PENDAHULUAN
Memasuki abad masyarakat pengetahuan dari masyarakat informa-si, maka dinamika informasi dalam era global sangatlah menentu-kan kemampuan masyarakat dalam mengikuti perubahan karena informasi dari satu negara dapat dikirim dan diterima oleh negara lain dalam waktu relatif singkat dan berkualitas artinya informasi yang relevan, tepat waktu dan akurat.
Informasi tersebut pada dasarnya sudah diolah artinya melalui proses pengolahan data termasuk pemrosesan, penyimpanan dan penyebarluasan data dengan bantuan teknologi informasi seperti teknologi komputer, telemkomunikasi dan jaringan. Pemrosesan data secara elektronik, dikenal dengan electric data processing dengan memanfaatkan komputer untuk diproses, kemudian disimpan secara elektronik dengan bantuan perangkat keras dan perangkat lunak komputer terutama basis data seperti CDS / ISIS, Database IV, Fox Pro, Oracle dsb. Data tersebut disimpan dalam bentuk elektronik seperti hard disk komputer, CD-ROM, atau magnetic tape. Sedang-kan penyebaran informasi dengan menggunakan sistem jaringan komputer seperti local area network (LAN), wide area network (WAN), intranet dan internet.
Dengan demikian, dialam era dunia tanpa batas, maka meningkatkan kemampuan dan mengikuti perkembangan kebutuhan informasi dalam perubahan menjadi era masyarakat pengetahuan memberi dayang dorong untuk kita memanfaatkan perkembangan teknologi informasi (IT / IS) dalam aplikasinya dalam mengumpulkan, mem-proses, menyimpan, mencari kembali dan menyebarluaskan data secara elektronik menghasilkan informasi yang berkualitas sesuai dengan keinginan pemakai.
Salah satu aplikasi yang hendak dirancang untuk memenuhi kebutuhan adalah model informasi organisasi sebagai perangkat management content system.
MODEL INFORMASI
Apakah yang dimaksud dengan Model Informasi ?
Model Informasi adalah sistem kerja yang terencana yang anda gunakan untuk mengkategorikan sumber-sumber informasi anda.
Sistem kerja membantu penulis dan penggunanya di dalam menemukan apa yang mereka butuhkan, bahkan walaupun kebutuhan mereka berbeda-beda. Sistem kerja menyediakan dasar-dasar di mana anda kan mempublikasikan rancangan, termasuk pengiriman informasi tercetak maupun elektronik.
Orang-orang menggunakan banyak sumber untuk menemukan in-formasi yang mereka butuhkan, dalam hal ini dapat melalui orang lain, perpustakaan, buku-buku, majalah, sumber yang ada di orga-nisasi lain. Yang menjadi masalah kita adalah apakah informasi tersebut merupakan hasil dari data yang diolah menjadi informasi yang berkualitas adanya.
Oleh karena itu, sebuah model informasi haruslah dirancang sesuai dengan kebutuhan si pemakai sehingga dapat memberikan akses yang mudah dan jawaban yang akurat. Apabila informasi yang ber-kualitas (relevan, tepat waktu, akurat) tidak tersedia, berarti terjadi-nya kesenjangan, penghalang inilah yang menandakan bahwa asset informasi baru haruslah dikembangkan.
Model Informasi menyediakan skema kerja untuk menyusun content anda sehingga bisa disusun di dalam beberapa variasi yang inovatif. Begitu anda telah menciptakan model informasi untuk menyimpan content anda, anda dapat memberi label untuk setiap in-formasi, memudahkan pencarian, memungkinkan untuk menulis serta pengguna untuk menemukan sumber-sumber informasi yang merekka butuhkan secera cepat dan mudah.
Dengan demikian, model informasi merupakan perangkat management content yang paling hebat, maka dengan kemajuan teknologi web memungkinkan bahwa CMS (Content Management System) dibutuhkan sebagai sebuah sarana untuk segalanya seperti pengguna perpustakaan, model informasi membuat sistem conten management perpustakaan yang anda kelola menjadi jauh lebih efektif dan mudah bagi anda sendiri, karena seluruh perpustakaan tidak sama seperti halnya kita mengunjungi perpustakaan yang lain maka sama saja dengan memasuki sebuah web sites yang baru.
Permasalahannya sekarang adalah CMS yang berguna untuk mem-berikan informasi dari penulis tidak dipergunakan oleh pengguna informasi yang tidak memahami hal yang paling mendasar dari model informasi ini. Atat dengan kata lain bahwa model informasi yang difahami oleh individu yang berpengalaman sulit untuk dipa-hami bagi para pengguna baru.
Agar dapat digunakan oleh khalayak banyak yang memiliki pengalaman dan harapan yang berbeda-beda, sebuah model informasi harus dirancang oleh mereka yang telah mempelajari dan memaha-mi calon-calon pengguna di masa yang akan datang. Dengan mengatur sumber-sumber informasi melalui analisa kita tentang pengguna dan memperkirakan pengalaman pengguna yang kita harapkan untuk masa datang, berarti anda memiliki peluang untuk menjadi sukses dalam menolong pengguna untuk meraih tujuan mereka secara cepat.
CIRI-CIRI WEB SITE MEMILIKI MODEL INFORMASI ATAU TIDAK :
• Anda tidak diberitahu bagaimana caranya mendapatkan informasi dari home page yang sedang anda buka.
• Anda meng-klik sebuah jaringan dan ternyata mendapatkan apa yang tidak anda harapkan.
• Anda dengan seksama membuka informasi lembar demi lembar tetapi apa daya, ternyata anda semakin jauh dari tujuan semula anda
• Setiap anda memulai lagi dari halaman awal, maka anda kembali menemukan kesalahan.
