjadi nikmat.

Untuk itu anda jangan dipusingkan oleh kegelisahan dan permasalahan hidup ini, oleh karena itu tumbuh kembangkan kebiasaan dalam berusaha untuk menghamba.

Dengan demikian sandarkan sepenuhnya dirimu kepada-Nya, sebab hanya dengan begitu engkau akan lebih mudah menikmati penghambaan kepada-Nya. Biarkan dirimu menyatu dalam irama_nya agar engkau bisa menikmati kebiasaanmu dengan-Nya.

Jadi ingatlah selalu dalam pikiran kita bahwa hanya dengan menjadikan Allah satu-satunya pengharapanmu, engkau tidak akan mengalami kekecewaan dalam hidupmu.


 95. KEBIASAAN PIKIRAN MENJELAJAH SUARA ATR

       DALAM MEMAHAMI KEBAHAGIAN TERLETAK

       DIANTARA SABAR DAN RIDA

1.PENDAHULUAN

Perjalanan hidup ini penuh dengan sifat yang hanya mementingkan diri sendiri dan tamak menjadi penghalang sebagai tabir antara dia dengan Tuhan. Dan orang yang hanya memikirkan diri sendiri, tak mengalami kebahagian dalam hidupnya. Kalau kita pikirkan keberatan orang lain tentu diperkirakan pula keberatan kita.

Oleh karena itu, ungkapan kata SABAR dan RIDA merupakan dua kata yang mudah diucapkan seperti halnya siapa yang mnyombongkan kepandaiannya berarti ia mengemukakan kebodohannya. Tingginya jatuh seseorang seberapa tinggi yang dipanjatnya. Begitu pula halnya kita bisa dengan mudah mengatakan kepada orang yang tertimpa musibah „Bersabarlah dan terimalah kenyataan ini dengan hati yang lapang“.

Ungkapan diatas, bukanlah sesuatu yang aneh dalam kehidupan ini sehingga hal itu biasa saja kita hadapi, sehingga tidak heran pula yang nampak dari pengalaman menunjukkan bahwa pada saat musibah terjadi, seseorang bisa kehilangan akal dan tidak bisa mengontrol diri sehingga lepas kendali dengan mengekspresikan jiwanya dengan berteriak-teriak. Ia akan tersadar dengan kejadian tersebut bila waktu itu berlalu dan menyadari apa-apa yang terjadi.

Dengan demikian dalam usaha memahami makna kebahagian yang terletak diatara sabar dan rida, berarti ada satu kekuatan yang dapat kita pikirkan bahwa seseorang yang tidak dapat melawan arus, ia seperti perahu yang diam di tepi air yang hening sehingga tidak bisa mundur juga tidak bisa maju. Jadi ungkapan tersebut mengingatkan kepada kita bahwa jiwa seorang muslim tidak hanya mampu bersabar sehingga dia bisa mengontrol kata-kata dan gerakan, tetapi juga bisa menerima keadaan dengan hati yang tenang dan khusyuk.

Ketika seorang muslim tertimpa musibah, dia akan memuji Allah atas apa yang diambil darinya dan rida dengan apa yang tersisa.

2. SABAR

Ungkapan kata sabar menjadi kebutuhan dalam hidup, setiap kejadian yang mengganggu pikiran akan berdampak seberapa jauh kita dapat menerima keadaan tersebut.

Oleh karena itu, kuatkan pikiran kita untuk mewujudkan dalam jiwa mengenai sabar, untuk itu renungkan apa-apa yang terungkap dalam Al Quran, seperti yang termuat dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 2 : 153“ Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar“ Ungkapan Sabar tersebut dapat kita baca seperti yang termuat dalam surat ayat seperti. ;QS. 2 : 155, 156, 157, 177, 249 ; 3: 17, 120, 125 ; 4 : 19 ; 6 : 34 ; 8 : 65 ; 11 : 11 ; 12 : 90 ; 13 : 22 ; dst.

Sabar dalam mencari ridla Allah QS. 13 : 22“ Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),-24 ; 76 : 24

Sabar dan beramal shaleh QS. 11 : 11“kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar.

Sabar dan shalat sebagai sarana  mohon pertlongan Allah QS. 2 : 45“ Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu`,, 153

Dengan mendalami makna sabar, maka kita dapat membayangkan kalimat seperti „Nasihat terpenting yng dapat aya berikan kepada anda untuk perjalanan anda adalah ikutilah kebahagian anda“ Jadi „Ikutilah kebahagian anda maka pintu-pintu akan terbuka adalah suatu kebenaran univeral dan leh karenana, tidak mungkin gagal Ikutilah intuisi anda tentang di mana kebahagian anda itu. Kejarlah kecenderungan batin anda dan impian-impian yang belum tercapai.

