Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘GMBI’ Category

 

KEPEMIMPINAN MASA DEPAN DALAM BERBANGSA DAN BERNEGARA

Sebagai suatu model, tulisan ini menjadi bahan pemikiran untuk kita sosialisasikan dalam persiapan pemilihan legislatife dan pemilihan Presiden RI tahun 2014. Jadi ini akan menekankan suatu pembahasan yang berkaitan dengan model kepemimpinan masa depan yang bagaimana hendak dirumuskan sebagai acuan untuk menetapkan seseorang dapat menjalankan peran-peran kepemimpinan puncak yang ditugaskan kepadanya dalam suatu organisasi yang memimpin bangsa dan negara termasuk unit-unit kerja yang ada didalamnya artinya tulisan bukan hanya menekankan kepada kepemimpinan nasional.

Kita menyadari sepenuhnya “kepemimpinan masa lampau” dalam menjalan-kan peran yang dibebankan kepadanya dalam praktek dan kenyataan ditan-dai oleh kepribadian yang menguasai sikap dan perilaku mengenai :

• Materialistik dalam kehidupan.

• Kiblat kepada atasannya

• Kesadaran indrawi yang menonjol

Ketiga hal tersebut sangat dominan mempengaruhi gaya kepemimpinannya sehingga dengan sangat mudah model kehidupannya menjadi keteladanan bagi bawahannya dan atau orang lain disekelilingnya, atau untuk menumbuh kembangkan kepentingan pihak ketiga yang sedang bermain.

Yang menjadi pertanyaan kita sekarang, apakah gaya kepemimpinan terse-but akan kita pertahankan, dikembangkan atau dibiarkan secara alamiah versus dihancurkan demi mencari model yang sesuai dengan kebutuhan dalam pembaharuan yang sangat dibutuhkan untuk membangun bangsa dan negara masa depan.

Jawabannya dipermukaan wajah, tak ada satupun orang mengatakan tidak berkeinginan tapi tak seorangpun juga mengetahui dibalik jiwanya, hanya sang pencipta mengetahuinua, oleh karena itu hanyalah dengan keyakinan kita serahkan kepada masing-masing yang ingin berubah untuuk menyesuai-kan sesuai dengan tuntutan perubahan itu sendiri.

Berdsarkan pemikiran diatas kita sampai pada satu pemikiran untuk merumuskan “Kepemimpinan Masa Depan” dengan berpegang kepada prinsip-prinsip yang mungkin dapat dipergunakan sebagai landasan berpijak dan penuntun yang kita sebut dengan :

A, Prinsip-prinsip yang berkaitan dengan tingkat keterampilan yang sejalan

dengan pengalaman yang dimiliki, yang mencakup :

1. Kolaborasi (bersedia ; mungkin ; tidak )

2. Komitmen (berkemauan ; kurang ; tidak)

3. Komunikasi berkemampuan ; kurang ; tidak)

4. Kreativitas individu (memiliki, kurang ; tidak)

5. Kreativitas dalam kelompok (memiliki ; kurang ; tidak)

6. Inovasi kedalam organisasi (memiliki ; kurang tidak )

7. Analisa masa depan (berkemampuan ; kurang ; tidak

8. Merespon menjadi antisifatif (berkemampuan ; kurang ; tidak)

9. Proses pengambilan keputusan (memiliki ; kurang ; tidak))

B. Prinsip-prinsip yang berkaitan dengan tingkat penguasaan pengetahuan yang sejalan dengan pendidikan yang dimiliki, mencakup :

1. Ilmu, seperangkat pengetahuan yang dimiliki karena mingikuti pendidikan formal (Strata S3 ; Strata S2 ; Strata S1 dan pendidikan profesional sederajat ; dibawah S1)

2. Seperangkat pengetahuan dari pengalaman sendiri dan atau orang lain ( kemampuan melaksnakan pendekatan empiris dan dialektik dalam mencari kebenaran ; kemampuan melaksanakan pendekatan empiris ; tidak memiliki kemampuan menerapkan berpikir logis.)

3. Informasi dari segala aspek kehidupan baik lokal maupun internasional (penguasaan informasi dengan cepat dan akurat ; penguasaan informasi dengan akurat tapi tidak cepat ; tidak memiliki kemampuan menguasai informasi.)

4. Bahasa dan komputer (menguasai secara baik dua bahasa asing dan mampu memanfaatkan sistem teknologi informasi ; menguasai satu bahasa dan memahami teknologi informasi ; tidak menguasai bahasa asing satupun dan juga tidak bisa memanfaatkan teknologi informasi.)

C. Prinsip-prinsip yang berkaitan dengan tingkat penguasaan kedewasaan kecerdasan emosional dalam kepemimpinan dan organisasi. Dengan kesadaran, maka melahirkan kemampuan merasakan, memahami dan secara efektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi, informasi, koneksi dan pengaruh yang manusiawi :

1. Kesadaran emosi (secara utuh orang mampu membangun kekuatan pribadi yang ditopang oleh kesadaran diri yang bersumber dari kejujuran emosii, energi emosi, umpan balik emosi dan intuisi emosi ; tidak secara utuh orang mampu membangun kehidupan pribadi ; tidak mampu membangun kesadaran emosi )

2. Kebugaran emosi (secara utuh mampu membangun inspirasi untuk diri sendiri dan orang lain ; hanya berdampak untuk diri sendiri dan tidak orang lain ; kebugaran yang tidak berdampak sama sekali dalam kehidupan)

3. Kedalaman emosi (kedalam emosi yang utuh dalam arti panggilan hidup, komitmen, intergritas terapan dan mmempengaruhi tanpa otoritas ; kedalaman emosi yang tidak utuh ; tidak memiliki kedalaman emosi.)

4. Alkimia emosi (memiliki scara utuh proses aliran intuitif, menghargai wujud alih waktu reflektif ; memiliki secara utuh proses tetapi terdapat batasan-batasan tertentu ; tidak memiliki secara utuh proses untuk mewujudkan kesadarran).

D. Prinsip-prinsip yang berkaitan dengan tingkat kedewasaan sosial dari hasil pemahaman yang mendalam dari usaha peningkatan kedewasaan rohaniah, yang akan ditunjukkan oleh seseorang dalam aktualisasi dalam kehidupunnya, mencakup :

1. Keteladanan (ditunjukkan secara terbuka ; ditunjukkan secara semu ;

ditunjukkan yang tidak berkelanjutan)

2. Kebenaran (dari hasil aktualisasi menurut keyakinan agama dan pikiran yang sangat menentukan)

3. Kepekaan (dari hasil aktualisasi yang mengagungkan indera / nafsu)

4. Gaya hidup (yang sesuai dengan tuntunan agamanya ; yang berpura-pura dituntun agamanya ; yang mengagungkan kepaada materi semata-mata)

5. Berkarya untuk ummat (untuk ummat secara utuhy ; untuk ummat tidak secara utuh ; mengutamakan kepentingan individu dan kelompok)

E. Prinsip-prinsip yang berkaitan dengan rohaniah merupakan toggak utama yang memberikan sinar kejiwaan seseorang, apakah ia mampu mengenal tentang dirinya, sebagai awal untuk apa ia hidup ini dan bagaimana ia harus menjalankan dalam kehidupan sesuai dengan ajaran agama yang dipahaminya, mencakup :

1. Kejujuran merupakan sumber membentuk individu yang memiliki intergritas dan komitmen dalam berkarya dengan niatnya dalam bertindak (berperilaku amar ma’ruf dan nahi munkar ; berperilaku dalam pengorbanan dan ketenteraman ; berperilaku tanpa berprinsip hidup)

2. Rasa Cinta merupakan sumber untuk mengenal diri dalam beraktualisasi (berperilaku dalam pengorbanan, ketenteraman dan harapan ; berperilaku dalam pengorbanan dan ketenteraman ; berperilaku dalam harapan tanpa berbuat).

3. Bersyukur merupakan sumber untuk menempa diri untuk terlepas dari kesombongan, lupa daratan dan mau menang sendiri (berperilaku setiap saat untuk bersyukur dari setiap perbuatan ; berperilaku untuk bersukur pada saat kepentingan tercapai ; berperilaku tanpa bersyukur)

4. Sabar merupakan sumber untuk menempa diri kedalam ketenangan, ketabahan, ketekunan, ketelitian dan ketawakalan (berperilaku dengan tinmgkat kesabaran yang utuh ; berperilaku dengan tingkat kesadaran yang tidak utuh ; berperilaku dengan tingkat tidak memiliki kesabaran).

5. Silahturami merupakan sumber untuk mmenempa diri dalam berdemokrasi secara utuh. (berperilaku untuk dapat memberi dan menerima dari perbedaan ; berperilaku untuk menekankan menerima tanpa memberi ; berperilaku untuk untuk selalu mencurigai.)

6. Memahami menuju perjalanan abadi dengan keyakinan agama yang dianutnya sebagai sumber dalam menempa diri dalam perjalanan hidup (berrperilaku dalam dunia sebagai kebun akherat ; berperilaku dalam dunia sebagai tujuan hidup ; berperlaku dalam dunia sebagai penjara hidup.)

Setiap kelompok diberi bobot yang sama yaitu A = 20 ; B = 20 ; C = 20 ;  D = 20 ; E = 20.

Dalam bagian pada tiap kelompok, maka masing-masing bagian mendapat bobot masing-masing dibagi rata, karena ada yang ganjil dapat ditentukan bobot pada bagian terakhir diberi bobot yang lebih besar.

Sehingga pada kelompok A terdapat 9 bagian, sehingga bagian 1-8 masing-masing mendapat bobot 2, sisanya bagian mendapat bobot 4.

Kelompok B terdapat 4 bagian, maka masing akan mendapat bobot 5.

Kelompok C terdapat 4 bagian, maka masing-masing mendapat bobot 5

Kelompok D terdapat 5 bagian, maka masing-masing mendapat bobot 4.

Kelompok E terdapat 6 bagian, maka bagian 1-5 mendapat masing-masing bobot 3 dan terakhir mendapat bobot 5.

Pada setiap kelompok terdapat bagian. Pada tiap bagian diberi 3 kemungkin-an untuk menjawab

Pada tiap bagian memiliki tiga kemungkinan yaitu depan, tengah dan akhir dan masing-masing dibeeri nilai dengan urutan 2, 1, 0.

Setelah itu bobot kali dengan nilai yang kita nyatakan dari kemungkinan.

Akhir kita mendapat total skor untuk masing-masing kelompok.

K/B Bt Kemungkinan Bt X nK

A 1. 2 2 1 0

A 2 2 2 1 0

A 3 2 2 1 0

A 4 2 2 1 0

A 5 2 2 1 0

A 6 2 2 1 0

A 7 2 2 1 0

A 8 2 2 1 0

A 9 4 2 1 0

Sub total

B 1 5 2 1 0

B 2 5 2 1 0

B 3 5 2 1 0

B 4 5 2 1 0

Sub total

C 1 5 2 1 0

C 2 5 2 1 0

C 3 5 2 1 0

C 4 5 2 1 0

Sub total

D 1 4 2 1 0

D 2 4 2 1 0

D 3 4 2 1 0

D 4 4 2 1 0

D 5 4 2 1 0

Sub total

E 1 3 2 1 0

E 2 3 2 1 0

E 3 3 2 1 0

E 4 3 2 1 0

E 5 3 2 1 0

E 6 5 2 1 0

Sub total

 

Read Full Post »

         MEMBANGUN BANGSA DAN NEGARA  YANG BERWIBAWA DAN KUAT

1. PENDAHULUAN

Tulisan ini merupakan cetusan hati dari warga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) yang selama ini menjadi tuntunan kami dalam berperilaku dan bersikap yang bertolak dari kekuatan pikiran Ketaatan yang menuntun kami dalam hubungan dengan Allah Swt dan kebiasaan pikiran yang bersifat Positif memandang dalam hubungan dengan manusia.

Bertitik tolak dari pemikiran diatas, ada baiknya kami mengutarakan kembali sebelum dan sesudah kepergian Taufig Kiemas untuk mengungkapkan kembali pada saat setelah tiada ada diantara kita cara pendekatan berpikir positif dan sebelumnya ada pula cara pendekatan berpikir negatif mengenai „Empat Pilar Bangsa“ ( PANCA SILA, UUD 1945, NKRI, BHINEKA TUNGGAL IKA), itulah satu kenyataan kita hadapi dalam perjalanan hidup ini apakah ia masa menjadi tua, tua, dewasa dan muda sejalan dengan daur hidup mereka.

Tapi dalam kesempatan ini, Almarhum menjadi inspirasi kami sejalan dengan tuntunan orang tua kami, maka saat berdiri sampai saat ini akan memasuki umur 12 tahun berdirinya LSM GMBI kiranya perlu kami sampaikan mengenai pandangan untuk menanggapi secara positif apa yang diungkapkan oleh Bapak Muhamad Tauiq Kiemas (Alm) dengan Judul „MEMBANGUN BANGSA DAN NEGARA YANG BERWIBAWA DAN KUAT“

Dalam tulisan ini kami mengibaratkan membangun sebuah rumah yang kokok dan mampu bertahan sepanjang zaman dari dampak pengaruh faktor internal dan eksternal. Pengalaman kami mengajarkan selama 12 tahun LSM kami berdiri, menanamkan dan mengajarkan warga kami dan masyarakat di berada dalam lingkungan kami, apa yang menjadi tujuan hidup berbangsa dan bernegara.

Untuk mengetahui apa yang kami perjuangkan tertuang dalam „Buku Panduan“ Aktivis Anggota Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia, sebagai Pedoman Perjuangan GMBI Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga ; Program Umum Sebagai Garis besar Haluan GMBI ; Moto Perjuangan GMBI Menciptakan Kader Anak Bangsa Bermoral, Pintar, Solid Dan Berani.

Tiga Pegangan Buat Aktivis Dan atau Anggota GMBI

  • Bahagia dan Sa’adah hanya akan dirasakan oleh orang yang membela Keyakinan, Kebenaran dan Keadilan.
  • Kemenangan dan Kejayaan hakiki akan diberikan kepada para pejuang yang rela berkorban, kuat menahan penderitaan dan epapaan.
  • Tegaklah dengan keyakinan dan perjuangan karena makna dan guna hidup terletak pada keyakinan dan perjuangan.

Ikrar Janji Aktivis – Anggota LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia – GMBI

  1. Kami keluarga besar GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia) adalah sebagai manusia yang bergabung dalam kumpulan atau disebut organisasi LSM ang percaya Kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Kami keluarga besar GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia) siap Bela Negara sebagai perwujudan Anak Bangsa yang berdaulat, bermartabat dan merdeka demi terwujudnya NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) sebagai Harga Mati.
  3. Kami keluarga besar GMBI Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia) menyatakan sikap dan berkomitmen bahwa PANCASILA adalah falsafah Berbangsa dan Bernegara sebagai kepribadian yang Berdaulat, Bermartabat, Adil serta menjunjung Keaneka ragaman sesuai Bhineka  Tunggal Ika , Berbeda-beda tapi satu.
  4. Kami, Keluarga Besar GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia) Akan Taat, Patuh, Loyal terhadap  Lembaga Tertinggi  GMBI sebagai pendiri dan GMBI keseluruhan sebagai wujud mengembangkan sayap mengedepankan perjuangan mengangkat Harkat dan Martabat Masyarakat Bawah Khususnya. Ummnya Masyarakat Indonesia menuju sejahtera atas dasar kekeluargaan gotong royong yang dilandasi Amanah,, Amaliah, dan Istiqomah serta siap dengan segala resiko melaksanakan Amar Maruf Nahi Mungkar (tegakkan kebenaran dan berantas kedholiman  / kejahatan/ penindasan)
  5. Kami, keluarga besar GMBI (gerakan Masyarakat Bawah Indononesia) akan tunduk  serta patuh kepada Aturan Anggaran Dasar dan Rumah Tangga, Program Umum, Peraturan Oganisasi, Keputusan Lembaga tertinggi, Peraturan periundangan-undangan yang berlaku, juga tetap Setia Bela Pancasila , Setia pada Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, mengutamakan Kerja Keras, Jujur dan Bertanggung Jawab Dalam Melaksanakan Pembaharuan dan Pembangunan Untuk Meletakkan Peran Serta Masyarakat di NKRI sebagai Belanegara.

2. MENYAMAKAN POLA PIKIR

 

 

 

 

 

 

                                        PEMIMPIN

                                DAN PENGIKUT

                           MEMILIKI KEKUATAN

                               JIWA BERMORAL

 

 

               MEMBANGUN SISTEM KETERBUKAAN

               DALAM BERBANGSA DAN BERNEGARA

 

 

                      P                U                            B                              

                      A                U                            H

                      N                D                             I

                      C                               N .            N

                      A                1             K .            N

                                         9             R .            E

                      S                 4             I  .            K

                      I                  5                             A

                     L                                               

                    A                                                 T.

I.

 

 

                                BUDAYA

              BERBANGSA DAN BERNEGARA

Membangun suatu bangunan yang kokoh secara fisik mudah dilihat, tetapi sebaliknya membangun kebiasaan dengan daya kemauan yang kuat bergantung sudut pandang pemikir itu sendiri karena apa yang dapat diungkapkan bergantung keinginan saudara yang tak dapat terlihat adanya.

Oleh karena itu, dalam menanggapi buah pikiran yang selama ini disuarakannya mengenai „Isi UUD 1945“ oleh Bapak M. Taufik Kiemas (Alm) yang baru saja meninggalkan kesan yang mendalam mengenai kepribadian beliau sebagai seorang politikus sejati yang memberikan inspirasi bagi warga GMBI dalam kehidupan organisasi yang kami bina saat ini.

Bertolak dari pikiran itu, kiranya dalam kesempatan kami ingin mengajak agar pokok pikiran yang dilontarkan dapat kita aktualisasikan dengan baik, maka diperlukan satu kesamaan dalam menyamakan pola pikir.

Kehidupan masa kini ke masa depan dibutuhan perubahan pola pikir secara radikal dalam memecahkan masalah daur hidup berbangsa dan bernegara yang sudah terpuruk dan kritis, oleh karena itu diperlukan untuk menyamakan pola pikir dengan tujuan :

 1) Memberikan peluang untuk kita bisa bertukar pikiran tentang menyatukan kesamaan visi dalam bersikap dan misa dalam berperilaku ;

2) Menyatukan kesamaan pandangan dalam merumuskan masalah yang kita hadapi terhadap pelaksanaan demokrasi dan manusia secara utuh ;

3) Mengembangkan kebersamaan dalam komitmen untuk mewujudkan keseimbangan kepentingan berbangsa dan bernegara ;

4) Merumuskan pemikiran pemecahan untuk tumbuh dan berkembang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

5) Tanpa niat dengan keinginan yang ikhlas tidak mungkin kita dapat menemukan titik pandang yang sama untuk mwujudkan cita-cita yang termuat dalam muadimah UUD 1945.

6) Keadaan tersebut mendorong Negara dan bangsa indonesia tidak bisa keluar dari daur hidup yang terpuruk yang disebut dengan masalah yang komplek dan penyakit yang kita sebut dengan „KEMISKINAN“

3.  MEMBANGUN BANGSA DAN NEGARA YANG BERWIBAWA DAN KUAT

Seperti yang telah diungkap dalam gambar bahwa untuk membangun gedung yang yang kokoh yang tidak mudah diterpa oleh gelombang perubahan yang maha dahsyat sekalipun diperlukan pemahaman yang yang mendalam, apa yang kami maksudkan adalah:

Pertama, Pondasi yang kita sebut dengan „Budaya Berbangsa dan Bernegara.

Kedua, Tiang sebagai penyanggah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang tertuang dalam Isi UUD 1945, yang terdiri dari 1) Pancasila yang tertuang dalam pembukaan / preambul 2) UUD 1945 itu sendiri ; 3) Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ; 4) Bhinneka Tunggal Ika.

Ketiga, Plapon sebagi tempat berpijak yang kita sebut dengan Membangun sistem keterbukaan dalam Berbangsa dan Bernegara

Keempat, Atap sebagai pelindung yang digerakkan oleh Kepimpinan, Pemimpin dan Pengikut memiliki kekuatan jiwa bermoral dalam arti memberikan keteladanan.

P O N D A S I

Memahami konsepsi budaya mendorong kita untuk memahami apa arti memasuki abad 21 , suatu abad yang telah ditandai oleh perubahan dari masyarakat industri ke ke masyarakat informasi ke masyarakat pengetahuan.

  • Perubahan tersebut menunjukkan pula, perlunya satu usaha untuk melakukan pendekatan baru dalam mewujudkan daur hidup dalam bersikap dan berperilaku berbasiskan suatu „Konsepsi Budaya“ yang jelas.
  • Merumuskan pendekatan sebagai rumusan konsepsi berdasarkan penguraian kata kedalam makna huruf menjadi kata bermakna. BUDAYA adalah kemampuan seseorang dalam BERPIKIR untuk dapat menggerakkan USAHA-USAHA dalam memanfaatkan kesadran, kecerdasan dan akal untuk menciptakan DAYA CIPTA dalam menjalankan AMANAH yang berlandaskan ke YAKINAN dengan AGAMA yang dianutnya.
  • Yang termasuk unsur-unsur kedalam konsepsi budaya dari suatu komunitas adalah Nilai, Norma, Wewenang dan Ganjar.
  • Merumuskan persfektif konsepsi budaya kedalam keputusan strategik yang mencakup Visi, Misi, Tujuan, strategi, kebijaksanaan
  • Visi Berbudaya adalah kemampan manusia membangun CITRA dalam melaksanakan “prima dalam karsa” dan “sadar dalam karya” dari suatu komunitas sebagai manusia yang unggul berdasarkan pelaksanaan BUDAYA yang memiliki kejelasan formal atas nilai, norma, wewenang dan ganjar mendalam sebagai penuntun menuju ke ARAH  kesiapan yang mampu memasuki setiap perubahan dengan TUJUAN membangun kebiasaan yang produktif.
  • Misi Berbudaya adalah kemampuan manusia dalam suatu komunitas dalam usaha-usaha untuk MEMPERHATIKAN perilaku dalam mengkmunikasikan kehangatan serta MEMBIMBING dalam membangun kepercyaan dan keyakinan dengan pemikiran ANALITIS STRATEGIS melihat masa depan yang bersifat antisipatif dari sudut pandang yang berifat EKSPRESIF dengan pnguasaan wawasan dan imajinasi.

