Feeds:
Posts
Comments

PENDAHULUAN

Gambaran kedewasaan manusia ditentukan oleh kedewasaan berpikir dalam usaha-usaha secara berkelanjutan untuk membangun kedewasaan rohaniah, sosial, emosional dan intelektual kedalam bersikap dan berperilaku.

Oleh karena itu, setiap manusia dewasa dapat membayangkan tak ada dusun yang begitu sunyi sehingga tak dapat dicapai oleh sinar rembulan berkilauan, demikian juga tak ada seorang manusia pun yang tak dapat melihat kebenaran Ilahi dan tak memasukkannya ke dalam hatinya, asalkan ia membuka lebar-lebar jendela akal budinya, maka disitulah manusia dituntut untuk memanfaatkan kekuatan berpikir melalui “otak dan hati” yang didukung oleh kekuatan modal spiritual kedalam kedewasaan rohaniah.

Bertolak dari pikiran diatas, manusia harus mampu memfungsikan alat pikiran berupa “kesadaran, kecerdasan dan akal” secara terintergrasi kedalam proses berpikir. Bila hal tersebut terjadi, maka seseorang tidak boleh berambisi untuk menjadi pemimpin kecuali ia memiliki potensi “modal spiritual” sehingga ia mampu menuntun dalam bersikap dan berperilaku dalam kehidupan masyarakat.

Jadi modal spiritual memberikan daya dorong yang kuat kedalam “kedewasaan rohaniah” agar mampu memotivasi kedalam kedewasaan sosial, emosional dan intelektual. Dengan begitu ia memahami sepenuhnya makna “jabatan” dalam hidupnya dalam usaha-usaha untuk mengaktualisasikan “manusia siapa, darimana dan kemana?”

Dengan memahami sepenuhnya makna uraian diatas, maka dalam usaha mewujudkan kedewasaan hidup manusia sangat ditentukan kemampuan manusia memfungsikan modal spiritual kedalam alat berpikir, apa yang disebut dengan “kesadaran, kecerdasan dan akal” kedalam proses berpikir yang terintergrasi dalam memecahkan semua persoalan dianutnya, misalkan sebagai muslim, maka kewajiban berpegang tegug kepada Qur’an dan Sunnah.

Bertolak dari pemikiran yang kita uangkapkan diatas, maka yang kita maksudkan dengan “MODAL SPRITUAL” adalah semangat jiwa yang menuntun keseimbangan amalan bathin yang lebih tinggi dengan amalan lahir dalam memberikan arah kekuatan pikiran untuk mengaktualisasikan kesadaran, kecerdasan dan akal kedalam sikap dan perilaku dalam kehidupan manusia.

Jadi modal spiritual adalah pondasi untuk meletakkan “sistem pikiran” dalam kehidupan manusia untuk tumbuh dan berkembang kedalam pemahaman “input berpikir” kedewasaan rohaniah, sosial, emosional dan enteletual, agar membentuk “proses berpikir yang sejalan dengan “output berpikir” dari jiwamu dan sempurnakanlah keutamaannya. Continue Reading »

PENDAHULUAN

Bertolak dari landasan berpikir bahwa modal spiritual dapat memberikan daya dorong dalam membangun semangat jiwa tanpa topeng kepalsuan, haruslah setiap manusia menyadari sepenuhnya apa arti kehidupannya. Oleh karena itu, untuk mengingat siapa, darimana dan kemana manusia itu, perlu diingatkan jiwanya melalui pemahaman apa-apa yang kita ungkapkan dibawah ini :

• Tambang emas dalam diri anda adalah pikiran anda. Anda dapat menggali sepuas anda inginkan.
• Kalau anda ingin maju maka lihatlah tiap-tiap perkembangan perubahan situasi. Di sana ada kesempatan untuk karirmu.
• Jangan dibunuh sainganmu agar engkau sendiri tidak kehilangan semangat bersaing “ (Abdullah Masrur. M.H.)
• Berilah kegembiraan hati barang sesaat, karena hati itu kalau terlalu penat menjadi buta.
• Bekerjalah bagi kehidupanmu, seakan-akan kamu akan hidup selamanya, dan beribadahlah kepada tuhanmu seakan-akan kamu akan mati besok.
• Musuhmu yang paling besar ialah dirimu sendiri yang ada dalam badanmu.
• Kamu akan dipandang sebagai orang hidup, jika hidup itu kamu isi dengan kesungguhan kerja, dan kamu tidak mau diseret oleh kemalasan.
• Sesungguhnya Allah menjadikan rejekiku, dibawah bayang-bayang usahaku.
• Tidaklah sempurna iman seseorang apabila ia belum bisa mencintai sesamanya seperti mencintai dirinya sendiri.
• Barangsiapa yang tidak mempunyai rasa kasih sayang, tidaklah pula akan dikasihi orang.
• Berbuatlah baik kepada orang yang tidak baik. Andaikata anda berbuat baik kepada orang baik, anda telah melaksanakan sesuatu yang tepat. Tetapi jika anda berbuat baik kepada orang yang tidak baik maka anda tetap orang baik.
• Sekiranya kamu tidak akan dapat memberikan kelonggaran kepada orang baik dengan hartamy, berilah mereka kelonggaran dengan wajahmu yang berseri-seri disertai akhlaq yang baik.
• Yang amat dikasihi kamuoleh Allah, ialah mereka yang menjinakkan hati orang lain dan yang dijinakkan hatinya oleh orang lain dan yang amat dimarahi kamu oleh Allah ialah orang-orang yang menyiar-nyiarkan kabar fitnah, yang mencerai-berikan diantara sesama saudara.
• Agama itu akal, dan tidak ada agama bagi siapa yang tidak berakal.
• Surga itu berada di bawah telapak kaki ibu.”( Muhammad SAW) Continue Reading »

