Feeds:
Posts
Comments

SIBUK DAN DUIT

MENGGAPAI KEBAHAGIAN

DENGAN

KEKUATAN SIBUK DAN DUIT

OLEH

ABDUL TALIB RACHMAN

KATA PENGANTAR

Insipirasi tulisan ini dituangkan sejalan dari hasil pertemuan dengan teman-teman sejawat di Misjid Agung Bandung sehingga melahirkan suatu pemikiran yang saya tuangkan dengan judul “Menggapai Kebahagian Dengan Kekuatan Sibuk dan Duit” artinya untuk mencapai wujud dalam usaha menemukan jati diri sebagai kekuatan melawan hawa nafsu dari segala sudut yang dapat mempengaruhi kekuatan pikiran yang menjerat kedalam pemikiran maksiat dalam hubungan dengan Allah dan pemikiran negatif dalam hubungan dengan manusia.

Dengan mengungkapkan kata SIBUK dan DUIT sebagai suatu pandangan dengan pendekatan pemikiran yang bertolak dari hati berarti kebiasaan mengungkapkan pikiran dengan menghayati arti dirumuskan dari proses berpikir yang tidak disadari karena tidak memanfaatkan Otak dan Hati sebagai suatu kebiasaan berpikir dalam bersikap dan berperilaku yang terpola.

Sejalan dengan pikiran diatas maka dari sudut pandang dengan berpikir yang tidak disadari, maka disitulah terletak kekuatan kebiasaan yang ditopang oleh keinginan atas niat yang benar dan mewujudkan dengan pengalaman sebagai pengetahuan dan secara teratur mendalami ilmu dari informasi.

Demikianlah tulisan ini dapat memberi manfaat bagi semua pihak yang tertarik untuk mendalaminya serta meluangkan waktu untuk memberi kritik apa-apa yang kami utarak dalam tulisan ini yang didorong hasil tatap muka dengan teman sejawat di Misjid Agung Bandung.

Bandung, 9 Juni 2015.

Abdul Talib Rachman.
1.PENDAHLUAN

Kata SIBUK adalah kata yang dikaitkan dengan kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang dan atau dilakukan oleh kelompok. Sibuk juga dikaitkan dengan perjalanan waktu. Jadi sibuk dan waktu ibarat mata uang yang mempunyai dua sisi dan oleh karena itu memberikan satu kekuatan penggerak dari pikiran karena setiap apapun yang kita kerjakan adalah dari hasil pikiran.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka dengan menggerakkan kekuatan pikiran dengan penghayatan yaitu menggerakkan kekuatan hati dengan berpikir yang tidak disadari akan memberi manfaat yang lebih besar dalam menemukan jati diri sebagai makhluk yang mulia dari ciptaan Allah Swt.

Dengan demikian untuk mengungkit daya ingat dari pikiran sebagai kekuatan untuk menghayatinya, maka kita dapat mengungkapkan dari sisi menguraikan dari setiap unsur kata dalam SIBUK menjadi kalimat yang bermakna yaitu apa yang kita sebut dalam ungkapan dibawah ini.

Dengan demikian apa-apa yang kita utarakan diatas adalah tonggak untuk menumbuh kembangkan ungkapan kata SIBUK menjadi satu kekuatan dalam kebiasaan sebagai sikap dan perilaku yang terpola.
S menjadi SABAR
I menjadi IKHLAS
B menjadi BERSYUKUR
Umenjadi UMUR
K menjadi KEBENARAN

Bertitik tolak dari unsur kata yang diungkapkan diatas diharapkan menjadi pendorong dalam kehidupan dalam rangka mencari jati diri untuk menggapai kebahagian di sisi Allah Swt. Dengan pikiran itu diharapkan dapat tumbuh berkembang sejalan dengan umur yang dianugerahi oleh kehendak Tuhan karena keajaiban RUH (rahasia umur hidup) dalam diri manusia berada di tangan Tuhan.

Yang menjadi persoalan dalam kehidupan kita bahwa ungkapan kata SIBUK diatas mampu menumbuh kembangkan sebagai penuntun hidup kedalam SABAR, IKHLAS, BERSYUKUR, UMUR, KEBENARAN, bila kita mampu untuk mewujudkan sebagai tuntunan hidup kedalam pengungkit daya ingat, dengan demikian menjadi pendorong untuk mendalami apa yang disebut dengan :
1. Selalu takut kepada Tuhan waktu sendiri atau didepan umum.
2. Berlaku adil waktu sedang marah ataupun keadaan tenang
3. Cermat dalam keadaan miskin maupun kaya
4. Menghubungi yang memutuskan persausadaraan
5. Memberi kepada orang yang tidak suka member
6. Memberi maaf kepada orang yang telah menganiaya kita
7. Waktu diam hendaklah dipergunakan untuk berpikir
8. Bila berbicara hendaklah berisi berupa nasehat
9. Apa yang dilihat hendaklah dijadikan contoh dan pelajaran
10.Mengenangkan kebaikan orang dan melupakan kesalahan orang lain.
Dengan mendalami 10 hal-hal yang terungkap diatas dalam usaha mewujudkan SIBUK menjadi satu kekuatan dalam sikap dan perilaku yang terpola, maka manfaatkan kekuatan berpikir untuk menggali potensi hidup yang mencakup apa yang disebut dengan :
1. Untuk pendengaranmu
2. Untuk pandanganmu
3. Untuk hatimu
4. Untuk lisanmu
5. Untuk kemaluanmu
6. Untuk tanganmu
7. Untuk kakimu
8. Unt uk perutmu
9. Untuk akal / pikiranmu
10.Untuk nafsumu
Dengan memperhatikan hal-hal yang kita utarakan diatas, maka dari untaian makna SIBUK dari unsur kata kedalam kata yang bermakna ini menjadi penuntun jalan hidup dirumuskan menjadi SIBUK adalah seberapa jauh setiap manusia mampu mewujudkan SABAR dalam bertingkah laku agar mamu segala perbuatan dijalankan secara IKHLAS dengan begitu manusia manyadari untuk selalu BERSYUKUR atas anugerah yang diberikan sepanjang UMUR ada di dunia dalam rangka berpikir untuk mewujudkan KEBENARAN yang diperintahkan oleh Allah.
Untuk menumbuh kembangkan kebiasaan dengan sikap dan perilaku yang terpola perlu untuk dipikirkan dorongan yang kuat dari apa yang dipikirkan apa yang disebut dengan ungkapan kata DUIT yang dirumuskan dari unsur kata menjadi kata dalam kalimat yang bermakna yang kita sebut dengan :
D menjadi DOA
U menjadi USAHA
I menjadi IBADAH
T menjadi TAWAKAL.
Dengan merumuskan kata DUIT menjadi kalimat yang bermakna Sebagai suatu ungkapan adalah setiap langkah yang dibuat oleh manusia sebagai hasil pikiran dengan kekuatan DOA untuk bertindak sebagai langkah USAHA agar mampu menggerakkan yang disebut dengan IBADAH agar secara berkesinambungan menuntun kedalam kegiatan TAWAKAL
Bertolak dari rumusan ungkapan kata SIBUK dan DUIT yang diutarakan diatas, maka uraian lebih lanjut seperti dibawah ini :

