PENDAHULUAN
Setiap orang akan berusaha untuk membangun kehidupan kerja yang berkelanjutan karena keyakinan setiap orang bahwa dunia kehidupan ini tetap membutuhkan manuia untuk bekerja demi kebutuhannya sendiri.
Oleh karena itu, kebutuhan membangun kehidupan kerja yang bermakna berarti memiliki kebiasaan yang produktif karena pengusaan ilmu sebagai informasi, pengetahuan sebagai keterampilan dan keinginan sebagai suatu niat, sehingga memliki wawasan dan imajinasi untuk menciptakan kerja yang bermakna sebagai satu keyakinan diri sehingga mampu menunjukkan kemampuan saya dalam rangka memenuhi kebutuhan saya yang terkait dengan konstribusi apapun pekerjaan dan peran saya.
Kerja yang bermakna, menuntut melihat masa kini dan menatap masa depan, yang kadang kala diperlukan kecepatan menggerakkan kemampuan dalam melaksanakan dalam memikirkan kemungkinan yang sejalan dengan pribadi dan profesionalisme. Jadi dengan kekuatan pikiran, maka seseorang dengan kepribadiannya mampu membangun kehidupan kerja yang bermakna dengan memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan :
1)Tempat kita selalu berpijak akan selalu berupa ;
2)Ketidak pastian sebagai dampak dari gelombang perubahan serba komplek ;
3)Mendorong suasana hati untuk menyesuaikan dengan perubahan.
Dalam kondisi yang demikian, diperlukan kembali untuk menemukan diri, seandainya dalam pikiran ini tumbuh satu keyakinan bahwa menciptakan kerja yang bermakna diperlukan satu keberanian untuk menjawab pikiran-pikiran bahwa saya memiliki hal-hal yang mampu membakat semangat seperti 1) keluarga bahagia yang memberi dukungan ; 2) kemampuan mendengarkan dan mempengaruhi orang lain ; 3) kemampuan berpikir kreatif sehingga orang lain menghargainya ; 4) kesehatan dan kegemaran ; 5) pengalaman dan pendidikan yang dapat kebutuhan ; 6) kemampuan menikmati hal-hal kecil dan sederhana.
Bertitik tolak dari hal-hal yang kita kemukakan diatas, mendorong kita pada satu hal yang perlu kita hayati untuk memikirkan kemungkinan membangunkehidupan kerja yang bermakna untuk masa depan dengan keberanian mengambil resiko meskipun tidak tahu ke mana akan dibawa, oleh karea itu kemungkinkan memikirkan dengan melangkah dengan lebih sadar menuju apa yang sedang anda lakukan.
Untuk dapat menysuaikan dengan kebutuhan atas perubahan yang dikehendaki anda, maka sejalan dengan infrastrukturnya yang mendukung, anda akan sampai pada posisi saat ini dengan menjawab „Pekerjaan apa yang saya lakukan dengan baik ? Apakah saya mnikmatinya ? Bagaimana orang lain diuntungkan ? Apakah saya ingin mendalami dan melanjutkan melakukan pekerjaan yang saya lakukan dengan baik ?
MELANGKAH DALAM MENCIPTAKAN KERJA YANG BERMAKNA
Keberhasilan, apa yang dipikirkan dari hal-hal yang dikemukakan diatas, sangat boleh jadi adanya kesiapan untuk 1) belajarlah dari umpan balik ; 2) dengarkan orang lain dan pahami kebutuhan mereka ; 3) teruslah bekerja untuk mencapai tujuan anda ; 4) kendalikan emosi anda menjadi kecerdasan ; 5) hargai usaha anda sendiri dan terimalah pujian yang diberikan orang lain ; 6) melangkahlah dalam berusaha secara pelan-pelan ; 7) lawan hal-hal yang berkaitan dengan kecenderungan umum.
Bertolak dari kemampuan menanggapi hal-hal yang kita sebutkan diatas, maka cobalah anda merenung kembali dalam rangka mnciptakan kerja bermakna yaitu hal-hal yang terkait dengan kemampuan anda menggerakkan kekuatan pikiran untuk menanggapi kemampuan diri anda sendiri mengenai 1) Apakah anda yakin pada diri sendiri ? ; 2) Apakah anda yakin pada proses yang anda butuhkan untuk terjadi pada anda ? ; 3) Apakah anda bekerja keras ? ‚ 4) Pada apa anda berkomitmen ? ; 5) Apa yang anda tunggu untuk bersumbangsih ?