PENDAHULUAN

Anda sedang memilih pemikiran-pemikiran yang menciptakan keadaan anda berarti keadaan yang akan membentuk kehidupan anda. Oleh karena itu, gunakanlah alat pikir anda untuk membayangkan kesadaran, kecerdasan dan akal akan berfungsi selama anda bekerja. Dengan kata lain anda dapat membayangkan bahwa alat pikir anda seolah-olah sangat produktif, maka anda mengikuti cara-cara orang percaya diri, orang akan  selalu memandang anda.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka keberhasilan adalah kondisi pikiran, sehingga jika anda ingin berhasil mulailah membayangkan diri anda sebagai orang yang berhasil, dengan begitu anda dapat mengungkit bakat yang anda memiliki, yang menjadi masalah adalah keberanian untuk mengikuti bakat tersebut ke tempat gelap ke mana ia menuntun.

Suatu hal hal yang tidak dapat dimungkiri bahwa pendapatan, status, kasta pendidikan , cara dibesarkan, lingkungan, keluarga dan banyak keadaan yang lainnya akan mempengaruhi  dan bahkan menjadi penentu tempat anda dalam kehidupan, akan tetapi siapakah yang menciptakan keadaan-keadaan tersebut ? Apa yang anda pikirkan, cobalah renungkan kembali dampak pemikiran terhadap keadaan.

Bertitik tolak dari hal-hal yang kita utarakan diatas, sadarilah bahwa pemikiran-pemikiran anda sendirilah yang membentuk karekter anda, menciptakan keadaan anda, dan menentukan masa depan anda pada akhirnya. Oleh karena itu, cobalah anda gerakkan makna “OTAK” (orang, tawakal, amanah, kerja) dalam membayangkan diri anda di ambang pintu keberhasilan yang tidak tertandingi, dengan begitu kehidupan utuh yang penuh kemuliaan terhampar di hadapan anda, sehingga ungkitlah pikiran anda untuk berani bermimpi, maka disitulah anda untuk mencapainya.

Jadi keadaan dan lingkungan eksternal kehidupan anda adalah berhubungan langsung dengan kondisi internal anda. Yang menjadi masalah adalah yang mungkin anda pelajari hal-hal yang berkaitan dengan keberhasilan, kemakmuran dan kebahagian menjadi satu dalam pemikiran dan karekter anda. Dengan begitu anda akan membayangkan visi anda muliakan dalam pikiran anda, idealisme yang anda hayati dalam hati anda, kesemuanya itu menjadi daya dorong dalam usaha membangun hidup anda, sehingga anda dapat melakukan apa yang anda pikir dapat anda lakukan, begitu pula sebaliknya.

Dengan demikian, setelah mengambil keputusan, cepatlah bertindak yang sejalan kemampuan anda untuk menuntun daya ingatan anda untuk mengungkit setiap panggilan hidup itu besar jika dikejar dengan baik. Itulah yang disebut makna perjalanan hidup anda ditentukan oleh pikiran anda. Continue Reading »

PENDAHULUAN

Kita menyadari sepenuhnya bahwa melaksanakan perubahan bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan tapi mudah diucapkan, oleh karena itu belajarlah menghargai diri sendiri sebagaimana anda saat ini akan memberikan keberanian untuk berubah dan berkelanjutan dengan bertolak dari menerima masa lampau anda dan melihat bagaimana masa lampau membentuk hidup anda hari ini.

Hari ini dengan modal kedewasaan berpikir anda mengikuti tuntutan perubahan dengan membangun kebiasaan yang produktif untuk menuntun anda dalam usaha mengharapkan kebaikan baru dalam hidup anda, dan anda bersyukur untuk kebaikan yang telah engkau taruh ke dalam hidup anda.

Dengan kekuatan pikiran anda untuk menyesuaikan diri dari tuntutan perubahan, berarti anda mulai memikirkan untuk menerima perubahan dan menerimanya sebagai bagian penting dari pertumbuhan dan perkembangan yang anda bangun dengan komitmen. Oleh karena itu yakinlah anda tidak sendirian dan dapat menghadapi apa pun dengan suatu pertolongan kekuatan yang lebih tinggi sebagai hidayah dari Allah Swt. Inilah yang dikatakan memiliki modal kedewasaan berpikir.

Modal kedewasaan berpikir akan tumbuh dan berkembang pada setiap manusia, apabila potensi otak manusia dapat dimanfaatkan dari dua sudut pandangan artinya pertama memahami makna otak dari phisik yang terkait dengan otak atas (kiri dan kanan) dengan fungsi “otak kiri” menangani angka, logika dll., yang memerlukan pemikiran rasional, dan “otak kanan” memfokuskan diri pada rupa dan bentuk, warna-warni dan kelembutan mengabaikan ukuran dan demensi menjadi kreativitas, imajinasi.. Otak bawah adalah otak bawah sadar. Dia mengendalikan emosi, sikap insting seseorang. Kedua pandangan dari sudut rohaniah dengan mengurikan huruf menjadi kata bermakna.

