Feeds:
Posts
Comments

MANAJEMEN PERBERDAAN MASUK D E S A PINTU GERBANG
MENGUBAH NASIB HUT KE 14 KERAWANG
MANAJEMEN
PERBERDAAN
MASUK D E S A
PINTU GERBANG
MENGUBAH NASIB
DAFTAR ISI
PENGANTAR
1. PENDAHULUAN
2. MANAJAMEN PEMBERDAYAAN
3. MEMAHAMI DESA
4. MEMEHAMI PINTU GERBANG BAHAGIA
5. MENCERDASKAN PERCAYA DIRI MEMASUKI DESA DENGAN KEBIASAAN TERPOLA
6. MEMAHAMI PENTINGNA PENINGKATAN
KETERAMPILAN MENJADI WIRASWASTA
7. LANGKAH MENEMUKAN BAKAT TERSEMBUNYI MENJADI WIRASWASTA SEBAGAI
PRIORITAS HIDUP
8. MEMBANGUN JASMANI DAN ROHANI YANG
SEHAT SEBAGAI ENTREPRENEUR YANG BERBEDA
9. MEMBANGUN LEMBAGA PEMBERDAYAAN
10. MEMBANGUN KEKUATAN KERJA SAMA

PENGANTAR

Manajemen Pemberdayaan mencari jalan keluar melalui satu kekuatan penggerak OTAK kedalam JIWA dan HATI sehingga mampu menjadi kebiasaan untuk berbuat baik dalam usaha-usaha untuk meningkatkan kemampuan yang dapat memberi manfaat bagi orang lain.

DESA adalah suatu aria dimana (D)aerah) yang memiliki potensi (E)konomi menjadi satu lokasi yang dapat memberikan peluang menjadi (S)asaran baik secara kualitatip maupun kuantitatip yang hendak dicapai oleh (A)nak bangsa.

Begitu besar anagerah Allah Swt yang diberikanNYA kepada manusia berupa kemampuan untuk berpikir, hanya saja manusia kadang kala tidak mampu mengungkitnya menjadi satu kekuatan kedalam kebiasaan yang bersikap dan berperilaku yang terpola.

Drs. Abdul Talib Rachman AK (D-271), MBA

1. PENDAHULUAN

Berpegang kepada tuntunan hidup dengan KEPERCAYAAN dan KEYAKINAN, maka renungkan makna yang terungkap dalam Surat dan Ayat yang disebutkan dibawah ini :

QS. 87 : 14” Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), ; 15” dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang. ; 16” Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi.-17” Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.

Dengan mendalami apa-apa yang tertuang dalam surat dan ayat diatas, maka diharapkan membuka jalan pikiran kita untuk mengisi apa yang diajarkan diatas untuk mewujudkan perjalanan hidup penuh arti, maka ungkitkan kemampuan anda melihat masa depan dengan berbuat sesuatu yang memberikan manfaat bagi orang yang banyak.
Jadi bagaimana arti kehadiran kita di suatu tempat sangat bergantung apa yang kita pikirkan, oleh karena itu yang diungkapkan disini adalah mampukah peran Kepemimpinan dalam suatu organisasi mendorong warganya menjadi kekuatan dalam mewujudkan kebiasaan dalam bekerjasama yang terkait dengan usaha-usaha pemberdayaan dengan berpegang ketentuan yang terdapat dalam UNDANG-UNDANG DESA ( UU RI NO.6 TAHUN 2014)

2. MANAJEMEN PEMBERDAYAAN
Untuk mendalami apa yang kita maksudkan dengan Manajemen Pengetahuan, maka dibawah ini dirumuskan berdasarkan pendekatan yang kita sebut menguraikan unsur huruf dari kata menjadi kalimat yang bermakna.
Kata MANAJEMEN terdiri dari unsur kata :
M menjadi kata MENGELOLA ,A menjadi kata AKTIVA
N menjadi kata NILAI TAMBAH ,A menjadi kata AKSEPTASI
J menjadi kata JAMINAN ,E menjadi kata EKUITAS
M menjadi kata MASA DEPAN ,E menjadi kata EMISI
N menjadi kata NAIK
Dengan menguraikan huruf menjadi kata bermakna diatas, maka kita dapat pla merumuskan manajemen adala
MANAJEMEN adalah Kemampuan dalam MENGELOLA penggunaan sumber daya yang tercantum sebagai AKTIVA untuk mewjud NILAI TAMBAH ekonomis menjadi AKSEPTASI untuk memberikan JAMINAN atas EKUITAS yang ditanam sebagai EMISI akan NAIK sejalan dengan pertumbuhan usaha.
Sebaliknya PEMBERDAYAAN dapat kita uraikan dari unsur kata menjadi untaian kalimat yang bermakna yaitu :
P menjadi kata PENGARUH ,E menjadi kata EMPATI
M menjadi kata MENDORONG , B menjadi kata BERPIKIR
E menjadi kata EMOSIONAL , R menjadi kata RASIONAL
D menjadi kata DHARMABAKTI ,A menjadi kata ASUH
Y menjadi kata YAKIN ,A menjadi kata AMANAH
A menjadi kata ALHAMDULLILAH , N menjadi kata NASIB
Bila unsur kata tersebut kita rumuskan menjadi untaian kalimat yang bermakna maka PEMBERDAYAAN adalah satu kebiasaan memberi PENGARUH untuk mewujudkan EMPATI dalam usaha untuk MENDORONG terus BERPIKIR agar dapat menuntun kekuatan EMOSIONAL kedalam RASIONAL memberikan suatu DHARMABAKTI agar segala kerja ASUH menjadi YAKIN dalam menjalankan AMANAH, maka dengan ALHAMDULLILAH menjadi perubahan NASIB

3. MEMAHAMI DESA
Bertitik tolak dari pemahaman DESA yang telah kita uraikan berdasarkan unsur kata menjadi kata yang bermakna sebagai suatu pendekatan, maka dalam pertumbuhannya kita memahami dalam kelompok yang disebut dengan :

Pertama, DESA SWADAYA
Kedua, DESA DALAM TRANSISI
Ketiga, DESA SWASEMBADA Sw / BERKEMBANG
Keempat, DESA YANG BERGERAK MAJU sesuai dengan tuntutan dalam sistem pemerintahan yang mampu menjalankan sesuai dengan ketentuan dalam UUD 1945.

Selain dari pandangan tersebut, pelajari pula apa-apa yang terungkap dalam Bab II Kedudukan dan jenis desa ; Bab III Penataan desa seperti yang termuat dalam Undang-undang Desa (UU RI No. 6 tahun 2014)
4. MEMEHAMI PINTU GERBANG BAHAGIA
Dengan demikian sejenak bila kita pikirkan bahwa “Perjalanan Hidup Penuh Arti” akan menjadi satu kekuatan memulai hidup baru artinya apa yang kita pikirkan menentukan siapa kita. Siapa kita menentukan apa yang kita perbuat.
Oleh karena itu, kebiasaan kedalam kekuatan berpikir ketaatan dalam hubungan dengan Allah Swt dan berpikir positip dalam hubungan dengan manusia, maka disitu terbentang cahaya yang menggerakkan kemampuan dalam penguasaan ILMU sebagai informasi, PENGETAHUAN sebagai pengalaman dan KEINGINAN sebagai niat menjadi satu wujud untuk membangun kebiasaan dalam usaha-usaha yang dapat bermanfaat dan menghindari kebiasaan yang tidak ada bermanfaat.
Jadi ingatlah selalu bahwa “perjalanan hidup penuh arti” mengandung makna bahwa pada akhirnya keberhasilan bukanlah apa yang anda miliki, bukan apa yang anda kerjakan, keberhasilan adalah siapa diri anda, yaitu anak-anak Allah yang hidup.

5.MENCERDASKAN PERCAYA DIRI MEMASUKI DESA DENGAN KEBIASAAN TERPOLA
Segala usaha yang berkaitan dengan kebiasaan untuk mampu “Mewujudkan Kebiasaan Yang Terpola” ditentukan oleh pemahaman kita dalam Pembentuk Paradigma Berpikir yang kita sebut dengan :
Orang Tua, Saudara dekat, Lingkungan sosial, Sekolah, Media informasi, Teman, Diri sendiri.
Dengan mendalami paradigma tersebut diatas akan dapat membentuk proses kita berpikir. Yang perlu kita ingat bahwa Kebiasaan Yang Efektif hanya dapat diwujudkan bila kita memiliki kemampuan yang kuat untuk melaksanakan Prinsip dan Pola Perilaku yang Dihayati artinya disinilah letak pintu masuk yang kita sebut dengan “KEBIASAAN YANG EFEKTIF”
Bertolak dari dasar pikiran diatas akan menjadi penopang kedalam apa yang disebut SIFAT PENUH KEKUATAN yang terdiri dari kekuatan KETEGUHAN, TANGGUNG JAWAB, IKHTIAR yang akan memberikan penompang kedalam apa yang disebut dengan: Ketepatan pikiran ; Ketepatan konsentrasi ; Ketepan perasaan ; Ketepatan tindakan ;Ketepan perkiraan hasil (ouput dari kebiasaan berpikir).

6.MEMAHAMI PENTINGNA PENINGKATAN
KETERAMPILAN MENJADI KEWIRASWATAAN
Keterampilan yang dikaitkan dengan KEMENANGAN PRIBADI yang mencakup menumbuh kembangkan pikiran kedalam apa yang disebut dengan PROAKTIF
Keterampilan yang dikaitkan dengan segala usaha untuk mewujudkan apa yang disebut dengan usaha KEMENANGAN PUBLIK artinya disinilah kebiasaan dalam tindakan untuk menciptakan keseimbangan kepentingan peribadi disatu sisi dan disisi lain kepentingan umum.
Keterampilan dalam usaha menumbuh kembangkan apa yang disebut dengan KEBIASAAN MENINGKATKAN DAYA PIKIRAN dengan MENJALANKAN PRINSIP PEMBAHARUAN DIRI YANG SEIMBANG artinya ada daya

7.LANGKAH MENEMUKAN BAKAT TERSEMBUNYI
MENJADI KEWIRASWASTAAN SEBAGAI
PRIORITAS HIDUP
Renungkan menjadi seorang KEWIRAUSAHAAN memotivasi perubahan berpikir yang tidak pernah diungkap dalam system pendidikan seperti yang penulis bayangkan karena sampai saat ini tidak menunjukkan adanya usaha-usaha untuk melakukan perubahan yang mendasar terhadap sikap dan perilaku anak didik, untuk menjadi kader-kader dalam kewirausahaan, mereka hanya diarahkan kepada satu kenyataan untuk menjadi pencari lapangan kerja bukan orang yang pemikir untuk menciptakan lapangan kerja.

KRETERIA DALAM MERUMUSKAN PEMAHAMAN
Bertitik tolak dari pemahaman yang diungkapkan diatas, maka siapa yang disebut sebagai KEWIRAUSAHAAN (ENTREPRENEUR) itu ? Jawabnya dapat kita rumuskan kedalam kreteria sebagai berikut :
1. Memiliki visi memaksimumkan peluang-peluang masa depan.
2. Memiliki komitmen, kolaborasi dan komunikasi.
3. Memiliki kesiapan menghadapi tantangan dan resiko yang dihadapi.
4. Memiliki kemampuan menuangkan kedalam rencana jangka pendek, menengah dan panjang.
5. Memiliki keinginan untuk mengembangkan diri secara berkelanjutan.
6. Memiliki keinginan untuk mengembangkan para kader bukan pekerja semata.
7. Memiliki kemampuan kreativitas individu dan kelompok.
8. Memiliki kemampuan kreatip menjadi inovatif.
9. Memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi informasi.
10. Memiliki kemampuan berpikir antisipatif.

Berdasarkan kreteria tersebut diatas, maka yang dimaksudkan dengan Kewirausahaan adalah seseorang yang mampu mengaktualisasikan visi merebut peluang masa depan secara profesional (kolaborasi, komitmen, komunikasi) berdasarkan kreatif menjadi inovatif organisasi dengan memanfaatkan teknologi informasi dengan berpikir antisipatif.
Pemahaman keunggulan menjadi daya dorong sebagai entrepreneur yang sukses bertitik tolak dari keinginan untuk berpikir dari unsur kata dalam “KEWIRAUSAHAAN “ menjadi kata yang bermakna sebagai berikut :
K (K)epemimpinan , E (E)ntrepreneur
W (W)adah (I)ntergrasi (R)encana (A)ksi
(U)saha (S)uara (A)kses (H)atI (A)kal (A)nugerah (N)irmala
KEWIRAUSAHAAN dapat dirumuskan menjadi suatu alat berpikir adalah kemampuan berpikir (K)epemimpinan (E)ntrepreneur dalam (W)adah organisasi wirausaha sebagai alat ( I)ntergrasi dari suatu (R)encana kedalam (A)ksi menjadi tindakan (U)saha yang menimbulkan (S)uara untuk menggerakkan (A)kses kedalam (H)ati dan (A)kal sebagai (A)nugerah menjadi (N)irmala.
APAKAH ANDA SEORANG ENTREPRENEUR
Langkah pertama seandainya anda memiliki kekuatan otak yang belum terungkap untuk memaksimumkan kekuatan berpikir dalam usaha merubah kehidupan anda dimasa depan, maka renungkan sejumlah pertanyaan dibawah ini untuk menggali pikiran anda, apakah anda termasuk memiliki keinginan untuk menjadi entrepreneur (kewirausahaan). Beri tanda pada kolom ya atau tidak :
P E R T A N Y A A N YA TIDAK
1. Apakah dalam pikiran anda telah memilikikepuasan dari apa yang anda lakukan dalam pekerjaan saat ini.
2. Apakah anda dalam melaksanakan pekerjaan saat ini
mendapatkan kesulitan bila melebihi kekuasaan dan
wewenang yang anda miliki.
3. Apakah anda merasakan dalam pikiran untuk merubah
apa yang dikerjakan menjadi lebih sempurna sebagai
keinginan yang lebih besar dari pada mempertahankan
tugas apa adanya saat ini.
4. Apakah anda memiliki kemampuan berpikir untuk
menimbulkan ide baru setiap saat anda melangkah
dalam hidup ini.
5. Apakah anda memiliki kemampuan untuk merumuskan
kedalam perencanaan dan aplikasi dari ide baru anda.
6. Apakah anda dapat meredam dan merahasiakan ide anda dari orang lain, sebelum anda siap melaksanakannya.
7. Apakah anda memiliki jaringan atau memperluasnya
ke jaringan baru atas kemampuan anda atau teman
sejawat.
8. Apakah anda merasakan mendapat dukungan atas ide
anda dari lingkungan internal dan eksternal atau bagian
besar menentangnya.
9. Apakah anda merasakan memiliki kemampuan untuk
melewati rintangan yang maha sulit yang mungkin dalam pikiran anda mungkin gagal dari pengalamannya.
10. Apakah anda merasakan ketidak puasan bila ada orang
kepercayaan anda tidak mampu melaksanakan dari
bagian ide anda.
11. Apakah anda mampu mengubah kecenderungan bahwakepuasan didapat bila sesuatu dikerjakan sendiri dan berusaha membagi tugas dan tanggung jawab dalam kerja tim.
12. Apakah anda memiliki keinginan untuk memisahkan sebagian pendapatan dalam usaha anda untuk merubah
nasib dengan menangkap peluang masa depan.
J u m l a h ………………………………………………….

Bila jawaban anda menunjukkan bilangan ya dan atau tidak, apakah anda sudah siap untuk membuat langkah-langkah yang harus dihadapi kedepan, sekiranya kita mengkelompokkan anda masuk dalam posisi yang kita sebut dengan
1) bekerja sebagai pegawai yang terikat, 2) bekerja sebagai pegawai yang tidak terikat, 3) bekerja sebagai pengusaha, 4) bekerja sebagai penanam modal.
Bila jawaban anda dari 12 pertanyaan, menjawab 12 kali tidak berarti anda adalah bekerja semata-mata hanya ingin jadi pegawai yang terikat ; menjawab 8 kali ya dan 4 tidak berarti anda adalah bekerja sebagai pegwai yang tidak terikat ; menjawab 12 kali ya berarti anda adalah seorang yang berkeinginan untuk bekerja sebagai pengusaha ; menjawab 10 kali ya dan 2 tidak berarti anda adalah seorang bekerja sebagai penanam modal.
Perubahan perjalanan hidup anda, ditentukan oleh oleh pikiran anda sendiri, banyak diantara kita diperdayakan oleh cahaya samar karena dia dalam gelap, perasaannya didahulukannya daripada pertimbangannya. Keinginan dari tidak tahu menjadi tahu tidak mampu ia gerakkan untuk berpikir karena ia tidak mau merubah cara ia meningkatkan penghasilan.
VISI HIDUP MENJADI ENTREPRENEUR
Entrepreneurs” adalah seseorang yang mampu mengaktualisasikan visi merebut peluang masa depan secara profesional (kolaborasi, komitmen, komunikasi) berdasarkan kreatif menjadi inovatif organisasi dengan memanfaatkan teknologi informasi dengan berpikir antisipatif.
LANGKAH DALAM PROSES INTERGRASI
Pertama, yang perlu anda kembangkan adalah untuk memahami diri anda sebagai bagian dari proses integrasi yang kita maksudkan artinya anda memulai menggerakkan kekuatan pikiran anda untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman anda mengenai peran dalam posisi anda saat ini, melalui kemampuan menggerakakan KESADARAN sebagai alat pikir untuk melihat situasi diri anda sendiri.
Kedua, setelah anda membuat gambaran yang disebutkan diatas dari hasil identifikasi diri anda sendiri melalui proses alat pikiran dengan KESADARAN untuk memperoleh gambaran situasi dalam lingkungan sendiri, dan menghubungkannya dengan lingkungan luar yang mempengaruhinya dalam usaha mencari jawaban atas “what to do”
Ketiga, sejalan dengan proses berpikir dengan memanfaatkan kecerdasan tersebut, maka anda akan dihadapkan untuk membangun keyakinan atas pilihan-pilihan yang memiliki tanggung jawab dan resiko yang dihadapi.
Oleh karena itu, dalam proses mengambil keputusan, maka dalam menggerakkan pikiran melalui AKAL untuk mencari jawaban atas “how to do it” yang sejalan dengan usaha-usaha untuk mencapai visi dalam perjalanan hidup anda.
VISI HIDUP ANDA
Bertitik tolak dari keputusan identifikasi diri anda berdasarkan proses integrasi dengan mengungkit kekuatan pikiran anda, maka dengan keputusan yang diambil bahwa anda berharap untuk melakukan perubahan apa yang telah lakukan saat ini dan anda ingin mewujudkan impian yang anda cita-cita untuk merubah hidup untuk masa depan.
KEBERANIAN MENGAMBIL KEPUTUSAN MENJADI
KEWIRAUSAHAAN
Pada bagian pertama telah kita utarakan mengenai pemahaman pola pikir dalam menentukan pilihan cara mendapatkan pendapatan dalam memenuhi kebutuhan perjalanan hidup ini. Apapun pilihannya sudah merupakan keputusan anda untuk dijalankan.
Jadi memaksimumkan peluang masa datang pada orang sebanding dengan kecakapan, kemauan bertindak, kemauan memandang jauh, pengalaman dan pengetahuan mereka tentang dunia usaha.
MEMPERSIAPKAN KESEMPATAN
Masih banyak orang beranggapan bahwa kesempatan itu umumnya adalah persoalan nasib. Disinilah letak persoalan yang dihadapi oleh setiap orang yaitu perubahan cara kita berpikir bahwa bila kita meyakini dimana manusia diciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk yang berbeda dengan yang lainnya dan diberikan – NYA dengan ilmu yang sedikit, itu satu tanda kita harus belajar secara berkelanjutan.
MEMBANGUN KESAN KEPEMIMPINAN
Membangun kepribadian seperti yang kita utarakan diatas, merupakan esensi sebagai kepemimpinan yang mampu membangun kesan sebagai suatu proses mempengaruhi orang lain untuk mengambil langkah menuju suatu sasaran bersama.
KEYAKINAN DIRI DALAM KEBERHASILAN MENJADI PENGUSAHA
Keputusan anda menjadi pengusaha berarti anda dalam keyakinan akan mampu memasuki gelombang lingkungan ketidak pastian yang komplek sehingga memberikan motivasi diri anda dalam satu usaha yang harus ditumbuhkan secara berkelanjutan.

BAGAIMANA ANDA MENYINGKAP KEYAKINAN DIRI
Seseorang yang memiliki keyakinan diri berarti ia mampu menggerakan orang lain yang dapat menimbulkan tentang kesan dirinya. Jadi untuk mengetahui bagaimana sebaiknya ia menyingkap keyakinan diri itu, sudah tentu dapat kita melihatnya dari sudat pandang yang beragam.
Pertama, anda dapat mengungkapkan dari sudut tujuan hidup yang telah digariskan, dari situ anda dapat mengamati seberapa jauh tujuan dan sasaran dapat dicapai. Dari sudut pandang ini anda dituntut untuk memahami keputusan-keputusan yang diambil.
Kedua, anda dapat mengungkapkan dari sudut beragam kegiatan-kegiatan yang sangat anda gemari untuk melakukannya. Dari sudut pandang ini, anda dituntut untuk mensiasati kebiasan-kebiasan yang terbentuk dari kegemaran apa yang anda lakukan.
Ketiga, anda dapat mengungkapkan dari sudut reaksi-reaksi anda terhadap kerja sejawat (bawahan dan atau atasan), faktor eksternal dan atau internal, pekerjaan yang dihadapi.
Menyingkap keyakinan diri, pendekatan pertama :
Ada saja orang berbeda pandangan dalam mengungkapkan keyakinan dirinya, walaupun bagi yang bersangkutan tidak jarang sebenarnya memiliki pendidikan dan pengalaman tapi tidak berkeinginan untuk berhasil dalam dunia usaha. Oleh karena itu suatu keputusan, bagaimanapun harus diambil walaupun ia menyadari banyak orang lain tidak setuju dengan keputusannya.
Menyingkap keyakinan diri, pendekatan kedua :
Seandainya anda senang melakukan sesuatu pekerjaan, kemudian anda dapat memahami apa yang terjadi dari tindakan anda, apakah akan membawa kesenangan atau sebaliknya, maka buah pikiran anda akan tertuju kepada kesan diri yang menggambarkan apakah segala sesuatu anda bekerja sesuai dengan keyakinan diri anda atau sebaliknya berlawanan dengan anda.
Menyingkap keyakinan diri, pendekatan ketiga :
Apa reaksi anda, terhadap lingkungan anda yang memberikan kesan diri anda yang bisa saja menggambarkan dalam dua keadaan yaitu gambaran yang bersifat positip dan atau negatip.
MENGEMBANGKAN KESAN DIRI
Mungkinkah kita mampu merubah kesan diri dari negatip menjadi positip dimata orang-orang yang berada di luar diri kita, kalau tidak apakah itu satu gambaran nasib anda tidak bisa berubah, tidak ada satupun dari kita tidak ingin berubah, oleh karena itu kehidupan kita diakibatkan akumulasi dari keyakinan diri anda sendiri, sehingga anda akan berpikir kearah menjauhkan faktor-faktor yang mendorong dalam alam pikiran anda yang tidak diingini.
KEWIRAUSAHAAN MEREBUT PELUANG BISNIS
Sejalan dengan pikiran yang terkait dengan proses integrasi, maka dalam mewujudkan komitmen anda atas idenfikasi dari hasil pemikiran visi hidup anda masa depan untuk menyatukan pikiran anda dengan identifikasi peluang bisnis.
yaitu :
BERUSAHA, INTEGRASI, SUMBER DAYA, NISBAH
INDIVIDU, SOSIAL
BISNIS adalah seluruh kegiatan dalam (B)erusaha yang terkait dengan proses (I)ntegrasi dalam pemanfaatan (S)umber-daya yang tersedia untuk mengubah menjadi (N)isbah (perbandingan antara aspek-aspek kegiatan yang dapat dinyatakan dengan angka misal perbandingan antara laba dan pnjualan) untuk kepentingan kedalam (I)ndividu dan (S)osial.
IDENTIFIKASI BISNIS
Sejalan dengan pemahaman makna bisnis yang kita rumuskan diatas, maka kekuatan pikiran terus menjadi daya dorong untuk menggerakkan kreativitas bisnis untuk memahami proses integrasi kedalam usaha merespon identifikasi bisnis yang menjadi komitmen anda, oleh karena itu, diperlukan kemampuan anda untuk mengungkap hal-hal yang kita utarakan dibawah ini :

Pertama, melihat dari situasi menjadi masalah itu secara jelas dan hubungannya yang menunjukkan gambaran sesuatu yang mungkin salah.
Kedua, menafsirkan hubungan tersebut secara efektif dan berusaha memikirkan penilaian secara realistik dalam kaitan berpikir proses integrasi.
Ketiga, menggerakkan perhatian dan energi dalam melibatkan orang-orang yang diajak untuk bekerjasama.
Keempat, membuat keputusan dari hasil identifikasi bisnis atas peluang-peluang yang akan diraih secara lebih terfokuskan.
IDENTIFIKASI PASAR
Bertitik dari pemikiran diatas maka sejalan dengan jawaban dalam usaha untuk berpikir kedalam proses intergrasi yang terkait dengan pemikiran atas identifikasi pasar untuk mengetahui segmen pasar yang mana akan diladeni.
RENCANA BISNIS
Langkah akhir dalam proses intergrasi adalah merumuskan kembali komitmen anda menjadi interpreneur kedalam rencana bisnis dengan mengintrgrasi dari hasil pemikiran identifikasi bisnis dan identtifikasi pasar.
MENGAPA ENTREPRENEUR ANDA BERBEDA
Membangun kebiasaan yang produktif mendorong anda untuk berusaha secara terus menerus meningkatkan penguasaan pengetahuan, keterampilan dan keinginan yang berlandaskan akhlak dalam kesiapan untuk menjadi entrepreneur yang berbeda dengan yang lain artinya anda memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh orang lain karena kemampuan anda mampu mengaktualisasikan paradigma baru.
BAGAIMANA MEMBUAT ANDA BERBEDA
SEBAGAI ENTREPRENEUR
PERTAMA, jasmani dan rohani yang sehat :
KEDUA, percaya diri :
KETIGA, berpikirlah secara realistik :
KEEMPAT, kebijaksanaan yang komperehensip :
KELIMA, keunggulan kapabilitas konseptual :
KEENAM, kebutuhan dasar terhadap pengawasan dan pengendalian :
KETUJUH, status bukan merupakan kebutuhan :
KEDELAPAN, mampu membangun keseimbangan dalam emosional :
KESEMBILAN, kesiapan menghadapi tantangan masa depan :
KESEPULUH, pendekatan strategik menuju hubungan interpersonal :
KESEBELAS, berkemampuan mengelola perubahan :
KEDUABELAS, memerangi kesadaran indrawi :
8.MEMBANGUN JASMANI DAN ROHANI YANG SEHAT
SEBAGAI ENTREPRENEUR YANG BERBEDA
Dengan jasmani dan rohani yang sehat dapat mendorong seseorang untuk menggerakkan kekuatan pikiran yang sehat dalam usaha-usaha meningkatkan kedewasaan berpikir. Dengan kedewasaan berpikir dapat menjadi pondasi yang kuat untuk mewujudkan pengembangan diri yang tidak dipengaruhi oleh kondisi internal sehingga mampu mengendalikan kondisi eksternal yang dapat menuntun anda bersikap dan berperilaku.
PERCAYA DIRI
Percaya diri adalah kekuatan pikiran anda untuk menyalurkan sesuatu yang anda ketahui dan dapat dikerjakan. Dengan demikian anda harus dapat menjawab mengenai apa yang membuat anda percaya diri ; anda menyadari sepenuhnya apa yang dapat merusak dan apa yang membantu percaya diri ; apa yang menjadi kunci dalam mengembangkan percaya diri dapat diwujudkan.
BERPIKIR REALISTIK
Memanfaatkan kemampuan mengintergrasikan otak atas dan bawah sadar akan memberikan keyakinan dalam bersikap dan berperilaku yang dapat memberikan daya dorong dalam pola berpikir yang disadari berarti bahwa keputusan yang diambil semuanya berdasarkan data dan fakta, sehingga perlu memahami sesuatu dalam pandangan yang realistic.
Apa yang kita katakana diatas, mudah untuk diucapkan tapi sulit untuk dilaksanakan, oleh karena itu bangunlah kebiasaan yang pruktif sehingga anda secara berkelanjutan mendapatan keterampilan dari pengalaman itu sendiri untuk mampu mendekatkan suatu impian dihadapkan dengan kenyataan.
BIJAKSANA
Dengan membangun kebiasaan yang produktif mendorong anda memanfaatkan pengetahuan, keterampilan dan keinginan kedalam suatu pelaksanaan kebijaksanaan yang mengintergrasikan antara kejujuran dan ilmu pengetahuan yang diterapkan berdasarkan keterampilan dari pengalaman sehingga dapat menerapkan kebijaksaaan secara seutuhnya artinya tonggak keberhasilan ditentukan oleh niat dengan kejujuran.
MEMBANGUN KEUNGGULAN KAPABILITAS
SECARA KONSEPTUAL
Membangun masa depan bertitik tolak dari kemampuan kepemimpinan mendorong setiap orang yang mampu menjalankan peran dan oleh karena itu dibutuhkan keunggulan kapabilitas yang dibangun dan dikembangkan secara konseptual.
KONTROL
Salah satu tonggak yang sangat penting dalam menegakkan pemahaman atas keunggulan konseptual terletak dari kemampuan menggerakkan daya pikir dalam melaksanakan pengawasan dan pengendalian dalam membangun kemuan dan kebiasaan.
STATUS
Keunggulan kapabilitas yang dimainkan oleh peran kepemimpinan yang sukses tidak ditentukan oleh tonggak kedua yang disebut dengan status yang ditunjukkan oleh kedudukan yang dikaitkan dengan lingkungan sekelilingnya.
KESEIMBANG
Satu tonggak lain yang sangat diperlukan dalam membangun suatu yang penting dalam keunggulan kapabilitas secara konseptual adalah adanya kemampuan melaksanakan akan kekuatan pikiran intuitif untuk dapat menemukan keseimbangan dan memberikan prioritas dalam tanggung jawab.
MEMBANGUN TANTANGAN MASA DEPAN
SEBAGAI ENTREPRENEUR YANG BERBEDA
Kepemimpinan pada diri setiap orang merupakan tantangan masa depan artinya ia harus mampu meletakkan landasan untuk meretas jalan menjadi pemimpin yang memiliki kemampuan mengilhamkan wawasan bersama.
Melalui tantangan masa depan dengan kepmimpinannya harus mampu mendorong jiwa untuk mempengaruhi orang-orang yang ada disekeliling mereka, untuk menjawab pertanyaan “what to do ; why to do it ; how to do it ; when to do it”.
HUBUNGAN INTERPERSONAL
Menghadapi tantangan masa depan, jangan dicemaskan melainkan rubah menjadi peluang artinya bagi setiap kepemimpinan masa depan harus mampu memainkan peran agar setiap orang merasakan kebutuhan dalam membangun hubungan antar individu yang positip.
MENGELOLA PERUBAHAN
Menjadi seorang untreprneur dengan kepemimpinan masa depan sangat ditentukan pula dengan penguasaan kemampuan mengelola perubahan karena anda menyadari sepenuhnya makna “tidak ada yang permanen kecuali perubahan itu sendiri” sehingga ia harus mampu menghadapi tantangan yang disebut “orang takut akan perubahan, karena hal itu mengurangi rasa aman mereka”.
KESADARAN INDERAWI
Jangan cemas anda sebagai pemimpin dalam menghadapi masa depan, dengan kepemimpinan yang kuat dalam arti kemampuan anda untuk memahami perjalanan hidup anda dengan memahami bahwa anda yang tidak pernah jatuh berarti anda tidak pernah memanjat, oleh karena itu anda membayangkan bahwa sangat sulit mengatakan sesuatu yang tidak mungkin karena impian hari kemarin adalah harapan hari ini dari kenyataan hari masa depan.

ENTREPRENEUR YANG BERHASIL MEMBANGUN
BISNIS BARU YANG TUMBUH DAN BERKEMBANG
Keberhasilan seorang entrepreneur dalam mengelola bisnis baru yang dapat tumbuh dan berkembang akan ditentukan oleh kepemimpinan yang selalu siap mempengaruhi orang lain dalam mengilhami wawasan dan imajinasi sebagai pondasi dalam menggerakkan daya kemauan
KEMAMPUAN ENTREPRENEUR
Bertitik tolak dari pemahaman yang diungkapkan diatas, maka siapa yang disebut sebagai KEWIRAUSAHAAN (ENTREPRENEUR) itu ? Jawabnya dapat kita rumuskan kedalam kreteria sebagai berikut :
• Memiliki visi memaksimumkan peluang-peluang masa depan.
• Memiliki komitmen, kolaborasi dan komunikasi.
• Memiliki kesiapan menghadapi tantangan dan resiko yang dihadapi.
• Memiliki kemampuan menuangkan kedalam rencana jangka pendek, menengah dan panjang.
• Memiliki keinginan untuk mengembangkan diri secara berkelanjutan.
• Memiliki keinginan untuk mengembangkan para kader bukan pekerja semata.
• Memiliki kemampuan kreativitas individu dan kelompok.
• Memiliki kemampuan kreatip menjadi inovatif.
• Memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi informasi.
• Memiliki kemampuan berpikir antisipatif.

Berdasarkan kreteria tersebut diatas, maka yang dimaksudkan dengan Kewirausahaan adalah seseorang yang mampu mengaktualisasikan visi merebut peluang masa depan secara profesional (kolaborasi, komitmen, komunikasi) berdasarkan kreatif menjadi inovatif organisasi dengan memanfaatkan teknologi informasi dengan berpikir antisipatif.
Untuk menguatkan kepribadian kepemimpinan kewirausahaan dalam uasha pemahaman keunggulan menjadi daya dorong sebagai entrepreneur yang sukses bertitik tolak dari keinginan untuk berpikir dari unsur kata dalam “KEWIRAUSAHAAN “ menjadi kata yang bermakna sebagai berikut :
(K)epemimpinan (E)ntrepreneur (W)adah
(I)ntergrasi (R)encana (A)ksi (U)saha
(S)uara(A)kses (H)ati (A)kal (A)nugerah (N)irmala
KEWIRAUSAHAAN dapat dirumuskan menjadi suatu alat berpikir adalah kemampuan berpikir (K)epemimpinan (E)ntrepreneur dalam (W)adah organisasi wirausaha sebagai alat ( I)ntergrasi dari suatu (R)encana kedalam (A)ksi menjadi tindakan (U)saha yang menimbulkan (S)uara untuk menggerakkan (A)kses kedalam (H)ati dan (A)kal sebagai (A)nugerah menjadi (N)irmala.
Disamping kemampuan menerapkan komponen dalam sehat jasmani dan rohani ; komponen dalam keunggulan kapabilitas secara konseptual ; komponen dalam tantangan masa depan yang kesemuanya menjadi pemicu untuk menggerakkan kekuatan pikiran agar mampu dalam menjalankan peran diperlukan pula keterampilan lain yang harus terus diasah seperti yang kita sebutkan dibawah ini :
• Kemampuan mengkomunikasikan wawasan dan imajinasi dalam usaha meningkatkan kemampuan berpikir intuitif.
• Kemampuan untuk membangun kreatifitas individu / kelompok untuk memberikan rangsangan kemampuan mlaksanakan inovasi yang digerakkan oleh organisasi secara berencana.
• Kemampuan untuk menggerakkan sensitivitas agar setiap orang peka dengan kebutuhan akan perubahan.
• Kemampuan mengkmunikasikan keputusan strategik (visi, misi, tujuan, budaya, strategi) yang menggambarkan masa depan dari serpihan-serpihan fakta, gambaran, harapan, impian bahaya dan kesempatan, kesemuanya memerlukan kemampuan analisis strategik.
• Kemampuan dalam kecakapan melaksanakan disemua bidang yang tidak mudah dikuasai, oleh karena itu diperlukan usaha-usaha untuk menruhkan perhatian yang menarik yang ada diluar anda, tanpa itu tidak mungkin menyesuaikan dengan tuntutan perubahan.
• Kemampuan menerapkan secara fokus dalam memelihara keharmonisan strategi dan budaya atas sumber daya yang bisa didapat menuju keberhasilan dalam pemanfaatannya.
• Kemampuan dalam menjalankan ketekunan dan kesabaran yang terkait pada tujuan jangka panjang.

Jadi mengembangkan kemampuan yang kita utarakan diatas meretas jalan menuju keberhasilan sebagai langkah untuk mengkomunikasikan kebutuhan akan keterampilan agar selalu dapat memanfaatkan kekuatan pikiran sebagai potensi yang tersembunyi.
KONSEP BISNIS
Pemahaman makna bisnis dari unsur sebagai pendekatan
Secara umum pemahaman anda mengenai pengertian BISNIS adalah segala sesuatu kegiatan yang berhubungan dengan usaha penyediaan barang dan jasa yang dibutuhkan atau diinginkan oleh orang.
Untuk mendorong kreativitas anda, maka BISNIS dalam pikiran anda haruslah dipahami dari sudut unsur huruf dalam kata bisnis menjadi kata yang bermakna yaitu :
BERUSAHA – INTEGRASI – SUMBER DAYA
NISBAH – INDIVIDU – SOSIAL
BISNIS adalah seluruh kegiatan dalam (B)erusaha yang terkait dengan proses (I)ntegrasi dalam pemanfaatan (S)umber-daya yang tersedia untuk mengubah menjadi (N)isbah (perbandingan antara aspek-aspek kegiatan yang dapat dinyatakan dengan angka misal perbandingan antara laba dan pnjualan) untuk kepentingan kedalam (I)ndividu dan (S)osial.
Setiap orang memiliki potensi, oleh karena itu galilah kekuatan pikiran anda dengan membangun kebikiasaan yang produktif untuk meningkatkan wawasan dan gagasan maka distulah terletak potensi anda kedalam kreativitas.
Identifikasi bisnis :
Sejalan dengan pemahaman makna bisnis yang kita rumuskan diatas, maka kekuatan pikiran terus menjadi daya dorong untuk menggerakkan kreativitas bisnis untuk memahami proses integrasi kedalam usaha merespon identifikasi bisnis yang menjadi komitmen anda, oleh karena itu, diperlukan kemampuan anda untuk mengungkap hal-hal yang kita utarakan dibawah ini :
Pertama, melihat dari situasi menjadi masalah itu secara jelas dan hubungannya yang menunjukkan gambaran sesuatu yang mungkin salah.
Kedua, menafsirkan hubungan tersebut secara efektif dan berusaha memikirkan penilaian secara realistik dalam kaitan berpikir proses integrasi.
Ketiga, menggerakkan perhatian dan energi dalam melibatkan orang-orang yang diajak untuk bekerjasama.
Keempat, membuat keputusan dari hasil identifikasi bisnis atas peluang-peluang yang akan diraih secara lebih terfokuskan.
Jawaban untuk mengungkapkan hal-hal yang dikemukakan diatas akan menyangkut kedalam dua hal yang kita sebut dengan :
• Kegiatan bisnis apa yang anda masuki saat ini ?
• Apa gambaran bisnis anda pada masa yang akan datang ?

Identifikasi pasar :
Jadi anda ingin mengetahui hal-hal yang terkait dengan :
• Seperti apa pasar saat ini ini ;
• Seperti apa kedudukan usaha ini pada masa depan ;
• Sekarang adakah anda mengetahui, kemana anda akan pergi.
Rencana bisnis :
Langkah akhir dalam proses intergrasi adalah merumuskan kembali komitmen anda menjadi interpreneur kedalam rencana bisnis dengan mengintrgrasi dari hasil pemikiran identifikasi bisnis dan identtifikasi pasar. Dengan kekuatan pikiran tersebut anda harus memiliki kemampuan untuk menuangkan kedalam rencana bisnis.
Merumuskan rencana bisnis disusun dalam suatu kerangka sebagai berikut :
Pertama, mengumpulkan seluruh informasi kedalam satu berkas yang disusun secara sistimatis yang berisikan hal-hal sbb.
• Deskrispsi bisnis yang menjelaskan mengenai difinisi bisnis (bisnis yang sesungguhnya, produk, maksud tujuan bisnis) ; difinisi produk (jenis produk atau jasa yang disiapkan, deskripsi mengenai produk) ; hubungan2 industri.
• Straegi2 pemasaran yang menjelaskan mengenai difinisi pasar ; posisi pasar ; harga ; distribusi ; potnsi penjualan.
• Analisis persaingan yang menjelaskan mengenai persaingan ; keterampilan dan faktor kunci keberhasilan ; manfaat perbedaan persaingan ; strategi persaingan ; rintangan untuk masuk ; analisis nilai tambah.
• Rencana2 perancangan dan pengembangan.
• Rencana2 operasi dan manajemen.
• Rincian komponen keuangan.

Kedua, dengan memperhatikan dukumen yang tersusun diatas, maka langkah selanjutnya membangun kepercayaan untuk menarik peminat dalam menanamkan modal untuk pendirian bisnis yang direncanakan.

Ketiga, menjabarkan keunggulan penjualan yang unik sebagai pedoman dalam pelaksanaannya sehingga menunjukkan keunggulan ,daya tarik dan inti penugasan sebagai tulang punggung dari apa yang disebut dengan seluruh konsep anda yang terkait dengan kontek bisnis (kejelasan dan uraian mengenai pertumbuhan potensial, produk dan perkembangan baru, kecenderungan ekonomi, proyeksi dan kecenderungan industri) dan profil bisnis anda masuki (kejelasan yang tepat, sejarah singkat bisnis tersebut, dampak dari kecenderungan ekonomi, struktur organisasi sebagai alat, faktor-faktor apa yang mempengaruhinya termasuk uraian yang diluar jangkauan, bagaimana pola penelitian dan pengembangan, jelaskan yang terkait dengan hubungan-hubungan bisnis, bagaimana sistem, methoda dan prosedur dalam operasional.
Keempat, menjabarkan profil pasar yang bersifat spesifik dan uraian yang terkait dengan usaha-usaha mengantisipasi perubahan dan kesiapan menghadapi tantangan yang mungkin timbul.
AKSES KE VENTURE CAPITAL
Keterampilan untuk mengadakan akses ke venture capital merupakan keterampilan yang sangat penting, bila oranisasi bisnis sangat perlu mendapatkan dana yang siap sebagai sumber pembiayaan.
9. MEMBANGUN LEMBAGA PEMBERDAYAAN
DAN KERJA SAMA
LATAR BELAKANG PENDIRIAN
Memasuki 70 Tahun kemerdekaan telah kita lalui, namun Bangsa Indonesia penuh dengan kepincangan dalam kehidupan, tidak dapat kita membayangkan bagaimana wajah lama tak keruan kalau berkaca, sedang wajah baru belum juga jelas.
Sudah menjadi pembawaan manusia, jika dihadapkan pada berbagai situasi yang diterpa oleh gelombang perubahan, merasa betapa sulitnya hidup di masa kini. Situasi yang begitu komplek tak terbayangkan olehnya bagaimanakah merumuskan masalah yang dihadapi.
Berdasakan pikiran diatas, maka YMB menyambut dengan salam fajar menyingsing seperti ungkapan dibawah :
„Hari ini hidup justru yang menentukan kehidupan kita.
Dalam kelangsungan hidup yang pendek itu tercakup semua kegiatan.
Dan kebahagian dari pada wujud hidup kita.
Kebahagian pertumbuhan
Kegemilangan keindahan
Keagungan tindakan
Kemarin hanya suatu impian
Besok satu pandangan
KEBERAMAAN VISI dan MISI
Bertitik tolak dari pemikiran yang kita kemukakan diatas, maka kita dapat mengatakan pula itulah filosofi yang kita bangun dengan mengandung arti bahwa aneka ragam pemikiran yang telah disatukan sebagai suatu pandangan yang dapat mempengaruhi kedalam tindakan atau kegiatan pada suatu organisasi formal yang ditetapkan berbentuk YAYASAN berbadan hukum.

10. MEMBANGUN KEKUATAN KERJA SAMA
Sejalan dengan memasuki dunia tanpa batas yang ditandai oleh perubahan masyarakat informasi menjadi masyarakat pengetahuan, maka membangun kekuatan kerja sama haruslah dirancang kedalam strategi dengan landasan pikiran bahwa adanya keterbatasan sumber daya.
Oleh karena itu dalam mewujudkan kerja sama, maka harapan yang hendak kita capai dengan melangkah dalam pikiran yang terkait dengan :
1) Kemampuan untuk mengidentifikasi dan serta dapat merumuskan jenis strategi kerja sama yang hendak kita pilih.
2) Mampu menguraikan rasionalisasi dari suatu strategi kerja sama kedalam persaingan menjadi kemampuan pemahaman situasi yang disebut pasar siklus lambat, siklus standar dan siklus cepat.
3) Memahami keunggulan dan kelemahan dari aplikasi strategi kerja sama bisnis.
4) Mampu menjelaskan pemakaian strategi kerja sama di tingkat perusahaan.
5) Mendiskusikan mengapa strategi kerja sama lintas benua (internasional) digunakan.
6) Mampu menjelaskan resiko persaingan dari strategi kerja sama.
7) Memahami pikiran atas mengapa “kepercayaan“ (trust) menjadi sebuah aktiva strategis saatstrategi kerja sama diputuskan.
8) Mampu mengungkapkan dua pendekatan dasar yang digunakan untuk mengelola aliansi strategi.

KEKUATAN PIKIRAN PERTAMA :
Pada bagian ini dimaksudkan, kita mampu mengungkit daya ingat yang terkait dengan kemampuan dari pemain peran untuk menentukan pilihan jenis strategi kerja sama dengan mengidentifikasi aliansi strategis artinya kemiteraan antara perusahaan yang mengkombinasikan sumber daya, kapabilitas dan kompetensi inti mreka untuk memenuhi kepentingan bersama.
Kerja sama dapat berbentuk Joint venture dengan mendirikan usaha baru bersama, atau dalam bentuk menanamkan modal atau ekuitas kedalam usaha yang ada.
KEKUATAN PIKIRAN KEDUA :
Menghadapi persaingan dengan melihat jenis pasar yang terkait dengan : 1) Siklus lambat ( mendapatkan akses ke pasar yang terbatas ; Mendirikan pasar baru ; Mempertahankan stabilitas pasar 2)Siklus standar (Mendapatkan kekuatan pasar dengan mengurangi kapasitas yang berlebih ; Mendapatkan akses ke sumber daya komplementer ; Mengatasi hambatan dalam perdagangan ; Memenuhi tantangan persaingan ; Mengengkelompokkan proyek modal yang besar ; Mempelajari teknik-teknik bisnis baru)
3)Siklus cepat ( Mempercepat perembangan produk atau jasa baru ; Mempercepat memasuki pasar baru ; Mempertahankan kepemimpinan pasar ; Membentuk standar teknologi industri ; Berbagi biaya riset dan pengembangan yang berisiko ; Mengatasi ketidakpastian)

KEKUATAN PIKIRAN KETIGA :
Memahami keunggulan dan kelemahan dari aplikasi strategi kerja sama bisnis. Oleh karena itu pemain peran utama dalam hal ini mampu mengidentifikasi yang terkait dengan keunggulan dan kelemahan dari aplikasi kerja sama bisnis.
KEKUATAN PIKIRAN KEEMPAT :
Mampu menjelaskan pemakaian strategi kerja sama di tingkat perusahaan artinya peran kepemimpinan puncak harus mampu menentukan Strategi Tingkat Perusahaan Yang mencakup pilihan apa yang disebut dengan :1)Aliansi didersifikasi 2) Aliansi sinergetik ; 3) Waralaba
Selain dari pikiran diatas kita perlu juga memahami hal-hal yang etrkait Aliansi strategis tingkat Bisnis, dalam hal ini mencakup pilihan-pilihan apa yang disebut dengan ; 1) Aliansi komplementer ; 2) Aliansi pengurangan peraingan ; 3) Aliansi tanggapan persaingan ; 4) Aliansi pengurangan ketidakpastian.
KEKUATAN PIKIRAN KELIMA :
Mendiskusikan mengapa strategi kerja sama lintas benua (internasional) digunakan yang sejalan pada tingkat bisnis dan tingkat perusahaan dengan alasan sebagai berikut :
Pertama untuk mengembangkan aliansi strategis lintas perbatasan adalah ecara umum dimana perusahaan multinasional memiliki kinerja lebih baik dari pada peruahaan yang beroperasi secara domestik saja karena mampu mendayagunakan kompetensi intinya yang menjadi dasar keberhasilan domestiknya.
Kedua, tumbuh dengan merebut peluang- peluang yang ada melalui akuisisi atau aliansi terbatas.
Ketiga, berada di seputar keijakan pemerintah
Keempat, dalam rangka membantu sebuah perusahaan dengan mentranformasikan dirinya dalam lingkungan yang berubah dengan cepat.
KEKUATAN PIKIRAN KEENAM :
Mampu menjelaskan resiko persaingan dari strategi kerja sama dengan jaringan kerja adalah tindakan-tindakan berkaitan dengan aliansi yang dilakukan oleh suatu kelompok perusahaan yang saling berkaitan dapat diperbandingkan untuk melayani kepentingan bersama dari semua mitra.
KEKUATAN PIKIRAN KETUJUH :
Memahami pikiran atas mengapa “kepercayaan“ (trust) menjadi sebuah aktiva strategis kerja sama diputuskan. Karena kepercayaan di antara para mitra meningkatkan kemungkinan berhasilnya sebuah aliansi menjadi suatu mekanisme yang paling efisien untuk mengawasi transaksi ekonomi.
KEKUATAN PIKIRAN KEDELAPAN :
Mampu mengungkapkan dua pendekatan dasar yang digunakan untuk mengelola aliansi strategi.
1) Memahami pikiran atas mengapa “kepercayaan“ (trust) menjadi sebuah aktiva strategis saatstrategi kerja sama diputuskan.
2) Mampu mengungkapkan dua pendekatan dasar yang digunakan untuk mengelola aliansi strategi.

AMALAM BATIN
DALAM SISI MASALAH KEBAIKAN

Setiap orang yang berpikir secara konsepsional materialistik, biasanya orang tersebut semangkin tinggi penghargaan orang kepada harta benda maka semakin dalam pulalah turunnya pehargaan orang kepada kebaikan.

Sesungguhnya umur manusia memang singkat, maka dalam me-ngikuti perjalanan hidup ini dalam kita berpikir, bekerja dan belajar dari kompilasi tahun demi tahun, bulan demi bulan, minggu demi minggu, hari demi hari, jam demi jam, detik demi detik akan memperlihatkan sikap dan perilaku kita dalam kehidupan ini dari bangun tidur hingga tidur lagi.

Marilah kita merenung sejenak surat dan ayat dibawah ini :

SURAT AL BAYYINAH (KE 98 : 8 AYAT : 7-8)
(7) Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.

(8) Balasan mereka disisi Tuhan mereka ialah surga ‘And yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.

Dari surat dan ayat tersebut diatas, bagi seorang mukmim sejati ia harus menyadari sepenuhnya tentang dirinya bahwa tiada pintu kebaikan yang terbuka dan kesempatan yang terbentang, melainkan dimanfaatkannya secara maksimal untuk menabung
selaksa kebaikan demi akhir kehidupannya kelak, ia tidak merasa puas dengan kebaikan yang banyak yang ia lakukannya, dan tidak merasa cukup dengan bekal ketaatan yang pernah diamalkannya. Setiap waktu dari umurnya dan setiap pintu hidup dalam kehidupannya senantiasa dipergu-nukan untuk berpacu memperbanyak amal-amal kebajikan yang dilandasi ke ikhlasan semata-mata mengharapkan ridha Allah SWT.

Dengan demikian akhlak dalam masalah kebaikan untuk menjadikan manusia dapat hidup aman, tentram dan rukun damai untuk dunia dan akhirat, maka jangan lupa kita sering mendengar-kan akan nasehat orang bijak seperti :

Sediakan waktu untuk membaca karena itu sumber hikmat.
Sediakan waktu untuk tertawa karena itu musiknya jiwa.
Sediakan waktu untuk berpikir karena itu pokok kemajuan.
Sediakan waktu untuk beramal karena itu pangkal kejayaan.
Sediakan waktu untuk kegembiraan karena itu membuat muda selalu.
Sediakan waktu untuk beriman karena itu adalah induk dari segala ketentraman hati.

Dengan sering mengingat akan nasehat 0rang-orang yang bijak berarti kita berusaha membuang kecemasan-kecemasan yang mempengaruhi jiwa dari kejahatan-kejahatan diri dan nafsu-nafsu-nya, mengalahkan setan, masuk kedalam tuntunan Allah SWT dan jaminan perlindunganya, seperti apa yang diungkapkan dalam surat dan ayat-ayat dibawah ini

SURAT AL BAQARAH (Ke 2 : 286 ayat : 195, 44, 148)
(195) Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam

kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

(44) Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri; padahal kamu membaca Al Kitab (Taurrat)? Maka tidakkah kamu berpikir?

(148) Dan bagi tiap-tiap Umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam
berbuat) Kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Oleh karena itu, dengan bertawakal kita meyakini benar apa yang kita anjurkan dan memeberikan nasehat-nasehat yang baik kepada orang lain dengan memperlakukan dengan baik dan sopan, walaupun kita berbeda dalam sikap dan perilaku.

Dengan memahami kebaikan yang diajarkan dalam Al-Quran, dengan bersikaf arif dan bijak terhadap waktu, umur dan kesempat-an yang harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya, maka kita
dapat mengenal segala macam tipu daya setan kedalam nafsu yang merajuk terhadap naluri, sehingga pintu hidup dalam kehidupan ini senantiasa diperguna-kan untuk berpacu dalam memperbanyak amal-amal, semata-mata mengharapkan ridha Allah SWT.
Untuk mengingatkan sikap dan perilaku kita dalam aktualisasi kehidupan ini bahwa nafsu itu musuh yang berbahaya, maka tibalah saatnya penyesalan dan kerusakan yang tidak disadari, kecuali orang yang dipelihara Allah dengan karunianya dan ditolong dengan rahmat-nya untuk mengalahkan nafsu itu.

Sejalan dengan apa yang kita utarakan diatas, maka simaklah surat-surat dan ayat-ayat seperti dibawah ini :

SURAT FUSHSHILAT (KE 41: 54 ayat : 34-36)
(36) Dan jika syaitan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

(34) Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu, dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.

(35) Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianuhgerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberun tungan yang besar.

SURAT AL MU’MINUN ( KE 23 : 118 ayat : 96)
(96) Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan.

Dengan memperhatikan surat dan ayat diatas, untuk mengingatkan kita bahwa bagi orang membuat satu

kesalahan akan timbul bintik-bintik hitam pada hatinya. Kalau dia membuat kesalahan karena didorong oleh hawa nafsu amarah dimana ia tidak mampu membedakan kebaikan dan keburukan, maka bertambahlah bintik-bintik hitam itu, sehingga lama kelamaan akan merusak sehingga akhirnya meliputi hatinya.

Jadi mencapai perikemanusiaan ialah hati yang terdidik dan pikiran yang terpelajar, dengan ini timbul pasangan yang halus dan hidup yang berpikir karena hati telah disinari Nur Ilahi dan kepala yang berisi pengetahuan.

Oleh karena itu, renungkanlah pertanyaan seorang sahabat kepada Rasullullah “apakah yang dimaksud dengan jihad besar yang hendak dihadapi itu, Ya Rasul ?” Rasullullah menjawab : Berjihad melawan hawa nafsu.

Jadi hendaknya kita waspada, sebab pada nafsu sukar ditandingi, maka simaklah surat dan ayat yang diungkapkan dibawah ini :

SURAT ALQASHHASH (KE 28 : 88 ayat ; 54)
(54) Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebahagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan.

SURAT YUNUS (KE 10 : 109 ayat : 26)
(26) Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (ialah kenikmatan melihat Allah). Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan
tidak (pula) kehinaan.Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.

Surat dan ayat diatas mengingatkan kita bahwa tidak ada sesuatu kebaikan dan keburukan, hanya cara memikir dan memahaminya sajalah yang menyebabkan kedua perbedaan itu, makanya selalulah kita memanfaatkan alat pikir berupa kesadaran, kecerdasan dan akal untuk selalu bersikap arif terhadap umur, waktu, kesempatan dan segenap pintu kebaikan, serta menggunakannya seefektif dan seefisien mungkin, maka hati kita tumbuh dinamis dan selalu giat dalam menghampiri hadirat Allah SWT, dengan bertawakal semoga kita tergolong hamba-hambanya yang pandai memanfaatkan dan mengisi waktunya.

Selanjutnya simaklah surat dan ayat yang kita ungkapkan dibawah ini untuk terus bertawakal kepada-Nya :

SURAT ALI IMRAN (KE 3 : 200 ayat : 115)
(115) Dan apa saja kebajikan yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menerima pahalanya) ; dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa.

SURAT AN NAHL (KE 16 : 128 : 30)
(30) Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa. “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab : (“Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa.
Dengan sungguh-sungguh kita menyimak surat dan ayat diatas, maka kita menyadari benar keberadaan Allah SWT bahwa dengan menggunakan alat pikiran berupa kesadaran, kecerdasan dan akal dalam memandang alam sebagai orang yang beriman tidaklah dengan sebelah mata melainkan dengan dua mata ialah dengan pandangan zahir dan pandangan bathin yaitu mata hati. Kerena pandangan bathin inilah orang tidak mau membuat kejahatan walaupun tidak ada orang yang melihatnya, karena itu pula orang dapat hidup bahagia dan mau mengorbankan hartanya.

Akhirnya, kita harus meyakini benar bahwa tambang emas yang ada dalam diri kita adalah pikiran, maka manfaatkan sebaik-baiknya, ibarat berlian walaupun terletak di lumpur juga akan bercahaya, tapi kotoran ayam walaupun diletakkan di atas meja akan tetap berbau yang tidak enak, makanya bila ingin selamat hidup didunia dan diakhirat galilah tambang emas itu sepuas hatimu.

Oleh karena itu, jangan sekali-kali kamu melepaskan diri dari keyakinan untuk berjihad melawan hawa nafsu amarah sehingga kamu mampu membedakan kebaikan dan keburu-kan. Sejalan dengan itu simaklah surat dan ayat dibawah ini :

SURAT THAAHAA (KE 20 : 135 ayat : 112)
(112) Dan barang siapa mengerjakan amal-amal yang soleh dan ia dalam keadaan beriman, maka ia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya.
SURAT AL A’RAAF (KE 7 : 206 ayat : 58)
(58) Dan tanah yang baik , tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.

Dengan memperhatikan surat dan ayat yang diungkapkan diatas, janganlah ada keragu-raguan dihatimu untuk membu-at rencana kemajuan hidup dan kemudian jalankanlah renca-na itu, walaupun bersusah payah karena didalam diri ada tenaga untuk bertumbuh dan mengalir terus, oleh karena itu kita harus menunjukkan niat kepada Tuhan semata-mata dan memohon pertolongan-Nya serta mengharapkan-Nya serta bersyukur dengan mempercayakan segala persoalan kepada Allah SWT.

AMALAN BATIN
DALAM MASALAH TOLONG MENOLONG
Pada diri setiap orang yang mengakui diri beriman berarti ia patuh terhadap keyakinan dan kepercayaan terhadap perintah dari Allah SWT dan karena itu setiap orang akan mampu menjalankan apa yang menjadi tugas kewajiban sebagai ummat pengikut Nabi Muhammad saw sebagai pembawa risalah terakhir.

Kewajiban adalah sesuatu sikap dan perilaku, apa yang diharapkan dari orang lain, bukan dari diri sendiri, sehingga dalam memandang aspek tolong menolang dalam perjalanan hidup ini merupakan tugas bagi orang yang mengakui beriman sebagai tugas kewajiban. Jadi kewajiban dalam tolong menolong bukanlah memandang kepada yang jauh dan samar-samar akan tetapi melaksanakan apa yang sedang langsung kita hadapi dalam kehidupan ini.

Simaklah surat dan ayat yang diutarakan dibawah ini :

SURAT AL MAA-IDAH (KE 5 : 120 ayat : 2)
(2) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syiar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengun-jungi Baitullah sedang mereka mencari karunia dan keredhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu.
Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari

Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka) Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerja-kan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan palanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

Dengan selalu membaca dan mengingat larangan-larangan yang harus kita taati untuk hidup selamat didunia dan di akhirat, yang kita yakini, maka kalau kita yakin sesuatu akan jadi buruk dan kita mampu mengankatkan kesadaran akan hal itu dan dengan kecerdasan kita dapat mencegahnya, disitulah letak arti hidup kita yang mampu menggerakkan akal untuk membuka mata hati sebagai pertolongan Allah SWT untuk kita mengenal diri kita.

Sejalan dengan yang kita utarakan diatas, maka simaklah surat dan ayat dibawah ini untuk mengingatkan kita dalam berpikir yang arif dalam usaha untuk kita lakukan apa yang menjadi kewajiban kita sebagai berikut :

SURAT AL ANFAL (KE 8 : 75 ayat : 73)
(73) Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.

SURAT AT TAUBAH (KE 9 : 129 ayat : 71)
(71) Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan

sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka ta’at keppada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Kedua surat dan ayat tersebut telah mengajarkan kepada kita untuk selalu dalam kehidupan ini bahwa tidaklah sempurna iman seseorang, apabila dia belum bisa mencintai sesamanya seperti mencintai dirinya.

Dengan demikian, kamu akan dipandang sebagai orang hidup, jika hidup itu kami isi dengan kesungguhan mematuhi perintah-perintah Allah SWT, maka kamu akan dapat memanfaatkan hidup ini dalam berpikir, bekerja dan belajar dengan merenungkan masa umur ini, untuk apa aku hidup ini.
AMALAN BATIN DALAM MASALAH
KEBAJIKAN, KERAMAH TAMAHAN
DAN KESEMPURNAAN
Kebajikan disatu sisi menunjukkan sikap positip artinya wujud nyata dari aktualisasi dari suasana jiwa yang terutama memperhati-kan hal-hal yang baik, dan disisi lain menunjukkan perilaku seseorang dengan memperlihatkan gaya yang wajar dengan sikap langsung, jujur dan penuh respek dalam berintraksi dengan orang lain.

Keramah tamahan juga mengandung makna dalam mewu-judkan aktualisasi diri dalam sikap dan perilaku sebagai orang yang memiliki sifat baik hati dan menarik budi baha-sanya sehingga dalam pergaulan termasuk yang disenangi. Disitulah letak kesempurnaan hatimu.

Simak dan renungkan surat dan ayat dibawah ini :

SURAT SURAT AN NAHL (KE 16 : 128 ayat : 90)
(90) Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat me-ngambil pelajaran.

SURAT ALI ‘IMRAN (KE 3 : 200ayat ; 134)
(134) (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai oorang-orang yang yang berbuat kebajikan.

Kedua surat dan ayat tersebut diatas, mengingatkan kita bahwa kita hidup antara dua tangis. Tangis pertama di waktu lahir dan tangis kedua pesakitan sewaktu malaikat maut mencabutkan nyawa, karena itu pergunakanlah sisa umur untuk berbuat kebajikan, keramah-tamahan karena kita lahir tidak membawa harta dan matipun tidak juga membawa harta.

Oleh karena itu, buanglah dalam pikiranmu jauh-jauh me-ngenai kesenangan pangkat dan kekayaan yang membawa malapeteka hidupmu didunia dan di akhirat, tingkatkan ke-senangan hati dan ketenteraman jiwa.

Baca dan simaklah surat dan ayat dibawah ini :

SURAT AL BAQARAH (KE 2 : 286 ayat : 83, 177, 261-261)
(83) Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu;) Janganlah kamu menyembah selain Allah dan berbuat baiklah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anakanak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikan zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.

(177) Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitan, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolong-an)

dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hambasahaya, mendiri-kan shalat, dan menunaikan zakat dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji dan orang-orang yang sabar dalam kaesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya) dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

(261) Perumpamaaan (nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnianya) lagi Maha Mengetahui.

(262) Orang-orang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkan-nya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan sipenerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan meereka. Tidak ada kekkhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

(263) Perkataan yang baik dan pemberian ma’af lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakit-kan (perasaan penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.

Dengan membaca dan merenung makna yang terkandung dalam surat dan ayat yang diungkapkan diatas, membuka mata hati kita untuk meningkatkan kesempurnaan dalam sikap dan perilaku agar kita selamat hidup didunia dan di akhirat.
Kebajikan dan keramah-tamahan merupakan sinar yang dapat menembus kesadaran untuk melakukan suatu perbuat-an bila kita dapat meyakini sepenuhnya kebesaran Allah SWT, hanya dengan pertolongan-Nyalah kita dapat menumbuh kembangkan kedewasa-an naluri dalam usaha untuk meruntuhkan hawa nafsu.

Untuk menyuburkan kebajikan dan keramah-tamahan kedalam jiwa, secara ikhlas kita memohon kepada Allah SWT agar kita mampu membatasi kei-nginan, itu berarti orang membatasi keperluan dari soal-soal di dunia sehingga semua keputusan dalam perbuatannya memperkaya diri dalam hal paling sedikit keinginan agar kita selamat hidup di dunia dan di akhirat.

Baca dan renungkan surat dan ayat dibawah ini untuk menuntun kita dalam perbuatan hidup ini :

SURAT AN NISA’ (KE 4 : 176 AYAT : 36, 114)
(36) Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.

(114) Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyeruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barang siapa berbuat yang demikian karena mencari keridhaan

Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.

SURAT ALI IMRAN (KE 3 : 200 ayat ; 15, 17)
(15) Katakanlah : “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?”. Untuk orang-orang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah : Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

(17) (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap Ta’at, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu suhur

Saat ini bila kita membaca dan merenungkan perintah Allah SWT, ada getaran suara hati untuk menanyakan kepada diri kita, apakah sikap dan perilaku dalam kehidupan ini telah sejalan dengan amalan batin yang dikehendaki. Cobalah pandang dirimu dalam posisi sekarang ini, apakah kita dapat menangkap makna kesom-bongan dalam hidup ini seperti :

“Jangan sombongkan masa depanmu, sebab tidak ada yang tahu apa yang dibawakan oleh hari esok”

Oleh karena itu, jauhkan sikap dan perilaku dalam kesom-bongan yang akan didorong terus menerus oleh syetan dalam bentuk nafsu lawwamah artinya nafsu yang memiliki rasa insaf dan menyesal sesudah melakukan suatu pelanggaran, jadi kesombongan itu berjalan sebelum keruntuhan.
Dengan bertawakal kepada Allah SWT, kita memohon pertolong-annya agar jauhkan kesombongan dari pikiranku disatu sisi dan disisi lain kita mengharapkan tumbuhnya kesadaran untuk meningkatkan kesabaran, agar aku selalu berada di jalan Allah SWT. Dengan menumbuh kembangkan kesabaran dalam jiwa akan merupakan kunci kegembiraan, walaupun diawalnya kesabaran itu pahit, tapi buahnya manis.

Selanjutnya simaklah surat dan ayat dibawah ini yang akan memberikan sinar agar kamu tergugah dari ketidak pastian dallam hidup ini :

SURAT AL MAIDAH (KE 5 : 120 ayat : 32)
(32) Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa : barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memeliha-ra kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sunguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi.

SURAT AL HUJURAAT (KE 49 : 18 ayat : 11-12)
(11) Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu

sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang telah bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

(12) Hai orang-orang yang beriman,jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguh-nya sebagian prasangka, itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu meng-gunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

SURAT AL MA’ARIJ (KE 70 : 44 ayat : 24-25)
(24) dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu,

(25) bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta),

SURAT ALFAJR (KE 89 : 30 ayat : 16-20)
(16) Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezkinya maka dia berkata : “Tuhanku menghinakanku”

(17) Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim.

(18) dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,
(19) dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil),

(20) dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.

SURAT AL BALAD (KE 90 : 20 ayat : 12-17)
(12) Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu ?

(13) (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan,
(14) atau memberi makan pada hari kelaparan,

(15) (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat,

(16) atau orang miskin yang sangat fakir.

(17) Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk saling berkasih sayang.

SURAT AL KATSAR (KE 108 : 3 ayat : 3)
(3) Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.

SURAT AL AHZAB (KE 33 : 73 ayat : 58)
(58) Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mu’min tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.
SURAT ALMA’UN (KE 107 : 7 ayat : 1-3)
(1) Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

(2) Itulah orang yang menghardik anak yatim.

(3) Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.

SURAT AL LAIL (KE 92 : 21 ayat : 17-21)
(17) Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu,

(18) yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya,

(19) padahal tidak ada seorangpun memberikan suatu ni’mat kepadanya yang harus dibalasnya,

(20) tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha Tinggi.

(21) Dan kelak ia benar-benar mendapat kepuasan.

SURAL AL IKHLASH (KE 112 : 4 ayat ; 1-2)
(1) Katakanlah “Dia Allah, Yang Maha Esa.

(2) Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

SURAT MUDATSTSIR (KE 74 : 56 AYAT : 44)
(44) Sesungguhnyalah demikianlah Kami memberi balasan kepada kepada orang-orang yang berbuat baik.
Dengan membaca serta dapat merenungkan surat-surat dan ayat-ayat yang kita ungkapkan diatas, maka dalam perjalanan hidup ini seharusnya ada kerinduan dan kecintaan kita kepada Allah SWT, betapa Maha Pengasihnya kepada manusia agar kita dapat menempuh keselamatan hidup di dunia dan di akhirat

Oleh karena itu, jangan kamu tinggalkan dalam hidup ini untuk berpikir, bekerja dan belajar sepanjang masa agar kita selalu dapat mengingat bahwa kebiasaan manusia lebih condong membuat kejahatan dari kebaikan, sebabnya nafsu lebih tua umurnya dari akal. Iblis lebih tua umurnya dari manusia. Jangan engkau sangkal dari kenyataan bahwa manusia dikepung oleh empat penjuru musuh, kiri hawa, di kanan nafsu, di muka dunia, di belakang syetan yang menunda ke muka. Jadi tubuh dan dunia dalam kekotoran karena itu perlu pengetahuan dan keimanan dalam usaha kita meningkatkan kedewasaan amalan batin secara terus menerus agar kita memiliki kemampuan membersihkan jiwa.

Sesuai dengan ajaran Al-Quran dan Al-Sunnah tegakkan dalam berpikir, berbicara dan berbuat hendaklah kita memperhatikan kepentingan orang lain, maka disitulah terletak akan nampak delapan yang menyebabkan muka bercahaya “ Kesehatan terjaga ; Kegembiraan ; Sinar pengetahuan ; Kesucian batin ; Kekuatan keimanan ; Tidak banyak dosa ; Hidup optimis ; Berani dan sabar “

Sejalan dengan apa yang kita ungkapkan diatas ingat nasehat orang bijak “Dengan tidak terasa kita diserang umur tua karena jam, hari, bulan dan tahun liwat sebagai bayangan. Semakin bertambah hari bulan bukanlah umur bertambah

panjang, tetapi umur semakin pendek dan semakin dekat dengan pintu kubur “

Dengan demikian sadarlah bahwa dunia ini seperti roda pedati, kesusahan dengan kesenangan silih berganti. Kesulitan itu hanya sebentar, kesenangan itu hanya sekejab, maka temukan dirimu, disitulah engkau merasakan kerinduan dan kecintaanmu kepada Allah SWT.

Kerinduan dan kecintaanmu itu mendorong alat berpikirmu dalam bentuk kesadaran, kecerdasan dan akal dalam menghayati enam macam hati manusia agar sikap positip dan perilaku asertif tumbuh
dan berkembang yang sejalan dengan usaha-usaha meningkatkan kedewasaan amalan batin yaitu:

1. Hati yang mati karena tidak menambah pengetahuan.

2. Hati yang hidup yaitu hati yang ada iman.

3. Hati yang sehat ialah hati yang taat.

4. Hati yang sakit ialah durhaka kepada Allah.

5. Hati yang bangun ialah ingat selalu kepada Allah

6. Hati yang tidur yaitu hati yang lalai.
AMALAN BATIN
DALAM SISI MASALAH KEHORMATAN DIRI

Renungkanlah, yakini dan pasrah diri makna surat-surat dan ayat dibawah ini dalam menemukan diri :

SURAT AL MAA-IDAH (KE 5 : 120 ayat : 5)
5. Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik-baik. Makanan (sembelihan) 0rang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wani-ta-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah memba-yar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikan gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak me-nerima hukum-hukum islam maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi.
SURAT AL MU’MINUUN (KE 23 : 118 ayat : 1, 5)
(1) Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
(5) dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
SURAT AN NUUR (KE 24 : 64 ayat : 30)
(30) Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memeli-hara kemaluannya ; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”
SURAT AL MA’ARIJ (KE 70 : 44 ayat : 35)
(35) Mereka itu (kekal) di surga lagi dimuliakan.

AMALAN BATIN
DALAM SISI MASALAH KELAKUAN BAIK, PERDAMAIAN, KESEPAKATAN DAN PERTENTANGAN PENDAPAT

KELAKUAN BAIK
Kelakuan baik merupakan sinar cahaya yang menerangi alam berpikir dimana pemanfaatan alat pikiran berupa kesa-daran, kecerdasan dan akal saling berkaitan dalam proses pengambilan keputusan oleh perbuatan manusia. Oleh kare-na itu gambaran tentang pengetahuan budi dan pekerti yang baik bagi seseorang adalah jembatan emas yang akan dilalui oleh anak turunannya yang akan membahagiakan, bukan ka-rena kemashuran dan kepangkatan seseorang.

Sejalan dengan hal yang kita kemukakan diatas, maka dalam setiap perbuatan manusia yang termotivasi dari sinar cahaya kelakuan baik, akan menunjukkan orang yang berbudi ting-gi karena ia selalu berpegang pada keadilan dan selalu beru-saha untuk menjalankan kewajibannya.

Dengan demikian, bila dalam perjalanan hidup ini secara te-rus menerus kita menempa sikap dan perilaku yang disinari oleh cahaya kelakuan baik diharapkan tumbuh dan berkem-bang dengan prinsip keyakinan dan penyerahan diri kepada Allah SWT sebagai orang yang beriman maka ia akan me-ngatakan bahwa apabila saya diberi budi dengan syarat bah-wa saya harus menyimpannya baik-baik untuk diri saya sen-diri, maka saya akan menolaknya karena ia meyakini benar tidak ada suatu pun kekayaan akan dapat mendatangkan

bahagia jika tidak ada orang lain yang dapat turut menikma-tinya.

Simaklah surat dan ayat dibawah ini, sebagai usaha untuk mendapatkan sinar cahaya mati hati :

SURAT AL BAQARAH (KE 2 : 286 ayat : 104)
(104) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad) “Raa’ina”, tetapi katakanlah “Unzhurna” dan “dengarlah”. Dan bagi orang-orang kafir siksaan yang pedih.
• “Raa’ina” berarti : sudilah kiranya kamu memperhatikan kami. Di kala para sahabat menghadapkan kata ini kepada Rasulullah, orang Yahudipun memakai pula kata ini dengan digumam seakan-akan menyebut “Raa’ina”, padahal yang mereka katakan ialah “Ru’uunah” yang berarti kebodohan yang sangat, sebagai ejekan kepada Rasullulah. Itulah sebab-nya Tuhan menyuruh supaya sahabat-sahabat menukar per-kataan “Raa’ina” dengan “Unzuhurna” yang juga sama arti-nya dengan “Raa’ina”

SURAT AN NISAA’ (KE 4 : 176 ayat : 86)
(86) Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah Mem-perhitungkan segala sesuatu.

SURAT AL ISRAA’ (KE 17 : 111 ayat : 53)
(53) Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar).

Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di anta-ra mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.

Dari surat-surat dan ayat-ayat yang dikemukakan diatas ma-ka dengan keyakinan dan kepatuhannya kepada Allah SWT diharapkan dapat memberikan motivasi dalam perbuatan ma-nusia dalam mengelola memori, emosi dan naluri yang ada didalam otak manusia, tapi kalau disiram dan dihayati secara terus menerus diharapkan sikap dan perilaku manusia dalam perbuatannya menjadi suatu kehidupan dengan hiasan dan moral yang tinggi serta budi yang luhur sebagai cerminan dari kelakuan baik yang dibawanya, itu suatu pertanda ke-mampuan manusia dalam mengendalikan naluri agar dapat membentengi syaitan yang ada dalam diri manusia.

Karena kita meyakini bahwa pada dasarnya manusia itu dila-hirkan dalam keadaan baik, suci dan bersih, tetapi sepanjang perjalanan hidupnya ia berada ditengah-tengah masyarakat yang dapat mempengaruhi sikap dan perilaku dalam kelaku-an baiknya, mak syaitan yang ada dalam dirinya berusaha merusak kesuciannya dengan pelajaran yang dibuat manusia.

