Feeds:
Posts
Comments

GAYA KEPEMIMPINAN

YANG MEMPENGARUHI

PROSES REVOLUSI MENTAL

DALAM MENGUBAH KEADAAN

OLEH
ABDUL TALIB RACHMAN

KATA PENGANTAR

1. PENDAHULUAN

2. MANUSIA INDONESIA

3. KEKUATAN MENGUBAH KEADAAN

4. GAYA KEPEMIMPINAN

5. MEMBANGUN BANGSA DAN NEGARA DENGAN GAYA KEPEMIMPINAN YANG KONTRAVERSIAL

6. MELETAKKAN LANDASAN BUDAYA BERBANGSA DAN BERNEGARA DALAM KEPEMIMPINAN MASA DEPAN

7. P E N U T U P
KATA PENGANTAR
Tulisan singkat ini disajikan dalam rangka HUT ke XIII LSM GMBI dengan judul GAYA KEPEMIMPINAN YANG MEMPENGARUHI PROSES REVOLUSI MENTAL DALAM MENGUBAH KEADAAN.
Dalam kesempatan ini perlu saya tegaskan bahwa “Saya Bukan Guru” walaupun dalam perjalanan hidup saya pernah mengajar dari beberapa perguruan tinggi, inilah permulaan saya menjadi seorang pegawai negeri yang diangkat oleh Pemerintah.
Namun perlu saya teknkan saya tidak berbeda dengan Anda. Saya memiliki pergumulan, mengalami frustrasi dan ketakutan, seiring dengan harapan, tujuan dan mimpi-mimpi saya. Saya pernah membuat pilihan yang sangat bagus dan juga tidak menyenangkan, saya hanyalah manusia biasa yang sedang dalam proses menjalani kehidupan. Jika anda merasa gagasan saya mencerahkan anda, pahami bahwa ini hanya karena saya menghabiskan hari-hari saya untuk memfokuskan diri pada pengetahuan yang akan anda alami dalam berpikir, bekerja dan belajar dalam langkah menemukan jati diri agar lebih dekat dengan sang pencipta Allah Swt.
Tulisan- tulisan saya beragam telah dibukukan dan yang paling berkesan saya tuangkan dalam sepuluh buku dengan judul “Pesan orang tua dan anak dalam membangun kepribadian warga LSM GMBI” (silahkan untuk membaca kembali).
Demikianlah tulisan ini dengan harapan ada manfaat bagi anda dalam rangka menumbuh kembangkan kedewasaan berpikir.
Bandung, 23 Maret 2014.
Abdul Talib Rachman
1. PENDAHULUAN
Pengalaman telah menunjukkan kepada kita bahwa Bangsa yang kuat dan berwibawa haruslah dipimpin oleh satu kekuatan yang memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda, dimana peran-peran oleh eksekutif, yudikatif dan legislatif menunjukkan peran yang penuh dengan topeng kepalsuan yang mendorong sikap dan perilaku yang kiblat kepada manusia bukan kepada Allah Swt.
Walaupun kita telah memasuki reformasi untuk dapat mewujudkan cita-cita apa-apa yang tertuang dalam mukadimah UUD 1945 masih jauh dari harapan karena pemain peran pemimpin lebih mementingkan individu dan kelompok. Dengan demikian setelah kita memasuki refformasi dari orde lama dan orde baru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dimana realita menunjukkan apakah kita masih bisa tumbuh dan berkembang sesuai dengan cita-cita bangsa.
Sejalan dengan hal-hal yang kita utarakan diatas, maka kita akan berusaha untuk menjawab hal-hal yang terkait dengan pertanyaan yang mencakup 1) WHY ? Tidak lain karena belum siapnya menerima perubahan berdemokrasi dalam usaha melaksanakan kehidupan dalam bernegara dan berbangsa ; 2) WHEN ? selama kehidupan berbangsa masih dipenguru dengan masa penjajahan ; 3) WHAT ? tidak lain dalam masa reformasi, demokrasi hanya alat mengejar kekuasaan dan wewenang ; 4) HOW ? tidak mampu merubah pola pikir dari memecahkan masalah dari pada menghindari masalah ; 5) WHO ? tidak lain karena pemain peran pemimpin dimanapun mereka berada lebih berpikir materialistik.
Bertitik tolak kepada pertanyaan diatas, maka dengan berpikir menghayati kita dapat menyimpulkan bahwa situasi tersebut dapat menjadi masalah yang kritis yang bersifat afnormal terkait dengan akhlak manusia yang tidak begitu mudah merubah kebiasaan bersikap dan perilaku mereka.
Oleh karena itu, peran pemimpin yang memiliki kepemimpinan yang kuat akan sangat menentukan kemampuan dalam usaha-usaha mengubah keadaan dari yang buruk menjadi lebih baik. Inilah masalah kritis yang kita hadapi saat ini dimana peran-peran pemimpin eksekutif, legislatif dan yudikatif memainkan peran sebagai “an ecomic hit man” (baca buku John Perkins).
Sejalan dengan pemikiran diatas, maka masalah kritis yang kita sebut dengan masalah akhlak diatas tidak mungkin ada solusi tanpa keinginan yang kuat dari seorang pemimpin yang memiliki karisma dengan pola pikir yang bersifat radikal untuk merubah keadaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dengan demikian dibutuhkan seorang pemimpin dengan kepemimpinan yang kontrapersial yang mampu melawan kebiasaan pemimpin masa kini dengan jiwa yang penuh topeng kepalsuan hanya mementingkan kepentingan individu dan kelompok mereka, lebih-lebih ia berperan sebagai “an economic hit man” untuk mampu mengubah keadaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
2. MANUSIA INDONESIA
Membangun bangsa dan Negara yang berwibawa dan kuat akan ditentukan oleh bangsa itu sendiri, oleh karena itu pada bagian ini, perlu kita ungkapkan wajah manusia Indonesia, seperti apa yang diungkapkan oleh pandangan Mohtar Lubis dan Koentjaraningrat, kedua orang tokok inilah yang mengungkit daya ingat saya sebagai kekuatan yang mendorong sesama manusia untuk saling mengingatkan, untuk menjawab pertanyaan Why, When, What, How, Who yang telah kita utarakan pada bagian terdahulu.
Silahkan untuk memahaminya dengan pendekatan 7M (Membaca, Mengartikan, Mengkaji, Menggali, Menghayati, Memahami, Mengamalkan) atas pandangan Mochtar Lubis dalam bukunya “Manusia Indonesia Sebuah Pertanggunga-jawaban” dan Koentjaraningrat dalam bukunya “Kebudayaan Mentalitet dan Pembangunan”.
Pandangan Mochtar lubis Dari tulisannya, mengungkapkan :
Ciri Manusia Indonesia 1) Ciri pertama Hipokritis atau Munafik berpura-pura lain di muka lain dibelakang, merupakan sebuah cirri utama manusia Indonesia sudah sejak lama, sejak mereka dipaksa oleh kekuatan-kekuatan dari luar untuk menyembu-nyikan apa yang sebenarnya dirasakannya atau dipikirkannya ataupun yang sebenarnya dikehendakinya karena takut akan mendapat ganjaran yang membawa bencana bagi dirinya. ; 2) Ciri kedua adalah segan dan enggan bertanggung jawab atas perbuatannya, putusannya, kelakuannya, pikirannya dan sebagainya ; 3) Ciri ketiga adalah jiwa feodalnya. Meskipun salah satu tujuan revolusi kemerdekaan Indonesia ialah juga untuk membebaskan manusia Indonesia dari feodalisme, tetapi feodalisme dalam bentuk-bentuk baru makin berembang dalam diri dan masyarakat manusia Indonesia ; 4) Ciri keempat utama manusia Indoesia adalah manusia Indonesia masih percaya takhyul. Dulu dan sekarang juga, masih da yang demikian, manusia Indonesia bahwa batu, gunung, pantai, sungai, danau, karang pohon, patung, bangunan, keris, pisau , pedang, itu punya kekuatan gaib, keramat, dan manusia harus mengatur hubungan khusus dengan ini semua. Untuk menyenangkan mereka agar jangan memusuhi manusia, mereka dipuja , diberi sesajen, kuburan disiram air dan kembang ditutupi dengan kain kuning, putih, merah, orang membaca doa dan mengantar upeti atau sesajen minta berkah ; 5) Ciri kelima utama manusia Indonesia adalah artistic. Karena sikapnya yang memasang roh, sukma, jiwa, tuah dan kekuasaan pada segala benda alam di sekelilingnya, maka manusia Indonesia dekat pada alam. Dia hidup lebih banyak dengan naluri, dengan perasaannya, dengan perasaan-perasaan sensuilnya dan semua ini mengembangkan daya artistic yang besar dalam dirinya yang dituangkan dalam segala rupa ciptaan artistic dan kerajinan yang sangat indah-indah serba neka macamnya , variasinya warna-warninya ; 6) Ciri keenam manusia Indonesia punya watak yang lemah. Karekter kurang kuat. Manusia Indonesia kurang kuat mempertahankan atau memperjuangkan keyakinannya. Dia mudah, apalagi jika dipaksa dan demi untuk survive bersia mengubah keyakinannya. Makanya kita dapat melihat gejala pelacuran intelektual amat mudah tejadi dengan manusia Indonesia. Ia erjadi bukan saja semasa Soekarno bergila-gila dan menumbangkan segala prinsip-prinsip ilimiah demi “revolusinya Soekarno” tetapi juga sudah di zaman jepang. ; 7) Ciri lainnya dimana manusia Indonesia sekarang ini tidak hemat, dia bukan “economic animal”, bahkan dia pandai mengeluarkan terlebih dahulu penghasilan yang belum diterimanya ; Dia lebih suka tidak bekerja keras kecuali kalau terpaksa, gejalanya hari ini adalah cara-cara banyak orang ingin agar segera menjadi “milyuner seketika” ; Manusia Indonesia kini sudah jadi orang tidak sabar, tukang menggerutu ; Gampang senang dan bangga ; Manusia sok ; Tukang tiru ; Juga manusia Indonesia memiliki sifat buruk seperti bisa kejam, bisa meledak, ngamuk, membunuh, membakar, khianat, menindas, memeras, menipu, mencuri, korupsi
Kesimpulan yang diungkapkannya adalah 1) Wajah buruk yang terlihat dalam kaca tadi akan memberikan harapan bila kesadaran mampu menyadari sifat-sifat buruk ; 2) Kita harus menciptakan masyarakat di mana manusia Indonesia dapat mendewasakan diri dan melepaskan dirinya dari kungkungan masyarakat emi atau neo-feodalis lanjutan masyarakat feudal kita dulu ; 3) Belajar memakai bahasa Indonesia secara lebih murni, lebih tepat dalam hubungan kata dengan makna
; 4) Janganlah kita terus menerus membelakangi sumber-sumber pengucapan artistic manusia Indonesia dari zaman lampau ini.
Pandangan Koentjaraningrat seperti apa yang diungkap dalam bukunya pada bagian Apakah kelemahan mentalitet untuk pembangunan : Kelemahan-kelemahan dalam mentalitet kita untuk pembangunan perlu dibedakan antara dua hal ialah 1) Konsepsi, pandangan dan sikap mental terhadap lingkungan kita karena terpengaruh atau bersumber kepada system nilai-budaya ; 2) konsepsi, pandangan dan sikap mental terhadap lingkungan kita yang baru timbul sejak zaman revolusi yang tidak bersumber pada system nilai budaya kita.
Sistem budaya manusia, ia mengemukakan ialah kerangka apa yang disebutnya : 1) Nilai budaya mengenai haklekat dari hidup dan karya manusia ; 2) Nilai budaya mengenai persepsi manusia mengenai waktu ; 3) Masalah hakekat hubungan manusia dengan alam ; 4) Nilai budaya mengenai hubungan manusia dengan sesamanya.
Atas pemikiran diatas, Ia mengungkapkan “Apakah kelemahan mentalitet kita sesudah revolusi? Jawabannya ia mengatakan dalam hal 1) Mentalitet yang meremehkan waktu ; 2)Mentalitet yang suka menerabas.
Selanjutnya ia mengungkapkan bahwa nilai-nlai budaya yang terlampau banyak terorientasi vertical terhadap orang-orang pembesar, berpangkat tinggi, orang tua dan senior, yang berdampak kepada 1) Sifat tidak percaya diri sendiri ; 2) Sifat tidak berdisiplin murni ; 3) Sifat yang suka mengabaikan tanggung jawab.

3. KEKUATAN MENGUBAH KEADAAN
Peran gaya kepemimpinan sangat menentukan yang sejalan dengan kemampuan yang bersangkutan memehami, menghayati, melaksanakan yang terkait dengan wajah manusia Indonesia, apa yang telah kita pahami dari dua tokoh yang kita sebutkan diatas.
Oleh karena itu, Apakah pemimpin masa depan mampu mengubah keadaan agar manusia Indonesia mampu mengisi kemerdekaan sesuai dengan apa yang dicita-citakan seperti yang termuat dalam mukadimah UUD 1945. Jadi mentalitet pembangunan harus dapat mendorong gotong royong sebagai satu pola pemikiran sebagai satu kekuatan mengubah keadaan.
Sejalan dengan apa yang kita pikirkan diatas, maka peran pemimpin masa depan dengan gaya kepemimpinan sangat menentukan dari usaha-usaha melaksanakan pembangunan sumber daya manusia sangat penting.
Dengan demikian pemimpin masa depan haruslah memiliki sifat kemimpinan yang mendorong terbentuknya satu pola pemikiran dalam usaha-usaha mendorong mentelitet sumber SDM. pembangunan dengan memiliki komptensi yang menyangkut kemampuan memotivasi dan mempengaruhi orang lain yang memberikan kesadaran mereka akan kebutuhan, dan tantangan orang lain.
Sejalan dengan pemikiran diatas, maka kompetensi yang harus ditumbuh kembangkan menyangkut hal-hal yang akan menunjang kemampuan pemimpin dengan sifat-sifat

Kepemimpinan untuk menunjang pelaksanaan prinsip-prinsip kepemimpinan menjadi produktif yang harus dimiliki adalah
Pertama, mampu merumuskan keputusan strategic yang mencakup Visi, Misi, Tujuan, Strategi, kebijaksanaan, program (jangka panjang ) sebagai suatu kebiasaan dalam melangkah membangun karisma.
Kedua, mampu memanfaatkan analisa strategic dalam usaha merumuskan hal-hal yang terkait persoalan masa depan sebagai pelengkap dari keputusan strategic.
Ketiga, pemimpin dengan kepemimpinannya siap dalam menghadapi tantangan yang komplek dan penuh resiko dari dampak dunia tanpa batas.
Keempat, pemimpin dengan kepemimpinannya mampu mempengaruhi orang lain dengan menumbuhkan loyalitas dan kepercayaan dengan para pengikut.
Kelima, pemipin dengan kepemimpinannya pengambil keputusan dengan biakana sejalan tuntutan dari perubahan yang diinginkan.
Keenam, pemimpin dengan kepemimpinannya membangun kolaborasi kedalam an keluar dengan melaksanakan komunikasi yang produktif
Ketujuh, pemimpin dengan kepemimpinannya mampu menumbuhkan komitmen yang timbul dari diri sendiri bukan sesuatu yang dipaksakan.
Kedelapan, pemimpin dengan kepemimpinannya mampu mendorong tumbuhnya kreativitas individu dan kelompok, menjadi satu kekuatan dalam inovasi organisasi
Kesembilan, pemimpin dengan kepemimpinannya berdasar-kan analisi strategic serta merumuskan antisipasi yang jelas dan terukur.
Kesepuluh, pemimpin dengan kepemimpinannya mampu mendorong kesemua lapisan organisasi internal dengan kemampuan menumbuh kembangkan kebersamaan dalam mengelola berdasarkan budaya organisasi.
4. GAYA KEPEMIMPINAN
Gaya kepemimpinan akan dipengaruhi yang bersangkuan mampu mengaktualisasikan sikap, perilaku dan kepribadian oleh karena itu dibawah ini akan diuraikan pemahaman atas makna SIKAP, PERILAKU dan KEPRIBADIAN
SIKAP dapat dikatakan merupakan prediposisi stabil untuk bertindak secara positif atau negatif terhadap kategori atau objek tertentu. Misalkan Abdul mempunyai sikap yang negatif terhadap tokoh penguasa.
Sebagai karyawan, ia mengatakan kepada rekan-rekannya bahwa para atasannya bersifat diktator. Jadi kita dapat mengatakan bahwa sikap sebagai fokus mental anda dalam memandang dunia luar dimana anda dapat merasa optimistik dan atau merasa pesimistik.
Dalam bahasa sederhana sikap adalah cara anda melihat sesuatu secara mental (kesiapan berpikir dan memahmi menurut pola berpikir tertentu) atau dengan kata lain sikap adalah cara anda mengkomunikasikan suasana hati anda kepada orang lain.
Dengan demikian anda dapat memfokuskan atau mengarahkan pikiran anda dalam suatu situasi sebagai peluang ataupun sebagai hambatan seperti halnya hari yang mendung dapat terasa indah, dapat pula terasa buruk, oleh karena itu andalah yang dapat menentukan suatu persepsi sebagai suatu proses memandang atau menafsirkan lingkungan anda.
Singkatnya sederhana sekali bahwa anda akan memotret kehidupan yang ingin anda potret, sehingga bila anda menekankan hal yang positif dan mengabaikan yang negatif adalah seperti menggunakan kaca pembesar artinya disatu sisi bila anda membayangkan anda menggunakan lensa binokuler, maka akan bermakna sisi pembesarnya untuk memandang hal-hal yang postif dan baliklah bilamana anda menjumpai unsur-unsur negatif untuk membuatnya kelihatan lebih kecil.
Sejalan dengan uraian diatas, kita tidak dapat melepaskan pemahaman tentang terbentuknya sikap itu sendiri karena dari situlah kita dapat memahami struktur sikap beserta komponen-komponennya yaitu komponen kognitif berupa apa yang dipercayai oleh subjek pemilik sikap, komponen afektif merupakan komponen perasaan yang menyangkut aspek emosional dan komponen konatif merupakan aspek kecenderungan berperilaku tertentu sesuai dengan sikap yang dimiliki oleh subjek.
Kesimpulan kita bahwa SIKAP anda adalah suatu isyarat yang anda pancarkan kepada orang lain, yang berarti juga cara anda melihat sesuatu secara mental dari dalam, dengan demikian memusatkan perhatian pada faktor-faktor positif dari lingkungan, maka akan mudah untuk tetap bersikap positif. Sebaliknya bilamana ada goncangan pada diri anda akan berdampak sikap anda menjadi negatif, dalam situasi demikian tantangannya adalah penyesuaian sikap untuk mengembalikan kepada yang positif.
PERILAKU adalah segala tindakan yang dilakukan oleh suatu organisme, baik yang dapat diamati maupun yang tidak dapat diamati (seperti pikiran dan perasaan), dengan kata lain perilaku adalag “gaya”. Jadi setiap manusia akan mengaktualisasikan diri kedalam tiga gaya perilaku yang disebut dengan asertif, nonasertif dan agresif.

Perilaku ASERTIF bersifat aktif, langsung dan jujur berarti perilaku ini mengkomunikasikan kesan respek kepada diri sendiri dan kepada orang lain, sehingga memandang keinginan, kebutuhan dan hak satu sama lain adalah sama. Jadi ada kemampuan untuk mempengaruhi, mendengarkan dan bernegosiasi sehingga orang lain bersedia untuk be-kerjasama dengan secara suka rela.

Perilaku NONASERTIF bersifat pasif dan tidak langsung. Merupakan kebalikan dari asertif karena ia membiarkan keinginan, kebutuhan dan hak orang lain menjadi lebih penting dari milik kita, ini berarti menciptakan situasi ”menang-kalah”.

Perilaku AGRESIF bersifat lebih komplek karena dapat aktif atau pasif, jujur atau tidak jujur, langsung atau tidak langsung, tetapi pada dasarnya mengkomunikasikan suatu kesan superioritas dan tidak adanya respek, jadi kita menempatkan keinginan, kebutuhan dan hak kita diatas orang lain.

Dengan memahami ketiga gaya tersebut, kita dapat secara bertahap melakukan perubahan gaya, walaupun kita semua menggunakan tiga gaya perilaku tersebut, yang menjadi masalah bagaimana kita dapat menuju yang asertif secara konsisten dengan melepaskan diri dari situasi dan faktor pribadi, dengan cara memahami filosofi asertif itu sendiri seperti dibawah ini :

(1) Saya memahami bahwa orang akan berubah hanya bila mereka memilih untuk berubah;
(2) Saya menyadari bahwa setiap pilihan asertif menghalangi gaya yang lain dan meyakini keberhasilan itu ada;
(3) Saya meyakini aktualisasi sikap saya dari bereaksi atas sikap orang lain;
(4) Saya menyadari bahwa sikap orang lain berbeda dengan sikap saya, tetapi orang lain tetap baik adanya;
(5) Saya menerima tanggung jawab karena kesadaran, kecerdasan dan akal sendiri bukan dari orang lain.

