Feeds:
Posts
Comments

Peta Pikiran 1-2

1. DAYA INGAT MENJADI PETA PIKIRAN
KEDALAM HIDUP PENUH KETAKJUBAN

a. PENDAHULUAN

Sejenak bila kita memanfaatkan pikiran dari yang tidak tahu menjadi tahu dari ungkapan kata “Ketakjuban” yang berarti kekaguman dan atau keheranan, maka seberapa jauh dapat mempengaruhi kedalam peta pikiran anda.

Bila kita mengungkapkan ketakjuban, renungkanlah ungkapan seperti “Tidak ada kekayaan yang melebihi kesehatan badan dan tak kegembiraan yang mengatasi kesenangan hati”.

Dari ungkapan diatas diharapkan membawa dampak kedalam peta pikiran anda bahwa sikap takjub memungkinkan kita untuk mempersepsikan di dunia segala keintiman sang ilahi untuk merasakan dalam hal-hal kecil permulaan dari kebermaknaan yang tak terhingga, untuk merasakan yang paling hakiki di dalam yang biasa dan sederhana untuk merasakan derasnya keteduhan kekal yang lewat.

Oleh karena itu, gerakkan daya ingat anda untuk dapat menuntun sikap dan perilaku anda kedalam makna
“KETAKJUBAN” sebagai sarana dalam usaha memanfaatkan hikmah berpikir agar anda dapat mengendalikan kebiasaan berpikir dimana kita menyadari sepenuhnya bahwa “hidup anda dibentuk oleh pikiran anda sendiri.

Sejalan dengan apa yang kita pikirkan diatas, makna dalam usaha untuk mendalami “Ketakjuban” dengan pendekatan kekuatan pikiran yaitu dari sudut dalam hikmah berpikir yang mencakup :

B. DALAM PROSES BERPIKIR KETAATAN :
Bertolak dari keinginan untuk mendalami apa yang kita bicarakan dalam pokok pikiran yang diungkapkan diatas, maka dari sudut berpikir ketaatan dalam hubungan kita dengan Allah Swt, seperti yang terungkap dalam QS. 72 : 1 “Katakanlah (hai Muhammad) “Telah di wahjukan kepadaku bahwawasanya sekumpulan jin telah mendengarkan (Al ‘Quran)lalu mereka berkata : Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur’an yang menakjubkan”
Ayat tersebut menekankan bahwa “Islamnya Jin Setelah Mendengar Al Qur’an”, oleh karena itu, renungkan melalui pikiran anda agar dapat menuntun sikap dan perilaku anda sejalan dengan apa yang kita pikirkan agar kita dapat menempatkan makna Ketakjuban yang dipikirkan, yang harus sejalan dengan ajaran Islam itu sendiri.

Dengan demikian gerakkan kekuatan pikiran kedalam suatu kebiasaan dalam usaha menafsirkan ketakjuban, maka terbuka pikiran bagaimana dapat dipercepatkannya usaha-usaha yang baik-baik dalam mewujudkan makna yang terkandung didalamnya, oleh karenanya digerakkan pikiran didasarkan pada keikhlasan yang seutuhnya.

C. DALAM PROSES BERPIKIR POSITIF :
Mengungkapkan jalan pikiran yang positip berarti kita selalu mendekatkan diri dalam hubungan manusia yang selalu baik memandang sesuatu seperti halnya kita takjub pada sesuatu maka disitu terselip pemikiran yang berkaitan dengan pujian yang sewajarnya adalah anak kunci untuk memulai persahabatan yang baik sedang celaan adalah sumber pertengkaran dan permusuhan.

Tapi yang perlu kita ingat bahwa pujian adalah ujian artinya yang mudah tersanjung dan juga mudah tersandung, oleh karena itu lihatlah selalu bahwa dirimu adalah orang yang senantiasa dihinggapi kelemahan, kekurangan, aib dan sebagainya.

Sejalan dengan apa yang kita bicarakan diatas tumbuh dan kembangkan kebiasaan pikiran anda yang positif sehingga dapat mendorong sifat-sifat yang menyelamatkan, apa yang anda pikirkan yang terkait ketakjuban agar kita selamat dari kemungkinan tergelincir oleh pujian yang menghancurkan.

D. DALAM PROSES BERPIKIR MAKSIAT DAN NEGATIF :
Untuk dapat menuntun sifat pola pikir yang terpuji, maka hindarilah kebiasaan pikiran yang bersifat maksiat dalam hubungan manusia dengan Allah Swt. Sedangkan berpikir negatif dalam hubungan anda dengan manusia.

Oleh karena itu, setiap manusia mulai sejak terbitnya matahari sampai terbenamnya, maka manusia memeriksa seluruh anggota tubuhnya yang terdiri dari mata, telinga, lisan, kemaluan, perut, tangan dan kaki tidak sedang mengandung kemaksiatan dan berpikir negatif, sehingga kita mampu mengenal diri agar kita selalu dekat sang penciptanya dengan begitu kita akan mampu menumbuhkan apa yang diperkirkan secara baik, apa yang kita sebut dengan mensyukuri karunia Allah, maka disitu terbukalah kebiasaan pikiran baru, sehingga begitu pentingnya kita menyadari peran dan fungsi ketujuh anggota tubuh yang telah kita utarakan diatas.

E. PENUTUP :

Ketakjuban yang kita ungkapkan kedalam peta pikiran, dimaksudkan agar kita selalu memanfaatkan kebiasaan berpikir agar dapat menuntun sikap dan perilaku kita dalam menata kehidupan dunia dan akhirat.

Dengan demikian kebiasaan yang effektif yang dituntun oleh pemahaman prinsip, sikap, perilaku dihayati menjadi satu kekuatan dalam proses berpikir.

Oleh karena itu, tingkatkan kedewasaan berpikir kedalam sisi rohaniah, social, emosional dan intelektual, dengan begitu anda dapat secara terus menerus belajar untuk menumbuh kembangkan kebiasaan pikiran untuk selalu dapat memanfaatkan dan memahami untuk dapat mengaktualisasi-kan makna hikmah berpikir kedalam pemahaman kita mengenai ungkapan kata “Ketakjuban”.

Sejalan dengan apa yang kita pikirkan diatas, maka salah satu alat tubuh mengingatkan kita untuk selalu memelihara lidah sewaktu berbicara karena perkataan itu adalah semacam anak panah bila terlepas dari busurnya sukar kembali lagi.

2.MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA PIKIRAN
KEDALAM USAHA PENCERAHAN

a. PENDAHULUAN
Kata “Pencerahan” merupakan kecernihan yang terungkap oleh kesadaran sebagai unsur jiwa sebagai penggerak alat berpikir agar kita mampu setiap manusia untuk menyadari sepenuhnya seberapa jauh yang bersangkutan memanfaatkan usia.
Kita pahami bahwa “kesadaran” itu paling tegas sebagai unsur jiwa, di waktu tidur kita tidak akan tahu, bilamana ada bahaya mengamcam dan menyebabkan kita sadar sepenuhnya. Jadi di waktu tidur kesadaran itu seolah-olah turut istrahat Dan semakin diwaktu tidur jasmani dan rochani kita letih semakin kurang pula kesadaran itu.
Dengan kesadaran kita dapat berorientasi meninjau serta merasakan diri sendiri serta menangkap atau memahami ituasi didunia luar artinya diluar diri kita.
Sejalan dengan apa yang kita utarakan diatas, maka makna “Pencerahan” dapat kita dalami lebih dalam bila KESADARAN diikuti dengan KECERDASAN dan AKAL, maka terbukalah kekuatan pikiran untuk menuntun anda dalam usaha memanfaatkan usia sehingga anda mampu menempuh jalan menuju pusat PENCERAHAN anda sendiri.
b. KEMAMPUAN MEWUJUDKAN PENCERAHAN
Pencerahan dapat diwujudkan sepanjang kita mampu melihat kedewasaan berpikir sehingga mampu mengintergrasikan ketiga unsur jiwa berupa KESADRAN, KECERDASAN, AKAL, dimana ketiga unsur terebut saling memiliki sifat-sifat ketergantungan dalam memanfaatkannya.

Dengan pikiran diatas, seperti halnya kita mengungkapkan bahwa jalan menuju pencerahan dapat kita ibaratkan seperti cita-cita menghendaki perjuangan, perjuangan menghendaki pengorbanan dan pengorbanan menghendaki ketabahan hati.

Oleh karena itu, tempuhlah jalan menuju puat pencerahan anda sendiri dengan kebiasaan memanfaatkan ketiga unsur jiwa diatas sehingga dapat mewujudkan makna pencerahan dalam perjalanan hidup kita.

Sejalan dengan pokok pikiran diatas, maka usaha meningkatkan kedewasaan berpikir akan mampu menuntun kebiasaan yang disebut dengan “Keinginan” artinya mau melakukannya, maka disitu terbuka pintu bagaimana melakukannya serta apa yang harus dilakukan dan mengapa.

Jadi kemampuan mewujudkan “Pencerahan” kedalam peta pikiran bergantung seberapa jauh kita mampu meningkatkan kedewasaan berpikir (rohaniah, social, emosional, intelektual) secara berkelanjutan yang mampu menyentuh jiwa kita seperti
Cara menyempurnakan rahmat ialah kasih saying Tuhan kepada anda dengan melalui ketaatan anda. Datang ketaatan dengan keimanan dan keimanan dengan pengetahuan.

Denan mengungkapkan jalan pikiran diatas diharapkan dapat menjadi penuntun dalam peta pikiran kita, sehingga dengan memahami makna pencerahan yang hendak kita kita bangun dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan menyadari sepenuhnya mengenai ilmu kepandaian itu ialah sahabat yang setia bagi teman hidup sampai kepada penghabisan umur kita.

C.PENUTUP
Bangkitkan kedalam peta pikiran anda bahwa pencerahan perlu ditingkatkan sehingga erbuka keinginan untuk memperbaiki diri setiap harinya. Bertekatlah untuk meningkat-kan kesadaran, kecerdasan dan akal kita untuk menyentuh yang sakral setiap harinya.

Oleh karena itu ingatlah kita kepada kematian adalah suatu cameti untuk memperbaiki kelakuan kita dan cinta pada orang miskin.

3. MENJADI PETA PIKIRAN  KEDALAM PENERIMAAN APA YANG TIDAK DAPAT KITA UBAH.

a.PENDAHULUAN

Kebiasaan batin yang digerakkan oleh kekuatan jiwa dalam kehidupan berarti menerima diri sendiri apa adanya dan oleh karena itu takdir tidak dielakkan dan bukan lari dari takdir tetapi dikejar dan menyerbu kepada takdir. Kepercayaan kepada takdir menimbulkan puncak kesenangan yang sejati karena itu ia sabar dan tabah.
Oleh karena itu, terimalah dengan ikhlas apa yang tak mungkin dielakkan. Kalau kita mengetahui bahwa suatu keadaan itu di luar kekuasaan dan kemampuan kita untuk mengobah dan memperbaikinya, berkatalah pada diri sendiri. Memang sudah semestinya begitu tak dapat lain.

Sejalan apa yang kita pikirkan diatas, mendorong kita memikirkan untuk memahami dunia karena jangan tertipu pada yang tampak, apa yang tertampak tidak selalu seperti yang sejatinya.
Dengan demikian pikirkan baik-baik sebelum melangkah bahwa ala mini lahiriahnya berupa tipuan sementara batiniahnya berupa pelajaran. Diri yang mencakup nafsu melihat kepada lahiriahnya yang menipu, sementara kalbu melihat kepada batinnya yang menjadi pelajaran. Oleh karena iu, tanggalkan kebanggaanmu pada kemuliaan duniawi.

b.BAKAT MENGUBAH NASIB MENEMUKAN TAKDIRMU

Hidup anda dibentuk oleh pkiran anda sendiri, oleh karena itu masa yang anda miliki adalah hari ini, sebagai petunjuk maka kita harus mampu mengungkit bakat yang tersembunyi dalam pikiran kita sehingga kita menyadari sepenuhnya bahwa bakat merupakan kemampuan potensial yang ada pada diri setiap manusia.
Dengan bertolak dari pikiran diatas, harus ada kemampuan kita untuk membaca dirimu, maka disitu terletak kesiapan kita menggali dan memanfaatkan kemampuan potensial tersebut melalui apa yang kita sebut :
Pertama, mampu menggariskan secara jelas arah dan sasaran hidup yang hendak kita capai ;
Kedua, memerjuangkan dengan komitmen yang tinggi ;
Ketiga, mampu apa yang diungkapkan bagi orang lain amenjadi kekekuatan yang dapat dipercaya ;
Keempat, memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan kepada orang lain secara baik ;
Kelima, secara berkelanjutan menumbuh kembangkan kebiasaan sebagai prinsip dan pola sikap serta perilaku, dengan kebiasaan ini mampu menyatukan keinginan yang berlandaskan niat yang benar, memeliki kebiasaan untuk meningkatkan ilmu dan kebiasaan belajar dari pngalaman baik datang dari diri sendiri maupun dari orang lain.
Dengan memperhatikan kelima hal diatas, maka kebiasan yang dapat menuntun kedalam pola pikir untuk mewujudkan keberhasilan apa yang kita harapkan, oleh karena itu wujud melawan penderitaanlah, bukan penderitaannya itu sendiri.

c.PENUTUP

Menyadari kemampuan mabaca diri, maka disitu terbuka peluang mengubah takdir menjadi satu kekuatan mengubah nasib, artinya belajarlah kepada suatu kenyataan bahwa terimalah apa yang tidak dapat anda ubah.
Jadi ingatlah bahwa bertambah luas kesadran, kecerdasan dan akal , bertambah luas hati, bertambah luas hidup, bertambah datangnya bahagia. Bertambah sempit pula hidupnya dan bertambah datangnya celaka.

4.MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA PIKIRAN
KEDALAM USAHA MENJADIKAN KEKUATAN DIRI SENDIRI

a.PENDAHULUAN

Kekuatan diri sendiri menunjukkan gambaran seseorang yang memliki kemampuan menggerakkan pikiran yang berlandaskan prinsip ketaatan dalam hubungan dengan Allah Swt dan berpikir poitip dalam hubungan dengan manusia, dengan begitu sekaligus sehingga kekuatan diri sendiri mejadi satu kebiasaan untuk selalu mampu meningkatkan kemampuan kedewasaan berpikir ecara berkelanjutan.
Pikiran diatas bukanlah sesuatu yang baru dalam proses manusia untuk selalu siap menerima dan melaksanakan perubahan atas dirinya, oleh karena itu baying kan ungkapan seperti dasar hidup kita, jangan hidup sebagai keimbang menjulang ke atas tidak ada kekuatan ke bawah.

Jadi terimalah kepada suatu kenyataan bahwa kekuatan diri juga memperlihatkan gambaran atas percaya diri adalah sumber keberhasilan dan kemandirian. Dengan demikian keberhasilan dan kemadirian lebih berarti berusaha berpretasi dari pada prestasi itu sendiri. Janganlah ikut-ikutan orang yang bermain hanya agar tidak kalah, mainlah untuk meraih kemenagan.