APLIKASI BUDAYA BERBANGSA DAN BERBANGSA (B3I)

  • Meningkatkan persatuan dan kesatuan nasional sambil menghormati secara wajar keanekaragaman dalam rngka persatuan dan kesatuan yang dilambangkan oleh PANCASILA tidak hanya dasar negara secara formal etapi juga telah menempa identitas bangsa kita
  • Pendekatan sebagai rumusan konsepsi bertolak dari unsur kata menjadi kata bermakna BUDAYA (berpikir, usaha-usaha, daya cipta, amanah, amanah, yakin, agama) ; BERBANGSA (berjiwa, etika, rukun, berbudi, aqlak, nurani, gerakan, sosial, adil) ; BERNEGARA (bersatu, emosional, rasional, nasional, eklektis, gabungan, antar, ras, agama) ; INDONESIA (intergrasi, nasional, daerah, organisasi, negara kesatuan, ekonomi, sejahtera, impian, amanah).
  • Dengan pemahaman dari unsur kata, maka dirumuskan kepeutusan strategik kedalam Visi B3I, Misi B3I, Tujuan, Strategi, Kebijaksanaan.
  • B3I adalah wujud sikap dan perilaku sebagai manusia indonesia seutuhnya dalam kemampuan memanfaatkan kesadaran, kecerdasan dan akal kedalam usaha mengaktualisasikan makna BUDAYA BRBANGSA BERNEGARA INDONESIA sebagai pedoman yang harus dianut selaku warga ngara.
  • Bertolak dari pemahaman unsur ( nilai, norma, wewenang, ganjar) dan pengaruh B3I dengan merumuskan Visi B3I dan Misi B3I, maka 45 butir nilai dalam P4 harus dijabarkan kedalam Norma, Wewenang dan Ganjar atas dasar Nilai Pancasila sebagai nilai-nilai utama.
  • Kekuatan melaksanakan B3I ditentukan oleh terbangunnya peran iklim organisasi, peran gaya kepemimpinan dan peran sumber daya manusia dalam suatu sistem.
  • Agar pelaksanaan B3I menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga mendorong sikap dan perilaku sejalan dengan keinginan yang kuat untuk  mewujud Pembangunan dan hak-hak manusia ; Pembangunan dan kebutuhan manusia ; Pembangunan dan pertumbuhan manusia dibutuhkan kekuatan B3I yang di formalkan sebagai satu kekuatan sebagai pedoman.

T I A N G / P I L A R

Tiang sebagai penyanggah, seharusnya tetap tidak berubah harus dipertahankan sepanjang masa. Kenyataan dengan keterbatasan dalam penguasaan dari perumus, maka tidak heran yang memiliki kekuasaan dapat mempengaruhi dalam bersikap dan berperilaku memandang kedudukan tiang / pilar sehingga dengan kekuasan mendorong terjadi perubahan pertama disahkan 19 oktober 1999 ; perubahan kedua disahkan 18 agustus 2000 ; perubahan ketiga disahkan 10 november 2001 ; perubahan keempat disahkan 10 agustus 2002. Yang lebih aneh lagi dalam perubahan mengungkapkan angka kuantitip.

Tiang sebagai penyanggah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang tertuang dalam Isi UUD 1945, yang terdiri dari 1) Pancasila yang tertuang dalam pembukaan / preambul 2) UUD 1945 itu sendiri ; 3) Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ; 4) Bhinneka Tunggal Ika, menjadi tidak utuh, seperti yang diharapkan oleh pendiri.

P L A P O N

Sebagi tempat berpijak, plapon  yang kita sebut dengan Membangun sistem keterbukaan dalam Berbangsa dan Bernegara tidak pernah terwujud disebabkan tidak  setiap keputusan dari kejelasan rumusan masalah yang dapat dikelompokkan dalam masalah kritis, masalah pokok dan masalah insidentel.

Oleh karena itu, dalam sistem terbukaan dapat menuntun fungsi organisasi, kepemimpinan dan manusia agar setiap manusia sebagai warga negara R.I ikut serta dapat memberikan konstribusi yang positif dan berpijak dalam pikiran ketaatan.

A T A P

Sebagai pelindung yang digerakkan oleh Kepimpinan, Pemimpin dan Pengikut memiliki kekuatan jiwa bermoral dalam arti memberikan keteladanan.

Oleh karena itu keteladanan kepemimpinan sebagai potensi yang terpendam harus mampu untuk menggalinya yang berbasiskan pola yang mampu menuntun pengikut dalam menjalankan amalan lahir dan batin yang sejalan dengan kebiasaan pikiran dalam ketaatn dan berpikir postif.

4. P E N U T U P

Usaha-usaha memulai hidup baru berbasiskan sistem keterbukaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi manusia terbuka pancasila perlu dikobarkan sebagai suatu kebutuhan yang mendesak.

Semakin menjadi kebiasaan kita melepaskan diri dari berbuat maksiat, maka semakin menguat kebiasaan pikiran untuk keluar dari kesedihan pada diri kita, sehingga ingatlah apa-apa yang terungkap dalam :

Qs. 20 : 124” Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta “

QS. 6 : 44 “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.”

QS. 2 : 38 “Kami berfirman: “Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.

Bertitik tolak dari pikiran diatas, maka memulai hidup baru berbasiskan sistem keterbukaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai suatu pendekatan untuk melakukan perubahan, dapat kita membayangkan bahwa pikiran bagaikan tanaman. Kita harus memelihara , menyirami bahkan jika diperlukan kta harus memangkasnya.. Jiwa pikiran kita seperti ladang yang subur. Jika memasukkan benih pikiran sebagai sistem keterbukaan dalam alam sadar, baik benih negatif maupun positif maka memungkinkan pikiran dengan kuat menguasai diri untuk mempengaruhi alam bawah sadar, kemudian sikap mental dan perbuatan.

Begitu juga halnya memperjuangkan sistem keterbukaan dalam usaha untuk memulai hidup baru dalam rangka membangun bangsa dan negara, diperlukan kekuatan pikiran yang dapat menumbuhkan pikiran ketaatan dan positif, maka disitu terletak kekuatan untuk melepaskan diri pikiran negatif dan maksiat yang selalu akan mengganggu jalan pikiran bagi orang-orang yang menginginkan status quo yang tidak ingin adanya perubahan karena dalam pikirannya ingin tetap KKN tumbuh subur yang memberikan peluang untuk kepentingan kelompok dan dirinya.

Jadi dengan membangun kekuatan sistem keterbukaan memberikan daya tahan untuk tidak bersekutu dengan perasaan iri, sombong, serakah, benci, marah, rendah diri yang kesemuanya menjadi racun jiwa yang mendorong kepada pikiran yang bersekutu dengan sikap status quo.

Oleh karena itu dengan membangun sistem keterbukaan, sekuat hati mencoba menggantikannya dengan perasaan-perasaan kasih, cinta, santun, sabar, rendah hati, optimis, jujur, menempati janji dan sebagainya. Jika pikiran kita sudah jelas dan memiliki nilai yang tegas, dengan sendirinya ia akan mengusir pikiran-pikiran yang berlawanan dengannya, itu berarti dengan membangun berbasiskan sistem keterbukaan mendorong daya kemauan yang kuat untuk mendukung keinginan dalam berbangsa dan bernegara.

DPP LSM GMBI

M. Fauzan Rachman S.E. / KETUA UMUM

Read Full Post »

 MEMBANGUN KEBIASAAN MANUSIA MENJADI AKTIVIS MILITAN LSM GMBI

  DALAM LINGKUNGAN  SOSIAL POLITIK LOKAL DISAJIKAN DALAM RANGKA U. T. KE XI

  LSM G.M.B.I

1. PENDAHULUAN

Tulisan ini kami sajikan dalam rangka menyambut “Hari Ulang Tahun XI LSM GMBI di Kabupaten Karawang Tahun 2013”. Yang dapat dipergunakan dalam suatu diskusi internal dalam usaha untuk dapat meningkatkan kedewasaan berpikir.

Sejalan dengan Tema “ Dengan Hari Ulang Tahun LSM GMBI XI kita ciptakan Kader-kader yang bermoral, pintar, solid dan berani dalam menegakkan serta mengamankan Pancasila, UUD 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia”, maka diperlukan usaha-usaha yang terus menerus “Membangun Kebiasaan Manusia” menjadi satu daya kemauan yang kuat kedalam “Berpikir ke depan” sebagai “Peta Jalan Menuju Keberhasilan” dalam memainkan peran apapun agar secara berkesinambungan ikut terlibat secara jelas “Mengubah Keadaan”

Menjelang Pemilu 2014 kita dihadapkan gelombang ketidakpastian yang terkait dengan “Dinamika Sosial Politik Lokal”. Disatu sisi kita dihadapkan pada „dinamika perubahan“ artinyan bila kita tidak dapat menangkap perubahan itu berarti kita akan kehilangan peluang untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara dalam NKRI, jangan sampai kita kehilangan napas karena bila kita salah melangkah dalam dahur hidup kematian demokrasi. Pada sisi lain kita dihadapkan pada situasi „dinamika sosial“ dan „dinamika politik“ yang menggambarkan gerak masyarakat yang menimbulkan perubahan secara berkelanjutan dalam tata kehidupan lokal dari masyarakat yang bersangkutan.

Bertitik tolak dari pemikiran diatas, maka dituntut dalam era reformasi ini, untuk membangun jiwa tanpa topeng kepalsuan agar kekuatan pikiran dapat menuntun perubahan sikap dan perilaku secara radikal sehingga dapat meretas jalan menjadi diri sendiri, dalam dinamika sosial politik lokal.

Sejalan dengan pemikiran tersebut, marilah kita menyatukan pikiran yang terkait dengan „Dinamika Sosial Politik Lokal“ dalam peran kita sebagai masyarakat untuk menyatukan dinamika pembagunan gerak yang penuh gairah dan penuh semangat dalam melaksanakan Pemilu 2014 sebagai warga masyarakat yang bertanggung jawab.

Oleh karena itu, untuk menyatukan pikiran dalam bersikap dan berperilaku, maka untuk memahami makna dari „Dinamika Sosial Politik Lokal“ diperlukan satu pendekatan yang kita sebut dengan pemahaman dari sudut huruf menjadi kata bermakna sebagai suatu pendekatan pengetahuan bukan ilmu agar kita tidak terjebak oleh pandangan ilmu dari dunia barat.

Jadi pendekatan ini bersandarkan pada pengetahuan dari keterampilan yang dipetik dari pengalaman yang dapat menjadi daya dorong kedalam dinamika kelompo sebagai sekelompok orang dalam masyarakat yang dapat menimbulkan perubahan pola pikir dalam dinamika sosial politik lokal.

Dengan pemahaman pendekatan yang diuraikan dibawah ini, diharapkan kita memiliki suatu persepsi dalam pola pikir yang sama untuk ikut serta dalam tuntutan perubahan yang sejalan dengan gerak „dinamika sosial politik lokal, sebagai suatu pembelajaran.

2. PENDEKATAN UNTUK MENYATUKAN

    PERSEPSI

Usaha “Membangun Kebiasaan Manusia” dalam kesiapan “Berpikir ke depan” sebagai “Peta Jalan Menuju Keberhasilan” dalam memainkan peran apapun agar secara berkesinambungan ikut terlibat secara jelas “Mengubah Keadaan” dibutuhkan suatu pemikiran yang lebih terarah dan terfokus kedalam usaha-usaha untuk membangun kepribadian manusia yang bertanggung jawab atas “kebebasan berkehendak dalam dinamika sosial politik lokal“

Oleh karena itu, diperlukan perubahan pola pikir secara radikal artinya orang yang mampu menemukan tentang dirinya, maka ia akan selalu bertindak yang sejalan dengan apa yang diperlukan oleh tuntutan perubahan dalam melaksanakan demokrasi yang bertolak dari kerjasama dalam membuat impian menjadi suatu kenyataan.

Apa yang terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dimana dalam masa orde reformasi, pemimpin hanya memikirkan bagaimana merebut kekuasaan dengan begitu banyaknya lahir partai-partai baru, tapi terbayangkah olehnya mengenai pemberdayaan dinamika sosial politik lokal, yang menuntut perubahan pola pikir, dimana gerakan kelompok haruslah dapat memberikan motivasi baru kedalam apa yang disebut „demokrasi politik“ berlandaskan pola pikir yang radikal dalam menata hidup dengan kebebasan berpolitik.

Sehingga untuk melaksanakan pemberdayaan dalam „Dinamika Sosial Politik Lokal“, maka diperlukan wawasan dalam pemahaman yang lebih mendalam. Sejalan dengan pemikiran tersebut dibawah ini akan diuraikan makna huruf dalam kata DINAMIKA, SOSIAL. POLITIK, LOKAL sebagai suatu pendekatan. Dalam merumuskan makna huruf menjadi suatu  kata yang bermakna kedalam untaian kalimat sebagai berikut :

Kata „DINAMIKA“ bila diuraikan dari huruf menjadi kata bermakna sbb.:

D menjadi (D)inamis        M menjadi (M)anusia

I menjadi (I)nspirasi          I  menjadi (I)katan

N menjadi (N)asional        K menjadi (K)elompok

A menjadi (A)ntusias        A menjadi (A)turan

Untuk melaksanakan pemberdayaan DINAMIKA sebagai suatu konsep dalam melaksanakan perubahan, maka haruslah dipahami sebagai berikut :

DINAMIKA adalah (D)inamis dalam semangat dan tenaga dalam usaha menumbuh kembangkan (I)nspirasi yang bertolak dari kekuatan berpikir intuitif dalam mewujudkan kepentingan (N)asional untuk mendorong apa yang disebut dengan (A)ntusias dalam sikap dan perilaku (M)anusia kedalam (I)katan komunitas (K)elompok berdasarkan (A)turan yang disepakati bersama.

Kata „SOSIAL“ bila diuraikan dari huruf menjadi kata bermakna sbb.:

S menjadi (S)ekelompok

O menjadi (O)rang

S menjadi (S)emangat

I menjadi (I)ntensitas

A menjadi (A)komodasi

L menjadi (L)ingkungan

Untuk melaksanakan pemberdayaan SOSIAL sebagai suatu konsep dalam melaksanakan perubahan, maka haruslah dipahami sbb. :

SOSIAL adalah komunitas yang menggambarkan (S)ekelompok dimana didalamnya (O)rang-orang yang memiliki (S)emangat dengan (I)ntensitas yang mampu membangun (A)komodasi sebagai proses penyesuaian sosial (L)ingkungan.

Kata “POLITIK bila diuraikan dari huruf menjadi kata bermakna sbb.:

P  menjadi (P)embela

O menjadi (O)rang

L menjadi (L)indungan

I menjadi (I)ngkar

T menjadi (T)anggung jawab

I menjadi (I)ngat

K menjadi (K)arunia

Untuk melaksanakan pemberdayaan SOSIAL sebagai suatu konsep dalam melaksanakan perubahan, maka haruslah dipahami sbb. :

POLITIK adalah suatu konsepsi yang menggambarkan peran politikus sebagai (P)embela kepentingan (O)rang untuk memberikan (L)indungan yang sejalan dengan tugas dan tanggung jawab agar tidak (I)ngkar dalam ucapan dan perbuatan sebagai (T)anggung jawab moral agar (I)ngat atas suatu (K)arunia yang diamanahkan sebagai seorang politikus.

Kata “LOKAL“ bila diuraikan dari huruf menjadi kata bermakna sbb.:

L menjadi (L)okalisasi

O menjadi (O)bjek

K menjadi (K)arya

A menjadi (A)ktivitas

L menjadi (L)apangan

Untuk melaksanakan pemberdayaan LOKAL sebagai suatu konsep dalam melaksanakan perubahan, maka haruslah dipahami sebagai berikut :

LOKAL adalah suatu konsepsi yang menggambarkan (L)okalisasi untuk menyatakan pembatasan  pada suatu tempat atau lingkungan sebagai (O)bjek yang menjadi sasaran dalam (K)arya yang terkait dengan (A)ktivitas operasi oleh pelaku di (L)apangan.

Bertitik tolak dari pemahaman kata DINAMIKA, SOSIAL, POLITIK dan LOKAL diatas, maka kita dapat merumuskan pemahaman kita secara yang lebih berwawasan melihat setiap peristiwa yang terkait dengan pemikiran dalam persfektif (jangka panjang), posisi (jangka menengah) dan kinerja (jangka pendek) dalam mengamati masalah-masalah yang timbul dalam “Dinamika Sosial Politik Lokal”

Oleh karena itu, yang kita maksudkan DINAMIKA SOSIAL POLITIK LOKAL (D.S.P.L.) adalah wujud perubahan yang diinginkan dalam suatu tantanan DINAMIKA sebagai kekuatan yang dimiliki oleh sekelompok SOSIAL dengan penuh gairah dan penuh semangat dalam pola pikir yang terus ada untuk memanfaatkan kekuatan POLITIK menjadi alat untuk dapat menyatukan sikap dan perilaku yang menimbulkan perubahan dalam kelompok masyarakat LOKAL yang bersangkutan.

Jadi dengan pemahaman makna kata menjadi untaian kalimat diatas dapat mendorong kedalam apa dan bagaimana proses berpikir itu terbangun menjadi wujud dalam kesamaan persepsi memandang yang kita maksudkan “Dinamika Sosial Politik Lokal” sebagai alat perjuangan untuk menyatukan kepentingan manusia bukan tujuan semata-mata merebut kekuasaan

Dengan kesamaan persepsi diatas, kita harapkan terbentuk suatu pola pikir yang terpola agar kita secara bersama-sama mampu mengidentifikasi gelombang situasi dalam dinamika sosial politik lokal untuk merumuskan secara jelas masalah-masalah persfektif, posisi dan kinerja yang menjadi tantangan kita bersama bagaimana kita saling bersinergi untuk memberikan peran pemberdayaan dalam dinamika sosial politik lokal.

Sejalan dengan pemikiran diatas, maka pendekatan yang kami ungkapkan diatas diharapkan dapat memberikan daya dorong dalam perubahan pola pikir yang sangat kita butuhkan bersama, menjadi satu kekuatan pikiran untuk menumbuh kembangkan kekuatan sikap dalam kerjasama membuat impian menjadi kenyataan, bila kita memiliki persepsi yang sama dalam semua impian untuk berani berubah sesuai dengan tuntutan perubahan.

3. MEMBANGUN KEBIASAAN DALAM DINAMIKA  SOSIAL POLITIK LOKAL

Bertitik tolak dengan pemahaman kita mengenai “Dinamika Sosial Politik Lokal” yang telah kita uraikan sebagai suatu pendekatan dalam membangun kesamaan persepsi kita, maka dibawah ini akan kita ungkap secara garis besar „Membangun Kebiasaan Dalam Dinamika Sosial Politik Lokal“  adalah pondasi bagi mereka ia selalu siap menghadapi perubahan yang dituntut oleh kebutuhan agar setiap Aktivis Militan memiliki kemampuan dalam “Berpikir ke depan” sebagai “Peta Jalan Menuju Keberhasilan” dalam memainkan peran apapun agar secara berkesinambungan ikut terlibat secara jelas “Mengubah Keadaan” dibutuhkan suatu pemikiran yang lebih terarah dan terfokus kedalam usaha-usaha untuk membangun kepribadian manusia yang bertanggung jawab atas “kebebasan berkehendak dalam dinamika sosial politik lokal“

Dengan memperhatikan pokok pikiran diatas, marilah kita memulai „sesuatu yang tidak tahu menjadi tahu“ yang kita sebut dengan berpikir. Apa yang terpikirkan oleh kita dengan kata „KEBIASAAN“. Yaitu wujud dari sikap dan perilaku. Untuk mendalaminya, cobalah renungkan ungkapan sorang cerdik pandai berupa „Kita adalah apa yang kita kerjakan berulang-ulang. Karena itu, keunggulan bukanlah suatu perbuatan, melainkan sebuah kebiasaan“

Bertolak dari ungkapan diatas, kita dapat merumuskan KEBIASAAN dalam dua pendekatan yaitu pertama dari pendekatan sistem, kedua dari unsur huruf menjadi kata bermakna.

Dari sisi SISTEM yang terdiri dari INPUT berupa ILMU sebagai Informasi untuk menjawab „Apa yang harus dilakukan dan Mengapa“ ; PROSES berupa PENGETAHUAN sebagai Keterampilan dari pengalaman untuk menjawab „Bagaimana melakukan“ ; OUTPUT berupa KEINGINAN untuk menjawab mau melakukan.