Dengan memperhatikan hal-hal yang kita utarakan diatas, akan memberikan daya dorong dalam mengubah gaya pikir bahwa langlah kehidupan kerja anda sebagai perjalanan yang tiada pernah henti, oleh karena itu anda akan berkomitmen pada keingintahuan secara berkelancutan, perkembangan pribadi dan perolehan persfektif baru. Dengan kesadaran itu kita belajar dari kesalahan dan keberhasilan masa lalu dan masa kini untuk menatap masa depan dalam menciptakan kerja yang bermakna.
Memandang masa depan berarti anda memikikan sesuatu yang berkaitan dengan arah yang sejalan pada perkembangan yang berkelanjutan yang memiliki tujuan yang jelas di depan dan bukan di belakang, sehingga dengan keyakinan diri untuk setiap usaha yang berkaitan dengan mengeksplorasi bidang-bidang pekerjaan baru, juga menyiapkan pikiran yang berkaitan untuk meminimalkan resiko yang terjadi.
Oleh karena itu, dibawah ini diungkapkan yang merintangi imajinasi anda dan tidak terasa ada hal-hal yang dapat mengalangi untuk menggerakkan kekuatan pikiran anda dalam merebut peluang seperti ungkapan kata sebagai berikut :
Kata yang menunjukkan ketakutan : Kata yang menunjukkan kebebasan :
Stagnasi Pembelajaran berkelanjutan
Kegelisahan Keingintahuan
Kecemasan Harapan
Ketakutan Fleksibilitas
Bersembunyi Mencari
Bertolak dari ungkapan kata tersebut kita harus berani mengadakan perubahan dalam pola pikir dari kata yang menunjukkan ketakutan menjadi kata yang menunjukkan kebebasan artinya ia harus dapat memberikan daya dorong dalam menggerakkan untuk „memikirkan kemungkinan“ artinya anda harus memiliki kekuatan pikiran dalam hal, apa yang disebut dengan 1) pekerjaan profesional dan 2) pemimpin diri sendiri dalam kehidupan kerja.
Jadi kesuksesan tidak pernah berakhir, sejalan dengan anda yang memiliki kemampuan kerja dalam mengerjakan dua pekerjaan yang kita sebutkan diatas, sehingga peran individu adalah bertanggung jawab atas pertumbuhan kehidupan kerja dan produktivitas pekerjaan anda sendiri disatu sisi dan disisi lain memberikan mampu dalam konstribusi kepada organisasi dan pelanggan anda.
Sedangkan peran organisasi memberikan ruang gerak untuk menggabungkan kekuatan semua peran karyawan untuk mendukung kemampuan memimpin diri sendiri dalam kehidupan kerja yang sejalan dengan dorongan pembelajaran pribadi dan profesioanal yang berkelanjutan.
KOMITMEN PADA PEMBELAJARAN BERKELANJUTAN
Untuk melaksanakan dua pekerjaan yang kita sebutkan diatas yaitu pekerjaan profesional dan pemimpin diri sendiri, mendorong anda untuk belajar dari pengalaman masa lampau, oleh karena itu, dapatkah anda membayangkan bahwa kesuksesan hanya masalah apa yang disebut dengan keberuntungan dalam kehidupan.
Jadi kehidupan adalah sebuah cermin, oleh karena itu, ia memantulkan kembali suatu bayangan dari apapun yang kita letakkan didepannya, sehingga dari pengalaman itu mendorong anda dalam bersikap dan berperilaku yang sejalan dengan komitmen untuk terus meningkatkan kemampuan melaksanakan dua pekerjaan yang disebutkan diatas.
Sejalan dengan pmikiran diatas, maka komitmen pada pembelajaran berkelanjutan dapat mendorong anda untuk mendalami makna komitmen dalam dua pandangan yang dapat kita rumuskan sebagai berikut :
Bergantung pada masa lalu : Aktif dalam pembelajaran berkelanjutan
Mengingkari bahwa hal-hal telah berubah; Memperhatikan bagaimana anda dan
percaya bahwa orang lain perlu berubah, lingkungan berubah ; percaya bahwa
tetapi anda tidak. Anda bisa belajar; tidak peduli usia.