Bertolak dari pikiran diatas, maka orang dengan kemampuan untuk memiliki keberhasilan dan kemandirian ditentukan kemampuan secara jelas merumuskan program, dimana pertama ia menetapkan suatu rencana kerja dan tekun menjalaninya. Ia tetapkan rencana-rencanaya dan melaksana-kannya, ia langsung menuju ke sasarannya.
Apa artinya yang kita ungkapkan pikiran diatas, merupakan pola pikir yang menuntun kita kepada makna KEPERCAYAAN (terkait dengan AGAMA) dan KEYAKINAN (terkait dengan IMAN) yang menjadikan pijakan bagi orang yang mampu menguah jati diri sendiri, maka terbukalah pintu kesiapan menjadi manusia teladan yang sesungguhnya.

b.MENCARI HAKIKAT PERCAYA DIRI

Kita harus dapat membayangkan bahwa apabila seseorang dapat mengenal dirinya dan kebiasaan yang ditopang oleh ilmu, pengetahuan dan keinginan sesuai dengannya serta dapat mengamalkan kebiasaan yang sempurna mungkin, niscaya dia akan mendapatkan kemenganan.
Dengan pikiran diatas, cobalah anda berusaha mencari hakikat percaya diri sebagai satu kekuatan yang harus ditumbuh kembangkan kedalam kebiasaan hidup ini, bahwa ilmu pengetahuan, pengalaman dan wawasan jauh lebih baik daripada tumpukan harta, karena mencintai harta-benda adalah sifat binatang dan senang dengan pengetahuan adalah sifat manusia.

Jadi ingatlah selalu dalam hidup ini bahwa mewujudkan angan-angan setelah kita mempraktekkan sendiri jenis kepercayaan diri yang khusus kita bangun dari daya cipta kebiasaan kita. Yang menjadi masalah kita adalah kesiapan menerima perubahan dan berusaha menemukan keseimbangan hidup, maka terbuka pintu dalam kebiasaan pikiran kita yang terkait dengan menemukan sumber dari segala kepercayaan diri sehingga anda bisa melakukan hal-hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya untuk melangkah jalan hidup.

Sejalan dengan apa yang kita pikirkan, maka sumber dari segala kepercayaan diri terletak seberapa jauh kita mampu dapat mengungkapkan memikirkan kemungkinan bahwa kepercayaan tanpa resiko adalah sebuah kontradiksi, oleh karena itu cinta yang pnuh kepercayaan membawa pergi beban keragu-raguan dan memberi anda sayap keyakinan.
Untuk mengungkit sumber dari segala kepercayaan diri akan bergantung kepada dua kekuatan apa yang yang disebut KEPERCAYAAN dan KEYAKINAN, maka diperlukan kebiasaan untuk mendalami hal-hal yang kita sebutkan dibawah ini :
Pertama, Memahami makna sesungguhnya dari kepercayaan diri. Artinya memiliki satu kebiasaan mampu melakukan hal-hal tertentu. Oleh karena itu dari sekian banyak keterampilan yang bisa kita kuasai dalam hidup ini, kemampuan kita tetap terbatas. Jadi, jika rasa percaya diri itu didasarkan pada kemampuan yang kita miliki, rasa percaya diri itu hanya akan timbul bila kita melakukan kegiatan yang bisa kita lakukan itu.
Kepercayaan diri adalah sesuatu yang harus mampu menyalurkan segala yang kita ketahui dan segala yang kita kerjakan.
Kedua, Memahami untuk menemukan apa yang membuat anda (bukan sembarang orang) percaya diri. Artinya kadang-kadang kita merasa bagai menipu diri sendiri, jika keberhasilan yang kita raih dan yang seharusnya membangkitkan rasa percaya diri justru terasa sebaliknya dalam nurani kita.
Oleh karena itu, adakalanya kita melihat kepada kenyataan dimana banyak orang yang mewah, terkenal, terhormat dsb., namun mereka tetap belum percaya diri. Jadi apa sebenarnya yang mereka butuhkan ?
Ketiga, Memahami tanpa disadari telah merusak kepercayaan diri dan sekaligus menemukan cara menghentikan kebiasaan buruk itu. Artinya kepercayaan diri berawal dari tekad pada diri sendiri pada jati diri anda, untuk melakukan segala yang kita inginkan dan butuhkan dalam hidup. Ia terbina dari keyakinan diri sendiri bukan dari karya-karya kita, walaupun karya-karya itu sukses.

Rasa percaya diri anda berakar pada fakta, bahwa anda telah melakukan seperti yang anda tekatkan. Bila rasa percaya diri itu dilandaskan pada jati diri anda, bukan pada pada suatu keberhasilan, anda telah menciptakan sesuatu yang tidak bisa direnggut oleh apa pun atau oleh siapa pun. Jadi rasa percaya diri itu tidak bisa disama ratakan dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya.
Dengan demikian bahwa rasa percaya diri itu lahir dari kesadaran bahwa jika saya memutuskan untuk melakukan sesuatu, sesuatu itu pula yang akan saya lakukan. Jadi rasa percaya diri sejati anda lahir dari keinginan dan tekad.
Keempat, Memahami untuk menemukan kunci untuk meningkatkan rasa percaya diri anda. Artinya seberapa jauh anda mampu menguasai hal-hal yang terkait dengan kedewasaan berpikir dalam rohaniah, sosial, emosional dan intelektual.
Dengan kedewasaan berpikir tersebut akan mampu menuntun sikap dan perilaku dalam mengembangkan kepercayaan diri, sehingga menimbulkan kedalam hal-hal yang terkait dengan apa yang disebut 1) Keyakinan atas kemampuan sendiri untuk melakukan sesuatu ; 2) Keyakinan atas kemampuan untuk menindak lanjuti segala prakarsa sendiri secara konsekuen ; 3) Keyakinan atas kemampuan pribadi dalam menanggulangi segala kendala ; 4) Keyakinan atas kemampuan anda memperoleh bantuan.

c.PENUTUP

Dengan meningkatnya kedewasaan berpikir, maka mengungkit daya ingat menjadi peta pikiran kedalam usaha menjadikan kekuatan diri sendiri, maka percaya diri menjadi sumber apa yang hendak anda inginkan.
Jadi ingatlah bahwa pekerjaan yang besar tidak berhajat kekuatan tetapi berhajat keteguhan hati. Dunia semakin kecil buat kita kalau hati dan semangat kita bertambah besar. Besarnya dunia hanya sebesar pikiran manusia berbuatlah apa yang telah kewajiban anda , jangan lerlalu melihat akan hasil.

Oleh karena itu, perbuatan yang dapat anda lakukan, janganlah anda minta tolong pada orang lain. Tiap-tiap satu pekerjaan kerjakanlah pada masanya. Pada tempatnya dan dengan caranya.

5.MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA PIKIRAN
KEDALAM USAHA MENGHINDARI KEHILANGAN HARAPAN

a.PENDAHULUAN

Bila sejenak kita merenungkan, maka barang siapa yang memiliki kesehatan mempunyai harapan dan barang siapa yang mempunyai harapan mempunyai segala-galanya.
Oleh karena itu, harapan, betapapun tak dapat diandalkannya, setidak-tidaknya membantu kita menuju kearah tujuan hidup kita melalui jalan yang menyenangkan, sehingga orang kehilangan harapan tidak akan pernah dapat mengatakannya.

Harapan adalah merupakan rahmat Tuhan bagi umatku. Kalau bukan oleh karena harapan, tidaklah seorang ibu akan sudi melahirkan anak dan tidaklah seorang tani akan sudi menaburkan bibit.
Kita menyadari sepenuhnya bahwa harapan-harapan dan cita-cita mudah saja diadakan. Tetapi tantangan yang harus dihadapi ialah jalan yang harus ditempuh menuju kepada realisasi.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka optimislah dan jangan berputus asa. Jangan pula menyerah kalah tanpa berusaha. Berbaik sangkalah kepada Allah. Dan tunggulah segala kebaikan dan keindahan akan segera dia berikan. Oleh karena itu pengharapan adalah kehidupan, akan tetapi ada baiknya bagi manusia jangan selalu mengharap-harapkan yang lebih sempurna ialah berusaha sedapat mungkin.

b.JANGAN KEHILANGAN HARAPAN

Kita sadari sepenuhnya bahwa harapan dan ketakutan tidak bisa dipisahkan, oleh karena itu kita memahami pula bahwa hidup kita dibentuk oleh pikiran kita sendiri, sehingga tak ada ketakutan tanpa harapan, maupun harapan tanpa ketakutan.
Ingatlah jangan kehilangan harapan karena harapan akan terus menerus timbul dalam dada manusia, sehingga terkuah dari pikiran kita bahwa tak seorangpun menjadi pecundang selain yang pesimis menghadapi tantangan hidup.
Dengan kebiasaan yang efektif, maka prinsip dan pola perilaku yang dihayati akan mampu menggerakkan kekuatan pikiran untuk memanfaatkan PENGETAHUAN (apa yang harus dilakukan, mengapa) ; KETERAMPILAN (bagaimana melakukan) ; KEINGINAN (mau melakukan atas dasar niat ), maka terbuka pintu untuk mngembangkan pemulihan harapan yang mencakup apa yang disebut dengan 1) pikirkan untuk tetap di saat yang sekarang ini ; 2) buatlah gagasan untuk menyerap pikiran anda dan sekaligus memberi anda tujuan ; 3) fokuskan apa yang anda pikirkan.

c.PENUTUP

Bertolak dari pokok pikiran yang telah kita ungkapkan diatas, maka jangan anda tumbuhkan dalam peta pikiran usaha menghilangkan harapan sebagai suatu kebiasaan yang mampu mendorong dimana hal yang tidak kita harapkan lebih sering terjadi dari pada yang kita harapkan.
Ingatlah bahwa roda kehidupan tidak pernah berhenti berputar sehingga seberapa gelappun malam itu, pagi akan datang. Seberapa dinginpun musim dingin itu, musim semi akan datang
Dengan demikian bahwa memiliki keinginan dan harapan berarti sudah memiliki masa depan, sehingga pikirkan untuk menumbuh kembangkan kedalam momentum anda sendiri. Kejar terus impian-impian anda hingga dapat menjadi suatu kenyataan.

Jangan pernah menyerah, ada mimpi yang memang lama terwujudnya, tapi ingatlah bahwa hidup penuh dengan perjuangan dan kesulitan hidup yang mungkin tidak henti-hentinya, semuanya silih berganti, kesulitan yang satu diusul oleh kesulitan yang lain.
Jadi hilangkan putus asa itu salah, yang benar adalah berharap sehingga harapan adalah kemenanganan paling bear dan paling sulit yang bisa diperoleh seeorang bagi jiwanya.

Peta pikiran

 

MENJADI PETA PIKIRAN
KEDALAM PENERIMAAN APA YANG TIDAK DAPAT
KITA UBAH.

a.PENDAHULUAN
Kebiasaan batin yang digerakkan oleh kekuatan jiwa dalam kehidupan berarti menerima diri sendiri apa adanya dan oleh karena itu takdir tidak dielakkan dan bukan lari dari takdir tetapi dikejar dan menyerbu kepada takdir. Kepercayaan kepada takdir menimbulkan puncak kesenangan yang sejati karena itu ia sabar dan tabah.
Oleh karena itu, terimalah dengan ikhlas apa yang tak mungkin dielakkan. Kalau kita mengetahui bahwa suatu keadaan itu di luar kekuasaan dan kemampuan kita untuk mengobah dan memperbaikinya, berkatalah pada diri sendiri. Memang sudah semestinya begitu tak dapat lain.
Sejalan apa yang kita pikirkan diatas, mendorong kita memikirkan untuk memahami dunia karena jangan tertipu pada yang tampak, apa yang tertampak tidak selalu seperti yang sejatinya.
Dengan demikian pikirkan baik-baik sebelum melangkah bahwa ala mini lahiriahnya berupa tipuan sementara batiniahnya berupa pelajaran. Diri yang mencakup nafsu melihat kepada lahiriahnya yang menipu, sementara kalbu melihat kepada batinnya yang menjadi pelajaran. Oleh karena iu, tanggalkan kebanggaanmu pada kemuliaan duniawi.

b.BAKAT MENGUBAH NASIB MENEMUKAN TAKDIRMU
Hidup anda dibentuk oleh pkiran anda sendiri, oleh karena itu masa yang anda miliki adalah hari ini, sebagai petunjuk maka kita harus mampu mengungkit bakat yang tersembunyi dalam pikiran kita sehingga kita menyadari sepenuhnya bahwa bakat merupakan kemampuan potensial yang ada pada diri setiap manusia.
Dengan bertolak dari pikiran diatas, harus ada kemampuan kita untuk membaca dirimu, maka disitu terletak kesiapan kita menggali dan memanfaatkan kemampuan potensial tersebut melalui apa yang kita sebut :
Pertama, mampu menggariskan secara jelas arah dan sasaran hidup yang hendak kita capai ;
Kedua, memerjuangkan dengan komitmen yang tinggi ;
Ketiga, mampu apa yang diungkapkan bagi orang lain amenjadi kekekuatan yang dapat dipercaya ;
Keempat, memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan kepada orang lain secara baik ;
Kelima, secara berkelanjutan menumbuh kembangkan kebiasaan sebagai prinsip dan pola sikap serta perilaku, dengan kebiasaan ini mampu menyatukan keinginan yang berlandaskan niat yang benar, memeliki kebiasaan untuk meningkatkan ilmu dan kebiasaan belajar dari pngalaman baik datang dari diri sendiri maupun dari orang lain.
Dengan memperhatikan kelima hal diatas, maka kebiasan yang dapat menuntun kedalam pola pikir untuk mewujudkan keberhasilan apa yang kita harapkan, oleh karena itu wujud melawan penderitaanlah, bukan penderitaannya itu sendiri.

c.PENUTUP
Menyadari kemampuan mabaca diri, maka disitu terbuka peluang mengubah takdir menjadi satu kekuatan mengubah nasib, artinya belajarlah kepada suatu kenyataan bahwa terimalah apa yang tidak dapat anda ubah.
Jadi ingatlah bahwa bertambah luas kesadran, kecerdasan dan akal , bertambah luas hati, bertambah luas hidup, bertambah datangnya bahagia. Bertambah sempit pula hidupnya dan bertambah datangnya celaka.