Jadi KEBIASAAN adalah daya kemauan yang kuat untuk memanfaatkan titik pertemuan Ilmu, Pengetahuan dan Keinginan.

Dari sisi HURUF MENJADI KATA BERMAKNA, dimana kata KEBIASAAN menjadi (K) ekuatan ; (E)fektif ; (B)erpikir ; (I)lmu ; (A)gama ; (S)unnah ; (A)jaran ; (A)manah ; (N)asib.

Jadi unsur kata tersebut disusun menjadi untaian kalimat yang bermakna, maka KEBIASAAN adalah Sesuatu (K)ekuatan menjadi (E)fektif dalam (B)erpikir  dengan memanfaatkan (I)lmu, (A)gama, (S)unnah sebagai suatu (A)jaran dalam bersikap dan berperilaku untuk menjalankan (A)manah dalam memperbaiki (N)asib menuju perjalanan hidup abadi.

Dengan memperhatikan pendekatan yang kita ungkapkan diatas berarti membuka kekuatan berpikir untuk menetapkan „Prinsip-prinsip (kebenaran yang menjadi pokok dasar berpikir) kedalam keberhasilan pribadi, keberhasilan ummat, keberhasilan perubahan.

Membangun „Kebiasaan Manusia“ lihat LAMPIRAN 1 untuk menjadi pondasi dalam membangun Prinsip-prinsip dalam merumuskan KERANGKA SISTEM KEPEMIMPINAN lihat LAMPIRAN II sebagai suatu model yang dapat menuntun sikap dan perilaku dalam mewujudkan keberhasilan.

4. BERPIKIR KE DEPAN DALAM DINAMIKA SOSIAL POLITIK LOKAL

Dengan memperhatikan Prinsip-prinsip dalam lampiran 1, berarti ada daya dorong untuk menumbuh kembangkan daya kemauan menjadi kekuatan kebiasaan manusia untuk berpikir ke depan dalam dinamika sosial politik lokal yang didukung oleh kebesaran HARGA DIRI, TANGGUNG JAWAB, KEARIFAN, KEPERCAYAAN, KEULETAN, menjadikan suatu kekuatan baru sebagai benih-benih kebesaran dalam menyingkapi gelombang perubahan.

Oleh karena itu, dengan benih-benih kebesaran itu, yang kita perlukan adalah sebuah pikiran baru, dimana saat ini kita semua berdiri di dalam sebuah pusaran perubahan teknologi, ekonomi, demografi dan budaya.

Apakah kita akan menyangkalnya, bertahan darinya atau menerima fakta bahwa kita kerap kali juga harus berubah ? Otak kita harus beradaptasi dengan lingkungan yang berubah.

Dengan demikian diperlukan seperangkat pengetahuan yang dapat  ditumbuh kembangkan dari pengalaman diri sendiri dan atau oran lain yang disebut dengan KETERAMPILAN.

Keterampilan yang kita maksud disini adalah hal-hal yang terkait :

Pertama, KETERAMPILAN PERSFEKTIF :

  • Pikiran yang melihat dengan sepasang mata yang baru artinya dengan kemampuan memanfaatkan „Otak dan Hati“, anda harus mampu untuk mengungkit daya ingat dalam usaha-usaha untuk dapat mengungkapkan 1) pikiran yang terkait dengan pemahaman persfektif dan memori artinya memori menyediakan konteks bagi persepsi kita seperti konteks kekuatan ; konteks internal ; kontek budaya ; kontek kepentingan pribadi ; kontek situasi. Jadi kalau persfektif kita dipengaruhi oleh apa yang dimasukkan ke dalam memori kita, memori kita pun dipengaruhi oleh derajat kita melihat hal-hal dalam persfektif.
  •  Distorsi persfektif artinya ketika dunia melaju atau kita secara pribadi merasa terancam, kita bisa dengan mudah kehilangan persfektif.
  • Jadi keterampilan persfektif dalam menghadapi ditorsi potensial dari persfektif bergantung pada kemampuan untuk bersantai ; selera humor ; wawasan dan intuisi ; pengetahuan mengenai sejarah pribadi ; ketangguhan ; sumber informasi ganda ; perhatian kepada yang tertekan ; bertoleransi tinggi terhadap suasana kacau ; kemampuan mengasingkan prasangka ; waktu bervisualisasi

Kedua, KETERAMPILAN MENGENALI MASA DEPAN

  • Sejauh mana kita dapat menggerakkan pemahaman atas kekuatan pendorong kedalam pengembangan keterampilan analitis dan intuitif.
  • Memiliki kemampuan untuk mempredeksi perubahan
  • Kemampuan dalam menjalankan kekuatan komunikasi dan seberapa jauh kita bisa memanfaatkan internet kedalam penguasaan jaringan.
  • Mengembangkan kemampuan untuk mengenali pola-pola dan tren-tren seiring dengan semakin kompleknya hidup kita.

Ketiga, KETERAMPILAN MEMAHAMI MASA  LALU UNTUK MENGENAL MASA DEPAN :

  • Penguasaan dengan pengetahuan akurat mengenai masa lalu menghasilkan pengetahuan akurat mengenai masa sekarang serta jalan untuk meramalkan masa depan.
  • Kemampuan mengungkapkan pikiran kedalam masa ilusi
  • Memahami makna kekuatan adanya budaya kelompok
  • Memahami makna kekuatan adanya budaya organisasi
  • Memahami makna kepemimpinan dalam abad baru
  • Kemampuan mengungkit lima tahap pemulihan dari keedihan ke marahan ke tawar menawar ke penerimaan ke pembangunan kembali
  • Memahami makna melihat ke depan.

Keempat, KETERAMPILAN BENTUK BARU KECERDASAN

  • Penguasaan kecerdasan verbal / bahasa, logika, visual, tubuh, musikal, interpersonal, intrapersonal, spiritual, praktis
  • Dengan kecerdasan tersebut mendorong untuk mampu menjadi pemikir analitik, pemikir konseptual, pemikir struktural, pemikir sosial.
  • Kemampuan menyatukan semua pemikiran-pemikiran dalam satu kekuatan.
  • Keterampilan berpikir dengan kemampuan evaluasi dan identifikasikan pikiran anda ; kemampuan mengguna topi De Bono (topi putih = memberi perhatian besar pada fakta dan angka ; topi merah = bertindak berdasarkan letupan emosi ; topi hitam = mepertanyakan mengapa sekian banyak hal tidak dapat diwujudkan ; topi kuning = optimis ; topi hijau = kreatif da terbuka pada gagasan-gagasan baru ; topi biru = memperhatikan kontrol) ; menciptakan alternatif ; keluar dari kelaziman ; pastikan anda memahami permasalahannya ; gunakan analisis mengalir untuk melihat situasi ; bersikaplah rendah hati ; pikirkan pengalaman anda ; pertimbangkan eq.
  • Hambatan-hambatan pikiran yang mencakup keabsolutan ; rasa puas ; pemuasan seketika ; pikiran terpolarisasi ; orang yang terlalu pandai ; angan-angan,konformitas tak berdasar dan pemikiran simplistis ; tak punya keberanian ; gender.
  • Keterampilan-keterampilan masa depan dalam memahami makna skenario ; ramalan.

Dengan kemampuan berpikir kedepan yang ditopang penguasaan berpikir dengan keterampilan-keterampilan yang diungkap diatas dapat menuntun dalam bersikap dan berperilaku menghadapi dunia sedang berubah dan kepemimpinan tidak terkecuali. Tidak ada pulau dalam aliran sungai. Kepemimpinan bukanlah statis, kepemimpinan bersifat aktif dan terus menerus berubah secara konstan.

Oleh karena itu, disinilah letak makna berpikir kedepan dalam usaha-usaha menggerakkan kekuatan berpikir “Mencari kepastian” di satu sisi dan disisi lain mampu menangkap gambaran “Situasi Ketidakpastian”., dengan begitu timbul adanya kingintahuan mencari tahu makna yang terkait MODEL PERAN artinya untuk mengenali area produktif dalam ketidakpastian dan kebingungan serta memimpin organisasi memasuki area itu dalam rangka memperoleh keuntungan dalam persaingan.

Sejalan dengan pikiran, juga memberi dampak dalam PROSES BELAJAR ORGANISIONAL dan PROSES BELAJAR PRIBADI.

5. PETA JALAN MENUJU KEBERHASILAN DALAM  DINAMIKA SOSIAL POLITIK LOKAL

Untuk mengarungi gelombang perubahan kita berusaha menemukan jati diri sebagai aktivis militan LSM GMBI dengan menumbuhkan KEBIASAAN MANUSIA secara utuh, maka disitu terletak daya kemauan yang kuat kedalam kebiasaan berpikir.

Ingatlah ungkapan seperti „Siapa menanam ia menyabit. Tidak ada pengorbanan yang sia-sia. Sesal dahulu pendapat, sesal kemudian tidak berguna. Adakah manusia yang tidak menyesal sesudah membuat kesalahan ?“

Sejalan dengan pemikiran diatas, maka merumuskan „Peta Jalan Menuju Keberhasilan Dalam Dinamika Sosial Politik Lokal“ sangat bergatung kekuatan NIAT yang kita pikir, oleh karena itu cobalah kita memikirkan kembali ungkapan seperti „ Sifat yang hanya memetingkan diri sendiri dan tamak menjadi penghalang sebagai tabir antara dia dengan Tuhan. Dan orang yang hanya memikirkan diri sendiri, tak mengalami kebahagian dalam hidupnya. Kalau kita pikirkan keberatan orang lain tentu diperkirakan pula keberatan kita“

Dengan memperhatikan Prinsip-prinsip dalam lampiran 1, berarti ada daya dorong untuk menumbuh kembangkan daya kemauan menjadi kekuatan kebiasaan manusia untuk berpikir ke depan dalam dinamika sosial politik lokal yang didukung oleh kebesaran HARGA DIRI, TANGGUNG JAWAB, KEARIFAN, KEPERCAYAAN, KEULETAN, menjadikan suatu kekuatan baru sebagai benih-benih kebesaran dalam menyingkapi gelombang perubahan.

Jadi apa yang kita pikirkan dalam bersikap dan berperilaku  dalam usaha untuk merumuskan PETA JALAN yang sejalan pula dengan dua panduan yang kita sebut 1) Buku Panduan Budaya Organisasi Yang Kuat dan Sehat Bagi Aktivis – Anggota  LSM GMBI ; 2)

Melahirkan Kepemimpinan LSM GMBI Berbasiskan Budaya Organisasi Yang Kauat dan Sehat, maka kita perlu mengungkit daya ingat kedalam apa yang kita kerjakan adalah hasil buah pikiran kita, oleh karena itu cobalah kita renungkan apa yang terungkap dalam pikiran ini seperti „Sediakan waktu untuk membaca karena itu sumber hikmat“ ; Sediakan waktu untuk berpikir karena itu pokok kemajuan ; Sediakan waktu untuk beriman karena itu adalah induk dari segala ketentraman hati“.

Bertolak dari pemikiran-pemikiran diatas, maka sebagai rumusan dari pikiran untuk menetapkan PETA JALAN yang kita maksudkan disini adalah seberapa jauh kita dapat menjawab pertanyaan dibawah ini :

Pertama, adanya kekuatan niat bersama, apa yang hendak kita capai dalam mewujudkan keberhasilan itu ?

Dengan menjawab pertanyaan diatas berarti kita menetapkan prinsip-prinsip yang harus di dukung oleh kekuatan daya kemauan yang kuat sehingga menjadi kemampuan menjadi keinginan bersama untuk berpikir dan menjawab yang mencakup 1) Dalam kebersamaan, bagaimanakah kita mengambil keputusan-keputusan ? ;

2) Bagaimana kita menterjemahkan makna keberhasilan

3) Dalam mewujudkan kebersamaan apakah kita memiliki persepsi yang sama ? ;

4) Apakah yang kita perbuat untuk dapat bertumbuh menuju kedalam makna potensi kita dan menanam dalam sesama ? ;

5) Apakah kita mnempuh perjalanan kita sendiri atau mengikuti dinamika sosial politik lokal ?

Kedua, sudah jelaskah ke manakah kita ingin menuju ?

Dengan menjawab pertanyaan diatas maka kita sampai kepada prinsip-prinsip untuk menjawab 1) Wujud wajah yang bagaimanakah yang kita mimpikan bersama ? ;

2) Apakah kita membayangkan manfaat mimpi kebersamaan bagi kita ? ;

3) Apakah impian kita ? ;

4) Kepada siapakah sebaiknya kita ceritakan impian kita ? 5) Apakah secara sadar kita berkomitmen atas kemauan sendiri atau dari organisasi ?

Ketiga, dapatkah kita membayangkan seberapa jauhkah jarak yang sanggup kita tempuh ?

Dengan menjawab pertanyaan diatas maka kita sampai kepada prinsip-prinsip untuk menjawab 1) Adakah pengaruh sikap dan perilaku kita menjadi penting ? ;

2) Bayangkan bagaimanakah sikap dan perilaku kita telah mempengaruhi peluang-peluang kita ? ;

3) Tunjukkan sikap dan perilaku seperti apakah kita perlihatkan ? ;

4) Bagaimanakah kita bisa memperbaiki sikap dan perilaku kita ? ;

5) Apakah sikap dan perilaku  kita membantu atau malah menghambat perjalanan keberhasilan kita

Keempat, bagaimanakah kita bisa sampai ke sana dari sini ?

Dengan menjawab pertanyaan diatas maka kita sampai kepada prinsip-prinsip untuk menjawab 1) Apakah kehidupan kita selalu memikirkan  apa arti waktu bagi kita ? ;

2) Jelaskan apa sajakah manfaat mempunyai sasaran ? ;

3) Apakah maksud kita ? ;

4) Jelaskan apakah yang menjadi sasaran kita ? ;

5) Tindakan apa sajakah yang bisa kita ambil untuk memenuhi sasaran kita ?

Kelima, apakah yang sebaiknya kita bawa ?

Dengan menjawab pertanyaan diatas maka kita sampai kepada prinsip-prinsip untuk menjawab 1)  Bayangkan kapankah waktu pertumbuhan pribadi kita ? ;

2) Pikirkan kapankah terakhir kalinya kita melakukan sesuatu yang di luar zona nyaman kita ? ;

3) Apakah kita memiliki dedikasi untuk bertumbuh ? ;

4) Bagaimanakah kita bisa memastikan pertumbuhan pribadi dan kelompok yang berkesinambungan ? ;

5) Gerakkan kemampuan berpikir apakah yang akan kita lakukan setiap harinya untuk bertumbuh ?

Keenam, bagaimanakah caranya menangani perubahan rute ?

Dengan menjawab pertanyaan diatas maka kita sampai kepada prinsip-prinsip untuk menjawab 1) Bagaimanakah kita bisa memmetik manfaat yang sebesar-besarnya dari perubahan-perubahan rute serta interupsi-interupsi dalam kehidupan kita ? ;

2) Apakah kita membiarkan ketakutan mengendalikan kehidupan kita ? ;

3) Bagaimanakah kita bisa aktif menghadapi ketakutan kita ? ;

4) Bagaimanakh sikap dan perilaku yang benar terhadap kegagalan ? ;

5) Bagaimanakah kita bisa menjadikan kegagalan itu batu loncatan ?

Ketujuh, pikirkan apakah kita sudah sampai ?

Dengan menjawab pertanyaan diatas maka kita sampai kepada prinsip-prinsip untuk menjawab 1)  Dapatkah kita membayangkan tanda khusus apa sajakah dalam perjalanan kita ? ;

2) Dapatkah kita secara terbuka mengungkapkan apa saja yang perlu kita berikan demi terus maju ? ;

3) Dapatkah kita bersedia memberikan kompensasinya ? ; 4) Apakah kita melihat gambaran besarnya ? ;

5) Bagaimanakah kita bisa terus ulet dalam perjalanan mencapai keberhasilan ?

Kedelapan, apakah yang seharusnya yang dapat kita lakukan selama perjalanan ?

Dengan menjawab pertanyaan diatas maka kita sampai kepada prinsip-prinsip untuk menjawab 1) Apakah yang bisa kita pelajari dan pihak-pihak lain yang telah membimbing kita ? ;

2) Adakah sesuatu yang bisa menghambat kita dari membimbing orang lain ? ;

3) Sudah berapa siapkah kita untuk memperlengkapi sesama ? ;

4) Apakah sudah terpikirkan rencana kita untuk memperlengkapi orang lain ? ;

5) Dapatkah kita membayangkan bisa terus menempuh perjalanan dalam menuju keberhasilan di tahun-tahun mendatang ?

Daya kemauan yang kuat dengan dituntun oleh budaya organisasi yang kuat dan sehat maka peta perjalanan yang kita rumuskan berdasarkan melalui kemampuan kita menjawab 8 (delapan) pertanyaan, maka jalan untuk meyakinkan orang : 1) Satu-satunya jalan untuk berhasilnya dalam pelaksanaan sumbang saran ialah menghindarkan perbantahan ;

2) Kalau anda keliru pendapat, akuilah segera dengan jujur ;

3) Berikhtiarlah dengan jujur supaya dapat memahami pendirian orang lain ;

4) Tantanglah mereka seperti pendengar yang sedang keheranan mendengar.

6. MENGUBAH KEADAAN DALAM DINAMIKA  SOSIAL POLITIK  LOKAL

Jika kita dengan daya kemauan yang kuat untuk berpikir dalam usaha untuk mengubah keadaan maka terbukalah keinginan memanfaatkan kepemimpinan dan keterampilan untuk memotivasi dan mempengaruhi orang lain.

Sejalan dengan pikiran diatas maka kesadaran mereka akan kebutuhan orang lain, kesadaran akan tantangan yang mereka hadapi, semangat mereka untuk memperbaiki sesuatu dan menciptakan kesempatan yang baru. Mereka mempunyai kecintaan yang besar akan tujuan mereka atau mereka ingin memberikan sesuatu kembali kepada masyarakat.

Jadi dalam mencari cara-cara untuk MENGUBAH KEADAAN, mereka telah menggali kekuatan pribadinya dan kemampuan kepemimpinannya, akan memberikan ruang gerak, dimana secara individual dan kolektif dapat membuat anda seorang pemimpin yang lebih dinamik.

Apa yang kita utarakan disini adalah keterampilan „ bagaimana melakukannya dan kemampuan bukan sesuatu yang baru, melainkan berupa kebiasaan manusia menjadi kekuatan karekter yang menunjukkan kepada kita SIFAT KEPEMIMPINAN

Pertama, kebersamaan dalam mewujudkan karisma :

Bagaimana cara anda mulai mengubah keadaan ? Perubahan yang bagaimana anda inginkan ? Anda akan dapat memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut bergantung kepada kemampuan anda untuk mengkomunikasikan keputusan strategik yang anda ambil.

Untuk membantu anda dalam mengkomunikasikan keputusan strategik, maka anda memulai dengan mempertanyakan hal-hal sebagai berikut :

  • Apakah hal yang paling penting di dunia ini bagi anda ?
  • Di mana saya mulai dan bagaimana ?
  • Berapa banyak waktu yang dapat saya curahkan untuk mngkomunikasi keputusan strategik yang ada buat ?
  • Apakah anda mempunyai keterampilan dan ilmu yang diperlukan ?
  • Apakah anda cukup terbuka terhadap semua kemungkinan yang ada?

Sejalan dengan pemikiran diatas, maka anda mulai menentukan di bidang apa saja anda ingin mengubah keadaan. Oleh karena itu, anda mulai mencurahkan waktu, tenaga dan energi.

Untuk dapat meningkatkan wawasan dan imajinasi anda, hal-hal ini dapat menjadi daya dorong yang mencakup 1) Seberapa jauh anda dapat menganalisis keteram[pilan, bakat dan kemampuan anda ;

2) Ungkitlah daya ingat perjalanan hidup anda dari masa daur hidup anda (masa kecil, masa muda, masa dewasa, masa tua, masa ketuaan) ;

3) Seberapa jauh anda dapat memanfaatkan mata dan telinga dalam fungsinya ;

4) Berilah ketengan hati anda.

Kedua, tumbuhkan daya tarik yang memikat orang lain :

Tumbuhkan dalam pemikiran anda sebagai seorang pemimpin adalah seorang pemikir besar artinya anda memiliki kemampuan mengubah berpikir besar menjadi hasil yang besar.

Sekali anda memutuskan untuk mengubah keadaan anda memulai reaksi berantai kedalam lima katagori yaitu 1)Memutuskan untuk mengubah keadaan menjadi kekuatan Mengilhami kedalam

2) Mengembangkan Keputusan Strategik menjadi Memberi semangat kedalam

3) Kreativitas, antusiasme dan imajinasi menjadi Menciptakan

4) Ide dan Tindakan menjadi Menarik

5) Pengikut yang energik dan berkomitmen menjadi Mengukuhkan.

Untuk menjadikan pemikir besar, anda dapat membayangkan pandangan anda dan mengubahnya menjadi suatu kenyataan, maka renungkan strategi yang kita ungkapkan ini sebagai suatu daya kemauan yang kuat yang mencakup :

  • Periksalah asumsi dan harapan anda secara berkala
  • Kembangkan dan definisikan filosofi pribadi anda
  • Tantanglah tradisi dan kebijaksanaan yang berlaku
  • Peliharalah rasa ingin tahu, baik dalam diri anda maupun orang lain
  • Carilah hal-hal yan sederhana apabila keadaan memungkinkan.