KEPRIBADIAN, adalah suatu pengertian yang dimaksudkan disini yang menyangkut suatu kesan menyeluruh tentang diri seseorang, yang dilihat orang lain. Kesan itu merupakan bauran yang unik dari ciri-ciri fisik dan mental yang ada dalam diri seseorang.

Kesan yang ditarik oleh orang lain menjadi positif tentang kepribadian orang, bila yang bersangkutan menunjukkan semua kemampuan, perbuatan, dan kebiasaan seseorang baik jasmani, mental, rohani, emosional maupun sosial dapat dijadikan panutan bagi orang lain, kecuali keadaan penampilan yang sebaliknya.

Kepribadian yang sehat akan sangat ditentukan oleh kemampuan seseorang untuk terus meningkatkan kedewasaannya dalam mengaktualisasikan sikap dan perilaku yang dapat diterima oleh orang lain dilihat dari sisi rohaniah, sosial, emosional dan intelektual yang bersumber dari kepercayaan diri karena kemampuan untuk menyalurkan segala yang kita ketahui dan segala yang kita kerjakan.
5. MEMBANGUN BANGSA DAN NEGARA DENGAN GAYA KEPEMIMPINAN YANG KONTRAVERSIAL
Pada dasarnya gaya kepemimpinan terdapat kecenderungan untuk mengidentifikasi dua ekstrim gaya kepemimpinan apa yang disebut dengan UTOKRATIK (direktif) dan DEMOKRATIK (suportif) serta ada yang mengkombinasikan dalam aktualisasinya yang sejalan situasi yang dihadapinya.
Sejalan dengan pikiran diatas, maka kita akan mendapatkan empat pola yang disebut dengan 1) derektif tinggi dan suportif rendah ; 2) direktif tinggi dan suportif tinggi ; 3) suportif tinggi dan direktif rendah ; 4) suportif rendah dan direktif rendah.
Aktualisasi gaya kepemimpinan dari keempat pola tersebut menjadi kebiasaan untuk melaksanakan 1-1) Intruksi karena gaya ini terutama ficirikan oleh komunikasi satu arah ; 2-2)Konsultasi karena dengan menerapkan gaya ini pemimpin masih banyak memberikan pengarahan dan membuat keputusan; 3-3) Partisipasi karena posisi control atas pemecahan masalah dan pengambilan keputusan ditangani secara bergantian ; 4-4) Delegasi karena pemimpin dan bawahan mendiskusikan batasan masalah bersama-sama hingga tercapai kesepakatan.
Sejalan dengan gaya kepemimpinan yang dipengaruhi oleh sikap, perilaku dan kepribadian, maka yang ideal bila ada kebersamaan pandangan, maka membangun bangsa dan Negara dengan gaya kepemimpinan yang kontraversial yang kita maksudkan disini adalah suatu usaha-usaha yang dapat menerima kebiasaan mengaktualisasikan prinsip-prinsip dan norma-norma KEPEMIMPINAN PANCASILA artinya memiliki kemauan yang kuat untuk membawa serta dan memimpin masyarakat lingkungan kedalam kesadaran kehidupan kemasyarakatan dan kenegaraan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Hal tersebut mendorong peran pemimpin menjadi panutan sebagai prinsip utama kedalam gaya kepemimpinannya karena 1) sikap, perilaku dan kepribadian ; 2) adanya kemampuan membangkitkan semangat berswakarsa dan berkreasi ; 3) berkemampuan mendorong orang-orang yang dipimpinnya agar berani berjalan di depan dan sanggup bertanggung jawab.
Dengan adanya kebersamaan pola pikir, maka aktualisasi Kepemimpinan Pancasila menjadi pedoman bagi semua pihak yang memiliki peran dalam eksekutif, legislative, yudikatif serta peran-peran dalam kehidupan bermasyarakat menjadi satu kekuatan berpikir dalam kebiasaan pola pikir berperilaku dan bersikap berlandaskan ilmu (informasi), pengetahuan (pengalaman), keinginan (niat).
Kepemimpinan Pancasila dengan prinsip utama yang dikemukakan diatas mendorong kebiasaan-kebiasaan gaya kepemimpinan yang kontrapersial dalam arti 1) Berwibawa ; 2) Jujur ; 3) Terpercaya ; 4) Bijaksana ; 5) Mengayomi ; 6) Berani mawasdiri ; 7) Mampu melihat jauh ke depan ; 8) Berani dan mampu mengatasi kesulitan ; 9) Bersikap wajar ; 10) Tegas dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambil ; 11) Sederhana ; 12) Penuh pengabdian kepada tugas ; 13) Berjiwa besar ; 14) Mempunyai sifat ingin tahu ; 15) Mendorong untuk kemajuan.

6. MELETAKKAN LANDASAN BUDAYA BERBANGSA DAN BERNEGARA DALAM KEPEMIMPINAN MASA DEPAN
Wujud Kepemimpinan Masa Depan adalah menumbuh kembangkan pelaksanaan Kepemimpinan Pancasila sebagai kebiasaan Gaya Kepemimpinan yang Kontrapersial melalui kekuatan SIKAP, PERILAKU, KEPRIBADIAN yang menentukan dalam meletakkan landasan yang kuat pada budaya berbangsa dan bernegara.
Oleh karena itu, usaha-usaha untuk melahirkan apa yang kita sebut dengan kontrapersial kedalam suatu gaya kepemimpinan yang berpedoman kepada pembentukan tingkah laku terpola dengan mengaktualisasikan prinsip- prinsip yang harus kita terima dalam kebersamaan pola pikir sebagai suatu kekuatan dalam usaha pembinaan penghayatan nilai-nilai hidup sebagai landasan konseptual yang mencakup hal-hal yang berkaitan dengan 1) Kemantapan dan keterpolaan perubahan sikap ; 2) Karekteristik anak didik ; 3) Karekteristik pengaruh lingkungan social yang kondusif ; 4) Karekterisk pengaruh Pembina ; 5) Emosi dan implikasinya dalam mempelajari nilai hidup.
Bertitik tolak kelima hal tersebut diatas, maka konsepsi tersebut menjadi landasan berpikir untuk mendalami apa yang terjadi di dalam diri pribadi seseorang hanya dapat didekati melalui cara-cara tidak langsung yakni dengan mempelajari gejala dan tingkah laku seseorang dan atau dengan membandingkangkannya dengan gejala serta tingkah laku orang lain.

Dengan memperhatikan pokok pikiran diatas, maka mewujudkan nilai-nilai hidup tertentu yang kita sebut dengan tingkah laku terpola dimana dari hasil peneltian mengungkapkan aspek-aspek yang mengandung nilai praktis untuk menngkatkan kegunaannya.
Oleh karena itu, dibawah ini disimpulkan pembentukan tingkah laku terpola menjadi pedoman utama untuk dapat diaktualisasikan sebagai prinsip-prinsip sebagai berikut :
Pertama, prinsip pembinaan diri sendiri artinya daya kemauan untuk terus meningkatkan kemampuan yang sejalan dengan tuntutan perubahan.
Kedua, prinsip pembinaan berkesinambungan artinya proses motivasi akan berjalan terus menerus seumur hidup untuk dapat membuat tingkah laku lebih terarah dan selektif sehingga berkemuan untuk menerima dan atau menolak.
Ketiga, prinsip menjalankan peran masa depan artinya keterkaian dalam memberikan daya dorong untuk motivasi dalam perkembangan sebagai individu maupun berupa perkembangan orang lain sebagai anggota masyarakat.
Keempat, prinsip tingkat kesiapan mental dan fisik artinya penguasaan pengetahuan yang selalu berusaha kedewasaan berpikir.
melalui suatu proses dalam kesiapan menerima nilai sebagai bagian dari sikap (situasi dalam internalisasi) dan usaha menempatkan nilai serasi dengan sifat kepribadian-nya (dalam individulisasi)
Keenam, prinsip sosiaisasi artinya nilai-nilai hidup yang dipelajari barulah betul-betul berkembang apabila telah dapat dikaitkan dalam konteks kehidupan bersama.
Ketujuh, prinsip konsestensi dan koherensi artinya tingkah laku lebih mudah tumbuh apabila ditangani secara tetap dan konsekwen serta secara koheren yaitu tanpa pertentangan anata nilai satu sama lainnya.
Kedelapan, prinsip sebab dan akibat artinya tingkah laku terola lebih mudah diperkuat apabila konsekwensi tingkah laku selalu Nampak sebagai hubungan sebab akibat yang fungsional.
Kesembilan, prinsip intergrasi artinya nilai-nilai hidup itu tidak cukup dipelajari sebagai ilmu semata-mata tetapi harus dintergrasikan dengan seluruh maalah kehidupan.
Kesepuluh, prinsip lingkungan yang kondusif atinya bahwa nilai-nilai hidup itu akan berkembang subur hanya apabila didukungoleh lingkungan yang serasi.
Kesebelas, prinsip komprehensif artinya bahwa untuk menumbuhkan satu tingkah laku terpola yang berkembang dalam konteks nasional diperlukan pendekatan pembinaan yang bersifat menyeluruh.
Keduabelas prinsip obyektivitas artinya bahwa untuk dapat dihayati dalam arti kata sebenarnya nilai-nilai hidup tidak dapat ditanam paksa secara dogmatic dan indoktriner tetapi harus dipupuk dengan pemahaman obyektif agar tingkah laku terpola yang diingini senantiasa memiliki daya ssuai yang sehat.

7. P E N U T U P
Bertitik tolak dari pemikiran mengenai “MANUSIA INDONESIA” yang diungkap oleh Mochtar Lubis dan Kebudayaan Mentalitas dan pembangunan oleh Koentjraningrat” memberikan inspirasi kepada penulis untuk dapat mengutarakan “KEKUATAN MENGUBAH KEADAAN” sehingga pemikiran yang berkaitan dengan ”Meretas jalan menjadi diri sendiri” maka pikiran yang terkait dengan “ Jiwa tanpa topeng kepalsuan” menjadi landasan menguraikan GAYA KEPEMIMPINAN YANG MEMPENGARUHI PROSES REVOLUSI MENTAL DALAM MENGUBAH KEADAAN.
Sejalan dengan pemikiran diatas, usaha mengubah keadaan dengan tujuan “MEMBANGUN BANGSA DAN NEGARA DENGAN GAYA KEPEMIMPINAN YANG KONTRAVERSIAL” dengan pendekatan semua pihak dapat menerimanya sebagai kekuatan pikiran yang kita sebut “KEPEMIMPINAN PANCASILA” sebagai model, dengan memperhatikan pengaruh kedalam gaya yang terkait dengan SIKAP, PERILAKU DAN KEPRIBADIAN.
Oleh karena itu, pemikiran diatas menjadi sumber untuk MELETAKKAN LANDASAN BUDAYA BERBANGSA DAN BERNEGARA DALAM KEPEMIMPINAN MASA DEPAN, dengan mengaktualisasi 12 prinsip untuk mewujudkan tingkah laku terpola mencakup 1) Pembinaan diri sendiri ; 2) Pembinaan berkesinambungan ; 3) Tugas masa depan ; 4) Tingkat persiapan ; 5) Internalisasi dan induviduasi ; 6) Sosialisasi ; 7) Konsisten dan koherensi ; 8) Sebab akibat ; 9) Intergrasi ; 10) Lingkungan yang kondusif ; 11) Komprehensif ; 12) Objektivitas.
Prinsip-prinsip tersebut menjadi bermakna dalam menumbuh kembangkan tingkah laku terpola yang pada dasar mempunyai persamaan pokok dalam dua hal apa yang diebut dengan 1) penghargaan pada kodrat manusia ; 2) sifatnya yang positif dan mempercayai. Namun demikian kita harus pula menjalankan prinsip apa yang kita sebut dengan Prinsip Intervensi karena setiap tingkah laku yang berkaitan dengan nilai-nilai hidup mempunyai konskwensi baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan sosial.
Akhirnya keberhasilan Kepemimpinan Kontraversil dapat dibangun bila kebersamaan pola pikir bersama-sama melihat dan memahami demensi yang disebut dengan :
MENTAL terkait cara kita berpikir dan apa yang kita pikirkan memiliki daya mencipta dan menghancurkan yang luar biasa untuk menciptakan hasi yang kita inginkan di hidup kita dan dunia yang luas ;
ROH AGUNG terkait kita memperkuat demensi ini dengan cara tetap menyadari motivasi kita untuk melayani. Jika kita terlalu menekankan kepentingan diri sendiri atau mengorbankannya kita akan mengalami kegoncangan. Menghubungkan diri secara aktif dengan Roh melali doa dan meditasi dapat membantu kita tetap menyadari energy dan kekuatan yang dimiliki untuk merawat hidup kita.
EMOSI terkait energy emosi juga merupakan kekuatan yang dapat mengubah mimpi menjadi kenyataan dimana ia member kita kekuatan untuk bertindak dan memberikan konstribusi yang unik. Tanpa perasaan ini kita akan kekurangan gairah hidup dan tidak dapat mengalami keterlibatan yang penuh dalam hubungan.
FISIK terkait dimana nilai penting kesehatan fisik untuk menjamin hidup yang memuaskan. Kita hanya perlu lebih menyadari cara kita merawat diri sendiri dan kemudian mengambil langkah aktif untuk mendukung demensi hidup yang penting ini.
Akhirnya pentingnya memahami Gaya Kepemimpinan Kontraversial dapat diwujudkan dalam kalangan LSM GMBI menjadi GMBI SAMPAI MATI – NKRI HARGA MATI, maka sambutlah salam fajar menyingsing ini :
“Hari ini hidup justru yang menentukan kehidupan kita ….
Dalam kelangsungan hidup yang pendek itu tercakup semua kegiatan ………
Dan kebahagian dari pada wujud hidup anda ………
Kebahagian pertumbuhan ……Kegemilangan keindahan…..
Keagungan tindakan …… Kemarin hanya suatu impian ……
Besok satu pandangan ….. Tetapi hari ini bila hidup baik …
Akan membuat tiap hari kemarin satu impian suatu mpian kebahagian ….
Karenanya manfaatkan sebaik-baiknya hari ini …….
Demikian salam sambutan fajar menyingsing …………………

MENUMBUH KEMBANGKAN
USAHA – USAHA
MEMPERKUAT DAYA KEMAUAN

Oleh
ABDUL TALIB RACHMAN

KATA PENGANTAR
Sumber kerhasilan terletak pada kepercayaan dan diiri anda sendiri, oleh karena itu bila anda menderita terletak pada kesalahan anda sendiri sehingga dengan demikian tidak akan merubah keadaan bila menyalahkan dan mencerca orang lain tidak akan menolong anda.
Bangkitlah sendiri dan pikullah seluruh tanggung jawab. Katakanlah pada diri anda sendiri bahwa kesengsaraan yang saya derita ini adalah karena perbuatanku sendiri dan ini membuktikan bahwa kesengsaraan itu hanya aku pula yang bisa melenyapkannya.
Dengan memperhatikan hal-hal yang diutarakan diatas, maka mencari hakikat kepercayaan diri, merupakan satu langkah untuk memperkuat daya kemauan. Jadi ingatlah bahwa banyak orang tidak berhasil dalam perjalanan hidup ini bukan karena sumber daya yang dimilikinya akan tetapi kurangnya DAYA KEMAUAN karena mereka tidak pernah memupuk kebiasaan-kebiasan berpikir yang positif.
Bandung, Desember 20 14

Abdul Talib Rachman

DAFTAR ISI

1.PENDAHULUAN

2. SADAR KEMAUAN

3. MEMPERKUAT DAYA KEMAUAN

4. KEMAUAN DAN KEBIASAAN

5. MENUMBUH KEMBANGKAN DAYA INGAT YANG KUAT

6. MENUMBUH KEMBANGKAN PIKIRAN YANG TERANG

7. MENGATASI PERASAAN MURAM

8. BERPIKIR POSITIF

9. PENUTUP
1.PENDAHULUAN
GMBI bergolak disebabkan oleh hasrat warganya dari semua lapisan untuk merubah dalam satu kebiasaan baru, bagaimana mereka dapat memberikan konstribusi yang terbaik di tengah-tengah bermasyarakat dan bernegara yang ingin perubahan kedalam revolusi berpikir atau yang saat ini didungungkan apa yang disebut dengan revolusi mental.
Gelombang perubahan itu begitu dahsyat adanya bagi warga GMBI di tengah-tengah kemajuan pergolakan dunia manusia tanpa batas
sehingga gonjangan-gonjangan tersebut menggema dalam gerak langkah mereka dalam berorganisasi.
Sejalan dengan apa yang kita pikirka diatas, ada SEUATU yanga ada dalam kekuasaan kita, dimana kita ingin memulai hidup baru dimana masa yang kita miliki adalah hari ini, oleh karena itu ingatlah WARGA GMBI bahwa hidup kita dibentuk oleh pikiran kita sendiri, sehingga SEUATU itu tak lain dan tak bukan adalah DIRI KITA sendiri.
Oleh karena itu, apa yang terpikirkan oleh kita saat ini dalam menghadapi gelombang perubahan dari sifat yang reaktif menjadi proaktif dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara tak lain menumbuh kembangkan “ DAYA KEMAUAN YANG KUAT” dalam warga GMBI sebagai sekelompok orang yang mampu dan unggul menjadi warga yang mempunyai kemampuan untuk berkonsentrasi artinya kemampuan untuk memusatkan segenap pikiran dan perhatian kepada suatu titik atau tujuan atau suatu hal, dimana keberhasilan warga GMBI dewasa ini bergantung kepada kemampuannya untuk menimbulkan kepercayaan kepada orang-orang bahwa ia mempunyai apa yang mereka butuhkan.
Dengan demikian, bila kita ingin “Mengubah takdir dalam wujud mengubah nasib”, maka pikirkan baik-baik hikmah berpikir kita kedalam apa yang kita sebut dengan berpikir KETAATAN dalam hubungan dengan Allah SWt, berpikir POSITIF dalam hubungan dengan manusia, melepaskan diri dari berpikir MAKSIAT dan NEGATIF, disitulah terletak kekuatan kebiasaan WARGA GMBI MENJADI PENGUASAAN DIRI SENDIRI.
Renungkan ungkapan bahwa PENGUASAAN DIRI SENDIRI berarti KEBAHAGIAN, KEMERDEKAAN, HIDUP SECARA POSITIF. Oleh karena itu gerakkan pikiran kita kedalam hal-hal yang berkaitan dengan : usaha-usaha PENGUATAN KEMAUAN , PERKEMBANGAN PRIBADI, MEMPERBANYAK AMALAN LAHIR DAN BATIN, PENDIDIKAN MORAL.
Untuk mendalami “SESUATU” maka pemahami apa yang terjadi dari perubahan masyarakat industri, ke masyarakat informasi ke masyarakat pengetahuan sehingga adanya dan pentingnya KEMAMPUAN menjadi sesuatu dalam memasuki abad ke 21 dimana gejolak perubahan begitu cepat dan komplek.
Oleh karena itu, renungkan pribadi yang kuat, selaras dan seimbang kedalam kebiasaan untuk mewujudkan apa yang disebut dengan DOA, HIDUP BRENCANA, INGATAN YANG KUAT ; PIKIRAN YANG TEANG DAN TERBUKA, SIKAP DAN PERILAKU DENGAN JIWA YANG SEHAT, SEMANGAT YANG MEMBARA, GEMBIRA, MENGASIHI.

