Feeds:
Posts
Comments

Archive for March, 2009

PENDAHULUAN

Anda sedang memilih pemikiran-pemikiran yang menciptakan keadaan anda berarti keadaan yang akan membentuk kehidupan anda. Oleh karena itu, gunakanlah alat pikir anda untuk membayangkan kesadaran, kecerdasan dan akal akan berfungsi selama anda bekerja. Dengan kata lain anda dapat membayangkan bahwa alat pikir anda seolah-olah sangat produktif, maka anda mengikuti cara-cara orang percaya diri, orang akan  selalu memandang anda.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka keberhasilan adalah kondisi pikiran, sehingga jika anda ingin berhasil mulailah membayangkan diri anda sebagai orang yang berhasil, dengan begitu anda dapat mengungkit bakat yang anda memiliki, yang menjadi masalah adalah keberanian untuk mengikuti bakat tersebut ke tempat gelap ke mana ia menuntun.

Suatu hal hal yang tidak dapat dimungkiri bahwa pendapatan, status, kasta pendidikan , cara dibesarkan, lingkungan, keluarga dan banyak keadaan yang lainnya akan mempengaruhi  dan bahkan menjadi penentu tempat anda dalam kehidupan, akan tetapi siapakah yang menciptakan keadaan-keadaan tersebut ? Apa yang anda pikirkan, cobalah renungkan kembali dampak pemikiran terhadap keadaan.

Bertitik tolak dari hal-hal yang kita utarakan diatas, sadarilah bahwa pemikiran-pemikiran anda sendirilah yang membentuk karekter anda, menciptakan keadaan anda, dan menentukan masa depan anda pada akhirnya. Oleh karena itu, cobalah anda gerakkan makna “OTAK” (orang, tawakal, amanah, kerja) dalam membayangkan diri anda di ambang pintu keberhasilan yang tidak tertandingi, dengan begitu kehidupan utuh yang penuh kemuliaan terhampar di hadapan anda, sehingga ungkitlah pikiran anda untuk berani bermimpi, maka disitulah anda untuk mencapainya.

Jadi keadaan dan lingkungan eksternal kehidupan anda adalah berhubungan langsung dengan kondisi internal anda. Yang menjadi masalah adalah yang mungkin anda pelajari hal-hal yang berkaitan dengan keberhasilan, kemakmuran dan kebahagian menjadi satu dalam pemikiran dan karekter anda. Dengan begitu anda akan membayangkan visi anda muliakan dalam pikiran anda, idealisme yang anda hayati dalam hati anda, kesemuanya itu menjadi daya dorong dalam usaha membangun hidup anda, sehingga anda dapat melakukan apa yang anda pikir dapat anda lakukan, begitu pula sebaliknya.

Dengan demikian, setelah mengambil keputusan, cepatlah bertindak yang sejalan kemampuan anda untuk menuntun daya ingatan anda untuk mengungkit setiap panggilan hidup itu besar jika dikejar dengan baik. Itulah yang disebut makna perjalanan hidup anda ditentukan oleh pikiran anda. (more…)

Read Full Post »

PENDAHULUAN

Kita menyadari sepenuhnya bahwa melaksanakan perubahan bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan tapi mudah diucapkan, oleh karena itu belajarlah menghargai diri sendiri sebagaimana anda saat ini akan memberikan keberanian untuk berubah dan berkelanjutan dengan bertolak dari menerima masa lampau anda dan melihat bagaimana masa lampau membentuk hidup anda hari ini.

Hari ini dengan modal kedewasaan berpikir anda mengikuti tuntutan perubahan dengan membangun kebiasaan yang produktif untuk menuntun anda dalam usaha mengharapkan kebaikan baru dalam hidup anda, dan anda bersyukur untuk kebaikan yang telah engkau taruh ke dalam hidup anda.

Dengan kekuatan pikiran anda untuk menyesuaikan diri dari tuntutan perubahan, berarti anda mulai memikirkan untuk menerima perubahan dan menerimanya sebagai bagian penting dari pertumbuhan dan perkembangan yang anda bangun dengan komitmen. Oleh karena itu yakinlah anda tidak sendirian dan dapat menghadapi apa pun dengan suatu pertolongan kekuatan yang lebih tinggi sebagai hidayah dari Allah Swt. Inilah yang dikatakan memiliki modal kedewasaan berpikir.