Dengan kemampuan memahami dan melaksanakan strategi yang kita ungkapkan diatas, maka tumbuhkan pandangan yang lebih luas dari yang dapat dibayangkan arti kita memulai dengan imajinasi.

Oleh karena itu, dunia memerlukan cita-cita dan idealisme anda. Kita banyak menyimpan pemikiran yang negatif dan sempit serta sikap yang sinis. Sekarang kita membutuhkan orang yang dapat mencari hal-hal yang indah dan berani yang tidak dilihat orang lain. Kita memerlukan pemikir besar untuk menumbuhkan imajinasi orang lain dan membantu mereka memperluas daya kreativitas mereka sendiri.

Ketiga, pemimpin mempunyai etika tinggi dalam usaha   membangun kepercayaan dengan pengikut anda :

Ungkitlah daya ingat anda memahami makna ETIKA kedalam pikiran mengenai moral, integritas, kejujuran, nilai-nilai, kepercayaan, tugas, kebajikan, kebenaran kesusilaan, keberanian, kebijaksanaan, loyalitas, kehormatan, kebaikan, kesetiaan dan hati nurani.

Jadi etika memiliki unsur-unsur gabungan dari Emosional, Spiritual dan Intelektual, oleh karena itu untuk mengungkapkannya dengan apa yang kita sebut Memberikan Contoh ; Tanggung Jawab ; Mendefinisikan Etika Pribadi ; Etika Bisnis ; Mengajarkan aAngkatan Muda Kita ; Etika Politik ; Tanggung Jawab Kematangan.

Etika menjadi begitu penting dalam bersikap dan berperilaku, oleh karena itu diperlukan usaha-usaha pemikiran untuk melaksanakan dalam pemikiran yang terkait dengan Keputusan Etika Di Masa Yang Akan Datang, menjadi satu tantangan ke depan untuk terus kita pikirkan.

Keempat, seorang pemimpin adalah seorang master pengubah artinya menciptakan masa depan.

Sifat ini merupakan satu tantangan yang penting dalam memasuki abad 21 dari masyarakat informasi kemasyarakat pengetahuan yang sejalan dengan kemampuan kita menangkap makna paradigma abad baru.

Kita menyadari sepenuhnya bahwa perubahan itu bukan sesuatu yang baru. Tetapi laju perubahan itulah yang mempengaruhi kita secara dramatis. Akselerasi (pertambahan percepatan) ini telah memberi kita tantangan yang unik. Dengan meningkatnya laju perubahan, kita harus meningkatkan kemauan dan kemampuan menyesuaikan diri.

Oleh karena itu, ada situasi yang memperlihatkan ada “Perubahan yang Mengherankan dan Mengagumkan”  sehingga menghadapi itu perlu “Kemampuan anda untuk menangani perubahan”, sehingga diperlukan penguasaan yang terkait dengan pemahaman yang kita sebut dengan “Kunci Meningkatkan Kemampuan Anda Untuk Berubah” yaitu :

  • Jangan melawannya
  • Anda tidak perlu menyukai perubahan itu
  • Bersedia meninggalkan masa lampau
  • Milikilah rasa humor
  • Mengharapkan keberhasilan
  • Membangun sebuah strategi penanggulangan pribadi.

Dengan mendalami kunci-kunci yang kita sebutkan diatas berarti ada ruang untuk “Membantu orang lain berubah”, jadi dalam usaha-usaha inilah anda mampu menghadapi tantangan yang terkait dengan :

  • Takut berubah ( Siapa dan apa jadinya saya ; Bagaimana saya mengidentifikasi diri sendiri selama dan sesudah perubahan ini ? ; Apakah perubahan ini akan memperbaiki saya ? Bila ya, bagaimana ? )
  • Asumsi kemampuan (Jangan pernah berasumsi bahwa semua orang memiliki tingkat tolaransi yang sama  terhadap perubahan)
  • Memungkinkan adanya perubahan (Berikan informasi baru untuk memperluas cara berpikir pengikut anda ; Berikan gagasan baru untuk membakar kreativitas mereka dan memperluas cakrawala mereka ; Berikan pengalaman baru untuk membangun keinginan dan kepercayaan akan nilai suatu perubahan)

Jika anda ingin membantu orang lain berubah, penting mengetahui  bahwa terdapat tiga motivasi yang menyebabkan orang berubah yaitu

1) Trauma ;

2) Berlangsungnya waktu :

3) Rancangan.

Ingatlah selalu apa yang kita ungkapkan diatas sebagai suatu pemikiran yang dapat menggugah kekuatan pemikiran anda untuk selalu dapat mengungkit kedalam pikiran apa yang disebut bahwa “Satu-satunya yang tetap adalah Perubahan”. Oleh karena itu, untuk menjadi seorang pemimpin pakar perubahan dalam lingkungan ini anda membutuhkan semua bakat dan dedikasi anda.

Namun bila anda ingin mengubah keadaan tidak ada jaminan bahwa hal itu akan mudah. Jaminannya adalah melayani orang-orang dalam lingkungan anda sebagai pakar perubahan dan dengan mencoba membantu mereka untuk menyesuaikan dengan kebutuhan perubahan berati dengan itu anda akan berhasil mengubah keadaan.

Kelima, pemimpin memiliki sifat peka dalam rangka menumbuh kembangkan loyalitas.

Belajar dari pengalaman maka seorang pemimpin yang efektif adalah seorang pemimpin yang fleksibel artinya orang yang dapat mengubah gaya kepemimpinannya secara relatif sesuai dengan kebutuhan bawahan dan situasi.

Dengan pikiran diatas maka kebutuhan Bersifat Peka Terhadap Masalah dan Orang-orang yang terkait dengan mengubah keadaan di bidang swasta, bidang umum atau dunia sukarelawan termasuk bidang seperti kebijaksanaan ekonomi, peraturan pemerintah, kualitas barang dsb.

Jadi dalam memahami Kepekaan Terhadap Masalah Sosial yang menjadi pendorong dalam memiliki sifat peka disatu sisi dan disisi lain timbul kebutuhan Apa Yang Dapat Saya Lakukan ? berarti diperlukan untuk mengungkit kekuatan pikiran dalam menanggapi Kecenderungan Di Masa Depan yang mencakup arah Pembaharuan kedalam Pribadi, Organisasional dan Kemasyarakatan.

Bertolak dari kekuatan pikiran anda renungkan pula kebutuhan yang sejalan dengan pemahamn anda dalam Keterampilan Berkembang seperti yang kita ungkapkan dibawa ini :

 

Keterp. Manajemen   Menjadi       Keterp Kepemimpinan 

Memberi pengarahan           “         Memberi dukungan

Berpikir kreatif                “    Kreativitas mendorong ilham

Mengambil keputusan        “           Mendelegasikan

Ketep. mendengarkan “      Pemahaman yang meyakinkan

Kritik membangun              “           Memajukan orang lain

Pemecahan masalah             “        Menyelesaikan konflik

Menerapkan teknologi         “      Memanusiakan teknologi

Sejalan dengan apa-apa yang kita ungkapkan diatas maka seorang Pemimpin harus tetap bernada optimis menghadapi paduan suara yang pesimis. Oleh karena itu sifat itu mendorong kepekaan anda terhadap kekuatan SIKAP MENTAL POSITIF (SKP) menjadikan satu kekuatan untuk menularkan SKP anda dalam memberikan harapan menunjukkan jalan, tetapi perahatikan anda dapat memahami makna SIKAP (apa yang kita rasakan atau yakini) versus PERILAKU (apa yang kita katakan dan lakukan) dalam kehidupan ini.

Belajar dengan memahami yang telah kita utarakan diatas berarti ada usaha untuk memikirkan hal-hal yang terkait dengan “Memanfaatkan Kekekaan Untuk Meningkatkan Prestasi, dengan begitu melahirkan percikan bahwa “Para Pemimpin akan dihargai apabila mereka terbuka terhadap gagasan, peka terhadap harga diri para pengikutnya dan dengan tepat dapat mengaktualisasikan gagasan kepada pimpinan mereka”

Dengan pikiran diatas renungkanlah hal-hal yang terkait apa yang kita pikirkan mengenai 1) Bantulah orang lain mengidentifikasi siapa merka, bukan hanya apa yang mereka lakukan ;

2) Kenalilah di mana orang-orang berada, bukan di mana anda ingin mereka berada, di mana anda mngira mereka seharusnya ada atau di mana anda memperkirakan letak kemampuan mereka ;

3) Empati mengubah keadaan ;

4) Dukungan yang membangun.

Sejalan dengan apa yang kita pikirkan, maka saya teringat ungkapan seperti “Setiap Organisasi membutuhkan prestasi dalam tiga bidang utama yaitu Hasil langsung, pembangunan dan penegasan nilai-nilai dan mengembangkan orang untuk masa depan.

Dengan demikian kuatkan pikiran anda dalam memahami secara mendalam apa yang disebut dengan Kepekaan dan Gaya Kepemimpinan maka disitu terletak apa yang disebut dengan Kepekaan Terhadap Harapan yang menyangkut

1) Penghasilan ;

2) Kemajuan ;

3) Pendidikan ;

4) Hubungan, disatu sisi dan disisi lain anda dapat Belajar dari masa lampau, hidup di masa kini.

Oleh karena itu, jangan takut memanfaatkan kepekaan sebagai alat kepemimpinan. Semakin anda peka, semakin luas persepsi anda. Semakin luas persepsi anda semakin luas kemungkinan yang anda lihat. Dan seakin luas kemungkinan yang anda lihat, semakin anda akan mampu melayani dan mengubah perubahan.

Keenam, seorang pemimpin adalah seorang pengambil resiko mendorong menjadi memperluas yang mungkin.

Sebelum melangkah, pikirkan lebih dahulu dimana ada hal-hal yang harus dilihat dan diperhatikan bahwa sepuluh alasan untuk tidak mengambil resiko yaitu 1) Kita belum pernah melakukan hal itu sebelumnya ;

2) Tidak seorang pun pernah melakukan hal itu sebelumnya ;

3)Terlalu radikal untuk berubah ;

4) Staf tidak pernah akan mencobanya ;

5) Para pelanggan tidak akan menyukainya ;

6) Kami belum siap untuk itu ;

7) Anda benar, tetapi …. ;

8) Gagasan yang baik tetapi tidak praktis ;

9) Kami tidak akan pernah mampu melakukannya ;

10) Hal itu tidak mungkin.

Apa gunanya berpikir besar jika hal itu berhenti pada pengambilan resiko untuk mengubah impian menjadi kenyataan ?. Oleh karena itu, renungkan jika kita memasuki abad 21 dalam keadaan sehat dan kuat, kita harus memanfaatkan kemampuan mengambil resiko untuk mnciptakan lingkungan yang mendukung dan mendorong iovasi dan kreativitas. Kita harus terus menerus memperbaharui diri sendiri dan pengikut kita. Apabila pemimpin bertindak sebagai model peran pengambilan resiko semua orang akan memperoleh manfaatnya.

Resiko adalah kemungkinan menderita bahaya atau kerugian. Dengan pengertian itu mengajarkan kepada kita melawan resiko bahaya dan ejekan yang timbul, namun dengan pertimbangan sebelum melangkah, maka kita dapat menarik manfaat pribadi dari mengambil resiko dalam meningkatkan kemampuan kepemimpinan anda yang mencakup hal-hal yang terkait dengan tingkat “Kesadaran, Pengetahuan dan Semangat”

Sejalan dengan pikiran diatas maka “Memberikan Contoh” merupakan langkah untuk mendukung usaha kita mengangkat pikiran kedalam Manfaat dari Rasa Takut yang dapat menjadi daya dorong kita berpikir untuk selalu berusaha meningkatkan kedewasaan berpikir melalui apa yang kita sebut dengan

1) Ujilah batas kemampuan anda ;

2) Belajar dari masa lampau ;

3) Mengukur besar kecilnya resiko.

Perhatikan beberapa teknik untuk menganalisis risiko yaitu

1) Mengidentifikasi resiko ;

2) Mengidentifikasi manfaat dan kewajiban ;

3) Menciptakan skenario kasus terburuk ;

4) Pilhlah model peran ;

5) Menciptakan difinisi pribadi.

Jadi usaha membantu orang lain mengambil resiko, diperlukan semua orang membutuhkan dukungan selama menjalani proses, oleh karena untu menggapai kemenangan perhatikan dua strategi untuk mendukung resiko yaitu apa yang kita sebut dengan 1) strategi memelihara rasa “Kepemilikan” yang dapat melahirkan partisipasi ; 2) Mengajarkan yang bersangkutan membuat keputusan sehingga terjadi kesalahan selama proses belajar.

Ketujuh, seorang pemimpin adalah seorang pengambil keputusan untuk menuntun mengeluarkan kemampuan.

Pentingnya pengambilan keputusan adalah kemampuan menyalurkan kemampuan dan mewujudkan sesuatu. Keputusan adalah keberanian menghadapi masalah dengan pengetahuan bahwa kalau tidak dihadapi maka masalah akan tetap tinggal tanpa terjawab.

Seandainya kita tidak dapat mengambil keputusan, maka kita mempertaruhkan masa depan semua orang dan kita menghabiskan waktu, energi, bakat, uang dan kesempatan. Jadi pemimpin yang efektif menyadari sungguh-sungguh hal itu dan mereka lebih suka mengambil keputusan yang salah daripada tidak berbuat apa-apa.

Ingatlah sebagai pemimpin anda tidak boleh menunda-nunda. Anda harus berani mengambil resiko keputusan yang salah ketimbang tidak mengambil keputusan sama sekali. Bayangkan ungkapan seperti “Keputusan merupakan bunga api yang membakar tindakan. Sampai suatu keputusan dibuat, tidak sesuatupun terjadi. Ini berarti anda sudah siap untuk menunjukkan Nilai dan Gaya anda.

Dengan memperhatikan hal-hal yang diungkap diatas, maka langkah-langkah untuk mengambil keputusan adalah hal yang terkait dengan persiapan untuk memutuskan. Dalam hal ini pemikiran tersebut ditopang oleh kemampuan untuk menjawab pertanyaan :

  1. Apakah sasaran (kualitatif dan kuantitatif) keputusan itu sudah dirumuskan dengan jelas ?
  2. Siapa yang harus membuat keputusan ?
  3. Apakah anda mempunyai batas waktu akhir atau kerangka waktu tertentu ?
  4. Seberapa jauh anda telah memiliki situasi dan fakta menjadi informasi yang cukup untuk membuat keputusan ?
  5. Seberapa jauh anda telah membuat analisis lapangan
  6. Sudah diindentifikasikah resiko apa saja dalam keputusan ini ?
  7. Sudahkah rencana tindakan anda siap dilaksanakan ?
  8. Bagaimana anda akan mnelusuri hasil dari keputusan yang diambil oleh anda ?
  9. Sudah siapkah anda untuk meninjau ulang ?
  10. Seberapa jauh anda dapat merumuskan akibat-akbatnya ?

Jadi kita meyakini bahwa kemampuan mengambil keputusan itu penting tetapi sifatnya harus diimbangi dengan penilaian berdasarkan analisis yang tepat, oleh karena itu diperlukan kemampuan membuat analisis secara sistimatis dengan memanfaatkan kekuatan otak dan hati.

Delapan, pemimpin menggunakan kekuasaannya secara bijaksana dalam rangka menguasai pengaruhnya.

Kita menyadari sepenuhnya bahwa kekuasaan adalah penggerak utama dari orang-orang dan peristiwa, sehingga kita dapat mengatakan pula kekuasaan tidak dapat dipisahkan dari kepemimpinan. Anda tidak dapat memimpin secara efektif tanpa kekuasaan itu, sehingga pemimpin yang paling berpengaruh menggunakan kekuasaannya secara bijaksana.

Kekuasaan yang dipakai dengan benar ibarat alat perekat yang kuat. Ia akan merekat semua sifat lainnya bersama-sama. Jadi apabila anda menggunakan kekuasaan dengan baik, anda menunjukkan kepada mereka bahwa anda dapat dipercaya, sehingga mereka mengetahui anda orang yang peka dan tidak akan menarik keuntungan dari mereka, dengan begitu bila mereka mempecayai anda , maka mereka akan bersifat loyal dan menghargai anda.

Jadi kekuasaan menjadi effektif sejalan adanya daya kemauan untuk mendelegasikan dalam arti memberikan wewenang kepada orang lain serta menjadi satu kekuatan menghibau dalam arti mengarahkan dan membantu orang lain agar berkemampuan penuh untuk mengubah keadaan.

Sejalan dengan apa yang kita pikirkan dengan kekuasaan itu, maka kita juga membayangkan adanya „Penyalaggunaan Kekuasaan“ sehingga berdampak seperti „Mengapa anda semua merasa takut terhadap Atasan anda ?“ Bisakah anda memberikan contoh ; Pernahkah anda berusaha mengungkapkan perasaan anda kepadanya ?  Jawabnya Ya ; Jadi apa yang akan anda lakkan ? dan seterusnya beragam pertanyaan akan timbul.

Oleh karena itu, bangkitkan pikiran anda, seberapa jauh anda dapat menggambarkan peran pemimpin yang „Gila Kekuasaan“, dalam hal ini dapat kita kemukan ciri-ciri pemain peran gila kekuasaan ditunjukkan dengan sifat

1) Kesombongan ;

2) Keangkuhan ;

3) Tidak setia ;

4) Melampaui batas ;

5) Superioritas dan hak pribadi di tempat yang tidak dibenarkan.

Jadi kekuasaan dapat mengeluarkan hal terbaik dan yang terburuk dari diri kita. Semuanya tergantung pada kewaspadaan kita, sehingga kita harus dapat membedakan antara apa yang disebut dengan „Kekuasaan Pribadi dan Kekuasaan Posisi“, disamping kita juga mengenal apa yang disebut lahirnya „Kekuasaan Informal“

Sejalan dengan apa-apa yang kita pikirkan diatas, yang menjadi masalah perlu kita pikirkan untuk mengetahui „Kunci untuk meningkatkan kekuasaan anda“, bila anda dapat memikirkan kedalam kebiasaan anda untuk

1) Pembelajaran bagi orang lain untuk menggunakan kekuasaan ;

2) Pamahamilah untuk menguangi apa yang disebut dengan Menara Kekuasaan ;

3) Datanglah ketempat mereka untuk memastikan bahwa anda memahami masalah dan tantangan yang mereka hadapi ;

4) Kompromi ;

5) Berbagi pengetahuan ;

6) Terbukalah terhadap komunikasi dan kritikan ;

7) Carilah lawan ;

8) Menyiapkan pengganti.

Bertolak dari pikiran diatas, ada daya kemauan yang kuat untuk mengungkit makna „Tanggung Jawab Kekuasaan“ artinya ketika anda menerima tanggung jawab kekuasaan, anda dengan cepat akan menemukan bahwa hal itu merupakan piranti yang halus yang memiliki kekuatan yang dapat menghancurkan dan menimbulkan rasa sakit atau menyembuhkan dan menciptakan kesempatan yang baru.

Apa yang kita pikirkan bilamana motivasi kita untuk berkuasa adalah untuk melayani berarti kita memahami kebijaksanaan untuk mengorbankan diri demi pelayanan orang lain, kita idak perlu mencari kekuasaan sehingga kekuasaan itu akan datang dengan sendirinya.

Untuk mewujudkan itu semua kita harus berani mengevaluasi diri sendiri dengan pertanyaan

1) Mengapa anda menginginkan kekuasaan ? ;

2) Apa yang akan lakukan dengannya ? ;

3) Apa artinya bagi anda sekali anda memlikinya ? ;

4) Siapa yang akan andalayani dengan kekuasaan anda ?

Kesembilan, pemimpin berkomunikasi secara efektif dalam usaha menempa relasi yang produktif.

Kita menyadari sepenuhnya mengenai kekuatan komunikasi, bagaimana ia mempengaruhi relasi dan bagaimana anda dapat menggunakannya untuk meningkatkan kepemimpinan anda dan mampu melayani pengikut anda sehingga partisipasi terwujud dalam membantu anda mengubah keadaan.

Dengan kedewasaan dalam keterampilan komunikasi yang baik akan membuahkan hasil menumbuh kembangkan pengertian berarti anda mampu :

1) Memotivasi dan mengilhami orang lain untuk mengambil tindakan ;

2) Membangun kerja sama dan kepercayaan ;

3) Tetap memusatkan perhatian pada masalah ;

4) Menyelesaikan konflik ;

5) Memberikan informasi yang tepat ;

6) Mencegah kegagalan komunikasi.

Jadi semakin baik kita berkomunikasi semakin besar pula kemungkinannya kita berhasil mengubah keadaan yang berarti menumbuhkan

1) Kemampuan dalam mengolah kata ;

2) Berusaha selalu untuk mempertahankan kesederhanaan

3) Menghindari bahasa yang berbelt-belit ;

4) Terbuka cara lain untuk mengatakannya ;

5) Verbalkan harapan anda.

Dengan kedewasaan anda berpikir berarti anda mampu menggunakan keterampilan anda untuk mengkomunikasi tiga yang vital yaitu

1) Visi dan misi anda ;

2) Secara jelas mengungkapkan sasaran kualitatif dan kuantitatif ;

3) Mampu menumbuh kembangkan budaya (nilai, norma, wewenang, ganjar)

Sejalan dengan pikiran diatas berarti pula anda mampu menjadi seorang saksi, sehingga anda mampu untuk „Mendengarkan itu lebih daripada separuh komunikasi, oleh karena itu terbuka peluang dalam kemampuan menelesaikan konflik menjadi satu kekuatan pikiran anda kedalam

1) Di mana awal mula terjadinya konflik ;

2) Mengabaikan konflik ;

3) Menyelesaikan apa yang disebut  kesenjangan dalam kematangan.