2. SADAR KEMAUAN
Kemauan adalah rahasia-rahasia yang tidak pernah tidak pernah akan diketahui, oleh karena itu apa yang kita maksudkan dengan ‘SADAR KEMAUAN’ itu ? Kemauan itu sebenarnya ada dan penting keberadaannya.
Untuk menjawabnya marilah kita merumuskan dari sisi memahami dari unusr hruf dalam kata menjadi sesuatu yang bermakna seperti yang kita uraikan dibawah ini :
S menjadi SESUATU yang ada dan penting
A menjadi ANTUSIAS kedalam semangat dan bergairah
D menjadi DIRI sendiri
A menjadi AMBISI kedalam keinginan
R menjadi REALITA
Berdasar unsur kata, maka kita dapat merumuskan menjadi untaian kalimat yang bermakna, maka yang kita maksudkan dengan SADAR adalah SESUATU yang ada dan penting keberadaannya sebagai pendorong ANTUSIAS kedalam semangat dan bergairah menjadi jati DIRI SENDIRI dalam mewujudkan AMBISI yang sejalan dengan keinginan dalam REALITA yang dapat dicapai.
K menjadi KOMITMEN yang bukan dipaksakan
E menjadi EMOSI daya dorong orang berpikir masa lulu,kini,depan
M menjadi MANUSIA makhluk yan mulia
A menjadi AGAMA kepercayaan yang dianut
U menjadi UBAHLAH sebagai suatu proses
A menjadi ALLAH
N menjadi NABI
Berdasar unsur kata, maka kita dapat merumuskan menjadi untaian kalimat yang bermakna, maka yang kita maksudkan dengan KEMAUAN adalah KOMITMEN atas dasar keinginan diri sendiri menjadi kekuatan EMOSI sebagai daya dorong bagi MANUSIA dengan kepercayaan AGAMA yang dianutnya menjadi satu kekutan kedalam UBAHLAH sebagai suatu proses dalam meyakini keberadaan ALLAH dan NABI.
Dengan pemahaman SADAR KEMAUAN diatas maka kita harus mampu menumbuh kembangkan kekuatan pikiran kedalam :
• Apa yang disebut dengan Kekuasaan untuk memimpin diri sendiri artinya semua perbuatan dikaitkan dengan secara sadar melalui pertimbangan sbelum melangkah.
• Apa yang disebut dengan Menguasai diri sendiri artinya kemerdekan dalam bersikap dan berperilaku
• Apa yang disebut dengan Sadar kemauan artinya satu kekuatan yang dapat ditumbuh kembangkan dari yang tidak tahu menjadi tahu.
• Apa yang disebut dengan Kemampuan menggerakkan siasat artinya meletakkan pendekatan yang mendorong dapat diterima oleh semua pihak.
• Apa yang disebut dengan Daya kemampuan maha penting artinya semata-mata kesanggupan untuk mentaati diri sendiri.
3. MEMPERKUAT DAYA KEMAUAN
Dalam kehidupan sehari-hari kita dihadapkan dengan satu situasi sepertinya halnya kita mengunjungi orang sakit, atau saudara kita yang menerima musibah, maka kita meneteskan air mata, disini memperlihatkan kemauan yang lemah dan kemauan yang kuat.
Oleh karena itu, bagi yang memiliki kemauan yang kuat dan terlatih itu berarti yang bersangkutan berada dalam posisi orang yang berhasil dalam memberi perintah kepada diri sendiri, disiplin dalam mentaati perintah itu.
Dengan demikian kita meyakini bahwa dengan membuat latihan-latihan sendiri dalam usaha memperkuat daya kemauan itu berarti kita sedang berusaha melenyapkan kebiasaan-kebiasan yang salah dan tidak dapat dipertanggung jawabkan.
Jadi masa yang anda miliki adalah hari ini, mulailah memikirkan hal-hal yang berkaitan untuk mengganti yang buruk dengan yang baik,
Cobalah renungkan sifat- sifat yang baik dibawah ini :
1. Sikap dan perilaku yang tegas.
2. Secara berkelanjutan berusaha memperperbaiki diri
3. Mampu bekerja yang terfokuskan
4. Berinisiatif dan kreatif
5. Bergerak cepat
6. Bisa dipercaya dan memenuhi janji
7. Tidak ingin tahu perkara orang lain
8. Tenang dalam posisi yang kritis
9. Berpikir terlebih dahulu sebelum berpendapat
10. Tidak mendendam
11. Tidak marah bila ditertawakan
12. Bisa berkorban
13. Memperhatikan perubahan zaman
14. Mampu mengembangkan sifat proaktif
15. Dan seterusnya dapat anda pikirkan hal-hal yang baik.
4. KEMAUAN DAN KEBIASAAN
Untuk merumuskan makna KEBIASAAN, dapat diuraikan lebih lanjut dari unsure kata yang terdiri dari :
K menjadi KEPRIBADIAN
E menjadi ETIKA
B menjadi BERPIKIR
I menjadi INTELEKTUAL
A menjadi ANTUSIAS
S menjadi SINERGI
A menjadi ASAHLAH
A menjadi AKAL
N menjadi Nalar
KEBIASAAN, dapat dirumuskan dari unsur kata kedalam untaian kalimat yang bermakna, lebih lanjut dirumuskan bahwa KEBIASAAN adalah KEPRIBADIAN yang menggambarkan jati diri yang ber-ETIKA dengan kemampuan BERPIKIR dengan kekuatan INTELEKTUAL yang cerdas mewujudkan semangat ANTUSIAS yang mendalam sehingga memberi SINERGI maka ASAHLAH dengan memanfaatkan AKAL ketingkat NALAR yang dalam.
Sejalan dengan rumusan KEBIASAAN diatas, maka wujud dari kebiasaan-kebiasan yang sadar memberi dampak menguatkan KEMAUAN sekaligus membentuk WATAK dalam arti membentuk kebiasaan-kebiasaan yang baik.
Oleh karena itu, dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik sehingga pikiran kita tak diganggu oleh hal-hal kecil dan kita selalu siap untuk menghadapi hal-hal yang besar-besar yang memang memerlukan pikiran, sehingga kebiasaan-kebiasaan merupakan dasar pondasi dalam kehidupan kita.
Sejalan dengan pikiran diatas, maka renungkan hal-hal yang terkait dengan 1) Kebiasaan yang melahirkan perbuatan secara otomatis ; 2) Intelektual yang melahirkan kebiasaan pikiran yang sehat.
Dengan pemahaman diatas, maka perlu kita yakini untuk bertanya yang terkait apa yang menjadi penyebab memperlemah kemauan kita ? Jawabnya adalah 1) Kelemahan badan yang mempengaruhi rohani jasmani ; 2) Kemewahan ; 3) Kecemasan ; 4) Pengeluh ; 5) Sifat mengalahkan diri sendiri.
Sebaliknya untuk menumbuh kembangkan kemauan yang keras terletak membangun lawan dari hal-hal yang melemahkan diatas yang berbentuk 1) Jagalah kesehatan ; 2) tidak bergantung atas kekayaan ; 3) Mengusir perasaan takut : 4) Percaya kepada diri sendiri ; 5) Belajar menahan nafsu.
Dengan memperhatikan hal- hal diatas, maka untuk menumbuh kembangkan kemauan yang keras adalah hal-hal yang terkait degan
1) Hidup berdisiplin ; 2) Bekerja dengan terfokuskan ; 3) Berpikir dengan pengertian dan tanggapan ; 4) Mampu menguasai diri sendiri ; 5) Tekan tindakan yang terburu-buru ; 6) Jangan mudah marah ; 7) Jangan cepat berputus asa ; 8) Kecepatan antara keputusan dan perbuatan ; 9) Mampu membuat ketenangan ; 10) Memiliki kemampuan untuk bertanggung jawab ; 11) Bekerja atas rencana ; 12) Bekerja dengan teliti dan seksama ; dsb.

5. MENUMBUH KEMBANGKAN DAYA INGAT YANG KUAT
Mengungkit daya ingat sangat bergantung seberapa jauh anda mampu memanfaatkan otak dan hati dalam memahami kekuatan berpikir, oleh karena itu manusia sebagai makhluk yang paling mulia diciptakan untuk berpikir. Didalamnya terletak semua martabat dan kebajikannya dan seluruh kewajibannya adalah berpikir merupakan kebutuhan menumbuh kembangkan daya ingat yang kuat.
Pemikiran yang sehat adalah satu hal yang luar biasa indahnya dan mereka mempunyai pemikiran sehat mngagumkan. Tetapi pikiran yang sehat tidak ada secara kebetulan demikian pula tidak diturunkan, oleh karena itu betapa pentingnya secara berkelanjutan menayaumbuh kembangkan daya ingat yang kuat.
Untuk dapat mengungkit daya ingat yang kuat dimana hal tersebut bisa dilatih sepanjang yang bersangkutan mau melakukannya secara terus menerus hal-hal yang kita sebut :
• Cermat dalam usaha untuk mengamati.
• Menghubung-hubungkan terhadap hal-hal yang diingat.
• Dalam mengulangi-ngulangi perlu kesabaran.
Dengan demikian maka pusat perhatian menjadi faktor yang sangat menentukan dalam rangka memunculkan daya ingat. Yang menjadi peroalan bagaimana memperkembangkan ingatan ?
Terlebih dahulu kita harus yakin akan perlunya ingatan yang kuat, dimana ingatan sebagai sebagai hal yang tidak ternilai harganya, karena dengan ingatan yang kuat orang bisa melaksanakan pekerjaannya dengan seksama, cekatan dan sebaik-baiknya.
Jadi apakah yang menjadi tugas ingatan adalah untuk mengingat hal-hal yang perlu diingat dan disimpan dan pada waktunya harus mampu memunculkannya kembali.
Oleh karena itu, melatih ingatan sama dengan melatih perhatian sehingga kita mampu mencurahkan perhatian kita semata-mata kepada hal yang hendak kita pelajari dan ingat-ingat itu. Jadi seluruh “kesadaran mengingat” kita kerahkan untuk tugas ini, seluruh perasaan, kemauan dan pikiran.
Yang paling penting ialah bahwa harus mencurahkan seluruh perhatian kita semata-mata kepada apa yang kita hendak ingat. Semakin sadar sesuatu dialami atau dipikirkan semakin dalam membekas kepada ingatan.
Sejalan dengan apa-apa yang telah kita kemukakan diatas, maka mengungkit daya ingat menjadi satu kebutuhan dalam kebiasaan pikiran, maka disitu terletak menemukan cara-cara untuk mencapai lebih banyak, membuat pilihan bijaksana, menjaga hati nurani anda tetap jernih dan kemampuan mengendalikan pemikiran anda.
Untuk mengingat kembali apa yang kita bangun kedalam kebiasaan pikiran dalam rangka usaha-usaha menumbuh kembangkan menjadi satu kekuatan untuk mengungkit daya ingat secara berkelanjutan diperlukan langkah yang kita sebut dengan :
• Observasi (pengamat-amatan) artinya kita harus menggunakan pikiran kita yang logis dimana kita harus berusaha memahami apa yang hendak kita amat-amati, asal kita meyakini menjadi satu kebiasaan.
• Asosiasi (menghubung hubungkan) artinya untuk mengingatkan anda bahwa dengan asosiasi mampu mengungkit daya ingat karena dengan mengingat dari pengelaman apa yang telah anda kenal sebelumnya memberi daya dorong kedalam pengertian-pengertian, susunan-susunan pengertian yang sewaktu-waktu harus kita timbulkan kembali dalam ingatan.
• Mengula-ulangi artinya semula kita tidak mengerti tetapi karena selalu mengulang-ulangi apa yang hendak diingat yang diangap perlu untuk diingati.

• Kemauan keras diperlukan artinya dengan pikiran dan ingatan yang terlatih kita bisa memperkaya pribadi kita dalam benar-benar memberi manfaat kepada kita melalui apa yang kita sebut dengan 1) Adanya pedoman ; 2) Tanggal dan mencatat ; 3) Mengingat-ingat nama-nama yang kita kenal ; 4) Jangan puas dengan pengetahuan yang terbatas ; 5) Memahami gejalan-gejala dan ungkapkan pula penyebab-nya dan azas-azas yang diterapkan ; 6) Implementasikan apa yang kita pikirkan dalam pekerjaan kita sehari-hari dengan penerapan pengetahuan yang kita miliki ; 7) Cari tahu apa yang terjadi diekitar kita.

6. MENUMBUH KEMBANGKAN PIKIRAN YANG TERANG
Manusia adalah mahkluk berpikir, namun tidak jarang mereka tidak mampu memanfaatkan kemampuan berpikir dengan jalan yang baik-baik.
Kita memahami unsur jiwa berupa kesadaran, kecerdasan dan akal adalah penggerak dari kebiasaan berpikir, tapi banyak sekali orang mengira bahwa ia berpikir sebenarnya apa yang dilakukannya bukanlah berpikir.
Berpikir merupakan kebiasan dengan memanfaatkan Otak dan Hati sehingga kita mengenai berpikir metodis (otak dan hati) dan berpikir non metodis (menghayati inilah disebut Intuisi).
Dalam kehidupan tak jarang kita ketemukan bahwa banyak orang terpengaruh dari Slogan-slogan dan uraian-uraian yang tak masuk akal untuk mempengaruhi kesadaran mereka.
Bertolak dari pikiran diatas, maka usaha menumbuh kembangkan pikiran yang terang, dituntut kemampuan MENARIK KESIMPULAN dapat dilakukan dengan dua cara, apa yang disebut :
Pertama, CARA INDUKTIF artinya pertama kita mengumpulkan sebanyak mungkin pendapat-pendapat yang dapat dipergunakan sebagai alasan, dengan begitu agar konkulusi tidak salah.
Kedua, CARA DEDUKTIF artinya pertama kita mengungkapkan apa yang bersifat pendapat umum, yang selanjutnya kita hubungkan dengan pendapat kita kemudian menarisik kesimpulan atasnya.
Bagaimanapun juga pendekatan yang dikemukakan diatas, tidak dapat member jawaban yang terkait dengan BERPIKIR TERANGA sama dengan BERPIKIR TERATUR artinya :
• Mengurai keseluruhan ke dalam faktor-faktor yang merupakan bagian-bagian dari keseluuhan itu.
• Menyusun faktor-faktor itu menurut urut-uruannya.
• Memusatkan perhatian kepada setiaf faktor itu.
• Menemukan hubungan-hubungan anata faktor-faktor itu menurut pemikiran kita sendiri.
• Menarik keimpulan.
Sejalan dengan apa yang kita pikirkan diatas, maka bagimana berpikir benar dan logis akan terletak dari kemampuan kita dapat mengungkapkan “KESALAHAN-KESALAHAN DALAM BERPIKIR” yang disebabkan oleh:
Pertama, Sikap hidup yang keliru yang ditunjukkan oleh 1) Kita mengira bahwa kita berpikir ; 2) Kita pro atau kontra ; 3) Kita tidak tahu betul-betul tentang apa yang kita bicara ; 4) Terlalu banyak subyektivitas dalam pikiran kita ; 5) Belajarlah bahwa pengalaman guru yang terbaik ; 6) Kita dipengaruhi oleh orang yang kita hadapi ; 7) Kita menganggap pendapat kita itu elalu benar.
Kedua, Kesalahan dalam teknik berpikir, artinya tidak mampu memanfaatkan berpikir secara teratur dan logis sehingga berdampak menarik kesimpulan dari bahan yang kurang lengkap, disebabkan 1) Menarik keimpulan yang terlalu umum ; 2) Terlalu menekankan dalam melihat persamaan dari pada perbedaan-perbedaan ; 3) Tidak menyadari di dunia terjadi perubahan yang selalu ada dan komplek keadaannya.
Ketiga, Setiap keadaan kita bisa memilih artinya dengan kemauan adalah kemampuan untuk memilih disitu terletak kemauan kita yang berarti kedaulatannya, memakai wewenangnya dan menggunakan kekuasaannya.
Keempat, Wujudkan pikiran-pikiran terang dalam arti dengan bahasa yang terang sehingga dengan demikian kitapun tak mudah dikacaukan, dengan begitu kita bisa mengemukakan pendapat sendiri.

7. MENGATASI PERASAAN MURAM
Yang perlu kita pahami adalah keputusan menjadi penting yang sejalan dengan sikap dalam usaha mencari kebenaran, oleh karena itu renungkanlah hal-hal yang terkait dengan :
Pertama, PERASAAN, dalam situasi apapun jikalau suasananya baik dan selaras, maka apabila dewasa dalam mengungkapkan pikiran terbuka pintu tidak lagi dilihat dari umur melainkan dari kekuatan kebiasaan berpikir yang mampu menuntun sikap dan perilaku dalam kehidupan ini.
Kedua, MEMAHAMI PERASAAN, artinya untuk menguasai peraaan, maka perlu kita mendalami makna perasaan itu, dalam hal ini kita mengenal macam, apa yang disebut dengan 1) Kasih ; 2) Cemas ; 3) Amarah. Dimana setiap perasaan tersebut sangatlah berkuasa dan kita harus memahaminya supaya kita bisa menguasainya.
Ketiga, PERASAAN ADALAH ENERZI artinya perasaan atau emosi hanyalah suatu akibat dari sesuatu yang ada dalam pribadi kita, oleh karena itu setiap enerzi pada hakikatnya menghendaki jalan keluar sehingga ia mampu menuntun kekuatan kebiasaan pikiran dalam bersikap dan berperilaku.
Keempat, BERTINDAK TEGAS artinya bagaimana menghadapi ketiga perasaan (kasih, cemas, amarah) terebut sangat bergantung kepada suatu pikiran yang berani mengungkapkan jadilah diri sendiri, dengan demikian ingatlah Hal-hal yang terkait dengan :
• Jangan terlalu kasihan kepada diri sendiri artinya mendorong menjadi orang yang lemah.
• Obat yang pasti mustajab adalah selalu mengungkapkan ketaatan dan positif dalam berpikir, maka terbukalah pintu mengetuk diri sendiri untuk kepentingan orang lain.
• Wujudkan kemauan untuk membuka hati yang dapat mendorong kebahagian dan keriangan.

8. BERPIKIR POSITIF
Manusia diciptakan untuk berpikir di dalamnya terletak semua martabat dan seluruh kewajibannya adalah berpikir sebagaimana seharusnya dan oleh karena itu kebiasaan pikiran akhirnya menentukan nasib anda.
Membangun berpikir positif berarti membentuk kebiasaan-kebiasaan yang baik sama dengan usaha-usaha membentuk watak. Jadi ingatlah bahwa kebiasaan ialah perbuatan yang telah mempunyai kehidupan sendiri, yang berotonomi dank arena itu bisa bertindak tanpa menunggu dari otak.
Dengan demikian renungkanlah bahwa PIKIRAN seorang manusia bisa disamakan dengan kebun yang mungkin dirawat atau dibiarkan liar tetapi apakah atau diabaikan, kebun harus dan akan terus berkembang, inilah satu pemikiran membentuk kebiasaan mental yang sehat. Jadi kebiasaan merupakan dasar-dasar membangun kehidupan kita.
Oleh karena imembentuk kebiasaan-kebiasaan sebaik-baiknya Setiap gerak hendaknya adalah gerak yang seefisien-efisiennya, sehingga gerak itu tak membuang-buang tenaga yang tak ada gunbanya.
Sehingga kelemahan badan, kecemasan, suka mengeluh adalah hal-hal pokok yang melemahkan kemauan. Jadi diperlukan kebiasan yang mendukung atas kemauan yang mencakup :
1) Hidup berdisiplin ;
2) Bekerja secara focus kepada pekerjaan ;
3) Berpikir selalu dengan pengertian-pengertian ;
4) Menguasai diri sendiri ;
5) Tekan gejolak-gejolak yang salah ;
6) Jangan lekas marah ;
7) Jangan putus asa ;
8) Membuat keputusan dan dilaksanakan
9)Tenang mewujudkan cita-cita ;
10) Pikul tanggung jawab dan percaya diri sendiri ;
11) Bekerja dengan berencana ;
12) Mendalami dan teliti ;
13) Berperikemuanusiaan dalam bergaul.
Dengan mendalami hal-hal tersebut diatas, maka pahami bahwa manusia mempunyai pribadi sendiri yang khusus dan setiap orang bisa menjadi manusia yang berbakat dan menyenangkan, oleh karena itu untuk mewujudkannya harus lebih dahulu ada hasrat yang kuat.
Jadi keyakinan bahwa aku bisa harus diresapkan supaya memberi daya dorong sebagai kekuatan-kekuatan yang tadinya terpendam dan tidur.
Sejalan dengan pikiran diatas, maka sifat-sifat positif yang penting ialah kesungguh-sungguhan, kegembiraan, kebanggaan, ketegasan, kepercayaan dan harapan. Timbulkan kekuatan sugesti yang semakin baik yang mendorong kepada suatu situasi dimana semakin lama jiwa kita semakin diresapi pikiran-piran yang membangun, sehingga tak ada kesempatan bagi pikiran-pikiran yang merusak. Dengan jiwa yang menyanyi kita tempuh hidup ini dengan penuh keyakinan yang mendorong keinginan, keterampilan dan ilmu menjadi kebiasaan pola pirilaku yang terpola.

9. PENUTUP
Hidup anda dibentuk oleh pikiran anda sendiri, oleh karena itu bentangkanlah dimana masa yang anda miliki adalah hari ini untuk memulai hidup baru artinya seberapa jauh anda mampu mengungkit daya ingat agar anda timbul suatu keinginan untuk memperkuat daya kemauan.
Daya kemamuan hanya dapat tumbuh bila anda menyadari sepenuhnya bilamana unsur jiwa dapat digerakkan oleh unsur kesadaran, kecerdasan dan akal sebagai unsur penggerak dalam kebiasaan berpikir, maka disitu terletak pula kemauan yang mampu membentuk ingatan yang kuat.
Dengan memahami kekuatan pikiran yang mampu mendorong daya ingat berarti anda adalah apa yang anda pikirkan, maka disitu terletak daya kemauan yang mampu mendorong satu pemikiran yang terkait dengan hal-hal yang baik sehingga mampu menempa watak anda dengan begitu akan membentuk kebiasaan mental yang sehat.