Dengan mendalami makna otak yang kita utarakan diatas, maka potensi otak pada manusia dapat mendukung untuk meningkatkan modal kedewasaan berpikir kedalam fungsi rohaniah, sosial, emosi dan intelektual. Kekuatan berpikir yang digerakkan oleh empat unsur diatas, maka dengan mengharapkan kebesaran Allah Swt. Untuk dapat memahami bahwa dengan kehendakNya bagi anda adalah untuk merealisasikan potensi anda sepenuhnya. Oleh karena itu dengan modal kedewasaan berpikir yang juga menjadi kekuatan dalam membangun kebiasaan yang produktif, maka hari ini anda melepaskan pengalaman yang menyakitkan dan memahami tujuan apa yang dibawa oleh pengalaman itu dalam proses pertumbuhan anda.

Jadi membangun jati diri dengan modal kedewasaan berpikir berarti menerima perubahan sebagai suatu kebutuhan dalam usaha untuk meningkatkan kebiasaan yang produktif dengan ditopang penguasaan ilmu sebagai informasi, pengetahuan sebagai keterampilan dan keinginan yang dilandasi dengan niat agar memiliki kemampuan untuk mengubah cara berpikir dalam mewujudkan wajah baru dalam perjalanan hidup anda. Itulah sebuah keberanian dan keyakinan anda agar anda dapat menuntun kekuatan sikap dan perilaku. Yang penting dalam perjalanan hidup ini, bukanlah apakah anda tidak mampu menerima perubahan, melainkan apakah anda bangun kembali untuk berusaha berubah. Continue Reading »

PENDAHULUAN

Bermain golf mengajarkan saya, bagaimana saya agar dapat menumbuhkan percaya diri sebagai suatu cara untuk menumbuh kembangkan jiwa tanpa topeng kepalsuan. Oleh karena itu, ingatlah bahwa sikap postip menghasilkan persepsi positif dan mengubah situasi menjadi lebih baik.

Tentu saja diperlukan pemahaman yang mendalam dengan hal-hal yang terkait dalam suatu pikiran untuk melepaskan kebelengguan dari pandangan hidup yang tidak ingin memulai sutu proses perubahan dari diri anda sendiri. Seperti halnya kita bermain glof yang dapat merubah untuk meretas jalan menjadi diri sendiri, sudah tentu hal tersebut tumbuh dan berkembang sangat bergantung bagi setiap orang yang mau memikirkan makna dari kekuatan dalam mencari “memikirkan kemungkinan” untuk berubah. Contoh yang sederhana dalam bermain golf dalam menghitung hasilnya, pernahkah anda memikirkan suatu kebiasaan untuk menghitung yang benar, untuk tidak berbohong.

Dengan demikian untuk meretas jalan menjadi diri sendiri, diperlukan keberanian untuk mengubah cara pandang dalam mewujudkan “bagaimana melepaskan kebelengguan dari pandangan hidup” sebagai sesuatu yang harus kita pikirkan terus, olehh karena itu hanya diperlukan satu pikiran positif, jika diberi kesempatan untuk bertahan, untuk dapat kita mengalahkan seluruh pasukan pikiran negatif, maka disitu letak kesiapan untuk dapat melupakan masa lalu, sehingga tiap saat adalah awal yang baru.

Jadi begitu pentingnya untuk membangun kebiasaan yang produktif (ilmu sebagai informasi, pengetahuan sebagai keterampilan, keinginan sebagai daya dorong), yang harus kita tumbuhkan dalam pandangan hidup ini, tanpa kesadaran tersebut sangat sulit kita keluar dalam usaha melepaskan kebelengguan dari pandangan hidup.

Dapatkah anda membayangkan bahwa “kesulitan tidak selalu kesulitan”, melainkan kesulitan seringkali merupakan jalan Tuhan untuk membuat kita berlutut, diam, berdoa, bekerja lebih keras atau mulai dari awal lagi dalam rangka usaha kita meretas jalan menjadi diri sendiri, oleh karena itu pikirkan terus bahwa kehidupan ini adalah sebuah cermin, ia memantulkan kembali bayangan dari apapun yang kita letakkan di depannya, sehingga diperlukan keberanian sebagai sesuatu yang selalu dapat anda pilih untuk melepaskan kebelengguan dari pandangan hidup untuk dapat menyesuaikan diri yang sejalan dengan kebutuhan perubahan itu sendiri.

Bertolak dari pemikiran yang kita kemukakan diatas, maka sadarilah bahwa tidak ada kesalahan yang mematikan kecuali anda menjadikannya begitu, maka disitulah letak “keberanian” memainkan peran penting untuk mengungkit kekuatan pikiran dalam melepaskan kebelengguan untuk menghadapi tantangan masa depan.

PERUBAHAN DIMULAI DARI KEMAMPUAN MENGGERAKKAN ALAT
PIKIRAN SEBAGAI SUATU KEKUATAN MENEMUKAN JATI DIRI

Bila anda ingin melepaskan diri dari kebelengguan dengan tujuan anda ingin meretas jalan menjadi diri sendiri, maka coba oleh anda bayangkan seandainya anda seorang perokok, bagaimana anda bisa melepaskan diri dari pandangan hidup anda bahwa merokok memiliki nikmat dalam kesadaran inderawi artinya pandangan hidup anda menjadi suatu kebiasaan untuk terus merkok, walaupun anda telah dingatkan oleh fatwa tenang merokok. Inilah suatu ujian, mampukah anda menemukan tentang diri anda yang sejalan dengan keinginan berubah yang digerakkan oleh kekuatan pikiran anda sendiri, maka disitulah letak anda ingin membangun suatu kebiasaan yang produktif.

