Feeds:
Posts
Comments

97. KEBIASAAN  PIKIRAN MENJELAJAH SUARA ATR   DALAM USAHA MEMBANGUN OPTIMISME

1.PENDAHULUAN

Berpikir kedalam optimisme berarti mengungkapkan keyakinan atas segala sesuatu dari segi yang baik dan menyenangkan sekaligus mengungkapkan harapan baik di segala hal.

Oleh karena itu, orang hanya bisa dengan berkembang jikalau ia bisa mengatasi kesukaran-keukaran karena itu harus bertekun dengan tekad maju terus,meskipun mendapat pukulan-pukulan dan rintangan. Makin besar kesulitan, makin bear kemuliaan. Penderitaan dan esusahan hidup adalah pengalaman yang berharga dan membuat seseorang berjiwa besar. Tidak ada jalan yang senang menuju jalan keberuntungan hidup.

Marilah kita menyimak „Optimisme Dalam Kehidupan Nabi dan ahabat“, dimana semua sikap Nabi Saw. Sarat dengan optimisme, kabar gembira, pransangka baik kepada Allah dan perasaan tenteram dengan pertolongan yang telah dijanjikan Allah Swt. Jika kita kaji sikap Nabi sejak hijarah dari Makkah ke Madinah, kita akan menemukan optimisme senantiasa melekat dalam diri beliau sepanjang hayatnya.

Untuk mengungkapkan wujud optimisme diperlukan pemahaman sarana yang dapat menggerak pikiran ke arah yang kita maksudkan, dalam hal ini disebut melalui:

Pertama , apa yang disebut dengan optimisme dengan nama-nama yang baik, bayang seorang muslim harus berhati-hati dalam memberi nama , khususnya nama anak-anak perempuan. Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan keislamnya karena Allah telah menamai kita kaum muslim sebagaimana dalam firmanya, QS. 22 : 78“ Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.“

Seperti halnya Rasullah saw. Mengubah nama kota Yatsrih menjadi Madinah

Kedua, optimisme dengan kata-kata yang baik, Kata-kata yang baik

Merupakan landasan dalam berintraksi dengan orang lain, oleh karena itu ungkapan kata perlu kita pelajari untuk menempatkan pada suatu situasi dan kedaan tertentu. Renungkan yang terungkap dala QS. 14 : 24-Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, 25 „pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.“

Ketiga, optimisme dengan mimpi baik. Artinya Mimpi yang baik merupakan kabar gembira dari Allah ; sedangkan mimpi yang menyedihkan (buruk) itu dari setan dan mimpi yang bersumber dari bisikan jiwa seseorang.

Sejalan dengan ungapan diatas, maka renungkan apa yang terungkap dalam QS. 10 : 54“ Dan kalau setiap diri yang zalim (musyrik) itu mempunyai segala apa yang ada di bumi ini, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka menyembunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu. Dan telah diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dianiaya

2. MEMASUKI PIKIRAN OPTIMISME

Pikiran-pikiran yang digerakkan oleh kekuatan unsur jiwa dalam bentuk kesadaran, kecerdasan dan akal yang dituntun oleh berpikir ketaatan (hubungan Tuhan) dan dan berpikir positip (manusia) akan mampu memberi sinar yang positip kedalam hati berarti terbuka pintu- pintu apa yang disebut dngan :

Pertama, mampu mengalahkan gejala penyakit artinya ada satu kekuatan yang mamu mendorong kedalam daya kemauan yang kuat dalam usaha mengoptimalkan keshatan secara umum, fisik dan psikis karena ia tetap merasa berbahagia dalam suasana apapun.

Oleh karena itu, dalam mengisi perjalanan hidup abadinya dengan penuh keridaan dan ketenteraman, dia menikmati hidup apa adanya, merasa puas dengan rezeki anugerah Allah Swt, snatiasa tersenyum, kadang geli dan tertawa tapi tidak berlebihan. Jadi dalam kamus hidupnya tidak mengenal rasa takut, pesimisme atau memandang buruk hari esok sehingga dia mampu menuntun apa yang dikerjakan dari hasil pikirannya sendiri sambil menadah tangan atas kebesaran Allah Swt. atas kehendaknya.

Kedua, mampu menjalani hidup abdi dengan percaya bahwa RUH (rahsia umur hidup) berada di tangan-Nya, artinya jiwa yang tenteram selalu berhubungan erat dengan perasaan optimisme, sehingga dia mampu melawan penyakit berarti memberi daya dorong kedalam seluruh tubuh, dari hasil penelitian membuktikan bahwa orang yang optimis lebih mampu menghadapi beragam penyakit kronis, dengan kekuatan pikiran tersebut bahwa orang yang apang dada dan optimisme dalam memandang masa depan akan hidup lebih panjang daripada orang-orang yang hidup resah. Orang yang mengkhawatirkan masa tua tampak lebih cepat tua.

Selain dari hasil riset, kita katakan orang islam memegang teguh agamanya dan  senantiasa mendekatkan diri kepada Alah Swt., mampu mengontrol unsur-unusr kehidupannya dan merancang masa depan yang penuh optimisme, sebab dia hidup sesuai realitas yang dihadapinya dan mengambil berbagai sebab yang telah di jamin oleh Allah Swt, kemudian dia bekerja sekuat tenaga hingga mencapai target yang diharapkannya.

Ketiga, membangun kebiasaan kedalam unsur jiwa optimis, artinya membangun daya kemauan yang kuat seehingga menjadi kebiasaan dalam keinginan yang mendarah daging dalam diri muslim. Secara bertahap dia menjalankan tahapan-tahapan optimisme hingga puncaknya dengan demikian bagi orang-organg yang optimimelah yang mampu membuat sejarah, memimpin ummat dan menuntun generasi penerus lebih-lebih dalam keturunan lurusnya.

Orang-orang pesimis tidak mampu membangun kehidupan normal dan kebahagian hakiki dalam jiwanya yang mampu mengetuk dinding jiwa yang mampu memberikan daya dorong kedalam kebersihan ruhani, kelurusan aqidah, kelembutan rasa, kekuatan kata, gejolak jiwa ketegasan sikap dan ketajaman mata hati.

Sejalan apa-apa yang kita utarakan diatas, maka renngkapan ungkapan dalam QS. 47 : 4“Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berhenti. Demikianlah, apabila Allah akan membinaakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang gugur pada jalan Allah, Allah tida akan menyia-nyiakan amala mereka“

Dengan demikian optimisme adalah senjata asli yang mampu menambah kepercaaan diri dan mengeluarkan jiwa dari kubangan pesimisme yang gelap, sehingga optimisme berkaitan erat dengan ketenteraman jiwa dan berbaik sangka kepada Allah.

3. PENUTUP

Yang menjadi pertanyaan kita seberapa jauhkan kita dapat menumbuh kembangkan satu kekuatan membangkitkan optimisme dala kehidupan sehari-hari dalam suasana kepastian dalam abad ini, dimana setiap orang yang memiliki kekuasaan lebih menekankan arti kesadaran yang bersifat dengan penuh kputusasaan, kekalahan, dominasi kebatilan yang mendorong mereka bersifat apatisme dan bersikap masa bodoh yang tidak ingin mengambil tanggung jawab dan akhirnya sifat keteladanan sebagai pemimpin tidak ada dan hidup dalam topeng kepalsuan.

Jadi telah tumbuh kesadran materialistik dalam hidup mereka, itulah satu tangtangan bagi saudara muslimku, bagaimana cara mendapatkan energi optimisme dan menanamkannya dalam diri dan sanubari kita ? Dalam hal ini ada langkah-langkah pikiran seperti yang terungkap dibawah :

  1. Jangan tumbuhkan pikiran negatif dari sebuah persoalan, melain kan lihatlah dari sisi pikiran positif untuk tetap kita mempertahankan satu kekuatan pikiran ketaatan dan melepaskan diri dari pikiran maksiat.
  1. Lihatlah selalu bagian gelas yang penuh dan jangan melihat bagiannya yang kosong yang mendorong manusia hancur yang hanya melihat warna pucat dan melupakan warna putih yang berbinar, oleh karena itu hati-hati dalam berita baik telivisi maupun media cetak.
  1. Kuatkan dalam pikiran bahwa percayalah bahwa Allah tidak pernah mengabaikan, dengan izin Allah masa depan dengan belajar dari sebab yang pertama adalah optimisme.
  1. Jadilah orang yang senantiasa merasa puas bahwa duka hari ini akan berbalik menjadi kegembiraan, oleh karena itu renungkan ungkapan dalam QS. 3 : 173“ (Yaitu) orang-orang (yang menta`ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.”
  1. Renungkan ungkapan barang siapa bersikap Zuhud terhadap dunia, dunia akan mendatanganginya dalam keadaan tunduk.
  1. Tenanglah rezeki anda di langit sebagaimana yang diungkapkan dalam QS. 51 : 22“Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezkimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu“.
  1. Hindari putus asa dan jangan perneh mendekatinya, renungkan ungkapan QS. 13 : 28“ (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.“
  1. Renungkanlah bahwa optimisme merasakan gerakan pikiran yang sehat dan postif ; untuk mencintai dan berbagi dengan orang lain ; mendorong terus kemampuan dalam perubahan ; dengan daya dan kekuatan Allah sekarang aku bisa melakukan pekerjaan ini ; ambillah manfaat dari pengalaman sukses pada masa lalu ; ambillah dari sukses dari orang lain ; jangan biarkan tumbuh ungkapan-ungkapan seperti putus asa, kemalasan atau bentuk-bentuk ngkapan penghancur harapan.
  1. Perlu diketahi bahwa optimisme menanamkan harapan dan mempertebal kepercayaan diri dan memberi daya dorong kedalam semangat bekerja, dengan begitu kebaikan dan ketaatan yaitu dengan cara memikirkan karunia Allah, kerajaan-Nya dan keajaiban kekuasaan-Nya.

10.Jadilah orang yang senantiasa menyayangi, mengasihi dan memberi, hiduplah dengan sederhana tidak usah merepotkan diri dengan hal-hal yang tidak perlu. Segeralah mencintai orang lain dan bantulah mereka semampu anda

11.Buang jauh-jauh pikiran yang negatif dan detruktif  dari pikiran anda   Dan berusahalah untuk memantapkan pikiran yang sehat  itu dalam      diri anda, niscaya anda mendapatkannya dengan izin Allah Swt. Oleh karena itu, kabar gembira untuk memotivasi untuk memperbanyak dan meningkatkan amal saleh

12. Dengan menumbuh kembangkan optimisme yang kita harapkanAdalah satu kedisiplinan dan kewaspadaan, sehingga renungkan apa-apa yang terungkap dalam QS. 8 : 60“ Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).

dan QS. 49 : 14“ Orang-orang Arab Badwi itu berkata: “Kami telah beriman”. Katakanlah (kepada mereka): “Kamu belum beriman, tetapi katakanlah: “Kami telah tunduk”, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu dan jika kamu ta`at kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tiada akan mengurangi sedikitpun (pahala) amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

 

98. KEBIASAAN PIKIRAN  MENJELAJAH SUARA ATR

      DALAM MENINGGALKAN SEDIH MENGUBAH NASIB

  1. 1.    PENDAHULUAN

Cobalah anda mengungkit daya ingat bahwa segala tempat dapat dipenuhi oleh isinya selain dari tempat ilmu. Tempat ilmu makin diisi makin bertambah besarnya. Tempat ilmu ialah di akal. Semakin bertambah seemakin terasa kebodohan kita. Orang yang merasa diri pandai ialah orang yang tidak menambah pengetahuan.

Sejalan dengan ungkapan diatas, maka bekerja berarti hidup. Banyak orang hidup, tetapi pada hakekatnya seperti orag mati. Mereka tidak merasakan rahasia kehidupan. Jadi mereka tidak melakukan suatu kebaikan untuk diri mereka sendiri dan tidak menciptakan masa depan bagi bangsanya, oleh karena itu renungkan ungkapan dalam :

QS. 9 : 7“ Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang, dan hati mereka telah dikunci mati, maka mereka tidak mengetahui (kebahagiaan beriman dan berjihad).“

Dengan mengungkapkan surat diatas, ingatlah bahwa bekerja  memang lawan kesedihan. Sebaliknya mengangur adalah teman kesusahan, oleh karena itu dengan bekerja menjadi tumpuan dalam usaha-usaha melespakan diri dari kesedihan.

Sejalan dengan apa yang kita ungkapkan diatas, marilah sejenak kita renungkan ungkapan dalam : QS. 3 : 139“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.“

QS. 16 : 127“ Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.  

QS. 3 : 173“(Yaitu) orang-orang (yang menta`ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.”

Dengan memperhatikan hal-hal yang terungkap dalam surat dan ayat tersebut diatas, apabila engkau mengalami suatu bencana maka katakan dan tanyalah dirimu dengan pertanyaan eperti :

1)  Kemungkinan terburuk apakah yang mungkin akan terjadi berikutnya ? ;

2)  Persiapkanlah dirimu untuk menerimanya dan menanggungnya ;

3) Lakukan dengan tenang upaya untuk memperbaiki dan melunakkan kemungkinan terebut.

  1. 2.    MELEPASKAN DIRI DARI KESEDIHAN

Kesedihan yang ditimbulkan oleh dorong syetan kedalam pikiran menjadikan sesuatu yang memperberat penderitaan. Oleh karena itu, hilangkan kesdihan sekarang juga dan nikmatlah karunia karunia Allah kepadamu.

Dengan demikian apakah engkau menghendaki kebahagian dan ketenteraman ? Ingatlah bahwa engkau tidak akan mendapatkannya kecuali kamu meningkatkan kekuatan berpikir dalam ketaatan maka ala yang ada, Yang Mahahidup dan sdisitu terbuka pintu anda akan berusaha terus beriman kepada sang Penciptamu, Tuhan alam semesta yang mengendalikan segala yang ada

Jadi ingatlah untuk selalu mengungkit daya ingat anda kedalam satu kebiasaan yang terus menerus anda bina untuk melepaskan diri dari kesedihan karena jangan sedih karena kesedihan hanya membuatmu menyesal masa lalu, tapi pikirkan apa yang terjadi saat ini karena hidup anda dibentuk oleh pikiran anda sediri, oleh karena itu belajar menjadi satu kebutuhan untuk mempersiapkan diri dalam proses berpikir dalam usaha melihat masa depan.

Berdasarkan apa-apa yang telah kita utarakan diatas, ingatlah bibit sedih menjadi satu kekuatan yang dapat mendorong manusia kedalam apa yang disebut „Kecemasan“, oleh karena itu tidak ada gunanya menangisi yang telah berlalu yang berdampak membuatmu takut alk

Sedih yang berlarut-larut mendorong menjadi kecemasan, sedangkan kita dapat memahami bahwa kecmasan adalah racun kehidupan sehingga menyebabkan ciutnya hati dan wajah cemberut, maka kuatkan pikiran anda kedalam ketaatan dan berpikir positip. Oleh karena itu ingatlah bahwa kesedihan tidak akan bisa mengembalikan sesuatu yang telah hilang, tidak akan mendatangkan manfaat apapun.

  1. 3.    PENUTUP

Kebutuhan meninggal sedih dalam usaha mengubah nasib, sangat ditentukan oleh suatu keinginan untuk meningkatkan daya kemauan yang kuat untuk berubah, oleh karena itu gerakkan daya ingat anda dalam perubahan kedalam keinginan untuk mengubah nasib anda

Oleh karena itu reungkan makna surat dan ayat ini“ QS. 48 : 12“ Tetapi kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mu’min tidak sekali-kali akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya dan syaitan telah menjadikan kamu memandang baik dalam hatimu persangkaan itu, dan kamu telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa.“

Sejalan dengan ungkapan diatas, maka renungkan kembali hal-hal yang terungkapkan dalam WAKTU : „Sediakan waktu untuk membaca karena itu sumber hikmat ; Sediakan waktu untuk tertawa karena itu musiknya jiwa ; Sediakan waktu untuk berpikir karena itu pokok kemajuan ; diakan waktu untuk beramal karena itu pangkal kejayaan ; Sdiakan waktu untuk kegembiraan karena itu membuat muda selalu ; Sedia waktu untuk beriman karena itu adalah induk dari segala ketenteraman hati“

Jadi untuk menghilangkan kesedihan yang mampu mendorong manusia menjadi kecemasana sebagai racun kehidupan, maka cobalah anda untuk merenung sejenak sebagai kekuatan dalam menjalankan perjalanan hidup abadi sebagai satu kekuatan energi yang mendorong kedalam pikiran anda hal yang terkait dengan „HIDUP (hijarah, insyaf, durhaka, usaha, perbaikan) ; MATI (malaikat, ajal, takdir, ilahi) dan WAKTU (seperti apa yang kita ungkapkan diatas).

Dengan demikian, tingkatkan cara berpikirmu, karena engkau diciptakan untuk tugas yang besar yaitu beribadah kepada Allah dan meramaikan bumi. Cintailah Allah dan Rasul-Nya; oleh karena itu, ingatlah bahwa esuatu kejadian yang keruh akan menjadi lebih keruh kalau berurusan dengan orang yang kotor jiwanya. Tetapi akan jernih sendirinya kalau berurusan dengan orang yang suci bathinnya.

 99. KEBIASAAN PIKIRAN  MENJELAJAH SUARA ATR

      DALAM USAHA MEMBANGUN KEBAHAGIAN

  1. 1.    PENDAHULUAN

Belajar mendalami makna „Hidup, Mati dan Waktu“ berarti anda berusaha untuk membangun „Kebahagian“ artinya setiap manusia sebagai mukmin, maka engkau dalam kenikmatan yang besar sebagai orang yang bahagia. Jadi pikirkan tidak ada kamus dalam jiwa anda untuk menolak kebahagian. Mulailah gerakkan daya kemauan yang kuat untuk mewujudkan apa itu kebahagian, jangan ditunda-tunda karena syetanlah yang menakuti-nakutimu.

Renungkan apa yang teruang dalam QS. 93 : 11“ Dan terhadap ni’mat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).

Belajar meningkatkan pemahaman atas kepercayaan (ISLAM) dan keyakinan (IMAN) adalah nikmat yang terbesar dan ketahuilah bahwa dunia ini bertabiat menghimpun antara dua hal yang saling berlawanan. Oleh karena itu, terimalah ia apa adanya, hubungkan dirimu dengannya dan tundukkan dirimu untuk rela menerima taqdir apa pun dari Allah. Bersikap lurus dan lembah lembut. Berilah maaf dan ampunan, serta bersikaplah toleran, lalu pejamkan mata dari kekurangan dan aib orang lain.

Sejalan apa yang kita pikirkan diatas, maka belajarlah dari ungkapan seperti „ Bertambah luas dalam memanfaatkan unsur jiwa (Kesadaran, Kecerdasan, Akal), bertambah luas hati, bertambah luas hidup bertambah datangnya bahagia. Bertambah sempit pula hidupnya dan bertambah datangnya claka“

Oleh karena itu, renungkan bahwa barang siapa yang mencintai sesuatu ia akan diperbudak oleh yang dicintainya itu. Orang sufi menganggap cinta dunia itu pokok segala kejahatan. Jadi dalam memahami dunia, renungkan bahwa „alam ini lahiriahnya berupa tipuan sementara batihiniahnya berupa pelajaran. Diri (nafsu) melihat kepada lahariahnya yang menpu sementara kalbu melihat kepada bathinnya yang menjadi pelajaran“ Jadi jangan tertipu pada yang tampak, apa yang tampak tidak selalu seperti yang sejatinya. Kenalilah sifat dunia dengan hatimu, wilayah kesadaranmu. Dengan begitu engkau akan selalu menemukan makna sebab dan pesan di balik semua peritiwa. Jangan sadarkan penglihatanmu pada nafsu.

  1. 2.    BANGUNLAH SATU KEBAHAGIAN SAAT INI

Yang menjadi pertanyaan, adakah daya kemauan yang kuat untuk membangun satu kebahaian saat ini ? Dalam hal ini sangat tergantung kebiasaan anda berpikir, kita telah mengungkapkan pentingnya anda memahami makna „Waktu, Hidup, Mati“ seperti yang telah kita utarakan dalam tulisan sebelumnya.

Oleh karena itu, berhasil apa tidaknya maksud kita tergantung kepada keberanian hati kita. Orang yang putus asa lenyap keberaniaannya. Putu asa adalah sifat yang segala hal sejahat-jahatnya. Punggung pedang kalau diasah necaya tajam juga.

Jadi dengan kepercayaan dan keyakinan bangunkanlah daya kemuan untuk mewujudkan kebahagian saat ini bertolak dari atu pikiran bahwa eungguhnya Allah membebani anda esuai dengan apa yang diberikan-Nya kepada anda. Sungguh keliru sekali apabila anda menyangka bahwa modal anda adalah emas dan perak yang ada pada anda. Sebenarnya, modal anda yang asli itu adalah ejumlah anegerah, kecerdasan, kemampuan dan kebebasan yang telah diberikan Allah kepada anda. Dan termasuk unsur asli dalam kekayaan anda adalah kesehatan yang empurna dan kesejahteraan yang memancar dari ujung rambut sampai ke ujung kaki, yang merupakan nikmat-nikmat Allah kepada Anda, yang dapat anda pergunakan dalam kehidupan sekehendak anda.

Namun aneh kebanyakan manusia meremehkan kekayaan asli yang mereka miliki itu, yang tidak dicampuri oleh orang lain. Sikap tak menghargai seperti ini adalah kekufurun yang pantas mendapat celaan dan teguran. Dale carnegie berkata : Apakah anda bersedia menjual kedua biji mata anda dengan harga satu milyard? Cobalah anda renungkan kembali bahwa coba anda hitung kekayaan anda berupa anugerah Allah yang tak ternilai ini, kemudian kumpulkan bagian-bagiannya, maka anda akan melihat bahwa ia tidak dapat dinilai dengan emas yang telah kumpulkanlah. Jadi tidak memikirkan apa apa yang kita punyai, tetapi selalu memikirkan apa yang tidak kita punyai.

Sejalan apa yang kita utarakan diatas, maka berpikir, kemauan dan bekerja adalah alat untuk melaksanakan cita-cita. Berpikir anda banyak dan berkatalah anda sendiri. Oleh karena itu, kita berharap anda mau mengubah hidup anda, sehingga yang bisa mengubah kehidupan anda adalah diri anda sendiri. Ubahlah hidup anda menjadi lebih dinamis dan semangat memasuki usaha-usaha membangun kebahagian saat ini, yakinlah semoga Allah selalu membimbing anda.

  1. 3.    PENUTUP

Walaupun kita tidak dapat mengetahui, bagaimana hidup kita yang akan datang kita tidak mengetahui buruk dengan baik tidak bercerai dengan kita. Hdup seperti roda pedati karena itu pergunakan sehat sebelum sakit, kuat sebelum lemah, lapang sebelum sempit, kaya sebelum miskin, muda ebelum tua dan hidup sebelum mati.