 

 

PETA PIKIRAN 1 – 10

PETA PIKIRAN 1-10

1. DAYA INGAT MENJADI PETA PIKIRAN
KEDALAM HIDUP PENUH KETAKJUBAN

A. PENDAHULUAN

Sejenak bila kita memanfaatkan pikiran dari yang tidak tahu menjadi tahu dari ungkapan kata “Ketakjuban” yang berarti kekaguman dan atau keheranan, maka seberapa jauh dapat mempengaruhi kedalam peta pikiran anda.

Bila kita mengungkapkan ketakjuban, renungkanlah ungkapan seperti “Tidak ada kekayaan yang melebihi kesehatan badan dan tak kegembiraan yang mengatasi kesenangan hati”.

Dari ungkapan diatas diharapkan membawa dampak kedalam peta pikiran anda bahwa sikap takjub memungkinkan kita untuk mempersepsikan di dunia segala keintiman sang ilahi untuk merasakan dalam hal-hal kecil permulaan dari kebermaknaan yang tak terhingga, untuk merasakan yang paling hakiki di dalam yang biasa dan sederhana untuk merasakan derasnya keteduhan kekal yang lewat.

Oleh karena itu, gerakkan daya ingat anda untuk dapat menuntun sikap dan perilaku anda kedalam makna
“KETAKJUBAN” sebagai sarana dalam usaha memanfaatkan hikmah berpikir agar anda dapat mengendalikan kebiasaan berpikir dimana kita menyadari sepenuhnya bahwa “hidup anda dibentuk oleh pikiran anda sendiri.

Sejalan dengan apa yang kita pikirkan diatas, makna dalam usaha untuk mendalami “Ketakjuban” dengan pendekatan kekuatan pikiran yaitu dari sudut dalam hikmah berpikir yang mencakup :

B. DALAM PROSES BERPIKIR KETAATAN :
Bertolak dari keinginan untuk mendalami apa yang kita bicarakan dalam pokok pikiran yang diungkapkan diatas, maka dari sudut berpikir ketaatan dalam hubungan kita dengan Allah Swt, seperti yang terungkap dalam QS. 72 : 1 “Katakanlah (hai Muhammad) “Telah di wahjukan kepadaku bahwawasanya sekumpulan jin telah mendengarkan (Al ‘Quran)lalu mereka berkata : Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur’an yang menakjubkan”
Ayat tersebut menekankan bahwa “Islamnya Jin Setelah Mendengar Al Qur’an”, oleh karena itu, renungkan melalui pikiran anda agar dapat menuntun sikap dan perilaku anda sejalan dengan apa yang kita pikirkan agar kita dapat menempatkan makna Ketakjuban yang dipikirkan, yang harus sejalan dengan ajaran Islam itu sendiri.

Dengan demikian gerakkan kekuatan pikiran kedalam suatu kebiasaan dalam usaha menafsirkan ketakjuban, maka terbuka pikiran bagaimana dapat dipercepatkannya usaha-usaha yang baik-baik dalam mewujudkan makna yang terkandung didalamnya, oleh karenanya digerakkan pikiran didasarkan pada keikhlasan yang seutuhnya.

C. DALAM PROSES BERPIKIR POSITIF :

Mengungkapkan jalan pikiran yang positip berarti kita selalu mendekatkan diri dalam hubungan manusia yang selalu baik memandang sesuatu seperti halnya kita takjub pada sesuatu maka disitu terselip pemikiran yang berkaitan dengan pujian yang sewajarnya adalah anak kunci untuk memulai persahabatan yang baik sedang celaan adalah sumber pertengkaran dan permusuhan.

Tapi yang perlu kita ingat bahwa pujian adalah ujian artinya yang mudah tersanjung dan juga mudah tersandung, oleh karena itu lihatlah selalu bahwa dirimu adalah orang yang senantiasa dihinggapi kelemahan, kekurangan, aib dan sebagainya.

Sejalan dengan apa yang kita bicarakan diatas tumbuh dan kembangkan kebiasaan pikiran anda yang positif sehingga dapat mendorong sifat-sifat yang menyelamatkan, apa yang anda pikirkan yang terkait ketakjuban agar kita selamat dari kemungkinan tergelincir oleh pujian yang menghancurkan.

D. DALAM PROSES BERPIKIR MAKSIAT
DAN NEGATIF :

Untuk dapat menuntun sifat pola pikir yang terpuji, maka hindarilah kebiasaan pikiran yang bersifat maksiat dalam hubungan manusia dengan Allah Swt. Sedangkan berpikir negatif dalam hubungan anda dengan manusia.

Oleh karena itu, setiap manusia mulai sejak terbitnya matahari sampai terbenamnya, maka manusia memeriksa seluruh anggota tubuhnya yang terdiri dari mata, telinga, lisan, kemaluan, perut, tangan dan kaki tidak sedang mengandung kemaksiatan dan berpikir negatif, sehingga kita mampu mengenal diri agar kita selalu dekat sang penciptanya dengan begitu kita akan mampu menumbuhkan apa yang diperkirkan secara baik, apa yang kita sebut dengan mensyukuri karunia Allah, maka disitu terbukalah kebiasaan pikiran baru, sehingga begitu pentingnya kita menyadari peran dan fungsi ketujuh anggota tubuh yang telah kita utarakan diatas.

E. PENUTUP :

Ketakjuban yang kita ungkapkan kedalam peta pikiran, dimaksudkan agar kita selalu memanfaatkan kebiasaan berpikir agar dapat menuntun sikap dan perilaku kita dalam menata kehidupan dunia dan akhirat.

Dengan demikian kebiasaan yang effektif yang dituntun oleh pemahaman prinsip, sikap, perilaku dihayati menjadi satu kekuatan dalam proses berpikir.

Oleh karena itu, tingkatkan kedewasaan berpikir kedalam sisi rohaniah, social, emosional dan intelektual, dengan begitu anda dapat secara terus menerus belajar untuk menumbuh kembangkan kebiasaan pikiran untuk selalu dapat memanfaatkan dan memahami untuk dapat mengaktualisasi-kan makna hikmah berpikir kedalam pemahaman kita mengenai ungkapan kata “Ketakjuban”.

Sejalan dengan apa yang kita pikirkan diatas, maka salah satu alat tubuh mengingatkan kita untuk selalu memelihara lidah sewaktu berbicara karena perkataan itu adalah semacam anak panah bila terlepas dari busurnya sukar kembali lagi.

2. MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA
PIKIRAN KEDALAM USAHA PENCERAHAN

A. PENDAHULUAN
Kata “Pencerahan” merupakan kecernihan yang terungkap oleh kesadaran sebagai unsur jiwa sebagai penggerak alat berpikir agar kita mampu setiap manusia untuk menyadari sepenuhnya seberapa jauh yang bersangkutan memanfaatkan usia.
Kita pahami bahwa “kesadaran” itu paling tegas sebagai unsur jiwa, di waktu tidur kita tidak akan tahu, bilamana ada bahaya mengamcam dan menyebabkan kita sadar sepenuhnya. Jadi di waktu tidur kesadaran itu seolah-olah turut istrahat Dan semakin diwaktu tidur jasmani dan rochani kita letih semakin kurang pula kesadaran itu.
Dengan kesadaran kita dapat berorientasi meninjau serta merasakan diri sendiri serta menangkap atau memahami ituasi didunia luar artinya diluar diri kita.
Sejalan dengan apa yang kita utarakan diatas, maka makna “Pencerahan” dapat kita dalami lebih dalam bila KESADARAN diikuti dengan KECERDASAN dan AKAL, maka terbukalah kekuatan pikiran untuk menuntun anda dalam usaha memanfaatkan usia sehingga anda mampu menempuh jalan menuju pusat PENCERAHAN anda sendiri.

B. KEMAMPUAN MEWUJUDKAN PENCERAHAN

Pencerahan dapat diwujudkan sepanjang kita mampu melihat kedewasaan berpikir sehingga mampu mengintergrasikan ketiga unsur jiwa berupa KESADRAN, KECERDASAN, AKAL, dimana ketiga unsur terebut saling memiliki sifat-sifat ketergantungan dalam memanfaatkannya.

Dengan pikiran diatas, seperti halnya kita mengungkapkan bahwa jalan menuju pencerahan dapat kita ibaratkan seperti cita-cita menghendaki perjuangan, perjuangan menghendaki pengorbanan dan pengorbanan menghendaki ketabahan hati.

Oleh karena itu, tempuhlah jalan menuju puat pencerahan anda sendiri dengan kebiasaan memanfaatkan ketiga unsur jiwa diatas sehingga dapat mewujudkan makna pencerahan dalam perjalanan hidup kita.

Sejalan dengan pokok pikiran diatas, maka usaha meningkatkan kedewasaan berpikir akan mampu menuntun kebiasaan yang disebut dengan “Keinginan” artinya mau melakukannya, maka disitu terbuka pintu bagaimana melakukannya serta apa yang harus dilakukan dan mengapa.

Jadi kemampuan mewujudkan “Pencerahan” kedalam peta pikiran bergantung seberapa jauh kita mampu meningkatkan kedewasaan berpikir (rohaniah, social, emosional, intelektual) secara berkelanjutan yang mampu menyentuh jiwa kita seperti
Cara menyempurnakan rahmat ialah kasih saying Tuhan kepada anda dengan melalui ketaatan anda. Datang ketaatan dengan keimanan dan keimanan dengan pengetahuan.

Denan mengungkapkan jalan pikiran diatas diharapkan dapat menjadi penuntun dalam peta pikiran kita, sehingga dengan memahami makna pencerahan yang hendak kita kita bangun dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan menyadari sepenuhnya mengenai ilmu kepandaian itu ialah sahabat yang setia bagi teman hidup sampai kepada penghabisan umur kita.
C.PENUTUP
Bangkitkan kedalam peta pikiran anda bahwa pencerahan perlu ditingkatkan sehingga terbuka keinginan untuk memperbaiki diri setiap harinya. Bertekatlah untuk meningkat-kan kesadaran, kecerdasan dan akal kita untuk menyentuh yang sakral setiap harinya.

Oleh karena itu ingatlah kita kepada kematian adalah suatu cameti untuk memperbaiki kelakuan kita dan cinta pada orang miskin.

3. MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA
PIKIRAN KEDALAM PENERIMAAN APA YANG
TIDAK DAPAT KITA UBAH.

A. PENDAHULUAN
Kebiasaan batin yang digerakkan oleh kekuatan jiwa dalam kehidupan berarti menerima diri sendiri apa adanya dan oleh karena itu takdir tidak dielakkan dan bukan lari dari takdir tetapi dikejar dan menyerbu kepada takdir. Kepercayaan kepada takdir menimbulkan puncak kesenangan yang sejati karena itu ia sabar dan tabah.
Oleh karena itu, terimalah dengan ikhlas apa yang tak mungkin dielakkan. Kalau kita mengetahui bahwa suatu keadaan itu di luar kekuasaan dan kemampuan kita untuk mengobah dan memperbaikinya, berkatalah pada diri sendiri. Memang sudah semestinya begitu tak dapat lain.
Sejalan apa yang kita pikirkan diatas, mendorong kita memikirkan untuk memahami dunia karena jangan tertipu pada yang tampak, apa yang tertampak tidak selalu seperti yang sejatinya.
Dengan demikian pikirkan baik-baik sebelum melangkah bahwa ala mini lahiriahnya berupa tipuan sementara batiniahnya berupa pelajaran. Diri yang mencakup nafsu melihat kepada lahiriahnya yang menipu, sementara kalbu melihat kepada batinnya yang menjadi pelajaran. Oleh karena iu, tanggalkan kebanggaanmu pada kemuliaan duniawi.
B. BAKAT MENGUBAH NASIB MENEMUKAN TAKDIRMU
Hidup anda dibentuk oleh pkiran anda sendiri, oleh karena itu masa yang anda miliki adalah hari ini, sebagai petunjuk maka kita harus mampu mengungkit bakat yang tersembunyi dalam pikiran kita sehingga kita menyadari sepenuhnya bahwa bakat merupakan kemampuan potensial yang ada pada diri setiap manusia.
Dengan bertolak dari pikiran diatas, harus ada kemampuan kita untuk membaca dirimu, maka disitu terletak kesiapan kita menggali dan memanfaatkan kemampuan potensial tersebut melalui apa yang kita sebut :
Pertama, mampu menggariskan secara jelas arah dan sasaran hidup yang hendak kita capai ;
Kedua, memerjuangkan dengan komitmen yang tinggi ;
Ketiga, mampu apa yang diungkapkan bagi orang lain amenjadi kekekuatan yang dapat dipercaya ;
Keempat, memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan kepada orang lain secara baik ;
Kelima, secara berkelanjutan menumbuh kembangkan kebiasaan sebagai prinsip dan pola sikap serta perilaku, dengan kebiasaan ini mampu menyatukan keinginan yang berlandaskan niat yang benar, memeliki kebiasaan untuk meningkatkan ilmu dan kebiasaan belajar dari pngalaman baik datang dari diri sendiri maupun dari orang lain.
Dengan memperhatikan kelima hal diatas, maka kebiasan yang dapat menuntun kedalam pola pikir untuk mewujudkan keberhasilan apa yang kita harapkan, oleh karena itu wujud melawan penderitaanlah, bukan penderitaannya itu sendiri.
C. PENUTUP
Menyadari kemampuan mabaca diri, maka disitu terbuka peluang mengubah takdir menjadi satu kekuatan mengubah nasib, artinya belajarlah kepada suatu kenyataan bahwa terimalah apa yang tidak dapat anda ubah.
Jadi ingatlah bahwa bertambah luas kesadran, kecerdasan dan akal , bertambah luas hati, bertambah luas hidup, bertambah datangnya bahagia. Bertambah sempit pula hidupnya dan bertambah datangnya celaka.

4. MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA
PIKIRAN KEDALAM USAHA MENJADIKAN
KEKUATAN DIRI SENDIRI

A. PENDAHULUAN
Kekuatan diri sendiri menunjukkan gambaran seseorang yang memliki kemampuan menggerakkan pikiran yang berlandaskan prinsip ketaatan dalam hubungan dengan Allah Swt dan berpikir poitip dalam hubungan dengan manusia, dengan begitu sekaligus sehingga kekuatan diri sendiri mejadi satu kebiasaan untuk selalu mampu meningkatkan kemampuan kedewasaan berpikir ecara berkelanjutan.
Pikiran diatas bukanlah sesuatu yang baru dalam proses manusia untuk selalu siap menerima dan melaksanakan perubahan atas dirinya, oleh karena itu baying kan ungkapan seperti dasar hidup kita, jangan hidup sebagai keimbang menjulang ke atas tidak ada kekuatan ke bawah.
Jadi terimalah kepada suatu kenyataan bahwa kekuatan diri juga memperlihatkan gambaran atas percaya diri adalah sumber keberhasilan dan kemandirian. Dengan demikian keberhasilan dan kemadirian lebih berarti berusaha berpretasi dari pada prestasi itu sendiri. Janganlah ikut-ikutan orang yang bermain hanya agar tidak kalah, mainlah untuk meraih kemenagan.
Bertolak dari pikiran diatas, maka orang dengan kemampuan untuk memiliki keberhasilan dan kemandirian ditentukan kemampuan secara jelas merumuskan program, dimana pertama ia menetapkan suatu rencana kerja dan tekun menjalaninya. Ia tetapkan rencana-rencanaya dan melaksana-kannya, ia langsung menuju ke sasarannya.
Apa artinya yang kita ungkapkan pikiran diatas, merupakan pola pikir yang menuntun kita kepada makna KEPERCAYAAN (terkait dengan AGAMA) dan KEYAKINAN (terkait dengan IMAN) yang menjadikan pijakan bagi orang yang mampu menguah jati diri sendiri, maka terbukalah pintu kesiapan menjadi manusia teladan yang sesungguhnya.
B. MENCARI HAKIKAT PERCAYA DIRI
Kita harus dapat membayangkan bahwa apabila seseorang dapat mengenal dirinya dan kebiasaan yang ditopang oleh ilmu, pengetahuan dan keinginan sesuai dengannya serta dapat mengamalkan kebiasaan yang sempurna mungkin, niscaya dia akan mendapatkan kemenganan.
Dengan pikiran diatas, cobalah anda berusaha mencari hakikat percaya diri sebagai satu kekuatan yang harus ditumbuh kembangkan kedalam kebiasaan hidup ini, bahwa ilmu pengetahuan, pengalaman dan wawasan jauh lebih baik daripada tumpukan harta, karena mencintai harta-benda adalah sifat binatang dan senang dengan pengetahuan adalah sifat manusia.
Jadi ingatlah selalu dalam hidup ini bahwa mewujudkan angan-angan setelah kita mempraktekkan sendiri jenis kepercayaan diri yang khusus kita bangun dari daya cipta kebiasaan kita. Yang menjadi masalah kita adalah kesiapan menerima perubahan dan berusaha menemukan keseimbangan hidup, maka terbuka pintu dalam kebiasaan pikiran kita yang terkait dengan menemukan sumber dari segala kepercayaan diri sehingga anda bisa melakukan hal-hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya untuk melangkah jalan hidup.
Sejalan dengan apa yang kita pikirkan, maka sumber dari segala kepercayaan diri terletak seberapa jauh kita mampu dapat mengungkapkan memikirkan kemungkinan bahwa kepercayaan tanpa resiko adalah sebuah kontradiksi, oleh karena itu cinta yang pnuh kepercayaan membawa pergi beban keragu-raguan dan memberi anda sayap keyakinan.
Untuk mengungkit sumber dari segala kepercayaan diri akan bergantung kepada dua kekuatan apa yang yang disebut KEPERCAYAAN dan KEYAKINAN, maka diperlukan kebiasaan untuk mendalami hal-hal yang kita sebutkan dibawah ini :
Pertama, Memahami makna sesungguhnya dari kepercayaan diri. Artinya memiliki satu kebiasaan mampu melakukan hal-hal tertentu. Oleh karena itu dari sekian banyak keterampilan yang bisa kita kuasai dalam hidup ini, kemampuan kita tetap terbatas. Jadi, jika rasa percaya diri itu didasarkan pada kemampuan yang kita miliki, rasa percaya diri itu hanya akan timbul bila kita melakukan kegiatan yang bisa kita lakukan itu.
Kepercayaan diri adalah sesuatu yang harus mampu menyalurkan segala yang kita ketahui dan segala yang kita kerjakan.
Kedua, Memahami untuk menemukan apa yang membuat anda (bukan sembarang orang) percaya diri. Artinya kadang-kadang kita merasa bagai menipu diri sendiri, jika keberhasilan yang kita raih dan yang seharusnya membangkitkan rasa percaya diri justru terasa sebaliknya dalam nurani kita.
Oleh karena itu, adakalanya kita melihat kepada kenyataan dimana banyak orang yang mewah, terkenal, terhormat dsb., namun mereka tetap belum percaya diri. Jadi apa sebenarnya yang mereka butuhkan ?
Ketiga, Memahami tanpa disadari telah merusak kepercayaan diri dan sekaligus menemukan cara menghentikan kebiasaan buruk itu. Artinya kepercayaan diri berawal dari tekad pada diri sendiri pada jati diri anda, untuk melakukan segala yang kita inginkan dan butuhkan dalam hidup. Ia terbina dari keyakinan diri sendiri bukan dari karya-karya kita, walaupun karya-karya itu sukses.
Rasa percaya diri anda berakar pada fakta, bahwa anda telah melakukan seperti yang anda tekatkan. Bila rasa percaya diri itu dilandaskan pada jati diri anda, bukan pada pada suatu keberhasilan, anda telah menciptakan sesuatu yang tidak bisa direnggut oleh apa pun atau oleh siapa pun. Jadi rasa percaya diri itu tidak bisa disama ratakan dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya.
Dengan demikian bahwa rasa percaya diri itu lahir dari kesadaran bahwa jika saya memutuskan untuk melakukan sesuatu, sesuatu itu pula yang akan saya lakukan. Jadi rasa percaya diri sejati anda lahir dari keinginan dan tekad.
Keempat, Memahami untuk menemukan kunci untuk meningkatkan rasa percaya diri anda. Artinya seberapa jauh anda mampu menguasai hal-hal yang terkait dengan kedewasaan berpikir dalam rohaniah, sosial, emosional dan intelektual.
Dengan kedewasaan berpikir tersebut akan mampu menuntun sikap dan perilaku dalam mengembangkan kepercayaan diri, sehingga menimbulkan kedalam hal-hal yang terkait dengan apa yang disebut 1) Keyakinan atas kemampuan sendiri untuk melakukan sesuatu ; 2) Keyakinan atas kemampuan untuk menindak lanjuti segala prakarsa sendiri secara konsekuen ; 3) Keyakinan atas kemampuan pribadi dalam menanggulangi segala kendala ; 4) Keyakinan atas kemampuan anda memperoleh bantuan.