Modal kedewasaan berpikir akan tumbuh dan berkembang pada setiap manusia, apabila potensi otak manusia dapat dimanfaatkan dari dua sudut pandangan artinya pertama memahami makna otak dari phisik yang terkait dengan otak atas (kiri dan kanan) dengan fungsi “otak kiri” menangani angka, logika dll., yang memerlukan pemikiran rasional, dan “otak kanan” memfokuskan diri pada rupa dan bentuk, warna-warni dan kelembutan mengabaikan ukuran dan demensi menjadi kreativitas, imajinasi.. Otak bawah adalah otak bawah sadar. Dia mengendalikan emosi, sikap insting seseorang. Kedua pandangan dari sudut rohaniah dengan mengurikan huruf menjadi kata bermakna.

Dengan mendalami makna otak yang kita utarakan diatas, maka potensi otak pada manusia dapat mendukung untuk meningkatkan modal kedewasaan berpikir kedalam fungsi rohaniah, sosial, emosi dan intelektual. Kekuatan berpikir yang digerakkan oleh empat unsur diatas, maka dengan mengharapkan kebesaran Allah Swt. Untuk dapat memahami bahwa dengan kehendakNya bagi anda adalah untuk merealisasikan potensi anda sepenuhnya. Oleh karena itu dengan modal kedewasaan berpikir yang juga menjadi kekuatan dalam membangun kebiasaan yang produktif, maka hari ini anda melepaskan pengalaman yang menyakitkan dan memahami tujuan apa yang dibawa oleh pengalaman itu dalam proses pertumbuhan anda.

Jadi membangun jati diri dengan modal kedewasaan berpikir berarti menerima perubahan sebagai suatu kebutuhan dalam usaha untuk meningkatkan kebiasaan yang produktif dengan ditopang penguasaan ilmu sebagai informasi, pengetahuan sebagai keterampilan dan keinginan yang dilandasi dengan niat agar memiliki kemampuan untuk mengubah cara berpikir dalam mewujudkan wajah baru dalam perjalanan hidup anda. Itulah sebuah keberanian dan keyakinan anda agar anda dapat menuntun kekuatan sikap dan perilaku. Yang penting dalam perjalanan hidup ini, bukanlah apakah anda tidak mampu menerima perubahan, melainkan apakah anda bangun kembali untuk berusaha berubah. (more…)

Read Full Post »

PENDAHULUAN

Bermain golf mengajarkan saya, bagaimana saya agar dapat menumbuhkan percaya diri sebagai suatu cara untuk menumbuh kembangkan jiwa tanpa topeng kepalsuan. Oleh karena itu, ingatlah bahwa sikap postip menghasilkan persepsi positif dan mengubah situasi menjadi lebih baik.

Tentu saja diperlukan pemahaman yang mendalam dengan hal-hal yang terkait dalam suatu pikiran untuk melepaskan kebelengguan dari pandangan hidup yang tidak ingin memulai sutu proses perubahan dari diri anda sendiri. Seperti halnya kita bermain glof yang dapat merubah untuk meretas jalan menjadi diri sendiri, sudah tentu hal tersebut tumbuh dan berkembang sangat bergantung bagi setiap orang yang mau memikirkan makna dari kekuatan dalam mencari “memikirkan kemungkinan” untuk berubah. Contoh yang sederhana dalam bermain golf dalam menghitung hasilnya, pernahkah anda memikirkan suatu kebiasaan untuk menghitung yang benar, untuk tidak berbohong.

Dengan demikian untuk meretas jalan menjadi diri sendiri, diperlukan keberanian untuk mengubah cara pandang dalam mewujudkan “bagaimana melepaskan kebelengguan dari pandangan hidup” sebagai sesuatu yang harus kita pikirkan terus, olehh karena itu hanya diperlukan satu pikiran positif, jika diberi kesempatan untuk bertahan, untuk dapat kita mengalahkan seluruh pasukan pikiran negatif, maka disitu letak kesiapan untuk dapat melupakan masa lalu, sehingga tiap saat adalah awal yang baru.

Jadi begitu pentingnya untuk membangun kebiasaan yang produktif (ilmu sebagai informasi, pengetahuan sebagai keterampilan, keinginan sebagai daya dorong), yang harus kita tumbuhkan dalam pandangan hidup ini, tanpa kesadaran tersebut sangat sulit kita keluar dalam usaha melepaskan kebelengguan dari pandangan hidup.