Dengan demikian, apa yang kita pikirkan dalam usaha-usaha yang kita inginkan kedalam wujud kebahagian saat ini, sudah saat bersyukur dengan segala nikmat yang Allah berikan.

       100. KEBIASAAN PIKIRAN  MENJELAJAH SUARA ATR

        DALAM MENJEBERANGI BATU KARANG

1.PENDAHULUAN

Jangan terjang batu karang, seperti halnya  bertindak dengan nafsu sama dengan berlayar kelautan di waktu badai dan topan sedang mengamuk.

Oleh karena itu, orang bijak seharusnya bersikap seperti air. Air itu tidak menerjang batu karang. Ia justeru membelainya dari kanan dan kirinya, dari atas dan bawahnya. Renungkan seperti yang terungkap dalam suatu Hadits Mulia „Orang mukmin itu bagai pohon yang kuat. Meski ditiup angin hingga miring ke kanan dan kekiri ia tidak tumbang“

Menyeberangi batu karang maka pikirkan adanya gap atau kesenjangan dalam pola pikir, oleh karena itu perlu adanya perubahan pola pikir dalam memandang hal-hal yang terkait seperti apa yang telah kita ungkapkan pada bagian terdahulu mengenai „Keteladanan, Kegembiraan dalam kegelisahan, Gelisah hati, Gelisah jiwa, Bahagia-sabar-ridha, Berbaik sangka kepada Allah, Optimisme, Sedih, Kebahagian“, oleh karena itu janganlah lumpuh-kan kebiasaan kedalam kesiapan menjalani dalam perubahan pola pikir bahwa barang siapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah menunjukkan baginya jalan menuju Syurga.

2. JANGAN TERJANG BATU KARANG

Sejenak kita renungkan apa yang yang terungkap dalam Hadis Qudsi bahwa „Barang siapa yang mendekatkan dirinya kepadaku sejengkal, maka akan akan mendekatkan diri kepadanya satu hasta. Dan barang siapa yang mendekatkan dirinya kepadaku satu hasta , maka aku akan mendekatkan diri kepadanya satu depan. Dan apabila ia menuju kepada dengan berjalan, maka aku akan menyongsongnya dengan berlari“

Oleh karena itu, peruahan pola pikir menuntu jadilah orang bijak, jadi jangan terjang batu karang, ingatlah bahwa kebijaksanaan ialah seperti membunuh ular dalam benih, pemukul tidak patah, tanah tidak lambang, benih tidak rusak tetapi ular tetap mati, artinya maksd sampai, orang tidak tersinggung dan kita merasa lega.

Dengan begitu, kendatipun berapa kesulitan yang dihadapi tetapi bibir tetap tesenyum. Walaupun remuk dalam hati tidak terbayang pada muka. Harimau kata hati tetapi kambing juga kata mulut, kendadatipin hati panas tetapi otak hndaklah dingin.

Memperhatikan uraian diatas, maka bila engkau ingin melakukan sesuatu, tetapi rasanya tidak mngkin, maka pikirkan untuk melakukanyang lain atau pikirkan cara lain agar bisa mlakukannya, tapi jangan bersedih karena belum berhasil, perjelaslah segala urusanmu sebelum engkau melakukannya.

Sejalan dengan apa yang kita pikirkan diatas, maka ingatlah keada keuntungan orang yang bertaqwa : Karena bahaya otaknya aman saja tidak gelisah, tidak mengeluh dan tidak bergoncang jiwanya, suka menahan marah, tidak aka mengerjakan menurut kemauan nafsunya.dengan cara tidak melawan dan tidak menjang batu karang. Maksudnya janganlah engkau lawan secara langsung para pemimpinmu, baik dalam pekerjaan maupun lainna terutama jika engkau memang bersalah atau lalai.

3.PENUTUP

Seberapa jauh kemampuan kita dalam menyeberangi batu karang karena setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya, seperti halnya bagi orang yang bekerja tak ada hari yang panjang. Bekerja itu adalah satu obat yang menyehatkan jiwa. Hasil pekerjaan itu lebih baik dari perkataan yang bagus.

Oleh karena itu, berpikir, kemauan dan bekerja adalah alat untuk melaksanakan cita-cita. Berpikir anda banyak dan berkatalah anda sedikit. Artinya bersikaplah pemaaf dan lapang dada. Renungkanlah apa yang terungkap dalam :

QS.42 :40”Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barangsiapa mema’afkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim”

QS.41 :34” Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara  dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia”

Dengan memperhatikan hal yang terungkap dalam surat diatas memberikan satu kekuatan kedalam jiwa anda untuk dapat memahami bahwa temanmu adalah penghiburanmu dan obat bagi dukamu, sehingga dngan perjuangan yang tidak mengenal susah dan payah tak mengenal sakit dan senang dapat memuliakan diri seseorang.Gagal dalam kemuliaan lebih baik dari menang dalam kehinaan.

94. KEBIASAAN PIKIRAN MENJELAJAH SUARA ATR

       DALAM MENYELESAIKAN KEGELISAHAN JIWA

1. PENDAHULUAN

Sejalan dengan kemampuan anda untuk menyingkapi faktor penyebab dalam kegelisahan hidup, maka terbuka pintu sejauh mana anda mampu untuk menepis kgelisahan yang mendorong anda dalam kesedihan.

Oleh karena itu, usaha-usaha untuk menyelesaikan kegelisahan jiwa dengan bertopang seberapa jauh anda mampu memanfaatkan kesadran, kecerdasan dan akal untuk menuntun dalam kemampuan anda untuk berpikir maka disitu terletak anda melihat apa arti hidup didunia yang sejalan kekuatan pikiran dalam ketatatan dan positip.

Dengan demikian anda memiliki peluang untuk keluar dari kegelisahan hidup anda dengan seberapa jauh anda dapat menangkap daya kemauan untuk selalu siap menghadapi tantangan yang dapat mempengaruhi jalan pikiran, seperti kita maklumi bahwa apa yang kita kerjakan adalah hasil buah pikiran kita sendiri.

Jadi yang perlu anda pikirkan adalah menyatukan kekuatan pikiran anda untuk membangun daya kemauan menjadi kebiasaan dalam menanggapi apa yang anda pikirkan untuk menyelesaikan kegelisahan jiwa agar anda dapat secara lebih terfokuskan mencari jalan keluarnya.

2. CARA MENGELOLA MENEPIS KEGELISAN JIWA

Untuk dapat melaksanakan hal-hal yang terkait dengan usaha-usaha yang secara praktis dapat anda lakukan sejalan dengan keinginan yang hendak anda bangun dapat mencakup seperti :

Pertama, tegaskan pada dirimu sendiri, bahwa segala sesuatu tergantung buah pikiran sendiri, misalkan anda tidak memiliki rezki sehingga anda tidak bisa membayangkan bagaimana menghidupkan keluarga anda.

Disinilah letak usaha untuk menepis kegelisan jiwa secara bertahap untuk menyadarkan bahwa dengan usaha kita akan selalu dengan dengan sang pencipta.

Kedua, bangkitkan semangat anda untuk selalu dapat mempertimbangkan penyebab kegelisahan anda, maka disitu terletak pintu jiwa anda dalam usaha menyesiati perjalanan hidup anda.

Ketiga, dalamilah makna dunia lebih jauh, dimana kita hidup didunia hanya bersifat sementara, oleh karena itu renungkan makna RUH (rahasia umur hidup) yang tertanam dalam tubuh anda merupakan rahasia yang hanya diketahui oleh Allah Swt.

Keempat, terus berserah dalam setiap langkah atas kebesaran Allah Swt. Oleh karena itu boleh jadi anda buruk tetapi tampak olehmu sebagai kebaikan lantaran engkau berkawan dengan orang yang tingkah lakunya lebih buruk darimu sehingga perbanyaklah dalam beristigfar karena nafsu yang senantiasa memerintahkan kejahatan.

Kelima, Ingatlah selalu kehadapan Allah swt. Artinya barang siapa berpaling dari menyembah, menaati, dan mencintai Allah, dia pasti diuji dengan menyembah, menaati dan mencintai makhluk.

Keenam, dirikanlah shalat karena Tuhan selalu melihat kamu karena dengan shalat seseorang bisa berkomunikasi secara langsung dengan Tuhan pemilik langit yang mengetahui dan mendengar egala sesuatu.

Ketujuh, berdoalah kepada Tuhan anda ; sering mengucapkan rida ; bertakwakal ; yakinlah kepada Allah ; ingatlah kematian ; bandinkan satu musibah dengan musibah yang lain.

3. PENUTUP

Dengan mengungkap cara menepis kegelisahan jiwa yang diungkapkan diatas, maka berarti kita akan memikirkan untuk keluar dari permasalahan yang selalu akan kita hadapi.

Yang menjadi permasalahan dari setiap orang, adalah untuk berani mengungkapkan kegelisahan jiwa anda bahwa hal itu bila kita bayangkan bahwa fitnah dan kegelisahan bisa berubah menjadi nikmat.

Untuk itu anda jangan dipusingkan oleh kegelisahan dan permasalahan hidup ini, oleh karena itu tumbuh kembangkan kebiasaan dalam berusaha untuk menghamba.

Dengan demikian sandarkan sepenuhnya dirimu kepada-Nya, sebab hanya dengan begitu engkau akan lebih mudah menikmati penghambaan kepada-Nya. Biarkan dirimu menyatu dalam irama_nya agar engkau bisa menikmati kebiasaanmu dengan-Nya.

Jadi ingatlah selalu dalam pikiran kita bahwa hanya dengan menjadikan Allah satu-satunya pengharapanmu, engkau tidak akan mengalami kekecewaan dalam hidupmu.


 95. KEBIASAAN PIKIRAN MENJELAJAH SUARA ATR

       DALAM MEMAHAMI KEBAHAGIAN TERLETAK

       DIANTARA SABAR DAN RIDA

1.PENDAHULUAN

Perjalanan hidup ini penuh dengan sifat yang hanya mementingkan diri sendiri dan tamak menjadi penghalang sebagai tabir antara dia dengan Tuhan. Dan orang yang hanya memikirkan diri sendiri, tak mengalami kebahagian dalam hidupnya. Kalau kita pikirkan keberatan orang lain tentu diperkirakan pula keberatan kita.

Oleh karena itu, ungkapan kata SABAR dan RIDA merupakan dua kata yang mudah diucapkan seperti halnya siapa yang mnyombongkan kepandaiannya berarti ia mengemukakan kebodohannya. Tingginya jatuh seseorang seberapa tinggi yang dipanjatnya. Begitu pula halnya kita bisa dengan mudah mengatakan kepada orang yang tertimpa musibah „Bersabarlah dan terimalah kenyataan ini dengan hati yang lapang“.

Ungkapan diatas, bukanlah sesuatu yang aneh dalam kehidupan ini sehingga hal itu biasa saja kita hadapi, sehingga tidak heran pula yang nampak dari pengalaman menunjukkan bahwa pada saat musibah terjadi, seseorang bisa kehilangan akal dan tidak bisa mengontrol diri sehingga lepas kendali dengan mengekspresikan jiwanya dengan berteriak-teriak. Ia akan tersadar dengan kejadian tersebut bila waktu itu berlalu dan menyadari apa-apa yang terjadi.

Dengan demikian dalam usaha memahami makna kebahagian yang terletak diatara sabar dan rida, berarti ada satu kekuatan yang dapat kita pikirkan bahwa seseorang yang tidak dapat melawan arus, ia seperti perahu yang diam di tepi air yang hening sehingga tidak bisa mundur juga tidak bisa maju. Jadi ungkapan tersebut mengingatkan kepada kita bahwa jiwa seorang muslim tidak hanya mampu bersabar sehingga dia bisa mengontrol kata-kata dan gerakan, tetapi juga bisa menerima keadaan dengan hati yang tenang dan khusyuk.

Ketika seorang muslim tertimpa musibah, dia akan memuji Allah atas apa yang diambil darinya dan rida dengan apa yang tersisa.

2. SABAR

Ungkapan kata sabar menjadi kebutuhan dalam hidup, setiap kejadian yang mengganggu pikiran akan berdampak seberapa jauh kita dapat menerima keadaan tersebut.

Oleh karena itu, kuatkan pikiran kita untuk mewujudkan dalam jiwa mengenai sabar, untuk itu renungkan apa-apa yang terungkap dalam Al Quran, seperti yang termuat dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 2 : 153“ Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar“ Ungkapan Sabar tersebut dapat kita baca seperti yang termuat dalam surat ayat seperti. ;QS. 2 : 155, 156, 157, 177, 249 ; 3: 17, 120, 125 ; 4 : 19 ; 6 : 34 ; 8 : 65 ; 11 : 11 ; 12 : 90 ; 13 : 22 ; dst.

Sabar dalam mencari ridla Allah QS. 13 : 22“ Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),-24 ; 76 : 24

Sabar dan beramal shaleh QS. 11 : 11“kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar.

Sabar dan shalat sebagai sarana  mohon pertlongan Allah QS. 2 : 45“ Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu`,, 153

Dengan mendalami makna sabar, maka kita dapat membayangkan kalimat seperti „Nasihat terpenting yng dapat aya berikan kepada anda untuk perjalanan anda adalah ikutilah kebahagian anda“ Jadi „Ikutilah kebahagian anda maka pintu-pintu akan terbuka adalah suatu kebenaran univeral dan leh karenana, tidak mungkin gagal Ikutilah intuisi anda tentang di mana kebahagian anda itu. Kejarlah kecenderungan batin anda dan impian-impian yang belum tercapai.

Dengan memikirkan hal-hal yang tersebut diatas, maka bertambah satu kekuatan pikiran bahwa dengan bersabar kita akan berbeda, ingatlah orang sabar disabarkan Allah, akan berbuah pahala sabar yang menumbuhkan satu kekuatan kedalam iman dan sabar. Jadi ingatlah orang sabar dimuliakan Allah.

Apabila seorang hamba di anugerahi oleh Allah Swt, kesabaran menahan derita dan kesabaran menghadapi bencana, sesungguhnya dia telah diberi anugerah terbaik yang pernah diberikan kepada seorang hamba setelah keimanan kepada Allah.

Dengan kekuatan pikiran dalam ketaatan (dalam hubungan dengan Allah) dan berpikir positip (dalam hubungan dengan manuia) bearti menjadi apa yang disebut „Kenderaan untuk menempuh kesulitan“ dan „Sabar menjalani kefakiran menuju surga“

Dengan mendalami ungkapan diatas, maka renungkan makna sabar yaitu 1) sabar meninggalkan maksat ; 2) sabar menjalankan kwajiban ; 3) sabar menghadapi perkara yang subhat ; 4) sabar menjalani kefakiran ; 5) sabar menahan rasa sakit ; 6) sabar tertimpa musibah ; 7) sabar dianiaya orang lain ; 8) sabar mengekang syahwat ; 9) sabar menahan diri dari perkataan yang tidak berguna ; 10) sabar melaksanakan ibadah-ibadah tambahan.

3. RIDA

Bila kita bandngkan dua kata tersebut dimana ungkapan kata menjadi bermakna, maka kata SABAR setelah mesibah terjadi, sedangkan RIDLA manakala eseorang rela dengan apapun yang akan terjadi sebelum mnimpa.

Renungkanlah ungkapan Ridla seperti yang terungkapkan dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 2 : 265“ Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.

 QS. 3 : 162“ Apakah orang yang mengikuti keridhaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan (yang besar) dari Allah dan tempatnya adalah Jahannam? Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.

QS.4 : 108 ; 5 : 3 ; 6 : 52 ; 9 : 59 ; 20 : 84 ; 27 : 19 ; 48 : 18, lebih lanjut silahkan untuk membaca lebih lanjut.

Yang dapat mencapai ridla Allah adalah Takwa QS. 22 : 37“ Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.“

Mengikuti yang diridhai Allah QS. 3 : 162 „Apakah orang yang mengikuti keridhaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan (yang besar) dari Allah dan tempatnya adalah Jahannam? Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.“

Dengan memahmi ungkapan dari suart dan ayat diatas, maka kuatkan pikiran dalam ketaatan dan pikiran positip sehingga kita dapat memetik apa yang disebut „Allah swt menetapkan kebaikan bagi anda menjadi ridlalah“ dengan begitu anda menyadari sepenuhnya sebagai „Petunjuk hati kedalam pasrah“

Yang menjadi masalah kita adalah „Ridlakah anda?“ menerima jika kepedihan menimpa sebagai suatu kehendak dalam „Tuhanku mengujiku“ sehingga makhluk yang paling berdosa besar bila ia tidak dapat menerima sebagai ujian baginya. Sadarlah bahwa „Allah wt memalingkanmu dari keburukan“

4. PENUTUP

Mengetuk dinding jiwa berarti adanya usaha-usaha yang dipikirkan dalam unsur jiwa dengan menggerakkan kesadaran, kecerdasan dan akal dalam menmbuhkan kebersihan ruhani, kelurusan aqidah, kelembutan rasa, kekuatan kata menjadi pendorong untuk mwujudkan makna SABAR dan RIDLA sebagai satu kekuatan jiwa.

Oleh karena itu, bayangkan wujud kebahagian terletak diantara sabar dan ridla kedalam suatu pemikiran bahwa rugi harta benda belumlah disebutkan rugi karena harta bisa di cari.

Rugi kebenaran salah artinya dengan separuh kerugian. Tetapi kalu rugi kehormatan, jatuh matahari dan gengsi itulah rugi yang sebenarnya.

Apa arti ungkapan diatas bila kita renungkan baik-baik maka Roh yang kotor, bathin yang tiada disinari cahaya ketuhanan adalah sarang dan sumbernya segala kejahatan. Karena kotoran rohani, roh akan merupakan akhlak dan meruntuhkan karekter.


96. KEBIASAAN  PIKIRAN MENJELAJAH SUARA ATR

       DALAM BERTAWAKAL UNTUK BERBAIK SANGKA

       KEPADA ALLAH

 1.PENDAHULUAN

Tawakal dari kamus bahasa Indonesia berarti berserah kepada kehendak Allah, percaya dengan sepenuh hati kepada Allah. Kata tawakkal adakalanya diungkapkan dalam bentuk tunggal, bentuk jamak, bentuk masa lalu, benuk masa datang an bentuk perintah yang semuanya dapat kita ketemukan dalam Al Qur’an, Seperti yang tercantum dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS.7 : 89“ Sungguh kami mengada-adakan kebohongan yang besar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agamamu, sesudah Allah melepaskan kami daripadanya. Dan tidaklah patut kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Tuhan kami menghendaki (nya). Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allah sajalah kami bertawakkal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.

 QS. 8 : 49“ (Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata: “Mereka itu (orang-orang mu’min) ditipu oleh agamanya”. (Allah berfirman): “Barangsiapa yang tawakkal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

QS.10 : 85“ Lalu mereka berkata: “Kepada Allah-lah kami bertawakkal! Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim,

QS.11 : 56“ Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melatapun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.”

QS. 14 : 12“ Mengapa Kami tidak akan bertawakkal kepada Allah padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang bertawakkal itu berserah diri”.

Allah menyukai orang yang bertawakal kepadaNya QS.3 : 159“ Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma`afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

Bertawakal kepada Allah QS. 9 : 129“ Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki `Arsy yang agung”. ; 10 : 85“ Lalu mereka berkata: “Kepada Allah-lah kami bertawakkal! Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim,

2. BERBAIK SANGKA KEPADA ALLAH

Belajar dari ungkapan yang termuat dalam surat dan ayat diatas, mengingatkan kepada pikiran kita bahwa tawakal merupakan suatu kedudukan yang tata letaknya jatuh kembali kepada Allah (inabah).

Dikatakan demikian karena dalam meraih tujuannya seseorang dianjukan untuk bertawakal (berusaha keras dengan penuh kepasrahan kepada Allah.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kedudukan tawakal sama halnya dengan sarana , sedang kedudukan inabah adalah tujuannya. Oleh karena itu renungkanlah ungkapan seperti „Terimalah dengan ikhlas apa yang tidak mungkin dielakkan. Kalau kita mengetahui bahwa suatu keadaan itu di luar kekuasaan dan kemampuan kita untuk mengobah dan memperbaikinya, berkatalah pada diri sendiri. Memang sudah mustinya begitu tak dapat lain“

Dengan memperhatikan apa-apa yang kita utarakan diatas, maka berbaik sangka kepada Allah Swt. Dan berharap ibarat dua saudara sekandung. Keduanya mensyaratkan seorang hamba berkomitmen taat kepada Allah Swt, yakni senantiasa menunaikan kewajiban serta menjauhi maksiat dan dosa besar. Dengan demikian, berharap merupakan salah satu dari tingkatan amalan hati.

Jalan menuju Allah Swt. ditunjukkan  harapan menjadi unsur penting untuk kita gerakkan dalam pikiran sebagai suatu ketaatan yang baik. Renungkan QS. 2 : 218“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

Sejalan dengan kita utarakan diatas, maka harapan dapat berbentuk apa yang disebut dengan : 1) Harapan seseorang yang taat kepada Allah karena mendapatkan cahaya Allah Swt ; 2) Harapan seseorang yang berbuat dosa kemudian bertobat ; 3) Harapan yang terlena dalam kelalaian dan kesalahan.

Pada bentuk yang ketiga diatas, perlu ada daya kemauan yang kuat untuk menjadi keinginan agar tidak terperosok yang berbahaya, apa yang disebut 1) Dia diliputi putus asa berkepanjangan sehingga meninggalkan ibadah ; 2) Dia diliputi ketakutan yang berlebihan melampaui batas kewajaran sehingga membutuhkan keseimbangan antara harapan dan rasa takut.

Bertolak dari pikiran diatas, maka orang yang konsisten dengan harapan pasti akan memetik manfaat seperti yang disebut dengan : 1) Harapan mendorong kesungguhan untuk beramal saleh dan memperbanyak ibadah sunnah ; 2) Harapan membimbing pemliknya menuju Allah wt ; 3) Harapan mengantarkan seseorang hamba ke daun pintu cinta dan memasukkannya ke lorong cinta ; 4) Harapan mengangkat seorang kedalam bersyukur yang menjadi intisari penghambaan ; 5) Harapan menambah makrifat kepada Allah ; 6) Harapan membrikan kesempatan untuk menunggu dan menambakan karunia Allah Swt

Dengan demikian perlu kita renungkan agar kita dapat meningkatkan tingkatan harapan tertinggi dari satu titik ke titik lainya yang kita sebut kedalam tingkatan harapan yaitu : 1) Menuju tempat yang tinggi ini dengan sungguh-sungguh dan menjejakkan kaki di anak tangga perjuangan pertama dalam ibadah dan ketaatan ; 2) Zuhud terhadap apa yang ada pada manuia tetapi tamak dan mengharapkan apa yang ada disisi Allah ;

3) Merasa nikmat dalam beribadah dan melaksanakan ketaatan, seraya melatih hati untuk mengerjakan amalan aleh dengan rasa cinta dan penuh dedikasi ; 4) Bersegera melakukan ketaatan dengan semangat dan sunguh-sungguh sehingga hati dan anggota tubuh menjadi terbiasa beramal saleh tanpa terlambat atau malas.