Jadi dengan kemampuan komunikasi yang matang dapat dipastikan jauh lebih rumit dan bergantung pada keseimbangan dari kesadaran intelektual dan emosional akan menumbuh apa yang disebut kata-kata yang mereka dengar dan tindakan yang mereka lihat.

Kesepuluh, pemimpin adalah pembangun sebuah tim yang berarti memaksimalkan kemampuan orang.

Pikirkan bahwa sebuah tim yang berhasil adalah sekelompok yang terdiri atas banyak tangan tetapi dengan satu pikiran. Oleh karena itu cara saya adalah dengan mencari orang yang pandai, informatif, kreatif dan kemudian mengambil kecemerlangan otak mereka.

Kepemimpinan kolaboratif melahirkan manusia selalu membentuk kelompok untuk mencapai tujuan yang tidak dapat dicapai oleh hanya satu orang. Yang perlu diingat adalah peran dalam pembangunan tim sesuai dengan fungsi apakah dalam dunia usaha atau sukarelawan dsb.

Pikiran anda gerakkan kedalam bagaimana caranya membangun tim artinya menjadi sorang pemimpin bukan berarti anda duduk santai di menara gading. Anda harus menjadi seorang pemimpin untuk membangun dan memelihara tim anda harus memusatkan perhatian pada lima dasar pembangunan tim :

  • Mengarahkan
  • Memotivasi
  • Melatih
  • Mendelegasikan
  • Memuaskan

MENGARAHKAN, pikirkan hal-hal yang terkait dengan kejelasan peran, evaluasi sumber daya anda yang tersedia, mengidentifikasi masalah yang mungkin timbul, pusatkan perhatian pada solusi, tetapkan rencana tindakan anda. Sejalan apa yang kita pikirkan anda juga meumuskan yang terkait dengan penghargaan dan pengakuan.

MEMOTIVASI, pikirkan arah dalam memotivasi tidak saja diri anda tetapi tekanan harus diberikan menciptakan lingkungan diantara anggota tim. Untuk itu diperlukan profesionalisme artinya bukan pekerjaan yang anda lakukan melainkan bagaimana anda melakukan pekerjaan itu yang membuat amda berhak menyandang gelar profesional. Oleh karena itu pikirkan hal-hal yang terkait dengan pertanyaan dibawah ini :

  • Apakah saya telah mendifinisikan profesionalisme bagi diri saya sendiri ?
  • Apakah saya membantu tim saya mendifinisikan profesionalisme bagi diri mereka sendiri ?
  • Apakah bawahan saya sudah mempunyai deskripsi pekerjaan yang jelas ang menunjukkan tanggung jawab dan pertanggungjawaban.
  • Apakah saya telah menetapkan tolok ukur prestasi dan kreteria yang jelas ?
  • Apakah saya mempunyai sistem evauasi prestasi yang efektif ?

Sejalan dengan apa yang anda pikirkan diatas, maka perlu pula tanamkan dalam daya kemauan untuk „Buatlah saya merasa penting“ (BSMP) arti keberadaan anda. Jadi gerakan pikiran anda menjadi satu kekuatan untuk melahirkan „Dukungan yang membangun bukan kritik membangun“

PELATIHAN, artinya apabila  orang melihat cara untuk maju mereka lebih mudah dimotivasi untuk dapat melakukannya. Pelatihan adalah motivator yang utama, oleh karena itu perlu dipahami meletakkan „Prinsip Belajar Dewasa“ baik secara pribadi maupun melalui orang lain yang menyangkut :

  • Jangan meninggalkan hal-hal dasar
  • Gunakan pendekatan „Ingin mengetahui“
  • Tekankan keuntungan pribadi
  • Berikan pelatihan praktek
  • Gunakan sesi pelatihan singkat
  • Kenalilah laju dan gaya belajar individu
  • Sesuaikan platihan dengan kebutuhan siswa

MENDELEGASIKAN, agar menjadi sesuatu yang dapat menjadikan berfungsi, maka perhatikan tujuh langkah untuk pendelegasian yang produktif :

  1. Mendifinisikan tugas dengan jelas.
  2. Memberikan wewenang untuk menyelesaikan tugas
  3. Menentukan pertanggungan  jawab yang dikehendaki
  4. Memberikan garis panduan untuk memulai  atau mengikuti.
  5. Memantau tugas
  6. Selalu memberkan umpan balik
  7. Menghargai dan mngakui upaya atau hasil yang dicapai.

MMUASKAN, artinya memberikan pelayanan sebaik mungkin dalam suasana lingkungan yang menyenangkan.

Sehingga anda dapat membuat pekerjaan itu menjadi sesuatu yang menyenangkan, maka anda akan berhasil mengalirkan seluruh bakat dan energi mereka yang tersimpan untuk mencapai tujuan tim.

Kita menyadari sepenuhnya jalan untuk untuk mengubah keadaan sungguh menantang dan sulit tetapi dengan sebuah tim yang terdiri atas para pembantu yang bersedia dan mampu, anda akan menganggap perjalanan yang harus ditempuh itu jauh lebih berharga.

Sebelas, seorang pemimpin itu bersifat pemberani artinya memperkuat pemecahan masalah.

Belajar dari ungkapan “Hanya sedikit orang yang memiliki kebesaran untuk mengubah sejarahitu sendiri, tetapi kita masing-masing dapat mengubah sebahagian kecil dari peristiwa-peristiwa dan dari sejumlah besar tindakan keberanian dan keyakinan itulah yang membentuk sejarah manusia”

Bertolak dari pikiran diatas, maka kita rumuskan yang dimaksud dengan  KEBERANIAN adalah status atau kualitas pikiran atau semangat yang memungkinkan seseorang menghadapi bahaya dengan rasa memiliki, percaya diridan resolusi.

Renungkan ada pepatah yang mengatakan bahwa “keberanian adalah rasa takut yang telah mengungkapkan doanya” Kita semua merasa takut akan sesuatu, namun kita semua berhasil mengatasi rasa takut dan kadang-kadang dalam hidup ini berusaha untuk tabah.

Untuk mengangkat keberanian dalam pikiran, maka bagaimana dan apa dasar keberanian perlu kita hayati sebagai sesuatu daya dorong untuk membangun dalam keberanian sebagai pemimpin ketika anda :

  • Mengikuti jalur yang sulit dalam menghadapi bahaya
  • Tetap mempertahankan keyakinan dan nilai-nilai
  • Bersedia mengorbankan kepuasan yang langsung demi keuntungan di masa depan.
  • Mengikuti naluri dan bertindak menurut kekuatan anda sendiri yang unik.

Ada banyak cara yang dapat diikuti untuk menjadi seorang pemimpin yang berani dan yang mampu mengubah keadaan. Oleh karena itu untuk „Menjadi Lebih Berani“ renungkan kembali agar ada daya dorong untuk memberikan penilaian atas kemauan dan kemampuan anda, misalkan memberikan tanda A (luar biasa ; B (baik) ; C (rata-rata) ; D (di bawah rata-rata ; F (gagal).

  1. Keberanian mencari kebenaran
  2. Keberanian untuk menaruh kepercayaan
  3. Keberanian untuk rendah diri
  4. Keberanian untuk menjalankan kehidupan yang beretika
  5. Keberanian untuk ikut terlibat
  6. Keberanian untuk meyakini sesuatu
  7. Keberanian untuk menolak sinisme
  8. Keberanian ntuk menolak tekanan sosial dan tekanan teman sebaya
  9. Keberanian untuk berbicara

10. Keberanian untuk bersikap kontrovrsial

11. Keberanian untuk bertanggung jawab

12. Keberanian untuk memimpin di rumah

13. Keberanian untuk memperjuangkan sesuatu

14. Keberanian untuk pantang mundur

15. Keberanian untuk melayani

16. Keberanian untuk mengikuti

Setelah anda menilai diri sendiri dengan menjawab pertanyaan diatas, sejalan dengan bidang apa saja yang pertama-tama ingin anda kerjakan untuk menjadi seorang pemimpin yang lebih berani untuk dapat „Merencanakan untuk keberanian“

Duabelas, seorang pemimpin itu mempunyai apa yang disebut komitmen sebagi kunci keberhasilan.

Dalam usaha untuk memikirkan keberhasilan, maka terbayangkan untuk merenungkan ungkapan „Tidak ada sesuatu pun yang mampu menghalangi kemaan manusia yang berani mengarungi bahaya ntuk mencapai tujuannya“

Dari ungkapan diatas, maka kita meyakini bahwa „Komitmen Anda Itu Penting“ sehingga dikatakan komitmen mrupakan kunci keberhasilan anda sebagai pemimpin. Komitmen merupakan daya pengikat yang mengikat kesebelas sifat kepemimpinan yang lain dan memberikan kekuatan artinya :

  • Komitmen untuk mengubah keadaan merupakan dasar dari visi dan misi anda yang pen
  • Komitmen untuk menjadi seorang pemikir besar menarik orang lain kepada anda.
  • Komitmen terhadap etika tinggi membangun kepercayaan diantara pengikut anda.
  • Komitmen untuk menjadi seorang pakar mengubah yang membuka pintu ke masa depan anda.
  • Komitmen untuk menjadi seorang pemimpin yang peka mengilhami loyalitas.
  • Komitmen untuk menjadi komunikator yang efektif mendukung hubungan yang produktif
  • Komitmen untuk menjadi pengambil keputusan mengembangkan bakat pengikut anda.
  • Komitmen untuk memakai kekuasaan secara bijaksana berati menguasai pengaruh.
  • Komitmen untuk mengambil resiko berarti memperluas kemungkinan yang terjadi
  • Komitmen untuk bersikap berani akan memperkuat keteguhan hati siapa saja.

Komitmen itu penting pada setiap tahap perkembangan kepemimpinan anda. Komitmen total dapat menciptakan keajaiban, walaupun anda berusaha meraih sisi yang tak terlihat dalam hati untuk membantu anda dalam masa-masa sulit, oleh karena itu dalam era yang menjunjung tinggi nilai-nilai, maka kita secara jelas dapat memahami

„Kebijaksanaan dalam memimpin“ , „Mengembangkan etika kerja baru“, „Kebaikan merupakan lawan dari kebesaran“.

Oleh karena itu, kita pikikan „anda tidak dapat menuntut kepemimpinan, anda harus  bekerja untuk berusaha untuk mendapatkannya“. Jadi kepemimpinan dapat anda peroleh apabila anda :

  • Melayani orang lain
  • Ajarkan manfaat dari memberi contoh
  • Menyadari bahwa jika anda mengurus hari ini
  • Bertanggung jawab penuh atas pikiran dan tindakan
  • Menjalani kehidupanseakan-akan hidup anda
  • Menyempatkan diri setiap hari berkomunikasi.

7. P E N U T U P

Perjalanan hidup abadi akan selalu terbawa dalam mimpi sebagai suatu kebutuhan yang menjadi pendorong agar kita selalu berpikir „Ketaatan“ dalam hubungan dengan sang pencipta dan berpikir „Positip“ dalam hubungan dengan manusia.

Oleh karena itu, kehidupan manusia adalah sebagai jalannya mata hari, a) Terbit matahari sama dengan bayi lahir, minta asuhan

b) Matahari naik sama dengan zaman anak-anak penting pendidikan ;

c) Tengah hari sama dengan zaman pemuda, hendaklah kuat belajar ;

d) Matahari mulai turun sama dengan zaman dewasa , sehatkan ekonomi ;

e) Hampir terbenam matahari sama dengan zaman tua, menunggu maut

Belajar dari uraian diatas, maka setiap manusia ketika pikirannya mulai aktif, mulai membuat kesimpulan-kesimpulan tentang Zat Sang Pencipta, mulai sadar mengapa dan untuk apa ia diciptakan, apa pesan-pesan Tuhan kepadanya dan ke mana akhir kehidupannya, ia lalu bangkit ilmu hingga dapat mengungkap hakikat dari semua itu. Ia lalu tahu bahwa tak ada yang lebih utama di bandingilmu dan amal, sebab hanya dua hal itulah yang dapat mendekatkan dirinya kepada Allah Swt. Karena itu ia kerahkan seluruh kekuatan dirinya, ia bangkitkan niat dan semangatnya demi kesempurnaan ilmu dan amal tersebut.

Apa yang terpikirkan menjelang Pemilu 2014 dimana kita dihadapkan gelombang ketidakpastian yang terkait dengan DINAMIKA SOSIAL POLITIK LOKAL yang mendorong kita harus memikirkan untuk MEMBANGUN KEBIASAAN MANUSIA maka terbayanglah bahwa kesempurnaan manusia tiga : Pengetahuan, Pengalaman, Belajar pada alam, dengan begitu mendorong BERPIKIR KE DEPAN dalam membangkitkan kesenangan hati dan tenang menghadapi sesuatu adalah dasar dari moral dan kewajiban yang utama dalam kesiapan merumuskan PETA JALAN MENUJU KEBERHASILAN, maka ingatlah kebun islam : Tanah sama dengan hati manusia.

Benih sama dengan keimanan. Air sama dengan amal yang saleh. Pupuk sama dengan ilmu pengetahuan. Siangannya sama dengan budi pekerti dan semangat.Pencurinya sama dengan setan. Hasil dan buahnya sama dengan keberuntungan dunia akhirat, maka terbukalah pikiran untuk ikut terlibat secara jelas dalam MENGUBAH KEADAAN.

Mengubah keadaan berarti ada daya kemauan yang kuat untuk mengetuk dinding jiwa tanpa topeng kepalsuan, yang mendorong anda untuk berpikir secara dinamis kedalam meretas jalan menjadi diri sendiri.

Renungkan pernyataan VISI dan MISI anda dengan keterampilan anda untuk mengkomunikasinya dalam perjalan hidup abadi anda, maka disitu sejenak anda untuk mendengarkan suara hati dengan merenungkan apa-apa yang terungkap dibawah ini :

„Menhidupkan impian yang mustahil

Memerangi musuh yang tidak terjinakkan

Menanggung penderitaan yang tak ada taranya

Melalui jalan yang dihindari oleh para pemberani

Meluruskan segala apa yang bengkok

Dan mencintai dengan cinta kasih yang murni dari atas

Terus mencoba mencapai bintang yang tak dapat ditangkap walaupun tanganku begitu lemah

Itulah idam-idamanku, terus mengikuti bintang itu

Walaupun tak ada harapan atau miskipun begitu jauh dan tinggi

Tetap berjuang untuk kebenaran tanpa tanya atau istrahat

Bersedia melalui neraka untuk satu kepentingan surga“

Akhirnya dengan daya kemauan yang kuat melahirkan tindakan anda dari hasil pikiran anda sendiri, karenanya sambutlah salam fajar menyingsing ini

“ Hari ini hidup justru yang menentukan kehiduan kita ….

Dalam kelangsung hidup yang pendek itu tercakup semua kegiatan …….

Dan kebahagian dari pada wujud hidup anda …..

Kebahagian pertumbuhan ……….

Kegemilangan keindahan ………..

Keagungan tindakan …………..

Kemarin hanya suatu impian ……….

Besok suatu pandangan….

Tetapi hari ini bila hidup baik ……

Akan membuat tiap hari kemarin suatu impian suatu

impian kebahagian ………….

Karenanya manfaatkanlah sebaik-baiknya hari ini ……..

Demikian salam sambutan fajar menyngsing ….. „

 

 

 

 

 

Read Full Post »

 BUKU PANDUAN BUDAYA ORGANISASI YANG KUAT DAN SEHAT

BAGI AKTIVIS – ANGGOTA LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT

 GERAKAN MASYARAKAT BAWAH INDONESIA

 A. MAKNA LOGO LSM G.M.B.I

 

 


 

 

 

 

 

 

 

1. Lambang organisasi mewujudkan pencerminan dari :

  1. Lambang benbentuk bulat mencerminkan perjuangan yang terus menerus tiada henti.
  1. Panah yang lurus mencerminkan tekad yang kuat dan kokok dalam pendirian
  1. Jumlah panah mencerminkan 1. Tekad untuk berjuang dan mengabdi kepada bangsa dan negara. 2. tekad untuk menjaga, menjalin kesatuan dan dan keutughan bangsa. 3. Tekad untuk selalu mementingkan bangsa dan negara diatas semua kepentingan.

2. Warna lambang mewujudkan percerminan dari :

  1. Warna hitam dalam bendera mencerminkan nuansa religius.
  1. Warna putih mencerminkan niat yang ikhlas dan suci dalam melaksanakan perjuangan
  1. Warna hijau mencerminkan kejujuran dalam menuangkan tulisan.
  1. Warnah merah mencerminkan keberanian dalam bertindak
  1. Warna biru mencerminkan kesetiaan, loyalitas bersama rakyat.

3. Tiga pegangan buat aktivis dan atau anggota GMBI

  1. Bahagia dan sa’adah hanya akan dirasakan oleh orang yang membela KEYAKINAN, KEBENARAN, DAN KEADILAN.
  1. Kemenangan dan kejayaan hakiki akan diberikan kepada para pejuang yang RELA BERKORBAN, KUAT MENAHAN PENDERITAAN dan KEPAPAAN.
  1. Tegaklah dengan KEYAKINAN dan PERJUANGAN KARENA makna hidup dan GUNA HIDUP terletak pada KEYAKINAN dan PERJUANGAN.

B. MOTO PERJUANGAN LSM GMBI

Menciptakan kader anak bangsa BERMORAL, PINTAR, SOLID dan BERANI

 C. GMBI. SEBUAH SIMBOL PERUBAHAN

(G)elorakan kekuatan (E)mosional positif (R)akyat yang ber (A)gama sebagai (K)ekuatan dari (A)nak (N)egara.

(M)anuia sebagai makhluk allah memiliki (A)mbisi mewujudkan ke (S)ejahteraan untuk mendorong kedalam ke (Y)akinan sejalan dengan kekuatan (A)qidah yang dianut sebagai (K)arekter dalam menjalankan (A)manah berdasarkan kehendah (T)uhan yang maha esa.

(B)asis kekuatan (A)nggota sebagai (W)arga  (A)nak bangsa indonesia untuk (H)idup ditanah air sendiri

(I)ntergritas sebagai kekuatan (N)asionalisme membangun (D)emokrasi yang sejalan dengan (O)rang berdasarkan (N)aluri, (E)mosi dan (S)osial berlandaskan kekuatan (I)nteletual  dan ber (A)dab

Bila 31 HURUF GMBI  disatukan kedalam kalimat yang bermakna, maka menjadi kebiasan dalam bersikap dan berperilaku dalam mewujudkan mimpi bersama kedalam TIM KERJASAMA menjadi :

(G)ELORAKAN kekuatan (E)mosional positif (R)akyat yang ber (A)gama sebagai (K)ekuatan dari (A)nak (N)egara indonesia selaku (M)ANUSIA sebagai makhluk allah memiliki (A)mbisi mewujudkan ke (S)ejahteraan untuk mendorong kedalam ke (Y)akinan sejalan dengan kekuatan (A)qidah yang dianut sebagai (K)arekter dalam menjalankan (A)manah berdasarkan kehendah (T)uhan yang maha esa kedalam (B)ASIS kekuatan sebagai (A)nggota  (W)arga (A)nak bangsa indonesia untuk  (H)idup ditanah air sendiri kedalam prinsip (I)NTERGRITAS sebagai kekuatan (N)asionalisme membangun (D)emokrasi yang sejalan dengan (O)rang berdasarkan (N)aluri, (E)mosi dan (S)osial berlandaskan kekuatan (I)inteletual  dan ber (A)dab

D. IKRAR JANJI AKTIVIS – ANGGOTA LSM G.M.B.I.

1. Kami,  Keluarga Besar GMBI (GERAKAN MASYARAKAT BAWAH INDONESIA) adalah sebagai Manusia yang bergabun dalam kumpulan atau disebut organisasi LSM yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2. Kami, keluarga besar GMBI (GERAKAN MSYARAKAT BAWAH INDONESIA) siap bela BELA NEGARA sebagai perwujudan Anak Bangsa yang berdaulat, bermatabat dan merdeka demi terwjudnya NKRI (NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA) SEBAGAI HARGA MATI.

3. Kami, Keluarga Besar GMBI (GERAKAN MASYARAKAT BAWAH INDONESIA) Menyatakan Sikap dan BERKOMITMEN bahwa PANCASILA  adalah falsafah Berbangsa dan Bernegara sebagai Kpribadian  yang Berdaulat, Bermatabat, Adil serta menjunjung Keaneka Ragaman sesuai BHINEKA TUNGGAL IKA . Berbeda-beda tapi satu.

4. Kami Keluarga besar GMBI (GERAKAN MASYARAKAT BAWAH INIDONESIA) Akan Taat, Patuh, Loyal,  terhadap Lembaga  tertinggi GMBI  sebagai pendiri dan GMBI keseluruhan sebagai wujud mengembangkan sayap : MENGEDEPANKAN PERJUANGAN MENGANGKAT HARKAT  DAN MARTABAT MASYAAKAT BWAH KHUSUSNYA  UMUMNYA MASYARAKAT INDONESIA MENUJU SEJAHTERA ATAS DASAR KEKELUARGAAN GOTONG ROYONG YANG DILANDASI AMANAH, AMALIAH DAN ISTIQOMAH serta siap dengan dengan segala resiko melaksanakan AMAR MA’RUF NAHI MUNGKAR (tegakkan kebenaran dan berantas kedholiman / kejahatan / penindasan.