2. SABAR
Sejenak bila kita renungkan makna SABAR adalah gerakan jiwa yang memberikan cahaya yang bersih kedalam hati sehingga menjadi penggerak yang berbuah sangat berharga dari keterbebasan manusia dari hawa nafsu artinya kesadaran, kecerdasan dan akal menuntun manusia dalam bersikap dan berperilaku yang sejalan dengan kekuatan pikiran dalam usaha mewujudkan ketaatan dalam hubungan dengan Tuhan disatu sisi dan disisi lain kemampuan dalam hubungan manusia dalam pikiran yang positip.
Dengan demikian bila wujud sabar dapat menjadi daya dorong manusia untuk menemukan jati diri yang sebenarnya, maka disitu pula terletak adanya kekuatan mengetuk dinding jiwa dalam rangka usaha-usaha mewujudkan apa yang disebut dengan kebersihan ruhani, kelurusan aqidah, kelembutan rasa, menjadi satu kekuatan untuk menghancurkan pikiran yang bersifat maksiat dan negatip.
Berdasarkan pikiran-pikiran yang telah kita utarakan diatas, maka seharusnya setiap manusia sebagai makhluk yang paling mulia di mata Allah Swt., maka sesungguhnya Allah telah menjadikan SABAR bagaikan kuda yang tidak pernah jatuh terperosok.
Oleh karena itu, SABAR dalam mencapai keberhasilan sama halnya dengan kepala bagi sesosok tubuh. Jadi sabar adalah jalan menuju kepada keberhasilan dan kebahagian sehingga sabar adalah suatu keutamaan yang diperlukan oleh manusia baik dalam urusan agama maupun duniawinya.
Dengan memperhatikan hal-hal yang telah kita ungkapkan diatas, maka makna SABAR dapt pula dirumuskan sebagai berikut : SABAR adalah bertahan dalam mengerjakan esuatu yang diperintahkan oleh Allah dan menahan diri ddari mengerjakan sesuatu yang dilarang oleh-NYA.
Allah Swt. telah menjadikan pahala yang besar bagi orang yang bersabar karena mengharapkan ridha-NYA. Allah pun memberikan imbalan kepada ahli surge dengan berbagai kesenangan karena mereka telah bersabar demi meraih ridha Allah.
Sejalan dengan uraia diatas, maka kita dapat membedakan makna SABAR kedalam tiga hal dengan apa yang disebut :
1) Sabar dalam mengerjakan ketaatan kepada Allah
2) Sabar dalam menjauhi kdurhakaan
3) Sabar terhadap taqdir yang menyakitkan.
Selanjut untuk mendalami makna SABAR yang telah kita utarakan diatas, maka renungkan kembali apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat diantaranya dibawah ini :
QS.2 : 153” Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
QS. 3 : 17” (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta`at, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.
QS. 4 : 19” Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.
QS. 6 : 34” Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Tak ada seorangpun yang dapat merobah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu.
QS. 8 : 65” Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mu’min itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.
QS. 11 : 11” kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar.
QS. 12 : 90” Mereka berkata: “Apakah kamu ini benar-benar Yusuf?” Yusuf menjawab: “Akulah Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami”. Sesungguhnya barangsiapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik”. Mereka berkata: “Apakah kamu ini benar-benar Yusuf?” Yusuf menjawab: “Akulah Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami”. Sesungguhnya barangsiapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik”.
QS. 13 : 22” Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),
QS. 16 : 42” (yaitu) orang-orang yang sabar dan hanya kepada Tuhan saja mereka bertawakkal.
QS. 18 : 28” Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.
QS. 20 : 130” Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang.
QS. 23 : 25” Ia tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai suatu waktu.”
QS. 25 : 20” Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan Kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar?; dan adalah Tuhanmu Maha Melihat. Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan Kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar?; dan adalah Tuhanmu Maha Melihat.
QS. 28 : 54” Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan.
Dengan mendalami hal-hal yang terungkap dalam surat2 dan ayat diatas akan dapat membuka kekuatan pikiran dalam rangka memanfaatkan kebiaaan pikiran untuk menuntun jalan hidup ini kejalan yang penuh tantangan agar secara bertahap mampu mewujudkan makna SABAR dalam perjalan hidup abadi.
Sejalan dengan apa yang kita pikirkan diatas, renungkan pula makna ungkapan-ungkapan seperti yang tersebut dibawah ini :
Sabar dalam mencari ridla Allah:
QS. 13 : 22” Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), 23” (yaitu) surga `Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; -24” (sambil mengucapkan): “Salamun `alaikum bima shabartum”. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.
Sabar dan shalat sebagai sarana mohon pertolongan Allah :
QS. 2 : 45” Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu`,, -153” Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Sabar dan shalat dirasakan amat berat kecuali bagi yang khusyuk : QS. 2 : 45” Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu`,
Sabar dan takwa : QS. 3 : 186” Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.
Sabar dan tawakal 29 : 58” Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam surga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal, -59” (yaitu) yang bersabar dan bertawakkal kepada Tuhannya.
Bersabar : QS. 7 : 87” Jika ada segolongan daripada kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah, hingga Allah menetapkan hukumnya di antara kita; dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya.
QS. 8 : 46” Dan ta`atlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Bersabar dan pemaaf lebih baik dari membalas :
QS.42 ; 39” Dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim mereka membela diri.
Sabar dalam kesempitan:
QS.2 : 177” Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
Jadikan sabar dan shalat sebagai penolong :
QS. 2 : 45” Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu`,
Orang yang sabar apabila mendapat cobaan :
QS. 2 : 156” (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun”
Pahala untuk orang sabar :
QS. 2 : 157” Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
Tuhan akan mencoba kesabaran manusia:
QS. 2 : 155” Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,

3. IKHLAS
Ikhlas memang merupakan amalan hati yang paling utama, paling penting, paling tinggi dan paling pokok. Ikhlas merupakan hakikat agama dan kunci dakwah, oleh karena itu renungkan ungkapan syair berupa “Wahai nafsu, ikhlaskanlah niatmu agar terlepas dari belenggu kemalasan”
Sejalan dengan pikiran diatas, maka untuk mendalaminya renungkan apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini untuk mendalami kembali makna IKHLAS tersebut seperti dibawah ini :
QS.4 : 125” Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.
QS.5 : 85” Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya).
QS. 9 : 91” Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, atas orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,
QS. 10 : 105” dan (aku telah diperintah): “Hadapkanlah mukamu kepada agama dengan tulus dan ikhlas dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik.
QS.22 : 31” dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.
QS. 66 : 8” Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”.
Perintah menyembah Allah dengan penuh ikhlas :
QS. 7 : 29” Katakanlah: “Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan”. Dan (katakanlah): “Luruskanlah muka (diri) mu di setiap shalat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan keta`atanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu akan kembali kepadaNya)”.
QS. 39 : 2” Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Qur’an) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya.
Ikhlas dalam ber infak:
QS. 75 : 8” dan apabila bulan telah hilang cahayanya, -9” dan matahari dan bulan dikumpulkan,
QS. 92 : 18” yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya, -19” padahal tidak ada seorangpun memberikan suatu ni’mat kepadanya yang harus dibalasnya, -20” tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya Yang Maha Tinggi.
Mohon dapat ikhlas dalam beribadah :
QS. 17 : 80” Dan katakanlah: “Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong

4. BERSYUKUR
Bersyukur adalah ungkapan jiwa dan hati yang sebaik-baiknya kehidupan bagi orang-orang yang berbahagia. Dengan begitu tidaklah mereka menaik tangga kedudukan yang tertinggi, melainkan berkat syukur mereka. Ingatlah kekuatan keyakinan yang kita sebut IMAN terdiri dari dua bagian yaitu bersyukur dan bersabar artinya keharusan bagi orang yang mengharapkan kebaikan bagi dirinya serta mengutamakan keselamatan dan kebahagiannya.
Sejalan apa yang kita utarakan diatas, maka untuk mendalami-nya renungkan apa-apa yang terungkap dalam surat2 dan ayat dibawah ini :
QS. 2 : 52 “Kemudian sesudah itu Kami ma`afkan kesalahanmu, agar kamu bersyukur.
QS. 2 : 152”Karena itu, ingatlah kamu kepada-KU niscaya Aku ingat (pula) kepadamu dan bersyukurlah kepada-KU dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)KU
QS. 4 : 147”Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.
QS. 5 : 6” Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan ni`mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.
QS. 7 : 10” Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur. Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur.
QS. 8 : 26” Dan ingatlah (hai para muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi (Mekah), kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur.
QS. 10 : 22” Dialah Tuhan yang menjadikan Kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan. Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdo`a kepada Allah dengan mengikhlaskan keta`Dialah Tuhan yang menjadikan Kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan. Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdo`a kepada Allah dengan mengikhlaskan keta`atan kepada-Nya semata-mata. (Mereka berkata): “Sesungguhnya jika engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan
Allah menambah nikmat kepada orang bersyukur :
QS. 14 : 7” Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.
Allah mengetahui orang yang bersykur :
QS. 6 : 53” Dan demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka (orang-orang yang kaya) dengan sebahagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata: “Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah kepada mereka?” (Allah berfirman): “Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)?”
Kebanyakan manusia tidak bersyukur:
QS. 2 : 243” Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halaman mereka, sedang mereka beribu-ribu (jumlahnya) karena takut mati; maka Allah berfirman kepada mereka: “Matilah kamu”, kemudian Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.
QS. 7 : 17” kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta`at).
Alasan kewajiban bersykur :
QS. 56 : 63” Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam? -64” Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya? -65” Kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan dia kering dan hancur; maka jadilah kamu heran tercengang. -66” (Sambil berkata): “Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian, -67” bahkan kami menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa.”-68” Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum. -69” Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan? -70” Kalau Kami kehendaki niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur? -71” Maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan (dari gosokan-gosokan kayu). -72” Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?-73” Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?
Mukmin yang bersyukur tidak akan diazab :
QS. 4 : 147” Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.
Dengan mendalami makna dan ungkapan yang diutarakan diatas, maka BERSYUKUR kepada Allah mempunyai beberapa kedudukan yang besar dalam agama seperti yang diungkapkan dibawah ini :
1. Allah telah menggandengkan perintah mengingatNYA dengan perintah bersyukur kepada-Nya, yang keduanya mengingatkan kepada nikmat penciptaan. QS. 2 : 152” Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni`mat) -Ku.

2. Allah menggandengkan sebutan syukur dengan iman dan bahwa Allah tidak punya tujuan mengadzab makluk-Nya apabila mereka telah mengatakan “Kami telah beriman
QS. 4 : 147” Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.