3. BERTAWAKAL KEPADA ALLAH

Tawakal merupakan salah satu amalan hati yang agung. Ia merupakan sifat yanh melekat dalam diri hamba yang beriman. Renungkanlah apa yang tertuang dalam QS. 64 : 13“(Dia-lah) Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Dan hendaklah orang-orang mu’min bertawakal kepada Allah saja“

Penyertaan perintah Allah untuk bertawakal dan penjelasan bahwa Rasulullah Saw. Berada diatas kebenaran yang nyta menunjukkan bahwa berucap, beramal, berkeyakinan dan berniat dengan benar ; 2) Hendaknya dia bertawakal mempercayai Allah.

Renungkan apa yang terungkap dalam QS. 14 : 12“Mengapa kami tidak akan bertawakal kepada Allah padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan  yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang bertawakal itu beserah diri“

Sejalan dengan apa yang kita utarakan diatas, maka sifat tawakal dikaitkan oleh Allah Swt dengan berbagai hal, diantaranya mencakup hal-hal yang terungkap dalam :

1) Maqam ibadah ;

2) Maqam dakwah ;

3) Maqam berhukum

Oleh karena itu, terdapat tingkatan dan maqam tawakal apa yang disebut dengan

1) Mengetahui Allah Swt., kekuasaan-Nya dan semua asma dan sifatnya ;

2) Memperhatikan ebab dan musabab ;

3) Hati kokoh dalam maqam tauhid ;

4) Hati bersandar kepada Allah Swt. dalam segala urusan dan merasa tenang dengan_Nya ;

5) Berprasangka baik kepada Allah Swt, merupakan tingkatan penghambaan tertinggi ;

6) Mengandung makna artinya aku bertawakal dan memohon pertolongan kepada Allah Swt.

Dengan memperhatikan hal-hal yang diungkapkan diatas, maka dalam pikiran menumbuhkan atas pemahaman yang mendalam mengenai faedah tawakal yaitu

1) Rida merupakan faedah tawakal terbesar ;

2) Menghadirkan kecintaan Allah Swt ;

3) Tambah mempercayai Allah Swt. berarti hamba akan semakin yakin bahwa segala yang ada disisi Allah itu baik dan abadi ;

4) Hilang ketrgantungan kepada manusia dan sangat merindukan sesuatu yang ada di isi Allah Swt. ;

5) Tawakal merupakan sebab paling dominan dalam mendatangkan manfaat dan mencegah bahaya ;

6) Memberikan kekuatan, keberanian, keteguhan dan ketegaran di hati dalam menghadapi musuh ;

7) Terpelihara diri dari setan dan biisikannya ;

8) Tawakal merupakan sebab utama memasuki surga dan mendapatkan keridaan Allah Swt. ;

9) Tawakal mengejawantahkan  makna berprasangka baik kepada Allah Swt.

4. PENUTUP

Berbaik sangka kepada Allah juga termasuk berbuat baik itu sendiri. Oleh karena itu seorang hamba bisa melakukan perbuatan dengan baik karena adanya prangka baik terhadap Tuhannya yang akan membalas amal perbuatannya. Hendaknya orang yang berprasangka baik kepada Allah juga berprasangka baik kepada saudaranya seiman.

Prasangka baik merupakan sifat terpuji yang harus menghiasi setiap orang yang mengimani Allah sebagai Tuhan, islam sebagai agama dan Muhammad saw, ebagai nabi dan rasul.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka Tawakal kepada Allah Swt., menggabungkan ilmu dan amalan hati. Hedaknya seorang hamba meyakini bahwa Allah Swt adalah penentu dan pengurus segala sesuatu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

91. KEBIASAAN PIKIRAN MENJELAJAH SUARA AT DALAM

      BELAJAR MENDALAMI MAKNA HIDUP KETELADAN

1. PENDAHULUAN

Kata Teladan menunjukkan gambaran dalam pikiran kita adalah patut ditiru atau dengan kata lain baik untuk dicontoh. Artinya sadarlah bahwa pengalaman-pengalaman kta adalah cerminan kondisi psikologi batin kita. Kalau kita temukan hidup dalam surga di dalam diri kita , kita dapat mengalami mengalami kekuatan surga di bumi.

Oleh karena itu kita adalah makhluk-mahluk yang luar biasa, tetapi kekuatan kita terdapat di dalam diri kita. Hanya dengan menuju ke dalamlah kita dapat menggali kekuatan ini. Jangan membuat pendapat orang lain lebih penting daripada pendapat anda sendiri. Jangan pernah mengasumsikan bahwa semua jawabam-jawaban terdapat di luar diri sendiri. Jawaban-jawabannya mungkin terdapat di dalam diri sendiri.

Jangan pernah meremehkan betapa mendalam peran pikiran bawah sadar anda terhadap kehidupan anda. Jelajahilah Keperyaan (islam) dan Keyakinan (Iman) yang mendalam dari hakekat kita berpikir „Ketaatan“ dalam hubungan dengan Allah dan berpikir „Positip“ dalam hubungan dengan manusia, maka disitu terletak satu kekuatan dalam menmbuh kembangkan yang dibutuhkan untuk meraih segala mimpi anda dalam hidup ini, ada dalam diri anda sendiri.

Sejalan dengan apa-apa yang kita utarakan diatas, maka jangan berhenti kita menambah ilmu (informas) dan pengetahuan (pengalaman) sebagai bagian dalam kehidupan ini, oleh karena itu dalami makna keteladanan dalam meningkatkan wawasan dan imajinasi anda ke arah kemampuan anda dalam kepemimpinan, agar siap memasuki hidup dalam dunia dan akherat.

Ungkaplah daya ingat anda mendalami makna KETELADANAN, dalam kehidupan Nabi dan Rasul baik dalam memimpin ummatnya maupun dalam kehidupan rumah tangganya, maka disitu terletak keinginantahuan anda untuk meraih percaya diri sebagai sumber keberhasilan dan kemandirian.

Begitu pula cobalah anda perhatikan hubungan manusia seperti Soekarno dan Hatta dalam peran kehidupan mereka, walaupun mereka berpisah karena mempertahankan pendirian mereka, namun hubungan manusia tidak terputuskan seperti yang mereka ungkapkan dalam banyak surat menyurat antara mereka, seperti yang diungkapkan oleh Muhktar Lubis dalam banyak tulisannya.

2. MAKNA TELADAN DALAM KEHIDUPAN

Seperti yang telah kita kemukakan pada bagian terdahulu mengenai KETELADANAN, maka dibawah ini akan dicoba untuk mengungkapkan satu pendekatan unsur kata menjadi kata yang bermakna sehingga dengan pendekatan ini diharapkan menjadi daya dorong yang kuat untuk memotaivasi dalam melaksanakannya

kedalam pemahaman atas 7 K ( membaca, menterjemahkan, meneliti, mengkaji, menghayati, memahami , mengamalkan).

Dengan mengungkapkan makna TELADAN dari unsur kata yang mencakup (T)irulah ; (E)tika ; (L)ahir ; (A)manah ; (D)ikaji ; (A)kal ; (N) aluri.

Berdasar usur kata tersebut, maka sebagai untaian kalimat yang bermakna bahwa TELADAN adalah sikap dan perilaku yang mampu menggerakkan pikiran kedalam sifat (T)irulah kekuatan (E)tika kedalam (L)ahir dan batin untuk menjalankan (A)manah sejalan makna (D)ikaji berdasarkan kekuatan (A)kal dan (N)aluri.

Bertitik tolak dengan pengertian diatas, maka dengan mendalami berdasarkan pemahaman atas 7 K, menjadi satu kekuatan kedalam daya kemauan yang kuat untuk menjadi satu tuntunan kedalam sikap dan perilaku menjadi satu kebiasaan baru dalam proses berpikir untuk melaksanakan perubahan jati diri.

Sebagai ilustrasi cobalah kita renungkan untuk belajar dari Rasullah sebagai suami dan ayah teladan dalam persfektif ETIKA, maka kita pelajari sebagai Suami idaman yang mampu menunjukkan jati diri beliau menjadi 1) Santun dan lembut hati ; 2) Komunikatif ; 3)Menghidupkan suasana musyawarah ; 4) Sederhana ; 5) Bijak di tengah ganjang ganjing rumah tangga ; 6) Adil

Ayah teladan 1) bagi kaum mukminin ; 2) Bagi anak kandungnya. Kisah lain yang menarik untuk kita pelajari dimana beliau mengadopso seorang anak angkat pada

masa jahiliyah, ketia Zaid bin Haritsah bin yurahbil yang berusia 8 tahun, dimana Zaid diculik oleh segerombolan perampok, dan dijual di pasar dan dibeli anak saudara Khadijah yang bernama Hakim bin Hizam, selanjutnya diserahkannya kepada bibinya Khadijah dan Zaid untuk membantu suaminya dalam usaha menjalankan uaha berdagang,

Pada suatu hari sang ayahnya bertemu anaknya di kota Mekah berada dalam asuhan seorang lelaki bernama Muhammad bin Abdullah telah mengadopsi sebagai anak angkat pada masa jahiliyah, sebelum Muhammad diutus menjadi Rasul.

Tatkala sang ayah meminta Zaid kembali dengan apapun yang diminta akan dipehuhinya. Muhammad memberi pilihan kepada Zaid, „Jika kamu mau, tinggallah bersamaku, dan jika kamu ikutilah Bapakmu“ Zaid menjawab, „Aku memilih tetap bersama Muhammad“, Bapaknya terheran, Zaid menjawab „Aku melihat sesuatu dari orang ini dan aku tidak akan berpisah denganna selama-lamanya.

Apa yang terjadi sesaat kemudian Muhammad menariknya dan berdiri di hadapan khlayak quraisy sembari berkata „Saksikanlah bahwa ini adalah anakku yang menjadi ahli warisku.

Dengan kisah yang kita ungkap diatas, maka TELADAN dari unsur kata bila kita laksanakan makna uruf dalam kata menjadi kata bermakna dapat dijadikan daya kemauan yang kuat untuk memotivasi dalam usaha menemukan jati diri.

Jadi yang dapat kita pergunakan dalam proses berpikir sikap dan perilaku yang mampu menggerakkan pikiran kedalam sifat (T)irulah kekuatan (E)tika kedalam (L)ahir dan batin untuk menjalankan (A)manah sejalan makna (D)ikaji berdasarkan kekuatan (A)kal dan (N)aluri.

3. PENUTUP

Untuk meningkatkan kemampuan berpikir agar kita memiliki daya kemauan yang kuat untuk berubah dalam bersikap dan berperilaku yang terarah dalam usaha untuk memanfaatkan potensi diri yang terpendam diperukan satu pendekatan.

Dengan pendekatan yang kita sebut dengan 7 K dan menguraikan unsur kata menjadi kata bermakna diharapkan mampu kita mengungkap jalan pikiran yang tidak tahu menjadi tahu.

Jadi secara sadar kita harus mampu mengungkit daya ingat menjadi satu daya dorong dengan usaha menggerakkan kemampuan berpikir secara sadar dan tidak sadar dalam setiap proses meningkatkan daya kemauan menjadi satu kebiasaan baru agar kita tidak boleh berhentikan meningkatkan pengetahuan sebagai keterampilan dari mendalami makna KETELADANAN dalam kehidupan.

 

 

 

 

 

 

 

92. KEBIASAAN PIKIRAN MENJELAJAH SUARA ATR

       DALAM USAHA BELAJAR MENGHADAPI MAKNA

       KEGEMBIRAAN DALAM KEGELISAHAN

1.PENDAHULUAN

Menempuh perjalanan hidup abadi merupakan kebutuhan melihat dunia dalam dua sisi artinya disatu sisi dunia dalam kehidupan bukanlah tujuan hidup melainkan tempat ujian dan disisi lain untuk menempa kekuatan unsur jiwa berupa kesadaran, kecerdasan dan akal dalam usaha meningkatkan kedewasaan rohaniah, sosial, emosional dan intelektual.

Dengan tingkat kedewasaan yang bertambah menjadi daya dorong untuk menuntun kebiasaan berpikir dalam upaya menangkap makna KEGEMBIRAAN dalam KEGELISAH-AN artinya dengan kepercayaan dan keyakinan kita dapat mengikuti kebahagian anda dan jangan takut, maka pintu-pintu akan dibukakan di tempat-tempat yang tak terduga.

Oleh karena itu, ungkitlah daya ingat anda bahwa untuk perjalanan anda adalah ikutilah kebahagian anda. Teruslah mencoba berbagai hal yang berbeda-beda hingga anda temukan apa yang paling senang anda kerjakan. Lalu kejarlah itu dengan sepenuh hati.

Sejalan dengan apa-apa yang telah diungkapkan diatas, maka ingatlah bahwa segala perbuatan pasti ada niatnya. Maka niatkanlah segala perbuatan demi kebahagian, demi kemaslahatan orang lain dan demi menghentikan kejahatan.

Oleh karena itu, jangan ciut hati di hadapan cobaan, karena cobaan dapat menempa kedewasaan, menggugah usur jiwa dan membakar semangat, sehingga berbuat dan bersungguh sungguh adalah jalan terbaik menuju kekegembiraan. Ia adalah obat bagi penyakit yang engkau derita, bahkan ia bisa menjadi harta karunmu.

Dengan demikian, maka renungkan dalam kekuatan pikiran anda bahwa nilai setiap manusia adalah sebesar amal baiknya bayangkan bagi seorang pengangguran tidak ada harganya. Begitu pula seorang pecundang akan selalu dijauhi, jadi bagi orang yang gagal murah nilainya.

Jadi wujud dari KEGEMBIRAAN itu sebenarnya terletak adanya KEBAHAGIAAN yang harus anda jalani, maka pintu-pintu akan terbuka sebagai suatu kebenaran yang bersifat universal dan oleh karenanya ikutilah kekuatan pikiran baik secara sadar(otak dan hati) maupun tidak sadar (hati). Ikutilah dengan pikiran intuisi dengan menghayati tentang dimana KEGEMBIRAAN anda itu. Jadi kejarlah kecenderungan batin anda dan impian-impian yang belum tercapai.

2. MENDALAMI MAKNA KEGEMBIRAAN DALAM

    KEGELISAHAN UNTUK HIDUP ABADI

Dengan memperhatikan pendekatan 7M (membaca, menterjemahkan,, meneliti, mengkaji, menghayati, memahami, mengamalkan) menjadi satu kekuatan dalam berpikir untuk menuangkan kedalam pendekatan apa yang disebut dengan menguraikan unsur huruf dalam

kata GEMBIRA menjadi (G)erakan ; (E)mosi ; (M)anusia ; (B)eribadah ; (I)lmu ; (R)asional ; (A)kal.

Berdasarkan ungkapan diatas, maka dalam memahami makna GEMBIRA berdasarkan huruf dan dirumuskan dalam untaian kalimat yang bermakna menjadi satu kalimat adalah satu kekuatan untuk menggerakkan (G)erakan kedewasaan (E)mosi setiap (M)anusia yang bertolak dengan landasan niat dalam (B)eribadah berdasarkan (I)lmu dengan memperhatikan kekuatan (R)asional dan (A)kal.

Dengan demikian bila kita mengungkit daya ingat dalam proses berpikir dalam arti makna GEMBIRA diatas menjadi satu daya kemauan untuk memanfaatkan menjadi satu kebiasaan kedalam pintu masuk berpikir dalam KEGELISAHAN bukan lah satu tantangan yang dihadapi melainkan menjadi cambuk untuk membuka mata hati yang terbelenggu.

Oleh karena itu, manusia GELISAH karena keadaan kehidupannya. Bayangkan bahwa orang fakir sibuk mengumpulkan makanan untuk hari yang dijalaninya. Sementara itu orang kaya bingung dan sibuk mengumpulkan dan menimbun harta. Siang malam dia disibukkan harta. Dia semakin bingung bila hartanya berkurang dan kian sibuk bila hartanya bertambah.

Seperti halnya ketika anda berbaringdi atas kasur dan tidak kunjung tidur, apa yang mengganggu hati dan mengurangi tidur anda ? Itulah kegelisahan anda. Begitu pula halnya apakah anda memikirkan eorang wanita yang hendak dinikahi, tapi takdir memisahkannya dari anda sehingga semalaman anda hanya mendekap bantal gling dan meratapi perpisahan ?

Sejalan dengan apa-apa yang kita utarakan diatas, maka kita dapat membayangkan makna KEGEMBIRAAN dalam KEGELISAHAN, berarti membuka pikiran dalam menghayati dengan belajar apa yang terungkap dalam surat dan ayat pada QS. 3 : 14 „ Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak harta yang banyak dari jeni emas, perak,kuda pilihan , binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia ; dan disisi Allahlah tempat kembali yang baik (surga)“

Jadi dengan mendalami makna yang terungkap dalam surat dan ayat diatas, mengingatkan bahwa „dijadikan“ dalam ayat di atas menunjukkan bahwa persoalan ini merupakan sesuatu naluriah. Dengan begitu, ujian dan penyerahan amanah menjadi empurna. Semua perhiasan yang diciptakan Allah dan mendorong manusia agar mendapatkannya adalah syahwat. Syahwat adalah sesuatu yang diinginkan oleh nafsu. Nafsu berupaya tidak terlampiaskan menimbulkan kegeliahan dan kesedihan.

Tapi jika terlampiaskan manusia berada manusia dalam bahaya. Ketika manusia mendapatkannya dengan cara yang diridai-Nya, atau dia menghasilkan dan memuaskan ketamakannya dengan cara yang disebut tidak halal,

sesungguhnya syahwat itu tetaplah cobaan bagi manusia Ia dapat menkar hati manusia menjadi kepalanya, sehingga orang itu rugi dunia akhirat.

3. PENUTUP

Sejalan dengan apa yang kita pikirkan dalam pendekatan 7M, maka pikiran dalam mewujudkan KEGEMBIRAAN dalam KEGELISAHAN, akan membuka pintu mata hati untuk menggerakan kekuatan unsur jiwa agar wujud dari Kesadaran,Kecerdasan dan Akal mampu mengungkapkan pikiran dari yang tidak tahu menjadi tahu.

Dengan apa yang kita utarakan diatas akan mampu serta dapat menungkit daya ingat kita dalam mendalami latar belakang KEGELISAHAN dalam pikiran yang tidak disadari artinya menekankan unusr hati dalam usaha

Jadi dapat kita mengungkapkan Kegelisahan yang pertama ditimbulkan oleh Wanita sebagai perhiasan sekaligus cobaan yang dapat dalam wujud apa yang disebut a) wanita sebagai kekasih b) wanita sebagai isteri ; c) Wanita sebagai pelampias syahwat.

Kegelisahan yang kedua ditimbulkan oleh Harta sebagai pangkal kegelisahan artinya harta berderet sejumlah kegelisahan seperti kefakiran dan kebutuhan. Harta anda tidak turun dari langit.

Selamanya anda membutuhkan harta dan senantiasa disibukkan oleh urusan yang satu ini, terlebih jika tidak memiliki fasilitas-fasilitas untuk memperolehnya.

Kegelisahan yang ketiga Anak yang menyebabkan kebakhilan dan ketakutan. Artinya fitnah anak mendorong orangtua melakukan hal-hal haram.

Kegelisahan yang keempat ditimbulkan oleh Aktualisasi diri artinya kemiskinan jiwa menjadi faktor yang sangat kuat merangsang kegelisahan. Jika anda tidak merasa puas dengan diri sendiri dan peranan anda sebagai manusia dalam kehidupan.

Kegelisahan lainnya apa yang disebut dengan Sakit, Agama, Merisaukan rezeki dan masa depan, kesedihan berasal dari setan.

Oleh karena itu, tumbuh kembangkan kekuatan daya kemauan untuk membangun kebiasaan meningkatkan kedewasaan rohaniah, sosial, emoional dan intelektual kedalam ketahanan jiwa melalui unsur-unsur kesadaran, kecerdasan dan akal dengan mengungkit daya ingat yang disadari dan tidak disadari agar kita dapat mengungkap hal-hal yang mendorong penyebab kegelisahan.

Dengan demikian kita telah terbangun dari kebiasaan untuk selalu siap menghadapi tantangan baik secara ah.terbuka maupun yang tertutup dalam kesiapan sikap dan perilaku untuk setiap situasi yang selalu berubah yang dapat melahirkan masalah yang selalu berubah.

 

93. KEBIASAAN PIKIRAN MENJELAJAH SUARA ATR

       DALAM MEREDAM GELISAH HATI

1.PENDAHULUAN

Dapatkah anda membayangkan bahwa kecemasan adalah racun kehidupan, oleh karena itu orang-orang yang mengetahui watak dunia ini, yang tak dapat diandalkan serta selalu berubah, tak akan terkejut atau kecewa ketika kesenangan berubah menjadi kesusahan, sehingga selalu bereaksi terhadap kesenangan dan kesulitan, sedangkan hati selalu melihat kepada makna, sebab serta pesan yang ada di balik peristiwa.

Jadi ingatlah dalam pikiran anda bahwa orang yang mengetahui realitas batin dari sesuatu tak akan tertipu oleh penampilan lahir, oleh karena itu agama kita mengajarkan kita memiliki dunia, bukan dimiliki dunia. Kita dianjurkan menikmati perhiasannya tetapi jangan sampai menyeret kita ke jurang haram.

Ingatlah selalu bahwa dunia adalah negeri ujian, sehingga bila kita dapat untuk memikirkan bahwa kecemasan adalah racun kehidupan, maka setiap individu dan kelompok yang tingkat kesadaran inderawi yang tinggi, maka mereka berpandangan untuk mengmpulkan bagian terbesar dari harta duniawi itu, sehingga di sana berhimpun seluruh sifat-sifat khas manusia yang hina dan yang mulia.

Dengan demikian bila kita dapat memikirkan bahwa dunia adalah negeri ujian, maka menjadikan kecemasan sebagai satu kekuatan mampu menggerakkan seperti halnya perasaan cinta dan benci sebagian besar emosi yang mnguasai jalan pikiran seseorang pun menjadikan orang tersebut memberi warna kehidupan dalam bertamasya ke dunia orang sedih dan gelisah.

Apa yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini, bila sejenak kita renungkan untuk mengingatkan kita bahwa manusia adalah ciptaan-Nya, oleh karena itu siapa lagi yang akan gelisah jika manusia tidak gelisah ?

QS. 33 : 72“ Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,

QS. 6 : 164“Katakanlah: “Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan”.

Dengan mendalami ungkapan dalam surat dan ayat diatas maka untuk mengingatkan bahwa manusia gelisah karena keadaan kehidupannya karena dunia adalah negeri ujian.

2. MEMAHAMI KEGELISAHAN

Dalam usaha untuk memahami kegelisahan seperti halnya telah kita kemukakan bahwa kecemasan adalah racun kehidupan yang digerakkan oleh pikiran yang datang dari dalam diri kita tapi sebaliknya bila kita dapat mengelolanya dapat menjadi daya dorong sebagai kekuatan.