5. Kami keluarga Besar GMBI 9GERAKAN MASYARAKAT BAWAH INIDONESIA) Akan tunduk serta patuh kepada aturan  Anggaran Dasar dan Rumag Tangga, Program Umum , Peraturan Organisasi, Kpuusan Lembaga Tertinggi, Peraturan Perundang-undangan yang berlaku, juga tetap SETIA BELA PANCASILA, SETIA PADA PEMBUKAAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945 mengutamakan KERJA KERAS, JUJUR DAN BERTANGGUNG JAWAB DALAM MELAKSANAKAN PEMBAHARUAN DAN PEMBANGUNAN UNTUK MELETAKKAN PERAN SERTA MASYARAKAT DI NKRI sebagai BELA NEGARA.

E. GMBI SIMBOL BUDAYA ORGANISASI

1. GMBI yang terdiri empat huruf sebagai simbol budaya organisasi menjadi huruf yang bermakna sebagai suatu kata pendorong dalam bersikap dan berperilaku bagi Aktivis dan Anggota LSM GERAKAN MASYARAKAT BAWAH INDONESIA bahwa :

GERAKAN mengandung arti suatu gerakan melaksanakan perubahan dari pola pikir lama ke pola pikir baru dalam memecahkan kesenjangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

MANUSIA mengandung arti sebagai khalifah di bumi berusaha terus menerus membangun kekuatan pikiran dalam KETAATAN dalam hubungan dengan Allah Swt dan berpikir positif dalam hubungan dengan manusia lainnya.

BAWAH  mengandung arti basis   kekuatan sebagai anggota  warga anak bangsa indonesia untuk  hidup ditanah air sendiri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

INDONESIA mengandung arti intergritas sebagai kekuatan dalam nasionalisme membangun demokrasi yang sejalan dengan orang berdasarkan naluri, emosi dan sosial berlandaskan kekuatan intelektual  dan beradab.

BUDAYA LSM GMBI adalah wujud sikap dan perilaku sebagai Manusia Indonesia Seutuhnya dalam kemampuan memanfaatkan kesadaran, kecerdasan dan akal kedalam usaha mengaktualisasikan  makna Budaya Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia sebagai pedoman yang harus dianut selaku Aktivis – Anggota

2. VISI, MISI, TUJUAN, STRATEGI DALAM BUDAYA LSM GMBI

Kesamaan VISI DALAM SIKAP dan MISI DALAM PERILAKU dalam BUDAYA LSM GMBI dengan tuntunan NILAI, NORMA, WEWENANG, dan GANJAR secara jelas dirumuskan.

Oleh karena itu Visi Dalam Sikap menggambarkan persfektif perjalanan hidup yang abadi dan Misi Dalam Perilaku menggambarkan jembatan sebagai sarana dalam perjalanan hidup jangka panjang.

VISI BUDAYA LSM GMBI DALAM BERSIKAP adalah membangun CITRA Aktivis – Anggota dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan BUDAYA kerja sama kedalam dan keluar dengan ARAH menuntun sikap kedalam kekuatan berpikir ketaatan dan berpikir positip dengan TUJUAN melaksanakan gerakan masyarakat bawah indonesia secara produktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

MISI BUDAYA LSM GMBI DALAM BERPERILAKU adalah kebiasaan untuk MEMPERHATIKAN kehangatan dalam mengkomunikasikan suara hati dengan memberikan BIMBINGAN atas kepercayaan dan keyakinan kedalam kekuatan antisipatif berdasarkan ANALITIS dalam kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan tantangan terhadap gejala menjadi masalah yang dihadapi secara EKPRESIF dengan spontan, bersemangat, berpikir metodis (otak dn hati) dan non-metodis (hati)

 TUJUAN BUDAYA LSM GMBI adalah melaksanakan secara konsisten, berkesinambungan dan terbuka dalam mewujudkan visi dan misi GMBI.

STRATEGI BUDAYA LSM GMBI adalah menggerakkan sosialisasi secara konsisten, berkesinambungan dalam melaksanan pengawasan dan pengendalian atas IKRAR JANJI Aktivis – Anggota  LSM GMBI.

 3. NILAI, NORMA, WEWENANG DAN GANJAR DALAM  BUDAYA LSM GMBI :

3.1. NILAI DALAM BUDAYA LSM GMBI :

Nilai dalam budaya LSM GMBI memberikan suatu pernyaatan yang menggambarkan apa yang lebih penting atau kurang penting ; apa yang lebih baik atau kurang baik ; apa yang lebih benar atau yang kurang benar dalam menuntun sikap dan perilaku yang digerakkan oleh kekuatan pikiran.

Oleh karena itu, kita mengenal Nilai utama yang berpijak kepada apa yang telah digariskan dalam nilai-nilai PANCASILA sebagai gambaran nilai STATIS yang digerakkan oleh pikiran KESADARAN kedalam hati yang mencakup :

KETUHANAN YANG MAHA ESA

  • Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaan dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  • Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan Agama dan Kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  • Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama anatara pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  • Membina kerukunan hidup di antara sesame umat beragama dan berkepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  • Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha esa  adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa yang dipercaya dan diyakininya.
  • Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan  menjalankan ibadah  sesuai dengan agama dan keercayaan masing-masing.
  • Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB

  • Mengakui memperlakukan manusia ssuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
  • Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia , tanpa membeda-bedakan suku, keurunan, agama, kepercayaan , jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
  • Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
  • Mengembangkan sikap tenggang rasa dan tepa selira.
  • Mengembangkan sika tidak semena-mena  terhadap orang lain.
  • Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
  • Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  • Berani membela kebenaran dan keadilan.
  • Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh ummat manusia.
  • Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjsama dengan bangsa lain.

PERSATUAN INDONESIA

  • Mampu menempatkan  persatuan, kesatuan serta kepentingan dan keselamatan bangsa  dan Negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan.
  • Sanggub dan rela berkorban untuk kepentingan Negara dan bangsa apabila diperlukan.
  • Mengembangkan rasa cinta tanah air dan bangsa.
  • Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
  • Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian dan keadilan sosial.
  • Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinika Tunggal Ika.
  • Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT

KEBIJAKSANAAN  DALAM PERMUSYAWARATA/PERWAKILAN

  • Sebagai warga Negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
  • Tidak boleh memksakan kehendak kepada orng lain.
  • Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  • Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
  • Menghormati dan menjunjung tinggi keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
  • Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
  • Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  • Musyawarah dilakukan dengan akal yang sehat dan ssuai denganhati nurani yang luhur.
  • Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan, mengutamakan pesatuan dan kesatuan dem kepentingan bersama.
  • Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan permusyawaratan.

KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA

  • Mengembangkan Perbuatan yang luhur,, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongan-royongan.
  • Mengembangkan sikap adil terhadap sesame.
  • Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  • Menghormati hak orang lain.
  • Suka memberikan pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
  • Tidak menggunakan hak milik usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
  • Tida menggunakan hak milk untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
  • Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bertentangan dengan atau merugikan kepentinga umum.
  • Suka bekerja keras.
  • Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemanusiaan da kesejahteraan bersama.
  • Suka melakukan kegiatan dalam angka mewujudkan kemajan yang merata dan keadilan soisial.

Selain Nilai utama, maka digariskan pula dalam nilai-nilai DAYA DORONG sebagai gambaran nilai DINAMIS yang digerakkan oleh pikiran KECERDASAN DAN AKAL  kedalam jiwa yang digerakkan oleh kepercayaan dan keyakinan mencakup :

KEYAKINAN :

Keyakinan yang benar (haqqul yaqin), tertuang dalam :

Surat Al Waaqi’ah, QS. 56 : 95 “Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar.

KEBENARAN:

Kebenaran itu bersumber dari Allah :

Surat Al Baqarah, QS. 2 : 147“ Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.

Surat Ali’Imran QS. 3 : 60“ (Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.

Surat Yunus QS. 10 : 94“ Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.

Surat Al Qashash QS. 28 : 75“ Dan Kami datangkan dari tiap-tiap umat seorang saksi, lalu Kami berkata “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu”, maka tahulah mereka bahwasanya yang hak itu kepunyaan Allah dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulunya mereka ada-adakan.

KEADILAN :

Perintah bertindak adil :

Surat An Nisaa’ QS. 4 : 135” Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjaan.

Surat Al Maa-idah QS. 5 : 8” Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 Surat Al An’aam QS. 6 : 152“ Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfa`at, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil kendatipun dia adalah kerabat (mu), dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat,

Surat Al A’Raaf QS. 7 : 29” Katakanlah: “Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan”. Dan (katakanlah): “Luruskanlah muka (diri) mu di setiap shalat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan keta`atanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu akan kembali kepadaNya)”.

Surat An Nahl QS. 16 : 90” Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.

Pelaku keadilan  dicintai Allah :

Surat Al Mumtahanah QS. 60 : 8” Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

RELA BERKORBAN :

Mengorban diri untuk mencapai ridla Allah :

Surat Al Baqarah QS. 2 : 207” Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.

KUAT MENAHAN PENDERITAAN DAN KEPAPAAN

Sabar dalam penderitaan :

Surat Al Baqarah QS. 2 : 177” Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

Surat At Taubah QS. 9 : 128“ Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu’min.

BERMORAL:

Dasar-dasar akhlak:

Surat AlA’raaf QS. 7 : 199“ Jadilah engkau pema`af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma`ruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh.

,200“ Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.,

201“ Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.

Surat Al Baqarah QS. 2 : 109“ Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma`afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Surat Ali „Imran QS. 3 : 14“ Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

Surat An Nisaa’ QS. 4 : 149“ Jika kamu menyatakan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pema`af lagi Maha Kuasa.

Surat Al Maa-idah QS. 5 : 13“ (Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Akhlak Nabi Muhammas saw :

Surat Ali ‚Imran QS. 3 : 159” Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma`afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

PINTAR :

Surat Yunus QS. 10 : 79“ Fir`aun berkata (kepada pemuka kaumnya): “Datangkanlah kepadaku semua ahli-ahli sihir yang pandai!”

Surat Yusuf QS. 12 : 36“ Dan bersama dengan dia masuk pula kedalam penjara dua orang pemuda. Berkatalah salah seorang di antara keduanya: “Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku memeras anggur.” Dan yang lainnya berkata: “Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku membawa roti di atas kepalaku, sebahagiannya dimakan burung.” Berikanlah kepada kami ta`birnya; sesungguhnya kami memandang kamu termasuk orang-orang yang pandai (mena`birkan mimpi).,

45“ Dan berkatalah orang yang selamat di antara mereka berdua dan teringat (kepada Yusuf) sesudah beberapa waktu lamanya: “Aku akan memberitakan kepadamu tentang (orang yang pandai) menta`birkan mimpi itu, maka utuslah aku (kepadanya).”,

 55“ Berkata Yusuf: “Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan.”

SOLID – kuat , kukuh, berbobot – padat, berisi :

Surat Al Kahfi QS. 18  : 34“ dan dia mempunyai kekayaan besar, maka ia berkata kepada kawannya (yang mu’min) ketika ia bercakap-cakap dengan dia: “Hartaku lebih banyak dari pada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat”.

Surat An Naml QS. 27 : 39“ Berkata `Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya”.

Surat Al Qashash QS. 28 : 26“ Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: “Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya”.

Surat ArRuum QS. 30 : 9“ Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang yang sebelum mereka? Orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan.

Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri“.

Kekuatan:

Surat Al Baqarah  QS. 2 : 11“ Dan bila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.”,

65“ Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera yang hina”.

Surat Al An’aam QS. 6 : 19“ Katakanlah: “Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?” Katakanlah: “Allah. Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan Al Qur’an ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al Qur’an (kepadanya). Apakah sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan yang lain di samping Allah?” Katakanlah: “Aku tidak mengakui”. Katakanlah: “Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)”.

Kebenaran bakal dikokohkan Allah:

Surat Yunus QS. 10 : 82“ Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai (nya).

BERANI: 

Mempunyai hati yang mantap dan rasa percaya diri yang besar dalam menghadapi bahaya, kesulitan dsb

Hati yang diberi hidayah Surat At Taghaabun QS. 64 : 11“ Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Menyatukan kekuatan nilai utama yang digerakkan oleh KESADARAN dan nilai daya dorong yang digerakkan oleh KECERDASAN DAN AKAL yang bersumber dalam Al Qur’an kedalam kekuatan azas yang menyatukan sebagai pedoman cita-cita bersama yang digerakkan oleh pikiran  menjadi nilai-nilai yang mengikat.

Dengan kebiasaan memanfaatkan kekuatan pikiran dalam KESADARAN, KECERDASAN DAN AKAL   untuk memahami, menghayati dan mengamalkan makna nilai-nilai tersebut diatas kedalam LSM GMBI sebagai kekuatan untuk menjaga kehidupan aktivis dan anggota pribadi, dan komunitas dalam kerja, keluarga dalam pandangan yang benar serta dapat dipertanggung jawabkan yang sejalan dengan VISI dan MISI LSM GMBI.

3.2. NORMA DALAM BUDAYA LSM GMBI :

Bertolak dari jabaran nilai-nilai yang menjadi kekuatan menggerakkan pikiran kesadaran, kecerdasan dan akal, maka untuk mengikatnya diperlukan norma sebagai aturan atau kaidah yang dipakai sebagai tolak ukur penilaian pelaksanaan nilai kedalam sikap dan perilaku sebagai panduan, tatanan dan kendali.

Sejalan dengan itu diperlukan kaidah untuk mengatur hal-hal yang terkait dengan pelaksanaan peran dalam fungsi,, tugas, dan pekerjaan dengan kebiasaan yang produktif dalam kegiatan pada Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia.

3.3. WEWENANG DALAM BUDAYA LSM GMBI :

Bertolak dari ketentuan noma, maka dalam menjalankan dari setiap pemain peran harus mampu menuntun bahwa pelaksanaan atas wewenang haruslah sejalan dengan setiap keputusan yang diambil.

Jadi kemampuan untuk mengambil keputusan sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku. Wewenang adalah kekuasaan yang syah untuk melaksanakan peranan sesuai dengan jabatan.

Oleh karena itu, weweang haruslah dipandang dari poros cahaya artinya memanfaatkan wewenang kita dapat hidup dengan keyakinan, harapan dan cinta, sebaliknya juga dapat dilihat dari poros gelepan artinya kita dapat hidup dengan ketakutan, harapan dan ketamakan.

3.4. GANJAR DALAM BUDAYA LSM GMBI :

Ganjar dalam arti imbalan yang diberikan secara wajar dan adil baik bersifat finansial maupun no-finansial. Atau dengan kata lain ganjar adalah imbalan dalam bentuk penghargaan atas prestasi positif atau hukuman atas prestasi negatif.

3.5. BUDAYA LSM GMBI SEBAGAI PEDOMAN PERJALANAN  HIDUP DALAM

          BERSIKAP DAN BERPERILAKU

  • Menjadi pedoman sebagai aturan yang harus kita patuhi dan dijalankan sebagi komitmen yang datang dari diri sendiri untuk mewujudkan tujuan dalam hubungan dengan Allah dalam usaha mencari ridha Allah.
  • Dengan pedoman yang diformalkan dapat diterima oleh aktivitis dan anggota diharapkan dapat menuntun dalam menjalankan peran yang dibebankan dalam mewujudkan kehidupan yang baik dan bahagia.
  • Dengan pedoman itu pula mendorong kepada aktivis dan anggota untuk mampu membangun dalam mewujudkan masyarakat damai yang produktif.
  • Menjadi pedoman dalam merumuskan budaya kerja dalam berbangsa dan bernegara dalam mewujudkan adil, bahagia, makmur dan ampunan.
  • Menjadi pedoman akan arti penting untuk terus meningkatkan kompetensi dalam usaha untuk mewujudkan kewaspadaan yang sejalankan berpikir dalam dimensi masa depan yang beragam.
  • Menjadi pedoman bagi setiap pemimpin dalam organisasi untuk mendorong kompetensi mengkoordinasikan untuk bergerak secepat kilat.
  • Menjadi pedoman bagi aktivis dan anggota kedalam kesiapan menghadapi perubahan yang sejalan dengan wujud kekuatan adaptabilitas.
  • Menjadi pedoman bagi aktivis dan anggota untuk dapat  mampu menyelaraskan dengan visi dan misi LSM GMBI.
  • Menjadi pedoman bagi aktivis dan anggota untuk mendorong individu dan kelompok kedalam kekuatan mengembangkan inovasi.

F. BUDAYA LSM GMBI YANG KUAT DAN SEHAT

Bertolak dari kebersamaan dalam pola pikir bersikap dan berperilaku yang dituntun oleh Budaya LSM GMBI, untuk menggerakkan kebiasaan pikiran dalam mengelola hidup dengan energi mampu memberikan ruang gerak yang terkait dengan dimensi masa dapan yang penuh gejolak dan tantangan.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka mengelola organisasi LSM GMBI berbasiskan budaya dalam kondisi yang kuat dan sehat dengan :

1. MENDALAMI MAKNA MENGELOLA HIDUP DENGAN ENERGI

    SEBAGAI LANDASAN BERPIKIR MENCAKUP :

1.1.         Mengelola kebiasaan dalam menciptakan RASA AMAN artinya memberikan gambaran yang bersifat Terbuka hal-hal yang berkaitan dengan rasa aman, stabil, partisipatif, rasa memiliki, awas secara fisik, membantu, mapan VERSUS Tertutup hal-hal yang berkaitan dengan tidak aman, keras kepala, kaku, menolak perubahan, banyak tingkah, terisolasi, ekslusif.

Sejalan dengan pikiran 1.1. tersebut timbul pertanyaan kunci berupa

1) apa arti rasaaman bagi anda ? ;

2) Kapan anda merasa terlalu nyaman dalam hidup ; apa harga yang anda harus bayarkan untuk rasa nyaman yang berlebihan it ?

3) Bagaimana anda membantu orang lain untuk menemukan rasa aman batin

4) Nilai apakah yang menjadi keyakinan dasar hidup anda ? Apakah nilai-nilai itu nilai anda sendiri ?

5) Bagaimana anda menjaga kesehatan fisik ? Apakah yang telah anda lakkan telah memadai ?

6) Bagaimana „rasa takut ditolak“ menghambat anda ?

1.2.         Mengelola kebiasaan dalam membangkitkan GAIRAH artinga memberikan gambaran yang bersifat  Terbuka hal-hal yang berkaitan dengan kreatif, mandiri, petualang, akrab secara fisik dan emosi, dinamis dan berani mengambil resiko VERSUS Tertutup penghargaan diri rendah, frustrasi, terlalu memanjakan diri, kreativitas rendah, tidak berani ambil resiko.

Sejalan dengan pikiran 1.2. diatas timbul  pertanyaan kunci ini :

1) Apa yang membuat hidup anda bergairah ? ;

2) Emosi apa yang mudah dan tidak muda anda ungkapkan ? ;

3) Sejauh manda anda dapat hidup dengan ambibiguitas dan ketidakpastian ?

4) Bagaimana cara anda mengelola konflik secara sehat ? ;

5) Sejauh mana anda dapat menjalin hubungan yang sehat dengan orang lain

6) Apa tujuan hidup anda? Bagaimana anda menghayatinya ? ;

7) Bagaimana „ketakutan kehilangan kendali“ mempengaruhi hidup anda ?

1.3.         Mengelola kebiasaan dalam berbagi KEKUATAN atinya memberikan gambaran yang bersifat Terbuka hal-hal yang berkaitan dengan kuat, menentukan diri sendiri, antusias, tegas, otonom, percaya diri, bertujuan, asertif, membangkitkan semangat dan berani VERSUS Tertutup rendah diri, suka menyalahkan, merasa diri sebagai korban, tunduk, kasar takut, jengkel merasa malu dari bersalah, agresif dan tidak peka.

Sejalan dengan pikiran 1.3. diatas timbul  pertanyaan kunci ni :

1) Apa yang membuat anda yakin bahwa andalah yang menentukan takdir anda sendiri ? ;

2) Apakah anda membiarkan harapan orang lain mmemengaruhi hidup anda ? Jika ya, bagaimana caranya ? ;

3) Apa yang anda lakukan untuk mendapakan kekuatan anda dan kapan anda melepaskannya ?

4) Kapan anda measa nyaman berbagi kekuatan dan kapan tidak nyaman ?  Apakah anda melakukannya secara adil ? ;

5) Kapan terakhir kali anda berusaha melihat ke dalam diri ? ;

6) Bagaimana rasa takut ditolak menghambat anda ?

1.4.         Mengelola kebiasaan dalam cinta yang MENGINSPIRASI artinya memberikan gambaran yan bersifat Terbuka hal-hal yang berkaitan dengan berbelas kasih, memaafkan, berani mempercayai, bersyukur, rapuh, peduli menerima diri sendiri, bebas, memperlihatkan kesedihan, dukacita, kegembiraan dan kebahagian VERSUS Tetutup kesepian, suka menyendiri, menuupi kerapuhan, menyalahkan diri sendiri, dendam, memlikikelekatan, getir, cemburu, putus asa, memperlihatkan kebencian dan ketidakpercayaan.

Sejalan dengan pikiran 1.4 ini, maka timbul pertanyaan kunci yang mencakup :

1) Apa yan membuat anda bergembira ? ;

2) Kapan anda merasa pikira selaras dengan perasaan ? ;

3) Apakah anda cukup mengasihi diri sendiri dan orang lain ? Siapa yang pelu anda maafkan ? ;

4) Kapan anda merasa cinta menguasai hati anda ? ;

5) Berapa banyak waktu yang anda gunakan untuk memikirkan masa depan dan masa lalu ? ;

6) Apa yang anda syukuri saat ini ? ;

7) Bagaimana rasa „takut dikhianati“ menghambat perkembangan anda ?