4.MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA PIKIRAN
KEDALAM USAHA MENJADIKAN KEKUATAN DIRI SENDIRI

a.PENDAHULUAN
Kekuatan diri sendiri menunjukkan gambaran seseorang yang memliki kemampuan menggerakkan pikiran yang berlandaskan prinsip ketaatan dalam hubungan dengan Allah Swt dan berpikir poitip dalam hubungan dengan manusia, dengan begitu sekaligus sehingga kekuatan diri sendiri mejadi satu kebiasaan untuk selalu mampu meningkatkan kemampuan kedewasaan berpikir ecara berkelanjutan.
Pikiran diatas bukanlah sesuatu yang baru dalam proses manusia untuk selalu siap menerima dan melaksanakan perubahan atas dirinya, oleh karena itu baying kan ungkapan seperti dasar hidup kita, jangan hidup sebagai keimbang menjulang ke atas tidak ada kekuatan ke bawah.
Jadi terimalah kepada suatu kenyataan bahwa kekuatan diri juga memperlihatkan gambaran atas percaya diri adalah sumber keberhasilan dan kemandirian. Dengan demikian keberhasilan dan kemadirian lebih berarti berusaha berpretasi dari pada prestasi itu sendiri. Janganlah ikut-ikutan orang yang bermain hanya agar tidak kalah, mainlah untuk meraih kemenagan.
Bertolak dari pikiran diatas, maka orang dengan kemampuan untuk memiliki keberhasilan dan kemandirian ditentukan kemampuan secara jelas merumuskan program, dimana pertama ia menetapkan suatu rencana kerja dan tekun menjalaninya. Ia tetapkan rencana-rencanaya dan melaksana-kannya, ia langsung menuju ke sasarannya.
Apa artinya yang kita ungkapkan pikiran diatas, merupakan pola pikir yang menuntun kita kepada makna KEPERCAYAAN (terkait dengan AGAMA) dan KEYAKINAN (terkait dengan IMAN) yang menjadikan pijakan bagi orang yang mampu menguah jati diri sendiri, maka terbukalah pintu kesiapan menjadi manusia teladan yang sesungguhnya.

b.MENCARI HAKIKAT PERCAYA DIRI
Kita harus dapat membayangkan bahwa apabila seseorang dapat mengenal dirinya dan kebiasaan yang ditopang oleh ilmu, pengetahuan dan keinginan sesuai dengannya serta dapat mengamalkan kebiasaan yang sempurna mungkin, niscaya dia akan mendapatkan kemenganan.
Dengan pikiran diatas, cobalah anda berusaha mencari hakikat percaya diri sebagai satu kekuatan yang harus ditumbuh kembangkan kedalam kebiasaan hidup ini, bahwa ilmu pengetahuan, pengalaman dan wawasan jauh lebih baik daripada tumpukan harta, karena mencintai harta-benda adalah sifat binatang dan senang dengan pengetahuan adalah sifat manusia.
Jadi ingatlah selalu dalam hidup ini bahwa mewujudkan angan-angan setelah kita mempraktekkan sendiri jenis kepercayaan diri yang khusus kita bangun dari daya cipta kebiasaan kita. Yang menjadi masalah kita adalah kesiapan menerima perubahan dan berusaha menemukan keseimbangan hidup, maka terbuka pintu dalam kebiasaan pikiran kita yang terkait dengan menemukan sumber dari segala kepercayaan diri sehingga anda bisa melakukan hal-hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya untuk melangkah jalan hidup.
Sejalan dengan apa yang kita pikirkan, maka sumber dari segala kepercayaan diri terletak seberapa jauh kita mampu dapat mengungkapkan memikirkan kemungkinan bahwa kepercayaan tanpa resiko adalah sebuah kontradiksi, oleh karena itu cinta yang pnuh kepercayaan membawa pergi beban keragu-raguan dan memberi anda sayap keyakinan.
Untuk mengungkit sumber dari segala kepercayaan diri akan bergantung kepada dua kekuatan apa yang yang disebut KEPERCAYAAN dan KEYAKINAN, maka diperlukan kebiasaan untuk mendalami hal-hal yang kita sebutkan dibawah ini :
Pertama, Memahami makna sesungguhnya dari kepercayaan diri. Artinya memiliki satu kebiasaan mampu melakukan hal-hal tertentu. Oleh karena itu dari sekian banyak keterampilan yang bisa kita kuasai dalam hidup ini, kemampuan kita tetap terbatas. Jadi, jika rasa percaya diri itu didasarkan pada kemampuan yang kita miliki, rasa percaya diri itu hanya akan timbul bila kita melakukan kegiatan yang bisa kita lakukan itu.
Kepercayaan diri adalah sesuatu yang harus mampu menyalurkan segala yang kita ketahui dan segala yang kita kerjakan.
Kedua, Memahami untuk menemukan apa yang membuat anda (bukan sembarang orang) percaya diri. Artinya kadang-kadang kita merasa bagai menipu diri sendiri, jika keberhasilan yang kita raih dan yang seharusnya membangkitkan rasa percaya diri justru terasa sebaliknya dalam nurani kita.
Oleh karena itu, adakalanya kita melihat kepada kenyataan dimana banyak orang yang mewah, terkenal, terhormat dsb., namun mereka tetap belum percaya diri. Jadi apa sebenarnya yang mereka butuhkan ?
Ketiga, Memahami tanpa disadari telah merusak kepercayaan diri dan sekaligus menemukan cara menghentikan kebiasaan buruk itu. Artinya kepercayaan diri berawal dari tekad pada diri sendiri pada jati diri anda, untuk melakukan segala yang kita inginkan dan butuhkan dalam hidup. Ia terbina dari keyakinan diri sendiri bukan dari karya-karya kita, walaupun karya-karya itu sukses.
Rasa percaya diri anda berakar pada fakta, bahwa anda telah melakukan seperti yang anda tekatkan. Bila rasa percaya diri itu dilandaskan pada jati diri anda, bukan pada pada suatu keberhasilan, anda telah menciptakan sesuatu yang tidak bisa direnggut oleh apa pun atau oleh siapa pun. Jadi rasa percaya diri itu tidak bisa disama ratakan dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya.
Dengan demikian bahwa rasa percaya diri itu lahir dari kesadaran bahwa jika saya memutuskan untuk melakukan sesuatu, sesuatu itu pula yang akan saya lakukan. Jadi rasa percaya diri sejati anda lahir dari keinginan dan tekad.
Keempat, Memahami untuk menemukan kunci untuk meningkatkan rasa percaya diri anda. Artinya seberapa jauh anda mampu menguasai hal-hal yang terkait dengan kedewasaan berpikir dalam rohaniah, sosial, emosional dan intelektual.
Dengan kedewasaan berpikir tersebut akan mampu menuntun sikap dan perilaku dalam mengembangkan kepercayaan diri, sehingga menimbulkan kedalam hal-hal yang terkait dengan apa yang disebut 1) Keyakinan atas kemampuan sendiri untuk melakukan sesuatu ; 2) Keyakinan atas kemampuan untuk menindak lanjuti segala prakarsa sendiri secara konsekuen ; 3) Keyakinan atas kemampuan pribadi dalam menanggulangi segala kendala ; 4) Keyakinan atas kemampuan anda memperoleh bantuan.

c.PENUTUP
Dengan meningkatnya kedewasaan berpikir, maka mengungkit daya ingat menjadi peta pikiran kedalam usaha menjadikan kekuatan diri sendiri, maka percaya diri menjadi sumber apa yang hendak anda inginkan.
Jadi ingatlah bahwa pekerjaan yang besar tidak berhajat kekuatan tetapi berhajat keteguhan hati. Dunia semakin kecil buat kita kalau hati dan semangat kita bertambah besar. Besarnya dunia hanya sebesar pikiran manusia berbuatlah apa yang telah kewajiban anda , jangan lerlalu melihat akan hasil.
Oleh karena itu, perbuatan yang dapat anda lakukan, janganlah anda minta tolong pada orang lain. Tiap-tiap satu pekerjaan kerjakanlah pada masanya. Pada tempatnya dan dengan caranya.

5.MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA PIKIRAN
KEDALAM USAHA MENGHINDARI KEHILANGAN HARAPAN

a.PENDAHULUAN
Bila sejenak kita merenungkan, maka barang siapa yang memiliki kesehatan mempunyai harapan dan barang siapa yang mempunyai harapan mempunyai segala-galanya.
Oleh karena itu, harapan, betapapun tak dapat diandalkannya, setidak-tidaknya membantu kita menuju kearah tujuan hidup kita melalui jalan yang menyenangkan, sehingga orang kehilangan harapan tidak akan pernah dapat mengatakannya.
Harapan adalah merupakan rahmat Tuhan bagi umatku. Kalau bukan oleh karena harapan, tidaklah seorang ibu akan sudi melahirkan anak dan tidaklah seorang tani akan sudi menaburkan bibit.
Kita menyadari sepenuhnya bahwa harapan-harapan dan cita-cita mudah saja diadakan. Tetapi tantangan yang harus dihadapi ialah jalan yang harus ditempuh menuju kepada realisasi.
Sejalan dengan pikiran diatas, maka optimislah dan jangan berputus asa. Jangan pula menyerah kalah tanpa berusaha. Berbaik sangkalah kepada Allah. Dan tunggulah segala kebaikan dan keindahan akan segera dia berikan. Oleh karena itu pengharapan adalah kehidupan, akan tetapi ada baiknya bagi manusia jangan selalu mengharap-harapkan yang lebih sempurna ialah berusaha sedapat mungkin.

b.JANGAN KEHILANGAN HARAPAN
Kita sadari sepenuhnya bahwa harapan dan ketakutan tidak bisa dipisahkan, oleh karena itu kita memahami pula bahwa hidup kita dibentuk oleh pikiran kita sendiri, sehingga tak ada ketakutan tanpa harapan, maupun harapan tanpa ketakutan.
Ingatlah jangan kehilangan harapan karena harapan akan terus menerus timbul dalam dada manusia, sehingga terkuah dari pikiran kita bahwa tak seorangpun menjadi pecundang selain yang pesimis menghadapi tantangan hidup.
Dengan kebiasaan yang efektif, maka prinsip dan pola perilaku yang dihayati akan mampu menggerakkan kekuatan pikiran untuk memanfaatkan PENGETAHUAN (apa yang harus dilakukan, mengapa) ; KETERAMPILAN (bagaimana melakukan) ; KEINGINAN (mau melakukan atas dasar niat ), maka terbuka pintu untuk mngembangkan pemulihan harapan yang mencakup apa yang disebut dengan 1) pikirkan untuk tetap di saat yang sekarang ini ; 2) buatlah gagasan untuk menyerap pikiran anda dan sekaligus memberi anda tujuan ; 3) fokuskan apa yang anda pikirkan.

c.PENUTUP
Bertolak dari pokok pikiran yang telah kita ungkapkan diatas, maka jangan anda tumbuhkan dalam peta pikiran usaha menghilangkan harapan sebagai suatu kebiasaan yang mampu mendorong dimana hal yang tidak kita harapkan lebih sering terjadi dari pada yang kita harapkan.
Ingatlah bahwa roda kehidupan tidak pernah berhenti berputar sehingga seberapa gelappun malam itu, pagi akan datang. Seberapa dinginpun musim dingin itu, musim semi akan datang
Dengan demikian bahwa memiliki keinginan dan harapan berarti sudah memiliki masa depan, sehingga pikirkan untuk menumbuh kembangkan kedalam momentum anda sendiri. Kejar terus impian-impian anda hingga dapat menjadi suatu kenyataan.
Jangan pernah menyerah, ada mimpi yang memang lama terwujudnya, tapi ingatlah bahwa hidup penuh dengan perjuangan dan kesulitan hidup yang mungkin tidak henti-hentinya, semuanya silih berganti, kesulitan yang satu diusul oleh kesulitan yang lain.
Jadi hilangkan putus asa itu salah, yang benar adalah berharap sehingga harapan adalah kemenanganan paling bear dan paling sulit yang bisa diperoleh seeorang bagi jiwanya.

1. Peta pikiran

KATA PENGANTAR

1. DAYA INGAT MENJADI PETA PIKIRAN
KEDALAM HIDUP PENUH KETAKJUBAN

a. PENDAHULUAN

Sejenak bila kita memanfaatkan pikiran dari yang tidak tahu menjadi tahu dari ungkapan kata “Ketakjuban” yang berarti kekaguman dan atau keheranan, maka seberapa jauh dapat mempengaruhi kedalam peta pikiran anda.

Bila kita mengungkapkan ketakjuban, renungkanlah ungkapan seperti “Tidak ada kekayaan yang melebihi kesehatan badan dan tak kegembiraan yang mengatasi kesenangan hati”.

Dari ungkapan diatas diharapkan membawa dampak kedalam peta pikiran anda bahwa sikap takjub memungkinkan kita untuk mempersepsikan di dunia segala keintiman sang ilahi untuk merasakan dalam hal-hal kecil permulaan dari kebermaknaan yang tak terhingga, untuk merasakan yang paling hakiki di dalam yang biasa dan sederhana untuk merasakan derasnya keteduhan kekal yang lewat.

Oleh karena itu, gerakkan daya ingat anda untuk dapat menuntun sikap dan perilaku anda kedalam makna
“KETAKJUBAN” sebagai sarana dalam usaha memanfaatkan hikmah berpikir agar anda dapat mengendalikan kebiasaan berpikir dimana kita menyadari sepenuhnya bahwa “hidup anda dibentuk oleh pikiran anda sendiri.

Sejalan dengan apa yang kita pikirkan diatas, makna dalam usaha untuk mendalami “Ketakjuban” dengan pendekatan kekuatan pikiran yaitu dari sudut dalam hikmah berpikir yang mencakup :

B. DALAM PROSES BERPIKIR KETAATAN :
Bertolak dari keinginan untuk mendalami apa yang kita bicarakan dalam pokok pikiran yang diungkapkan diatas, maka dari sudut berpikir ketaatan dalam hubungan kita dengan Allah Swt, seperti yang terungkap dalam QS. 72 : 1 “Katakanlah (hai Muhammad) “Telah di wahjukan kepadaku bahwawasanya sekumpulan jin telah mendengarkan (Al ‘Quran)lalu mereka berkata : Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur’an yang menakjubkan”
Ayat tersebut menekankan bahwa “Islamnya Jin Setelah Mendengar Al Qur’an”, oleh karena itu, renungkan melalui pikiran anda agar dapat menuntun sikap dan perilaku anda sejalan dengan apa yang kita pikirkan agar kita dapat menempatkan makna Ketakjuban yang dipikirkan, yang harus sejalan dengan ajaran Islam itu sendiri.

Dengan demikian gerakkan kekuatan pikiran kedalam suatu kebiasaan dalam usaha menafsirkan ketakjuban, maka terbuka pikiran bagaimana dapat dipercepatkannya usaha-usaha yang baik-baik dalam mewujudkan makna yang terkandung didalamnya, oleh karenanya digerakkan pikiran didasarkan pada keikhlasan yang seutuhnya.

C. DALAM PROSES BERPIKIR POSITIF :
Mengungkapkan jalan pikiran yang positip berarti kita selalu mendekatkan diri dalam hubungan manusia yang selalu baik memandang sesuatu seperti halnya kita takjub pada sesuatu maka disitu terselip pemikiran yang berkaitan dengan pujian yang sewajarnya adalah anak kunci untuk memulai persahabatan yang baik sedang celaan adalah sumber pertengkaran dan permusuhan.

Tapi yang perlu kita ingat bahwa pujian adalah ujian artinya yang mudah tersanjung dan juga mudah tersandung, oleh karena itu lihatlah selalu bahwa dirimu adalah orang yang senantiasa dihinggapi kelemahan, kekurangan, aib dan sebagainya.

Sejalan dengan apa yang kita bicarakan diatas tumbuh dan kembangkan kebiasaan pikiran anda yang positif sehingga dapat mendorong sifat-sifat yang menyelamatkan, apa yang anda pikirkan yang terkait ketakjuban agar kita selamat dari kemungkinan tergelincir oleh pujian yang menghancurkan.

D. DALAM PROSES BERPIKIR MAKSIAT DAN NEGATIF :
Untuk dapat menuntun sifat pola pikir yang terpuji, maka hindarilah kebiasaan pikiran yang bersifat maksiat dalam hubungan manusia dengan Allah Swt. Sedangkan berpikir negatif dalam hubungan anda dengan manusia.

Oleh karena itu, setiap manusia mulai sejak terbitnya matahari sampai terbenamnya, maka manusia memeriksa seluruh anggota tubuhnya yang terdiri dari mata, telinga, lisan, kemaluan, perut, tangan dan kaki tidak sedang mengandung kemaksiatan dan berpikir negatif, sehingga kita mampu mengenal diri agar kita selalu dekat sang penciptanya dengan begitu kita akan mampu menumbuhkan apa yang diperkirkan secara baik, apa yang kita sebut dengan mensyukuri karunia Allah, maka disitu terbukalah kebiasaan pikiran baru, sehingga begitu pentingnya kita menyadari peran dan fungsi ketujuh anggota tubuh yang telah kita utarakan diatas.
E. PENUTUP :

Ketakjuban yang kita ungkapkan kedalam peta pikiran, dimaksudkan agar kita selalu memanfaatkan kebiasaan berpikir agar dapat menuntun sikap dan perilaku kita dalam menata kehidupan dunia dan akhirat.