Oleh karena itu, renungkankan apa yang terungkap dalam QS. 3 : 14“ Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).“

Bertitik tolak dari ayat diatas, mengingatkan kita untuk memahami makna dunia dalam perjalanan hidup ini artinya orang yang mengharap kedudukan di akhirat akan tampak menjalani takdirnyadi dunia ini secara amat tertib

Jadi ingatlah bahwa kehidupan ini hanyalah perjalanan kehidupan selanjutnya melaluigerbang kematian fisik membayangkan macam kegelisahan dalam perjalanan hidup ini dapat berupa :

Pertama, Yang terkait dengan soal Wanita, sebagai perhiasan sekaligus menjadi cobaan. Bila wanita sebagai kekasih, kita dapat membayangkan seorang pria berupaya mendapatkan dan menikahinya, tetapi bila pria tidak memperolehnya, dia pasti gelisah.

Wanita sebagai isteri, biasanya manusia akan bahagia membina hubungan dengan orang yang dicintainya. Wanita bisa menjadi fitnah, seperti dalam firman QS.64 : 14“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya diantara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang“.

Realita bahwa isteri mengganggu kehidupan suami, dengan beragam tuntutannya yang dapat menyengkelkan.

Wanita pelampiaskan syahwat, menjadi pendorong manusia untuk berbuat memuaskan syahwatnya.

Kedua, Yang terkait dengan harta, merupakan pangkal kegelisahan, antara lain kefakiran dan kebutuhan. Selamanya anda membutuhkan harta dan senantiasa disibukkan olehnya, terlebih jika tidak memiliki fasilitas-fasilitas untuk memperolehnya.

Ketiga, Yang terkait dengan anak, menyebabkan kebakhilan dan ketakutan, dimana fitnah anak mendorong orangtua melakukan hal-hal haram. Selain itu orangtua bisa terlempar ke kawasan kegelisahan.

Keempat, Yang terkait dengan Aktualisasi diri, dimana dengan kemikinan jiwa menjadi faktor yang sangat kuat mrangsang kegelisahan. Jika anda tidak merasa puas dengan diri sendiri dan peranan anda sebagai manusia dalam kehidupan, anda pasti menjalankan hidup.

Kelima, Yang terkait dalam bentuk kegelisahan lain, apa yang disebut dengan sakit, agama, merisaukan rezeki dan masa depan, menjadi mukmin itu luar biasa , kesedihan berasal dari setan.

3.PENUTUP

Meredam gelisah hati, setiap manusia akan mampu melakukan dalam perjalanan hidup di dunia, yang menjadi persoalan, mampukah manusia secara teratur membangun kebiasaan dengan daya kemauan yang kuat untuk menempatkan kekuatan pikiran, seperti kita dapat membayangkan menjadikan kecemasan sebagai satu kekuatan yang bertolak dari pikiran kecemasan adalah racun kehidupan.

Gerakkan pikiran anda untuk terus memanfaatkan otak dan hati dalam proses berpikir agar mampu mengelola hal-hal yang terkait dengan faktor yang menjadi penyebab kegelisahan.

Oleh karena itu, manfaatkan kebiasaan pikiran yang dituntun oleh unsur jiwa berupa kesadaran, kecerdasan dan akal untuk selalu dapat memberikan sinar dalam pkiran ketaatan dalam hubungan dengan Tuhan dan pikiran positip dalam hubungan manusia, dengan begitu akan mengluarkan sinar cahaya kedalam hati yang mampu menuntun anda dalam hidup di dunia berarti disitu terletak kemampuan anda dalam menyelesaikan penyebab dari kegelisahan itu sendiri.

 

 

 

 

 

 

KEPEMIMPINAN MASA DEPAN DALAM BERBANGSA DAN BERNEGARA

Sebagai suatu model, tulisan ini menjadi bahan pemikiran untuk kita sosialisasikan dalam persiapan pemilihan legislatife dan pemilihan Presiden RI tahun 2014. Jadi ini akan menekankan suatu pembahasan yang berkaitan dengan model kepemimpinan masa depan yang bagaimana hendak dirumuskan sebagai acuan untuk menetapkan seseorang dapat menjalankan peran-peran kepemimpinan puncak yang ditugaskan kepadanya dalam suatu organisasi yang memimpin bangsa dan negara termasuk unit-unit kerja yang ada didalamnya artinya tulisan bukan hanya menekankan kepada kepemimpinan nasional.

Kita menyadari sepenuhnya “kepemimpinan masa lampau” dalam menjalan-kan peran yang dibebankan kepadanya dalam praktek dan kenyataan ditan-dai oleh kepribadian yang menguasai sikap dan perilaku mengenai :

• Materialistik dalam kehidupan.

• Kiblat kepada atasannya

• Kesadaran indrawi yang menonjol

Ketiga hal tersebut sangat dominan mempengaruhi gaya kepemimpinannya sehingga dengan sangat mudah model kehidupannya menjadi keteladanan bagi bawahannya dan atau orang lain disekelilingnya, atau untuk menumbuh kembangkan kepentingan pihak ketiga yang sedang bermain.

Yang menjadi pertanyaan kita sekarang, apakah gaya kepemimpinan terse-but akan kita pertahankan, dikembangkan atau dibiarkan secara alamiah versus dihancurkan demi mencari model yang sesuai dengan kebutuhan dalam pembaharuan yang sangat dibutuhkan untuk membangun bangsa dan negara masa depan.

Jawabannya dipermukaan wajah, tak ada satupun orang mengatakan tidak berkeinginan tapi tak seorangpun juga mengetahui dibalik jiwanya, hanya sang pencipta mengetahuinua, oleh karena itu hanyalah dengan keyakinan kita serahkan kepada masing-masing yang ingin berubah untuuk menyesuai-kan sesuai dengan tuntutan perubahan itu sendiri.

Berdsarkan pemikiran diatas kita sampai pada satu pemikiran untuk merumuskan “Kepemimpinan Masa Depan” dengan berpegang kepada prinsip-prinsip yang mungkin dapat dipergunakan sebagai landasan berpijak dan penuntun yang kita sebut dengan :

A, Prinsip-prinsip yang berkaitan dengan tingkat keterampilan yang sejalan

dengan pengalaman yang dimiliki, yang mencakup :

1. Kolaborasi (bersedia ; mungkin ; tidak )

2. Komitmen (berkemauan ; kurang ; tidak)

3. Komunikasi berkemampuan ; kurang ; tidak)

4. Kreativitas individu (memiliki, kurang ; tidak)

5. Kreativitas dalam kelompok (memiliki ; kurang ; tidak)

6. Inovasi kedalam organisasi (memiliki ; kurang tidak )

7. Analisa masa depan (berkemampuan ; kurang ; tidak

8. Merespon menjadi antisifatif (berkemampuan ; kurang ; tidak)

9. Proses pengambilan keputusan (memiliki ; kurang ; tidak))

B. Prinsip-prinsip yang berkaitan dengan tingkat penguasaan pengetahuan yang sejalan dengan pendidikan yang dimiliki, mencakup :

1. Ilmu, seperangkat pengetahuan yang dimiliki karena mingikuti pendidikan formal (Strata S3 ; Strata S2 ; Strata S1 dan pendidikan profesional sederajat ; dibawah S1)

2. Seperangkat pengetahuan dari pengalaman sendiri dan atau orang lain ( kemampuan melaksnakan pendekatan empiris dan dialektik dalam mencari kebenaran ; kemampuan melaksanakan pendekatan empiris ; tidak memiliki kemampuan menerapkan berpikir logis.)

3. Informasi dari segala aspek kehidupan baik lokal maupun internasional (penguasaan informasi dengan cepat dan akurat ; penguasaan informasi dengan akurat tapi tidak cepat ; tidak memiliki kemampuan menguasai informasi.)

4. Bahasa dan komputer (menguasai secara baik dua bahasa asing dan mampu memanfaatkan sistem teknologi informasi ; menguasai satu bahasa dan memahami teknologi informasi ; tidak menguasai bahasa asing satupun dan juga tidak bisa memanfaatkan teknologi informasi.)

C. Prinsip-prinsip yang berkaitan dengan tingkat penguasaan kedewasaan kecerdasan emosional dalam kepemimpinan dan organisasi. Dengan kesadaran, maka melahirkan kemampuan merasakan, memahami dan secara efektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi, informasi, koneksi dan pengaruh yang manusiawi :

1. Kesadaran emosi (secara utuh orang mampu membangun kekuatan pribadi yang ditopang oleh kesadaran diri yang bersumber dari kejujuran emosii, energi emosi, umpan balik emosi dan intuisi emosi ; tidak secara utuh orang mampu membangun kehidupan pribadi ; tidak mampu membangun kesadaran emosi )

2. Kebugaran emosi (secara utuh mampu membangun inspirasi untuk diri sendiri dan orang lain ; hanya berdampak untuk diri sendiri dan tidak orang lain ; kebugaran yang tidak berdampak sama sekali dalam kehidupan)

3. Kedalaman emosi (kedalam emosi yang utuh dalam arti panggilan hidup, komitmen, intergritas terapan dan mmempengaruhi tanpa otoritas ; kedalaman emosi yang tidak utuh ; tidak memiliki kedalaman emosi.)

4. Alkimia emosi (memiliki scara utuh proses aliran intuitif, menghargai wujud alih waktu reflektif ; memiliki secara utuh proses tetapi terdapat batasan-batasan tertentu ; tidak memiliki secara utuh proses untuk mewujudkan kesadarran).

D. Prinsip-prinsip yang berkaitan dengan tingkat kedewasaan sosial dari hasil pemahaman yang mendalam dari usaha peningkatan kedewasaan rohaniah, yang akan ditunjukkan oleh seseorang dalam aktualisasi dalam kehidupunnya, mencakup :

1. Keteladanan (ditunjukkan secara terbuka ; ditunjukkan secara semu ;

ditunjukkan yang tidak berkelanjutan)

2. Kebenaran (dari hasil aktualisasi menurut keyakinan agama dan pikiran yang sangat menentukan)

3. Kepekaan (dari hasil aktualisasi yang mengagungkan indera / nafsu)

4. Gaya hidup (yang sesuai dengan tuntunan agamanya ; yang berpura-pura dituntun agamanya ; yang mengagungkan kepaada materi semata-mata)

5. Berkarya untuk ummat (untuk ummat secara utuhy ; untuk ummat tidak secara utuh ; mengutamakan kepentingan individu dan kelompok)

E. Prinsip-prinsip yang berkaitan dengan rohaniah merupakan toggak utama yang memberikan sinar kejiwaan seseorang, apakah ia mampu mengenal tentang dirinya, sebagai awal untuk apa ia hidup ini dan bagaimana ia harus menjalankan dalam kehidupan sesuai dengan ajaran agama yang dipahaminya, mencakup :

1. Kejujuran merupakan sumber membentuk individu yang memiliki intergritas dan komitmen dalam berkarya dengan niatnya dalam bertindak (berperilaku amar ma’ruf dan nahi munkar ; berperilaku dalam pengorbanan dan ketenteraman ; berperilaku tanpa berprinsip hidup)

2. Rasa Cinta merupakan sumber untuk mengenal diri dalam beraktualisasi (berperilaku dalam pengorbanan, ketenteraman dan harapan ; berperilaku dalam pengorbanan dan ketenteraman ; berperilaku dalam harapan tanpa berbuat).

3. Bersyukur merupakan sumber untuk menempa diri untuk terlepas dari kesombongan, lupa daratan dan mau menang sendiri (berperilaku setiap saat untuk bersyukur dari setiap perbuatan ; berperilaku untuk bersukur pada saat kepentingan tercapai ; berperilaku tanpa bersyukur)

4. Sabar merupakan sumber untuk menempa diri kedalam ketenangan, ketabahan, ketekunan, ketelitian dan ketawakalan (berperilaku dengan tinmgkat kesabaran yang utuh ; berperilaku dengan tingkat kesadaran yang tidak utuh ; berperilaku dengan tingkat tidak memiliki kesabaran).

5. Silahturami merupakan sumber untuk mmenempa diri dalam berdemokrasi secara utuh. (berperilaku untuk dapat memberi dan menerima dari perbedaan ; berperilaku untuk menekankan menerima tanpa memberi ; berperilaku untuk untuk selalu mencurigai.)

6. Memahami menuju perjalanan abadi dengan keyakinan agama yang dianutnya sebagai sumber dalam menempa diri dalam perjalanan hidup (berrperilaku dalam dunia sebagai kebun akherat ; berperilaku dalam dunia sebagai tujuan hidup ; berperlaku dalam dunia sebagai penjara hidup.)

Setiap kelompok diberi bobot yang sama yaitu A = 20 ; B = 20 ; C = 20 ;  D = 20 ; E = 20.

Dalam bagian pada tiap kelompok, maka masing-masing bagian mendapat bobot masing-masing dibagi rata, karena ada yang ganjil dapat ditentukan bobot pada bagian terakhir diberi bobot yang lebih besar.

Sehingga pada kelompok A terdapat 9 bagian, sehingga bagian 1-8 masing-masing mendapat bobot 2, sisanya bagian mendapat bobot 4.

Kelompok B terdapat 4 bagian, maka masing akan mendapat bobot 5.

Kelompok C terdapat 4 bagian, maka masing-masing mendapat bobot 5

Kelompok D terdapat 5 bagian, maka masing-masing mendapat bobot 4.

Kelompok E terdapat 6 bagian, maka bagian 1-5 mendapat masing-masing bobot 3 dan terakhir mendapat bobot 5.

Pada setiap kelompok terdapat bagian. Pada tiap bagian diberi 3 kemungkin-an untuk menjawab

Pada tiap bagian memiliki tiga kemungkinan yaitu depan, tengah dan akhir dan masing-masing dibeeri nilai dengan urutan 2, 1, 0.

Setelah itu bobot kali dengan nilai yang kita nyatakan dari kemungkinan.

Akhir kita mendapat total skor untuk masing-masing kelompok.

K/B Bt Kemungkinan Bt X nK

A 1. 2 2 1 0

A 2 2 2 1 0

A 3 2 2 1 0

A 4 2 2 1 0

A 5 2 2 1 0

A 6 2 2 1 0

A 7 2 2 1 0

A 8 2 2 1 0

A 9 4 2 1 0

Sub total

B 1 5 2 1 0

B 2 5 2 1 0

B 3 5 2 1 0

B 4 5 2 1 0

Sub total

C 1 5 2 1 0

C 2 5 2 1 0

C 3 5 2 1 0

C 4 5 2 1 0

Sub total

D 1 4 2 1 0

D 2 4 2 1 0

D 3 4 2 1 0

D 4 4 2 1 0

D 5 4 2 1 0

Sub total

E 1 3 2 1 0

E 2 3 2 1 0

E 3 3 2 1 0

E 4 3 2 1 0

E 5 3 2 1 0

E 6 5 2 1 0

Sub total

 

90. KEBIASAAN PIKIRAN  MENJELAJAH SUARA ATR DALAM LENTARA JIWA PENERANG KEGELAPAN

1. ENDAHULUAN 

Sejenak bila kita renungkan kembali bahwa manusia terbagi dalam empat golongan yaitu :

  1. Orang yang mengerti dan mengerti bahwa ia mengerti. Itulah orang pandai, maka ikutilah dia ;
  2. Orang yang mengerti tapi tidak mengerti bahwa ia mengerti. Itulah orang yang lalai, maka peringatkanlah ia ;
  3. Orang yang tidak mengerti dan ia mengerti bahwa ia tidak mengerti. Itulah orang yang sadar diri, maka ajarilah ia ;
  4. Orang yang tidak mengerti dan tidak mengerti bahwa ia tidak mengerti. Itulah orang yang bodoh, maka tinggalkanlah ia.

Dengan memperhatikan keempat golongan manusia diatas, maka kita membayang pula bahwa manusia condong membuat kejahatan dari kebaikan. Sebabnya nafsu lebih tua  umurnya dari unsur jiwa (kesadaran, kecerdasan, akal). Iblis lebih tua umurnya dari manusia. Sedang manusia dikepung oleh empat penjuru musuh, kiri hawa, di kanan nafsu, di muka dunia, di belakang setan yang menunda ke muka. Tubuh dan dunia dalam kekotoran karena itu perlu pengetahuan dan keimanan serta bersihkan jiwa.

Apa artinya hidup ini. Tujuan hidup ialah kebahagian, ini tidak dapat diperoleh dengan memburu kesenangan, tetapi dengan suatu cara hidup yang sewajarnya dan sederhana, sebisa-bisanya tidak bergantung dari segala alat-alat hidup bikinan.

Ingatlah bahwa hidup itu permainan penuh kegembiraan bagi orang memikir, permainan penuh kesedihan bagi orang yang merasa. Oleh karena itu Allah Swt menyuruh kita semua suka berpikir dan mengenang akan kejadian alam ini, yakni ciptaan Allah.

Dengan mengungkapkan pikiran diatas, memberikan arti bagi kita untuk memikirkan ungkapan bahwa „Lentera Jiwa Penerang Gegelapan“ untuk menyadarkan kita melepaskan diri dari proses berpikir „Maksiat“ dalam hubungan dengan Allah disatu sisi dan disisi lain berpikir „Negatip“ dalam hubungan dengan manusia.

Untuk itulah kita membuka mata hati untuk mendalami makna keutamaan berpikir seperti yang termuat dalam

QS. 3 : 191“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.“

Bertitik tolak apa yang kita utarakan diatas, maka betapa penting kedudukan ilmu pengetahuan dalam menanggapi seluruh hidup di dunia ini dengan „Lentera jiwa penerang kegelapan“, itu artinya kita membayangkan bahwa bukan kepandaian, nasiblah, yang mengusai hidup manusia, oleh karena itu ungkitlah daya kemauan yang kuat dalam apapun yang kita kerjakan adalah hasil pemikiran.

Dengan demikian dengan bekerja keras, dan keberanian menghadapi hidup maka segala kesesalan dapat kita dihilangkan, sepanjang ada daya kemuan yang kuat, maka disitu terbuka pintu suatu keinginan dalam mewujudkan kebiasaan yang diridhoi oleh Allah Swt. Jadi hidup itu hanya dapat dimengerti dengan menoleh kebelakang, tetapi harus dijalani dengan melihat kedepan.

Untuk bisa keluar dari kebiasaan yang dipengaruhi oleh „Lentera jiwa penerang kegelapan“, maka simaklah pula pola pikiran yang mengungkapkan bahwa Hukum hidup menuntut : ketulusan terhadap Tuhan, kekerasan terhadap diri sendiri, keadilan terhadap semua orang, maka terbukalah kekuatan pikiran yang mengatakan bahwa senyummu di hadapan saudaramu bernilai sedekah. Tidaklah kalian akan masuk surga sebelum kalian saling mencintai satu sama lain.

Dengan ungkapan pikiran diatas mendorong keinginan menjadi kebiasaan yang menuntut perubahan dalam diri ini, agar makna lentera jiwa penerang kegelapan dapat dilawan dengan adanya bujukan “Iblis dan syetan” dengan membangun kemampuan Berilmu dari kekuatan “Kepercayaan (Islam) dan “Keyakinan” (Iman) dalam menghadapi penghancur amal kebaikan yang ditimbulkan oleh perbuatan kita sendiri seperti yang terungkap dalam pandangan kita terhadap apa yang disebut dengan RIYA’ dan UJUB”

RIYA’ adalah eseorang memperlihatkan amal kebaikannya demi mencari wibawa dan kedudukan dalam hati manusia.

Tetapi Riya’ dalam pengertian menurut syariat adalah sebagai berikut: suatu ungkapan terwujudnya sebuah tujuan dalam ibadah dan amal perbuatan yang ditujukan untuk mendekatkan diri kepada Allah ebagai syarat dalam perwujudannya menurut syariat. Berdasarkan difinisi ini, arti riya’ adalah melakukan suatu amal perbuatan sebagai syarat pendekatan demi mendapatkan kedudukan di mata manusia.

Selanjutnya renungkan apa-apa yang terungkap dalam surat AlQuran yang mengungkapkan :

Larangan bersikap riya’ dan sombong :

QS. 8 : 47” Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud ria kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan.

Dilarang melakukan shalat karena Riya’ ; QS. 4 : 142” Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.

Jangan menafkahkan harta karena riya’ : QS. 2 : 264“ Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan sipenerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

QS. 4 : 38“ Dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta-harta mereka karena riya kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barangsiapa yang mengambil syaitan itu menjadi temannya, maka syaitan itu adalah teman yang seburuk-buruknya.

Riya’ termasuk salah satu sifat mendustakan agama :

QS. 107 : 4“ Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, 5“ (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,    6“ orang-orang yang berbuat riya.   7“ dan  enggan (menolong dengan) barang berguna.

QS. 98 : 5“ Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.

QS. 39 : 3“ Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): „Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya“. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.

QS. 18 : 110“ Katakanlah: „Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: „Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa“. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya“.

UJUB, seperti yang terungkap dalam surat :

QS. 18 : 103” Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” ; 104” Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. ; 105” Mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia. Maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.

2.  TUJUH PERKARA MENGHANCURKAN DIRI DALAM LENTER JIWA PENERANG GEGELAPAN

Allah Swt. Menyuruh supaya kita semua suka berpikir dan mengenang alam ini, yakni ciptaan Allah.

Sejalan dengan pokok pikiran diatas, lebih lanjut dapat kita renungkan seperti dalam QS. 3 : 191“ (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

QS. 2 : 87“Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mu`jizat) kepada `Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul-Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh; maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?

QS. 4 : 27“ Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).

135“ Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjaan.

QS. 5 : 29“ “Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh) ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim.”, 48, 49, 70, 77 ; 6: 119, 150 ; 7: 81, 176 ; 12 :53 ; 13 : 37 ; 18 : 28 ; 20 : 96 ; 27 : 55

Allah mengunci hati orang yang menuruti nafsu :

QS.45 : 23“ Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? ; 47 : 16

Dilarang mengikuti hawa nafsu : QS. 4 : 135“ Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjaan.

Hawa Nafu QS. 53 : 3“ dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya.,23“ Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengada-adakannya; Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuk (menyembah) nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka, dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka“; 54 : 3 ; 79 : 40

Mempertuhankan hawa nafsu : QS. 25 : 43“ Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?“ ; 45 : 23

Nafsu elalu mendorong  pada kejahatan kecuali yang diberi rahmatnya Tuhan

QS.12 : 53“ Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.“

Dengan mmahami , menghayati dan mengamalkan apa-apa yang tertuang dalam surat da ayat diatas, memberikan petunjuk untuk kita pikirkan, sehingga memberi daya kemauan yang kuat untuk kita memerangi kekuatan iblis dan syetan yang terus mempengaruhi dalam kita bersikap dan berperilaku.

Oleh karena itu dengan menerangi lentera jiwa gegelapan, diharapkan kita mampu melepaskan diri dari kekuatan pikiran maksiat dalam hubungan dengan Allah Swt dan berpikir negatip dalam hubungan dengan manusia, sehingga kita dapat mengungkit daya ingat agar kita tidak terjerumus.