C. PENUTUP
Dengan meningkatnya kedewasaan berpikir, maka mengungkit daya ingat menjadi peta pikiran kedalam usaha menjadikan kekuatan diri sendiri, maka percaya diri menjadi sumber apa yang hendak anda inginkan.
Jadi ingatlah bahwa pekerjaan yang besar tidak berhajat kekuatan tetapi berhajat keteguhan hati. Dunia semakin kecil buat kita kalau hati dan semangat kita bertambah besar. Besarnya dunia hanya sebesar pikiran manusia berbuatlah apa yang telah kewajiban anda , jangan lerlalu melihat akan hasil.
Oleh karena itu, perbuatan yang dapat anda lakukan, janganlah anda minta tolong pada orang lain. Tiap-tiap satu pekerjaan kerjakanlah pada masanya. Pada tempatnya dan dengan caranya.

5. MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA
PIKIRAN KEDALAM USAHA MENGHINDARI
KEHILANGAN HARAPAN

A. PENDAHULUAN
Bila sejenak kita merenungkan, maka barang siapa yang memiliki kesehatan mempunyai harapan dan barang siapa yang mempunyai harapan mempunyai segala-galanya.
Oleh karena itu, harapan, betapapun tak dapat diandalkannya, setidak-tidaknya membantu kita menuju kearah tujuan hidup kita melalui jalan yang menyenangkan, sehingga orang kehilangan harapan tidak akan pernah dapat mengatakannya.
Harapan adalah merupakan rahmat Tuhan bagi umatku. Kalau bukan oleh karena harapan, tidaklah seorang ibu akan sudi melahirkan anak dan tidaklah seorang tani akan sudi menaburkan bibit.
Kita menyadari sepenuhnya bahwa harapan-harapan dan cita-cita mudah saja diadakan. Tetapi tantangan yang harus dihadapi ialah jalan yang harus ditempuh menuju kepada realisasi.
Sejalan dengan pikiran diatas, maka optimislah dan jangan berputus asa. Jangan pula menyerah kalah tanpa berusaha. Berbaik sangkalah kepada Allah. Dan tunggulah segala kebaikan dan keindahan akan segera dia berikan. Oleh karena itu pengharapan adalah kehidupan, akan tetapi ada baiknya bagi manusia jangan selalu mengharap-harapkan yang lebih sempurna ialah berusaha sedapat mungkin.

B. JANGAN KEHILANGAN HARAPAN
Kita sadari sepenuhnya bahwa harapan dan ketakutan tidak bisa dipisahkan, oleh karena itu kita memahami pula bahwa hidup kita dibentuk oleh pikiran kita sendiri, sehingga tak ada ketakutan tanpa harapan, maupun harapan tanpa ketakutan.
Ingatlah jangan kehilangan harapan karena harapan akan terus menerus timbul dalam dada manusia, sehingga terkuah dari pikiran kita bahwa tak seorangpun menjadi pecundang selain yang pesimis menghadapi tantangan hidup.
Dengan kebiasaan yang efektif, maka prinsip dan pola perilaku yang dihayati akan mampu menggerakkan kekuatan pikiran untuk memanfaatkan PENGETAHUAN (apa yang harus dilakukan, mengapa) ; KETERAMPILAN (bagaimana melakukan) ; KEINGINAN (mau melakukan atas dasar niat ), maka terbuka pintu untuk mngembangkan pemulihan harapan yang mencakup apa yang disebut dengan 1) pikirkan untuk tetap di saat yang sekarang ini ; 2) buatlah gagasan untuk menyerap pikiran anda dan sekaligus memberi anda tujuan ; 3) fokuskan apa yang anda pikirkan.

C. PENUTUP
Bertolak dari pokok pikiran yang telah kita ungkapkan diatas, maka jangan anda tumbuhkan dalam peta pikiran usaha menghilangkan harapan sebagai suatu kebiasaan yang mampu mendorong dimana hal yang tidak kita harapkan lebih sering terjadi dari pada yang kita harapkan.
Ingatlah bahwa roda kehidupan tidak pernah berhenti berputar sehingga seberapa gelappun malam itu, pagi akan datang. Seberapa dinginpun musim dingin itu, musim semi akan datang
Dengan demikian bahwa memiliki keinginan dan harapan berarti sudah memiliki masa depan, sehingga pikirkan untuk menumbuh kembangkan kedalam momentum anda sendiri. Kejar terus impian-impian anda hingga dapat menjadi suatu kenyataan.
Jangan pernah menyerah, ada mimpi yang memang lama terwujudnya, tapi ingatlah bahwa hidup penuh dengan perjuangan dan kesulitan hidup yang mungkin tidak henti-hentinya, semuanya silih berganti, kesulitan yang satu diusul oleh kesulitan yang lain.
Jadi hilangkan putus asa itu salah, yang benar adalah berharap sehingga harapan adalah kemenanganan paling bear dan paling sulit yang bisa diperoleh seeorang bagi jiwanya.

6. MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA
PIKIRAN KEDALAM HIDUP BAHWA BERIMAN ITU
MENYENANGKAN

A. PENDAHULUAN
Kita membayangkan bahwa beriman itu menyenangkan, oleh karena itu pikirkan bahwa gelombang-gelombang liar dan hebat di permukaan tak menyentuh bagian-bagian yang lebih dalam : demikian pula mereka yang berpegang kepada kebenaran-kebenaran yang lebih tetap dan kekal, tak begitu memusingkan pergolakan-pergolakan yang terjadi dalam kehidupan pribadi-nya.
Oleh karena itu , orang yang sungguh-sungguh iman dan yakin tetap tenang, tak bisa digelisahkan dan selalu siap melakukan setiap tugas kewajiban yang dihadapkan kepada tiap-tiap hari.
Dengan demikian IMAN itu adalah ibarat benda atau barang yang belum diberi pakaian, maka yang akan jadi perluasan adalah sifat malu dan jadi roh dan jiwanya adalah ikhlas, hartanya budi, cahayanya pengetahuan.
Sejalan apa yang kita pikirkan hal-hal diatas, maka pengobatan jerih payah manusia itu adalah dua keutamaan, pertama Iman kepada Allah dan kedua percaya kepada Sahabat.

Jadi iman adalah kekuatan hidup, sehingga iman tanpa kerja artinya mati, sehingga sesungguhnya orang yan beriman itu ialah orang apabila disebut nama Allah, menyerahlah hati mereka dan bila dibacakan ayat Allah bertambah-tambahlah iman mereka dan kepada Allah mereka bertawakal.
Sejalan dengan uraian diatas, maka IMAN artinya percaya dan yakin. Iman harus diyakini dalam hati. Iman harus diamalkan dengan perbuatan. Orang iman disebut mukmim. Kaum professional hendaknya mengingat kembali tentang pentingnya rukun iman. Rukun iman merupakan pokok-pokok keimanan.
Sebagaimana diketahui, rukun iman ada enam : 1) Iman kepada Allah ; 2) Iman kepada Malaikat Allah ; 3) Iman kepada Rasl Allah ; 4) Iman kepada hari kiamat dan 5) Iman kepada takdir Allah.

B. WUJUD IMAN YANG MENYENANGKAN
Setiap sesuatu mempunyai hakikat. Seseorang belum akan dapat mencapai hakikat iman, hingga ia maklum sungguh bahwa suatu kebenaran tiada akan membimbingnya kepada kesalahan, dan sesuatu kesalahan tiada akan membimbingnya kepada kebenaran.
Dengan mengingat dan memahami rukun iman, para kaum professional akan menyadari bahwa Allah merupakan Zat Yang Mahatinggi. Segalanya milik Allah. Sepandai-pandainya para kaum professional masih ada yang Mahapandai. Oleh karena itu renungkan kembali wujud dari segala usaha bahwa kekuatan IMAN yang menyenangkan itu ditentukan oleh seberapa jauh kita mampu untuk meyakini suatu kepercayaan.
Jadi kalau kita tanam sebuah benih, kita tidak terus menggali lahannya untuk melihat apakah ia tumbuh, sehingga Iman terkadang menuntut keberanian yang besar. Untuk itu ambillah resiko dan percayalah.
Bersikaplah terbuka terhadap kuasa yang lebih besar daripada diri sendiri. Kalau anda merasa bingung dan tidak tahu apa yang harus anda perbuat, bergembiralah dan percayalah bahwa anda akan dipelihara, maka disitulah terletak wujud Iman yang menyenangkan.
Sejalan dengan pokok pikiran diatas, maka renungkan bahwa yang terpikirkan bahwa istana bukanlah pada rumah besar yang indah tetapi terletak dalam hati yang telah dapat sinar Ilahi, sehingga ilmu yang paling baik ialah yang paling banyak memberikan manfaat kepada pemiliknya. Taqwa kepada Allah adalah hasil final dari ilmu pengetahuan. Inilah wujud dari kemampuan kita berpikir kedalam makna dari kedewasaan berpikir menjadikan IMAN yang menyenangkan.

C. PENUTUP
Hanya dengan kekuatan berpikir dari yang kita tidak tahu menjadi tahu, maka usaha mengungkit daya ingat kedalam peta pikiran memberikan penuntun untuk menggerakkan kebiasaan berpikir bahwa takutlah dirimu kepada Tuhan seolah-olah engkau selalu menampaknya, sekalipun engkau tak menampaknya, tetapi ia selalu melihat setiap gerakmu, sebelum maut menyentumu. Takutlah kepada permohonan seseorang yang teraniaya, karena permohonannya itu akan dikabulkan Tuhan.
Haruslah kita memiliki kebiasaan yang kuat agar menjadikan kemampuan untuk memanfaatkan ilmu, keterampilan dan keinginan sebelum kebiasaan itu diangkat. Jadi sesungguhnya tak ada seorangpun yang dilahirkan memiliki tanpa kebiasaan yang kuat untuk menuntun sikap dan perilaku dalam menempuh perjalanan hidup. Jadi ingatlah hidup kita dibentuk oleh pikiran kita sendiri.

7. MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA
PIKIRAN KEDALAM TAKLUKKAN KESEPIAN

A. PENDAHULUAN
Kebiasaan yang kuat akan menumbuhkan seperangkat keterampilan dalam hidup yang dipetik pengalaman sebagai pengetahuan bahwa teman-teman dekat serta sanak saudara kita memihak kita adalah lebih penting daripada banyaknya hubungan social yang kita miliki.

Sejalan dengan yang kita ungkapkan diatas maka pehatikan bahwa kesepian melanda banyak orang yang di zaman sekarang, terlepas dari usianya, keadaan ekonominya atau status pernikahannya.

Oleh karena itu, belajar dari hasil penelitian yang mengungkapkan bahwa dari seorang peneliti mengemukakan berdasarkan responden menunjukkan bahwa mereka hidup merasakan kesepian.

Kita menyadari sepenuhnya bahwa kesepian itu suatu perasaan dan itupun akan berlalu, ingatlah setiap orang memiliki kelemahan. Jadi dapat pula kita simpulkan bahwa semua kesepian muncul dari kelemahan.

B. JALAN KELUAR MELEPASKAN DARI KESEPIAN

Kalau kita tidak mempunyai kekurangan kita tidak akan demikian senangnya melihat kekurang orang lain. Justru kekurangan-kekurangan kita bisa menolong kita dengan tak terduga.

Oleh karena itu, yang perlu kita ingat selalu bahwa hidup kita dibentuk oleh pikiran kita sendiri sehingga kebahagian, kesengsaraan, kecemasan dan ketenangan manusia muncul dari dalam dirinya sendiri. Sebenarnya ia sendirilah yang member warna pada kehidupannya dengan warna-warna yang cemerlang atau yang pudar, sebagaimana warna cairan mirip dengan warna wadah yang diisinya.

Dalam hadits disebutkan : Barangsiapa ridha maka baginyalah keridhaan, dan barangsiapa benci maka baginyalah kebencian (HR.Tirmidzi). Jadi setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan yang tidak terdapat pada orang lain, maka disitulah kita membuka pikiran dari kebiasaan untuk melepaskan dari kesepian, dengan begitu bahwa setiap urusan itu tunduk kepada anggapan seseorang. Jika anda mau maka dapat anda jadikan ia sebagai pembersih dan anda rela dan kalau anda mau maka dapat anda jadikan ia sebagai kebinasaan dan anda marah.

Dengan demikian kesedihan yang timbul dari perasaan hanya dapat anda hindari sejalan dengan kemampuan anda memahami makna sifat yang mementingkan diri sendiri dan tamak menjadi penghalang ebagai tabir antara dia dengan Tuan.
Dan orang yang hanya memikirkan diri sendiri tak mengalami kebahagian dalam hidupnya. Kalau kita pikirkan keberatan orang lain tentu diperkirakan pula keberatan kita.

Jadi kesedihan yang timbul dari perasaan yang dibentuk oleh pikiran anda sendiri, sehingga bagaimana seseorang akan menjadi lain elain dari apa yang ditunjukkan oleh pikirannya. Sekarang kita yakin tanpa ragu-ragu lagi bahwa masalah yang paling besar yang kita hadapi adalah bagaimana memilih pikiran yang benar. Apabila masalah ini dapat dipecahkan, maka akan dapat pula terpecahkan segala permasalahan hidup kita.

Kalau kita memikirkan kebahagian kita akan bahagia, kalau kita berpikiran sedih kita menjadi edih, kalau kita berpikiran takut kita akan menjadi takut, kalau kita memikirkan sakit mungkin kita akan menjadi sakit.

Dengan demikian kekuasaan yang membentuk akhir hidup kita adalah did ala diri kita sendiri. Apa yang diterima oleh etiap orang adalah akibat langsung dari pikirannya sendiri. Hanya ada dua pilihan. Bangkit dengan mengangkat alam pikirannya atau sebaliknya membiarkan diri anda sakit karena menolak alam pikiran anda. Perbaharui pikiran anda maka hidup anda akan berubah.

C. PENUTUP

Ingatlah bahwa kesepian itu suatu perasaan, sehinga dibutuhkan perncanaan dan kejeniusan untuk menjauhkan diri dari kesepian, tetapi itu adalah salah satu penggunaan waktu serta enerji anda yang paling baik. Karena kalau kesepian anda berkurang, sukacita, kasih, dan hubungan anda bertambah dan depresi juga berkurang. Orang dengan sistim dukungan serta jaringan social yang aktif hidup lebih lama dan lebih hebat.

Ambillah tindakan untuk mengatasi kesepian anda, begitu banyak pelajaran yang dapat petik dengan banyak buku-buku yang berhubungan persoalan yang kita bicarakan. Ingatlah bahwa anda memiliki mitra Ilahi.

Jadi anda harus mampu menggerakkan kebiasaan pikiran menjadi satu kekuatan untuk berusaha untuk memupuk diri sendiri, berbelas kasihlah terhadap diri sendiri dan dukunglah diri sendiri seperti anda kehendaki dari seorang pasangan.

8. MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA
PIKIRAN KEDALAM MENGAPA KEHIDUPAN
ANDA SULIT

A. PENDAHULUAN

Betapapun beratnya beban yang harus kita tanggung, bila ditanggung dengan penuh semangat dan kegembiraan, serta bersama-sama, beban itu niscaya akan ringan.

Sejalan dengan apa yang kita utarakan diatas, maka tidak ada hal yang baru di atas dunia. Ungkapan tersebut memang tepat dengan kenyataan sejarah hidup ummat manusia dalam perjalanan yang panjang dari segi tabiat dan keinginan, pergaulan dan perselisihan, kelaliman dan keadilan, perdamaian dan peperangan, bangkit dan jatuhnya suatu bangsa , berkembang dan surutnya suatu peradaban.

Oleh karena itu, tidak ada gunanya menangisi yang telah berlalu, namun pada batas-batas yang jelas inilah seharusnya kita pelajari masa lampau itu. Dan karena menginginkan nasehat-nasehatnya saja kita boleh menengoh kebelakang. Adapun kalau kembali ke waktu lampau itu untuk memperbaharui rasa sedih atau mengupas luka lama, atau berputar di sekitar tragedi yang telah menyakitkan hati kita.

Dengan demikian minta tolonglah kepada Allah dan jangan menjadi lemah. Jika engkau ditimpa sesuatu maka janganlah mengatakan “Seandainya aku mengerjakan begini maka akan menjadi begitu.
Tetapi katakanlah itu semua adalah takdir Allah, apa yang dikehendakinya dikerjakannya ! Sebab kalimat : Seandainya itu akan membuka pintu buat setan “ Dengan cara seperti ini kita melupakan masa silam dan memulai perjalanan hidup kita dengan penuh semangat dan harapan.

B. MENGATASI KEHIDUPAN SULIT

Seandainya dalam hidup ini kita dapat menyelami mengapa kehidupan kita sulit, itu berarti dapat menangkap makna bahwa kecuali kita setuju untuk menderita, kita tidak mungkin terbebaskan dari penderitaan.

Oleh karena itu, kita sadari bahwa kehidupan ini sulit. Kebanyakkan orang bijak di dunia mengatakannya demikian. Sesulit apapun untuk diterima, sedari dulu, sekarang dan elamanya, kehidupan memang sulit bagi manusia yang secara jujur menghadapinya.

Dengan situasi itu, sadarlah bahwa penderitaan anda memiliki makna serta maksud. Ia telah menjadikan anda lebih berbelas kasih terhadap penderitaan orang lain. Sekarang anda dapat menggunakan kepedihan anda untuk menolong orang lain mengatasi penderitaannya.

Jadi ingatlah dalam kebiasaan pikiran anda bahwa siapa menanam ia menyabit. Tidak ada pengorbanan yang sia-sia. Sesal dahulu pendapat, sesal kemudian tidak berguna. Adakah manusia yang tidak menyesal sesudah membuat kesalahan ?

Dengan mengungkapkan jalan pikiran diatas, maka mereka-mereka yang anda kenal tampaknya lebih bahagia daripada anda, belum tentu demikian adanya. Karena orang berusaha untuk menyembunyikan kepedihan serta keraguan mereka, bahkan terhadap teman-teman sekalipun.

C. PENUTUP

Dengan memperhatikan hal-hal yang telah kita utarakan diatas, maka pahamilah mengapa kehidupan anda sulit, sehingga kita perlu mendalami sifat yang hanya mementingkan diri sendiri dan tamak menjadi penghalang sebagai tabir antara dia dengan Tuhan. Dan orang yang hanya memikirkan diri sendiri, tak mengalami kebahagian dalam hidupnya. Kalau kita pikirkan keberatan orang lain tentu diperkirakan pula keberatan kita.

Oleh karena itu, dengarkanlah kisah-kisah orang lain tentang penderitaan mereka. Ingatlah pepatah “Kepedihan yang diceritakan tinggal separuh” artinya anda dapat menggunakan kepedihan anda untuk menolong orang lain untuk mengatasinya.

9. MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA
PIKIRAN KEDALAM KECEMASAN ADALAH
RACUN KEHIDUPAN

A. PENDAHULUAN

Bila kita membaca tulian-tulisan Dale Carnegie memberikan pernyataan yang jelas tentang paham serba materi serta akibat yang ditimbulkannya pada jiwa dan raga manusia berupa bencana dan malapetaka . Ia berkata saya telah tinggal di New York selama tiga puluh tahun dan tidak ada seorang pun yang pernah mengetuk pintu rumahku dan memperingatkan bahaya penyakit emosi yang disebut “cemas”

Cobalah anda berpikir sepertiga dari pengusaha sedang menghancurkan tubuh mereka sendiri dengan penyakit jantung, maag dan tekanan darah tinggi sebelum mereka mencapai usia 45 tahun. Inikah harga sukses itu ? Dapatkah seseorang yang terpaksa membayar kemajuannya dengan penyakit jantung atau maag dikatakan sukses ? Apakah keuntungannya bagi seseorang yang mendapatkan seluruh dunia tetapi kehilangan kesehatannya ? Walaupun ia telah menguasa I dunia, toh ia tetap hanya dapat tidur dalam satu ranjang dan makan tiga kali sehari. Bahkan seorang tukang sampah tersebut kan dapat tidur lebih nyaman dan merasakan makanannya lebih nikmat daripada sepengusaha besar.