Dengan demikian kebiasaan yang effektif yang dituntun oleh pemahaman prinsip, sikap, perilaku dihayati menjadi satu kekuatan dalam proses berpikir.

Oleh karena itu, tingkatkan kedewasaan berpikir kedalam sisi rohaniah, social, emosional dan intelektual, dengan begitu anda dapat secara terus menerus belajar untuk menumbuh kembangkan kebiasaan pikiran untuk selalu dapat memanfaatkan dan memahami untuk dapat mengaktualisasi-kan makna hikmah berpikir kedalam pemahaman kita mengenai ungkapan kata “Ketakjuban”.

Sejalan dengan apa yang kita pikirkan diatas, maka salah satu alat tubuh mengingatkan kita untuk selalu memelihara lidah sewaktu berbicara karena perkataan itu adalah semacam anak panah bila terlepas dari busurnya sukar kembali lagi.
2. MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA PIKIRAN
KEDALAM USAHA PENCERAHAN

a. PENDAHULUAN
Kata “Pencerahan” merupakan kecernihan yang terungkap oleh kesadaran sebagai unsur jiwa sebagai penggerak alat berpikir agar kita mampu setiap manusia untuk menyadari sepenuhnya seberapa jauh yang bersangkutan memanfaatkan usia.
Kita pahami bahwa “kesadaran” itu paling tegas sebagai unsur jiwa, di waktu tidur kita tidak akan tahu, bilamana ada bahaya mengamcam dan menyebabkan kita sadar sepenuhnya. Jadi di waktu tidur kesadaran itu seolah-olah turut istrahat Dan semakin diwaktu tidur jasmani dan rochani kita letih semakin kurang pula kesadaran itu.
Dengan kesadaran kita dapat berorientasi meninjau serta merasakan diri sendiri serta menangkap atau memahami ituasi didunia luar artinya diluar diri kita.
Sejalan dengan apa yang kita utarakan diatas, maka makna “Pencerahan” dapat kita dalami lebih dalam bila KESADARAN diikuti dengan KECERDASAN dan AKAL, maka terbukalah kekuatan pikiran untuk menuntun anda dalam usaha memanfaatkan usia sehingga anda mampu menempuh jalan menuju pusat PENCERAHAN anda sendiri.
b. KEMAMPUAN MEWUJUDKAN PENCERAHAN
Pencerahan dapat diwujudkan sepanjang kita mampu melihat kedewasaan berpikir sehingga mampu mengintergrasikan ketiga unsur jiwa berupa KESADRAN, KECERDASAN, AKAL, dimana ketiga unsur terebut saling memiliki sifat-sifat ketergantungan dalam memanfaatkannya.

Dengan pikiran diatas, seperti halnya kita mengungkapkan bahwa jalan menuju pencerahan dapat kita ibaratkan seperti cita-cita menghendaki perjuangan, perjuangan menghendaki pengorbanan dan pengorbanan menghendaki ketabahan hati.

Oleh karena itu, tempuhlah jalan menuju puat pencerahan anda sendiri dengan kebiasaan memanfaatkan ketiga unsur jiwa diatas sehingga dapat mewujudkan makna pencerahan dalam perjalanan hidup kita.

Sejalan dengan pokok pikiran diatas, maka usaha meningkatkan kedewasaan berpikir akan mampu menuntun kebiasaan yang disebut dengan “Keinginan” artinya mau melakukannya, maka disitu terbuka pintu bagaimana melakukannya serta apa yang harus dilakukan dan mengapa.

Jadi kemampuan mewujudkan “Pencerahan” kedalam peta pikiran bergantung seberapa jauh kita mampu meningkatkan kedewasaan berpikir (rohaniah, social, emosional, intelektual) secara berkelanjutan yang mampu menyentuh jiwa kita seperti
Cara menyempurnakan rahmat ialah kasih saying Tuhan kepada anda dengan melalui ketaatan anda. Datang ketaatan dengan keimanan dan keimanan dengan pengetahuan.

Denan mengungkapkan jalan pikiran diatas diharapkan dapat menjadi penuntun dalam peta pikiran kita, sehingga dengan memahami makna pencerahan yang hendak kita kita bangun dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan menyadari sepenuhnya mengenai ilmu kepandaian itu ialah sahabat yang setia bagi teman hidup sampai kepada penghabisan umur kita.

C.PENUTUP
Bangkitkan kedalam peta pikiran anda bahwa pencerahan perlu ditingkatkan sehingga erbuka keinginan untuk memperbaiki diri setiap harinya. Bertekatlah untuk meningkat-kan kesadaran, kecerdasan dan akal kita untuk menyentuh yang sakral setiap harinya.

Oleh karena itu ingatlah kita kepada kematian adalah suatu cameti untuk memperbaiki kelakuan kita dan cinta pada orang miskin.

97. KEBIASAAN  PIKIRAN MENJELAJAH SUARA ATR   DALAM USAHA MEMBANGUN OPTIMISME

1.PENDAHULUAN

Berpikir kedalam optimisme berarti mengungkapkan keyakinan atas segala sesuatu dari segi yang baik dan menyenangkan sekaligus mengungkapkan harapan baik di segala hal.

Oleh karena itu, orang hanya bisa dengan berkembang jikalau ia bisa mengatasi kesukaran-keukaran karena itu harus bertekun dengan tekad maju terus,meskipun mendapat pukulan-pukulan dan rintangan. Makin besar kesulitan, makin bear kemuliaan. Penderitaan dan esusahan hidup adalah pengalaman yang berharga dan membuat seseorang berjiwa besar. Tidak ada jalan yang senang menuju jalan keberuntungan hidup.

Marilah kita menyimak „Optimisme Dalam Kehidupan Nabi dan ahabat“, dimana semua sikap Nabi Saw. Sarat dengan optimisme, kabar gembira, pransangka baik kepada Allah dan perasaan tenteram dengan pertolongan yang telah dijanjikan Allah Swt. Jika kita kaji sikap Nabi sejak hijarah dari Makkah ke Madinah, kita akan menemukan optimisme senantiasa melekat dalam diri beliau sepanjang hayatnya.

Untuk mengungkapkan wujud optimisme diperlukan pemahaman sarana yang dapat menggerak pikiran ke arah yang kita maksudkan, dalam hal ini disebut melalui:

Pertama , apa yang disebut dengan optimisme dengan nama-nama yang baik, bayang seorang muslim harus berhati-hati dalam memberi nama , khususnya nama anak-anak perempuan. Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan keislamnya karena Allah telah menamai kita kaum muslim sebagaimana dalam firmanya, QS. 22 : 78“ Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.“

Seperti halnya Rasullah saw. Mengubah nama kota Yatsrih menjadi Madinah

Kedua, optimisme dengan kata-kata yang baik, Kata-kata yang baik

Merupakan landasan dalam berintraksi dengan orang lain, oleh karena itu ungkapan kata perlu kita pelajari untuk menempatkan pada suatu situasi dan kedaan tertentu. Renungkan yang terungkap dala QS. 14 : 24-Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, 25 „pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.“

Ketiga, optimisme dengan mimpi baik. Artinya Mimpi yang baik merupakan kabar gembira dari Allah ; sedangkan mimpi yang menyedihkan (buruk) itu dari setan dan mimpi yang bersumber dari bisikan jiwa seseorang.

Sejalan dengan ungapan diatas, maka renungkan apa yang terungkap dalam QS. 10 : 54“ Dan kalau setiap diri yang zalim (musyrik) itu mempunyai segala apa yang ada di bumi ini, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka menyembunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu. Dan telah diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dianiaya

2. MEMASUKI PIKIRAN OPTIMISME

Pikiran-pikiran yang digerakkan oleh kekuatan unsur jiwa dalam bentuk kesadaran, kecerdasan dan akal yang dituntun oleh berpikir ketaatan (hubungan Tuhan) dan dan berpikir positip (manusia) akan mampu memberi sinar yang positip kedalam hati berarti terbuka pintu- pintu apa yang disebut dngan :

Pertama, mampu mengalahkan gejala penyakit artinya ada satu kekuatan yang mamu mendorong kedalam daya kemauan yang kuat dalam usaha mengoptimalkan keshatan secara umum, fisik dan psikis karena ia tetap merasa berbahagia dalam suasana apapun.

Oleh karena itu, dalam mengisi perjalanan hidup abadinya dengan penuh keridaan dan ketenteraman, dia menikmati hidup apa adanya, merasa puas dengan rezeki anugerah Allah Swt, snatiasa tersenyum, kadang geli dan tertawa tapi tidak berlebihan. Jadi dalam kamus hidupnya tidak mengenal rasa takut, pesimisme atau memandang buruk hari esok sehingga dia mampu menuntun apa yang dikerjakan dari hasil pikirannya sendiri sambil menadah tangan atas kebesaran Allah Swt. atas kehendaknya.

Kedua, mampu menjalani hidup abdi dengan percaya bahwa RUH (rahsia umur hidup) berada di tangan-Nya, artinya jiwa yang tenteram selalu berhubungan erat dengan perasaan optimisme, sehingga dia mampu melawan penyakit berarti memberi daya dorong kedalam seluruh tubuh, dari hasil penelitian membuktikan bahwa orang yang optimis lebih mampu menghadapi beragam penyakit kronis, dengan kekuatan pikiran tersebut bahwa orang yang apang dada dan optimisme dalam memandang masa depan akan hidup lebih panjang daripada orang-orang yang hidup resah. Orang yang mengkhawatirkan masa tua tampak lebih cepat tua.

Selain dari hasil riset, kita katakan orang islam memegang teguh agamanya dan  senantiasa mendekatkan diri kepada Alah Swt., mampu mengontrol unsur-unusr kehidupannya dan merancang masa depan yang penuh optimisme, sebab dia hidup sesuai realitas yang dihadapinya dan mengambil berbagai sebab yang telah di jamin oleh Allah Swt, kemudian dia bekerja sekuat tenaga hingga mencapai target yang diharapkannya.

Ketiga, membangun kebiasaan kedalam unsur jiwa optimis, artinya membangun daya kemauan yang kuat seehingga menjadi kebiasaan dalam keinginan yang mendarah daging dalam diri muslim. Secara bertahap dia menjalankan tahapan-tahapan optimisme hingga puncaknya dengan demikian bagi orang-organg yang optimimelah yang mampu membuat sejarah, memimpin ummat dan menuntun generasi penerus lebih-lebih dalam keturunan lurusnya.

Orang-orang pesimis tidak mampu membangun kehidupan normal dan kebahagian hakiki dalam jiwanya yang mampu mengetuk dinding jiwa yang mampu memberikan daya dorong kedalam kebersihan ruhani, kelurusan aqidah, kelembutan rasa, kekuatan kata, gejolak jiwa ketegasan sikap dan ketajaman mata hati.

Sejalan apa-apa yang kita utarakan diatas, maka renngkapan ungkapan dalam QS. 47 : 4“Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berhenti. Demikianlah, apabila Allah akan membinaakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang gugur pada jalan Allah, Allah tida akan menyia-nyiakan amala mereka“

Dengan demikian optimisme adalah senjata asli yang mampu menambah kepercaaan diri dan mengeluarkan jiwa dari kubangan pesimisme yang gelap, sehingga optimisme berkaitan erat dengan ketenteraman jiwa dan berbaik sangka kepada Allah.

3. PENUTUP

Yang menjadi pertanyaan kita seberapa jauhkan kita dapat menumbuh kembangkan satu kekuatan membangkitkan optimisme dala kehidupan sehari-hari dalam suasana kepastian dalam abad ini, dimana setiap orang yang memiliki kekuasaan lebih menekankan arti kesadaran yang bersifat dengan penuh kputusasaan, kekalahan, dominasi kebatilan yang mendorong mereka bersifat apatisme dan bersikap masa bodoh yang tidak ingin mengambil tanggung jawab dan akhirnya sifat keteladanan sebagai pemimpin tidak ada dan hidup dalam topeng kepalsuan.

Jadi telah tumbuh kesadran materialistik dalam hidup mereka, itulah satu tangtangan bagi saudara muslimku, bagaimana cara mendapatkan energi optimisme dan menanamkannya dalam diri dan sanubari kita ? Dalam hal ini ada langkah-langkah pikiran seperti yang terungkap dibawah :

  1. Jangan tumbuhkan pikiran negatif dari sebuah persoalan, melain kan lihatlah dari sisi pikiran positif untuk tetap kita mempertahankan satu kekuatan pikiran ketaatan dan melepaskan diri dari pikiran maksiat.
  1. Lihatlah selalu bagian gelas yang penuh dan jangan melihat bagiannya yang kosong yang mendorong manusia hancur yang hanya melihat warna pucat dan melupakan warna putih yang berbinar, oleh karena itu hati-hati dalam berita baik telivisi maupun media cetak.
  1. Kuatkan dalam pikiran bahwa percayalah bahwa Allah tidak pernah mengabaikan, dengan izin Allah masa depan dengan belajar dari sebab yang pertama adalah optimisme.
  1. Jadilah orang yang senantiasa merasa puas bahwa duka hari ini akan berbalik menjadi kegembiraan, oleh karena itu renungkan ungkapan dalam QS. 3 : 173“ (Yaitu) orang-orang (yang menta`ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.”
  1. Renungkan ungkapan barang siapa bersikap Zuhud terhadap dunia, dunia akan mendatanganginya dalam keadaan tunduk.
  1. Tenanglah rezeki anda di langit sebagaimana yang diungkapkan dalam QS. 51 : 22“Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezkimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu“.
  1. Hindari putus asa dan jangan perneh mendekatinya, renungkan ungkapan QS. 13 : 28“ (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.“
  1. Renungkanlah bahwa optimisme merasakan gerakan pikiran yang sehat dan postif ; untuk mencintai dan berbagi dengan orang lain ; mendorong terus kemampuan dalam perubahan ; dengan daya dan kekuatan Allah sekarang aku bisa melakukan pekerjaan ini ; ambillah manfaat dari pengalaman sukses pada masa lalu ; ambillah dari sukses dari orang lain ; jangan biarkan tumbuh ungkapan-ungkapan seperti putus asa, kemalasan atau bentuk-bentuk ngkapan penghancur harapan.
  1. Perlu diketahi bahwa optimisme menanamkan harapan dan mempertebal kepercayaan diri dan memberi daya dorong kedalam semangat bekerja, dengan begitu kebaikan dan ketaatan yaitu dengan cara memikirkan karunia Allah, kerajaan-Nya dan keajaiban kekuasaan-Nya.

10.Jadilah orang yang senantiasa menyayangi, mengasihi dan memberi, hiduplah dengan sederhana tidak usah merepotkan diri dengan hal-hal yang tidak perlu. Segeralah mencintai orang lain dan bantulah mereka semampu anda

11.Buang jauh-jauh pikiran yang negatif dan detruktif  dari pikiran anda   Dan berusahalah untuk memantapkan pikiran yang sehat  itu dalam      diri anda, niscaya anda mendapatkannya dengan izin Allah Swt. Oleh karena itu, kabar gembira untuk memotivasi untuk memperbanyak dan meningkatkan amal saleh

12. Dengan menumbuh kembangkan optimisme yang kita harapkanAdalah satu kedisiplinan dan kewaspadaan, sehingga renungkan apa-apa yang terungkap dalam QS. 8 : 60“ Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).

dan QS. 49 : 14“ Orang-orang Arab Badwi itu berkata: “Kami telah beriman”. Katakanlah (kepada mereka): “Kamu belum beriman, tetapi katakanlah: “Kami telah tunduk”, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu dan jika kamu ta`at kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tiada akan mengurangi sedikitpun (pahala) amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

 

98. KEBIASAAN PIKIRAN  MENJELAJAH SUARA ATR

      DALAM MENINGGALKAN SEDIH MENGUBAH NASIB

  1. 1.    PENDAHULUAN

Cobalah anda mengungkit daya ingat bahwa segala tempat dapat dipenuhi oleh isinya selain dari tempat ilmu. Tempat ilmu makin diisi makin bertambah besarnya. Tempat ilmu ialah di akal. Semakin bertambah seemakin terasa kebodohan kita. Orang yang merasa diri pandai ialah orang yang tidak menambah pengetahuan.

