PENDAHULUAN
Berpikir adalah hasil kerja pikiran melalui OTAK, dimana secara fhisik kita mengenal otak atas (kiri dan kanan) dan otak bawah, biasa disebut otak bawah sadar. Jadi dengan berpikir dimaksudkan untuk mengetahui sesuatu yang belum diketahui dan oleh karena itu berpikir dapat terbentuk dari kebiasaan berpikir yang disadari dan tidak disadari.
Berpikir yang disadari berarti, anda mampu menggerakkan dua kekuatan yang disebut otak (alat pikir) dan hati (alat menghayati) artinya disini mengungkit kekuatan berpikir yang diintergrasikan sebagai suatu model berpikir yang metodis dan sebaliknya berpikir dengan menghayati sebagai model berpikir intuisi (non-metodis).
Bertolak dari model berpikir yang diungkapkan diatas, maka dalam mengungkit kekuatan berpikir menjadi sesuatu yang dapat digerakkan karena adanya proses yang sangat mempengaruhi sehingga menjadi daya dorong kedalam pikiran yang bersumber dari :
1) Orang tua dan keluarga, merupakan sumber pertama yang dapat menjadikan kemampuan anda untuk memahami arti hidup ini ;
2) Pendidikan memberikan peningkatan kemampuan ;
3) Teman dan masyarakat ;
4) Teknologi dan informasi.
Sejalan dengan proses yang membentuk kekuatan berpikir anda, maka dampak dari proses tersebut akan mempengaruhi hal-hal yang berkaitan dengan :
1) Kekuatan memori dalam akal ;
2) Melahirkan pola pikir ;
3) Meningkatkan kedewasaan intelektualitas ;
4) Meningkatkan pertumbuhan fisik ;
5) Membentuk kesadaran ;
6) Membangun citra diri ;
7) Membentuk harga diri ;
Meningkatkan rasa percaya diri ;
9) Menjaga jiwa dan kesehatan
10) Kekuatan energi ;
11) Membangun kebiasaan ;
12) Membangun sikap dan persepsi
13) Tidak mengenal jarak dan waktu
Dengan mengungkapkan atas pemahaman dari kekuatan berpikir, maka setiap berpikir anda harus memanfaatkan alat pikir yang kita sebut dengan kesadaran, kecerdasan dan akal, dimana harus dilakukan secara berurutan dan alat tersebut saling bergantung tidak berdiri sendiri. Dengan KESADARAN anda akan mencari jawaban atas „what to do“, sedangkan dengan KECERDASAN anda akan mencari jawaban atas „why to do it“, sebaliknya dengan AKAL ANDA akan mencari jawaban atas „how to do it“
BERPIKIR NEGATIF DAN POSITIF
Setiap manusia seharusnya memahami arti keberadaannya di dunia, dengan demikian mereka akan mampua menjawab “manusia siapa, darimana dan kemana ?”. Oleh karena itu, setiap manusia akan memiliki kecenderungan berpikir negatif dan berpikir positif.
Dorongan yang menggerakkan manusia berpikir negatif disebabkan oleh banyak faktor yaitu 1) pengaruh internal ; 2) pengaruh eksternal ; 3) tidak adanya visi hidup yang jelas ; 4) kondisi mental yang lemah ; 5) pergaulan yang tidak baik ; 6) kehidupan masa lalu ; 7) kebiasaan yang tidak produktif.
Dengan kenyataan hal-hal tersebut dapat menjadi penggerak otak dan hati sehingga sikap yang bersangkutan 1) cenderung menjadi manusia mengingkari nikmat Allah ; 2) cenderung setelah memiliki reziki yang banyak menjadi manusia kikir ; 3) cenderung menjadi manusia suka menentang arus tanpa pertimbangan ; 4) cenderung berperilaku terburu-buru.
Sejalan dengan pikiran yang kita kemukakan diatas, bila ada keinginan ada 1000 cara tapi bila tidak ada keinginan ada 1001 cara manusia tidak mampu membuat perubahan pada dirinya, oleh karena itu cobalah anda renungkan pertanyaan yang kita ungkapkan seperti : 1) apakah pikiran negatif membantu anda untuk mencapai kebahagian di dunia dan akherat ; 2) apakah pikiran negatif mampu mendorong orang lain percaya kepada anda ; 3) apakah pikiran negatif semakin mampu menuntun anda dekat dengan Allah swt. ; 4) apakah pikiran negatif mampu menuntun anda dalam mewujudkan visi hidup anda ; 5) apakah pikiran negatif dapat membantu anda dalam berkonstribusi bagi masyarakat dsb.