Apa yang diungkapkan diatas, maka untuk menanamkan rasa tenang dan tenteram dalam kalbu dan mengikis habis hama-hama ketamakan yang sangat meletihkan manusia dalam mengejar dunia dan mendatangkan rasa esal terhadap apa-apa yang luput daripadanya. Rasulullah Saw. Bersabda : Barangsiapa menjadikan akhirat sebagai harapannya, maka Allah akan memberikan rasa puas dalam hatinya dan menghimpunkan baginya segala keinginannya dunia pun akan mendatanginya dengan merunduk. Dan barangsiapa menjadikan dunia sebagai cita-citanya , maka Allah akan menjadikan kemikinan di depan matanya, membuyarkan segala keinginannya dan dunia tidak akan mendatanginya melainkan dengan apa yang sudah ditentukan baginya ! (HR.Tirmidzi)

B. MENGHILANGKAN PENYEBAB KECEMASAN

Apabila anda terkena suatu musibah yang membuat anda kuatir, apa yang akan anda lakukan ? Apakah anda akan membiarkan rasa kuatir itu melemahkan anda atau anda dapat merubahnya menjadi kekuatan ?

Supaya kekuatiran itu bisa menjadi kekuatan, cobalah anda renungkan hal-hal yang kita utarakan dibawah ini :
• Tanyakan kepada diri anda sendiri, akibat paling buruk apa yang mungkin menimpa anda.
• Bersiaplah untuk menerimanya apabila hal tersebut akhirnya benar-benar terjadi.
• Kemudian bertindaklah dengan tenang untuk memperbaiki kondisi terburuk itu.

Kita dapat membayangkan bahwa sesungguhnya pengaruh rasa cemas yang paling buruk itu adalah hancurnya kemampuan untuk berakal sehat. Jadi tidak dapat diragukan bahwa orang dapat mengatasi rasa cemasnya dalam menghadapi setiap krisis serta memiliki pandangan menyeluruh terhadap apa yang berada disekitarnya, dialah sebenarnya yang akan mendapat-kan kemenangan pada akhirnya dengan meraih hasil yang baik.

Oleh karena itu, orang yang takut miskin sebenarnya sudah berada dalam kemiskinan, dan orang yang takut hina sudah berada dalam kehinaan ! Karena sebagai orang mukmim yang dewasa seharusnya ia menetapkan bahwa perkara terburuk yang dicemaskan itu sebenarnya telah benar-benar terjadi. Kemudian ia berusaha mencari jalan keluarnya.

Pikirkanlah ungkapan seperti siapkanlah diri anda untuk menerima setiap kenyataan, sebab menerima dengan ikhlas apa yang terjadi adalah langkah pertama untuk mengatasi setiap kemalangan. Jadi kedamaian jiwa yang sejati datang dari keikhlasan menerima akibat buruk arti secara psikologis itu berarti dapat diartikan sebagai pelepasan energy.

Dengan demikian untuk menjadikan kedewasaan anda berpikir, renungkan apa yang terungkap dalam QS.52 : 26-28 “ Mereka berkata “Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab) 26) – 27) Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka – 28) Sesungguhnya kami dahulu menyembahNya. Sesungguhnya Dia-lah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang “

C. MEMBUAT KECEMASAN SEBAGAI KEKUATAN

Dengan mempelajari tingkah langkah dasar dari analisa persoalan yang diungkapkan dibawah ini :

Langkah Pertama, mengharuskan kita berpikir dengan tenang terhadap apa yang ada di ekitar kita guna mengumpulkan faktanya dengan jelas dan menempatkan tingkah laku kita pada kaidah-kaidahnya

Sejalan dengan usaha-usaha pengumpulan data adalah wajib, sekalipun sulit dilakukan orang, sebab kecintaan akan sesuatu membutakan dan menulikan begitu juga kebencian, oleh karena gerakkan pikiran anda kedalam pandangan Rhida itu menutup segala kekurangan Dan pandangan benci itu menampakkan segala keburukan. Seperti halnya perasaan cinta dan benci sebagian besar emosi yang menguasai jalan pikiran seseorang.

Dengan demikian pebanyaklah membaca Al Qur’an yang akan mampu menuntuntan dalam usaha menemukan jati diri anda yang sesungguhnya, apa yang bisa kita lakukan ? Kita harus dapat membebaskan emosi kita dari pikiran kita.

Langkah kedua, apa yang kita sebut membuat analisa fakta yang telah kita kumpulan. Dari pengumpulan fakta adalah peresaan tenang yang sempurna dalam menyambutnya dari menahan diri dihadapan apa-apa yang tampak membingungkan atau menakutkan darinya. Karena ketakutan akan perkara-perkara baru itu akhirnya tidak boleh tidak akan tenggelam dalam lubuknya

Sejalan dengan apa yang diungkapkan diatas, maka jangan bersedih terhadap pekerjaan yang belum dapat anda selesaikan, ketahuilah bahwa pekerjaan orang besar itu tiada habis-habisnya, sehinga ada renungkan bahwa jangan takut mengambil langkah besar jika memang dibutuhkan. Anda tidak dapat menyeberangi jurang hanya dengan dua lompotan kecil, oleh karena itu jangan kau putus asa karena tidak melihat jalan keluar. Yakinlah Allah dan takdir-Nya selalu ada.

Ketiga, ambil keputusan dan bertindaklah berdasarkan keputusan itu. Artinya Jika orang telah mengethui fakta-fakta yang berkaitan dengannya dan telah mengukur kedalamannya semua tanpa rasa bingung dan takut, maka dihadapnnya hanya tinggal satu langkah terakhir yaitu ia harus bertindak dengan mantap dan kuat dan ia harus melaksanakan keputusan yang telah diambil dengan kemauan yang teguh dan benar.

D. PENUTUP

Dengan memperhatikan hal-hal yang telah kita ungkapkan diatas, maka kita harus mempelajari posisi kita dalam kehidupan dengan cermat, dan menggariskan rencana kita buat masa depan dengan alasan yang nyata , kemudian menenrjang ke muka tanpa menghiraukan akibat dan rasa takut.

Kita harus percaya bahwa Allah menyukai kemauan keras kita sebabDia sangat membenci orang2 yang pengecut dan memelihara orang2 yang bertawakal.

10. MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA
PIKIRAN KEDALAM USAHA-USAHA UNTUK
BERTEKUNLAH

A. PENDAHULUAN
Kebiasaan yang merupakan kekuatan penggerak pikiran, maka disitu terletak ilmu pengetahuan itu akan membuat hati anda menjadi lapang, memperluas wawasan dan dapat menghadirkan cakrawala ke dalam jiwa, sehingga anda dapat keluar dari kecemasan, kegundahan, dan kesedihan jiwa.
Oleh karena itu, apabila seseorang dapat mengenal dirinya dan ilmu yang sesuai dengannya, serta dapat mengamalkan ilmunya sesempurna mungkin, niscaya dia akan mendapatkan kemenangan.
Sejalan dengan pikiran diatas, maka seberapa mustahilpun tampaknya sasarannya, sehingga tekad manusia tidak pernah berhenti bertekad untuk mencapainya, selama ia hidup. Dengan begitu sadarkan kebiasaan anda bahwa keuletan dan daya kemauan membuka kemungkinan-kemungkinan yang tak terbatas untuk meraih keberhasilan.
Kalau anda bentuk suatu tekad dalam benak anda dan bertekun, Anda pancarkan getaran-getaran tertentu terhadap alam semesta yang akan menanggapinya dengan menciptakan kondisi-kondisi yang mendukung.
Oleh karena itu, tidak ada yang sulit bagi orang yang mau, tidak ada yang mudah bagi orang yang enggan. Malas adalah musuh yang paling besar, sehingga dengan membangun kebiasaan dalam mewujdkan ketekunan merupakan sat kekuatan bagi setiap orang yang berakal artinya 1) cinta kepada ilmu, 2) tidak berobah mendengar upat dan puji, 3) bagus jawabannya, 4) banyak benarnya.
Dengan demikian mengungkit daya ingat kedalam peta pikiran dalam usaha-usaha dalam ketekunan menjadi satu kewajiban yang perlu diperhatikan bagi seorang pemuda di dalam hidup ; bercita-cita dan bergaul supaya memperoleh keberhasilan dan simpati ialah perhatian, serasa cinta dan saying.
B. KESIAPAN MEWUJUDKAN KETEKUNAN
Renungkanlah kedalam kebiasaan pikiran anda bahwa janganlah putus asa setelah satu dua upaya anda gagal. Untuk merealisasikan tekad anda ambillah serangkaian tindakan penuh tekad hingga anda wujudkan hasrat hati anda.
Dengan demikian kembangkanlah keuletan, oleh karena itu tetapkanlah dan capalah sasaran-sasaran kecil, belakangan bangunlah keberhasilan anda dengan menetapkan serta mencapai sasaran-sasaran yang lebih besar artinya orang tidak maju jauh sebelum myakinkan diri sendiri dan bukan meyakinkan orang lain, sehingga ungkitlah daya ingat dalam peta pikiran anda yang terkait dengan ketekunan. Jadilah setialah pada keyakinan-keyakinanmu sendiri yang murni.
Memperhatikan hal-hal yang diungkapkan diatas, maka renungkan makna CAHAYA dari daya ingat kedalam peta pikir agar anda jangan terus bersedih bila hidupmu terasa pedih ! Itu putaran kehidupan yang wajar.
Pergeseran keadaan yang lumrah serta ingatlah bahwa setiap perputaran waktu yang dijalankan-Nya selalu ada makna dan pesan yang bisa kita ungkap. Jadi kesempitan dan penderitaan kadang justru membuat kita makin dekat dengan-Nya. Kita pun jadi sering datang kepada-Nya untuk mencurahkan segala keluh kesah.
C. PENUTUP
Jangan biarkan takut berhasil menghalang anda dalam mencapai sasaran-sasaran anda. Ketahuilah bahwa anda memiliki kemampuan untuk menangani perubahan-perubahan yang menyertai keberhasilan.
Oleh karena itu bila posisi hatimu betul, cahaya-Nya akan mudah memantul. Hati ibarat cermin. Semakin jernih cermin semakin terang cahaya yang terpantul, sehingga kita tentu akan menjadi hamba-Nya yang mudah melihat, kebenaran, merasakannya dan bahkan menjadikan kebenaran itu sebagai napas hidup kita.
Sejalan dengan pikiran diatas dan renungkan makna umur dalam perjalanan hidup anda, maka sementara kita sudah menghabiskan masa mudamu, engkau mempergunakan sebagian besar usiamu dalam menghambakan diri pada dinia, dalam permainan yang sia-sia srta berpaling dari Tuhan. Kalau engkau masih menunda amal sampai masa pikun tiba, itu akan mengacaukan akal dan anggota badanmu. Akirnya ketika engkau sungguh-sungguh dalam beramal, sayang sekali kekuatan sudah tidak ada. Oleh karena itu persiapkan masa mudamu untuk menghadapi masa pikun.

PETA TUBUH 11 – 20

Peta Pikiran 1-2

1. DAYA INGAT MENJADI PETA PIKIRAN
KEDALAM HIDUP PENUH KETAKJUBAN

a. PENDAHULUAN

Sejenak bila kita memanfaatkan pikiran dari yang tidak tahu menjadi tahu dari ungkapan kata “Ketakjuban” yang berarti kekaguman dan atau keheranan, maka seberapa jauh dapat mempengaruhi kedalam peta pikiran anda.

Bila kita mengungkapkan ketakjuban, renungkanlah ungkapan seperti “Tidak ada kekayaan yang melebihi kesehatan badan dan tak kegembiraan yang mengatasi kesenangan hati”.

Dari ungkapan diatas diharapkan membawa dampak kedalam peta pikiran anda bahwa sikap takjub memungkinkan kita untuk mempersepsikan di dunia segala keintiman sang ilahi untuk merasakan dalam hal-hal kecil permulaan dari kebermaknaan yang tak terhingga, untuk merasakan yang paling hakiki di dalam yang biasa dan sederhana untuk merasakan derasnya keteduhan kekal yang lewat.

Oleh karena itu, gerakkan daya ingat anda untuk dapat menuntun sikap dan perilaku anda kedalam makna
“KETAKJUBAN” sebagai sarana dalam usaha memanfaatkan hikmah berpikir agar anda dapat mengendalikan kebiasaan berpikir dimana kita menyadari sepenuhnya bahwa “hidup anda dibentuk oleh pikiran anda sendiri.

Sejalan dengan apa yang kita pikirkan diatas, makna dalam usaha untuk mendalami “Ketakjuban” dengan pendekatan kekuatan pikiran yaitu dari sudut dalam hikmah berpikir yang mencakup :

B. DALAM PROSES BERPIKIR KETAATAN :
Bertolak dari keinginan untuk mendalami apa yang kita bicarakan dalam pokok pikiran yang diungkapkan diatas, maka dari sudut berpikir ketaatan dalam hubungan kita dengan Allah Swt, seperti yang terungkap dalam QS. 72 : 1 “Katakanlah (hai Muhammad) “Telah di wahjukan kepadaku bahwawasanya sekumpulan jin telah mendengarkan (Al ‘Quran)lalu mereka berkata : Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur’an yang menakjubkan”
Ayat tersebut menekankan bahwa “Islamnya Jin Setelah Mendengar Al Qur’an”, oleh karena itu, renungkan melalui pikiran anda agar dapat menuntun sikap dan perilaku anda sejalan dengan apa yang kita pikirkan agar kita dapat menempatkan makna Ketakjuban yang dipikirkan, yang harus sejalan dengan ajaran Islam itu sendiri.

Dengan demikian gerakkan kekuatan pikiran kedalam suatu kebiasaan dalam usaha menafsirkan ketakjuban, maka terbuka pikiran bagaimana dapat dipercepatkannya usaha-usaha yang baik-baik dalam mewujudkan makna yang terkandung didalamnya, oleh karenanya digerakkan pikiran didasarkan pada keikhlasan yang seutuhnya.

C. DALAM PROSES BERPIKIR POSITIF :
Mengungkapkan jalan pikiran yang positip berarti kita selalu mendekatkan diri dalam hubungan manusia yang selalu baik memandang sesuatu seperti halnya kita takjub pada sesuatu maka disitu terselip pemikiran yang berkaitan dengan pujian yang sewajarnya adalah anak kunci untuk memulai persahabatan yang baik sedang celaan adalah sumber pertengkaran dan permusuhan.

Tapi yang perlu kita ingat bahwa pujian adalah ujian artinya yang mudah tersanjung dan juga mudah tersandung, oleh karena itu lihatlah selalu bahwa dirimu adalah orang yang senantiasa dihinggapi kelemahan, kekurangan, aib dan sebagainya.

Sejalan dengan apa yang kita bicarakan diatas tumbuh dan kembangkan kebiasaan pikiran anda yang positif sehingga dapat mendorong sifat-sifat yang menyelamatkan, apa yang anda pikirkan yang terkait ketakjuban agar kita selamat dari kemungkinan tergelincir oleh pujian yang menghancurkan.

D. DALAM PROSES BERPIKIR MAKSIAT DAN NEGATIF :
Untuk dapat menuntun sifat pola pikir yang terpuji, maka hindarilah kebiasaan pikiran yang bersifat maksiat dalam hubungan manusia dengan Allah Swt. Sedangkan berpikir negatif dalam hubungan anda dengan manusia.

Oleh karena itu, setiap manusia mulai sejak terbitnya matahari sampai terbenamnya, maka manusia memeriksa seluruh anggota tubuhnya yang terdiri dari mata, telinga, lisan, kemaluan, perut, tangan dan kaki tidak sedang mengandung kemaksiatan dan berpikir negatif, sehingga kita mampu mengenal diri agar kita selalu dekat sang penciptanya dengan begitu kita akan mampu menumbuhkan apa yang diperkirkan secara baik, apa yang kita sebut dengan mensyukuri karunia Allah, maka disitu terbukalah kebiasaan pikiran baru, sehingga begitu pentingnya kita menyadari peran dan fungsi ketujuh anggota tubuh yang telah kita utarakan diatas.

E. PENUTUP :

Ketakjuban yang kita ungkapkan kedalam peta pikiran, dimaksudkan agar kita selalu memanfaatkan kebiasaan berpikir agar dapat menuntun sikap dan perilaku kita dalam menata kehidupan dunia dan akhirat.

Dengan demikian kebiasaan yang effektif yang dituntun oleh pemahaman prinsip, sikap, perilaku dihayati menjadi satu kekuatan dalam proses berpikir.

Oleh karena itu, tingkatkan kedewasaan berpikir kedalam sisi rohaniah, social, emosional dan intelektual, dengan begitu anda dapat secara terus menerus belajar untuk menumbuh kembangkan kebiasaan pikiran untuk selalu dapat memanfaatkan dan memahami untuk dapat mengaktualisasi-kan makna hikmah berpikir kedalam pemahaman kita mengenai ungkapan kata “Ketakjuban”.

Sejalan dengan apa yang kita pikirkan diatas, maka salah satu alat tubuh mengingatkan kita untuk selalu memelihara lidah sewaktu berbicara karena perkataan itu adalah semacam anak panah bila terlepas dari busurnya sukar kembali lagi.

2.MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA PIKIRAN
KEDALAM USAHA PENCERAHAN

a. PENDAHULUAN
Kata “Pencerahan” merupakan kecernihan yang terungkap oleh kesadaran sebagai unsur jiwa sebagai penggerak alat berpikir agar kita mampu setiap manusia untuk menyadari sepenuhnya seberapa jauh yang bersangkutan memanfaatkan usia.
Kita pahami bahwa “kesadaran” itu paling tegas sebagai unsur jiwa, di waktu tidur kita tidak akan tahu, bilamana ada bahaya mengamcam dan menyebabkan kita sadar sepenuhnya. Jadi di waktu tidur kesadaran itu seolah-olah turut istrahat Dan semakin diwaktu tidur jasmani dan rochani kita letih semakin kurang pula kesadaran itu.
Dengan kesadaran kita dapat berorientasi meninjau serta merasakan diri sendiri serta menangkap atau memahami ituasi didunia luar artinya diluar diri kita.
Sejalan dengan apa yang kita utarakan diatas, maka makna “Pencerahan” dapat kita dalami lebih dalam bila KESADARAN diikuti dengan KECERDASAN dan AKAL, maka terbukalah kekuatan pikiran untuk menuntun anda dalam usaha memanfaatkan usia sehingga anda mampu menempuh jalan menuju pusat PENCERAHAN anda sendiri.
b. KEMAMPUAN MEWUJUDKAN PENCERAHAN
Pencerahan dapat diwujudkan sepanjang kita mampu melihat kedewasaan berpikir sehingga mampu mengintergrasikan ketiga unsur jiwa berupa KESADRAN, KECERDASAN, AKAL, dimana ketiga unsur terebut saling memiliki sifat-sifat ketergantungan dalam memanfaatkannya.

Dengan pikiran diatas, seperti halnya kita mengungkapkan bahwa jalan menuju pencerahan dapat kita ibaratkan seperti cita-cita menghendaki perjuangan, perjuangan menghendaki pengorbanan dan pengorbanan menghendaki ketabahan hati.

Oleh karena itu, tempuhlah jalan menuju puat pencerahan anda sendiri dengan kebiasaan memanfaatkan ketiga unsur jiwa diatas sehingga dapat mewujudkan makna pencerahan dalam perjalanan hidup kita.

Sejalan dengan pokok pikiran diatas, maka usaha meningkatkan kedewasaan berpikir akan mampu menuntun kebiasaan yang disebut dengan “Keinginan” artinya mau melakukannya, maka disitu terbuka pintu bagaimana melakukannya serta apa yang harus dilakukan dan mengapa.

Jadi kemampuan mewujudkan “Pencerahan” kedalam peta pikiran bergantung seberapa jauh kita mampu meningkatkan kedewasaan berpikir (rohaniah, social, emosional, intelektual) secara berkelanjutan yang mampu menyentuh jiwa kita seperti
Cara menyempurnakan rahmat ialah kasih saying Tuhan kepada anda dengan melalui ketaatan anda. Datang ketaatan dengan keimanan dan keimanan dengan pengetahuan.

Denan mengungkapkan jalan pikiran diatas diharapkan dapat menjadi penuntun dalam peta pikiran kita, sehingga dengan memahami makna pencerahan yang hendak kita kita bangun dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan menyadari sepenuhnya mengenai ilmu kepandaian itu ialah sahabat yang setia bagi teman hidup sampai kepada penghabisan umur kita.

C.PENUTUP
Bangkitkan kedalam peta pikiran anda bahwa pencerahan perlu ditingkatkan sehingga erbuka keinginan untuk memperbaiki diri setiap harinya. Bertekatlah untuk meningkat-kan kesadaran, kecerdasan dan akal kita untuk menyentuh yang sakral setiap harinya.

