PENGANTAR
Cukup lama kami merenungkan pertanyaan yang disampaikan kepada saya dari Suhendar dhio @yahoo.co.id menanyakan sebagai berikut “tulisan bapak sangat bagus dan berguna untuk saya, saya ingin bertanya bagaimana membangkitkan organisasi yang sedang stagnan dan patah arah karena kehilangan manajemen lama ? tolong di jawab, terima kasih”
Tulisan dibawah ini merupakan jawaban atas pertanyaan tersebut diatas, dimana pada tulisan-tulisan kami yang terdahulu didasarkan suatu pendekatan yang disebut dengan “Problem Solving” dalam rangka melaksanakan perubahan yang berencana dengan tahapan identifikasi situasi, merumuskan masalah (kritis, pokok dan insidentil) ; analisis penyebab ; analisa solusi ; implementasi solusi.
Tulisan berikut berdasarkan suatu pendekatan dengan mendorong warga organisasi dapat berperan untuk memberikan konstribusi dalam perubahan yang disebut dengan “kebebasan untuk menjadi positip” yang didukung oleh keinginan yang disebut dengan “kebebasan untuk dikenal dalam hubungan ; kebebasan untuk didengar ; kebebasan untuk bermimpi dalam komunitas ; kebebasan untuk memilih dalam berkontribusi ; kebebasan untuk bertindak dengan dukungan”
Bertitik tolak dari pemikiran diatas, maka tulisan ini berdasarkan pendekatan yang disebut dengan “pengorganisasian manusia” dengan tahapan mengembangkan dan menumbuhkan kekuatan memikirkan kemungkinan dengan “apresiasi, apa yang ada ; imajinasi, apa yang mungkin ; menentukan, apa yang harus ; menyusun , apa yang dapat”
Mudah2an tulisan ini dapat memberikan manfaat untuk membangun kebiasaan yang produktif (ilmu sebagai informasi, pengetahuan sebagai keterampilan, keinginan sebagai dorongan niat.) untuk melaksanakan memikirkan kemungkinan dalam melakukan perubahan yang berencana dengan pendekatan baru yang kita sebut “kebebasan untuk menjadi positip” sebagai suatu model perubahan sikap dan perilaku yang mampu untuk menyesuaikan diri yang sejalan dengan tuntutan perubahan.
Salah satu pensyaratan yang penting dalam menerapkan pendekatan ini, adanya kesiapan untuk melaksanakan pelatihan secara berkelanjutan agar dalam tahap awal adanya kesamaan pola pikir untuk membangkitkan semangat agar setiap peran dalam organisasi mampu memberikan konstribusinya.
Jadi dengan pendekatan tersebut haruslah dipahami benar oleh CEO untuk menerapkan
secara berencana dengan mendapatkan dukungan dari semua pihak termasuk stakeholders sehingga diharapkan iklim oganisasi menjadi kondusif, dengan prinsip bagaimana sebaiknya kekuasaan dan wewenang ditata dalam budaya organisasi, dengan demikian organisasi menjadi fleksibel dan mudah di control, sejalan dengan tuntutan perubahan itu sendiri.
MEMBANGUN KEBEBASAN POSITIP DALAM SISTEM MANUSIA UNTUK MELAKSANAKAN PERUBAHAN BERENCANA
PENDAHULUAN
Bertolak dari sudut pendekatan yang kita sebut dengan “Kebebasan Untuk Menjadi Positip”(KUMP) didasarkan kepada kemampuan untuk menggerakan kemungkinan memikirkan dari kekuatan kepemimpinan kolaboratif yang mendorong apa yang disebut dengan 1) kita harus paresiatif terhadap kehidupan manusia ; 2) kita harus melakukan penyelidikan secara berkelanjutan. Dengan memperhatikan kedua prinsip tersebut diharapkan menjadi sumber energi sebagai penggerak dalam bersikap dan berperilaku dalam melaksanakan membangun kebebasan positip.