Selain dorongan yang menggerakkan manusia berpikir negatif, manusia juga memiliki kecenderungan berpikir positif artinya manusia menyadari sepenuhnya pemahaman manusia siapa, darimana dan kemana ?, itu berarti setiap manusia lahir kebumi adalah dalam keadaan suci atau fitrah ketuhanan yaitu adanya pengakuan Allah Swt. Yang dijadikan sebagai Tuhan semesta alam. Sejalan dengan pikiran diatas, maka kitapun berusaha mendapatkan fitrah lainnya, apa yang disebut dengan 1) fitrah beragam ; 2) fitrah suci ; 3) fitrah berakhlak ; 4) fitrah kebenaran ; 5) fitrah estetika ; 6) fitrah kreatif dan inovasi (kreasi dan penciptaan)
Bertolak dari pemahaman mereka yang kita utarakan diatas, maka dengan kebiasaan yang produktif, maka manusia berusaha membentuk kepribadian positif artinya mereka berusaha menemukan jati dirinya dengan jiwa tanpa topeng kepalsuan melalui daya dorong dalam aktualisasi berpikir positif kedalam hal-hal yang berkaitan dengan apa yang kita sebut sebagai cirri-ciri kepribadian positif meliputi: 1) beriman, memohon bantuan dan tawakal kepada Allah ; 2) menjunjung aatas nilai-nilai luhur ; 3) cara pandang yang jelas ; 4) keyakinan dan proyeksi positif ; 5) selalu berusaha mencari jalan keluar dari berbagai masalah ; 6) belajar dari masalah dan kesulitan ; 7) tidak membiarkan masalah dan kesulitan yang mempengaruhi hidupnya ;
percaya diri, menerima perubahan dan berani menghadapi tantangan ; 9) hidup dengan kejelasan visi, dan kesabaran ; 10) pandai bergaul dan suka menolong orang.
Dengan mengungkit kekuatan berpikir positif yang membentuk kepribadian positif menjadi pondasi yang kuat untuk melaksanakan kemampuan dari tiga kekuatan yang disebut dengan 1) pilihan dari hasil berpikir ; 2) membuat keputusan dari pilihan ; 3) kesiapan dalam bertanggung jawab dari putusan.
Ketiga kekuatan tersebut diatas saling memiliki keterkaitan, namun keputusan merupakan puncak dari kekuatan yang akan mencakup 1) dasar dalam keputusan ; 2) focus dalam keputusan ; 3) kesadran dalam keputusan ; 4) perilaku dalam keputusan ; 5) kontrol (pengawasan dan pengendalian) dalam keputusan.
Sejalan dengan pemikiran diatas, maka untuk menumbuh kembangkan kekuatan berpikir positif diperlukan seperangkat pengetahuan yang kita sebut dengan pemahaman atas prinsip-prinsip untuk mengungkit kekuatan berpikir positif yaitu :
1) Kemampuan menggerakkan alat pikir dalam bersikap dan berperilaku untuk mengaktualisasikan berpikir dengan unsur ketiga jiwa yang disebut dengan kesadaran, kecerdasan dan akal dengan bertindak secara berurut dan saling keterkaitan ;
2) Dengan alat pikir tersebut, anda bersikap dan berprilaku untuk memahami bahwa masalah tidak akan membiarkan anda dalam kondisi yang ada ;
3) Setiap manusia akan menghadapi masalah, namun setiap masalah tentu ada pemecahan yang sejalan dengan kekuatan menggerakkan alat pikir ;
4) Belajarlah dari masa lalu sebagai pengalaman untuk memasuki hidup anda masa kini dan jangan lupa anda memikirkan hidup untuk masa depan dengan visi hidup anda ;
5) Manfaatkan kemampuan “OTAK” anda dilihat dari sisi agamis yang bertolak dari pemahaman anda mengenai (O)rang ; (T)awakal ; (A)manah ; (K)erja dengan mendalami dari setiap unsur huruf dari kata menjadi sesuatu yang bermakna sehingga dari sisi agama tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan ;
6) Tumbuh kembangkan kebiasaan yang produktif (ilmu, pengetahuan, keinginan) agar anda mampu menggerakkan kekuatan berpikir untuk mengubah kenyataan dari hasil pikiran baru dalam menciptakan kenyataan baru dalam hidup ini ;
7) Anda harus meyakini bahwa hidup ini selalu terbuka dan percaya pintu tidak pernah tertutup bagi orang yang mampu meretas jalan menjadi diri sendiri sehingga ia mampu menumbuh kembangkan hidup dengan jiwa yang didukung oleh hati yang bersih.