Dengan demikian, agar kita mampu meletakkan landaan pikiran yang kuat atas „Memulai Hidup Baru“, maka semakin lama kita berbuat maksiat, semakin menguat kesedihan itu pada diri kita. Ehingga kita merasakan kehidupan yang sempit hati yang penuh kegelisahan, dan wajah yang selalu bermuram durja. Untuk seperti yang termuat dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 20 : 124“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”.

QS. 6 : 44“ Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.

QS. 2 : 38“ Kami berfirman: “Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.

Dengan memahami, menghayati dan mengamalkan apa-apa yang terungkap diatas, maka menuntun hidup dengan jiwa tanpa topeng kepalsuan, maka meretas jalan menjadi diri sendiri untuk menyeleaikan tujuh perkara yang menghancurkan diri yang mencakup hal-hal yang terkait dengan :

Pertama, Apa yang disebut Nafsu yang condong pada paham meterialis artinya manusia akan terperangkap dengan kebiasaan yang disebut 1) tamak terhadap suatu kekayaan ; 2) kikir untuk mengeluarkan santunan ; 3) lupa sanak keluarga, teman dan kerabat ; 4) menciptakan berbagai cara untuk memperoleh suatu kekayaan yang berlebihan ; 5) dengki dan sombong ; 6) lupa siapa dirinya dan siapa yang menciptakannya.

Kedua, Apa yang disebut Marah adalah Nafsu api yang dibakar setan artinya berdasarkan ahli psikologis , marah yang berlangsung dan menyakiti manusia aka menimbulkan gangguan jiwa kita. Ebagai akibat dari kemarahan terhadap jiwa ialah kita menjadi sakit misalnya terkena gangguan lambung, gangguan sakit kepala dsb.

Ketiga, Apa yang disebut jangan mengikat diri sepenuhnya terhadap kesenangan dunia artinya orang-orang yang imanya goyah dan tak berpendirian, maka akan diombang ambingkan kehidupan dunia. Dia menceburkan dunia dalam-dalam, mmbenamkan diri dalam kesibukan mencari nafkah, menumpuk kekayaan hingga terbitlah sifat tamak di hatinya. Semua itu adalah nafsu yang berperan dan menyetir diri kita hingga akhirnya terseret kejurang yang dalam jurang kesesatan.Mereka yang mengikat diri sepenuhnya kepada dun ia, maka dia termasuk tertipu.

Keempat, Apa yang dsebut bagaimana menghadapi hawa nafsu artinya seseorang yang mempunyai pikiran waras dan akal sehat tentunya menyadari, betapa berbahayanya nafsu dalam dada  yang kelak akan berkorban. Sebab itu mereka kemudian berusaha  untuk menghadapi nafsu tersebut agar jinak dan tak memperdaya diri sendiri. Orang-orang dalam golongan inilah yang benar-benar takut jika dirinya  menjadi budak pelayan nafsunya  sendiri.

Kelima, Apa yang disebut dengan nafsu syahwat (seksualitas) artinya sesungguhnya nafsu syahwat telah melekat sejak adanya Nabi Adam dan Hawa du nia. Sampai saat ini nafsu syahwat merupakan eparuh bagian dari kehidupan.Artinya syahwat memang sangat dipentingkan dan merupakan kebutuhan kedua setelah kebutuhan makan. Itulah sebabnya sehingga nafsu yang satu ini ering membahagiakan dalam kehidupan. Namun tak jarang banyak yang celaka karena nafsu syahwat tersebut.

Keenam, Apa yang disebut dengan keutamaan mengekang hawa nafsu (seks) artinya jika tidak mampu mengengkangnya, maka kita akan diperdaya oleh nafsu itu. Jika sudah diperdaya maka segala kehidupan tiada yang lebih penting kecuali kepuasan bersetubuh / seks.

Padahal anggapan semacam itu adalah suatu anggapan yang bodoh. Seseorang yang berakal pikiran sempurna, tak mungkin mendewakan seks. Tetap memandang seks adalah kebutuhan diantara sekian banyak kebutuhan. Hawa nafsu syahwat bisa kita umpamakan / kita samakan dengan penyakit pada umumnya, terhadap penyakit lebih baik kita mencegah daripada menyembuhkan. Mencegah berarti jangan sampai penyakit itu menyerang tubuh kita. Kita upayakan tubuh tahan serangan penyakit.

Ketujuh, Apa yang disebut dengan perkawinan bukan semata pelampiasan nafsu seks artinya kebanyakan orang beranggapan bahwa melakukan perkawinan hanya semata karena dorongan pelampiasan seks saja. Anggapan dan pandangan semacam itu adalah benar-benar keliru. Sebab jika kita menganggap perkawinan merupakan alat pelampiasan syahwat, tentu akan kecewa  dan akan tersesat. Jika kita berpendirian begitu barangkali kehidupan rumah tangga tak akan memberikan ketenangan batin, kedamaian dalam beribadah, melainkan selalu dipecundang nafsu syahwat belaka. Padahal jika kita mendewakan nafsu yang satu itu, pasti kita akan tersesat. Kita akan diperdaya oleh hawa nafsu seksualitas.

Ketujuh perkara yang menghancurkan diri, terletak cara setan memasuki jiwa manusia, oleh karena itu bagi kita yang beriman hendaknya merasa wajib memerangi setan yang ada dalam tubuh dan darah ini. Setan yang menyusup melalui peredaran darah manusia ini disebabkan setan itu termasuk badan halus. Setan sebangsa dengan ruh yang dapat menyelinap dan menyusup ke segala tempat dan keadaan.

3. PENUTUP

Sejalan dengan keinginan untuk memberi sinar cahaya kedalam apa yang disebut dengan „Lentera jiwa penerang kegelapan“, maka disitu terletak kekuatan pikiran untuk mengendalikan tujuh perkara yang menghancurkan diri.

Oleh karena itu, perlu kita ketahui, mengapa kita harus siap dan wajib memerangi setan, dimana ada dua sebab di antaranya adalah 1) sebab setan merupakan musuh yang nyata bagi manusiaberiman kepada Allah. Musuh yang menyesatkan dan tidak dapat diharapkan adanya kebaikan darinya dan tidak dapat diharapkan perdamaian. Itulah sehingga setan akan merasa puas jika melihat manusia jatuh kembah makmaksiatan. ; 2) kita diharuskan memusuhi setan karena etan memang sejak dilahirkan sudah bertabiat memusuhi kita. Ia selalu iap siaga untuk memerangi manusia. Siang maupun malam berusaha memperdayakan manusia dengan berbagai cara. Setan tidak pernah berhenti untuk membuat manusia lupa dan lali kepada Allah.

Untuk terus memberi sinar cahaya kedalam lentera jiwa penerang kegelapan, maka pikirkan hal-hal yang berkaitan 1) Tidak meremehkan perbuatan sunah ; 2) Menjadikan ibadah sebagai kenikmatan ; 3) Banyak beristighfar ketika membaca Al Qur’an ; 4) Shalat pada waktunya.

87. KEBIASAAN PIKIRAN MENJELAJAH SUARA ATRDALAM

MEMBANGUN SEMANGAT JIWA

1. PENDAHULUAN

Membangun wujud semangat jiwa, bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan, walaupun mudah diucapkan tapi sulit bagi setiap orang yang tidak berusaha dengan Allah Swt. Untuk itu cobalah anda membayangkan buah pikiran yang terungkit dari kebiasaan manusia bahwa :

„Di dunia ini lebih mudah membuat kebaikan dari kejahatan. Tetapi manusia lebih condong membuat kejahatan dari kebaikan. Sebabnya nafsu lebih tua umurnya dari jiwa yang memiliki unsur kesadaran, kecerdasan dan akal. Iblis lebih tua umurnya dari manusia. Sedang manusia di kepung oleh empat pencuru musuh, kiri hawa, di kanan nafsu, di muka dunia, di belakang setanyang menunda ke muka. Tubuh dan dunia dalam kotoran karena perlu pengetahuan dan keimanan serta bersihkan jiwa“.

Oleh karena itu galilah potensi yang ada dalam diri anda dengan menumbuhkan daya kemauan yang kuat untuk mewujudkan keinginan dalam menemukan semangat jiwa anda sendiri. Jadi wujudkan kedalam kehidupan anda menjadi manusia tanpa topeng kepalsuan.

Dengan pikiran diatas maka kebiasaan hidup menjadi kekuatan dalam pikiran anda yang mendorong dalam penghidupan, berjalan lurus berkata benar karena tidak ada salah yang tidak ditimbang dan hutang yang tidak dibayar. Yang bungkuk dimakan sarung, tidak ada busuk yang tidak berbau, bengkak yang tidak meletus. Yang benar akan tegak, yang batil akan tumbang dengan membangun semangat jiwa

Hanya dengan berbuat dengan kebiasaan berpikir ketaatan dan berpikir positip, terbuka pintu anda menggali kebiasaan yang ditopang oleh niat anda yang selalu berdoa dalam melangkah dan menyerahkan diri kehendak Allah Swt.

Oleh karena itu, bila niat anda berkeinginan meretas jalan dalam membangun semangat jiwa berarti anda berusaha mewujudkan keinginan jiwa tanpa topeng kepaluan dalam hidup ini, jadi niat anda yang ingin ditegakkan dengan mengetuk dinding jiwa berarti anda mampu untuk mengungkit daya ingat anda kedalam bagian dari pendekatan berpikir 7M yaitu Memahami, menghayati dan Mengamalkan.

Berpikir seperti yang kita ungkapkan diatas, berarti damai yang ada di hati manusia akan menimbulkan damai di muka bumi, kejahatan yang ada di hati mengakibatkan kacaunya mesyarakat. Hati yang beriman akan menimbulkan perasaan dan akhlak yang tinggi. Kayuhlah biduk anda tetapi jangan halangi biduk orang yang lain. Oleh karena itu, ketuklah dinding jiwa anda, untuk menemukan usaha-usaha membangun semangat jiwa denga meluruskan kebersihan ruhani, kelurusan aqidah, kelembutan rasa, kekuatan kata, gejolak jiwa , ketegasan sikap dan ketajaman mata hati.

Dengan demikian, mewujudkan dalam membangun semangat jiwa terletak daya kemauan yang kuat untuk memberikan motivasi dengan mengungkapkan „dengan perkataan terbuka pintu syorga , dengan perkataan juga terbuka pintu neraka. Yang paling manis bukan gula, tetapi lidah. Dan yang paling pahit bukan empedu, tetapi juga lidah. Perkataan yang manis seperti santan dengan tengguli dan perkataan yang tajam seperti alu pencungkil duri“

Dari ungkapan diatas mengajarkan kepada kita untuk meretas jalan dalam keinginan membangun semangat jiwa bukanlah sesuatu yang gambang untuk dilaksanakan, tetapi dengan kepercayaan dan keyakinan segala usaha dengan doa dan kehendak Allah Swt. Kita akan sampai melepaskan diri dari kebiasaan dalam jiwa tanpa topeng kepalsuan, maka kita dapat mengingat hal-hal seperti yang terungkap bahwa kebanyakan manusia dipuji senang hatinya, dicela kecil hatinya, beruntung sangat gembira, rugi keluh kesah, sehendaknya ada jangan harap, kalau hilang jangan cemas, tidak harap benar karena untung dan tidak cemas karena rugi.

Dengan belajar mengungkapkan situasi-ituasi yang kita bayangkan, maka terbayangkan sesuatu inspirasi untuk mendorong daya kemauan apa yang kita inginkan yaitu usaha-usaha membangun semangat jiwa.

2. MENUMBUH KEMBANGKAN PIKIRAN KEDALAM

MEMBANGUN SEMANGAT JIWA.

Melalui kedewasaan berpikir (rohaniah, sosial, emoional, inteletual), maka dengan segenap hati saya mulai mengejar apa yang paling saya cintai dalam perjalanan hidup ini sebagai suatu kekuatan yang akan mengungkit pikiran saya dalam Ketaatan dan Positip, maka disitu terletak pintu membangun semangat jiwa.

Untuk menambah wawasan anda tentang JIWA, saya sarankan untuk membaca buku „ Menyelam Ke samudera Jiwa & Ruh“ oleh Agus Mustofa. Serta bukalah Al Qur’an.

Tapi secara umum tentang JIWA, dapat diungkapkan berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, Bahwa :

1. Roh manusia (yang ada di dalam tubuh dan menyebabkan hidup) 2. Seluruh batin manusia ( yang terjadi dari oerasaan, pikiran, angan-angan, dsb). 3.Sesuatu atau orang yang utama dan menjadi sumber tenaga dan semangat.

Bertolak dari pengertian diatas, maka dibawah ini diuraikan hal-hal yang terkait dengan MEMBANGUN SEMANGAT JIWA, dilihat dari sudut pandangan dalam apa yang disebut dengan Peta Untuk Pikiran ; Peta Untuk Tubuh dan Peta Untuk Jiwa dengan dorongan unsur jiwa dalam proses berpikir.

Pertama Peta Untuk Pikiran:

Ubahlah cara berpikir anda, maka dunia anda akan berubah sejalan dengan daya kemauan anda karena hidup anda dibentuk oleh pikiran anda sendiri.

Kita dapat membayangkan dalam kehidupan. Pikirlah tentang dirimu. Jika satu bangsa sudah mulai berpikir tak ada satu pun kekuatan yang bisa menghentikannya.

Oleh akerena itu untuk menggerakkan kekuatan ingatan anda, maka gerakkan pikiran untuk menumbuh kembangkan SEMANGAT JIWA dalam peta untuk berpikir maka disitu terbuka satu kekuatan yang mampu anda gali dalam potensi diri anda.

Untuk itu cobalah anda renungkan apa-apa saja yang dapat menjadi pendorong agar dapat meningkatkan kedewasaan berpikir seperti apa-apa yang akan anda pikirkan dengan hal-hal yang terkait dengan kebiasaan berpikir anda mengenai :

1) Tempuhlah jalan menuju pembelajaran yang

berkelanjutan ;

2) Tumbuhkan kekuatan kepercayaan (dasar agama) dan

keyakinan (iman) ;

3) Berikap dan berperilaku terbukalah terhadap nikmat

yang diberikan Allah Swt ;

4) Kobarkan sukacita ;

5) Latihlah kekuatan sikap dan perilaku dalam bersyukur ; 6) Ampunilah diri sendiri ;

7) Ungkit daya ingat anda dalam krisis iman ;

8) Terimalah apa yang tak dapat anda ubah ;

Cobalah anda kembangkan seperti halnya yang diungkapkan pada angka 1 s/d 8 sebagai suatu model untuk mengungkapkan hal-hal yang terkait dengan keinginan untuk mendorong semangat jiwa.

Kedua, Peta Untuk Tubuh :

Tubuh adalah keseluruhan jasad manusia dari bagian ujung kaki sampai ujung rambut.

QS. 10 : 92” Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.”

QS. 41 : 21” Dan mereka berkata kepada kulit mereka: “Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?” Kulit mereka menjawab: “Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali yang pertama dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.”

QS.41 : 22” Kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari persaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu terhadapmu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan.

Bertolak dari ungkapan diatas, manusia sosok makhluk hidup yang memiliki tiga unsur yang disebut badan, jiwa dan ruh, sehingga renungkan yang terkait dengan penciptaan manusia dan organ-organnya seperti yang teruraikan dibawah ini :

1) Bagaimana Allah mengeluarkannya dari tulang punggung laki-laki dan tulang rusuk kaum wanita.

2) Bagaimana Allah mengumpulkan kedua jenis ini.

3) Bagaimana Allah membimbing mereka itu dengan rantai kecintaan tadi

4) Bagaimana Allah mengeluarkan air mani itu dengan adanya gerak persetubuhan.

5) Bagaimana Allah menarik darah haid dari dasar urat-urat dikumpulkannya dalam rahim ibu.

6) Kemudian bagaimana Allah menitahkan seorang anak bayi dari setetes air mani.

7) Bagaimana Allah membuat air manis yang asalnya berwarna putih yang mengkilat, lalu menjadi segumpul darah yang merah.

8) Bagaimana Allah menjadikan egumpal darah menjadi sekepal daging.

9) Selanjutnya bagaimana pula Allah membagi-begikan maing-masing bagian dari air mani tadi.

10) Kemudian perhatikan juga keadaan kelompok mata yang menutupi / meliputi seluruh mata.

11) Perhatikan pula mulut dan lidah dan hikmah Allah wtmembuat dua buah bibir.

12) Perhatikan pula tentang gigi.

13) Perhatikan pula, mengapa Allah Swt menjadikan di dalam mulut itu tabiatnya basah yang teratur.

14) Perhatikan pula rahmat serta kasih sayang Allah Swt. Menjadikan rasa lezatnya makanan.

15) Kemudian perhatikan pula bahwa manusia itu diberi indera untuk merasakan bau.

16) Selanjutnya perhatikan pula mengapa Allah memasang hidung.

17) Kemudian perhatikan pula Allah menciptakan tenggorokan.

18) Selanjutnya perhatikan tentang pencptaan tangan

19) Selanjutnya perhatikan pula mengapa manuia diberi kedua buah paha dan dua buah betis

20) Selanjutnya perhatikan lagi, bahwa manusia dengan bentuk diciptakan dari setetes air mani yang hina.

21) Selanjutnya perhatikanlah tentang penciptaan kepala yang tersusun dari limapuluhlima tulang yang berbeda-beda bentuk dan rupanya. 6 buah tulang untuk tengkorak kepala ; 24 untuk tulang rahang ; 2 buah untuk rahang bawah dan sisanya untuk gigi yang lebar

22) Perhatikan Allah membuat leher ebagai tempat memaang kepala.

23) Selanjutnya perhatikanlah Allah menciptakan beberapa alat untuk menggerakkan tulang-tulang yaitu otot / urat.

24) Kemudian perhatikan mengapa Allah menciptakan kepandaian dan kecerdasan akal pada manusia itu berangsur-angsur sampai menjadi dewasa

25) Perhatikan pula ketika manusia itu telah berusia dewasa menciptakan suatu jalan padanya untuk dapat menurunkan keturunan.

26) Selanjutnya pikirkanlah tentang jumlah anggota badan serta fungsinya dan gunanya setiap anggota untuk keperluan yang dikehendakinya.

27) Kemudian pikirlah tentang sesampainya makanan kedalam perut.

28) Perhatikan tentang anggota manusia yang diciptakan satu-satu dan sejodoh-jodoh dan hikmah yang dikandungnya.

Sejenak bila kita renungkan apa-apa yang terungkap diatas mengenai manusia, maka ajaran islam untuk menganjurkan agar setiap orang mau memikirkan berbagai kejadian langit dan mengamati alam semesta, menghayati dan mentafakkuri setiap persoalan dan peristiwa yang terdapat dalam alam semesta ini, supaya meyakini terhadap kebesaran, kekuasaan dan kesempurnaan Allah Swt. Yang menjadikan dan mengatur semuanya sehingga makin sadarlah akan segala kelemahan dirinya masing-masing di hadapan Allah Swt.

Oleh karena itu, baik bidang agama maupun bidang dunia ditentukan sekali oleh hasil pemikiran dan ilmu pengetahuan, sehingga dalam perjalanan hidup abadi ini betapa pentingnya „Membangun Semangat Jiwa Kedalam Peta Untuk Tubuh“ sebagai daya dorong yang positif terhadap manusia untuk memanfaatkan unsur jiwa yang terdiri dalam „Kesadaran, Kecerdasan dan Akal“ untuk dapat secara berkesinambungan untuk menyinari tubuh yang terdiri organ-organ yang diciptakan oleh kebesaran Allah Swt untuk mampu menjalankan fungsinya dalam kekuatan pikiran „Ketaatan dan Positip“ dalam menjalankan potensi hidup

Sejalan dengan pokok pikiran diatas, maka renungkanlah yang disebut dengan 1) Pendengaranmu ; 2) Pandanganmu ; 3) Hatimu ; 4) Lisanmu ; 5) Kemaluanmu ; 6) Tanganmu ; 7) Kaki ; 8) Perutmu ; 9) Pikiranmu ; 10) Nafsumu.

Ketiga, Peta Untuk Jiwa :

Dalam kamus bahasa indonesia, mengungkapkan bahwa Jiwa adalah roh manusia (yang ada dalam tubuh dan menyebabkab hidup) ; Seluruh kehidupan batin manusia ( jang terjadi dari perasan, pikiran, angan-angan dsb)

Menurut Agus Mustofa dalam bukunya „Menyelam Ke Samudera Jiwa & Ruh“ bahwa Jiwa adalah sosok non fisik yang berfunsi dan bersemayam di dalam tubuh sorang manusia.

Untuk mendalami makna jiwa, maka dibawah ini diungkapkan beberapa contoh dalam surat dan ayat ini :

QS. 2 : 155“ Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,

QS. 3 : 164 „ Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata. ; 185“ Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

QS. 4 : 63“ Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. ; 95“ Tidaklah sama antara mu’min yang duduk (yang tidak turut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar,

Selanjutnya silahkan anda membuka dalam surat dan ayat ini: QS. 5 :45 ; 6: 36,151 ; 7 : 172 ; 8 : 72 ; 9 : 81, 103, 118 ; 17 : 33 ;

18 : 74 ; 21 : 102 ; 25 : 68 ; 31 : 28 ; 32 : 13 ; 39 : 42, 70 ; 40 : 17 ; 49 : 15 ; 61 : 11 ; 75 : 2 ; 81 : 14 ; 85 : 2 ; 86 : 4 ; 91 : 7, 8, 9

Bertitik tolak apa yang kita utarakan diatas, maka dalam usaha Membangun semangat Jiwa yang harus kita sinari secara berkelanjutan bergantung adanya kemauan yang kuat untuk itu diperlukan apa yang disebut dengan PETA UNTUK JIWA yang menuntun sikap dan perilaku yang terbaik bagi hidup manusia ialah sedapat mungkin hidup dalam kesimbangan jiwa dan ini hanya dapat tercapai jika ia mencari kesenangannya dalam hal-hal yang bersifat abadi, maka jiwa adalah Tuhan dalam rumah dan bisa membuat surga menjadi neraka dan neraka menjadi surga.

Oleh karena itu, membangun semangat jiwa menjadi suatu peta yang dapat menuntun dalam bersikap dan berperilaku dibutuhkan kekuatan untuk memberikan daya dorong dengan memanfaatkan potensi diri anda kedalam hal-hal yang berkaitan dengan :

1) Tidak menentang takdir Allah swt.

2) Menghapuskan angan-angan mengenai kekayaan

3) Taubat

4) Sebab-sebab cinta Allah pada hamba-Nya

5) Nasihat seorang mukmin untuk saudaranya

6) Sabar

7) Menghapuskan sifat riya

8) Menghilangkan sikap pura-pura

9) Mendahulukan akhirat daripada dunia

10)Memerangi syetan dan hawa nafsu

11) Jangan risau akan rizki

12) Takut kepada Allah swt

13) Tidak berpaling kepada Allah swt.

