PENDAHULUAN
Anda sedang memilih pemikiran-pemikiran yang menciptakan keadaan anda berarti keadaan yang akan membentuk kehidupan anda. Oleh karena itu, gunakanlah alat pikir anda untuk membayangkan kesadaran, kecerdasan dan akal akan berfungsi selama anda bekerja. Dengan kata lain anda dapat membayangkan bahwa alat pikir anda seolah-olah sangat produktif, maka anda mengikuti cara-cara orang percaya diri, orang akan selalu memandang anda.
Sejalan dengan pikiran diatas, maka keberhasilan adalah kondisi pikiran, sehingga jika anda ingin berhasil mulailah membayangkan diri anda sebagai orang yang berhasil, dengan begitu anda dapat mengungkit bakat yang anda memiliki, yang menjadi masalah adalah keberanian untuk mengikuti bakat tersebut ke tempat gelap ke mana ia menuntun.
Suatu hal hal yang tidak dapat dimungkiri bahwa pendapatan, status, kasta pendidikan , cara dibesarkan, lingkungan, keluarga dan banyak keadaan yang lainnya akan mempengaruhi dan bahkan menjadi penentu tempat anda dalam kehidupan, akan tetapi siapakah yang menciptakan keadaan-keadaan tersebut ? Apa yang anda pikirkan, cobalah renungkan kembali dampak pemikiran terhadap keadaan.
Bertitik tolak dari hal-hal yang kita utarakan diatas, sadarilah bahwa pemikiran-pemikiran anda sendirilah yang membentuk karekter anda, menciptakan keadaan anda, dan menentukan masa depan anda pada akhirnya. Oleh karena itu, cobalah anda gerakkan makna “OTAK” (orang, tawakal, amanah, kerja) dalam membayangkan diri anda di ambang pintu keberhasilan yang tidak tertandingi, dengan begitu kehidupan utuh yang penuh kemuliaan terhampar di hadapan anda, sehingga ungkitlah pikiran anda untuk berani bermimpi, maka disitulah anda untuk mencapainya.
Jadi keadaan dan lingkungan eksternal kehidupan anda adalah berhubungan langsung dengan kondisi internal anda. Yang menjadi masalah adalah yang mungkin anda pelajari hal-hal yang berkaitan dengan keberhasilan, kemakmuran dan kebahagian menjadi satu dalam pemikiran dan karekter anda. Dengan begitu anda akan membayangkan visi anda muliakan dalam pikiran anda, idealisme yang anda hayati dalam hati anda, kesemuanya itu menjadi daya dorong dalam usaha membangun hidup anda, sehingga anda dapat melakukan apa yang anda pikir dapat anda lakukan, begitu pula sebaliknya.
Dengan demikian, setelah mengambil keputusan, cepatlah bertindak yang sejalan kemampuan anda untuk menuntun daya ingatan anda untuk mengungkit setiap panggilan hidup itu besar jika dikejar dengan baik. Itulah yang disebut makna perjalanan hidup anda ditentukan oleh pikiran anda.
PIKIRKAN HIDUP MASA KINI DAN MENATAP MASA DEPAN
Bertolak dari pemikiran bahwa anda menciptakan keadaan anda sendiri dengan pemikiran yang anda dahulukan, maka pertama-tama anda harus mampu mengungkit kekuatan pikiran untuk melakukan perubahan yang terkait dengan memperbaiki pemikiran yang ada dahulukan. Untuk itu diperlukan pemikiran anda dikaitkan dengan keinginan yang berlandaskan niat yang pasti.
Oleh karena itu, pikirkanlah enam tipuan terbesar yang menyesatkan anda : 1) Senantiasa berbuat dosa dengan harapan dosa-dosanya diapuni oleh Allah, tanpa adanya penysalan dalam dirinnya ; 2) Merasa dekat dengan Allah tanpa ada usaha untuk beribadah dan taat ; 3) Menanti kenikmatan surga dengan menabur benih neraka ; 4) Mencari surga dengan melakukankemaksiatan ; 5) Berharap dapat pahala tanpa beramal ; 6) Mengharap rahmat Allah tapi melakukan perbuatan yang melampaui batas.
Secara tidak sadar anda menanamkan jiwa dengan topeng kepalsuan dalam perjalanan hidup anda. Pikirkan hidup masa kini dan menatap masa depan dengan meretas jalan menjadi diri sendiri. Tetapi harus diingat harus ada kemampuan untuk menghindari beban masa kini jangan dihantui oleh tatapan masa depan, agar anda dapat memberikan fokus dalam pikiran anda.
Untuk menuntun sikap dan perilaku anda, kiranya cara berpikir anda yang menentukan seberapa keberhasilan anda nantinya dalam kehidupan ini. Jadi dalam hal ini perlu memahmi prosesnya yaitu 1) Adanya kejelasan visi, misi, tujuan, budaya, strategi yang bersifat mendasar membantu anda mengarahkan pemikiran-pemikiran anda ; 2) Pemikiran-pemikiran tersebut menentukan cara berpikir anda ; 3) Cara berpikir anda menentukan seberapa keberhasilan anda nantinya.