Membangun kebiasaan yang produktif haruslah bertolak dari keinginan dengan landasan niat yang kuat yang ditopang oleh penguasaan ilmu dan pengetahuan sehingga perubahan secara radikal dalam berpikir dapat terjadi, bila yang bersangkutan melepaskan diri suatu pandangan hidup yang meterialistik yang mendorong orang dalam tingkat dengan kesadaran inderawi, oleh karena itu setiap manusia ingin memeluk suatu agama juga bertolak dengan akal sehat untuk membuat suatu keputusan berdasarkan pertimbangan –pertimbangan dari hasil olahan kecerdasannya.

Jadi bila ada keinginan untuk berubah, ada seribu cara untuk bangkit tetapi bila tidak juga terdapat seribusatu cara untuk menghalanginya. Dengan pikiran itu cobalah anda bangkit untuk membangkitkan kemampuan anda dalam memahami diri anda sendiri serta pengaruh lingkungan diluar diri anda. Itu berarti dengan kesadaran ia melihat melalui fungsi fanca-inderanya, maka segala sesuatu ia memandang menjadi terdeteksi hanya berdasarkan panca-ineranya, sehingga mendorong yang bersangkutan terjebak oleh pola pikir materialistik.

Bertolak dari pikiran diatas, maka kekuatan pikiran juga digerakkan oleh alat pikiran yang disebut dengan kecerdasan, sehingga kesadaran saja menjadi tidak berguna dalam proses berpikir, bilamana tidak dibantu kecerdasan yang mendorong orang memulai satu kekuatan untuk memikirkan kemungkinan untuk melaporkan kepada anda keadaan perkara dan hubungannya, apakah ada bahaya dan bagaimana menghindarkan atau menghilangkannya.

Selanjutnya dengan menggerakkan kekuatan akal dalam proses berpikir, akan menjawab dari hasil pemikiran kecerdasan sehingga dengan akal mempersoalkan dimana letak bahayanya, macam bahaya, kapan terjadi dan atau apakah berlangsung terus, dan bagaimna mengindarinya, itulah peran akal menjawab.

Dengan demikian usaha untuk menemukan jati diri terletak dari ketiga unsur jiwa, yang kita sebut sebagai alat pikir (kesadaran, kecerdasan, akal) dimana ketiga unsur harus digerakkan dalam suatu proses saling mengisi artinya kita tidak dapat menyebutkan yang satu dengan meninggalkan dua yang lainnya.

MENEMUKAN JATI DIRI UNTUK MELAKUKAN PERUBAHAN

Sebagai manusia, kita memahami, „siapa, darimana dan kemana“?. Jawabannya terletak seberapa jauh anda mau berpikir. Mengerakkan kekuatan berpikir berarti anda berusaha mengaktualisasikan „otak“ sebagai sumber penggerak yang tidak terbatas dengan menggambarkan dan membayangkan sesuatu dalam pikiran. Setiap hari dalam kehidupan anda akan berpikir, sudah tentu bila anda menghadapi suatu masalah, maka anda akan berpikir dalam katagori yang bersungguh-sungguh berarti menjalankan pikiran, memperkembangkan alat berpikir (kesadran, kecerdasan, akal) agar mampu menghadapi dan memecahkannya.

Oleh karena itu dalam menemukan jati diri anda, harus ada kemampuan menggerakkan kemampuan berpikir dengan memanfaatkan otak (kiri dan kanan) sebagai alat pikir dan otak bawah sebagai alat menghayati, maka berpikir disini terwujud dari proses mental yang sadar.

Sejalan dengan pemikiran diatas, maka diperlukan pemahaman atas pola proses berpikir yang disebut dengan 1) Berpikir biasa yaitu bergaul dengan pengalaman-pengalaman inderawiah untuk membentuk ketahuan-ketahuan kita ; 2) Berpikir logis yaitu suatu teknik penalaran untuk dapat menarik kesimpulan yang korek ; 3) Berpikir ilimiah yaitu berpikir secara sistimatis, metodis, dan objektif dalam rangka mencapai kebenaran dalam ilmu pengetahuan ; 4) Berpikir filsafat yaitu berpikir dialektis yang terarah untuk mendapatkan kebenaran yang haikiki, intergral dan universal ; 5) Berpikir theologis yaitu corak berpikir untuk mendekati kenyataan apa yang ada di sekitar kita dan yang ada pada diri kita sendiri dalam usaha mencapai epastian (keyakinan) tentang ke Esaan Tuhan.

Secara sekilas telah kita utarakan fungsi alat pikir (kesadaran, kecerdasan, akal) yang harus kita manfaatkan untuk menggerakkan kekuatan pola proses berpikir yang kita sebutkan diatas. Perlu kita sadari bahwa kualitas akal dan kesadaran yang baik akan menunjukkan gambaran fungsi jiwanya baik, sebaliknya bila jelek maka jiwanya juga jelek. Oleh karena itu, perlu kita pahami bahwa jiwa adalah sesuatu di dalam diri kita yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan kualitas seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan kedewasaan seorang manusia. Jadi kekuatan untuk mengungkit pola proses berpikir ditentukan pula kekuatan dari perasaan positif selalu datang kembali, mereka selalu kembali untuk menempatkan sinar matahari dalam kehidupan kita, sehingga kebutuhan untuk membangun „kebiasaan yang produktif“ merupakan pondasi dalam proses penyempurnaan makna „jiwa“ dalam arti manusia bisa membersihkan jiwanya atau mengotorinya.