14) Mengeluarkan cinta dunia dari dalam hati

15) Larangan berdusta

16) Mengakui nikmat Allah swt

17) Cinta kepada Allah swt.

18) Tidak merendah di hadapan orang kaya karena

Mengharapkan hartanya.

19) Melaksanakan perintah dan menjauhi larangan.

20) Larangan takabur

21) Meninggalkan seuatu yang tidak bermanfaat.

22) Jangan menipu

23) Ikhlas dalam beramal

24) Kejujuran

25) Mengikuti Sunnah Rasullullah Saw.

26) Ungkapkan yang lainnya sejalan dengan

kemampuan dari potensi diri anda

3. PENUTUP

Membangun semangat jiwa menjadi satu kekuatan yang mampu mendorong tujuan hidup ialah kebahagian dan ini tidak dapat dicapai dengan memburu kesenangan, tetapi adanya di dalam suatu kehidupan yang sederhana dan sewajarnya, sedapat mungkin bebas dari segala alat benda keduniaan.

Oleh karena itu, orang yang berkeinginan memperoleh kehidupan yang tenteram dan kebahagian, hendaklah bersedia menjaga „Pikiran, Tubuh, Jiwa“ dari tipu daya syeitan, iblis dan jin sebagai suatu kerangka untuk dapat mnuntun rahasia dari kehidupan yang baik adalah dengan selalu siap menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Dengan demikian manfaatkanlah potensi diri anda dengan menjalani apa yang kita sebut dengan Renungan Tentang Umur Manusia. Dengan Nama Allah, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang : „Tiada daya dan upaya kecualidengan izin Allah, Maha Tinggi dan Maha Agung. Maha suci Engkau, tiada ilmu bagi kami melainkan apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami, esungguhnya Engkau Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana“

Ketahuilah, bahwasanya umur itu ialah suatu masa yang berlaku sebagai bagian dari zaman, sesuai firman

QS.10 : 16 „Katakanlah: “Jikalau Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak (pula) memberitahukannya kepadamu”. Sesung- . guhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya. Maka apakah kamu tidak memikirkannya?.

88. KEBIASAAN PIKIRAN MENJELAJAH SUARA ATR

DALAM KESEIMBANGAN JIWA

1. PENDAHULUAN

Agama adalah penuntun kehidupan, ilmu filsafat adalah pikiran. Agama melihat ke atas, persahabatan meninjau kedalam. Kita membutuhkan kedua-duanya yaitu pikiran dan kehidupan dan kita membutuhkan supaya kedua-duanya tetap harmonis.

Oleh karena itu, agama tak mungkin diyakini oleh manusia kalau hanya dari sumber unsur akal dari jiwa, tetapi juga sumber jiwa lainnya yang diebut dengan kesadaran dan kecerdasan.

Jadi membangun adanya keseimbangan jiwa adalah keseimbangan dari ketiga unsur JIWA yang disebut KESADRAN, KECERDASAN, dan AKAL. Oleh karena itu menggerakkan kemampuan dalam pemberdayaan otak anda itu berarti anda berpikir dalam usaha mencari kebenaran. Kebenaran itu akan anda, sangat tergantung kepada aktualisasi dari kesadaran, kecerdasan dan akal berdasarkan kaidah-kaidah sebagai berikut :

1. Kaidah satu yang kita sebut dengan pontenialitas murni kesadaran untuk memulai anda berpikir dalam suasana hening dalam usaha mencari jawaban atas masalah dalam pikiran anda.

2. Kaidah dua yang kita ebut dengan sebab dan akibat untuk membangkitkan kecerdasan dalam pikiran dalam mencari jawaban atas pilihan bertindak yang ejalan dengan lahir dan batin.

3. Kaidah ketiga yang kita sebut dengan daya produktif untuk membangkitkan akal dalam pikiran anda dalam proses pengambilan keputusan esuai dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik atas diri anda dan diluar diri anda.

4. Kaidah keempat yang kita sebut dengan niat dan hasrat merupakan keinginan anda untuk mempertajam daya ingat melali catatan-catatan yang dibuat anda untuk selalu diingat dan direnungkan realisasinya.

Dengan memperhatikan dalam kaidah-kaidah sebelum melangkah, itu berarti anda berpikir kedalam arus pikiran yang disadari sehingga menunjukkan secara produktif anda dapat memanfaatkan energi dan informasi yang ada dalam diri anda.

Ingatlah dengan membangun keseimbangan jiwa maka bayangkan kekuatan potensi diri anda dalam usaha memanfaatkan otak dan hati dalam proses berpikir, maka pahamilah bahwa keimanan membawa manusia bersih hatinya, jinak jiwanya, berbicara lembah lembut, hidup sabar, pemaaf dan baik sangka.

2. KESEIMBANGAN JIWA DALAM USAHA HIDUP

Kebutuhan menumbuh kembangkan keseimbangan jiwa dalam usaha hidup, maka terungkapkan dalam pikiran bahwa hidup dalam pelayaran yang jauh untuk menuju keakhirat, maka untuk itu kuatkan kepercaaan dan keyakinan, karena itu 1) Perkuat sampan, tambal mana yang bolong ; 2) Peringan beban ; 3) Perbanyak perbekalan ; 4) egala pekerjaan dengan ikhlas.

Bertolak dengan pikiran diatas, maka tak ada gunanya seserang berdiri di tempat yang teduh dan mengeluh sinar mentari tak menerangi dirinya. Dia harus keluar dan berada di tengah lapangan yang panas berdebu dimana semuanya berjuang menghadapi segala tantangan dan berusaha keras untuk memenangkannya.

Dengan demikian kekuatan motivasi yang harus di dorong oleh daya kemauan yang kuat, maka disitu terbuka pintu untuk melaksanakan kedalam wujud apa yang kita sebut dengan kesiapan secara berkesinambungan untuk dapat melaksanakan keseimbangan jiwa kedalam :

Pertama, Kemampuan memahami dunia

Perumpamaan dunia seperti air hujan : QS.10 : 24 „Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanaman tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berfikir.“

Perumpamaan kehidupan dunia yang mempesonakan manusia :QS. 18 : 45 „Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

46“ Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.

Kehidupan dunia keenangan yang menipu : QS. 57 : 20“ Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

Dunia itu indah dalam pandangan manusia :QS. 3 : 14 „Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

Kehidupan dunia adalah senda gurau dan main-main :QS. 6 : 32 „Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?

Kehidupan dunia jangan sampai memperdayakan :QS. 31 : 33“ Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.

Kehidupan dunia jangan sampai menipu :QS. 35 : 5“ Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syetan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. 6“ Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.

Kenikmatan dunia jangan membuat kikr :QS. 47 : 36“ Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu.

Kehidupan dan kenikmatan dunia jangan sampai menyeret ke dalam neraka :QS. 28 : 60“ Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah keni`matan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya? 61“ Maka apakah orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik (surga) lalu ia memperolehnya, sama dengan orang yang Kami berikan kepadanya keni`matan hidup duniawi; kemudian dia pada hari kiamat termasuk orang-orang yang diseret (ke dalam neraka)?

Kedua, Kemampuan menjalankan pekerjaan :

Bekerja sebagai tanda syukur kepada Allah :QS. 34 : 13“Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih.

Sebagian besar yang dimakan manusia dari hasil bekerja :QS. 36 : 34“ Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air, 35“ supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?

Allah menjadikan siang agar manusia berusaha / bekerja : QS.28 : 73 „Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.

Ketika bekerja ingatlah ibadah kepada Allah QS. 62 : 9“ Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sembahyang pada hari Jum`at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. 10“ Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

Pekerjaan manusia memang berbeda-beda QS.43 : 32 „Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain beberapa derajat, agar sebahagian mereka dapat mempergunakan sebahagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.

Para nabi juga bekerja : QS. 28 : 23-28 :

23“ Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Mad-yan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: “Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?” Kedua wanita itu menjawab: “Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya”.

24“ Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdo`a: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku”.

25“ Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan, ia berkata: “Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberi balasan terhadap (kebaikan) mu memberi minum (ternak) kami”. Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syu`aib) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya). Syu`aib berkata: “Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu”.

26“ Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: “Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya”.

27“ Berkatalah dia (Syu`aib): “Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu. Dan kamu insya Allah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik”.

28“ Dia (Musa) berkata: “Itulah (perjanjian) antara aku dan kamu. Mana saja dari kedua waktu yang ditentukan itu aku sempurnakan, maka tidak ada tuntutan tambahan atas diriku (lagi). Dan Allah adalah saksi atas apa yang kita ucapkan”.

Ingatlah bahwa rezeki masing-masing manusia itu berbeda : QS. 16 : 71“ Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebahagian yang lain dalam hal rezki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezkinya itu) tidak mau memberikan rezki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezki itu. Maka mengapa mereka mengingkari ni`mat Allah?

Ketiga, Mendalami makna saat kayamu :

Kaya yang sebenarnya adalah kaya jiwa :

Bukannya kaya itu karena banyaknya harta dan benda.

Akan tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kaya jiwa (hati) (HR. Bukhori dan Muslim)

Kaya yang teladan, patut diirikan :Tidak boleh seseorang iri hati terhadap orang lain kecuali dalam dua hal 1) seorang yang diberikan pengertian Al-Qur’an, maka ia mempergunakannya sebagai pedoman amalnya siang malam ; 2) seorang yang diberi oleh Allah kekayaan harta maka ia membelanjakannya setiap malam untuk segala amal kebajikan (HR. Bukhori dan Muslim)

Kebanyakan orang hidup mewah adalah mendusta-kan kebenaran : QS. 34 : 34“ Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatanpun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya”.

Ingatlah hal-hal yang terungkap dalam : Janganlah rakus / tamak terhadap dunia ; Tabungan anda yang sebenarnya adalah sedekah anda ; Mendermakan kelebihan harta suatu kebajikan ; Jika kaya ingatlah orang-orang miskin. ; Jangan terperdaya oleh harta dan wanita ; Jangan menjadi hamba harta.

Jangan berlaku boros tidak pula kikir : QS. 7 : 31” Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

QS.25 : 67” Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.

Keempat, Mendalami makna saat miskinmu :

QS. 4 : 32” Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian daripada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Ingatlah dan dalami hal-hal yang terungkap seperti :

Dialah orang yang sesungguhnya miskin ; Orang miskin masuk surga lebih dahulu ; Kebanyakan yang masuk surga adalah orang-orang miskin ; Rasulllah hidup sangat sederhana ; Keluarga Rasullah juga sangat sederhana ; Doa Nabi untuk memohon rezeki ; Qona’ah terhadap pemberian Allah ; Meski miskin jangan meminta-minta ; Jika mengetahui balasannya, maka akan minta miskin.

Kelima, Mendalami makna waktu luangmu :

Gunakan lima perkara penting sebelum datang lima yang lain. Perhatikan (manfaatkan) lima perkara sebelum datangnya lima yaitu : 1) Hidupmu sebelum matimu ; 2) Keehatanmu sebelum sakitmu ; 3)Kesempatanmu sebelum sempit / repotmu ; 4) mudamu sebelum tuamu ; 5) Kayamu sebelum miskinmu (HR. Hakim) ;

Selalu ingatlah terhadap mati agar waktu bermanfaat.Telah datang kepadaku Malaikat jibril, lalu berkata.“Ya Muhammad, hiduplah esukamu, tetapi sadarlah bahwa kamu pasti mati ; cintailah siapa saja yang kamu cintai tetapi sadarlah bahwa kamu pasti akan berpisah ; kerjakanlah apa saja yang kamu sukai, tetapi sadarlah bahwa kamu pasti mendapat balasannya dan ketahuilah bahwa semulia-mulia orang beriman ialah orang yang berdiri (sholat) di tengah malam dan orang yang tidak menggantungkan hidupnya kepada orang lain (HR. Hakim)

Hari demi hari hendaklah amalan ibadah semakin meningkat. Barang siapa yang (amalnya) hari ini lebih baik dari kemarin, maka dialah yang beruntung, barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin maka dialah yang tertipu ; barangsiapa yang hari ini lebih jelek dari kemarin, maka dialah yang terkutuk (HR. Hakim)

Berlomba-lomba dalam kebajikan untuk mengisi waktu. QS. 2 : 148“ Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.“

Perlu menyusun rencana untuk masa depan (akhirat). QS. 59 : 18 “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Senantiasa ingat kepada Allah agar tidak merugi :

Tidaklah seorang duduk di suatu majelis, lalu dia tidak mengingat Allah di dalamnya,melainkan akan mendapat kerugian. Dan tidaklah seorang berjalan melewati suatu jalan dan tidak mengingat Allah, melainkan dia akan mendapatkan kerugian. Dan tidaklah seorang menghampiri tempat tidurnya dan tidak mengingat Allah, melainkan dia akan mendapatkan kerugian (HR.Ahmad)

Sesengguhnya manusia dalam keadaan rugi.

QS. 103 : 1 “Demi masa.- 2” Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, 3“ kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Banyak berbuat kemanfaatan untuk orang lain :

Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah orang yang paling bermanfaat bagi mereka (yang lainnya) dan amal yang paling dicintai oleh Allah Azza wa Jalla adalah kegembiraan yang engkau masukkan ke dalam diri orang muslim, atau engkau menyingkirkan kesulitan darinya atau engkau melunasi hutangnya atau engkau menghilangkan rasa laparnya. Lebih baik aku berjalan bersama saudaraku sesama muslim untuk memenuhi kebutuhan daripada beritikaf di misjid selama sebulan (HR. Thabrani dan Ibnu Abid-Dunya)

Jangan menghabiskan waktu seperti orang-orang kafir : QS. 47 : 12“ Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang yang kafir itu bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang-binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka.

Keenam, Mendalami makna waktu sempitmu :

Selalu ingat bahwa kehidupan dunia hanya sebentar. QS.79 : 46“ Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari.

QS. 30 : 55“ Dan pada hari terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa; “Mereka tidak berdiam (dalam kubur) melainkan sesaat (saja)”. Seperti demikianlah mereka selalu dipalingkan (dari kebenaran).

Dalam kesempitan, hendaklah selalu bersabar.

QS. 39 : 10“ Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.

Dalam kesempitan hendaklah beregera untuk taubat.

QS. 3 : 133“ Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

Cari tahu halhal yang terkait dengan ungkapan seperti : Mohon perlindungan Allah ; Tidak memanfaatkan keempitan untuk kejahatan ; Beramal kebajikan meski dalam kesempitan ; Meskipun dalam kesempitan jangan melanggar larangan Allah ; Meski dalam kesempitan jangan melanggar hak orang lain ; Meski dalam keempitan, jangan berharap akan kematian ; Mohon kelapangan kepada Allah.

Ketujuh, Mendalami makna masa mudamu :

Berusahalah jika Allah menghendaki segala sesuatu akan berubah atau terjadi.

QS.13 : 11“ Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

QS.13 : 39“ Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh).

Cari tahu hala-hal yang terkait dengan ungkapan seperti : Pemuda yang mendapat naungan Allah ; Menjaga masa muda senantiasa dkat kepada Allah ; Mulai muda banyak mengisi dengan amal ibadah ; Mulai muda banyak mencari ilmu dan mengajarkannya ; Ingatlah perjuangan jihad mumpung masih muda ; Jadilah anak yang sholih ; Senantiasa yang muda menghomati yang tua ; Yang muda mengetahui hak yang lebih tua ; Yang muda ingin panjang umur dan lapang rezeki.

Kedelapan, Mendalami makna masa tuamu :

Sadar dengan cukup nya umur. QS. 35 : 37“ Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.

Umur panjang tidak berkah. QS. 2 : 96“ Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

Semakin tua banyak banyak istighfarnya. QS.3 : 133” Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

Cari tahu dengan hal-hal ungkapan seperti : Sudah berapakah umur di badan ? ; Meski tua jangan berharap mati ; Kiat umur panjang penuh berkah ; Akhlak yang baik menambah beratnya timbangan ; Semakin tua semakin banyak berdzikir ; Orang tua yang baik elalu menyayangi.

Kesembilan, Mendalami makna kala sehatmu :

Badan dan mental sehat hati harus juga ehat dan selamat. QS. 26 : 87 – 91“ – 87“ dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, 88“ (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, 89“ kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, 90“ dan (di hari itu) didekatkanlah surga kepada orang-orang yang bertakwa, 91“ dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat”,

Menjaga diri dan keehatan tidak membinasakan diri. QS. 2 : 195“ Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Ingat banyak mati, orang sehat ada juga mati.

QS. 3 : 185“ Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

Cari tahu dengan hal-hal ungkapan seperti Sehat adalah kenikmatan yang perlu disyukuri ; Menggunakan waktu ehat sebaik-baiknya ebelum datang sakit ; Memperbanyak amal ibadah agar usia lebih berkah ; Jangan sombong karena badan sehat dan kuat ; Menjaga kesehatan dengan berhati-hati mengisi perut ; Dilarang keluar masuk daerah yang terserang wabah.

Kesepuluh, Mendalami makna kala sakitmu :

Sadar bahwa sakit itu dengan izin Allah dan dia yang menyembuhkannya. QS. 26 : 80-81. 80“ dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku, 81“ dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali),

Boleh mengadu kepada Allah atau seseorang asalkan bukan karena kecewa. QS. 12 : 86“ Ya`qub menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya.”

Cari tahu dengan hal-hal ungkapan seperti Sabar dan tabah di kala sakit dan berbaik sangka kepada Allah ; Sakit dapat menghapus dosa-dosa ; Perlu bersyukur meski sakit, karena amalan harian ketika sehat diberi pahala ; Bila sakit segera berobat ; Dilarang berobat dengan barang haram ; Bleh berobat dengan doa-doa dan mantra yang tidak syirik ; Dilarang memakai jimat dan isim ; Banyak mengingat mati, tetapi jangan minta mati.

3. PENUTUP

Cobalah kita renungkan bahwa berbuat baik perlu perhitungan yang matang apabila salah berbuat sesuatu akibatnya sering merugikan diri sendiri, oleh karena itu bayangkan pula bahwa tanpa berani berbuat, tak ada yang dimulai. Itu berarti tak pernah ada karya kita artinya daya kemauan yang kuat menentukan kekuatan untuk membangun keinginan dalam usaha-usaha mewujudkan keseimbangan jiwa.

Mewujudkan keseimbangan jiwa berati ada kekuatan niat untuk meletakkan landasan agar sikap dan perlu dituntun dalam pola pikir yang bersifat ketaatan dalam hubungan dengan Allah Swt disatu sisi dan disisi lain berpikir positif dalam hubungan dengan manusia, maka terbukalah pintu hati untuk meretas jalan menjadi diri sendiri

Jadi wujud keseimbangan jiwa, seberapa jauh kita dapat memanfaatkan unsur jiwa dalam keadaran, kecerdasan dan akal agar kita mampu mengetuk dinding jiwa tanpa topeng kepalsuan dalam perjalanan hidup abadi melalui kebersihan ruhani, kelurusan aqidah, kelembutan rasa, kekuatan kata, gejolak jiwa, ketegasan sikap, dan ketajaman mata hati.

Jika makhluk mengetahui bagaimana besarnya nikmat Allah kepadanya. Jika yang diberi rizki mengetahui sebagian kebaikan Allah Yang Maha Memberi Rizki kepadanya. Maka tak ada manusia yang menolak kecuali ia pasti menyatakan ketundukan pada Allah dengan lidah dan mulutnya dengan pendengaran dan telinganya dengan penglihatan dan matanya dengan tangan dan tengadahnya, dengan kaki dan langkah-langkahnya.

Dengan demikian, Ya Allah, dengan rahmat-Mu sampaikanlah kami ke wilayah karamah-Mu. Wahai yang maha Pengasih dari yang pengasih.

Oleh karena itu renungkan selalu dalam memanfaatkan keseimbangan jiwa dalam memandang seperti apa yang disebut dengan pujian adalah ujian, sehingga ungkitkan kekuatan ingatan anda kedalam makna bahwa yang mudah tersanjung mudah terandung, sehingga berhati-hatilah kepada pujian. Ikapilah dengan cermat setiap pujian yang datang kepadamu. Lihatlah selalu bahwa dirimu adalah orang senantiasa diselubungi kelemahan, kekurangan, aib, cela dan sifat-sifat buruk. Manfaatkanlah unsur jiwamu, dengan demikian engkau tidak terperangkap dalam jebakan yang bisa membuatmu hancur.

89. KEBIASAAN PIKIRAN MENJELAJAH SUARA ATR

DALAM LENTARA JIWA PENERANG KEHIDUPAN

1. PENDAHULUAN

Sejenak bila kira renungkan dalam melaksanakan usaha perjalanan hidup abadi ditentukan oleh apa yang kita kerjakan oleh hasil pemikiran kita sendiri, oleh karena itu kita membayangkan adanya suatu harapan, betpapun tak dapat diandalkannya, setidak-tidaknya membantu kita menuju kearah tujuan hidup kita melalui jalan yang menyenangkan. Jadi orang yang kehilangan harapan tidak akan pernah dapat mengatakannya.

Apa yang kita pikirkan dalam „Lentera jiwa penerang kehidupan“ tak lain ungkitlah daya ingat untuk menumbuh kembangkan daya kemauan yang kuat kedalam perjalanan mencari ILMU artinya Jika seseorang tidak berjuang untuk menghidupi dirinya sendiri, maka ia akan mengeluh dalam kemiskinan atau mencela sahabatnya bahkan lebih, oleh karena itu berjalanlah di hamparan bumi Allah dan carilah kekayaan, maka kau akan hidup penuh kemudahan kalaupn mati termaafkan. Jadi jangan puas dengan hidup tanpa apa-apa dan jangan tidur terlena, bagaimana mungkin dapat tidur orang yang hidup dalam keadaan sengsara.

Dengan memperhatikan pikiran diatas, mengajarkan kepada kita bahwa harapan-harapan dan cita-cita mudah saja diadakan, tetapi tantangan yang harus dihadapi ialah jalan yang harus ditempuh menuju kepada realisasi.

Untuk itulah dalam perjalan hidup abadi membutuhkan perjalanan mencari ilmu agar kamu dapat merantau mencari rezeki, sehingga wujud lentera jiwa penerang kehidupan, seberapa jauh anda dapat membangun kekuatan „Kepercayaan (dalam Islam) dan Keyakinan (dalam Iman). Tanpa kekuatan itu kita tidak dapat menumbuhkan kekuatan pikiran „Ketaatan“ dalam hubungan dengan Allah Swt dan pikiran „Positip dalam hubungan dengan manusia“

Dengan demikian cobalah anda renungkan kembali untuk mendalami makna unsur kata ISLAM dan IMAN menjadi suata untaian kalimat yang bermakna sebagai suatu pendekatan dalam kebiasaan anda berpikir, maka disitu terletak „Lentera Penerang Kehidupan.