Jadi dalam masa perjalanan hidupmu janganlah kamu ber-henti belajar, karena disitulah terletak kemampuanmu, maka simaklah surat dan ayat dibawah ini :

SURAT AN NUUR (KE 24 : 64 ayat : 27-28, 58-59, 61-62)
(27) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mema-suki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.

(28) Jika kamu tidak menemui seorangpun didalamnya, ma-ka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu : “Kembali (saja)lah, maka hendak-lah kamu kembali. Itu lebih bersih bagimu dan Alah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

(58) Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan perempuan) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu : sebelum sembayang subuh,
ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembayang I’sya. (Itulah) tiga ‘aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian ( yang lain). De-mikianlah Alah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

(59) Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur balig ma-ka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelas-kan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

(61) Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula) bagi dirimu sendiri, makan (bersama-sama mereka) di rumah kamu sendiri atau di rumah bapak-bapakmu, di rumah ibu-ibumu, di rumah saudara-saudaramu yang laki-laki, di rumah saudara bapkamu yang perempuan, di rumah saudara ibumu yang laki-laki di rumah saudara ibumu yang perempuan, di rumah yang kamu miliki kuncinya atau di rumah kawan-ka-wanmu. Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-
sama mereka atau sendirian. Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kamu mem-beri salam kepada (penghuninya yang berarti memberi sa-lam) kepada dirimu sendiri, salam yang diterapkan dari sisi Allah , yang diberi berkat lagi baik. Demikianlah Allah men-jelaskan ayat-ayat (Nya) bagimu, agar kamu memahaminya.

(62) Sesungguh yang benar-benar orang mu’min ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan apa-bila mereka berada bersama-sama Rasulullah dalam sesuatu
urusan yang memerlukan pertemuan, mereka tidak mening-galkan (Rasulullah) sebelum meminta izin kepadanya. Se-sungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu (Muhammad) mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena sesuatu keperluan, berilah izin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara mereka, dan mohon-kanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dari surat dan ayat-ayat yang dikemukakan diatas, sangatlah menyentuh mata hati sebagai peringatan dalam kita bersikap dan berperilaku dalam mengarungi kehidupan ini yang pe-nuh dengan tipu daya syaitan yang ada dalam diri kita, akan tetapi bagi orang yang bertakwa tidak pernah merasa resah atau kebingungan dalam hidupnya karena selalu mendapat bimbingan dan petunjuk dari Allah SWT serta tidak pernah merasa susah karena kekurangan harta benda sebab ia mera-sa cukup atas segala apa yang telah dilimpahkan Allah kepa-danya.
Sejalan dengan apa yang kita kemukakan diatas, maka kela-kuan baik dalam sikap dan perilaku dapat memotivasi orang yang dapat menyelesaikan sengketa dalam dirinya, walaupun alam luarnya dalam keadaan krisis, maka ia tidak termasuk dalam memberikan penghargaan yang tinggi kepada harta benda karena ia bersikap dan berperilaku semakin dalam ia memandang makna kebaikan itu sendiri.

Ingatlah selalu, kata mutiara dibawah ini :
“ Carilah kebaikan diantara kaum melarat ummatku, hidup-lah ditengah-tengahnya. Kamu tidak akan memperoleh keba-jikan dalam lingkungan orang yang berhati bengis. Laknat Allah turun atasnya, hai Ali ! Tuhan menciptakan kebajikan dan menciptakan pemangkunya lalu menamakan dalam hati mereka kerinduan kepada kebajikan dan keinginan dapat me-ngerjakannya, dan menumpahkan minatnya seluruhnya un-tuk itu, seperti air tumpah kepada bumi yang tandus, maka tercipta kehidupan disitu serta kehidupan penghuninya. Pe-mangku kebajikan di dunia ini itulah juga pemangku kebajikan diakherat” (Al Hadisth, riwayat Ali bin abi Thalib)

Dengan keyakinan, apa yang diutarakan diatas, maka perja-lanan hidup ini dalam kita berpikir, bekerja dan belajar, hen-daklah kita berpegang bahwa segala kebajikan dalam hidup yang menjadi pokok ialah ridla. Kalau engkau sanggup hen-daklah engkau ridla dan bila tidak hendaklah engkau sabar.

Ingatlah sabda Rasulullah saw. “ Inginkah kamu sekalian kuberitahukan tentang orang yang paling kucintai di antara kamu sekalian dan yang paling dekat duduknya denganku di hari Kiamat nanti ? Ialah orang yang paling baik budi peker-tinya “ (Imam Bukhari, Imam Muslim)
KASIH SAYANG

Dalam kehidupan ini, bila orang menanamkan kasih sayang dalam perbuatannya maka ia bersikap dan berperilaku, akan menunjukkan ia sebagai orang berjiwa besar karena pribadi-nya sendiri sehingga setiap ia memecahkan masalah akan se-lalu melepaskan diri dari perbasangka. Jadi kasih sayang se-bagai unsur yang menumbuh kembangkan merupakan suatu ciri orang yang berjiwa besar, pertama-tama diperlihatkan dari tingkah lakunya, ia menjadikan teladan dan kemudian ia minta agar orang-orang lain mengikutinya.

Bagaimana kita dapat meningkatkan kasih sayang, cobalah renungkan surat dan ayat dibawah ini :

SURAT AL BALAD (KE 90 : 20 ayat: 12-17)
(12) Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?

(13) (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan,

(14) atau memberi makan pada hari kelaparan,

(15) (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat,

(16) atau orang miskin yang sangat fakir.

(17) Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.

Dengan menyimak surat dan ayat diatas, diharapkan kita da-pat mengangkat arti kasih sayang yang harus kita tumbuh kembangkan sebagai seorang yang beriman, oleh karena itu Ingatlah selalu pesan Rasulullah saw :

“Sesungguhnya dunia ini indah dan manis, dan Allah akan menyerahkannya kepadamu, dan kemudian Dia akan melihat bagaimana kamu memperlakukannya. Maka berhati-hatilah kamu terhadap godaan dunia, dan berhati-hatilah (pula) ka-mu terhadap (godaan) wanita” (H.R. Muslim)

“Sesungguhnya tiap-tiap ummat akan diberi cobaan sendiri-sendiri, dan cobaan bagi ummatku adalah berupa harta keka-yaan” (H.R. Tirmidzi)

“Ya Allah yaa Tuhanku ! Aku mohon kepadamu, bilamana ada orang yang memimpin ummatku senantiasa mempersulit mereka, maka persulitkan urusan mereka. Tetapi bilamana orang yang memimpin ummatku dengan rasa kasih sayang, maka kasihanilah ia.” (Imam Bukhari, Imam Muslim)

Akhirnya marilah kita menyimak “Mutiara Nahjul Balaghah yang diterjemahkan oleh Muhammad Al-Baqir dengan topik “Kenikmatan Duniawi Tidak Terlarang Selama Diiringi Niat Dan Amal Baik” seperti dibawah ini :

Pada suatu hari Imam Ali r.a. menjenguk seorang sahabatnya bernama ‘Ala’ bin Ziyad Al-Haristi. Ketika memasuki ru-mahnya yang amat luas itu, ia terheran-heran dan berkata ke-padanya : “Apa sebenarnya yang hendak Anda lakukan de-ngan rumah seluas ini di dunia ? Bukankah anda lebih me-merlukan seperti ini di akhirat nanti ?!
“Namun, jika ingin, Anda dapat mencapai kebahagian akhirat dengannya, yaitu bila di dalamnya Anda menjamu dan menghormati para tamu, berbuat kebaikan terhadap sanak kerabat, serta menampakkan kebenaran yang harus ditampakkan. Dengan begitu Anda telah menjadikannya sarana baik guna mencapai akhirat!”
Kemudian, ‘Ala’- si pemilik rumah – berkata kepadanya :
“Wahai Amirul Mukminin, aku ingin mengadukan saudara-ku ‘Ashim bin Ziyad, kepadamu”
“Apa gerakan yang dilakukannya ?”
“Ia kini mengenakan ‘aba’ah (artinya semacam mantel yang bagian depannya terbuka. Pada waktu itu, terbuat dari bahan amat kasar dan hanya dikenakan oleh orang-orang miskin penghuni dusun-dusun) dan meninggalkan sama sekali ke-nikmatan hidup dunia”
“Panggillah ia kemari !”
Setelah ‘Ashim datang, Imam Ali berkata kepadanya :
“Hai musuh kecil’ dirinya sendiri ! Sesungguhnya kau telah disesatkan oleh ‘si jahat’ (yakni setan). Tidakkah kau mengasihani isteri dan anak-anakmu ?. Apakah, menurut perkiraanmu, Allah SWT telah menghalalkan bagimu segala yang baik, lalu Ia tidak menyukai engkau menikmatinya ? Sungguh, dirimu terlalu kecil untuk dituntut melakukan seperti itu oleh-Nya!”
“Tapi, wahai Amirul Mukminin,” ujar “ashim, “Anda sendiri memberi contoh dengan mengenakan pakaian amat kasar dan memakan makanan yang kering!”
“Ketahuilah,” jawab Imam Ali, “diriku bukan seperti dirimu. Sebab Allah telah mewajibkan atas para pemimpin yang benar agar mengukur dirinya dengan keadaan rakyat yang lemah, sehingga orang miskin tidak sampai tersengat oleh kepedihan kemiskinannya!”
PERDAMAIAN

Menumbuh kembangkan perbuatan perdamaian oleh seseo-rang bukanlah sesuatu yang gampang dalam proses yang bersangkutan untuk mengambil keputusan atas perbuatan yang dibuatnya. Oleh karena itu, perdamaian pada diri seseo-rang haruslah dipandang adanya keinginannya untuk me-ningkatkan sikap positip dan perilaku asertif dalam perbuat-an komunikasi mereka.

Tidak cukup kita belajar dari ilmu jiwa modern dalam men-cari perdamaian tanpa ada usaha untuk meningkatkan kede-wasaan rohaniah, perhatikanlah sabda Nabi saw seperti diba-wah ini :

“Menghadliri majelis orang berilmu, lebih utama daripada mendirikan shalat seribu raka’at, mengunjungi seribu orang sakit dan berta’ziah seribu janazah” (Abu Dzarr ra., ) ;

“Lalu orang bertanya: “ Wahai Rasulullah ! Dari membaca Al-Quran ? . Maka menjawab Nabi saw. : Adakah manfa’at Al-Quran itu selain dengan ilmu ?”

Bersabda Nabi saw : “Barangsiapa meninggal dunia sedang menuntut ilmu untuk menghidupkan Islam, maka antara dia dan Nabi-Nabi dalam sorga sejauh satu tingkat”
(Dikutip dari Ihya” Al-Ghazali, jilid 1, terjemahan Prof.Tk. H. Ismail Yakub MA-SH)

Demikianlah, keutamaan belajar, selanjutnya simaklah surat dan ayat dibawah ini, yang memberi peringatan kepada kita untuk melangkah menanamkan perdamaian dalam diri :
SURAT AL HUJURAAT (KE 49 : 18 ayat : 9-10)
(9) Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mu’min berperang maka damaikan antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali, kepada perintah Allah ; jika golongan itu telah kembali ( kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlakuadil.

(10) Sesunguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara karena itu damaikanlah anatara kedua saudaramu dan bertak-walah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.

Ingatlah peringatan yang yang dimuat dalam surat dan ayat diatas, sebagai suatu langkah awal dalam usaha menumbuh kembangkan perdamaian dalam diri kita. Tanpa menghayati makna yang terkandung didalamnya, sangat sukar pula kita menuntun sikap dan perilaku dalam perbuatan karena kalau kita tidak bisa mencari kedamaian dalam diri sendiri, percuma saja mencari di tempat lain, makanya janganlah kamu berhenti untuk mengutamakan belajar, karena dari si-tulah ia bermula untuk menumbuh kembangkan sesuatu yang bisa membawa kedamaian dalam diri anda, kecuali diri anda.

Belajarlah dari kata-kata mutiara yang mengatakan “Hal-hal kecil memang tidak mengesankan, tetapi mereka memberi kedamaian”, maka itu bila anda dapat menumbuh kembang-kan kedamaian dalam diri, itu menunjukkan bahwa usaha meningkatkan kedewasaan rohaniah membawa dampak dalam perbuatan kedalam kedewasaan sosial. Jadi dengan

demikian, bila seseorang bisa damai dengan diri sendiri, maka kita tidak akan melakukan perbuatan bertengkar de-ngan orang lain.
KESEPAKATAN dan PERTENTANGAN
PENDAPAT

Sikap dan perilaku dalam kesepakatan dapat dilihat dari dua sisi, satu sisi yang menyangkut komitmen seseorang terha-dap perbuatannya sendiri dan disisi kedua menyangkut kese-pakatan antara dua orang atau lebih dalam perbuatan mereka.

Menumbuh kembangkan kesepakatan dalam jiwa seseorang agar perbuatannya baik untuk kepentingan sendiri maupun orang lain akan sangat ditentukan oleh tingkat kedewasaan berpikirnya, tambah tinggi tingkat kedewasaan berpikirnya akan menunjukkan pemanfaatan alat berpikir berupa kesa-daran, kecerdasan dan akal akan berjalan yang seimbang dan berurut dalam proses pelaksanaannya. Suatu proses akhir sa-ngat ditentukan oleh otak dibawah sadar dimana akal yang menjadi raja dalam tubuh yang kita sebut dengan hati akan menentukan segala-galanya dalam proses pengambilan ke-putusan karena disitulah terletak hati yang menentukan ke-baikan dan kejahatan seseorang.

Dalam unsur kesepakatan terdapat makna janji didalamnya, oleh karena itu janji dapat dipergunakan sebagai ukuran sampai dimana keluhuran budi seseorang. Jadi benarlah apa yang dikatakan orang bahwa yang dinamakan janji tidak bisa dibayar dengan apa-apa kecuali melaksanakan janji itu sendiri.

Selanjutnya simaklah surat dan ayat yang tertuang dibawah ini untuk mengingatkan kita dalam bersikap dan berperilaku:

SURAT AN NISAA’ (KE 4 : 176 ayat : 114, 59)
(114) Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau me-ngadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.

(59) Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (nya) dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kemba-likanlah ia kepada Allah (AlQur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemu-dian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Dengan menyakini perintah Allah SWT diatas, seharusnya kita bersikap dan berperilaku dalam perbuatan apapun se-muanya bertolak dari penerimaan dan diakhiri dengan kesu-kaan Allah, oleh karena itu komitmen yang datang dari diri sendiri harus diaktualisasikan kedalam integritas dan kebe-naran dengan kesadaran penuh akan setiap gerakan. Hidup dalam keselamatan dunia dan akhirat, ia mampu menempat-kan apa yang dimilikinya secara benar, sehingga ia memiliki suatu pandangan bahwa uang dan harta boleh datang dan pergi dari kita asal saja perbuatan kesepakatan diri dan ke-manusiaan tidak meninggalkan kita.
Bila terjadi silang pendapat untuk masalah-masalah yang terkait dengan dunia, bukan dalam masalah iman, sebaiknya diselesaikan dengan keputusan secara bijaksana dan jangan memikirkan terlalu jauh diantara mereka. Lain halnya untuk masalah-masalah keyakinan, maka bermusyawarahlah kamu diantara mereka yang berakal, berilmu, berpengalaman, da-pat memberikan nasehat-nasehat yang baik dan bertakwa

Musyawarah melahirkan ilmu, sehingga orang yang berakal mendapatkan ilmu baru melalui musyawarah yang akan me-nuntun mereka untuk mencapai tujuan dalam perbuatan pe-mecahan masalah. Jadi bila kita bermusyawarah dengan se-orang penasehat yang cerdik pandai akan dapat memotivasi dalam perenungan kita seperti masalah penciptaaan langit dan bumi maka bila kita tekuni lebih mendalam lagi mendo-rong kita untuk lebih mendewasakan hal-hal yang terkait dengan pemahaman dan keyakinan.

Kesepakatan melahirkan komitmen yang bersumber diri sen-diri, sedangkan pertentangan pendapat melahirkan musyawa-rah, hal itu dapat tumbuh dan berkembang pada diri seorang bila dalam perjalanan hidupnya ia selalu berusaha melaku-kan peningkatkan kedewasaan rohaniah. Hal itu dapat me-motivasi seseorang untuk selalu melakukan perbuatan ma-was diri secara berkelanjutan yang dapat melahirkan keya-kinan dan pasrah diri kepada kebesaran Allah SWT.

Dari hal-hal yang kita kemukakan diatas diharapkan seseo-rang mampu mengendalikan emosi dan nalurinya serta da-lam masanya ia berada juga dapat memfungsikan memorinya dengan baik.
AMALAN BATIN
DALAM SISI MASALAH NAFSU SEKSUIL, AMA-NAT, HIRAUAN, BERKATA BENAR, PERMU-SUHAN, DAN KEADILAN
NAFSU SEKSUAIL

Yang menjadi masalah dalam kehidupan ini, kita dihadapkan kepada satu kenyataan bahwa peranan otak yang didalamnya ada fungsi yang kita sebut dengan naluri. Naluri artinya fit-rah, sesuatu yang tidak dipelajari dan sifatnya wajar yang di-bawa manusia sejak lahir yang mendoromgnya untuk mela-kukan sesuatu tindakan tertentu.

Dengan demikian sebagai individu, maka berkat dorongan naluri berupa hawa nafsu, kebutuhannya akan dapat terjaga dan terpelihara. Sebaliknya sebagai anggota masyarakat, ia dapat menyesuaikan diri sebab ada naluri seperti keinginan berkumpul, menyelamatkan diri, minta tolong, kebutuhan syahwat dan sebagainya.

Memenuhi kebutuhan nafsu syahwati, bila tidak dijaga, ma-ka rusaklah kehidupan ini, oleh karena itu simaklah dan ha-yati makna surat dan ayat dibawah ini :

SURAT AL MU’MINUN (KE 23: 118 ayat: 1, 5-7)
(1) Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman.
(5) dan orang-orang yang menjaga kemaluannya.
(6) kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

(7) Barangsiap mencari dibalik itu (aryinya zina, homosex-ueel, dan sebagainya) maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

SURAT AL MA’ARIJ (KE 70 : 44 ayat : 29-31)
(29) Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya.
(30) kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
(31) Barangsiapa mencari dibalik itu maka kereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

SURAT AN NUUR (KE 24 : 64 ayat : 33)
(33) Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri) nya , sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang menginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat
perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada keba-ikan pada mereka , dan berikanlah kepada mereka sebahagi-
an dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk mela-kukan pelacuran, sdang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan ba-rang siapa memaksa mereka , maka sengguhnya Allah ada-lah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mere-ka) sesudah mereka dipaksa (itu).

Dengan memperhatikan pringatan Allah SWT, seperti yang termuat dalam surat dan ayat yang diungkapkan diatas, me-rupakan langkah awal untuk mengingatkan kita dari kegelap-an pikiran yang begitu mudah setan masuk kedalam naluri manusia yang tidak mampu untuk mengendalikan hawa naf-sunya.
Setan memasuki jiwa manusia, seperti yang dikatakan Rasu-lullah SAW bersabda “ Setan (dalam gerakannya menggelin-cirkan manusia ke jalan sesat secara langsung) menyusup pa-da peredaran darah manusia”

Selanjutnya perlu kita ketahui bahwa Umar r.a. berkata “ se-sungguhnya keturunan setan ada sembilan yaitu Zalitun, Watsin, Laqus, A’wan, Hafaf, Murrah, Masuth, Dasim dan Walhan. Zalitun menemani pasar, dia mengibarkan bendera-nya di pasar. Watsin menemani bencana. Adapun A’wan menemani penguasa. Hafaf adalah menemani peminum. Murrah adalah menemani peniup seruling. Laqus adalah me-nemani Majusi. Masuth menemani berita, dia menyampaikan berita melalui mulut orang yaitu berita yang tak ada pegang-annya. Adapun Dasim yang menemani rumah-rumah, apabila seseorang masuk ke dalam rumah tidak membaca salam dan tidak menyebut nama Allah SWT., maka Dasim menjatuhkan pertentangan di antara mereka, sehingga jatuhlah talak, khulu dan pukulan. Walhan merasupkan rasa was-was pada waktu wudu, salat dan berbagai ibadah”

Dalam keterangan selanjutnya ia mengatakan bahwa Laqus adalah teman majusi, ada yang mengatakan bahwa Laqus dan Walhan yang menami orang yang bersuci dan salat, ke-duanya yang suka mengganggu. Sebagian ulama menyebut pengganti mereka bertiga (laqus, Murrah, dan Hafaf) dengan yang tiga yaitu:
a. A’war yaitu setan zina, dia meniup kemaluan laki-laki dan pantat perempuan.
b. Wasnan, yaitu setan tidur, dia memberatkan kepala dan kkelopak mata dari melaksanakan salat dan yang lainnya. Dia membangunkan untuk melakukan kejele-kan seperti zina dan yang lainnya.
c. Abyad, dia ditugaskan para nabi dan wali. Adapun para nabi, mereka selamat daripadanya. Para wali, me-reka bermuzahadah “memeranginya,, barang siapa yang diselamatkan oleh Allah maka dia selamat, barang siapa yang disesatkan oleh Allah, maka dia akan sesat.

Dengan mengungkapkan hal-hal yang diatas, maka nafsu syahwat merupakan dampak yang sangat besar mempenga-ruhi jiwa, bila tidak mampu mengekangnya. Oleh karena itu setan yang menyusup melalui peredaran darah manusia kare-na ia termasuk badan halus sebangsa ruh yang dengan mu-dah menggoda manusia. Jadi tidak heranlah manusia eng-gan menerima kebenaran dan petunjuk dari Tuhan.

Untuk memerangi nafsu seksual yang menyimpang dari ajar-an agama yakni perkawinan, maka kita akan terlepas dari perbuatan zina yang keji, sebab dengan cara itu, maka kei-nginan untuk bersetubuh dapat kita salurkan secara wajar.

Sejalan dengan itu, ingatlah bahwa orang yang takwa senan-tiasa mendapat pimpinan dari Tuhan dalam penghidupan dan perjuangannya, karena ia meyakinan firman Allah SWT se-perti yang dimuat dalam SURAT AR RUUM (KE 30 : 60 ayat : 21)
(21) Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan saying. Se-sungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.

AMANAT
Manusia yang diciptakan oleh Allah SWT sebagai mahluk yang mulia dimatanya, maka Allah SWT memutuskan ma-nusia penerima amanah sebagai khalifah fiel ardhi untuk me-ngatur kehidupan alam semesta ini.

Manusia menyadari sepenuhnya bahwa amanah itu bukanlah tidak disertai tanggung jawab dalam kehidupan didunia, oleh karena itu amanah itu merupakan kunci di dalam kehidupan ummat manusia itu sendiri.

Selama perjalanan hidupnya didunia dalam perbuatan untuk berpikir, bekerja dan belajar agar selamat hidup di dunia dan akhirat akan sangat tergantung kemampuan manusia untuk memanfaatkan otak yang ada dalam dirinya (memori, emosi, naluri) agar fungsi alat pikiran berupa kesadaran, kecerdasan dan akal dapat dipergunakan sebaik-baiknya dalam wujud keseimbangan amalan lahir batin yaitu syariat lahir adalah untuk diamalkan oleh jasad lahir manakala syariat batin ada-lah untuk diamalkan oleh jasad batin (roh), lahir batin yang terpadu erat satu sama lain, maka amalan lahir dan batin wajib dilaksanakan serentak dalam satu masa di semua wak-tu dan keadaan.

Dengan demikian, bila kita ingin selamat di dunia dan akhi-rat kita harus meyakini arti penting amanah sebagai tonggak kehidupan ini, maka dari simaklah surat-surat dan ayat-ayat dibawah ini :

SURAT AL BAQARAH (KE 2 : 286 ayat : 283)
(283) Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu’amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amantnya (hutangnya) dan hen-daklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barang siapa yang menyembunyikannya, maka sesunguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya ; dan Allah Maha Menge-tahui apa yang kamu kerjakan.

SURAT AN NISAA’ (KE 4 : 176 ayat : 58)
(58) Sesungguhnya Allah Menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menutupkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah membe-ri pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi maha Melihat.

SURAT AL MU’MINUN (KE 23 : 118 ayat : 8)
(8) Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janji-nya.

SURAT AL MA’ARIJ (KE 70 : 44 ayat : 32)
(32) Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.

Dengan berpijak dari peringatan Allah SWT dalam surat dan ayat diatas, mulailah kita meletakkan landasan yang kuat bahwa amanah yang diberikan Allah SWT haruslah dilaku-kan secara bertanggung jawab kedalam perbuatan yang di-tunjukkan oleh sikap dan perilaku orang dalam kehidupan.

Bertambah tinggi tingkat keimanan seseorang, maka baik di tengah-tengah keluarga maupun masyarakat, ia akan meme-gang teguh makna amanah Allah SWT dalam perbuatannya.

Karena sangat pentingnya amanah itu, Nabi Muhammad Saw. Bersabda sebagai berikut :

“Serahkanlah amanah kepada orang yang telah mempercayai (mengamati) engkau, dan jangan kamu membalas orang yang mengkhianati engkau” (HR. Abu Dawud dan At-Tar-midzi dari Abi Hurairah).

“Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki sifat ama-nah baginya (diumpamakan oleh Rasulullah) seperti orang mendirikan shalat yang tidak suci” (HR.Thabrani dari Ibnu’Umar)

“ Akan tiba kepada manusia suatu masa yang penuh tipu muslihat, bahwa :
Sipembohong dipercayai ;
Yang benar didustakan ;
Si penghianat dipercayai ;
Orang-orang yang diserahi amanah kemudian berkhianat ;
Orang yang tidak terampil (bodoh) pada bidang keahliannya berbicara tentang urusan umum” (HR. Ibnu Maajah)

“Terdapat empat sifat atau tanda-tanda terhadap siapa saja apabila terdapat emapat sifat itu, dia adalah golongan mana-fiq ; Kepada siapa saja terdapat salah satu dari sifat itu, berarti dia termasuk golongan nifaq, sampai dia menghindar dari padanya ; Empat sifat itu ialah:
Apabila diberi amanah atau dipercayai dia berkhianat ;
Apabila dia berbicara, dia banyak dustanya ;
Apabila dia berjanji, kemudian dia memungkirinya ;
Apabila dia berselisih, dia bersikap curang” (HR. Bukhari)
HIRAUAN

Meningkatkan keimanan berarti kita meyakini benar bahwa pokok-pokok kepercayaan dalam agama islam yang disertai dengan kepatuhan dan penyerahan jiwa untuk melakukan hal-hal yang diwajibkan serta meninggalkan hal-hal yang terlarang.

Sejalan dengan apa yang kita utarakan diatas, maka terbetik-lah keinginan untuk mendewasakan beriman dalam kehidup-an ini dengan menjauhkan berpikir dari konsep materialistis yang mengagungkan kebendaan segala-galanya. Dalam kon-disi yang demikian, manusia itu sulit membebaskan jiwanya dari harta benda maka pastilah harta yang dimilikinya itu akan mengusainya.

Oleh karena itu simaklah surat-surat dan ayat-ayat dibawah ini sebagai peringatan dalam dirimu :

SURAT AN NISAA’ (KE 4 : 176 ayat : 28)
(28) Allah hendak memberikan keringan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.

SURAT AL ISRAA’ (KE 17 : 111 ayat : 53)
(53) Dan katakan kepada hamba-hamba-Ku “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang baik (benar). Se-sungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.

SURAT ASY SYU’ARAA’ (KE 26 : 227 ayat : 130-131)
(130) Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis.
(131) Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

SURAT AL AHZAB (KE 33 : 73 ayat : 48)
(48) Dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir dan orang-orang munafik itu, janganlah kamu hiraukan gangguan mereka dan bertakwallah kepada Allah. Dan cu-kuplah Allah sebagai Pelindung.

Dengan menyimak peringatan-peringatan yang terdapat da-lam surat dan ayat diatas, maka kamu akan tahu perbedaan hukuman dengan nikmat. Hanya dengan kesadaran, kecer-dasan dan akal itu sebagi menteri yang menasehati, hati itu ialah raja yang menentukan, harta itu satu tamu yang akan berangkat, kesenangan itu satu masa yang akan ditinggalkan.

Apa yang kita ungkapkan diatas merupakan motivasi dalam diri kita sebagai hirauan yang menyesak dada dalam usaha kita secara terus menerus menemukan diri, apa yang aku cari sebagai khalifah dimuka bumi ini selain memikirkan dunia dan akhirat. Makanya ada orang yang ingin berumur panjang tetapi tidak suka disebut tua. Dalam hidup ini bukan umur panjang yang penting, tetapi hidup yang memberi manfaat. Hidup yang sudah pendek intu akan membikin lebih pendek, jika kita mesiasiakan waktu. Orang yang membuang-buang waktu adalah orang yang mensia-siakan hidup.

Oleh karena itu, jadikan hirauan seperti alam terkembang jadi guru. Banyak ayat-ayat yang terdapat dalam alam bagi orang yang pandai membacanya. Pada alam ini banyak leter besar yang dapat dibaca untuk pelajaran tetapi tidak dapat di-lihat, kecuali bagi orang yang berfikir dan berperasaan yang melihat mata hatinya.

BERKATA BENAR

Bagi orang yang selalu berkata benar maka wujud sikap dan perilakunya akan sangat disegani sehingga tingkat kedewa-saan silahturahmi diperlihatkan dari sisi kepandaiannya ber-gaul di tengah-tengah masyarakat, jadi tidak heran pintu ma-syarakat selalu terbuka baginya.

Kepandaian bergaul yang dimotori oleh lidah yang selalu berkata benar, tidak dusta, apapun dalam pebuatannya yang berat menjadi ringan, yang jauh menjadi dekat, yang sulit menjadi mudah, ibarat dunia baginya hanya sebesar kelereng

Oleh karena itu simaklah ungkapan mengenai lidah sbb.:
“Aku mengakui bahwa tidak ada yang patut di embah selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya Dan bahwa Muham-mad itu adalah hamba dan utusan-Nya”.

Itulah ucapan “lidah” yang mempunyai pancaran iman dan akal yang sempurna. Karena itu, “lidah” termasuk diantara ni’mat Allah yang besar dan diantara ciptaan Tuhan yang amat halus dan ganjil. Lidah mempunyai bentuk yang indah, kecil dan menarik. Keimanan dan kekufuran seseorang tiada terang dan jelas, selain dengan kesaksian “lidah”. Lidah mempunyai keta’ataan yang besar dan mempunyai kedosaan yang besar pula. Anggota tubuh yang paling durhaka kepada manusia, ialah “lidah”. Sungguh lidah itu merupakan alat perangkap syetan yang paling jitu untuk menjerumuskan manusia.

Hanya dengan iman dan akal yang sempurna, manusia bias memelihara dan menjaga dari bahaya-bahaya yang ditimbul-kannya.
“Berjalan pelihara kaki, berkata peliharakan lidah” Demi-kianlah bunyi sebuah pepatah antik. Walaupun kata-kata itu telah usang kelihatannya, tetapi tetap berguna sepanjang masa.

Lidah, aapakah arti lidah, hanya sepotong daging kecil dari tubuh manusia yang telah sempurna. Tapi tanpa lidah, orang akan kekurangan, dan manusianya bertukar nama dengan nama dengan manusia bisu atau manusia yang tidak pandai berbicara.

Dan selanjutnya lidah dapat meni’mati makanan dan minim-an yang enak dan lezat. Karena itu lidah mempunyai arti yang besar dalam hidup manusia.

Lidahlah yang menghubungkan manusia dengan manusia. Lidahlah yang menciptakan segala bahasa. Lidahlah yang memberi suara semua pikiran dan cita. Lidahlah yang mem-beri nada segala rasa. Lidahlah yang memperindah nyanyi dan irama. Lidah dapat membuat hati yang rindu menjadi mesra-ria. Lidah yang bernasehat dapat menerangkan gelora amrah dalam dada.

Lidah dapat memutar balikkan segala peristiwa. Lidah dapat mempesona masyarakat dan massa. Lidah dapat membuat o-rang yang menangis menjadi tertawa.

Baanyak kata-kata bersajak yang dibuat orang dengan lidah; lidahnya seperti madu, hatinya seperti empedu”. “Lidahnya berbisa”. “Lidanya seperti lidah ular, bercabang dua”. Lidah-nya fasih berbahasa. “ Dia pandai bersilat lidah” dan seba-gainya.

Lidah seseorang dapat mengangkat derajat seseorang aketempat yang mulia.

Seorang penyair berkata: Biarkan aku bicara, kemudian berilah aku nama, menurut penilaian anda”. Orang Belanda pun mempunyai pula satu peribahasa “Bila hati telah diliputi oleh rasa, mulut/lidah akan mengucapkannya dengan seindah kata. Tapi dibalik keindahan lidah, lidahpun dapat menim-bulkan bencana, fitnah lidah besar bahayanya. Lidah dapat membuat orang yang bersaudara, berpisah, porak-poranda. Lidah dapat membuat suasana damai menjadi berantakan dan berperang. Lidah dapat membuat orang bersatu berpecah belah dan beradu domba.

Karena itu Rasulullah SAW. Bersabda ; “Tidaklah berdiri teguh (lurus) iman hamba Allah, sebelum berdiri teguh (lu-rus) iman hamba Allah, sebelum berdiri teguh (lurus) sebe-lum berdiri teguh (lurus) lidahnya. Dan tidak akan masuk surga seseorang, dimana tetangganya tidak merasa aman dari kejahatan lidahnya” (Di riwayatkan oleh Ibnu Abid-Dunya dalam buku Bahaya Lesan oleh Imam Al Ghazali, sadruran oleh Labib MZ)

Berbicara benar dan atau dusta (bohong) adalah aktualisasi dari lidah, dalam hal ini peranan naluri sangat menentukan dan seberapa jauh manusia dapat melepaskan diri pengaruh hawa nafsu akan sangat tergantung kepada tingkat kedewa-saan dalam bertakwa kepada Allah SWT. Manusia dapat me-manfaatkan pikiran, bagaimana caranya syetan masuk keda-lam jiwa manusia, namun nafsu yang condong pada paham materialistis.
Oleh karena itu peliharalah nalurimu dari hawa nafsu dengan mengingat surat dan ayat dibawah ini :

SURAT AL AHZAB (KE 33 : 73 ayat : 70)
(70) Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu ke-pada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.

Dengan mengingat hal-hal yang kita ketengahkan diatas, ma-ka berkata benar adalah sendi kejujuran dalam menuju ke-nikmatan hidup, maka berpikirlah dalam realita hidup ini bahwa kemegahan lebih hampa, lebih fana dan lebih sering berubah daripada angin, sehingga berkata benar sebagai be-nih yang terus dapat menumbuhkan budi dan kebajikan da-lam hati seseorang akan menjelma sebagai orang yang bijak-sana berpikir sekali sebelum berbicara dua kali.

Berkata benar, kelihatannya mudah diwujudkan dalam sikap dan perilaku tapi kenyataannya sangat sulit untuk menanam-kan pada diri ibarat seperti saya tidak peduli orang tidak mengenal saya, saya prihatin kalau saya tidak mengenal o-rang lain. Hanya dengan bertakwa kepada Allah SWT, ia da-pat menuntun lidahnya, sehingga orang yang paling bijaksa-na dan paling bahagia ialah mereka yang mengerti dan sadar untuk apa ia dijadikan khalifah di muka bumi ini.

PERMUSUHAN

Cobalah renungkan peristiwa kaum quraisy memperdaya Ra-sulullah seperti yang diungkapkan dibawah ini :

“ Orang-orang kafir Quraisy melakukan tipu daya di Darun Nadwah untuk memperdaya nabi Muhammad saw. Peristiwa ini terjadi pada hari sabtu, sebagaimana yang dikatakan oleh Allah dalam firmanNya, yang artinya :
“Dan (ingatlah) ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikir-kan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memen-jarakanmu. Mereka memikirkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya” (S.Al-Anfal:30)

Dikota Makkah terdapat sebuah rumah yang diberi nama “Darun Nadwah”, rumah ini dipergunakan oleh orang-orang kafir Quraisy sebagai tempat berkumppul dan bermusyawa-rah apabila mereka menghendaki untuk memecahkan suatu masalah. Begitu juga tatkala mereka ingin melakukan tipu daya terhadap Rasulullah saw, mereka berkumpul ditempat tersebut. Pada waktu itu ada lima tokoh kaum musyrikin yang ikut hadir, diantaranya: Utbah, Syaibah, Abu Jahal, Abu Bukhturity dan Al-Ash bin Wa’il, dalam riwayat yang lain orang yang berkumpul di Darun Nadwah itu lebih dar lima orang. Sementara Tsa’labiy meriwayatkan, sesungguh-nya orang yang berkumpul di Darun Nadwah itu ada 12 orang, diantaranya yang masuk majlis terdapat Iblis yang menyamar sebagai orang tua dengan membaawa tongkat yang ada di tangannya.

Tatkala iblis itu dating ke Darun Nadwah, langsung dihadang oleh Abu Jahal, seraya berkata : “kami yang ber-kumpul disini akan membahas dan mengatur suatu masalah
yang sangat rahasia, untuk itu, kembalilah engkau”. Mende-ngar penolakan Abu Jahal itu iblis berkata “Aku ini adalah orang tua yangdituakan dibumi Najed, aku mempunyai firasat, akan terjadi suatu peristiwa dalam masa mendatang. Untuk itu, aku ingin mencoba apakah perkara-perkara yang aku ketahui itu sesuai dengan ta’wilanku atau tidak, oleh ka-rena itu, maka masukkanlah aku ke dalam Darun Nadwah, barangkali aku bias menceritakan kepadamu tentang ta’wi-lanku, dan aku bias membedakan mana perkataan yang be-nar dan mana perkataan yang salah”

Akhirnya Abu Jahal dan teman-temannyamengalah dan mempersilahkan iblis ikut bermusyawarah dalam darun Nadwah. Dalam musyawarah itu Utbah memulai angkat bi-cara dengan mengatakan : “Sesungguhnya kematian adalah suatu perkara yanghaq, maka bersabarlah kalian sammpai Allah memutuskan tentang kematian Muhammad, yang akhirnya kita bias selamat dari perbuatan buruknya” Men-dengarnya Perkataan tersebut iblis langsung angkat bicara : “Diamlah engkau Utbah, dari mana engkau punya pikiran se-perti itu, engkau tidak pantas turut hadir di tempat ini, yang pantas bagimu adalah sebagai pengembala ternak dan unta, jika kalian bersabar sampai Muhammad meninggal, maka akan tampaknagamanya di bumi timur dan barat, dan Mu-hammad mampu menghimpun pasukannya yang besar lalu memerangimu dan kamu akan binasa semua olehnya”. Men-dengar saran iblis tersebut semua yang hadir dalam majelis Darun Nadwah berkata : “Engkau benar Syekh Najdiy”. Ke-mudian Syaibah angkat bicara : “Aku punya pendapat bagai-mana kalau Muhammad kita tangkap lalu kita penjarakan, dalam sebuah rumah, dan menguncinya dari luar sehingga ia mati dalam keadaan lapar dan kehausan”. Menanggapi usulan Syaibah iblis berkata: “Pendapat ini juga tidak benar,
jika kalian jadi memenjarakan Muhammad, maka Bani Ha-syim akan mengadakan sidang darurat untuk membebaskan Muhammad dari tanganmu dan akhirnya kamu akan mele-paskannya dan nantinya terjadi permusuhan yang besar anta-ra kamu dan kerabat-kerabat Muhammad”. Mendengar saran iblis itu yang hadir dalam majelisDarun Nadwah “Engkau benar Syekh Najdiy”. Kemudian Al- As bin Wa’il berkkata : “bagaimana kalauseandainya kita mengikat Muhammad diatas unta lalu menggiringnya ke sahara padang pasir agar dia mati terkena terpaan pasir dan sengatan mmatahari”.
Menanggapi usulan Al-Ash bin w’il iblis angkat bicara.”Ini juga tidak benar, ketahuilah sesungguhnya Muhammad adalah seorang lelaki yang tegap bentuknya, ganteng wajah-nya, fasih lisannya, bagus keterangannya alias bias dipercaya jika Muhammad yang kamu tinggalkan ditengah sahara padang pasir itu bertemu dengan seseorang, lalu orang itu menunjukkan ke arah sebuah negeri, dan setiap orang yang mendengarkkan keterangan Muhammad membenarkannya, lalu mereka berkumpul sehingga menjadi satu kesatuan yang besar, kemudian mereka mendatangi dengan jumlah yang besar dan terus memerangimu, maka kamu dalam waktu yang singkat akan binasa semua”. Lagi-lagi mendengar saran iblis laknatullah orang yang berkumpul dalam majelis tersebut serentak mengatakan : “Engkau benar Syekh Najdiy”. Lalu Abu jahal mulai angkat bicara. “Aku punya pendapat, bagaimana kalau kita mengeluarkan setiap Qabilah seorang pemuda, kemudian pemuda-pemuda tersebut kita perintahkan untuk mendatangi rumah Muhammad saw di malam hari, dan kalau sudah bertemu Muhammad mereka langsung membunuhnya dengan memakai pedang yang ta-jam, sehingga tidak ada satupun orang yang mengetahui sia-pa pembunuhnya, apabila keluarga Muhammad menuntut Diyat, maka kita mengumpulkan harta yang kita ambil dari
setiap Qabilah yang mengirimkan ppemudanya, lalu harta yang sudah kita kumpulkan itu kita berikan kepada kerabat Muhammad maka akan putuslah tuntutan keluarganya dan kita semua selamat dari kejahatan Muhammad”. Mendengar
usulan Abuu Jahal iblis langsung menanggapinya, secara berkata: “benar usulmu dan benar jalan fikiranmu, pendapatmu sesuai dengan apa yang aku inginkan”. Akhir-nya mereka sepakat dengan usulan Abu Jahal, yaitu membu-nuh Muhammad. Kemudian mereka berpisah dari Darun Nadwah.

Setelah ada kesepakatan untuk membunuh Muhammad di Darun Nadwah, Ibril langsung turun kepada Rasulullah saw, dengan membawa ayat ini, yang artinya :
“dan (ingatlah) ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikir-kan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memen-jarakan. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah mengga-galkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya” (S.Al-Anfal:30)
kemudian Jibril berkata:”Wahai Muhammad, keluarlah engkau dari kota Makkah menuju Madinah, sesungguhnya perintah ini adalah perintah rahasia yang aku sampaikan kepadamu, engkau jangan gelisah sebab setiap sesudah kesulitan itu ada kemudahan, dan setiap sesuatu itu mempu-nyai waktu dan aturan, bagi yang mengawasi tingkah laku kita ada Dzat Yang Maha Kuasa”.

Pada sore harinya Rasulullah saw, bermusyawarah bersama sahabat-sahabatnya, lalu beliau berkata dalam musyawarah itu : “Siapa orang yang mau menemani saya?, siapa orang yang mau menemani saya?” Abu Bakar langsung berkata: “Aku ya Rasulullah yang menemani engkau”. Rasulullah saw, berkata lagi : “Siapa yang mau tidur di atas tikarku nan-
ti malam, maka aku akan menjamin dia masuk surga”. Kontan sahabat Ali berkata: “Aku Ya Rasulullah yang akan tidur di atas tikarmu nanti malam, aku pertaruhkan nyawaku sebagai tebusan dirimu, karena sesungguhnya aku adalah saudaramu yang menjadi orang tua cucumu dan menjadi sua-minya wanita yang menyejukkan pandanganmu (yaitu Fati-mah).

Diriwayatkan dari jabir bin Abdullah r.a. ia berkata: Aku pernah mendengar shahabat Ali melagukan suatu sya’ir, se-dangkan Rasulullah saw, mendengarnya, diantaranya bait sya’ir itu adalah :
Aku adalah sandara nabi yang terpilih
Yang tiada keraguan didalam kenasabanku
Nenekku dan nenek Rasullullah adalah menjadi satu.
Aku membenarkan Rasulullah dan (meluruskan semua ma-nusia dalam kegelapan.
Dari kesesatan, kemusyrikan dan pembangkangan.
Segala puji bagi Allah, dengan memanjatkan syukur kepa-danya, tiada sekutu bagiNya.
Yang membuat bagus pada hambaNya dan Dzat Yang kekal selamanya.

Mendengar sya’ir yang dibaca oleh sahabat Ali Rasulullah saw, tersenyum seraya berkata : Engkau benar wahai Ali.
Kami kembali kepada cerita, Ali lalu dating ke rumah Rasulullah saw, kemudian tidur diatas tikar Rasulullah dengan mengunakan selimutnya. Ketika orang-orang kafir sudah dating dan mengepung rumah Rasulullah saw, mereka semua menghadang Rasulullah keluar termasuk juga iblis yang ikut dalam rombongan mereka. Pada saat yang gentingseperti itu, Allah membuat mereka tertidur dan lupa akan penjagaannya, sehingga mereka tertidur pulas termasuk
juga iblis, tidak ada satupun yang terbangun diantara mereka sepanjang malam itu, kemudian keluarlah Rasulullah bersa-ma Abu Bakar darirumahnya beliau melihat disekitar rumahnya banyak orang-orang kafir tertidur, lalu Rasulu-lullah mengambil debu dan ditaburkan pada kepala mereka.

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah sebelum keluar rumah membaca surat Yasin sehingga tak satupun orang kafir melihat Rasulullah keluar dari rumahnya bersama Abu Bakar ini akibat dari berkahnya surat Yasin. Setelah Rasulullah saw, pergi yang pertama kali bangun adalah iblis. Iblis lalu membangunkan orang-orang kafir yang tertidur pulas, seraya berkata: “Muhammad telah pergi, apakah ada diantara kalian yang melihat bagaimana sampai Muhammad bias menabur-kan debu diatas kpala kalian?. Akhirnya mereka para kuffar terbangun dan langsung masuk ke rumah Rasulullah, mereka mencari Rasulullah disetiap sudut rumah tetapi mereka tidak menemukannya, mereka hanya mendapat Ali yang sedang tidur pulas diatas tikar Rasulullah, Ali ini akhirnya ditanyai oleh mereka: Dimana Muhammad?”. Ali menjawab: “Se-sungguhnya Tuhan Yang Maha Tinggi telah memindahkan nabiNya yang terpilih kemana yang ia kehendaki dari tempat yang dekat, karena sesungguhnya Tuhan itu adalah dzat yang mengetahui rahasia dan yang lebih rahasia lagi. Maka ia tidak akan menyesatkan dan tidak melupakan, oleh karena itu janganlah engkau mencari Muhammad di muka bumi ini, ssemoga Muhammad itu orang yang lebih tinggi dari yang tinggi”

Diriwayatkan dari nabi saw, ia bersabda: “Allah telah mem-berikan wahyu kepada Jibril dan Mikail: Aku membuat kamu berdua bersaudara dan menjadikan umur salah satu dari kamu lebih panjang dari yang lain, mana yyang kamu
pilih saudara atau hidup? “keduanya lantas memilih hidup. Kemudian Allah memberikan wahyu kepada keduanya: “Apkah tidak ada diantara kamu yang seperti Ali bin Abi Thalib? Aku menjadikan Ali dan Muhammad bersauudara, lalu Ali tidur diatas tikar Muhammad dengan menyediakan
nyawa dirinya sebagai tebusan Muhammad, ia memilih agar Nabi Muhammad lebih lama hidup dari pada dirinya. Oleh karena itu, sekarang turunlah ke bumi dan jagalah Ali dari musuhnya”.

Kemudian kedua malaikat itu turun ke bumi, malaikat Jibril berada di dekat kepala Ali sedangkan Mikail berada didekat kedua kakinya. Malaikat Jibril berkata: “Berbahagialah orang sepertimu wahhai Ibnu Abi Thalib, Allah telah mem-banggakan dirimu pada malaikat-malaikat yang berada di langit”

Allah lalu menurunkan kepada utusanNya menghadapkan kearah Madinah sebagaimana keadaan Ali. Hal ini telah di-katakan oleh Allah dalam firmannya, yang artinya:
“Dan diantara manusia ada orang yang mengorbankan diri-nya karena mencari keridlaan Allah, dan Allah Maha pe-nyantun kepada hamba-hambaNya” (S. Al-Baqarah:207)

Dalam tidurnya diatas tikar Rasulullah saw, Ali melagukan suatu sya’ir, diantara baitnya adalah:
Aku telah menyediakan diriku yang rendah dan lemah seba-gai tebusan (nyawa) bagi sebaik-baik orang.
Sedangkan orang-orang sudah mengitari rumah yang antik ini dengan membawa batu.
Rasulullah merasa takut oleh tipu daya orang-orang kafir.
Maka Dzat Yang mempunyai pemberian telah menyelamat-kannya dari tipu daya
Semalam Rasulullah berada didalam gua dengan aman.
Yang dijaga oleh Allah sebagai pengawas yang didalam menutupi.
Semalaman aku menjaga mereka dan perkara yang telah di-tetapkan kepadaku.
Aku menyediakan diriku untuk dibunuh da ditawan.

Kami kembali kepada cerita, tatkala orang-orang kafir tidak menemukan Rasulullah d rumahnya, mereka langsung mengadakan musyawarah selama tiga hari. Kemudian mere-ka keluar menyebar keseluruh penjuruu kota (Makkah) untuk mencari Muhammad kearah kota Madinah, akhirnya Suraqah bin Malik untuk mengejar Muhammad kearah kota Madinah, akhirnya Saraqah menemukan Rasulullah dan Abu Bakar. Ketika Abu Bakar melihat kedatangan Saraqah yang terus mengejarnya, ia berkata kepada Rasulullah: “Ya Rasulullah, kita telah ditemukan oleh Saraqah, dan Saraqah itu termasuk pemberani-pemberaninya orang Arab” Menanggapi ketakut-annya Abu Bakar Rasululah, bersabda: “engkau jangan takut”.

Setelah Suraqah mendekati Rasulullah dia langsung meng-hunus pedangnya seraaya berkata: Wahai Muhammad, siapa orang yang bias menghalangiku untuk membunuhmu pada hari ini?”. Dengan mantap Rasulullah menjawab: “yang bias menghalangimu untuk membunuhku adalah Dzat Yang maha Mulya, Yang Maha Perkasa, yang tunggal dan Dzat Yang Memaksa”. Lalu Jibril turun dan berkata keppada asulullah: Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah telah ber-firman kepadamu, bahwa bumi ini dijadikan tunduk kepada perintahmu, maka perintahkan bumi ini menurut kehendakmu”. Kemudian Rasulullah saw, langsung berkata kepada bumi: Wahai bumi ambillah Suraqah”. Kontan saja
bumi itu terus menarik kaki kuda Suraqah samai sebatas lu-tutnya, sedangkan Suraqah berdiri mematung tidak bias ber-gerak, dalam kondisi menuntun kuda, maka Suraqah berteriak: Wahai Muhammad amankanlah aku, demi kemul-yaan Dzat Yang Mulya, jika engkau bias menyelamatkan diriku aku pasti tidak akan lagi menyakitimu”. Rasulullah
saw, lalu berdoa, kontansaja bumi tersebut melepaskan kaki kudanya.

Aku melihat sebagian Ahli Tafsir mengatakan: “Sesungguh-nya Suraqah terus mngulangi niat jahatnya sampai tujuh kali dengan melanggar perjanjiannya (pada Rasulullah), setiap kali ia melanggar janjinya pada Rasulullah, pada saat itu pu-la kaki kudanya tertelan bumi, sampai ia bertaubat pada pelanggaran yang kedelapan, dengan taubat yang benar, kemudian ia mengeluarkan panah dari tempatnya dan mem-berikannya kepada Rasulullah saw, seraya berkata: “Wahai Muhammad, sesungguhnya aku ini memiliki beberapa unta dan binatang ternak yang bias dipakai dalam perjalananmu, maka panggillah tukang pengembala dan perintahkan me-ngambil binatang ternakku menurut yang engkau kehendaki” Rasulullah menjawab: “Wahai Suraqah, jika engkau tidak suka pada agama islam, maka akupun tidak menyukai hartamu dan binatang ternakmu”. Kemudian Suraqah berkata “Wahai Muhammad, agamamu ini akan menjadi besar di permukaan alam, dan engkau akan memiliki banyak kerabat dari anak Adam, oleh karena itu, berjanjilah engkau kepada-ku ketika dating hari kemenenganmu, maka mulyakanlah diriku ini”. Rasulullah saw, lalu mengambil tempat air (ben-tuknya seperti kendil yang terbuat dari kulit) dan menggo-reskan tanda pada tempat air tersebut sebagai tanda janjinya kepada Suraqah, kemudian Rasulullah saw memberikan kendi itu kepada Suraqah, seraya berkata: “Ini adalah janjiku
kepadamu”. Keemudian Suraqah berkata: “Wahai Muham-mad, mintalah kepadaku tentang keinginanmu”. Rasulullah saw, menjawab: “Wahai Suraqah, permintaanku adalah agar engkau mengembalikan pasukan Qurasy”.

Akhirnya Suraqah kembali pulang dengan selamat, sampai ia bertemu dengan Abu Jahal, lalu ia berkata: wahai Abu Hakam, Muhammad tidak pergi melalui jalan ini, sebaiknya kalian kembalilah semua”. Abu Jahal membantah: “Wahai Suraqah, sesungguhnya aku ini menduga kepadamu bahwa engkau telah bertemu Rasulullah, maka beritakanlah kepada kami”. Saraqah tidak menjawab tetapi melaukan suatu sya’ir diantara baitnya adalah:
Abu Hakam demi Latta jika engkau termasuk orang yang me-nyaksikan.
Didepan(ku) kaki kudaku telah ambles (masuk kedalam bumi)
Engkau mengerti dan tidak ragu bahwa Muhammad itu ada-lah seorang utusan dan tidak ada yang mengingkarinya.
Minggirlah dan kembalikan manusia ini dalam mengejar Muhammad.
Aku telah melihat derajat Muhammad pada hari ini, dan ak-an tampak tanda-tandanya nanti. “
(Nasehat dalam Tujuh Peristiwa oleh Syekh Abi Nasru Mu-hammad bin Abdurrahman Al-Hamdaniy – penerjemah Fuad Kauma)

Dengan menyimak peristiwa yang diungkapkan diatas, ma-ka betapa besar masalah permusuhan itu akan mempengaruhi jiwa seseorang karena ketidak mampuannya memelihara naluri yang sangat dipengaruhi oleh hawa nafsu, oleh karena itu simaklah surat dan ayat dibawah ini untuk menuntunmu kejalan yang diridhoi oleh Allah SWT. :
SURAT FUSHSHILAT (KE 41 : 54 ayat : 34)
(34) Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.

Kita hidup ditengah-tengah masyarakat yang mendambakan kedamaian, bila kita bersikap dan berperilaku sesuai dengan ajaran islam, niscaya kita dapat hidup penuh kerukunan dian-tara kita, menjauhi akibat permusuhan yang akan terjadi.

Dibawah ini diungkapkan Muhammad Bersabda:

“Tidak akan masuk surga seseorang yang membuat tetangga tidak aman karena gangguannya” {H.R.Muslim)

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka ja-nganlah ia menyakiti tetangga. Dan barangsiapa beriman ke-pada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia berkata yang baik atau diam. (H.R. Bukhari-Muslim)

“Jibril selalu berpesan kepadaku supaya berbuat baik terhadap tetangga, sehingga saya mengira bahwa tetangga akan memperoleh hak waris” (H.R.Bukhari- Muslim)

KEADILAN
Dapatkah kita memiliki sikap dan perilaku dalam bentuk keadilan dalam perbuatan hidup di dunia ini. Oleh karena itu wujud keadilan bukan hanya harus dijalankan, tetapi juga dinyatakan dan tampak dijalankan. Jawabannya akan terletak tingkat kedewasaan rohaniah seseorang yang mampu dari waktu ke waktu dalam perjalanan hidup ini, menumbuh-kembangkan kepribadian yang memiliki kejujuran untuk me-negakkan perbuatan keadilan dalam menuju kenikmatan hi-dup di dunia dan akhirat.

Simaklah petunjuk yang termuat dalam surat dan ayat diba-wah ini sebagai awal kita merenung tentang sikap dan peri-laku dalam perbuatan keadilan ini :

SURAT AL A’RAF (KE 7 : 206 ayat : 29)
(29) Katakanlah : “Tuhanku menyuruh menjalankan keadil-an”. Dan (Katakanlah) : “Luruskan muka (diri)mu di setiap shalat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan keta’atan mu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu akan kembali ke-pada-Nya”

SURAT AL MUMTAHANAH (KE 60: 13 ayat: 8)
(8) Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan ber-laku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu ka-rena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

Kedua surat dan ayat yang kita ungkapkan diatas, sangatlah jelas bagimu, berbuat keadilan kepada siapapun harus dija-
lankan dan ditampakkan. Ingatlah selalu mutiara kepribadi-an Muhammad saw seperti : “Tidaklah sempurna iman sese-orang, apabila dia belum bisa mencintai sesamanya seperti mencintai dirinya sendiri”

Oleh karena itu kalau kamu akan dipandang sebagai orang yang bermakna dalam hidup ini, jika dalam menjalankan ke-hidupan ini kamu isi dengan kesungguhan berbuat keadilan dalam perbuatanmu, maka kamu tidak akan diseret oleh per-buatan ketidakadilan dalam perbuatanmu, disitulah terletak kenikmatan hidup ini.

Kemampuan seseorang memanfaatkan alat pikiran berupa kesadaran, kecerdasan dan akal dalam proses yang berurutan yang effektif, maka faktor keadilan ikut memainkan fungsi-nya dalam proses pengambilan keputusan untuk suatu per-buatan yang di ridhoi oleh Allah SWT. Dengan demikian da-pat pula kita mengatakan bahwa tanpa keadilan tidak ada suatu kemerdekaan, oleh karena itu marilah kita meyakini benar dan percaya bahwa keadilan merupakan daya dorong untuk menciptakan kekuatan dalam perbuatan sampai akhir jaman untuk menjalankan kewajiban yang benar dalam me-nuju kenikmatan hidup di dunia dan selamat di akhirat.

Untuk mempertebal keyakinan dan kepercayaan itu, simaklah surat dan ayat dibawah ini :

SURAT AL AN’AM (KE 6: 165 ayat : 152 )
(152) Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfa’at, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang mela-inkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata,
maka hendaklah kamu berlaku adil kendatipun dia adalah kerabat(mu) dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat.

SURAT AL HUJURAAT (KE 49 : 18 ayat : 9)
(9) Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mu’mim berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah sa-tu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali, kepada perintah Allah ; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

Kedua surat dan ayat yang kita ungkapkan diatas sebagai penuntun dalam mengaktualisasikan kesadaran, kecerdasan dan akal dalam usaha mencari hikmah berpikir dalam mewu-judkan keadilan pada sikap dan perilaku agar semua perbuat-an mendapat manfaat disatu sisi dan disisi lain membentuk jiwa dan rohani supaya lebih mengenal kepada Allah SWT.

Dengan menumbuhkan keadilan pada jiwa ini, itu berarti memberikan sinar hati dalam menuju manusia mulia dan ma-nusia bijaksana, artinya disatu sisi melambangkan orang yang baik perbuatannya yang memuliakan jiwanya dengan takwa dan memeliharanya dari ketidakadilan, disisi lain me-lambangkan sebagai orang yang tidak mendahulukan dan mengutamakan dunia dan yang menahan nafsunya dari per-buatan yang menyalahi kesadaran, kecerdasan dan akalnya yang lurus.
AMALAN BATIN
DALAM SISI MASALAH PERSAUDARAAN,
KEPENTINGAN DAN TAMU
PERSAUDARAAN

Bgaimana kita dapat melahirkan dan menumbuhkan rasa persaudaraan kedalam kalbu kita, agar kita selamat hidup di dunia dan akherat. Sikap dan perilaku kita hidup di dunia ini ditunjukkan oleh wujud kehadiran kita di tengah-tengah ma-syarakat yang mampu memberikan keteladanan mengisi ak-tualisasi diri kedalam makna persaudaraan.

Cobalah renungkan tentang hubungan Imam Ali dengan Ra-sulullah SAW, dimasa kecil :
“ … Dan telah kalian ketahui tempatku di sisi Rasulullah saw.; dengan kekerabatanku yang amat dekat dan kedudukan ku yang khusus. Beliau meletakkan aku di pangkuannya ketika aku masih seorang bocah. Didekapnya aku ke dada-nya , dipeluknya di pembaringannya, disentuhkannya aku dengan tubuhnya dan diciumkannya aku harum aromanya. Adakalanya beliau mengunyah sesuatu lalu disuapkannya ke mulutku. Tiada pernah ia mendapatiku berdusta dalam suatu ucapan atau gegabah dalam suatu perbuatan.

Sejak masa kecilnya, Allah SWT telah menyertakan dengan-nya malaikat-Nya yang termulia, agar menunjukkan kepada-nya jalan keluruhuran pekerti serta kemuliaan akhlak, di si-ang hari ataupun di malam harinya.

Aku pun mengikutinya ke mana beliau pergi, bagai anak un-ta setia mengikuti ibunya. Tiap hari ia meengajariku tambah-
an pengetahuan dari akhlaknya dan memerintahkan aku agar mencontohnya. Di hari-hari tertentu, setiap tahunnya, ia me-nyingkir menyendiri di gua Hira, dan aku melihatnya semen-tara tidak seorangpun amelihatnya selain aku.
Pada saat itu tak ada satu pun rumah tangga yang terikat da-lam Islam selain Rasullullah saw. Dan Khadijah serta aku, yang ketiga setelah keduanya. Dan aku pun menyaksikan sinar wahyu dan kerasulan, menghirup pula semerbaknya kenabian. (Mutiara Nahjul Balaghan, diterjemahkan oleh Muhammad Al-Baqir)

Selanjutnya simaklah surat dan ayat dibawah ini, yang me-ngingatkan kita makna arti persaudaran yang harus kita yakini sebagai landasan untuk menumbuh kembangkan kedalam kalbu ini :

SURAT AN NISAA’ (KE 4: 176 ayat : 25)
(25) Dan barangsiapa di antara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita mer-deka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu meliki. Allah mengetahui kei-mananmu ; sebagian kamu adalah sebagian yang lain. Kare-na itu kawinilah mereka dengan seizing tuan mereka dan be-rilah maskawin mereka menurut yang patut, sedang mereka-pun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai priaannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan ka-win, kemudian mereka mengerjakan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separo hukuman dari hukuman wa-nita-wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kesu-litan menjaga diri ( dari perbuatan zina) di antaramu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maaha Pengam-pun lagi Maha Penyayang.

SURAT ALI IMRAN (KE 3 : 200 ayat : 103)
(103) Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (aga-ma) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni’mat kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahilayah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, la-lu menjadilah kamu karena ni’mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Al-lah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu men-dapat petunjuk.

Kedua surat dan ayat itu mengingat kita kepada suatu kisah Imam Al-Bagir dan Seorang Nasrani seperti dibawah ini :
“Imam Bagir adalah Muhammad bin Ali bin Husain r.a. Beliau bergelar Bagir yang berarti : yang membelah, atau yang membuka. Imam ini selalu di panggil dengan sebutan Bagir al-Ulum (pembuka ilmu-ilmu pengetahuan). Seorang Nasrani dengan nada mengejek, mengubah kata bagir deng-an bagar, yang berarti sapi. Dia berkata kepada Imam:”Anta Bagar (Anda sapi)”. Wajah imam tidak menjadi merah, apa-lagi marah, bahkan dengan penuh kerendahan hati beliau berkata: “Saya bukan Bagar, saya adalah Bagir” “Anda ada-lah anak seorang wanita yang kerjanya memasak” kata orang itu lagi. “Ya, itu kkerjanya. Tapi pekerjaan itu bukan peker-jaan yang memalukan.” “Ibumu seorang yang hitam, tidak tahu malu dan berlidah jahat.”
“Kalaulah tuduhanmu terhadap ibuku itu benar, mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosanya> Kalau tidak, se-moga Allah mengampuni dosao-dosa tuduhan bohongmu itu”. Menyaksikan kesabaran yang luar biasa dari seorang yang mampu mendera seorang non-Muslim seperti dia kare-na mengganggu dan menduh seperti itu, tak awal jiwanya
guncang dan terkesan. Tidak lama setelah itu, dia memeluk islam.” (Kisah Sejuta Hikmah oleh Murthada Muthahhari)

Selanjutnya renungkan lebih lanjut surat dan ayat yang kita ungkapkan dibawah ini :

SURAT AL HUJARAT (KE 49 : 18 ayat : 10, 13)
(10) Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertak-walah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.

(13) Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadi-kan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesunggunya orang yang paling mu-lia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling ber-takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengeta-hui lagi Maha Mmengenal.

SURAT AL MAIDAH (KE 5 : 120 ayat : 32)
(32) Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hokum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang-siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semua-nya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sunguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi.

SURAT AL BAQARAH (KE 2 : 286 ayat : 83)
(83) Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu) : Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata
yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali se-bagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.

Dengan menyimak surat-surat dan ayat-ayat yang kita kemu-kakan diatas lebih mempertebal untuk menyerah diri dan percaya atas kebenaran arti makna persaudaran yang dapat menyentuh mata hati manusia.

Sejalan dengan itu marilah kita menyimak satu tulisan oleh Jalaluddin Rakhmat dalam Islam Aktual yang mengungkap-kan “Menyambung Tali Persaudaraan” sebagai berikut :

“ Abdullah bin Abi Awfa bercerita: Kami waktu itu sedang berkumpul bersama Rasulullu saw. Tiba-tiba beliau berkata: “Janganlah duduk bersamaku hari ini orang yang memutus-kan persaudaraan.” Segera seorang pemuda berdiri mening-galkan majelis Rasulullah. Rupanya sudah lama ia berteng-kar dengan bibinya. Ia lalu meminta maaf kepada bibinya dan bibinya pun memaafkannya. Setelah itu, barulah ia kem-bali kepada Majelis Nabi. Nabi saw. Berkata: “Sesungguh-nya rahmat Allah tidak akan turun kepada suatu kaum yang di situ ada orang yang memutuskan persaudaraan”. (Al-Targhib 3:345).

Perhatikanlah keluarga kita, kaum yang paling kecil. Bila didalamnya ada beberapa orang yang sudah tidak saling me-negur, sudah saling menjauhi, apalagi kalau di belakang sa-
ling menohok dan memfitnah, maka rahmat Allah akan di-jauhkan dari seluruh anggota keluarga itu. Kemudian, perha-tikan umat Islam Indonesia, kaum yang lebih laus. Bila di dalamnya masih ada kelompok yang mengafirkan kelompok yang lain, atau membentuk jamaah yang lain, atau tidak mau bershalat jamaah dengan kelompok yang pendapatnya berbe-da, maka seluruh umat akan terputus dari rahmat Allah. Sukarlah umat yang seperti itu akan memperoleh kemenang-an. “Maukah kalian aku tunjuki amal yang lebih besar paha-lanya dari shalat dan puasa?” Tanya Rasulullah saw. Kepada sahabat-sahabatnya. “Tentu saja”, jawab mereka. Rasulullah menjawab, “Engkau damaikan orang-orang yang berteng-kar”. Menyambungkan persaudaraan yang terputus, memper-temukan kembali saudara-saudara yang berpisah, menyem-batani berbagai kelompok dalam Islam dan mengkukuhkan ukhuwwah di antara mereka adalah amal ssaleh yang besar pahalanya. “Barangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rizkinya, hendaklah ia menyambungkan persaudaraan” (H.R. Bukhari dan Muslim).”

Dengan mengungkapkan hal-hal diatas diharapkan semua itu dapat memberikan daya dorong untuk menemukan tentang diri kita, karena itu, disitulah letak kesadaran, kecerdasan dan akal untuk mendorong dalam berpikir, agar kita terus mendewasakan ketawakalan dan keimanan dalam hidup ini.

Sejalan dengan itu cobalah renungkan pandangan yang di-ungkapkan Imam Ja’far Ash-Shadig dalamThe Latern of the Path (Lentera Ilahi), mengemukan seperti dibawah ini:

“Ada tiga hal yang langka dalam setiap zaman: persaudara-an dalam keyakinan kepada Allah ; seorang istri yang taat

dan penuh kasih yang membantu dalam menguatkan iman suaminya kepada Allah ; dan seorang putra yang berjalan di jalan yang lurus. Barangsiapa yang telah menemukan ketiga hal tersebut berarti ia telah mendapatkan kebaikan untuk ke-dua tempat kediaman itu dan bagian yang paling baik di du-nia ini dan akhirat nanti. Waspadalah jika mengangkat seseo-rang sebagai saudara ketika kamu terpengaruh oleh ketamak-an, rasa takut, kecenderungan, uang, makanan atau minuman Carilah persaudaraan yang didasarkan atas rasa takut kepada Allah, bahkan sampai ke ujung bumi dan bahkan jika kamu melewatkan seluruh masa hidupmu untuk mencari mereka. Allah tidak pernah meninggalkan seorang pun yang lebih baik disbanding mereka setelah para Nabi di atas bumi ini, juga tidak pernah Dia memberikan kepada seorang hamba karunia sebagaimana karunia keberhasilan untuk menemu-kan persahabatan mereka. Allah telah berfirman, “Teman-teman akrab pada hari salaing bermusuh-musuhan, kecuali orang-orang yang takwa”(QS.43:67). Bila dikutip dari Al Qur’an, bunyi terjemahan sbb.”Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa”
Saya percaya bahwa setiap orang yang mencari teman tanpa cacat di masa sekarang ini tidak akan pernah mendapatkan-nya. Tidak tahukah kamu bahwa tanda kehormatan pertama yang diberikan oleh Allah kepada para Nabi-Nya ketika se-ruan mereka untuk beriman menjadi dikenal adalah seorang kawan atau pembantu yang dapat dipercaya? Demikian pula, pemberian paling mulia yang diberikan oleh Allah kepada kawan-kawan, para pendukung (awliya), teman-teman sejati dan orang-orang kepercayaan-Nya adalah uluran persahabat-an dari para Nabi-Nya. Ini membuktikan bahwa, setelah pe-ngetahuan tentang Tuhan (ma’rifah Allah), tidak ada rahmat

di kedua tempat kediaman itu yang lebih luhur, lebih unggul atau lebih murni dibandingkan dengan persahabatan dalam keyakinan kepada Allah dan persaudaraan demi Dia.”
KEPENTINGAN

Kepentingan mengandung makna kebutuhan. Dalam meme-nuhi kebutuhan akan didorong oleh suatu perbuatan manusia dengan menggerakkan otak. Dengan otak itu pula manusia ingin mewujudkan kepentingannya.

Marilah kita menyimak surat dan ayat yang kita ungkapkan dibawah ini :

SURAT AL BAQARAH (KE 2 : 286 ayat : 237, 219)
(237) Jika kamu menceraikan isteri-isterimu sebelum kamu bercampur dengan mereka, padahal sesungguhnya kamu su-dah menentukan maharnya, maka bayarlah seperdua dari mahar yang telah kamu tentukanitu, kecuali jika isteri-isteri-mu itu mema’afkan atau di ma’afkan oleh orang yang me-megang ikatan nikah, dan pema’afan kamu itu lebih dekat kepada takwa. Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala apa yang kamu kerjakan.

(219) Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan be-berapa manfa’at bagi manusia, tapi dosa keduanya lebih be-sar dari manfa’atnya. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari ke-perluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepadamu supaya kamu berpikir.
Bertolak dari peringatan yang termuat dalam surat dan ayat diatas, maka setiap wujud dari perbuatan manusia dalam me-menuhi kepentingan dengan memanfaatkan kesadaran, ke-cerdasan dan akal akan mempertimbangkan tingkat kepen-tingan dan pemanfaatannya.

Wujud kepentingan dalam memenuhi kebutuhan akan sangat ditentukan rasa kecintaannya atas kepentingan itu sendiri, se-hingga aktualisasi dari kesadaran, kecerdasan dan akal seha-rusnya bertolak dari rasa kecintaan dari pembenaran Allah dan Rasul-Nya.

Selanjutnya cobalah renungkan kisah sjuta hikmak Murtadha Muthahhari dalam “Keuntungan yang ditolak” sbb. :

“Kebutuhan hidup keluarga Imam Ja’far Ash-Shadig r.a. se-makin bertambah. Beliau berpikir bahwa dengan berniaga tentu beliau akan bias membiayai perbelanjaan keluarganya. Dengan modal seribu dinar, beliau menyuruh pembantunya, Mushadif, untuk berangkat ke Mesir dan berniaga.

Mushadif membeli jenis barang yang biasa dibawa ke Mesir. Dia berangkat bersama rombongan pedagang lain yang juga hendak kesana.

Etibanya di perbatasan Mesir mereka berjumpa dengan rom-bongan pedagang lain yang baru pulang dari sana. Mereka bertanya tentang situasi setempat. Akhirnya mereka diberita-hu bahwa jenis barang yang dibawa oleh Mushadif dan rom-bongannya, sekarang mengalami krisis sehingga mendapat pasaran yang baik.
Pedagang-pedagang ini merasa gembira mendengar berita “baik” tersebut. Kebetulan jenis yang mereka bawa adalah
keperluan sehari-hari, yang pasti akan dibeli oleh setiap orang, walau dengan harga paling mahal sekalipun. Mereka berjanji dan bersepakat untuk mengeruk keuntungan tidak kurang dari 100%.

Rombongan tiba di Mesir. Ternyata, keadaannya memang seperti yang diberitahukan oleh kafilah tadi. Berdasarkan ke-sempatan bersama, akhirnya mereka membuat pasar gelap dan menjual barang bawaan mereka dua kali lipat dari harga biasa.

Mushadif kembali ke Madinah dengan membawa laba bersih seribu dinar. Dia dating menghadap Imam Shadiq dengan rasa gembira. Diserahkannya dua kantung berisi uang, ma-sing-masing seribu dinar. Apa ini? Tanya Imam.”Yang satu adalah modal yang imam berikan kepadaku, dan lainnya a-dalah keuntungan bersih, seribu dinar, “Jawab Mushadif. “Banyak benar!? Tanya Imam keheranan. “Coba kau jelas-kan bagaimana kalian bias mengeruk keuntungan sedemiki-an besar!” “Begini ceritanya. Setibanya di perbatasan Mesir, kami mendapat informasi bahwa jenis barang bawaan kami sudah nyaris kosong di pasaran Mesir. Kami sama-sama ber-sumpah untuk tidak menjual barang-barang itu kecuali dengan keuntungan dua kali lipat.”

“Subhanallah!” ucap Imam. “Kalian sanggup berbuat demi-kian? Kalian bersumpah untuk membuat pasar gelap di te-ngah-tengah kaum Muslimin, dan mengeruk keuntungan dua kali lipat dari mereka? Ma’azallah. Tidak. Aku sama sekali tidak menginginkan perniagaan dan keuntungan seperti ini”

Kemudian Imam mengambil satu di antara dua kantung tadi dan berkata: “Ini adalah modalku semula” Beliau tidak ame-
nyentuh kantung yang satunya. Lalu beliau bberkata: “Aku tidak ada urusan dengan yang satu itu”. Lalu beliau berkata lagi: “Hai Mushadif, berperang adalah lebih mudah ketim-bang mencari yang halal”
TAMU

Renungkan, mutiara kepribadian Muhammad S.A.W. yang menjadi sari taladan umatnya berupa “Berbuat baik kepada orang yang tidak baik. Andaikata anda berbuat baik kepada orang baik, anda telah melaksanakan sesuatu yang tepat. Tetapi jika anda berbuat baik kepada orang yang tidak baik maka anda tetap orang baik.”

Yang menjadi masalah kita, seberapa jauh kita dapat me-ningkatkan kedewasaan sikap dan perilaku dalam mengha-dapi keikhlasan ibadat dan menyantuni setiap orang. Oleh karena itu ingatlah mutiara kepribadian Muhammad SAW berupa “Tidaklah sempurna iman seseorang, apabila dia be-lum bisa mencintai sesamanya seperti mencintai dirinya sen-diri”

Betapa besar daya dorong, bila kita meyakini benar dan ingin mengaktualisasikan kedalam perubahan sikap dan perilaku dari sari tauladan itu dalam menyesiati musuh yang paling besar yang ada dalam diri kita.

Sejalan dengan itu kalau kita ingin memperbaikinya disitu ada jalan pada setiap masalah yang sudah kita identifikasi pada setiap situasi yang ada, maka tak ada sesuatu yang mus-tahil bagi orang yang mau.
Makanya perbanyaklah kamu merenung, membaca dan menghayati perintah Allah SWT, seperti surat dan ayat diba-wah ini :

SURAT AL BAQARAH (KE 2 : 286 ayat: 215, 177)
(215) Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah : Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang se-dang dalam perjalanan”. Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.