Mengabaikan perasaan2 anda tentang peru- Berbicara dengan orang lain tentang apa
bahan ; menghabiskan energi untuk me- yang anda rasakan tentang perubahan
nindas kegelisahan anda. Pribadi dan perubahan2 disekitar anda.
Mempertahankan apa yang anda lakukan Senantiasa terbuka dengan kemungkinan
Dan cara anda melakukannya sebagai cara bahwa anda bisa mempelajari metode2
yang terbaik dan satu2nya cara. baru, memperbaiki kinerja anda dan
meningkatkan produktivitas anda.
Bergantung kepada orang lain untuk Menjadi manajer karier untuk diri sendiri
mengelola karier anda. memprakarsai dan merencanakan pembe-
lajaran anda.
Tetap terkungkung pada jabatan anda. Menulis ulang uraian pekerjaan anda atau
tujuan karier anda dan mengusulkan
jabatan baru.
Mencoba hanya mengerjakan apa yang Menguji apa yang anda inginkan dan ba-
gaimana keinginan anda relevan dengan
kebutuhan orang lain.
Bertolak dari ungkapan diatas berdasarkan dua pandangan yang berbeda, menjadikan anda untuk memikirkan kembali makna dari komitmen itu sendiri, sehingga memberikan kekuatan dalam berpikir dengan memanfaatkan paradok sebagai suatu pendekatan artinya pernyataan yang seolah-olah berlawanan dengan pendapat umum atau kebenaran tetapi kenyataannya mengandung kebenaran seperti yang diungkapkan dalam paradok 1) Resiko adalah keamanan ; 2) Bekerja bebas adalah juga pekerjaan ; 3) Musin dingin adalah masa pertumbuhan ; 4) Pertumbuhan anda adalah sumbangsih bagi orang lain.
Belajar dari pengalaman bahwa ketidak pastian itu selalu ada, oleh karena itu, untuk dapat kita belajar kearah yang dapat menuntun anda dalam melangkah sebagai suatu cara dalam membantu diri sendiri yaitu apa yang disebut dengan 1) Jangan memaksa, tapi coba dalam peran untuk berpastisipasi ; 2) Jangan panik dalam memahami apa yang anda iginkan ; 3) Berpikir antisipatif bukan reaktif ; 4) Belajar berkesinambungan ; 5) Ada kemampuan untuk menjaga diri sendiri ; 6) Dapat memahami untuk suatu keadaan yang tidak terduga terjadi.
Berpijak dengan hal-hal yang kita utarakan diatas, maka sudah saatnya anda harus dapat memahami suara hati anda untuk mendorong tentang kemampuan-kepampuan yang perlu dikuasai yang terkait dengan kepemimpinan, manajemen dan konsultan internal.
Kemampuan mengembangkan kepemimpinan dalam peran dimaksudkan agar terjadi peningkatan keterampilan dalam melaksanakan, bagaimana sebaiknya fungsi dalam mempengaruhi orang lain dapat berjalan dengan efektif. Penguasaan wawasan manajemen akan menekankan pada praktek manajemen yang sehat artinya menerapkan fungsi manajemen secara produktif agar dapat memenuhi efeseinsi, efektif, berkualitas. Konsultasi internal, harus didorong bagi setiap orang yang memerlukan konsultasi agar mendapatkan infomasi untuk memberikan daya dorong dalam meningkatkan kemampuan dalam menjalankan peran.
Dengan meningkatkan komitmen dalam pembelajaran berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan seperti yang kita ungkapkan diatas, akan dapat memberi suatu daya dorong untuk lebih membangkitkan inspirasi dalam usaha mewujudkan keberhasilan, oleh karena itu harus dapat menyesiati hal-hal yang terkait dengan 1) harus berani secara terus menerus mengenai diri sendiri dalam usaha memenuhi kepentingan orang lain ; 2) belajar kesalahan-kesalahan masa kini dan berani untuk merumus ulang untuk masa depan ; 3) harus berani menunjukkan dalam menghargai gaya anda yang sejalan dengan sebuah tanggung jawab yang terkait dalam pencarian pekerjaan yang bermakna.