Dengan demikian anda dapat berpikir secara negatif atau positif. Jika anda pemikir positif anda akan mendasari keputusan anda dengan keyakinan bukan ketakutan, dengan demikian bahwa anda memahami bahwa hidup bukanlah semata-mata bernafas, melainkan bertindak, memanfaatkan organ-organ tubuh kita, kemampuan kita, semua bagian diri kita yang memberikan perasaan eksis kepada kita. Jadi hidup anda dibentuk oleh pikiran anda sendiri, sehingga yang anda lakukan adalah mempersiapkan diri hingga anda tahu dapat melakukan apa yang harus anda lakukan, maka distulah letak keberanian anda untuk menemukan jati diri dengan melakukan perubahan dalam pola hidup anda.

Sejalan dengan pemikiran diatas, maka timbullah keinginan untuk mengaktualisasi kebiasaan yang produktif melalui makna „Otak Dalam Pandangan Berpikir Rohaniah” sebagai satu pendekatan untuk menggugah perubahan sikap dan perilaku dalam kehidupan. Oleh karena itu dalam perjalanan hidup yang singkat ini sebagai manusia yang diciptakan oleh Allah Swt, maka ia harus mampu berpikir tanpa ada keragu-raguan bahwa orang harus mau hidup dan harus tahu bagaimana meninggalkan dunia yang fana ini.

Sejalan dengan pemikiran tersebut diatas marilah kita menyimak satu ungkapan “Tidak ada bahan lain untuk surga dan neraka bagi manusia setelah mati, kecuali atas amal perbuatannya selagi di dunia”. Oleh karena itu manfaatkan makna “OTAK” karena kita sadar bahwa segala tempat dapat dipenuhi oleh isinya selain dari tempat ilmu.

Tempat ilmu makin diisi makin bertambah besarnya. Tempat ilmu ialah di akal. Semakin bertambah ilmu semakin terasa kebodohan kita. Orang yang merasa diri pandai ialah orang tidak menambah pengetahuan.

Akhirnya kita menyadarinya bahwa air laut bila ditimba akan kering, tapi lautan ilmu pengetahuan, kian ditimba kian bertambah airnya, itulah suatu kenyataan bila kita terus menerus membangun kebiasaan yang produktif, sehingga secara bertahap manusia sadar untuk meningkatkan kesadaran dari tingkat yang paling rendah (kesadran inderawi) menuju satu tingkat yang lebih tinggi (kesadaran rasional / ilimiah). Dengan tingkat pemahaman yang mendalam dalam kedewasaan rohaniah, maka manusia dalam menuju perjalanan hidup yang abadi akan berusaha merubah menjadi kesadaran yang lebih tinggi lagi yang dapat dicapai sebagai manusia biasa (kesadaran rohaniah) melalui apa yang disebut dengan mengaktualisasikan pemahaman „OTAK“ kedalam kehidupan dimana manausia sadar diperlukan suatu pendekatan untuk melakukan perubahan.

Untuk mengungkit kekuatan pikiran, maka makna „OTAK“ dibayangkan sebagai suatu pemahaman dari unsur kata yang bermakna yaitu „(O)RANG“ menjadi (O)rgan, (R)oh, (A)kal, (N)afsu, (G)olongan ; „TAWAKAL“ menjadi (T)aat, (A)qidah ; (W)ahyu ; (A)llah ; (K)itab ; (A)l Qur’an ; (L)ailatul qodar ; „AMANAH“ menjadi (A)mal, (M)artabat, (A)khlak, (N)asib, (A)zab, (H)ari ; „KERJA“ menjadi (K)ebajikan ; (E)nergi ; (R)asional ; (J)anji ; (A)dil

Pendekatan melalui pemhaman dari huruf menjadi kata bermakna diatas, merupakan suatu usaha mengungkit kekuatan pikiran sebagai seorang yang memeluk agama Islam, maka dengan jiwa bersih akan mampu menggerakkan pikiran positif dan bukan kekecewaan, ada harapan akan kedamaian, maka disitu ada tantangan baru untuk mendorong anda menemukan jati diri anda, bila ada kemamuan untuk merubah sikap dan perilaku yang sejalan dengan tuntutan perubahan kesadaran inderawi ke rasional / ilimiah ke rohaniah, maka pikirkan terus bahwa kemana pikiran melayang, kesitu energi mengalir, maka pintu mata hati selalu terbuka.

DAYA DORONG MENGUNGKIT KEKUATAN PIKIRAN

Mampukah anda melepaskan kebelengguan dari pandangan hidup, tidak ada sesuatu hal yang tidak mungkin jika manusia mampu memahami makna „jiwa tanpa topeng kepalsuan“ berarti anda juga memahami atas makna „Hidup dan Mati“

Oleh karena itu, pandangan hidup dan mati dalam islam merupakan dua kata dalam mengungkapkan hihmak berpikir untuk menentukan kadar iman dan amal manusia dalam kehidupan beragama dimana manusia mengungkapkan keyakinan dan kepercayaan yang terkait dalam „siapa, darimana dan kemana manusia“ itu ?

Sejalan dengan pemikiran diatas, maka dalam kehidupan ini kita dihadapkan pada kehidupan di dunia bahwa kemampuan berpikir menentukan pula sikap dan perilaku manusia menjunjung arti keyakinan dan kepercayaan atas kebesaran Allah, oleh karena itu maka pembicaraan, perbuatan dan kebiasaan akan menunjukkan kepribadian manusia. Jadi kepribadian akan menggambarkan tingkat kedewasaan manusia memandang masalah hidup dan mati yang terkait dengan harapan dan ketakutan kepada Allah.