3. Hanya orang-orang yang suka bersyukurlah dari kalangan hamba-hamba-NYA yang menghargai karunia Allah kepada mereka QS. 6 : 53” Dan demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka (orang-orang yang kaya) dengan sebahagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata: “Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah kepada mereka?” (Allah berfirman): “Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)?”

4. Manusia itu ada yang bersyukur dan ada yang ingkar. Yang paling dibenci oleh Allah ialah sikap ingkar dan yang paling disukai oleh Allah ialah sikap bersyukur QS. 76 : 3” Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.

5. Allah menguji hamba-hamba-NYA siapakah diantara mereka yang banyak bersyukur kepada-NYA. QS.27 : 40” Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan ni`mat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.

6. Allah menjanjikan akan menambah nikmat-NYA bagi orang-orang yang bersyukur QS. 14 : 7” Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

7. Allah meridhai amalan orang-orang yang bersyukur dan meridhai sikap bersyukur. QS. 39 : 7” Jika kamu kafir, maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman) mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam (dada) mu.”
Allah membandingkan antara syukur dan kufur QS. 3 : 144” Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

8. Allah menggantungkan pertambahan nikmat-NYA pada sikap bersyukur QS. 9 : 28” Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana

9. Allah memberitakan bahwa sesungguhnya iblis mempunya banyak tujuan antara lain mencegah hamba-hamba Allah untuk bersyukur kepada-NYA QS. 7 : 17” kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta`at).

10. Allah menggambarkan bahwa orang-orang yang bersyukur di antara hamba-hamba-NYA adalah golongan minoritas QS. 34 : 13” Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih.

11. Allah telah memuji mula-mula rasul yang diutus-NYA ke bumi karena sikapnya yang selalu bersyukur kepada-NYA yaitu NUH. Untuk itu Allah berfirman QS. 17 : 3” (yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.

12. Allah memberitakan bahwa sesungguhnya yang mau beribadah kepada-NYA adalah orang yang besyukur kepada-NYA dan bahwa orang yang tidak mau bersyukur kepada-NYA bukan termasuk orang-orang yang menyembah-NYA. QS.2 : 172” Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah. Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah.

13. Allah memerintahkan kepada hamba-NYA, Musa agar menerima anugerah kenabian, kerasulan dan tugas yang dibebankan padanya dengan sikap bersyukur QS. 7 : 144” Allah berfirman: “Hai Musa sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) kamu dari manusia yang lain (di masamu) untuk membawa risalah-Ku dan untuk berbicara langsung dengan-Ku, sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur”.

14. Mula-mula perintah yang dipesankan kepada manusia sesudah berakal ialah bersyukur kepada Allah dan kepada kedua orang tuanya. QS. 31 : 14” Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

15. Allah memberitakan bahwa ridha-NYA terletak pada sikap bersyukur kepada-NYA QS. 39 : 7” Jika kamu kafir, maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman) mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam (dada) mu.

16. Allah menceritakan perihal kesayangan-NYA Ibrahim bahwa dia adalah orang yang selalu bersyukur atas semua nikmat yang telah diberikan kepadanya. QS. 16 : 120” Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan),-121” (lagi) yang mensyukuri ni`mat-ni`mat Allah, Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus.

17. Tujuan penciptaan makhluk ialah agar mereka bersykur kepada-NYA sebagaimana disebutkan dalam QS. 16 : 78” Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.”

5. UMUR
Membicarakan masalah UMUR terkait dengan hal-hal yang terkait dengan Identitas dan Siklus Hidup Manusia, sehingga kita mengenal lingkaran kehdupan yang menunjukkan identitas manusia, apa yang disebut dengan 1) Masa kanak-kanak dan mutualitas pengakuan ; 2) Masa kanak-kanak awal dan keinginan menjadi diri sendiri ; 3) Masa kanak-kanak dan antisipasi peran ; 4) Usia sekolah dan identitas tugas ; 5) Masa remaja 6) Diluar identitas.
Siklus hidup manusia tumbuh dan berkembang sejalan dengan teori evolusi, sebaliknya manusia diungkap dalam Al Qur’an, oleh karena itu renungkan makna umur seperti yang terungkap dalam surat2 dan ayat dibawah ini :
Makna umur QS. 6 : 60” Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur (mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.
QS.10 : 11” Dan kalau sekiranya Allah menyegerakan kejahatan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri umur mereka. Maka Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, bergelimang di dalam kesesatan mereka.
QS. 15 : 72” (Allah berfirman): “Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan)”.
QS. 21 : 44” Sebenarnya Kami telah memberi mereka dan bapak-bapak mereka kenikmatan (hidup di dunia) hingga panjanglah umur mereka. Maka apakah mereka tidak melihat bahwasanya Kami mendatangi negeri (orang kafir), lalu Kami kurangi luasnya dari segala penjurunya. Maka apakah mereka yang menang?
QS. 28 : 23” Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Mad-yan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: “Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?” Kedua wanita itu menjawab: “Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya”.
QS. 35 : 37” Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.
QS. 46 : 15” Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo`a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni`mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.
Manusia berumur panjang / pendek sudah ditetapkan Tuhan :
QS.35 : 11” Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.
Pada umur panjang manusia kembali lemah :
QS. 16 : 70” Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu; dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun), supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.
QS.36 : 68” Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian (nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan? Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian (nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?
Nabi Musa mendapat lmu dan hikmah setelah cukup umur :
QS.28 : 14” Dan setelah Musa cukup umur dan sempurna akalnya, Kami berikan kepadanya hikmah (kenabian) dan pengetahuan. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