Menggerak kekuatan berpikir dari yang tidak tahu menjadi tahu dapat dilakukan dengan bertolak dari pemikiran yang bersifat methodis dan atau tidak artinya dapat dilakukan dengan mengintergrasikan otak dan hati disatu sisi dan disisi lain lebih menekan berpikir secara intuitif. Dalam membangun kebebasan positip akan menekankan pada berpikir intuitif karena memikirkan pengorganisasian manusia dan perubahan kedalam system manusia bertolak dari landasan berpikir, apa yang disebut dengan 1) dalam kehidupan ini kita harus dapat menghargai, memberi nilai tambah, mengambil pelajaran, dengan kata lain disebut bahwa kita harus apresiatif terhadap kehidupan manusia ; 2) harus dapat memberikan perhatian secara terus menerus untuk mengadakan penyelidikan terhadap kehidupan manusia.
Dengan memperhatikan landasan berpikir yang disebut diatas, maka “kebebasan untuk menjadi positip“ bukanlah sesuatu yang sulit untuk dilaksanakan, yang menjadi masalah adalah kemauan untuk mempraktekkannya karena ada 1001 cara untuk menolaknya, sebaliknya kalau ada kemauan maka disitu ada 1000 cara untuk menyadarkannya.
Keberhasilan kita untuk membangun “Kebebasan untuk menjadi positip” terletak pada setiap orang yang ingin melakukan perubahan pada dirinya, berarti ia siap memberikan kemungkinan pikiran yang dapat memberi ilham bagi teman sejawatnya dalam sumbang saran sebagai media untuk bertukar impian dalam mewujudkan masa depan dengan usaha mengungkapkan “Apa yang ada (apresiasi)” menjadi “Apa yang mungkin (imajinasi)” menjadi “Apa yang harus (menentukan)” menjadi “Apa yang dapat (menyusun)”.
Gagasan untuk menerapkan model pemikiran diatas, diperlukan kebersamaan pola pikir yang dapat memberikan daya dorong agar setiap orang, benar-benar berkeinginan dalam berkonstribusi menyumbangkan ide-ide dimana setiap orang beranggapan bahwa “kita membangkitkan di dalam diri orang lain sikap pikiran yang sama seperti yang kita miliki terhadap mereka” dalam wadah “sumbang saran” dengan proses pemikiran yang kita tuangkan dalam tahapan seperti yang diuraikan lebih dibawah ini.
PEMAHAMAN KONSEP DARI MODEL BERPIKIR
1. Pemahaman “Kebebasan Untuk Menjadi Positp (KUMP):
Langkah awal menyangkut pemahaman konsep :
Dalam menggerakkan kemungkinan pikiran, maka diperlukan pemahaman landasan konsep „Kebebasan menjadi positip“ seperti yang terungkapkan hal-hal yang terkait dengan apa yang disebut 1) orang secara individu dan atau kelompok memiliki kemampuan yang berbeda ; 2) organisasi merupakan sistem sosial manusia ; 3) ide atau gagasan sebagai suatu imaji yang dapat disusun menjadi rencana dan tindakan ; 4) dialog dan penyelidikan dapat meningkatkan gagasan yang berharga.
Bertolak dari landasan berpikir yang diungkapkan diatas, maka diperlukan pendalaman atas pemahman, apa yang dimaksudkan makna kata yang sering diungkapkan sbb.:
Apresiasi : Penghargaan dan nilai tambah, artinya kata tersebut akan selalu terkait dengan apa yang disebut penghargaan, pemberian nilai serta ungkapan terima kasih. Pemahman tersebut terkait dengan pikiran 1) menghargai hal-hal yang baik ; 2) merasakan dalam kesempurnaan bagi sistem-sistem manusia ; 3) mengakui beragam kelebihan, keberhasilan ; 4) meningkatkan nilai.
Penyelidikan : Penggalian dan penemuan artinya terkait 1) mengemukakan pertanyaan ; 2) mengkaji ; 3) mencari, menggali, menyelidiki / mengusut. Jadi dimaksudkan rasa ingin tahu yang mendalam serta terbuka kemungkinan baru.
Efek katalis : Mendorong terbangunnya untuk membebaskan informasi dan komitmen bersama dalam usaha menciptakan energi bagi perubahan positip sehingga diharapkan tumbuhnya keinginan untuk mengubah budaya komando dan kontrol menjadi komunitas penemuan dan kerja sama.