Jadi sebagai daya dorong mengungkit kekuatan pikiran dalam usaha meretas jalan menjadi diri sendiri, maka manusia sebagai kita adalah makhluk pilihan dan kita memiliki kemampuan untuk memilih bagaimana kita akan bereaksi terhadap suatu kedaan seperti yang telah telah kita utarakan mengenai merokok dan bermain golf. Dengan pemahaman itu, mungkinkah anda melakukan perubahan untuk menemukan jati diri anda. Dalam hal ini tidak ada yang tidak mungkin. Buang kata „tidak mungkin“ dari perjalanan hidup anda.

Bertolak dari suatu pemikiran perjalanan hidup abadi, maka anda mencoba mencari bentuk daya dorong mengungkit kekuatan pikiran sebagai sesuatu usaha bahwa saat segala sesuatunya di luar kendali, ingatlah anda dapat mengendalikan reaksi anda melalui pemahaman atas makna „hidup dan mati“ sebagai suatu pendekatan untuk menggugah jiwa anda untuk memikirkan kemungkinan bahwa ingatlah anda hidup terus, sehingga saat anda berpikir anda telah menjalankan semua kemungkinan, ingatlah ini bahwa anda belum menjalankan semuanya, itulah perubahan yang harus anda pikirkan terus.

Bayangkanlah oleh anda mengenai makna „HIDUP“ dan „MATI“ untuk menjawab „siapa, darimana dan kemana manusia ?“. Dengan menggerakkan kemungkinan pikiran sebagai suatu kekuatan dalam mengaktualisasikan makna „OTAK“ seperti yang telah kita ungkapkan dari unsur menjadi kata bermakna agar menjadi pedoman untuk membangun kebiasaan yang produktif, sehingga secara sadar anda akan terlibat dengan pemikiran yang terkait dengan kemampuan melaksanakan perubahan yang dimulai dari diri anda sendiri. Oleh karena itu, cobalah anda renungkan makna „HIDUP“ menjadi (H)ijrah ; (I)nsyaf ; (D)urhaka ; (U)saha ; (P)ahala dan „MATI“ menjadi (M)alaikat ; (A)jal ; (T)akdir ; (I)stirahat.

Jadi dengan menghayati makna kata tersebut diharapkan dapat mengungkit kekuatan pikiran anda untuk menemukan makna jiwa tanpa topeng kepalsuan sehingga anda mampu melihatkan kesalahan dan kelemahan anda dan percayalah bahwa anda akan memperbaiki diri anda sendiri dalam meretas jalan menjadi diri sendiri.

Bertolak dari pemahaman huruf menjadi kata bermakna, maka akan mendorong atas kemampuan anda untuk merasa tenang berbanding langsung dengan kemampuan anda untuk mempercayai kehidupan, maka disitulah letak perubahan dalam melepaskan keblengguan dari pola hidup sebagai ketakutan muncul dari keyakinan bahwa anda tidak berdaya seperti anggapan seorang perokok, kalau tidak merokok badan menjadi gemuk, oleh karena itu pikirkan terus bahwa tidak ada kesalahan yang mematikan kecuali anda menjadikannya begitu.

PENUTUP

Apa yang diungkapkan diatas merupakan inspirasi dalam usaha menemukan jati diri, oleh karena itu akan bergantung kepada sikap mental anda sendiri bahwa suatu keberhasilan dalam melakukan perubahan sikap dan perilaku menuntut optimisme, keyakinan, ketenangan, penguasaan diri, keberanian, keceriaan, imajinasi, inisiatif, toleransi, imajinasi, kejujuran, kerendahan hati, kesabaran dan antusiasme, yang semuanya harus dibina dalam kebiasaan yang produktif (ilmu sebagaiinformasi, pengetahuan sebagai keterampilan dari pengalaman dan keinginan berlandaskan niat).

Dengan bertolak dari pikiran diatas berarti kita juga menyakini benar bahwa seperti halnya untuk melakukan perubahan kesadaran dari tingkat yeng terendah menuju ke tingkat yang lebih tinggi memerlukan keyakinan bahwa beragama dengan akal sehat. Tanpa kedewasaan berpikir sulit anda membayangkan untuk membangkitkan di dalam diri orang lain yang terkait dengan sikap dan perilaku yang sama seperti yang anda miliki terhadap mereka.

Untuk mengungkit hal-hal yang kita sebutkan diatas diperlukan suatu pendekatan yang dapat memberikan daya dorong dalam proses berpikir yang kita sebut memahami makna dari unsur kata menjadi suatu untaian kalimat yang bermakna, maka disitu ada jalan untuk mengungkit kekuatan berpikir dalam usaha kebiasaan yang produktif untuk bersiap menyambut hari esok karena anda akan memiliki bagian untuk bermain di dalamnya sehingga hal yang terkait dengan kesulitan pasti berakhir.

PENDAHULUAN

Setiap orang akan berusaha untuk membangun kehidupan kerja yang berkelanjutan karena keyakinan setiap orang bahwa dunia kehidupan ini tetap membutuhkan manuia untuk bekerja demi kebutuhannya sendiri.

Oleh karena itu, kebutuhan membangun kehidupan kerja yang bermakna berarti memiliki kebiasaan yang produktif karena pengusaan ilmu sebagai informasi, pengetahuan sebagai keterampilan dan keinginan sebagai suatu niat, sehingga memliki wawasan dan imajinasi untuk menciptakan kerja yang bermakna sebagai satu keyakinan diri sehingga mampu menunjukkan kemampuan saya dalam rangka memenuhi kebutuhan saya yang terkait dengan konstribusi apapun pekerjaan dan peran saya.