Isteri Nabi Ibrahim melahirkan anak pada umur tua :
QS. 15 : 54” Berkata Ibrahim: “Apakah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut, maka dengan cara bagaimanakah (terlaksananya) berita gembira yang kamu kabarkan ini?”
Nabi Zakaria dikarunia anakumur tua:
QS. 19 : 8” Zakariya berkata: “Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal isteriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua”.
6. KEBENARAN
Berpikir dimaksudkan untuk “mengetahui sesuatu yang belum diketahui”. Sesuatu yang belum diketahui adalah apa yang disebut dengan KEBENARAN. Jadi untuk mencapai kebenaran inilah manusia berpikir.
Kemudian timbul masalah ; kebenaran apa yang ingin dicapai manusia dengan berpikir itu ? Memang manusia berpikir karena ingin tahu, akan tetapi tidak asal tahu saja. Ia ingin tahu yang benar ( Pengetahuan yang benar. Apabila pikiran diterima sebagai yang mengetahui kebenaran, bagaimana pikiran mengetahuinya?
Oleh karena itu, sejalan apa yang kita pikirkan diatas, maka perlu kita mengungkapkan hal-hal yang terungkap dalam Al Qur’an seperti dalam surat dan ayat dibawah ini :
Makna kebenaran QS. 2 : 22” Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.
QS. 3 : 17”(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta`at, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.
QS. 4 : 9” Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.
QS. 5 : 53” Dan orang-orang yang beriman akan mengatakan: “Inikah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh dengan nama Allah, bahwasanya mereka benar-benar beserta kamu?” Rusak binasalah segala amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi.
QS. 6 : 30” Dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya (tentulah kamu melihat peristiwa yang mengharukan). Berfirman Allah: “Bukankah (kebangkitan) ini benar?” Mereka menjawab: “Sungguh benar, demi Tuhan kami”. Berfirman Allah: “Karena itu rasakanlah azab ini, disebabkan kamu mengingkari (nya)”.
QS. 7 : 33” Katakanlah: “Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui”.
QS. 10 : 4” Hanya kepadaNyalah kamu semuanya akan kembali; sebagai janji yang benar daripada Allah, sesungguhnya Allah menciptakan makhluk pada permulaannya kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali (sesudah berbangkit), agar Dia memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan amal saleh dengan adil. Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka.
Kebenaran selalu menang QS. 34 : 49” Katakanlah: “Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi”.
Keharusan menjaga kebenaran QS. 4 : 105” Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat,
Qur’an membenarkan kitab yang sebelumnya QS. 3 : 3” Dia menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil.
QS. 10 : 37” Tidaklah mungkin Al Qur’an ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Qur’an itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam.
QS. 12 : 111” Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.
Kebenaran itu bersumber dari Allah QS. 2 : 147” Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.
QS. 3 : 60” (Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.
QS. 10 : 94” Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.
QS. 28 : 75” Dan Kami datangkan dari tiap-tiap umat seorang saksi, lalu Kami berkata “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu”, maka tahulah mereka bahwasanya yang hak itu kepunyaan Allah dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulunya mereka ada-adakan.
Mencampu-aduk kebenaran dan kebhatilan QS. 2 : 42” Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.
QS. 3 : 71” Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui?
Perintah menegakkan kebenaran QS. 5 : 8” Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Yang tidak mampu mendengar kebenaran QS. 11 : 20”
Orang-orang itu tidak mampu menghalang-halangi Allah untuk (mengazab mereka) di bumi ini, dan sekali-kali tidak adalah bagi mereka penolong selain Allah. Siksaan itu dilipat gandakan kepada mereka. Mereka selalu tidak dapat mendengar (kebenaran) dan mereka selalu tidak dapat melihat (nya).
Orang yang benar (ucapan dan perbuatannya QS.33 : 35” Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta`atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu`, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.
Perintah beada di tengah orang yang benar QS. 9 : 119” Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.
Urain uraian selanjutnya menguraikan kata DUIT, seperti yang terungkap dibawah ini.
7. DOA
Doa itu adalah suatu ibadah dan otak ibadah dan oleh karena itu maka doa adalah senjata orang beriman. Lebih lanjut makna doa dapat kita pahami dengan mengungkap surat2 dan ayat yang tertuang dalam Al Qur’an seperti dibawah ini :
QS. 2 : 286” Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma`aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.
QS. 3 : 8” (Mereka berdo`a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).”
QS. 4 : 2” Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar.
QS. 5 : 114” Isa putera Maryam berdo`a: “Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezkilah kami, dan Engkaulah Pemberi rezki Yang Paling Utama”.
QS. 8 : 29” Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa) mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.
QS. 9 : 99” Dan di antara orang-orang Arab Badwi itu, ada orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu, sebagai jalan mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh do`a Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat (surga) Nya; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
QS.10:10” Do`a mereka di dalamnya ialah: “Subhanakallahumma”, dan salam penghormatan mereka ialah: “Salam”. Dan penutup do`a mereka ialah: “Alhamdulillaahi Rabbil `aalamin.”
QS. 11 : 61” Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (do`a hamba-Nya).”
QS. 12 : 34” Maka Tuhannya memperkenankan do`a Yusuf, dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
QS. 13 : 14” Hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) do`a yang benar. Dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatupun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya. Dan do`a (ibadat) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka.
QS. 21 : 88” Maka Kami telah memperkenankan do`anya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.
QS. 26 : 72” Berkata Ibrahim: “Apakah berhala-berhala itu mendengar (do`a) mu sewaktu kamu berdo`a (kepadanya)?,
Lebih lanjut perhatikan pula ungkapan doa seperti dibawah ini :
Doa adam dan hawa: QS. 7 : 23” Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”.
Doa agar tidak berbalik setelah dapat bimbingan QS. 3 : 8 “(Mereka berdo`a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).”
Berdoa untuk kebaikan dunia dan akhirat :
QS. 2 : 201” Dan di antara mereka ada orang yang berdo`a: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”.
QS. 7 : 156” Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. Allah berfirman: “Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami”.
Doa berlindung dari apa neraka QS. 3 : 191” (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Doa berlindung dari kaum yang memeras QS. 4 : 75” Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdo`a: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!”.
Doa berlindung dari perbuatan murik QS. 14 : 35” Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala., 36” Ya Tuhan-ku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Doa berlindung dari perbuatan sihir QS. 113 : 1” Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,, 2” dari kejahatan makhluk-Nya,, 3” dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,, 4” dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,,
Doa bertambah ilmu QS. 20 : 114” Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al Qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.”
Doa bimbingan yang lurus QS. 1 : 6” Tunjukilah kami jalan yang lurus,
QS. 18 : 10” (Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdo`a: “Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”.
Cara berdoa QS. 7 : 55 “Berdo`alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.; 56” Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo`alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.
Hanya Allah yang mengabulkan doa : QS.13 : 14” Hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) do`a yang benar. Dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatupun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya. Dan do`a (ibadat) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka.
Doa minta dikarunia anak shalih :
QS.3 : 38” Di sanalah Zakariya mendo`a kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do`a”.
QS. 19 : 6” yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya`qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai”.
QS.21 : 89” Dan (ingatlah kisah) Zakariya, tatkala ia menyeru Tuhannya: “Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik.
QS. 25 : 74” Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
QS. 37 : 100” “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.
Doa minta ibu / bapak di karunia Tuhan : QS. 17 : 24 “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.
Doa mohon ampun beserta bapak / ibu di hari hisab :
QS.14 : 41Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mu’min pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)”.
Doa mohon dimasukkan ke surge QS. 40 : 8” ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga `Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,
QS. 66 : 11” Dan Allah membuat isteri Fir`aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir`aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim”,
Doa mohon diselamatkan dari siksa neraka :
QR. 3 : 191(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka., 192” Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.,193” Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman (yaitu): “Berimanlah kamu kepada Tuhan-mu”, maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti.
QS. 7 : 47” Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu”.
QS. 25 : 65” Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, jauhkan azab Jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal”., 66” Sesungguhnya Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.
Dengan mendalami hal-hal yang telah kita utarakan diatas, maka kita pahami bahwa yang terkait dengan makna DOA menjadi satu kekuatan dalam pikiran ini bahwa :
• Doa adalah senjata orang beriman
• Doa itu dapat menangkis ketetapan Allah artinya barangsiapa dibukakan pintu doa untuknya berarti telah dibukakan pula untuknya pintu rahmat.
• Berdoa / memohon hanya kepada Allah.
• Larangan berdoa kepada selain Allah
• Di antara waktu-waktu doa yang makbul
• Misjid merupakan salah satu tempat doa yang makbul.
• Adab / tatacara berdoa yang baik
• Tawasul / wasilah doa yang diperboleh dalam Islam hanya dengan Asmaul Husna, dengan keimanan dan amala sholihnya sendiri, atau dengan doa orang sholih yang masih hidup.
• Larangan berdoa sesuatu yang tidak tahu hekikatnya atau doa tentang kejahatan.

8. USAHA
Segala usaha dalam melaksanakan perjalanan hidup ini ditentukan oleh pikiran anda sendiri, oleh karena itu renungkan segala ungkapan seperti yang disebut dibawah ini.
Usaha manusia berbeda-beda QS. 92 : 4” sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.
Usaha kearah kehidupan duniawi QS. 17 : 18” Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.
QS. 42 : 20” Kepada masing-masing golongan baik golongan ini maupun golongan itu Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi.
Usaha kearah kehidupan ukhrawi QS. 17 : 19” Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu’min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik.
Setiap usaha (amal) pasti dibalas QS. 3 : 162” Apakah orang yang mengikuti keridhaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan (yang besar) dari Allah dan tempatnya adalah Jahannam? Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
QS. 14 : 51” agar Allah memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang ia usahakan. Sesungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya. agar Allah memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang ia usahakan. Sesungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya.
QS. 45 : 22” Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan. Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan.
Akibat buruk yang menimpa manusia karena usahanya:
QS. 39 : 5” Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
Allah membalasi usaha orang yang sungguh mengharapkan
menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu’min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik.
Anggota badan menjadi saksi atas apa yang diusahakannya di dunia : QS. 36 : 65” Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.
Sesuatu yang diusahakan akan mendapat balasan QS. 2 : 110” Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.
Tak seorang pun tahu dengan pasti apa usahana besok :
Qs. 31 : 34” Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
Sejalan dengan ungkapan-ungkapan diatas, mengingatkan kita bahwa sesungguhnya aku berjalan sesuai dengan cirri-ciri khas diriku , sebagaimana kereta berjalan di atas relnya, ketika aku keluar dari garis-garisnya, maka aku pun segera berhenti, oleh karena itu jadilah diri sendiri.
9.IBADAH
Ibadah adalah perbuatan untuk menyatakan bakti kepada Allah, yang didasari ketaatan mengerjakan perintah-NYA dan menjauhi larangan-NYA.
Sejalan dengan pikiran diatas, maka untuk mendalami secara mendalam sebaiknya renungkan apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat untuk lebih pemahaman yang mendalam seperti yang disebutkan dibawah ini :
Makna ibadah QS. 2 : 128” Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
QS. 5 : 2” Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi`ar-syi`ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari karunia dan keredhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian (mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.
QS. 6 : 162” Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam,
QS. 9 : 112” Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji (Allah), yang melawat, yang ruku`, yang sujud, yang menyuruh berbuat ma`ruf dan mencegah berbuat mungkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mu’min itu.
QS. 13 : 14” Hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) do`a yang benar. Dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatupun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya. Dan do`a (ibadat) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka.
QS. 17 : 79” Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.
QS. 25 : 77” Katakanlah (kepada orang-orang musyrik): “Tuhanku tidak mengindahkan kamu, melainkan kalau ada ibadatmu. (Tetapi bagaimana kamu beribadat kepada-Nya), padahal kamu sungguh telah mendustakan-Nya? karena itu kelak (azab) pasti (menimpamu)”.
QS. 29 : 45” Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
QS. 40 : 14” Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadat kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai (nya).
QS. 66 : 5” Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri-isteri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang ta`at, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadat, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.
QS. 72 : 19” Dan bahwasanya tatkala hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (mengerjakan ibadat), hampir saja jin-jin itu desak mendesak mengerumuninya.
QS. 73 : 8” Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan.
Dengan mendalami seluruh surat dan ayat yang diungkapkan diatas akan berarti memberikan daya ingat kedalam kebiasaan anda berpikir, sehingga ingatlah ungkapan seperti “Duduklah kamu dengan orang yang dengat melihatnya mengingatkan kamu kepada Allah dengan orang yang dengan perkataannya menambahkan amalannya menggemarkan kamu kepada akhirat” dengan demikian ingatlah pula apa yang doiungkap dalam surat dan ayat dibawah ini :
Beribadah : QS. 2 : 157” Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
QS. 19 : 65” Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadat kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?
QS. 21 : 52” (Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?”
Q. 22 : 26” Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): “Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumahKu ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku` dan sujud.
QS. 25 : 77” Katakanlah (kepada orang-orang musyrik): “Tuhanku tidak mengindahkan kamu, melainkan kalau ada ibadatmu. (Tetapi bagaimana kamu beribadat kepada-Nya), padahal kamu sungguh telah mendustakan-Nya? karena itu kelak (azab) pasti (menimpamu)”.
QS. 39 : 9” (Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.
Dengan mendalami ungkapan-ungkapan diatas seperti yang termuat dalam surat2 dan ayat diatas, maka memberikan satu kekuatan kedalam pikiran agar setiap saat kita dapat membaca diri kita sendiri dan sejalan dengan renungkan ungkapan kalimat seperti dalam surat dan ayat dibawah ini :
Beribah dengan penuh keikhlasan QS. 39 : 2” Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Qur’an) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya.
Kewajiban melakukan ibadah kepada Allah QS. 40 : 14”
Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Qur’an) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya.
Pokok-pokok ibadah QS. 2 : 177” Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
Rumah pertama yang dibangun untuk ibadah QS. 3 : 96” Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.
Tak ada tolaransi dalam peribadahan dan keimanan :
QS. 109: 1” Katakanlah: “Hai orang-orang yang kafir, -2” aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. -3” Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. -4” Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. -5” Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.-6” Untukmulah agamamu, dan untukkulah, agamaku”.
Ibadah yang baik hanya pada Tuhan QS. 2 : 172” Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah.
QS. 6 : 161” Katakanlah: “Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar; agama Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik”.