STRATEGI DAN KEBIJAKAN DALAM BERPIKIR POSITIF
Sejalan dengan kemampuan mengungkit kekuatan berpikir positif yang dirumuskan dalam keputusan stategik (visi, misi, tujuan, budaya, sasaran, strategi, kebijakan), maka sebagai pemikir adalah orang yang memanfaatkan alat pikir dalam bersikap dan berperilaku, sebaliknya pikiran adalah rumusan dari keputusan strategik dan berpikir adalah melaksanakan keputusan strategik yang telah ditetapkan.
Sejalan dengan pemahaman atas pemikir, pikiran dan berpikir diatas, maka dalam mewujudkan keputusan strategik yang didalamnya juga di rumuskan strategi dan kebijakan. Strategi adalah pola pikir sebagai suatu pendekatan untuk merealisasikan keputusan strategik, sedangkan kebijakan merupakan penjabaran dari pelaksanaan strategi yang telah di gariskan.
Strategi dalam mengungkit kekuatan berpikir poitif dapat dirumuskan sebagai berikut :
1) Anda harus meyakini bahwa perubahan hanya dapat dilakukan sepanjang anda memiliki niat untuk berubah, untuk itu perlu komitmen diri anda sendiri ;
2) Secara terus menerus memaksimumkan alat berpikir dalam pemanfaatan kesadaran, kecerdasan dan akal dalam memberdayakan otak ;
3) Melaksanakan syariat lahir dan syariat batin tanpa terpisah-pisah sehingga amalan lahir dan batin wajib dilaksanakan serentak dalam satu masa di semua waktu dan keadaan.
Kebijakan dan program, dirumuskan bertolak dari strategi yang kita kemukakan diatas, untuk memberikan pedoman dalam usaha merealisasikan keputusan strategik yang hendak dicapai dengan merumuskan sprangkat kebijakan dan program yang terkait dengan hl-hal yang disebut dibawah ini :
1) Kebijakan untuk menumbuh kembangkan keteladanan ;
2) Kebijakan untuk mengubah masa lalu menjadi masa depan dengan bertolak masa kini dengan secara sadar membangun pernyataan positif.
3) Kebijakan untuk menumbuh kembangkan sikap dan perilaku yang terfokuskan ;
4) Kebijakan membangun kebiasaan dari pikiran negatif menjadi pikiran positif ;
5) Kebijakan membangun kebiasaan menjadi wujud dari hasil yang positif ;
6) Kebijakan membangun kebiasaan dalam pembelajaran yang berkesinambungan ;
7) Kebijakan membangun kebiasaan makna hidup( hijrah, insyaf, durhaka, usaha, perbaikan) yang bermakna ;
Kebijakan membangun kebiasaan pemecahan dengan menekankan tindakan proaktif dari pada reaktif ;
9) Kebijakan membangun kebiasaan pemecahan dengan pemikiran alternatif dan meletakkan landasan yang kuat kedalam kebiasaan pernyataan positif.
PENUTUP
Setiap peran manusia seutuhnya akan menyadari betapa penting untuk menumbuh kembangkan kekuatan berpikir positif dan bersamaan dengan itu mereka berusaha meminimumkan kebiasaan berfikir negatif.
Dengan melepaskan diri dari berpkir negatif, merupakan langkah meretas jalan menjadi diri sendiri dalam membangun jiwa tanpa topeng kepalsuan, itu berarti anda memahami perjalan hidup ini menuju kebahagian, apabila anda dapat mengenal diri sendiri dan ilmu yang sesuai dengannya serta dapat mengamalkan ilmunya sesempurna mungkin, maka disitu terletak kemenangan yang hendak diraih.
Jadi jelaskan kepentingan untuk mengungkit kekuatan berpikir positif adalah kemampuan untuk merencanakan, mengorganisir, menggerakkan, mengontrol yang sejalan dengan harapan untuk mengaktualisasikan pemberdayaan „OTAK“ dalam pikiran agamis.