Sejalan dengan ungkapan diatas, maka bekerja berarti hidup. Banyak orang hidup, tetapi pada hakekatnya seperti orag mati. Mereka tidak merasakan rahasia kehidupan. Jadi mereka tidak melakukan suatu kebaikan untuk diri mereka sendiri dan tidak menciptakan masa depan bagi bangsanya, oleh karena itu renungkan ungkapan dalam :

QS. 9 : 7“ Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang, dan hati mereka telah dikunci mati, maka mereka tidak mengetahui (kebahagiaan beriman dan berjihad).“

Dengan mengungkapkan surat diatas, ingatlah bahwa bekerja  memang lawan kesedihan. Sebaliknya mengangur adalah teman kesusahan, oleh karena itu dengan bekerja menjadi tumpuan dalam usaha-usaha melespakan diri dari kesedihan.

Sejalan dengan apa yang kita ungkapkan diatas, marilah sejenak kita renungkan ungkapan dalam : QS. 3 : 139“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.“

QS. 16 : 127“ Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.  

QS. 3 : 173“(Yaitu) orang-orang (yang menta`ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.”

Dengan memperhatikan hal-hal yang terungkap dalam surat dan ayat tersebut diatas, apabila engkau mengalami suatu bencana maka katakan dan tanyalah dirimu dengan pertanyaan eperti :

1)  Kemungkinan terburuk apakah yang mungkin akan terjadi berikutnya ? ;

2)  Persiapkanlah dirimu untuk menerimanya dan menanggungnya ;

3) Lakukan dengan tenang upaya untuk memperbaiki dan melunakkan kemungkinan terebut.

  1. 2.    MELEPASKAN DIRI DARI KESEDIHAN

Kesedihan yang ditimbulkan oleh dorong syetan kedalam pikiran menjadikan sesuatu yang memperberat penderitaan. Oleh karena itu, hilangkan kesdihan sekarang juga dan nikmatlah karunia karunia Allah kepadamu.

Dengan demikian apakah engkau menghendaki kebahagian dan ketenteraman ? Ingatlah bahwa engkau tidak akan mendapatkannya kecuali kamu meningkatkan kekuatan berpikir dalam ketaatan maka ala yang ada, Yang Mahahidup dan sdisitu terbuka pintu anda akan berusaha terus beriman kepada sang Penciptamu, Tuhan alam semesta yang mengendalikan segala yang ada

Jadi ingatlah untuk selalu mengungkit daya ingat anda kedalam satu kebiasaan yang terus menerus anda bina untuk melepaskan diri dari kesedihan karena jangan sedih karena kesedihan hanya membuatmu menyesal masa lalu, tapi pikirkan apa yang terjadi saat ini karena hidup anda dibentuk oleh pikiran anda sediri, oleh karena itu belajar menjadi satu kebutuhan untuk mempersiapkan diri dalam proses berpikir dalam usaha melihat masa depan.

Berdasarkan apa-apa yang telah kita utarakan diatas, ingatlah bibit sedih menjadi satu kekuatan yang dapat mendorong manusia kedalam apa yang disebut „Kecemasan“, oleh karena itu tidak ada gunanya menangisi yang telah berlalu yang berdampak membuatmu takut alk

Sedih yang berlarut-larut mendorong menjadi kecemasan, sedangkan kita dapat memahami bahwa kecmasan adalah racun kehidupan sehingga menyebabkan ciutnya hati dan wajah cemberut, maka kuatkan pikiran anda kedalam ketaatan dan berpikir positip. Oleh karena itu ingatlah bahwa kesedihan tidak akan bisa mengembalikan sesuatu yang telah hilang, tidak akan mendatangkan manfaat apapun.

  1. 3.    PENUTUP

Kebutuhan meninggal sedih dalam usaha mengubah nasib, sangat ditentukan oleh suatu keinginan untuk meningkatkan daya kemauan yang kuat untuk berubah, oleh karena itu gerakkan daya ingat anda dalam perubahan kedalam keinginan untuk mengubah nasib anda

Oleh karena itu reungkan makna surat dan ayat ini“ QS. 48 : 12“ Tetapi kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mu’min tidak sekali-kali akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya dan syaitan telah menjadikan kamu memandang baik dalam hatimu persangkaan itu, dan kamu telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa.“

Sejalan dengan ungkapan diatas, maka renungkan kembali hal-hal yang terungkapkan dalam WAKTU : „Sediakan waktu untuk membaca karena itu sumber hikmat ; Sediakan waktu untuk tertawa karena itu musiknya jiwa ; Sediakan waktu untuk berpikir karena itu pokok kemajuan ; diakan waktu untuk beramal karena itu pangkal kejayaan ; Sdiakan waktu untuk kegembiraan karena itu membuat muda selalu ; Sedia waktu untuk beriman karena itu adalah induk dari segala ketenteraman hati“

Jadi untuk menghilangkan kesedihan yang mampu mendorong manusia menjadi kecemasana sebagai racun kehidupan, maka cobalah anda untuk merenung sejenak sebagai kekuatan dalam menjalankan perjalanan hidup abadi sebagai satu kekuatan energi yang mendorong kedalam pikiran anda hal yang terkait dengan „HIDUP (hijarah, insyaf, durhaka, usaha, perbaikan) ; MATI (malaikat, ajal, takdir, ilahi) dan WAKTU (seperti apa yang kita ungkapkan diatas).

Dengan demikian, tingkatkan cara berpikirmu, karena engkau diciptakan untuk tugas yang besar yaitu beribadah kepada Allah dan meramaikan bumi. Cintailah Allah dan Rasul-Nya; oleh karena itu, ingatlah bahwa esuatu kejadian yang keruh akan menjadi lebih keruh kalau berurusan dengan orang yang kotor jiwanya. Tetapi akan jernih sendirinya kalau berurusan dengan orang yang suci bathinnya.

 99. KEBIASAAN PIKIRAN  MENJELAJAH SUARA ATR

      DALAM USAHA MEMBANGUN KEBAHAGIAN

  1. 1.    PENDAHULUAN

Belajar mendalami makna „Hidup, Mati dan Waktu“ berarti anda berusaha untuk membangun „Kebahagian“ artinya setiap manusia sebagai mukmin, maka engkau dalam kenikmatan yang besar sebagai orang yang bahagia. Jadi pikirkan tidak ada kamus dalam jiwa anda untuk menolak kebahagian. Mulailah gerakkan daya kemauan yang kuat untuk mewujudkan apa itu kebahagian, jangan ditunda-tunda karena syetanlah yang menakuti-nakutimu.

Renungkan apa yang teruang dalam QS. 93 : 11“ Dan terhadap ni’mat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).

Belajar meningkatkan pemahaman atas kepercayaan (ISLAM) dan keyakinan (IMAN) adalah nikmat yang terbesar dan ketahuilah bahwa dunia ini bertabiat menghimpun antara dua hal yang saling berlawanan. Oleh karena itu, terimalah ia apa adanya, hubungkan dirimu dengannya dan tundukkan dirimu untuk rela menerima taqdir apa pun dari Allah. Bersikap lurus dan lembah lembut. Berilah maaf dan ampunan, serta bersikaplah toleran, lalu pejamkan mata dari kekurangan dan aib orang lain.

Sejalan apa yang kita pikirkan diatas, maka belajarlah dari ungkapan seperti „ Bertambah luas dalam memanfaatkan unsur jiwa (Kesadaran, Kecerdasan, Akal), bertambah luas hati, bertambah luas hidup bertambah datangnya bahagia. Bertambah sempit pula hidupnya dan bertambah datangnya claka“

Oleh karena itu, renungkan bahwa barang siapa yang mencintai sesuatu ia akan diperbudak oleh yang dicintainya itu. Orang sufi menganggap cinta dunia itu pokok segala kejahatan. Jadi dalam memahami dunia, renungkan bahwa „alam ini lahiriahnya berupa tipuan sementara batihiniahnya berupa pelajaran. Diri (nafsu) melihat kepada lahariahnya yang menpu sementara kalbu melihat kepada bathinnya yang menjadi pelajaran“ Jadi jangan tertipu pada yang tampak, apa yang tampak tidak selalu seperti yang sejatinya. Kenalilah sifat dunia dengan hatimu, wilayah kesadaranmu. Dengan begitu engkau akan selalu menemukan makna sebab dan pesan di balik semua peritiwa. Jangan sadarkan penglihatanmu pada nafsu.

  1. 2.    BANGUNLAH SATU KEBAHAGIAN SAAT INI

Yang menjadi pertanyaan, adakah daya kemauan yang kuat untuk membangun satu kebahaian saat ini ? Dalam hal ini sangat tergantung kebiasaan anda berpikir, kita telah mengungkapkan pentingnya anda memahami makna „Waktu, Hidup, Mati“ seperti yang telah kita utarakan dalam tulisan sebelumnya.

Oleh karena itu, berhasil apa tidaknya maksud kita tergantung kepada keberanian hati kita. Orang yang putus asa lenyap keberaniaannya. Putu asa adalah sifat yang segala hal sejahat-jahatnya. Punggung pedang kalau diasah necaya tajam juga.

Jadi dengan kepercayaan dan keyakinan bangunkanlah daya kemuan untuk mewujudkan kebahagian saat ini bertolak dari atu pikiran bahwa eungguhnya Allah membebani anda esuai dengan apa yang diberikan-Nya kepada anda. Sungguh keliru sekali apabila anda menyangka bahwa modal anda adalah emas dan perak yang ada pada anda. Sebenarnya, modal anda yang asli itu adalah ejumlah anegerah, kecerdasan, kemampuan dan kebebasan yang telah diberikan Allah kepada anda. Dan termasuk unsur asli dalam kekayaan anda adalah kesehatan yang empurna dan kesejahteraan yang memancar dari ujung rambut sampai ke ujung kaki, yang merupakan nikmat-nikmat Allah kepada Anda, yang dapat anda pergunakan dalam kehidupan sekehendak anda.

Namun aneh kebanyakan manusia meremehkan kekayaan asli yang mereka miliki itu, yang tidak dicampuri oleh orang lain. Sikap tak menghargai seperti ini adalah kekufurun yang pantas mendapat celaan dan teguran. Dale carnegie berkata : Apakah anda bersedia menjual kedua biji mata anda dengan harga satu milyard? Cobalah anda renungkan kembali bahwa coba anda hitung kekayaan anda berupa anugerah Allah yang tak ternilai ini, kemudian kumpulkan bagian-bagiannya, maka anda akan melihat bahwa ia tidak dapat dinilai dengan emas yang telah kumpulkanlah. Jadi tidak memikirkan apa apa yang kita punyai, tetapi selalu memikirkan apa yang tidak kita punyai.

Sejalan apa yang kita utarakan diatas, maka berpikir, kemauan dan bekerja adalah alat untuk melaksanakan cita-cita. Berpikir anda banyak dan berkatalah anda sendiri. Oleh karena itu, kita berharap anda mau mengubah hidup anda, sehingga yang bisa mengubah kehidupan anda adalah diri anda sendiri. Ubahlah hidup anda menjadi lebih dinamis dan semangat memasuki usaha-usaha membangun kebahagian saat ini, yakinlah semoga Allah selalu membimbing anda.

  1. 3.    PENUTUP

Walaupun kita tidak dapat mengetahui, bagaimana hidup kita yang akan datang kita tidak mengetahui buruk dengan baik tidak bercerai dengan kita. Hdup seperti roda pedati karena itu pergunakan sehat sebelum sakit, kuat sebelum lemah, lapang sebelum sempit, kaya sebelum miskin, muda ebelum tua dan hidup sebelum mati.

Dengan demikian, apa yang kita pikirkan dalam usaha-usaha yang kita inginkan kedalam wujud kebahagian saat ini, sudah saat bersyukur dengan segala nikmat yang Allah berikan.

       100. KEBIASAAN PIKIRAN  MENJELAJAH SUARA ATR

        DALAM MENJEBERANGI BATU KARANG

1.PENDAHULUAN

Jangan terjang batu karang, seperti halnya  bertindak dengan nafsu sama dengan berlayar kelautan di waktu badai dan topan sedang mengamuk.

Oleh karena itu, orang bijak seharusnya bersikap seperti air. Air itu tidak menerjang batu karang. Ia justeru membelainya dari kanan dan kirinya, dari atas dan bawahnya. Renungkan seperti yang terungkap dalam suatu Hadits Mulia „Orang mukmin itu bagai pohon yang kuat. Meski ditiup angin hingga miring ke kanan dan kekiri ia tidak tumbang“

Menyeberangi batu karang maka pikirkan adanya gap atau kesenjangan dalam pola pikir, oleh karena itu perlu adanya perubahan pola pikir dalam memandang hal-hal yang terkait seperti apa yang telah kita ungkapkan pada bagian terdahulu mengenai „Keteladanan, Kegembiraan dalam kegelisahan, Gelisah hati, Gelisah jiwa, Bahagia-sabar-ridha, Berbaik sangka kepada Allah, Optimisme, Sedih, Kebahagian“, oleh karena itu janganlah lumpuh-kan kebiasaan kedalam kesiapan menjalani dalam perubahan pola pikir bahwa barang siapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah menunjukkan baginya jalan menuju Syurga.

2. JANGAN TERJANG BATU KARANG

Sejenak kita renungkan apa yang yang terungkap dalam Hadis Qudsi bahwa „Barang siapa yang mendekatkan dirinya kepadaku sejengkal, maka akan akan mendekatkan diri kepadanya satu hasta. Dan barang siapa yang mendekatkan dirinya kepadaku satu hasta , maka aku akan mendekatkan diri kepadanya satu depan. Dan apabila ia menuju kepada dengan berjalan, maka aku akan menyongsongnya dengan berlari“

Oleh karena itu, peruahan pola pikir menuntu jadilah orang bijak, jadi jangan terjang batu karang, ingatlah bahwa kebijaksanaan ialah seperti membunuh ular dalam benih, pemukul tidak patah, tanah tidak lambang, benih tidak rusak tetapi ular tetap mati, artinya maksd sampai, orang tidak tersinggung dan kita merasa lega.

Dengan begitu, kendatipun berapa kesulitan yang dihadapi tetapi bibir tetap tesenyum. Walaupun remuk dalam hati tidak terbayang pada muka. Harimau kata hati tetapi kambing juga kata mulut, kendadatipin hati panas tetapi otak hndaklah dingin.

Memperhatikan uraian diatas, maka bila engkau ingin melakukan sesuatu, tetapi rasanya tidak mngkin, maka pikirkan untuk melakukanyang lain atau pikirkan cara lain agar bisa mlakukannya, tapi jangan bersedih karena belum berhasil, perjelaslah segala urusanmu sebelum engkau melakukannya.