1.5.         Mengelola kebiasaan dalam menyerukan KEBENARAN artinya memberikan gambaran yang bersifat Terbuka hal-hal yang berkaitan dengan jujur, autentik, terintergrasi, dapat mengungkapkan diri, dapat membaur, inovatif, dapat menyesuaikan diri, berkomitmen dan pendengar yang baik VERSUS Terbuka menahan diri, secara emosional tidak ekspresif, hati-hati, tidak jujur, ragu-ragu, sembrono, dangkal sulit berkomitman keyakinan pribadi tidak jeladdan sinis.

Sejalan dengan pikiran 1.5. ini, timbul  pertanyaan kunci ini :

1) Apa itu kebenaran ? ;

2) Kapan anda mengatakan apa yang anda benar-benar ingin katakan ? Apa akibatnya jika anda tidak mengatakannya ? ;

3) Rahasia apa yang membuat anda tidak bebas ? ;

4) Bagaimana kisah-kisah yang anda ceritakan menghambat perkembangan anda ? ;

5) Apa anda menyediakan cukup waktu untuk mendengarkan suara batin ? Apa yang terjadi jika mendengarkan suara batin ? ;

6) Bagaimana „rasa takut dipermalukan“ menghambat perkembangan anda ?

1.6.         Mengelola kebiasaan dalam mempercayai INTUISI artinya memberikan gambaran yang bersifat Terbuka hal-hal yang berkaitan dengan intuitif, imajinatif, bijak, visioner, dapat melihat masa depan, mampu memahami kebenaran yang tersembunyi, awas, mengalr cepat mengerti, nonlinier dan berpikiran terbuka VERSUS Terbuka hal-hal yang berkaitan dengan berpikiran sempit, daya penglihatan sempit, secara mental terpenjara, berpikr obsesif, selalu mengalami mimpi buruk, kaku, sulit mempercayai orang lain dan tidak logis.

Sejalan dengan pikiran 1.6. ini, timbul  pertanyaan kunci ini :

1) Apa yang terjadi jika anda mendengarkan intuisi ? Apa yang terjadi jika anda tidak mendengarkan intuisi ? ;

2) Bagaimana intuisi membantu proses belajar anda ? ;

3) Apa yang menghidupkan imajinasi anda ? ;

4) Sejauh mana anda teruka pada isyarat-isyarat yang dikirimkan tubuh ? ;

5) Kapan anda merasa sangat jelas dengan nglihatan pribadi anda ? ;

6) Apakah anda menjalani kehidupan impian anda ? ;

7) Bagaimana rasa takut “pengetahuan sejati” menhambat hidup anda

1.7.         Mengelola kebiasaan dalam menghormati MISTERI kehidupan

Artinya memberikan gambaran yang bersifat Terbuka dengan hal-hal yang berkaitan dengan sadar, tercerahkan, mistis, menginspirasi, rendah hati, dapat meramalkan, taat, terbebaskan dan hening VERSUS Terbuka hal-hal yang berkaitan dengan tanpa tujuan, terpisah, tersesat, menghakimi gelisah, tertekan, secara spritual acuh, putus asa dan tanpa harapan.

Sejalan dengan pikiran 1.7. ini, timbul pertanyaan kunci ini :

1) Apa yang membuat anda merasa damai ? ;

2) Kapan anda merasa sangat terhubung dengan kehidupan ? ;

3) Apa yang anda lakukan untuk membantu orang supaya lebih terhbung dengan sudut pandang universal ? ;

4) Kapan anda bersahabat dengan kematian ? ;

5) Apa artinya menghargai hidup bagi anda ? ;

6) Apakah anda percaya keajaiban ? Kapan anda mengalami keajaiban untuk pertama kalinya ?

7) Bagaimana kekuatan „rasa takut pada yang belum dikenal“ menghambat anda ?

2. MENGELOLA LSM GMBI BERBASISKAN BUDAYA

Mengelola organisasi LSM GMBI kedalam kekuatan beroperasi yang kuat dan sehat  berbasiskan budaya digerakkan oleh kebisaan pola pikir yang terarah dalam dua sudut pandang yang kita sebut dari sudut pandang dengan pola pikir poros cahaya artinya budaya menentapkan KEYAKINAN, HARAPAN dan CINTA sebagai satu kekuatan. Dan disisi lain dengan sudut pandang  dengan pola pikir poros kegelapan artinya diperlukan satu kekuatan melepaskan diri dari KETAKUTAN, HARAPAN dan KETAMAKAN yang dapat mempengaruhi dalam proses berpikir.

Oleh karena itu budaya menggariskan hal-hal kebiasaan berpikir dalam poros cahaya yang dapat menuntun kedalam bersikap dan berperilaku yang mencakup :

2.1. KEBIASAAN BERPIKIR DALAM KEWASPADAAN

Pertama, tingkatkan kemampuan untuk menyelidiki kedalam kebiasaan berpikir untuk melihat lapangan masa depan yang beragam. Oleh karena itu gerakkan kekuatan berpikir kedalam alternatif bahwa dari pengalaman bahwa :

1) Kecenderungan gagasan hanya berdaya guna 5 tahun dan daya gunanya akan semakin berkurang ;

2) Dengan memperhatikan spektrum masa depan memungkinkan orang melihat tentang kemungkinan kebutuhan perubahan bagi organisasi ;

3) Dengan melihat alternatif masa depan mempermudah mencari strategi perlindungan yang tepat kedalam a) apakah kebutuhan umum dapat dilihat di seluruh rentang masa depan ? ; b) seberapa tepat strategi dan struktur organisasi berbagai kemungkinan masa depan yang beragam.

Kedua,  tingkatkan kemampuan kedalam kebiasaan berpikir antisipatif untuk mlihat kejutan tidak terduga. Oleh karena itu gerakkan kekuatan berpikir kedalam analisis SWOT menganalisa hal-hal yang terkait dengan kekuatan, kelemahan disatu sisi dan peluang dan tantangan disisi lain.

Ketiga, tingkatkan kemampuan kedalam kebiasaan berpikir kearah menantang asumsi artinya perencanaan berbasiskan asumsi paling baik dijalankan ketika pembuat keputusan dapat membandingkan visi masa depan mereka terhadap dunia alternatif. Dunia alternatif ini hanya dimaksudkan untuk menambah kelogisan perubahan dari dunia dewasa ini menjadi sesuatu yang di dalamnya, asumsi yang mengandung kerawanan telah berubah.

Perencanaan berbasis  asumsi jauh lebih mudah daripada perencanaan strategis yang lebih formal. Yang diperlukan hanyalah komitmen untuk mempertanyakan asumsi yang mendukung rencana yang sudah ada.

Keempat, tingkat kemampuan kedalam kebiasaan berpikir mengurangi penyesalan artinya mulailah dengan kesehatan dan kekuatan organisasi lalu sesuaikan diri, sejalan dengan pikiran itu hindarilah hal-hal yang tidak diinginkan sehingga dapat menurangi kerawanan.

2.2. KEBIASAAN BERPIKIR DALAM KEGESITAN

Pertama, tingkatkan kemampuan kedalam kebiasaan berpikir untuk merekrut dalam dimensi masa depan yang beragam artinya merekrut bakat pada tingkat dasar organisasi saja tidaklah cukup. Oleh karena itu kembangkan pembelajaran pada semua tingkatan dalam organisasi seperti halnya dengan Militer.

Kedua, tingkatkan kemampuan kedalam kebiasaan berpikir untuk melatih kegesitan artinya belajar dari pengalaman masa lalu dalam kerangka untuk memikirkan dalam rangka mengurangi biaya pembelajaran sehingga diharapkan secara berkesinambungan untuk memupuk semangat bagi semua kelompok aktivis dan anggota.

Ketiga, tingkatkan kemampuan kedalam kebiasaan berpikir untuk menetapkan sasaran sedikit lebih tinggi dari yang mungkin dicapai artinya berdasarkan pengalaman dari hasil tolak ukur yang ada dari pengalaman sebelumnya dapat dicapai melebihi dari yang ditetapkan oleh karena itu diperlukan penyesuaian dari tolak ukur sebelumnya.

Keempat, tingkatkan kemampuan kedalam kebiasaan berpikir untuk memberikan wewenang dalam bertindak artinya penggunaan wewenang adalah soal kepercayaan, oleh karena itu perlu waspada sehubungan dengan menonjolnya ke-aku-an karena membesarnya wewenang.

Kelima, tingkatkan kemampuan kedalam kebiasaan berpikir untuk berpikir sederhana artinya menggerakkan sesuatu kekegiatan tidak selalu mengedepankan atas dasar penguasaan kompetensi yang disadari menjadi tidak disadari sebagai suatu kekuatan.

2.3. KEBIASAAN BERPIKIR DALAM ADAPTABILITAS

Pertama,  tingkatkan kemampuan kedalam kebiasaan berpikir untuk menciptakan kebebasan belajar artinya agar dapat menuntun sikap dan perilaku yang selalulu siap menghadapi tantangan dalam perubahan yang sejalan dalam usaha kita memahami belajar masa lalu dan belajar masa kini dalam memandang masa depan.

Kedua, tingkatkan kemampan kedalam kebiasaan berpikir untuk menciptakan kebebasan berimajinasi artinya dengan penguasaan pengetahuan dari pengalaman dan ilmu berdasarkan penguasaan beragam informasi untuk memberikan penguasaan dalam wawasan dalam usaha-usaha mendayagunakan berpikir dengan menghayati sebagai daya dorong.

Ketiga, tingkatkan kemampuan kedalam kebiasaan berpikir untuk menggabungkan keahlian  artinya dalam memanfaatkan otak dan hati dalam proses berpikir secara metodis kedalam kemampuan untuk menggerak analisis yang strategis.

Keempat,  tingkatkan kemampuan kedalam kebiasaan berpikir membuat tolak ukur menjadi tidak berfungsi artinya membiasakan mengukur dalam berbagai dimensi masa depan ; mengumpulkan isyarat yang tepat lalu menghubungkannya ; jangan mempertaruhkan semua ukuran anda ; buatlah tetap edrhana ; gunakan intuisi.

Kelima, tingkatkan kemampuan kedalam kebiasaan berpikir untuk menerima konsep perintah artinya pemahaman yang mendasarkan adanya unsur-unsur yang terkait dengan skala waktu yang menunjukkan persiapan dan kesiapan ; kesadaran faktor eksternal, kesadran situasi situasional ; kekuatan terstruktur yang sejalan dengan tugas yang dibebankan ; kemampuan intelijin ; rencana darurat.

2.4. KEBIASAAN BERPIKIR DALAM KESELARASAN  

Pertama, tingkatkan kemampuan dalam kebiasaan berpikir untuk  menumbuhkan hal yang benar dalam diri anda artinya yang sejalan dengan tuntutan fungsi, tugas, pekerjaan yang dibebankan dalam peran anda, maka disitu terletak tantangan dan peluang yang akan ada hadapi dengan memperhatikan kekuatan dan kelemahan pada diri anda.

Kedua, tingkatkan kemampuan dalam kebiasaan berpikir untuk memimpin dalam demensi masa depan artinya sejalan dengan daya kemuan yang kuat bahwa menumbukan hal yang benar juga berarti mempelajari hal yang benar, oleh karena itu ingatlah bahwa anda akan menghadapi kesulitan menyesuaikan diri denan masa depan jika mereka belajar cara mengulangi masa lalu.

Ketiga, tingkatkan kemampuan dalam kebiasaan berpikir untuk berkomunikasi melalui gambar artinya perintah dan pengendalian yang lebih baik juga melibatkan pemahaman tentang apa yang menjadi kebutuhan komandan bahwa sistem perintah dan pengendalian sebagai jaringan informasi yang mengumpulkan berbagai sumber, termasuk manusia, komputer, dukumen, ntlijin, kritkus, gambaran tentang musuh, serta intuisi dan pengalaman kolektif.

Keempat, tingkatkan kemampuan dalam kebiasaan berpikir untuk mengantisipasi musuh artinya mendorong organisasi untuk mengenal musuh mereka, mereka juga percaya bahwa organisasi sama sekali tidak boleh tergantung pada seorang pemimpin, mereka percaya pada pendelegasian sebahaian wewenang karena perang selalu dilaksanakan melalui petempuran yang dilakukan oleh pasukan.

Kelima, tingkatkan kemampuan dalam kebiasaan berpikir untuk menghindari hal-hal yang tidak relevan artinya organisasi yang kuat dan sehat berfokus pada semua aspek perencanaan aktivis dan anggota kerja dan mengabaikan hal-hal yang tidak relevan dalam perjalanan waktu. Mereka mengetahui bahwa basis bakat tidak mungkin digunakan jika mereka membeda-bedakan keahlian, berdasarkan ras, jenis kelamin, ketidakmampuan. Karena itu keselarasan menjadi mustahil jika organisasi berkonsentrasi pada masalah-masalah yang mutlak tidak mendukung kinerja yang sebenarnya.

G. PENUTUP

Kehidupan kita berorganisasi dalam LSM GERAKAN MASYARAKAT BAWAH INDONESIA diperlukan adanya tuntunan bersikap dan berperlaku dalam kebersamaan memperjuangkan mimpi VISI DAN MISI LSM GMBI menjadi satu kenyataan berdasarkan aturan formal yang kita setuju bersama dengan landasan wujud BUDAYA LSM GMBI YANG KUAT DAN SHAT.

Oleh karena itu, untuk mewujudkan mimpi yang telah digariskan dalam organisasi akan kita wujudkan dalam kenyataan atas dasar KERJA TIM dalam hidup ini, apa yang aktivis dan anggota fokuskan adalah apa yang akan aktivis dan anggota  lihat, maka disitulah pintu memasuki perjuangan.

Dengan pemikiran dalam kebiasan BUDAYA LSM GMBI YANG KUAT DAN SEHAT,  kita bersimpuh kehadapan Allah Swt menuju JALAN KESELAMATAN bahwa :

„Wahai manusia yang mengajak melakukan kebaikan sebagaimana kau amalkan. Wahai manusia yang umur selalu dihitung dengan tarikan nafas.

Jangan masa tuamu dari perbuatan nista yang akan mengotori dirimu. Sesungguhnya baju putih itu peka terkena kotoran.

Janganlah seperti binatu yang pekerjaannya mencuci pakaian orang lain. Sedangkan pakaiannya sendiri dibiarkan penuh kotoran dan najis.

Kau mengharapkan kesuksesan tapi enggan melangkahkan kaki ke jalan kesuksesan. Sesungguhnya perahu itu tidak bisa berlayar di atas daratan.

Keranda mayat yang akan kau tumpangi akan melupakan segala kenderaraa, yang pernah kau naiki seperti keledai dan kuda.

Pada hari kiamat nanti tidaklah berguna harta dan anak. Dan hipitan alam kubur akan melupan kenikmatan malam petama (malam pengantin) „

Sejalan dengan ungkapan JALAN KESELAMATAN, maka dengan budaya LSM BUDAYA GMBI yang kuat dan sehat untuk menuntun kedalam ETIKA BERMUAMALAH bahwa „Barang siapa yang bermuamalah dengan manusia tanpa menzaiminya, berbicara tanpa mendustainya, dan berjanji tanpa mengingkarinya, maka sempurnalah kehormatan dirinya.“

Jadi ingatlah bahwa aktivis dan anggota LSM GMBI dituntut dalam bersikap dan berperilaku sejalan dengan KEWAJIBAN TERHADAP NEGARA DAN AGAMA bahwa „Barang siapa yang tidak memenuhi kewajibannya terhadap negara dan agamanya karena takut letih atau mati, maka ia tidak berhak untuk hidup karena kematian pasti akan datang tetapi jiwa mulia tidak akan pernah mati“

Mengetuk dinding jiwa dalam aktivis dan anggota LSM GMBI berarti ada daya kemauan yang kuat dalam kebiasaan berpikir „MEMAHAMI DUNIA“, renungkan ungkapan bahwa „Alam ini lahihiriahnya berupa tipuan sementara batiniahnya berupa pelajaran. Diri (nafsu) melihat kepada lahiriahnya yang menipu, sementara kalbu melihat kepada batinnya yang menjadi pelajaran“, maka ingatlah selalu dalam memahami, menghayati dan mengamalkan makna „Jangan tertipu pada yang tampak : Tanggalkan kebanggaanmy pada kemuliaan duniawi ; Sempurnakan kesadaranmu agar engkau menemuka-Nya lebih dekat daripada apa pun ; Tinggalkan kebiasaanmu bergantung kepada makhluk, sebab akan membuatmu suntuk dan takluk“.

Aktivis dan anggota LSM GMBI dengan budaya yang kuat dan sehat akan mampu mengetuk dindang jiwa dengan kebiasaan berpikir dalam „Kebersihan ruhani, kelurusan aqidah, , kelembutan rasa, kekuatan kata, gejolak jiwa, ketegasan sikap dan ketajaman mat hati“, dengan demikian maka teman sejawat merupakan wajah manusia tanpa topeng kepalsuan dalam hidup ini untuk menumbuh kembangkan kebiasaan berpikir kedalam „Selalu waspada ; Selalu Bresyukur ; Sabar sebagai penolong“

 

 DAFTAR  ISI

KATA PENGANTAR

A. MAKNA LOGO LSM G.M.B.I.

1. Lambang organisasi mewujudkan pencerminan dari

2. Warna lambang mewujudkan pencerminan dari

3. Tiga pegangan buat aktivis dan anggota GMBI

B. MOTO PERJUANGAN LSM GMBI

C. GMBI SEBUAH SIMBOL PERUBAHAN

D. IKRAR JANJI AKRIVIS – ANGGOTA LSM GMBI

E. GMBI SIMBOL BUDAYA ORGANISASI

1. MAKNA HURUF GMBI MENJADI KATA BERMAKNA

2. VISI, MISI, TUJUAN, STRATEGI DALAM BUDAYA LSM GMBI

3. NILAI, NORMA, WEWENANG DAN GANJAR DALAM BUDAYA LSM GMBI

F. BUDAYA LSM GMBI YANG KUAT DAN SEHAT

G. P E N U T U P   


                                   KATA PENGANTAR

Astagfirulloh Hal adzim …………………….

Astagfirulloh Hal adzim …………………….

Astagfirulloh Hal adzim ………………………..

Bismillahirrohmanirrohim ………………………….

Assalamu’alaikm Wk. Wb. …………………………..

Salam sejahtera bagi kita semua ………………………

Jabat Erat

DPP LSM GMBI

Pertama-tama marilah kita bersyukur kehadirat Allah Swt, atas segala nikmat dan karunia-Nya yang telah dicurahkan dalam rangka kita memperingati ulang tahun LSM GMBI ke 10, tahun 2012.

Sejalan dengan usaha-usaha kita bersama untuk meningkatkan daya guna LSM GMBI memainkan peran dalam mewujudkan VISI dan MISI yang telah kita gariskan sebagai keputusan strategik, maka sikap dan perilaku aktivis dan anggota haruslah mengacu “Jangan katakan apa yang telah anda lakukan, tapi tunjukkan apa yang dapat anda lakukan”.

Oleh karena itu, Ya Tuhan, berilah aku KEDAMAIAN untuk menerima hal-hal yang tidak dapat kuubah, KEBERANIAN untuk mengubah hal-hal yang bisa kuubah, dan KEBIJAKSANAAN untuk mengetahui perbedaan keduanya .

Dengan kebersamaan bersikap dan berperilaku yang dituntun oleh budaya organisasi LSM GMBI yang kuat dan sehat, maka percakapan sulit jadi mudah, yang digerakkan oleh kebiasaan berpikir dalam hidup dengan energi untuk mewujudkan kebiasaan hidup dalam menciptakan RASA AMAN , membangkitkan GAIRAH , berbagi KEKUATAN, cinta yang MENGINSPIRASI , menyerukan KEBNARAN, mempercayai INTUISI, menghormati MISTERI kehidupan.

Saya mnganggap bahwa dengan budaya LSM GMBI yang kuat dan sehat, maka aktivis dan anggota LSM GMBI harus menjadi terdepan dimana sebagai Anak Bangsa yang siap berkorban, berjuang, membela kebenaran dan keadilan sebagai wujud kesiapan Anak Bangsa yang bergabung dalam wadah GMBI.       GMBI… GMBI…… GMBI….. … sampai mati.

Tak ada kata yang manis adalah PANCASILA adalah harga mati bagi GMBI dimana hal tentang penindasan, diskriminasi, bahaya laten KKN dan ECONOMIC HIT MAN, bisa dirontokkan serta dihancurkan apabila kita sebagai kluarga besar yang tergabung dalam wadah LSM GMBI menyatakan sikap tegas bahwa “PANCASILA sebagai komitmen HARGA DIRI SEBAGAI ANAK BANGSA YANG BERBUDAYA, BERMARTABAT, BERIMAN dan BERDAULAT dalam Perekat Persatuan dan Kesatuan.

RAKYAT ……. BERSATU ……….. tidak bisa dikalahkan

Satu kata, satu sikap, satu suara, satu tekad dan SATU KOMANDO

GMBI.   GMBI. GMBI. ……………………sampai mati.