• Anda telah mencari melalui daftar alphabet yang sangat panjang dari seluruh artikel yang pernah ditulis tetapi ternyata hanya terdapat judul dari artikel tanpa disertai dengan perincian subject dari artikel tersebut.
CIRI-CIRI MODEL INFORMASI YANG DIRANCANG SECARA BAIK :
• Pada home page, anda akan segera menemukan link yang jelas.
• Cukup dengan satu atau dua klik maka anda mendapatkan apa yang anda inginkan.
• Informasi yang tersaji nampaknya khusus dibuatkan untuk anda karena seseorang telah mengantisipasikan kebutuhan anda.
• Anda hanya membutuhkan sedikit membaca maka referensi yang anda butuhkan sudah ada.
• Segera setelah beberapa hal di atas maka anda akan merasa sangat kerasan karena niscaya beberapa tampilan lainnya dari home page tersebut akan sama mudahnya.
Gambaran yang dikemukakan diatas menunjukkan bahwa mene-mukan informasi yang anda butuhkan secara mudah dan cepat, membutuhkan perencanaan yang matang. Perencanaan mendasar dan perangkat rancangan adalah inti dari model informasi.
Oleh karena itu, apabila model imformasi dinyatakan secara jelas dan baik, konsumen akan dengan cepat menemukan dan mengambil informasi yang mereka butuhkan.
Dengan demikian ketika anda merencanakan apa saja yang harus anda masukkan di dalam management content dan apa yang tidak dimasukkan, anda harus mempertimbangkan sebuah dimensi yang sangat luas di mana akan anda kategorikan dan akan anda beri label. Beberapa dimensi dapat lebih spesifik tergantung dengan kebutuhan informasi penulis. Yang lainnya akan memenuhi produk serta jasa anda. Yang lainpun akan selalu menghadapi kebutuhan informasi internal serta eksternal dari pengguna.
Jadi ketika anda merancang model informasi anda, pertimbang-kanlah seberapa banyaknya informasi yang dapat anda dapatkan. Beberapa model informasi ada yang kecil, spesifik, dan juga me-miliki ruang lingkup yang terbatas. Tetapi di lain pihak ada juga yang menyangkut keseluruhan organisasi, berisi ribuan hingga jutaan halaman. Pada bagian berikutnya, anda akan memulai dengan model informasi yang kecil dan pribadi. Pada sub-bagian-nya, anda akan melihat model informasi yang lebih luas dan kompleks.
PENUTUP
Setiap proses SDM dimungkinkan untuk dibangun kedalam suatu sistem SDM berbasiskan infomasi kedalam susb-sistem SDM yang dibutuhkan, oleh karena itu dalam membangun sebuah model informasi haruslah dirancang yang sejalan dengan kebutuhan informasi yang terkait dengan sistem imbal jasa, perencanaan SDM, iklim organisasi, imbal jasa dan penghargaan, rekrutasi, seleksi, penempatan, pengembangan karir, pengelolaan kinerja.
Sebuah model informasi didasari kepada kategori-kategori yang anda pilih untuk membedakan dan mengatur sumber-sumber informasi anda.
Kategori-kategori ini harus diketahui secara tersusun dari analisis anda tentang kebutuhan-kebutuhan anda. Jika tidak, pengunjung anda akan mengalami permasalahan yang sama seperti di perpustakaan dimana seperangkat kategori formal yang didasari lebih kepada pandangan pengatur tentang sifat dasar dari sumber-sumber informasi, bukan apa yang sesungguhnya dibutuhkan oleh pengguna atau pengunjung.
Dengan pemikiran tersebut diatas, maka Model Informasi yang akan anda bangun memiliki tiga tingkatan :
Pertama, adalah tingkatan dari model informasi terdiri atas dimensi-dimensi yang mengidentifikasi bagaimana informasi anda akan dikategorikan dan diberi nama untuk penggunaan internal maupun eksternal dalam organisasi anda.
Kedua, adalah tingkatan mensortir aset-aset informasi anda menjadi bentuk-bentuk informasi.
Ketiga, adalah tingkatan menyediakan struktur untuk setiap bentuk informasi, membuat outline unit-unit content yang akan dibuat oleh penulis untuk kelak dijadikan sebagai bentuk informasi.
Dengan tiga tingkatan dari model informasi tersebut menunjukkan bahwa dimensi-dimensi yang telah anda identifikasi sebagai dasar dari model informasi akan menjadi atribut dan nilai dari metadata yang aakan anda gunakan untuk memberi nama dari content modul -modul di dalam repository anda (tempat penyimpanan data).
Bentuk-bentuk informasi akan menyediakan penulis-penulis anda dengan dasar untuk merancang modul-modul yang baik di mana dapat mewakili tujuannya yaitu menyampaikan informasi. Unit-unit content akan menggambarkan jumlah content-content yang biasanya digunakan untuk membangun setiap bentuk informasi.
Oleh karena itu membuat model informasi, membutuhkan analisa, perencanaan yang cermat dan feedback dari para pengguna. Analisa akan membantu, siapa saja yang membutuhkan dan menggunakan sumber-sumber informasi setiap hari.
Perencanaan berarti berbicara kepada penanam modal yang sangat banyak, termasuk individu dan kelompok yang memiliki kebutuhan informasi dan yang akan mengambil pemanfaatan dari penggubungan pengembangan sumber-sumber informasi. Mendapatkan feedback membutuhkan sebuah pengujian terhadap model informasi anda dengan anggota dari komunitas pelanggan anda untuk menjamin anda tidak keting-galan sesuatu perkembangan penting.