Dapatkah anda membayangkan bahwa “kesulitan tidak selalu kesulitan”, melainkan kesulitan seringkali merupakan jalan Tuhan untuk membuat kita berlutut, diam, berdoa, bekerja lebih keras atau mulai dari awal lagi dalam rangka usaha kita meretas jalan menjadi diri sendiri, oleh karena itu pikirkan terus bahwa kehidupan ini adalah sebuah cermin, ia memantulkan kembali bayangan dari apapun yang kita letakkan di depannya, sehingga diperlukan keberanian sebagai sesuatu yang selalu dapat anda pilih untuk melepaskan kebelengguan dari pandangan hidup untuk dapat menyesuaikan diri yang sejalan dengan kebutuhan perubahan itu sendiri.

Bertolak dari pemikiran yang kita kemukakan diatas, maka sadarilah bahwa tidak ada kesalahan yang mematikan kecuali anda menjadikannya begitu, maka disitulah letak “keberanian” memainkan peran penting untuk mengungkit kekuatan pikiran dalam melepaskan kebelengguan untuk menghadapi tantangan masa depan.

PERUBAHAN DIMULAI DARI KEMAMPUAN MENGGERAKKAN ALAT
PIKIRAN SEBAGAI SUATU KEKUATAN MENEMUKAN JATI DIRI

Bila anda ingin melepaskan diri dari kebelengguan dengan tujuan anda ingin meretas jalan menjadi diri sendiri, maka coba oleh anda bayangkan seandainya anda seorang perokok, bagaimana anda bisa melepaskan diri dari pandangan hidup anda bahwa merokok memiliki nikmat dalam kesadaran inderawi artinya pandangan hidup anda menjadi suatu kebiasaan untuk terus merkok, walaupun anda telah dingatkan oleh fatwa tenang merokok. Inilah suatu ujian, mampukah anda menemukan tentang diri anda yang sejalan dengan keinginan berubah yang digerakkan oleh kekuatan pikiran anda sendiri, maka disitulah letak anda ingin membangun suatu kebiasaan yang produktif.

Membangun kebiasaan yang produktif haruslah bertolak dari keinginan dengan landasan niat yang kuat yang ditopang oleh penguasaan ilmu dan pengetahuan sehingga perubahan secara radikal dalam berpikir dapat terjadi, bila yang bersangkutan melepaskan diri suatu pandangan hidup yang meterialistik yang mendorong orang dalam tingkat dengan kesadaran inderawi, oleh karena itu setiap manusia ingin memeluk suatu agama juga bertolak dengan akal sehat untuk membuat suatu keputusan berdasarkan pertimbangan –pertimbangan dari hasil olahan kecerdasannya.

Jadi bila ada keinginan untuk berubah, ada seribu cara untuk bangkit tetapi bila tidak juga terdapat seribusatu cara untuk menghalanginya. Dengan pikiran itu cobalah anda bangkit untuk membangkitkan kemampuan anda dalam memahami diri anda sendiri serta pengaruh lingkungan diluar diri anda. Itu berarti dengan kesadaran ia melihat melalui fungsi fanca-inderanya, maka segala sesuatu ia memandang menjadi terdeteksi hanya berdasarkan panca-ineranya, sehingga mendorong yang bersangkutan terjebak oleh pola pikir materialistik.

Bertolak dari pikiran diatas, maka kekuatan pikiran juga digerakkan oleh alat pikiran yang disebut dengan kecerdasan, sehingga kesadaran saja menjadi tidak berguna dalam proses berpikir, bilamana tidak dibantu kecerdasan yang mendorong orang memulai satu kekuatan untuk memikirkan kemungkinan untuk melaporkan kepada anda keadaan perkara dan hubungannya, apakah ada bahaya dan bagaimana menghindarkan atau menghilangkannya.

Selanjutnya dengan menggerakkan kekuatan akal dalam proses berpikir, akan menjawab dari hasil pemikiran kecerdasan sehingga dengan akal mempersoalkan dimana letak bahayanya, macam bahaya, kapan terjadi dan atau apakah berlangsung terus, dan bagaimna mengindarinya, itulah peran akal menjawab.

Dengan demikian usaha untuk menemukan jati diri terletak dari ketiga unsur jiwa, yang kita sebut sebagai alat pikir (kesadaran, kecerdasan, akal) dimana ketiga unsur harus digerakkan dalam suatu proses saling mengisi artinya kita tidak dapat menyebutkan yang satu dengan meninggalkan dua yang lainnya.