Kerja yang bermakna, menuntut melihat masa kini dan menatap masa depan, yang kadang kala diperlukan kecepatan menggerakkan kemampuan dalam melaksanakan dalam memikirkan kemungkinan yang sejalan dengan pribadi dan profesionalisme. Jadi dengan kekuatan pikiran, maka seseorang dengan kepribadiannya mampu membangun kehidupan kerja yang bermakna dengan memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan :
1)Tempat kita selalu berpijak akan selalu berupa ;
2)Ketidak pastian sebagai dampak dari gelombang perubahan serba komplek ;
3)Mendorong suasana hati untuk menyesuaikan dengan perubahan.

Dalam kondisi yang demikian, diperlukan kembali untuk menemukan diri, seandainya dalam pikiran ini tumbuh satu keyakinan bahwa menciptakan kerja yang bermakna diperlukan satu keberanian untuk menjawab pikiran-pikiran bahwa saya memiliki hal-hal yang mampu membakat semangat seperti 1) keluarga bahagia yang memberi dukungan ; 2) kemampuan mendengarkan dan mempengaruhi orang lain ; 3) kemampuan berpikir kreatif sehingga orang lain menghargainya ; 4) kesehatan dan kegemaran ; 5) pengalaman dan pendidikan yang dapat kebutuhan ; 6) kemampuan menikmati hal-hal kecil dan sederhana.

Bertitik tolak dari hal-hal yang kita kemukakan diatas, mendorong kita pada satu hal yang perlu kita hayati untuk memikirkan kemungkinan membangunkehidupan kerja yang bermakna untuk masa depan dengan keberanian mengambil resiko meskipun tidak tahu ke mana akan dibawa, oleh karea itu kemungkinkan memikirkan dengan melangkah dengan lebih sadar menuju apa yang sedang anda lakukan.

Untuk dapat menysuaikan dengan kebutuhan atas perubahan yang dikehendaki anda, maka sejalan dengan infrastrukturnya yang mendukung, anda akan sampai pada posisi saat ini dengan menjawab „Pekerjaan apa yang saya lakukan dengan baik ? Apakah saya mnikmatinya ? Bagaimana orang lain diuntungkan ? Apakah saya ingin mendalami dan melanjutkan melakukan pekerjaan yang saya lakukan dengan baik ? Continue Reading »

PENGANTAR

Cukup lama kami merenungkan pertanyaan yang disampaikan kepada saya dari Suhendar dhio @yahoo.co.id menanyakan sebagai berikut “tulisan bapak sangat bagus dan berguna untuk saya, saya ingin bertanya bagaimana membangkitkan organisasi yang sedang stagnan dan patah arah karena kehilangan manajemen lama ? tolong di jawab, terima kasih”

Tulisan dibawah ini merupakan jawaban atas pertanyaan tersebut diatas, dimana pada tulisan-tulisan kami yang terdahulu didasarkan suatu pendekatan yang disebut dengan “Problem Solving” dalam rangka melaksanakan perubahan yang berencana dengan tahapan identifikasi situasi, merumuskan masalah (kritis, pokok dan insidentil) ; analisis penyebab ; analisa solusi ; implementasi solusi.

Tulisan berikut berdasarkan suatu pendekatan dengan mendorong warga organisasi dapat berperan untuk memberikan konstribusi dalam perubahan yang disebut dengan “kebebasan untuk menjadi positip” yang didukung oleh keinginan yang disebut dengan “kebebasan untuk dikenal dalam hubungan ; kebebasan untuk didengar ; kebebasan untuk bermimpi dalam komunitas ; kebebasan untuk memilih dalam berkontribusi ; kebebasan untuk bertindak dengan dukungan”

Bertitik tolak dari pemikiran diatas, maka tulisan ini berdasarkan pendekatan yang disebut dengan “pengorganisasian manusia” dengan tahapan mengembangkan dan menumbuhkan kekuatan memikirkan kemungkinan dengan “apresiasi, apa yang ada ; imajinasi, apa yang mungkin ; menentukan, apa yang harus ; menyusun , apa yang dapat”

Mudah2an tulisan ini dapat memberikan manfaat untuk membangun kebiasaan yang produktif (ilmu sebagai informasi, pengetahuan sebagai keterampilan, keinginan sebagai dorongan niat.) untuk melaksanakan memikirkan kemungkinan dalam melakukan perubahan yang berencana dengan pendekatan baru yang kita sebut “kebebasan untuk menjadi positip” sebagai suatu model perubahan sikap dan perilaku yang mampu untuk menyesuaikan diri yang sejalan dengan tuntutan perubahan.

Salah satu pensyaratan yang penting dalam menerapkan pendekatan ini, adanya kesiapan untuk melaksanakan pelatihan secara berkelanjutan agar dalam tahap awal adanya kesamaan pola pikir untuk membangkitkan semangat agar setiap peran dalam organisasi mampu memberikan konstribusinya.

Jadi dengan pendekatan tersebut haruslah dipahami benar oleh CEO untuk menerapkan
secara berencana dengan mendapatkan dukungan dari semua pihak termasuk stakeholders sehingga diharapkan iklim oganisasi menjadi kondusif, dengan prinsip bagaimana sebaiknya kekuasaan dan wewenang ditata dalam budaya organisasi, dengan demikian organisasi menjadi fleksibel dan mudah di control, sejalan dengan tuntutan perubahan itu sendiri. Continue Reading »

PENDAHULUAN

Memasuki abad masyarakat pengetahuan dari masyarakat informa-si, maka dinamika informasi dalam era global sangatlah menentu-kan kemampuan masyarakat dalam mengikuti perubahan karena informasi dari satu negara dapat dikirim dan diterima oleh negara lain dalam waktu relatif singkat dan berkualitas artinya informasi yang relevan, tepat waktu dan akurat.