Budaya Organisasi LSM GMBI yang kuat dan sehat akan terus meneriakkan REVOLUSI BERPIKIR sebagai satu kekuatan kebiasaan bahwa GERAKAN MASYARAKAT BAWAH INDONESIA sebuah simbol perubahan dengan menguraikan 31 huruf menjadi kata bermakna menjadi POLA PIKIR untuk menuntun dalam memahami kehidupan berbangsa dan bernegara dalam kelompok anak bangsa :

1. Orang yang mengerti dan mengerti bahwa ia mengerti.

Itulah orang  pandai, maka ikutilah dia.

2. Orang yang mengerti tapi tidak mengerti bahwa ia mengerti.

Itulah orang yang lalai, maka peringatkanlah ia.

3. Orang yang tidak mengerti dan ia mengeti bahwa ia tidak mengerti.

Itulah orang yang sadar diri, maka ajarilah ia

4. Orang yang tidak mengerti dan tida mengerti bahwa ia tidak mengerti.

Itulah orang yang bodh, maka tinggalkanlah ia.

Dengan budaya yang kuat dan sehat memberikan daya dorong kedalam pola pikir sebagai satu kekuatan dalam perkembangan dari sifat ketergantungan, perlawanan, kemandirian dan keterikatan untuk mendorong kedalam kebiasaan pikiran kedalam KETEGARAN, KEKUATAN, KETEGASAN dalam kebersamaan bersikap dan berperilaku.

Dengan budaya yang kuat dan sehat memberikan daya dorong kedalam pola pikir yang mengintergrasikan tingkat keberadaan manusia dalam kesiapan untuk mendukung perubahan kesadaran dalam kebersamaan bersikap dan berperilaku yang terkait dalam kekuatan dimensi:

MENTAL terkait dengan pikiran kita adalah tempat pikiran, asumsi, keyakinan, sikap, nilai dan pendapat kita.

ROH AGUNG terkait dengan pikiran kita adalah kekuatan tidak tampak mata yang memberikan vitalitas hidup.

EMOSI terkait dengan pikiran kita adalah merupakan faktor mendasar untuk menjadi manusia yang manusiawi.

FISIK terkait dengan pikiran kita adalah kita hidup di dunia yang sangat menghargai tindakan fisik dan aspek kerja.

Dengan budaya yang kuat dan sehat, AKTIVIS DAN ANGGOTA LSM GMBI yang merasakan melakukan perubahan dalam pola pikir harus mampu menghadapi kritik terbuka atas tindakan yang sepihak tanpa partsipatip.

RAPATKAN BARISAN SATUKAN PANDANGAN

TEGAKKAN HUKUM WALAUPUN LANGIT AKAN RUNTUH.

SAMBUTLAH SALAM FAJAR MENYINSING :

Hari ini hidup, Justru menentukan, Kehidupan kiata …………………

Dalam kelangsungan hidup yang pendek itu .. Tercakup semua kegiatan ..

Dan kebahagian dari pada wujud hidup anda ………….

Kebahagian pertumbuhan .. Kegemilangan keindahan ..Keagungan tindakan

Kemarin hanya suatu impian .. Besok suatu pandangan ….

Tetapi hari ini…Bila hidup baik …Akan membuat tiap hari …

Kemarin suatu impian kebahagian .. ………

Karenanya manfaatkanlah sebaik-baiknya hari ini ………………

JABAT ERAT, BANDUNG MARET 2012

DEWAN PIMPINAN PUSAT

LSM GERAKAN MASYARAKAT BAWAH INDONESIA

TTD

MOHAMAD FAUZAN RACHMAN. SE

KETUA UMUM

 

 

Read Full Post »

  MENGELOLA PT. PANCURAN LUHUR SEBAGAI HOLDING COMPANY

KEDALAM SBU BERDASARKAN BUDAYA PERUSAHAAN

                                      DAFTAR ISI

A. LOGO PT. PANCURAN LUHUR

B. LOGO BARU, SEBUAH SIMBOL PERUBAHAN

C. PERSFEKTIF, POSISI DAN PERFORMA DAPAT MENORONG

     TERCIPTANYA BUDAYA PERUSAHAAN.

D. PANCURAN LUHUR SEBAGAI SIMBOL BUDAYA DARI HURUF

     MENJADI KATA BERMAKNA DALAM BERSIKAP

     DAN BERPERILAKU

E.  AKTUALISASI PL SEBAGAI SIMBOL BUDAYA PANCURAN LUHUR

F. VISI, MISI, STRATEGI BUDAYA PERUSAHAAN PT. PANCURAN LUHUR

G. PENUTUP

A. LOGO PT. PANCURAN LUHUR

Logo melambangkan kucuran air yang menyirami bumi dengan meletakkan huruf P (kiri) dan L (kanan), sehingga logotype memperhatikan keseimbangan, kesederhanaan dan perbedaan, mudah di baca dan menyatu dalam dalam keputusan strategik.

Keputusan strategik berupa pernyataan VISI yang menggambarkan citra, budaya, arah dan tujuan  sebagai peta perjalanan. Dijabarkan kedalam pernyatan MISI yang mengambarkan memperhatikan, membimbing, analitis dan ekspresif sebagai jembatan. Dirumuskan kedalam TUJUAN, BUDAYA dan STRATEGI.

B. LOGO BARU, SEBUAH SIMBOL PERUBAHAN

Perubahan logo PT. PANCURAN LUHUR bukan sekedar perubahan simbol, melainkan bermakna lebih sebagai sebuah simbol perubahan yang dilakukan atau perubahan yang menyeluruh untuk mencapai keputusan strategik.

Dengan perubahan secara keseluruhan (bila dikehendaki) logo mencerminkan karekter yang luwes, dinamis modern, dan inovatif, yang mampu menggambarkan cakupan holding company masa depan.

Perubahan sederhana dan atau menyeluruh harus mampu menjaga keutuhan cintra dan membangun brand yang disatukan dalam buku penuntun.

C. PERSFEKTIF, POSISI DAN PERFORMA DAPAT MENORONG TERCIPTANYA BUDAYA PERUSAHAAN.

Pemikiran dalam mewujudkan persfektif, posisi dan performa dapat mendorong perubahan dalam bersikap dan berperilaku. Usaha menyeberangi kesenjangan dari gaya lama ke gaya baru sangat ditentukan peran kepemimpinan untuk mempengaruhi pola pikir dari seluruh peran yang ada dalam organisasi formal dan non-formal, oleh karena itu diperlukan adanya suatu perubahan yang berencana yang sejalan dengan perubahan lingkungan.

Untuk mendorong motivasi bersikap dan berperilaku dalam mmberikan konstri-businya berkarya sesuai dengan peran yang diberikan kepada setiap insan PT. PANCURAN LUHUR maka kerangka model berpikir yang kita sebut „BUDAYA PAHAM  PANCURAN LUHUR“ merupakan satu pola berpikir dalam usaha untuk menuntun dalam bersikap dan berperilaku dengan pendekatan berpikir dan wakt

                                                      Persfektif  Diatas 5 tahun

 

 

                                                   Budaya Paham Pancuran luhur


             Posisi                                                                                      Performa

       Dibawah 5 tahun                                                                       Dala 1 tahun

 

Model 1 : Pendekatan berpikir dan waktu

Bertitik tolak dari pemikiran diatas, maka kita dapat merumuskan tiga konsep berpikir yang diseut dengan :

  1. Bepikir dalam strategis yang mengarah pada persfektif.
  2. Berpikir dalam perencanaan jangka panjang mengarah pada posisi
  3. Berpikir dalam perencanaan jangka pendek mengarah pada performa

Model : 2 Menggerakkan kesadaran, kecerdasan dan akal dalam berpikir

  • Budaya dalam persfektif
  • Ikut bagian dalam membangun Indonesian Technologi Park
  • Organisasi berbasis pengetahuan
  • Organisasi berbasiskan pembelajaran

Model 3 : Merumuskan arah dalam angka menengah

  • Budaya dalam posisi
  • Fokus masa depan dan kini
  • Prinsip keputusan strategik
  • Komunikasi perubahan berkelanjutan

Model 4 : Menjabar arah menjadi jangka pendek

  • Budaya dalam performa
  • Restrukturisasi
  • Corporate plan dan culture
  • Rencana kerja & anggaran belanja

D. PANCURAN LUHUR SEBAGAI SIMBOL BUDAYA DARI HURUF

     MENJADI KATA BERMAKNA DALAM BERSIKAP  DAN BERPERILAKU

 

P  PEMBERDAYAAN        PANCURAN adalah kekuatan salaruan

A AMBISI                             (P)emberdayaan untuk mengungkit (A)mbisi

N NALURI                           kedalam (N)aluri dalam membangun wujud

C COMPETENSI                (C)ompetensi sumber daya manusia (U)nggul

U UNGGUL                         berlandaskan kebiasaan (R)asional dan

R RASIONAL                     (A)ntisipatif melihat (N)asib masa depan.

A ANTISIPATIF

N NASIB

 

L LANGKAH                     LUHUR adalah daya kemauan untuk me-

U USAHA                           (L)angkah dalam (U)saha-usaha mencapai

H HIDUP                            daur (H)idup yang prima secara (U)let dengan

U ULET                              melaksanakan (R)estorasi.

R RESTORASI

PT. PANCURAN LUHUR  dengan singkatan PL menjadi simbol Budaya Perusahaan Holding Company sebagai pendorong organisasi menyeberangi kesenjangan dengan membangun kesamaan VISI dalam sikap dan MISI dalam perilaku dengan NORMA, NILAI, WEWENANG DAN GANJAR yang jelas sebagai tuntunan bertindak.

Pemahaman budaya perusahaan harus dipandang dari unsur-unsur yang membentuknya :

NILAI, dalam arti apa yang lebih penting atau kurang penting ; apa yang lebih baik atau kurang baik ; apa yang lebih benar atau yang kurang benar.

NORMA, dalam arti aturan atau kaidah yang dipakai sebagai tolak ukur penilaian. Atau dapat juga dikatakan norma adalah aturan yang mengikat sebagai panduan, tatanan dan kendali tingkah laku individu dalam organisasi. Seluruh peraturan yang diterbitkan harus dijiwai oleh nilai-nilai budaya perusahaan.

WEWENANG, dalam arti kemampuan untuk mengambil keputusan sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku Wewenang adalah kekuasaan yang syah untuk melaksanakan peranan sesuai dengan jabatan untuk mewujudkan harapan-harapan selaras dengan nilai dan norma.

GANJAR, dalam arti imbalan yang diberikan secara wajar dan adil  baik bersifat finansial dan non-finansial atau dengan kata lain ganjar adalah imbalan dalam bentuk penghargaan atas prestasi positip atau hukuman atas prestai negatif.

 E.   AKTUALISASI PL SEBAGAI SIMBOL BUDAYA PANCURAN LUHUR

Dengan memperhatikan pemahaman unsur budaya perusahaan yang kita kemukakan diatas dapat kita rumuskan bahwa PANCURAN LUHUR  sebagai simbol budaya perusahaan kedalam aktualisasikannya menjadi :

NILAI : Menjaga kehidupan pribadi, kerja dan keluarga dalam pandangan yang benar serta dapat dipertanggung jawabkan yang sejalan dengan pemahaman unsur kata dalam “pancuran luhur” yang melekat pada diri anda.

NORMA : Melaksanakan peran dalam fungsi, tugas, dan pekerjaan dengan kebiasaan yang produktif (efisien, efektif, berkualitas) yang sejalan dengan pemahaman unsur kata dalam “pancuran luhur” yang melekat pada setiap kebijakan.

WEWENANG : Melaksanakan setiap keputusan yang bijaksana dengan pemahaman unsur kata dalam “pancuran luhur” yang melekat dalam mewujudkan etika bisnis.

GANJAR : Menghapus tugas-tugas yang menyumbang paling sedikit terhadap sasaran organisasi dan memberikan penghargaan yang berkarya produktif.

 

F. VISI, MISI, STRATEGI BUDAYA PERUSAHAAN      PT. PANCURAN LUHUR

VISI DALAM SIKAP PANCURAN LUHUR adalah membangun CITRA dalam pemberdayaan sumber daya manusia berbasiskan BUDAYA dengan kekuatan ambisi, naluri dan competensi dengan ARAH menjadikan sumber daya manusia yang unggul dengan TUJUAN menggerakkan kebiasaan berpikir rasional dan antisipatif.

MISI DALAM PERILAKU PANCURAN LUHUR adalah kebiasaan MEMPERHATIKAN langkah-langkah  untuk mengkomunikasikan  pada kehangatan kekuatan daya kemauan dengan MEMBIMBING untuk mengomunikasikan keinginan mencapai daur hidup yang prima dengan ANALITIS dalam mengkomunikasikan fakta dan gagasan dengan EKPRESIF secara ulet dan restorasi intuitif.

STRATEGI DALAM MENYEBERANGI KESENJANGAN DARI POLA PIKIRAN LAMA KE POLA PIKIRAN BARU BERLANDASKAN BUDAYA PERUSAHAAN :

1. Strategi mengelola berdasarkan budaya organisasi yang responsip

2. Strategi mengelola berdasrkan iklim organisasi yang kondunsif

3. Strategi mengelola berdasarkan lingkungan belajar berkesinambungan

4. Strategi mengelola berdasarkan mengubah keadaan yang berkelanjutan

5. Strategi  mengelola berdasarkan Teknologi infomasi, Sistem dari manajemen

Inf. Sumber daya, Teknologi WEB, Aplikasi Internet.

6. Strategi mengelola berdasarkan  manajemen pengetahuan

7. Strategi mengelola berdasarkan etika bisnis.

G.PENUTUP

Bertitik tolak dari pemikiran strategik diatas, maka diperlukan penjabaran lebih lanjut dari unsur kata yang bermakna atas PANCURAN LUHUR sebagai budaya perusahaan, kedalam azas tujuan, azas konsensus, azas keunggulan, azas kesatuan, azas prestasi, azas empirisme, azas keakraban dan azas intergritas.

Dalam kerangka untuk menuangkan BUDAYA PERUSAHAAN PT. PANCURAN LUHUR sebagai suatu keputusan strategik yang diambil, maka pengelolaannya harus ditetapkan secara formal sehingga menjadi pedoman bagi semua pihak dengan memperhatikan azas-azas tersebut diatas.

Sjalan dengan pemikiran diatas maka proses pengelolaan berdasarkan budaya perusahaan di tempuh dalam tahapan:

Pertama, menjelaskan saling keterkaitan keputusan strategik perusahaan yang mencakup visi, misi, tujuan, budaya, strategi, kebijaksanaan, program dalam pemikiran persfektif, posisi dan performa yang sejalan dengan rumusan budaya perusahaan yang menjadi pedoman dalam bersikap dan berperilaku.

Kedua, mengkomunikasikan budaya perusahaan secara utuh

Ketiga, melaksanakan pengawasan dan pengendalian secara berkesinambungan atas pelaksanaan budaya perusahaan.

Read Full Post »

Kata Sambutan Ketua Umum DPP LSM-GMBI

Astagfirulloh Hal Adzim ………

Astagfiulloh Hal Adzim ……….

Astagfirulloh Hal Adzim ……….

JJABAT ERAT             DPP LSM GMBI

Tiada kata yang manis dan perintah pada haris lahir GMBI 18 Maret 2002 dan umur ke 8 tahun 2010 ini, saya Panjatkan serta Puji syukur kepada Allah SWT., bersifat y Yang Maha Kuasa dalam memberikan Ridho, kobul perlindungan Lahir dan Bathin selama perjuangan, pengorbanan serta keyakinan dalam menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar yang begitu banyak tantangan baik dari dalam maupun luar lembaga, juga mari ucapkan Sholawat serta Salam haturkan kepada Kanjeng nabi Muhammad SAW (But orang Muslim-Islam) salam sejahtera bagi kita semua.

Hari lahir GMBI yang akan diperingati sekaligus disikapi, dicermati mempenyai arti yang sangat penting dan strategis bagi Keluarga GMBI dimana dengan telah kita rasakan begitu berat dalam membawa kebenaran, keadilan, kejujuran, di jaman yang begitu tidak ada kepastian hukum, ini trlihat betapa rakyat yang tidak mempunyai  kekuatan baik secara keuangan, politik dan jaringan begitu mudah untuk ditindas, atau dijadikan tertuduh, tersangka atau dianggap menghalangi kepentingan oknom kapitalis, neokolonialis dan banyak lagi, sehingga Masyarakat yang sering mengalami itu tergolong Masyarakat Bawah.

Dengan dasar itu , Saya menganggap bahwa GMBI harus menjadi terdepan, , dimana sebagai Anak Bangsa yang siap berkorrban, berjuang membela kebenaran dan keadilan sebagai wujud kesiapan Anak bangsa yang tergabung dalam wadah GMBI.     GMBI  GMBI GMBI ………………………….. sampai mati.

Tak ada kata yang manis adalah PANCASILA ADALAH harga mati bagi GMBI, dimana hal tentang penindasan, dikriminasi, bahaya LATEN KOMUNIS, BAHAYA LATEN KORUPSI bisa dirontokkan serta dihancurkan apabila kita sebagai keluarga besar yang tergabung dalam wadah lembaga swadaya masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia menyatakan sikap tegas bahwa “PANCASILA sebagai komitmen HARGA DIRI SEBAGAI ANAK BANGSA YANG BERBUDAYA, BERMARTABAT, BERIMAN DAN BERDAULAT dalam Perekat Persatuan dan Kesatuan.

Rakyat ………. Bersatu …………………. tak bisa dikalahkan

Satu kata, satu sikap, satu suara, satu tekad dan SATU KOMANDO

GMABI   GMBI  GMBI …………………….sampai mati.

Komimen kita adalah SETIA BELA PANCASILA sebagai wujud anak bangsa yang peduli dan taat terhadap Komitmen para PEJUANG BANGSA YANG TELAH TIADA.

Sadara-saudaraku yang aku cintai serta aku dambakan , GMBI lahir dengan penuh liku-liku perjuangan, pengorbanan yang sangat berat  tetpi apabila kita mempunyai keyakinan bahwa dalam perjuangan membela kebenaran, keadilan, kemanusiaan maka jangan mundur setapakpun.. Kta harus melihat kepada ketiga tekad yang dirupakan olh bentuk Panah dimana Panah yang lurus mencerminkan tekad yang kuat dan kokoh dalam pendirian, jumlah panah mencerminkan tiga tekad yaitu :

1. Tekad untuk berjuang dan mengabdi kepada bangsa dan negara.

2. Tekad untuk menjaga, menjalin kesatuan dan keutuhan bangsa.

3. Tekad untuk selalu mementingkan kepentingan bangsa dan negara diatas semua kepentinga.

GMBI   GMBI GMBI ………………………….. sapai mati

Prlu kita sikapi bahwa tenyata bangsa yang besar bisa hancur karena bahaya LATEN KORUPSI, ini kita bandingkan bahwa bahaya terorismembunuh areal sekitar, tetapi Bahaya laten korupsi (KKN) bisa membunuh sampai kepada genrasi  penerus-penerus bangsa , oleh karen aitu salah satu tugas fungsi GMBI yang disebut sebagai wujud nyata Peran serta Masyarakat bisa kita optimalkan baik sampai basis KSM, Distrik,, Wilter dan DPP.

Kesiapan anak Bangsa Yang tergabung dalam wadah GMBI harus mempunyai kesiapan dalam menghadapi berbagai kondisi, situasi yang bisa sewaktu waktu bisa menghancurkan keutuhan Bangsa NKRI  dalam hal ini bisa ditentukan oleh keberhasilan dalam melakukan konsolidasi organisasi,, seluruh jenjang organisasi mulai tingkat pusat, Wilter (wilayah teritorial) destrik sampai pada tingkat KSM. Kader-Kader aktivis harus dibentuk dan dibina  untuk menjadi  andalan tulang punggung GMBI. Keanggotaan GMBI harus terdaftar dan memiliki Kartu Anggota GMBI. Demikian dalam meningkatkan sepak terjang GMBI dilapisan yang paling bawah dibentuk Kelompok Swadaya Masyarakat, KSM merupakan ujung tombak dari garis terdepan GMBI  dalam menampung aspirasi, memberikan pelayanan, advokasi, pengayoman, terobosan, sosia ekonomi, budaya, pengamanan dan pendampingan sekaligus membangun kmiteraan trias politika . Karena itu Distrik dan KSM GMBI harus mendapatkan pembekalan agar mereka dapat menjalankan tugas sesuai landasan gerak dan langkah kerja yang dididasari AMANAH, AAMALIAH DAN ISTIQOMAH dengan sebaik-baiknya.

Sebelum saya tutup. Jika kau mengaku saudaraku UCAPKAN SALAM . JABAT ERAT …….. dijawab GMBI …………..

Jika kau tamuku menyapa dengan sopan dan manis, maka JABAT ERAT GMBI dan selalu akan lebih manis dan sopan.

Demikian, atas perhatiannya saya sampaikan terima kasih. Selamat berjuang, bertugas dan semoga selalu mendapatkan Ridho da Lindungan dari TUHAN YANG MAHA ESA.

RAPATKAN BARISAN SATUKAN PANDANGAN TEGAKKAN HUKUM WALAUPUN LANGIT AKAN RUNTUH.

JABAT ERAT, BANDUNG 18 MARET 2010

DEWAN PIMPINAN PUSAT LSM GERAKAN MASYARAKAT BAWAH INDONESIA.

TTD.

MOHAMAD FAUZAN RACHMAB, SE.

KETUA UMUM

 

Read Full Post »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.