Siklus 4-D : Merupakan proses yang digunakan untuk menghasilkan kekuatan untuk menggerakkan „Kebebasan untuk menjadi positip“. Jadi siklus berdasarkan sistem manusia, individu, tim, organisasi dan komunitas berkembang. Tahapan akan mencakup : 1) Pemilihan topik afirmatif, diawali dengan identifikasi mendalam tentang apa yang hendak dipelajari artinya apa yang menjadi pusat perhatian oganisasi, sehingga topik-topik yang terpilih akan menjadi agenda organisasi untuk pembelajaran dan inovasi. Jadi setelah terpilih topik-topik afirmatif akan memandu Siklus 4-D. 2) Tahap penemuan, tahap ini merupakan pencarian „apa yang terbaik dari yang ada“ dan “apa yang telah berlaku” dengan cara lewat wawancara empat mata dan atau pertemuan kelompok. Dari sini akan dapat menghasilkan apa yang disebut a) sebuah gambaran atau pemetaan yang beragam tentang inti positif organisasi ; b) kisah-kisah dalam organisasi tentang praktek terbaik dan tindakan yang patut diteladani ; c) peningkatan pengetahuan organisasi dan kearifan kolektif ; d) kemunculan perubahan tak terencana sebelum menerapkan dari siklus 4-D. 3) Tahap impian, tahap ini merupakan sebuah penggalian yang memberikan kekuatan mengimajinasikan tentang „apa yang mungkin“ dari pemikiran kreatif menuju ke pemikiran inovatif. 4) Tahap perancangan,merupakan tahap „menentukan apa yang ada“, apa yang akan terjadi jika inti positip organisasi berjalan dengan baik dalam keseluruhan strategi, proses, sistem, keputusan dan kolaborasinya. 5) Tahap takdir, merupakan tindakan penuh inspirasi yang mendukung pembelajaran dan inovasi yang berkelanjutan „apa yang akan terjadi“. Jadi dengan siklus ini disusun sesuatu forum terbuka bagi karyawan untuk memberikan konstribusinya dan langkah maju dalam pelayanan organisasi.
Mengapa ia disebut dengan pendekatan yang berbeda :
Bertitik tolak dari pemahaman konsep sebagai suatu pendekatan baru yang kita sebut dengan „Kebebasan untuk menjadi postip“ memberikan gambaran yang berbeda dengan pendekatan apa yang kita sebut dengan „Problem solving“. Mengapa pendekatan baru menunjukkan hal-hal yang berbeda karena terdapat tiga hal penting apa yang disebut dengan 1) sangat afirmatif, artinya sebagai sebuah perubahan yang positip yang dibangun di atas sejarah keberhasilan organisasi dan mengilhamkan berbagai kemungkinan positip untuk mengutarakan serta mewujudkan masa depan, melalui Siklus 4-D. 2) berbasiskan penyelikan, karena titik tolak dan komponen pokok dari segala proses „kebebasan untuk menjadi positip“ adalah wawancara apresiatif yang mendorong keterbukaan untuk belajar. 3) bersifat improvisasional, artinya pendekatan terhadap perubahan yang dipandu oleh serangkaian pertanyaan yakni a) apa agenda perubahan anda secara menyeluruh ; b) bentuk pelaksanaan apa yang paling sesuai dengan kebutuhan anda, c) apa stregi penyelidikan anda secara menyeluruh, d) langkah apa yang akan anda ambil pada masing-masing tahapan Siklus 4-D
Perubahan berbasis defisit menuju perubahan :
Pendekatan ini merupakan ajakan untuk bergeser dari pendekatan perubahan berbasis-defisit ke perubahan positip, dengan gambaran sebagai brikut :
Aspek : Perubahan berbasiskan defisit Perubahan positip
Fokus intervensi Masalah yang teridentifikasi Topik2 afirmatif
Partisipasi Pengikut secara selektif Seluruh sistem
Penelitian tindakan Diagnosis masalah, sebab dan Penemuan inti positip
Akibat, analisis kuantitatif sisi terbaik organisasi
Profil kebutuhan, Dilakukan oleh Analisis naratif, peta inti
Orang luar positip, dilakukan oleh
Para anggota.
Penyebaran Umpan balik kpd. Pembuat Saling berbagi praktik2
Keputusan terbaik secara luas dan
Kreatif.
Potensi kreatif Daftar hasil sumbang saran Berbagai impian tentang
Sebuah dunia yang lebih
Baik serta konstribusi org.
Hasil Solusi terbaik untuk Rancangan untuk mewujud-
memecahkan masalah kan berbagai impian dan
aspirasi manusia.