(177) Bukanlah menghadapkan wajahmu, ke arah timur dan barat itu, suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebaji-kan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malai-kat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi da memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta ; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat dan menunaikan zakat ; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang be-nar (imannya) ; dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

SURAT AT TAUBAH (KE 9 : 129 ayat : 60, 6)
(60) Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-paengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengeta-hui lagi Maha Bijaksana.

(6) Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supa-ya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.

Dengan menyimak peringatan-peringatan didalam surat dan ayat yang kita ungkapkan diatas, seharusnya mempertebal keyakinan dan berserah diri kepada kecintaan kita kepada Allah SWT semata-mata, karena ia mengetahui setiap per-buatan apapun yang kita lakukan di muka bumi ini.

Jadi bila kita ingin menemukan jalan, dalam usaha meme-cahkan masalah untuk tidak menutup diri terhadap manusia maka janganlah berlama-lama menutup diri dari manusia. Sikap dan perilaku seperti itu akan menyebabkan rasa kesal di hatimu dan menghilangkan kesempatan untuk memahami masalah-masalah yang engkau hadapi, sehingga dalam kehi-dupan ini bercampur aduklah yang haqq dan yang bathil.

Oleh karena itu, ibarat seorang pemimpin adalah juga orang biasa yang tidak dapat mengetahui apa yang dilakukan orang di belakangnya. Sedangkan kebenaran tidak memiliki tanda-tanda yang dapat membedakan dengan jelas antara berbagai macam ketulusan dan kepalsuan. Jadi dalam hidup ini eng-kau berada dalam dua situasi seperti disatu sisi dimana per-buatanmu menjadi seorang dermawan yang selalu bermurah hati dalam kebenaran dan disisi lain engkau adalah penderita penyakit bakhil yang segera akan membuat orang banyak enggan meminta sesuatu darimu karena keputusasaan mere-ka untuk mendapatkannya.

RENDAH HATI DAN KHUSYU’

Dalam meningkatkan kedewasaan sikap dan perilaku dalam kehidupan ini dapat diibaratkan seperti dalam kebahagian se-baiknya jangan tinggi hati, sebaliknya dalam kesusahan ja-ngan kehilangan semangat, ini menunjukkan bahwa keren-dahan hati disukai orang.

Rendah hati bermuara dari kemurahan hati seperti yang di-perlihat oleh sifat para nabi dan merupakan tonggak iman. Dengan sikap dan perilaku yang rendah hati, itu menunjuk-kan adanya keyakinan dan cita-cita kemurahan hati dalam setiap perbuatan dibuatnya.

Simaklah surat dan ayat dibawah ini :
SURAT AL AN’AM (KE 6 : 165 ayat : 63-64)
(63) Katakanlah : Siapakah yang dapat menyelamatkan ka-mu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdo’a ke-padaNya dengan berendah diri dan dengan suara yang lem-but (dengan mengatakan) : Sesungguhnya jika Dia menye-lamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur”

(64) Katakanlah “ Allah menyelamatkan kamu daripada ben-cana itu dan dari segala macam kesusahan, kemudian kamu kembali mempersekutukan-Nya”

SURAT AL A’RAF (KE 7 : 206 ayat : 55, 205-206)
(55) Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
(205) Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak menge-raskan suara, di waktu pagi, petang dan janganlah kamu ter-masuk orang-orang yang lalai.

206) Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tu-hanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mere-ka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nyalah mereka bersujud.

Dari surat dan ayat yang kita ungkapkan diatas, memberikan petunjuk bahwa kemurahan hati diberikan kepada setiap o-rang yang dikasihi oleh Allah SWT. Yang menjadi masalah adalah seberapa jauh orang dapat melepaskan diri dari soal-soal duniawi yang dapat merugikan orang lain. Dapatkah ki-ta membayangkan bila ia kelaparan sedangkan orang lain ia berikan makan, ia berikan pakaian kepada orang lain sedang dirinya telanjang, hidupnya selalu memberikan ssuatu untuk orang lain sedangkan dia tidak bersedia menerima apapun dari orang lain. Jadi bagi orang yang rendah hati akan selalu memikirkan bahwa ia yakin dan rela menyerahkan miliknya untuk mematuhi dan berbuat karena Allah SWT.

Untuk meningkatkan rendah hati dan khusuk dalam setiap perbuatan ini, renungkan peringatan dalam surat dan ayat dibawah ini :

SURAT HUUD (KE 11 :123 ayat : 23)
(23) Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan menger-jakan amal-amal saleh dan merendahkan diri kepada Tuhan
mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni surga mereka kekal di dalamnya.

SURAT AL ANBIYAA’ (KE 21 : 112 AYAT : 89-90)
(89) Dan (ingatlah kisah) Zakariya tatkala ia menyeru Tuhannya : “Ya Tuhanku janganlah engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan engkaulah Waris Yang Paling Baik.

(90) Maka kami memperkenankan do’anya, dan kami anuge-rahkan kepada Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat me-ngandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo’a kepada kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusu’ kepada kami.

SURAT AL HAJJ (KE 22 : 78 ayat : 34-35, 54)
(34) Dan bagi tiap-tiap ummat telah kami syariatkan pe-nyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka , maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, kare-na itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).

(35) (yaitu) orang-orang apabila disebut nama Allah geme-tarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sem-bahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka.

(54) dan orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al Quran itulah yang hak dari Tuhanmu lalu
mereka kepadanya dan sesungguhnyaAllah adalahPemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.
SURAT AL MU’MINUN (KE 23 : 118 ayat : 1-2)
(1) Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
(2) (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.

SURAT AN NUUR (KE 24 : 64 ayat : 30)
(30) Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman : “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memeliha-ra kemaluannya ; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang merka perbuat”.

SURAT AL QASHHASH (KE 28 : 88 ayat : 83)
(83) Negeri akhirat itu , kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusak-an di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang bertakwa.

SURAT LUKMAN (KE 31 : 34 ayat : 18-19)
(18) Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari ma-nusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di mu-ka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyu-kai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

(19) Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan lunak-kanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.

Keseluruhan surat dan ayat yang kita ungkapkan diatas, ma-ka dengan keyakinan dan menyerahkan diri kepada Allah SWT dalam arti menjalankan seluruh perintah-Nya untuk di-taati dan menghindarkan seluruh larangan-Nya.

Dengan sikap dan perilaku yang dituntun atas perintah-Nya, maka perjalanan hidup yang penuh tantangan ini menjadi indah untuk dilalui, sehingga wujud dari rendah hati dan khusu’ merupakan ruang tunggu bagi kesempurnaan.

Hanya dengan ketakwaan kepada-Nya, kita dapat mengenda-likan emosi dan naluri serta menjaga memori, sehingga kita mampu mengendalikan luapan amarah, kekerasan dalam per-buatan, ketajaman tangan dan lidah. Jadi dengan begitu kita mampu memilih yang paling bijaksana, bahkan tidak memu-tuskan sesuatu setelah kekacauan hati ini diingatkan kembali oleh yang maha kuasa.

Dengan menumbuh kembangkan kedewasaan rendah hati dan khusu’ dalam kehidupan ini, maka dalam mengaktuali-sasikan kesadran, kecerdasan dan akal pada semua perbuatan dimana usaha mengendalikan hati menjadi korban perasaan-nya, kesuksesan mendorong kesombongan, kekecewaan me-lahirkan patah hati. Kesemuanya itu merupakan gerakan pi-kiran dari kehendak, naluri dan paksaan. Bila hal itu dida-sarkan kepada rendah hati dan khusus’ yang melahirkan cin-ta kepada Allah semata, maka gerakan pikiran itu akan ter-tuju pada tidak ada kebaikan dan kemaslahatan bagi setiap wujud kecuali gerakan cintanya diperuntukkan bagi pencip-tanya, dan itu berarti ia melepaskan miliknya untuk mema-tuhi Allah dan berbuat demi Allah semata. Disinilah letak kesempurnaan dari aktualisasi pikiran dalam mewujudkan kebenaran dari gerakankehendak, naluri dan paksaan kejalan yang benar.
AMPUNAN / MA’AF

Mampukah seseorang yang memiliki kekuasaan menjadi pe-maaf. Umumnya dalam bersikap dan berperilaku dengan makin besar kekuasaan, ada kecenderungan makin besar bahaya penyalahgunaannya, sehingga tidak heran dalam ke-hidupan ini orang sangat mengagungkan mempunyai kekua-saan, tapi sebaliknya ia tidak menyadari kecemasan juga ada dibaliknya karena kadang kala begitu sulit untuk menyentuh hati agar dapat memahami dimana kebaikan itu berhenti dan kejahatan itu bermula.

Untuk menuntun cahaya mata hati agar tingkat kedewasaan tawakal kepada Allah SWT, maka coba renungkan surat dan ayat dibawah ini :

SURAT ALI IMRAN (KE 3 : 200 ayat : 159)
(159) Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohon-kanlah ampun bagi mereka. Dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah
membulatkan tekad, maka bertakwalah kepada Allah. Se-sungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

SURAT AN NISAA’ (KE 4 : 176 ayat : 27-28, 98-99)
(27) Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).

(28) Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.

(98) kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan ti-dak mengetahui jalan (untuk hijrah).

(99) mereka itu, mudah-mudahan Allah mema’afkannya. Dan Allah Maha Pema’af lagi Maha Pengampun.

SURAT AL A’RAF (KE 7 : 206 ayat : 199)
(199) Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerja-kan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.

SURAT HUUD (KE 11 : 123 ayat : 11)
(11) kecuali orrang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh ; mereka itu beroleh am-punan dan pahala yang besar.

SURAT AZ ZUMAR (KE 39 : 75 ayat : 24)
(24) Maka apakah orang-orang yang menoleh dengan mu-kanya menghindari azab yang buruk pada hari kiamat (sama dengan orang mu’min yang tidak kena azab)? Dan dikatakan kepada orang-orang yang zalim. “Rasakanlah olehmu balasan apa yang telah kamu kerjakan”

SURAT AN NAJM (KE 53 : 62 ayat : 32)
(32) (Yaitu) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan per-buatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Se-sungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadi-

kan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam pe-rut ibumu ; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa

SURAT AT TAGHABUN (KE 64 : 18 ayat : 14)
(14) Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-istermu dan anak-anakmu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka ; dan jika kamu mema’afkan dan tidak me-marahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Pengampun lagi Maha Penyayang.
Dengan merenung dan kita dapat memahami makna peri-ngatan yang ditunjukkan oleh Allah SWT dalam surat dan ayat yang diungkapkan diatas, akan sangat tergantung ting-kat kemampuan berpikirnya dengan memanfaatkan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya. Dapat kita bayangkan ibarat bahwa kita akan sangat heran bahwa manusia saban hari me-nyisir rambutnya, tetapi tidak ada menyisir otaknya (otak atas dan otak dibawah sadar), begitu pula dalam kehidupan ini orang senang makan dan membersihkan badan tetapi sa-ngat sulit memberi makanan jiwa dan membersihkan keba-thinannya karena ia belum meyakini benar ungkapan seperti “Agama itu akal, dan tidak ada agama bagi siapa yang tidak berakal”. Oleh karena itu simaklah surat dan ayat dibawah ini yang mengungkapkan keutamaan Ilmu dalam Surat Ali ‘Imran (ke 3, ayat 18) sebagai berikut :
(18) Alah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadil-an. Para Malaikat dan orang-orang yang Berilmu (juga me-nyatakan yang demikian itu). Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Jadi dengan ilmu kita berusaha untuk mendapatkan jalan me-nuju maaf dan ampunan dan bila itu kehendaki oleh Allah SWT, maka Dia telah memberikan cahaya-Nya.

Oleh karena itu, yakinlah bahwa maaf adalah rahasia Tuhan didalam hati orang-orang yang dipilihnya, maka manfaatkan kesadran, kecerdasan dan akal dalam bersikap dan berperila-ku untuk selalu memberi maaf sesama manusia, bagaimana mungkin kamu mengharapkan ampunan dari Allah SWT, bila engkau tidak berbuat seperti itu.

Sejalan dengan apa yang kita utarakan itu, maka simaklah surat dan ayat dibawah ini sebagai peringatan bagimu :
SURAT AN NUUR (KE 24: 64 ayat : 22)
(22) Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema’afkan dan berla-pang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah kira bah-wa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balas-an dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.

KATA PENGANTAR
Renungan Bacaan Amalan Batin Dilihat Dari Sisi Hubung-an Manusia adalah suatu tulisan yang mengingatkan tentang umur dan perbuatan manusia. Perbuatan manusia itu dige-rakkan oleh pikiran. Pikiran adalah tambang emas yang ada dalam otak manusia yang penuh dengan keajaiban. Bila kita ingin mendapatkan sesuatu darinya, maka galilah sepuas hatimu. Cobalah kita renungkan sejenak seandainya kita me-nginginkan selamat hidup di dunia dan akherat.

Pikiran selamat hidup di dunia dan akherat adalah suatu usa-ha untuk mendewasaakan secara berkesinambungan dari ma-sa umur yang sejalan dengan semua perbuatan yang menuju kecintaan kepada Allah SWT, oleh karena itu wujudkan ge-rakan untuk berpikir tentang karunia-Nya melalui proses peningkatan amalan batin.

Saat kita merenungkan untuk berpikir tentang Karunia-Nya, maka terlintas dalam pikiran untuk mengetahui tentang ma-sa umur seperti yang diungkapkan oleh Ibnul Jauzi, telah membagi umur ini men-jadi lima masa :
1) Masa kanak-kanak, sejak dilahirkan hingga mencapai lima belas tahun ;
2) Masa muda, dari umur lima belas tahun hingga umur tiga puluh lima tahun ;
3) Masa dewasa, dari umur tigapuluh lima tahun hingga umur limapuluh tahun ;
4) Masa tua, dari umur limapuluh tahun hingga tujuhpuluh tahun ;
5) Masa usia-lanjut, dari umur tujuhpuluh tahun hingga akhir umur yang dikaruniakan oleh Allah.

Merenung tentang umur, tak lain untuk mengingatkan kita dalam menempuh perjalan hidup didunia ini bahwa kita harus ingat penjemput maut pasti datang, hanya kita tidak tahu kapan datangnya. Rasulullah saw. telah diwafatkan oleh Allah SWT, yaitu dalam usia 63 tahun menurut riwayat yang shahih. Apa artinya itu bagi anak-anaku, tak lain adalah se-jalan dengan pesan Rasulullah saw. Bahwa:

“Rebutlah lima peluang sebelum terjadi lima perkara : masa mudamu sebe-lum tiba masa tua, masa sehatmu sebelum tiba masa sakit, masa lapangmu sebelum tiba masa sibuk, masa kayamu sebelum tiba masa papa dan masa hidupmu sebelum tiba ajalmu” (H.R.Al-Hakim Baihaqi, Ibnu Abi’ddunia, Ibnul – Mubarak).

Selanjutnya beliau bersabda bahwa : “Takkan bergeser kkedua kaki manusia pada hari kiamat sampai sele-sai ditanya tentang empat perkara :

1) Tentang umurnya, untuk apa dihabiskan,
2) Tentang masa mudanya, untuk apa dipergunakan,
3) Tentang hartanya, dari mana diperoleh dan untuk apa dibelanjakan,
4) Tentang ilmunya, apa yang sudah diperbuat dengannya” (H.R. Tirmidzi)

Dengan merenung itu, semoga ada motivasi kita untuk lebih mengenal tentang diri kita dengan mengingat perintah Allah SWT dalam SURAT FAATHIR (KE 35 : 45 ayat : 37)
“Dan mereka berteriak dalam neraka itu:”Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan

apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk ber-fikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) dating kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.

Dengan merenung itu, bangkitkan cahaya hati ini dalam me-nempuh perjalanan hidup untuk dunia dan akherat melalui tahapan peningkatan kedewasaan KETICINTAAN KITA KEPADA ALLAH SWT, hanya dengan itulah kita selalu akan ingat bahwa MAUT pasti datang, dan oleh karena itu persiapkan dirimu dengan melihat masa umur kita dengan berpikir, bekerja dan belajar sepanjang hidup ini, disitulah terletak kemampuanmu untuk memanfaatkan kesadran, ke-cerdasan dan akal yang ada dalam otakmu untuk amalan la-hir (syariat lahir disebut syariat diamalkan oleh jasad lahir) dan amalan batin (syariat batin disebut hakikat diamalkan oleh jasad batin atu roh). Jadi amalan lahir dan batin wajib dilaksanakan serentak dalam satu masa di semua waktu dan keadaan. Yang sangat menentukan dalam mewujudkan ke-cintaanmu kepada Allah SWT adalah amalan batin, tapi itu tidak berarti yang satu lebih penting dari yang lain, keduanya saling terikat dan mengisi, tetapi dalam keadaan ada kedua-nya hakikatlah yang lebih utama.

Jadi, ingatlah bahwa tambang emas ada dalam diri kita yaitu pikiranmu, galilah sepuas hatimu sesuai dengan niat yang engkau ucapkan dalam hati, maka disitulah terletak kemam-puanmu untuk meningkatkan amalan batin sebagai kunci suksesmu dalam mewujudka kecintaanmu kepada Allah SWT dengan memanfaatkan otak yang ada dalam diri ini, yang menjadi masalah seberapa jauhkan kita ingin me-ningkatkan kemampuan untuk mengelola otak yang penuh keajaiban didalamnya. Untuk membuka tabir keajaiban itu, kita haruslah konsisten dalam mengaktualisasikan alat pikiran ini berupa KESADARAN, KECERDASAN dan AKAL dalam proses yang teratur agar kita mampu mela-kukan dalam setiap perbuatan yang mengarah kepada karunia Allah SWT. Untuk itu kita harus memahami fungsi otak dalam memori, emosi dan naluri. Jadi dalam kehidupan ini tingkat kedewasaan rohaniah sampai ke tingkat yang paling tinggi kecintaanmu kepada Allah SWT agar kita dapat mengendalikan naluri dan emosi sebagai pilar yang dapat setiap waktu memanfaatkan memori ini.

Untuk mengingatkanmu, periksalah usaha-usaha kita dari waktu ke waktu terhadap sikap dan perilaku dalam usaha kita untuk meningkatkan kecintaan kita kepada Allah SWT yang nampak dalam pikiran kita seperti :
1) Menyadari sepenuhnya tentang maut.
2) Sadar akan kehendak Allah dari kehendak sendiri.
3) Melaksanakan dzikrullah secara otomatis.
4) Mengagungkan firman Allah dalam Al-quran.
5) Meningkatkan keyakinan dan menyerah diri untuk tujuan ibadah.
6) Menjalankan ibadah menjadi kebutuhan.

Akhirnya cobalah engkau renungkan kembali ungkapan Tirmidzi, dalam sebuah hadits yang ia terima dari Ibnu Abbas menyatakan bahwa Rasulullah saw, bersabda :

“Wahai Ghulam ! Sesungguhnya aku akan mengajarkan ke-padamu kalimat : Jagalah perintah yang diwajibkan Allah

dan larangan yang diharamkan-Nya, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah perintah yang diwajibkan Allah dan larangan yang diharamkan-Nya, niscaya kamu dijaga dan dibantu-Nya.
Apabila kamu memohon mohonlah kepada Allah.
Apabila kamu minta pertolongan, mintalah kepada Allah.
Dan ketahuilah, sesungguhnya seluruh makhluk seandainya berhimpun untuk memberi manfa’at kepadamu, niscaya me-reka tidak dapat memberikan manfa’at, kecuali hanyalah apa yang telah ditentukan Allah kepadamu.
Dan apabila mereka berhimpun untuk mendatangkan bahaya, maka mereka tidak akan dapat mendatangkannya kecuali ha-nyalah apa yang telah ditentukan Allah kepadamu.
Karena pena-pena telah diangkat sedang lembarannya sudah kering.”

Tulisan ini merupakan bagian pertama dari kumpulan tulisan yang berhubungan atas amalan batin dari sisi hubungan dengan Tuhan dan manusia.

Bandung, 25 Mei 2001.
Abdul Talib Rachman

Catatan :
Kebiasaan dalam menulis kutipan dari Al-Quran dengan menulis QS.35 : 37. Sedangkan dalam tulisan ini menulis seperti : Surat Faathir ( ke 35 : 45 ayat : 37) yang menunjuk-kan ke 35 artinya surat nomor 35 : 45 ayat menunjukkan jumlah seluruh ayat dalam surat tersebut : 37 menunjukkan ayat yang dikutip.
Tulisan yang sederhana ini, terutama ditujukan kepada anak-anakku yang tercita :

M. Haitan Rachman
M. Fauzan Rachman
M. Almawerdi Rachman
M. Alfaribi Rachman
M. Salifi Rachman
Nurdigitaliwati Rachman

Ingatlah selalu masa umurmu, dan disitulah terletak keingin-anmu untuk memanfaatkan alat pikiranmu berupa Kesadar-an, Kecerdasan dan Akal untuk menuntunmu dari setiap per-buatan yang di karunia Allah SWT. Maut akan datang setiap waktu untuk menjemputmu, oleh karena itu tingkatkan usaha usaha mendewasakan dalam masa umurmu tentang Kecin-taanmu Kepada Allah SWT.
DAFTAR ISI
Kesuksesan Dalam Masalah Keberhasilan 001-007

Kesuksesan Dalam Masalah Pekerjaan dan
Efesiensi Kerja 008-014

Kesuksesan Dalam Masalah Ke-ragu2an 015-020

Kesuksesan Dalam Masalah Ichtiar dan
Pertolongan Allah 021-034

Amalan Batin Dalam Sisi Masalah Kebaikan 035-042

Amalan Batin Dalam Masalah Tolong –
Menolong 043-045

Amalan Batin Masalah Kebajikan, Keramah-
Tamahan dan Kesempurnaan 046-056

Amalan Batin Dalam Sisi Masalah Kehor-
Matan Diri 057-057

Amalan Batin Dalam Sisi Masalah Kelakuan
Baik, Kasih Sayang, Perdamaian dan perten-
Tangan Pendapat 058-071

Amalan Batin Dalam Sisi Masalah Nafsu-
Seksuil, Amanat, Hirauan, Berkata Benar,
Permusuhan dan Keadilan 072-098

Amalan Batin Dalam Sisi Masalah Persau-
Daraan, Kepetingan Dan Tamu 099-120
Lampiran
Cuplikan bab pendahuluan dari
Manajemen Otak oleh Abdul Talib Rachman

 

AMALAM BATIN
DALAM SISI MASALAH KEBAIKAN

Setiap orang yang berpikir secara konsepsional materialistik, biasanya orang tersebut semangkin tinggi penghargaan orang kepada harta benda maka semakin dalam pulalah turunnya pehargaan orang kepada kebaikan.

Sesungguhnya umur manusia memang singkat, maka dalam me-ngikuti perjalanan hidup ini dalam kita berpikir, bekerja dan belajar dari kompilasi tahun demi tahun, bulan demi bulan, minggu demi minggu, hari demi hari, jam demi jam, detik demi detik akan memperlihatkan sikap dan perilaku kita dalam kehidupan ini dari bangun tidur hingga tidur lagi.

Marilah kita merenung sejenak surat dan ayat dibawah ini :

SURAT AL BAYYINAH (KE 98 : 8 AYAT : 7-8)
(7) Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.

(8) Balasan mereka disisi Tuhan mereka ialah surga ‘And yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.

Dari surat dan ayat tersebut diatas, bagi seorang mukmim sejati ia harus menyadari sepenuhnya tentang dirinya bahwa tiada pintu kebaikan yang terbuka dan kesempatan yang terbentang, melainkan dimanfaatkannya secara maksimal untuk menabung
selaksa kebaikan demi akhir kehidupannya kelak, ia tidak merasa puas dengan kebaikan yang banyak yang ia lakukannya, dan tidak merasa cukup dengan bekal ketaatan yang pernah diamalkannya. Setiap waktu dari umurnya dan setiap pintu hidup dalam kehidupannya senantiasa dipergu-nukan untuk berpacu memperbanyak amal-amal kebajikan yang dilandasi ke ikhlasan semata-mata mengharapkan ridha Allah SWT.

Dengan demikian akhlak dalam masalah kebaikan untuk menjadikan manusia dapat hidup aman, tentram dan rukun damai untuk dunia dan akhirat, maka jangan lupa kita sering mendengar-kan akan nasehat orang bijak seperti :

Sediakan waktu untuk membaca karena itu sumber hikmat.
Sediakan waktu untuk tertawa karena itu musiknya jiwa.
Sediakan waktu untuk berpikir karena itu pokok kemajuan.
Sediakan waktu untuk beramal karena itu pangkal kejayaan.
Sediakan waktu untuk kegembiraan karena itu membuat muda selalu.
Sediakan waktu untuk beriman karena itu adalah induk dari segala ketentraman hati.

Dengan sering mengingat akan nasehat 0rang-orang yang bijak berarti kita berusaha membuang kecemasan-kecemasan yang mempengaruhi jiwa dari kejahatan-kejahatan diri dan nafsu-nafsu-nya, mengalahkan setan, masuk kedalam tuntunan Allah SWT dan jaminan perlindunganya, seperti apa yang diungkapkan dalam surat dan ayat-ayat dibawah ini

SURAT AL BAQARAH (Ke 2 : 286 ayat : 195, 44, 148)
(195) Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam

kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

(44) Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri; padahal kamu membaca Al Kitab (Taurrat)? Maka tidakkah kamu berpikir?

(148) Dan bagi tiap-tiap Umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam
berbuat) Kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Oleh karena itu, dengan bertawakal kita meyakini benar apa yang kita anjurkan dan memeberikan nasehat-nasehat yang baik kepada orang lain dengan memperlakukan dengan baik dan sopan, walaupun kita berbeda dalam sikap dan perilaku.

Dengan memahami kebaikan yang diajarkan dalam Al-Quran, dengan bersikaf arif dan bijak terhadap waktu, umur dan kesempat-an yang harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya, maka kita
dapat mengenal segala macam tipu daya setan kedalam nafsu yang merajuk terhadap naluri, sehingga pintu hidup dalam kehidupan ini senantiasa diperguna-kan untuk berpacu dalam memperbanyak amal-amal, semata-mata mengharapkan ridha Allah SWT.
Untuk mengingatkan sikap dan perilaku kita dalam aktualisasi kehidupan ini bahwa nafsu itu musuh yang berbahaya, maka tibalah saatnya penyesalan dan kerusakan yang tidak disadari, kecuali orang yang dipelihara Allah dengan karunianya dan ditolong dengan rahmat-nya untuk mengalahkan nafsu itu.

Sejalan dengan apa yang kita utarakan diatas, maka simaklah surat-surat dan ayat-ayat seperti dibawah ini :

SURAT FUSHSHILAT (KE 41: 54 ayat : 34-36)
(36) Dan jika syaitan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

(34) Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu, dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.

(35) Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianuhgerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberun tungan yang besar.

SURAT AL MU’MINUN ( KE 23 : 118 ayat : 96)
(96) Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan.

Dengan memperhatikan surat dan ayat diatas, untuk mengingatkan kita bahwa bagi orang membuat satu

kesalahan akan timbul bintik-bintik hitam pada hatinya. Kalau dia membuat kesalahan karena didorong oleh hawa nafsu amarah dimana ia tidak mampu membedakan kebaikan dan keburukan, maka bertambahlah bintik-bintik hitam itu, sehingga lama kelamaan akan merusak sehingga akhirnya meliputi hatinya.

Jadi mencapai perikemanusiaan ialah hati yang terdidik dan pikiran yang terpelajar, dengan ini timbul pasangan yang halus dan hidup yang berpikir karena hati telah disinari Nur Ilahi dan kepala yang berisi pengetahuan.

Oleh karena itu, renungkanlah pertanyaan seorang sahabat kepada Rasullullah “apakah yang dimaksud dengan jihad besar yang hendak dihadapi itu, Ya Rasul ?” Rasullullah menjawab : Berjihad melawan hawa nafsu.

Jadi hendaknya kita waspada, sebab pada nafsu sukar ditandingi, maka simaklah surat dan ayat yang diungkapkan dibawah ini :

SURAT ALQASHHASH (KE 28 : 88 ayat ; 54)
(54) Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebahagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan.

SURAT YUNUS (KE 10 : 109 ayat : 26)
(26) Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (ialah kenikmatan melihat Allah). Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan
tidak (pula) kehinaan.Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.

Surat dan ayat diatas mengingatkan kita bahwa tidak ada sesuatu kebaikan dan keburukan, hanya cara memikir dan memahaminya sajalah yang menyebabkan kedua perbedaan itu, makanya selalulah kita memanfaatkan alat pikir berupa kesadaran, kecerdasan dan akal untuk selalu bersikap arif terhadap umur, waktu, kesempatan dan segenap pintu kebaikan, serta menggunakannya seefektif dan seefisien mungkin, maka hati kita tumbuh dinamis dan selalu giat dalam menghampiri hadirat Allah SWT, dengan bertawakal semoga kita tergolong hamba-hambanya yang pandai memanfaatkan dan mengisi waktunya.

Selanjutnya simaklah surat dan ayat yang kita ungkapkan dibawah ini untuk terus bertawakal kepada-Nya :

SURAT ALI IMRAN (KE 3 : 200 ayat : 115)
(115) Dan apa saja kebajikan yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menerima pahalanya) ; dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa.

SURAT AN NAHL (KE 16 : 128 : 30)
(30) Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa. “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab : (“Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa.
Dengan sungguh-sungguh kita menyimak surat dan ayat diatas, maka kita menyadari benar keberadaan Allah SWT bahwa dengan menggunakan alat pikiran berupa kesadaran, kecerdasan dan akal dalam memandang alam sebagai orang yang beriman tidaklah dengan sebelah mata melainkan dengan dua mata ialah dengan pandangan zahir dan pandangan bathin yaitu mata hati. Kerena pandangan bathin inilah orang tidak mau membuat kejahatan walaupun tidak ada orang yang melihatnya, karena itu pula orang dapat hidup bahagia dan mau mengorbankan hartanya.

Akhirnya, kita harus meyakini benar bahwa tambang emas yang ada dalam diri kita adalah pikiran, maka manfaatkan sebaik-baiknya, ibarat berlian walaupun terletak di lumpur juga akan bercahaya, tapi kotoran ayam walaupun diletakkan di atas meja akan tetap berbau yang tidak enak, makanya bila ingin selamat hidup didunia dan diakhirat galilah tambang emas itu sepuas hatimu.

Oleh karena itu, jangan sekali-kali kamu melepaskan diri dari keyakinan untuk berjihad melawan hawa nafsu amarah sehingga kamu mampu membedakan kebaikan dan keburu-kan. Sejalan dengan itu simaklah surat dan ayat dibawah ini :

SURAT THAAHAA (KE 20 : 135 ayat : 112)
(112) Dan barang siapa mengerjakan amal-amal yang soleh dan ia dalam keadaan beriman, maka ia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya.
SURAT AL A’RAAF (KE 7 : 206 ayat : 58)
(58) Dan tanah yang baik , tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.

Dengan memperhatikan surat dan ayat yang diungkapkan diatas, janganlah ada keragu-raguan dihatimu untuk membu-at rencana kemajuan hidup dan kemudian jalankanlah renca-na itu, walaupun bersusah payah karena didalam diri ada tenaga untuk bertumbuh dan mengalir terus, oleh karena itu kita harus menunjukkan niat kepada Tuhan semata-mata dan memohon pertolongan-Nya serta mengharapkan-Nya serta bersyukur dengan mempercayakan segala persoalan kepada Allah SWT.

AMALAN BATIN
DALAM MASALAH TOLONG MENOLONG
Pada diri setiap orang yang mengakui diri beriman berarti ia patuh terhadap keyakinan dan kepercayaan terhadap perintah dari Allah SWT dan karena itu setiap orang akan mampu menjalankan apa yang menjadi tugas kewajiban sebagai ummat pengikut Nabi Muhammad saw sebagai pembawa risalah terakhir.

Kewajiban adalah sesuatu sikap dan perilaku, apa yang diharapkan dari orang lain, bukan dari diri sendiri, sehingga dalam memandang aspek tolong menolang dalam perjalanan hidup ini merupakan tugas bagi orang yang mengakui beriman sebagai tugas kewajiban. Jadi kewajiban dalam tolong menolong bukanlah memandang kepada yang jauh dan samar-samar akan tetapi melaksanakan apa yang sedang langsung kita hadapi dalam kehidupan ini.

Simaklah surat dan ayat yang diutarakan dibawah ini :

SURAT AL MAA-IDAH (KE 5 : 120 ayat : 2)
(2) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syiar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengun-jungi Baitullah sedang mereka mencari karunia dan keredhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu.
Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari

Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka) Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerja-kan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan palanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

Dengan selalu membaca dan mengingat larangan-larangan yang harus kita taati untuk hidup selamat didunia dan di akhirat, yang kita yakini, maka kalau kita yakin sesuatu akan jadi buruk dan kita mampu mengankatkan kesadaran akan hal itu dan dengan kecerdasan kita dapat mencegahnya, disitulah letak arti hidup kita yang mampu menggerakkan akal untuk membuka mata hati sebagai pertolongan Allah SWT untuk kita mengenal diri kita.

Sejalan dengan yang kita utarakan diatas, maka simaklah surat dan ayat dibawah ini untuk mengingatkan kita dalam berpikir yang arif dalam usaha untuk kita lakukan apa yang menjadi kewajiban kita sebagai berikut :

SURAT AL ANFAL (KE 8 : 75 ayat : 73)
(73) Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.

SURAT AT TAUBAH (KE 9 : 129 ayat : 71)
(71) Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan

sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka ta’at keppada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Kedua surat dan ayat tersebut telah mengajarkan kepada kita untuk selalu dalam kehidupan ini bahwa tidaklah sempurna iman seseorang, apabila dia belum bisa mencintai sesamanya seperti mencintai dirinya.

Dengan demikian, kamu akan dipandang sebagai orang hidup, jika hidup itu kami isi dengan kesungguhan mematuhi perintah-perintah Allah SWT, maka kamu akan dapat memanfaatkan hidup ini dalam berpikir, bekerja dan belajar dengan merenungkan masa umur ini, untuk apa aku hidup ini.
AMALAN BATIN DALAM MASALAH
KEBAJIKAN, KERAMAH TAMAHAN
DAN KESEMPURNAAN
Kebajikan disatu sisi menunjukkan sikap positip artinya wujud nyata dari aktualisasi dari suasana jiwa yang terutama memperhati-kan hal-hal yang baik, dan disisi lain menunjukkan perilaku seseorang dengan memperlihatkan gaya yang wajar dengan sikap langsung, jujur dan penuh respek dalam berintraksi dengan orang lain.

Keramah tamahan juga mengandung makna dalam mewu-judkan aktualisasi diri dalam sikap dan perilaku sebagai orang yang memiliki sifat baik hati dan menarik budi baha-sanya sehingga dalam pergaulan termasuk yang disenangi. Disitulah letak kesempurnaan hatimu.

Simak dan renungkan surat dan ayat dibawah ini :

SURAT SURAT AN NAHL (KE 16 : 128 ayat : 90)
(90) Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat me-ngambil pelajaran.

SURAT ALI ‘IMRAN (KE 3 : 200ayat ; 134)
(134) (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai oorang-orang yang yang berbuat kebajikan.

Kedua surat dan ayat tersebut diatas, mengingatkan kita bahwa kita hidup antara dua tangis. Tangis pertama di waktu lahir dan tangis kedua pesakitan sewaktu malaikat maut mencabutkan nyawa, karena itu pergunakanlah sisa umur untuk berbuat kebajikan, keramah-tamahan karena kita lahir tidak membawa harta dan matipun tidak juga membawa harta.

Oleh karena itu, buanglah dalam pikiranmu jauh-jauh me-ngenai kesenangan pangkat dan kekayaan yang membawa malapeteka hidupmu didunia dan di akhirat, tingkatkan ke-senangan hati dan ketenteraman jiwa.

Baca dan simaklah surat dan ayat dibawah ini :

SURAT AL BAQARAH (KE 2 : 286 ayat : 83, 177, 261-261)
(83) Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu;) Janganlah kamu menyembah selain Allah dan berbuat baiklah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anakanak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikan zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.

(177) Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitan, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolong-an)

dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hambasahaya, mendiri-kan shalat, dan menunaikan zakat dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji dan orang-orang yang sabar dalam kaesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya) dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

(261) Perumpamaaan (nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnianya) lagi Maha Mengetahui.

(262) Orang-orang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkan-nya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan sipenerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan meereka. Tidak ada kekkhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

(263) Perkataan yang baik dan pemberian ma’af lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakit-kan (perasaan penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.

Dengan membaca dan merenung makna yang terkandung dalam surat dan ayat yang diungkapkan diatas, membuka mata hati kita untuk meningkatkan kesempurnaan dalam sikap dan perilaku agar kita selamat hidup didunia dan di akhirat.
Kebajikan dan keramah-tamahan merupakan sinar yang dapat menembus kesadaran untuk melakukan suatu perbuat-an bila kita dapat meyakini sepenuhnya kebesaran Allah SWT, hanya dengan pertolongan-Nyalah kita dapat menumbuh kembangkan kedewasa-an naluri dalam usaha untuk meruntuhkan hawa nafsu.

Untuk menyuburkan kebajikan dan keramah-tamahan kedalam jiwa, secara ikhlas kita memohon kepada Allah SWT agar kita mampu membatasi kei-nginan, itu berarti orang membatasi keperluan dari soal-soal di dunia sehingga semua keputusan dalam perbuatannya memperkaya diri dalam hal paling sedikit keinginan agar kita selamat hidup di dunia dan di akhirat.

Baca dan renungkan surat dan ayat dibawah ini untuk menuntun kita dalam perbuatan hidup ini :

SURAT AN NISA’ (KE 4 : 176 AYAT : 36, 114)
(36) Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.

(114) Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyeruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barang siapa berbuat yang demikian karena mencari keridhaan

Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.

SURAT ALI IMRAN (KE 3 : 200 ayat ; 15, 17)
(15) Katakanlah : “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?”. Untuk orang-orang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah : Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

(17) (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap Ta’at, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu suhur

Saat ini bila kita membaca dan merenungkan perintah Allah SWT, ada getaran suara hati untuk menanyakan kepada diri kita, apakah sikap dan perilaku dalam kehidupan ini telah sejalan dengan amalan batin yang dikehendaki. Cobalah pandang dirimu dalam posisi sekarang ini, apakah kita dapat menangkap makna kesom-bongan dalam hidup ini seperti :

“Jangan sombongkan masa depanmu, sebab tidak ada yang tahu apa yang dibawakan oleh hari esok”

Oleh karena itu, jauhkan sikap dan perilaku dalam kesom-bongan yang akan didorong terus menerus oleh syetan dalam bentuk nafsu lawwamah artinya nafsu yang memiliki rasa insaf dan menyesal sesudah melakukan suatu pelanggaran, jadi kesombongan itu berjalan sebelum keruntuhan.
Dengan bertawakal kepada Allah SWT, kita memohon pertolong-annya agar jauhkan kesombongan dari pikiranku disatu sisi dan disisi lain kita mengharapkan tumbuhnya kesadaran untuk meningkatkan kesabaran, agar aku selalu berada di jalan Allah SWT. Dengan menumbuh kembangkan kesabaran dalam jiwa akan merupakan kunci kegembiraan, walaupun diawalnya kesabaran itu pahit, tapi buahnya manis.

Selanjutnya simaklah surat dan ayat dibawah ini yang akan memberikan sinar agar kamu tergugah dari ketidak pastian dallam hidup ini :

SURAT AL MAIDAH (KE 5 : 120 ayat : 32)
(32) Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa : barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memeliha-ra kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sunguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi.

SURAT AL HUJURAAT (KE 49 : 18 ayat : 11-12)
(11) Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu

sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang telah bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

(12) Hai orang-orang yang beriman,jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguh-nya sebagian prasangka, itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu meng-gunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

SURAT AL MA’ARIJ (KE 70 : 44 ayat : 24-25)
(24) dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu,

(25) bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta),

SURAT ALFAJR (KE 89 : 30 ayat : 16-20)
(16) Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezkinya maka dia berkata : “Tuhanku menghinakanku”

(17) Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim.

(18) dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,
(19) dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil),

(20) dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.

SURAT AL BALAD (KE 90 : 20 ayat : 12-17)
(12) Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu ?

(13) (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan,
(14) atau memberi makan pada hari kelaparan,

(15) (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat,

(16) atau orang miskin yang sangat fakir.

(17) Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk saling berkasih sayang.

SURAT AL KATSAR (KE 108 : 3 ayat : 3)
(3) Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.

SURAT AL AHZAB (KE 33 : 73 ayat : 58)
(58) Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mu’min tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.
SURAT ALMA’UN (KE 107 : 7 ayat : 1-3)
(1) Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

(2) Itulah orang yang menghardik anak yatim.

(3) Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.

SURAT AL LAIL (KE 92 : 21 ayat : 17-21)
(17) Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu,

(18) yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya,

(19) padahal tidak ada seorangpun memberikan suatu ni’mat kepadanya yang harus dibalasnya,

(20) tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha Tinggi.

(21) Dan kelak ia benar-benar mendapat kepuasan.

SURAL AL IKHLASH (KE 112 : 4 ayat ; 1-2)
(1) Katakanlah “Dia Allah, Yang Maha Esa.

(2) Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

SURAT MUDATSTSIR (KE 74 : 56 AYAT : 44)
(44) Sesungguhnyalah demikianlah Kami memberi balasan kepada kepada orang-orang yang berbuat baik.
Dengan membaca serta dapat merenungkan surat-surat dan ayat-ayat yang kita ungkapkan diatas, maka dalam perjalanan hidup ini seharusnya ada kerinduan dan kecintaan kita kepada Allah SWT, betapa Maha Pengasihnya kepada manusia agar kita dapat menempuh keselamatan hidup di dunia dan di akhirat

Oleh karena itu, jangan kamu tinggalkan dalam hidup ini untuk berpikir, bekerja dan belajar sepanjang masa agar kita selalu dapat mengingat bahwa kebiasaan manusia lebih condong membuat kejahatan dari kebaikan, sebabnya nafsu lebih tua umurnya dari akal. Iblis lebih tua umurnya dari manusia. Jangan engkau sangkal dari kenyataan bahwa manusia dikepung oleh empat penjuru musuh, kiri hawa, di kanan nafsu, di muka dunia, di belakang syetan yang menunda ke muka. Jadi tubuh dan dunia dalam kekotoran karena itu perlu pengetahuan dan keimanan dalam usaha kita meningkatkan kedewasaan amalan batin secara terus menerus agar kita memiliki kemampuan membersihkan jiwa.

Sesuai dengan ajaran Al-Quran dan Al-Sunnah tegakkan dalam berpikir, berbicara dan berbuat hendaklah kita memperhatikan kepentingan orang lain, maka disitulah terletak akan nampak delapan yang menyebabkan muka bercahaya “ Kesehatan terjaga ; Kegembiraan ; Sinar pengetahuan ; Kesucian batin ; Kekuatan keimanan ; Tidak banyak dosa ; Hidup optimis ; Berani dan sabar “

Sejalan dengan apa yang kita ungkapkan diatas ingat nasehat orang bijak “Dengan tidak terasa kita diserang umur tua karena jam, hari, bulan dan tahun liwat sebagai bayangan. Semakin bertambah hari bulan bukanlah umur bertambah

panjang, tetapi umur semakin pendek dan semakin dekat dengan pintu kubur “

Dengan demikian sadarlah bahwa dunia ini seperti roda pedati, kesusahan dengan kesenangan silih berganti. Kesulitan itu hanya sebentar, kesenangan itu hanya sekejab, maka temukan dirimu, disitulah engkau merasakan kerinduan dan kecintaanmu kepada Allah SWT.

Kerinduan dan kecintaanmu itu mendorong alat berpikirmu dalam bentuk kesadaran, kecerdasan dan akal dalam menghayati enam macam hati manusia agar sikap positip dan perilaku asertif tumbuh
dan berkembang yang sejalan dengan usaha-usaha meningkatkan kedewasaan amalan batin yaitu:

1. Hati yang mati karena tidak menambah pengetahuan.

2. Hati yang hidup yaitu hati yang ada iman.

3. Hati yang sehat ialah hati yang taat.

4. Hati yang sakit ialah durhaka kepada Allah.

5. Hati yang bangun ialah ingat selalu kepada Allah

6. Hati yang tidur yaitu hati yang lalai.
AMALAN BATIN
DALAM SISI MASALAH KEHORMATAN DIRI

Renungkanlah, yakini dan pasrah diri makna surat-surat dan ayat dibawah ini dalam menemukan diri :

SURAT AL MAA-IDAH (KE 5 : 120 ayat : 5)
5. Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik-baik. Makanan (sembelihan) 0rang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wani-ta-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah memba-yar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikan gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak me-nerima hukum-hukum islam maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi.
SURAT AL MU’MINUUN (KE 23 : 118 ayat : 1, 5)
(1) Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
(5) dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
SURAT AN NUUR (KE 24 : 64 ayat : 30)
(30) Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memeli-hara kemaluannya ; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”
SURAT AL MA’ARIJ (KE 70 : 44 ayat : 35)
(35) Mereka itu (kekal) di surga lagi dimuliakan.

AMALAN BATIN
DALAM SISI MASALAH KELAKUAN BAIK, PERDAMAIAN, KESEPAKATAN DAN PERTENTANGAN PENDAPAT

KELAKUAN BAIK
Kelakuan baik merupakan sinar cahaya yang menerangi alam berpikir dimana pemanfaatan alat pikiran berupa kesa-daran, kecerdasan dan akal saling berkaitan dalam proses pengambilan keputusan oleh perbuatan manusia. Oleh kare-na itu gambaran tentang pengetahuan budi dan pekerti yang baik bagi seseorang adalah jembatan emas yang akan dilalui oleh anak turunannya yang akan membahagiakan, bukan ka-rena kemashuran dan kepangkatan seseorang.

Sejalan dengan hal yang kita kemukakan diatas, maka dalam setiap perbuatan manusia yang termotivasi dari sinar cahaya kelakuan baik, akan menunjukkan orang yang berbudi ting-gi karena ia selalu berpegang pada keadilan dan selalu beru-saha untuk menjalankan kewajibannya.

Dengan demikian, bila dalam perjalanan hidup ini secara te-rus menerus kita menempa sikap dan perilaku yang disinari oleh cahaya kelakuan baik diharapkan tumbuh dan berkem-bang dengan prinsip keyakinan dan penyerahan diri kepada Allah SWT sebagai orang yang beriman maka ia akan me-ngatakan bahwa apabila saya diberi budi dengan syarat bah-wa saya harus menyimpannya baik-baik untuk diri saya sen-diri, maka saya akan menolaknya karena ia meyakini benar tidak ada suatu pun kekayaan akan dapat mendatangkan

bahagia jika tidak ada orang lain yang dapat turut menikma-tinya.

Simaklah surat dan ayat dibawah ini, sebagai usaha untuk mendapatkan sinar cahaya mati hati :

SURAT AL BAQARAH (KE 2 : 286 ayat : 104)
(104) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad) “Raa’ina”, tetapi katakanlah “Unzhurna” dan “dengarlah”. Dan bagi orang-orang kafir siksaan yang pedih.
• “Raa’ina” berarti : sudilah kiranya kamu memperhatikan kami. Di kala para sahabat menghadapkan kata ini kepada Rasulullah, orang Yahudipun memakai pula kata ini dengan digumam seakan-akan menyebut “Raa’ina”, padahal yang mereka katakan ialah “Ru’uunah” yang berarti kebodohan yang sangat, sebagai ejekan kepada Rasullulah. Itulah sebab-nya Tuhan menyuruh supaya sahabat-sahabat menukar per-kataan “Raa’ina” dengan “Unzuhurna” yang juga sama arti-nya dengan “Raa’ina”

SURAT AN NISAA’ (KE 4 : 176 ayat : 86)
(86) Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah Mem-perhitungkan segala sesuatu.

SURAT AL ISRAA’ (KE 17 : 111 ayat : 53)
(53) Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar).

Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di anta-ra mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.

Dari surat-surat dan ayat-ayat yang dikemukakan diatas ma-ka dengan keyakinan dan kepatuhannya kepada Allah SWT diharapkan dapat memberikan motivasi dalam perbuatan ma-nusia dalam mengelola memori, emosi dan naluri yang ada didalam otak manusia, tapi kalau disiram dan dihayati secara terus menerus diharapkan sikap dan perilaku manusia dalam perbuatannya menjadi suatu kehidupan dengan hiasan dan moral yang tinggi serta budi yang luhur sebagai cerminan dari kelakuan baik yang dibawanya, itu suatu pertanda ke-mampuan manusia dalam mengendalikan naluri agar dapat membentengi syaitan yang ada dalam diri manusia.

Karena kita meyakini bahwa pada dasarnya manusia itu dila-hirkan dalam keadaan baik, suci dan bersih, tetapi sepanjang perjalanan hidupnya ia berada ditengah-tengah masyarakat yang dapat mempengaruhi sikap dan perilaku dalam kelaku-an baiknya, mak syaitan yang ada dalam dirinya berusaha merusak kesuciannya dengan pelajaran yang dibuat manusia.

Jadi dalam masa perjalanan hidupmu janganlah kamu ber-henti belajar, karena disitulah terletak kemampuanmu, maka simaklah surat dan ayat dibawah ini :

SURAT AN NUUR (KE 24 : 64 ayat : 27-28, 58-59, 61-62)
(27) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mema-suki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.

(28) Jika kamu tidak menemui seorangpun didalamnya, ma-ka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu : “Kembali (saja)lah, maka hendak-lah kamu kembali. Itu lebih bersih bagimu dan Alah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

(58) Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan perempuan) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu : sebelum sembayang subuh,
ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembayang I’sya. (Itulah) tiga ‘aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian ( yang lain). De-mikianlah Alah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

(59) Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur balig ma-ka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelas-kan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

(61) Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula) bagi dirimu sendiri, makan (bersama-sama mereka) di rumah kamu sendiri atau di rumah bapak-bapakmu, di rumah ibu-ibumu, di rumah saudara-saudaramu yang laki-laki, di rumah saudara bapkamu yang perempuan, di rumah saudara ibumu yang laki-laki di rumah saudara ibumu yang perempuan, di rumah yang kamu miliki kuncinya atau di rumah kawan-ka-wanmu. Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-
sama mereka atau sendirian. Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kamu mem-beri salam kepada (penghuninya yang berarti memberi sa-lam) kepada dirimu sendiri, salam yang diterapkan dari sisi Allah , yang diberi berkat lagi baik. Demikianlah Allah men-jelaskan ayat-ayat (Nya) bagimu, agar kamu memahaminya.

(62) Sesungguh yang benar-benar orang mu’min ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan apa-bila mereka berada bersama-sama Rasulullah dalam sesuatu
urusan yang memerlukan pertemuan, mereka tidak mening-galkan (Rasulullah) sebelum meminta izin kepadanya. Se-sungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu (Muhammad) mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena sesuatu keperluan, berilah izin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara mereka, dan mohon-kanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dari surat dan ayat-ayat yang dikemukakan diatas, sangatlah menyentuh mata hati sebagai peringatan dalam kita bersikap dan berperilaku dalam mengarungi kehidupan ini yang pe-nuh dengan tipu daya syaitan yang ada dalam diri kita, akan tetapi bagi orang yang bertakwa tidak pernah merasa resah atau kebingungan dalam hidupnya karena selalu mendapat bimbingan dan petunjuk dari Allah SWT serta tidak pernah merasa susah karena kekurangan harta benda sebab ia mera-sa cukup atas segala apa yang telah dilimpahkan Allah kepa-danya.
Sejalan dengan apa yang kita kemukakan diatas, maka kela-kuan baik dalam sikap dan perilaku dapat memotivasi orang yang dapat menyelesaikan sengketa dalam dirinya, walaupun alam luarnya dalam keadaan krisis, maka ia tidak termasuk dalam memberikan penghargaan yang tinggi kepada harta benda karena ia bersikap dan berperilaku semakin dalam ia memandang makna kebaikan itu sendiri.

Ingatlah selalu, kata mutiara dibawah ini :
“ Carilah kebaikan diantara kaum melarat ummatku, hidup-lah ditengah-tengahnya. Kamu tidak akan memperoleh keba-jikan dalam lingkungan orang yang berhati bengis. Laknat Allah turun atasnya, hai Ali ! Tuhan menciptakan kebajikan dan menciptakan pemangkunya lalu menamakan dalam hati mereka kerinduan kepada kebajikan dan keinginan dapat me-ngerjakannya, dan menumpahkan minatnya seluruhnya un-tuk itu, seperti air tumpah kepada bumi yang tandus, maka tercipta kehidupan disitu serta kehidupan penghuninya. Pe-mangku kebajikan di dunia ini itulah juga pemangku kebajikan diakherat” (Al Hadisth, riwayat Ali bin abi Thalib)

Dengan keyakinan, apa yang diutarakan diatas, maka perja-lanan hidup ini dalam kita berpikir, bekerja dan belajar, hen-daklah kita berpegang bahwa segala kebajikan dalam hidup yang menjadi pokok ialah ridla. Kalau engkau sanggup hen-daklah engkau ridla dan bila tidak hendaklah engkau sabar.

Ingatlah sabda Rasulullah saw. “ Inginkah kamu sekalian kuberitahukan tentang orang yang paling kucintai di antara kamu sekalian dan yang paling dekat duduknya denganku di hari Kiamat nanti ? Ialah orang yang paling baik budi peker-tinya “ (Imam Bukhari, Imam Muslim)
KASIH SAYANG

Dalam kehidupan ini, bila orang menanamkan kasih sayang dalam perbuatannya maka ia bersikap dan berperilaku, akan menunjukkan ia sebagai orang berjiwa besar karena pribadi-nya sendiri sehingga setiap ia memecahkan masalah akan se-lalu melepaskan diri dari perbasangka. Jadi kasih sayang se-bagai unsur yang menumbuh kembangkan merupakan suatu ciri orang yang berjiwa besar, pertama-tama diperlihatkan dari tingkah lakunya, ia menjadikan teladan dan kemudian ia minta agar orang-orang lain mengikutinya.

Bagaimana kita dapat meningkatkan kasih sayang, cobalah renungkan surat dan ayat dibawah ini :

SURAT AL BALAD (KE 90 : 20 ayat: 12-17)
(12) Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?

(13) (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan,

(14) atau memberi makan pada hari kelaparan,

(15) (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat,

(16) atau orang miskin yang sangat fakir.

(17) Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.

Dengan menyimak surat dan ayat diatas, diharapkan kita da-pat mengangkat arti kasih sayang yang harus kita tumbuh kembangkan sebagai seorang yang beriman, oleh karena itu Ingatlah selalu pesan Rasulullah saw :

“Sesungguhnya dunia ini indah dan manis, dan Allah akan menyerahkannya kepadamu, dan kemudian Dia akan melihat bagaimana kamu memperlakukannya. Maka berhati-hatilah kamu terhadap godaan dunia, dan berhati-hatilah (pula) ka-mu terhadap (godaan) wanita” (H.R. Muslim)

“Sesungguhnya tiap-tiap ummat akan diberi cobaan sendiri-sendiri, dan cobaan bagi ummatku adalah berupa harta keka-yaan” (H.R. Tirmidzi)

“Ya Allah yaa Tuhanku ! Aku mohon kepadamu, bilamana ada orang yang memimpin ummatku senantiasa mempersulit mereka, maka persulitkan urusan mereka. Tetapi bilamana orang yang memimpin ummatku dengan rasa kasih sayang, maka kasihanilah ia.” (Imam Bukhari, Imam Muslim)

Akhirnya marilah kita menyimak “Mutiara Nahjul Balaghah yang diterjemahkan oleh Muhammad Al-Baqir dengan topik “Kenikmatan Duniawi Tidak Terlarang Selama Diiringi Niat Dan Amal Baik” seperti dibawah ini :

Pada suatu hari Imam Ali r.a. menjenguk seorang sahabatnya bernama ‘Ala’ bin Ziyad Al-Haristi. Ketika memasuki ru-mahnya yang amat luas itu, ia terheran-heran dan berkata ke-padanya : “Apa sebenarnya yang hendak Anda lakukan de-ngan rumah seluas ini di dunia ? Bukankah anda lebih me-merlukan seperti ini di akhirat nanti ?!
“Namun, jika ingin, Anda dapat mencapai kebahagian akhirat dengannya, yaitu bila di dalamnya Anda menjamu dan menghormati para tamu, berbuat kebaikan terhadap sanak kerabat, serta menampakkan kebenaran yang harus ditampakkan. Dengan begitu Anda telah menjadikannya sarana baik guna mencapai akhirat!”
Kemudian, ‘Ala’- si pemilik rumah – berkata kepadanya :
“Wahai Amirul Mukminin, aku ingin mengadukan saudara-ku ‘Ashim bin Ziyad, kepadamu”
“Apa gerakan yang dilakukannya ?”
“Ia kini mengenakan ‘aba’ah (artinya semacam mantel yang bagian depannya terbuka. Pada waktu itu, terbuat dari bahan amat kasar dan hanya dikenakan oleh orang-orang miskin penghuni dusun-dusun) dan meninggalkan sama sekali ke-nikmatan hidup dunia”
“Panggillah ia kemari !”
Setelah ‘Ashim datang, Imam Ali berkata kepadanya :
“Hai musuh kecil’ dirinya sendiri ! Sesungguhnya kau telah disesatkan oleh ‘si jahat’ (yakni setan). Tidakkah kau mengasihani isteri dan anak-anakmu ?. Apakah, menurut perkiraanmu, Allah SWT telah menghalalkan bagimu segala yang baik, lalu Ia tidak menyukai engkau menikmatinya ? Sungguh, dirimu terlalu kecil untuk dituntut melakukan seperti itu oleh-Nya!”
“Tapi, wahai Amirul Mukminin,” ujar “ashim, “Anda sendiri memberi contoh dengan mengenakan pakaian amat kasar dan memakan makanan yang kering!”
“Ketahuilah,” jawab Imam Ali, “diriku bukan seperti dirimu. Sebab Allah telah mewajibkan atas para pemimpin yang benar agar mengukur dirinya dengan keadaan rakyat yang lemah, sehingga orang miskin tidak sampai tersengat oleh kepedihan kemiskinannya!”
PERDAMAIAN

Menumbuh kembangkan perbuatan perdamaian oleh seseo-rang bukanlah sesuatu yang gampang dalam proses yang bersangkutan untuk mengambil keputusan atas perbuatan yang dibuatnya. Oleh karena itu, perdamaian pada diri seseo-rang haruslah dipandang adanya keinginannya untuk me-ningkatkan sikap positip dan perilaku asertif dalam perbuat-an komunikasi mereka.

Tidak cukup kita belajar dari ilmu jiwa modern dalam men-cari perdamaian tanpa ada usaha untuk meningkatkan kede-wasaan rohaniah, perhatikanlah sabda Nabi saw seperti diba-wah ini :

“Menghadliri majelis orang berilmu, lebih utama daripada mendirikan shalat seribu raka’at, mengunjungi seribu orang sakit dan berta’ziah seribu janazah” (Abu Dzarr ra., ) ;

“Lalu orang bertanya: “ Wahai Rasulullah ! Dari membaca Al-Quran ? . Maka menjawab Nabi saw. : Adakah manfa’at Al-Quran itu selain dengan ilmu ?”

Bersabda Nabi saw : “Barangsiapa meninggal dunia sedang menuntut ilmu untuk menghidupkan Islam, maka antara dia dan Nabi-Nabi dalam sorga sejauh satu tingkat”
(Dikutip dari Ihya” Al-Ghazali, jilid 1, terjemahan Prof.Tk. H. Ismail Yakub MA-SH)

Demikianlah, keutamaan belajar, selanjutnya simaklah surat dan ayat dibawah ini, yang memberi peringatan kepada kita untuk melangkah menanamkan perdamaian dalam diri :
SURAT AL HUJURAAT (KE 49 : 18 ayat : 9-10)
(9) Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mu’min berperang maka damaikan antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali, kepada perintah Allah ; jika golongan itu telah kembali ( kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlakuadil.

(10) Sesunguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara karena itu damaikanlah anatara kedua saudaramu dan bertak-walah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.

Ingatlah peringatan yang yang dimuat dalam surat dan ayat diatas, sebagai suatu langkah awal dalam usaha menumbuh kembangkan perdamaian dalam diri kita. Tanpa menghayati makna yang terkandung didalamnya, sangat sukar pula kita menuntun sikap dan perilaku dalam perbuatan karena kalau kita tidak bisa mencari kedamaian dalam diri sendiri, percuma saja mencari di tempat lain, makanya janganlah kamu berhenti untuk mengutamakan belajar, karena dari si-tulah ia bermula untuk menumbuh kembangkan sesuatu yang bisa membawa kedamaian dalam diri anda, kecuali diri anda.

Belajarlah dari kata-kata mutiara yang mengatakan “Hal-hal kecil memang tidak mengesankan, tetapi mereka memberi kedamaian”, maka itu bila anda dapat menumbuh kembang-kan kedamaian dalam diri, itu menunjukkan bahwa usaha meningkatkan kedewasaan rohaniah membawa dampak dalam perbuatan kedalam kedewasaan sosial. Jadi dengan

demikian, bila seseorang bisa damai dengan diri sendiri, maka kita tidak akan melakukan perbuatan bertengkar de-ngan orang lain.
KESEPAKATAN dan PERTENTANGAN
PENDAPAT

Sikap dan perilaku dalam kesepakatan dapat dilihat dari dua sisi, satu sisi yang menyangkut komitmen seseorang terha-dap perbuatannya sendiri dan disisi kedua menyangkut kese-pakatan antara dua orang atau lebih dalam perbuatan mereka.

Menumbuh kembangkan kesepakatan dalam jiwa seseorang agar perbuatannya baik untuk kepentingan sendiri maupun orang lain akan sangat ditentukan oleh tingkat kedewasaan berpikirnya, tambah tinggi tingkat kedewasaan berpikirnya akan menunjukkan pemanfaatan alat berpikir berupa kesa-daran, kecerdasan dan akal akan berjalan yang seimbang dan berurut dalam proses pelaksanaannya. Suatu proses akhir sa-ngat ditentukan oleh otak dibawah sadar dimana akal yang menjadi raja dalam tubuh yang kita sebut dengan hati akan menentukan segala-galanya dalam proses pengambilan ke-putusan karena disitulah terletak hati yang menentukan ke-baikan dan kejahatan seseorang.

Dalam unsur kesepakatan terdapat makna janji didalamnya, oleh karena itu janji dapat dipergunakan sebagai ukuran sampai dimana keluhuran budi seseorang. Jadi benarlah apa yang dikatakan orang bahwa yang dinamakan janji tidak bisa dibayar dengan apa-apa kecuali melaksanakan janji itu sendiri.

Selanjutnya simaklah surat dan ayat yang tertuang dibawah ini untuk mengingatkan kita dalam bersikap dan berperilaku:

SURAT AN NISAA’ (KE 4 : 176 ayat : 114, 59)
(114) Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau me-ngadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.

(59) Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (nya) dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kemba-likanlah ia kepada Allah (AlQur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemu-dian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Dengan menyakini perintah Allah SWT diatas, seharusnya kita bersikap dan berperilaku dalam perbuatan apapun se-muanya bertolak dari penerimaan dan diakhiri dengan kesu-kaan Allah, oleh karena itu komitmen yang datang dari diri sendiri harus diaktualisasikan kedalam integritas dan kebe-naran dengan kesadaran penuh akan setiap gerakan. Hidup dalam keselamatan dunia dan akhirat, ia mampu menempat-kan apa yang dimilikinya secara benar, sehingga ia memiliki suatu pandangan bahwa uang dan harta boleh datang dan pergi dari kita asal saja perbuatan kesepakatan diri dan ke-manusiaan tidak meninggalkan kita.
Bila terjadi silang pendapat untuk masalah-masalah yang terkait dengan dunia, bukan dalam masalah iman, sebaiknya diselesaikan dengan keputusan secara bijaksana dan jangan memikirkan terlalu jauh diantara mereka. Lain halnya untuk masalah-masalah keyakinan, maka bermusyawarahlah kamu diantara mereka yang berakal, berilmu, berpengalaman, da-pat memberikan nasehat-nasehat yang baik dan bertakwa

Musyawarah melahirkan ilmu, sehingga orang yang berakal mendapatkan ilmu baru melalui musyawarah yang akan me-nuntun mereka untuk mencapai tujuan dalam perbuatan pe-mecahan masalah. Jadi bila kita bermusyawarah dengan se-orang penasehat yang cerdik pandai akan dapat memotivasi dalam perenungan kita seperti masalah penciptaaan langit dan bumi maka bila kita tekuni lebih mendalam lagi mendo-rong kita untuk lebih mendewasakan hal-hal yang terkait dengan pemahaman dan keyakinan.

Kesepakatan melahirkan komitmen yang bersumber diri sen-diri, sedangkan pertentangan pendapat melahirkan musyawa-rah, hal itu dapat tumbuh dan berkembang pada diri seorang bila dalam perjalanan hidupnya ia selalu berusaha melaku-kan peningkatkan kedewasaan rohaniah. Hal itu dapat me-motivasi seseorang untuk selalu melakukan perbuatan ma-was diri secara berkelanjutan yang dapat melahirkan keya-kinan dan pasrah diri kepada kebesaran Allah SWT.

Dari hal-hal yang kita kemukakan diatas diharapkan seseo-rang mampu mengendalikan emosi dan nalurinya serta da-lam masanya ia berada juga dapat memfungsikan memorinya dengan baik.
AMALAN BATIN
DALAM SISI MASALAH NAFSU SEKSUIL, AMA-NAT, HIRAUAN, BERKATA BENAR, PERMU-SUHAN, DAN KEADILAN
NAFSU SEKSUAIL

Yang menjadi masalah dalam kehidupan ini, kita dihadapkan kepada satu kenyataan bahwa peranan otak yang didalamnya ada fungsi yang kita sebut dengan naluri. Naluri artinya fit-rah, sesuatu yang tidak dipelajari dan sifatnya wajar yang di-bawa manusia sejak lahir yang mendoromgnya untuk mela-kukan sesuatu tindakan tertentu.

Dengan demikian sebagai individu, maka berkat dorongan naluri berupa hawa nafsu, kebutuhannya akan dapat terjaga dan terpelihara. Sebaliknya sebagai anggota masyarakat, ia dapat menyesuaikan diri sebab ada naluri seperti keinginan berkumpul, menyelamatkan diri, minta tolong, kebutuhan syahwat dan sebagainya.

Memenuhi kebutuhan nafsu syahwati, bila tidak dijaga, ma-ka rusaklah kehidupan ini, oleh karena itu simaklah dan ha-yati makna surat dan ayat dibawah ini :

SURAT AL MU’MINUN (KE 23: 118 ayat: 1, 5-7)
(1) Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman.
(5) dan orang-orang yang menjaga kemaluannya.
(6) kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

(7) Barangsiap mencari dibalik itu (aryinya zina, homosex-ueel, dan sebagainya) maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

SURAT AL MA’ARIJ (KE 70 : 44 ayat : 29-31)
(29) Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya.
(30) kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
(31) Barangsiapa mencari dibalik itu maka kereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

SURAT AN NUUR (KE 24 : 64 ayat : 33)
(33) Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri) nya , sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang menginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat
perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada keba-ikan pada mereka , dan berikanlah kepada mereka sebahagi-
an dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk mela-kukan pelacuran, sdang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan ba-rang siapa memaksa mereka , maka sengguhnya Allah ada-lah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mere-ka) sesudah mereka dipaksa (itu).

Dengan memperhatikan pringatan Allah SWT, seperti yang termuat dalam surat dan ayat yang diungkapkan diatas, me-rupakan langkah awal untuk mengingatkan kita dari kegelap-an pikiran yang begitu mudah setan masuk kedalam naluri manusia yang tidak mampu untuk mengendalikan hawa naf-sunya.
Setan memasuki jiwa manusia, seperti yang dikatakan Rasu-lullah SAW bersabda “ Setan (dalam gerakannya menggelin-cirkan manusia ke jalan sesat secara langsung) menyusup pa-da peredaran darah manusia”

Selanjutnya perlu kita ketahui bahwa Umar r.a. berkata “ se-sungguhnya keturunan setan ada sembilan yaitu Zalitun, Watsin, Laqus, A’wan, Hafaf, Murrah, Masuth, Dasim dan Walhan. Zalitun menemani pasar, dia mengibarkan bendera-nya di pasar. Watsin menemani bencana. Adapun A’wan menemani penguasa. Hafaf adalah menemani peminum. Murrah adalah menemani peniup seruling. Laqus adalah me-nemani Majusi. Masuth menemani berita, dia menyampaikan berita melalui mulut orang yaitu berita yang tak ada pegang-annya. Adapun Dasim yang menemani rumah-rumah, apabila seseorang masuk ke dalam rumah tidak membaca salam dan tidak menyebut nama Allah SWT., maka Dasim menjatuhkan pertentangan di antara mereka, sehingga jatuhlah talak, khulu dan pukulan. Walhan merasupkan rasa was-was pada waktu wudu, salat dan berbagai ibadah”

Dalam keterangan selanjutnya ia mengatakan bahwa Laqus adalah teman majusi, ada yang mengatakan bahwa Laqus dan Walhan yang menami orang yang bersuci dan salat, ke-duanya yang suka mengganggu. Sebagian ulama menyebut pengganti mereka bertiga (laqus, Murrah, dan Hafaf) dengan yang tiga yaitu:
a. A’war yaitu setan zina, dia meniup kemaluan laki-laki dan pantat perempuan.
b. Wasnan, yaitu setan tidur, dia memberatkan kepala dan kkelopak mata dari melaksanakan salat dan yang lainnya. Dia membangunkan untuk melakukan kejele-kan seperti zina dan yang lainnya.
c. Abyad, dia ditugaskan para nabi dan wali. Adapun para nabi, mereka selamat daripadanya. Para wali, me-reka bermuzahadah “memeranginya,, barang siapa yang diselamatkan oleh Allah maka dia selamat, barang siapa yang disesatkan oleh Allah, maka dia akan sesat.

Dengan mengungkapkan hal-hal yang diatas, maka nafsu syahwat merupakan dampak yang sangat besar mempenga-ruhi jiwa, bila tidak mampu mengekangnya. Oleh karena itu setan yang menyusup melalui peredaran darah manusia kare-na ia termasuk badan halus sebangsa ruh yang dengan mu-dah menggoda manusia. Jadi tidak heranlah manusia eng-gan menerima kebenaran dan petunjuk dari Tuhan.

Untuk memerangi nafsu seksual yang menyimpang dari ajar-an agama yakni perkawinan, maka kita akan terlepas dari perbuatan zina yang keji, sebab dengan cara itu, maka kei-nginan untuk bersetubuh dapat kita salurkan secara wajar.

Sejalan dengan itu, ingatlah bahwa orang yang takwa senan-tiasa mendapat pimpinan dari Tuhan dalam penghidupan dan perjuangannya, karena ia meyakinan firman Allah SWT se-perti yang dimuat dalam SURAT AR RUUM (KE 30 : 60 ayat : 21)
(21) Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan saying. Se-sungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.

AMANAT
Manusia yang diciptakan oleh Allah SWT sebagai mahluk yang mulia dimatanya, maka Allah SWT memutuskan ma-nusia penerima amanah sebagai khalifah fiel ardhi untuk me-ngatur kehidupan alam semesta ini.

Manusia menyadari sepenuhnya bahwa amanah itu bukanlah tidak disertai tanggung jawab dalam kehidupan didunia, oleh karena itu amanah itu merupakan kunci di dalam kehidupan ummat manusia itu sendiri.

Selama perjalanan hidupnya didunia dalam perbuatan untuk berpikir, bekerja dan belajar agar selamat hidup di dunia dan akhirat akan sangat tergantung kemampuan manusia untuk memanfaatkan otak yang ada dalam dirinya (memori, emosi, naluri) agar fungsi alat pikiran berupa kesadaran, kecerdasan dan akal dapat dipergunakan sebaik-baiknya dalam wujud keseimbangan amalan lahir batin yaitu syariat lahir adalah untuk diamalkan oleh jasad lahir manakala syariat batin ada-lah untuk diamalkan oleh jasad batin (roh), lahir batin yang terpadu erat satu sama lain, maka amalan lahir dan batin wajib dilaksanakan serentak dalam satu masa di semua wak-tu dan keadaan.

Dengan demikian, bila kita ingin selamat di dunia dan akhi-rat kita harus meyakini arti penting amanah sebagai tonggak kehidupan ini, maka dari simaklah surat-surat dan ayat-ayat dibawah ini :

SURAT AL BAQARAH (KE 2 : 286 ayat : 283)
(283) Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu’amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amantnya (hutangnya) dan hen-daklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barang siapa yang menyembunyikannya, maka sesunguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya ; dan Allah Maha Menge-tahui apa yang kamu kerjakan.

SURAT AN NISAA’ (KE 4 : 176 ayat : 58)
(58) Sesungguhnya Allah Menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menutupkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah membe-ri pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi maha Melihat.

SURAT AL MU’MINUN (KE 23 : 118 ayat : 8)
(8) Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janji-nya.

SURAT AL MA’ARIJ (KE 70 : 44 ayat : 32)
(32) Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.

Dengan berpijak dari peringatan Allah SWT dalam surat dan ayat diatas, mulailah kita meletakkan landasan yang kuat bahwa amanah yang diberikan Allah SWT haruslah dilaku-kan secara bertanggung jawab kedalam perbuatan yang di-tunjukkan oleh sikap dan perilaku orang dalam kehidupan.

Bertambah tinggi tingkat keimanan seseorang, maka baik di tengah-tengah keluarga maupun masyarakat, ia akan meme-gang teguh makna amanah Allah SWT dalam perbuatannya.

Karena sangat pentingnya amanah itu, Nabi Muhammad Saw. Bersabda sebagai berikut :

“Serahkanlah amanah kepada orang yang telah mempercayai (mengamati) engkau, dan jangan kamu membalas orang yang mengkhianati engkau” (HR. Abu Dawud dan At-Tar-midzi dari Abi Hurairah).

“Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki sifat ama-nah baginya (diumpamakan oleh Rasulullah) seperti orang mendirikan shalat yang tidak suci” (HR.Thabrani dari Ibnu’Umar)

“ Akan tiba kepada manusia suatu masa yang penuh tipu muslihat, bahwa :
Sipembohong dipercayai ;
Yang benar didustakan ;
Si penghianat dipercayai ;
Orang-orang yang diserahi amanah kemudian berkhianat ;
Orang yang tidak terampil (bodoh) pada bidang keahliannya berbicara tentang urusan umum” (HR. Ibnu Maajah)

“Terdapat empat sifat atau tanda-tanda terhadap siapa saja apabila terdapat emapat sifat itu, dia adalah golongan mana-fiq ; Kepada siapa saja terdapat salah satu dari sifat itu, berarti dia termasuk golongan nifaq, sampai dia menghindar dari padanya ; Empat sifat itu ialah:
Apabila diberi amanah atau dipercayai dia berkhianat ;
Apabila dia berbicara, dia banyak dustanya ;
Apabila dia berjanji, kemudian dia memungkirinya ;
Apabila dia berselisih, dia bersikap curang” (HR. Bukhari)
HIRAUAN

Meningkatkan keimanan berarti kita meyakini benar bahwa pokok-pokok kepercayaan dalam agama islam yang disertai dengan kepatuhan dan penyerahan jiwa untuk melakukan hal-hal yang diwajibkan serta meninggalkan hal-hal yang terlarang.

Sejalan dengan apa yang kita utarakan diatas, maka terbetik-lah keinginan untuk mendewasakan beriman dalam kehidup-an ini dengan menjauhkan berpikir dari konsep materialistis yang mengagungkan kebendaan segala-galanya. Dalam kon-disi yang demikian, manusia itu sulit membebaskan jiwanya dari harta benda maka pastilah harta yang dimilikinya itu akan mengusainya.

Oleh karena itu simaklah surat-surat dan ayat-ayat dibawah ini sebagai peringatan dalam dirimu :

SURAT AN NISAA’ (KE 4 : 176 ayat : 28)
(28) Allah hendak memberikan keringan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.

SURAT AL ISRAA’ (KE 17 : 111 ayat : 53)
(53) Dan katakan kepada hamba-hamba-Ku “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang baik (benar). Se-sungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.