Oleh karena itu ingatlah kita kepada kematian adalah suatu cameti untuk memperbaiki kelakuan kita dan cinta pada orang miskin.

3. MENJADI PETA PIKIRAN  KEDALAM PENERIMAAN APA YANG TIDAK DAPAT KITA UBAH.

a.PENDAHULUAN

Kebiasaan batin yang digerakkan oleh kekuatan jiwa dalam kehidupan berarti menerima diri sendiri apa adanya dan oleh karena itu takdir tidak dielakkan dan bukan lari dari takdir tetapi dikejar dan menyerbu kepada takdir. Kepercayaan kepada takdir menimbulkan puncak kesenangan yang sejati karena itu ia sabar dan tabah.
Oleh karena itu, terimalah dengan ikhlas apa yang tak mungkin dielakkan. Kalau kita mengetahui bahwa suatu keadaan itu di luar kekuasaan dan kemampuan kita untuk mengobah dan memperbaikinya, berkatalah pada diri sendiri. Memang sudah semestinya begitu tak dapat lain.

Sejalan apa yang kita pikirkan diatas, mendorong kita memikirkan untuk memahami dunia karena jangan tertipu pada yang tampak, apa yang tertampak tidak selalu seperti yang sejatinya.
Dengan demikian pikirkan baik-baik sebelum melangkah bahwa ala mini lahiriahnya berupa tipuan sementara batiniahnya berupa pelajaran. Diri yang mencakup nafsu melihat kepada lahiriahnya yang menipu, sementara kalbu melihat kepada batinnya yang menjadi pelajaran. Oleh karena iu, tanggalkan kebanggaanmu pada kemuliaan duniawi.

b.BAKAT MENGUBAH NASIB MENEMUKAN TAKDIRMU

Hidup anda dibentuk oleh pkiran anda sendiri, oleh karena itu masa yang anda miliki adalah hari ini, sebagai petunjuk maka kita harus mampu mengungkit bakat yang tersembunyi dalam pikiran kita sehingga kita menyadari sepenuhnya bahwa bakat merupakan kemampuan potensial yang ada pada diri setiap manusia.
Dengan bertolak dari pikiran diatas, harus ada kemampuan kita untuk membaca dirimu, maka disitu terletak kesiapan kita menggali dan memanfaatkan kemampuan potensial tersebut melalui apa yang kita sebut :
Pertama, mampu menggariskan secara jelas arah dan sasaran hidup yang hendak kita capai ;
Kedua, memerjuangkan dengan komitmen yang tinggi ;
Ketiga, mampu apa yang diungkapkan bagi orang lain amenjadi kekekuatan yang dapat dipercaya ;
Keempat, memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan kepada orang lain secara baik ;
Kelima, secara berkelanjutan menumbuh kembangkan kebiasaan sebagai prinsip dan pola sikap serta perilaku, dengan kebiasaan ini mampu menyatukan keinginan yang berlandaskan niat yang benar, memeliki kebiasaan untuk meningkatkan ilmu dan kebiasaan belajar dari pngalaman baik datang dari diri sendiri maupun dari orang lain.
Dengan memperhatikan kelima hal diatas, maka kebiasan yang dapat menuntun kedalam pola pikir untuk mewujudkan keberhasilan apa yang kita harapkan, oleh karena itu wujud melawan penderitaanlah, bukan penderitaannya itu sendiri.

c.PENUTUP

Menyadari kemampuan mabaca diri, maka disitu terbuka peluang mengubah takdir menjadi satu kekuatan mengubah nasib, artinya belajarlah kepada suatu kenyataan bahwa terimalah apa yang tidak dapat anda ubah.
Jadi ingatlah bahwa bertambah luas kesadran, kecerdasan dan akal , bertambah luas hati, bertambah luas hidup, bertambah datangnya bahagia. Bertambah sempit pula hidupnya dan bertambah datangnya celaka.

4.MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA PIKIRAN
KEDALAM USAHA MENJADIKAN KEKUATAN DIRI SENDIRI

a.PENDAHULUAN

Kekuatan diri sendiri menunjukkan gambaran seseorang yang memliki kemampuan menggerakkan pikiran yang berlandaskan prinsip ketaatan dalam hubungan dengan Allah Swt dan berpikir poitip dalam hubungan dengan manusia, dengan begitu sekaligus sehingga kekuatan diri sendiri mejadi satu kebiasaan untuk selalu mampu meningkatkan kemampuan kedewasaan berpikir ecara berkelanjutan.
Pikiran diatas bukanlah sesuatu yang baru dalam proses manusia untuk selalu siap menerima dan melaksanakan perubahan atas dirinya, oleh karena itu baying kan ungkapan seperti dasar hidup kita, jangan hidup sebagai keimbang menjulang ke atas tidak ada kekuatan ke bawah.

Jadi terimalah kepada suatu kenyataan bahwa kekuatan diri juga memperlihatkan gambaran atas percaya diri adalah sumber keberhasilan dan kemandirian. Dengan demikian keberhasilan dan kemadirian lebih berarti berusaha berpretasi dari pada prestasi itu sendiri. Janganlah ikut-ikutan orang yang bermain hanya agar tidak kalah, mainlah untuk meraih kemenagan.

Bertolak dari pikiran diatas, maka orang dengan kemampuan untuk memiliki keberhasilan dan kemandirian ditentukan kemampuan secara jelas merumuskan program, dimana pertama ia menetapkan suatu rencana kerja dan tekun menjalaninya. Ia tetapkan rencana-rencanaya dan melaksana-kannya, ia langsung menuju ke sasarannya.
Apa artinya yang kita ungkapkan pikiran diatas, merupakan pola pikir yang menuntun kita kepada makna KEPERCAYAAN (terkait dengan AGAMA) dan KEYAKINAN (terkait dengan IMAN) yang menjadikan pijakan bagi orang yang mampu menguah jati diri sendiri, maka terbukalah pintu kesiapan menjadi manusia teladan yang sesungguhnya.

b.MENCARI HAKIKAT PERCAYA DIRI

Kita harus dapat membayangkan bahwa apabila seseorang dapat mengenal dirinya dan kebiasaan yang ditopang oleh ilmu, pengetahuan dan keinginan sesuai dengannya serta dapat mengamalkan kebiasaan yang sempurna mungkin, niscaya dia akan mendapatkan kemenganan.
Dengan pikiran diatas, cobalah anda berusaha mencari hakikat percaya diri sebagai satu kekuatan yang harus ditumbuh kembangkan kedalam kebiasaan hidup ini, bahwa ilmu pengetahuan, pengalaman dan wawasan jauh lebih baik daripada tumpukan harta, karena mencintai harta-benda adalah sifat binatang dan senang dengan pengetahuan adalah sifat manusia.

Jadi ingatlah selalu dalam hidup ini bahwa mewujudkan angan-angan setelah kita mempraktekkan sendiri jenis kepercayaan diri yang khusus kita bangun dari daya cipta kebiasaan kita. Yang menjadi masalah kita adalah kesiapan menerima perubahan dan berusaha menemukan keseimbangan hidup, maka terbuka pintu dalam kebiasaan pikiran kita yang terkait dengan menemukan sumber dari segala kepercayaan diri sehingga anda bisa melakukan hal-hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya untuk melangkah jalan hidup.

Sejalan dengan apa yang kita pikirkan, maka sumber dari segala kepercayaan diri terletak seberapa jauh kita mampu dapat mengungkapkan memikirkan kemungkinan bahwa kepercayaan tanpa resiko adalah sebuah kontradiksi, oleh karena itu cinta yang pnuh kepercayaan membawa pergi beban keragu-raguan dan memberi anda sayap keyakinan.
Untuk mengungkit sumber dari segala kepercayaan diri akan bergantung kepada dua kekuatan apa yang yang disebut KEPERCAYAAN dan KEYAKINAN, maka diperlukan kebiasaan untuk mendalami hal-hal yang kita sebutkan dibawah ini :
Pertama, Memahami makna sesungguhnya dari kepercayaan diri. Artinya memiliki satu kebiasaan mampu melakukan hal-hal tertentu. Oleh karena itu dari sekian banyak keterampilan yang bisa kita kuasai dalam hidup ini, kemampuan kita tetap terbatas. Jadi, jika rasa percaya diri itu didasarkan pada kemampuan yang kita miliki, rasa percaya diri itu hanya akan timbul bila kita melakukan kegiatan yang bisa kita lakukan itu.
Kepercayaan diri adalah sesuatu yang harus mampu menyalurkan segala yang kita ketahui dan segala yang kita kerjakan.
Kedua, Memahami untuk menemukan apa yang membuat anda (bukan sembarang orang) percaya diri. Artinya kadang-kadang kita merasa bagai menipu diri sendiri, jika keberhasilan yang kita raih dan yang seharusnya membangkitkan rasa percaya diri justru terasa sebaliknya dalam nurani kita.
Oleh karena itu, adakalanya kita melihat kepada kenyataan dimana banyak orang yang mewah, terkenal, terhormat dsb., namun mereka tetap belum percaya diri. Jadi apa sebenarnya yang mereka butuhkan ?
Ketiga, Memahami tanpa disadari telah merusak kepercayaan diri dan sekaligus menemukan cara menghentikan kebiasaan buruk itu. Artinya kepercayaan diri berawal dari tekad pada diri sendiri pada jati diri anda, untuk melakukan segala yang kita inginkan dan butuhkan dalam hidup. Ia terbina dari keyakinan diri sendiri bukan dari karya-karya kita, walaupun karya-karya itu sukses.

Rasa percaya diri anda berakar pada fakta, bahwa anda telah melakukan seperti yang anda tekatkan. Bila rasa percaya diri itu dilandaskan pada jati diri anda, bukan pada pada suatu keberhasilan, anda telah menciptakan sesuatu yang tidak bisa direnggut oleh apa pun atau oleh siapa pun. Jadi rasa percaya diri itu tidak bisa disama ratakan dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya.
Dengan demikian bahwa rasa percaya diri itu lahir dari kesadaran bahwa jika saya memutuskan untuk melakukan sesuatu, sesuatu itu pula yang akan saya lakukan. Jadi rasa percaya diri sejati anda lahir dari keinginan dan tekad.
Keempat, Memahami untuk menemukan kunci untuk meningkatkan rasa percaya diri anda. Artinya seberapa jauh anda mampu menguasai hal-hal yang terkait dengan kedewasaan berpikir dalam rohaniah, sosial, emosional dan intelektual.
Dengan kedewasaan berpikir tersebut akan mampu menuntun sikap dan perilaku dalam mengembangkan kepercayaan diri, sehingga menimbulkan kedalam hal-hal yang terkait dengan apa yang disebut 1) Keyakinan atas kemampuan sendiri untuk melakukan sesuatu ; 2) Keyakinan atas kemampuan untuk menindak lanjuti segala prakarsa sendiri secara konsekuen ; 3) Keyakinan atas kemampuan pribadi dalam menanggulangi segala kendala ; 4) Keyakinan atas kemampuan anda memperoleh bantuan.

c.PENUTUP

Dengan meningkatnya kedewasaan berpikir, maka mengungkit daya ingat menjadi peta pikiran kedalam usaha menjadikan kekuatan diri sendiri, maka percaya diri menjadi sumber apa yang hendak anda inginkan.
Jadi ingatlah bahwa pekerjaan yang besar tidak berhajat kekuatan tetapi berhajat keteguhan hati. Dunia semakin kecil buat kita kalau hati dan semangat kita bertambah besar. Besarnya dunia hanya sebesar pikiran manusia berbuatlah apa yang telah kewajiban anda , jangan lerlalu melihat akan hasil.

Oleh karena itu, perbuatan yang dapat anda lakukan, janganlah anda minta tolong pada orang lain. Tiap-tiap satu pekerjaan kerjakanlah pada masanya. Pada tempatnya dan dengan caranya.

5.MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA PIKIRAN
KEDALAM USAHA MENGHINDARI KEHILANGAN HARAPAN

a.PENDAHULUAN

Bila sejenak kita merenungkan, maka barang siapa yang memiliki kesehatan mempunyai harapan dan barang siapa yang mempunyai harapan mempunyai segala-galanya.
Oleh karena itu, harapan, betapapun tak dapat diandalkannya, setidak-tidaknya membantu kita menuju kearah tujuan hidup kita melalui jalan yang menyenangkan, sehingga orang kehilangan harapan tidak akan pernah dapat mengatakannya.

Harapan adalah merupakan rahmat Tuhan bagi umatku. Kalau bukan oleh karena harapan, tidaklah seorang ibu akan sudi melahirkan anak dan tidaklah seorang tani akan sudi menaburkan bibit.
Kita menyadari sepenuhnya bahwa harapan-harapan dan cita-cita mudah saja diadakan. Tetapi tantangan yang harus dihadapi ialah jalan yang harus ditempuh menuju kepada realisasi.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka optimislah dan jangan berputus asa. Jangan pula menyerah kalah tanpa berusaha. Berbaik sangkalah kepada Allah. Dan tunggulah segala kebaikan dan keindahan akan segera dia berikan. Oleh karena itu pengharapan adalah kehidupan, akan tetapi ada baiknya bagi manusia jangan selalu mengharap-harapkan yang lebih sempurna ialah berusaha sedapat mungkin.

b.JANGAN KEHILANGAN HARAPAN

Kita sadari sepenuhnya bahwa harapan dan ketakutan tidak bisa dipisahkan, oleh karena itu kita memahami pula bahwa hidup kita dibentuk oleh pikiran kita sendiri, sehingga tak ada ketakutan tanpa harapan, maupun harapan tanpa ketakutan.
Ingatlah jangan kehilangan harapan karena harapan akan terus menerus timbul dalam dada manusia, sehingga terkuah dari pikiran kita bahwa tak seorangpun menjadi pecundang selain yang pesimis menghadapi tantangan hidup.
Dengan kebiasaan yang efektif, maka prinsip dan pola perilaku yang dihayati akan mampu menggerakkan kekuatan pikiran untuk memanfaatkan PENGETAHUAN (apa yang harus dilakukan, mengapa) ; KETERAMPILAN (bagaimana melakukan) ; KEINGINAN (mau melakukan atas dasar niat ), maka terbuka pintu untuk mngembangkan pemulihan harapan yang mencakup apa yang disebut dengan 1) pikirkan untuk tetap di saat yang sekarang ini ; 2) buatlah gagasan untuk menyerap pikiran anda dan sekaligus memberi anda tujuan ; 3) fokuskan apa yang anda pikirkan.

c.PENUTUP

Bertolak dari pokok pikiran yang telah kita ungkapkan diatas, maka jangan anda tumbuhkan dalam peta pikiran usaha menghilangkan harapan sebagai suatu kebiasaan yang mampu mendorong dimana hal yang tidak kita harapkan lebih sering terjadi dari pada yang kita harapkan.
Ingatlah bahwa roda kehidupan tidak pernah berhenti berputar sehingga seberapa gelappun malam itu, pagi akan datang. Seberapa dinginpun musim dingin itu, musim semi akan datang
Dengan demikian bahwa memiliki keinginan dan harapan berarti sudah memiliki masa depan, sehingga pikirkan untuk menumbuh kembangkan kedalam momentum anda sendiri. Kejar terus impian-impian anda hingga dapat menjadi suatu kenyataan.

Jangan pernah menyerah, ada mimpi yang memang lama terwujudnya, tapi ingatlah bahwa hidup penuh dengan perjuangan dan kesulitan hidup yang mungkin tidak henti-hentinya, semuanya silih berganti, kesulitan yang satu diusul oleh kesulitan yang lain.
Jadi hilangkan putus asa itu salah, yang benar adalah berharap sehingga harapan adalah kemenanganan paling bear dan paling sulit yang bisa diperoleh seeorang bagi jiwanya.

Peta pikiran

 

MENJADI PETA PIKIRAN
KEDALAM PENERIMAAN APA YANG TIDAK DAPAT
KITA UBAH.

a.PENDAHULUAN
Kebiasaan batin yang digerakkan oleh kekuatan jiwa dalam kehidupan berarti menerima diri sendiri apa adanya dan oleh karena itu takdir tidak dielakkan dan bukan lari dari takdir tetapi dikejar dan menyerbu kepada takdir. Kepercayaan kepada takdir menimbulkan puncak kesenangan yang sejati karena itu ia sabar dan tabah.
Oleh karena itu, terimalah dengan ikhlas apa yang tak mungkin dielakkan. Kalau kita mengetahui bahwa suatu keadaan itu di luar kekuasaan dan kemampuan kita untuk mengobah dan memperbaikinya, berkatalah pada diri sendiri. Memang sudah semestinya begitu tak dapat lain.
Sejalan apa yang kita pikirkan diatas, mendorong kita memikirkan untuk memahami dunia karena jangan tertipu pada yang tampak, apa yang tertampak tidak selalu seperti yang sejatinya.
Dengan demikian pikirkan baik-baik sebelum melangkah bahwa ala mini lahiriahnya berupa tipuan sementara batiniahnya berupa pelajaran. Diri yang mencakup nafsu melihat kepada lahiriahnya yang menipu, sementara kalbu melihat kepada batinnya yang menjadi pelajaran. Oleh karena iu, tanggalkan kebanggaanmu pada kemuliaan duniawi.

b.BAKAT MENGUBAH NASIB MENEMUKAN TAKDIRMU
Hidup anda dibentuk oleh pkiran anda sendiri, oleh karena itu masa yang anda miliki adalah hari ini, sebagai petunjuk maka kita harus mampu mengungkit bakat yang tersembunyi dalam pikiran kita sehingga kita menyadari sepenuhnya bahwa bakat merupakan kemampuan potensial yang ada pada diri setiap manusia.
Dengan bertolak dari pikiran diatas, harus ada kemampuan kita untuk membaca dirimu, maka disitu terletak kesiapan kita menggali dan memanfaatkan kemampuan potensial tersebut melalui apa yang kita sebut :
Pertama, mampu menggariskan secara jelas arah dan sasaran hidup yang hendak kita capai ;
Kedua, memerjuangkan dengan komitmen yang tinggi ;
Ketiga, mampu apa yang diungkapkan bagi orang lain amenjadi kekekuatan yang dapat dipercaya ;
Keempat, memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan kepada orang lain secara baik ;
Kelima, secara berkelanjutan menumbuh kembangkan kebiasaan sebagai prinsip dan pola sikap serta perilaku, dengan kebiasaan ini mampu menyatukan keinginan yang berlandaskan niat yang benar, memeliki kebiasaan untuk meningkatkan ilmu dan kebiasaan belajar dari pngalaman baik datang dari diri sendiri maupun dari orang lain.
Dengan memperhatikan kelima hal diatas, maka kebiasan yang dapat menuntun kedalam pola pikir untuk mewujudkan keberhasilan apa yang kita harapkan, oleh karena itu wujud melawan penderitaanlah, bukan penderitaannya itu sendiri.

c.PENUTUP
Menyadari kemampuan mabaca diri, maka disitu terbuka peluang mengubah takdir menjadi satu kekuatan mengubah nasib, artinya belajarlah kepada suatu kenyataan bahwa terimalah apa yang tidak dapat anda ubah.
Jadi ingatlah bahwa bertambah luas kesadran, kecerdasan dan akal , bertambah luas hati, bertambah luas hidup, bertambah datangnya bahagia. Bertambah sempit pula hidupnya dan bertambah datangnya celaka.