2. LENTERA PENERANGAN KEHIDUPAN

Dapatkah anda membayangkan bahwa „Adakah surga di rumahmu?“ Jawabnya adalah bergantung seberapa jauh anda mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan yang dapat menuntun anda dalam kehidupan ini. Dengan ilmu pengetahuan anda dapat berusaha meningkatkan tingkat kedewasaan berpikir dalam rohaniah, sosial, emosional dan intelektual. Tapi ingat pula ungkapan „Ilmu Pengetahuan tanpa agama, pincang, agama tanpa ilmu pengetahuan, buta“. Jadi renungkan pula „Carilah ilmu itu biarpun sampai ketanah Tiongkok(Al Hadisth)

Bertolak dari pikiran diatas, maka mewujudkan „Lentera Penerang Kehidupan“ menjadi satu kebutuhan yang harus mampu menuntun dalam bersikap dan berperilaku sebagai suatu usaha yang berkelanjutan untuk mengetuk dinding jiwa untuk meretas jalan menjadi diri sendiri agar dengan lentera penerang kehidupan itu anda dapat menangkap makna bahwa di dunia ini lebih mudah membuat kebaikan dari kejahatan.

Tetapi manusia lebih condong membuat kejahatan dari kebaikan. Sebabnya nafsu lebih tua umurnya dari unsur jiwa (kesadaran, kecerdasan, akal). Iblis lebih tua umurnya dari manusia. Sedang manusia dikepung oleh empat penjuru musuh, kiri hawa, di kanan nafsu, di muka dunia, di belakang setan yang menunda ke muka. Tubuh dan dunia dalam kekotoran karena itu perlu pengetahuan dan keimanan serta bersihkan jiwa.

Sejalan dengan apa yang kita pikirkan untuk dapat terus dapat memberikan sinar cahaya kedalam „Lentera Penerang Kehidupan“ ini dimana „Seorang Mukmin yang paling sempurna imannya, ialah orang yang paling baik budi pekertinya (Al Hadisth).

Jadi renungkan pula apa yang terungkap dalam „Setiap sesuatu mempunyai hakikat. Seseorang belum dapat mencapai hakikat iman, hingga ia maklum sungguh bahwa suatu kebenaran tiada akan membimbingnya kepada kesalahan, dan sesuatu kesalahan tiada akan membimbingnya kepada kebenaran (Al Hadisth, riwayat Abi Addardak).

Oleh karena itu, bangkitkan dalam pikiran kita untuk memberi „Lentera Penerang Kehidupan“ untuk selalu mengingat apa yang disebut „Takutlah dirimu kepada Tuhan seolah-olah engkau selalu menampaknya, sekalipun engkau tak menampaknya, tetapi ia selalu melihat setiap gerakmu, sebelum maut menyentuhmu ! Takutlah pada permohonan seseorang teraniaya, karena permohonannya itu akan dikabulkan tuhan !“ (Al Hadith riwayat Zaid bin Arqam).

Dengan memperhatikan hal-hal yang kita utarakan diatas diharapkan menggugah pikiran ini, dengan merenungkan kebiasaan pikiran agar dapat membuat daya dorong dalam memberikan inspirasi dalam bersikap dan berperilaku dalam suasana „Lentera Penerang Kehidupan“, untuk itu cobalah kita pahami dalam merenung hal-hal yang terkait dari kekuatan untuk mencari tahu yang lebih mendalam apa yang disebut :

· Merenung sejenak dengan hati yang bersih dalam memahami dunia yang tertipu yang tampak.

· Marilah kita mencari ilmu demi perjalanan menuju Allah untuk membersihakan hati yang berkarat.

· Perbanyaklah untuk beramal dengan membayangkan kiamat sudah dekat.

· Mencari kesibukan dalam kebenaran/keadilan berarti melepaskan diri dari kesibukan kebatilan.

· Marilah saling menasihat, karena orang mukmin cermin bagi saudaranya.

· Dalami makna ketulusan dalam menghamba

· Dalami makna pemahaman makna atas Allah, manusia dan alam.

· Bererah pada takdir dan anugerah.

· Sadar diri dalam genggaman Kehendak Ilahi

· Bersyukur atas nikmat yang terulur.

· Bangkitkan daya kemauan yang kuat dalam Tawadlu’

· Bangkitkan semangat dalam gemar menginfahkkan harta.

· Bangkitkan daya kemauan untuk giat bekerja dan mencari nafkah.

· Belajarlah tanpa berhenti mencintai orang miskin.

· Gemar bersedekah

· Tidak ada daya keinginan dalam berambisi menjadi pemimpin.

· Dalamilah yang dapat merusak kebiasaan yang dapat merugikan diri kita terhadap hal-hal yang berkaitan dengan 1) Kekufuran ; 2) Bid’ah ; 3) Lalai ; 40 Cinta dunia.

· Belajarlah mendalami untuk bercermin akhlak Nabi saw.

· Ungkitlah daya ingkat kita yang terkait dengan jerat-jerat syaitan.

· Dalami makna yang terkait dalam orang-orang yang taubat.

· Dalami makna tentang jihat dan umatnya.

· Kemampuan dalam dzikir dan do’a

· Dan seterusnya, kembangkanlah percihan ilahi.

3. PENUTUP

Membangun wujud „Lentera Penerang Kehidupan“ dalam usaha-usaha kita menumbuh kembangkan kekuatan berpikir „Ketaatan“ dalam hubungan dengan Allah Swt dan disisi lain melahirkan kemampuan berpikir „Positip“ dalam hubungan dengan manusia.

Untuk itu jangan kita berhenti memberi cahaya dalam kekuatan kepercayaan (islam) dan keyakinan (iman), sejalan dengan itu renungkan ungkapan dalam QS. 8 : 2“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal „

QS. 2 : 115“ Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke manapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui“

Nikmat ilmu itu harus disyukuri : QS. 2 : 151“ Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan ni`mat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah (As Sunnah), serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui“.

Ilmu adalah Karunia Allah : QS. 2 : 30“ Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan ni`mat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah (As Sunnah), serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. ; 31“ Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!” ; 32“ Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

 

Normal
0

false
false
false

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

84.  KEBIASAAN PIKIRAN MENJELAJAH SUARA ATRDALAM MEMBANGUN JALAN BARU

1. PENDAHULUAN

Setiap orang bisa memandang bahwa keberhasilan akan memberi inpirasi, dimana tidak ada yang luput dari hukum universal yang besar ini, oleh karenanya jika anda ingin terinspirai oleh keberhasilan pastikanlah anda melihat bagian dari keberhasilan, mungkin panggilan hidup anda.

Oleh karena itu, orang yang sukses memiliki program. Pertama ia merumuskan dan menetapkan suatu rencana kerja dan tekun menjalaninya. Ia tetapkan rencana-rencananya dan melaksanakannya Ia langsung menuju ke sasarannya.

Dengan demikian anda harus mampu mengungkit potensi diri anda itu berarti anda harus membangkitkan daya kemauan yang kuat jangan berhenti menjadi jalan buntu tanpa anda ungkit daya ingat yang mampu mendorong ke usaha membangun jalan baru.

Membangun jalan baru diperlukan keyakinan diri bahwa apa yang kita kerjakan hari ini adalah hasil pikiran, oleh karena itu harus anda sadari bahwa kegagalan adalah salah satu kuasa sukes dan berkesempatan gagal juga akan meningkatkan kesempatan anda untuk meraih sukses di masa depan. Jadi agar sukses, lakukanlah hal-hal yang anda tahu harus anda lakukan. Jangan lakukan hal-hal yang anda tahu tidak boleh anda lakukan.

Dengan demikian ingatlah bahwa jika anda bersikap sukses orang akan memperlakukan anda seperti orang sukses dan anda akan mendapatkan banyak kesempatan untuk berprestasi. Ingatlah selalu bahwa sukses adalah kata yang jadi mode. Janganlah membidik sukes jika anda menginginkannya, kerjakan saja yang anda sukai sesuai rencana pikiran anda, maka sukses akan datang dengan sendirinya. Jadi bayangkan pula dalam pikiran anda bahwa tak ada jalan empuk menuju sukses. Bekerja adalah kuncinya.

Bertolak dari pikiran diatas, anda adakalnya kemandekan hadir dalam pekerjaan atau kehidupan kita. Dalam kemandekan, anda merasa patah semangat, kehilangan arah, tak puas dengan keadaan, namun tidak tahu harus berbuat apa. Tetapi siapa angka bahwa kemandekan ternyata ada gunanya ? Artinya kemandekan akan memaksa anda untuk menyadari bahwa perubahan harus terjadi dalam pekerjaan dalam kehidupan dalam visi anda. Dan ternyata saat anda mengalami kemandekan merpakan kesempatan terbaik untuk memulai perubahan yang akan menjadikan hidup anda makin bermakna.

Renungkanlah apa-apa yang perlu anda pikirkan bahwa yang diungkapkan disini mengatakan kepada anda dan kepada diri sendiri begini : Buddaakanlah pohon yang telah anda temukan berbuah di lahan anda. Janganlah mengingat-ingat kegagalan atau sukses anda di masa lalu. Masa lalu itu boleh dianggap gagal boleh juga dianggap sukses dianggap sukses hanya dalam arti bahwa ia memberi anda kesempatan yang ada sekarang, maka berjuanglah membangun jalan baru dalam kehidupan ini.

2. LURUSKAN PIKIRAN KEDALAM MEMBANGUNJALAN BARU UNTUK MEWUJUDKAN IMPIAN ANDA

Kita semua mendapati bahwa diri kita terpaku dan sengsara. Perasaan-perasaan seperti itu boleh jadi datang pada saat-saat terduga ; ketika kehilangan pekerjaan, setelah berakhirnya hubungan rumah tangga ; saat anak meninggalkan rumah dan rumah menjadi sepi karenanya atau meninggalnya seseorang. Tapi bisa juga perasaan-perasaan itu datang pada saat-saat tak terduga seperti ketika pekerjaan impian entah kenapa kehilangan pesonanya dsb.

Jadi pada saat-saat tersebut kita berada dalam kemandekan dan kita menderita. Ketika bekerja kita merasa jenuh atau tak tertantang atau kesal karena tak bisa maju menuju peran yang lebih memuaskan.

Mengenai bagaimana kita mencari jalan, berkali-kali keluar dari kemandekan menuju pembaharuan dalam pemahaman dalam pekerjaan, di rumah, bersama teman sejawat, bersama keluarga dan bagaimana kita menemukan rasa diri yang baru dalam segi-segi yang mendatangkan gairah dan kepuasan dalam hidup.

Oleh karna itu cobalah anda renungkan ungkapan seperti „Ilmu pengetahuan, pengalaman dan wawasan jauh lebih baik daripada tumpukan harta, karena mencintai harta benda adalah sifat binatang dan senang dengan pengetahuan adalah sifat manusia“

Untuk itu gerakkan daya kemauan yang kuat agar  dapat mewujudkan keinginan dengan kekuatan niat dalam uaha menuntun ke jalan baru. Pikiran inilah yang kita sebut dalam kekuatan VISI disini bukan semata-mata rencana masa depan tetapi juga merupakan pembaruan rasa memiliki tujuan dalam pekerjaan sehari-hari.

Visi mensyaratkan kita berhenti berpikir, berkhayal dan lantas bertindak, melangkah kembali ke dalam aliran kreatif. Visi memerlukan pembentukan kesadran yang makin jelas dan akrab dengan aktivitas, orang-orang, dan lingkungan yang kita dapati paling memuaskan. Visi memperkenankan kita menyalurkan apa yang sudah bergolak kedalam diri kita, yang ingin ditunjukkan dengan lebih nyata. Dengan visi kita lebih bisa mengenali sumber daya, perubahan perilaku dan hubungan apa saja yang diperlukan agar kembali tersambung dengan apa pun yang paling penting bagi diri kita.

Apabila punya visi yang jelas kita merasa lebih terhubung dengan dunia, lebih hidup. Kesenjangan antara pikiran dan perbuatan, antara dunia dalam dan luar, lenyap dan kita bisa menjadi „diri“ kita sepenuhnya. Pilihan yang kita buat setiap hari dinyalakan oleh visi kita, sebagaimana lentera dinyalakan dengan minyak tanah.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka prinsip-prinsip kesuksesan adalah apabila Allah dan orang-orang di sekeliling ridha kpada anda. Jiwa anda pun mempunyai jiwa yang ridha dan anda mampu mempersembahkan amalan yang bermanfaat.

Dengan demikian, ketika sseorang merasakan kuasa di dalam dirinya berkobar-kobar untuk mengerahkan kemampuannya yang terbaik dalam mengerjakan apapun yang sedang dikerjakannya dan semua nalar mengatakan „amin“ kepada apa yang sedang dikerjakannya itu dan memberikan dukungan penuh terhadap upayanya itu, inilah yang disebut kebahagiaan, inilah yang disebut sukses.

Apapun yang bakal terjadi dan sedang kita renungkan kembali maka kala menghadapi krisis di tempat kerja atau dalam kehidupan pribadi, kita berusaha mencari jalan keluar  dengan menggunakan cara pandang dan metode lama. Kita langsung sadar cara ini tidaklah berhasil dan menemukan diri kita berada dalam kebuntuan. Kita langsung sadar cara ini tidaklah berhasil dan menemukan diri kita berada dalam kebuntuan.

Semangat dan tenaga kita mulai pudar, keyakinan kita pun jadi berkurang. Kita mulai mendengar munculnya kritik pedas dari dalam diri dan keraguan-keraguan lama atas kemampuan diri dan titik balik dari tujuan kita. Perasaan semacam ini mulanya bisa mengingatkan kita, tetapi kita mesti mengenalinya sebagai sinyal bahwa proses penting sedang berlangsung. Berada dalam KEMANDEKAN mengharuskan kita untuk  maju. Itu bisa menggirang kita pada sebuah cara baru dalam memahami dan suatu tipe informasi baru. Kita tiba pada titik penting, apa yang disebut dengan :

Pertama, Menghadapi krisis :

Sebelum berusaha memperdalam imajinasi , kita harus melihat lebih dekat pengalaman kemandetan. Kemandekatan dalam hidup punya kegunaan khusus dalam perkembangan psikologis kita. Kemandekan adalah seruan untuk diikuti untuk menyatukan aspek-aspek sisi emosional dan psikologis kita yang terpinggirkan oleh keadaan kehidupan lainnya. Dengan begitu kita berusaha untuk mengungkitkan kembali persoalan-persoalan masa lalu yang belum tuntas.

Kedua, Merasa terpaku dan meragukan diri sendiri :

Bertolak dari pikiran pertama, kalau kita akui bahwa kita sedang berada di dalam lembah yang dalam,dan jika kita bisa menangkis upaya pendakwa mempermalukan kita karena kita tidak sedang berada di puncak, maka kemugkinan-kemungkinan baru pun tersedia. Kita bisa membuka diri, melihat bahwa peta lama kita tidak lagi berguna, dan meninggalkan rencana-rencana yang didasarkan pada peta itu. Sekarang kita benar-benar menjadi penjelajah dengan hasrat kuat untuk melihat medan di depan kita ebagaimana adanya. Kita perlu untuk mempelajari lebih seksama upaya membuang peta lama.

Ketiga, Buka diri dan lepaslah :

Apa yang kita pikirakan dari ungkapan ingatan pada titi tiga diatas menjadi daya dorong yang kuat bagi kita menjadi satu kekuatan prakktik perhatian bebas juga periapan untuk langkah berikutnya dalam daur visi dan kemandekan. Dengan mengosongkan ruang, kita menyiapkan diri agar mampu mengenali apa yang mendorong kehidupan kita mengisi ruang kosong itu. Ketika kita sudah cukup banyak melepaskan sehingga bisa mendengar dengan jelas, kita bisa mlai bertanya : Apakah yang benar-benar penting sekarang ?  Informasi baru apa yang perlu kita perhatikan ?  Apakah diperlukan tindakan ? Setelah kita mengendorkan genggeman pada model mental, diperlukan usaha baru. Dari sudut pandang ruang kosong, perhatian bebas, kita sekarang harus membuka diri terhadap informasi baru.

Keempat, Beralih ke Pemahaman Baru :

Berolak dari pemikiran ketiga diatas, anda harus mampu bertindak berdasarkan imajinasi baru tentang situasinya yang berasal dari usaha awal pada daya kemauan yang kuat dar banyak pengalaman dan kesadran diri mendalam yang bisa dimanfaatkan. Kesadaran diri yang kita dapatkan dari tiap usaha melalui kemandekan akan bterus terkumpul  seiring waktu. Dengan wawasan yang terus membesar itu kita memperoleh pemahaman yang lebih luas atas pola-pola kehidupan yang bermakna bagi kita. Memahami pola-pola itu adalah tugas kita selanjutnya.

Dengan memperhatikan keempat pikiran yang terkait dengan kemandekan, maka kita perlu mengevaluasi kembali dari pernyataan VISI dalam perjalanan hidub kita yang telah kita gariskan sebelumnya untuk mencapai ke masa depan. Jadi untuk perlu kita hayati bahwa VISI BUKAN PERISTIWA YANG TERJADI SEKALI SAJA, oleh karena itu pikirkan untuk mengungkit daya ingat anda karena visi bukanlah satu pernyataan di bangun sepanjang hidup. Jadi renungkan langkah-langkah yang kita ungkapkan dibawah ini :

Kelima, Ungkapkan daya kemauan anda menjadi satu kekuatan baru kedalam Minat Terdalam Kita :

Pikiran ini sangat tergantung daya kemauan anda sepuluh minat dasar yang mencakup 1) Penerapan teknologi ; 2) Analisis kuantitatif ; 3) Pengembangan teori dan pemikiran konseptual ; 4) Produki kreatif ; 5) Membimbing dan memandu ; 6) Mengelola orang dan hubungan ; 7) Kendali usaha ; 8) Pengaruh melalui bahasa dan gagasan ; 9) Pemecahan masalah langsung ; 10) Pengaturan informasi.

Penulis menyadari sangat sulit bagi anda untuk mendalami kesepuluh minat, tanpa kemampuan anda untuk mencari buku bacaan dan memilihnya tanpa ada kemampuan untuk membaca cepat, sebagai contoh seberapa jauh anda ada minat dasar terhadap „Mengelola orang dan hubungan“ dimana isensinya adalah terkait dengan Kepemimpinan tim, untuk itu tema dan gambaran yang harus anda pahami adalah yang menyangkut „Tim, Pemimpin, Manajer, Mentor, tujuan, motivasi dsb.

Keenam, Belajar Membiarkan Hasrat Menjadi Pedoman kita :

Hal yang kita ungkapkan ini bukan sekedar membuka kekuatan pikiran kdalam kebiasaan, melainkan daya dorong kedalam diri kita untuk menjadi penuntun dalam berikap dan berperilaku.

Namunsumbangsih kita hanya bisa diwujudkan dalam kontek sosial tertentu. Kita selalu hidup mengikuti visi kita bersama-sama orang lain yang hidup mengikuti visi masing-masing. Oleh karena itu, kita perlu belajar mengenali pola-pola yang menunjukkan jalan agar hasrat dan visi kita menentukan tempat dalam organisasi dan masyarakat manusia.

Ketujuh, Kekuasaan, Orang dan Prestasi :

Untuk kita renungkan bahwa jika prestasi menjadi pemotivasi osial utama, kita akan perlu belajar atau menghadapi tantangan dalam segala aspek kehidupan. Kita barangkali membangun keahlian dalam bidang-bidang yang tak berhubungan dengan profesional kita misalnya menjadi ahli sejarah perang dunia II, pakar opera, atau pembuat perahu kayu tradisional. Atletik adalah arena prestasi bagi individu-individu dengan kebutuhan prestasi dominan.

SEjalan dengan apa yang kita pikirkan diatas, maka menyelam dalam berbagai demensi prestasi yakni „Tantangan, Pembelajaran, dan Reputasi“ tidaklah saling terpisah. Sering kali ada tumpang tindih antara dua dimensi atau ketiganya. Oleh karena itu luangkan waktu sekarang untuk merenung dan membayangkan apa yang kita bicarakan sebagai serana untuk mengungkit daya ingat anda dari satu saat ke saat lainnya.

Dengan demikian, kalau anda melakukan latihan pengumplan gambaran, telitilah apa yang dinyatakan mengenai kebutuhan anda untuk berprstasi. Perhatikan seberapa banyak gambaran anda melibatkan pembangunan, penyelesaian atau pembuatan produk nyata

Kedelapan, Memetakan Wawasan Kita :

Setiap orang memiliki diri yang merupakan anyaman unik dan beraneka. Masing-masing orang punya pola kepribadian, sejadah sebagai alas kehidupan yang bermakna, yang terbuat dari berbagai minat dan motivasi. Sebahagian diantara kita suka dikelilingi orang-orang berorientasi prestasi, sementara yang lain suka ditemani orang-oang berorienatsi afiliasi. Ada yang suka lingkungan kerja lebih terstruktur dan ada yang suka sebaliknya.

Jadi sebahagian orang termotivasi oleh kekuasaan sementara yang lain termotivasi oleh prestasi atau hubungan. Dari pola tersebut kita bisa menentukan, peran, hubungan dan lingkungan kehidupan nyata yang paling bermakna bagi diri kita sendiri.

Kita telah mendifinisikan pola mendalam pada diri. Setelah mengenali pola-pola itu, kita akan lebih yakin dalam mengejar apa yang kita butuhkan dan inginkan, di tengah-tengah keadaan hdup yang senantiasa berubah. Namun perlu disadari bahwa wawasan paling tajam atas pola-pola  tersebut teori tercanggih atas kepribadian sekalipun, hanyalah gambaran sementara.

3. PENUTUP

Setiap orang menjalani apa yang dikerjakan berdasarkan oleh pikiran akan mengalami dimana kita harus melakukan yang terbaik sebisa kita dengan apa yang kita miliki. Renungkan pula bahwa sukses anda tergantung pada sukses orang-orang di sekeliling anda.

Bila proses dalam perjalanan hidup anda, kita juga dapat merasakan ketidak keberhasilan, oleh karena itu renungkan dalam mendorong daya kemauan anda menjadi suatu keinginan dengan niat menjelajah kekuatan pikiran untuk membangun jalan baru dalam setiap menghadapi tantangan dengan apa yang kita sebut KEMANDEKAN  dan kita berusaha untuk mendalami kembali apa yang telah kita rumuskan dalam pernyataan yang disebut dengan VISI sebagai alat menuntun bersikap dan berperilaku, namun visi tidak selamanya kita pertahankan sehubungan tuntutan perubahan.

Dengan memperhatikan hal-hal yang telah kita utarakan pada bagian terdahulu diperlukan usaha-usaha untuk MENEROBOS KEMANDEKAN artinya kita harus menemukan niat untuk bertindak, sekecil apapun, supaya imajinasi baru kita makin terwujud dalam kehidupan sehari-hari.

Sejalan dengan pikiran diatas maka langkah yang kita pikiralah adalah hal-hal yang menyangkut :

Pertama, Memikirkan untuk proaktif. Disini menekankan untuk menghindari masalah dari pada memecahkan masalah. Jadi bergerak dari mandek ke bertindak kedalam satu pikiran yang disebut menganalisa kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan dalam memperoleh pemahaman ketegangan yang dinamis dengan memusatkan perhatian pada sumber-sumber makna yang bermain dalam dunia pribadinya.