MENEMUKAN JATI DIRI UNTUK MELAKUKAN PERUBAHAN

Sebagai manusia, kita memahami, „siapa, darimana dan kemana“?. Jawabannya terletak seberapa jauh anda mau berpikir. Mengerakkan kekuatan berpikir berarti anda berusaha mengaktualisasikan „otak“ sebagai sumber penggerak yang tidak terbatas dengan menggambarkan dan membayangkan sesuatu dalam pikiran. Setiap hari dalam kehidupan anda akan berpikir, sudah tentu bila anda menghadapi suatu masalah, maka anda akan berpikir dalam katagori yang bersungguh-sungguh berarti menjalankan pikiran, memperkembangkan alat berpikir (kesadran, kecerdasan, akal) agar mampu menghadapi dan memecahkannya.

Oleh karena itu dalam menemukan jati diri anda, harus ada kemampuan menggerakkan kemampuan berpikir dengan memanfaatkan otak (kiri dan kanan) sebagai alat pikir dan otak bawah sebagai alat menghayati, maka berpikir disini terwujud dari proses mental yang sadar.

Sejalan dengan pemikiran diatas, maka diperlukan pemahaman atas pola proses berpikir yang disebut dengan 1) Berpikir biasa yaitu bergaul dengan pengalaman-pengalaman inderawiah untuk membentuk ketahuan-ketahuan kita ; 2) Berpikir logis yaitu suatu teknik penalaran untuk dapat menarik kesimpulan yang korek ; 3) Berpikir ilimiah yaitu berpikir secara sistimatis, metodis, dan objektif dalam rangka mencapai kebenaran dalam ilmu pengetahuan ; 4) Berpikir filsafat yaitu berpikir dialektis yang terarah untuk mendapatkan kebenaran yang haikiki, intergral dan universal ; 5) Berpikir theologis yaitu corak berpikir untuk mendekati kenyataan apa yang ada di sekitar kita dan yang ada pada diri kita sendiri dalam usaha mencapai epastian (keyakinan) tentang ke Esaan Tuhan.

Secara sekilas telah kita utarakan fungsi alat pikir (kesadaran, kecerdasan, akal) yang harus kita manfaatkan untuk menggerakkan kekuatan pola proses berpikir yang kita sebutkan diatas. Perlu kita sadari bahwa kualitas akal dan kesadaran yang baik akan menunjukkan gambaran fungsi jiwanya baik, sebaliknya bila jelek maka jiwanya juga jelek. Oleh karena itu, perlu kita pahami bahwa jiwa adalah sesuatu di dalam diri kita yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan kualitas seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan kedewasaan seorang manusia. Jadi kekuatan untuk mengungkit pola proses berpikir ditentukan pula kekuatan dari perasaan positif selalu datang kembali, mereka selalu kembali untuk menempatkan sinar matahari dalam kehidupan kita, sehingga kebutuhan untuk membangun „kebiasaan yang produktif“ merupakan pondasi dalam proses penyempurnaan makna „jiwa“ dalam arti manusia bisa membersihkan jiwanya atau mengotorinya.

Dengan demikian anda dapat berpikir secara negatif atau positif. Jika anda pemikir positif anda akan mendasari keputusan anda dengan keyakinan bukan ketakutan, dengan demikian bahwa anda memahami bahwa hidup bukanlah semata-mata bernafas, melainkan bertindak, memanfaatkan organ-organ tubuh kita, kemampuan kita, semua bagian diri kita yang memberikan perasaan eksis kepada kita. Jadi hidup anda dibentuk oleh pikiran anda sendiri, sehingga yang anda lakukan adalah mempersiapkan diri hingga anda tahu dapat melakukan apa yang harus anda lakukan, maka distulah letak keberanian anda untuk menemukan jati diri dengan melakukan perubahan dalam pola hidup anda.

Sejalan dengan pemikiran diatas, maka timbullah keinginan untuk mengaktualisasi kebiasaan yang produktif melalui makna „Otak Dalam Pandangan Berpikir Rohaniah” sebagai satu pendekatan untuk menggugah perubahan sikap dan perilaku dalam kehidupan. Oleh karena itu dalam perjalanan hidup yang singkat ini sebagai manusia yang diciptakan oleh Allah Swt, maka ia harus mampu berpikir tanpa ada keragu-raguan bahwa orang harus mau hidup dan harus tahu bagaimana meninggalkan dunia yang fana ini.

Sejalan dengan pemikiran tersebut diatas marilah kita menyimak satu ungkapan “Tidak ada bahan lain untuk surga dan neraka bagi manusia setelah mati, kecuali atas amal perbuatannya selagi di dunia”. Oleh karena itu manfaatkan makna “OTAK” karena kita sadar bahwa segala tempat dapat dipenuhi oleh isinya selain dari tempat ilmu.