SURAT ASY SYU’ARAA’ (KE 26 : 227 ayat : 130-131)
(130) Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis.
(131) Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

SURAT AL AHZAB (KE 33 : 73 ayat : 48)
(48) Dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir dan orang-orang munafik itu, janganlah kamu hiraukan gangguan mereka dan bertakwallah kepada Allah. Dan cu-kuplah Allah sebagai Pelindung.

Dengan menyimak peringatan-peringatan yang terdapat da-lam surat dan ayat diatas, maka kamu akan tahu perbedaan hukuman dengan nikmat. Hanya dengan kesadaran, kecer-dasan dan akal itu sebagi menteri yang menasehati, hati itu ialah raja yang menentukan, harta itu satu tamu yang akan berangkat, kesenangan itu satu masa yang akan ditinggalkan.

Apa yang kita ungkapkan diatas merupakan motivasi dalam diri kita sebagai hirauan yang menyesak dada dalam usaha kita secara terus menerus menemukan diri, apa yang aku cari sebagai khalifah dimuka bumi ini selain memikirkan dunia dan akhirat. Makanya ada orang yang ingin berumur panjang tetapi tidak suka disebut tua. Dalam hidup ini bukan umur panjang yang penting, tetapi hidup yang memberi manfaat. Hidup yang sudah pendek intu akan membikin lebih pendek, jika kita mesiasiakan waktu. Orang yang membuang-buang waktu adalah orang yang mensia-siakan hidup.

Oleh karena itu, jadikan hirauan seperti alam terkembang jadi guru. Banyak ayat-ayat yang terdapat dalam alam bagi orang yang pandai membacanya. Pada alam ini banyak leter besar yang dapat dibaca untuk pelajaran tetapi tidak dapat di-lihat, kecuali bagi orang yang berfikir dan berperasaan yang melihat mata hatinya.

BERKATA BENAR

Bagi orang yang selalu berkata benar maka wujud sikap dan perilakunya akan sangat disegani sehingga tingkat kedewa-saan silahturahmi diperlihatkan dari sisi kepandaiannya ber-gaul di tengah-tengah masyarakat, jadi tidak heran pintu ma-syarakat selalu terbuka baginya.

Kepandaian bergaul yang dimotori oleh lidah yang selalu berkata benar, tidak dusta, apapun dalam pebuatannya yang berat menjadi ringan, yang jauh menjadi dekat, yang sulit menjadi mudah, ibarat dunia baginya hanya sebesar kelereng

Oleh karena itu simaklah ungkapan mengenai lidah sbb.:
“Aku mengakui bahwa tidak ada yang patut di embah selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya Dan bahwa Muham-mad itu adalah hamba dan utusan-Nya”.

Itulah ucapan “lidah” yang mempunyai pancaran iman dan akal yang sempurna. Karena itu, “lidah” termasuk diantara ni’mat Allah yang besar dan diantara ciptaan Tuhan yang amat halus dan ganjil. Lidah mempunyai bentuk yang indah, kecil dan menarik. Keimanan dan kekufuran seseorang tiada terang dan jelas, selain dengan kesaksian “lidah”. Lidah mempunyai keta’ataan yang besar dan mempunyai kedosaan yang besar pula. Anggota tubuh yang paling durhaka kepada manusia, ialah “lidah”. Sungguh lidah itu merupakan alat perangkap syetan yang paling jitu untuk menjerumuskan manusia.

Hanya dengan iman dan akal yang sempurna, manusia bias memelihara dan menjaga dari bahaya-bahaya yang ditimbul-kannya.
“Berjalan pelihara kaki, berkata peliharakan lidah” Demi-kianlah bunyi sebuah pepatah antik. Walaupun kata-kata itu telah usang kelihatannya, tetapi tetap berguna sepanjang masa.

Lidah, aapakah arti lidah, hanya sepotong daging kecil dari tubuh manusia yang telah sempurna. Tapi tanpa lidah, orang akan kekurangan, dan manusianya bertukar nama dengan nama dengan manusia bisu atau manusia yang tidak pandai berbicara.

Dan selanjutnya lidah dapat meni’mati makanan dan minim-an yang enak dan lezat. Karena itu lidah mempunyai arti yang besar dalam hidup manusia.

Lidahlah yang menghubungkan manusia dengan manusia. Lidahlah yang menciptakan segala bahasa. Lidahlah yang memberi suara semua pikiran dan cita. Lidahlah yang mem-beri nada segala rasa. Lidahlah yang memperindah nyanyi dan irama. Lidah dapat membuat hati yang rindu menjadi mesra-ria. Lidah yang bernasehat dapat menerangkan gelora amrah dalam dada.

Lidah dapat memutar balikkan segala peristiwa. Lidah dapat mempesona masyarakat dan massa. Lidah dapat membuat o-rang yang menangis menjadi tertawa.

Baanyak kata-kata bersajak yang dibuat orang dengan lidah; lidahnya seperti madu, hatinya seperti empedu”. “Lidahnya berbisa”. “Lidanya seperti lidah ular, bercabang dua”. Lidah-nya fasih berbahasa. “ Dia pandai bersilat lidah” dan seba-gainya.

Lidah seseorang dapat mengangkat derajat seseorang aketempat yang mulia.

Seorang penyair berkata: Biarkan aku bicara, kemudian berilah aku nama, menurut penilaian anda”. Orang Belanda pun mempunyai pula satu peribahasa “Bila hati telah diliputi oleh rasa, mulut/lidah akan mengucapkannya dengan seindah kata. Tapi dibalik keindahan lidah, lidahpun dapat menim-bulkan bencana, fitnah lidah besar bahayanya. Lidah dapat membuat orang yang bersaudara, berpisah, porak-poranda. Lidah dapat membuat suasana damai menjadi berantakan dan berperang. Lidah dapat membuat orang bersatu berpecah belah dan beradu domba.

Karena itu Rasulullah SAW. Bersabda ; “Tidaklah berdiri teguh (lurus) iman hamba Allah, sebelum berdiri teguh (lu-rus) iman hamba Allah, sebelum berdiri teguh (lurus) sebe-lum berdiri teguh (lurus) lidahnya. Dan tidak akan masuk surga seseorang, dimana tetangganya tidak merasa aman dari kejahatan lidahnya” (Di riwayatkan oleh Ibnu Abid-Dunya dalam buku Bahaya Lesan oleh Imam Al Ghazali, sadruran oleh Labib MZ)

Berbicara benar dan atau dusta (bohong) adalah aktualisasi dari lidah, dalam hal ini peranan naluri sangat menentukan dan seberapa jauh manusia dapat melepaskan diri pengaruh hawa nafsu akan sangat tergantung kepada tingkat kedewa-saan dalam bertakwa kepada Allah SWT. Manusia dapat me-manfaatkan pikiran, bagaimana caranya syetan masuk keda-lam jiwa manusia, namun nafsu yang condong pada paham materialistis.
Oleh karena itu peliharalah nalurimu dari hawa nafsu dengan mengingat surat dan ayat dibawah ini :

SURAT AL AHZAB (KE 33 : 73 ayat : 70)
(70) Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu ke-pada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.

Dengan mengingat hal-hal yang kita ketengahkan diatas, ma-ka berkata benar adalah sendi kejujuran dalam menuju ke-nikmatan hidup, maka berpikirlah dalam realita hidup ini bahwa kemegahan lebih hampa, lebih fana dan lebih sering berubah daripada angin, sehingga berkata benar sebagai be-nih yang terus dapat menumbuhkan budi dan kebajikan da-lam hati seseorang akan menjelma sebagai orang yang bijak-sana berpikir sekali sebelum berbicara dua kali.

Berkata benar, kelihatannya mudah diwujudkan dalam sikap dan perilaku tapi kenyataannya sangat sulit untuk menanam-kan pada diri ibarat seperti saya tidak peduli orang tidak mengenal saya, saya prihatin kalau saya tidak mengenal o-rang lain. Hanya dengan bertakwa kepada Allah SWT, ia da-pat menuntun lidahnya, sehingga orang yang paling bijaksa-na dan paling bahagia ialah mereka yang mengerti dan sadar untuk apa ia dijadikan khalifah di muka bumi ini.

PERMUSUHAN

Cobalah renungkan peristiwa kaum quraisy memperdaya Ra-sulullah seperti yang diungkapkan dibawah ini :

“ Orang-orang kafir Quraisy melakukan tipu daya di Darun Nadwah untuk memperdaya nabi Muhammad saw. Peristiwa ini terjadi pada hari sabtu, sebagaimana yang dikatakan oleh Allah dalam firmanNya, yang artinya :
“Dan (ingatlah) ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikir-kan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memen-jarakanmu. Mereka memikirkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya” (S.Al-Anfal:30)

Dikota Makkah terdapat sebuah rumah yang diberi nama “Darun Nadwah”, rumah ini dipergunakan oleh orang-orang kafir Quraisy sebagai tempat berkumppul dan bermusyawa-rah apabila mereka menghendaki untuk memecahkan suatu masalah. Begitu juga tatkala mereka ingin melakukan tipu daya terhadap Rasulullah saw, mereka berkumpul ditempat tersebut. Pada waktu itu ada lima tokoh kaum musyrikin yang ikut hadir, diantaranya: Utbah, Syaibah, Abu Jahal, Abu Bukhturity dan Al-Ash bin Wa’il, dalam riwayat yang lain orang yang berkumpul di Darun Nadwah itu lebih dar lima orang. Sementara Tsa’labiy meriwayatkan, sesungguh-nya orang yang berkumpul di Darun Nadwah itu ada 12 orang, diantaranya yang masuk majlis terdapat Iblis yang menyamar sebagai orang tua dengan membaawa tongkat yang ada di tangannya.

Tatkala iblis itu dating ke Darun Nadwah, langsung dihadang oleh Abu Jahal, seraya berkata : “kami yang ber-kumpul disini akan membahas dan mengatur suatu masalah
yang sangat rahasia, untuk itu, kembalilah engkau”. Mende-ngar penolakan Abu Jahal itu iblis berkata “Aku ini adalah orang tua yangdituakan dibumi Najed, aku mempunyai firasat, akan terjadi suatu peristiwa dalam masa mendatang. Untuk itu, aku ingin mencoba apakah perkara-perkara yang aku ketahui itu sesuai dengan ta’wilanku atau tidak, oleh ka-rena itu, maka masukkanlah aku ke dalam Darun Nadwah, barangkali aku bias menceritakan kepadamu tentang ta’wi-lanku, dan aku bias membedakan mana perkataan yang be-nar dan mana perkataan yang salah”

Akhirnya Abu Jahal dan teman-temannyamengalah dan mempersilahkan iblis ikut bermusyawarah dalam darun Nadwah. Dalam musyawarah itu Utbah memulai angkat bi-cara dengan mengatakan : “Sesungguhnya kematian adalah suatu perkara yanghaq, maka bersabarlah kalian sammpai Allah memutuskan tentang kematian Muhammad, yang akhirnya kita bias selamat dari perbuatan buruknya” Men-dengarnya Perkataan tersebut iblis langsung angkat bicara : “Diamlah engkau Utbah, dari mana engkau punya pikiran se-perti itu, engkau tidak pantas turut hadir di tempat ini, yang pantas bagimu adalah sebagai pengembala ternak dan unta, jika kalian bersabar sampai Muhammad meninggal, maka akan tampaknagamanya di bumi timur dan barat, dan Mu-hammad mampu menghimpun pasukannya yang besar lalu memerangimu dan kamu akan binasa semua olehnya”. Men-dengar saran iblis tersebut semua yang hadir dalam majelis Darun Nadwah berkata : “Engkau benar Syekh Najdiy”. Ke-mudian Syaibah angkat bicara : “Aku punya pendapat bagai-mana kalau Muhammad kita tangkap lalu kita penjarakan, dalam sebuah rumah, dan menguncinya dari luar sehingga ia mati dalam keadaan lapar dan kehausan”. Menanggapi usulan Syaibah iblis berkata: “Pendapat ini juga tidak benar,
jika kalian jadi memenjarakan Muhammad, maka Bani Ha-syim akan mengadakan sidang darurat untuk membebaskan Muhammad dari tanganmu dan akhirnya kamu akan mele-paskannya dan nantinya terjadi permusuhan yang besar anta-ra kamu dan kerabat-kerabat Muhammad”. Mendengar saran iblis itu yang hadir dalam majelisDarun Nadwah “Engkau benar Syekh Najdiy”. Kemudian Al- As bin Wa’il berkkata : “bagaimana kalauseandainya kita mengikat Muhammad diatas unta lalu menggiringnya ke sahara padang pasir agar dia mati terkena terpaan pasir dan sengatan mmatahari”.
Menanggapi usulan Al-Ash bin w’il iblis angkat bicara.”Ini juga tidak benar, ketahuilah sesungguhnya Muhammad adalah seorang lelaki yang tegap bentuknya, ganteng wajah-nya, fasih lisannya, bagus keterangannya alias bias dipercaya jika Muhammad yang kamu tinggalkan ditengah sahara padang pasir itu bertemu dengan seseorang, lalu orang itu menunjukkan ke arah sebuah negeri, dan setiap orang yang mendengarkkan keterangan Muhammad membenarkannya, lalu mereka berkumpul sehingga menjadi satu kesatuan yang besar, kemudian mereka mendatangi dengan jumlah yang besar dan terus memerangimu, maka kamu dalam waktu yang singkat akan binasa semua”. Lagi-lagi mendengar saran iblis laknatullah orang yang berkumpul dalam majelis tersebut serentak mengatakan : “Engkau benar Syekh Najdiy”. Lalu Abu jahal mulai angkat bicara. “Aku punya pendapat, bagaimana kalau kita mengeluarkan setiap Qabilah seorang pemuda, kemudian pemuda-pemuda tersebut kita perintahkan untuk mendatangi rumah Muhammad saw di malam hari, dan kalau sudah bertemu Muhammad mereka langsung membunuhnya dengan memakai pedang yang ta-jam, sehingga tidak ada satupun orang yang mengetahui sia-pa pembunuhnya, apabila keluarga Muhammad menuntut Diyat, maka kita mengumpulkan harta yang kita ambil dari
setiap Qabilah yang mengirimkan ppemudanya, lalu harta yang sudah kita kumpulkan itu kita berikan kepada kerabat Muhammad maka akan putuslah tuntutan keluarganya dan kita semua selamat dari kejahatan Muhammad”. Mendengar
usulan Abuu Jahal iblis langsung menanggapinya, secara berkata: “benar usulmu dan benar jalan fikiranmu, pendapatmu sesuai dengan apa yang aku inginkan”. Akhir-nya mereka sepakat dengan usulan Abu Jahal, yaitu membu-nuh Muhammad. Kemudian mereka berpisah dari Darun Nadwah.

Setelah ada kesepakatan untuk membunuh Muhammad di Darun Nadwah, Ibril langsung turun kepada Rasulullah saw, dengan membawa ayat ini, yang artinya :
“dan (ingatlah) ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikir-kan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memen-jarakan. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah mengga-galkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya” (S.Al-Anfal:30)
kemudian Jibril berkata:”Wahai Muhammad, keluarlah engkau dari kota Makkah menuju Madinah, sesungguhnya perintah ini adalah perintah rahasia yang aku sampaikan kepadamu, engkau jangan gelisah sebab setiap sesudah kesulitan itu ada kemudahan, dan setiap sesuatu itu mempu-nyai waktu dan aturan, bagi yang mengawasi tingkah laku kita ada Dzat Yang Maha Kuasa”.

Pada sore harinya Rasulullah saw, bermusyawarah bersama sahabat-sahabatnya, lalu beliau berkata dalam musyawarah itu : “Siapa orang yang mau menemani saya?, siapa orang yang mau menemani saya?” Abu Bakar langsung berkata: “Aku ya Rasulullah yang menemani engkau”. Rasulullah saw, berkata lagi : “Siapa yang mau tidur di atas tikarku nan-
ti malam, maka aku akan menjamin dia masuk surga”. Kontan sahabat Ali berkata: “Aku Ya Rasulullah yang akan tidur di atas tikarmu nanti malam, aku pertaruhkan nyawaku sebagai tebusan dirimu, karena sesungguhnya aku adalah saudaramu yang menjadi orang tua cucumu dan menjadi sua-minya wanita yang menyejukkan pandanganmu (yaitu Fati-mah).

Diriwayatkan dari jabir bin Abdullah r.a. ia berkata: Aku pernah mendengar shahabat Ali melagukan suatu sya’ir, se-dangkan Rasulullah saw, mendengarnya, diantaranya bait sya’ir itu adalah :
Aku adalah sandara nabi yang terpilih
Yang tiada keraguan didalam kenasabanku
Nenekku dan nenek Rasullullah adalah menjadi satu.
Aku membenarkan Rasulullah dan (meluruskan semua ma-nusia dalam kegelapan.
Dari kesesatan, kemusyrikan dan pembangkangan.
Segala puji bagi Allah, dengan memanjatkan syukur kepa-danya, tiada sekutu bagiNya.
Yang membuat bagus pada hambaNya dan Dzat Yang kekal selamanya.

Mendengar sya’ir yang dibaca oleh sahabat Ali Rasulullah saw, tersenyum seraya berkata : Engkau benar wahai Ali.
Kami kembali kepada cerita, Ali lalu dating ke rumah Rasulullah saw, kemudian tidur diatas tikar Rasulullah dengan mengunakan selimutnya. Ketika orang-orang kafir sudah dating dan mengepung rumah Rasulullah saw, mereka semua menghadang Rasulullah keluar termasuk juga iblis yang ikut dalam rombongan mereka. Pada saat yang gentingseperti itu, Allah membuat mereka tertidur dan lupa akan penjagaannya, sehingga mereka tertidur pulas termasuk
juga iblis, tidak ada satupun yang terbangun diantara mereka sepanjang malam itu, kemudian keluarlah Rasulullah bersa-ma Abu Bakar darirumahnya beliau melihat disekitar rumahnya banyak orang-orang kafir tertidur, lalu Rasulu-lullah mengambil debu dan ditaburkan pada kepala mereka.

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah sebelum keluar rumah membaca surat Yasin sehingga tak satupun orang kafir melihat Rasulullah keluar dari rumahnya bersama Abu Bakar ini akibat dari berkahnya surat Yasin. Setelah Rasulullah saw, pergi yang pertama kali bangun adalah iblis. Iblis lalu membangunkan orang-orang kafir yang tertidur pulas, seraya berkata: “Muhammad telah pergi, apakah ada diantara kalian yang melihat bagaimana sampai Muhammad bias menabur-kan debu diatas kpala kalian?. Akhirnya mereka para kuffar terbangun dan langsung masuk ke rumah Rasulullah, mereka mencari Rasulullah disetiap sudut rumah tetapi mereka tidak menemukannya, mereka hanya mendapat Ali yang sedang tidur pulas diatas tikar Rasulullah, Ali ini akhirnya ditanyai oleh mereka: Dimana Muhammad?”. Ali menjawab: “Se-sungguhnya Tuhan Yang Maha Tinggi telah memindahkan nabiNya yang terpilih kemana yang ia kehendaki dari tempat yang dekat, karena sesungguhnya Tuhan itu adalah dzat yang mengetahui rahasia dan yang lebih rahasia lagi. Maka ia tidak akan menyesatkan dan tidak melupakan, oleh karena itu janganlah engkau mencari Muhammad di muka bumi ini, ssemoga Muhammad itu orang yang lebih tinggi dari yang tinggi”

Diriwayatkan dari nabi saw, ia bersabda: “Allah telah mem-berikan wahyu kepada Jibril dan Mikail: Aku membuat kamu berdua bersaudara dan menjadikan umur salah satu dari kamu lebih panjang dari yang lain, mana yyang kamu
pilih saudara atau hidup? “keduanya lantas memilih hidup. Kemudian Allah memberikan wahyu kepada keduanya: “Apkah tidak ada diantara kamu yang seperti Ali bin Abi Thalib? Aku menjadikan Ali dan Muhammad bersauudara, lalu Ali tidur diatas tikar Muhammad dengan menyediakan
nyawa dirinya sebagai tebusan Muhammad, ia memilih agar Nabi Muhammad lebih lama hidup dari pada dirinya. Oleh karena itu, sekarang turunlah ke bumi dan jagalah Ali dari musuhnya”.

Kemudian kedua malaikat itu turun ke bumi, malaikat Jibril berada di dekat kepala Ali sedangkan Mikail berada didekat kedua kakinya. Malaikat Jibril berkata: “Berbahagialah orang sepertimu wahhai Ibnu Abi Thalib, Allah telah mem-banggakan dirimu pada malaikat-malaikat yang berada di langit”

Allah lalu menurunkan kepada utusanNya menghadapkan kearah Madinah sebagaimana keadaan Ali. Hal ini telah di-katakan oleh Allah dalam firmannya, yang artinya:
“Dan diantara manusia ada orang yang mengorbankan diri-nya karena mencari keridlaan Allah, dan Allah Maha pe-nyantun kepada hamba-hambaNya” (S. Al-Baqarah:207)

Dalam tidurnya diatas tikar Rasulullah saw, Ali melagukan suatu sya’ir, diantara baitnya adalah:
Aku telah menyediakan diriku yang rendah dan lemah seba-gai tebusan (nyawa) bagi sebaik-baik orang.
Sedangkan orang-orang sudah mengitari rumah yang antik ini dengan membawa batu.
Rasulullah merasa takut oleh tipu daya orang-orang kafir.
Maka Dzat Yang mempunyai pemberian telah menyelamat-kannya dari tipu daya
Semalam Rasulullah berada didalam gua dengan aman.
Yang dijaga oleh Allah sebagai pengawas yang didalam menutupi.
Semalaman aku menjaga mereka dan perkara yang telah di-tetapkan kepadaku.
Aku menyediakan diriku untuk dibunuh da ditawan.

Kami kembali kepada cerita, tatkala orang-orang kafir tidak menemukan Rasulullah d rumahnya, mereka langsung mengadakan musyawarah selama tiga hari. Kemudian mere-ka keluar menyebar keseluruh penjuruu kota (Makkah) untuk mencari Muhammad kearah kota Madinah, akhirnya Suraqah bin Malik untuk mengejar Muhammad kearah kota Madinah, akhirnya Saraqah menemukan Rasulullah dan Abu Bakar. Ketika Abu Bakar melihat kedatangan Saraqah yang terus mengejarnya, ia berkata kepada Rasulullah: “Ya Rasulullah, kita telah ditemukan oleh Saraqah, dan Saraqah itu termasuk pemberani-pemberaninya orang Arab” Menanggapi ketakut-annya Abu Bakar Rasululah, bersabda: “engkau jangan takut”.

Setelah Suraqah mendekati Rasulullah dia langsung meng-hunus pedangnya seraaya berkata: Wahai Muhammad, siapa orang yang bias menghalangiku untuk membunuhmu pada hari ini?”. Dengan mantap Rasulullah menjawab: “yang bias menghalangimu untuk membunuhku adalah Dzat Yang maha Mulya, Yang Maha Perkasa, yang tunggal dan Dzat Yang Memaksa”. Lalu Jibril turun dan berkata keppada asulullah: Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah telah ber-firman kepadamu, bahwa bumi ini dijadikan tunduk kepada perintahmu, maka perintahkan bumi ini menurut kehendakmu”. Kemudian Rasulullah saw, langsung berkata kepada bumi: Wahai bumi ambillah Suraqah”. Kontan saja
bumi itu terus menarik kaki kuda Suraqah samai sebatas lu-tutnya, sedangkan Suraqah berdiri mematung tidak bias ber-gerak, dalam kondisi menuntun kuda, maka Suraqah berteriak: Wahai Muhammad amankanlah aku, demi kemul-yaan Dzat Yang Mulya, jika engkau bias menyelamatkan diriku aku pasti tidak akan lagi menyakitimu”. Rasulullah
saw, lalu berdoa, kontansaja bumi tersebut melepaskan kaki kudanya.

Aku melihat sebagian Ahli Tafsir mengatakan: “Sesungguh-nya Suraqah terus mngulangi niat jahatnya sampai tujuh kali dengan melanggar perjanjiannya (pada Rasulullah), setiap kali ia melanggar janjinya pada Rasulullah, pada saat itu pu-la kaki kudanya tertelan bumi, sampai ia bertaubat pada pelanggaran yang kedelapan, dengan taubat yang benar, kemudian ia mengeluarkan panah dari tempatnya dan mem-berikannya kepada Rasulullah saw, seraya berkata: “Wahai Muhammad, sesungguhnya aku ini memiliki beberapa unta dan binatang ternak yang bias dipakai dalam perjalananmu, maka panggillah tukang pengembala dan perintahkan me-ngambil binatang ternakku menurut yang engkau kehendaki” Rasulullah menjawab: “Wahai Suraqah, jika engkau tidak suka pada agama islam, maka akupun tidak menyukai hartamu dan binatang ternakmu”. Kemudian Suraqah berkata “Wahai Muhammad, agamamu ini akan menjadi besar di permukaan alam, dan engkau akan memiliki banyak kerabat dari anak Adam, oleh karena itu, berjanjilah engkau kepada-ku ketika dating hari kemenenganmu, maka mulyakanlah diriku ini”. Rasulullah saw, lalu mengambil tempat air (ben-tuknya seperti kendil yang terbuat dari kulit) dan menggo-reskan tanda pada tempat air tersebut sebagai tanda janjinya kepada Suraqah, kemudian Rasulullah saw memberikan kendi itu kepada Suraqah, seraya berkata: “Ini adalah janjiku
kepadamu”. Keemudian Suraqah berkata: “Wahai Muham-mad, mintalah kepadaku tentang keinginanmu”. Rasulullah saw, menjawab: “Wahai Suraqah, permintaanku adalah agar engkau mengembalikan pasukan Qurasy”.

Akhirnya Suraqah kembali pulang dengan selamat, sampai ia bertemu dengan Abu Jahal, lalu ia berkata: wahai Abu Hakam, Muhammad tidak pergi melalui jalan ini, sebaiknya kalian kembalilah semua”. Abu Jahal membantah: “Wahai Suraqah, sesungguhnya aku ini menduga kepadamu bahwa engkau telah bertemu Rasulullah, maka beritakanlah kepada kami”. Saraqah tidak menjawab tetapi melaukan suatu sya’ir diantara baitnya adalah:
Abu Hakam demi Latta jika engkau termasuk orang yang me-nyaksikan.
Didepan(ku) kaki kudaku telah ambles (masuk kedalam bumi)
Engkau mengerti dan tidak ragu bahwa Muhammad itu ada-lah seorang utusan dan tidak ada yang mengingkarinya.
Minggirlah dan kembalikan manusia ini dalam mengejar Muhammad.
Aku telah melihat derajat Muhammad pada hari ini, dan ak-an tampak tanda-tandanya nanti. “
(Nasehat dalam Tujuh Peristiwa oleh Syekh Abi Nasru Mu-hammad bin Abdurrahman Al-Hamdaniy – penerjemah Fuad Kauma)

Dengan menyimak peristiwa yang diungkapkan diatas, ma-ka betapa besar masalah permusuhan itu akan mempengaruhi jiwa seseorang karena ketidak mampuannya memelihara naluri yang sangat dipengaruhi oleh hawa nafsu, oleh karena itu simaklah surat dan ayat dibawah ini untuk menuntunmu kejalan yang diridhoi oleh Allah SWT. :
SURAT FUSHSHILAT (KE 41 : 54 ayat : 34)
(34) Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.

Kita hidup ditengah-tengah masyarakat yang mendambakan kedamaian, bila kita bersikap dan berperilaku sesuai dengan ajaran islam, niscaya kita dapat hidup penuh kerukunan dian-tara kita, menjauhi akibat permusuhan yang akan terjadi.

Dibawah ini diungkapkan Muhammad Bersabda:

“Tidak akan masuk surga seseorang yang membuat tetangga tidak aman karena gangguannya” {H.R.Muslim)

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka ja-nganlah ia menyakiti tetangga. Dan barangsiapa beriman ke-pada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia berkata yang baik atau diam. (H.R. Bukhari-Muslim)

“Jibril selalu berpesan kepadaku supaya berbuat baik terhadap tetangga, sehingga saya mengira bahwa tetangga akan memperoleh hak waris” (H.R.Bukhari- Muslim)

KEADILAN
Dapatkah kita memiliki sikap dan perilaku dalam bentuk keadilan dalam perbuatan hidup di dunia ini. Oleh karena itu wujud keadilan bukan hanya harus dijalankan, tetapi juga dinyatakan dan tampak dijalankan. Jawabannya akan terletak tingkat kedewasaan rohaniah seseorang yang mampu dari waktu ke waktu dalam perjalanan hidup ini, menumbuh-kembangkan kepribadian yang memiliki kejujuran untuk me-negakkan perbuatan keadilan dalam menuju kenikmatan hi-dup di dunia dan akhirat.

Simaklah petunjuk yang termuat dalam surat dan ayat diba-wah ini sebagai awal kita merenung tentang sikap dan peri-laku dalam perbuatan keadilan ini :

SURAT AL A’RAF (KE 7 : 206 ayat : 29)
(29) Katakanlah : “Tuhanku menyuruh menjalankan keadil-an”. Dan (Katakanlah) : “Luruskan muka (diri)mu di setiap shalat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan keta’atan mu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu akan kembali ke-pada-Nya”

SURAT AL MUMTAHANAH (KE 60: 13 ayat: 8)
(8) Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan ber-laku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu ka-rena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

Kedua surat dan ayat yang kita ungkapkan diatas, sangatlah jelas bagimu, berbuat keadilan kepada siapapun harus dija-
lankan dan ditampakkan. Ingatlah selalu mutiara kepribadi-an Muhammad saw seperti : “Tidaklah sempurna iman sese-orang, apabila dia belum bisa mencintai sesamanya seperti mencintai dirinya sendiri”

Oleh karena itu kalau kamu akan dipandang sebagai orang yang bermakna dalam hidup ini, jika dalam menjalankan ke-hidupan ini kamu isi dengan kesungguhan berbuat keadilan dalam perbuatanmu, maka kamu tidak akan diseret oleh per-buatan ketidakadilan dalam perbuatanmu, disitulah terletak kenikmatan hidup ini.

Kemampuan seseorang memanfaatkan alat pikiran berupa kesadaran, kecerdasan dan akal dalam proses yang berurutan yang effektif, maka faktor keadilan ikut memainkan fungsi-nya dalam proses pengambilan keputusan untuk suatu per-buatan yang di ridhoi oleh Allah SWT. Dengan demikian da-pat pula kita mengatakan bahwa tanpa keadilan tidak ada suatu kemerdekaan, oleh karena itu marilah kita meyakini benar dan percaya bahwa keadilan merupakan daya dorong untuk menciptakan kekuatan dalam perbuatan sampai akhir jaman untuk menjalankan kewajiban yang benar dalam me-nuju kenikmatan hidup di dunia dan selamat di akhirat.

Untuk mempertebal keyakinan dan kepercayaan itu, simaklah surat dan ayat dibawah ini :

SURAT AL AN’AM (KE 6: 165 ayat : 152 )
(152) Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfa’at, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang mela-inkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata,
maka hendaklah kamu berlaku adil kendatipun dia adalah kerabat(mu) dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat.

SURAT AL HUJURAAT (KE 49 : 18 ayat : 9)
(9) Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mu’mim berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah sa-tu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali, kepada perintah Allah ; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

Kedua surat dan ayat yang kita ungkapkan diatas sebagai penuntun dalam mengaktualisasikan kesadaran, kecerdasan dan akal dalam usaha mencari hikmah berpikir dalam mewu-judkan keadilan pada sikap dan perilaku agar semua perbuat-an mendapat manfaat disatu sisi dan disisi lain membentuk jiwa dan rohani supaya lebih mengenal kepada Allah SWT.

Dengan menumbuhkan keadilan pada jiwa ini, itu berarti memberikan sinar hati dalam menuju manusia mulia dan ma-nusia bijaksana, artinya disatu sisi melambangkan orang yang baik perbuatannya yang memuliakan jiwanya dengan takwa dan memeliharanya dari ketidakadilan, disisi lain me-lambangkan sebagai orang yang tidak mendahulukan dan mengutamakan dunia dan yang menahan nafsunya dari per-buatan yang menyalahi kesadaran, kecerdasan dan akalnya yang lurus.
AMALAN BATIN
DALAM SISI MASALAH PERSAUDARAAN,
KEPENTINGAN DAN TAMU
PERSAUDARAAN

Bgaimana kita dapat melahirkan dan menumbuhkan rasa persaudaraan kedalam kalbu kita, agar kita selamat hidup di dunia dan akherat. Sikap dan perilaku kita hidup di dunia ini ditunjukkan oleh wujud kehadiran kita di tengah-tengah ma-syarakat yang mampu memberikan keteladanan mengisi ak-tualisasi diri kedalam makna persaudaraan.

Cobalah renungkan tentang hubungan Imam Ali dengan Ra-sulullah SAW, dimasa kecil :
“ … Dan telah kalian ketahui tempatku di sisi Rasulullah saw.; dengan kekerabatanku yang amat dekat dan kedudukan ku yang khusus. Beliau meletakkan aku di pangkuannya ketika aku masih seorang bocah. Didekapnya aku ke dada-nya , dipeluknya di pembaringannya, disentuhkannya aku dengan tubuhnya dan diciumkannya aku harum aromanya. Adakalanya beliau mengunyah sesuatu lalu disuapkannya ke mulutku. Tiada pernah ia mendapatiku berdusta dalam suatu ucapan atau gegabah dalam suatu perbuatan.

Sejak masa kecilnya, Allah SWT telah menyertakan dengan-nya malaikat-Nya yang termulia, agar menunjukkan kepada-nya jalan keluruhuran pekerti serta kemuliaan akhlak, di si-ang hari ataupun di malam harinya.

Aku pun mengikutinya ke mana beliau pergi, bagai anak un-ta setia mengikuti ibunya. Tiap hari ia meengajariku tambah-
an pengetahuan dari akhlaknya dan memerintahkan aku agar mencontohnya. Di hari-hari tertentu, setiap tahunnya, ia me-nyingkir menyendiri di gua Hira, dan aku melihatnya semen-tara tidak seorangpun amelihatnya selain aku.
Pada saat itu tak ada satu pun rumah tangga yang terikat da-lam Islam selain Rasullullah saw. Dan Khadijah serta aku, yang ketiga setelah keduanya. Dan aku pun menyaksikan sinar wahyu dan kerasulan, menghirup pula semerbaknya kenabian. (Mutiara Nahjul Balaghan, diterjemahkan oleh Muhammad Al-Baqir)

Selanjutnya simaklah surat dan ayat dibawah ini, yang me-ngingatkan kita makna arti persaudaran yang harus kita yakini sebagai landasan untuk menumbuh kembangkan kedalam kalbu ini :

SURAT AN NISAA’ (KE 4: 176 ayat : 25)
(25) Dan barangsiapa di antara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita mer-deka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu meliki. Allah mengetahui kei-mananmu ; sebagian kamu adalah sebagian yang lain. Kare-na itu kawinilah mereka dengan seizing tuan mereka dan be-rilah maskawin mereka menurut yang patut, sedang mereka-pun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai priaannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan ka-win, kemudian mereka mengerjakan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separo hukuman dari hukuman wa-nita-wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kesu-litan menjaga diri ( dari perbuatan zina) di antaramu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maaha Pengam-pun lagi Maha Penyayang.

SURAT ALI IMRAN (KE 3 : 200 ayat : 103)
(103) Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (aga-ma) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni’mat kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahilayah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, la-lu menjadilah kamu karena ni’mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Al-lah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu men-dapat petunjuk.

Kedua surat dan ayat itu mengingat kita kepada suatu kisah Imam Al-Bagir dan Seorang Nasrani seperti dibawah ini :
“Imam Bagir adalah Muhammad bin Ali bin Husain r.a. Beliau bergelar Bagir yang berarti : yang membelah, atau yang membuka. Imam ini selalu di panggil dengan sebutan Bagir al-Ulum (pembuka ilmu-ilmu pengetahuan). Seorang Nasrani dengan nada mengejek, mengubah kata bagir deng-an bagar, yang berarti sapi. Dia berkata kepada Imam:”Anta Bagar (Anda sapi)”. Wajah imam tidak menjadi merah, apa-lagi marah, bahkan dengan penuh kerendahan hati beliau berkata: “Saya bukan Bagar, saya adalah Bagir” “Anda ada-lah anak seorang wanita yang kerjanya memasak” kata orang itu lagi. “Ya, itu kkerjanya. Tapi pekerjaan itu bukan peker-jaan yang memalukan.” “Ibumu seorang yang hitam, tidak tahu malu dan berlidah jahat.”
“Kalaulah tuduhanmu terhadap ibuku itu benar, mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosanya> Kalau tidak, se-moga Allah mengampuni dosao-dosa tuduhan bohongmu itu”. Menyaksikan kesabaran yang luar biasa dari seorang yang mampu mendera seorang non-Muslim seperti dia kare-na mengganggu dan menduh seperti itu, tak awal jiwanya
guncang dan terkesan. Tidak lama setelah itu, dia memeluk islam.” (Kisah Sejuta Hikmah oleh Murthada Muthahhari)

Selanjutnya renungkan lebih lanjut surat dan ayat yang kita ungkapkan dibawah ini :

SURAT AL HUJARAT (KE 49 : 18 ayat : 10, 13)
(10) Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertak-walah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.

(13) Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadi-kan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesunggunya orang yang paling mu-lia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling ber-takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengeta-hui lagi Maha Mmengenal.

SURAT AL MAIDAH (KE 5 : 120 ayat : 32)
(32) Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hokum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang-siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semua-nya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sunguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi.

SURAT AL BAQARAH (KE 2 : 286 ayat : 83)
(83) Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu) : Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata
yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali se-bagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.

Dengan menyimak surat-surat dan ayat-ayat yang kita kemu-kakan diatas lebih mempertebal untuk menyerah diri dan percaya atas kebenaran arti makna persaudaran yang dapat menyentuh mata hati manusia.

Sejalan dengan itu marilah kita menyimak satu tulisan oleh Jalaluddin Rakhmat dalam Islam Aktual yang mengungkap-kan “Menyambung Tali Persaudaraan” sebagai berikut :

“ Abdullah bin Abi Awfa bercerita: Kami waktu itu sedang berkumpul bersama Rasulullu saw. Tiba-tiba beliau berkata: “Janganlah duduk bersamaku hari ini orang yang memutus-kan persaudaraan.” Segera seorang pemuda berdiri mening-galkan majelis Rasulullah. Rupanya sudah lama ia berteng-kar dengan bibinya. Ia lalu meminta maaf kepada bibinya dan bibinya pun memaafkannya. Setelah itu, barulah ia kem-bali kepada Majelis Nabi. Nabi saw. Berkata: “Sesungguh-nya rahmat Allah tidak akan turun kepada suatu kaum yang di situ ada orang yang memutuskan persaudaraan”. (Al-Targhib 3:345).

Perhatikanlah keluarga kita, kaum yang paling kecil. Bila didalamnya ada beberapa orang yang sudah tidak saling me-negur, sudah saling menjauhi, apalagi kalau di belakang sa-
ling menohok dan memfitnah, maka rahmat Allah akan di-jauhkan dari seluruh anggota keluarga itu. Kemudian, perha-tikan umat Islam Indonesia, kaum yang lebih laus. Bila di dalamnya masih ada kelompok yang mengafirkan kelompok yang lain, atau membentuk jamaah yang lain, atau tidak mau bershalat jamaah dengan kelompok yang pendapatnya berbe-da, maka seluruh umat akan terputus dari rahmat Allah. Sukarlah umat yang seperti itu akan memperoleh kemenang-an. “Maukah kalian aku tunjuki amal yang lebih besar paha-lanya dari shalat dan puasa?” Tanya Rasulullah saw. Kepada sahabat-sahabatnya. “Tentu saja”, jawab mereka. Rasulullah menjawab, “Engkau damaikan orang-orang yang berteng-kar”. Menyambungkan persaudaraan yang terputus, memper-temukan kembali saudara-saudara yang berpisah, menyem-batani berbagai kelompok dalam Islam dan mengkukuhkan ukhuwwah di antara mereka adalah amal ssaleh yang besar pahalanya. “Barangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rizkinya, hendaklah ia menyambungkan persaudaraan” (H.R. Bukhari dan Muslim).”

Dengan mengungkapkan hal-hal diatas diharapkan semua itu dapat memberikan daya dorong untuk menemukan tentang diri kita, karena itu, disitulah letak kesadaran, kecerdasan dan akal untuk mendorong dalam berpikir, agar kita terus mendewasakan ketawakalan dan keimanan dalam hidup ini.

Sejalan dengan itu cobalah renungkan pandangan yang di-ungkapkan Imam Ja’far Ash-Shadig dalamThe Latern of the Path (Lentera Ilahi), mengemukan seperti dibawah ini:

“Ada tiga hal yang langka dalam setiap zaman: persaudara-an dalam keyakinan kepada Allah ; seorang istri yang taat

dan penuh kasih yang membantu dalam menguatkan iman suaminya kepada Allah ; dan seorang putra yang berjalan di jalan yang lurus. Barangsiapa yang telah menemukan ketiga hal tersebut berarti ia telah mendapatkan kebaikan untuk ke-dua tempat kediaman itu dan bagian yang paling baik di du-nia ini dan akhirat nanti. Waspadalah jika mengangkat seseo-rang sebagai saudara ketika kamu terpengaruh oleh ketamak-an, rasa takut, kecenderungan, uang, makanan atau minuman Carilah persaudaraan yang didasarkan atas rasa takut kepada Allah, bahkan sampai ke ujung bumi dan bahkan jika kamu melewatkan seluruh masa hidupmu untuk mencari mereka. Allah tidak pernah meninggalkan seorang pun yang lebih baik disbanding mereka setelah para Nabi di atas bumi ini, juga tidak pernah Dia memberikan kepada seorang hamba karunia sebagaimana karunia keberhasilan untuk menemu-kan persahabatan mereka. Allah telah berfirman, “Teman-teman akrab pada hari salaing bermusuh-musuhan, kecuali orang-orang yang takwa”(QS.43:67). Bila dikutip dari Al Qur’an, bunyi terjemahan sbb.”Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa”
Saya percaya bahwa setiap orang yang mencari teman tanpa cacat di masa sekarang ini tidak akan pernah mendapatkan-nya. Tidak tahukah kamu bahwa tanda kehormatan pertama yang diberikan oleh Allah kepada para Nabi-Nya ketika se-ruan mereka untuk beriman menjadi dikenal adalah seorang kawan atau pembantu yang dapat dipercaya? Demikian pula, pemberian paling mulia yang diberikan oleh Allah kepada kawan-kawan, para pendukung (awliya), teman-teman sejati dan orang-orang kepercayaan-Nya adalah uluran persahabat-an dari para Nabi-Nya. Ini membuktikan bahwa, setelah pe-ngetahuan tentang Tuhan (ma’rifah Allah), tidak ada rahmat

di kedua tempat kediaman itu yang lebih luhur, lebih unggul atau lebih murni dibandingkan dengan persahabatan dalam keyakinan kepada Allah dan persaudaraan demi Dia.”
KEPENTINGAN

Kepentingan mengandung makna kebutuhan. Dalam meme-nuhi kebutuhan akan didorong oleh suatu perbuatan manusia dengan menggerakkan otak. Dengan otak itu pula manusia ingin mewujudkan kepentingannya.

Marilah kita menyimak surat dan ayat yang kita ungkapkan dibawah ini :

SURAT AL BAQARAH (KE 2 : 286 ayat : 237, 219)
(237) Jika kamu menceraikan isteri-isterimu sebelum kamu bercampur dengan mereka, padahal sesungguhnya kamu su-dah menentukan maharnya, maka bayarlah seperdua dari mahar yang telah kamu tentukanitu, kecuali jika isteri-isteri-mu itu mema’afkan atau di ma’afkan oleh orang yang me-megang ikatan nikah, dan pema’afan kamu itu lebih dekat kepada takwa. Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala apa yang kamu kerjakan.

(219) Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan be-berapa manfa’at bagi manusia, tapi dosa keduanya lebih be-sar dari manfa’atnya. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari ke-perluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepadamu supaya kamu berpikir.
Bertolak dari peringatan yang termuat dalam surat dan ayat diatas, maka setiap wujud dari perbuatan manusia dalam me-menuhi kepentingan dengan memanfaatkan kesadaran, ke-cerdasan dan akal akan mempertimbangkan tingkat kepen-tingan dan pemanfaatannya.

Wujud kepentingan dalam memenuhi kebutuhan akan sangat ditentukan rasa kecintaannya atas kepentingan itu sendiri, se-hingga aktualisasi dari kesadaran, kecerdasan dan akal seha-rusnya bertolak dari rasa kecintaan dari pembenaran Allah dan Rasul-Nya.

Selanjutnya cobalah renungkan kisah sjuta hikmak Murtadha Muthahhari dalam “Keuntungan yang ditolak” sbb. :

“Kebutuhan hidup keluarga Imam Ja’far Ash-Shadig r.a. se-makin bertambah. Beliau berpikir bahwa dengan berniaga tentu beliau akan bias membiayai perbelanjaan keluarganya. Dengan modal seribu dinar, beliau menyuruh pembantunya, Mushadif, untuk berangkat ke Mesir dan berniaga.

Mushadif membeli jenis barang yang biasa dibawa ke Mesir. Dia berangkat bersama rombongan pedagang lain yang juga hendak kesana.

Etibanya di perbatasan Mesir mereka berjumpa dengan rom-bongan pedagang lain yang baru pulang dari sana. Mereka bertanya tentang situasi setempat. Akhirnya mereka diberita-hu bahwa jenis barang yang dibawa oleh Mushadif dan rom-bongannya, sekarang mengalami krisis sehingga mendapat pasaran yang baik.
Pedagang-pedagang ini merasa gembira mendengar berita “baik” tersebut. Kebetulan jenis yang mereka bawa adalah
keperluan sehari-hari, yang pasti akan dibeli oleh setiap orang, walau dengan harga paling mahal sekalipun. Mereka berjanji dan bersepakat untuk mengeruk keuntungan tidak kurang dari 100%.

Rombongan tiba di Mesir. Ternyata, keadaannya memang seperti yang diberitahukan oleh kafilah tadi. Berdasarkan ke-sempatan bersama, akhirnya mereka membuat pasar gelap dan menjual barang bawaan mereka dua kali lipat dari harga biasa.

Mushadif kembali ke Madinah dengan membawa laba bersih seribu dinar. Dia dating menghadap Imam Shadiq dengan rasa gembira. Diserahkannya dua kantung berisi uang, ma-sing-masing seribu dinar. Apa ini? Tanya Imam.”Yang satu adalah modal yang imam berikan kepadaku, dan lainnya a-dalah keuntungan bersih, seribu dinar, “Jawab Mushadif. “Banyak benar!? Tanya Imam keheranan. “Coba kau jelas-kan bagaimana kalian bias mengeruk keuntungan sedemiki-an besar!” “Begini ceritanya. Setibanya di perbatasan Mesir, kami mendapat informasi bahwa jenis barang bawaan kami sudah nyaris kosong di pasaran Mesir. Kami sama-sama ber-sumpah untuk tidak menjual barang-barang itu kecuali dengan keuntungan dua kali lipat.”

“Subhanallah!” ucap Imam. “Kalian sanggup berbuat demi-kian? Kalian bersumpah untuk membuat pasar gelap di te-ngah-tengah kaum Muslimin, dan mengeruk keuntungan dua kali lipat dari mereka? Ma’azallah. Tidak. Aku sama sekali tidak menginginkan perniagaan dan keuntungan seperti ini”

Kemudian Imam mengambil satu di antara dua kantung tadi dan berkata: “Ini adalah modalku semula” Beliau tidak ame-
nyentuh kantung yang satunya. Lalu beliau bberkata: “Aku tidak ada urusan dengan yang satu itu”. Lalu beliau berkata lagi: “Hai Mushadif, berperang adalah lebih mudah ketim-bang mencari yang halal”
TAMU

Renungkan, mutiara kepribadian Muhammad S.A.W. yang menjadi sari taladan umatnya berupa “Berbuat baik kepada orang yang tidak baik. Andaikata anda berbuat baik kepada orang baik, anda telah melaksanakan sesuatu yang tepat. Tetapi jika anda berbuat baik kepada orang yang tidak baik maka anda tetap orang baik.”

Yang menjadi masalah kita, seberapa jauh kita dapat me-ningkatkan kedewasaan sikap dan perilaku dalam mengha-dapi keikhlasan ibadat dan menyantuni setiap orang. Oleh karena itu ingatlah mutiara kepribadian Muhammad SAW berupa “Tidaklah sempurna iman seseorang, apabila dia be-lum bisa mencintai sesamanya seperti mencintai dirinya sen-diri”

Betapa besar daya dorong, bila kita meyakini benar dan ingin mengaktualisasikan kedalam perubahan sikap dan perilaku dari sari tauladan itu dalam menyesiati musuh yang paling besar yang ada dalam diri kita.

Sejalan dengan itu kalau kita ingin memperbaikinya disitu ada jalan pada setiap masalah yang sudah kita identifikasi pada setiap situasi yang ada, maka tak ada sesuatu yang mus-tahil bagi orang yang mau.
Makanya perbanyaklah kamu merenung, membaca dan menghayati perintah Allah SWT, seperti surat dan ayat diba-wah ini :

SURAT AL BAQARAH (KE 2 : 286 ayat: 215, 177)
(215) Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah : Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang se-dang dalam perjalanan”. Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.

(177) Bukanlah menghadapkan wajahmu, ke arah timur dan barat itu, suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebaji-kan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malai-kat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi da memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta ; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat dan menunaikan zakat ; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang be-nar (imannya) ; dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

SURAT AT TAUBAH (KE 9 : 129 ayat : 60, 6)
(60) Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-paengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengeta-hui lagi Maha Bijaksana.

(6) Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supa-ya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.

Dengan menyimak peringatan-peringatan didalam surat dan ayat yang kita ungkapkan diatas, seharusnya mempertebal keyakinan dan berserah diri kepada kecintaan kita kepada Allah SWT semata-mata, karena ia mengetahui setiap per-buatan apapun yang kita lakukan di muka bumi ini.

Jadi bila kita ingin menemukan jalan, dalam usaha meme-cahkan masalah untuk tidak menutup diri terhadap manusia maka janganlah berlama-lama menutup diri dari manusia. Sikap dan perilaku seperti itu akan menyebabkan rasa kesal di hatimu dan menghilangkan kesempatan untuk memahami masalah-masalah yang engkau hadapi, sehingga dalam kehi-dupan ini bercampur aduklah yang haqq dan yang bathil.

Oleh karena itu, ibarat seorang pemimpin adalah juga orang biasa yang tidak dapat mengetahui apa yang dilakukan orang di belakangnya. Sedangkan kebenaran tidak memiliki tanda-tanda yang dapat membedakan dengan jelas antara berbagai macam ketulusan dan kepalsuan. Jadi dalam hidup ini eng-kau berada dalam dua situasi seperti disatu sisi dimana per-buatanmu menjadi seorang dermawan yang selalu bermurah hati dalam kebenaran dan disisi lain engkau adalah penderita penyakit bakhil yang segera akan membuat orang banyak enggan meminta sesuatu darimu karena keputusasaan mere-ka untuk mendapatkannya.

RENDAH HATI DAN KHUSYU’

Dalam meningkatkan kedewasaan sikap dan perilaku dalam kehidupan ini dapat diibaratkan seperti dalam kebahagian se-baiknya jangan tinggi hati, sebaliknya dalam kesusahan ja-ngan kehilangan semangat, ini menunjukkan bahwa keren-dahan hati disukai orang.

Rendah hati bermuara dari kemurahan hati seperti yang di-perlihat oleh sifat para nabi dan merupakan tonggak iman. Dengan sikap dan perilaku yang rendah hati, itu menunjuk-kan adanya keyakinan dan cita-cita kemurahan hati dalam setiap perbuatan dibuatnya.

Simaklah surat dan ayat dibawah ini :
SURAT AL AN’AM (KE 6 : 165 ayat : 63-64)
(63) Katakanlah : Siapakah yang dapat menyelamatkan ka-mu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdo’a ke-padaNya dengan berendah diri dan dengan suara yang lem-but (dengan mengatakan) : Sesungguhnya jika Dia menye-lamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur”

(64) Katakanlah “ Allah menyelamatkan kamu daripada ben-cana itu dan dari segala macam kesusahan, kemudian kamu kembali mempersekutukan-Nya”

SURAT AL A’RAF (KE 7 : 206 ayat : 55, 205-206)
(55) Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
(205) Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak menge-raskan suara, di waktu pagi, petang dan janganlah kamu ter-masuk orang-orang yang lalai.

206) Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tu-hanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mere-ka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nyalah mereka bersujud.

Dari surat dan ayat yang kita ungkapkan diatas, memberikan petunjuk bahwa kemurahan hati diberikan kepada setiap o-rang yang dikasihi oleh Allah SWT. Yang menjadi masalah adalah seberapa jauh orang dapat melepaskan diri dari soal-soal duniawi yang dapat merugikan orang lain. Dapatkah ki-ta membayangkan bila ia kelaparan sedangkan orang lain ia berikan makan, ia berikan pakaian kepada orang lain sedang dirinya telanjang, hidupnya selalu memberikan ssuatu untuk orang lain sedangkan dia tidak bersedia menerima apapun dari orang lain. Jadi bagi orang yang rendah hati akan selalu memikirkan bahwa ia yakin dan rela menyerahkan miliknya untuk mematuhi dan berbuat karena Allah SWT.

Untuk meningkatkan rendah hati dan khusuk dalam setiap perbuatan ini, renungkan peringatan dalam surat dan ayat dibawah ini :

SURAT HUUD (KE 11 :123 ayat : 23)
(23) Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan menger-jakan amal-amal saleh dan merendahkan diri kepada Tuhan
mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni surga mereka kekal di dalamnya.

SURAT AL ANBIYAA’ (KE 21 : 112 AYAT : 89-90)
(89) Dan (ingatlah kisah) Zakariya tatkala ia menyeru Tuhannya : “Ya Tuhanku janganlah engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan engkaulah Waris Yang Paling Baik.

(90) Maka kami memperkenankan do’anya, dan kami anuge-rahkan kepada Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat me-ngandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo’a kepada kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusu’ kepada kami.

SURAT AL HAJJ (KE 22 : 78 ayat : 34-35, 54)
(34) Dan bagi tiap-tiap ummat telah kami syariatkan pe-nyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka , maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, kare-na itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).

(35) (yaitu) orang-orang apabila disebut nama Allah geme-tarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sem-bahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka.

(54) dan orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al Quran itulah yang hak dari Tuhanmu lalu
mereka kepadanya dan sesungguhnyaAllah adalahPemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.
SURAT AL MU’MINUN (KE 23 : 118 ayat : 1-2)
(1) Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
(2) (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.

SURAT AN NUUR (KE 24 : 64 ayat : 30)
(30) Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman : “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memeliha-ra kemaluannya ; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang merka perbuat”.

SURAT AL QASHHASH (KE 28 : 88 ayat : 83)
(83) Negeri akhirat itu , kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusak-an di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang bertakwa.

SURAT LUKMAN (KE 31 : 34 ayat : 18-19)
(18) Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari ma-nusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di mu-ka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyu-kai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

(19) Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan lunak-kanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.

Keseluruhan surat dan ayat yang kita ungkapkan diatas, ma-ka dengan keyakinan dan menyerahkan diri kepada Allah SWT dalam arti menjalankan seluruh perintah-Nya untuk di-taati dan menghindarkan seluruh larangan-Nya.

Dengan sikap dan perilaku yang dituntun atas perintah-Nya, maka perjalanan hidup yang penuh tantangan ini menjadi indah untuk dilalui, sehingga wujud dari rendah hati dan khusu’ merupakan ruang tunggu bagi kesempurnaan.

Hanya dengan ketakwaan kepada-Nya, kita dapat mengenda-likan emosi dan naluri serta menjaga memori, sehingga kita mampu mengendalikan luapan amarah, kekerasan dalam per-buatan, ketajaman tangan dan lidah. Jadi dengan begitu kita mampu memilih yang paling bijaksana, bahkan tidak memu-tuskan sesuatu setelah kekacauan hati ini diingatkan kembali oleh yang maha kuasa.

Dengan menumbuh kembangkan kedewasaan rendah hati dan khusu’ dalam kehidupan ini, maka dalam mengaktuali-sasikan kesadran, kecerdasan dan akal pada semua perbuatan dimana usaha mengendalikan hati menjadi korban perasaan-nya, kesuksesan mendorong kesombongan, kekecewaan me-lahirkan patah hati. Kesemuanya itu merupakan gerakan pi-kiran dari kehendak, naluri dan paksaan. Bila hal itu dida-sarkan kepada rendah hati dan khusus’ yang melahirkan cin-ta kepada Allah semata, maka gerakan pikiran itu akan ter-tuju pada tidak ada kebaikan dan kemaslahatan bagi setiap wujud kecuali gerakan cintanya diperuntukkan bagi pencip-tanya, dan itu berarti ia melepaskan miliknya untuk mema-tuhi Allah dan berbuat demi Allah semata. Disinilah letak kesempurnaan dari aktualisasi pikiran dalam mewujudkan kebenaran dari gerakankehendak, naluri dan paksaan kejalan yang benar.
AMPUNAN / MA’AF

Mampukah seseorang yang memiliki kekuasaan menjadi pe-maaf. Umumnya dalam bersikap dan berperilaku dengan makin besar kekuasaan, ada kecenderungan makin besar bahaya penyalahgunaannya, sehingga tidak heran dalam ke-hidupan ini orang sangat mengagungkan mempunyai kekua-saan, tapi sebaliknya ia tidak menyadari kecemasan juga ada dibaliknya karena kadang kala begitu sulit untuk menyentuh hati agar dapat memahami dimana kebaikan itu berhenti dan kejahatan itu bermula.

Untuk menuntun cahaya mata hati agar tingkat kedewasaan tawakal kepada Allah SWT, maka coba renungkan surat dan ayat dibawah ini :

SURAT ALI IMRAN (KE 3 : 200 ayat : 159)
(159) Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohon-kanlah ampun bagi mereka. Dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah
membulatkan tekad, maka bertakwalah kepada Allah. Se-sungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

SURAT AN NISAA’ (KE 4 : 176 ayat : 27-28, 98-99)
(27) Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).

(28) Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.

(98) kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan ti-dak mengetahui jalan (untuk hijrah).

(99) mereka itu, mudah-mudahan Allah mema’afkannya. Dan Allah Maha Pema’af lagi Maha Pengampun.

SURAT AL A’RAF (KE 7 : 206 ayat : 199)
(199) Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerja-kan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.

SURAT HUUD (KE 11 : 123 ayat : 11)
(11) kecuali orrang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh ; mereka itu beroleh am-punan dan pahala yang besar.

SURAT AZ ZUMAR (KE 39 : 75 ayat : 24)
(24) Maka apakah orang-orang yang menoleh dengan mu-kanya menghindari azab yang buruk pada hari kiamat (sama dengan orang mu’min yang tidak kena azab)? Dan dikatakan kepada orang-orang yang zalim. “Rasakanlah olehmu balasan apa yang telah kamu kerjakan”

SURAT AN NAJM (KE 53 : 62 ayat : 32)
(32) (Yaitu) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan per-buatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Se-sungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadi-

kan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam pe-rut ibumu ; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa

SURAT AT TAGHABUN (KE 64 : 18 ayat : 14)
(14) Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-istermu dan anak-anakmu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka ; dan jika kamu mema’afkan dan tidak me-marahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Pengampun lagi Maha Penyayang.
Dengan merenung dan kita dapat memahami makna peri-ngatan yang ditunjukkan oleh Allah SWT dalam surat dan ayat yang diungkapkan diatas, akan sangat tergantung ting-kat kemampuan berpikirnya dengan memanfaatkan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya. Dapat kita bayangkan ibarat bahwa kita akan sangat heran bahwa manusia saban hari me-nyisir rambutnya, tetapi tidak ada menyisir otaknya (otak atas dan otak dibawah sadar), begitu pula dalam kehidupan ini orang senang makan dan membersihkan badan tetapi sa-ngat sulit memberi makanan jiwa dan membersihkan keba-thinannya karena ia belum meyakini benar ungkapan seperti “Agama itu akal, dan tidak ada agama bagi siapa yang tidak berakal”. Oleh karena itu simaklah surat dan ayat dibawah ini yang mengungkapkan keutamaan Ilmu dalam Surat Ali ‘Imran (ke 3, ayat 18) sebagai berikut :
(18) Alah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadil-an. Para Malaikat dan orang-orang yang Berilmu (juga me-nyatakan yang demikian itu). Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Jadi dengan ilmu kita berusaha untuk mendapatkan jalan me-nuju maaf dan ampunan dan bila itu kehendaki oleh Allah SWT, maka Dia telah memberikan cahaya-Nya.

Oleh karena itu, yakinlah bahwa maaf adalah rahasia Tuhan didalam hati orang-orang yang dipilihnya, maka manfaatkan kesadran, kecerdasan dan akal dalam bersikap dan berperila-ku untuk selalu memberi maaf sesama manusia, bagaimana mungkin kamu mengharapkan ampunan dari Allah SWT, bila engkau tidak berbuat seperti itu.

Sejalan dengan apa yang kita utarakan itu, maka simaklah surat dan ayat dibawah ini sebagai peringatan bagimu :
SURAT AN NUUR (KE 24: 64 ayat : 22)
(22) Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema’afkan dan berla-pang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah kira bah-wa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balas-an dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.

KATA PENGANTAR
Renungan Bacaan Amalan Batin Dilihat Dari Sisi Hubung-an Manusia adalah suatu tulisan yang mengingatkan tentang umur dan perbuatan manusia. Perbuatan manusia itu dige-rakkan oleh pikiran. Pikiran adalah tambang emas yang ada dalam otak manusia yang penuh dengan keajaiban. Bila kita ingin mendapatkan sesuatu darinya, maka galilah sepuas hatimu. Cobalah kita renungkan sejenak seandainya kita me-nginginkan selamat hidup di dunia dan akherat.

Pikiran selamat hidup di dunia dan akherat adalah suatu usa-ha untuk mendewasaakan secara berkesinambungan dari ma-sa umur yang sejalan dengan semua perbuatan yang menuju kecintaan kepada Allah SWT, oleh karena itu wujudkan ge-rakan untuk berpikir tentang karunia-Nya melalui proses peningkatan amalan batin.

Saat kita merenungkan untuk berpikir tentang Karunia-Nya, maka terlintas dalam pikiran untuk mengetahui tentang ma-sa umur seperti yang diungkapkan oleh Ibnul Jauzi, telah membagi umur ini men-jadi lima masa :
1) Masa kanak-kanak, sejak dilahirkan hingga mencapai lima belas tahun ;
2) Masa muda, dari umur lima belas tahun hingga umur tiga puluh lima tahun ;
3) Masa dewasa, dari umur tigapuluh lima tahun hingga umur limapuluh tahun ;
4) Masa tua, dari umur limapuluh tahun hingga tujuhpuluh tahun ;
5) Masa usia-lanjut, dari umur tujuhpuluh tahun hingga akhir umur yang dikaruniakan oleh Allah.

Merenung tentang umur, tak lain untuk mengingatkan kita dalam menempuh perjalan hidup didunia ini bahwa kita harus ingat penjemput maut pasti datang, hanya kita tidak tahu kapan datangnya. Rasulullah saw. telah diwafatkan oleh Allah SWT, yaitu dalam usia 63 tahun menurut riwayat yang shahih. Apa artinya itu bagi anak-anaku, tak lain adalah se-jalan dengan pesan Rasulullah saw. Bahwa:

“Rebutlah lima peluang sebelum terjadi lima perkara : masa mudamu sebe-lum tiba masa tua, masa sehatmu sebelum tiba masa sakit, masa lapangmu sebelum tiba masa sibuk, masa kayamu sebelum tiba masa papa dan masa hidupmu sebelum tiba ajalmu” (H.R.Al-Hakim Baihaqi, Ibnu Abi’ddunia, Ibnul – Mubarak).

Selanjutnya beliau bersabda bahwa : “Takkan bergeser kkedua kaki manusia pada hari kiamat sampai sele-sai ditanya tentang empat perkara :

1) Tentang umurnya, untuk apa dihabiskan,
2) Tentang masa mudanya, untuk apa dipergunakan,
3) Tentang hartanya, dari mana diperoleh dan untuk apa dibelanjakan,
4) Tentang ilmunya, apa yang sudah diperbuat dengannya” (H.R. Tirmidzi)

Dengan merenung itu, semoga ada motivasi kita untuk lebih mengenal tentang diri kita dengan mengingat perintah Allah SWT dalam SURAT FAATHIR (KE 35 : 45 ayat : 37)
“Dan mereka berteriak dalam neraka itu:”Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan

apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk ber-fikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) dating kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.

Dengan merenung itu, bangkitkan cahaya hati ini dalam me-nempuh perjalanan hidup untuk dunia dan akherat melalui tahapan peningkatan kedewasaan KETICINTAAN KITA KEPADA ALLAH SWT, hanya dengan itulah kita selalu akan ingat bahwa MAUT pasti datang, dan oleh karena itu persiapkan dirimu dengan melihat masa umur kita dengan berpikir, bekerja dan belajar sepanjang hidup ini, disitulah terletak kemampuanmu untuk memanfaatkan kesadran, ke-cerdasan dan akal yang ada dalam otakmu untuk amalan la-hir (syariat lahir disebut syariat diamalkan oleh jasad lahir) dan amalan batin (syariat batin disebut hakikat diamalkan oleh jasad batin atu roh). Jadi amalan lahir dan batin wajib dilaksanakan serentak dalam satu masa di semua waktu dan keadaan. Yang sangat menentukan dalam mewujudkan ke-cintaanmu kepada Allah SWT adalah amalan batin, tapi itu tidak berarti yang satu lebih penting dari yang lain, keduanya saling terikat dan mengisi, tetapi dalam keadaan ada kedua-nya hakikatlah yang lebih utama.

Jadi, ingatlah bahwa tambang emas ada dalam diri kita yaitu pikiranmu, galilah sepuas hatimu sesuai dengan niat yang engkau ucapkan dalam hati, maka disitulah terletak kemam-puanmu untuk meningkatkan amalan batin sebagai kunci suksesmu dalam mewujudka kecintaanmu kepada Allah SWT dengan memanfaatkan otak yang ada dalam diri ini, yang menjadi masalah seberapa jauhkan kita ingin me-ningkatkan kemampuan untuk mengelola otak yang penuh keajaiban didalamnya. Untuk membuka tabir keajaiban itu, kita haruslah konsisten dalam mengaktualisasikan alat pikiran ini berupa KESADARAN, KECERDASAN dan AKAL dalam proses yang teratur agar kita mampu mela-kukan dalam setiap perbuatan yang mengarah kepada karunia Allah SWT. Untuk itu kita harus memahami fungsi otak dalam memori, emosi dan naluri. Jadi dalam kehidupan ini tingkat kedewasaan rohaniah sampai ke tingkat yang paling tinggi kecintaanmu kepada Allah SWT agar kita dapat mengendalikan naluri dan emosi sebagai pilar yang dapat setiap waktu memanfaatkan memori ini.

Untuk mengingatkanmu, periksalah usaha-usaha kita dari waktu ke waktu terhadap sikap dan perilaku dalam usaha kita untuk meningkatkan kecintaan kita kepada Allah SWT yang nampak dalam pikiran kita seperti :
1) Menyadari sepenuhnya tentang maut.
2) Sadar akan kehendak Allah dari kehendak sendiri.
3) Melaksanakan dzikrullah secara otomatis.
4) Mengagungkan firman Allah dalam Al-quran.
5) Meningkatkan keyakinan dan menyerah diri untuk tujuan ibadah.
6) Menjalankan ibadah menjadi kebutuhan.

Akhirnya cobalah engkau renungkan kembali ungkapan Tirmidzi, dalam sebuah hadits yang ia terima dari Ibnu Abbas menyatakan bahwa Rasulullah saw, bersabda :

“Wahai Ghulam ! Sesungguhnya aku akan mengajarkan ke-padamu kalimat : Jagalah perintah yang diwajibkan Allah

dan larangan yang diharamkan-Nya, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah perintah yang diwajibkan Allah dan larangan yang diharamkan-Nya, niscaya kamu dijaga dan dibantu-Nya.
Apabila kamu memohon mohonlah kepada Allah.
Apabila kamu minta pertolongan, mintalah kepada Allah.
Dan ketahuilah, sesungguhnya seluruh makhluk seandainya berhimpun untuk memberi manfa’at kepadamu, niscaya me-reka tidak dapat memberikan manfa’at, kecuali hanyalah apa yang telah ditentukan Allah kepadamu.
Dan apabila mereka berhimpun untuk mendatangkan bahaya, maka mereka tidak akan dapat mendatangkannya kecuali ha-nyalah apa yang telah ditentukan Allah kepadamu.
Karena pena-pena telah diangkat sedang lembarannya sudah kering.”

Tulisan ini merupakan bagian pertama dari kumpulan tulisan yang berhubungan atas amalan batin dari sisi hubungan dengan Tuhan dan manusia.

Bandung, 25 Mei 2001.
Abdul Talib Rachman

Catatan :
Kebiasaan dalam menulis kutipan dari Al-Quran dengan menulis QS.35 : 37. Sedangkan dalam tulisan ini menulis seperti : Surat Faathir ( ke 35 : 45 ayat : 37) yang menunjuk-kan ke 35 artinya surat nomor 35 : 45 ayat menunjukkan jumlah seluruh ayat dalam surat tersebut : 37 menunjukkan ayat yang dikutip.
Tulisan yang sederhana ini, terutama ditujukan kepada anak-anakku yang tercita :

M. Haitan Rachman
M. Fauzan Rachman
M. Almawerdi Rachman
M. Alfaribi Rachman
M. Salifi Rachman
Nurdigitaliwati Rachman

Ingatlah selalu masa umurmu, dan disitulah terletak keingin-anmu untuk memanfaatkan alat pikiranmu berupa Kesadar-an, Kecerdasan dan Akal untuk menuntunmu dari setiap per-buatan yang di karunia Allah SWT. Maut akan datang setiap waktu untuk menjemputmu, oleh karena itu tingkatkan usaha usaha mendewasakan dalam masa umurmu tentang Kecin-taanmu Kepada Allah SWT.
DAFTAR ISI
Kesuksesan Dalam Masalah Keberhasilan 001-007

Kesuksesan Dalam Masalah Pekerjaan dan
Efesiensi Kerja 008-014

Kesuksesan Dalam Masalah Ke-ragu2an 015-020

Kesuksesan Dalam Masalah Ichtiar dan
Pertolongan Allah 021-034

Amalan Batin Dalam Sisi Masalah Kebaikan 035-042

Amalan Batin Dalam Masalah Tolong –
Menolong 043-045

Amalan Batin Masalah Kebajikan, Keramah-
Tamahan dan Kesempurnaan 046-056

Amalan Batin Dalam Sisi Masalah Kehor-
Matan Diri 057-057

Amalan Batin Dalam Sisi Masalah Kelakuan
Baik, Kasih Sayang, Perdamaian dan perten-
Tangan Pendapat 058-071

Amalan Batin Dalam Sisi Masalah Nafsu-
Seksuil, Amanat, Hirauan, Berkata Benar,
Permusuhan dan Keadilan 072-098

Amalan Batin Dalam Sisi Masalah Persau-
Daraan, Kepetingan Dan Tamu 099-120
Lampiran
Cuplikan bab pendahuluan dari
Manajemen Otak oleh Abdul Talib Rachman

AMALAN BATIN

AMALAM BATIN
DALAM SISI MASALAH KEBAIKAN

Setiap orang yang berpikir secara konsepsional materialistik, biasanya orang tersebut semangkin tinggi penghargaan orang kepada harta benda maka semakin dalam pulalah turunnya pehargaan orang kepada kebaikan.

Sesungguhnya umur manusia memang singkat, maka dalam me-ngikuti perjalanan hidup ini dalam kita berpikir, bekerja dan belajar dari kompilasi tahun demi tahun, bulan demi bulan, minggu demi minggu, hari demi hari, jam demi jam, detik demi detik akan memperlihatkan sikap dan perilaku kita dalam kehidupan ini dari bangun tidur hingga tidur lagi.

Marilah kita merenung sejenak surat dan ayat dibawah ini :

SURAT AL BAYYINAH (KE 98 : 8 AYAT : 7-8)
(7) Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.

(8) Balasan mereka disisi Tuhan mereka ialah surga ‘And yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.

Dari surat dan ayat tersebut diatas, bagi seorang mukmim sejati ia harus menyadari sepenuhnya tentang dirinya bahwa tiada pintu kebaikan yang terbuka dan kesempatan yang terbentang, melainkan dimanfaatkannya secara maksimal untuk menabung
selaksa kebaikan demi akhir kehidupannya kelak, ia tidak merasa puas dengan kebaikan yang banyak yang ia lakukannya, dan tidak merasa cukup dengan bekal ketaatan yang pernah diamalkannya. Setiap waktu dari umurnya dan setiap pintu hidup dalam kehidupannya senantiasa dipergu-nukan untuk berpacu memperbanyak amal-amal kebajikan yang dilandasi ke ikhlasan semata-mata mengharapkan ridha Allah SWT.

Dengan demikian akhlak dalam masalah kebaikan untuk menjadikan manusia dapat hidup aman, tentram dan rukun damai untuk dunia dan akhirat, maka jangan lupa kita sering mendengar-kan akan nasehat orang bijak seperti :

Sediakan waktu untuk membaca karena itu sumber hikmat.
Sediakan waktu untuk tertawa karena itu musiknya jiwa.
Sediakan waktu untuk berpikir karena itu pokok kemajuan.
Sediakan waktu untuk beramal karena itu pangkal kejayaan.
Sediakan waktu untuk kegembiraan karena itu membuat muda selalu.
Sediakan waktu untuk beriman karena itu adalah induk dari segala ketentraman hati.

Dengan sering mengingat akan nasehat 0rang-orang yang bijak berarti kita berusaha membuang kecemasan-kecemasan yang mempengaruhi jiwa dari kejahatan-kejahatan diri dan nafsu-nafsu-nya, mengalahkan setan, masuk kedalam tuntunan Allah SWT dan jaminan perlindunganya, seperti apa yang diungkapkan dalam surat dan ayat-ayat dibawah ini

SURAT AL BAQARAH (Ke 2 : 286 ayat : 195, 44, 148)
(195) Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam

kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

(44) Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri; padahal kamu membaca Al Kitab (Taurrat)? Maka tidakkah kamu berpikir?

(148) Dan bagi tiap-tiap Umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam
berbuat) Kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Oleh karena itu, dengan bertawakal kita meyakini benar apa yang kita anjurkan dan memeberikan nasehat-nasehat yang baik kepada orang lain dengan memperlakukan dengan baik dan sopan, walaupun kita berbeda dalam sikap dan perilaku.

Dengan memahami kebaikan yang diajarkan dalam Al-Quran, dengan bersikaf arif dan bijak terhadap waktu, umur dan kesempat-an yang harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya, maka kita
dapat mengenal segala macam tipu daya setan kedalam nafsu yang merajuk terhadap naluri, sehingga pintu hidup dalam kehidupan ini senantiasa diperguna-kan untuk berpacu dalam memperbanyak amal-amal, semata-mata mengharapkan ridha Allah SWT.
Untuk mengingatkan sikap dan perilaku kita dalam aktualisasi kehidupan ini bahwa nafsu itu musuh yang berbahaya, maka tibalah saatnya penyesalan dan kerusakan yang tidak disadari, kecuali orang yang dipelihara Allah dengan karunianya dan ditolong dengan rahmat-nya untuk mengalahkan nafsu itu.

Sejalan dengan apa yang kita utarakan diatas, maka simaklah surat-surat dan ayat-ayat seperti dibawah ini :

SURAT FUSHSHILAT (KE 41: 54 ayat : 34-36)
(36) Dan jika syaitan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

(34) Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu, dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.

(35) Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianuhgerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberun tungan yang besar.

SURAT AL MU’MINUN ( KE 23 : 118 ayat : 96)
(96) Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan.

Dengan memperhatikan surat dan ayat diatas, untuk mengingatkan kita bahwa bagi orang membuat satu

kesalahan akan timbul bintik-bintik hitam pada hatinya. Kalau dia membuat kesalahan karena didorong oleh hawa nafsu amarah dimana ia tidak mampu membedakan kebaikan dan keburukan, maka bertambahlah bintik-bintik hitam itu, sehingga lama kelamaan akan merusak sehingga akhirnya meliputi hatinya.