Sejalan dengan apa yang kita pikirkan diatas, maka ingatlah keada keuntungan orang yang bertaqwa : Karena bahaya otaknya aman saja tidak gelisah, tidak mengeluh dan tidak bergoncang jiwanya, suka menahan marah, tidak aka mengerjakan menurut kemauan nafsunya.dengan cara tidak melawan dan tidak menjang batu karang. Maksudnya janganlah engkau lawan secara langsung para pemimpinmu, baik dalam pekerjaan maupun lainna terutama jika engkau memang bersalah atau lalai.

3.PENUTUP

Seberapa jauh kemampuan kita dalam menyeberangi batu karang karena setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya, seperti halnya bagi orang yang bekerja tak ada hari yang panjang. Bekerja itu adalah satu obat yang menyehatkan jiwa. Hasil pekerjaan itu lebih baik dari perkataan yang bagus.

Oleh karena itu, berpikir, kemauan dan bekerja adalah alat untuk melaksanakan cita-cita. Berpikir anda banyak dan berkatalah anda sedikit. Artinya bersikaplah pemaaf dan lapang dada. Renungkanlah apa yang terungkap dalam :

QS.42 :40”Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barangsiapa mema’afkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim”

QS.41 :34” Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara  dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia”

Dengan memperhatikan hal yang terungkap dalam surat diatas memberikan satu kekuatan kedalam jiwa anda untuk dapat memahami bahwa temanmu adalah penghiburanmu dan obat bagi dukamu, sehingga dngan perjuangan yang tidak mengenal susah dan payah tak mengenal sakit dan senang dapat memuliakan diri seseorang.Gagal dalam kemuliaan lebih baik dari menang dalam kehinaan.

94. KEBIASAAN PIKIRAN MENJELAJAH SUARA ATR

       DALAM MENYELESAIKAN KEGELISAHAN JIWA

1. PENDAHULUAN

Sejalan dengan kemampuan anda untuk menyingkapi faktor penyebab dalam kegelisahan hidup, maka terbuka pintu sejauh mana anda mampu untuk menepis kgelisahan yang mendorong anda dalam kesedihan.

Oleh karena itu, usaha-usaha untuk menyelesaikan kegelisahan jiwa dengan bertopang seberapa jauh anda mampu memanfaatkan kesadran, kecerdasan dan akal untuk menuntun dalam kemampuan anda untuk berpikir maka disitu terletak anda melihat apa arti hidup didunia yang sejalan kekuatan pikiran dalam ketatatan dan positip.

Dengan demikian anda memiliki peluang untuk keluar dari kegelisahan hidup anda dengan seberapa jauh anda dapat menangkap daya kemauan untuk selalu siap menghadapi tantangan yang dapat mempengaruhi jalan pikiran, seperti kita maklumi bahwa apa yang kita kerjakan adalah hasil buah pikiran kita sendiri.

Jadi yang perlu anda pikirkan adalah menyatukan kekuatan pikiran anda untuk membangun daya kemauan menjadi kebiasaan dalam menanggapi apa yang anda pikirkan untuk menyelesaikan kegelisahan jiwa agar anda dapat secara lebih terfokuskan mencari jalan keluarnya.

2. CARA MENGELOLA MENEPIS KEGELISAN JIWA

Untuk dapat melaksanakan hal-hal yang terkait dengan usaha-usaha yang secara praktis dapat anda lakukan sejalan dengan keinginan yang hendak anda bangun dapat mencakup seperti :

Pertama, tegaskan pada dirimu sendiri, bahwa segala sesuatu tergantung buah pikiran sendiri, misalkan anda tidak memiliki rezki sehingga anda tidak bisa membayangkan bagaimana menghidupkan keluarga anda.

Disinilah letak usaha untuk menepis kegelisan jiwa secara bertahap untuk menyadarkan bahwa dengan usaha kita akan selalu dengan dengan sang pencipta.

Kedua, bangkitkan semangat anda untuk selalu dapat mempertimbangkan penyebab kegelisahan anda, maka disitu terletak pintu jiwa anda dalam usaha menyesiati perjalanan hidup anda.

Ketiga, dalamilah makna dunia lebih jauh, dimana kita hidup didunia hanya bersifat sementara, oleh karena itu renungkan makna RUH (rahasia umur hidup) yang tertanam dalam tubuh anda merupakan rahasia yang hanya diketahui oleh Allah Swt.

Keempat, terus berserah dalam setiap langkah atas kebesaran Allah Swt. Oleh karena itu boleh jadi anda buruk tetapi tampak olehmu sebagai kebaikan lantaran engkau berkawan dengan orang yang tingkah lakunya lebih buruk darimu sehingga perbanyaklah dalam beristigfar karena nafsu yang senantiasa memerintahkan kejahatan.

Kelima, Ingatlah selalu kehadapan Allah swt. Artinya barang siapa berpaling dari menyembah, menaati, dan mencintai Allah, dia pasti diuji dengan menyembah, menaati dan mencintai makhluk.

Keenam, dirikanlah shalat karena Tuhan selalu melihat kamu karena dengan shalat seseorang bisa berkomunikasi secara langsung dengan Tuhan pemilik langit yang mengetahui dan mendengar egala sesuatu.

Ketujuh, berdoalah kepada Tuhan anda ; sering mengucapkan rida ; bertakwakal ; yakinlah kepada Allah ; ingatlah kematian ; bandinkan satu musibah dengan musibah yang lain.

3. PENUTUP

Dengan mengungkap cara menepis kegelisahan jiwa yang diungkapkan diatas, maka berarti kita akan memikirkan untuk keluar dari permasalahan yang selalu akan kita hadapi.

Yang menjadi permasalahan dari setiap orang, adalah untuk berani mengungkapkan kegelisahan jiwa anda bahwa hal itu bila kita bayangkan bahwa fitnah dan kegelisahan bisa berubah menjadi nikmat.

Untuk itu anda jangan dipusingkan oleh kegelisahan dan permasalahan hidup ini, oleh karena itu tumbuh kembangkan kebiasaan dalam berusaha untuk menghamba.

Dengan demikian sandarkan sepenuhnya dirimu kepada-Nya, sebab hanya dengan begitu engkau akan lebih mudah menikmati penghambaan kepada-Nya. Biarkan dirimu menyatu dalam irama_nya agar engkau bisa menikmati kebiasaanmu dengan-Nya.

Jadi ingatlah selalu dalam pikiran kita bahwa hanya dengan menjadikan Allah satu-satunya pengharapanmu, engkau tidak akan mengalami kekecewaan dalam hidupmu.


 95. KEBIASAAN PIKIRAN MENJELAJAH SUARA ATR

       DALAM MEMAHAMI KEBAHAGIAN TERLETAK

       DIANTARA SABAR DAN RIDA

1.PENDAHULUAN

Perjalanan hidup ini penuh dengan sifat yang hanya mementingkan diri sendiri dan tamak menjadi penghalang sebagai tabir antara dia dengan Tuhan. Dan orang yang hanya memikirkan diri sendiri, tak mengalami kebahagian dalam hidupnya. Kalau kita pikirkan keberatan orang lain tentu diperkirakan pula keberatan kita.

Oleh karena itu, ungkapan kata SABAR dan RIDA merupakan dua kata yang mudah diucapkan seperti halnya siapa yang mnyombongkan kepandaiannya berarti ia mengemukakan kebodohannya. Tingginya jatuh seseorang seberapa tinggi yang dipanjatnya. Begitu pula halnya kita bisa dengan mudah mengatakan kepada orang yang tertimpa musibah „Bersabarlah dan terimalah kenyataan ini dengan hati yang lapang“.

Ungkapan diatas, bukanlah sesuatu yang aneh dalam kehidupan ini sehingga hal itu biasa saja kita hadapi, sehingga tidak heran pula yang nampak dari pengalaman menunjukkan bahwa pada saat musibah terjadi, seseorang bisa kehilangan akal dan tidak bisa mengontrol diri sehingga lepas kendali dengan mengekspresikan jiwanya dengan berteriak-teriak. Ia akan tersadar dengan kejadian tersebut bila waktu itu berlalu dan menyadari apa-apa yang terjadi.

Dengan demikian dalam usaha memahami makna kebahagian yang terletak diatara sabar dan rida, berarti ada satu kekuatan yang dapat kita pikirkan bahwa seseorang yang tidak dapat melawan arus, ia seperti perahu yang diam di tepi air yang hening sehingga tidak bisa mundur juga tidak bisa maju. Jadi ungkapan tersebut mengingatkan kepada kita bahwa jiwa seorang muslim tidak hanya mampu bersabar sehingga dia bisa mengontrol kata-kata dan gerakan, tetapi juga bisa menerima keadaan dengan hati yang tenang dan khusyuk.

Ketika seorang muslim tertimpa musibah, dia akan memuji Allah atas apa yang diambil darinya dan rida dengan apa yang tersisa.

2. SABAR

Ungkapan kata sabar menjadi kebutuhan dalam hidup, setiap kejadian yang mengganggu pikiran akan berdampak seberapa jauh kita dapat menerima keadaan tersebut.

Oleh karena itu, kuatkan pikiran kita untuk mewujudkan dalam jiwa mengenai sabar, untuk itu renungkan apa-apa yang terungkap dalam Al Quran, seperti yang termuat dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 2 : 153“ Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar“ Ungkapan Sabar tersebut dapat kita baca seperti yang termuat dalam surat ayat seperti. ;QS. 2 : 155, 156, 157, 177, 249 ; 3: 17, 120, 125 ; 4 : 19 ; 6 : 34 ; 8 : 65 ; 11 : 11 ; 12 : 90 ; 13 : 22 ; dst.

Sabar dalam mencari ridla Allah QS. 13 : 22“ Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),-24 ; 76 : 24

Sabar dan beramal shaleh QS. 11 : 11“kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar.

Sabar dan shalat sebagai sarana  mohon pertlongan Allah QS. 2 : 45“ Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu`,, 153

Dengan mendalami makna sabar, maka kita dapat membayangkan kalimat seperti „Nasihat terpenting yng dapat aya berikan kepada anda untuk perjalanan anda adalah ikutilah kebahagian anda“ Jadi „Ikutilah kebahagian anda maka pintu-pintu akan terbuka adalah suatu kebenaran univeral dan leh karenana, tidak mungkin gagal Ikutilah intuisi anda tentang di mana kebahagian anda itu. Kejarlah kecenderungan batin anda dan impian-impian yang belum tercapai.

Dengan memikirkan hal-hal yang tersebut diatas, maka bertambah satu kekuatan pikiran bahwa dengan bersabar kita akan berbeda, ingatlah orang sabar disabarkan Allah, akan berbuah pahala sabar yang menumbuhkan satu kekuatan kedalam iman dan sabar. Jadi ingatlah orang sabar dimuliakan Allah.

Apabila seorang hamba di anugerahi oleh Allah Swt, kesabaran menahan derita dan kesabaran menghadapi bencana, sesungguhnya dia telah diberi anugerah terbaik yang pernah diberikan kepada seorang hamba setelah keimanan kepada Allah.

Dengan kekuatan pikiran dalam ketaatan (dalam hubungan dengan Allah) dan berpikir positip (dalam hubungan dengan manuia) bearti menjadi apa yang disebut „Kenderaan untuk menempuh kesulitan“ dan „Sabar menjalani kefakiran menuju surga“

Dengan mendalami ungkapan diatas, maka renungkan makna sabar yaitu 1) sabar meninggalkan maksat ; 2) sabar menjalankan kwajiban ; 3) sabar menghadapi perkara yang subhat ; 4) sabar menjalani kefakiran ; 5) sabar menahan rasa sakit ; 6) sabar tertimpa musibah ; 7) sabar dianiaya orang lain ; 8) sabar mengekang syahwat ; 9) sabar menahan diri dari perkataan yang tidak berguna ; 10) sabar melaksanakan ibadah-ibadah tambahan.

3. RIDA

Bila kita bandngkan dua kata tersebut dimana ungkapan kata menjadi bermakna, maka kata SABAR setelah mesibah terjadi, sedangkan RIDLA manakala eseorang rela dengan apapun yang akan terjadi sebelum mnimpa.

Renungkanlah ungkapan Ridla seperti yang terungkapkan dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 2 : 265“ Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.

 QS. 3 : 162“ Apakah orang yang mengikuti keridhaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan (yang besar) dari Allah dan tempatnya adalah Jahannam? Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.

QS.4 : 108 ; 5 : 3 ; 6 : 52 ; 9 : 59 ; 20 : 84 ; 27 : 19 ; 48 : 18, lebih lanjut silahkan untuk membaca lebih lanjut.

Yang dapat mencapai ridla Allah adalah Takwa QS. 22 : 37“ Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.“

Mengikuti yang diridhai Allah QS. 3 : 162 „Apakah orang yang mengikuti keridhaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan (yang besar) dari Allah dan tempatnya adalah Jahannam? Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.“

Dengan memahmi ungkapan dari suart dan ayat diatas, maka kuatkan pikiran dalam ketaatan dan pikiran positip sehingga kita dapat memetik apa yang disebut „Allah swt menetapkan kebaikan bagi anda menjadi ridlalah“ dengan begitu anda menyadari sepenuhnya sebagai „Petunjuk hati kedalam pasrah“

Yang menjadi masalah kita adalah „Ridlakah anda?“ menerima jika kepedihan menimpa sebagai suatu kehendak dalam „Tuhanku mengujiku“ sehingga makhluk yang paling berdosa besar bila ia tidak dapat menerima sebagai ujian baginya. Sadarlah bahwa „Allah wt memalingkanmu dari keburukan“

4. PENUTUP

Mengetuk dinding jiwa berarti adanya usaha-usaha yang dipikirkan dalam unsur jiwa dengan menggerakkan kesadaran, kecerdasan dan akal dalam menmbuhkan kebersihan ruhani, kelurusan aqidah, kelembutan rasa, kekuatan kata menjadi pendorong untuk mwujudkan makna SABAR dan RIDLA sebagai satu kekuatan jiwa.

Oleh karena itu, bayangkan wujud kebahagian terletak diantara sabar dan ridla kedalam suatu pemikiran bahwa rugi harta benda belumlah disebutkan rugi karena harta bisa di cari.

Rugi kebenaran salah artinya dengan separuh kerugian. Tetapi kalu rugi kehormatan, jatuh matahari dan gengsi itulah rugi yang sebenarnya.

Apa arti ungkapan diatas bila kita renungkan baik-baik maka Roh yang kotor, bathin yang tiada disinari cahaya ketuhanan adalah sarang dan sumbernya segala kejahatan. Karena kotoran rohani, roh akan merupakan akhlak dan meruntuhkan karekter.


96. KEBIASAAN  PIKIRAN MENJELAJAH SUARA ATR

       DALAM BERTAWAKAL UNTUK BERBAIK SANGKA

       KEPADA ALLAH

 1.PENDAHULUAN

Tawakal dari kamus bahasa Indonesia berarti berserah kepada kehendak Allah, percaya dengan sepenuh hati kepada Allah. Kata tawakkal adakalanya diungkapkan dalam bentuk tunggal, bentuk jamak, bentuk masa lalu, benuk masa datang an bentuk perintah yang semuanya dapat kita ketemukan dalam Al Qur’an, Seperti yang tercantum dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS.7 : 89“ Sungguh kami mengada-adakan kebohongan yang besar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agamamu, sesudah Allah melepaskan kami daripadanya. Dan tidaklah patut kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Tuhan kami menghendaki (nya). Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allah sajalah kami bertawakkal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.