10.TAWAKAL
Tawakal adalah berserah kepada kehendak Allah ; percaya dengan sepenuh hati kepada Allah. Sejalan dengan pikiran itu, maka untuk mendalaminya renungkan apa-apa yang diungkap dalam surat dan ayat dibawah ini :
Makna tawakal QS. 8 : 49” (Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata: “Mereka itu (orang-orang mu’min) ditipu oleh agamanya”. (Allah berfirman): “Barangsiapa yang tawakkal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.
QS. 10 : 85” Lalu mereka berkata: “Kepada Allah-lah kami bertawakkal! Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim,
QS. 11 : 56” Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melatapun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.” -,88” Syu`aib berkata: “Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan dianugerahi-Nya aku daripada-Nya rezki yang baik (patutkah aku menyalahi perintah-Nya)? Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang. Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.
QS. 14 : 12” Mengapa Kami tidak akan bertawakkal kepada Allah padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang bertawakkal itu berserah diri”.
QS. 7 : 89” Sungguh kami mengada-adakan kebohongan yang besar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agamamu, sesudah Allah melepaskan kami daripadanya. Dan tidaklah patut kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Tuhan kami menghendaki (nya). Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allah sajalah kami bertawakkal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.
Bertolak dari ungkapan surat dan ayat diatas berarti memberikan satu kekuatan yang mendalam dalam pikiran yang menjadi penntun sikap dan perilaku terpola.
Sejalan dari pemahaman diatas, maka renungkan pula ungkapan-ungkapan yang tertuang dibawah ini :
Allah menyukai orang yang bertawakal kepada-NYA :
QS. 3 : 159” Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma`afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

Orang beriman diperintah bertawakal kepada Allah ‘ :
QS. 3 : 159” Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma`afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya., 160” Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mu’min bertawakkal.
QS. 4 : 81” Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan: “(Kewajiban kami hanyalah) ta`at”. Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebahagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakkallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung.
QS. 5 : 23” Berkatalah dua orang di antara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi ni`mat atas keduanya: “Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman”., 57” Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi Kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.
QS. 8 : 2” Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal,,- 61” Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
QS. 9 : 51” Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakkal.”
QS. 11 : 123” Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ghaib di langit dan di bumi dan kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia, dan bertawakkallah kepada-Nya. Dan sekali-kali Tuhanmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.
QS. 13 : 30” Demikianlah, Kami telah mengutus kamu pada suatu umat yang sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumnya, supaya kamu membacakan kepada mereka (Al Qur’an) yang Kami wahyukan kepadamu, padahal mereka kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. Katakanlah: “Dialah Tuhanku tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya aku bertaubat”.Demikianlah, Kami telah mengutus kamu pada suatu umat yang sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumnya, supaya kamu membacakan kepada mereka (Al Qur’an) yang Kami wahyukan kepadamu, padahal mereka kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. Katakanlah: “Dialah Tuhanku tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya aku bertaubat”.
QS. 14 : 11” Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka: “Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang mukmin bertawakkal.
QS. 16 : 99” Sesungguhnya syaitan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya.
QS. 27 : 9” (Allah berfirman): “Hai Musa, sesungguhnya Akulah Allah, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,
Orang sabar hanya kepada Allah mereka bertawakal :
QS. 16 : 42” (yaitu) orang-orang yang sabar dan hanya kepada Tuhan saja mereka bertawakkal.
Pahala untuk orang yang sabar dan tawakal kepada Allah
QS. 29 : 58” Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam surga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal, Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam surga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal,,- 59” (yaitu) yang bersabar dan bertawakkal kepada Tuhannya.
Sabar dan tawakal kepada Allah pangkal kemenangan:
QS. 3 : 122” ketika dua golongan daripadamu ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah penolong bagi kedua golongan itu. Karena itu hendaklah karena Allah saja orang-orang mu’min bertawakkal.

Ya’qub menyuruh anaknya bertawakal kepada Allah:
QS. 12 : 67” Dan Ya`qub berkata: “Hai anak-anakku janganlah kamu (bersama-sama) masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lain; namun demikian aku tiada dapat melepaskan kamu barang sedikitpun daripada (takdir) Allah. Keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah; kepada-Nya-lah aku bertawakkal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakkal berserah diri”.
Bertolak dari apa-apa yang diuraikan diatas, member satu kekuatan kedalam daya ingat bahwa :
• Bertawakal hanya kepada Allah.
• Bertawakal sebagai tanda orang yang beriman.
• Bertawakal disertai dengan usaha yang sungguh-sungguh.
• Bertawakal cukuplah Allah sebagai pemelihara
• Bertawakal kepada Allah memohon pertolongan-NYA.
• Bertawakallah, Allah akan mencukupkan keperluan.
• Bertawakal seperti burung artinya keluar pagi dengan perut kosong dan kembali senja hari dngan kenyang.
• Bertawakal jika hendak keluar rumah.
• Berdoa tentang tawakal.
11.P E N U T U P
Menggapai kebahagian bertitik tolak dari kekuatan kepercayaan (Islam) dan keyakinan (Iman) maka disiti terletak pintu untuk mencapai dan oleh karena maka renungkanlah ungkapan bahwa “Bertambah luas akal, bertambah luas hati, bertambah luas hidup, bertambah datangnya bahagia. Bertambah sempit pula hidupnya dan bertambah datangnya celaka”.

Oleh karena itu ingatlah bahwa barang siapa mencintai sesuatu ia akan diperbudak oleh yang dicintainya itu. Orang sufi menganggap cinta dunia itu pokok segala kejahatan.
Dengan demikian ingatlah bahwa ala mini lahariahnya berupa tipuan sementara batiniahnya berupa pelajaran (Diri) nafsu melihat kepada lahariahnya yang menipu, sementara kalbu melihat kepada batinnya yang menjadi pelajaran.

Jadi jangan tertipu pada yang tampak. Apa yang tampak tidak selalu seperti yang sejatinya. Kenalilah tabiat dunia dengan hatimu, wilayah kesadaranmu. Dengan begitu engkau akan selalu menemukan makna, sebab dan pesan di balik semua peristiwa. Jangan sandarkan penglihatanmu pada nafsu, wilayah kecenderunganmu.

Sejalan dengan apa-apa yang kita pikirkan diatas, maka renungkan ungkapan dalam surat dan ayat dibawah, yang akan dapat menuntun anda dalam memahami dunia seperti :

QS. 11 : 105” Di kala datang hari itu, tidak ada seorangpun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka
ada yang celaka dan ada yang berbahagia.

QS. 13 : 29” Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.

Dengan mendalami apa yang terungkap dari surat dan ayat diatas, maka Menggapai Kebahagian Dengan kekuatan Sibuk dan Duit dalam pandangan dari unsur kata menjadi kata yang dirumuskan kedalam kalimat-kalimat yang bermakna menjadi satu kekuatan pikiran maka Bagi orang yang bekerja tak ada hari yang panjang. Bekerja itu adalah satu obat yang menyehatkan jiwa. Hasil pekerjaan itu lebih baik dari perkataan yang bagus.