Dengan memikirkan hal-hal yang tersebut diatas, maka bertambah satu kekuatan pikiran bahwa dengan bersabar kita akan berbeda, ingatlah orang sabar disabarkan Allah, akan berbuah pahala sabar yang menumbuhkan satu kekuatan kedalam iman dan sabar. Jadi ingatlah orang sabar dimuliakan Allah.

Apabila seorang hamba di anugerahi oleh Allah Swt, kesabaran menahan derita dan kesabaran menghadapi bencana, sesungguhnya dia telah diberi anugerah terbaik yang pernah diberikan kepada seorang hamba setelah keimanan kepada Allah.

Dengan kekuatan pikiran dalam ketaatan (dalam hubungan dengan Allah) dan berpikir positip (dalam hubungan dengan manuia) bearti menjadi apa yang disebut „Kenderaan untuk menempuh kesulitan“ dan „Sabar menjalani kefakiran menuju surga“

Dengan mendalami ungkapan diatas, maka renungkan makna sabar yaitu 1) sabar meninggalkan maksat ; 2) sabar menjalankan kwajiban ; 3) sabar menghadapi perkara yang subhat ; 4) sabar menjalani kefakiran ; 5) sabar menahan rasa sakit ; 6) sabar tertimpa musibah ; 7) sabar dianiaya orang lain ; 8) sabar mengekang syahwat ; 9) sabar menahan diri dari perkataan yang tidak berguna ; 10) sabar melaksanakan ibadah-ibadah tambahan.

3. RIDA

Bila kita bandngkan dua kata tersebut dimana ungkapan kata menjadi bermakna, maka kata SABAR setelah mesibah terjadi, sedangkan RIDLA manakala eseorang rela dengan apapun yang akan terjadi sebelum mnimpa.

Renungkanlah ungkapan Ridla seperti yang terungkapkan dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 2 : 265“ Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.

 QS. 3 : 162“ Apakah orang yang mengikuti keridhaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan (yang besar) dari Allah dan tempatnya adalah Jahannam? Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.

QS.4 : 108 ; 5 : 3 ; 6 : 52 ; 9 : 59 ; 20 : 84 ; 27 : 19 ; 48 : 18, lebih lanjut silahkan untuk membaca lebih lanjut.

Yang dapat mencapai ridla Allah adalah Takwa QS. 22 : 37“ Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.“

Mengikuti yang diridhai Allah QS. 3 : 162 „Apakah orang yang mengikuti keridhaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan (yang besar) dari Allah dan tempatnya adalah Jahannam? Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.“

Dengan memahmi ungkapan dari suart dan ayat diatas, maka kuatkan pikiran dalam ketaatan dan pikiran positip sehingga kita dapat memetik apa yang disebut „Allah swt menetapkan kebaikan bagi anda menjadi ridlalah“ dengan begitu anda menyadari sepenuhnya sebagai „Petunjuk hati kedalam pasrah“

Yang menjadi masalah kita adalah „Ridlakah anda?“ menerima jika kepedihan menimpa sebagai suatu kehendak dalam „Tuhanku mengujiku“ sehingga makhluk yang paling berdosa besar bila ia tidak dapat menerima sebagai ujian baginya. Sadarlah bahwa „Allah wt memalingkanmu dari keburukan“

4. PENUTUP

Mengetuk dinding jiwa berarti adanya usaha-usaha yang dipikirkan dalam unsur jiwa dengan menggerakkan kesadaran, kecerdasan dan akal dalam menmbuhkan kebersihan ruhani, kelurusan aqidah, kelembutan rasa, kekuatan kata menjadi pendorong untuk mwujudkan makna SABAR dan RIDLA sebagai satu kekuatan jiwa.

Oleh karena itu, bayangkan wujud kebahagian terletak diantara sabar dan ridla kedalam suatu pemikiran bahwa rugi harta benda belumlah disebutkan rugi karena harta bisa di cari.

Rugi kebenaran salah artinya dengan separuh kerugian. Tetapi kalu rugi kehormatan, jatuh matahari dan gengsi itulah rugi yang sebenarnya.

Apa arti ungkapan diatas bila kita renungkan baik-baik maka Roh yang kotor, bathin yang tiada disinari cahaya ketuhanan adalah sarang dan sumbernya segala kejahatan. Karena kotoran rohani, roh akan merupakan akhlak dan meruntuhkan karekter.