Jadi mencapai perikemanusiaan ialah hati yang terdidik dan pikiran yang terpelajar, dengan ini timbul pasangan yang halus dan hidup yang berpikir karena hati telah disinari Nur Ilahi dan kepala yang berisi pengetahuan.

Oleh karena itu, renungkanlah pertanyaan seorang sahabat kepada Rasullullah “apakah yang dimaksud dengan jihad besar yang hendak dihadapi itu, Ya Rasul ?” Rasullullah menjawab : Berjihad melawan hawa nafsu.

Jadi hendaknya kita waspada, sebab pada nafsu sukar ditandingi, maka simaklah surat dan ayat yang diungkapkan dibawah ini :

SURAT ALQASHHASH (KE 28 : 88 ayat ; 54)
(54) Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebahagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan.

SURAT YUNUS (KE 10 : 109 ayat : 26)
(26) Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (ialah kenikmatan melihat Allah). Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan
tidak (pula) kehinaan.Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.

Surat dan ayat diatas mengingatkan kita bahwa tidak ada sesuatu kebaikan dan keburukan, hanya cara memikir dan memahaminya sajalah yang menyebabkan kedua perbedaan itu, makanya selalulah kita memanfaatkan alat pikir berupa kesadaran, kecerdasan dan akal untuk selalu bersikap arif terhadap umur, waktu, kesempatan dan segenap pintu kebaikan, serta menggunakannya seefektif dan seefisien mungkin, maka hati kita tumbuh dinamis dan selalu giat dalam menghampiri hadirat Allah SWT, dengan bertawakal semoga kita tergolong hamba-hambanya yang pandai memanfaatkan dan mengisi waktunya.

Selanjutnya simaklah surat dan ayat yang kita ungkapkan dibawah ini untuk terus bertawakal kepada-Nya :

SURAT ALI IMRAN (KE 3 : 200 ayat : 115)
(115) Dan apa saja kebajikan yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menerima pahalanya) ; dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa.

SURAT AN NAHL (KE 16 : 128 : 30)
(30) Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa. “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab : (“Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa.
Dengan sungguh-sungguh kita menyimak surat dan ayat diatas, maka kita menyadari benar keberadaan Allah SWT bahwa dengan menggunakan alat pikiran berupa kesadaran, kecerdasan dan akal dalam memandang alam sebagai orang yang beriman tidaklah dengan sebelah mata melainkan dengan dua mata ialah dengan pandangan zahir dan pandangan bathin yaitu mata hati. Kerena pandangan bathin inilah orang tidak mau membuat kejahatan walaupun tidak ada orang yang melihatnya, karena itu pula orang dapat hidup bahagia dan mau mengorbankan hartanya.

Akhirnya, kita harus meyakini benar bahwa tambang emas yang ada dalam diri kita adalah pikiran, maka manfaatkan sebaik-baiknya, ibarat berlian walaupun terletak di lumpur juga akan bercahaya, tapi kotoran ayam walaupun diletakkan di atas meja akan tetap berbau yang tidak enak, makanya bila ingin selamat hidup didunia dan diakhirat galilah tambang emas itu sepuas hatimu.

Oleh karena itu, jangan sekali-kali kamu melepaskan diri dari keyakinan untuk berjihad melawan hawa nafsu amarah sehingga kamu mampu membedakan kebaikan dan keburu-kan. Sejalan dengan itu simaklah surat dan ayat dibawah ini :

SURAT THAAHAA (KE 20 : 135 ayat : 112)
(112) Dan barang siapa mengerjakan amal-amal yang soleh dan ia dalam keadaan beriman, maka ia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya.
SURAT AL A’RAAF (KE 7 : 206 ayat : 58)
(58) Dan tanah yang baik , tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.

Dengan memperhatikan surat dan ayat yang diungkapkan diatas, janganlah ada keragu-raguan dihatimu untuk membu-at rencana kemajuan hidup dan kemudian jalankanlah renca-na itu, walaupun bersusah payah karena didalam diri ada tenaga untuk bertumbuh dan mengalir terus, oleh karena itu kita harus menunjukkan niat kepada Tuhan semata-mata dan memohon pertolongan-Nya serta mengharapkan-Nya serta bersyukur dengan mempercayakan segala persoalan kepada Allah SWT.

AMALAN BATIN
DALAM MASALAH TOLONG MENOLONG
Pada diri setiap orang yang mengakui diri beriman berarti ia patuh terhadap keyakinan dan kepercayaan terhadap perintah dari Allah SWT dan karena itu setiap orang akan mampu menjalankan apa yang menjadi tugas kewajiban sebagai ummat pengikut Nabi Muhammad saw sebagai pembawa risalah terakhir.

Kewajiban adalah sesuatu sikap dan perilaku, apa yang diharapkan dari orang lain, bukan dari diri sendiri, sehingga dalam memandang aspek tolong menolang dalam perjalanan hidup ini merupakan tugas bagi orang yang mengakui beriman sebagai tugas kewajiban. Jadi kewajiban dalam tolong menolong bukanlah memandang kepada yang jauh dan samar-samar akan tetapi melaksanakan apa yang sedang langsung kita hadapi dalam kehidupan ini.

Simaklah surat dan ayat yang diutarakan dibawah ini :

SURAT AL MAA-IDAH (KE 5 : 120 ayat : 2)
(2) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syiar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengun-jungi Baitullah sedang mereka mencari karunia dan keredhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu.
Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari

Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka) Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerja-kan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan palanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

Dengan selalu membaca dan mengingat larangan-larangan yang harus kita taati untuk hidup selamat didunia dan di akhirat, yang kita yakini, maka kalau kita yakin sesuatu akan jadi buruk dan kita mampu mengankatkan kesadaran akan hal itu dan dengan kecerdasan kita dapat mencegahnya, disitulah letak arti hidup kita yang mampu menggerakkan akal untuk membuka mata hati sebagai pertolongan Allah SWT untuk kita mengenal diri kita.

Sejalan dengan yang kita utarakan diatas, maka simaklah surat dan ayat dibawah ini untuk mengingatkan kita dalam berpikir yang arif dalam usaha untuk kita lakukan apa yang menjadi kewajiban kita sebagai berikut :

SURAT AL ANFAL (KE 8 : 75 ayat : 73)
(73) Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.

SURAT AT TAUBAH (KE 9 : 129 ayat : 71)
(71) Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan

sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka ta’at keppada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Kedua surat dan ayat tersebut telah mengajarkan kepada kita untuk selalu dalam kehidupan ini bahwa tidaklah sempurna iman seseorang, apabila dia belum bisa mencintai sesamanya seperti mencintai dirinya.

Dengan demikian, kamu akan dipandang sebagai orang hidup, jika hidup itu kami isi dengan kesungguhan mematuhi perintah-perintah Allah SWT, maka kamu akan dapat memanfaatkan hidup ini dalam berpikir, bekerja dan belajar dengan merenungkan masa umur ini, untuk apa aku hidup ini.
AMALAN BATIN DALAM MASALAH
KEBAJIKAN, KERAMAH TAMAHAN
DAN KESEMPURNAAN
Kebajikan disatu sisi menunjukkan sikap positip artinya wujud nyata dari aktualisasi dari suasana jiwa yang terutama memperhati-kan hal-hal yang baik, dan disisi lain menunjukkan perilaku seseorang dengan memperlihatkan gaya yang wajar dengan sikap langsung, jujur dan penuh respek dalam berintraksi dengan orang lain.

Keramah tamahan juga mengandung makna dalam mewu-judkan aktualisasi diri dalam sikap dan perilaku sebagai orang yang memiliki sifat baik hati dan menarik budi baha-sanya sehingga dalam pergaulan termasuk yang disenangi. Disitulah letak kesempurnaan hatimu.

Simak dan renungkan surat dan ayat dibawah ini :

SURAT SURAT AN NAHL (KE 16 : 128 ayat : 90)
(90) Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat me-ngambil pelajaran.

SURAT ALI ‘IMRAN (KE 3 : 200ayat ; 134)
(134) (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai oorang-orang yang yang berbuat kebajikan.

Kedua surat dan ayat tersebut diatas, mengingatkan kita bahwa kita hidup antara dua tangis. Tangis pertama di waktu lahir dan tangis kedua pesakitan sewaktu malaikat maut mencabutkan nyawa, karena itu pergunakanlah sisa umur untuk berbuat kebajikan, keramah-tamahan karena kita lahir tidak membawa harta dan matipun tidak juga membawa harta.

Oleh karena itu, buanglah dalam pikiranmu jauh-jauh me-ngenai kesenangan pangkat dan kekayaan yang membawa malapeteka hidupmu didunia dan di akhirat, tingkatkan ke-senangan hati dan ketenteraman jiwa.

Baca dan simaklah surat dan ayat dibawah ini :

SURAT AL BAQARAH (KE 2 : 286 ayat : 83, 177, 261-261)
(83) Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu;) Janganlah kamu menyembah selain Allah dan berbuat baiklah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anakanak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikan zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.

(177) Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitan, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolong-an)

dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hambasahaya, mendiri-kan shalat, dan menunaikan zakat dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji dan orang-orang yang sabar dalam kaesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya) dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

(261) Perumpamaaan (nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnianya) lagi Maha Mengetahui.

(262) Orang-orang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkan-nya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan sipenerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan meereka. Tidak ada kekkhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

(263) Perkataan yang baik dan pemberian ma’af lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakit-kan (perasaan penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.

Dengan membaca dan merenung makna yang terkandung dalam surat dan ayat yang diungkapkan diatas, membuka mata hati kita untuk meningkatkan kesempurnaan dalam sikap dan perilaku agar kita selamat hidup didunia dan di akhirat.
Kebajikan dan keramah-tamahan merupakan sinar yang dapat menembus kesadaran untuk melakukan suatu perbuat-an bila kita dapat meyakini sepenuhnya kebesaran Allah SWT, hanya dengan pertolongan-Nyalah kita dapat menumbuh kembangkan kedewasa-an naluri dalam usaha untuk meruntuhkan hawa nafsu.

Untuk menyuburkan kebajikan dan keramah-tamahan kedalam jiwa, secara ikhlas kita memohon kepada Allah SWT agar kita mampu membatasi kei-nginan, itu berarti orang membatasi keperluan dari soal-soal di dunia sehingga semua keputusan dalam perbuatannya memperkaya diri dalam hal paling sedikit keinginan agar kita selamat hidup di dunia dan di akhirat.

Baca dan renungkan surat dan ayat dibawah ini untuk menuntun kita dalam perbuatan hidup ini :

SURAT AN NISA’ (KE 4 : 176 AYAT : 36, 114)
(36) Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.

(114) Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyeruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barang siapa berbuat yang demikian karena mencari keridhaan

Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.

SURAT ALI IMRAN (KE 3 : 200 ayat ; 15, 17)
(15) Katakanlah : “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?”. Untuk orang-orang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah : Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

(17) (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap Ta’at, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu suhur

Saat ini bila kita membaca dan merenungkan perintah Allah SWT, ada getaran suara hati untuk menanyakan kepada diri kita, apakah sikap dan perilaku dalam kehidupan ini telah sejalan dengan amalan batin yang dikehendaki. Cobalah pandang dirimu dalam posisi sekarang ini, apakah kita dapat menangkap makna kesom-bongan dalam hidup ini seperti :

“Jangan sombongkan masa depanmu, sebab tidak ada yang tahu apa yang dibawakan oleh hari esok”

Oleh karena itu, jauhkan sikap dan perilaku dalam kesom-bongan yang akan didorong terus menerus oleh syetan dalam bentuk nafsu lawwamah artinya nafsu yang memiliki rasa insaf dan menyesal sesudah melakukan suatu pelanggaran, jadi kesombongan itu berjalan sebelum keruntuhan.
Dengan bertawakal kepada Allah SWT, kita memohon pertolong-annya agar jauhkan kesombongan dari pikiranku disatu sisi dan disisi lain kita mengharapkan tumbuhnya kesadaran untuk meningkatkan kesabaran, agar aku selalu berada di jalan Allah SWT. Dengan menumbuh kembangkan kesabaran dalam jiwa akan merupakan kunci kegembiraan, walaupun diawalnya kesabaran itu pahit, tapi buahnya manis.

Selanjutnya simaklah surat dan ayat dibawah ini yang akan memberikan sinar agar kamu tergugah dari ketidak pastian dallam hidup ini :

SURAT AL MAIDAH (KE 5 : 120 ayat : 32)
(32) Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa : barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memeliha-ra kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sunguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi.

SURAT AL HUJURAAT (KE 49 : 18 ayat : 11-12)
(11) Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu

sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang telah bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

(12) Hai orang-orang yang beriman,jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguh-nya sebagian prasangka, itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu meng-gunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

SURAT AL MA’ARIJ (KE 70 : 44 ayat : 24-25)
(24) dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu,

(25) bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta),

SURAT ALFAJR (KE 89 : 30 ayat : 16-20)
(16) Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezkinya maka dia berkata : “Tuhanku menghinakanku”

(17) Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim.

(18) dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,
(19) dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil),

(20) dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.

SURAT AL BALAD (KE 90 : 20 ayat : 12-17)
(12) Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu ?

(13) (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan,
(14) atau memberi makan pada hari kelaparan,

(15) (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat,

(16) atau orang miskin yang sangat fakir.

(17) Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk saling berkasih sayang.

SURAT AL KATSAR (KE 108 : 3 ayat : 3)
(3) Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.

SURAT AL AHZAB (KE 33 : 73 ayat : 58)
(58) Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mu’min tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.
SURAT ALMA’UN (KE 107 : 7 ayat : 1-3)
(1) Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

(2) Itulah orang yang menghardik anak yatim.

(3) Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.

SURAT AL LAIL (KE 92 : 21 ayat : 17-21)
(17) Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu,

(18) yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya,

(19) padahal tidak ada seorangpun memberikan suatu ni’mat kepadanya yang harus dibalasnya,

(20) tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha Tinggi.

(21) Dan kelak ia benar-benar mendapat kepuasan.

SURAL AL IKHLASH (KE 112 : 4 ayat ; 1-2)
(1) Katakanlah “Dia Allah, Yang Maha Esa.

(2) Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

SURAT MUDATSTSIR (KE 74 : 56 AYAT : 44)
(44) Sesungguhnyalah demikianlah Kami memberi balasan kepada kepada orang-orang yang berbuat baik.
Dengan membaca serta dapat merenungkan surat-surat dan ayat-ayat yang kita ungkapkan diatas, maka dalam perjalanan hidup ini seharusnya ada kerinduan dan kecintaan kita kepada Allah SWT, betapa Maha Pengasihnya kepada manusia agar kita dapat menempuh keselamatan hidup di dunia dan di akhirat

Oleh karena itu, jangan kamu tinggalkan dalam hidup ini untuk berpikir, bekerja dan belajar sepanjang masa agar kita selalu dapat mengingat bahwa kebiasaan manusia lebih condong membuat kejahatan dari kebaikan, sebabnya nafsu lebih tua umurnya dari akal. Iblis lebih tua umurnya dari manusia. Jangan engkau sangkal dari kenyataan bahwa manusia dikepung oleh empat penjuru musuh, kiri hawa, di kanan nafsu, di muka dunia, di belakang syetan yang menunda ke muka. Jadi tubuh dan dunia dalam kekotoran karena itu perlu pengetahuan dan keimanan dalam usaha kita meningkatkan kedewasaan amalan batin secara terus menerus agar kita memiliki kemampuan membersihkan jiwa.

Sesuai dengan ajaran Al-Quran dan Al-Sunnah tegakkan dalam berpikir, berbicara dan berbuat hendaklah kita memperhatikan kepentingan orang lain, maka disitulah terletak akan nampak delapan yang menyebabkan muka bercahaya “ Kesehatan terjaga ; Kegembiraan ; Sinar pengetahuan ; Kesucian batin ; Kekuatan keimanan ; Tidak banyak dosa ; Hidup optimis ; Berani dan sabar “

Sejalan dengan apa yang kita ungkapkan diatas ingat nasehat orang bijak “Dengan tidak terasa kita diserang umur tua karena jam, hari, bulan dan tahun liwat sebagai bayangan. Semakin bertambah hari bulan bukanlah umur bertambah

panjang, tetapi umur semakin pendek dan semakin dekat dengan pintu kubur “

Dengan demikian sadarlah bahwa dunia ini seperti roda pedati, kesusahan dengan kesenangan silih berganti. Kesulitan itu hanya sebentar, kesenangan itu hanya sekejab, maka temukan dirimu, disitulah engkau merasakan kerinduan dan kecintaanmu kepada Allah SWT.

Kerinduan dan kecintaanmu itu mendorong alat berpikirmu dalam bentuk kesadaran, kecerdasan dan akal dalam menghayati enam macam hati manusia agar sikap positip dan perilaku asertif tumbuh
dan berkembang yang sejalan dengan usaha-usaha meningkatkan kedewasaan amalan batin yaitu:

1. Hati yang mati karena tidak menambah pengetahuan.

2. Hati yang hidup yaitu hati yang ada iman.

3. Hati yang sehat ialah hati yang taat.

4. Hati yang sakit ialah durhaka kepada Allah.

5. Hati yang bangun ialah ingat selalu kepada Allah

6. Hati yang tidur yaitu hati yang lalai.
AMALAN BATIN
DALAM SISI MASALAH KEHORMATAN DIRI

Renungkanlah, yakini dan pasrah diri makna surat-surat dan ayat dibawah ini dalam menemukan diri :

SURAT AL MAA-IDAH (KE 5 : 120 ayat : 5)
5. Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik-baik. Makanan (sembelihan) 0rang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wani-ta-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah memba-yar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikan gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak me-nerima hukum-hukum islam maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi.
SURAT AL MU’MINUUN (KE 23 : 118 ayat : 1, 5)
(1) Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
(5) dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
SURAT AN NUUR (KE 24 : 64 ayat : 30)
(30) Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memeli-hara kemaluannya ; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”
SURAT AL MA’ARIJ (KE 70 : 44 ayat : 35)
(35) Mereka itu (kekal) di surga lagi dimuliakan.

AMALAN BATIN
DALAM SISI MASALAH KELAKUAN BAIK, PERDAMAIAN, KESEPAKATAN DAN PERTENTANGAN PENDAPAT

KELAKUAN BAIK
Kelakuan baik merupakan sinar cahaya yang menerangi alam berpikir dimana pemanfaatan alat pikiran berupa kesa-daran, kecerdasan dan akal saling berkaitan dalam proses pengambilan keputusan oleh perbuatan manusia. Oleh kare-na itu gambaran tentang pengetahuan budi dan pekerti yang baik bagi seseorang adalah jembatan emas yang akan dilalui oleh anak turunannya yang akan membahagiakan, bukan ka-rena kemashuran dan kepangkatan seseorang.

Sejalan dengan hal yang kita kemukakan diatas, maka dalam setiap perbuatan manusia yang termotivasi dari sinar cahaya kelakuan baik, akan menunjukkan orang yang berbudi ting-gi karena ia selalu berpegang pada keadilan dan selalu beru-saha untuk menjalankan kewajibannya.

Dengan demikian, bila dalam perjalanan hidup ini secara te-rus menerus kita menempa sikap dan perilaku yang disinari oleh cahaya kelakuan baik diharapkan tumbuh dan berkem-bang dengan prinsip keyakinan dan penyerahan diri kepada Allah SWT sebagai orang yang beriman maka ia akan me-ngatakan bahwa apabila saya diberi budi dengan syarat bah-wa saya harus menyimpannya baik-baik untuk diri saya sen-diri, maka saya akan menolaknya karena ia meyakini benar tidak ada suatu pun kekayaan akan dapat mendatangkan

bahagia jika tidak ada orang lain yang dapat turut menikma-tinya.

Simaklah surat dan ayat dibawah ini, sebagai usaha untuk mendapatkan sinar cahaya mati hati :

SURAT AL BAQARAH (KE 2 : 286 ayat : 104)
(104) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad) “Raa’ina”, tetapi katakanlah “Unzhurna” dan “dengarlah”. Dan bagi orang-orang kafir siksaan yang pedih.
• “Raa’ina” berarti : sudilah kiranya kamu memperhatikan kami. Di kala para sahabat menghadapkan kata ini kepada Rasulullah, orang Yahudipun memakai pula kata ini dengan digumam seakan-akan menyebut “Raa’ina”, padahal yang mereka katakan ialah “Ru’uunah” yang berarti kebodohan yang sangat, sebagai ejekan kepada Rasullulah. Itulah sebab-nya Tuhan menyuruh supaya sahabat-sahabat menukar per-kataan “Raa’ina” dengan “Unzuhurna” yang juga sama arti-nya dengan “Raa’ina”

SURAT AN NISAA’ (KE 4 : 176 ayat : 86)
(86) Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah Mem-perhitungkan segala sesuatu.

SURAT AL ISRAA’ (KE 17 : 111 ayat : 53)
(53) Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar).

Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di anta-ra mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.

Dari surat-surat dan ayat-ayat yang dikemukakan diatas ma-ka dengan keyakinan dan kepatuhannya kepada Allah SWT diharapkan dapat memberikan motivasi dalam perbuatan ma-nusia dalam mengelola memori, emosi dan naluri yang ada didalam otak manusia, tapi kalau disiram dan dihayati secara terus menerus diharapkan sikap dan perilaku manusia dalam perbuatannya menjadi suatu kehidupan dengan hiasan dan moral yang tinggi serta budi yang luhur sebagai cerminan dari kelakuan baik yang dibawanya, itu suatu pertanda ke-mampuan manusia dalam mengendalikan naluri agar dapat membentengi syaitan yang ada dalam diri manusia.

Karena kita meyakini bahwa pada dasarnya manusia itu dila-hirkan dalam keadaan baik, suci dan bersih, tetapi sepanjang perjalanan hidupnya ia berada ditengah-tengah masyarakat yang dapat mempengaruhi sikap dan perilaku dalam kelaku-an baiknya, mak syaitan yang ada dalam dirinya berusaha merusak kesuciannya dengan pelajaran yang dibuat manusia.

Jadi dalam masa perjalanan hidupmu janganlah kamu ber-henti belajar, karena disitulah terletak kemampuanmu, maka simaklah surat dan ayat dibawah ini :

SURAT AN NUUR (KE 24 : 64 ayat : 27-28, 58-59, 61-62)
(27) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mema-suki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.

(28) Jika kamu tidak menemui seorangpun didalamnya, ma-ka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu : “Kembali (saja)lah, maka hendak-lah kamu kembali. Itu lebih bersih bagimu dan Alah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

(58) Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan perempuan) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu : sebelum sembayang subuh,
ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembayang I’sya. (Itulah) tiga ‘aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian ( yang lain). De-mikianlah Alah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

(59) Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur balig ma-ka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelas-kan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

(61) Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula) bagi dirimu sendiri, makan (bersama-sama mereka) di rumah kamu sendiri atau di rumah bapak-bapakmu, di rumah ibu-ibumu, di rumah saudara-saudaramu yang laki-laki, di rumah saudara bapkamu yang perempuan, di rumah saudara ibumu yang laki-laki di rumah saudara ibumu yang perempuan, di rumah yang kamu miliki kuncinya atau di rumah kawan-ka-wanmu. Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-
sama mereka atau sendirian. Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kamu mem-beri salam kepada (penghuninya yang berarti memberi sa-lam) kepada dirimu sendiri, salam yang diterapkan dari sisi Allah , yang diberi berkat lagi baik. Demikianlah Allah men-jelaskan ayat-ayat (Nya) bagimu, agar kamu memahaminya.

(62) Sesungguh yang benar-benar orang mu’min ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan apa-bila mereka berada bersama-sama Rasulullah dalam sesuatu
urusan yang memerlukan pertemuan, mereka tidak mening-galkan (Rasulullah) sebelum meminta izin kepadanya. Se-sungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu (Muhammad) mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena sesuatu keperluan, berilah izin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara mereka, dan mohon-kanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dari surat dan ayat-ayat yang dikemukakan diatas, sangatlah menyentuh mata hati sebagai peringatan dalam kita bersikap dan berperilaku dalam mengarungi kehidupan ini yang pe-nuh dengan tipu daya syaitan yang ada dalam diri kita, akan tetapi bagi orang yang bertakwa tidak pernah merasa resah atau kebingungan dalam hidupnya karena selalu mendapat bimbingan dan petunjuk dari Allah SWT serta tidak pernah merasa susah karena kekurangan harta benda sebab ia mera-sa cukup atas segala apa yang telah dilimpahkan Allah kepa-danya.
Sejalan dengan apa yang kita kemukakan diatas, maka kela-kuan baik dalam sikap dan perilaku dapat memotivasi orang yang dapat menyelesaikan sengketa dalam dirinya, walaupun alam luarnya dalam keadaan krisis, maka ia tidak termasuk dalam memberikan penghargaan yang tinggi kepada harta benda karena ia bersikap dan berperilaku semakin dalam ia memandang makna kebaikan itu sendiri.

Ingatlah selalu, kata mutiara dibawah ini :
“ Carilah kebaikan diantara kaum melarat ummatku, hidup-lah ditengah-tengahnya. Kamu tidak akan memperoleh keba-jikan dalam lingkungan orang yang berhati bengis. Laknat Allah turun atasnya, hai Ali ! Tuhan menciptakan kebajikan dan menciptakan pemangkunya lalu menamakan dalam hati mereka kerinduan kepada kebajikan dan keinginan dapat me-ngerjakannya, dan menumpahkan minatnya seluruhnya un-tuk itu, seperti air tumpah kepada bumi yang tandus, maka tercipta kehidupan disitu serta kehidupan penghuninya. Pe-mangku kebajikan di dunia ini itulah juga pemangku kebajikan diakherat” (Al Hadisth, riwayat Ali bin abi Thalib)

Dengan keyakinan, apa yang diutarakan diatas, maka perja-lanan hidup ini dalam kita berpikir, bekerja dan belajar, hen-daklah kita berpegang bahwa segala kebajikan dalam hidup yang menjadi pokok ialah ridla. Kalau engkau sanggup hen-daklah engkau ridla dan bila tidak hendaklah engkau sabar.

Ingatlah sabda Rasulullah saw. “ Inginkah kamu sekalian kuberitahukan tentang orang yang paling kucintai di antara kamu sekalian dan yang paling dekat duduknya denganku di hari Kiamat nanti ? Ialah orang yang paling baik budi peker-tinya “ (Imam Bukhari, Imam Muslim)
KASIH SAYANG

Dalam kehidupan ini, bila orang menanamkan kasih sayang dalam perbuatannya maka ia bersikap dan berperilaku, akan menunjukkan ia sebagai orang berjiwa besar karena pribadi-nya sendiri sehingga setiap ia memecahkan masalah akan se-lalu melepaskan diri dari perbasangka. Jadi kasih sayang se-bagai unsur yang menumbuh kembangkan merupakan suatu ciri orang yang berjiwa besar, pertama-tama diperlihatkan dari tingkah lakunya, ia menjadikan teladan dan kemudian ia minta agar orang-orang lain mengikutinya.

Bagaimana kita dapat meningkatkan kasih sayang, cobalah renungkan surat dan ayat dibawah ini :

SURAT AL BALAD (KE 90 : 20 ayat: 12-17)
(12) Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?

(13) (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan,

(14) atau memberi makan pada hari kelaparan,

(15) (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat,

(16) atau orang miskin yang sangat fakir.

(17) Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.

Dengan menyimak surat dan ayat diatas, diharapkan kita da-pat mengangkat arti kasih sayang yang harus kita tumbuh kembangkan sebagai seorang yang beriman, oleh karena itu Ingatlah selalu pesan Rasulullah saw :

“Sesungguhnya dunia ini indah dan manis, dan Allah akan menyerahkannya kepadamu, dan kemudian Dia akan melihat bagaimana kamu memperlakukannya. Maka berhati-hatilah kamu terhadap godaan dunia, dan berhati-hatilah (pula) ka-mu terhadap (godaan) wanita” (H.R. Muslim)

“Sesungguhnya tiap-tiap ummat akan diberi cobaan sendiri-sendiri, dan cobaan bagi ummatku adalah berupa harta keka-yaan” (H.R. Tirmidzi)

“Ya Allah yaa Tuhanku ! Aku mohon kepadamu, bilamana ada orang yang memimpin ummatku senantiasa mempersulit mereka, maka persulitkan urusan mereka. Tetapi bilamana orang yang memimpin ummatku dengan rasa kasih sayang, maka kasihanilah ia.” (Imam Bukhari, Imam Muslim)

Akhirnya marilah kita menyimak “Mutiara Nahjul Balaghah yang diterjemahkan oleh Muhammad Al-Baqir dengan topik “Kenikmatan Duniawi Tidak Terlarang Selama Diiringi Niat Dan Amal Baik” seperti dibawah ini :

Pada suatu hari Imam Ali r.a. menjenguk seorang sahabatnya bernama ‘Ala’ bin Ziyad Al-Haristi. Ketika memasuki ru-mahnya yang amat luas itu, ia terheran-heran dan berkata ke-padanya : “Apa sebenarnya yang hendak Anda lakukan de-ngan rumah seluas ini di dunia ? Bukankah anda lebih me-merlukan seperti ini di akhirat nanti ?!
“Namun, jika ingin, Anda dapat mencapai kebahagian akhirat dengannya, yaitu bila di dalamnya Anda menjamu dan menghormati para tamu, berbuat kebaikan terhadap sanak kerabat, serta menampakkan kebenaran yang harus ditampakkan. Dengan begitu Anda telah menjadikannya sarana baik guna mencapai akhirat!”
Kemudian, ‘Ala’- si pemilik rumah – berkata kepadanya :
“Wahai Amirul Mukminin, aku ingin mengadukan saudara-ku ‘Ashim bin Ziyad, kepadamu”
“Apa gerakan yang dilakukannya ?”
“Ia kini mengenakan ‘aba’ah (artinya semacam mantel yang bagian depannya terbuka. Pada waktu itu, terbuat dari bahan amat kasar dan hanya dikenakan oleh orang-orang miskin penghuni dusun-dusun) dan meninggalkan sama sekali ke-nikmatan hidup dunia”
“Panggillah ia kemari !”
Setelah ‘Ashim datang, Imam Ali berkata kepadanya :
“Hai musuh kecil’ dirinya sendiri ! Sesungguhnya kau telah disesatkan oleh ‘si jahat’ (yakni setan). Tidakkah kau mengasihani isteri dan anak-anakmu ?. Apakah, menurut perkiraanmu, Allah SWT telah menghalalkan bagimu segala yang baik, lalu Ia tidak menyukai engkau menikmatinya ? Sungguh, dirimu terlalu kecil untuk dituntut melakukan seperti itu oleh-Nya!”
“Tapi, wahai Amirul Mukminin,” ujar “ashim, “Anda sendiri memberi contoh dengan mengenakan pakaian amat kasar dan memakan makanan yang kering!”
“Ketahuilah,” jawab Imam Ali, “diriku bukan seperti dirimu. Sebab Allah telah mewajibkan atas para pemimpin yang benar agar mengukur dirinya dengan keadaan rakyat yang lemah, sehingga orang miskin tidak sampai tersengat oleh kepedihan kemiskinannya!”
PERDAMAIAN

Menumbuh kembangkan perbuatan perdamaian oleh seseo-rang bukanlah sesuatu yang gampang dalam proses yang bersangkutan untuk mengambil keputusan atas perbuatan yang dibuatnya. Oleh karena itu, perdamaian pada diri seseo-rang haruslah dipandang adanya keinginannya untuk me-ningkatkan sikap positip dan perilaku asertif dalam perbuat-an komunikasi mereka.

Tidak cukup kita belajar dari ilmu jiwa modern dalam men-cari perdamaian tanpa ada usaha untuk meningkatkan kede-wasaan rohaniah, perhatikanlah sabda Nabi saw seperti diba-wah ini :

“Menghadliri majelis orang berilmu, lebih utama daripada mendirikan shalat seribu raka’at, mengunjungi seribu orang sakit dan berta’ziah seribu janazah” (Abu Dzarr ra., ) ;

“Lalu orang bertanya: “ Wahai Rasulullah ! Dari membaca Al-Quran ? . Maka menjawab Nabi saw. : Adakah manfa’at Al-Quran itu selain dengan ilmu ?”

Bersabda Nabi saw : “Barangsiapa meninggal dunia sedang menuntut ilmu untuk menghidupkan Islam, maka antara dia dan Nabi-Nabi dalam sorga sejauh satu tingkat”
(Dikutip dari Ihya” Al-Ghazali, jilid 1, terjemahan Prof.Tk. H. Ismail Yakub MA-SH)

Demikianlah, keutamaan belajar, selanjutnya simaklah surat dan ayat dibawah ini, yang memberi peringatan kepada kita untuk melangkah menanamkan perdamaian dalam diri :
SURAT AL HUJURAAT (KE 49 : 18 ayat : 9-10)
(9) Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mu’min berperang maka damaikan antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali, kepada perintah Allah ; jika golongan itu telah kembali ( kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlakuadil.

(10) Sesunguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara karena itu damaikanlah anatara kedua saudaramu dan bertak-walah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.

Ingatlah peringatan yang yang dimuat dalam surat dan ayat diatas, sebagai suatu langkah awal dalam usaha menumbuh kembangkan perdamaian dalam diri kita. Tanpa menghayati makna yang terkandung didalamnya, sangat sukar pula kita menuntun sikap dan perilaku dalam perbuatan karena kalau kita tidak bisa mencari kedamaian dalam diri sendiri, percuma saja mencari di tempat lain, makanya janganlah kamu berhenti untuk mengutamakan belajar, karena dari si-tulah ia bermula untuk menumbuh kembangkan sesuatu yang bisa membawa kedamaian dalam diri anda, kecuali diri anda.

Belajarlah dari kata-kata mutiara yang mengatakan “Hal-hal kecil memang tidak mengesankan, tetapi mereka memberi kedamaian”, maka itu bila anda dapat menumbuh kembang-kan kedamaian dalam diri, itu menunjukkan bahwa usaha meningkatkan kedewasaan rohaniah membawa dampak dalam perbuatan kedalam kedewasaan sosial. Jadi dengan

demikian, bila seseorang bisa damai dengan diri sendiri, maka kita tidak akan melakukan perbuatan bertengkar de-ngan orang lain.
KESEPAKATAN dan PERTENTANGAN
PENDAPAT

Sikap dan perilaku dalam kesepakatan dapat dilihat dari dua sisi, satu sisi yang menyangkut komitmen seseorang terha-dap perbuatannya sendiri dan disisi kedua menyangkut kese-pakatan antara dua orang atau lebih dalam perbuatan mereka.

Menumbuh kembangkan kesepakatan dalam jiwa seseorang agar perbuatannya baik untuk kepentingan sendiri maupun orang lain akan sangat ditentukan oleh tingkat kedewasaan berpikirnya, tambah tinggi tingkat kedewasaan berpikirnya akan menunjukkan pemanfaatan alat berpikir berupa kesa-daran, kecerdasan dan akal akan berjalan yang seimbang dan berurut dalam proses pelaksanaannya. Suatu proses akhir sa-ngat ditentukan oleh otak dibawah sadar dimana akal yang menjadi raja dalam tubuh yang kita sebut dengan hati akan menentukan segala-galanya dalam proses pengambilan ke-putusan karena disitulah terletak hati yang menentukan ke-baikan dan kejahatan seseorang.

Dalam unsur kesepakatan terdapat makna janji didalamnya, oleh karena itu janji dapat dipergunakan sebagai ukuran sampai dimana keluhuran budi seseorang. Jadi benarlah apa yang dikatakan orang bahwa yang dinamakan janji tidak bisa dibayar dengan apa-apa kecuali melaksanakan janji itu sendiri.

Selanjutnya simaklah surat dan ayat yang tertuang dibawah ini untuk mengingatkan kita dalam bersikap dan berperilaku:

SURAT AN NISAA’ (KE 4 : 176 ayat : 114, 59)
(114) Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau me-ngadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.

(59) Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (nya) dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kemba-likanlah ia kepada Allah (AlQur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemu-dian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Dengan menyakini perintah Allah SWT diatas, seharusnya kita bersikap dan berperilaku dalam perbuatan apapun se-muanya bertolak dari penerimaan dan diakhiri dengan kesu-kaan Allah, oleh karena itu komitmen yang datang dari diri sendiri harus diaktualisasikan kedalam integritas dan kebe-naran dengan kesadaran penuh akan setiap gerakan. Hidup dalam keselamatan dunia dan akhirat, ia mampu menempat-kan apa yang dimilikinya secara benar, sehingga ia memiliki suatu pandangan bahwa uang dan harta boleh datang dan pergi dari kita asal saja perbuatan kesepakatan diri dan ke-manusiaan tidak meninggalkan kita.
Bila terjadi silang pendapat untuk masalah-masalah yang terkait dengan dunia, bukan dalam masalah iman, sebaiknya diselesaikan dengan keputusan secara bijaksana dan jangan memikirkan terlalu jauh diantara mereka. Lain halnya untuk masalah-masalah keyakinan, maka bermusyawarahlah kamu diantara mereka yang berakal, berilmu, berpengalaman, da-pat memberikan nasehat-nasehat yang baik dan bertakwa

Musyawarah melahirkan ilmu, sehingga orang yang berakal mendapatkan ilmu baru melalui musyawarah yang akan me-nuntun mereka untuk mencapai tujuan dalam perbuatan pe-mecahan masalah. Jadi bila kita bermusyawarah dengan se-orang penasehat yang cerdik pandai akan dapat memotivasi dalam perenungan kita seperti masalah penciptaaan langit dan bumi maka bila kita tekuni lebih mendalam lagi mendo-rong kita untuk lebih mendewasakan hal-hal yang terkait dengan pemahaman dan keyakinan.

Kesepakatan melahirkan komitmen yang bersumber diri sen-diri, sedangkan pertentangan pendapat melahirkan musyawa-rah, hal itu dapat tumbuh dan berkembang pada diri seorang bila dalam perjalanan hidupnya ia selalu berusaha melaku-kan peningkatkan kedewasaan rohaniah. Hal itu dapat me-motivasi seseorang untuk selalu melakukan perbuatan ma-was diri secara berkelanjutan yang dapat melahirkan keya-kinan dan pasrah diri kepada kebesaran Allah SWT.

Dari hal-hal yang kita kemukakan diatas diharapkan seseo-rang mampu mengendalikan emosi dan nalurinya serta da-lam masanya ia berada juga dapat memfungsikan memorinya dengan baik.
AMALAN BATIN
DALAM SISI MASALAH NAFSU SEKSUIL, AMA-NAT, HIRAUAN, BERKATA BENAR, PERMU-SUHAN, DAN KEADILAN
NAFSU SEKSUAIL

Yang menjadi masalah dalam kehidupan ini, kita dihadapkan kepada satu kenyataan bahwa peranan otak yang didalamnya ada fungsi yang kita sebut dengan naluri. Naluri artinya fit-rah, sesuatu yang tidak dipelajari dan sifatnya wajar yang di-bawa manusia sejak lahir yang mendoromgnya untuk mela-kukan sesuatu tindakan tertentu.

Dengan demikian sebagai individu, maka berkat dorongan naluri berupa hawa nafsu, kebutuhannya akan dapat terjaga dan terpelihara. Sebaliknya sebagai anggota masyarakat, ia dapat menyesuaikan diri sebab ada naluri seperti keinginan berkumpul, menyelamatkan diri, minta tolong, kebutuhan syahwat dan sebagainya.

Memenuhi kebutuhan nafsu syahwati, bila tidak dijaga, ma-ka rusaklah kehidupan ini, oleh karena itu simaklah dan ha-yati makna surat dan ayat dibawah ini :

SURAT AL MU’MINUN (KE 23: 118 ayat: 1, 5-7)
(1) Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman.
(5) dan orang-orang yang menjaga kemaluannya.
(6) kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

(7) Barangsiap mencari dibalik itu (aryinya zina, homosex-ueel, dan sebagainya) maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

SURAT AL MA’ARIJ (KE 70 : 44 ayat : 29-31)
(29) Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya.
(30) kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
(31) Barangsiapa mencari dibalik itu maka kereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

SURAT AN NUUR (KE 24 : 64 ayat : 33)
(33) Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri) nya , sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang menginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat
perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada keba-ikan pada mereka , dan berikanlah kepada mereka sebahagi-
an dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk mela-kukan pelacuran, sdang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan ba-rang siapa memaksa mereka , maka sengguhnya Allah ada-lah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mere-ka) sesudah mereka dipaksa (itu).

Dengan memperhatikan pringatan Allah SWT, seperti yang termuat dalam surat dan ayat yang diungkapkan diatas, me-rupakan langkah awal untuk mengingatkan kita dari kegelap-an pikiran yang begitu mudah setan masuk kedalam naluri manusia yang tidak mampu untuk mengendalikan hawa naf-sunya.
Setan memasuki jiwa manusia, seperti yang dikatakan Rasu-lullah SAW bersabda “ Setan (dalam gerakannya menggelin-cirkan manusia ke jalan sesat secara langsung) menyusup pa-da peredaran darah manusia”

Selanjutnya perlu kita ketahui bahwa Umar r.a. berkata “ se-sungguhnya keturunan setan ada sembilan yaitu Zalitun, Watsin, Laqus, A’wan, Hafaf, Murrah, Masuth, Dasim dan Walhan. Zalitun menemani pasar, dia mengibarkan bendera-nya di pasar. Watsin menemani bencana. Adapun A’wan menemani penguasa. Hafaf adalah menemani peminum. Murrah adalah menemani peniup seruling. Laqus adalah me-nemani Majusi. Masuth menemani berita, dia menyampaikan berita melalui mulut orang yaitu berita yang tak ada pegang-annya. Adapun Dasim yang menemani rumah-rumah, apabila seseorang masuk ke dalam rumah tidak membaca salam dan tidak menyebut nama Allah SWT., maka Dasim menjatuhkan pertentangan di antara mereka, sehingga jatuhlah talak, khulu dan pukulan. Walhan merasupkan rasa was-was pada waktu wudu, salat dan berbagai ibadah”

Dalam keterangan selanjutnya ia mengatakan bahwa Laqus adalah teman majusi, ada yang mengatakan bahwa Laqus dan Walhan yang menami orang yang bersuci dan salat, ke-duanya yang suka mengganggu. Sebagian ulama menyebut pengganti mereka bertiga (laqus, Murrah, dan Hafaf) dengan yang tiga yaitu:
a. A’war yaitu setan zina, dia meniup kemaluan laki-laki dan pantat perempuan.
b. Wasnan, yaitu setan tidur, dia memberatkan kepala dan kkelopak mata dari melaksanakan salat dan yang lainnya. Dia membangunkan untuk melakukan kejele-kan seperti zina dan yang lainnya.
c. Abyad, dia ditugaskan para nabi dan wali. Adapun para nabi, mereka selamat daripadanya. Para wali, me-reka bermuzahadah “memeranginya,, barang siapa yang diselamatkan oleh Allah maka dia selamat, barang siapa yang disesatkan oleh Allah, maka dia akan sesat.

Dengan mengungkapkan hal-hal yang diatas, maka nafsu syahwat merupakan dampak yang sangat besar mempenga-ruhi jiwa, bila tidak mampu mengekangnya. Oleh karena itu setan yang menyusup melalui peredaran darah manusia kare-na ia termasuk badan halus sebangsa ruh yang dengan mu-dah menggoda manusia. Jadi tidak heranlah manusia eng-gan menerima kebenaran dan petunjuk dari Tuhan.

Untuk memerangi nafsu seksual yang menyimpang dari ajar-an agama yakni perkawinan, maka kita akan terlepas dari perbuatan zina yang keji, sebab dengan cara itu, maka kei-nginan untuk bersetubuh dapat kita salurkan secara wajar.

Sejalan dengan itu, ingatlah bahwa orang yang takwa senan-tiasa mendapat pimpinan dari Tuhan dalam penghidupan dan perjuangannya, karena ia meyakinan firman Allah SWT se-perti yang dimuat dalam SURAT AR RUUM (KE 30 : 60 ayat : 21)
(21) Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan saying. Se-sungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.

AMANAT
Manusia yang diciptakan oleh Allah SWT sebagai mahluk yang mulia dimatanya, maka Allah SWT memutuskan ma-nusia penerima amanah sebagai khalifah fiel ardhi untuk me-ngatur kehidupan alam semesta ini.

Manusia menyadari sepenuhnya bahwa amanah itu bukanlah tidak disertai tanggung jawab dalam kehidupan didunia, oleh karena itu amanah itu merupakan kunci di dalam kehidupan ummat manusia itu sendiri.

Selama perjalanan hidupnya didunia dalam perbuatan untuk berpikir, bekerja dan belajar agar selamat hidup di dunia dan akhirat akan sangat tergantung kemampuan manusia untuk memanfaatkan otak yang ada dalam dirinya (memori, emosi, naluri) agar fungsi alat pikiran berupa kesadaran, kecerdasan dan akal dapat dipergunakan sebaik-baiknya dalam wujud keseimbangan amalan lahir batin yaitu syariat lahir adalah untuk diamalkan oleh jasad lahir manakala syariat batin ada-lah untuk diamalkan oleh jasad batin (roh), lahir batin yang terpadu erat satu sama lain, maka amalan lahir dan batin wajib dilaksanakan serentak dalam satu masa di semua wak-tu dan keadaan.

Dengan demikian, bila kita ingin selamat di dunia dan akhi-rat kita harus meyakini arti penting amanah sebagai tonggak kehidupan ini, maka dari simaklah surat-surat dan ayat-ayat dibawah ini :

SURAT AL BAQARAH (KE 2 : 286 ayat : 283)
(283) Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu’amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amantnya (hutangnya) dan hen-daklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barang siapa yang menyembunyikannya, maka sesunguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya ; dan Allah Maha Menge-tahui apa yang kamu kerjakan.

SURAT AN NISAA’ (KE 4 : 176 ayat : 58)
(58) Sesungguhnya Allah Menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menutupkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah membe-ri pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi maha Melihat.

SURAT AL MU’MINUN (KE 23 : 118 ayat : 8)
(8) Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janji-nya.

SURAT AL MA’ARIJ (KE 70 : 44 ayat : 32)
(32) Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.

Dengan berpijak dari peringatan Allah SWT dalam surat dan ayat diatas, mulailah kita meletakkan landasan yang kuat bahwa amanah yang diberikan Allah SWT haruslah dilaku-kan secara bertanggung jawab kedalam perbuatan yang di-tunjukkan oleh sikap dan perilaku orang dalam kehidupan.

Bertambah tinggi tingkat keimanan seseorang, maka baik di tengah-tengah keluarga maupun masyarakat, ia akan meme-gang teguh makna amanah Allah SWT dalam perbuatannya.

Karena sangat pentingnya amanah itu, Nabi Muhammad Saw. Bersabda sebagai berikut :

“Serahkanlah amanah kepada orang yang telah mempercayai (mengamati) engkau, dan jangan kamu membalas orang yang mengkhianati engkau” (HR. Abu Dawud dan At-Tar-midzi dari Abi Hurairah).

“Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki sifat ama-nah baginya (diumpamakan oleh Rasulullah) seperti orang mendirikan shalat yang tidak suci” (HR.Thabrani dari Ibnu’Umar)

“ Akan tiba kepada manusia suatu masa yang penuh tipu muslihat, bahwa :
Sipembohong dipercayai ;
Yang benar didustakan ;
Si penghianat dipercayai ;
Orang-orang yang diserahi amanah kemudian berkhianat ;
Orang yang tidak terampil (bodoh) pada bidang keahliannya berbicara tentang urusan umum” (HR. Ibnu Maajah)

“Terdapat empat sifat atau tanda-tanda terhadap siapa saja apabila terdapat emapat sifat itu, dia adalah golongan mana-fiq ; Kepada siapa saja terdapat salah satu dari sifat itu, berarti dia termasuk golongan nifaq, sampai dia menghindar dari padanya ; Empat sifat itu ialah:
Apabila diberi amanah atau dipercayai dia berkhianat ;
Apabila dia berbicara, dia banyak dustanya ;
Apabila dia berjanji, kemudian dia memungkirinya ;
Apabila dia berselisih, dia bersikap curang” (HR. Bukhari)
HIRAUAN

Meningkatkan keimanan berarti kita meyakini benar bahwa pokok-pokok kepercayaan dalam agama islam yang disertai dengan kepatuhan dan penyerahan jiwa untuk melakukan hal-hal yang diwajibkan serta meninggalkan hal-hal yang terlarang.

Sejalan dengan apa yang kita utarakan diatas, maka terbetik-lah keinginan untuk mendewasakan beriman dalam kehidup-an ini dengan menjauhkan berpikir dari konsep materialistis yang mengagungkan kebendaan segala-galanya. Dalam kon-disi yang demikian, manusia itu sulit membebaskan jiwanya dari harta benda maka pastilah harta yang dimilikinya itu akan mengusainya.

Oleh karena itu simaklah surat-surat dan ayat-ayat dibawah ini sebagai peringatan dalam dirimu :

SURAT AN NISAA’ (KE 4 : 176 ayat : 28)
(28) Allah hendak memberikan keringan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.

SURAT AL ISRAA’ (KE 17 : 111 ayat : 53)
(53) Dan katakan kepada hamba-hamba-Ku “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang baik (benar). Se-sungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.

SURAT ASY SYU’ARAA’ (KE 26 : 227 ayat : 130-131)
(130) Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis.
(131) Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

SURAT AL AHZAB (KE 33 : 73 ayat : 48)
(48) Dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir dan orang-orang munafik itu, janganlah kamu hiraukan gangguan mereka dan bertakwallah kepada Allah. Dan cu-kuplah Allah sebagai Pelindung.

Dengan menyimak peringatan-peringatan yang terdapat da-lam surat dan ayat diatas, maka kamu akan tahu perbedaan hukuman dengan nikmat. Hanya dengan kesadaran, kecer-dasan dan akal itu sebagi menteri yang menasehati, hati itu ialah raja yang menentukan, harta itu satu tamu yang akan berangkat, kesenangan itu satu masa yang akan ditinggalkan.

Apa yang kita ungkapkan diatas merupakan motivasi dalam diri kita sebagai hirauan yang menyesak dada dalam usaha kita secara terus menerus menemukan diri, apa yang aku cari sebagai khalifah dimuka bumi ini selain memikirkan dunia dan akhirat. Makanya ada orang yang ingin berumur panjang tetapi tidak suka disebut tua. Dalam hidup ini bukan umur panjang yang penting, tetapi hidup yang memberi manfaat. Hidup yang sudah pendek intu akan membikin lebih pendek, jika kita mesiasiakan waktu. Orang yang membuang-buang waktu adalah orang yang mensia-siakan hidup.

Oleh karena itu, jadikan hirauan seperti alam terkembang jadi guru. Banyak ayat-ayat yang terdapat dalam alam bagi orang yang pandai membacanya. Pada alam ini banyak leter besar yang dapat dibaca untuk pelajaran tetapi tidak dapat di-lihat, kecuali bagi orang yang berfikir dan berperasaan yang melihat mata hatinya.

BERKATA BENAR

Bagi orang yang selalu berkata benar maka wujud sikap dan perilakunya akan sangat disegani sehingga tingkat kedewa-saan silahturahmi diperlihatkan dari sisi kepandaiannya ber-gaul di tengah-tengah masyarakat, jadi tidak heran pintu ma-syarakat selalu terbuka baginya.

Kepandaian bergaul yang dimotori oleh lidah yang selalu berkata benar, tidak dusta, apapun dalam pebuatannya yang berat menjadi ringan, yang jauh menjadi dekat, yang sulit menjadi mudah, ibarat dunia baginya hanya sebesar kelereng

Oleh karena itu simaklah ungkapan mengenai lidah sbb.:
“Aku mengakui bahwa tidak ada yang patut di embah selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya Dan bahwa Muham-mad itu adalah hamba dan utusan-Nya”.

Itulah ucapan “lidah” yang mempunyai pancaran iman dan akal yang sempurna. Karena itu, “lidah” termasuk diantara ni’mat Allah yang besar dan diantara ciptaan Tuhan yang amat halus dan ganjil. Lidah mempunyai bentuk yang indah, kecil dan menarik. Keimanan dan kekufuran seseorang tiada terang dan jelas, selain dengan kesaksian “lidah”. Lidah mempunyai keta’ataan yang besar dan mempunyai kedosaan yang besar pula. Anggota tubuh yang paling durhaka kepada manusia, ialah “lidah”. Sungguh lidah itu merupakan alat perangkap syetan yang paling jitu untuk menjerumuskan manusia.

Hanya dengan iman dan akal yang sempurna, manusia bias memelihara dan menjaga dari bahaya-bahaya yang ditimbul-kannya.
“Berjalan pelihara kaki, berkata peliharakan lidah” Demi-kianlah bunyi sebuah pepatah antik. Walaupun kata-kata itu telah usang kelihatannya, tetapi tetap berguna sepanjang masa.

Lidah, aapakah arti lidah, hanya sepotong daging kecil dari tubuh manusia yang telah sempurna. Tapi tanpa lidah, orang akan kekurangan, dan manusianya bertukar nama dengan nama dengan manusia bisu atau manusia yang tidak pandai berbicara.

Dan selanjutnya lidah dapat meni’mati makanan dan minim-an yang enak dan lezat. Karena itu lidah mempunyai arti yang besar dalam hidup manusia.

Lidahlah yang menghubungkan manusia dengan manusia. Lidahlah yang menciptakan segala bahasa. Lidahlah yang memberi suara semua pikiran dan cita. Lidahlah yang mem-beri nada segala rasa. Lidahlah yang memperindah nyanyi dan irama. Lidah dapat membuat hati yang rindu menjadi mesra-ria. Lidah yang bernasehat dapat menerangkan gelora amrah dalam dada.

Lidah dapat memutar balikkan segala peristiwa. Lidah dapat mempesona masyarakat dan massa. Lidah dapat membuat o-rang yang menangis menjadi tertawa.

Baanyak kata-kata bersajak yang dibuat orang dengan lidah; lidahnya seperti madu, hatinya seperti empedu”. “Lidahnya berbisa”. “Lidanya seperti lidah ular, bercabang dua”. Lidah-nya fasih berbahasa. “ Dia pandai bersilat lidah” dan seba-gainya.

Lidah seseorang dapat mengangkat derajat seseorang aketempat yang mulia.

Seorang penyair berkata: Biarkan aku bicara, kemudian berilah aku nama, menurut penilaian anda”. Orang Belanda pun mempunyai pula satu peribahasa “Bila hati telah diliputi oleh rasa, mulut/lidah akan mengucapkannya dengan seindah kata. Tapi dibalik keindahan lidah, lidahpun dapat menim-bulkan bencana, fitnah lidah besar bahayanya. Lidah dapat membuat orang yang bersaudara, berpisah, porak-poranda. Lidah dapat membuat suasana damai menjadi berantakan dan berperang. Lidah dapat membuat orang bersatu berpecah belah dan beradu domba.

Karena itu Rasulullah SAW. Bersabda ; “Tidaklah berdiri teguh (lurus) iman hamba Allah, sebelum berdiri teguh (lu-rus) iman hamba Allah, sebelum berdiri teguh (lurus) sebe-lum berdiri teguh (lurus) lidahnya. Dan tidak akan masuk surga seseorang, dimana tetangganya tidak merasa aman dari kejahatan lidahnya” (Di riwayatkan oleh Ibnu Abid-Dunya dalam buku Bahaya Lesan oleh Imam Al Ghazali, sadruran oleh Labib MZ)

Berbicara benar dan atau dusta (bohong) adalah aktualisasi dari lidah, dalam hal ini peranan naluri sangat menentukan dan seberapa jauh manusia dapat melepaskan diri pengaruh hawa nafsu akan sangat tergantung kepada tingkat kedewa-saan dalam bertakwa kepada Allah SWT. Manusia dapat me-manfaatkan pikiran, bagaimana caranya syetan masuk keda-lam jiwa manusia, namun nafsu yang condong pada paham materialistis.
Oleh karena itu peliharalah nalurimu dari hawa nafsu dengan mengingat surat dan ayat dibawah ini :

SURAT AL AHZAB (KE 33 : 73 ayat : 70)
(70) Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu ke-pada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.

Dengan mengingat hal-hal yang kita ketengahkan diatas, ma-ka berkata benar adalah sendi kejujuran dalam menuju ke-nikmatan hidup, maka berpikirlah dalam realita hidup ini bahwa kemegahan lebih hampa, lebih fana dan lebih sering berubah daripada angin, sehingga berkata benar sebagai be-nih yang terus dapat menumbuhkan budi dan kebajikan da-lam hati seseorang akan menjelma sebagai orang yang bijak-sana berpikir sekali sebelum berbicara dua kali.

Berkata benar, kelihatannya mudah diwujudkan dalam sikap dan perilaku tapi kenyataannya sangat sulit untuk menanam-kan pada diri ibarat seperti saya tidak peduli orang tidak mengenal saya, saya prihatin kalau saya tidak mengenal o-rang lain. Hanya dengan bertakwa kepada Allah SWT, ia da-pat menuntun lidahnya, sehingga orang yang paling bijaksa-na dan paling bahagia ialah mereka yang mengerti dan sadar untuk apa ia dijadikan khalifah di muka bumi ini.

PERMUSUHAN

Cobalah renungkan peristiwa kaum quraisy memperdaya Ra-sulullah seperti yang diungkapkan dibawah ini :

“ Orang-orang kafir Quraisy melakukan tipu daya di Darun Nadwah untuk memperdaya nabi Muhammad saw. Peristiwa ini terjadi pada hari sabtu, sebagaimana yang dikatakan oleh Allah dalam firmanNya, yang artinya :
“Dan (ingatlah) ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikir-kan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memen-jarakanmu. Mereka memikirkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya” (S.Al-Anfal:30)

Dikota Makkah terdapat sebuah rumah yang diberi nama “Darun Nadwah”, rumah ini dipergunakan oleh orang-orang kafir Quraisy sebagai tempat berkumppul dan bermusyawa-rah apabila mereka menghendaki untuk memecahkan suatu masalah. Begitu juga tatkala mereka ingin melakukan tipu daya terhadap Rasulullah saw, mereka berkumpul ditempat tersebut. Pada waktu itu ada lima tokoh kaum musyrikin yang ikut hadir, diantaranya: Utbah, Syaibah, Abu Jahal, Abu Bukhturity dan Al-Ash bin Wa’il, dalam riwayat yang lain orang yang berkumpul di Darun Nadwah itu lebih dar lima orang. Sementara Tsa’labiy meriwayatkan, sesungguh-nya orang yang berkumpul di Darun Nadwah itu ada 12 orang, diantaranya yang masuk majlis terdapat Iblis yang menyamar sebagai orang tua dengan membaawa tongkat yang ada di tangannya.

Tatkala iblis itu dating ke Darun Nadwah, langsung dihadang oleh Abu Jahal, seraya berkata : “kami yang ber-kumpul disini akan membahas dan mengatur suatu masalah
yang sangat rahasia, untuk itu, kembalilah engkau”. Mende-ngar penolakan Abu Jahal itu iblis berkata “Aku ini adalah orang tua yangdituakan dibumi Najed, aku mempunyai firasat, akan terjadi suatu peristiwa dalam masa mendatang. Untuk itu, aku ingin mencoba apakah perkara-perkara yang aku ketahui itu sesuai dengan ta’wilanku atau tidak, oleh ka-rena itu, maka masukkanlah aku ke dalam Darun Nadwah, barangkali aku bias menceritakan kepadamu tentang ta’wi-lanku, dan aku bias membedakan mana perkataan yang be-nar dan mana perkataan yang salah”

Akhirnya Abu Jahal dan teman-temannyamengalah dan mempersilahkan iblis ikut bermusyawarah dalam darun Nadwah. Dalam musyawarah itu Utbah memulai angkat bi-cara dengan mengatakan : “Sesungguhnya kematian adalah suatu perkara yanghaq, maka bersabarlah kalian sammpai Allah memutuskan tentang kematian Muhammad, yang akhirnya kita bias selamat dari perbuatan buruknya” Men-dengarnya Perkataan tersebut iblis langsung angkat bicara : “Diamlah engkau Utbah, dari mana engkau punya pikiran se-perti itu, engkau tidak pantas turut hadir di tempat ini, yang pantas bagimu adalah sebagai pengembala ternak dan unta, jika kalian bersabar sampai Muhammad meninggal, maka akan tampaknagamanya di bumi timur dan barat, dan Mu-hammad mampu menghimpun pasukannya yang besar lalu memerangimu dan kamu akan binasa semua olehnya”. Men-dengar saran iblis tersebut semua yang hadir dalam majelis Darun Nadwah berkata : “Engkau benar Syekh Najdiy”. Ke-mudian Syaibah angkat bicara : “Aku punya pendapat bagai-mana kalau Muhammad kita tangkap lalu kita penjarakan, dalam sebuah rumah, dan menguncinya dari luar sehingga ia mati dalam keadaan lapar dan kehausan”. Menanggapi usulan Syaibah iblis berkata: “Pendapat ini juga tidak benar,
jika kalian jadi memenjarakan Muhammad, maka Bani Ha-syim akan mengadakan sidang darurat untuk membebaskan Muhammad dari tanganmu dan akhirnya kamu akan mele-paskannya dan nantinya terjadi permusuhan yang besar anta-ra kamu dan kerabat-kerabat Muhammad”. Mendengar saran iblis itu yang hadir dalam majelisDarun Nadwah “Engkau benar Syekh Najdiy”. Kemudian Al- As bin Wa’il berkkata : “bagaimana kalauseandainya kita mengikat Muhammad diatas unta lalu menggiringnya ke sahara padang pasir agar dia mati terkena terpaan pasir dan sengatan mmatahari”.
Menanggapi usulan Al-Ash bin w’il iblis angkat bicara.”Ini juga tidak benar, ketahuilah sesungguhnya Muhammad adalah seorang lelaki yang tegap bentuknya, ganteng wajah-nya, fasih lisannya, bagus keterangannya alias bias dipercaya jika Muhammad yang kamu tinggalkan ditengah sahara padang pasir itu bertemu dengan seseorang, lalu orang itu menunjukkan ke arah sebuah negeri, dan setiap orang yang mendengarkkan keterangan Muhammad membenarkannya, lalu mereka berkumpul sehingga menjadi satu kesatuan yang besar, kemudian mereka mendatangi dengan jumlah yang besar dan terus memerangimu, maka kamu dalam waktu yang singkat akan binasa semua”. Lagi-lagi mendengar saran iblis laknatullah orang yang berkumpul dalam majelis tersebut serentak mengatakan : “Engkau benar Syekh Najdiy”. Lalu Abu jahal mulai angkat bicara. “Aku punya pendapat, bagaimana kalau kita mengeluarkan setiap Qabilah seorang pemuda, kemudian pemuda-pemuda tersebut kita perintahkan untuk mendatangi rumah Muhammad saw di malam hari, dan kalau sudah bertemu Muhammad mereka langsung membunuhnya dengan memakai pedang yang ta-jam, sehingga tidak ada satupun orang yang mengetahui sia-pa pembunuhnya, apabila keluarga Muhammad menuntut Diyat, maka kita mengumpulkan harta yang kita ambil dari
setiap Qabilah yang mengirimkan ppemudanya, lalu harta yang sudah kita kumpulkan itu kita berikan kepada kerabat Muhammad maka akan putuslah tuntutan keluarganya dan kita semua selamat dari kejahatan Muhammad”. Mendengar
usulan Abuu Jahal iblis langsung menanggapinya, secara berkata: “benar usulmu dan benar jalan fikiranmu, pendapatmu sesuai dengan apa yang aku inginkan”. Akhir-nya mereka sepakat dengan usulan Abu Jahal, yaitu membu-nuh Muhammad. Kemudian mereka berpisah dari Darun Nadwah.

Setelah ada kesepakatan untuk membunuh Muhammad di Darun Nadwah, Ibril langsung turun kepada Rasulullah saw, dengan membawa ayat ini, yang artinya :
“dan (ingatlah) ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikir-kan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memen-jarakan. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah mengga-galkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya” (S.Al-Anfal:30)
kemudian Jibril berkata:”Wahai Muhammad, keluarlah engkau dari kota Makkah menuju Madinah, sesungguhnya perintah ini adalah perintah rahasia yang aku sampaikan kepadamu, engkau jangan gelisah sebab setiap sesudah kesulitan itu ada kemudahan, dan setiap sesuatu itu mempu-nyai waktu dan aturan, bagi yang mengawasi tingkah laku kita ada Dzat Yang Maha Kuasa”.

Pada sore harinya Rasulullah saw, bermusyawarah bersama sahabat-sahabatnya, lalu beliau berkata dalam musyawarah itu : “Siapa orang yang mau menemani saya?, siapa orang yang mau menemani saya?” Abu Bakar langsung berkata: “Aku ya Rasulullah yang menemani engkau”. Rasulullah saw, berkata lagi : “Siapa yang mau tidur di atas tikarku nan-
ti malam, maka aku akan menjamin dia masuk surga”. Kontan sahabat Ali berkata: “Aku Ya Rasulullah yang akan tidur di atas tikarmu nanti malam, aku pertaruhkan nyawaku sebagai tebusan dirimu, karena sesungguhnya aku adalah saudaramu yang menjadi orang tua cucumu dan menjadi sua-minya wanita yang menyejukkan pandanganmu (yaitu Fati-mah).

Diriwayatkan dari jabir bin Abdullah r.a. ia berkata: Aku pernah mendengar shahabat Ali melagukan suatu sya’ir, se-dangkan Rasulullah saw, mendengarnya, diantaranya bait sya’ir itu adalah :
Aku adalah sandara nabi yang terpilih
Yang tiada keraguan didalam kenasabanku
Nenekku dan nenek Rasullullah adalah menjadi satu.
Aku membenarkan Rasulullah dan (meluruskan semua ma-nusia dalam kegelapan.
Dari kesesatan, kemusyrikan dan pembangkangan.
Segala puji bagi Allah, dengan memanjatkan syukur kepa-danya, tiada sekutu bagiNya.
Yang membuat bagus pada hambaNya dan Dzat Yang kekal selamanya.

Mendengar sya’ir yang dibaca oleh sahabat Ali Rasulullah saw, tersenyum seraya berkata : Engkau benar wahai Ali.
Kami kembali kepada cerita, Ali lalu dating ke rumah Rasulullah saw, kemudian tidur diatas tikar Rasulullah dengan mengunakan selimutnya. Ketika orang-orang kafir sudah dating dan mengepung rumah Rasulullah saw, mereka semua menghadang Rasulullah keluar termasuk juga iblis yang ikut dalam rombongan mereka. Pada saat yang gentingseperti itu, Allah membuat mereka tertidur dan lupa akan penjagaannya, sehingga mereka tertidur pulas termasuk
juga iblis, tidak ada satupun yang terbangun diantara mereka sepanjang malam itu, kemudian keluarlah Rasulullah bersa-ma Abu Bakar darirumahnya beliau melihat disekitar rumahnya banyak orang-orang kafir tertidur, lalu Rasulu-lullah mengambil debu dan ditaburkan pada kepala mereka.

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah sebelum keluar rumah membaca surat Yasin sehingga tak satupun orang kafir melihat Rasulullah keluar dari rumahnya bersama Abu Bakar ini akibat dari berkahnya surat Yasin. Setelah Rasulullah saw, pergi yang pertama kali bangun adalah iblis. Iblis lalu membangunkan orang-orang kafir yang tertidur pulas, seraya berkata: “Muhammad telah pergi, apakah ada diantara kalian yang melihat bagaimana sampai Muhammad bias menabur-kan debu diatas kpala kalian?. Akhirnya mereka para kuffar terbangun dan langsung masuk ke rumah Rasulullah, mereka mencari Rasulullah disetiap sudut rumah tetapi mereka tidak menemukannya, mereka hanya mendapat Ali yang sedang tidur pulas diatas tikar Rasulullah, Ali ini akhirnya ditanyai oleh mereka: Dimana Muhammad?”. Ali menjawab: “Se-sungguhnya Tuhan Yang Maha Tinggi telah memindahkan nabiNya yang terpilih kemana yang ia kehendaki dari tempat yang dekat, karena sesungguhnya Tuhan itu adalah dzat yang mengetahui rahasia dan yang lebih rahasia lagi. Maka ia tidak akan menyesatkan dan tidak melupakan, oleh karena itu janganlah engkau mencari Muhammad di muka bumi ini, ssemoga Muhammad itu orang yang lebih tinggi dari yang tinggi”

Diriwayatkan dari nabi saw, ia bersabda: “Allah telah mem-berikan wahyu kepada Jibril dan Mikail: Aku membuat kamu berdua bersaudara dan menjadikan umur salah satu dari kamu lebih panjang dari yang lain, mana yyang kamu
pilih saudara atau hidup? “keduanya lantas memilih hidup. Kemudian Allah memberikan wahyu kepada keduanya: “Apkah tidak ada diantara kamu yang seperti Ali bin Abi Thalib? Aku menjadikan Ali dan Muhammad bersauudara, lalu Ali tidur diatas tikar Muhammad dengan menyediakan
nyawa dirinya sebagai tebusan Muhammad, ia memilih agar Nabi Muhammad lebih lama hidup dari pada dirinya. Oleh karena itu, sekarang turunlah ke bumi dan jagalah Ali dari musuhnya”.

Kemudian kedua malaikat itu turun ke bumi, malaikat Jibril berada di dekat kepala Ali sedangkan Mikail berada didekat kedua kakinya. Malaikat Jibril berkata: “Berbahagialah orang sepertimu wahhai Ibnu Abi Thalib, Allah telah mem-banggakan dirimu pada malaikat-malaikat yang berada di langit”

Allah lalu menurunkan kepada utusanNya menghadapkan kearah Madinah sebagaimana keadaan Ali. Hal ini telah di-katakan oleh Allah dalam firmannya, yang artinya:
“Dan diantara manusia ada orang yang mengorbankan diri-nya karena mencari keridlaan Allah, dan Allah Maha pe-nyantun kepada hamba-hambaNya” (S. Al-Baqarah:207)

Dalam tidurnya diatas tikar Rasulullah saw, Ali melagukan suatu sya’ir, diantara baitnya adalah:
Aku telah menyediakan diriku yang rendah dan lemah seba-gai tebusan (nyawa) bagi sebaik-baik orang.
Sedangkan orang-orang sudah mengitari rumah yang antik ini dengan membawa batu.
Rasulullah merasa takut oleh tipu daya orang-orang kafir.
Maka Dzat Yang mempunyai pemberian telah menyelamat-kannya dari tipu daya
Semalam Rasulullah berada didalam gua dengan aman.
Yang dijaga oleh Allah sebagai pengawas yang didalam menutupi.
Semalaman aku menjaga mereka dan perkara yang telah di-tetapkan kepadaku.
Aku menyediakan diriku untuk dibunuh da ditawan.

Kami kembali kepada cerita, tatkala orang-orang kafir tidak menemukan Rasulullah d rumahnya, mereka langsung mengadakan musyawarah selama tiga hari. Kemudian mere-ka keluar menyebar keseluruh penjuruu kota (Makkah) untuk mencari Muhammad kearah kota Madinah, akhirnya Suraqah bin Malik untuk mengejar Muhammad kearah kota Madinah, akhirnya Saraqah menemukan Rasulullah dan Abu Bakar. Ketika Abu Bakar melihat kedatangan Saraqah yang terus mengejarnya, ia berkata kepada Rasulullah: “Ya Rasulullah, kita telah ditemukan oleh Saraqah, dan Saraqah itu termasuk pemberani-pemberaninya orang Arab” Menanggapi ketakut-annya Abu Bakar Rasululah, bersabda: “engkau jangan takut”.

Setelah Suraqah mendekati Rasulullah dia langsung meng-hunus pedangnya seraaya berkata: Wahai Muhammad, siapa orang yang bias menghalangiku untuk membunuhmu pada hari ini?”. Dengan mantap Rasulullah menjawab: “yang bias menghalangimu untuk membunuhku adalah Dzat Yang maha Mulya, Yang Maha Perkasa, yang tunggal dan Dzat Yang Memaksa”. Lalu Jibril turun dan berkata keppada asulullah: Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah telah ber-firman kepadamu, bahwa bumi ini dijadikan tunduk kepada perintahmu, maka perintahkan bumi ini menurut kehendakmu”. Kemudian Rasulullah saw, langsung berkata kepada bumi: Wahai bumi ambillah Suraqah”. Kontan saja
bumi itu terus menarik kaki kuda Suraqah samai sebatas lu-tutnya, sedangkan Suraqah berdiri mematung tidak bias ber-gerak, dalam kondisi menuntun kuda, maka Suraqah berteriak: Wahai Muhammad amankanlah aku, demi kemul-yaan Dzat Yang Mulya, jika engkau bias menyelamatkan diriku aku pasti tidak akan lagi menyakitimu”. Rasulullah
saw, lalu berdoa, kontansaja bumi tersebut melepaskan kaki kudanya.

Aku melihat sebagian Ahli Tafsir mengatakan: “Sesungguh-nya Suraqah terus mngulangi niat jahatnya sampai tujuh kali dengan melanggar perjanjiannya (pada Rasulullah), setiap kali ia melanggar janjinya pada Rasulullah, pada saat itu pu-la kaki kudanya tertelan bumi, sampai ia bertaubat pada pelanggaran yang kedelapan, dengan taubat yang benar, kemudian ia mengeluarkan panah dari tempatnya dan mem-berikannya kepada Rasulullah saw, seraya berkata: “Wahai Muhammad, sesungguhnya aku ini memiliki beberapa unta dan binatang ternak yang bias dipakai dalam perjalananmu, maka panggillah tukang pengembala dan perintahkan me-ngambil binatang ternakku menurut yang engkau kehendaki” Rasulullah menjawab: “Wahai Suraqah, jika engkau tidak suka pada agama islam, maka akupun tidak menyukai hartamu dan binatang ternakmu”. Kemudian Suraqah berkata “Wahai Muhammad, agamamu ini akan menjadi besar di permukaan alam, dan engkau akan memiliki banyak kerabat dari anak Adam, oleh karena itu, berjanjilah engkau kepada-ku ketika dating hari kemenenganmu, maka mulyakanlah diriku ini”. Rasulullah saw, lalu mengambil tempat air (ben-tuknya seperti kendil yang terbuat dari kulit) dan menggo-reskan tanda pada tempat air tersebut sebagai tanda janjinya kepada Suraqah, kemudian Rasulullah saw memberikan kendi itu kepada Suraqah, seraya berkata: “Ini adalah janjiku
kepadamu”. Keemudian Suraqah berkata: “Wahai Muham-mad, mintalah kepadaku tentang keinginanmu”. Rasulullah saw, menjawab: “Wahai Suraqah, permintaanku adalah agar engkau mengembalikan pasukan Qurasy”.

Akhirnya Suraqah kembali pulang dengan selamat, sampai ia bertemu dengan Abu Jahal, lalu ia berkata: wahai Abu Hakam, Muhammad tidak pergi melalui jalan ini, sebaiknya kalian kembalilah semua”. Abu Jahal membantah: “Wahai Suraqah, sesungguhnya aku ini menduga kepadamu bahwa engkau telah bertemu Rasulullah, maka beritakanlah kepada kami”. Saraqah tidak menjawab tetapi melaukan suatu sya’ir diantara baitnya adalah:
Abu Hakam demi Latta jika engkau termasuk orang yang me-nyaksikan.
Didepan(ku) kaki kudaku telah ambles (masuk kedalam bumi)
Engkau mengerti dan tidak ragu bahwa Muhammad itu ada-lah seorang utusan dan tidak ada yang mengingkarinya.
Minggirlah dan kembalikan manusia ini dalam mengejar Muhammad.
Aku telah melihat derajat Muhammad pada hari ini, dan ak-an tampak tanda-tandanya nanti. “
(Nasehat dalam Tujuh Peristiwa oleh Syekh Abi Nasru Mu-hammad bin Abdurrahman Al-Hamdaniy – penerjemah Fuad Kauma)

Dengan menyimak peristiwa yang diungkapkan diatas, ma-ka betapa besar masalah permusuhan itu akan mempengaruhi jiwa seseorang karena ketidak mampuannya memelihara naluri yang sangat dipengaruhi oleh hawa nafsu, oleh karena itu simaklah surat dan ayat dibawah ini untuk menuntunmu kejalan yang diridhoi oleh Allah SWT. :
SURAT FUSHSHILAT (KE 41 : 54 ayat : 34)
(34) Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.

Kita hidup ditengah-tengah masyarakat yang mendambakan kedamaian, bila kita bersikap dan berperilaku sesuai dengan ajaran islam, niscaya kita dapat hidup penuh kerukunan dian-tara kita, menjauhi akibat permusuhan yang akan terjadi.