4.MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA PIKIRAN
KEDALAM USAHA MENJADIKAN KEKUATAN DIRI SENDIRI

a.PENDAHULUAN
Kekuatan diri sendiri menunjukkan gambaran seseorang yang memliki kemampuan menggerakkan pikiran yang berlandaskan prinsip ketaatan dalam hubungan dengan Allah Swt dan berpikir poitip dalam hubungan dengan manusia, dengan begitu sekaligus sehingga kekuatan diri sendiri mejadi satu kebiasaan untuk selalu mampu meningkatkan kemampuan kedewasaan berpikir ecara berkelanjutan.
Pikiran diatas bukanlah sesuatu yang baru dalam proses manusia untuk selalu siap menerima dan melaksanakan perubahan atas dirinya, oleh karena itu baying kan ungkapan seperti dasar hidup kita, jangan hidup sebagai keimbang menjulang ke atas tidak ada kekuatan ke bawah.
Jadi terimalah kepada suatu kenyataan bahwa kekuatan diri juga memperlihatkan gambaran atas percaya diri adalah sumber keberhasilan dan kemandirian. Dengan demikian keberhasilan dan kemadirian lebih berarti berusaha berpretasi dari pada prestasi itu sendiri. Janganlah ikut-ikutan orang yang bermain hanya agar tidak kalah, mainlah untuk meraih kemenagan.
Bertolak dari pikiran diatas, maka orang dengan kemampuan untuk memiliki keberhasilan dan kemandirian ditentukan kemampuan secara jelas merumuskan program, dimana pertama ia menetapkan suatu rencana kerja dan tekun menjalaninya. Ia tetapkan rencana-rencanaya dan melaksana-kannya, ia langsung menuju ke sasarannya.
Apa artinya yang kita ungkapkan pikiran diatas, merupakan pola pikir yang menuntun kita kepada makna KEPERCAYAAN (terkait dengan AGAMA) dan KEYAKINAN (terkait dengan IMAN) yang menjadikan pijakan bagi orang yang mampu menguah jati diri sendiri, maka terbukalah pintu kesiapan menjadi manusia teladan yang sesungguhnya.

b.MENCARI HAKIKAT PERCAYA DIRI
Kita harus dapat membayangkan bahwa apabila seseorang dapat mengenal dirinya dan kebiasaan yang ditopang oleh ilmu, pengetahuan dan keinginan sesuai dengannya serta dapat mengamalkan kebiasaan yang sempurna mungkin, niscaya dia akan mendapatkan kemenganan.
Dengan pikiran diatas, cobalah anda berusaha mencari hakikat percaya diri sebagai satu kekuatan yang harus ditumbuh kembangkan kedalam kebiasaan hidup ini, bahwa ilmu pengetahuan, pengalaman dan wawasan jauh lebih baik daripada tumpukan harta, karena mencintai harta-benda adalah sifat binatang dan senang dengan pengetahuan adalah sifat manusia.
Jadi ingatlah selalu dalam hidup ini bahwa mewujudkan angan-angan setelah kita mempraktekkan sendiri jenis kepercayaan diri yang khusus kita bangun dari daya cipta kebiasaan kita. Yang menjadi masalah kita adalah kesiapan menerima perubahan dan berusaha menemukan keseimbangan hidup, maka terbuka pintu dalam kebiasaan pikiran kita yang terkait dengan menemukan sumber dari segala kepercayaan diri sehingga anda bisa melakukan hal-hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya untuk melangkah jalan hidup.
Sejalan dengan apa yang kita pikirkan, maka sumber dari segala kepercayaan diri terletak seberapa jauh kita mampu dapat mengungkapkan memikirkan kemungkinan bahwa kepercayaan tanpa resiko adalah sebuah kontradiksi, oleh karena itu cinta yang pnuh kepercayaan membawa pergi beban keragu-raguan dan memberi anda sayap keyakinan.
Untuk mengungkit sumber dari segala kepercayaan diri akan bergantung kepada dua kekuatan apa yang yang disebut KEPERCAYAAN dan KEYAKINAN, maka diperlukan kebiasaan untuk mendalami hal-hal yang kita sebutkan dibawah ini :
Pertama, Memahami makna sesungguhnya dari kepercayaan diri. Artinya memiliki satu kebiasaan mampu melakukan hal-hal tertentu. Oleh karena itu dari sekian banyak keterampilan yang bisa kita kuasai dalam hidup ini, kemampuan kita tetap terbatas. Jadi, jika rasa percaya diri itu didasarkan pada kemampuan yang kita miliki, rasa percaya diri itu hanya akan timbul bila kita melakukan kegiatan yang bisa kita lakukan itu.
Kepercayaan diri adalah sesuatu yang harus mampu menyalurkan segala yang kita ketahui dan segala yang kita kerjakan.
Kedua, Memahami untuk menemukan apa yang membuat anda (bukan sembarang orang) percaya diri. Artinya kadang-kadang kita merasa bagai menipu diri sendiri, jika keberhasilan yang kita raih dan yang seharusnya membangkitkan rasa percaya diri justru terasa sebaliknya dalam nurani kita.
Oleh karena itu, adakalanya kita melihat kepada kenyataan dimana banyak orang yang mewah, terkenal, terhormat dsb., namun mereka tetap belum percaya diri. Jadi apa sebenarnya yang mereka butuhkan ?
Ketiga, Memahami tanpa disadari telah merusak kepercayaan diri dan sekaligus menemukan cara menghentikan kebiasaan buruk itu. Artinya kepercayaan diri berawal dari tekad pada diri sendiri pada jati diri anda, untuk melakukan segala yang kita inginkan dan butuhkan dalam hidup. Ia terbina dari keyakinan diri sendiri bukan dari karya-karya kita, walaupun karya-karya itu sukses.
Rasa percaya diri anda berakar pada fakta, bahwa anda telah melakukan seperti yang anda tekatkan. Bila rasa percaya diri itu dilandaskan pada jati diri anda, bukan pada pada suatu keberhasilan, anda telah menciptakan sesuatu yang tidak bisa direnggut oleh apa pun atau oleh siapa pun. Jadi rasa percaya diri itu tidak bisa disama ratakan dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya.
Dengan demikian bahwa rasa percaya diri itu lahir dari kesadaran bahwa jika saya memutuskan untuk melakukan sesuatu, sesuatu itu pula yang akan saya lakukan. Jadi rasa percaya diri sejati anda lahir dari keinginan dan tekad.
Keempat, Memahami untuk menemukan kunci untuk meningkatkan rasa percaya diri anda. Artinya seberapa jauh anda mampu menguasai hal-hal yang terkait dengan kedewasaan berpikir dalam rohaniah, sosial, emosional dan intelektual.
Dengan kedewasaan berpikir tersebut akan mampu menuntun sikap dan perilaku dalam mengembangkan kepercayaan diri, sehingga menimbulkan kedalam hal-hal yang terkait dengan apa yang disebut 1) Keyakinan atas kemampuan sendiri untuk melakukan sesuatu ; 2) Keyakinan atas kemampuan untuk menindak lanjuti segala prakarsa sendiri secara konsekuen ; 3) Keyakinan atas kemampuan pribadi dalam menanggulangi segala kendala ; 4) Keyakinan atas kemampuan anda memperoleh bantuan.

c.PENUTUP
Dengan meningkatnya kedewasaan berpikir, maka mengungkit daya ingat menjadi peta pikiran kedalam usaha menjadikan kekuatan diri sendiri, maka percaya diri menjadi sumber apa yang hendak anda inginkan.
Jadi ingatlah bahwa pekerjaan yang besar tidak berhajat kekuatan tetapi berhajat keteguhan hati. Dunia semakin kecil buat kita kalau hati dan semangat kita bertambah besar. Besarnya dunia hanya sebesar pikiran manusia berbuatlah apa yang telah kewajiban anda , jangan lerlalu melihat akan hasil.
Oleh karena itu, perbuatan yang dapat anda lakukan, janganlah anda minta tolong pada orang lain. Tiap-tiap satu pekerjaan kerjakanlah pada masanya. Pada tempatnya dan dengan caranya.

5.MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA PIKIRAN
KEDALAM USAHA MENGHINDARI KEHILANGAN HARAPAN

a.PENDAHULUAN
Bila sejenak kita merenungkan, maka barang siapa yang memiliki kesehatan mempunyai harapan dan barang siapa yang mempunyai harapan mempunyai segala-galanya.
Oleh karena itu, harapan, betapapun tak dapat diandalkannya, setidak-tidaknya membantu kita menuju kearah tujuan hidup kita melalui jalan yang menyenangkan, sehingga orang kehilangan harapan tidak akan pernah dapat mengatakannya.
Harapan adalah merupakan rahmat Tuhan bagi umatku. Kalau bukan oleh karena harapan, tidaklah seorang ibu akan sudi melahirkan anak dan tidaklah seorang tani akan sudi menaburkan bibit.
Kita menyadari sepenuhnya bahwa harapan-harapan dan cita-cita mudah saja diadakan. Tetapi tantangan yang harus dihadapi ialah jalan yang harus ditempuh menuju kepada realisasi.
Sejalan dengan pikiran diatas, maka optimislah dan jangan berputus asa. Jangan pula menyerah kalah tanpa berusaha. Berbaik sangkalah kepada Allah. Dan tunggulah segala kebaikan dan keindahan akan segera dia berikan. Oleh karena itu pengharapan adalah kehidupan, akan tetapi ada baiknya bagi manusia jangan selalu mengharap-harapkan yang lebih sempurna ialah berusaha sedapat mungkin.

b.JANGAN KEHILANGAN HARAPAN
Kita sadari sepenuhnya bahwa harapan dan ketakutan tidak bisa dipisahkan, oleh karena itu kita memahami pula bahwa hidup kita dibentuk oleh pikiran kita sendiri, sehingga tak ada ketakutan tanpa harapan, maupun harapan tanpa ketakutan.
Ingatlah jangan kehilangan harapan karena harapan akan terus menerus timbul dalam dada manusia, sehingga terkuah dari pikiran kita bahwa tak seorangpun menjadi pecundang selain yang pesimis menghadapi tantangan hidup.
Dengan kebiasaan yang efektif, maka prinsip dan pola perilaku yang dihayati akan mampu menggerakkan kekuatan pikiran untuk memanfaatkan PENGETAHUAN (apa yang harus dilakukan, mengapa) ; KETERAMPILAN (bagaimana melakukan) ; KEINGINAN (mau melakukan atas dasar niat ), maka terbuka pintu untuk mngembangkan pemulihan harapan yang mencakup apa yang disebut dengan 1) pikirkan untuk tetap di saat yang sekarang ini ; 2) buatlah gagasan untuk menyerap pikiran anda dan sekaligus memberi anda tujuan ; 3) fokuskan apa yang anda pikirkan.

c.PENUTUP
Bertolak dari pokok pikiran yang telah kita ungkapkan diatas, maka jangan anda tumbuhkan dalam peta pikiran usaha menghilangkan harapan sebagai suatu kebiasaan yang mampu mendorong dimana hal yang tidak kita harapkan lebih sering terjadi dari pada yang kita harapkan.
Ingatlah bahwa roda kehidupan tidak pernah berhenti berputar sehingga seberapa gelappun malam itu, pagi akan datang. Seberapa dinginpun musim dingin itu, musim semi akan datang
Dengan demikian bahwa memiliki keinginan dan harapan berarti sudah memiliki masa depan, sehingga pikirkan untuk menumbuh kembangkan kedalam momentum anda sendiri. Kejar terus impian-impian anda hingga dapat menjadi suatu kenyataan.
Jangan pernah menyerah, ada mimpi yang memang lama terwujudnya, tapi ingatlah bahwa hidup penuh dengan perjuangan dan kesulitan hidup yang mungkin tidak henti-hentinya, semuanya silih berganti, kesulitan yang satu diusul oleh kesulitan yang lain.
Jadi hilangkan putus asa itu salah, yang benar adalah berharap sehingga harapan adalah kemenanganan paling bear dan paling sulit yang bisa diperoleh seeorang bagi jiwanya.

1. Peta pikiran

KATA PENGANTAR

1. DAYA INGAT MENJADI PETA PIKIRAN
KEDALAM HIDUP PENUH KETAKJUBAN

a. PENDAHULUAN

Sejenak bila kita memanfaatkan pikiran dari yang tidak tahu menjadi tahu dari ungkapan kata “Ketakjuban” yang berarti kekaguman dan atau keheranan, maka seberapa jauh dapat mempengaruhi kedalam peta pikiran anda.

Bila kita mengungkapkan ketakjuban, renungkanlah ungkapan seperti “Tidak ada kekayaan yang melebihi kesehatan badan dan tak kegembiraan yang mengatasi kesenangan hati”.

Dari ungkapan diatas diharapkan membawa dampak kedalam peta pikiran anda bahwa sikap takjub memungkinkan kita untuk mempersepsikan di dunia segala keintiman sang ilahi untuk merasakan dalam hal-hal kecil permulaan dari kebermaknaan yang tak terhingga, untuk merasakan yang paling hakiki di dalam yang biasa dan sederhana untuk merasakan derasnya keteduhan kekal yang lewat.

Oleh karena itu, gerakkan daya ingat anda untuk dapat menuntun sikap dan perilaku anda kedalam makna
“KETAKJUBAN” sebagai sarana dalam usaha memanfaatkan hikmah berpikir agar anda dapat mengendalikan kebiasaan berpikir dimana kita menyadari sepenuhnya bahwa “hidup anda dibentuk oleh pikiran anda sendiri.

Sejalan dengan apa yang kita pikirkan diatas, makna dalam usaha untuk mendalami “Ketakjuban” dengan pendekatan kekuatan pikiran yaitu dari sudut dalam hikmah berpikir yang mencakup :

B. DALAM PROSES BERPIKIR KETAATAN :
Bertolak dari keinginan untuk mendalami apa yang kita bicarakan dalam pokok pikiran yang diungkapkan diatas, maka dari sudut berpikir ketaatan dalam hubungan kita dengan Allah Swt, seperti yang terungkap dalam QS. 72 : 1 “Katakanlah (hai Muhammad) “Telah di wahjukan kepadaku bahwawasanya sekumpulan jin telah mendengarkan (Al ‘Quran)lalu mereka berkata : Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur’an yang menakjubkan”
Ayat tersebut menekankan bahwa “Islamnya Jin Setelah Mendengar Al Qur’an”, oleh karena itu, renungkan melalui pikiran anda agar dapat menuntun sikap dan perilaku anda sejalan dengan apa yang kita pikirkan agar kita dapat menempatkan makna Ketakjuban yang dipikirkan, yang harus sejalan dengan ajaran Islam itu sendiri.

Dengan demikian gerakkan kekuatan pikiran kedalam suatu kebiasaan dalam usaha menafsirkan ketakjuban, maka terbuka pikiran bagaimana dapat dipercepatkannya usaha-usaha yang baik-baik dalam mewujudkan makna yang terkandung didalamnya, oleh karenanya digerakkan pikiran didasarkan pada keikhlasan yang seutuhnya.

C. DALAM PROSES BERPIKIR POSITIF :
Mengungkapkan jalan pikiran yang positip berarti kita selalu mendekatkan diri dalam hubungan manusia yang selalu baik memandang sesuatu seperti halnya kita takjub pada sesuatu maka disitu terselip pemikiran yang berkaitan dengan pujian yang sewajarnya adalah anak kunci untuk memulai persahabatan yang baik sedang celaan adalah sumber pertengkaran dan permusuhan.

Tapi yang perlu kita ingat bahwa pujian adalah ujian artinya yang mudah tersanjung dan juga mudah tersandung, oleh karena itu lihatlah selalu bahwa dirimu adalah orang yang senantiasa dihinggapi kelemahan, kekurangan, aib dan sebagainya.

Sejalan dengan apa yang kita bicarakan diatas tumbuh dan kembangkan kebiasaan pikiran anda yang positif sehingga dapat mendorong sifat-sifat yang menyelamatkan, apa yang anda pikirkan yang terkait ketakjuban agar kita selamat dari kemungkinan tergelincir oleh pujian yang menghancurkan.

D. DALAM PROSES BERPIKIR MAKSIAT DAN NEGATIF :
Untuk dapat menuntun sifat pola pikir yang terpuji, maka hindarilah kebiasaan pikiran yang bersifat maksiat dalam hubungan manusia dengan Allah Swt. Sedangkan berpikir negatif dalam hubungan anda dengan manusia.

Oleh karena itu, setiap manusia mulai sejak terbitnya matahari sampai terbenamnya, maka manusia memeriksa seluruh anggota tubuhnya yang terdiri dari mata, telinga, lisan, kemaluan, perut, tangan dan kaki tidak sedang mengandung kemaksiatan dan berpikir negatif, sehingga kita mampu mengenal diri agar kita selalu dekat sang penciptanya dengan begitu kita akan mampu menumbuhkan apa yang diperkirkan secara baik, apa yang kita sebut dengan mensyukuri karunia Allah, maka disitu terbukalah kebiasaan pikiran baru, sehingga begitu pentingnya kita menyadari peran dan fungsi ketujuh anggota tubuh yang telah kita utarakan diatas.
E. PENUTUP :

Ketakjuban yang kita ungkapkan kedalam peta pikiran, dimaksudkan agar kita selalu memanfaatkan kebiasaan berpikir agar dapat menuntun sikap dan perilaku kita dalam menata kehidupan dunia dan akhirat.

Dengan demikian kebiasaan yang effektif yang dituntun oleh pemahaman prinsip, sikap, perilaku dihayati menjadi satu kekuatan dalam proses berpikir.

Oleh karena itu, tingkatkan kedewasaan berpikir kedalam sisi rohaniah, social, emosional dan intelektual, dengan begitu anda dapat secara terus menerus belajar untuk menumbuh kembangkan kebiasaan pikiran untuk selalu dapat memanfaatkan dan memahami untuk dapat mengaktualisasi-kan makna hikmah berpikir kedalam pemahaman kita mengenai ungkapan kata “Ketakjuban”.

Sejalan dengan apa yang kita pikirkan diatas, maka salah satu alat tubuh mengingatkan kita untuk selalu memelihara lidah sewaktu berbicara karena perkataan itu adalah semacam anak panah bila terlepas dari busurnya sukar kembali lagi.
2. MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA PIKIRAN
KEDALAM USAHA PENCERAHAN

a. PENDAHULUAN
Kata “Pencerahan” merupakan kecernihan yang terungkap oleh kesadaran sebagai unsur jiwa sebagai penggerak alat berpikir agar kita mampu setiap manusia untuk menyadari sepenuhnya seberapa jauh yang bersangkutan memanfaatkan usia.
Kita pahami bahwa “kesadaran” itu paling tegas sebagai unsur jiwa, di waktu tidur kita tidak akan tahu, bilamana ada bahaya mengamcam dan menyebabkan kita sadar sepenuhnya. Jadi di waktu tidur kesadaran itu seolah-olah turut istrahat Dan semakin diwaktu tidur jasmani dan rochani kita letih semakin kurang pula kesadaran itu.
Dengan kesadaran kita dapat berorientasi meninjau serta merasakan diri sendiri serta menangkap atau memahami ituasi didunia luar artinya diluar diri kita.
Sejalan dengan apa yang kita utarakan diatas, maka makna “Pencerahan” dapat kita dalami lebih dalam bila KESADARAN diikuti dengan KECERDASAN dan AKAL, maka terbukalah kekuatan pikiran untuk menuntun anda dalam usaha memanfaatkan usia sehingga anda mampu menempuh jalan menuju pusat PENCERAHAN anda sendiri.
b. KEMAMPUAN MEWUJUDKAN PENCERAHAN
Pencerahan dapat diwujudkan sepanjang kita mampu melihat kedewasaan berpikir sehingga mampu mengintergrasikan ketiga unsur jiwa berupa KESADRAN, KECERDASAN, AKAL, dimana ketiga unsur terebut saling memiliki sifat-sifat ketergantungan dalam memanfaatkannya.

Dengan pikiran diatas, seperti halnya kita mengungkapkan bahwa jalan menuju pencerahan dapat kita ibaratkan seperti cita-cita menghendaki perjuangan, perjuangan menghendaki pengorbanan dan pengorbanan menghendaki ketabahan hati.

Oleh karena itu, tempuhlah jalan menuju puat pencerahan anda sendiri dengan kebiasaan memanfaatkan ketiga unsur jiwa diatas sehingga dapat mewujudkan makna pencerahan dalam perjalanan hidup kita.

Sejalan dengan pokok pikiran diatas, maka usaha meningkatkan kedewasaan berpikir akan mampu menuntun kebiasaan yang disebut dengan “Keinginan” artinya mau melakukannya, maka disitu terbuka pintu bagaimana melakukannya serta apa yang harus dilakukan dan mengapa.

Jadi kemampuan mewujudkan “Pencerahan” kedalam peta pikiran bergantung seberapa jauh kita mampu meningkatkan kedewasaan berpikir (rohaniah, social, emosional, intelektual) secara berkelanjutan yang mampu menyentuh jiwa kita seperti
Cara menyempurnakan rahmat ialah kasih saying Tuhan kepada anda dengan melalui ketaatan anda. Datang ketaatan dengan keimanan dan keimanan dengan pengetahuan.

Denan mengungkapkan jalan pikiran diatas diharapkan dapat menjadi penuntun dalam peta pikiran kita, sehingga dengan memahami makna pencerahan yang hendak kita kita bangun dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan menyadari sepenuhnya mengenai ilmu kepandaian itu ialah sahabat yang setia bagi teman hidup sampai kepada penghabisan umur kita.

C.PENUTUP
Bangkitkan kedalam peta pikiran anda bahwa pencerahan perlu ditingkatkan sehingga erbuka keinginan untuk memperbaiki diri setiap harinya. Bertekatlah untuk meningkat-kan kesadaran, kecerdasan dan akal kita untuk menyentuh yang sakral setiap harinya.

Oleh karena itu ingatlah kita kepada kematian adalah suatu cameti untuk memperbaiki kelakuan kita dan cinta pada orang miskin.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.