Informasi tersebut pada dasarnya sudah diolah artinya melalui proses pengolahan data termasuk pemrosesan, penyimpanan dan penyebarluasan data dengan bantuan teknologi informasi seperti teknologi komputer, telemkomunikasi dan jaringan. Pemrosesan data secara elektronik, dikenal dengan electric data processing dengan memanfaatkan komputer untuk diproses, kemudian disimpan secara elektronik dengan bantuan perangkat keras dan perangkat lunak komputer terutama basis data seperti CDS / ISIS, Database IV, Fox Pro, Oracle dsb. Data tersebut disimpan dalam bentuk elektronik seperti hard disk komputer, CD-ROM, atau magnetic tape. Sedang-kan penyebaran informasi dengan menggunakan sistem jaringan komputer seperti local area network (LAN), wide area network (WAN), intranet dan internet.

Dengan demikian, dialam era dunia tanpa batas, maka meningkatkan kemampuan dan mengikuti perkembangan kebutuhan informasi dalam perubahan menjadi era masyarakat pengetahuan memberi dayang dorong untuk kita memanfaatkan perkembangan teknologi informasi (IT / IS) dalam aplikasinya dalam mengumpulkan, mem-proses, menyimpan, mencari kembali dan menyebarluaskan data secara elektronik menghasilkan informasi yang berkualitas sesuai dengan keinginan pemakai.

Salah satu aplikasi yang hendak dirancang untuk memenuhi kebutuhan adalah model informasi organisasi sebagai perangkat management content system. Continue Reading »

LATAR BELAKANG

Satu hal yang tidak dapat kita mungkiri bahwa sukses oragnisasi untuk meningkatkan kemakmuran dalam abad 21 ditentukan oleh adanya usaha-usaha peningkatan nilai tambah sebagai kunci keberhasilan.

Penggerak nilai tambah yang sangat menentukan adalah ilmu yang bersumber dari informasi dan pengetahuan yang bersumber dari pengelaman. Informasi dan pengetahuan kita ibaratkan mata uang yang mempunyai dua sisi yang saling bergantung satu sama lain untuk membentuk menjadi bernilai.

Kita telah memasuki masyarakat informasi dan menuju masyarakat pengetahuan oleh karena itu tantangan masa depan bukanlah terletak kepada masalah kompetesi melainkan terletak pada masalah meraih peluang-peluang yang serba terbuka di masa depan. Itulah suata fakta yang kita hadapi dalam memasuki dunia tanpa batas yang ditandai oleh kemampuan untuk mengeksplorasi pemikiran-pemikiran strategik dalam menggerakkan sikap antisipatif dan berperilaku proaktif dalam mewujudkan kesimbangan-kesimbangan yang terkait dengan customer, competitor, company, country dan currency (seperti yang diungkapkan 5 C oleh Kenichi Ohmae dalam The Borderless World)

Bertitik tolak dari hal-hal yang kita utarakan diatas ,maka keberhasilan meningkatkan nilai tambah haruslah adanya keputusan strategik yang menyangkut perekonomian berbasis pengetahuan, organisasi berbasis pengetahuan, pengelola dan pelaku berbasis pengetahuan.

Dengan demikian kemajuan teknologi informasi serta infrastruktur dalam telematika harus dapat kita manfaatkan Sistem Manajemen Pengetahuan kedalam aplikasi yang dapat memberikan informasi tepat waktu bagi pihak-pihak yang berkepentingan dan alat-alat yang dibutuhkan dalam proses membuat analisis yang diperlukan dalam kreatifitas dan inovasi. Continue Reading »

Salah satu prinsip kepemimpinan abad 21 terletak adanya keinginan mengembangkan kreatifitas individu, kreativitas kelompok dan inovatif organisasi sebagai daya dorong untuk membangun organisasi yang fleksibel dan mudah di kontrol artinya membangun kompetensi organisasi yang berkelanjutan agar selalu siap menyesuaikan perubahan lingkungan termasuk kemampuan penyesuaian strategi budaya organisasi.

Yang menjadi tantangan adalah bagaimana organisasi anda dapat menyeberangi kesenjangan dalam melaksanakan perubahan dari cara lama menuju cara baru. Untuk menjembataninya diperlukan gagasan yang dapat memberikan daya dorong menyeberangi kesenjangan dengan “membangun kebiasaan yang efektif”.

Keunggulan atau profesional bukan terbentuk dari perbuatan melainkan perubahan sikap dan perilaku yang dibentuk dengan kebiasaan yang effektif dalam kerangka merubah cara berpikir dari bersifat reaktif menjadi proaktif artinya membangun suatu kebiasaan untuk merubah pola pikir dari memecahkan masalah menjadi menghindari masalah, itulah yang kita sebut dengan berpikir dalam kerangka antisipatif.

Oleh karena itu, membangun prinsip dan pola perilaku yang dihayati merupakan kebutuhan yang mendesak dalam abad 21 untuk memasuki dunia tanpa batas, sehingga membangun kebiasaan yang efektif merupakan keputusan strategik.

Dengan demikian kebiasaan yang efektif haruslah dibangun kedalam suatu konsep yang berkesinambungan, karena kebiasaan adalah titik temu dari keinginan (mau melakukan), pengetahuan (apa yang harus dilakukan dan mengapa) dan keterampilan (bagaimana melakukan). Continue Reading »

Older Posts »