Dibawah ini diungkapkan Muhammad Bersabda:

“Tidak akan masuk surga seseorang yang membuat tetangga tidak aman karena gangguannya” {H.R.Muslim)

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka ja-nganlah ia menyakiti tetangga. Dan barangsiapa beriman ke-pada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia berkata yang baik atau diam. (H.R. Bukhari-Muslim)

“Jibril selalu berpesan kepadaku supaya berbuat baik terhadap tetangga, sehingga saya mengira bahwa tetangga akan memperoleh hak waris” (H.R.Bukhari- Muslim)

KEADILAN
Dapatkah kita memiliki sikap dan perilaku dalam bentuk keadilan dalam perbuatan hidup di dunia ini. Oleh karena itu wujud keadilan bukan hanya harus dijalankan, tetapi juga dinyatakan dan tampak dijalankan. Jawabannya akan terletak tingkat kedewasaan rohaniah seseorang yang mampu dari waktu ke waktu dalam perjalanan hidup ini, menumbuh-kembangkan kepribadian yang memiliki kejujuran untuk me-negakkan perbuatan keadilan dalam menuju kenikmatan hi-dup di dunia dan akhirat.

Simaklah petunjuk yang termuat dalam surat dan ayat diba-wah ini sebagai awal kita merenung tentang sikap dan peri-laku dalam perbuatan keadilan ini :

SURAT AL A’RAF (KE 7 : 206 ayat : 29)
(29) Katakanlah : “Tuhanku menyuruh menjalankan keadil-an”. Dan (Katakanlah) : “Luruskan muka (diri)mu di setiap shalat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan keta’atan mu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu akan kembali ke-pada-Nya”

SURAT AL MUMTAHANAH (KE 60: 13 ayat: 8)
(8) Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan ber-laku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu ka-rena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

Kedua surat dan ayat yang kita ungkapkan diatas, sangatlah jelas bagimu, berbuat keadilan kepada siapapun harus dija-
lankan dan ditampakkan. Ingatlah selalu mutiara kepribadi-an Muhammad saw seperti : “Tidaklah sempurna iman sese-orang, apabila dia belum bisa mencintai sesamanya seperti mencintai dirinya sendiri”

Oleh karena itu kalau kamu akan dipandang sebagai orang yang bermakna dalam hidup ini, jika dalam menjalankan ke-hidupan ini kamu isi dengan kesungguhan berbuat keadilan dalam perbuatanmu, maka kamu tidak akan diseret oleh per-buatan ketidakadilan dalam perbuatanmu, disitulah terletak kenikmatan hidup ini.

Kemampuan seseorang memanfaatkan alat pikiran berupa kesadaran, kecerdasan dan akal dalam proses yang berurutan yang effektif, maka faktor keadilan ikut memainkan fungsi-nya dalam proses pengambilan keputusan untuk suatu per-buatan yang di ridhoi oleh Allah SWT. Dengan demikian da-pat pula kita mengatakan bahwa tanpa keadilan tidak ada suatu kemerdekaan, oleh karena itu marilah kita meyakini benar dan percaya bahwa keadilan merupakan daya dorong untuk menciptakan kekuatan dalam perbuatan sampai akhir jaman untuk menjalankan kewajiban yang benar dalam me-nuju kenikmatan hidup di dunia dan selamat di akhirat.

Untuk mempertebal keyakinan dan kepercayaan itu, simaklah surat dan ayat dibawah ini :

SURAT AL AN’AM (KE 6: 165 ayat : 152 )
(152) Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfa’at, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang mela-inkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata,
maka hendaklah kamu berlaku adil kendatipun dia adalah kerabat(mu) dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat.

SURAT AL HUJURAAT (KE 49 : 18 ayat : 9)
(9) Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mu’mim berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah sa-tu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali, kepada perintah Allah ; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

Kedua surat dan ayat yang kita ungkapkan diatas sebagai penuntun dalam mengaktualisasikan kesadaran, kecerdasan dan akal dalam usaha mencari hikmah berpikir dalam mewu-judkan keadilan pada sikap dan perilaku agar semua perbuat-an mendapat manfaat disatu sisi dan disisi lain membentuk jiwa dan rohani supaya lebih mengenal kepada Allah SWT.

Dengan menumbuhkan keadilan pada jiwa ini, itu berarti memberikan sinar hati dalam menuju manusia mulia dan ma-nusia bijaksana, artinya disatu sisi melambangkan orang yang baik perbuatannya yang memuliakan jiwanya dengan takwa dan memeliharanya dari ketidakadilan, disisi lain me-lambangkan sebagai orang yang tidak mendahulukan dan mengutamakan dunia dan yang menahan nafsunya dari per-buatan yang menyalahi kesadaran, kecerdasan dan akalnya yang lurus.
AMALAN BATIN
DALAM SISI MASALAH PERSAUDARAAN,
KEPENTINGAN DAN TAMU
PERSAUDARAAN

Bgaimana kita dapat melahirkan dan menumbuhkan rasa persaudaraan kedalam kalbu kita, agar kita selamat hidup di dunia dan akherat. Sikap dan perilaku kita hidup di dunia ini ditunjukkan oleh wujud kehadiran kita di tengah-tengah ma-syarakat yang mampu memberikan keteladanan mengisi ak-tualisasi diri kedalam makna persaudaraan.

Cobalah renungkan tentang hubungan Imam Ali dengan Ra-sulullah SAW, dimasa kecil :
“ … Dan telah kalian ketahui tempatku di sisi Rasulullah saw.; dengan kekerabatanku yang amat dekat dan kedudukan ku yang khusus. Beliau meletakkan aku di pangkuannya ketika aku masih seorang bocah. Didekapnya aku ke dada-nya , dipeluknya di pembaringannya, disentuhkannya aku dengan tubuhnya dan diciumkannya aku harum aromanya. Adakalanya beliau mengunyah sesuatu lalu disuapkannya ke mulutku. Tiada pernah ia mendapatiku berdusta dalam suatu ucapan atau gegabah dalam suatu perbuatan.

Sejak masa kecilnya, Allah SWT telah menyertakan dengan-nya malaikat-Nya yang termulia, agar menunjukkan kepada-nya jalan keluruhuran pekerti serta kemuliaan akhlak, di si-ang hari ataupun di malam harinya.

Aku pun mengikutinya ke mana beliau pergi, bagai anak un-ta setia mengikuti ibunya. Tiap hari ia meengajariku tambah-
an pengetahuan dari akhlaknya dan memerintahkan aku agar mencontohnya. Di hari-hari tertentu, setiap tahunnya, ia me-nyingkir menyendiri di gua Hira, dan aku melihatnya semen-tara tidak seorangpun amelihatnya selain aku.
Pada saat itu tak ada satu pun rumah tangga yang terikat da-lam Islam selain Rasullullah saw. Dan Khadijah serta aku, yang ketiga setelah keduanya. Dan aku pun menyaksikan sinar wahyu dan kerasulan, menghirup pula semerbaknya kenabian. (Mutiara Nahjul Balaghan, diterjemahkan oleh Muhammad Al-Baqir)

Selanjutnya simaklah surat dan ayat dibawah ini, yang me-ngingatkan kita makna arti persaudaran yang harus kita yakini sebagai landasan untuk menumbuh kembangkan kedalam kalbu ini :

SURAT AN NISAA’ (KE 4: 176 ayat : 25)
(25) Dan barangsiapa di antara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita mer-deka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu meliki. Allah mengetahui kei-mananmu ; sebagian kamu adalah sebagian yang lain. Kare-na itu kawinilah mereka dengan seizing tuan mereka dan be-rilah maskawin mereka menurut yang patut, sedang mereka-pun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai priaannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan ka-win, kemudian mereka mengerjakan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separo hukuman dari hukuman wa-nita-wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kesu-litan menjaga diri ( dari perbuatan zina) di antaramu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maaha Pengam-pun lagi Maha Penyayang.

SURAT ALI IMRAN (KE 3 : 200 ayat : 103)
(103) Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (aga-ma) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni’mat kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahilayah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, la-lu menjadilah kamu karena ni’mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Al-lah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu men-dapat petunjuk.

Kedua surat dan ayat itu mengingat kita kepada suatu kisah Imam Al-Bagir dan Seorang Nasrani seperti dibawah ini :
“Imam Bagir adalah Muhammad bin Ali bin Husain r.a. Beliau bergelar Bagir yang berarti : yang membelah, atau yang membuka. Imam ini selalu di panggil dengan sebutan Bagir al-Ulum (pembuka ilmu-ilmu pengetahuan). Seorang Nasrani dengan nada mengejek, mengubah kata bagir deng-an bagar, yang berarti sapi. Dia berkata kepada Imam:”Anta Bagar (Anda sapi)”. Wajah imam tidak menjadi merah, apa-lagi marah, bahkan dengan penuh kerendahan hati beliau berkata: “Saya bukan Bagar, saya adalah Bagir” “Anda ada-lah anak seorang wanita yang kerjanya memasak” kata orang itu lagi. “Ya, itu kkerjanya. Tapi pekerjaan itu bukan peker-jaan yang memalukan.” “Ibumu seorang yang hitam, tidak tahu malu dan berlidah jahat.”
“Kalaulah tuduhanmu terhadap ibuku itu benar, mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosanya> Kalau tidak, se-moga Allah mengampuni dosao-dosa tuduhan bohongmu itu”. Menyaksikan kesabaran yang luar biasa dari seorang yang mampu mendera seorang non-Muslim seperti dia kare-na mengganggu dan menduh seperti itu, tak awal jiwanya
guncang dan terkesan. Tidak lama setelah itu, dia memeluk islam.” (Kisah Sejuta Hikmah oleh Murthada Muthahhari)

Selanjutnya renungkan lebih lanjut surat dan ayat yang kita ungkapkan dibawah ini :

SURAT AL HUJARAT (KE 49 : 18 ayat : 10, 13)
(10) Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertak-walah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.

(13) Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadi-kan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesunggunya orang yang paling mu-lia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling ber-takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengeta-hui lagi Maha Mmengenal.

SURAT AL MAIDAH (KE 5 : 120 ayat : 32)
(32) Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hokum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang-siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semua-nya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sunguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi.

SURAT AL BAQARAH (KE 2 : 286 ayat : 83)
(83) Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu) : Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata
yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali se-bagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.

Dengan menyimak surat-surat dan ayat-ayat yang kita kemu-kakan diatas lebih mempertebal untuk menyerah diri dan percaya atas kebenaran arti makna persaudaran yang dapat menyentuh mata hati manusia.

Sejalan dengan itu marilah kita menyimak satu tulisan oleh Jalaluddin Rakhmat dalam Islam Aktual yang mengungkap-kan “Menyambung Tali Persaudaraan” sebagai berikut :

“ Abdullah bin Abi Awfa bercerita: Kami waktu itu sedang berkumpul bersama Rasulullu saw. Tiba-tiba beliau berkata: “Janganlah duduk bersamaku hari ini orang yang memutus-kan persaudaraan.” Segera seorang pemuda berdiri mening-galkan majelis Rasulullah. Rupanya sudah lama ia berteng-kar dengan bibinya. Ia lalu meminta maaf kepada bibinya dan bibinya pun memaafkannya. Setelah itu, barulah ia kem-bali kepada Majelis Nabi. Nabi saw. Berkata: “Sesungguh-nya rahmat Allah tidak akan turun kepada suatu kaum yang di situ ada orang yang memutuskan persaudaraan”. (Al-Targhib 3:345).

Perhatikanlah keluarga kita, kaum yang paling kecil. Bila didalamnya ada beberapa orang yang sudah tidak saling me-negur, sudah saling menjauhi, apalagi kalau di belakang sa-
ling menohok dan memfitnah, maka rahmat Allah akan di-jauhkan dari seluruh anggota keluarga itu. Kemudian, perha-tikan umat Islam Indonesia, kaum yang lebih laus. Bila di dalamnya masih ada kelompok yang mengafirkan kelompok yang lain, atau membentuk jamaah yang lain, atau tidak mau bershalat jamaah dengan kelompok yang pendapatnya berbe-da, maka seluruh umat akan terputus dari rahmat Allah. Sukarlah umat yang seperti itu akan memperoleh kemenang-an. “Maukah kalian aku tunjuki amal yang lebih besar paha-lanya dari shalat dan puasa?” Tanya Rasulullah saw. Kepada sahabat-sahabatnya. “Tentu saja”, jawab mereka. Rasulullah menjawab, “Engkau damaikan orang-orang yang berteng-kar”. Menyambungkan persaudaraan yang terputus, memper-temukan kembali saudara-saudara yang berpisah, menyem-batani berbagai kelompok dalam Islam dan mengkukuhkan ukhuwwah di antara mereka adalah amal ssaleh yang besar pahalanya. “Barangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rizkinya, hendaklah ia menyambungkan persaudaraan” (H.R. Bukhari dan Muslim).”

Dengan mengungkapkan hal-hal diatas diharapkan semua itu dapat memberikan daya dorong untuk menemukan tentang diri kita, karena itu, disitulah letak kesadaran, kecerdasan dan akal untuk mendorong dalam berpikir, agar kita terus mendewasakan ketawakalan dan keimanan dalam hidup ini.

Sejalan dengan itu cobalah renungkan pandangan yang di-ungkapkan Imam Ja’far Ash-Shadig dalamThe Latern of the Path (Lentera Ilahi), mengemukan seperti dibawah ini:

“Ada tiga hal yang langka dalam setiap zaman: persaudara-an dalam keyakinan kepada Allah ; seorang istri yang taat

dan penuh kasih yang membantu dalam menguatkan iman suaminya kepada Allah ; dan seorang putra yang berjalan di jalan yang lurus. Barangsiapa yang telah menemukan ketiga hal tersebut berarti ia telah mendapatkan kebaikan untuk ke-dua tempat kediaman itu dan bagian yang paling baik di du-nia ini dan akhirat nanti. Waspadalah jika mengangkat seseo-rang sebagai saudara ketika kamu terpengaruh oleh ketamak-an, rasa takut, kecenderungan, uang, makanan atau minuman Carilah persaudaraan yang didasarkan atas rasa takut kepada Allah, bahkan sampai ke ujung bumi dan bahkan jika kamu melewatkan seluruh masa hidupmu untuk mencari mereka. Allah tidak pernah meninggalkan seorang pun yang lebih baik disbanding mereka setelah para Nabi di atas bumi ini, juga tidak pernah Dia memberikan kepada seorang hamba karunia sebagaimana karunia keberhasilan untuk menemu-kan persahabatan mereka. Allah telah berfirman, “Teman-teman akrab pada hari salaing bermusuh-musuhan, kecuali orang-orang yang takwa”(QS.43:67). Bila dikutip dari Al Qur’an, bunyi terjemahan sbb.”Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa”
Saya percaya bahwa setiap orang yang mencari teman tanpa cacat di masa sekarang ini tidak akan pernah mendapatkan-nya. Tidak tahukah kamu bahwa tanda kehormatan pertama yang diberikan oleh Allah kepada para Nabi-Nya ketika se-ruan mereka untuk beriman menjadi dikenal adalah seorang kawan atau pembantu yang dapat dipercaya? Demikian pula, pemberian paling mulia yang diberikan oleh Allah kepada kawan-kawan, para pendukung (awliya), teman-teman sejati dan orang-orang kepercayaan-Nya adalah uluran persahabat-an dari para Nabi-Nya. Ini membuktikan bahwa, setelah pe-ngetahuan tentang Tuhan (ma’rifah Allah), tidak ada rahmat

di kedua tempat kediaman itu yang lebih luhur, lebih unggul atau lebih murni dibandingkan dengan persahabatan dalam keyakinan kepada Allah dan persaudaraan demi Dia.”
KEPENTINGAN

Kepentingan mengandung makna kebutuhan. Dalam meme-nuhi kebutuhan akan didorong oleh suatu perbuatan manusia dengan menggerakkan otak. Dengan otak itu pula manusia ingin mewujudkan kepentingannya.

Marilah kita menyimak surat dan ayat yang kita ungkapkan dibawah ini :

SURAT AL BAQARAH (KE 2 : 286 ayat : 237, 219)
(237) Jika kamu menceraikan isteri-isterimu sebelum kamu bercampur dengan mereka, padahal sesungguhnya kamu su-dah menentukan maharnya, maka bayarlah seperdua dari mahar yang telah kamu tentukanitu, kecuali jika isteri-isteri-mu itu mema’afkan atau di ma’afkan oleh orang yang me-megang ikatan nikah, dan pema’afan kamu itu lebih dekat kepada takwa. Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala apa yang kamu kerjakan.

(219) Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan be-berapa manfa’at bagi manusia, tapi dosa keduanya lebih be-sar dari manfa’atnya. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari ke-perluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepadamu supaya kamu berpikir.
Bertolak dari peringatan yang termuat dalam surat dan ayat diatas, maka setiap wujud dari perbuatan manusia dalam me-menuhi kepentingan dengan memanfaatkan kesadaran, ke-cerdasan dan akal akan mempertimbangkan tingkat kepen-tingan dan pemanfaatannya.

Wujud kepentingan dalam memenuhi kebutuhan akan sangat ditentukan rasa kecintaannya atas kepentingan itu sendiri, se-hingga aktualisasi dari kesadaran, kecerdasan dan akal seha-rusnya bertolak dari rasa kecintaan dari pembenaran Allah dan Rasul-Nya.

Selanjutnya cobalah renungkan kisah sjuta hikmak Murtadha Muthahhari dalam “Keuntungan yang ditolak” sbb. :

“Kebutuhan hidup keluarga Imam Ja’far Ash-Shadig r.a. se-makin bertambah. Beliau berpikir bahwa dengan berniaga tentu beliau akan bias membiayai perbelanjaan keluarganya. Dengan modal seribu dinar, beliau menyuruh pembantunya, Mushadif, untuk berangkat ke Mesir dan berniaga.

Mushadif membeli jenis barang yang biasa dibawa ke Mesir. Dia berangkat bersama rombongan pedagang lain yang juga hendak kesana.

Etibanya di perbatasan Mesir mereka berjumpa dengan rom-bongan pedagang lain yang baru pulang dari sana. Mereka bertanya tentang situasi setempat. Akhirnya mereka diberita-hu bahwa jenis barang yang dibawa oleh Mushadif dan rom-bongannya, sekarang mengalami krisis sehingga mendapat pasaran yang baik.
Pedagang-pedagang ini merasa gembira mendengar berita “baik” tersebut. Kebetulan jenis yang mereka bawa adalah
keperluan sehari-hari, yang pasti akan dibeli oleh setiap orang, walau dengan harga paling mahal sekalipun. Mereka berjanji dan bersepakat untuk mengeruk keuntungan tidak kurang dari 100%.

Rombongan tiba di Mesir. Ternyata, keadaannya memang seperti yang diberitahukan oleh kafilah tadi. Berdasarkan ke-sempatan bersama, akhirnya mereka membuat pasar gelap dan menjual barang bawaan mereka dua kali lipat dari harga biasa.

Mushadif kembali ke Madinah dengan membawa laba bersih seribu dinar. Dia dating menghadap Imam Shadiq dengan rasa gembira. Diserahkannya dua kantung berisi uang, ma-sing-masing seribu dinar. Apa ini? Tanya Imam.”Yang satu adalah modal yang imam berikan kepadaku, dan lainnya a-dalah keuntungan bersih, seribu dinar, “Jawab Mushadif. “Banyak benar!? Tanya Imam keheranan. “Coba kau jelas-kan bagaimana kalian bias mengeruk keuntungan sedemiki-an besar!” “Begini ceritanya. Setibanya di perbatasan Mesir, kami mendapat informasi bahwa jenis barang bawaan kami sudah nyaris kosong di pasaran Mesir. Kami sama-sama ber-sumpah untuk tidak menjual barang-barang itu kecuali dengan keuntungan dua kali lipat.”

“Subhanallah!” ucap Imam. “Kalian sanggup berbuat demi-kian? Kalian bersumpah untuk membuat pasar gelap di te-ngah-tengah kaum Muslimin, dan mengeruk keuntungan dua kali lipat dari mereka? Ma’azallah. Tidak. Aku sama sekali tidak menginginkan perniagaan dan keuntungan seperti ini”

Kemudian Imam mengambil satu di antara dua kantung tadi dan berkata: “Ini adalah modalku semula” Beliau tidak ame-
nyentuh kantung yang satunya. Lalu beliau bberkata: “Aku tidak ada urusan dengan yang satu itu”. Lalu beliau berkata lagi: “Hai Mushadif, berperang adalah lebih mudah ketim-bang mencari yang halal”
TAMU

Renungkan, mutiara kepribadian Muhammad S.A.W. yang menjadi sari taladan umatnya berupa “Berbuat baik kepada orang yang tidak baik. Andaikata anda berbuat baik kepada orang baik, anda telah melaksanakan sesuatu yang tepat. Tetapi jika anda berbuat baik kepada orang yang tidak baik maka anda tetap orang baik.”

Yang menjadi masalah kita, seberapa jauh kita dapat me-ningkatkan kedewasaan sikap dan perilaku dalam mengha-dapi keikhlasan ibadat dan menyantuni setiap orang. Oleh karena itu ingatlah mutiara kepribadian Muhammad SAW berupa “Tidaklah sempurna iman seseorang, apabila dia be-lum bisa mencintai sesamanya seperti mencintai dirinya sen-diri”

Betapa besar daya dorong, bila kita meyakini benar dan ingin mengaktualisasikan kedalam perubahan sikap dan perilaku dari sari tauladan itu dalam menyesiati musuh yang paling besar yang ada dalam diri kita.

Sejalan dengan itu kalau kita ingin memperbaikinya disitu ada jalan pada setiap masalah yang sudah kita identifikasi pada setiap situasi yang ada, maka tak ada sesuatu yang mus-tahil bagi orang yang mau.
Makanya perbanyaklah kamu merenung, membaca dan menghayati perintah Allah SWT, seperti surat dan ayat diba-wah ini :

SURAT AL BAQARAH (KE 2 : 286 ayat: 215, 177)
(215) Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah : Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang se-dang dalam perjalanan”. Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.

(177) Bukanlah menghadapkan wajahmu, ke arah timur dan barat itu, suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebaji-kan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malai-kat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi da memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta ; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat dan menunaikan zakat ; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang be-nar (imannya) ; dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

SURAT AT TAUBAH (KE 9 : 129 ayat : 60, 6)
(60) Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-paengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengeta-hui lagi Maha Bijaksana.

(6) Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supa-ya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.

Dengan menyimak peringatan-peringatan didalam surat dan ayat yang kita ungkapkan diatas, seharusnya mempertebal keyakinan dan berserah diri kepada kecintaan kita kepada Allah SWT semata-mata, karena ia mengetahui setiap per-buatan apapun yang kita lakukan di muka bumi ini.

Jadi bila kita ingin menemukan jalan, dalam usaha meme-cahkan masalah untuk tidak menutup diri terhadap manusia maka janganlah berlama-lama menutup diri dari manusia. Sikap dan perilaku seperti itu akan menyebabkan rasa kesal di hatimu dan menghilangkan kesempatan untuk memahami masalah-masalah yang engkau hadapi, sehingga dalam kehi-dupan ini bercampur aduklah yang haqq dan yang bathil.

Oleh karena itu, ibarat seorang pemimpin adalah juga orang biasa yang tidak dapat mengetahui apa yang dilakukan orang di belakangnya. Sedangkan kebenaran tidak memiliki tanda-tanda yang dapat membedakan dengan jelas antara berbagai macam ketulusan dan kepalsuan. Jadi dalam hidup ini eng-kau berada dalam dua situasi seperti disatu sisi dimana per-buatanmu menjadi seorang dermawan yang selalu bermurah hati dalam kebenaran dan disisi lain engkau adalah penderita penyakit bakhil yang segera akan membuat orang banyak enggan meminta sesuatu darimu karena keputusasaan mere-ka untuk mendapatkannya.

RENDAH HATI DAN KHUSYU’

Dalam meningkatkan kedewasaan sikap dan perilaku dalam kehidupan ini dapat diibaratkan seperti dalam kebahagian se-baiknya jangan tinggi hati, sebaliknya dalam kesusahan ja-ngan kehilangan semangat, ini menunjukkan bahwa keren-dahan hati disukai orang.

Rendah hati bermuara dari kemurahan hati seperti yang di-perlihat oleh sifat para nabi dan merupakan tonggak iman. Dengan sikap dan perilaku yang rendah hati, itu menunjuk-kan adanya keyakinan dan cita-cita kemurahan hati dalam setiap perbuatan dibuatnya.

Simaklah surat dan ayat dibawah ini :
SURAT AL AN’AM (KE 6 : 165 ayat : 63-64)
(63) Katakanlah : Siapakah yang dapat menyelamatkan ka-mu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdo’a ke-padaNya dengan berendah diri dan dengan suara yang lem-but (dengan mengatakan) : Sesungguhnya jika Dia menye-lamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur”

(64) Katakanlah “ Allah menyelamatkan kamu daripada ben-cana itu dan dari segala macam kesusahan, kemudian kamu kembali mempersekutukan-Nya”

SURAT AL A’RAF (KE 7 : 206 ayat : 55, 205-206)
(55) Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
(205) Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak menge-raskan suara, di waktu pagi, petang dan janganlah kamu ter-masuk orang-orang yang lalai.

206) Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tu-hanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mere-ka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nyalah mereka bersujud.

Dari surat dan ayat yang kita ungkapkan diatas, memberikan petunjuk bahwa kemurahan hati diberikan kepada setiap o-rang yang dikasihi oleh Allah SWT. Yang menjadi masalah adalah seberapa jauh orang dapat melepaskan diri dari soal-soal duniawi yang dapat merugikan orang lain. Dapatkah ki-ta membayangkan bila ia kelaparan sedangkan orang lain ia berikan makan, ia berikan pakaian kepada orang lain sedang dirinya telanjang, hidupnya selalu memberikan ssuatu untuk orang lain sedangkan dia tidak bersedia menerima apapun dari orang lain. Jadi bagi orang yang rendah hati akan selalu memikirkan bahwa ia yakin dan rela menyerahkan miliknya untuk mematuhi dan berbuat karena Allah SWT.

Untuk meningkatkan rendah hati dan khusuk dalam setiap perbuatan ini, renungkan peringatan dalam surat dan ayat dibawah ini :

SURAT HUUD (KE 11 :123 ayat : 23)
(23) Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan menger-jakan amal-amal saleh dan merendahkan diri kepada Tuhan
mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni surga mereka kekal di dalamnya.

SURAT AL ANBIYAA’ (KE 21 : 112 AYAT : 89-90)
(89) Dan (ingatlah kisah) Zakariya tatkala ia menyeru Tuhannya : “Ya Tuhanku janganlah engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan engkaulah Waris Yang Paling Baik.

(90) Maka kami memperkenankan do’anya, dan kami anuge-rahkan kepada Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat me-ngandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo’a kepada kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusu’ kepada kami.

SURAT AL HAJJ (KE 22 : 78 ayat : 34-35, 54)
(34) Dan bagi tiap-tiap ummat telah kami syariatkan pe-nyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka , maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, kare-na itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).

(35) (yaitu) orang-orang apabila disebut nama Allah geme-tarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sem-bahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka.

(54) dan orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al Quran itulah yang hak dari Tuhanmu lalu
mereka kepadanya dan sesungguhnyaAllah adalahPemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.
SURAT AL MU’MINUN (KE 23 : 118 ayat : 1-2)
(1) Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
(2) (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.

SURAT AN NUUR (KE 24 : 64 ayat : 30)
(30) Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman : “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memeliha-ra kemaluannya ; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang merka perbuat”.

SURAT AL QASHHASH (KE 28 : 88 ayat : 83)
(83) Negeri akhirat itu , kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusak-an di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang bertakwa.

SURAT LUKMAN (KE 31 : 34 ayat : 18-19)
(18) Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari ma-nusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di mu-ka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyu-kai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

(19) Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan lunak-kanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.

Keseluruhan surat dan ayat yang kita ungkapkan diatas, ma-ka dengan keyakinan dan menyerahkan diri kepada Allah SWT dalam arti menjalankan seluruh perintah-Nya untuk di-taati dan menghindarkan seluruh larangan-Nya.

Dengan sikap dan perilaku yang dituntun atas perintah-Nya, maka perjalanan hidup yang penuh tantangan ini menjadi indah untuk dilalui, sehingga wujud dari rendah hati dan khusu’ merupakan ruang tunggu bagi kesempurnaan.

Hanya dengan ketakwaan kepada-Nya, kita dapat mengenda-likan emosi dan naluri serta menjaga memori, sehingga kita mampu mengendalikan luapan amarah, kekerasan dalam per-buatan, ketajaman tangan dan lidah. Jadi dengan begitu kita mampu memilih yang paling bijaksana, bahkan tidak memu-tuskan sesuatu setelah kekacauan hati ini diingatkan kembali oleh yang maha kuasa.

Dengan menumbuh kembangkan kedewasaan rendah hati dan khusu’ dalam kehidupan ini, maka dalam mengaktuali-sasikan kesadran, kecerdasan dan akal pada semua perbuatan dimana usaha mengendalikan hati menjadi korban perasaan-nya, kesuksesan mendorong kesombongan, kekecewaan me-lahirkan patah hati. Kesemuanya itu merupakan gerakan pi-kiran dari kehendak, naluri dan paksaan. Bila hal itu dida-sarkan kepada rendah hati dan khusus’ yang melahirkan cin-ta kepada Allah semata, maka gerakan pikiran itu akan ter-tuju pada tidak ada kebaikan dan kemaslahatan bagi setiap wujud kecuali gerakan cintanya diperuntukkan bagi pencip-tanya, dan itu berarti ia melepaskan miliknya untuk mema-tuhi Allah dan berbuat demi Allah semata. Disinilah letak kesempurnaan dari aktualisasi pikiran dalam mewujudkan kebenaran dari gerakankehendak, naluri dan paksaan kejalan yang benar.
AMPUNAN / MA’AF

Mampukah seseorang yang memiliki kekuasaan menjadi pe-maaf. Umumnya dalam bersikap dan berperilaku dengan makin besar kekuasaan, ada kecenderungan makin besar bahaya penyalahgunaannya, sehingga tidak heran dalam ke-hidupan ini orang sangat mengagungkan mempunyai kekua-saan, tapi sebaliknya ia tidak menyadari kecemasan juga ada dibaliknya karena kadang kala begitu sulit untuk menyentuh hati agar dapat memahami dimana kebaikan itu berhenti dan kejahatan itu bermula.

Untuk menuntun cahaya mata hati agar tingkat kedewasaan tawakal kepada Allah SWT, maka coba renungkan surat dan ayat dibawah ini :

SURAT ALI IMRAN (KE 3 : 200 ayat : 159)
(159) Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohon-kanlah ampun bagi mereka. Dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah
membulatkan tekad, maka bertakwalah kepada Allah. Se-sungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

SURAT AN NISAA’ (KE 4 : 176 ayat : 27-28, 98-99)
(27) Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).

(28) Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.

(98) kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan ti-dak mengetahui jalan (untuk hijrah).

(99) mereka itu, mudah-mudahan Allah mema’afkannya. Dan Allah Maha Pema’af lagi Maha Pengampun.

SURAT AL A’RAF (KE 7 : 206 ayat : 199)
(199) Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerja-kan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.

SURAT HUUD (KE 11 : 123 ayat : 11)
(11) kecuali orrang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh ; mereka itu beroleh am-punan dan pahala yang besar.

SURAT AZ ZUMAR (KE 39 : 75 ayat : 24)
(24) Maka apakah orang-orang yang menoleh dengan mu-kanya menghindari azab yang buruk pada hari kiamat (sama dengan orang mu’min yang tidak kena azab)? Dan dikatakan kepada orang-orang yang zalim. “Rasakanlah olehmu balasan apa yang telah kamu kerjakan”

SURAT AN NAJM (KE 53 : 62 ayat : 32)
(32) (Yaitu) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan per-buatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Se-sungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadi-

kan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam pe-rut ibumu ; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa

SURAT AT TAGHABUN (KE 64 : 18 ayat : 14)
(14) Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-istermu dan anak-anakmu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka ; dan jika kamu mema’afkan dan tidak me-marahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Pengampun lagi Maha Penyayang.
Dengan merenung dan kita dapat memahami makna peri-ngatan yang ditunjukkan oleh Allah SWT dalam surat dan ayat yang diungkapkan diatas, akan sangat tergantung ting-kat kemampuan berpikirnya dengan memanfaatkan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya. Dapat kita bayangkan ibarat bahwa kita akan sangat heran bahwa manusia saban hari me-nyisir rambutnya, tetapi tidak ada menyisir otaknya (otak atas dan otak dibawah sadar), begitu pula dalam kehidupan ini orang senang makan dan membersihkan badan tetapi sa-ngat sulit memberi makanan jiwa dan membersihkan keba-thinannya karena ia belum meyakini benar ungkapan seperti “Agama itu akal, dan tidak ada agama bagi siapa yang tidak berakal”. Oleh karena itu simaklah surat dan ayat dibawah ini yang mengungkapkan keutamaan Ilmu dalam Surat Ali ‘Imran (ke 3, ayat 18) sebagai berikut :
(18) Alah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadil-an. Para Malaikat dan orang-orang yang Berilmu (juga me-nyatakan yang demikian itu). Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Jadi dengan ilmu kita berusaha untuk mendapatkan jalan me-nuju maaf dan ampunan dan bila itu kehendaki oleh Allah SWT, maka Dia telah memberikan cahaya-Nya.

Oleh karena itu, yakinlah bahwa maaf adalah rahasia Tuhan didalam hati orang-orang yang dipilihnya, maka manfaatkan kesadran, kecerdasan dan akal dalam bersikap dan berperila-ku untuk selalu memberi maaf sesama manusia, bagaimana mungkin kamu mengharapkan ampunan dari Allah SWT, bila engkau tidak berbuat seperti itu.

Sejalan dengan apa yang kita utarakan itu, maka simaklah surat dan ayat dibawah ini sebagai peringatan bagimu :
SURAT AN NUUR (KE 24: 64 ayat : 22)
(22) Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema’afkan dan berla-pang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah kira bah-wa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balas-an dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.

KATA PENGANTAR
Renungan Bacaan Amalan Batin Dilihat Dari Sisi Hubung-an Manusia adalah suatu tulisan yang mengingatkan tentang umur dan perbuatan manusia. Perbuatan manusia itu dige-rakkan oleh pikiran. Pikiran adalah tambang emas yang ada dalam otak manusia yang penuh dengan keajaiban. Bila kita ingin mendapatkan sesuatu darinya, maka galilah sepuas hatimu. Cobalah kita renungkan sejenak seandainya kita me-nginginkan selamat hidup di dunia dan akherat.

Pikiran selamat hidup di dunia dan akherat adalah suatu usa-ha untuk mendewasaakan secara berkesinambungan dari ma-sa umur yang sejalan dengan semua perbuatan yang menuju kecintaan kepada Allah SWT, oleh karena itu wujudkan ge-rakan untuk berpikir tentang karunia-Nya melalui proses peningkatan amalan batin.

Saat kita merenungkan untuk berpikir tentang Karunia-Nya, maka terlintas dalam pikiran untuk mengetahui tentang ma-sa umur seperti yang diungkapkan oleh Ibnul Jauzi, telah membagi umur ini men-jadi lima masa :
1) Masa kanak-kanak, sejak dilahirkan hingga mencapai lima belas tahun ;
2) Masa muda, dari umur lima belas tahun hingga umur tiga puluh lima tahun ;
3) Masa dewasa, dari umur tigapuluh lima tahun hingga umur limapuluh tahun ;
4) Masa tua, dari umur limapuluh tahun hingga tujuhpuluh tahun ;
5) Masa usia-lanjut, dari umur tujuhpuluh tahun hingga akhir umur yang dikaruniakan oleh Allah.

Merenung tentang umur, tak lain untuk mengingatkan kita dalam menempuh perjalan hidup didunia ini bahwa kita harus ingat penjemput maut pasti datang, hanya kita tidak tahu kapan datangnya. Rasulullah saw. telah diwafatkan oleh Allah SWT, yaitu dalam usia 63 tahun menurut riwayat yang shahih. Apa artinya itu bagi anak-anaku, tak lain adalah se-jalan dengan pesan Rasulullah saw. Bahwa:

“Rebutlah lima peluang sebelum terjadi lima perkara : masa mudamu sebe-lum tiba masa tua, masa sehatmu sebelum tiba masa sakit, masa lapangmu sebelum tiba masa sibuk, masa kayamu sebelum tiba masa papa dan masa hidupmu sebelum tiba ajalmu” (H.R.Al-Hakim Baihaqi, Ibnu Abi’ddunia, Ibnul – Mubarak).

Selanjutnya beliau bersabda bahwa : “Takkan bergeser kkedua kaki manusia pada hari kiamat sampai sele-sai ditanya tentang empat perkara :

1) Tentang umurnya, untuk apa dihabiskan,
2) Tentang masa mudanya, untuk apa dipergunakan,
3) Tentang hartanya, dari mana diperoleh dan untuk apa dibelanjakan,
4) Tentang ilmunya, apa yang sudah diperbuat dengannya” (H.R. Tirmidzi)

Dengan merenung itu, semoga ada motivasi kita untuk lebih mengenal tentang diri kita dengan mengingat perintah Allah SWT dalam SURAT FAATHIR (KE 35 : 45 ayat : 37)
“Dan mereka berteriak dalam neraka itu:”Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan

apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk ber-fikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) dating kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.

Dengan merenung itu, bangkitkan cahaya hati ini dalam me-nempuh perjalanan hidup untuk dunia dan akherat melalui tahapan peningkatan kedewasaan KETICINTAAN KITA KEPADA ALLAH SWT, hanya dengan itulah kita selalu akan ingat bahwa MAUT pasti datang, dan oleh karena itu persiapkan dirimu dengan melihat masa umur kita dengan berpikir, bekerja dan belajar sepanjang hidup ini, disitulah terletak kemampuanmu untuk memanfaatkan kesadran, ke-cerdasan dan akal yang ada dalam otakmu untuk amalan la-hir (syariat lahir disebut syariat diamalkan oleh jasad lahir) dan amalan batin (syariat batin disebut hakikat diamalkan oleh jasad batin atu roh). Jadi amalan lahir dan batin wajib dilaksanakan serentak dalam satu masa di semua waktu dan keadaan. Yang sangat menentukan dalam mewujudkan ke-cintaanmu kepada Allah SWT adalah amalan batin, tapi itu tidak berarti yang satu lebih penting dari yang lain, keduanya saling terikat dan mengisi, tetapi dalam keadaan ada kedua-nya hakikatlah yang lebih utama.

Jadi, ingatlah bahwa tambang emas ada dalam diri kita yaitu pikiranmu, galilah sepuas hatimu sesuai dengan niat yang engkau ucapkan dalam hati, maka disitulah terletak kemam-puanmu untuk meningkatkan amalan batin sebagai kunci suksesmu dalam mewujudka kecintaanmu kepada Allah SWT dengan memanfaatkan otak yang ada dalam diri ini, yang menjadi masalah seberapa jauhkan kita ingin me-ningkatkan kemampuan untuk mengelola otak yang penuh keajaiban didalamnya. Untuk membuka tabir keajaiban itu, kita haruslah konsisten dalam mengaktualisasikan alat pikiran ini berupa KESADARAN, KECERDASAN dan AKAL dalam proses yang teratur agar kita mampu mela-kukan dalam setiap perbuatan yang mengarah kepada karunia Allah SWT. Untuk itu kita harus memahami fungsi otak dalam memori, emosi dan naluri. Jadi dalam kehidupan ini tingkat kedewasaan rohaniah sampai ke tingkat yang paling tinggi kecintaanmu kepada Allah SWT agar kita dapat mengendalikan naluri dan emosi sebagai pilar yang dapat setiap waktu memanfaatkan memori ini.

Untuk mengingatkanmu, periksalah usaha-usaha kita dari waktu ke waktu terhadap sikap dan perilaku dalam usaha kita untuk meningkatkan kecintaan kita kepada Allah SWT yang nampak dalam pikiran kita seperti :
1) Menyadari sepenuhnya tentang maut.
2) Sadar akan kehendak Allah dari kehendak sendiri.
3) Melaksanakan dzikrullah secara otomatis.
4) Mengagungkan firman Allah dalam Al-quran.
5) Meningkatkan keyakinan dan menyerah diri untuk tujuan ibadah.
6) Menjalankan ibadah menjadi kebutuhan.

Akhirnya cobalah engkau renungkan kembali ungkapan Tirmidzi, dalam sebuah hadits yang ia terima dari Ibnu Abbas menyatakan bahwa Rasulullah saw, bersabda :

“Wahai Ghulam ! Sesungguhnya aku akan mengajarkan ke-padamu kalimat : Jagalah perintah yang diwajibkan Allah

dan larangan yang diharamkan-Nya, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah perintah yang diwajibkan Allah dan larangan yang diharamkan-Nya, niscaya kamu dijaga dan dibantu-Nya.
Apabila kamu memohon mohonlah kepada Allah.
Apabila kamu minta pertolongan, mintalah kepada Allah.
Dan ketahuilah, sesungguhnya seluruh makhluk seandainya berhimpun untuk memberi manfa’at kepadamu, niscaya me-reka tidak dapat memberikan manfa’at, kecuali hanyalah apa yang telah ditentukan Allah kepadamu.
Dan apabila mereka berhimpun untuk mendatangkan bahaya, maka mereka tidak akan dapat mendatangkannya kecuali ha-nyalah apa yang telah ditentukan Allah kepadamu.
Karena pena-pena telah diangkat sedang lembarannya sudah kering.”

Tulisan ini merupakan bagian pertama dari kumpulan tulisan yang berhubungan atas amalan batin dari sisi hubungan dengan Tuhan dan manusia.

Bandung, 25 Mei 2001.
Abdul Talib Rachman

Catatan :
Kebiasaan dalam menulis kutipan dari Al-Quran dengan menulis QS.35 : 37. Sedangkan dalam tulisan ini menulis seperti : Surat Faathir ( ke 35 : 45 ayat : 37) yang menunjuk-kan ke 35 artinya surat nomor 35 : 45 ayat menunjukkan jumlah seluruh ayat dalam surat tersebut : 37 menunjukkan ayat yang dikutip.
Tulisan yang sederhana ini, terutama ditujukan kepada anak-anakku yang tercita :

M. Haitan Rachman
M. Fauzan Rachman
M. Almawerdi Rachman
M. Alfaribi Rachman
M. Salifi Rachman
Nurdigitaliwati Rachman

Ingatlah selalu masa umurmu, dan disitulah terletak keingin-anmu untuk memanfaatkan alat pikiranmu berupa Kesadar-an, Kecerdasan dan Akal untuk menuntunmu dari setiap per-buatan yang di karunia Allah SWT. Maut akan datang setiap waktu untuk menjemputmu, oleh karena itu tingkatkan usaha usaha mendewasakan dalam masa umurmu tentang Kecin-taanmu Kepada Allah SWT.
DAFTAR ISI
Kesuksesan Dalam Masalah Keberhasilan 001-007

Kesuksesan Dalam Masalah Pekerjaan dan
Efesiensi Kerja 008-014

Kesuksesan Dalam Masalah Ke-ragu2an 015-020

Kesuksesan Dalam Masalah Ichtiar dan
Pertolongan Allah 021-034

Amalan Batin Dalam Sisi Masalah Kebaikan 035-042

Amalan Batin Dalam Masalah Tolong –
Menolong 043-045

Amalan Batin Masalah Kebajikan, Keramah-
Tamahan dan Kesempurnaan 046-056

Amalan Batin Dalam Sisi Masalah Kehor-
Matan Diri 057-057

Amalan Batin Dalam Sisi Masalah Kelakuan
Baik, Kasih Sayang, Perdamaian dan perten-
Tangan Pendapat 058-071

Amalan Batin Dalam Sisi Masalah Nafsu-
Seksuil, Amanat, Hirauan, Berkata Benar,
Permusuhan dan Keadilan 072-098

Amalan Batin Dalam Sisi Masalah Persau-
Daraan, Kepetingan Dan Tamu 099-120
Lampiran
Cuplikan bab pendahuluan dari
Manajemen Otak oleh Abdul Talib Rachman

MP. 8, 9, 10, 11

.8. MEMBANGUN JASMANI DAN ROHANI YANG SEHAT
SEBAGAI ENTREPRENEUR YANG BERBEDA
Cobalah anda renungkan dengan kekuatan pikiran bahwa apakah ada kemungkinan bahwa anda ingin untuk melakukan perubahan sikap dan perilaku dalam usaha anda untuk menjadi entrepreneur yang berbeda dengan yang lainnya.
Kuncinya terletak pada keingintahuan dari yang tidak tahu menjadi tahu dengan menggerakkan alat berpikir kesadaran, kecerdasan dan akal. Jadi seandainya anda mampu menyadari bahwa sesuatu dapat dipelajari, maka mulailah mempertanyakan pada diri anda sendiri bahwa sesuatu diperlukan untuk membangun kebiasaan yang produktif memerlukan penguasaan pengetahuan, keterampilan dan keinginan. Untuk itu anda perlu memikirkan keadaan diri anda yang terkait dengan “jasmani dan rohani yang sehat”
Dengan jasmani dan rohani yang sehat dapat mendorong seseorang untuk menggerakkan kekuatan pikiran yang sehat dalam usaha-usaha meningkatkan kedewasaan berpikir. Dengan kedewasaan berpikir dapat menjadi pondasi yang kuat untuk mewujudkan pengembangan diri yang tidak dipengaruhi oleh kondisi internal sehingga mampu mengendalikan kondisi eksternal yang dapat menuntun anda bersikap dan berperilaku.
Jadi kebutuhan jasmani dan rohani yang sehat, maka setiap orang dapat berpikir untuk menumbuhkan kepercayaan diri, berpikir realistik dan berperilaku bijaksana menjadi kebiasaan yang harus dikembangkan terus menerus sehingga dalam kehidupan ini orang akan merasakan bahwa jasmani dan rohani yang sehat merupakan faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi pengembangan tingkat kedewasaan seseorang dimana kekuatan proses berpikir akan ditempa dengan kondisi dimana rohani yang sehat sangat berperan menentukan anda yang selalu siap menyesuaikan diri yang sejalan dengan tuntutan perubahan sikap dan perilaku yang didorong oleh jasmani yang sehat pula.
PERCAYA DIRI
Percaya diri adalah kekuatan pikiran anda untuk menyalurkan sesuatu yang anda ketahui dan dapat dikerjakan. Dengan demikian anda harus dapat menjawab mengenai apa yang membuat anda percaya diri ; anda menyadari sepenuhnya apa yang dapat merusak dan apa yang membantu percaya diri ; apa yang menjadi kunci dalam mengembangkan percaya diri dapat diwujudkan.
Dengan jasmani dan rohani yang sehat, anda dapat mengungkapkan bahwa kepercayaan diri berawal dari dorongan kesadaran sebagai tekad yang datang dari lubuk hati sendiri, untuk berbuat apa yang dibutuhkan dalam hidup ini. Hal tersebut terbentuk dari keyakinan diri sendiri yang sejalan dengan kemampuan diri anda.

Oleh karena itu percaya diri haruslah dilandaskan kepada jati diri anda bukanlah dari suatu yang dihasilkan sehingga rasa percaya diri merupakan aktualisasi dari keinginan dan tekad yang berlandaskan niat sebagai pendorongnya. Itulah bentuk ksadaran yang mngungkapkan makna “percaya diri” sebagai jawaban dari pikiran “what to do”
Bertitik tolak dari pemikiran diatas, maka dengan mengerakkan alat berpikir yang disebut dengan kecerdasan, akan mengungkapkan sebab akibat dari percaya diri memberikan kekuatan pikiran untuk anda menyadari sepenuhnya apa yang dapat merusak dan apa yang membantu percaya diri.
Dengan kecerdasan itulah anda mencoba untuk menenangkan hati sebelum membuat keputusan, sehingga anda dengan kecerdasan itulah memberikan daya dorong cara menghentikan hambatan Pribadi dan mulai meyakini berarti percaya diri memotivasi kekuatan pikiran anda dalam tindakan untuk menghindari kekhawatiran dan berusaha dalam pikiran untuk tidak menyerah walaupun dibayangi oleh ketidak yakinan diri, disinilah letak kecerdasan untuk menjawab “why to do it”
Sejalan dengan pikiran diatas, maka dengan menggerakkan alat pikiran berupa akal yang akan menuntun dalam proses keputusan bahwa percaya diri untuk terus ditingkatkan dan pantang menyerah, oleh karma itu “apa yang menjadi kunci dalam mengembangkan percaya diri dapat diwujudkan, maka dengan keputusan akal, ia harus mampu menjawab “ how to do it”
Dengan demikian melalui akal yang mampu menggerakkan kekuatan pikiran dalam mengungkapkan bahwa usaha membangun percaya diri akan terletak pada tingkat kedewasaan anda dalam kedewasaan rohaniah, sosial, emosional dan intelektual yang ditopang oleh kekuatan dari jasmani dan rohani yang sehat.
Jadi dengan menyadari pentingnya membangun kebiasaan produktif melalui secara terus menerus meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan keinginan yang berlandaskan niat untuk terus membangun percaya diri akan mampu mengendalikan sikap dan perilaku, emosi dan rohaniah yang akan mampu menguasai dan menumbuh kembangkan percaya diri.
Sikap dan perilaku sangat mempengaruhi dalam melaksanakan peran anda karena dengan percaya diri anda harus mampu mempengaruhi orang lain untuk menjalankan tugas-tugas yang dibebankan karena ia merupakan kunci kesuksesan dan kemandirian artinya sikap dan perilaku harus dibina secara terus menerus agar wujud Pribadi yang efektif akan selalu menjadi penggerak untuk dapat mendorong percaya diri.
Jadi dengan membangun percaya diri akan mendorong 1) keyakinan atas kemampuan sendiri ; 2) melaksanakan secara konsisten ; 3) selalu siap menghadapi masalah dan tantangan ; 4) selalu siap menerima bantuan.

Emosi menggambarkan gerakan baik secara metaphora maupun harfiah untuk mengeluarkan perasaan sebagai suatu kepercayaan diri anda untuk meyakini mampu menguasai emosi.
Oleh karena itu, dengan memahami seperangkat pengetahuan yang dperoleh dari pengamatan pengalaman tentang emosi yang terus dikaji dan diteliti yang hasilnya dapat kita manfaatkan, sehingga anda perlu meningkatkan kapasitas penalaran anda dan sekaligus memanfaatkan dengan lebih baik emosi anda
Dengan pemahaman itu mendorong anda 1) untuk mengetahui perasaan anda sendiri ; 2) memiliki kemampuan mengungkapkan perasaan ; 3) selalu siap menyatukan diri dalam pergaulan yang positif ; 4) selalu siap dalam situasi apapun ; 5) meyakini dalam kesiapan memberikan manfaat untuk orang lain.
Jadi dengan kadar kepercayaan diri yang terkait dengan emosi yang dapat dihayati akan cenderung menunjukkan sikap dan perilaku yang positif sehingga berbuah dengan keberhasilan yang lebih baik, sebaliknya akan terjadi bila kurang dapat menghayati makna emosi mendorong anda selalu akan dihadapkan dengan ketidak kepercayaan diri yang akan berdampak negatif sikap dan perilaku anda.
Rohaniah merupakan pondasi yang sangat menentukan dalam usaha untuk membangun kepercayaan diri yang berkelanjutan artinya dengan kekuatan pemahaman anda dalam kesadaran spiritual membuka mata hati anda untuk menuntun sikap, perilaku dan emosional.

Jadi dengan kepercayaan diri spiritual akan mampu menggambarkan hal-hal yang terkait dengan 1) alam semesta ciptaan Tuhan yang akan selalu berubah karena kesemestaan itu merupakan bagian dari perubahan itu bila Ia menghendakinya ; 2) memahami manusia dalam arti siapa, darimana dan kemana.
BERPIKIR REALISTIK
Memanfaatkan kemampuan mengintergrasikan otak atas dan bawah sadar akan memberikan keyakinan dalam bersikap dan berperilaku yang dapat memberikan daya dorong dalam pola berpikir yang disadari berarti bahwa keputusan yang diambil semuanya berdasarkan data dan fakta, sehingga perlu memahami sesuatu dalam pandangan yang realistic.
Apa yang kita katakana diatas, mudah untuk diucapkan tapi sulit untuk dilaksanakan, oleh karena itu bangunlah kebiasaan yang pruktif sehingga anda secara berkelanjutan mendapatan keterampilan dari pengalaman itu sendiri untuk mampu mendekatkan suatu impian dihadapkan dengan kenyataan.
Oleh karena itu, dengan kekuatan berpikir dan pengalaman anda akan mampu menunjukkan bahwa keinginan dan harapan sebagai impian bukanlah gambaran kenyataan melainkan prsfektif masa depan, sehingga anda yang memiliki percaya diri akan memberikan prioritas dengan berpikir realistik artinya anda akan dihadapkan bahwa kecintaan akan kebenaran jauh lebih besar daripada keinginan mewujudkan impian.

Jadi berpikir realistik akan mengungkapkan kebesaran hati yang terkait dengan kebenaran artinya mewujudkan persepsi yang benar tentang kenyataan tidak lain adalah mencari kebenaran itu sendiri.
Dalam usaha mencari kebenaran terletak secara terus menerus mempelajari pengetahuan yang bersumber dari informasi yang dapat kita baca dan ditambah dengan keterampilan yang bersumber dari pengalaman akan menunjukkan betapa penting makna data dan fakta agar anda harus mampu mengembangkan kemampuan berpikir realistic, dalam hal ini sedikit sekali orang dapat menghayati atas kebenaran itu.
BIJAKSANA
Dengan membangun kebiasaan yang produktif mendorong anda memanfaatkan pengetahuan, keterampilan dan keinginan kedalam suatu pelaksanaan kebijaksanaan yang mengintergrasikan antara kejujuran dan ilmu pengetahuan yang diterapkan berdasarkan keterampilan dari pengalaman sehingga dapat menerapkan kebijaksaaan secara seutuhnya artinya tonggak keberhasilan ditentukan oleh niat dengan kejujuran.
Bertitik tolak dari pemikiran diatas, menjadikan anda sebagai orang yang bijaksana akan sangat ditentukan sikap dan perilaku yang ditunjukkan oleh pengalaman anda sendiri bahwa dengan kebiasaan anda yang efekif akan menunjukkan bahwa setiap tindakan anda akan selalu mengarah kapada pelaksanaan kebijaksanaan yang komprehensip yang semuanya bertolak dari pengtahuan,

keterampilan dan keinginan dengan bercermin masa kini dengan memandang masa lampau untuk melangkah ke masa depan secara jujur.
Oleh karena itu, prinsip dasar dalam perjalanan hidup terletak dari sikap dan perilaku anda dalam membuat keputusan, tidak ada dalam hidup ini tanpa membuat keputusan.
Disinilah letak kemampuan anda akan diuji seberapa jauh anda dapat memanfaatkan alat pikiran yang disebut dengan kesadaran, kecerdasan dan akal menuntun anda dalam proses pengambilan keputusan.
Sejalan dengan pikiran tersebut anda akan dihadapkan kepada 1) benarkah ini ; 2) apakah betul hal tersebut anda putuskan dalam usaha mncari penyelesaian yang benar ; 3) apakah keputusan saya sudah selaras dengan tindakan dan ucapan
Untuk menjadi seorang entrepreneur yang berbeda dengan orang lain, cobalah anda renungkan kembali, apa yang kita ungkapkan diatas akan menjadi kekuatan pikiran anda.
Bila halnya demikian, maka membangun kebiasaan yang produktif hanya dapat tumbuh dan berkembang sejalan kemampuan anda untuk membayangkan kebutuhan atas jasmani dan rohani yang sehat yang akan mrupakan pondasi yang kokoh untuk mendukung kebutuhan atas adanya aktualisasi diri kedalam kepercayaan diri,
berpikir realistik dan bijaksana menjadi suatu kekuatan untuk memanfaatkan pikiran dalam usaha-usaha melaksanakan perubahan diri.
Perubahan diri hanya terwujud bila anda dapat menunjukkan adanya kemampuan membangun kebesaran jiwa melalui usaha merubah kesadaran indrawi dari satu sisi yang paling rendah menuju kesadaran berpikir logis / rasional ke berpikir rohaniah ke berpikir tauhid, cobalah renungkan kembali yang kita ungkapkan diatas sebagai kunci menuju manusia yang unggul.
Dengan kebiasaan yang produktif memberikan dampak penguasaan kemampuan untuk terus meningkatkan kedewasaan intelektual, emosial, sosial dan rohaniah sehingga mampu memanfaatkan dalam kapabilitas konseptual untuk dapat mengidentifikasi hubungan-hubungan fungsional antara situasi yang serba komplek dan tidak menentu dengan kecepatan memanfaatkan kekuatan pikiran. Kekuatan berpikir tersebut anda mampu menunjukkan merumuskan situasi menjadi masalah serta dapat mengungkapkan cara penyelesaian, mana masalah kritis, pokok dan insidentil secara konseptual.
MEMBANGUN KEUNGGULAN KAPABILITAS
SECARA KONSEPTUAL
Membangun masa depan bertitik tolak dari kemampuan kepemimpinan mendorong setiap orang yang mampu menjalankan peran dan oleh karena itu dibutuhkan
keunggulan kapabilitas yang dibangun dan dikembangkan secara konseptual.
Dengan pemikiran konseptual tersebut diharapkan dapat mempengaruhi dalam usaha bagi setiap orang akan sadar kemauan yang akan menjadi daya dorong terbentuknya kebiasaan yang produktif yang ditopang oleh penguasaan pengetahuan, keterampilan dan keinginan yang secara terus menerus meningkatkan kedewasaan intelektual, emosial, sosial dan rohaniah.
Sejalan dengan sadar kemauan tersebut diharapkan dapat memotivasi sikap dalam mengkomunikasikan suara hati anda kepada orang lain yang dituntun oleh kekuasaan untuk memimpin diri sendiri sebagai landasan untuk menggerakkan kekuatan pikiran menjadi daya kemauan sebagai sesuatu hal yang sangat penting dalam pikiran setiap orang.
Jadi dengan adanya kemauan berarti kemampuan untuk memimpin diri sendiri, sehingga dengan kemauan yang keras dan terlatih serta berdisiplin kita dapat mencapai yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Oleh karena itu, harus mampu memanfaatkan dalam kapabilitas konseptual untuk dapat mengidentifikasi hubungan-hubungan fungsional antara situasi yang serba komplek dan tidak menentu dengan kecepatan memanfaatkan kekuatan pikiran.

Kekuatan berpikir tersebut anda akan mampu menunjukkan untuk merumuskan situasi menjadi masalah serta dapat mengungkapkan cara penyelesaian, mana masalah kritis, pokok dan insidentil, maka secara konseptual berarti bahwa dengan penguasaan diri sendiri akan mnggambarkan kebahagian, kemerdekaan, hidup secara positip yang semuanya untuk kepentingan individu dan masyarakat.
KONTROL
Salah satu tonggak yang sangat penting dalam menegakkan pemahaman atas keunggulan konseptual terletak dari kemampuan menggerakkan daya pikir dalam melaksanakan pengawasan dan pengendalian dalam membangun kemuan dan kebiasaan.
Sejalan dengan pikiran diatas, maka kebiasaan yang dibangun menjadi perbuatan-perbuatan yang didorong oleh kekuatan pikiran secara otomatis akan berarti pengawasan dan pengendalian itu sendiri secara konseptual telah menjadi kebiasaan-kebiasaan yang sadar menguatkan kemauan dalam bersikap dan berperilaku.
Oleh karena itu, dengan melaksanakan pengawasan dan pengendalian atas kekuatan pikiran dalam kemauan dan kebiasaan akan sangat berarti menjadi suatu kebahagian adalah hasil daripada disiplin diri sendiri, sehingga kekuatan pikiran dalam memprkembangkan kemauan yang keras dengan rasa tanggung jawab dan pertanggungan mendorong anda kedalam daya pikir untuk pemcahan masalah dan pengolaannya.

Dengan kekuatan pikiran anda, walaupun anda dalam struktur formal tidak berarti anda memberikan kepentingan untuk mempergunakan kekuasaan karena anda memiliki keyakinan dimana segala sesuatu dapat anda kerjakan dengan lebih baik.
Jadi peran kontrol (pengawasan dan pengendalian) dalam membangun kemauan dan kebiasaan diperlukan latihan-latihan yang dapat memberi dorongan untuk memperkembangkan kemamuan yang keras secara konseptual melalui apa yang disebut dengan pedoman :
Hidup disiplin ;
Melaksanakan pekerjaan yang lebih difokuskan ;
Mengungkapkan pikiran-pikiran yang jelas dan terang ;
Kemampuan menguasai diri sendiri ;
Jangan cepat berputus asa karena kekalahan ;
Jangan cepat marah ;
Bekerja lah sesuai dengan rencana ;
Dengan ketenangan menuju kepada tujuan ;
Tunjukkan percaya diri dalam bertanggung jawab.
Dengan demikian membangun keunggulan kapabilitas secara konseptual diperlukan pelaksanaan kontrol yang harus digerakkan secara terus menerus sehingga menjadi kemauan dan kebiasaan yang sangat menekankan kepada

proses dalam suatu sistem yang terpadu sehingga mereka diberikan suatu kebebasan dalam berpikir dan bertindak dalam mewujudkan sasaran yang telah ditetapkan.
STATUS
Keunggulan kapabilitas yang dimainkan oleh peran kepemimpinan yang sukses tidak ditentukan oleh tonggak kedua yang disebut dengan status yang ditunjukkan oleh kedudukan yang dikaitkan dengan lingkungan sekelilingnya.
Oleh karena itu, rahasia kebahagian dalam kerja, terungkapkan dengan satu kata yang disebut dengan keunggulan yang memberikan petunjuk bagi anda bahwa tahu bagaimana melakukan sesuatu dengan baik dan dapat menikmatinya..
Sejalan dengan pikiran diatas, maka kualitas hidup manusia dalam menjalankan peran sangat tergantung pada komitmennya untuk meraih keberhasilan sehingga kita dapat mengatakan status bukan merupakan kebutuhan karena status adakalanya gambaran jiwa sebagai topeng kepalsuan.
Berdasarkan pikiran diatas, maka kita dapat membayangkan arti hidup ini seperti tidak ada gunanya seseorang berdiri di tempat yang teduh dan mengeluh karena sinar mentari tak menerangi dirinya. Jadi dia harus keluar dan berada di tengah lapangan terbuka yang panas dan berdebu dimana semuanya berjuang menghadapi
tantangan dan berjuang untuk memenangkannya, itulah kebahagian yang bersumber dari kemauan dan kebiasaan.
Keberhasilan anda bukan ditentukan oleh status melainkan perbuatan anda dalam bersikap dan berperilaku, dimana dengan tingkat kekuatan pikiraan anda yang secara terus menerus mendorong kemampuan anda untuk memanfaatkan alat pikiran berupa kesadaran, kecerdasan dan akal dalam memanfaatkan sumber daya yang terbatas dapat memberikan hasil yang memuaskan bagi semua pihak-pihak yang berkepentingan. Jadi status bukanlah sesuatu yang harus dibanggakan melainkan hanya sebagai daya dorong bukan tujuan.
KESEIMBANG
Satu tonggak lain yang sangat diperlukan dalam membangun suatu yang penting dalam keunggulan kapabilitas secara konseptual adalah adanya kemampuan melaksanakan akan kekuatan pikiran intuitif untuk dapat menemukan keseimbangan dan memberikan prioritas dalam tanggung jawab.
Oleh karena itu, keseimbangan haruslah kita pahami berkaitan dengan banyak hal seperti menangani stress, mengelola waktu, mengurangi kegitan, berhenti memikikan menjadi manusia super dan sebagainya.
Jadi menemukan keseimbangan dalam aspek-aspek kehidupan yang lebih menyenangkan sangat tergantung seberapa jauh kita mampu untuk memahami makna menggerakkan kemampuan berpikir intuitif sebagai daya dorong kedalam penghayatan hati, dapat berlangsung secara spontan dan prosesnya setengah tidak disari tetapi juga mengandung kebenaran.
Oleh karena itu hasil kerja hati dengan penghayatan, itulah yang disebut intuisi yang terus dapat digerakkan untuk mencari cara-cara untuk mengimbangi kehidupan kita.
Sejalan dengan pikiran yang diungkapkan diatas, maka dalam usaha-usaha meletakkan landasan yang kuat dalam membangun kseimbangan dalam kehidupan maka kekuatan pikiran intuitif sangat penting adanya, seperti kita mengungkapkan bahwa dasar tanggung jawab manusia adalah konsep kesempurnaan, dorongan untuk mencapainya, kecerdasan untuk menemukan jalan, dan kemauan untuk mengikuti jalan tersebut merupakan usaha walaupun tak bisa sampai akhir, setidaknya sampai pada jarak melebihi batasan pribadi dan lingkungan.
Peluang selalu ada ditangan ada agar mampu membangun keseimbangan dalam mewujudkan keberhasilan anda juga ditentukan oleh seberapa jauh anda mampu membangun tingkat kedewasaan anda dalam rohaniah, sosial, emosional dan intelektual.
Dengan tingkat kedewasaan tersebut berarti dalam kehidupan anda akan mampu mengendalikan emosional sehingga selalu siap menghadapi tantangan yang tidak sejalan dengan jiwa anda, itu berarti anda mampu membuka mata hati anda dalam usaha menyeimbangkan emosional anda yang bergolak dalam usaha anda menjadi orang yang bijak dalam bertindak.
Membangun keunggulan kapabilitas secara konseptual haruslah ada kekuatan motivasi yang kuat yang ditopang oleh pemahaman anda yang berkaitan pelaksanaan kontrol, status dan keseimbangan.
Ketiga komponen tersebut sangat menentukan untuk memperkuat daya kemauan anda yang dilandasi oleh adanya kesadaran kemauan untuk menggapai sukses pribadi dan profesi yang merupakan perjalanan hidup yang panjang.
Belajar membangun sesuatu yang hendak dicapai membutuhkan pikiran yang dituangkan secara konseptual sehingga akan membentuk kemauan dan kebiasaan menjadi pendorong dalam memotivasi mencari hal-hal yang baru dari kemampuan untuk menggerakkan kekuatan pikiran yang terkait dengan hasil penghayatan yang kita sebut berpikir intuitif yang harus ditumbuh kembangkan.

MEMBANGUN TANTANGAN MASA DEPAN
SEBAGAI ENTREPRENEUR YANG BERBEDA
Kepemimpinan pada diri setiap orang merupakan tantangan masa depan artinya ia harus mampu meletakkan landasan untuk meretas jalan menjadi pemimpin yang memiliki kemampuan mengilhamkan wawasan bersama.
Melalui tantangan masa depan dengan kepmimpinannya harus mampu mendorong jiwa untuk mempengaruhi orang-orang yang ada disekeliling mereka, untuk menjawab pertanyaan “what to do ; why to do it ; how to do it ; when to do it”.
Kepemimpinan dalam mempengaruhi orang lain, sangat dipengaruhi oleh sikap, bagaimana ia mengkomunikasikan suara hatinya kepada orang lain, sehingga menjadi sesuatu yang dapat memotivasi dalam usaha menggerakkan kekuatan pikiran yang dimulai dengan menjawab “what to do” dalam arti untuk menjawab pertanyaan dengan adanya glombang ketidakpastian dalam seluruh aspek kehidupan yang bercirikan dunia tanpa batas dengan memahami ungkapan dibawah ini :
“hiduplah, bukan sekedar memahami ada di dunia”
“rasakan , bukan sekedar hanya menyentuh”
“perhatikan, berbuat bukan sekedar melihat “
“serap, bukan sekedar membaca”
“simak, bukan sekedar mendengar”
“mendalam, bukan sekedar berpikir”
“katakanlah, bukan sekedar bicara”
Belajar dari memahami secara mendalam ungkapan diatas, diharapkan menjadi daya dorong untuk menangkap situasi dari ketidakpastian yang ada kedalam tantangan masa depan kepemimpinan karena kita telah ada dalam millenium baru yang akan membawa wajah perubahan kedalam semua aspek kehidupan ini.
Gelombang perubahan tersebut menjadi motivasi untuk kesiapan kita melakukan perubahan kedalam kesenjangan pola pikir lama ke pola pikir baru yang menekankan perubahan dari reaktif menjadi proaktif. Inilah tantangan kepemimpinan masa depan. Untuk itu marilah kita manfaatkan kekuatan pikiran ini untuk menyadarkan kita atas ungkapan dibawah ini :
“Bayangkanlah dengan menggerakkan kekuatan pikiran kita merasakan perbedaan antara apa yang kita lakukan dan apa yang mampu kita melakukan akan menyelesaikn sebagian besar masalah yang terjadi dalam menghadapi tantangan masa depan”
Oleh karena itu, kesiapan menghadapi tantangan masa depan dengan memiliki kemampuan berpikir secara lateral dan vertical berarti anda mampu mengembangkan arah persfektif dan posisi saat ini menjadi daya dorong membangun kinerja diri dan pengikut anda untuk merebut peluang masa depan dan meminimumkan resiko yang dihadapi saat ini.
HUBUNGAN INTERPERSONAL
Menghadapi tantangan masa depan, jangan dicemaskan melainkan rubah menjadi peluang artinya bagi setiap kepemimpinan masa depan harus mampu memainkan peran agar setiap orang merasakan kebutuhan dalam membangun hubungan antar individu yang positip.
Dengan melihat ke masa depan, akan terbayangkan bagaimana sesuatu nilai hubungan antar individu dapat

lebih mantap terjelma dalam bentuk tingkah laku tertentu apabila dalam membangun hubungan diberi suatu kesempatan untuk saling menghayatinya melalui suatu peristiwa apa yang kita sebut dengan internalisasi (usaha menerima nilai sebagai bagian dari sikap mentalnya) dan individuasi (usaha menempatkan nilai serasi dengan sifat kepribadiannya).
Sejalan dengan pikiran diatas, maka ada hal-hal yang tak dapat dilakukan dengan kita paksakan, oleh karena itu aku harus menyesuaikan diri. Ada saat-saat dimana perubahan terbesar yang diharapkan terjadi adalah perubahan dalam pandanganku sendiri, sehingga dunia ini sungguh sangat menarik bagi seorang yang positip dalam membangun hubungan interpersonal yang positip.
Jadi membangun masa depan akan menekankan pentingnya mempelajari hubungan nilai sebagai proses (internalisasi dan individuasi) ialah bahwa pendekatan untuk membentuk tingkah laku yang mewujudkan hubungan nilai-nilai hidup tidak dapat hanya mengutamakan bentuk jadi tetapi harus mementingkan proses dan cara pengenalannya nilai hubungan itu.
Dari pengalamanlah yang mengajarkan pula banyak orang-orang selalu menyalahkan kadaan, dalam hal ini kita harus tidak percaya akan hal ini, oleh karena itu hidup di dunia ini adalah mereka yang berdiri tegak dan mencari keadaan yang mereka inginkan dan jika mereka tak berhasil menemukannya, mereka menciptakan keadaan tersebut kedalam wujud hubungan yang positip, maka dunia ini sungguh sangat menarik bagi seseorang yang positip.
Dengan demikian pendekatan strategik menuju hubungan interpersonal akan sangat ditentukan keberhsilan peran kepemimpinan sebagai entrepreneur yang berhasil dan berbeda dengan yang lain karena kemampuan anda dalam mengaktualisasikan fungsi kepemimpinan anda dalam mempengaruhi orang lain untuk menggerakkan pencapaian keputusan strategik (visi, misi, tujuan, sasaran, budaya, strategi) , maka disinilah letak sikap anda untuk memperlihatkan bagaimana anda mengkomunikasikan suara hati anda kepada orang lain sehingga anda mampu berperilaku yang positip dalam setiap tindakan. Oleh karena itu lakukanlah hal yang benar. Hal ini akan menyenangkan sebagian orang dan memukau yang lain.
MENGELOLA PERUBAHAN
Menjadi seorang untreprneur dengan kepemimpinan masa depan sangat ditentukan pula dengan penguasaan kemampuan mengelola perubahan karena anda menyadari sepenuhnya makna “tidak ada yang permanen kecuali perubahan itu sendiri” sehingga ia harus mampu menghadapi tantangan yang disebut “orang takut akan perubahan, karena hal itu mengurangi rasa aman mereka”.
Mengelola perubahan haruslah didukung oleh hubungan interpersonal yang positip yang dimotori oleh pemimpin puncak, oleh karena itu kepemimpinan dalam hal ini akan melangkah untuk melaksanakan pembaharuan dengan perencanaan perubahan yang berencana.
Dengan pemikiran diatas maka kepemimpinan puncak sebagai motor haruslah didukung oleh staf yang memiliki kompetensi manajemen berbasiskan informasi, dengan kemampuan itu akan mampu mengelola perubahan dengan pandangan internasional, teknologi dan kelugasan organisasi dalam mengikuti perubahan lingkungan seperti gelombang politik, ekonomi dunia, timbulnya blok-blok ekonomi, globalisasi pemasaran, pencemaran lingkungan dan sebagainya.
Kerangka proses pemikiran untuk melaksanakan perubahan tersebut dilakukan dalam proses yang berurutan dan mencakup proses merancang pembaharuan ; proses transformasi dan proses peningkatan berkelanjutan dengan memberikan fokus untuk merumukan dimensi lapisan perubahan yang mencakup lapisan budaya (nilai, norma, wewenang, ganjar) ; lapisan infrastuktur (struktur pengargaan, sistm penilaian, metoda manajemen); lapisan strktur teknis (proses, teknologi, organisasi)
Sejalan dengan rencana perubahan atas budaya, infrastruktur dan struktur teknis, maka camkanlah dalam kekuatan pikiran pemimpin perubahan, bila anda ingin melakukan sesuatu, maka sukses anda tidak tergantung pada kehebatan gagasan yang direncanakan dan tidak akan terjadi begitu saja dengan tiba-tiba, tetapi akan tergantung kepada kemampuan memanfaatkan alat pikiran berupa kesadaran, kecerdikan dan akal serta konsentrasi yang terus menerus saat anda melakukan dan ingin mencapai sesuatu seperti yang direncanakan.
Jadi dalam mengelola perubahan dengan kesadaran untuk menjawab hal-hal yang berkaitan dengan “what to do” mengenai pmahaman situasi internal dan pengaruh dari eksternal , sehingga kesadaran menjadi bermakna bila kekuatan kecerdasan mampu menjawab hal-hal yang berkaitan dengan “why to do it” mengenai hubungan sebab dan akibatnya untuk menunjukkan masalah yang dihadapi, yang selanjutnya dengan akal akan menjawab hal-hal yang berkaitan dengan “how to do it” mengenai pilihan alternatip dari pemecahan masalah
KESADARAN INDERAWI
Jangan cemas anda sebagai pemimpin dalam menghadapi masa depan, dengan kepemimpinan yang kuat dalam arti kemampuan anda untuk memahami perjalanan hidup anda dengan memahami bahwa anda yang tidak pernah jatuh berarti anda tidak pernah memanjat, oleh karena itu anda membayangkan bahwa sangat sulit mengatakan sesuatu yang tidak mungkin karena impian hari kemarin adalah harapan hari ini dari kenyataan hari masa depan.
Bertitik tolak dari pemikiran yang kita ketengahkan diatas, maka dengan kepemimpinan anda, bangkitkanlah kekuatan pikiran yang tersembunyi dalam usaha menemukan jiwa tanpa topeng kepalsuan sebagai suatu usaha dalam meretas jalan menemukan diri agar anda mampu melihat tingkat kesadaran inderawi yang telah membutakan hati anda.
Dengan menyadari kesadaran inderawi merupakan kesadaran yang paling rendah berarti menunjukkan gambaran kebutaan jiwa seseorang yang memandang dunia dalam hidup adalah segala-galanya, kalau sudah demikian halnya sangat sulit sikap anda akan berubah.
Tidak ada yang sulit bagi anda untuk menemukan diri karena anda masih percaya bahwa sebuah masalah yang terkait dengan tingkat kesadaran yang rendah merupakan kesempatan bagi anda untuk melakukan yang terbaik artinya dengan kekuatan pikiran anda tak ada yang tak mungkin bagi seseorang yang mau dan kemudian bertindak untuk memperbaiki kesadaran inderawi yang paling rendah ke tingkat yang lebih tinggi dengan tujuan agar ia mampu meretas jalan menuju ke masa depan dengan harapan adanya kesiapan diri untuk menyesuaikan dengan tuntutan perubahan.
Memperjuangkan pembangunan masa depan, harus ada keberanian untuk meningkatkan kesadaran inderawi, oleh karena itu yang harus diperjuangkan yang paling indah dalam perjalanan hidup ini adalah bahwa tak ada orang yang secara tulus menolong orang lain tanpa usaha menolong dirinya sendiri.
Dengan demikian maka tidak pernah merasa puas sebelum suatu usaha yang dianggap sangat penting untuk melaksanakan perubahan sikap dan perilaku dalam kesadaran dalam arti “memahami dan merasakan suatu interaksi” untuk merubah kesadaran indrawi sebagai kualitas jiwa yang terendah menuju ke pemahaman kesadaran rasional atau ilimiah dalam usaha melihat kepada suatu realita bahwa jangan cemas menghadapi masa depan melalui pemahaman manusia yang terkait dengan siapa, darimana dan kemana dalam usaha menemukan tentang diri sendiri.
Dengan menggerakkan kekuatan pikiran anda untuk menjadi seorang entrepreneur yang berbeda dengan yang lain dalam mengembangkan kekuatan motivasi untuk mengubah pola pikir dalam membangun masa depan terletak pada pemahaman peran kepemimpinan mengenai usaha membangun hubungan interpersonal yang positip untuk menjembati bagaimana sebaiknya mengelola perubahan yang berencana yang dapat mendorong perubahan pola pikir agar setiap orang merasakan perubahan pemahaman mengenai kesadaran inderawi.
Sejalan dengan pikiran tersebut diatas untuk membangun masa depan, maka tiga komponen yang kita sebutkan diatas haruslah diproses kedalam kekuatan motivasi dimana setiap orang yang paling bijaksana bukanlah orang yang paling sedikit mengalami kegagalan, tetapi dalam kepemimpinan sebagai pemimpin yang berhasil memiliki kemampuan mengubah kegagalan tersebut menjadi keberhasilan.
Jadi menjadi entrepreneur yang berbeda dituntut adanya usaha yang terus menerus untuk membangkitkan sadar kemauan yang dapat mendorong kekuatan memperkuat daya kemauan yang menjadi landasan membangun kebiasaan yang produktif kedalam pengetahuan, keterampilan dan keinginan yang berbasiskan moral.