Oleh karena itu, renungkanlah bahwa “Mengubah Takdir Mengubah Nasib” bergatung pada daya kemampuan yang kuat dari kebiasaan berpikir, kemauan, dan bekerja adalah alat untuk melaksanakan cita-cita yang kita sebut “Menggapai Kebahagian”

Dengan mengungkapkan pandangan seperti apa yang kita rumuskan dibawah ini :

Dengan demikian apa-apa yang kita utarakan diatas adalah tonggak untuk menumbuh kembangkan ungkapan kata SIBUK menjadi satu kekuatan dalam kebiasaan sebagai sikap dan perilaku yang terpola, diuraikan sebagai berikut :
S menjadi SABAR
I menjadi IKHLAS
B menjadi BERSYUKUR
Umenjadi UMUR
K menjadi KEBENARAN
SIBUK adalah seberapa jauh setiap manusia mampu mewujudkan SABAR dalam bertingkah laku agar mamu segala perbuatan dijalankan secara IKHLAS dengan begitu manusia manyadari untuk selalu BERSYUKUR atas anugerah yang diberikan sepanjang UMUR ada di dunia dalam rangka berpikir untuk mewujudkan KEBENARAN yang diperintahkan oleh Allah.
Untuk menumbuh kembangkan kebiasaan dengan sikap dan perilaku yang terpola perlu untuk dipikirkan dorongan yang kuat dari apa yang dipikirkan apa yang disebut dengan ungkapan kata DUIT yang dirumuskan dari unsur kata menjadi kata dalam kalimat yang bermakna yang kita sebut dengan :

D menjadi DOA
U menjadi USAHA
I menjadi IBADAH
T menjadi TAWAKAL.
Dengan merumuskan kata DUIT menjadi kalimat yang bermakna Sebagai suatu ungkapan adalah setiap langkah yang dibuat oleh manusia sebagai hasil pikiran dengan kekuatan DOA untuk bertindak sebagai langkah USAHA agar mampu menggerakkan yang disebut dengan IBADAH agar secara berkesinambungan menuntun kedalam kegiatan TAWAKAL
Bertolak dari pandangan ungkatan kata diatas, maka pikirkan apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini sebagai satu kekuatan untuk mengungkit daya ingat agar kita mampu melaksanakan apa-apa yang kita cita-cita dalam rangka untuk membaca DIRIMU dan sekaligus temukan TAKDIRMU, dengan begitu ada daya doron yang kuat untuk kita mampu mewujudkan cita-cita dengan mendalami ungkapan dibawah ini:

Kebahagian yang dinikmati dalam surga QS. 43 : 68” “Hai hamba-hamba-Ku, tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati. – 69” (Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri.-.70” Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan.” -71” Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya.” -72” Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan.” – 73” Di dalam surga itu ada buah-buahan yang banyak untukmu yang sebahagiannya kamu makan.

Menunggu hari bahagia di akhirat : QS. 44 : 59” Maka tunggulah; sesungguhnya mereka itu menunggu (pula).

Dengan mendalami makna yang terkandung dalam surat dan ayat tersebut diatas, maka ada satu kekuatan berpikir untuk menggapai kebahagian itu dengan butir-butir kemuliaan dari setiap unsur kata dalam SIBUK dan DUIT akan memberikan pencerahan kedalam apa yang disebut dengan “AMALAN HATI” yang berarti aku akan menghadapi masa depan dengan penuh keyakinan, karena Tuhan mendampingi aku.

Jadi berterimakasihlah selalu kepada Tuhan, jauh di dalam hati kemurahan-NYA terdapat karunia yang besar. Dengan pikiran tersebut maka Tuhan selalu menemanimu, dalam situasi apapun.
Oleh karena itu, tingkatkan pengetahuan tentang diri, pengetahuan tentang Tuhan, pengetahuan tentang dunia ini dan pengetahuan tentang akhirat.