Kemampuan yang Kemampuan untuk menerapkan Kemampuan untuk melaku-
didapat dan mengukur rencana kan perubahan positip yang
berkelanjutan.
2. Menu Pendkatan Dalam Agenda Perubahan :
Beberapa agenda perubahan yang sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai :
Agenda perubahan Contoh-contoh
Perubahan organisasi Perencanaan strategis
Transfomasi budaya
Kepuasan pelanggan
Moral dan retensi
Desain organisasi
Pengembangan kepemimpinan
Peningkatan bisnis.
Pembentukan Kekuatan Intergrasi merger
Antar organisasi Pembentukan aliansi
Kemiteraan serikat pekerja dan manajemen
Pembagian sumber daya strategis .
Pengembangan komunitas Perencanaan partisipatoris
Pemetaan aset
Pengembangan perekonomian
Reformasi pendidikan
Pemeliharaan kerukunan
Transformasi global Pengorganisasian global
Perencanaan multi – local
Peningkatan kesadaran
Pengembangan kelompok kecil Pengembangan kelompok
Pengembangan bisnis
Manajemen rapat
Perancangan pengajaran
Perubahan antar kelompok Resolusi konflik
Peningkatan proses
Tranformasi personal/relasional Pengembangan kepemimpinan,
Penilaian kinerja,
Orientasi karyawan,
Perencanaan karir,
Peningkatan kualitas hubungan
Pengembangan spiritual.
Bentuk pelaksanaan dengan pendekatan yang paling sesuai :
Bentuk pelaksanaan Gambaran ringkas
Dialog holistic 4 D Seluruh anggota organisasi beserta beberapa
Stakeholder-nya berperan serta dalam proses 4-D
Ini berlangsung di berbagai lokasi selama
Periode tertentu.
Pertemuan puncak KUMP Seklompok orang dalam jumlah besar berperan
Serta secara serempak dalam dua sampai mpat
Hari proses 4-D KUMP
Penyelidikan masal Sejumlah besar wawancara dengan topik tanggung
Jawab sosial dilakukan di seluruh kota, komunitas
Atau dunia.
Penyelidikan kelompok inti Sekelompok kecil orang memilih topik, membuat
Pertanyaan dan melakukan wawancara.
Jejaring perubahan positip Para anggota dari suatu organisasi dibrikan pelatihan
tentang KUMP dan dibekali dengan sumber daya
yang dibutuhkan untuk memulai proyek serta
berbagi aneka materi, kisah, dan praktik terbaik.
Konsorsium perubahan positip Beberapa organisasi serta kolaboratif melakukan
Proses 4-D KUMP untuk menggali dan mengem-
bangkan bidang yang menjadi minat bersama
Tim belajar KUMP Sekelompok kecil orang dengan sebuah proyek
khusus yakni sebuah tim evaluasi , sebuah tim
peningkatan proses, sebuah kelompok vokus
pelanggan, sebuah tim standar acuan atau sekelom-
pok mahasiswa – melakukan proses 4 – D KUMP
Pertemuan KUMP progresif Sebuah organisasi, kelompok kecil, atau tim
Melakukan proses 4-D KUMP selama 10 sampai
12 kali pertemuan yang masing2 memakan waktu
Dua sampai empat jam.
Strategi penyelidikan : keputusan dan langkah apa yang dapat memastikan
keberhasilan proyek :
Tahap dalam siklus 4-D Keputusan yang harus dibuat
Persiapan awal. Meliputi penge- Apakah KUMP sesuai bagi kita
nalan para pengambil keputusan Apa agenda perubahan anda
tentang KUMP sebagai suatu proses Siapa yang akan berperan sebagai tim penasehat
perubahan, membuat sebuah kita.
insprasuktur pendukung dan meli- Bentuk pelaksanaan apa yang akan kita gunakan
batkan para pesert ke dalam proses. Pelatihan apa yang dibutuhkan oleh tim pena-
sehat kita.
Akan seperti apa strategi penyelidikan kita nanti.
Bagaimana dan kapan kita akan memperkenal-
kan proses ini pada seluruh organisasi.
Pemilihan. Topik Airmatif. Meliputi Siapa yang akan memilih topik ?
pemilihan topik yang memberikan Topik yang mana yang akan kita pilih ?
jalan bagi pembelajaran dan
perubahan organisasi.