WUJUD KEBERHASILAN DAN KESIAPAN MENCAPAINYA
Bertolak dari pemahaman atas pemikiran „melangkah dalam menciptakan kerja yang bermakna“ dan „komitmen pada pembelajaran berkelanjutan“, maka wujud keberhasilan bermula dari anda dapat membayangkannya, dimana anda dapat mencapainya. Jika anda dapat mengimpikannya, anda dapat menjadi yang anda impikan itu, oleh karena itu apa yang dapat dibayangkan serta diyakini manusia, dapat dicapainya.
Dengan pemikiran diatas, maka untuk menyesiati untuk mencapainya diperlukan suatu kesiapan dengan mempertimbangkan hal-hal yang terungkap dengan pertanyaan 1) siapakah orang-orang yang dapat dipercaya yang mau membantu anda ? ; 2) hal-hal apa sajakah yang berguna bagi anda ? ; 3) kemana anda akan pergi untuk berpikir dan memperbaharui diri sendiri ?
Jadi dengan mengungkapkan pertanyaan tersebut diatas diharapkan adanya inspirasi untuk keberhasilan melalui setiap orang harus dapat memahami dengan menggerakkan kekuatan pikiran terhadap hal-hal yang terkait dengan apa yang disebut 1) adanya kesiapan diri sendiri untuk terikat kedalam organisasi ; 2) nilai apa yang saya tambahkan pada kehidupan kerja anda ; 3) mendorong inspirasi baru ; 4) segala usaha haruslah di pandang sebagai bagian dari tindakan ; 4) meningkatkan tujuan kehidupan kerja anda ; 5) semakin dekat anda dengan siapa anda yang sebenarnya semakin banyak tanggung jawab, stabilitas dan mobilitas yang anda miliki ;
Menghadapi hal-hal yang disebut iatas, maka perlu disadari bahwa setiap orang harus menghadapi dengan kesendirian, oleh karena itu perubahan-perubahan harus dilakukan, sehingga renungkan selama beberapa saat, perubahan yang baru saja terjadi belakangan ini di dalam kehidupan kerja anda dan sumber-sumber batin yang anda manfaatkan untuk membuat perubahan ini melalui ungkapan 1) apakah akivitas yang tidak lagi anda lakukan dalam 12 bulan yang lalu ? ; 2) apakah yang anda lakukan sekarang sebagai pengganti aktivitas ini ? ; 3) apakah umber-sumber batin yang anda manfaatkan untuk membuat transisi yang berhasil ? ; 4) apakah yang anda dapatkan seandainya, untuk sementara waktu saja, anda tidak terganggu oleh telivisi, teman, kolega, batasan-batasan organisasi atau pemikiran yang mencela diri sendiri ? ; 5) apakah yang akan anda ungkapkan seandainya anda menggunakan waktu yang berharga dalam 10 menit, dua jam, atau dalam akhir pecan, untuk mulai memikirkan kehidupan anda dan apa yang benar-benar anda inginkan ? ; 6) apa yang akan terjadi jika anda berkomitmen pada perjalanan yang terinspirasi oleh diri sendiri yang meliputi kekoongan yang tidak terhindarkan, serat-serat yang ditenun menjadi tekstur kaya dari sebuah kain penemuan diri sendiri ?
Dengan demikian wujud keberhasilan dan kesiapan mencapainya, haruslah dituntun dengan kesabaran, kegigihan, toleransi, dan belajar, anda dapat menjalani hidup sebagai suatu proses dan mencapai tujuan-tujuan yang bermakna bagi anda. Anda dapat berguna bagi diri anda sendiri dan orang lain sehingga anda dapat menjadi lebih bahagia.
PELAJARILAH HAL YANG BARU
Pada usia setengah baya dan suatu ketika saya datang untuk makan pagi di sebuah tempat latihan bermain golf, saat itu saya merenung diri apakah bermain golf dapat membantu kesehatan dan menenangkan batin saya, jawabannya saya memutuskan untuk latihan bermain golf. Begitu pula halnya anda membayangkan ingin belajar piano ?
Keputusan saya ambil saat saya belum pernah memegang stick golf, saya juga tidak dapat membayangkan bagaimana mengayunkannya, namun dalam benak saya, bermain golf sampai hari tua melambangkan tantangan dan pertumbuhan.