Walaupun kita pahami bahwa orang-orang tidak mengantungkan diri hari esok / masa depan yang masih mengandung ketidakpastian bukan berarti anda berpikir hanya seluruh kegiatan hari ini, inilah pola pikir yang salah. Dengan kemampuan anda berpikir, maka anda sebaiknya melangkah dalam pola pikir yang bersifat proaktif artinya disatu sisi anda berpikir dalam rangka menghindari masalah dan hari ini anda berpikir memecahkan masalah tapi tidak bersifat reaktif.
Dengan pola pikir yang dikemukakan diatas berarti anda telah memiliki dalam dunia seluruhnya dimana keamanan, kesehatan dan kecukupan merupakan suatu kekuatan yang diberikan kepada alat pikir (kesadaran, kecerdasan dan akal) agar dapat berpikir dengan tenang dan mantap, yang kadang-kadang dapat merubah perjalanan sejarah seluruhnya. Semua nikmat ini adalah jaminan yang sekarang yang besar bagi pemiliknya agar dapat menjalani masa sekarang yang sedang dihadapinya dengan membawa hasil yang sempurna, terlepas dari segala macam kesulitan dan masalah. Akhirnya anda harus percaya diri dan anda harus menjangkau jauh ke dalam jiwa anda, merasakan bahwa anda dapat mengerjakan pekerjaan yang telah anda putuskan untuk anda kerjakan.
JADILAH DIRI SENDIRI DAN TIDAK MENANGISI YANG BERLALU
Suatu ketika anda membayangkan keberhasilan teman anda, kata-katanya sangat menarik pikiranku dan bila kita bertanya kepadanya ia mampu memberikan pengarahan bagaimana ia mengungkapkan pikirannya yang dapat membangkitkan kegembiraanku. Dalam keadaan demikian terpikirkan olehku, bagaimana kalau aku dapat berhasil seperti dia dan terbayangkan aku dapat mengerjakan model dia.
Sebaliknya ada dorongan pada diri anda untuk tidak berbuat sepertinya, maka sadarlah anda bahwa memiliki kemampuan jati diri sendiri karena kalau aku menirunya, maka dalam hatiku mengatakan mungkin aku menerima suatu kenyataan pahit karena sikap dan perilaku anda menunjukkan perbedaan yang luar biasa dengannya. Dengan kenyataan itu sikap dan perilaku akan mempengaruhi diriku.
Dibalik itu semua, maka jadilah diri sendiri seperti anda membayangkan sebagaimana kereta api berjalan di atas relnya, ketika anda keluar dari garis-garisnya maka anda pun segera berhenti. Oleh karena tataplah masa depan bahwa keberhasilan adalah suatu perjalanan bukan tujuan, sejalan dengan tanamkan keyakinan, konsentrasi dan kelanjutan adalah tiga pilar kunci untuk memperoleh keberhasilan. Jadi ingatlah bahwa kemajuan adalah mengubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, sehingga gerakkan kekuatan pikiran anda untuk menjadikan proses pola pikir baru bahwa keberhasilan bukan menghindari masalah tetapi menghadapnya dengan kreatif artinya gerakkan kemampuan berpikir proaktif bukan reaktif.
Harus diyakini bahwa kegagalan bukan berarti anda harus menyerah tetapi berarti anda harus berusaha lebih keras lagi. Sejalan dengan itu anda dengan kebiasaan yang produktif, maka setiap rintangan adalah peluang yang terbuka.
Cobalah anda renungkan kembali bahwa dengan kebiasaan yang produktif yang anda bangun, berarti anda secara sadar menanamkan keyakinan diri, manusia berusaha tapi hasilnya ditentukan oleh sang pencipta, maka yakinlah bahwa tidak ada gunanya menangisi yang telah berlalu, oleh karena itu tumbuhkan keyakinan anda bahwa suatu keberhasilan tidak datang melalui cara yang anda pikir, ia datang melalui cara anda berpikir.
Pernahkah anda membaca tulisan-tulisan Dale Carnegie, yang mangajak kita berpikir untuk mencapai tujuan, katanya, kita dapat melakukan sesuatu untuk mengubah akibat dari apa yang terjadi 180 detik yang lalu, tetapi kita tidak mungkin dapat merubah peristiwa yang sudah terjadi. Hanya ada satu cara untuk memanfaatkan masa lalu, yaitu dengan membuat analisa dengan tenang terhadap apa yang sudah terjadi, terhadap semua kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat dan menarik pelajaran dari padanya dan kemudian melupakannya. Anda pasti mengerti hal tersebut diatas benar adanya, tetapi apakah kita cukup memiliki keberanian untuk melakukannya ?
Dengan mengungkap pikiran diatas, jadilah diri anda sendiri dan melepaskan pikiran anda dari kebelengguan masa lalu, lalu bangkitkan kesadran anda dengan minta tolonglah kepada Allah dan jangan menjadi lemah. Jika anda ditimpa sesuatu maka janganlah mengatakan “Seandainya aku mengerjakan begini maka akan menjadi begitu. Tetapi katakanlah itu semua adalah takdir Allah, apa yang dikehendakinya dikerjakannya, sebab kalimat seandainya itu akan membuka pintu buat setan.