96. KEBIASAAN  PIKIRAN MENJELAJAH SUARA ATR

       DALAM BERTAWAKAL UNTUK BERBAIK SANGKA

       KEPADA ALLAH

 1.PENDAHULUAN

Tawakal dari kamus bahasa Indonesia berarti berserah kepada kehendak Allah, percaya dengan sepenuh hati kepada Allah. Kata tawakkal adakalanya diungkapkan dalam bentuk tunggal, bentuk jamak, bentuk masa lalu, benuk masa datang an bentuk perintah yang semuanya dapat kita ketemukan dalam Al Qur’an, Seperti yang tercantum dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS.7 : 89“ Sungguh kami mengada-adakan kebohongan yang besar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agamamu, sesudah Allah melepaskan kami daripadanya. Dan tidaklah patut kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Tuhan kami menghendaki (nya). Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allah sajalah kami bertawakkal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.

 QS. 8 : 49“ (Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata: “Mereka itu (orang-orang mu’min) ditipu oleh agamanya”. (Allah berfirman): “Barangsiapa yang tawakkal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

QS.10 : 85“ Lalu mereka berkata: “Kepada Allah-lah kami bertawakkal! Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim,

QS.11 : 56“ Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melatapun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.”

QS. 14 : 12“ Mengapa Kami tidak akan bertawakkal kepada Allah padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang bertawakkal itu berserah diri”.

Allah menyukai orang yang bertawakal kepadaNya QS.3 : 159“ Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma`afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

Bertawakal kepada Allah QS. 9 : 129“ Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki `Arsy yang agung”. ; 10 : 85“ Lalu mereka berkata: “Kepada Allah-lah kami bertawakkal! Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim,

2. BERBAIK SANGKA KEPADA ALLAH

Belajar dari ungkapan yang termuat dalam surat dan ayat diatas, mengingatkan kepada pikiran kita bahwa tawakal merupakan suatu kedudukan yang tata letaknya jatuh kembali kepada Allah (inabah).

Dikatakan demikian karena dalam meraih tujuannya seseorang dianjukan untuk bertawakal (berusaha keras dengan penuh kepasrahan kepada Allah.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kedudukan tawakal sama halnya dengan sarana , sedang kedudukan inabah adalah tujuannya. Oleh karena itu renungkanlah ungkapan seperti „Terimalah dengan ikhlas apa yang tidak mungkin dielakkan. Kalau kita mengetahui bahwa suatu keadaan itu di luar kekuasaan dan kemampuan kita untuk mengobah dan memperbaikinya, berkatalah pada diri sendiri. Memang sudah mustinya begitu tak dapat lain“

Dengan memperhatikan apa-apa yang kita utarakan diatas, maka berbaik sangka kepada Allah Swt. Dan berharap ibarat dua saudara sekandung. Keduanya mensyaratkan seorang hamba berkomitmen taat kepada Allah Swt, yakni senantiasa menunaikan kewajiban serta menjauhi maksiat dan dosa besar. Dengan demikian, berharap merupakan salah satu dari tingkatan amalan hati.

Jalan menuju Allah Swt. ditunjukkan  harapan menjadi unsur penting untuk kita gerakkan dalam pikiran sebagai suatu ketaatan yang baik. Renungkan QS. 2 : 218“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

Sejalan dengan kita utarakan diatas, maka harapan dapat berbentuk apa yang disebut dengan : 1) Harapan seseorang yang taat kepada Allah karena mendapatkan cahaya Allah Swt ; 2) Harapan seseorang yang berbuat dosa kemudian bertobat ; 3) Harapan yang terlena dalam kelalaian dan kesalahan.

Pada bentuk yang ketiga diatas, perlu ada daya kemauan yang kuat untuk menjadi keinginan agar tidak terperosok yang berbahaya, apa yang disebut 1) Dia diliputi putus asa berkepanjangan sehingga meninggalkan ibadah ; 2) Dia diliputi ketakutan yang berlebihan melampaui batas kewajaran sehingga membutuhkan keseimbangan antara harapan dan rasa takut.