Saat mengayunkan stick golf, saya merasakan kegairahan. Karena berpikir, „Saya harus bermain untuk mencapai kesempurnaan“, timbul ketakutan dalam diri saya dan membuat saya bertanya pada diri sendiri, „Apakah saya meningkatkan kualitas kehidupan saya sendiri ? Apakah saya orang yang suka belajar ? Apakah saya sedang menciptakan atau berpangku tangan ? Apakah saat ini kehidupan saya lebih penuh ?
Saya merasakan sekarang proses belajar bermain golf saya sudah berjalan lebih 40 tahun, saya sudah tahu bagaimana cara belajar yang terbaik, maka yang paling penting, saya jadi tahu bahwa belajar perlu latihan. Latihanlah yang membedakan, bukan bakat. Oleh karena itu, mempelajari sesuatu yang baru mengungkapkan pola belajar saya yang baru. Saya memikirkan hal-hal yang terkait dengan apa yang disebut 1) Memilih sesuatu yang saya senangi ; 2) Mencari seseorang, guru untuk mendukung proses belajar saya ; 3) Mendengarkan seperti apakah tujuan akhirnya ; 4) Menentukan harapan dan tujuan yang realistis, memainkan irama satu demi satu dalam seni golf ; 5) Berlatih secara konsisten ; 6) Rileks ketika saya merasa frustrasi dan mencoba lagi keesokan harinya ; 7) Memperhatikan dan menikmati, ketika pikiran saya berhenti dan jiwa saya mengambil alih ;
Meneruskan belajar saya.
PENUTUP
Membangun kehidupan kerja yang bermakna, bukanlah sesuatu yang sulit untuk dikerjakan dalam menempuh perjalanan hidup yang abadi, hanya saja seberapa jauh anda dapat mengerakkan makna „OTAK“ (Orang, Tawakal, Amanah, Kerja) dalam pandangan rohaniah sebagai daya dorong dalam dii anda, bayangkan „Jika anda tidak memiliki impian yang sedikit di luar jangkauan, anda telah bersiap untuk mati“, oleh karena itu gerakkan pikiran anda semoga Tuhan yang maha kuasa memberi anda kegembiraan yang tak disangka-sangka sebelum matahari terbenam dalam hidup anda.
Jadi renungkanlah bahwa selamat datang esok hari, karena setiap hari baru menghasilkan warna baru. Itulah satu usaha membangun kehidupan kerja yang bermakna dengan keiapan menyambut hari esok karena anda akan memiliki bagian untuk bermain di dalamnya, maka akan membentuk sikap dn perilaku yang terbuka dengan bantuan yang tidak disangka-sangka akan datang dari tempat yang tidak terduga.
Sejalan dengan pemikiran diatas, maka kita sampai pada suatu pemikiran „ bagaimana cara menuntunnya „ ? Renngkanlah kesiapan kita untuk memulai proses perubahan dari diri anda sendiri, untuk membuka jalan dengan memanfaatkan „OTAK“ dalam pemikiran rohaniah. Jadi renungkan pertanyaan yang diungkapkan dibawah ini sebagai penuntun dalam siap berangkat dalam memulai perubahan sebagai berikut :
1.Coba renungkan, apakah anda merasa sedang belajar atau sedang mengalami stagnasi ? Jauhkan perasaan ketakutan menghadapi stagnasi dalam kehidupan kerja anda, coba bangkitkan untuk menggantingan dengan kata kebebasan.
2.Adakah kesiapan untuk menggambarkan diri anda sendiri dalam suatu warna yang anda pilih, mengapa ?
3.Dapatkah anda membayangkan diberi imbalan karena mengerjakan, maka disitu anda merasa bahagia dan produktif dalam kehidupan keeja anda, tulislah pengalaman itu dan berikan kepada teman anda, apa yang dapat dipetik dari pengalaman itu, tantantangan apa yang dihadapi, bagaimana anda menguntungkan orang lain ?
4.Dapatkah anda membayangkan bahwa anda terpaku pada jabatan ?, bagaimana anda tah teraku dan atau tidak terpaku ? Seandainya anda terpaku bagaimana melepaskan diri, bila tidak bagaimana anda meneruskan kebebasan anda?
5.Dapatkah anda membayangkan bahwa tidak ada jaminan, walaupun anda berada diatas landasan pembelajaran. Sudah tepatkah anda untuk mempelajari sesuatu yang baru dalam kehidupan kerja anda, apa, dan kapan anda untuk memulainya ?