Dengan cara seperti ini kita melupakan masa silam dan memulai perjalanan hidup kita dengan penuh semangat dan harapan, oleh karena itu apapun yang anda lakukan dengan energi anda adalah apa yang akan anda miliki lebih banyak. Dengan mengungkit pikiran tersebut, anda mulai membayangkan “apa, mengapa, bagaimana, bilamana masalah keberhasilan itu terwujud ?” Itulah yang harus anda pikirkan terus. Jawabannya terletak dar kemampuan anda memanfaatkan alat pikir (kesadaran, kecerdasan dan akal).
Apa masalahnya, janganlah kamu pertanyakan kepastian dari wujud usaha yang kita inginkan, melainkan satu usaha dari manusia untuk mencapainya tapi soal keberhasilan adalah kehendak Allah SWT.
Mengapa masalahnya, tidak dapat kita wujudkan dari perbuatan menurut keinginan kita,karena bila kita menyadar sepenuhnya bahwa kemampuan kita ada batasnya dan oleh karena itu percayakanlah kepada sang pencipta yang maha mengetahui bahwa kita hanya dapat berbuat sebatas kemampuan kita, jangan kamu ingkari itu dan berharaplah dari kasih sayang sang penciptanya. Seandainya apa-apa yang kamu pikirkan dan perbuat menjadi satu kenyataan, maka bersyukurlah kepada sang pencipta yang mengabulkannya.
Bagaimana masalahnya, pergunakanlah waktumu sebaik-baiknya untuk menimba ilmu dan pengetahuan sepanjang hajadmu. Dengan menggali tambang emas yang ada pada dirimu yaitu pikiran maka terbentanglah kesempatan untuk berbuat sesuai dengan kemampuan yang ada untuk mewujudkan bagaimana sebaiknya keberhasilan itu diwujudkan melalui suatu proses dari pemanfaatan otak atas dan bawah dari wujud jazad lahir dan batin.
Bilamana masalahnya, setlah kita dapat memahami sepenuhnya dapat melaksanakan secara paralel alat pikir dalam perbuatan dan dapat diterapkan dengan satu keyakinan bahwa keberhasilan yang kita lakukan adalah satu usaha dari perbuatan sedangkan hasil yang kita harapkan dimulai dngan menyerahkan diri kepada sang pencipta.
Dengan memperhatikan jawaban yang kita ungkapkan diatas, maka pemahaman anda dalam jadilah diri sediri dan tidak menangisi yang berlalu, akan menggambarkan di tengah kesulitan terdapat peluang, maka disitulah terletak kemampuan anda berpikir bahwa orang yang berhasil akan memetik manfaat dari kesalahan-kesalahannya dan mencoba lagidengan cara lain.
Jadi pahamilah benar-benar jalan pikiran anda, yang akan menunjukkan sikap dan perilaku dalam memandang segala sesuatu baik yang dibelakang anda maupun yang di depan anda tidaklah ada artinya dibandingkan dengan yang terdapat di dalam diri anda. Oleh karena itu sikap dan perilaku anda menentukan perbuatan anda, dengan demikian perbuatan anda menentukan keberhasilan anda yang sejalan dengan jati diri anda.
PENUTUP
Apapun yang anda pikirkan dalam usaha menemukan jati diri sendiri dan belajar tidak menangisi sesuatu yang telah berlalu sangat ditentukan kemampuan anda untuk memanfaatkan kekuatan otak atas dan otak bawah sadar, melalui alat pikir anda, maka anda harus memiliki keyakinan bahwa melepaskan diri dari anda pikir bakal tidak berhasil, ya menjadi tidak berhasil, kalau anda ingin berhasil tetapi membayangkan dalam pikiran anda tidak mungkin, hampir pasti tak akan bewrhasil.
Bertolak dari pikiran diatas, maka apapun usaha anda yang perlu diingat untuk mengukit kekuatan pikiran anda bahwa perjuangan dalam hidup anda terletak pemahaman anda atas pikiran bahwa perjuangan hidup tidaklah selalu memihak orang yang lebih cerdas atau lebih cepat dalam menyesiati masalah yang dihadapinya, tetapi cepat atau lambat, orang yang berhasil adalah yang menganggap dirinya bisa yang sejalan dengan kebiasaan yang produktif yang telah dibangunnya.
Oleh karena itu usahakanlah menjadi diri sendiri dengan kemampuan anda untuk sesuatu dalam mewujudkan keberhasilan adalah anda mampu meletakkan landasan yang kokoh dengan kebiasaan yang produktif bahwa keberhasilan anda bukanlah segalanya tetapi berupaya untuk berhasil memang segalanya dan selalu ingat untuk berserah diri dengan sang pencipta yang menentukan.
Dengan demikian menemukan jati diri sendiri bukanlah bergantung pada hal-hal di sekeliling anda, melainkan pada sikap dan perilaku anda yang dituntun oleh kekuatan pikiran anda, sehingga segalanya dalam kehidupan anda akan bergantung pada aktualisasi dari pikiran anda sendiri.