Bertolak dari pikiran diatas, maka orang yang konsisten dengan harapan pasti akan memetik manfaat seperti yang disebut dengan : 1) Harapan mendorong kesungguhan untuk beramal saleh dan memperbanyak ibadah sunnah ; 2) Harapan membimbing pemliknya menuju Allah wt ; 3) Harapan mengantarkan seseorang hamba ke daun pintu cinta dan memasukkannya ke lorong cinta ; 4) Harapan mengangkat seorang kedalam bersyukur yang menjadi intisari penghambaan ; 5) Harapan menambah makrifat kepada Allah ; 6) Harapan membrikan kesempatan untuk menunggu dan menambakan karunia Allah Swt

Dengan demikian perlu kita renungkan agar kita dapat meningkatkan tingkatan harapan tertinggi dari satu titik ke titik lainya yang kita sebut kedalam tingkatan harapan yaitu : 1) Menuju tempat yang tinggi ini dengan sungguh-sungguh dan menjejakkan kaki di anak tangga perjuangan pertama dalam ibadah dan ketaatan ; 2) Zuhud terhadap apa yang ada pada manuia tetapi tamak dan mengharapkan apa yang ada disisi Allah ;

3) Merasa nikmat dalam beribadah dan melaksanakan ketaatan, seraya melatih hati untuk mengerjakan amalan aleh dengan rasa cinta dan penuh dedikasi ; 4) Bersegera melakukan ketaatan dengan semangat dan sunguh-sungguh sehingga hati dan anggota tubuh menjadi terbiasa beramal saleh tanpa terlambat atau malas.

3. BERTAWAKAL KEPADA ALLAH

Tawakal merupakan salah satu amalan hati yang agung. Ia merupakan sifat yanh melekat dalam diri hamba yang beriman. Renungkanlah apa yang tertuang dalam QS. 64 : 13“(Dia-lah) Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Dan hendaklah orang-orang mu’min bertawakal kepada Allah saja“

Penyertaan perintah Allah untuk bertawakal dan penjelasan bahwa Rasulullah Saw. Berada diatas kebenaran yang nyta menunjukkan bahwa berucap, beramal, berkeyakinan dan berniat dengan benar ; 2) Hendaknya dia bertawakal mempercayai Allah.

Renungkan apa yang terungkap dalam QS. 14 : 12“Mengapa kami tidak akan bertawakal kepada Allah padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan  yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang bertawakal itu beserah diri“

Sejalan dengan apa yang kita utarakan diatas, maka sifat tawakal dikaitkan oleh Allah Swt dengan berbagai hal, diantaranya mencakup hal-hal yang terungkap dalam :

1) Maqam ibadah ;

2) Maqam dakwah ;

3) Maqam berhukum

Oleh karena itu, terdapat tingkatan dan maqam tawakal apa yang disebut dengan

1) Mengetahui Allah Swt., kekuasaan-Nya dan semua asma dan sifatnya ;

2) Memperhatikan ebab dan musabab ;

3) Hati kokoh dalam maqam tauhid ;

4) Hati bersandar kepada Allah Swt. dalam segala urusan dan merasa tenang dengan_Nya ;

5) Berprasangka baik kepada Allah Swt, merupakan tingkatan penghambaan tertinggi ;

6) Mengandung makna artinya aku bertawakal dan memohon pertolongan kepada Allah Swt.

Dengan memperhatikan hal-hal yang diungkapkan diatas, maka dalam pikiran menumbuhkan atas pemahaman yang mendalam mengenai faedah tawakal yaitu

1) Rida merupakan faedah tawakal terbesar ;

2) Menghadirkan kecintaan Allah Swt ;

3) Tambah mempercayai Allah Swt. berarti hamba akan semakin yakin bahwa segala yang ada disisi Allah itu baik dan abadi ;

4) Hilang ketrgantungan kepada manusia dan sangat merindukan sesuatu yang ada di isi Allah Swt. ;

5) Tawakal merupakan sebab paling dominan dalam mendatangkan manfaat dan mencegah bahaya ;

6) Memberikan kekuatan, keberanian, keteguhan dan ketegaran di hati dalam menghadapi musuh ;

7) Terpelihara diri dari setan dan biisikannya ;

8) Tawakal merupakan sebab utama memasuki surga dan mendapatkan keridaan Allah Swt. ;

9) Tawakal mengejawantahkan  makna berprasangka baik kepada Allah Swt.

4. PENUTUP

Berbaik sangka kepada Allah juga termasuk berbuat baik itu sendiri. Oleh karena itu seorang hamba bisa melakukan perbuatan dengan baik karena adanya prangka baik terhadap Tuhannya yang akan membalas amal perbuatannya. Hendaknya orang yang berprasangka baik kepada Allah juga berprasangka baik kepada saudaranya seiman.

Prasangka baik merupakan sifat terpuji yang harus menghiasi setiap orang yang mengimani Allah sebagai Tuhan, islam sebagai agama dan Muhammad saw, ebagai nabi dan rasul.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka Tawakal kepada Allah Swt., menggabungkan ilmu dan amalan hati. Hedaknya seorang hamba meyakini bahwa Allah Swt adalah penentu dan pengurus segala sesuatu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.