Penemuan. Meliputi penyusunan Siapa yang akan menyusun pertanyaan? Siapa
Panduan wawancara KUMP, yang akan menyusun panduan wawancara ?
Pelaksanaan wawancara dan mem- Siapa yang akan kita wawancari ?
bentuk makna dari apa yang telah Siapa yang akan melakukan wawancara ?
dipelajari. Masing2 berapa wawancara ?
Pelatihan apa yang akan dibutuhkan oleh para
pewanwancara kita ?
Siapa yang akan membentuk makna dari data ?
Bagimana caranya ?
Bagaimana kita akan mengkomunikasikan ber-
bagai kisah dan praktik terbaik ?
Impian. Meliputi penggalian impian Siapa yang harus kita libatkan ?
individual dan kolektif, dialog ke- Kegiatan ekspriensial apa yang akan kita guna-
lompok, dan mengenjawantahkan kan untuk mengungkap imaji kita tentang
imaji positip tentang masa depan masa depan ?
organisasi. Apa yang akan menjadi hasil akhir dari impian
kita ?
Perancangan. Meliputi identifikasi Apa yang sedang kita rancang ?
Kolaboratif atas arsitektur sosial Siapa yang perlu dilibatkan ?
organisasi dan menyusun proposisi Bagaimana kita menggambarkan organisasi
provakatif yakni gambaran tentang yang kita idamkan ?
organisasi ideal.
Takdir. Meliputi pelepasan inovasi Bagaimana kita akan mengumpulkan
Yang diorganisasi sendiri, sebagai kisah tentang apa yang telah kita capai ?
Sarana untuk mewujudkan masa depan Bagaimana kita menandainya ?
organisasi. Apa tolak ukur kita bagi tindakan yang
diorganisasi sendiri ?
Bagaimana kita akan mengorganisasi diri ?
Bagaimana kita akan mendukung keberha-
silan yang berkelanjutan ?
3. Delapan Prinsip KUMP
Prinsip Definisi
P. Konstruksionis Kata menciptakan dunia.
Realitas, sebagaimana kita tahu, adalah sebuah keadaan
subjektif vs objektif.
Realitas tercipta secara sosial, mealui bahasa dan
percakapan.
P. Keserempakan Penyelidikan menghasilkan perubahan
Penyelidikan adalah intervensi
Saat kita mengajukan pertanyaan, kita mulai mencipta-
kan perubahan.
P. Puitis Kita dapat memilih apa yang kita kaji
Organisasi, ibarat buku yang terbuka adalah sumber dari
pelajaran dan pembelajaran yang tidak terbatas.
Apa yang kita pilih untuk dikaji membuat sebuah perbeda-
an. Hal itu menggambarkan bahkan menciptakan – dunia
sebagaimana yang kita tahu.
P. Antisipatoris Imaji menjadi inspirasi bagi tindakan
Sistem2 manusia bergerak sesuai arah imaji mereka
tentang masa depan.
Semakin positip dan menjanjikan imaji tentang masa
depan tersebut, semakin positip tindakan saat ini.
P. Psitip Pertanyaan positip mengakibatkan perubahan positip
Momentum untuk perubahan skala besar membutuhkan
banyak pengaruh postip dan ikatan sosial.
Momentum ini dihasilkan paling baik oleh pertanyaan2
positip yang memperjelas inti positip
P. Keutuhan Keutuhan memunculkan yang terbaik
Keutuhan memunculkan yang terbaik dari diri individu
dan organisasi.
Mengumpulkan semua stakeholders dalam forum kelom-
pok besar merangsang kreatiitas dan membangun kapa-
sitas kolektif.
P. Pengenjawantahan Bertindak „solah-olah“ merupakan bentuk pemenuhan
diri.
Untuk benar2 menghasilkan perubahan,, kita harus
„menjadi perubahan yang ngin kita lihat“
Perubahan positip terjadi ketika proses yang digunakan
untuk menciptakan perubahan tersebut adalah sebuah
contoh nyata dari masa depan yang ideal.
P. Pilihan bebas Pilihan bebas memunculkan kekuatan.
Orang2 menampilkan kinerja yang lebih baik dan
memiliki komitmen ketika mereka mmiliki kebebasan
untuk memilih bagaimana dan apa kontribusi yang
mereka berikan.