Kedua, Menentukan langkah setelah mengetahui posisi antara dua kutub yang menentukan arah bagaimana cara sebaiknya keluar dari kehidupan di perbatasan yang selalu berubah. Oleh karena itu kita harus siap menghadapi perubahan yang dibutuhkan sejalan dengan rncana yang kita siapkan dalam menempuh jalan baru.

  

 85. KEBIASAAN PIKIRAN  MENJELAJAH SUARA ATRDALAM USAHA MENJADI PEMENANG 

1. PENDAHULUAN

Keberhasilan anda dapat membuat anda menempuh salah satu dari dua jalan. Sukses dapat menjadikan anda seorang primadona, atau dapat menghaluskan ujung-ujung yang kasar, dapat pula menyingkirkan ketidaktenteraman, membiarkan hal-hal yang menyenangkan ke luar dengan sendirinya.

Oleh karena itu, ingatlah selalu bahwa ekali-kali anda putus asa dari pertolongan Allah. Dan jangan putus harapan dari rahmat Allah. Jangan lupa akan pertolongan Allah, sebab pertolongan Allah akan turun sesuai dengan derita yang anda alami.

Apa yang terungkap dari pikiran diatas adalah satu kekuatan untuk mendorong daya kemauan yan kuat artinya maksimalkan bakat yang diberikan Allah kepada anda, ilmu yang anda sukai, rezeki yang telah dikarunia-kanNya dan pekerjaan yang sesuai dengan diri anda.

Dengan memperhatikan hal-hal yang diungkapkan diatas untuk mengingatkan kepada anda untuk menjalani dan menikmati kejayaan hidup sebagai pendorong untuk menjadi pemenang. Yang paling berat menyangkut sukses adalah bahwa anda harus terus sukses. Oleh karena itu, untuk menuntun perjalanan hidup anda, buatlah Visi dan Misi yang besar dan bermakna serta berfokus pada makna kesuksesan.

Menjadi pemenang, carilah jalan untuk merangsang diri anda dan orang lain agar terus bersemangat menghadapi pekerjaan untuk mendorong kedalam usaha anda menjalani dan menikmati kejayaan hidup dengan pikiran nikmatilah setiap pekerjaan anda jadikanlah pekerjaan sebagai hal yang menyenangkan sebagi pintu masuk dalam perjalanan hidup ini untuk menjadi pemenang.

2. KESIAPAN MENJADI PEMENANG

Bayangkan dalam pikiran anda setiap kali anda membuka mata untuk melihat sinar matahari pagi anda sangat girang menghadapi hari-hari yang akan anda jalani. Setiap hari adalah hari yang indah, hari dengan kemungkinan-kemungkinan yang tak terbatas. Bahkan bernapas pun seperti menari.

Oleh karena itu, jangan pernah berhenti belajar. Orang yang sukses selalu haus akan ilmu (informasi) dan pengetahuan (keterampilan). Jadi bangkitkan daya kemauan anda untuk membaca buku sebayak-banyaknya. Tanamkan prinsip dalam  diri anda bahwa mencapai kesuksesan lebih mudah daripada kegagalan. Dan ingatlah bahwa ketika anda tidur, anda memimpikan mimpi yang indah. Keindahan bulan bersemayam dalam jiwa anda, dan mempersiapkannya untuk menyongsong esok pagi yang penuh kemenangan , hari kemenangan yang lain.

Pemenang akan senantiasa merasa gembira. Anda membayangkan sinar kesuksesan. Anda terfokus pada apa yang anda inginkan. Anda mau menerima keberhasilan tanpa takut akan kegagalan. Ketika ada hal-hal yang tidak beres anda melupakannya dan terus menjalani hidup ini.

Bertolak dari pemikiran yang anda bayangkan diatas, maka apa yang anda kerjakan adalah hasil pikiran anda, oleh karena itu ungkitlah daya ingat anda bahwa setiap orang adalah pemenang, itu berarti pula anda juga, untuk itu renungkan hal-hal yang terkait dengan:

1)              Lihatlah jejak kehidupan yang paling berhasil di sekitar anda artinya anda berusaha belajar dari peran yang berangkutan sebagai orang yang sukses. Belajar dari pengalaman orang orang yang memberikan keteladanan yang terpuji akan menjadi daya dorong untuk membuka mata hati anda.

2)              Yang menjadi persoalan anda harus memiliki percaya diri sehingga wujud anda sebagai pemenang tidak hidup dengan meniru hidup orang lain. Jadi anda tidak mewarisi sikap dan perilaku mereka namun anda mewarisi kekuatan dan daya tahannya.

3)              Kesuksesan anda adalah khas bagi anda sendiri, maka cernalah hasil kesuksesan orang lain tetapi jadikanlah diri anda sebagi model kesuksesan anda sendiri.

Untuk mengetahui apa yang dibalik rahasia kesuksesan, menjadi satu kekuatan yang dapat mempengaruhi daya kemauan anda dalam mencapainya, maka dibawah ini kita belajar dari hal-hal yang terungkap dibawah :

1)                  Belajar dalam usaha-usaha untuk mendapatkan dukungan dari orang lain, seperti ibarat semakin tinggi sebuah gunung semakin banyak bebatuan yang berada dibawahnya. Jadikanlah inspiransi dalam hidup anda bahwa sebagai pemenang yang mengilhami atau memunculkan repek dan kesetiaan dari orang lain melalui kombinasi antara kebaikan dan simpati dengan kekuatan pengaruh anda.

2)                  Bangun kekuatan kepemimpinan anda yang berarti adalah kunci keberhasilan anda mempengaruhi. Apa yang terpikirkan disini adalah dipahami kesuksesan berhubungan dengan menyebarkan pengaruh anda dan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk maju berama anda.

3)                  Ungkit daya ingat anda dalam kemampuan membuat gerakan yang tidak terduga. Jadilah orang yang gerakannya sulit diduga dalam arti dengan kepemimpinan anda maka anda tahu kapan harus bertindak dan kapan harus bertindak.

4)                  Bersikap melindungi untuk mewujudkan dalam kemenangan terbesar diperoleh tanpa peperangan, oleh karena itu kembangkan selalu berpikir positif dan tidak berprasangka buruk kepada orang lain.

5)                  Berikan semua yang anda miliki sebagai daya dorong agar menjadi pemenang bukannya selalu menghabiskan waktunya untuk mengalahkan orang lain.

6)                  Renungkan dalam pikiran anda bahwa buang jauh-jauh segala pikiran tentang ketakutan akan kegagalan. Oleh karena itu, ingatlah bahwa sang pemenang tahu bahwa kesuksesan sering disertai resiko tetapi mereka menghadapi tantangan dengan sikap positif.

7)                  Jadikan satu kekuatan dalam diri anda berarti jadilah orang yang lebih sadar daripada orang lain, dengan demikian akan tumbuh sebagai pemenang dengan tidak merasa pesimis ataupun terlalu percaya diri. Dengan begitu anda sebagai pemenang menjalani kehidupan ini dengan keyakinan masih ada hari esok.

Bertolak apa-apa yang kita utarakan diatas, dengan daya kemauan yang kuat akan membuat keinginan melawan bawah sadar anda yang senentiasa melihat kegagalan.

Jadi pikirkan hal-hal yang kita ungkapkan dibawah ini :

1)              Jauhkan pikiran anda kedalam pernyataan seperti mengapa anda gagal ? Jangan terungkap seperti „saya ditakdirkan untuk gagal“ Oleh karena itu pemenang tidak menenggelamkan dirinya dalam kegagalan. Sebaliknya dia mengarahkan energinya untuk menciptakan keinginan kesuksesan.

2)              Rangkulah cahaya kesuksesan ada dalam hati anda, dengan begitu jika hati anda diisi dengan kegelapan maka tidak akan ada lagi ruangan untuk sinar matahari dan anda tidak akan pernah mampu menyinarihidup orang lain. Jadi kehidupan yang didorong oleh bawah sadar si pencari-kegagalan eperti jiwa yang telah tertutup bagi cahaya.

3)              Berhentilah berkutat dengan apa yang sudah anda raih saat ini, artinya renungkan bahwa kerakusan merupakan ulat di dalam hidup kita. Jadi ingatlah bahwa sifat rakus mendorong menghambat meraih prestasi yang lebih tinggi.

4)              Buang jauh-jauh perasaan mudah marah karena hatinya penuh dengan kebahagian. Oleh karena itu pemenang tidak bersikap emosional manakala keadaan berubah tidak seperti yang diharapkan. Ebalinya mereka memfokuskan diri untuk melakukan hal-hal yang tepat pada waktu- waktu berikutnya.

5)              Ingatlah dalam kekuatan pikiran anda bahwa pada seorang pemenang bukanlah orang yang bodoh, jadi orang yang bodoh itu demam akan kesuksesan sehingga tidak dapat melihat jalan dengan jelas, sehingga kebodohan bukanlah sifat seorang pemenang. Tidak juga perasaan tinggi hati.

6)              Pahamilah bahwa orang yang sombong tidak akan pernah sukses, oleh karena itu sebagian dari diri kita yang telah sukses tidak boleh bersikap sombong. Ebaliknya, kita harus saling memberi elamat dan bekerja sama untuk memperjuangkan masa depan yang lebih baik.

3. PENUTUP

Sejalan dalam usaha kita menjadi pemenang, maka pahamilah pula arti kegagalan. Jika anda memahami arti kegagalan, pasti anda juga akan memahami arti kesuksesan yang sebenarnya.

Oleh karena itu, para pemenang menikmati kehidupan dan melihat setiap pagi sebagai mukjizat kehidupan, untuk itu biasanya, seseorang sering tidak menyadari kehebatan yang dimilikinya. Galilah potensi anda sedalam mungkin. Dengan begitu anda bisa melihat kehebatan dan batas kemampuan yang anda miliki.

Bertolak dari pikiran diatas, maka ingatlah „Sekarang bersiaplah untuk menyambut kesuksesan“  dengan hal-hal yang terkait 1) Ucapkan terima kasih atas kritik anda ; 2) Kembangkan diri anda ; 3) Berhentilah mengeluh ; 4) Terimalah diri anda sendiri ; 5) Berikaplah ramah ketka sedang memberi arahankepada orang lain ; 6) Jangan bersikap sombong ; 7) Tidak seorang pun dapat meraih kesuksesan dengan keraguan ; 8) Hiruplah dalam suasana kesuksesan ; 9) Rumuskan kesuksesan anda sendiri.

Dengan mendalami hal-hal yang disebutkan diatas, biasanya seseorang sering tidak menyadari kehebatan yang dimilikinya. Galilah potensi anda sedalam mungkin. Dengan begitu anda bisa melihat kehebatan dan batas kemampuan yang anda miliki, maka bangunkan hati menjadi pemenang kedalam hal-hal yang diebut dengan 1) Rumuskan cetak biru kehidupan anda ; 2) Menikmati kesuksesan setiap hari ; 3) Anak panah dalam kegelapan ; 4) Kita semua dilahirkan sebagai pangeran ; 5) Pengalaman hidup anda ; 6) bangun jiwa yang menyelimuti tubuh.

Tingkatkan keterampilan anda dalam 1) Berpikir luas ; 2) Berpikir terfokus ; 3) Berpikir kreatif ; 4) Berpikir realistis ; 5) Berpikir strategis ; 6) Berpikir optimis ; 7) Berpikir proaktif ; 8) Tidak egois ; 9) Berpikir dalam tim ; 10) Berpikir sistem.

 

86. KEBIASAAN  PIKIRAN MENJELAJAH SUARA ATRDALAM  MENGENDALIKAN KEHIDUPAN ANDA

1. PENDAHULUAN

Menjalankan perjalan hidup bahagia, menuntun pikiran anda untuk mengendalikan kehidupan anda, maka disitu akan mengingatkan „Barangsiapa memiliki tingkah laku santun, perasaan yang sehat, dan akhlak yang mulia, maka dia akan membuat dirinya dan orang lain berbahagia dan akan mndapatkan hati yang tenang dan keadaan jiwa yang sejuk“

Oleh karena itu, Jangan sekali-kali anda putus aa dari pertolongan Allah. Dan jangan putus harapan dari rahmat Allah. Jangan lupa akan pertolongan Allah, sebab pertolongan Allah akan turun sesuai dengan derita yang anda alami.

Dengan demikian, renungkan kedalam daya kemauan yang kuat untuk melihat kepada yang diharamkan hanya akan menumbuhkan kesedihan di dalam hati. Orang yang bahagia adalah orang yang dapat menundukkan pandangan dan takut kepada Tuhannya.

Sejalan apa yang anda pikirkan bahwa kebahagiaan itu bagaikan sebuah pohon, yang airnya makanannya, udara-nya dan cahayanya adalah iman kepada hari kiamat. Dengan demikian ingatlah bahwa pekerjaan yang serius akan membebaskan jiwa dari pikiran yang jahat, dari khayalan-khayalan yang penuh dosa dan dari keinginan-keinginan yang diharamkan.

Sebelum anda melangkah lebih jauh dalam usaha untuk menuntunkan dalam mengendalikan kehidupan hidup, maka berjalanlah terus hingga anda sampai kepada-Nya. Disiplinkan dirimu dengan amal-amal yang membawamu meraih kemuliaaan di sisi-Nya. Lepaskan dirimu dari harapan yang berlebihan. Allah akan memberimu karunia sesuai dengan kehendak-Nya. Jangan jadikan amalmu jaminan di hadapan-Nya. Sebab, Dia tidak membutuhkan periapanmu. Bisa saja, pencerahan dan penyingkapan spritual engkau temukan melalui jalan yang tidak engkau duga.

Bertolak dari apa yang kita ungkapkan diatas, maka untuk mewujudkan untuk mengendalikan kehidupan dalam perjalanan hidup abadi dengan menumbuh kembangkan dalam memahami, menghayati dan mengamalkan kaidah-kaidah yang menuntun terkabulnya keinginan berdasarkan kekuatan niat yang akan kita ungkapkan selanjutnya.

 2. PRINSIP KAIDAH MENJADI PENUNTUN HIDUP

Ada rambu-rambu dalam perjalanan hidup abadi, untuk itu kita harus berpikir bahwa kebodohan adalah penyakit, karena sama halnya sibuta yang berjalan di tempat yang gelap gulita tanpa obor. Kebodohan membawa kesesatan tidak ada musuh yang lebih berbahaya dari kebodohan, Bergaul dengan orang bodoh adalah siksaan bagi jiwa . Kerugian, kesusahan , kelemahan dan kehinaan bukan diterbitkan nasib jelek akan tetapi oleh karena kebodohan.

Ingatlah bahwa kebahagian yang sejati tak pernah kelihatan oleh sesuatu mata, kebahagian yang sejati berdiam pada barang yang tak tampak, maka disitu terletak seberapa jauh daya ingat kita untuk menjalankan prinsip-prinsip sebagai kaidah menjadi penuntun hidup.

Kita harus dapat membayangkan bahwa kehidupan manusia  bukanlah suatu jalan yang datar dan licin melalui dengan senang dan damai, tetapi kehidupan manusia penuh dengan onak-duri, suka duka dan perjuangan belaka. Oleh karena itu keimanan membawa manusia bersih hatinya, jinak jiwanya, berbicara lembah lembut, hidup sabar, pemaaf dan baik sangka.

Oleh karena itu, teruskan perjalananmu hingga peripurna, meski keadaanmu belumlah sempurna. Sebab, bila engkau sudah memilih jalan hidup, semangatmu tak boleh redup. Jangan mengukur diri terlalu tinggi sebab anugerah-Nya tak datang secara pasti. Bisa jadi banyak yang engkau dapat meskipun perjalananmu kadang tersendat.Jika tiba-tiba engkau merasakan keajaiban, sadarilah bahwa itu kemurahan Allah, sumber kegaiban.

Sejalan dengan apa-apa yang telah mengingatkan kita, maka dibawah ini terdapat prinsip sebagai kaidah dalam menumbuh kembangkan kedewasaan berpikir dalam rohaniah, sosial, emosional dan intelektual melalui kekuatan 7M (Membaca, Menterjemahkan, Meniliti, Mengkaji, Menghayati, Memahami, Mengamalkan) sbb.

Pertama, Pahami dengan 7M hal yang terkai dengan kekuatan pikiran kita dari yang tidak tahu menjadi tahu dengan landasan yang kuat dari kebiasaan berpikir yang disebut dengan „Ketaatan“ disatu sisi disisilain mnjalan kekuatan berpikir „Positip“. Dengan dua kekuatan berpikir diatas dapat menuntun kita dalam bersikap dan berperlaku untuk menolak kebiasan berpikir „Maksiat“ dan Negatif“

Kedua, Pahami dengan 7M hal yang terkait dengan potensialitas murni dimana sember segala penciptaan adalah unsur jiwa (keadaran, kecerdaan, akal) murni, dengan potensialitas murni yang mencari pengungkapan dari tidak berwujud menjadi berwujud. Dan apabila kita menyadari bahwa diri kita yang sejati adalah suatu potensialitas murni, kita menyelaraskan diri dengan kuasa yang menyebabkan sesgala sesuatu di jagat raya ini menjadi berwujud.

Wujudnya aku berjanji untuk melaksanakan dengan 1) Aku akan membuka hubungan dengan medan potensialitas murni dengan waktu yang selalu teredia ; 2) Siap melaksanakan komunikasi dengan alam dan mampu menciptakan kreativitas ; 3) Menuntun sikap mampu untuk menahan diri.

Ketiga, Pahami dengan 7M hal yang terkait dengan Memberi dan Menerima, sebab jagat raya bertindak, berfungsi, melalui pertukaran yang dinamis. Oleh karena itu, diperlukan suatu komitmen yang mendalam dalam diri sendiri untuk menjalankan kaidah ini dengan 1) Kemanapun aku pergi dan siapapun yang kujumpai aku akan memberikan sesuatu ; 2) Menumbuhkan perasaan bertirima kasih egala pemberian dari kehidupan kepadaku ; 3) Aku berjanji akan senantiasa menjaga kelancaran sirkulasi kekayaan dalam hidupku dengan cara memberi dan menerima.

Keempat, Pahami dengan 7M hal yang terkait dengan „Karma“ atau sebab dan akibat, oleh karena itu aku harus memiliki komitmen untuk melakukan secara konsisten dengan 1) Aku akan tahu bahwa cara terbaik untuk menyiapkan diri bagi setiap saat di masa depan adalah dengan bersikap dan berperilaku insaf sekarang ; 2) Apakah pilihan ini akan mendatangkan kepuaan batin dan kebahagian bagiku dan juga bagi orang-orang yang terkena pengaruh pilihan ini ? ; 3) Meminta bimbingan hati memungkinkan aku melakukan pilihan tepat secara spontan bagi diriku sendiri serta semua yang ada di sekelilingku.

Kelima, Pahami dengan 7M hal yang terkait dengan Niat dan Hasrat, oleh karena itu pada setiap niat dan hasrat terkandung perangkat pengabulannya, sehingga di medan potensialis murni memiliki daya pengaturan yang tak terhingga, sehingga aku melangkah dengan daya kemauan yang kuat untuk 1) Aku rumuskan dalam daftar catatan apa yang aku pikirkan untuk penuntun dalam melangkah ; 2) Aku serahkan untuk mewujudkan atas kebesaran Allah dalam rancangan alam semesta yang jauh lebih besar lagi daripada yang kuniatkan ; 3) Aku akan menerima saat kini seperti adanya dan memanifestasikan masa depan melalui niat-niat dan hasrat-hasrat yang terdalam.

Keenam, Pahami dengan 7M yang terkait dengan kekuatan membangun kepribadian secara utuh yang tidak terpengaruh oleh lingkungan yang menyesatkan, oleh karena itu aku melangkah dalam 1) Aku akan berpartisipasi dalam segala hal dengan keterlibatan tanpa terpengaruh ; 2) Kuingat melalui kebijaksanaan dari ketidakpastian akan kutemukan kamannku ; 3) Ketika aku melangkah masuk ke medanegala kemungkinan, aku akan mengalami egala keasyikan, petualangan, keajaiban dan misteri kehidupan.

Ketujuh, Pahami dengan 7M yang terkait dengan tujuan hidup dalam menempuh perjalan hidup abadi sebagai suatu bakat khusus untuk diberikan kepada orang lain kita akan mengalami kegairahan dan kegembiraan roh kita sendiri yang merupakan tujuan tertinggi dari segala tujuan, oleh aku ingatkan dalam pikiran untuk melangkah dalam 1) Aku akan membawa unsur jiwa berupa kesadaran, kecerdasan dan akal sebagai sesuatu eksistensi yang kekal di tengah-tengah pengalaman yang terikat pada waktu ; 2) Aku mengekspresikan bakat tersembunyiku dan memanfaatkannya demi kepentingan umat manusia, perjalanan waktu tak akan relevan bagiku dan aku akan menciptakan kelimpahruahan dalam hidupku serta kehidupan orang lain ; 3) Aku akan bertanya pada diri sendiri setiap hari dengan cara bagaimana aku bisa berbakti ?

3. PENUTUP

Mengendalikan kehidupan, memerlukan seperangkat ilmu dan pengetahuan sebagai sahabat yang setia bagi teman hidup sampai kepada penghabisan umur kita.

Oleh karena itu, renungkan apa yang terungkap bahwa hidup anda dibentuk oleh pikiran anda sendiri, sehingga bangunlah kehidupan anda tanpa topeng kepalsuan dalam perjalanan hidup anda, untuk itu dengan pendekatan 7M anda harus mampu untuk menuntun dalam usaha-usaha pengendalian hidup. Ingatlah bahwa istana bukanlah pada rumah besar yang indah tetapi terletak dalam hati yang telah dapat sinar Illahi.

Dengan memahami ungkapan diatas, maka kaidah-kaidah yang telah kita paparkan dan dijalankan langkah-langkah meruapan prinsip-prinsip berdaya tinggi yang memungkinkan anda meraih penguasaan atas diri sendiri.

Itu berarti teruskan perjalananmu hingga paripurna, meski keadaanmu belum sempurna, sebab bila anda sudah memilih jalan hidup, semangatmu tak boleh redup.

Ingatlah bahwa bila Allah telah membuatmu mapan maka akan banyak buah yang engkau simpan. Panenlah setiap buah dari kedudukan dalam kedewasaan berpikirmu yang anda tumbuh kembangkan. Tapi ingat jangan terlalu berbangga diri karena engkau bisa dibuat-Nya rendah diri, hadirlah diantara makhluk-Nya dengan rendah hati agar terjagalah kebaikanmu yang telah tumbuh subur di hati. Ingatlah bahwa yang datang dari hati akan sampai ke hati, oleh karena itu berhati-hatilah ucapan ebab hati bagaikan tanah serapan.

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.