GAYA KEPEMIMPINAN

YANG MEMPENGARUHI

PROSES REVOLUSI MENTAL

DALAM MENGUBAH KEADAAN

OLEH
ABDUL TALIB RACHMAN

KATA PENGANTAR

1. PENDAHULUAN

2. MANUSIA INDONESIA

3. KEKUATAN MENGUBAH KEADAAN

4. GAYA KEPEMIMPINAN

5. MEMBANGUN BANGSA DAN NEGARA DENGAN GAYA KEPEMIMPINAN YANG KONTRAVERSIAL

6. MELETAKKAN LANDASAN BUDAYA BERBANGSA DAN BERNEGARA DALAM KEPEMIMPINAN MASA DEPAN

7. P E N U T U P
KATA PENGANTAR
Tulisan singkat ini disajikan dalam rangka HUT ke XIII LSM GMBI dengan judul GAYA KEPEMIMPINAN YANG MEMPENGARUHI PROSES REVOLUSI MENTAL DALAM MENGUBAH KEADAAN.
Dalam kesempatan ini perlu saya tegaskan bahwa “Saya Bukan Guru” walaupun dalam perjalanan hidup saya pernah mengajar dari beberapa perguruan tinggi, inilah permulaan saya menjadi seorang pegawai negeri yang diangkat oleh Pemerintah.
Namun perlu saya teknkan saya tidak berbeda dengan Anda. Saya memiliki pergumulan, mengalami frustrasi dan ketakutan, seiring dengan harapan, tujuan dan mimpi-mimpi saya. Saya pernah membuat pilihan yang sangat bagus dan juga tidak menyenangkan, saya hanyalah manusia biasa yang sedang dalam proses menjalani kehidupan. Jika anda merasa gagasan saya mencerahkan anda, pahami bahwa ini hanya karena saya menghabiskan hari-hari saya untuk memfokuskan diri pada pengetahuan yang akan anda alami dalam berpikir, bekerja dan belajar dalam langkah menemukan jati diri agar lebih dekat dengan sang pencipta Allah Swt.
Tulisan- tulisan saya beragam telah dibukukan dan yang paling berkesan saya tuangkan dalam sepuluh buku dengan judul “Pesan orang tua dan anak dalam membangun kepribadian warga LSM GMBI” (silahkan untuk membaca kembali).
Demikianlah tulisan ini dengan harapan ada manfaat bagi anda dalam rangka menumbuh kembangkan kedewasaan berpikir.
Bandung, 23 Maret 2014.
Abdul Talib Rachman
1. PENDAHULUAN
Pengalaman telah menunjukkan kepada kita bahwa Bangsa yang kuat dan berwibawa haruslah dipimpin oleh satu kekuatan yang memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda, dimana peran-peran oleh eksekutif, yudikatif dan legislatif menunjukkan peran yang penuh dengan topeng kepalsuan yang mendorong sikap dan perilaku yang kiblat kepada manusia bukan kepada Allah Swt.
Walaupun kita telah memasuki reformasi untuk dapat mewujudkan cita-cita apa-apa yang tertuang dalam mukadimah UUD 1945 masih jauh dari harapan karena pemain peran pemimpin lebih mementingkan individu dan kelompok. Dengan demikian setelah kita memasuki refformasi dari orde lama dan orde baru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dimana realita menunjukkan apakah kita masih bisa tumbuh dan berkembang sesuai dengan cita-cita bangsa.
Sejalan dengan hal-hal yang kita utarakan diatas, maka kita akan berusaha untuk menjawab hal-hal yang terkait dengan pertanyaan yang mencakup 1) WHY ? Tidak lain karena belum siapnya menerima perubahan berdemokrasi dalam usaha melaksanakan kehidupan dalam bernegara dan berbangsa ; 2) WHEN ? selama kehidupan berbangsa masih dipenguru dengan masa penjajahan ; 3) WHAT ? tidak lain dalam masa reformasi, demokrasi hanya alat mengejar kekuasaan dan wewenang ; 4) HOW ? tidak mampu merubah pola pikir dari memecahkan masalah dari pada menghindari masalah ; 5) WHO ? tidak lain karena pemain peran pemimpin dimanapun mereka berada lebih berpikir materialistik.
Bertitik tolak kepada pertanyaan diatas, maka dengan berpikir menghayati kita dapat menyimpulkan bahwa situasi tersebut dapat menjadi masalah yang kritis yang bersifat afnormal terkait dengan akhlak manusia yang tidak begitu mudah merubah kebiasaan bersikap dan perilaku mereka.
Oleh karena itu, peran pemimpin yang memiliki kepemimpinan yang kuat akan sangat menentukan kemampuan dalam usaha-usaha mengubah keadaan dari yang buruk menjadi lebih baik. Inilah masalah kritis yang kita hadapi saat ini dimana peran-peran pemimpin eksekutif, legislatif dan yudikatif memainkan peran sebagai “an ecomic hit man” (baca buku John Perkins).
Sejalan dengan pemikiran diatas, maka masalah kritis yang kita sebut dengan masalah akhlak diatas tidak mungkin ada solusi tanpa keinginan yang kuat dari seorang pemimpin yang memiliki karisma dengan pola pikir yang bersifat radikal untuk merubah keadaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dengan demikian dibutuhkan seorang pemimpin dengan kepemimpinan yang kontrapersial yang mampu melawan kebiasaan pemimpin masa kini dengan jiwa yang penuh topeng kepalsuan hanya mementingkan kepentingan individu dan kelompok mereka, lebih-lebih ia berperan sebagai “an economic hit man” untuk mampu mengubah keadaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
2. MANUSIA INDONESIA
Membangun bangsa dan Negara yang berwibawa dan kuat akan ditentukan oleh bangsa itu sendiri, oleh karena itu pada bagian ini, perlu kita ungkapkan wajah manusia Indonesia, seperti apa yang diungkapkan oleh pandangan Mohtar Lubis dan Koentjaraningrat, kedua orang tokok inilah yang mengungkit daya ingat saya sebagai kekuatan yang mendorong sesama manusia untuk saling mengingatkan, untuk menjawab pertanyaan Why, When, What, How, Who yang telah kita utarakan pada bagian terdahulu.
Silahkan untuk memahaminya dengan pendekatan 7M (Membaca, Mengartikan, Mengkaji, Menggali, Menghayati, Memahami, Mengamalkan) atas pandangan Mochtar Lubis dalam bukunya “Manusia Indonesia Sebuah Pertanggunga-jawaban” dan Koentjaraningrat dalam bukunya “Kebudayaan Mentalitet dan Pembangunan”.
Pandangan Mochtar lubis Dari tulisannya, mengungkapkan :
Ciri Manusia Indonesia 1) Ciri pertama Hipokritis atau Munafik berpura-pura lain di muka lain dibelakang, merupakan sebuah cirri utama manusia Indonesia sudah sejak lama, sejak mereka dipaksa oleh kekuatan-kekuatan dari luar untuk menyembu-nyikan apa yang sebenarnya dirasakannya atau dipikirkannya ataupun yang sebenarnya dikehendakinya karena takut akan mendapat ganjaran yang membawa bencana bagi dirinya. ; 2) Ciri kedua adalah segan dan enggan bertanggung jawab atas perbuatannya, putusannya, kelakuannya, pikirannya dan sebagainya ; 3) Ciri ketiga adalah jiwa feodalnya. Meskipun salah satu tujuan revolusi kemerdekaan Indonesia ialah juga untuk membebaskan manusia Indonesia dari feodalisme, tetapi feodalisme dalam bentuk-bentuk baru makin berembang dalam diri dan masyarakat manusia Indonesia ; 4) Ciri keempat utama manusia Indoesia adalah manusia Indonesia masih percaya takhyul. Dulu dan sekarang juga, masih da yang demikian, manusia Indonesia bahwa batu, gunung, pantai, sungai, danau, karang pohon, patung, bangunan, keris, pisau , pedang, itu punya kekuatan gaib, keramat, dan manusia harus mengatur hubungan khusus dengan ini semua. Untuk menyenangkan mereka agar jangan memusuhi manusia, mereka dipuja , diberi sesajen, kuburan disiram air dan kembang ditutupi dengan kain kuning, putih, merah, orang membaca doa dan mengantar upeti atau sesajen minta berkah ; 5) Ciri kelima utama manusia Indonesia adalah artistic. Karena sikapnya yang memasang roh, sukma, jiwa, tuah dan kekuasaan pada segala benda alam di sekelilingnya, maka manusia Indonesia dekat pada alam. Dia hidup lebih banyak dengan naluri, dengan perasaannya, dengan perasaan-perasaan sensuilnya dan semua ini mengembangkan daya artistic yang besar dalam dirinya yang dituangkan dalam segala rupa ciptaan artistic dan kerajinan yang sangat indah-indah serba neka macamnya , variasinya warna-warninya ; 6) Ciri keenam manusia Indonesia punya watak yang lemah. Karekter kurang kuat. Manusia Indonesia kurang kuat mempertahankan atau memperjuangkan keyakinannya. Dia mudah, apalagi jika dipaksa dan demi untuk survive bersia mengubah keyakinannya. Makanya kita dapat melihat gejala pelacuran intelektual amat mudah tejadi dengan manusia Indonesia. Ia erjadi bukan saja semasa Soekarno bergila-gila dan menumbangkan segala prinsip-prinsip ilimiah demi “revolusinya Soekarno” tetapi juga sudah di zaman jepang. ; 7) Ciri lainnya dimana manusia Indonesia sekarang ini tidak hemat, dia bukan “economic animal”, bahkan dia pandai mengeluarkan terlebih dahulu penghasilan yang belum diterimanya ; Dia lebih suka tidak bekerja keras kecuali kalau terpaksa, gejalanya hari ini adalah cara-cara banyak orang ingin agar segera menjadi “milyuner seketika” ; Manusia Indonesia kini sudah jadi orang tidak sabar, tukang menggerutu ; Gampang senang dan bangga ; Manusia sok ; Tukang tiru ; Juga manusia Indonesia memiliki sifat buruk seperti bisa kejam, bisa meledak, ngamuk, membunuh, membakar, khianat, menindas, memeras, menipu, mencuri, korupsi
Kesimpulan yang diungkapkannya adalah 1) Wajah buruk yang terlihat dalam kaca tadi akan memberikan harapan bila kesadaran mampu menyadari sifat-sifat buruk ; 2) Kita harus menciptakan masyarakat di mana manusia Indonesia dapat mendewasakan diri dan melepaskan dirinya dari kungkungan masyarakat emi atau neo-feodalis lanjutan masyarakat feudal kita dulu ; 3) Belajar memakai bahasa Indonesia secara lebih murni, lebih tepat dalam hubungan kata dengan makna
; 4) Janganlah kita terus menerus membelakangi sumber-sumber pengucapan artistic manusia Indonesia dari zaman lampau ini.
Pandangan Koentjaraningrat seperti apa yang diungkap dalam bukunya pada bagian Apakah kelemahan mentalitet untuk pembangunan : Kelemahan-kelemahan dalam mentalitet kita untuk pembangunan perlu dibedakan antara dua hal ialah 1) Konsepsi, pandangan dan sikap mental terhadap lingkungan kita karena terpengaruh atau bersumber kepada system nilai-budaya ; 2) konsepsi, pandangan dan sikap mental terhadap lingkungan kita yang baru timbul sejak zaman revolusi yang tidak bersumber pada system nilai budaya kita.
Sistem budaya manusia, ia mengemukakan ialah kerangka apa yang disebutnya : 1) Nilai budaya mengenai haklekat dari hidup dan karya manusia ; 2) Nilai budaya mengenai persepsi manusia mengenai waktu ; 3) Masalah hakekat hubungan manusia dengan alam ; 4) Nilai budaya mengenai hubungan manusia dengan sesamanya.
Atas pemikiran diatas, Ia mengungkapkan “Apakah kelemahan mentalitet kita sesudah revolusi? Jawabannya ia mengatakan dalam hal 1) Mentalitet yang meremehkan waktu ; 2)Mentalitet yang suka menerabas.
Selanjutnya ia mengungkapkan bahwa nilai-nlai budaya yang terlampau banyak terorientasi vertical terhadap orang-orang pembesar, berpangkat tinggi, orang tua dan senior, yang berdampak kepada 1) Sifat tidak percaya diri sendiri ; 2) Sifat tidak berdisiplin murni ; 3) Sifat yang suka mengabaikan tanggung jawab.

3. KEKUATAN MENGUBAH KEADAAN
Peran gaya kepemimpinan sangat menentukan yang sejalan dengan kemampuan yang bersangkutan memehami, menghayati, melaksanakan yang terkait dengan wajah manusia Indonesia, apa yang telah kita pahami dari dua tokoh yang kita sebutkan diatas.
Oleh karena itu, Apakah pemimpin masa depan mampu mengubah keadaan agar manusia Indonesia mampu mengisi kemerdekaan sesuai dengan apa yang dicita-citakan seperti yang termuat dalam mukadimah UUD 1945. Jadi mentalitet pembangunan harus dapat mendorong gotong royong sebagai satu pola pemikiran sebagai satu kekuatan mengubah keadaan.
Sejalan dengan apa yang kita pikirkan diatas, maka peran pemimpin masa depan dengan gaya kepemimpinan sangat menentukan dari usaha-usaha melaksanakan pembangunan sumber daya manusia sangat penting.
Dengan demikian pemimpin masa depan haruslah memiliki sifat kemimpinan yang mendorong terbentuknya satu pola pemikiran dalam usaha-usaha mendorong mentelitet sumber SDM. pembangunan dengan memiliki komptensi yang menyangkut kemampuan memotivasi dan mempengaruhi orang lain yang memberikan kesadaran mereka akan kebutuhan, dan tantangan orang lain.
Sejalan dengan pemikiran diatas, maka kompetensi yang harus ditumbuh kembangkan menyangkut hal-hal yang akan menunjang kemampuan pemimpin dengan sifat-sifat