ENTREPRENEUR YANG BERHASIL MEMBANGUN
BISNIS BARU YANG TUMBUH DAN BERKEMBANG
Keberhasilan seorang entrepreneur dalam mengelola bisnis baru yang dapat tumbuh dan berkembang akan ditentukan oleh kepemimpinan yang selalu siap mempengaruhi orang lain dalam mengilhami wawasan dan imajinasi sebagai pondasi dalam menggerakkan daya kemauan
Dengan demikian untuk menjadi seorang entrepreneur sejati ia harus mampu menggerakkan kepentingan akan sadar kemauan sebagai sesuatu yang timbul dari dalam diri sendiri bukan sesuatu yang dIpaksakan.
Dengan kebersamaan wawasan dan imajinasi diharapkan dapat menuntun kerjasama membuat impian menjadi kenyataan melalui kemauan dan kebiasaan menggerakkan alat kekuatan pikiran berupa kesadaran, kecerdasan dan akal.
Dalam usaha mewujudkan komitmen anda atas idenfikasi dari hasil pemikiran visi hidup anda masa depan untuk menyatukan pikiran anda dengan identifikasi peluang bisnis.
Sebagai sarana untuk memberikan cetusan gagasan menuju ke jalan harapan masa depan haruslah memiliki daya dorong untuk memperkuat daya kemauan itu sendiri melalui pemahaman atas kekuatan pikiran yang kita sebut dengan kunci keberhasilan.

Kunci keberhasilan mengajak anda dalam memikirkan untuk mencapai potensi diri anda sepenuhnya melalui pengalaman sendiri dan atau berkaca dari pengalaman orang lain dalam usaha anda memilih cetusan hati untuk memilih pemikiran-pemikiran yang menciptakan keadaan anda dan keadaan itulah yang akan membentuk kehidupan anda.
Menggerakkan kunci keberhasilan itu didasarkan pemahaman kita atas keberadaan manusia, dalam menjawab siapa, darimana dan kemana ?, dan dampak pemikiran tersebut terhadap keadaan akan memotivasi, anda untuk menjawab siapa yang menciptakan keadaan-keadaan tersebut. Apakah orangtua anda, lingkungan anda, pendidikan anda, takdir, Allah.
Jadi dengan mengungkapkan pikiran diatas, dimaksudkan menjadi daya dorong untuk mengilhami wawasan dan imajinasi menjadi pemahaman mengenai kunci keberhasilan anda adalah kemampuan anda berpikir.
Dengan berpikir dimaksudkan untuk mengetahui sesuatu yang belum diketahui dan disusunlah rencana langkah demi langkah untuk mencapai potensi iri anda dalam meretas jalan menuju kesuksesan melalui apa yang disebut dengan :
Pertama, berpikir intuitif ebagai pemikiran strategis untuk mewujudkan hasil kerja hati dengan proses penghayatan untuk memberikan arah persfektif dimasa depan mencakup visi, misi, budaya dan strategi.

Kedua, berpikir secara metodis (lateral dan vertical) untuk mewujudkan hasil kerja dari yang disadari dari dua unsur otak dan hati melalui proses perencanaan jangka panjang untuk memberikan gambaran posisi dalam lima tahun kedepan, menckup area strategis kunci, analisis isu kritis, sasaran jangka panjang, rencana tindakan strategis.
Ketiga, berpikir secara metodis (menekankan berpikir vertical) dengan menekankan melalui proses perencanaan jangka pendek (taktis) untuk mengarahkan pada performa dalam jangka satu tahun, mencakup area hasil kunci, analisis isu kritis, indicator kinerja kunci, sasaran, rencana tindakan dan peninjauan rencana.
Jadi dengan kemampuan menggerakkan kekuatan berpikir diatas dapat kita membayangkan kembali bahwa pikiran anda itu dapat diibaratkan kebun, yang dapat dibudidayakan secara cerdas atau dibiarkan menjadi liar, oleh karena itu proses pemikiran-pemikiran anda sendirilah yang membentuk kepribadian anda, menciptakan keadaan anda dan itulah keadaan yang menentukan takdir anda pada akhirnya.
Dari hal-hal yang kita utarakan diatas, maka kepemimpinan entrepreneur yang berhasil akan terletak kemampuan anda memanfaatkan kekuatan berpikir akan berdampak kemampuan seseorang melangkah maju dengan penuh percaya diri untuk meraih hasil dari wawasan dan imajinasi untuk meraih mimpinya, dan ia akan berusaha menjalani hidup yang berencana dalam mewujudkan harapan masa depan dari kemampuan berpikir baik secara metodis dan non-metodis sebagi kunci keterampilan yang harus dapat diaktualisasikan.
KEMAMPUAN ENTREPRENEUR
Bertitik tolak dari pemahaman yang diungkapkan diatas, maka siapa yang disebut sebagai KEWIRAUSAHAAN (ENTREPRENEUR) itu ? Jawabnya dapat kita rumuskan kedalam kreteria sebagai berikut :
• Memiliki visi memaksimumkan peluang-peluang masa depan.
• Memiliki komitmen, kolaborasi dan komunikasi.
• Memiliki kesiapan menghadapi tantangan dan resiko yang dihadapi.
• Memiliki kemampuan menuangkan kedalam rencana jangka pendek, menengah dan panjang.
• Memiliki keinginan untuk mengembangkan diri secara berkelanjutan.
• Memiliki keinginan untuk mengembangkan para kader bukan pekerja semata.
• Memiliki kemampuan kreativitas individu dan kelompok.
• Memiliki kemampuan kreatip menjadi inovatif.
• Memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi informasi.
• Memiliki kemampuan berpikir antisipatif.

Berdasarkan kreteria tersebut diatas, maka yang dimaksudkan dengan Kewirausahaan adalah seseorang yang mampu mengaktualisasikan visi merebut peluang masa depan secara profesional (kolaborasi, komitmen, komunikasi) berdasarkan kreatif menjadi inovatif organisasi dengan memanfaatkan teknologi informasi dengan berpikir antisipatif.
Untuk menguatkan kepribadian kepemimpinan kewirausahaan dalam uasha pemahaman keunggulan menjadi daya dorong sebagai entrepreneur yang sukses bertitik tolak dari keinginan untuk berpikir dari unsur kata dalam “KEWIRAUSAHAAN “ menjadi kata yang bermakna sebagai berikut :
K menjadi (K)epemimpinan
E menjadi (E)ntrepreneur
W menjadi (W)adah
I menjadi (I)ntergrasi
R menjadi (R)encana
A menjadi (A)ksi
U menjadi (U)saha
S menjadi (S)uara
A menjadi (A)kses
H menjadi (H)ati
A menjadi (A)kal
A menjadi (A)nugerah
N menjadi (N)irmala

Bila kata tersebut disusun kedalam satu untaian kalimat yang bermakna maka kata KEWIRAUSAHAAN dapat dirumuskan menjadi suatu alat berpikir adalah kemampuan berpikir (K)epemimpinan (E)ntrepreneur dalam (W)adah organisasi wirausaha sebagai alat ( I)ntergrasi dari suatu (R)encana kedalam (A)ksi menjadi tindakan (U)saha yang menimbulkan (S)uara untuk menggerakkan (A)kses kedalam (H)ati dan (A)kal sebagai (A)nugerah menjadi (N)irmala.
Komponen pertama sebagai kunci keterampilan yang harus diterapkan adalah kemampuan entrepreneur yang mampu meggerakkan kekuatan pikiran dalam membangun kebahagian dalam kerja ada dalam satu kata yang disebut dengan keunggulan artinya tahu bagaimana melakukan sesuatu dengan baik dan dapat menikmatinya.
Berdasarkan pemahaman diatas, diharapkan menjadi suatu kekuatan pikir untuk menumbuh kembangkan kemampuan entrepreneur menunjukkan jalan menuju keberhasilan.
Disamping kemampuan menerapkan komponen dalam sehat jasmani dan rohani ; komponen dalam keunggulan kapabilitas secara konseptual ; komponen dalam tantangan masa depan yang kesemuanya menjadi pemicu untuk menggerakkan kekuatan pikiran agar mampu dalam menjalankan peran diperlukan pula keterampilan lain yang harus terus diasah seperti yang kita sebutkan dibawah ini :

• Kemampuan mengkomunikasikan wawasan dan imajinasi dalam usaha meningkatkan kemampuan berpikir intuitif.
• Kemampuan untuk membangun kreatifitas individu / kelompok untuk memberikan rangsangan kemampuan mlaksanakan inovasi yang digerakkan oleh organisasi secara berencana.
• Kemampuan untuk menggerakkan sensitivitas agar setiap orang peka dengan kebutuhan akan perubahan.
• Kemampuan mengkmunikasikan keputusan strategik (visi, misi, tujuan, budaya, strategi) yang menggambarkan masa depan dari serpihan-serpihan fakta, gambaran, harapan, impian bahaya dan kesempatan, kesemuanya memerlukan kemampuan analisis strategik.
• Kemampuan dalam kecakapan melaksanakan disemua bidang yang tidak mudah dikuasai, oleh karena itu diperlukan usaha-usaha untuk menruhkan perhatian yang menarik yang ada diluar anda, tanpa itu tidak mungkin menyesuaikan dengan tuntutan perubahan.
• Kemampuan menerapkan secara fokus dalam memelihara keharmonisan strategi dan budaya atas sumber daya yang bisa didapat menuju keberhasilan dalam pemanfaatannya.
• Kemampuan dalam menjalankan ketekunan dan kesabaran yang terkait pada tujuan jangka panjang.

Jadi mengembangkan kemampuan yang kita utarakan diatas meretas jalan menuju keberhasilan sebagai langkah untuk mengkomunikasikan kebutuhan akan keterampilan agar selalu dapat memanfaatkan kekuatan pikiran sebagai potensi yang tersembunyi.
KONSEP BISNIS
Pemahaman makna bisnis dari unsur sebagai pendekatan
Pemahaman anda mengenai bisnis dari pengalaman saat ini apakah sebagai pemilik atau sebagai orang yang berperan mengembang binis milik orang lain, maka atas pengalaman itu anda melihat adanya peluang-peluang yang dapat diraih yang sejalan dengan keputusan dalam komitmen anda.
Untuk melaksanakan komitmen anda dalam proses integrasi, anda harus mampu mengembangkan kekuatan pikiran dalam kreativitas sebagai pemicu dalam merebut peluang bisnis.
Secara umum pemahaman anda mengenai pengertian BISNIS adalah segala sesuatu kegiatan yang berhubungan dengan usaha penyediaan barang dan jasa yang dibutuhkan atau diinginkan oleh orang.
Untuk mendorong kreativitas anda, maka BISNIS dalam pikiran anda haruslah dipahami dari sudut unsur huruf dalam kata bisnis menjadi kata yang bermakna yaitu :

B menjadi kata BERUSAHA
I menjadi kata INTEGRASI
S menjadi kata SUMBER DAYA
N menjadi kata NISBAH
I menjadi kata INDIVIDU
S menjadi kata SOSIAL
Berdasarkan pemahaman unsur kata, maka difinisi bisnis dalam untaian kata yang bermakna menjadi sebagai berikut :
BISNIS adalah seluruh kegiatan dalam (B)erusaha yang terkait dengan proses (I)ntegrasi dalam pemanfaatan (S)umber-daya yang tersedia untuk mengubah menjadi (N)isbah (perbandingan antara aspek-aspek kegiatan yang dapat dinyatakan dengan angka misal perbandingan antara laba dan pnjualan) untuk kepentingan kedalam (I)ndividu dan (S)osial.
Sejenak bila anda renungkan pemahaman diatas, maka kreativitas dalam binis terpikir bukan hanya perubahan demi perubahan itu sendiri, melainkan merupakan suatu cara untuk memberikan perbedaan atas bisnis yang terfokuskan agar mampu bersaing, alat untuk mencari solusi terhadap masalah yang tidak mudah begitu saja dipecahkan.
Jadi kreativitas dalam bisnis bukanlah sesuatu yang sulit, janganlah anda terpengaruh dengan anggapan bahwa anda sendiri merasa tidak mampu menghasilkan pemikiran baru dan orisinil.
Setiap orang memiliki potensi, oleh karena itu galilah kekuatan pikiran anda dengan membangun kebikiasaan yang produktif untuk meningkatkan wawasan dan gagasan maka distulah terletak potensi anda kedalam kreativitas.
Identifikasi bisnis :
Sejalan dengan pemahaman makna bisnis yang kita rumuskan diatas, maka kekuatan pikiran terus menjadi daya dorong untuk menggerakkan kreativitas bisnis untuk memahami proses integrasi kedalam usaha merespon identifikasi bisnis yang menjadi komitmen anda, oleh karena itu, diperlukan kemampuan anda untuk mengungkap hal-hal yang kita utarakan dibawah ini :
Pertama, melihat dari situasi menjadi masalah itu secara jelas dan hubungannya yang menunjukkan gambaran sesuatu yang mungkin salah.
Kedua, menafsirkan hubungan tersebut secara efektif dan berusaha memikirkan penilaian secara realistik dalam kaitan berpikir proses integrasi.
Ketiga, menggerakkan perhatian dan energi dalam melibatkan orang-orang yang diajak untuk bekerjasama.
Keempat, membuat keputusan dari hasil identifikasi bisnis atas peluang-peluang yang akan diraih secara lebih terfokuskan.

Jawaban untuk mengungkapkan hal-hal yang dikemukakan diatas akan menyangkut kedalam dua hal yang kita sebut dengan :
• Kegiatan bisnis apa yang anda masuki saat ini ?
• Apa gambaran bisnis anda pada masa yang akan datang ?

Sejalan dengan pemikiran diatas, maka jawaban atas hal-hal yang dikemukakan diatas akan bergantung pada langkah awal anda dalam usaha baru apa yang akan diputuskan sebelum sesuatu melaksanakan pekerjaan dengan memulai jawaban atas pertanyaan :
“Seberapa banyak dana yang anda meliki sebagai modal dasar ; Apakah anda memiliki kemampuan untuk menarik investor ; Apakah ada kejelasan visi, misi, tujuan yang dapat anda realisasi sejalan dengan keinginan dan kemampuan anda ; Apakah anda akan bekerja keras untuk mencapai hasil yang anda inginkan ; Adakah kejelasan bisnis yang akan dimasuki ?”
Dari beberapa pertanyaan tersebut, coba anda renungkan kembali dampak pekerjaan awal yang harus dipertimbangkan mengenai :

• Adakah anda mendapat tekanan dari keluarga dengan keputusan Anda itu ;
• Apa anda sadarkan mengorbankan uang sendiri atau dengan
meminjam uang dengan pihak ketiga ;
• Adakah terjadi perubahan sikap dan perilaku anda terhadapkeluarga, teman sejawat dsb. ;
• Adakah anda merasakan bila tidak bekerja seperti yang anda harapkan merasakan bersalah ;
• Coba anda renungkan mungkinkah terjadi bahwa dalam hidup hanya bekerja saja agar tercapai tujuan yang ditetapkan.

Identifikasi pasar :
Bertitik dari pemikiran diatas maka sejalan dengan jawaban dalam usaha untuk berpikir kedalam proses intergrasi yang terkait dengan pemikiran atas identifikasi pasar untuk mengetahui segmen pasar yang mana akan diladeni.
Jadi anda ingin mengetahui hal-hal yang terkait dengan :
• Seperti apa pasar saat ini ini ;
• Seperti apa kedudukan usaha ini pada masa depan ;
• Sekarang adakah anda mengetahui, kemana anda akan pergi.
Langkah untuk meaksanakan identifikasi pasar tersebut, maka anda perlu merenung “ kenyataan saat ini “ dengan sekelompok pertanyaan dibawah yang dapat menggerakkan kekuatan pikiran anda dalam melaksanakan proses integrasi kedalam identifikasi pasar sebagai berikut
• Cobalah anda buat kedalam satu daftar beberapa aspek yang dapat mempengaruhi pencapai maksud bisnis anda.
• Bagaimana hal tersebut adalah sama
• Bagaimana hal tersebut adalah berbeda
• Nyatakan secara khusus untuk tiap pernyataan diatas, mencakup yaitu 1) apa yang menentukan nilai tambah yang utama kepada pelanggan ; 2) produk atau jasa apa yang dihasilkan atau didistribusikan ; 3) bagaimana hal tersebut didistribusikan ; 4) bagaimana melaksanakan pasar mereka ; 5) bagaimana anda memproduksinya ; 6) apa yang membuat cukup untuk memproduksi, pasar atau distribusi.
• Adakah bisnis ini memuaskan memasuki pasar, mengapa dan bila tidak.
• Adakah yang mengatakan kepada anda, mana yang boleh dan tidak dibutuhkan.
• Lingkup pasar yang mana yang konsisten dengan maksud bisnis anda masuki.

Sejalan dengan sekelompok pertanyaan tersebut diatas yang mampu menggerakkan kekuatan berpikir untuk menjawabnya, maka dalam proses intergrasi untuk menentukan pernyataan

arah posisi pasar anda, sangat ditentukan kemampuan anda mengungkapkan visi anda dalam menentukan posisi kedudukan pasar melali jawaban atas sekelompok pertanyaan dibawah ini :
• Sebutkan prioritas lima area dalam kedudukan pasar yang tidak memuaskan pada saat ini.
• Mengapa tidak.
• Mana lingkup area lainnya dari pasar yang konsisten dengan maksud tujuan anda yang memerlukan perhatian.
• Sebutkan yang mana yang mendekati lingkup area dalam kedudukan pasar.
• Sebutkan yang mana lingkup area dari kedudukan pasar yang paling sesuai dengan penugasan yang sejalan dengan bakat dan keterampilan anda.
• Sebutkan lingkup area yang mudah mengidentifikan dan mencapai target. x)
• Sebutkan lingkup area yang paling efesien. xx)
• Lingkup yang mana yang konsisten menunjukkan dalam jawaban tanda x) melalui xx).
• Adakah anda memiliki gambaran yang khusus untuk menunjukkan area yang baik atau yang buruk, bila begitu yang mana dan mengapa.
• Apa yang terlihat oleh anda bahwa fungsi area yang kritis.

Bertitik tolak dari hasil pemikiran yang diutarakan diatas, maka anda harus mampu untuk merumuskan secara jelas difinisi, menyatakan dan mengakui yang dapat dipertanggung jawabkan hal yang berkaitan dengan “pernyataan posisi pasar anda adalah…. “ dari hasil proses integrasi kedalam identifikasi pasar.
Rencana bisnis :
Langkah akhir dalam proses intergrasi adalah merumuskan kembali komitmen anda menjadi interpreneur kedalam rencana bisnis dengan mengintrgrasi dari hasil pemikiran identifikasi bisnis dan identtifikasi pasar. Dengan kekuatan pikiran tersebut anda harus memiliki kemampuan untuk menuangkan kedalam rencana bisni.
Merumuskan rencana bisnis disusun dalam suatu kerangka sebagai berikut :
Pertama, mengumpulkan seluruh informasi kedalam satu berkas yang disusun secara sistimatis yang berisikan hal-hal sbb.
• Deskrispsi bisnis yang menjelaskan mengenai difinisi bisnis (bisnis yang sesungguhnya, produk, maksud tujuan bisnis) ; difinisi produk (jenis produk atau jasa yang disiapkan, deskripsi mengenai produk) ; hubungan2 industri.
• Straegi2 pemasaran yang menjelaskan mengenai difinisi pasar ; posisi pasar ; harga ; distribusi ; potnsi penjualan.
• Analisis persaingan yang menjelaskan mengenai persaingan ; keterampilan dan faktor kunci keberhasilan ; manfaat perbedaan persaingan ; strategi persaingan ; rintangan untuk masuk ; analisis nilai tambah.
• Rencana2 perancangan dan pengembangan.
• Rencana2 operasi dan manajemen.
• Rincian komponen keuangan.

Kedua, dengan memperhatikan dukumen yang tersusun diatas, maka langkah selanjutnya membangun kepercayaan untuk menarik peminat dalam menanamkan modal untuk pendirian bisnis yang direncanakan dengan mengungkapkan hal-hal sbb.:
• Kelompok manajemen professional kedalam satu tim, yang menyangkut kompetensi dalam perencanaan, keterampilan mengorganisasikan, kontrol, kepemimpinan ;
• Posisi keuangan saat ini dan proyeksinya yang dapat dilihat dari laporan rugi / laba, neraca, arus kas, investasi
• Produk dan jasa yang ditawarkan harus jelas memberikan gambaran karekteristiknya, cara kerja produk, bagaimana jasa dimanfaatkan, bagaimana faktor waktu mempengaruhi dalam menghasilkan uang dan daur ekonomi ( fase introduksi ; fase pendewasaan ; fase mendatar ) ;
• Rencana pemasaran anda mencakup hal-hal yang berkaitan dengan analisa pemasaran (harus menggambarkan menurut sifat produk dan jasa ; menurut gaya hidup pelanggan ; menurut lokasi geografi ; menurut jangka waktu ; buat daftar keunggulan meliputi kinerja sebenarnya, mutu dan keandalan, efesiensi produksi, distribusi, penetapan harga, citra public / reputasi, hubungan bisnis / refrensi) dan strategi pemasaran
strategi yang konsisten, pasar sempit atau pasar yang luas, berdasarkan fakta atau asumsi, persaingan terbuka atau jujur, pengembalian investasi, strategi pesaing, dan legal) serta petunjuk pemasaran yang penting.

Ketiga, menjabarkan keunggulan penjualan yang unik sebagai pedoman dalam pelaksanaannya sehingga menunjukkan keunggulan ,daya tarik dan inti penugasan sebagai tulang punggung dari apa yang disebut dengan seluruh konsep anda yang terkait dengan kontek bisnis (kejelasan dan uraian mengenai pertumbuhan potensial, produk dan perkembangan baru, kecenderungan ekonomi, proyeksi dan kecenderungan industri) dan profil bisnis anda masuki (kejelasan yang tepat, sejarah singkat bisnis tersebut, dampak dari kecenderungan ekonomi, struktur organisasi sebagai alat, faktor-faktor apa yang mempengaruhinya termasuk uraian yang diluar jangkauan, bagaimana pola penelitian dan pengembangan, jelaskan yang terkait dengan hubungan-hubungan bisnis, bagaimana sistem, methoda dan prosedur dalam operasional.

Keempat, menjabarkan profil pasar yang bersifat spesifik dan uraian yang terkait dengan usaha-usaha mengantisipasi perubahan dan kesiapan menghadapi tantangan yang mungkin timbul.
AKSES KE VENTURE CAPITAL
Keterampilan untuk mengadakan akses ke venture capital merupakan keterampilan yang sangat penting, bila oranisasi bisnis sangat perlu mendapatkan dana yang siap sebagai sumber pembiayaan.
Venture capital : “The financing required for the start-up of a new company or venture” Juga disebut sebagai Seed money : “The first funds used to start up a business”
Setiap penanaman modal potensial yang menempatkan dana yang siap pakai dalam venture capital, tidak mengenal hubungan baik atau sangat percaya kepada kepemimpinan kewirausahaan anda atau bahkan memiliki hubungan keluarga yang sangat perlu pada saat pendirian dan atau kebutuhan karena pertumbuhan , tidaklah menjamin kesediaan untuk menempatkan dana tanpa pertimbangan yang mendalam.
Akses ke venture capital bergantung atas tersedianya dana cair dan para penanam modal yang berkepentingan terhadap pengetahuan mereka terhadap entrepreneur.
Oleh karena itu, seorang entrepreneur yang memiliki keterampilan untuk akses ke venture capital memiliki kompetensi dalam bidang keuangan sehingga ia dapat merumuskan hal-hal yang berkaitan dengan 1) penciptaan nilai yang dapat memberikan manfaat bagi yang memiliki kepentingan seperti pemegang saham, para kunsumen, para pegawai dan sebagainya ; 2) dampak dari pengelompokan nilai yang mencakup kedalam apa yang disebut dengan alokasi resiko dan pengembalian investasi yang harus dipertimbangkan kedalam cash, resiko dan waktu ; 3) pencakupan resiko yang menyangkut dengan hutang yang dikaitkan pengawasan dan pengndalian dan kekayaan yang dikaitkan dengan tingkatan komitmen
Jadi dengan keterampilan entrepreneur yang mampu mengadakan akses ke venture capital membuka jalan untuk mewujudkan proses intergrasi dari seluruh kekuatan pikiran untuk mewujudkan kerjasama membuat impian menjadi kenyataan dalam membangun suatu unit kerja kedalam organisasi kewirausahaan.
Kepemimpinan entrepreneur yang akan berhasil membangun organisasi kewirausahaan dalam bisnis baru yang tumbuh dan berkemang sangat bergantung pula tiga komponen dasar sebagai kunci keterampilan yang disebut dengan pemahaman atas kemampuan entrepreneur, konsep bisnis dan akses ke venture capital / lembaga keuangan.
Usaha untuk memotivasi perubahan berpikir menjadi kewirausahaan dengan dorongan kunci keterampilan tersebut membuka wawasan dan imajinasi kedalam visi hidup untuk menjadi entrepreneur melalui adanya keberanian membuat keputusan meretas jalan untuk sukses.
Dengan terbangunnya keyakinan diri menjadi entrepreneur diharapkan usaha dalam mendirikan organisasi kewirausahaan dalam merebut peluang bisnis menjadi pemicu untuk meletakkan landasan yang kuat menjadi entrepreneur yang berbeda dari yang lainnya dengan membangun jasmani dan rohani yang sehat, membangun terus menerus keunggulan kapabilitas dan selalu siap mengikuti tuntutan perubahan dalam menghadapi tantangan masa depan sebagai dorongan bersikap dan berperilaku dalam mewujudkan kerjasama untuk membangun bisnis baru yang tumbuh dan berkembang.
Mewujudkan kerjasama merupakan kebutuhan sebagai bagian dari berani bermimpi artinya anda haru percaya diri, dan anda harus menjangkau jauh kedalam jiwa anda, merasakan bahwa anda dapat mengerjakan pekerjaan yang telah anda putuskan untuk anda kerjakan. Jadi semua ini haruslah dimulai dengan sebuah gagasan, sebuah gambaran mental.
Oleh karena itu, kembangkan percaya diri sebagai daya dorong dalam mengelola suatu gagasan, kadang kala kita iri terhadap mereka yang brilian otaknya, namun terkadang tampaknya bagi saya bahwa kita masing-masing telah diberikan talena, persoalaannya adalah mengembangkan talenta yang kita miliki, jadi mulailah dengan elalu mengharapkan yang terbaik, dngan begitu kita adala apa yang kita pikirkan. Diri kita adanya berasal dari pikiran kita, dengan pikiran kita jadilah dunia kita.
9. MEMBANGUN LEMBAGA PEMBERDAYAAN
DAN KERJA SAMA
LATAR BELAKANG PENDIRIAN
Memasuki 70 Tahun kemerdekaan telah kita lalui, namun Bangsa Indonesia penuh dengan kepincangan dalam kehidupan, tidak dapat kita membayangkan bagaimana wajah lama tak keruan kalau berkaca, sedang wajah baru belum juga jelas.
Sudah menjadi pembawaan manusia, jika dihadapkan pada berbagai situasi yang diterpa oleh gelombang perubahan, merasa betapa sulitnya hidup di masa kini. Situasi yang begitu komplek tak terbayangkan olehnya bagaimanakah merumuskan masalah yang dihadapi.
Pemimpin masa kini tidak mampu merumuskan masalah mana yang kritis, pokok dan insendentil, sehingga manusia Indonesia cenderung hidup dalam diskontinuitas sejarah.
Inilah suatu kenyataan, bahwa pemain peran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ialah justru orang tidak belajar dari sejarah dan melihat apa yang terjadi dari keberhasilan dari negara luar untuk tetap tumbuh dan berkembang walaupun tidak memiliki sumber kekayaan alam. Lihatah negara ini dengan kekayaan yang melimpah.
Pengalaman menunjukkan kepada kita pemain peran dengan kesadaran inderawinya lebih memikirkan
kepentingan individu dan kelompok yang mendorong kepencingan kehidupan bertambah melebar dan mendalam, bahkan ada yang berpikir daur hidup berbangsa dan bernegara berada di jurang kematian dengan masalah yang rumit, komplek menjadi penyakit.
Oleh karena itu, belajarlah dengan mencari di dalam latar sejarah masa lampau bangsa kita, dari mana kita, siapa kita di mana kita kini, akan ke mana kita di masa di masa depan, mengapa kita berada dalam keadaan kita hari ini, dan dengan mengetahuinya mungkin kita mendapat inspirasi ,bagaimana kita dapat memperbaiki diri kita masing-masing dan masyarakat kita untuk dapat melangkah ke masa depan.
Jadi jika kita dapat memimpikannya kita pasti bisa melakukannya, maka kuatkan kemauan dan kebiasaan untuk membangun hidup kita oleh pikiran kita sendiri, sebagai satu-satunya cara untuk meramalkan masa depan adalah dengan menciptakan.
Tidak ada gunanya kita menangisi yang telah berlalu, maka lahirlah kekuatan untuk memulai hidup baru, yang terpikirkan oleh sekelompok orang yang bergabung dalam satu wadah Yayasan MIMPI BAHAGIA, yang meyakini bahwa setiap orang memiliki talenta, yang jarang adalah keberanian untuk mengikuti talenta tersebut ke tempat gelap ke mana ia menuntun.
Sejalan dengan pemikiran diatas, maka masa yang kita mIliki adalah hari ini, oleh karena itu visi yang kita muliakan dalam pikiran kita, idealisme yang kita hayati dalam hati kita, ini akan membangun hidup kita. Menjadi inilah kita nantinya.
Sambutlah dimensi manusia dalam pembangunan untuk mengisi makna kemerdekaan setelah 70 tahun kita lalui dengan membayangkan kepincangan kehidupan bertambah melebar dan mendalam yang memastikan terjadinya kemiskinan, kegagalan sekolah, kejahatan, penyalahgunaan obat-obatan, keputusasaan, kekerasan dan ledakan sosial.
Berdasakan pikiran diatas, maka YMB menyambut dengan salam fajar menyingsing seperti ungkapan dibawah :
„Hari ini hidup justru yang menentukan kehidupan kita.
Dalam kelangsungan hidup yang pendek itu tercakup semua kegiatan.
Dan kebahagian dari pada wujud hidup kita.
Kebahagian pertumbuhan
Kegemilangan keindahan
Keagungan tindakan
Kemarin hanya suatu impian
Besok satu pandangan
Tetapi hari ini bila hidup baik
Akan membuat tiap hari kemarin suatu impian kebahagian
Karenya manfaatkan sebaik-baiknya hari ini”
Dengan ungkapan diatas YMB berani bermimpi, dimana kita tidak dapat menuai keberhasilan kecuali kita menabur benih keberhasilan.
KEBERAMAAN VISI dan MISI
Bertitik tolak dari pemikiran yang kita kemukakan diatas, maka kita dapat mengatakan pula itulah filosofi yang kita bangun dengan mengandung arti bahwa aneka ragam pemikiran yang telah disatukan sebagai suatu pandangan yang dapat mempengaruhi kedalam tindakan atau kegiatan pada suatu organisasi formal yang ditetapkan berbentuk YAYASAN berbadan hukum.
Sejalan dengan itu, ia dapat memberikan inspirasi untuk keberhasilan dengan mencurahkan hati kita kepada suatu pekerjaan yang anda sukai. Keberhasilan adalah jatuh cinta kepada pekerjaan kita. Keberhasilan menuntut konsentrasi penuh tujuan utama hidup dalam YMB. Keberhasilan adalah memfokuskan kuasa kita sepenuhnya pada apa yang sungguh ingin kita capai.
Oleh karena itu, untuk menyatukan pikiran tersebut diperlukan satu sisi dalam „Kebersamaan visi dalam bersikap“ dan di sisi lain dalam „Kebersamaan misi dalam berperilaku“

Visi dalam bersikap, merupakan daya dorong dalam melaksanakan perencanaan sebagai arah untuk pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan merupakan satu langkah mengaktualsasikan unsur jiwa berupa kesadaran, kecerdasan dan akal sebagai suatu pernyataan yang menggambarkan sikap orang-orang yang ada didalamnya sebagai perjalanan mental.
Menciptakan masa depan dari serpihan fakta, harapan, impian, bahaya dan kesempatan kedalam pernyataan visi dalam bersikap kedalam artikulasi dari „Citra, Budaya, Arah dan Tujuan seperti dibawah ini :
Kebersamaan Visi Dalam Bersikap adalah gambaran visi kita dalam bersikap untuk membangun CITRA yang sejalan dengan paradigma abad 21 dengan BUDAYA perubahan berpikir dengan ARAH membangun wawasan dan imajinasi dalam mewujudkan TUJUAN kebersamaan untuk meningkatkan kreativitas individu dan kelompok menjadi inovasi organisasi yang berkesinambungan.
Misi dalam berperilaku, yang menggambarkan sarana sebagai alat untuk mengadakan perjalanan sebagai penuntun dalam berperilaku untuk menunjukkan pemenuhan kebutuhan, budaya dan keunggulannya.
Oleh karena itu, dalam merumuskan MISI tersebut sebagai suatu pernyataan adalah merupakan artikulasi dari BERPIKIR LATERAL, KEPEMIMPINAN KOLABORATIF, TEKNOLOGI INFORMASI, BERWATAK.

Kebersamaan Misi Dalam Berperilaku adalah menunjukkan misi kita dalam berperilaku kedalam BERPIKIR LATERAL yang sejalan dengan paradigma abad baru dengan melaksanakan KEPEMIMPINAN KOLABORATIF untuk memanfaatkan sumber daya terbatas dengan penguasaan TEKNOLOGI INFORMASI dalam melaksanakan pembangun bangsa yang BERWATAK.
ISU KEBIJAKAN Dan PENDEKATAN
Berdasarkan identifikasi situasi dengan memperhatikan pemikiran yang telah diungkapkan diatas, maka rumusan masalah, kita memerlukan keputusan strategik.
Mengapa kita perlukan keputusan strategik karena kita perlu mmecahkan dari identifikasi isu tantangan masa depan sebagai suatu situasi yang berkembang ke arah masalah-masalah yang kritis untuk dipecahkan sebelum menyelesaikan masalah pokok dan insidentil yang bakal lahir pada saat operasional.
Sejalan dengan itu, untuk menyesuaikan dengan paradigma abad baru, maka diperlukan perubahan pola pikir yaitu menekankan menghindari dari masalah bukan mmecahkan masalah. Sejalan dengan pemikiran tersebut, maka sebagai isu kebijakan dapat dirumuskan sbb.:
„Konsepsi dari demensi sumber daya manusia dalam pembangunan adalah usaha untuk mewujudkan pembentukan dan pmbangunan sumber daya manusia yang seutuhnya dalam arti berkualitas dan berwatak“

Sejalan dengan isu kebijakan diatas menjadi Issu Tantangan Masa Depan bahwa bila kita menyadari sepenuhnya, maka kebutuhan tersedianya manusia yang dalam pembangunan menjadi titik kesenjangan antara realita dengan kenyataan yang dibayangkan dalam persfektif yang tak terpcahkan. Oleh karena itu, berdasarkan identifikasi dari pengamatan dan pengalaman yang diperoleh dapat disimpulkan sebagai issu tantangan masa depan yaitu :
• Pertama, adalah terkait dengan manusia selaku anak didik yang tidak mendapatkan kepercayaan diri unuk mandiri, terbatasnya kemampuan pemberdayaan otak, kebebasan dalam berpikir , pengembangan budaya yang tidak sejalan dengan kebangkitan kepribadian yang utuh, yang berdampak langsung kehidupan mereka dalam masyarakat.

• Kedua, adalah terkait dengan peluang masa depan yang tidak pasti sebagai dampak dari faktor internal dan eksternal yang tidak mampu memberikan daya dorong kepada pelaku untuk secara berkolaborasi dalam „empowering people“

Yang menjadi tantangan kita di awal pemikiran adalah apakah kita mampu berubah untuk berpikir keluar dari kerangka reaktif menjadi proaktif. Bila ketetapan hati, konsentrasi dan kesabaran kita ada, maka terbentanglah

keingintahuan untuk berubah menjadi sederhana karena disitu terletak kepercayaan diri kita menyatu bahwa setiap persoalan baik normal maupun tidak normal didalamnya terdapat pemecahannya.
Dengan memperhatikan issu kebijakan diatas, maka sebagai pendekatan dalam rangka pemecahan masalah-masalah kritis yang telah dirumuskan itu dengan suatu pendekatan sistem untuk melaksanakan visi dalam sikap dan misi dalam perilaku diperlukan adanya prinsip-prinsip transformasi agar perubahan mindset berjalan dalam kesamaan pola pikir dan bertindak berlandaskan satu kemiteraan dan komitmen menjadi keputusan strategik agar dapat dilaksanakan sebagai berikut :
• Berasumsi akan terjadi perubahan sikap dan erilaku sejalan dengan kesiapan untuk menerima perubahan itu sendiri.
• Setiap perubahan dimana orang-orang yang terlibat lebih mempercayai apa yang dilakukan, bukan apa yang dikatakan.
• Sebanyak mungkin orang-orang yang terkena pembaharuan terlibat dalam melaksanakan, ini berarti akan memberikan motivasi dalam kebersamaan.
• Lakukan segala sesuatu aktivitas dalam proses keputusan yang tidak tergesa-gesa karena perilaku yang reaktif, lambat tapi proaktif.
• Laksanakan perubahan yang sejalan dengan tingkat kebutuhan permasalahannya artinya menyelsaikan pondasinya lebih dahulu, baru melangkah ke masalah berikutnya.
• Setiap pembaharuan melalui proses transformasi bukanlah waktu yang sekejab, oleh karena itu diperlukan suatu kesabaran dan keuletan bagi semua pihak yang berkepentingan.
• Setiap pembaharuan, maka kemajuan dalam perubahan akan sejalan dengan setiap permasalahannya sehingga perubahan adalah teratur dan berfungsi secara mandiri dari perubahan itu sendiri.

Dengan bertitik tolak pemikiran diatas, maka kita menyadari sepenuhnya arti keberadaan YAYASAN sebagi pelaku yang dapat memecahkan keseimbangan kepentingan stakeholders yang menjadi tumpuan dalam berbangsa dan bernegara, tanpa kesadaran itu sangat sulitlah ia sebagai alat perjuangan dalam memecahkan kesenjangan yang makin meluas.

RUANG LINGKUP Dan SISTIMATIK PENULISAN
Untuk mengangkat YAYASAN sebagai kekuatan pelaku PENDIDIKAN dan PELATIHAN serta kegiatan lain yang terkait, maka kita perlu merumuskan arti penting arah persfektif, posisi dan performance karena dengan kejelasan itu kita akan melangkah dalam semua kegiatan dengan kebersamaan sikap dan perilaku.

Dengan kejelasan tersebut, maka kita ruang lingkup dan sistimatik penulisan RENCANA INDUK YAYASAN sebagai pedoman dalam mewujudkan keputusan-keputusan strategik yang di tetapkan.
Ruang Lingkup :
Merumuskan Pemikiran Strategik Berdasarkan Intuitif Menuju Ke Arah Persfektif, yang menggambarkan masa depan yang hendak di capai dalam kurun waktu sepuluh tahun atau lebih bertitik tolak dari kemampuan analisis strategik yang menekankan pemikiran non-metodis artinya lebih menekankan kepada intuisi.
Merumuskan Pemikiran Rencana Jangka Panjang Menuju Ke Arah Posisi, yang menggambarkan kemampuan dalam mewujudkan arah persfektif diatas, kita harus mampu dengan sumber daya terbatas memanfaatkan peluang yang ada dengan merumuskan pemikiran rencana jangka menengah dalam kurun waktu 10 tahun dalam kesiapan memberikan arah posisi dalam tahun 2015 s/d 2025.
Merumukan Pemikiran Rencana Jangka Menengah 5 tahun (2015-2020) dan jangka pendek (2015-2016) Ke Arah Kinerja, yang menggambarkan pelaksanaan rencana jangka menengah, dimana setiap tahun dibuatlah rencana kerja dan anggaran belanja tahunan dalam rangkan mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Rencana jangka pendek tahun 2015 (asumsi) lebih memberikan fokus kepada membangun kesan yang mendalam arti penting keberadaan YAYASAN yang ikut dalam partisipasi dalam „demensi manusia dalam pembangunan“ yang terkait dengan usaha-usaha nilai tambah atas manusia.
Sistimatik Penulisan :
Buku Rencana Induk Yayasan Diklat MB 2015- 2025, disusun dengan sistimatik penulisan sebagai berikut :
Bab I. Pendahuluan,
Bab II. Pendirian Yayasan,
Bab III. Perkiraan Arah Persfektif 2015-2025
Bab IV. Perkiraan Keadaan Dan Arah Posisi 2015-2020
Bab V. Perkiraan keadaan dan Arah Posisi 2015-2016
Bab VI. Kepemimpinan dan Organisasi

PENDIRIAN YAYASAN
Nama YAYASAN DIKLAT MB, merupakan singkatan PENDIDIKAN DAN PELATIHAN MIMPI BAHAGIA
WUJUD MIMPI disini adalah kekuatan yang menggerak pikiran kedalam apa yang disebut :
Kebersamaan adalah kekuatan kebiasaan pikiran dalam semangat kerja yang tinggi dengan ditopang suatu pandangan kebukit sama mendaki, kelurah sama menurun, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.

Profesional adalah kekuatan kebiasaan pikiran dalam menebak menuju sasaran dengan kebiaaan berkata benar serta memberi tanpa kehilangan yang ditopang oleh sikap dan perilaku seseorang dalam mengemban profesi yang digelutinya hingga menghasilkan produk atau jasa yang berkualitas yang tinggi
Produktif adalah kekuatan kebiasaan pikiran yang ditopang oleh kemauan yang kuat untuk mewujudkan kefektifan, keefesienan, dan kualitas dari pemanfaatan sumber daya yang tersedia dengan mendapatkan hasil yang lebih besar.
Proaktif adalah kekuatan kebiasaan pikiran dalam pandangan belum disuruh sudah pergi, belum dipanggil sudah datang, mampu membaca yang tersirat menjadi kemauan untuk meningkatkan kemampuan secara berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan lingkungan.
WUJUD BAHAGIA disini adalah sumber kekuatan kebiasaan oleh penguasaan ilmu , keterampilan dan keinginan yang ditopang oleh kekuatan niat mampu menuntun sikap dan perilaku yang selalu mempunyai pandangan bahwa kehidupan hari ini harus lebih baik dari pada kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.
Sebaliknya dengan DIKLAT MB menuntun perubahan pola pikir dalam usaha membangun sumber daya manusia yang berakhlak mulia sebagai tuntunan menempuh perjalanan hidup baru.

Dengan demikian yang menjadi SUMBER BAHAGIA adalah hal-hal yang terkait dengan pandangan manusia saat ini apa yang disebut dengan :
Kebahagian pada Harta kekayaan adalah pandangan manusia yang inderawi sehingga mereka beranggapan bahwa sumber kebahagian terletak dengan apa yang disebut banyak dan sedikitnya penguasaan atas harta kekayaan yang dimilikinya.
Kebahagian pada Jabatan dan Kekuasaan adalah kebiasaan hidup yang bertumpu bahwa tanpa jabatan dan kekuasaan mereka merasa tidak ada arti keberadaannya di dunia adalah sekedar untuk mendapatkan gelar dalam pendidikannya berarti memandang dunia nyata lebih penting dari pada dunia ghaib.
Kebahagian pada usaha merebut peran mereka yang dianggap memiliki kelebihan dalam penampilan yang berbeda dengan orang lain adalah kekuatan untuk menonjolkan diri dalam kehidupan dunia
Kebahagian hidup yang menekankan pada pndidikan formal adalah menggapai pendidikan yang menekankan pada prestasi yang dikaitkan dengan keinginan merebut gelar pendidikannya

LANDASAN KEPUTUSAN STRATEGIK
Bertitik tolak dari pemikiran yang dituangkan dalam Bab I, maka diperlukan landasan berpicak dalam merumuskan keputusan strategik dengan memperhatikan hal-hal yang disebutkan dibawah ini :

• Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila / P4 (Ekaprasetia Pancakarsa)
• UUD 1945 beserta dengan perubahannya.
• Piagam Jakarta, 22 Juni 1945
• UU RI No. 16 Tahun 2001 tentang Yayasan
• Persfektif Pengembangan Manajemen Modern Yayasan
• UU RI No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
• PP RI No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasionl Pendidikan
• Keputusan2 Menteri Yang terkait dengan Pendidikan dan Tenaga kerja.
• Pemahaman konsep-konsep Sistem Teknologi Informasi

Para pendiri yang memiliki kekayaan dan intelektual kedalam pemikiran rencana jangka panjang untuk mengelola YAYASAN kedalam jaringan yang kokoh berlandaskan kepemimpinan kolaboratif dalam kemiteraan dan komitmen dari stakeholders.
VISI dan MISI YAYASAN DIKLAT. MB
VISI YAYASAN DIIKLAT. MB
Sejalan dengan Visi dalam Sikap sebagai suatu pandangan yang dapat mempengaruhi tindakan kedalam organisasi formal yang ditetapkan maka sebagai rumusan dari VISI YAYASAN DIKLAT. MB adalah kemampuan dari pengelola yayasan dalam usaha memainkan peran yang bermoral, berkualitas, produktif dalam membangun CITRA, BUDAYA, ARAH, TUJUAN sebagai berikut :
CITRA DALAM DIKLAT adalah wujud sikap yang berkemampuan mengkomunikasikan suara hati kepada stakeholders agar dapat dilaksanakan yang terbaik sesuai kehidupan berbangsa dan bernegara yang sejalan dengan tuntutan paradigma abad 21.
BUDAYA DALAM DIKLAT adalah wujud sikap yang berkemampuan mengkomunikasikan suara hati kepada stakeholders agar ia menjadi alat untuk menumbuh kembangkan kolaborasi dalam gaya kepemimpinan.
ARAH DALAM DIKLAT adalah wujud sikap yang mengkomunikasikan suara hati kepada stakeholders agar ia dapat memberikan arah pelaksanaan pembangunan diklat. berjalan secara berkesinambungan.
TUJUAN DALAM DIKLAT adalah wujud sikap yang mengkomunikasikan suara hati kepada stakeholders dari yang tidak tahu menjadi tahu untuk mewujudkan nilai tambah dalam menjalankan setiap peran.
Secara singkat pernyataan VISI DIKLAT adalah Membangun CITRA dalam pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan dengan BUDAYA sebagai alat menumbuh kembangkan kolaborasi dan gaya kepemimpinan dengan ARAH pelaksaan diklat. berkesinambungan dengan TUJUAN mewujudkan nilai tambah dalam menjalan setiap peran termasuk pelaku dalam wiraswasta.
MISI DIKLAT. YAYASAN MB
Bertitik tolak dari pernyataan VISI diatas, maka perlu suatu pemikiran untuk merumuskan langkah menyiapkan sarana sebagai alat untuk mengadakan perjalanan yang kita sebut pernyataan MISI dengan memanfaatkan proses berpikir yang kita sebut MEMPERHATIKAN, MEMBIMBING, ANALITIS dan EKSPRESIF yang dapat menjadi penuntun kedalam kejelasan, intensitas dan kesatuan dalam mewujudkan visi :
MEMPERHATIAKAN dalam diklat. adalah pikiran yang menunjukkan
Maksud dan Tjuan Pendirian Yayasan
Strategi dan KebIjakan
Budaya Organisasi Yayasan
Bab III. Perkiraan Arah Persfektif 2015-2025
Bab IV. Perkiraan Keadaan Dan Arah Posisi 2011-2016
Bab V. Kepemimpinan Dan Organisasi 2011-2016
10. MEMBANGUN KEKUATAN KERJA SAMA
Sejalan dengan memasuki dunia tanpa batas yang ditandai oleh perubahan masyarakat informasi menjadi masyarakat pengetahuan, maka membangun kekuatan kerja sama haruslah dirancang kedalam strategi dengan landasan pikiran bahwa adanya keterbatasan sumber daya.
Oleh karena itu dalam mewujudkan kerja sama, maka harapan yang hendak kita capai dengan melangkah dalam pikiran yang terkait dengan :
1) Kemampuan untuk mengidentifikasi dan serta dapat merumuskan jenis strategi kerja sama yang hendak kita pilih.
2) Mampu menguraikan rasionalisasi dari suatu strategi kerja sama kedalam persaingan menjadi kemampuan pemahaman situasi yang disebut pasar siklus lambat, siklus standar dan siklus cepat.
3) Memahami keunggulan dan kelemahan dari aplikasi strategi kerja sama bisnis.
4) Mampu menjelaskan pemakaian strategi kerja sama di tingkat perusahaan.
5) Mendiskusikan mengapa strategi kerja sama lintas benua (internasional) digunakan.
6) Mampu menjelaskan resiko persaingan dari strategi kerja sama.
7) Memahami pikiran atas mengapa “kepercayaan“ (trust) menjadi sebuah aktiva strategis saatstrategi kerja sama diputuskan.
8) Mampu mengungkapkan dua pendekatan dasar yang digunakan untuk mengelola aliansi strategi.

KEKUATAN PIKIRAN PERTAMA :
Pada bagian ini dimaksudkan, kita mampu mengungkit daya ingat yang terkait dengan kemampuan dari pemain peran untuk menentukan pilihan jenis strategi kerja sama dengan mengidentifikasi aliansi strategis artinya kemiteraan antara perusahaan yang mengkombinasikan sumber daya, kapabilitas dan kompetensi inti mreka untuk memenuhi kepentingan bersama.
Kerja sama dapat berbentuk Joint venture dengan mendirikan usaha baru bersama, atau dalam bentuk menanamkan modal atau ekuitas kedalam usaha yang ada.
KEKUATAN PIKIRAN KEDUA :
Menghadapi persaingan dengan melihat jenis pasar yang terkait dengan : 1) Siklus lambat ( mendapatkan akses ke pasar yang terbatas ; Mendirikan pasar baru ; Mempertahankan stabilitas pasar )

2)Siklus standar (Mendapatkan kekuatan pasar dengan mengurangi kapasitas yang berlebih ; Mendapatkan akses ke sumber daya komplementer ; Mengatasi hambatan dalam perdagangan ; Memenuhi tantangan persaingan ; Mengengkelompokkan proyek modal yang besar ; Mempelajari teknik-teknik bisnis baru)
3)Siklus cepat ( Mempercepat perembangan produk atau jasa baru ; Mempercepat memasuki pasar baru ; Mempertahankan kepemimpinan pasar ; Membentuk standar teknologi industri ; Berbagi biaya riset dan pengembangan yang berisiko ; Mengatasi ketidakpastian)

KEKUATAN PIKIRAN KETIGA :
Memahami keunggulan dan kelemahan dari aplikasi strategi kerja sama bisnis. Oleh karena itu pemain peran utama dalam hal ini mampu mengidentifikasi yang terkait dengan keunggulan dan kelemahan dari aplikasi kerja sama bisnis.
Dengan demikian kita dapat menentukan posisi perusahaan dalam keberadaan kerja sama bisnis, sehingga setiap strategi aliansi komplementer baik bersifat Vertical maupun bersifat horizontal harus dapat kita terapkan sejalan dengan posisi perusahaan.
KEKUATAN PIKIRAN KEEMPAT :
Mampu menjelaskan pemakaian strategi kerja sama di tingkat perusahaan artinya peran kepemimpinan puncak harus mampu menentukan Strategi Tingkat Perusahaan Yang mencakup pilihan apa yang disebut dengan :1)Aliansi didersifikasi 2) Aliansi sinergetik ; 3) Waralaba
Selain dari pikiran diatas kita perlu juga memahami hal-hal yang etrkait Aliansi strategis tingkat Bisnis, dalam hal ini mencakup pilihan-pilihan apa yang disebut dengan ; 1) Aliansi komplementer ; 2) Aliansi pengurangan peraingan ; 3) Aliansi tanggapan persaingan ; 4) Aliansi pengurangan ketidakpastian.

KEKUATAN PIKIRAN KELIMA :
Mendiskusikan mengapa strategi kerja sama lintas benua (internasional) digunakan yang sejalan pada tingkat bisnis dan tingkat perusahaan dengan alasan sebagai berikut :
Pertama untuk mengembangkan aliansi strategis lintas perbatasan adalah ecara umum dimana perusahaan multinasional memiliki kinerja lebih baik dari pada peruahaan yang beroperasi secara domestik saja karena mampu mendayagunakan kompetensi intinya yang menjadi dasar keberhasilan domestiknya.
Kedua, tumbuh dengan merebut peluang- peluang yang ada melalui akuisisi atau aliansi terbatas.
Ketiga, berada di seputar keijakan pemerintah
Keempat, dalam rangka membantu sebuah perusahaan dengan mentranformasikan dirinya dalam lingkungan yang berubah dengan cepat.
KEKUATAN PIKIRAN KEENAM :
Mampu menjelaskan resiko persaingan dari strategi kerja sama dengan jaringan kerja adalah tindakan-tindakan berkaitan dengan aliansi yang dilakukan oleh suatu kelompok perusahaan yang saling berkaitan dapat diperbandingkan untuk melayani kepentingan bersama dari semua mitra.
KEKUATAN PIKIRAN KETUJUH :
Memahami pikiran atas mengapa “kepercayaan“ (trust) menjadi sebuah aktiva strategis kerja sama diputuskan. Karena kepercayaan di antara para mitra meningkatkan kemungkinan berhasilnya sebuah aliansi menjadi suatu mekanisme yang paling efisien untuk mengawasi transaksi ekonomi.
KEKUATAN PIKIRAN KEDELAPAN :
Mampu mengungkapkan dua pendekatan dasar yang digunakan untuk mengelola aliansi strategi.
1) Memahami pikiran atas mengapa “kepercayaan“ (trust) menjadi sebuah aktiva strategis saatstrategi kerja sama diputuskan.
2) Mampu mengungkapkan dua pendekatan dasar yang digunakan untuk mengelola aliansi strategi.

MP 5, 6, 7

5. MENCERDASKAN PERCAYA DIRI MEMASUKI DESA DENGAN KEBIASAAN TERPOLA
Segala usaha yang berkaitan dengan kebiasaan untuk mampu “Mewujudkan Kebiasaan Yang Terpola” ditentukan oleh pemahaman kita dalam Pembentuk Paradigma Berpikir yang kita sebut dengan :
1) Orang Tua
2) Saudara dekat
3) Lingkungan sosial
4) Sekolah
5) Media informasi
6) Teman
7) Diri sendiri.
Dengan mendalami paradigma tersebut diatas akan dapat membentuk proses kita berpikir. Yang perlu kita ingat bahwa Kebiasaan Yang Efektif hanya dapat diwujudkan bila kita memiliki kemampuan yang kuat untuk melaksanakan Prinsip dan Pola Perilaku yang Dihayati artinya disinilah letak pintu masuk yang kita sebut dengan “KEBIASAAN YANG EFEKTIF”
KEBIASAAN menjadi Pola Hidup kita sebagai kekuatan dalam tiga titik temu dalam kemampuan kita menjalankan apa yang disebut dengan :

Pertama, kita harus mampu merumuskan secara jelas apa yang merupakan KEINGINAN artinya mau melakukan disini dituntut apa yang disebut dengan Kekuatan NIAT yang digerakkan kekuatan dari pikiran.
Kedua, mewujudkan keinginan saja tanpa di topang oleh kekuatan apa yang disebut KETERAMPILAN artinya bagaimana melakukan, disini dituntut apa yang disebut dengan kemampuan kita yang digerakkan oleh pengalaman diri kita dan atau pengalaman orang lain yang baik.
Ketiga, kekuatan keinginan dan keterampilan akan menjadi jelas bila ditopang penguasaan PENGETAHUAN artinya apa yang harus dilakukan dan mengapa.
Ketiga kekuatan tersebut menjadi titik temu dalam usaha-usaha kita membentuk kebiasaan yang efektif, yang kita sebut PRINSIP DAN POLA SIKAP DAN PERILAKU YANG TERPOLA.
Sejalan dengan pemahaman pemikiran diatas diperlukan daya kemauan yang kuat untuk menumbuh kembangkan secara bekelanjutan sepanjang perjalanan hidup kita, dengan demikian menggerakkan kkuatan berpikir memberi daya dorong kedalam apa yang disebut :
1) Pikiran menjadi sebab terjadinya hal sejenis pada saatnya dan akan terus menyebar ;

2) Orang akan selalu menyesal atau menerima realitas dirinya saat itu ;
3) Akal selalu menemukan alasan untuk membentuk realitas diri ;
4) Persepsi dibangun berdasarkan realitas paling actual ;
5) Kita akan terus meningkat dari waktu ke waktu.
Untuk menumbuh kembangkan kebiasan yang efektif diperlukan pula daya kemauan yang kuat yang didorong oleh kekuatan berpikir dalam KETAATAN dalam hubungan dengan Allah Swt. dan kekuatan berpikir POSITIP dalam hubungan dengan manusia.
Dengan dua kekuatan berpikir tersebut kita akan mampu membendung kebiasaan dalam berpikir MAKSIAT dan berpikir NEGATIF.
Bertolak dari dasar pikiran diatas akan menjadi penopang kedalam apa yang disebut SIFAT PENUH KEKUATAN yang terdiri dari kekuatan KETEGUHAN, TANGGUNG JAWAB, IKHTIAR yang akan memberikan penompang kedalam apa yang disebut dengan:
1) Ketepatan pikiran ;
2) Ketepatan konsentrasi ;
3) Ketepan perasaan ;
4) Ketepatan tindakan ;
5) Ketepan perkiraan hasil (ouput dari kebiasaan berpikir).

6. MEMAHAMI PENTINGNA PENINGKATAN
KETERAMPILAN MENJADI KEWIRASWATAAN
Dengan mendalami kebiasaan yang efektif sebagai titik temu dari tiga kekuatan apa yang disebut dengan ILMU, PENGETAHUAN dan KEINGINAN. Oleh karena itu diperlukan kemampuan untuk menumbuh kembangkan PENGETAHUAN sebagai KETERAMPILAN hidup yang sangat dibutuhkan.
1) Keterampilan yang dikaitkan dengan KEMENANGAN PRIBADI yang mencakup menumbuh kembangkan pikiran kedalam apa yang disebut dengan :
Pertama : Mampu menjalankan kebiasaan berpikir dalam usaha-usaha memanfaatkan analisis strategis yang berbentuk pikiran dari yang bersifat REAKTIF menjadi PROAKTIF artinya akan memberi tekanan dari memecahkan masalah menjadi satu situasi untuk menghindari masalah. Keterampilan pertama inilah yang disebut kemampuan mengembangkan “Prinsip Visi Pribadi
2) Mampu menjalankan kebiasaan berpikir dengan apa yang diebut “Mulai Dengan Akhir Dalam Pikiran” artinya dengan mengembangkan pernyataan MISI PRIBADI dimaksudkan untuk memfokuskan kepada

pikiran yang terkait dalam apakah yang anda ingin lakukan (konstribusi dan pencapaian serta pada nilai atau prinsip yang menjadi dasar untuk menjadi dan melakukan. Keterampilan kedua ini apa yang disebut dengan PRINSIP KEPEMIMPINAN PRIBADI.
Dengan keterampilan ini berarti memiliki kemampuan untuk mewujudkan pusat kehidupan yang akan mencakup apa yang disebut :

1) Rasa aman yang menggambarkan perasaan diri berguna, identitas anda, jangkar emotional anda, harga diri anda, kekuatan atau kelemahan pribadi ;
2) Pedoman berarti sumber arah di dalam hidup anda ;
3) Kebijaksanaan adalah persfektif hidup anda ;
4) Daya adalah kemampuan atau kapasitas untuk bertindak, potensi mencapai sesuatu.

3) Mampu menjalankan kebiasaan berpikir dengan apa yang disebut DAHULUKAN YANG HARUS DIDAHULUKAN inilah yang disebut menjalankan KETERAMPILAN PRINSIP MANAJEMEN PRIBADI artinya merupakan hasil pribadi sebagai pemunuhan praktis yang diperlukan dari kemampuan keterampilan pertama dan keterampilan kedua.
Dalam keterampilan disini kita banyak berhadapan dengan sejumlah pertanyaan yang terkait dengan bidang kehidupan dan manajemen waktu.
Kedua, Keterampilan yang dikaitkan dengan segala usaha untuk mewujudkan apa yang disebut dengan usaha KEMENANGAN PUBLIK artinya disinilah kebiasaan dalam tindakan untuk menciptakan keseimbangan kepentingan peribadi disatu sisi dan disisi lain kepentingan umum.
Dengan menyadari hidup kita yang mewujudkan kemandirian berarti pula dapat menyadarkan sifat saling ketergantungan sebagai suatu kebutuhan yang tidak dapat dielakkan sebagai paradigm.
Oleh karena itu, kemampuan menyadari hal tersebut harus mampu untuk menuntun hal-hal yang terkait dengan pemahaman atas ;
1) Mengerti si individu ;
2) Mengurus hal-hal kecil ;
3) Memenuhi komtmen ;
4) Menjelaskan harapan ;
5) Memperlihatkan intergritas pribadi ;
6) Meminta maaf dengan tulus ketika anda membuat penarikan.
Dengan memahami apa yang kita ungkapkan diatas, maka melalui keterampilan ini, melahirkan kekuatan berpikir menjadi kebiasaan yang kita sebut :

4) Keterampilan dalam menjalankan PRINSIP KEPEMIMPINAN ANTARAPRIBADI berarti kita dapat memahami makna pada kedalam paradigma yang disebut dengan 1) Menang/ menang ; 2) Menang / kalah ; 3) Kalah / menang ; 4) Kalah/kalah ; 5) Menang ; 6) Menang / menang atau tidak ada transaksi.

Belajar dengan kebiasaan berpikir pola ini mendorong pikiran anda kedalam apa yang disebut dengan
1) Pikirkan tentang interaksi mendatang dimana anda berusaha mencapai kesepakatan ;
2) Buatlah daftar penghalang yang menghambat anda menerapkan paradigm Menang / Menang ;
3) Seleksilah hubungan tertentu dimana anda mengembangkan kesepakatan ;
4) Kenali tiga hubungan pokok di dalam hidup anda ;
5) Pikirkanlah masak2 penulisan naskah hidup anda sendiri 6) Belajarlah dari pengalaman orang yang tetap menerapkan paradigma pertama dalam situasi sulit.

5)Keterampilan dalam menjalankan apa yang disebut dengan Berusaha Mengerti Lebih Dahulu , Baru Dimengerti merupakan kunci untuk komunikasi antarpribadi yang efektif.

Oleh karena itu, pahamilah hal-hal yang terkait dengan Karakter dan Komunikasi sehingga akan mampu menuntun anda kedalam kemampuan untuk Mendengarkan sehingga menerapkan apa yang disebut dengan PRINSIP KOMUNIKASI EMPATIK.

Dengan demkian pelaksanaannya yang harus diprhatikan hal-hal yang terkait dengan :
1) Pilihlah sebuah hubungan yang di dalamnya anda merasakan gerakan emosinya, sehingga interaksi anda dengarkan untuk dapat mengerti ;
2) Sampaikan konsep empati dengan seseorang yang dekat dengan anda ;
3) Berkesempatan untuk menyaksikan orang yang sedang beromunikasi, perhatikan emosi apa yang timbul ;
4) Dari hasil menyelidik, mengevaluasi, menasehati atau menafsirkan mendapatkan penempatan pikiran yang salah oleh karena robahlah situasinya ;
5) Dasarkan presentasi anda berikutnya atas empati sehingga dapat dimengerti dari kerangka acuan mereka 6) Keterampilan dalam usaha Mewujudkan Sinergi dengan menjalankan apa yang disebut dengan PRINSIP KERJA SAMA KREATIF.
Dengan memahami makna SINERGI disini adalah keseluruhannya lebih besar dari pada jumlah bagian-bagiannya artinya bahwa hubungan satu sama lain diantara bagian bagian merupakan bagian di dalam dan dari hubungan itu sendiri.

Sinergi bukan hanya merupakan bagian, melainkan bagian yang paling bersifat katalisator.

Bertolak dari pemahaman diatas, maka pelaksanaannya dengan memperhatikan hal-hal yang kita ungkapkan apa yang disebut dengan :
1) Berpikir yang berbeda dapat digunakan sebagai batu loncatan untuk solusi alternatip ;
2) Buatlah daftar terhadap orang2 yang berbeda pandangan dengan anda yang dapat membuat menjadi suatu sinergi ;
3) Kenalilah satu situasi dimana menginginkan kerja sama tim dan sinergi yang lebih bear ;
4) Bila terjadi ketidak kesepahaman dengan seseorang dan uahakan untuk mengerti atas kekekhawatiran yang mendasari posisi orang itu. Bicarakan dengan yang bersangkutan dengan cara yang kreatif dan saling menguntungkan.

5) Keterampilan dalam usaha menumbuh kembangkan apa yang disebut dengan KEBIASAAN MENINGKATKAN DAYA PIKIRAN dengan MENJALANKAN PRINSIP PEMBAHARUAN DIRI YANG SEIMBANG artinya ada daya
kemauan untuk meluangkan waktu untuk mengasah daya ingat kedalam apa yang kita sebut memelihara dan meningkatkan asset terbesar yang anda miliki kedalam apa yang kita sebut dengan memperbaharui keempat sifat anda
1) Fisik ;
2) Spritual ;
3) Mental ;
4) Sosial / emosional.
Ungkitlah daya ingat anda dalam kebiasaan berpikir agar anda mampu mengekspresikan keempat motvasi diatas kedalam kemampuan DALAM FISIK berarti olahraga, Nutrisi, Manajemen stress ; DALAM MENTAL berarti membaca, visualisasi, perencanaan , menulis ; DALAM SPRITUAL penjelasan nilai dan komitmen, studi dan meditasi ; DALAM SOSIAL / EMOIONAL pelayanan, empati, sinergi, rasa aman intrinsik.
Mewujudkan Kesimbangan Dalam Pembaharuan diatas, maka pelaksanaannya perhatikan hal-hal disebut :
1) Buatlah suatu daftar aktivitas yang akan membantu anda tetap dalam kondisi fisik yang baik, yang akan pas dengan gaya hidup anda dan yang dapat anda nikmati sepanjang waktu ;
2) Pilihlah salah satu aktivitas tersebut dan dafatkan aktivitas tersebut tujuan di dalam daerah pribadi anda sesuai dengan jadwal waktu yang anda tetapkan ;
Buatlah daftar serupa yang terkait dengan spiritual dan mental anda di dalam daerah sosial-emosional anda, Membangun kebiasaan menjalankan “Perjalanan hidup penuh arti” berarti kita ingin berusaha secara berencana mengadakan perubahan dalam hidup dengan menatap masa depan menjadi lebih baik.
Pikirkan bahwa kepahitan adalah langkah pertama dalam jalan menuju kemajuan, oleh karena itu wujudkan kebiasaan menjadi satu kekuatan dalam bersikap dan berperilaku yang terpola, dengan demikian kita memanfaatkan otak dan hati baik berpikir yang disadari maupun yang tidak disadari.
Dengan membangun kebiasaan itu mendorong daya kemauan, maka ingatlah bahwa janganlah engkau berteman dengan lima orang :
1) Pendusta, maka tidaklah engkau berada dalam selain dalam penipuannya, dia adalah seumpama fatamorgana, dekat kepadamu yang jauh dan jauh kepadamu yang dekat
2) Dungu, maka tidaklah engkau memperoleh daripadana sesuatu. Ia mau mendatangkan manfaat kepadamu, lalu ia melaratkan akan kamu ;
3) Kikir, maka ia putuskan kamu dari sesuatu yang kamu amat memerlukannya ;
4) Pengecut, maka ia akan menyerahkan kamu dan akan lari ketika kamu menghadapi kesulitan ;
5) Fasiq, maka ia akan menjual kamu dengan sesuap makanan atau kurang dari itu.
Dengan mendalami apa yang kita ungkapkan diatas, untuk berhati-hati dalam bergaul, oleh karena itu renungkan baik-baik apa yang terpikir dalam hal tidak orang mudah tergelincir jika ia menganggap jalannya tanpa bahaya.
Membangun kebiasaan yang dapat memberikan manfaat yang besar dalam menjalani hidup penuh arti berarti dengan kebiasaan manusia menjadi orang yang meraih puncak itu berpikir lain dibandingkan yang lain artinya tidak ada yang lebih membatasi prestasi ketimbang berpikir kecil, tidak ada yang lebih mengembangkan kemungkinan ketimbang berpikir secara tidak dikekang.
Dengan demikian jalanilah hidup penuh arti sehingga akan selalu menggerakkan kekuatan pikir dengan memanfaakan otak dan hati sehingga anda dapat menangkap makna bahwa hidup itu bagaikan roda berputar, tidak selamanya engkau di bawah. Ada saatnya engkau brada di atas dan ada saatnya engkau berlebaran.
1) Daftarlah hubungan yang anda ingin perbaiki.
2)Tuliskan aktivitas yang kita sebut “Mengasah gergaji” (mengungkit daya ingat) yang spesifik kedalam keempat demensi setiap minggu, kerjakan aktivitas tersebut dan evaluasilah kinerja dan hasil anda.

7. LANGKAH MENEMUKAN BAKAT TERSEMBUNYI
MENJADI KEWIRASWASTAAN SEBAGAI PRIORITAS HIDUP
Renungkan menjadi seorang KEWIRAUSAHAAN memotivasi perubahan berpikir yang tidak pernah diungkap dalam system pendidikan seperti yang penulis bayangkan karena sampai saat ini tidak menunjukkan adanya usaha-usaha untuk melakukan perubahan yang mendasar terhadap sikap dan perilaku anak didik, untuk menjadi kader-kader dalam kewirausahaan, mereka hanya diarahkan kepada satu kenyataan untuk menjadi pencari lapangan kerja bukan orang yang pemikir untuk menciptakan lapangan kerja.
Adalah logis kita mempertanyakan, mengapa keadaan itu menjadi terbentuk sejak kita merdeka sampai saat ini ? Tulisan ini tidaklah dimaksudkan untuk mencari jawaban secara menyeluruh, melainkan sekedar untuk menggugah bagi setiap orang yang mampu untuk menggerakan kemampuan berpikir dengan memanfaatkan kesadaran, kecerdasan dan akal dalam proses akhir bagi yang bersangkutan untuk mengambil keputusan, apakah saya memiliki kesempatan untuk menjadi pelaku dalam wirausaha.
Pertama, marilah kita menyamakan satu pemahaman mengenai yang dimaksud dengan kewirausahaan atau enterpreneur itu sendiri.
“Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya”.
Dalam Ensiklodedia Manajemen oleh Prof. Komaruddin, Entrepreneur, pengusaha, usahawan, wirausaha adalah “ Di dalam bahasa Inggeris perkataan Enterpreneur di samping enterpriser. Pada mulanya berarti seorang manejer-pemilik, seringkali pendiri suatu perusahaan, seseorang yang mengkombinasikan faktor produksi tanah, tenaga kerja dan modal untuk penggunaan produktif.
Sekarang kadang-kadang digunakan (misalnya oleh ahli ilmu ekonomi Joseph Alois Schumpeter) untuk menejer yang inovatif yaitu menejer yang menggunakan inovasi baru dalam bidang teknologi yang mungkin pemilik atau bukan pemilik, atau untuk menejer yang membuat keputusan penting atau keputusan kritis di dalam suatu perusahaan (misalnya oleh John Maynard Keynes)
Dalam Enziklopedia Ekonomi, Keuangan dan Perdagangan, dihimpun oleh A. Abdurachman, Entrepreneur (Pengusaha) “ Dari bahasa Perancis ialah seseorang yang mengambil bagian dalam, atau yang mengusahakan sesuatu. Dalam teori ilmu ekonomi, ialah seseorang yang berusaha, mengambil initiatif atau memulai dengan, dan mengusahakan suatu perusahaan.
Menurut kebiasaan, istilah ini berarti seseorang yang mengusahakan suatu perusahaan dagang berukuran kecil, seperti seorang petani atau pedagang eceran; seorang pemilik perusahaan. Orang-orang yang bertangung jawab karena mengambil initiatif untuk memperkembangkan atau menjalankan dan mengendalikan suatu organisasi perdagangan. Mereka itu menanggung resiko dan ketidak ketentuan. Jika berhasil mereka mendapatkan keuntungan ; jika tidak berhasil mereka memikul kerugian. Mereka mengkombinasikan faktor-faktor produksi dan menjual produk-produk yang mereka hasilkan itu kepada para konsumen; mereka bertindak sebagai orang-orang perantara antara pasar-pasar faktor dan pasar-pasar komoditi. Seorang entrepreneur biasanya telah menanam modalnya dalam usaha yang ia pimpin , akan tetapi biasanya bekerja untuk sebagian besar dengan modal pinjaman”.
KRETERIA DALAM MERUMUSKAN PEMAHAMAN
Bertitik tolak dari pemahaman yang diungkapkan diatas, maka siapa yang disebut sebagai KEWIRAUSAHAAN (ENTREPRENEUR) itu ? Jawabnya dapat kita rumuskan kedalam kreteria sebagai berikut :
1. Memiliki visi memaksimumkan peluang-peluang masa depan.
2. Memiliki komitmen, kolaborasi dan komunikasi.
3. Memiliki kesiapan menghadapi tantangan dan resiko yang dihadapi.
4. Memiliki kemampuan menuangkan kedalam rencana jangka pendek, menengah dan panjang.
5. Memiliki keinginan untuk mengembangkan diri secara berkelanjutan.
6. Memiliki keinginan untuk mengembangkan para kader bukan pekerja semata.
7. Memiliki kemampuan kreativitas individu dan kelompok.
8. Memiliki kemampuan kreatip menjadi inovatif.
9. Memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi informasi.
10. Memiliki kemampuan berpikir antisipatif.