 QS. 8 : 49“ (Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata: “Mereka itu (orang-orang mu’min) ditipu oleh agamanya”. (Allah berfirman): “Barangsiapa yang tawakkal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

QS.10 : 85“ Lalu mereka berkata: “Kepada Allah-lah kami bertawakkal! Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim,

QS.11 : 56“ Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melatapun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.”

QS. 14 : 12“ Mengapa Kami tidak akan bertawakkal kepada Allah padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang bertawakkal itu berserah diri”.

Allah menyukai orang yang bertawakal kepadaNya QS.3 : 159“ Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma`afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

Bertawakal kepada Allah QS. 9 : 129“ Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki `Arsy yang agung”. ; 10 : 85“ Lalu mereka berkata: “Kepada Allah-lah kami bertawakkal! Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim,

2. BERBAIK SANGKA KEPADA ALLAH

Belajar dari ungkapan yang termuat dalam surat dan ayat diatas, mengingatkan kepada pikiran kita bahwa tawakal merupakan suatu kedudukan yang tata letaknya jatuh kembali kepada Allah (inabah).

Dikatakan demikian karena dalam meraih tujuannya seseorang dianjukan untuk bertawakal (berusaha keras dengan penuh kepasrahan kepada Allah.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kedudukan tawakal sama halnya dengan sarana , sedang kedudukan inabah adalah tujuannya. Oleh karena itu renungkanlah ungkapan seperti „Terimalah dengan ikhlas apa yang tidak mungkin dielakkan. Kalau kita mengetahui bahwa suatu keadaan itu di luar kekuasaan dan kemampuan kita untuk mengobah dan memperbaikinya, berkatalah pada diri sendiri. Memang sudah mustinya begitu tak dapat lain“

Dengan memperhatikan apa-apa yang kita utarakan diatas, maka berbaik sangka kepada Allah Swt. Dan berharap ibarat dua saudara sekandung. Keduanya mensyaratkan seorang hamba berkomitmen taat kepada Allah Swt, yakni senantiasa menunaikan kewajiban serta menjauhi maksiat dan dosa besar. Dengan demikian, berharap merupakan salah satu dari tingkatan amalan hati.

Jalan menuju Allah Swt. ditunjukkan  harapan menjadi unsur penting untuk kita gerakkan dalam pikiran sebagai suatu ketaatan yang baik. Renungkan QS. 2 : 218“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

Sejalan dengan kita utarakan diatas, maka harapan dapat berbentuk apa yang disebut dengan : 1) Harapan seseorang yang taat kepada Allah karena mendapatkan cahaya Allah Swt ; 2) Harapan seseorang yang berbuat dosa kemudian bertobat ; 3) Harapan yang terlena dalam kelalaian dan kesalahan.

Pada bentuk yang ketiga diatas, perlu ada daya kemauan yang kuat untuk menjadi keinginan agar tidak terperosok yang berbahaya, apa yang disebut 1) Dia diliputi putus asa berkepanjangan sehingga meninggalkan ibadah ; 2) Dia diliputi ketakutan yang berlebihan melampaui batas kewajaran sehingga membutuhkan keseimbangan antara harapan dan rasa takut.

Bertolak dari pikiran diatas, maka orang yang konsisten dengan harapan pasti akan memetik manfaat seperti yang disebut dengan : 1) Harapan mendorong kesungguhan untuk beramal saleh dan memperbanyak ibadah sunnah ; 2) Harapan membimbing pemliknya menuju Allah wt ; 3) Harapan mengantarkan seseorang hamba ke daun pintu cinta dan memasukkannya ke lorong cinta ; 4) Harapan mengangkat seorang kedalam bersyukur yang menjadi intisari penghambaan ; 5) Harapan menambah makrifat kepada Allah ; 6) Harapan membrikan kesempatan untuk menunggu dan menambakan karunia Allah Swt

Dengan demikian perlu kita renungkan agar kita dapat meningkatkan tingkatan harapan tertinggi dari satu titik ke titik lainya yang kita sebut kedalam tingkatan harapan yaitu : 1) Menuju tempat yang tinggi ini dengan sungguh-sungguh dan menjejakkan kaki di anak tangga perjuangan pertama dalam ibadah dan ketaatan ; 2) Zuhud terhadap apa yang ada pada manuia tetapi tamak dan mengharapkan apa yang ada disisi Allah ;

3) Merasa nikmat dalam beribadah dan melaksanakan ketaatan, seraya melatih hati untuk mengerjakan amalan aleh dengan rasa cinta dan penuh dedikasi ; 4) Bersegera melakukan ketaatan dengan semangat dan sunguh-sungguh sehingga hati dan anggota tubuh menjadi terbiasa beramal saleh tanpa terlambat atau malas.

3. BERTAWAKAL KEPADA ALLAH

Tawakal merupakan salah satu amalan hati yang agung. Ia merupakan sifat yanh melekat dalam diri hamba yang beriman. Renungkanlah apa yang tertuang dalam QS. 64 : 13“(Dia-lah) Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Dan hendaklah orang-orang mu’min bertawakal kepada Allah saja“

Penyertaan perintah Allah untuk bertawakal dan penjelasan bahwa Rasulullah Saw. Berada diatas kebenaran yang nyta menunjukkan bahwa berucap, beramal, berkeyakinan dan berniat dengan benar ; 2) Hendaknya dia bertawakal mempercayai Allah.

Renungkan apa yang terungkap dalam QS. 14 : 12“Mengapa kami tidak akan bertawakal kepada Allah padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan  yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang bertawakal itu beserah diri“

Sejalan dengan apa yang kita utarakan diatas, maka sifat tawakal dikaitkan oleh Allah Swt dengan berbagai hal, diantaranya mencakup hal-hal yang terungkap dalam :

1) Maqam ibadah ;

2) Maqam dakwah ;

3) Maqam berhukum

Oleh karena itu, terdapat tingkatan dan maqam tawakal apa yang disebut dengan

1) Mengetahui Allah Swt., kekuasaan-Nya dan semua asma dan sifatnya ;

2) Memperhatikan ebab dan musabab ;

3) Hati kokoh dalam maqam tauhid ;

4) Hati bersandar kepada Allah Swt. dalam segala urusan dan merasa tenang dengan_Nya ;

5) Berprasangka baik kepada Allah Swt, merupakan tingkatan penghambaan tertinggi ;

6) Mengandung makna artinya aku bertawakal dan memohon pertolongan kepada Allah Swt.

Dengan memperhatikan hal-hal yang diungkapkan diatas, maka dalam pikiran menumbuhkan atas pemahaman yang mendalam mengenai faedah tawakal yaitu

1) Rida merupakan faedah tawakal terbesar ;

2) Menghadirkan kecintaan Allah Swt ;

3) Tambah mempercayai Allah Swt. berarti hamba akan semakin yakin bahwa segala yang ada disisi Allah itu baik dan abadi ;

4) Hilang ketrgantungan kepada manusia dan sangat merindukan sesuatu yang ada di isi Allah Swt. ;

5) Tawakal merupakan sebab paling dominan dalam mendatangkan manfaat dan mencegah bahaya ;

6) Memberikan kekuatan, keberanian, keteguhan dan ketegaran di hati dalam menghadapi musuh ;

7) Terpelihara diri dari setan dan biisikannya ;

8) Tawakal merupakan sebab utama memasuki surga dan mendapatkan keridaan Allah Swt. ;

9) Tawakal mengejawantahkan  makna berprasangka baik kepada Allah Swt.

4. PENUTUP

Berbaik sangka kepada Allah juga termasuk berbuat baik itu sendiri. Oleh karena itu seorang hamba bisa melakukan perbuatan dengan baik karena adanya prangka baik terhadap Tuhannya yang akan membalas amal perbuatannya. Hendaknya orang yang berprasangka baik kepada Allah juga berprasangka baik kepada saudaranya seiman.

Prasangka baik merupakan sifat terpuji yang harus menghiasi setiap orang yang mengimani Allah sebagai Tuhan, islam sebagai agama dan Muhammad saw, ebagai nabi dan rasul.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka Tawakal kepada Allah Swt., menggabungkan ilmu dan amalan hati. Hedaknya seorang hamba meyakini bahwa Allah Swt adalah penentu dan pengurus segala sesuatu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

91. KEBIASAAN PIKIRAN MENJELAJAH SUARA AT DALAM

      BELAJAR MENDALAMI MAKNA HIDUP KETELADAN

1. PENDAHULUAN

Kata Teladan menunjukkan gambaran dalam pikiran kita adalah patut ditiru atau dengan kata lain baik untuk dicontoh. Artinya sadarlah bahwa pengalaman-pengalaman kta adalah cerminan kondisi psikologi batin kita. Kalau kita temukan hidup dalam surga di dalam diri kita , kita dapat mengalami mengalami kekuatan surga di bumi.

Oleh karena itu kita adalah makhluk-mahluk yang luar biasa, tetapi kekuatan kita terdapat di dalam diri kita. Hanya dengan menuju ke dalamlah kita dapat menggali kekuatan ini. Jangan membuat pendapat orang lain lebih penting daripada pendapat anda sendiri. Jangan pernah mengasumsikan bahwa semua jawabam-jawaban terdapat di luar diri sendiri. Jawaban-jawabannya mungkin terdapat di dalam diri sendiri.

Jangan pernah meremehkan betapa mendalam peran pikiran bawah sadar anda terhadap kehidupan anda. Jelajahilah Keperyaan (islam) dan Keyakinan (Iman) yang mendalam dari hakekat kita berpikir „Ketaatan“ dalam hubungan dengan Allah dan berpikir „Positip“ dalam hubungan dengan manusia, maka disitu terletak satu kekuatan dalam menmbuh kembangkan yang dibutuhkan untuk meraih segala mimpi anda dalam hidup ini, ada dalam diri anda sendiri.

Sejalan dengan apa-apa yang kita utarakan diatas, maka jangan berhenti kita menambah ilmu (informas) dan pengetahuan (pengalaman) sebagai bagian dalam kehidupan ini, oleh karena itu dalami makna keteladanan dalam meningkatkan wawasan dan imajinasi anda ke arah kemampuan anda dalam kepemimpinan, agar siap memasuki hidup dalam dunia dan akherat.

Ungkaplah daya ingat anda mendalami makna KETELADANAN, dalam kehidupan Nabi dan Rasul baik dalam memimpin ummatnya maupun dalam kehidupan rumah tangganya, maka disitu terletak keinginantahuan anda untuk meraih percaya diri sebagai sumber keberhasilan dan kemandirian.

Begitu pula cobalah anda perhatikan hubungan manusia seperti Soekarno dan Hatta dalam peran kehidupan mereka, walaupun mereka berpisah karena mempertahankan pendirian mereka, namun hubungan manusia tidak terputuskan seperti yang mereka ungkapkan dalam banyak surat menyurat antara mereka, seperti yang diungkapkan oleh Muhktar Lubis dalam banyak tulisannya.

2. MAKNA TELADAN DALAM KEHIDUPAN

Seperti yang telah kita kemukakan pada bagian terdahulu mengenai KETELADANAN, maka dibawah ini akan dicoba untuk mengungkapkan satu pendekatan unsur kata menjadi kata yang bermakna sehingga dengan pendekatan ini diharapkan menjadi daya dorong yang kuat untuk memotaivasi dalam melaksanakannya

kedalam pemahaman atas 7 K ( membaca, menterjemahkan, meneliti, mengkaji, menghayati, memahami , mengamalkan).

Dengan mengungkapkan makna TELADAN dari unsur kata yang mencakup (T)irulah ; (E)tika ; (L)ahir ; (A)manah ; (D)ikaji ; (A)kal ; (N) aluri.

Berdasar usur kata tersebut, maka sebagai untaian kalimat yang bermakna bahwa TELADAN adalah sikap dan perilaku yang mampu menggerakkan pikiran kedalam sifat (T)irulah kekuatan (E)tika kedalam (L)ahir dan batin untuk menjalankan (A)manah sejalan makna (D)ikaji berdasarkan kekuatan (A)kal dan (N)aluri.

Bertitik tolak dengan pengertian diatas, maka dengan mendalami berdasarkan pemahaman atas 7 K, menjadi satu kekuatan kedalam daya kemauan yang kuat untuk menjadi satu tuntunan kedalam sikap dan perilaku menjadi satu kebiasaan baru dalam proses berpikir untuk melaksanakan perubahan jati diri.

Sebagai ilustrasi cobalah kita renungkan untuk belajar dari Rasullah sebagai suami dan ayah teladan dalam persfektif ETIKA, maka kita pelajari sebagai Suami idaman yang mampu menunjukkan jati diri beliau menjadi 1) Santun dan lembut hati ; 2) Komunikatif ; 3)Menghidupkan suasana musyawarah ; 4) Sederhana ; 5) Bijak di tengah ganjang ganjing rumah tangga ; 6) Adil

Ayah teladan 1) bagi kaum mukminin ; 2) Bagi anak kandungnya. Kisah lain yang menarik untuk kita pelajari dimana beliau mengadopso seorang anak angkat pada

masa jahiliyah, ketia Zaid bin Haritsah bin yurahbil yang berusia 8 tahun, dimana Zaid diculik oleh segerombolan perampok, dan dijual di pasar dan dibeli anak saudara Khadijah yang bernama Hakim bin Hizam, selanjutnya diserahkannya kepada bibinya Khadijah dan Zaid untuk membantu suaminya dalam usaha menjalankan uaha berdagang,

Pada suatu hari sang ayahnya bertemu anaknya di kota Mekah berada dalam asuhan seorang lelaki bernama Muhammad bin Abdullah telah mengadopsi sebagai anak angkat pada masa jahiliyah, sebelum Muhammad diutus menjadi Rasul.

Tatkala sang ayah meminta Zaid kembali dengan apapun yang diminta akan dipehuhinya. Muhammad memberi pilihan kepada Zaid, „Jika kamu mau, tinggallah bersamaku, dan jika kamu ikutilah Bapakmu“ Zaid menjawab, „Aku memilih tetap bersama Muhammad“, Bapaknya terheran, Zaid menjawab „Aku melihat sesuatu dari orang ini dan aku tidak akan berpisah denganna selama-lamanya.

Apa yang terjadi sesaat kemudian Muhammad menariknya dan berdiri di hadapan khlayak quraisy sembari berkata „Saksikanlah bahwa ini adalah anakku yang menjadi ahli warisku.

Dengan kisah yang kita ungkap diatas, maka TELADAN dari unsur kata bila kita laksanakan makna uruf dalam kata menjadi kata bermakna dapat dijadikan daya kemauan yang kuat untuk memotivasi dalam usaha menemukan jati diri.

Jadi yang dapat kita pergunakan dalam proses berpikir sikap dan perilaku yang mampu menggerakkan pikiran kedalam sifat (T)irulah kekuatan (E)tika kedalam (L)ahir dan batin untuk menjalankan (A)manah sejalan makna (D)ikaji berdasarkan kekuatan (A)kal dan (N)aluri.

3. PENUTUP

Untuk meningkatkan kemampuan berpikir agar kita memiliki daya kemauan yang kuat untuk berubah dalam bersikap dan berperilaku yang terarah dalam usaha untuk memanfaatkan potensi diri yang terpendam diperukan satu pendekatan.

Dengan pendekatan yang kita sebut dengan 7 K dan menguraikan unsur kata menjadi kata bermakna diharapkan mampu kita mengungkap jalan pikiran yang tidak tahu menjadi tahu.

Jadi secara sadar kita harus mampu mengungkit daya ingat menjadi satu daya dorong dengan usaha menggerakkan kemampuan berpikir secara sadar dan tidak sadar dalam setiap proses meningkatkan daya kemauan menjadi satu kebiasaan baru agar kita tidak boleh berhentikan meningkatkan pengetahuan sebagai keterampilan dari mendalami makna KETELADANAN dalam kehidupan.