Pilihan bebas merangsang keunggulan dan perubahan
positip organisasi.
4. KUMP dalam tindakan
Pada bagian ini untuk mengingatkan kembali pokok pikiran yang terkait dengan suatu pendekatan baru untuk melaksanakan perubahan terkait dengan hal-hal yang kita utarakan dibawah ini :
a.Untuk merenungkan kembali suatu pemikiran asal mula KUMP
b.Pemikiran dengan kemunculan psikologi positip
c.Kekuatan penyimpangan positip
d.Mendirikan organisasi tingkat global
e. Kemampuan untuk melakuka perubahan pesat
f.Melaksanakan keuangan optimal melalui keterlibatan karyawan
g.Membangun sebentuk loyalitas baru
h.Munculnya bidang KUMP
CARA MELAKSANAKANNYA
Dengan memahami konsep pola pikir atas „kebebasan untuk menjadi positip“ sebagai suatu pendekatan baru yang lebih menekankan bahwa perubahan haruslah di dukung oleh keseimbangan kepentingan individu, kelompok dan organisasi, maka dengan melaksanakan model ini tidak terjadi penolakan atas suatu perubahan yang berencana
1. Persiapan awal KUMP
Berbagai keputusan pokok dalam persiapan awal, yang menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan 1) apakah KUMP layak untuk kita ? apakah kita siap dengan suatu pendekatan yang sangat afirmatif terhadap perubahan ? apakah kita benar2 terbuka pada pembelajaran ? ; 2) apakah agenda perubahan kita ? apa yang sedang kita coba ciptakan ? apakah kita sedang melakukan pergeseran budaya, menggabungkan dua organisasi, menciptakan sebuah visi dan arah strategis atau meningkatkan proses bisnis ? ; 3) Siapa yan akan bertindak sebagai Tim Penasehat kita ? siapa yang perlu dilibatkan dari unsure kepemimpinan formal dan informal ? siapa yang bersedia menjadi nara sumber ? siapa yang memiliki pengaruh ? siapa yang tertark untuk berperan serta ? bagaimana kita mewakili seluruh system dalam tim ? ; 4) pelatihan apa yang dibutuhkan oleh tim penasehat kita ? apakah pengalaman dalam suatu wawancara apresiatif sudah cukup – ataukah merea butuh lebih dari itu ? ; 5) bentuk pelaksanaan apa yang akan kita gunakan ? mengacu pada agenda perubahan, kepentingan mendesak, sumber daya, bisnis, dan budaya kita, bentuk KUMP seperti apakah yang terbaik untuk kita ? ; 6) apa yang akan menjadi strategi penyelidikan kita ? kapan penyelidikan aka kita lakukan ? siapa yang akan menjadi Pembina pada masing2 pelaksanaan ? proses apa yang akan kita gunakan untuk melakukan wawancara ? dengan proses apa kita akan memimpikan, merancang dan menyampaikan perubahan yang berkelanjutan terhadap system ? ; 7) bagaimana dan kapan kita akan memperkenalkan proses tersebut pada organisasi ? bagaimana sebaiknya kita mengajukan prakarsa ? bagaimana sebaiknya kita mengajukan prakarsa ? apa yang akan diinginkan dan dibutuhkan oleh orang2 untuk diketahui ? apa cara terbai untuk membangkitkan minat, ketertarikan dan momentum awal ?.
Mengmbil keputusan untuk memulai KUMP, yaitu yang terkait dengan 1) memperkenalkan KUMP dengan memperhatikan a) libatkan seluruh system ; b)fasilitasi wawancara ; c) perkenalkan prinsip2 dan siklus 4-D ; d) fokuslah pada penerapannya.
Memfasilitasi pengambilan keputusan, yaitu 1) persiapan awal langkah demi langkah meliputi a) membentuk tim penasehat ; b) memberikan pelatihan pada tim penasehat ; c) menentukan ruang lingkup proyek ; d) menyusun rencana penyelidikan ; e) membangun kesadaran yang meliputi seluruh organisasi. 2) pendekatan melakukan wawancara meliputi a) wawancara satu lawan satu ; b) wawancara kelompok ; c) wawancara lintas organisasi ; d) wawancara elektronik.