Berdasarkan kreteria tersebut diatas, maka yang dimaksudkan dengan Kewirausahaan adalah seseorang yang mampu mengaktualisasikan visi merebut peluang masa depan secara profesional (kolaborasi, komitmen, komunikasi) berdasarkan kreatif menjadi inovatif organisasi dengan memanfaatkan teknologi informasi dengan berpikir antisipatif.
Pemahaman keunggulan menjadi daya dorong sebagai entrepreneur yang sukses bertitik tolak dari keinginan untuk berpikir dari unsur kata dalam “KEWIRAUSAHAAN “ menjadi kata yang bermakna sebagai berikut :

K menjadi (K)epemimpinan
E menjadi (E)ntrepreneur
W menjadi (W)adah
(I)ntergrasi
(R)encana
(A)ksi
(U)saha
(S)uara
(A)kses
(H)ati
(A)kal
(A)nugerah
(N)irmala

Bila kata tersebut disusun kedalam satu untaian kalimat yang bermakna maka kata KEWIRAUSAHAAN dapat dirumuskan menjadi suatu alat berpikir adalah kemampuan berpikir (K)epemimpinan (E)ntrepreneur dalam (W)adah organisasi wirausaha sebagai alat ( I)ntergrasi dari suatu (R)encana kedalam (A)ksi menjadi tindakan (U)saha yang menimbulkan (S)uara untuk menggerakkan (A)kses kedalam (H)ati dan (A)kal sebagai (A)nugerah menjadi (N)irmala.
Berdasarkan pemahaman diatas, diharapkan menjadi suatu kekuatan pikir untuk menumbuh kembangkan kemampuan entrepreneur menunjukkan jalan menuju keberhasilan.
Sejalan dengan pemikiran diatas, maka cobalah anda renungkan dan pikirkan menjadi seorang yang berperan sebagai Entrepreneur, Jawablah !

APAKAH ANDA SEORANG ENTREPRENEUR
Langkah pertama seandainya anda memiliki kekuatan otak yang belum terungkap untuk memaksimumkan kekuatan berpikir dalam usaha merubah kehidupan anda dimasa depan, maka renungkan sejumlah pertanyaan dibawah ini untuk menggali pikiran anda, apakah anda termasuk memiliki keinginan untuk menjadi entrepreneur (kewirausahaan). Beri tanda pada kolom ya atau tidak :
P E R T A N Y A A N YA TIDAK
1. Apakah dalam pikiran anda telah memilikikepuasan dari apa yang anda lakukan dalam pekerjaan saat ini.
2. Apakah anda dalam melaksanakan pekerjaan saat ini
mendapatkan kesulitan bila melebihi kekuasaan dan
wewenang yang anda miliki.
3. Apakah anda merasakan dalam pikiran untuk merubah
apa yang dikerjakan menjadi lebih sempurna sebagai
keinginan yang lebih besar dari pada mempertahankan
tugas apa adanya saat ini.
4. Apakah anda memiliki kemampuan berpikir untuk
menimbulkan ide baru setiap saat anda melangkah
dalam hidup ini.
5. Apakah anda memiliki kemampuan untuk merumuskan
kedalam perencanaan dan aplikasi dari ide baru anda.
6. Apakah anda dapat meredam dan merahasiakan ide anda dari orang lain, sebelum anda siap melaksanakannya.
7. Apakah anda memiliki jaringan atau memperluasnya
ke jaringan baru atas kemampuan anda atau teman
sejawat.
8. Apakah anda merasakan mendapat dukungan atas ide
anda dari lingkungan internal dan eksternal atau bagian
besar menentangnya.
9. Apakah anda merasakan memiliki kemampuan untuk
melewati rintangan yang maha sulit yang mungkin dalam pikiran anda mungkin gagal dari pengalamannya.
10. Apakah anda merasakan ketidak puasan bila ada orang
kepercayaan anda tidak mampu melaksanakan dari
bagian ide anda.
11. Apakah anda mampu mengubah kecenderungan bahwakepuasan didapat bila sesuatu dikerjakan sendiri dan berusaha membagi tugas dan tanggung jawab dalam kerja tim.
12. Apakah anda memiliki keinginan untuk memisahkan sebagian pendapatan dalam usaha anda untuk merubah
nasib dengan menangkap peluang masa depan.

J u m l a h ………………………………………………….

Dari pernyataan anda melalui suatu proses berpikir dengan memanfaatkan kesadaran, kecerdasan dan akal, anda sampai pada satu kesimpulan untuk melangkah membuat perubahan keperibadian yang berkelanjutan.
Bila jawaban anda menunjukkan bilangan ya dan atau tidak, apakah anda sudah siap untuk membuat langkah-langkah yang harus dihadapi kedepan, sekiranya kita mengkelompokkan anda masuk dalam posisi yang kita sebut dengan
1) bekerja sebagai pegawai yang terikat, 2) bekerja sebagai pegawai yang tidak terikat, 3) bekerja sebagai pengusaha, 4) bekerja sebagai penanam modal.
Bila jawaban anda dari 12 pertanyaan, menjawab 12 kali tidak berarti anda adalah bekerja semata-mata hanya ingin jadi pegawai yang terikat ; menjawab 8 kali ya dan 4 tidak berarti anda adalah bekerja sebagai pegwai yang tidak terikat ; menjawab 12 kali ya berarti anda adalah seorang yang berkeinginan untuk bekerja sebagai pengusaha ; menjawab 10 kali ya dan 2 tidak berarti anda adalah seorang bekerja sebagai penanam modal.

Perubahan perjalanan hidup anda, ditentukan oleh oleh pikiran anda sendiri, banyak diantara kita diperdayakan oleh cahaya samar karena dia dalam gelap, perasaannya didahulukannya daripada pertimbangannya. Keinginan dari tidak tahu menjadi tahu tidak mampu ia gerakkan untuk berpikir karena ia tidak mau merubah cara ia meningkatkan penghasilan.
Seandainya anda mau merubah cara mendapatkan penghasilan, itu berarti anda mulai ingin mengetahui kekurangan diri anda sebagai tangga buat mencapai perjalan hidup baru. Jadi anda menyadari sepenuhnya bahwa mencari bahagia bukanlah dari luar diri tetapi dari dalam.
Pusatkan perhatian anda untuk berpikir ke masa depan bukan sebagai pencari kerja melainkan sebagai seseorang yang mampu menciptakan lapangan kerja, walaupun setiap orang akan merasakan dari pengalaman hidup menempuh kempat cara sebagai peran anda dalam kehidupan.
Yang perlu diingat bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan, diberi ilmu sedikit oleh karena itu belajarlah sepanjang hidup anda dalam usaha anda untuk membangkitkan kebiasaan yang efektif dalam menemukan diri anda sendiri dalam merubah cara dalam memperoleh pendapatan di masa depan.

VISI HIDUP MENJADI ENTREPRENEUR
Mewujudkan suatu impian menjadi kewiraswastaan kedalam satu kenyataan, dimulai dengan pemahman kita mengenai suatu pendekatan proses dalam pikiran yaitu mengintegrasikan satu gagasan yang menjadi keinginan anda dengan tujuan dalam kegiatan berwiraswasta.
Sejalan dengan pikiran tersebut, maka kita memahami benar makna menjadi seorang berwiraswasta, artinya untuk menjadi seorang yang disebut dengan “ Entrepreneurs” adalah seseorang yang mampu mengaktualisasikan visi merebut peluang masa depan secara profesional (kolaborasi, komitmen, komunikasi) berdasarkan kreatif menjadi inovatif organisasi dengan memanfaatkan teknologi informasi dengan berpikir antisipatif.
Dengan menggerakkan kekuatan pikiran, maka proses pengintegrasian antara keinginan dalam niat untuk menjadi seorang entrepreneurs yang sukses diperlukan penguasaan pengetahuan dan keterampilan berwiraswasta kedalam bisnis dan pasar yang dinginkan.
Bertitik tolak dari pemahaman atas pendekatan yang kita sebut dengan proses intergrasi antara impian dan tindakan hidup yang akan ditempuh mendorong seseorang membangun kebiasaan yang produktif.
Kebiasaan yang produktif hanya dapat tumbuh dan berkembang, bila anda secara terus menerus menyadari untuk mengenal diri anda sendiri, maka disitu terletak

keinginan anda untuk terus memanfaatkan kekuatan pikiran anda, dalam rangka meningkatan kesadaran, kecerdasan dan akal dalam mewujudkan impian anda.
Jadi seandainya anda membuat keputusan dalam perjalanan hidup bahwa mimpi untuk mewujudkan menjadi kewiraswastaan berarti anda siap menjadi entrepreneurs sejati untuk mengelola bisnis mandiri dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia yang asalnya dari internal dan atau eksternal.
LANGKAH DALAM PROSES INTERGRASI
Pertama, yang perlu anda kembangkan adalah untuk memahami diri anda sebagai bagian dari proses integrasi yang kita maksudkan artinya anda memulai menggerakkan kekuatan pikiran anda untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman anda mengenai peran dalam posisi anda saat ini, melalui kemampuan menggerakakan KESADARAN sebagai alat pikir untuk melihat situasi diri anda sendiri.
Sejalan dengan pikiran tersebut diatas, cobalah anda renungkan dan pikirkan situasi yang anda hadapi saat ini dengan mengidentifikasikannya melalui kekuatan pikiran kesadaran anda dalam membuat pernyataan mengenai apa yang terpikirkan atas :
• Buatlah pernyataan dari hasil buah pemikiran anda yang terbaik sehingga menghasilkan sesuatu yang telah dikerjakan dapat memberikan manfaat.
• Buatlah pernyataan dari hasil buah pemikiran anda yang kurang memuaskan sehingga berdampak kurang memberikan manfaat atasnya.
• Buatlah pernyataan dari hasil buah pikiran anda yang dapat menunjukkan sesuatu gambaran dari karekterisktik kesombongan diri anda.
• Buatlah pernyataan dari hasil buah pikiran anda yang dapat menunjukkan sesuatu gambaran dari karekteristik kurang kesombongan diri anda.
• Buatlah pernyataan dari hasil buah pikiran anda yang menunjukkan untuk menghentikan apa yang hendak anda hentikan.
• Buatlah pernyataan dari hasil buah pikiran anda yang terkait dengan kehidupan diri anda yang tidak menyenangkan dan ada keinginan untuk merubahnya.
• Buatlah pernyataan dari hasil buah pikiran anda yang terkait dengan melakukan sesuatu pekerjaan demi untuk kehidupan walaupun anda tidak menginginkannya.
• Buatlah pernyataan dari hasil buah pikiran anda yang terkait dengan hobi anda, yang mana paling menyenangkan dan dalam organisasi mana anda bergabung serta mengapa anda memilihnya.
• Buatlah pernyataan dari hasil buah pikiran anda yang terkait dengan sumber utama dari pendapatan saat ini dan adakah keinginan untuk mengubahnya.
• Buatlah pernyataan dari hasil buah pikiran anda yang terkait dengan tempat tinggal anda saat ini dan adakah keinginan untuk merubahnya.
Kedua, setelah anda membuat gambaran yang disebutkan diatas dari hasil identifikasi diri anda sendiri melalui proses alat pikiran dengan KESADARAN untuk memperoleh gambaran situasi dalam lingkungan sendiri, dan menghubungkannya dengan lingkungan luar yang mempengaruhinya dalam usaha mencari jawaban atas “what to do”
Bertitik tolak dari gambaran situasi tersebut, dapatkah anda membayangkan dari apa-apa yang sedang berjalan untuk melihat ke masa depan anda. Kekuatan pikiran dari kesadaran anda itu cobalah dorong dari seluruh aspek kehidupan, untuk memanfaatkan alat pikiran KECERDASAN untuk melihat gambaran dari sisi sebab akibat bagaimana bayangan visi hidup kedepan. Sejalan dengan pikiran tersebut cobalah anda renungkan menjadi seorang entrepreneur artinya anda membayangan kegiatan bisnis apa menjadi fokus anda dalam usaha mencari jawaban atas “why to do it”
Ketiga, sejalan dengan proses berpikir dengan memanfaatkan kecerdasan tersebut, maka anda akan dihadapkan untuk membangun keyakinan atas pilihan-pilihan yang memiliki tanggung jawab dan resiko yang dihadapi.
Oleh karena itu, dalam proses mengambil keputusan, maka dalam menggerakkan pikiran melalui AKAL untuk mencari jawaban atas “how to do it” yang sejalan dengan usaha-usaha untuk mencapai visi dalam perjalanan hidup anda.

Jadi dengan akal memberikan keyakinan diri, maka akan mendukung proses keputusan yang produktif atas keputusan pilihan yang diambil menjadi tanggung jawab dalam peran anda di masa depan, sehingga keyakinan diri anda tidak akan terpengaruh dari godaan naluri yang didorong oleh emosi yang ngatip.
Keempat, selanjutnya sampailah kepada satu pikiran untuk menjawab atas “when to do it” dari proses intergrasi antara pemahaman yang mendalam atas identifikasi diri anda saat ini dan keinginan apa di masa depan yang hendak dicapai.
Dari proses berpikir melalui kesadaran, kecerdasan dan akal yang memberikan gambaran abstrak dan apabila anda ingin apa yang dipikirkan untuk dilaksanakan, maka berarti akan menjawab atas “when to do it” yang sejalan dengan kemampuan berpikir yang disadari berartti maka secara jelas mencetuskan keinginan yang dilandasi dengan niat dan hasrat untuk melaksanakan dalam usaha mewujudkan impian masa depan.

VISI HIDUP ANDA
Bertitik tolak dari keputusan identifikasi diri anda berdasarkan proses integrasi dengan mengungkit kekuatan pikiran anda, maka dengan keputusan yang diambil bahwa anda berharap untuk melakukan perubahan apa yang
telah lakukan saat ini dan anda ingin mewujudkan impian yang anda cita-cita untuk merubah hidup untuk masa depan.
Oleh karena itu, diperlukan suatu petan perjalanan anda dimasa depan utnutk menentukan arah sebagai suatu pernyataan yang kita sebut dengan VISI anda.
Untuk merumuskan visi tersebut haruslah terumuskan dari kejelasan mengenai : 1) Konsep yang terfokuskan ; 2) Pekerjaan yang bermanfaat berdasarkan keinginan dan niat ; 3) Peluang yang secara realistik dapat dicapai. Ketiga unsur diatas merupakan landasan berpikir dalam merumuskan visi sebagai sarana untuk menuntun dalam bersikap.
Sejalan dengan pikiran diatas, maka pernyataan visi anda secara singkat dapat menjadi daya dorong untuk menggerakkan kekuatan pikiran anda, oleh karena itu sebagai ukuran visi anda mengandung unsur yang jelas mengenai “citra, budaya, arah dan tujuan” .
Visi tersebut lebih lanjut dijabarkan kedalam pernyataan yang kita sebut dengan MISI, TUJUAN, BUDAYA, STRATEGI.
Bertitik tolak dari kemampuan untuk berpikir yang disadari dengan memanfaatkan otak dan hati dalam proses berpikir dari yang tidak tahu menjadi tahu, mendorong anda untuk menggerakkan kesadaran, kecerdasan dan akal sebagai alat pikiran untuk melaksanakan proses integrasi sebagai pndekatan.
Sejalan dengan pemikiran diatas, maka dalam proses integrasi tersebut, dimaksudkan untuk mencari jawaban atas “what todo ; why to do it ; how to do it ; when to do it “ dalam rangka menemukan tentang diri sendiri yang terkait dengan peran anda saat ini dan mimpi peran anda masa depan dalam rangka mewujudkan niat dan hasrat anda untuk menjadi seorang “entrepreneur” yang sukses
Oleh karena itu, yang penting dalam proses integrasi sebagai suatu pendekatan bahwa dalam melaksanakan identifikasi diri anda dan adanya keinginan keluar dari peran yang di jalankan saat ini, ditentukan oleh kesiapan yang datang dari dalam diri anda untuk secara jelas mengungkapkan “komitmen” diri anda.
Dengan demikian pernyataan komitmen tersebut haruslah dirumuskan secara jelas, sebagai suatu kekuatan untuk menggerakkan pikiran-pikiran atas apa-apa yang telah dipikirankan secara disadari disatu sisi dan disisi lain dan disisi lain adanya kreativiatas dari hasil pemikiran intuitip anda.
Dengan komitmen yang jelas dan anda meyakini untuk melangkah dalam proses integrasi dalam menggerakkan kekuatan pikiran anda dan berusaha dalam visi hidup untuk mewujudkan sesuatu kegiatan yang akan selalu akan anda ingat sepanjang hidup anda dan bayangkan pula apa-apa dalam lima atau tiga tahun kedepan seandainya anda hidup untuk memberikan konsentrasi pikiran dan fokus terhadap kegiatan anda. Selanjutnya bayangkan pula
apa yang seharusnya dikerjakan dan yang tidak boleh anda lakukan dalam perjalanan hidup anda.

KEBERANIAN MENGAMBIL KEPUTUSAN MENJADI
KEWIRAUSAHAAN
Pada bagian pertama telah kita utarakan mengenai pemahaman pola pikir dalam menentukan pilihan cara mendapatkan pendapatan dalam memenuhi kebutuhan perjalanan hidup ini. Apapun pilihannya sudah merupakan keputusan anda untuk dijalankan.
Setiap orang dapat pula menginginkan perubahan dalam perjalanan hidup mereka, yang memutuskan untuk berubah, sudah tentu menghadapi resiko dan tantangan. Untuk orang yang ingin berubah, ia meyakini dalam berpikir untuk tidak terlalu cemas menghadapi masa depan. Keberanian mengambil keputusan menjadi wirausaha, sudah tentu berdasarkan pertimbangan yang mendalam dari satu keinginan untuk mencapai masa depan yang lebih baik.
Merebut kesempatan yang ada disekeliling kita, kita meyakini pula memiliki kemampuan memanfaatkan otak untuk pandai melihat, mengenalinya serta mengikuti perkembangannya.

Jadi memaksimumkan peluang masa datang pada orang sebanding dengan kecakapan, kemauan bertindak, kemauan memandang jauh, pengalaman dan pengetahuan mereka tentang dunia usaha.
Kemampuan untuk merealisasikan keputusan atas kesempatan datang sekali dan tidak jarang pula banyak orang mengatakan kurang kesempatan baginya, atau dengan kata lain ia membela diri bahwa dirinya tidak pernah mendapat kesempatan.
Oleh karena itu sekali keputusan yang diambil menjadi wirausaha, maka saat ini dan seterusnya tidak pernah akan ada kesempatan untuk memaksimumkan peluang-peluang yang ada, kecuali anda meyakini benar bahwa jangan cemas menghadapi masa depan dengan kemauan yang keras untuk mewujudkannya melalui satu proses membangun kebiasaan yang efektif.

MEMPERSIAPKAN KESEMPATAN
Masih banyak orang beranggapan bahwa kesempatan itu umumnya adalah persoalan nasib. Disinilah letak persoalan yang dihadapi oleh setiap orang yaitu perubahan cara kita berpikir bahwa bila kita meyakini dimana manusia diciptakan oleh Allah
SWT sebagai makhluk yang berbeda dengan yang lainnya dan diberikan – NYA dengan ilmu yang sedikit, itu satu tanda kita harus belajar secara berkelanjutan.
Dengan pikiran itu, manfaatkanlah otak untuk merebut kesempatan, walaupun kita menyadari bahwa nasib kalau memang ada memegang peran yang kecil dalam membentang kesempatan oleh karena itu renungkan kembali bahwa bagian dari nasib adalah keuntungan-keuntungan, sehingga anugerah keuntungan tidak memandang kepada siapapun adanya.
Jadi ingatlah selalu bahwa kesempatan adalah sesuatu yang memungkinkan seseorang untuk meletakkan sebelah kakinya di sebelah dalam dari pintu sukses, tapi bukan berarti telah memecahkan pintu. Jadi salah satu yang paling sulit terlambatnya memperoleh rencana di samping kesibukan mengejar kesempatan karena ia tidak mampu memanfaatkan otak untuk berpikir dengan alat pikir yang telah tersedia, yang disebut dengan kesadaran, kecerdasan dan akal.
Dengan alat pikir itulah seseorang mempersiapkan kesempatan, apa saja yang harus dilakukan orang, tidak lain ia harus bekerja, belajar, membaca, berpikir, melakukan pengamatan, sehingga ia mampu bersikap dan berperi-laku untuk waspada mengamati kesempatan, bijaksana dan berani mempertimbangkan kesempatan, kuat dan ulet memanfaatkan kesempatan agar berhasil sebaik-baiknya, namun akhirnya ia berserah diri kepada sang pencipta adanya, Dialah menentukan segala-galanya.

Jadi dengan otak manusia pula, ia harus mampu menemukan tentang dirinya agar secara jujur terungkap dalam pikirannya bahwa dalam mempersiapkan kesempatan, maka ia harus berani mengungkapkan kekurangan-kekurangan pribadi agar secara sistimatis langkah pertama menuju perbaikan diri sendiri harus dilakukannya, dengan harapan agar seseorang dapat memastikan diri dalam usaha untuk memusatkan pikiran tugasnya, jika perlu membangun kembali kepribadiannya.
Kepribadian yang dibentuk dan dikembangkan disini haruslah dipandang sebagai salah satu tonggak yang menentukan dalam keberhasilan mewujud-kan impian visinya, oleh karena itu ia harus dipandang sebagai satu pola menyeluruh kedewasaan rohaniah, sosial, emosional dan intlektual dalam bersikap dan berperilaku sebagai mana dikehendakinya.

MEMBANGUN KESAN KEPEMIMPINAN
Membangun kepribadian seperti yang kita utarakan diatas, merupakan esensi sebagai kepemimpinan yang mampu membangun kesan sebagai suatu proses mempengaruhi orang lain untuk mengambil langkah menuju suatu sasaran bersama.
Membangun kesan kepemimpinan haruslah dipandang sebagai strategi dalam mengemban tanggung jawab,
sehingga menjadi kewiraswastaan atau pengusaha haruslah tumbuh dan berkembang dalam satu kesan secara perlahan-lahan, langkah inilah yang akan menuntun sikap dan perilaku dari aktualisasi kepribadian yang ditunjukkan bahwa tak ada orang yang membuat reputasi baik sedemikian cepat.
Perlu kita sadari pula bahwa kepemimpinan efektif, juga dibentuk oleh pendapat-pendapat berkembang secara lambat dan sekali terbentuk, mereka mengeras ibarat beton.
Oleh sebab itu tidaklah pernah terlalu dini bagai seorang pengusaha yang sangat berambisi untuk melangkah kedalam sikap dan perilaku eksekutif teladan, tapi sebaliknya mungkin akan terlambat baginya jika ia terus mengikuti kebiasaannya tidak pada jalan-jalan yang benar dan terarah.
Oleh karena itu, haruslah dibayangkan kedalam kemampuan berpikir bahwa reputasi seseorang ditentukan oleh kepribadiannya, untuk mengingatkan kita bahwa karena tak ada jalan lain untuk menerangkan mengapa begitu banyak orang terus membuat kesalahan-kesalahan yang sama hari demi hari, menghapuskan segala kemungkinan mereka mencapai suatu tingkat keberhasilan. Oleh karena itu, setiap keberhasil juga memperlihatkan kepada kita bahwa suatu gambaran yang benar memerlukan pengorbanan.
Jadi disatu sisi reputasi menambah keberhasilan, disisi lain merupakan gambaran yang benar memerlukan pengorbanan, sehingga mungkin pengorbanan terbesar yang dibutuhkan seorang sangat berambisi berkisar disekitar disiplin diri. Ia harus belajar mengendalikan diri. Ia harus belajar mengendalikan diri. Ia harus menahan keinginannya, menaikan batas emosinya dan umumnya melatih kemajuan zaman dari perubahan masyakat informasi ke arah masyarakat pengetahuan.
Pilihan menjadi pengusaha berarti membangun dan mengembangkan satu kepribadian sesuai dengan tuntutan kebutuhan untuk tumbuh dan berkembang kedalam kepemimpinan efektif yang sejalan dengan usaha-usaha mengembangkan kebiasaan yang efektif.
Mempersiapkan kesempatan merupakan awal perubahan sikap dan perilaku dalam usaha mengembangkan kebiasaan yang efektif yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan kedewasaan rohaniah, sosial, emosional dan intlektual.
Dengan membangun kebiasaan yang efektif secara bertahap, maka akan melahirkan satu kesan kepemimpinan yang memiliki reputasi yang mengingatkan setiap orang dalam ia bersikap dan berperilaku dalam mencapai keberhasilan.
Setiap keberhasilan memerlukan satu pengorbanan yang sebenarnya dalam mewujudkan kepemimpinan yang dipandang sebagai strategi dalam mengemban tanggung jawab sesuai dengan tuntutan perubahan.
KEYAKINAN DIRI DALAM KEBERHASILAN
MENJADI PENGUSAHA
Keputusan anda menjadi pengusaha berarti anda dalam keyakinan akan mampu memasuki gelombang lingkungan ketidak pastian yang komplek sehingga memberikan motivasi diri anda dalam satu usaha yang harus ditumbuhkan secara berkelanjutan.
Sikap dan perilaku anda akan sejalan dengan pikiran yang akan menuntun kepada keyakinan karena ia berpikir yang disadari. Kesadaran bukan diotak tetapi berpusat di hati. Hati adalah alat untuk menghayati. Hasil kerja hati dengan penghayatan itu disebut intuisi.
Jadi berpikir yang disadari (berpikir secara metodis) merupakan kerja dari dua unsur organ di dalam diri kita, yaitu unsur otak dan unsur hati. Otak alat pikir dan hati alat menghayati. Jadi berpikir diartikan sebagai “seluruh kisaran proses mental yang sadar”
Dengan keyakinan-keyakinannya karena ia secara tidak sadar akan bertindak segalanya menurut kemampuannya untuk menyesuaiankan keyakinan-keyakinannya sehingga ia menjadi daya dorong untuk memberikan arahan terhadap kesan diri anda menuju keberhasilan.
Uraian diatas untuk mengingatkan kembali arti dari keyakinan diri itu sendiri sehingga memberikan gambaran kepada anda tentang kesan diri anda sebagai akibat dari kesadaran atau pikiran bijaksana dalam pekerjaan.
Jadi keyakinan diri mendorong seseorang untuk memahami secara mendalam atas situasi yang dapat menerangkan tentang mengapa seseorang ada yang mengalami kegagalan dan atau yang berhasil. Dari pengalaman itu, ia akan mampu untuk mengungkapkan keyakinan diri, walaupun kita sadari sedikit orang yang menyadari keyakinan diri.

BAGAIMANA ANDA MENYINGKAP KEYAKINAN DIRI
Seseorang yang memiliki keyakinan diri berarti ia mampu menggerakan orang lain yang dapat menimbulkan tentang kesan dirinya. Jadi untuk mengetahui bagaimana sebaiknya ia menyingkap keyakinan diri itu, sudah tentu dapat kita melihatnya dari sudat pandang yang beragam.
Pertama, anda dapat mengungkapkan dari sudut tujuan hidup yang telah digariskan, dari situ anda dapat mengamati seberapa jauh tujuan dan sasaran dapat dicapai. Dari sudut pandang ini anda dituntut untuk memahami keputusan-keputusan yang diambil.
Kedua, anda dapat mengungkapkan dari sudut beragam kegiatan-kegiatan yang sangat anda gemari untuk melakukannya. Dari sudut pandang ini, anda dituntut untuk mensiasati kebiasan-kebiasan yang terbentuk dari kegemaran apa yang anda lakukan.

Ketiga, anda dapat mengungkapkan dari sudut reaksi-reaksi anda terhadap kerja sejawat (bawahan dan atau atasan), faktor eksternal dan atau internal, pekerjaan yang dihadapi.
Menyingkap keyakinan diri, pendekatan pertama :
Ada saja orang berbeda pandangan dalam mengungkapkan keyakinan dirinya, walaupun bagi yang bersangkutan tidak jarang sebenarnya memiliki pendidikan dan pengalaman tapi tidak berkeinginan untuk berhasil dalam dunia usaha. Oleh karena itu suatu keputusan, bagaimanapun harus diambil walaupun ia menyadari banyak orang lain tidak setuju dengan keputusannya.
Dengan keyakinan pula, ia tidak peduli dengan orang cerdik pandai dalam mengungkapkan keberhasilan dan atau kegagalan selain dari dirinya sendiri. Apapun hasilnya yang ia kerjakan, seandainya satu saat menunjukkan ia akan menghadapi kegagalan, itu tidak berarti untuk menyurutkan niatnya, walaupun ia harus memikirkan dari mana pemasukannya diperoleh. Jadi dengan keyakinan diri pula, anda harus merasa senang dan bukan takut di mana anda dan ke mana anda akan pergi.
Gambaran diatas, haruslah memotivasi anda untuk membuat satu analisa atas keputusan anda, apakah kesan diri anda bersifat membangun atau bersifat menghancurkan bagi anda.

Menyingkap keyakinan diri, pendekatan kedua :
Seandainya anda senang melakukan sesuatu pekerjaan, kemudian anda dapat memahami apa yang terjadi dari tindakan anda, apakah akan membawa kesenangan atau sebaliknya, maka buah pikiran anda akan tertuju kepada kesan diri yang menggambarkan apakah segala sesuatu anda bekerja sesuai dengan keyakinan diri anda atau sebaliknya berlawanan dengan anda.
Bila anda berada disatu lingkungan hubungan dengan atasan dan atau bawahan dimana mereka berhasil, sedangkan anda sebaliknya maka sudah tentu perasaan anda dihinggapi satu perasaan apakah ada hubungannya dengan pendidikan dan pengalaman. Jadi kalau kesan diri anda terarah keberhasilan walaupun kurang pendidikan dan pengalaman anda merasakan sama dengan mereka yang berhasil.
Kesan diri anda akan senang berada dilingkungan orang-orang yang memiliki inisiatif dan berambisi dan oleh karena itu anda akan selalu mempertanyakan kembali keyakinan anda dengan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin dapat ditanyakan kedalam pikiran anda seperti apakah anda lebih senang kerja yang berkaitan dengan kreatif atau rutin ? ; apakah anda lebih senang mengundang tamu di restoran atau dirumah anda ? ; apakah senang untuk memikirkan tentang pengembangan karir anda di masa depan ?
Jadi membuat pertanyaan itu memotivasi untuk mengembangkan dari kemampuan memanfaatan otak, agar mendorong untuk berpikir ke arah yang positif.
Menyingkap keyakinan diri, pendekatan ketiga :
Apa reaksi anda, terhadap lingkungan anda yang memberikan kesan diri anda yang bisa saja menggambarkan dalam dua keadaan yaitu gambaran yang bersifat positip dan atau negatip.
Apapun jawabannya, akan tergantung dari proses anda berpikir dalam mengambil keputusan, apakah anda merasakan kecemasan menghadapi masa depan, itupun tergantung kepada keyakinan diri anda.
Jadi bila anda merasakan keyakinan anda tidak tergoyahkan, maka kesan diri anda adalah kebahagian yang dihadapan anda, itu berarti kesan diri anda menggambarkan sikap dan perilaku anda dalam beraktualisasi mengarah kepada pemikiran yang positip berarti pula anda menuju ke arah kemajuan seperti yang anda harapkan.

MENGEMBANGKAN KESAN DIRI
Mungkinkah kita mampu merubah kesan diri dari negatip menjadi positip dimata orang-orang yang berada di luar diri kita,
kalau tidak apakah itu satu gambaran nasib anda tidak bisa berubah, tidak ada satupun dari kita tidak ingin berubah, oleh karena itu kehidupan kita diakibatkan akumulasi dari keyakinan diri anda sendiri, sehingga anda akan berpikir kearah menjauhkan faktor-faktor yang mendorong dalam alam pikiran anda yang tidak diingini.
Sejalan dengan ungkapan pikiran diatas, maka anda harus mampu memanfaatkan otak dalam proses keputusan dalam memilah mana yang dapat merusak dan mana yang mendorong keyakinan diri anda sebagai tonggak yang bersifat membangun, maka alat pikir anda berupa kesadaran, kecerdasan dan akal harus dapat dijalankan sesuai dengan proses kita berpikir dimana antara yang satu dengan yang lain saling melengkapi.
Setiap orang akan bertanggung jawab atas tindakannya, yang mungkin saja dapat bersifat baik dan atau buruk, sehingga setiap gagasan yang diaktualisasikan yang terbayangkan adalah untuk menciptakan masa depan yang lebih baik, sehingga apapun hasilnya janganlah menyalahkan orang lain bila kita mendapat kekecewaan, kesemuanya pulangkan kedalam alam pikiran kita sendiri sebagai pengalaman yang kita hadapi.
Oleh karena itu sikap dan perilaku kita yang menciptakan pelbagai situasi dan kita menyerahkan dalam pikiran yang positip maka akan lahir pula kedamaian,

keharmonisan dan keseimbangan dalam pikiran kita, itulah satu keyakinan anda untuk menuntun kearah kesan diri anda. Dengan pola pikir itu anda dapat memutuskan dua hal yang bertolak belakang atas :
“Orang-orang berusaha menguasaiku” atau “Setiap orang selalu mau membantuku”. Tergantung pikiran anda yang mana masing-masing keyakinan itu menciptakan pengalaman yang sangat berbeda, sehingga apa yang kita percaya mengenai diri kita sendiri dan mengenai hidup ini menjadi nyata bagi kita.
Dengan keyakinan pula, kita memaklumi bahwa alam semesta sepenuhnya mendukung kita dalam setiap gagasan yang kita pilih untuk kita pikirkan dan yakini. Ini berarti kita mempunyai pilihan tak terbatas mengenai apa yang dapat kita pikirkan, oleh karena itu yang harus dilakukan adalah mendorong pikiran-pikiran memasuki ke daerah alam sadar dengan membangkitan ingatan-ingatan positip, sehingga kita mampu meyakini untuk memilih “Setiap orang selalu mau membantuku”
Dari ungkapan kita diatas, maka kita menyadari bahwa kesan diri seseorang yang bertentangan dengan dirinya, ia tidak dapat lolos dengan cara bagaimanapun ia berusaha, sebaliknya kalau kesan dirinya secara otomatis membawanya menuju sukses, ia tidak akan mengeluarkan usaha-usaha yang perlu untuk sukses.

Oleh karena itu orang-orang ambisius harus menjadikannya suatu kebiasaan tiap hari untuk memperkuat kesan diri yang positif yang dapat bekerja bagi mereka.
Jadi dari pengalamanlah yang mengajarkan seseorang membangun jiwa tanpa topeng kepalsuan dalam usahanya untuk meretas jalan menemukan tentang dirinya sendiri
Sikap dan perilaku merupakan cermin dari keyakinan diri yang telah di aktualisasikan kedalam kegiatan atau perbuatan. Pikiran yang mendorong untuk membentuk keyakinan diri sebagai jumlah dari keyakinan-keyakinan baik secara sadar maupun tidak sadar itu membentuk kesan diri.
Keyakinan diri dapat tumbuh dan berkembang apabila kita secara terus menerus memanfaatkan otak dengan mempergunakan alat pikir untuk di gerakkan yang kita sebut dengan kesadaran, kecerdasan dan akal. Dengan alat pikir itulah kita dapat membuat keputusan atas pilihan-pilihan dalam tindakan yang selalu mengarahkan keinginan masa depan yang sukses.
Keyakinan diri timbul pada saat kita mencoba untuk memikirkan perubahan untuk melihat kedepan yang lebih baik dan menghilangkan rasa cemas menghadapi masa depan dengan pendekatan pandanglah kehidupan, kesenagan yang dilakukan dan reaksi-reaksi yang timbul.

Bila kita lakukan secara berkesinambungan dengan membangun kebiasaan yang efektif dalam proses berpikir, maka jumlah ingatan-ingatan yang terbentuk yang bersifat positif akan memberi daya dorong, bagaimana kesan diri dapat dikembangkan.kearah pencapaian keyakinan diri.
Atau kata lain dapat pula kita katakan bahwa kesan diri dapat kita lakukan perubahan bila bertentangan dari apa yang diharapkan dalam mewujudkan keberhasilan.

KEWIRAUSAHAAN MEREBUT PELUANG BISNIS
Sejalan dengan pikiran yang terkait dengan proses integrasi, maka dalam mewujudkan komitmen anda atas idenfikasi dari hasil pemikiran visi hidup anda masa depan untuk menyatukan pikiran anda dengan identifikasi peluang bisnis.
Pemahaman anda mengenai bisnis dari pengalaman saat ini apakah sebagai pemilik atau sebagai orang yang berperan mengembang binis milik orang lain, maka atas pengalaman itu anda melihat adanya peluang-peluang yang dapat diraih yang sejalan dengan keputusan dalam komitmen anda.
Untuk melaksanakan komitmen anda dalam proses integrasi, anda harus mampu mengembangkan kekuatan pikiran dalam kreativitas sebagai pemicu dalam merebut peluang bisnis.
Secara umum pemahaman anda mengenai pengertian BISNIS adalah segala sesuatu kegiatan yang berhubungan dengan usaha penyediaan barang dan jasa yang dibutuhkan atau diinginkan oleh orang.
Untuk mendorong kreativitas anda, maka BISNIS dalam pikiran anda haruslah dipahami dari sudut unsur huruf dalam kata bisnis menjadi kata yang bermakna yaitu :
B menjadi kata BERUSAHA
I menjadi kata INTEGRASI
S menjadi kata SUMBER DAYA
N menjadi kata NISBAH
I menjadi kata INDIVIDU
S menjadi kata SOSIAL
Berdasarkan pemahaman unsur kata, maka difinisi bisnis dalam untaian kata yang bermakna menjadi sebagai berikut :
BISNIS adalah seluruh kegiatan dalam (B)erusaha yang terkait dengan proses (I)ntegrasi dalam pemanfaatan (S)umber-daya yang tersedia untuk mengubah menjadi (N)isbah (perbandingan antara aspek-aspek kegiatan yang dapat dinyatakan dengan angka misal perbandingan antara laba dan pnjualan) untuk kepentingan kedalam (I)ndividu dan (S)osial.
Sejenak bila anda renungkan pemahaman diatas, maka kreativitas dalam binis terpikir bukan hanya perubahan demi perubahan itu sendiri, melainkan merupakan suatu cara untuk memberikan perbedaan atas bisnis yang terfokuskan agar mampu bersaing, alat untuk mencari solusi terhadap masalah yang tidak mudah begitu saja dipecahkan.
Jadi kreativitas dalam bisnis bukanlah sesuatu yang sulit, janganlah anda terpengaruh dengan anggapan bahwa anda sendiri merasa tidak mampu menghasilkan pemikiran baru dan orisinil.
Setiap orang memiliki potensi, oleh karena itu galilah kekuatan pikiran anda dengan membangun kebikiasaan yang produktif untuk meningkatkan wawasan dan gagasan maka distulah terletak potensi anda kedalam kreativitas.

IDENTIFIKASI BISNIS
Sejalan dengan pemahaman makna bisnis yang kita rumuskan diatas, maka kekuatan pikiran terus menjadi daya dorong untuk menggerakkan kreativitas bisnis untuk memahami proses integrasi kedalam usaha merespon identifikasi bisnis yang menjadi komitmen anda, oleh karena itu, diperlukan kemampuan anda untuk mengungkap hal-hal yang kita utarakan dibawah ini :

Pertama, melihat dari situasi menjadi masalah itu secara jelas dan hubungannya yang menunjukkan gambaran sesuatu yang mungkin salah.
Kedua, menafsirkan hubungan tersebut secara efektif dan berusaha memikirkan penilaian secara realistik dalam kaitan berpikir proses integrasi.
Ketiga, menggerakkan perhatian dan energi dalam melibatkan orang-orang yang diajak untuk bekerjasama.
Keempat, membuat keputusan dari hasil identifikasi bisnis atas peluang-peluang yang akan diraih secara lebih terfokuskan.
Jawaban untuk mengungkapkan hal-hal yang dikemukakan diatas akan menyangkut kedalam dua hal yang kita sebut dengan :
• Kegiatan bisnis apa yang anda masuki saat ini ?
• Apa gambaran bisnis anda pada masa yang akan datang ?
Sejalan dengan pemikiran diatas, maka jawaban atas hal-hal yang dikemukakan diatas akan bergantung pada langkah awal anda dalam usaha baru apa yang akan diputuskan sebelum sesuatu melaksanakan pekerjaan dengan memulai jawaban atas pertanyaan :
• Seberapa banyak dana yang anda meliki sebagai modal dasar Apakah anda memiliki kemampuan untuk menarik investor ;
• Apakah ada kejelasan visi, misi, tujuan yang dapat anda realisasi sejalan dengan keinginan dan kemampuan anda ;
• Apakah anda akan bekerja keras untuk mencapai hasil yang anda inginkan ;
• Adakah kejelasan bisnis yang akan dimasuki ;

Dari beberapa pertanyaan tersebut, coba anda renungkan kembali dampak pekerjaan awal yang harus dipertimbangkan mengenai :
• Adakah anda mendapat tekanan dari keluarga dengan keputusan Anda itu ;
• Apa anda sadarkan mengorbankan uang sendiri atau dengan
meminjam uang dengan pihak ketiga ;
• Adakah terjadi perubahan sikap dan perilaku anda terhadap keluarga, teman sejawat dsb. ;
• Adakah anda merasakan bila tidak bekerja seperti yang anda harapkan merasakan bersalah ;
• Coba anda renungkan mungkinkah terjadi bahwa dalam hidup hanya bekerja saja agar tercapai tujuan yang ditetapkan.
IDENTIFIKASI PASAR
Bertitik dari pemikiran diatas maka sejalan dengan jawaban dalam usaha untuk berpikir kedalam proses intergrasi yang terkait dengan pemikiran atas identifikasi pasar untuk mengetahui segmen pasar yang mana akan diladeni.
Jadi anda ingin mengetahui hal-hal yang terkait dengan :
• Seperti apa pasar saat ini ini ;
• Seperti apa kedudukan usaha ini pada masa depan ;
• Sekarang adakah anda mengetahui, kemana anda akan pergi.
Langkah untuk meaksanakan identifikasi pasar tersebut, maka anda perlu merenung “ kenyataan saat ini “ dengan sekelompok pertanyaan dibawah yang dapat menggerakkan kekuatan pikiran anda dalam melaksanakan proses integrasi kedalam identifikasi pasar sebagai berikut
• Cobalah anda buat kedalam satu daftar beberapa aspek yang dapat mempengaruhi pencapai maksud bisnis anda.
• Bagaimana hal tersebut adalah sama
• Bagaimana hal tersebut adalah berbeda
• Nyatakan secara khusus untuk tiap pernyataan diatas, mencakup yaitu 1) apa yang menentukan nilai tambah yang utama kepada pelanggan ; 2) produk atau jasa apa yang dihasilkan atau didistribusikan ; 3) bagaimana hal tersebut didistribusikan ;
4) bagaimana melaksanakan pasar mereka ; 5) bagaimana anda memproduksinya ; 6) apa yang membuat cukup untuk memproduksi, pasar atau distribusi.
• Adakah bisnis ini memuaskan memasuki pasar, mengapa dan bila tidak.
• Adakah yang mengatakan kepada anda, mana yang boleh dan tidak dibutuhkan.
• Lingkup pasar yang mana yang konsisten dengan maksud bisnis anda masuki.

Sejalan dengan sekelompok pertanyaan tersebut diatas yang mampu menggerakkan kekuatan berpikir untuk menjawabnya, maka dalam proses intergrasi untuk menentukan pernyataan arah posisi pasar anda, sangat ditentukan kemampuan anda mengungkapkan visi anda dalam menentukan posisi kedudukan pasar melali jawaban atas sekelompok pertanyaan dibawah ini :
• Sebutkan prioritas lima area dalam kedudukan pasar yang tidak memuaskan pada saat ini.
• Mengapa tidak.
• Mana lingkup area lainnya dari pasar yang konsisten dengan maksud tujuan anda yang memerlukan perhatian.
• Sebutkan yang mana yang mendekati lingkup area dalam kedudukan pasar.
• Sebutkan yang mana lingkup area dari kedudukan pasar yang paling sesuai dengan penugasan yang sejalan dengan bakat dan keterampilan anda.
• Sebutkan lingkup area yang mudah mengidentifikan dan mencapai target. x)
• Sebutkan lingkup area yang paling efesien. xx)
• Lingkup yang mana yang konsisten menunjukkan dalam jawaban tanda x) melalui xx).

Adakah anda memiliki gambaran yang khusus untuk menunjukkan area yang baik atau yang buruk, bila begitu yang mana dan mengapa.
• Apa yang terlihat oleh anda bahwa fungsi area yang kritis.

Bertitik tolak dari hasil pemikiran yang diutarakan diatas, maka anda harus mampu untuk merumuskan secara jelas difinisi, menyatakan dan mengakui yang dapat dipertanggung jawabkan hal yang berkaitan dengan “pernyataan posisi pasar anda adalah…. “ dari hasil proses integrasi kedalam identifikasi pasar.
RENCANA BISNIS
Langkah akhir dalam proses intergrasi adalah merumuskan kembali komitmen anda menjadi interpreneur kedalam rencana bisnis dengan mengintrgrasi dari hasil pemikiran identifikasi bisnis dan identtifikasi pasar.
Dengan kekuatan pikiran tersebut anda harus memiliki kemampuan untuk menuangkan kedalam rencana bisni.
Merumuskan rencana bisnis disusun dalam suatu kerangka sebagai berikut :

Pertama, mengumpulkan seluruh informasi kedalam satu berkas yang disusun secara sistimatis yang berisikan hal-hal sbb.
• Deskrispsi bisnis yang menjelaskan mengenai difinisi bisnis (bisnis yang sesungguhnya, produk, maksud tujuan bisnis) ; difinisi produk (jenis produk atau jasa yang disiapkan, deskripsi mengenai produk) ; hubungan2 industri.
• Straegi2 pemasaran yang menjelaskan mengenai difinisi pasar ; posisi pasar ; harga ; distribusi ; potnsi penjualan.
• Analisis persaingan yang menjelaskan mengenai persaingan ; keterampilan dan faktor kunci keberhasilan ; manfaat perbedaan persaingan ; strategi persaingan ; rintangan untuk masuk ; analisis nilai tambah.
• Rencana2 perancangan dan pengembangan.
• Rencana2 operasi dan manajemen.
• Rincian komponen keuangan.

Kedua, dengan memperhatikan dukumen yang tersusun diatas, maka langkah selanjutnya membangun kepercayaan untuk menarik peminat dalam menanamkan modal untuk pendirian bisnis yang direncanakan dengan mengungkapkan hal-hal sbb.:

• Kelompok manajemen professional kedalam satu tim, yang menyangkut kompetensi dalam perencanaan, keterampilan mengorganisasikan, kontrol, kepemimpinan ;
• Posisi keuangan saat ini dan proyeksinya yang dapat dilihat dari laporan rugi / laba, neraca, arus kas, investasi ;
• Produk dan jasa yang ditawarkan harus jelas memberikan gambaran karekteristiknya, cara kerja produk, bagaimana jasa dimanfaatkan, bagaimana faktor waktu mempengaruhi dalam menghasilkan uang dan daur ekonomi ( fase introduksi ; fase pendewasaan ; fase mendatar ) ;
• Rencana pemasaran anda mencakup hal-hal yang berkaitan dengan analisa pemasaran (harus menggambarkan menurut sifat produk dan jasa ; menurut gaya hidup pelanggan ; menurut lokasi geografi ; menurut jangka waktu ; buat daftar keunggulan meliputi kinerja sebenarnya, mutu dan keandalan, efesiensi produksi, distribusi, penetapan harga, citra public / reputasi, hubungan bisnis / refrensi) dan strategi pemasaran ( strategi yang konsisten, pasar sempit atau pasar yang luas, berdasarkan fakta atau asumsi, persaingan terbuka atau jujur, pengembalian investasi, strategi pesaing, dan legal) serta petunjuk pemasaran yang penting.
Ketiga, menjabarkan keunggulan penjualan yang unik sebagai pedoman dalam pelaksanaannya sehingga menunjukkan keunggulan ,daya tarik dan inti penugasan sebagai tulang punggung dari apa yang disebut dengan seluruh konsep anda yang terkait dengan kontek bisnis (kejelasan dan uraian mengenai pertumbuhan potensial, produk dan perkembangan baru, kecenderungan ekonomi, proyeksi dan kecenderungan industri) dan profil bisnis anda masuki (kejelasan yang tepat, sejarah singkat bisnis tersebut, dampak dari kecenderungan ekonomi, struktur organisasi sebagai alat, faktor-faktor apa yang mempengaruhinya termasuk uraian yang diluar jangkauan, bagaimana pola penelitian dan pengembangan, jelaskan yang terkait dengan hubungan-hubungan bisnis, bagaimana sistem, methoda dan prosedur dalam operasional.
Keempat, menjabarkan profil pasar yang bersifat spesifik dan uraian yang terkait dengan usaha-usaha mengantisipasi perubahan dan kesiapan menghadapi tantangan yang mungkin timbul.
Untuk mewujudkan mimpi menjadi entrepreneur dalam merebut peluang bisnis diperlukan keyakinan dan kebulatan tekad yang bertitik tolak dari komitmen diri anda.
Jadi secara sadar anda harus membangun komitmen karena komitmen membutuhkan keberanian dan mengandung resiko, komitmen tidak bisa lahir dari paksaan, komitmen mengandung usaha orang untuk mengembangkan inisiatip dan bersedia memberikan pertanggungan jawaban, komitmen mengandung adanya kemauan pengorbanan Pribadi, komitmen mengandung pemusatan dalam melaksanakan pekerjaan, komitmen menginginkan iklim yang luwes tapi mudah mengontrol dalam memberikan saling hormat dan menghormati, komitmen lebih menekankan bukti tindakan bukan kata-kata.
Oleh karena itu, pemahaman anda melalui identifikasi personal untuk menjawab siapa anda sebenarnya haruslah dirumuskan secara jelas didifinisikan komitmen, dan dipertanggung jawabkan.
Dengan kekuatan komitmen personal anda, mendorong kekuatan pikiran anda untuk mengintergrasikan kedalam proses identifikasi bisnis menjadi pernyataan visi dan misi bisnis haruslah pula jelas didifinisikan, dikomunikasikan dan dapat dipertanggung jawabkan.
Sejalan dengan pemikiran tersebut diatas, maka proses integrasi selanjutnya adalah menyatukan pemikiran tersebut kedalam usaha identifikasi pasar untuk merumuskan pernyataan posisi pasar anda sebagai langkah untuk menentukan produk dan jasa yang secara jelas ditawarkan kepada pelanggan.
Jadi dengan memperhatikan proses intergrasi identifikasi personal, identifikasi bisnis dan identifikasi pasar, maka untuk melangkah mewujudkan mimpi anda menjadi entrepreneur dalam usaha-usaha merebut peluang bisnis akan ditentukan kesiapan penguasaan anda dalam perencanaan, keterampilan mengorganisasikan, kontrol (pengawasan dan pengendalian) dan kepemimpinan.
Seluruh pemikiran yang kita utarakan diatas, akhirnya dituangkan kedalam “rencana bisnis “ yang terdiri dari pemikiran intuitif untuk merumuskan arah persfektif yang hendak dicapai, pemikiran jangka panjang yang memberikan arah jangka panjang gambaran posisi usaha masa depan, dan pemikiran jangka pendek yang memberikan arah kinerja tahunan sejalan dengan anggaran belanja perusahaan.

MENGAPA ENTREPRENEUR ANDA BERBEDA
Membangun kebiasaan yang produktif mendorong anda untuk berusaha secara terus menerus meningkatkan penguasaan pengetahuan, keterampilan dan keinginan yang berlandaskan akhlak dalam kesiapan untuk menjadi entrepreneur yang berbeda dengan yang lain artinya anda memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh orang lain karena kemampuan anda mampu mengaktualisasikan paradigma baru.

Dengan kebiasaan yang produktif yang terus menerus dibangun oleh anda, telah dapat memberikan daya dorong pada diri anda untuk memiliki kepribadian yang berbeda dengan orang lain artinya anda memiliki efektivitas pribadi yang positip yang mana orang lain belum tentu memilikinya.
Jadi anda dengan kemampuan menggerakkan kekuatan pikiran yang anda sadari berarti anda membangun konsep diri yang memiliki keunggulan melalui suatu proses pemberdayaan pribadi dalam usaha untk menempatkan pada posisi daur hidup yang prima. Hal tersebut ditopang oleh pemahaman anda yang secara terus menerus meningkatkan “kredibilitas, kebiasaan dan proaktivitas”.
Oleh karena itu, mengapa entrepreneur anda berbeda karena anda memiliki “efektivitas pribadi positip” artinya anda memiliki kemampuan untuk dalam usaha mengaktualisasikan Pribadi sebagai corak hidup ideal yang mampu menjalankan hal-hal yang berkaita dengan apa yang disebut dengan :
“mengamati realitas secara efisien ; penerimaan atas diri sendiri, orang lain dan kodrat ; spontan, sederhana dan wajar ; terpusat pada masalah ; pemisahan diri dan kebutuhan privasi ; kesegaran dan apresiasi ; pengalaman puncak ; minat sosial ; hubungan antar Pribadi ; berkarekter demokratis ; perbedaan antara cara dan tujuan ; rasa humor yang filosofis ; kreativitas ; penolakan enkulturasi.”

Sejalan dengan hal-hal yang diutarakan diatas, maka efektifitas Pribadi positip merupakan suatu tantangan yang harus dapat diwujukan mengenai professional, keseimbangan dan pengembangan yang berkelanjutan sehingga anda mampu menggerakkan kekuatan pikiran anda menjadi entrepreneur yang berbeda dengan yang lain karena kredibilitas, kebiasaan dan proaktivitas.
BAGAIMANA MEMBUAT ANDA BERBEDA
SEBAGAI ENTREPRENEUR
Seperti yang kita bayangkan diatas memberikan gambaran karekteristik individu sebagai entrepreneur diatas dapat memberikan dayang dorong anda menjadi sukses dalam menjalankan peran, walaupun kita telah mengetahui perubahan yang harus kita bangun atas sikap dan perilaku anda yang berdampak mempengaruhi orang lain, secara sadar hal tersebut dapat kita pelajari, namun ada faktor-faktor yang harus diperhatikan agar menjadi daya dorong agar perubahan itu menjadi efektif.
PERTAMA, jasmani dan rohani yang sehat :
Faktor ini merupakan faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi pengembangan tingkat kedewasaan seseorang dimana kekuatan proses berpikir akan ditempa dengan kondisi dimana rohani yang sehat sangat

berperan menentukan anda yang selalu siap menyesuaikan diri yang sejalan dengan tuntutan perubahan sikap dan perilaku yang didorong oleh jasmani yang sehat pula.
KEDUA, percaya diri :
Percaya diri adalah kekuatan pikiran anda untuk menyalurkan sesuatu yang anda ketahui dan dapat dkerjakan. Dengan demikian anda harus dapat menjawab mengenai apa yang membuat anda percaya diri ; anda menyadari sepenuhnya apa yang dapat merusak dan apa yang membantu percaya diri ; apa yang menjadi kunci dalam mengembangkan percaya diri.
KETIGA, berpikirlah secara realistik :
Memanfaatkan kemampuan mengintergrasikan otak atas dan bawah sadar akan memberikan keyakinan dalam bersikap dan berperilaku yang dapat memberikan daya dorong dalam pola berpikir yang disadari berarti bahwa keputusan yang diambil semuanya berdasarkan data dan fakta, sehingga perlu memahami sesuatu dalam pandangan yang realistik
KEEMPAT, kebijaksanaan yang komperehensip :
Dengan membangun kebiasaan yang produktif mendorong anda memanfaatkan pengetahuan, keterampilan dan keinginan kedalam suatu pelaksanaan kebijaksanaan yang mengintergrasikan antara kejujuran dan ilmu pengetahuan
yang diterapkan berdasarkan keterampilan dari pengalaman sehingga dapat menerapkan kebijaksaaan secara seutuhnya artinya tonggak keberhasilan ditentukan oleh niat dengan kejujuran.
KELIMA, keunggulan kapabilitas konseptual :
Dengan kebiasaan yang produktif memberikan dampak penguasaan kemampuan untuk terus meningkatkan kedewasaan intelektual, emosial, sosial dan rohaniah sehingga mampu memanfaatkan dalam kapabilitas konseptual untuk dapat mengidentifikasi hubungan-hubungan fungsional antara situasi yang serba komplek dan tidak menentu dengan kecepatan memanfaatkan kekuatan pikiran. Kekuatan berpikir tersebut anda mampu menunjukkan merumuskan situasi menjadi masalah serta dapat mengungkapkan cara penyelesaian, mana masalah kritis, pokok dan insidentil secara konseptual.
KEENAM, kebutuhan dasar terhadap pengawasan dan pengendalian :
Sejalan dengan rasa tanggung jawab dan pertanggungan, maka dengan kekuatan pikiran anda bahwa walaupun anda dalam struktur formal tidak berarti anda memberikan kepentingan untuk mempergunakan kekuasaan karena anda memiliki keyakinan dimana segala sesuatu dapat anda kerjakan dengan lebih baik karena anda sangat menekankan kepada proses dalam suatu sistem yang terpadu sehingga mereka diberikan suatu kebebasan dalam berpikir dan bertindak dalam mewujudkan sasaran yang telah ditetapkan.

KETUJUH, status bukan merupakan kebutuhan :
Keberhasilan anda bukan ditentukan oleh status melainkan perbuatan anda dalam bersikap dan berperilaku, dimana dengan tingkat kekuatan pikiraan anda yang secara terus menerus mendorong kemampuan anda untuk memanfaatkan alat pikiran berupa kesadaran, kecerdasan dan akal dalam memanfaatkan sumber daya yang terbatas dapat memberikan hasil yang memuaskan bagi semua pihak-pihak yang berkepentingan. Jadi status bukanlah sesuatu yang harus dibanggakan melainkan hanya sebagai daya dorong bukan tujuan.
KEDELAPAN, mampu membangun keseimbangan dalam emosional :
Keberhasilan anda juga ditentukan oleh seberapa jauh anda mampu membangun tingkat kedewasaan anda dalam rohaniah, sosial, emosional dan intelektual. Dengan tingkat kedewasaan tersebut berarti dalam kehidupan anda akan mampu mengendalikan emosional sehingga selalu siap menghadapi siap menghadapi tantangan yang tidak sejalan dengan jiwa anda, itu berarti anda mampu membuka mata hati anda dalam usaha menyeimbangkan emosional anda yang bergolak dalam usaha anda menjadi orang yang bijak dalam bertindak.
KESEMBILAN, kesiapan menghadapi tantangan masa depan :
Dengan memiliki kemampuan berpikir secara lateral dan vertical berarti anda mampu mengembangkan arah persfektif dan posisi saat ini menjadi daya dorong membangun kinerja diri dan pengikut anda untuk merebut peluang masa depan dan meminimumkan resiko yang dihadapi saat ini.
KESEPULUH, pendekatan strategik menuju hubungan interpersonal :
Peran kepemimpinan sebagai entrepreneur yang berhasil dan berbeda dengan yang lain karena kemampuan anda dalam mengaktualisasikan fungsi kepemimpinan anda dalam mempengaruhi orang lain untuk menggerakkan pencapaian keputusan strategik (visi, misi, tujuan, sasaran, budaya, strategi) sebagai suatu pendekatan, maka disinilah letak sikap anda untuk memperlihatkan bagaimana anda mengkomunikasikan suara hati anda kepada orang lain sehingga anda mampu berperilku yang positip dalam setiap tindakan.
KESEBELAS, berkemampuan mengelola perubahan :
Menjadi seorang untreprneur dengan kepemimpinan masa depan sangat ditentukan pula dengan penguasaan kemampuan mengelola perubahan karena anda menyadari sepenuhnya makna “tidak ada yang permanen kecuali perubahan itu sendiri” sehingga ia harus mampu menghadapi tantangan yang disebut “orang takut akan perubahan, karena hal itu mengurangi rasa aman mereka”.

Jadi dengan kepemimpinan anda mampu menggerakkan apa yang disebut dengan “proses merancang perubahan ; proses transformasi ; proses peningkatan berkelanjutan”
KEDUABELAS, memerangi kesadaran indrawi :
Tidak pernah merasa puas sebelum suatu usaha yang dianggap sangat penting untuk melaksanakan perubahan sikap dan perilaku dalam kesadaran dalam arti “memahami dan merasakan suatu interaksi” untuk merubah kesadaran indrawi sebagai kualitas jiwa yang terendah.
Menjadi entrepreneur yang memiliki kepemimpinan abad baru maka anda harus memiliki keunggulan yang dapat menjadi daya dorong untuk bersikap dan berperilaku dalam hidup anda yang berbeda dengan orang lain.
Untuk mewujudkan itu, diperlukan usaha-usaha untuk membangun diri secara terus menerus untuk menjadi efektifitas Pribadi positif dalam menumbuhkan butir-butir kebesaran jiwa yang mampu memotivasi menjadi professional, keseimbangan dan pengembangan kedalam kredibilitas, kebiasaan dan proaktivitas .
Seperti yang telah kita ungkapkan diatas terdapat duabelas butir benih-benih kebesaran jiwa yang harus ditumbuhkan kembangkan untuk menjadi seorang entrepreneur yang memiliki derajat keunggulan.
Pengungkapan butir-butir tersebut berdasarkan pendekatan tiga dimensi artinya setiap memberikan pusat perhatian akan dapat tiga faktor yaitu butir pertama (sehat jasmani dan rohaniah) akan mendorong butir 2,3,4 ;butir kelima (keunggulan kapabilitas konseptual) akan mndorong butir 6,7,8 ; butir kesembilan (kesiapan menghadapi tantangan masa depan) akan mendorong butir 10,11,12.
Mungkin banyak orang berpendapat bahwa menjadi entrepreneur adalah pembawahaan sebagai bakat, itulah satu kesalahan berpikir sedangkan pengalaman menunjukkan kepada kita seperti yang dapat kita baca pngalaman Jan Carlzon dalam buku “Moments of truth” seorang Presiden Scandinavian Airlines, yang mampu mengubah kebangkrutan SAS menjadi sukses dalam perusahaan penerbangan, Scandinavian Airlines flight to Copenhangen, sedangkan Jan sendiri sebelumnya tidak mengenal bisnis penerbangan.
Begitulah suatu kenyataan bahwa bila ada keinginan berlandaskan niat setiap saat dapat mengungkit kekuatan berpikir untuk melakukan sesuatu untuk membangun kebiasaan menjadi kenyataan dalam hidup anda.

MP. 3 DAN 4

3. MEMAHAMI DESA

Bertitik tolak dari pemahaman DESA yang telah kita uraikan berdasarkan unsur kata menjadi kata yang bermakna sebagai suatu pendekatan, maka dalam pertumbuhannya kita memahami dalam kelompok yang disebut dengan :

Pertama, Apa yang disebut dengan DESA SWADAYA yang bercirikan:
1) Sifat tradisional ;
2) Ekonomi yang digerakkan sekedar untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat pokok ;
3) Tingkat kemampuan berproduki masih rendah ;
4) Penyebaran pendidikan masih rendah sekali ;
5) Kemampuan mengelola desa masih terbatas ;
6) Infrastruktur yang tersedia sangat terbatas ;
7) Sumber daya manusia dalam menggerak Desa terbatas .

Kedua, apa yang disebut dengan DESA DALAM TRANSISI yang bercirikan:
1) Lebih maju selangkah dibandingkan dengan Desa Swadaya ;
2) Dampak dunia luar mulai masuk mempengaruhi pola pikir ;

3) Kemampuan berproduksi meningkat ;
4) Penyebaran pendidikan mulai meningkat dan dirasakan 5) Kemampuan mengelola Desa mulai bertambah ;
6) Infrastuktur terasa dibangun sesuai dengan kebutuhan secara bertahap ;
7) Sumber daya manusia dalam penggerak pembangunan Desa menjadi pusat perhatian.

Ketiga, apa yang disebut dengan DESA SWASEMBADA Sw / BERKEMBANG yang bercirikan :
1) Dampak peran pemimpin yang melaksanakan perubahan yang berencana ;
2) Bahasa dan budaya tidak mempengaruhi dan mengikat ; 3) Dalam pertanian meningkat sejalan dengan pengaruh dari pelaksanaan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan 4) Penyebaran pendidikan lebih meluas dan merata ;
5) Pengelolaan pemrintahan Desa sempurna dengan memanfaatkan teknologi informasi ;
6) Infrastruktur dibangun sesuai dengan kebutuhan yang memperlancar hubungan komunikasi desa ke Kebupaten / Kota ke provinsi ;
7) Sumber daya manusia tersedia sesuai dengan kebutuhan.

Keempat, apa yang disebut dengan DDESA YANG BERGERAK MAJU sesuai dengan tuntutan dalam sistem pemerintahan yang mampu menjalankan sesuai dengan ketentuan dalam UUD 1945.
Dengan mendalami kelompok Desa yang disebutkan diatas, maka menjadi landasan untuk membuat evaluasi dari satu tingkat ke tingkat yang lebih tinggi sebagai usaha-usaha menjadikan DESA memasuki pintu gerbang dalam mewujudkan kebahagia.

Selain dari pandangan tersebut, pelajari pula apa-apa yang terungkap dalam Bab II Kedudukan dan jenis desa ; Bab III Penataan desa seperti yang termuat dalam Undang-undang Desa (UU RI No. 6 tahun 2014)

Yang menjadi masalah kemajuan satu tingkat desa sangat ditentukan oleh peran Kepemimpinan Desa artinya seberapa jauh pemimpin mampu mendorong perubahan dalam lingkaran yang jauh lebih besar.

Oleh karena itu, seimbangkan peran kepemimpinan dalam mewujudkan kepentingan individu, kelompok dan umum menjadi satu kekuatan dalam kebersamaan bersikap dan berperilaku, dengan demikian perubahan yang diinginkan adalah memiliki perubahan budaya.

Sejalan dengan pemikiran diatas, maka betapa pentingnya bahwa keberhasilan sangat ditentukan peran kepemimpinan untuk mengkomunikasikan suara hatinya dengan kemampuan mengelola perubahan berbasiskan budaya yang dapat diterima semua pihak.

Berpegang kepada daya kemauan yang kuat untuk menuangkan gagasan sebagai impian kedalam kenyataan, kita harus percaya diri atas kebesaran Allah Swt yang akan membuka pintu rezki bila manusia berkemampuan memanfaatkan OTAK (orang-tawakal-amanah-kerja) menjadi unsur kekuatan menggerakkan pikiran jiwa dan hati dalam bersikap dan berperilaku.

Sejalan dengan hal2 terkait dengan pemikiran tentang memanfaatkan “Manajemen Pemberdayaan” memasuki DESA, maka seluruh pemikiran dengan memperhatikan hal-hal yang tertuang dalam :

• UU RI no.6 2014 mengenai Desa beserta seluruh aturan yang ditetapkan oleh Pemendagri
• Pokok-pokok Pemerintahan di Daerah dan Pemerintahan Desa
• Ekonomi Pertanian Indonesia
• UU RI No 17 tahun 2012 tentang Perkoperasian
• Mengembangkan Hubungan Kerja sama.
• Buku2 yang berkaitan dengan membangun diri Wiraswasta.
• Buku2 yang berkaitan dengan Budaya Perusahaan
• Buku2 yang berkaitan Kepemimpinan.
• Buku manajmen pemberdayaan otak.
4. MEMEHAMI PINTU GERBANG BAHAGIA
Ingatlah bahwa begitu banyak manusia dengan begitu banyak jalan pikiran dan setiap orang memiliki jalannya sendiri-sendiri oleh karena itu tidak ada jalan buntu untuk orang ulet yang tahu apa yang ia inginkan dan di mana ia menyangka akan menemukannya.
Bertolak dari pikiran diatas, maka kita adalah makhluk pilihan dan kita memiliki kemampuan untuk memilih bagaimana kita akan bereaksi terhadai suatu keadaan, sehingga setiap orang segalanya dimulai dengan sebuah pemikiran. Jadi kehidupan ini terdiri dari apa yang dipikirkan seseorang sepanjang harinya.
Dengan demikian sejenak bila kita pikirkan bahwa “Perjalanan Hidup Penuh Arti” akan menjadi satu kekuatan memulai hidup baru artinya apa yang kita pikirkan menentukan siapa kita. Siapa kita menentukan apa yang kita perbuat.
Jadi perbuatan-perbuatan manusia adalah penjabar terbaik bahwadari pikiran mereka, sehingga orang yang kemampuannya biasa saja tetapi tekun , lebih dihormati dan lebih berharga daripada orang cakap tetapi rapuh kemampuannya.
Dengan demikian ungkitlah daya ingat bahwa dengan mengetahui kekurangan diri adalah tangga buat mencapai cita-cita . Berusaha terus untuk mengisi kekurangan adalah keberanian luar biasa.
Jadi ingatlah bahwa banyak manusia yang diperdayakan oleh cahaya samar karena dia dalam gelap, perasaannya didahulukannya daripada pertimbangannya. Dia datang kepada cahaya yang baru itu, sampai di sana yang dicarinya tak ada sama sekali. Akan kembali ulang ke tempat asal, jalan lebih gelap dari dahulu, lantaran ia tak sabar menunggu cahaya yang sejati. Memang sebab-sebab buat mencapai bahagia amat banyak, tetapi kita manusia mencari juga yang lain.Dia ada dalam tangan kita, tetapi kita manusia mencari juga yang lain. Dia ada dalam tangan kita tetapi kita cari yanmg ada di tangan orang lain.
Sejalan dengan pokok pikiran diatas, maka kebiasaan dan pengaruhnya dalam kehidupan manusia, menjadi satu kekuatan penggerak jiwa dan hati. Pikiran kita menentukan takdir kita. Takdir kita menentukan warisan kita artinya hari ini anda berada ke mana pikiran anda telah membawa anda. Jadi ingatlah bahwa kebiasaan dan pengaruhnya dalam kehidupan manusia.
Oleh karena itu, kebiasaan kedalam kekuatan berpikir ketaatan dalam hubungan dengan Allah Swt dan berpikir positip dalam hubungan dengan manusia, maka disitu terbentang cahaya yang menggerakkan kemampuan dalam penguasaan ILMU sebagai informasi, PENGETAHUAN sebagai pengalaman dan KEINGINAN sebagai niat menjadi satu wujud untuk membangun kebiasaan dalam usaha-usaha yang dapat bermanfaat dan menghindari kebiasaan yang tidak ada bermanfaat.
Bertolak dari pikiran diatas, akan mengingat kepada kita bahwa kehidupan manusia bukanlah suatu jalan yang datar dan licin melalui dengan senang dan damai, tetapi kehidupan manusia penuh dengan onak duri, suka duka dan perjuangan belaka.
Oleh karena itu, ingatlah pesan Nabi “ Barangsiapa menghendaki (kebahagian) dunia maka hendaklah dengan ilmu, barang siapa menghendaki (kebahagian) akhirat hendaklah dengan ilmu dan barang siapa menghendaki (kebahagian) dunia dan akhirat hendaklah dengan ilmu” (HR.Bukhari-Muslim).
Dengan demikian pergunakan kekuatan pikiran dalam memahami apa yang disebut bahwa kehidupan manusia adalah sebagai jalannya matahari :
1) Terbit matahari sama dengan bayi lahir minta asuhan ;
2) Matahari naik sama dengan zaman anak-anak penting pendidikan ;
3) Tengah hari sama dengan dengan zaman pemuda, hendaklah kuat belajar ;
4) Matahari telah mulai turun sama dengan zaman dewasa, sehatkan ekonomi ;
5) Hampir terbenam matahari sama dengan zaman tua, menunggu maut.

Jadi ingatlah selalu bahwa “perjalanan hidup penuh arti” mengandung makna bahwa pada akhirnya keberhasilan bukanlah apa yang anda miliki, bukan apa yang anda kerjakan, keberhasilan adalah siapa diri anda, yaitu anak-anak Allah yang hidup.
Sejalan dengan pikiran diatas, maka belajarlah secara terus menerus tanpa putus sebelum ajal menjemputmu, dengan demikian tumbuhkan satu kebiasaan untuk menjadikan diri kekasih Ilahi, maka disitu terbentang kekuatan jiwa dan hati pada setiap orang menghadapi kekecewaan pada suatu saat, tetapi pemenangnya adalah orang yang tidak mau membiarkan kekecewaan menjadi penghalang dalam perjalanan hidup.
Oleh karena itu, tumbuhkan kebiasaan cara berpikir yang lain artinya seberapa jauh anda sudah seumur hidup belajar berpikir baik, jadi anda tahu betapa pentingnya hal tersebut untuk meraih kemajuan. Ingatlah bahwa kehidupan anda hari ini adalah hasil dari cara berpikir anda kemarin. Kehidupan anda besok akan ditentukan oleh apa yang anda pikirkan hari ini yang akan menentukan jalan hidup anda penuh arti.
Renungkan apa yang diungkapkan oleh orang bijak bahwa hidup bagaikan roda berputar, kadang dibawah kadang diatas. Jadi perjalanan hidup akan kita tempuh secara dinamis artinya kesiapan kita harus mampu menyesuaikan dengan tuntutan perubahan itu sendiri.
Jadi tak seorangpun menjamin bahwa dunia adalah permanen, semua mengalami perubahan sekecil apapun tetap saja mengalami gelombang. Perubahan abad 20 ke abad 21, betapa komplek perubahan itu. Bayangkan dari masyarakat informasi menjadi masyarakat pengetahuan.
Saat ini kita memasuki dunia tanpa batas, gelombang hidup akan kita lalui, oleh karena itu dibutuhkan kemampuan yang kuat untuk menyesuaikan dari gelombang perubahan itu.
Sejalan dengan apa yang kita utarakan diatas, maka betapa pentingnya kita mendalami hal-hal yang terkait dengan makna, peran dan fungsi OTAK manusia. Apa yang disebut otak atas yang terdiri otak kiri dan otak kanan serta otak bawah sadar.
Untuk itu silahkan untuk membaca buku yang ditulis Daniel H. Pink dalam bukunya “Misteri Otak Kanan Manusia” ; “Kekuatan Otak Dalam Aktivitas Sehari-hari” oleh DR.Fritz Sumanteri Sr,,Sps. ; “Piece of Mind” oleh Sandy MacGreor ; “Gunakan Kepala Anda” oleh Tony Buzan ; “Berpikir Lateral Edward De Bono” ; “Metoda Kontrol Daya Pikir” oleh Jose Silva ; “Quantum Leap Thinking” oleh James J.Mapes ; “Mind Power” oleh Bertrand Russell, et al.
Banyak buku-buku yang mengungkapkan pikiran tersebut dapat kita pelajari dari beragam penulis dan satu buku yang kami tulis sendiri dengan judul “Manajemen Pemberdayaan Otak” oleh Abdul Talib Rachman & M. Almawerdi Rachman.

Buku yang kami tulis itu dapat dipergunakan sebagai landasan menggerakkan kekuatan berpikir. Dengan meningkatkan kemampuan berpikir dengan memanfaatkan “OTAK dan HATI” dan sekali gus untuk mempelajari buku Agus Mustofa serial Diskusi Tasawwuf Modern dengan judul “Menyelam Ke Samudera Jiwa & Ruh” sampai saat ini sudah sebanyak 42 serial yang ditulis beliau sebagai Ahli Tasawwuf.
Dengan mendalami buku-buku yang kami sebutkan diatas diharapkan kita mampu memanfaatkan Otak dan Hati dalam proses kebiasaan berpikir yang kita sebut dengan berpikir yang disadari di satu sisi dan berpikir yang tidak disadari disisi lain karena kita dapat menggerakkan intuisi dari pengamatan berpikir dengan menghayati.
Jadi dengan memiliki kemampuan yang didukung oleh kekuatan yang tidak terbatas berarti pula memberikan daya dorong yang kuat dalam mengikuti roda kehidupan, maka disitu terbentang beragam tantangan hidup yang akan kita hadapi, itu berarti pula seberapa jauh kita mampu mengungkit daya ingat untuk terus berpikir, bekerja dan belajar dalam mengikuti roda kehidupan.
Jadi tumbuh kembangkan secara berkelanjutan untuk usaha-usaha meningkatkan daya kemauan yang kuat agar kita mampu mengikuti roda kehidupan sehingga tumbuhkan berpikir lain dari yang biasanya, maka disitu terbuka keinginan tahuan dalam berpikir mencari kebenaran.
Usaha-usaha berpikir dimaksudkan untuk mengetahui sesuatu yang belum diketahui, dimana sesuatu yang belum diketahui adalah kebenaran. Jadi untuk mencapai kebenaran inilah manusia berpikir, kemudian timbul masalah, kebenaran apa yang ingin di capai manusia dengan berpikir itu. Karena ingin tahu, akan tetapi tidak asal tahu, ia ingin tahu yang benar.
Dengan kekuatan berpikir, maka renungkan bahwa memulai hidup baru, memerlukan kebiasaan bahwa maa yang anda miliki adalah hari ini dan oleh karena itu sadarilah baik-baik bahwa hidup anda dibentuk ole pkiran anda sendiri.
Jadi tidak ada gunanya menangisi yang telah berlalu, doronglah daya ingat anda untuk berpikir kedalam satu kekuatan apa yang disebut dengan jadilah diri sendiri. Untuk itu semua renungkan bahwa banyak orang idak berhasil dalam hidup ini, bukan disebabkan karena mereka kurang tenaga, akan tetapi kurangnya DAYA KEMAUAN karena mereka tidak pernah memperkuat daya kemauan.