Tempat ilmu makin diisi makin bertambah besarnya. Tempat ilmu ialah di akal. Semakin bertambah ilmu semakin terasa kebodohan kita. Orang yang merasa diri pandai ialah orang tidak menambah pengetahuan.

Akhirnya kita menyadarinya bahwa air laut bila ditimba akan kering, tapi lautan ilmu pengetahuan, kian ditimba kian bertambah airnya, itulah suatu kenyataan bila kita terus menerus membangun kebiasaan yang produktif, sehingga secara bertahap manusia sadar untuk meningkatkan kesadaran dari tingkat yang paling rendah (kesadran inderawi) menuju satu tingkat yang lebih tinggi (kesadaran rasional / ilimiah). Dengan tingkat pemahaman yang mendalam dalam kedewasaan rohaniah, maka manusia dalam menuju perjalanan hidup yang abadi akan berusaha merubah menjadi kesadaran yang lebih tinggi lagi yang dapat dicapai sebagai manusia biasa (kesadaran rohaniah) melalui apa yang disebut dengan mengaktualisasikan pemahaman „OTAK“ kedalam kehidupan dimana manausia sadar diperlukan suatu pendekatan untuk melakukan perubahan.

Untuk mengungkit kekuatan pikiran, maka makna „OTAK“ dibayangkan sebagai suatu pemahaman dari unsur kata yang bermakna yaitu „(O)RANG“ menjadi (O)rgan, (R)oh, (A)kal, (N)afsu, (G)olongan ; „TAWAKAL“ menjadi (T)aat, (A)qidah ; (W)ahyu ; (A)llah ; (K)itab ; (A)l Qur’an ; (L)ailatul qodar ; „AMANAH“ menjadi (A)mal, (M)artabat, (A)khlak, (N)asib, (A)zab, (H)ari ; „KERJA“ menjadi (K)ebajikan ; (E)nergi ; (R)asional ; (J)anji ; (A)dil

Pendekatan melalui pemhaman dari huruf menjadi kata bermakna diatas, merupakan suatu usaha mengungkit kekuatan pikiran sebagai seorang yang memeluk agama Islam, maka dengan jiwa bersih akan mampu menggerakkan pikiran positif dan bukan kekecewaan, ada harapan akan kedamaian, maka disitu ada tantangan baru untuk mendorong anda menemukan jati diri anda, bila ada kemamuan untuk merubah sikap dan perilaku yang sejalan dengan tuntutan perubahan kesadaran inderawi ke rasional / ilimiah ke rohaniah, maka pikirkan terus bahwa kemana pikiran melayang, kesitu energi mengalir, maka pintu mata hati selalu terbuka.

DAYA DORONG MENGUNGKIT KEKUATAN PIKIRAN

Mampukah anda melepaskan kebelengguan dari pandangan hidup, tidak ada sesuatu hal yang tidak mungkin jika manusia mampu memahami makna „jiwa tanpa topeng kepalsuan“ berarti anda juga memahami atas makna „Hidup dan Mati“

Oleh karena itu, pandangan hidup dan mati dalam islam merupakan dua kata dalam mengungkapkan hihmak berpikir untuk menentukan kadar iman dan amal manusia dalam kehidupan beragama dimana manusia mengungkapkan keyakinan dan kepercayaan yang terkait dalam „siapa, darimana dan kemana manusia“ itu ?

Sejalan dengan pemikiran diatas, maka dalam kehidupan ini kita dihadapkan pada kehidupan di dunia bahwa kemampuan berpikir menentukan pula sikap dan perilaku manusia menjunjung arti keyakinan dan kepercayaan atas kebesaran Allah, oleh karena itu maka pembicaraan, perbuatan dan kebiasaan akan menunjukkan kepribadian manusia. Jadi kepribadian akan menggambarkan tingkat kedewasaan manusia memandang masalah hidup dan mati yang terkait dengan harapan dan ketakutan kepada Allah.

Jadi sebagai daya dorong mengungkit kekuatan pikiran dalam usaha meretas jalan menjadi diri sendiri, maka manusia sebagai kita adalah makhluk pilihan dan kita memiliki kemampuan untuk memilih bagaimana kita akan bereaksi terhadap suatu kedaan seperti yang telah telah kita utarakan mengenai merokok dan bermain golf. Dengan pemahaman itu, mungkinkah anda melakukan perubahan untuk menemukan jati diri anda. Dalam hal ini tidak ada yang tidak mungkin. Buang kata „tidak mungkin“ dari perjalanan hidup anda.