2. Pemilihan topik afirmatif
Menyelaraskan agenda perubahan anda dengan topic afirmatif :
Agenda perubahan Topik2 afirmatif maka anda bisa memilih
“jika anda mengingkan” untuk mengkaji”
Pelayanan pelangganan Melakukan peningkatan berkelanjutan
Yang luar biasa Penggantian atas kesalahan pelayanan
Menyenangkan pelanggan
Sistem belanja satu pintu.
Peningkatan profitabilitas Tingkat keuntungan optimal
Menemukan bisnis baru
Waktu pmasaran yang cepat
Retensi konsumen
Retensi karyawan Lingkungan kerja memikat
Kebahagian dalam kerja
Pembagian kerja yang kreatif
Pembelajaran dalam tugas
Keuntungan strategis Menjadi yang terbaik
Potensi pertumbuhan yang kreatif
Budaya sebagai keuntungan kompetitif
Pembelajaran organisasi.
3. Tahap penemuan
Keputusan2 pokok dalam tahap penemuan akan meliputi langkah-langkah :
Menyusun pertanyaan2 wawancara apresiatif.
Mengembangkan panduan wawancara.
Membuat rencana wawancara
Mengkomunikasikan strategi penyelidikan
Memberi pelatihan kepada para pewawancara
Melaksanakan wawancara apresiatif
Menyebarluaskan berbagai kisah dan raktek terbaik
Pembentukan makna dan pemetaan inti positif.
4. Tahap impian
Langkah-langkah dalam tahap impin meliputi :
Merenungkan pertanyaan mendasar
Melakukan dialog tentang impian
Memperjelas impian kolektif
Mengejawahtahkan impian secara kreatif
Menentukan tema-tema umum
Menyusun peta – impian organisasi
Mendokumentasikan impian (opsional)
5. Tahap perancangan
Menghubungkan agenda perubahan dengan sasaran perancangan anda
Agenda perubahan Sasaran perancangan
„Apabila anda ingin mengubah“ „Maka anda harus membahas dan menuliskan“
Budaya organisasi Berbagai proposisi yang menggambarkan
organisasi idaman.
Hubungan antara manajemen Tujuan dan prinsip2 kemiteraan anatara
Dan Serikat pekerja Manajemen dan Serikat pekerja
Perencanaan strategis Visi strategis dan strategi2 bisnis
Proses bisnis Peta-peta proses pekerjaan
Layanan pelangan Prinsip-prinsip pelayanan prima
Struktur organisasi Berbagai proposisi yang menggambarkan
struktur idaman
Pengembangan kepemimpinan Prinsip-prinsip kepemimpinan.
Sejalan apa yang diutarakan diatas, maka langkah-langkah tahap perancangan :
Mengidentifikasi arsitektur sosial yang bermakna
Memilih unsur – rancangan yang relevan dan strategis
Mengidentifikasi berbagai pilihan – rancangan organisasi
Menyusun proposisi provokatif.
6. Tahap takdir
Tahap takdir meliputi pelepasan inovasi yang di-organisasi sendiri sebagai sarana untuk mewujudkan masa depan.kedalam langkah-langkah dalam tahap takdir meliputi :
Meninjau ulang, Mengkomunikasikan dan Menandai prestasi yang dicapai.
Menysun daftar tindakan-tindakan potensial.
Mengorganisasi diri untuk melakukan proyek tindakan inspiratif
Mendukung keberhasilan atas proyek diorganisasi sendiri.
Penerapan KUMP secara sistimatis.
PENUTUP
Pendekatan yang telah dikemukakan dalam model berpikir apa yang disebut dengan „Kebebasan Untuk Menjadi Positip (KUMP)“ merupakan suatu pendekatan yang dapat memberikatan kekuatan dalam kemungkinan pikiran bagi setiap orang untuk mmotivasi dalam memberikan orang pngalaman tentang kekuatan pribadi dan kekuatan kolektif.
Keberhasilan dalam menerapkan KUMP, akan sangat ditentukan kemampuan dalam melaksanakan siklus 4-D, yang diperlukan enam kebebasan yang mencakup 1) kebebasan untuk dikenal dalam hubungan; 2) kebebasan untuk didengarkan ; 3) kebebasan untuk bermimpi dalam komunitas ; 4) kebebasan untuk memilih dalam berkonstribusi ; 5) kebebasan untuk bertindak dengan dukungan ; 6) kebebasan untuk menjadi positip.