 

 

 

 

 

 

 

92. KEBIASAAN PIKIRAN MENJELAJAH SUARA ATR

       DALAM USAHA BELAJAR MENGHADAPI MAKNA

       KEGEMBIRAAN DALAM KEGELISAHAN

1.PENDAHULUAN

Menempuh perjalanan hidup abadi merupakan kebutuhan melihat dunia dalam dua sisi artinya disatu sisi dunia dalam kehidupan bukanlah tujuan hidup melainkan tempat ujian dan disisi lain untuk menempa kekuatan unsur jiwa berupa kesadaran, kecerdasan dan akal dalam usaha meningkatkan kedewasaan rohaniah, sosial, emosional dan intelektual.

Dengan tingkat kedewasaan yang bertambah menjadi daya dorong untuk menuntun kebiasaan berpikir dalam upaya menangkap makna KEGEMBIRAAN dalam KEGELISAH-AN artinya dengan kepercayaan dan keyakinan kita dapat mengikuti kebahagian anda dan jangan takut, maka pintu-pintu akan dibukakan di tempat-tempat yang tak terduga.

Oleh karena itu, ungkitlah daya ingat anda bahwa untuk perjalanan anda adalah ikutilah kebahagian anda. Teruslah mencoba berbagai hal yang berbeda-beda hingga anda temukan apa yang paling senang anda kerjakan. Lalu kejarlah itu dengan sepenuh hati.

Sejalan dengan apa-apa yang telah diungkapkan diatas, maka ingatlah bahwa segala perbuatan pasti ada niatnya. Maka niatkanlah segala perbuatan demi kebahagian, demi kemaslahatan orang lain dan demi menghentikan kejahatan.

Oleh karena itu, jangan ciut hati di hadapan cobaan, karena cobaan dapat menempa kedewasaan, menggugah usur jiwa dan membakar semangat, sehingga berbuat dan bersungguh sungguh adalah jalan terbaik menuju kekegembiraan. Ia adalah obat bagi penyakit yang engkau derita, bahkan ia bisa menjadi harta karunmu.

Dengan demikian, maka renungkan dalam kekuatan pikiran anda bahwa nilai setiap manusia adalah sebesar amal baiknya bayangkan bagi seorang pengangguran tidak ada harganya. Begitu pula seorang pecundang akan selalu dijauhi, jadi bagi orang yang gagal murah nilainya.

Jadi wujud dari KEGEMBIRAAN itu sebenarnya terletak adanya KEBAHAGIAAN yang harus anda jalani, maka pintu-pintu akan terbuka sebagai suatu kebenaran yang bersifat universal dan oleh karenanya ikutilah kekuatan pikiran baik secara sadar(otak dan hati) maupun tidak sadar (hati). Ikutilah dengan pikiran intuisi dengan menghayati tentang dimana KEGEMBIRAAN anda itu. Jadi kejarlah kecenderungan batin anda dan impian-impian yang belum tercapai.

2. MENDALAMI MAKNA KEGEMBIRAAN DALAM

    KEGELISAHAN UNTUK HIDUP ABADI

Dengan memperhatikan pendekatan 7M (membaca, menterjemahkan,, meneliti, mengkaji, menghayati, memahami, mengamalkan) menjadi satu kekuatan dalam berpikir untuk menuangkan kedalam pendekatan apa yang disebut dengan menguraikan unsur huruf dalam

kata GEMBIRA menjadi (G)erakan ; (E)mosi ; (M)anusia ; (B)eribadah ; (I)lmu ; (R)asional ; (A)kal.

Berdasarkan ungkapan diatas, maka dalam memahami makna GEMBIRA berdasarkan huruf dan dirumuskan dalam untaian kalimat yang bermakna menjadi satu kalimat adalah satu kekuatan untuk menggerakkan (G)erakan kedewasaan (E)mosi setiap (M)anusia yang bertolak dengan landasan niat dalam (B)eribadah berdasarkan (I)lmu dengan memperhatikan kekuatan (R)asional dan (A)kal.

Dengan demikian bila kita mengungkit daya ingat dalam proses berpikir dalam arti makna GEMBIRA diatas menjadi satu daya kemauan untuk memanfaatkan menjadi satu kebiasaan kedalam pintu masuk berpikir dalam KEGELISAHAN bukan lah satu tantangan yang dihadapi melainkan menjadi cambuk untuk membuka mata hati yang terbelenggu.

Oleh karena itu, manusia GELISAH karena keadaan kehidupannya. Bayangkan bahwa orang fakir sibuk mengumpulkan makanan untuk hari yang dijalaninya. Sementara itu orang kaya bingung dan sibuk mengumpulkan dan menimbun harta. Siang malam dia disibukkan harta. Dia semakin bingung bila hartanya berkurang dan kian sibuk bila hartanya bertambah.

Seperti halnya ketika anda berbaringdi atas kasur dan tidak kunjung tidur, apa yang mengganggu hati dan mengurangi tidur anda ? Itulah kegelisahan anda. Begitu pula halnya apakah anda memikirkan eorang wanita yang hendak dinikahi, tapi takdir memisahkannya dari anda sehingga semalaman anda hanya mendekap bantal gling dan meratapi perpisahan ?

Sejalan dengan apa-apa yang kita utarakan diatas, maka kita dapat membayangkan makna KEGEMBIRAAN dalam KEGELISAHAN, berarti membuka pikiran dalam menghayati dengan belajar apa yang terungkap dalam surat dan ayat pada QS. 3 : 14 „ Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak harta yang banyak dari jeni emas, perak,kuda pilihan , binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia ; dan disisi Allahlah tempat kembali yang baik (surga)“

Jadi dengan mendalami makna yang terungkap dalam surat dan ayat diatas, mengingatkan bahwa „dijadikan“ dalam ayat di atas menunjukkan bahwa persoalan ini merupakan sesuatu naluriah. Dengan begitu, ujian dan penyerahan amanah menjadi empurna. Semua perhiasan yang diciptakan Allah dan mendorong manusia agar mendapatkannya adalah syahwat. Syahwat adalah sesuatu yang diinginkan oleh nafsu. Nafsu berupaya tidak terlampiaskan menimbulkan kegeliahan dan kesedihan.

Tapi jika terlampiaskan manusia berada manusia dalam bahaya. Ketika manusia mendapatkannya dengan cara yang diridai-Nya, atau dia menghasilkan dan memuaskan ketamakannya dengan cara yang disebut tidak halal,

sesungguhnya syahwat itu tetaplah cobaan bagi manusia Ia dapat menkar hati manusia menjadi kepalanya, sehingga orang itu rugi dunia akhirat.

3. PENUTUP

Sejalan dengan apa yang kita pikirkan dalam pendekatan 7M, maka pikiran dalam mewujudkan KEGEMBIRAAN dalam KEGELISAHAN, akan membuka pintu mata hati untuk menggerakan kekuatan unsur jiwa agar wujud dari Kesadaran,Kecerdasan dan Akal mampu mengungkapkan pikiran dari yang tidak tahu menjadi tahu.

Dengan apa yang kita utarakan diatas akan mampu serta dapat menungkit daya ingat kita dalam mendalami latar belakang KEGELISAHAN dalam pikiran yang tidak disadari artinya menekankan unusr hati dalam usaha

Jadi dapat kita mengungkapkan Kegelisahan yang pertama ditimbulkan oleh Wanita sebagai perhiasan sekaligus cobaan yang dapat dalam wujud apa yang disebut a) wanita sebagai kekasih b) wanita sebagai isteri ; c) Wanita sebagai pelampias syahwat.

Kegelisahan yang kedua ditimbulkan oleh Harta sebagai pangkal kegelisahan artinya harta berderet sejumlah kegelisahan seperti kefakiran dan kebutuhan. Harta anda tidak turun dari langit.

Selamanya anda membutuhkan harta dan senantiasa disibukkan oleh urusan yang satu ini, terlebih jika tidak memiliki fasilitas-fasilitas untuk memperolehnya.

Kegelisahan yang ketiga Anak yang menyebabkan kebakhilan dan ketakutan. Artinya fitnah anak mendorong orangtua melakukan hal-hal haram.

Kegelisahan yang keempat ditimbulkan oleh Aktualisasi diri artinya kemiskinan jiwa menjadi faktor yang sangat kuat merangsang kegelisahan. Jika anda tidak merasa puas dengan diri sendiri dan peranan anda sebagai manusia dalam kehidupan.

Kegelisahan lainnya apa yang disebut dengan Sakit, Agama, Merisaukan rezeki dan masa depan, kesedihan berasal dari setan.

Oleh karena itu, tumbuh kembangkan kekuatan daya kemauan untuk membangun kebiasaan meningkatkan kedewasaan rohaniah, sosial, emoional dan intelektual kedalam ketahanan jiwa melalui unsur-unsur kesadaran, kecerdasan dan akal dengan mengungkit daya ingat yang disadari dan tidak disadari agar kita dapat mengungkap hal-hal yang mendorong penyebab kegelisahan.

Dengan demikian kita telah terbangun dari kebiasaan untuk selalu siap menghadapi tantangan baik secara ah.terbuka maupun yang tertutup dalam kesiapan sikap dan perilaku untuk setiap situasi yang selalu berubah yang dapat melahirkan masalah yang selalu berubah.

 

93. KEBIASAAN PIKIRAN MENJELAJAH SUARA ATR

       DALAM MEREDAM GELISAH HATI

1.PENDAHULUAN

Dapatkah anda membayangkan bahwa kecemasan adalah racun kehidupan, oleh karena itu orang-orang yang mengetahui watak dunia ini, yang tak dapat diandalkan serta selalu berubah, tak akan terkejut atau kecewa ketika kesenangan berubah menjadi kesusahan, sehingga selalu bereaksi terhadap kesenangan dan kesulitan, sedangkan hati selalu melihat kepada makna, sebab serta pesan yang ada di balik peristiwa.

Jadi ingatlah dalam pikiran anda bahwa orang yang mengetahui realitas batin dari sesuatu tak akan tertipu oleh penampilan lahir, oleh karena itu agama kita mengajarkan kita memiliki dunia, bukan dimiliki dunia. Kita dianjurkan menikmati perhiasannya tetapi jangan sampai menyeret kita ke jurang haram.

Ingatlah selalu bahwa dunia adalah negeri ujian, sehingga bila kita dapat untuk memikirkan bahwa kecemasan adalah racun kehidupan, maka setiap individu dan kelompok yang tingkat kesadaran inderawi yang tinggi, maka mereka berpandangan untuk mengmpulkan bagian terbesar dari harta duniawi itu, sehingga di sana berhimpun seluruh sifat-sifat khas manusia yang hina dan yang mulia.

Dengan demikian bila kita dapat memikirkan bahwa dunia adalah negeri ujian, maka menjadikan kecemasan sebagai satu kekuatan mampu menggerakkan seperti halnya perasaan cinta dan benci sebagian besar emosi yang mnguasai jalan pikiran seseorang pun menjadikan orang tersebut memberi warna kehidupan dalam bertamasya ke dunia orang sedih dan gelisah.

Apa yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini, bila sejenak kita renungkan untuk mengingatkan kita bahwa manusia adalah ciptaan-Nya, oleh karena itu siapa lagi yang akan gelisah jika manusia tidak gelisah ?

QS. 33 : 72“ Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,

QS. 6 : 164“Katakanlah: “Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan”.

Dengan mendalami ungkapan dalam surat dan ayat diatas maka untuk mengingatkan bahwa manusia gelisah karena keadaan kehidupannya karena dunia adalah negeri ujian.

2. MEMAHAMI KEGELISAHAN

Dalam usaha untuk memahami kegelisahan seperti halnya telah kita kemukakan bahwa kecemasan adalah racun kehidupan yang digerakkan oleh pikiran yang datang dari dalam diri kita tapi sebaliknya bila kita dapat mengelolanya dapat menjadi daya dorong sebagai kekuatan.

Oleh karena itu, renungkankan apa yang terungkap dalam QS. 3 : 14“ Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).“

Bertitik tolak dari ayat diatas, mengingatkan kita untuk memahami makna dunia dalam perjalanan hidup ini artinya orang yang mengharap kedudukan di akhirat akan tampak menjalani takdirnyadi dunia ini secara amat tertib

Jadi ingatlah bahwa kehidupan ini hanyalah perjalanan kehidupan selanjutnya melaluigerbang kematian fisik membayangkan macam kegelisahan dalam perjalanan hidup ini dapat berupa :

Pertama, Yang terkait dengan soal Wanita, sebagai perhiasan sekaligus menjadi cobaan. Bila wanita sebagai kekasih, kita dapat membayangkan seorang pria berupaya mendapatkan dan menikahinya, tetapi bila pria tidak memperolehnya, dia pasti gelisah.

Wanita sebagai isteri, biasanya manusia akan bahagia membina hubungan dengan orang yang dicintainya. Wanita bisa menjadi fitnah, seperti dalam firman QS.64 : 14“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya diantara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang“.

Realita bahwa isteri mengganggu kehidupan suami, dengan beragam tuntutannya yang dapat menyengkelkan.

Wanita pelampiaskan syahwat, menjadi pendorong manusia untuk berbuat memuaskan syahwatnya.

Kedua, Yang terkait dengan harta, merupakan pangkal kegelisahan, antara lain kefakiran dan kebutuhan. Selamanya anda membutuhkan harta dan senantiasa disibukkan olehnya, terlebih jika tidak memiliki fasilitas-fasilitas untuk memperolehnya.

Ketiga, Yang terkait dengan anak, menyebabkan kebakhilan dan ketakutan, dimana fitnah anak mendorong orangtua melakukan hal-hal haram. Selain itu orangtua bisa terlempar ke kawasan kegelisahan.

Keempat, Yang terkait dengan Aktualisasi diri, dimana dengan kemikinan jiwa menjadi faktor yang sangat kuat mrangsang kegelisahan. Jika anda tidak merasa puas dengan diri sendiri dan peranan anda sebagai manusia dalam kehidupan, anda pasti menjalankan hidup.

Kelima, Yang terkait dalam bentuk kegelisahan lain, apa yang disebut dengan sakit, agama, merisaukan rezeki dan masa depan, menjadi mukmin itu luar biasa , kesedihan berasal dari setan.

3.PENUTUP

Meredam gelisah hati, setiap manusia akan mampu melakukan dalam perjalanan hidup di dunia, yang menjadi persoalan, mampukah manusia secara teratur membangun kebiasaan dengan daya kemauan yang kuat untuk menempatkan kekuatan pikiran, seperti kita dapat membayangkan menjadikan kecemasan sebagai satu kekuatan yang bertolak dari pikiran kecemasan adalah racun kehidupan.

Gerakkan pikiran anda untuk terus memanfaatkan otak dan hati dalam proses berpikir agar mampu mengelola hal-hal yang terkait dengan faktor yang menjadi penyebab kegelisahan.

Oleh karena itu, manfaatkan kebiasaan pikiran yang dituntun oleh unsur jiwa berupa kesadaran, kecerdasan dan akal untuk selalu dapat memberikan sinar dalam pkiran ketaatan dalam hubungan dengan Tuhan dan pikiran positip dalam hubungan manusia, dengan begitu akan mengluarkan sinar cahaya kedalam hati yang mampu menuntun anda dalam hidup di dunia berarti disitu terletak kemampuan anda dalam menyelesaikan penyebab dari kegelisahan itu sendiri.

 

 

 

 

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.