Bertolak dari suatu pemikiran perjalanan hidup abadi, maka anda mencoba mencari bentuk daya dorong mengungkit kekuatan pikiran sebagai sesuatu usaha bahwa saat segala sesuatunya di luar kendali, ingatlah anda dapat mengendalikan reaksi anda melalui pemahaman atas makna „hidup dan mati“ sebagai suatu pendekatan untuk menggugah jiwa anda untuk memikirkan kemungkinan bahwa ingatlah anda hidup terus, sehingga saat anda berpikir anda telah menjalankan semua kemungkinan, ingatlah ini bahwa anda belum menjalankan semuanya, itulah perubahan yang harus anda pikirkan terus.

Bayangkanlah oleh anda mengenai makna „HIDUP“ dan „MATI“ untuk menjawab „siapa, darimana dan kemana manusia ?“. Dengan menggerakkan kemungkinan pikiran sebagai suatu kekuatan dalam mengaktualisasikan makna „OTAK“ seperti yang telah kita ungkapkan dari unsur menjadi kata bermakna agar menjadi pedoman untuk membangun kebiasaan yang produktif, sehingga secara sadar anda akan terlibat dengan pemikiran yang terkait dengan kemampuan melaksanakan perubahan yang dimulai dari diri anda sendiri. Oleh karena itu, cobalah anda renungkan makna „HIDUP“ menjadi (H)ijrah ; (I)nsyaf ; (D)urhaka ; (U)saha ; (P)ahala dan „MATI“ menjadi (M)alaikat ; (A)jal ; (T)akdir ; (I)stirahat.

Jadi dengan menghayati makna kata tersebut diharapkan dapat mengungkit kekuatan pikiran anda untuk menemukan makna jiwa tanpa topeng kepalsuan sehingga anda mampu melihatkan kesalahan dan kelemahan anda dan percayalah bahwa anda akan memperbaiki diri anda sendiri dalam meretas jalan menjadi diri sendiri.

Bertolak dari pemahaman huruf menjadi kata bermakna, maka akan mendorong atas kemampuan anda untuk merasa tenang berbanding langsung dengan kemampuan anda untuk mempercayai kehidupan, maka disitulah letak perubahan dalam melepaskan keblengguan dari pola hidup sebagai ketakutan muncul dari keyakinan bahwa anda tidak berdaya seperti anggapan seorang perokok, kalau tidak merokok badan menjadi gemuk, oleh karena itu pikirkan terus bahwa tidak ada kesalahan yang mematikan kecuali anda menjadikannya begitu.

PENUTUP

Apa yang diungkapkan diatas merupakan inspirasi dalam usaha menemukan jati diri, oleh karena itu akan bergantung kepada sikap mental anda sendiri bahwa suatu keberhasilan dalam melakukan perubahan sikap dan perilaku menuntut optimisme, keyakinan, ketenangan, penguasaan diri, keberanian, keceriaan, imajinasi, inisiatif, toleransi, imajinasi, kejujuran, kerendahan hati, kesabaran dan antusiasme, yang semuanya harus dibina dalam kebiasaan yang produktif (ilmu sebagaiinformasi, pengetahuan sebagai keterampilan dari pengalaman dan keinginan berlandaskan niat).

Dengan bertolak dari pikiran diatas berarti kita juga menyakini benar bahwa seperti halnya untuk melakukan perubahan kesadaran dari tingkat yeng terendah menuju ke tingkat yang lebih tinggi memerlukan keyakinan bahwa beragama dengan akal sehat. Tanpa kedewasaan berpikir sulit anda membayangkan untuk membangkitkan di dalam diri orang lain yang terkait dengan sikap dan perilaku yang sama seperti yang anda miliki terhadap mereka.

Untuk mengungkit hal-hal yang kita sebutkan diatas diperlukan suatu pendekatan yang dapat memberikan daya dorong dalam proses berpikir yang kita sebut memahami makna dari unsur kata menjadi suatu untaian kalimat yang bermakna, maka disitu ada jalan untuk mengungkit kekuatan berpikir dalam usaha kebiasaan yang produktif untuk bersiap menyambut hari esok karena anda akan memiliki bagian untuk bermain di dalamnya sehingga hal yang terkait dengan kesulitan pasti berakhir.

Read Full Post »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.