Kepemimpinan untuk menunjang pelaksanaan prinsip-prinsip kepemimpinan menjadi produktif yang harus dimiliki adalah
Pertama, mampu merumuskan keputusan strategic yang mencakup Visi, Misi, Tujuan, Strategi, kebijaksanaan, program (jangka panjang ) sebagai suatu kebiasaan dalam melangkah membangun karisma.
Kedua, mampu memanfaatkan analisa strategic dalam usaha merumuskan hal-hal yang terkait persoalan masa depan sebagai pelengkap dari keputusan strategic.
Ketiga, pemimpin dengan kepemimpinannya siap dalam menghadapi tantangan yang komplek dan penuh resiko dari dampak dunia tanpa batas.
Keempat, pemimpin dengan kepemimpinannya mampu mempengaruhi orang lain dengan menumbuhkan loyalitas dan kepercayaan dengan para pengikut.
Kelima, pemipin dengan kepemimpinannya pengambil keputusan dengan biakana sejalan tuntutan dari perubahan yang diinginkan.
Keenam, pemimpin dengan kepemimpinannya membangun kolaborasi kedalam an keluar dengan melaksanakan komunikasi yang produktif
Ketujuh, pemimpin dengan kepemimpinannya mampu menumbuhkan komitmen yang timbul dari diri sendiri bukan sesuatu yang dipaksakan.
Kedelapan, pemimpin dengan kepemimpinannya mampu mendorong tumbuhnya kreativitas individu dan kelompok, menjadi satu kekuatan dalam inovasi organisasi
Kesembilan, pemimpin dengan kepemimpinannya berdasar-kan analisi strategic serta merumuskan antisipasi yang jelas dan terukur.
Kesepuluh, pemimpin dengan kepemimpinannya mampu mendorong kesemua lapisan organisasi internal dengan kemampuan menumbuh kembangkan kebersamaan dalam mengelola berdasarkan budaya organisasi.
4. GAYA KEPEMIMPINAN
Gaya kepemimpinan akan dipengaruhi yang bersangkuan mampu mengaktualisasikan sikap, perilaku dan kepribadian oleh karena itu dibawah ini akan diuraikan pemahaman atas makna SIKAP, PERILAKU dan KEPRIBADIAN
SIKAP dapat dikatakan merupakan prediposisi stabil untuk bertindak secara positif atau negatif terhadap kategori atau objek tertentu. Misalkan Abdul mempunyai sikap yang negatif terhadap tokoh penguasa.
Sebagai karyawan, ia mengatakan kepada rekan-rekannya bahwa para atasannya bersifat diktator. Jadi kita dapat mengatakan bahwa sikap sebagai fokus mental anda dalam memandang dunia luar dimana anda dapat merasa optimistik dan atau merasa pesimistik.
Dalam bahasa sederhana sikap adalah cara anda melihat sesuatu secara mental (kesiapan berpikir dan memahmi menurut pola berpikir tertentu) atau dengan kata lain sikap adalah cara anda mengkomunikasikan suasana hati anda kepada orang lain.
Dengan demikian anda dapat memfokuskan atau mengarahkan pikiran anda dalam suatu situasi sebagai peluang ataupun sebagai hambatan seperti halnya hari yang mendung dapat terasa indah, dapat pula terasa buruk, oleh karena itu andalah yang dapat menentukan suatu persepsi sebagai suatu proses memandang atau menafsirkan lingkungan anda.
Singkatnya sederhana sekali bahwa anda akan memotret kehidupan yang ingin anda potret, sehingga bila anda menekankan hal yang positif dan mengabaikan yang negatif adalah seperti menggunakan kaca pembesar artinya disatu sisi bila anda membayangkan anda menggunakan lensa binokuler, maka akan bermakna sisi pembesarnya untuk memandang hal-hal yang postif dan baliklah bilamana anda menjumpai unsur-unsur negatif untuk membuatnya kelihatan lebih kecil.
Sejalan dengan uraian diatas, kita tidak dapat melepaskan pemahaman tentang terbentuknya sikap itu sendiri karena dari situlah kita dapat memahami struktur sikap beserta komponen-komponennya yaitu komponen kognitif berupa apa yang dipercayai oleh subjek pemilik sikap, komponen afektif merupakan komponen perasaan yang menyangkut aspek emosional dan komponen konatif merupakan aspek kecenderungan berperilaku tertentu sesuai dengan sikap yang dimiliki oleh subjek.
Kesimpulan kita bahwa SIKAP anda adalah suatu isyarat yang anda pancarkan kepada orang lain, yang berarti juga cara anda melihat sesuatu secara mental dari dalam, dengan demikian memusatkan perhatian pada faktor-faktor positif dari lingkungan, maka akan mudah untuk tetap bersikap positif. Sebaliknya bilamana ada goncangan pada diri anda akan berdampak sikap anda menjadi negatif, dalam situasi demikian tantangannya adalah penyesuaian sikap untuk mengembalikan kepada yang positif.
PERILAKU adalah segala tindakan yang dilakukan oleh suatu organisme, baik yang dapat diamati maupun yang tidak dapat diamati (seperti pikiran dan perasaan), dengan kata lain perilaku adalag “gaya”. Jadi setiap manusia akan mengaktualisasikan diri kedalam tiga gaya perilaku yang disebut dengan asertif, nonasertif dan agresif.

Perilaku ASERTIF bersifat aktif, langsung dan jujur berarti perilaku ini mengkomunikasikan kesan respek kepada diri sendiri dan kepada orang lain, sehingga memandang keinginan, kebutuhan dan hak satu sama lain adalah sama. Jadi ada kemampuan untuk mempengaruhi, mendengarkan dan bernegosiasi sehingga orang lain bersedia untuk be-kerjasama dengan secara suka rela.

Perilaku NONASERTIF bersifat pasif dan tidak langsung. Merupakan kebalikan dari asertif karena ia membiarkan keinginan, kebutuhan dan hak orang lain menjadi lebih penting dari milik kita, ini berarti menciptakan situasi ”menang-kalah”.

Perilaku AGRESIF bersifat lebih komplek karena dapat aktif atau pasif, jujur atau tidak jujur, langsung atau tidak langsung, tetapi pada dasarnya mengkomunikasikan suatu kesan superioritas dan tidak adanya respek, jadi kita menempatkan keinginan, kebutuhan dan hak kita diatas orang lain.

Dengan memahami ketiga gaya tersebut, kita dapat secara bertahap melakukan perubahan gaya, walaupun kita semua menggunakan tiga gaya perilaku tersebut, yang menjadi masalah bagaimana kita dapat menuju yang asertif secara konsisten dengan melepaskan diri dari situasi dan faktor pribadi, dengan cara memahami filosofi asertif itu sendiri seperti dibawah ini :

(1) Saya memahami bahwa orang akan berubah hanya bila mereka memilih untuk berubah;
(2) Saya menyadari bahwa setiap pilihan asertif menghalangi gaya yang lain dan meyakini keberhasilan itu ada;
(3) Saya meyakini aktualisasi sikap saya dari bereaksi atas sikap orang lain;
(4) Saya menyadari bahwa sikap orang lain berbeda dengan sikap saya, tetapi orang lain tetap baik adanya;
(5) Saya menerima tanggung jawab karena kesadaran, kecerdasan dan akal sendiri bukan dari orang lain.

KEPRIBADIAN, adalah suatu pengertian yang dimaksudkan disini yang menyangkut suatu kesan menyeluruh tentang diri seseorang, yang dilihat orang lain. Kesan itu merupakan bauran yang unik dari ciri-ciri fisik dan mental yang ada dalam diri seseorang.

Kesan yang ditarik oleh orang lain menjadi positif tentang kepribadian orang, bila yang bersangkutan menunjukkan semua kemampuan, perbuatan, dan kebiasaan seseorang baik jasmani, mental, rohani, emosional maupun sosial dapat dijadikan panutan bagi orang lain, kecuali keadaan penampilan yang sebaliknya.

Kepribadian yang sehat akan sangat ditentukan oleh kemampuan seseorang untuk terus meningkatkan kedewasaannya dalam mengaktualisasikan sikap dan perilaku yang dapat diterima oleh orang lain dilihat dari sisi rohaniah, sosial, emosional dan intelektual yang bersumber dari kepercayaan diri karena kemampuan untuk menyalurkan segala yang kita ketahui dan segala yang kita kerjakan.
5. MEMBANGUN BANGSA DAN NEGARA DENGAN GAYA KEPEMIMPINAN YANG KONTRAVERSIAL
Pada dasarnya gaya kepemimpinan terdapat kecenderungan untuk mengidentifikasi dua ekstrim gaya kepemimpinan apa yang disebut dengan UTOKRATIK (direktif) dan DEMOKRATIK (suportif) serta ada yang mengkombinasikan dalam aktualisasinya yang sejalan situasi yang dihadapinya.
Sejalan dengan pikiran diatas, maka kita akan mendapatkan empat pola yang disebut dengan 1) derektif tinggi dan suportif rendah ; 2) direktif tinggi dan suportif tinggi ; 3) suportif tinggi dan direktif rendah ; 4) suportif rendah dan direktif rendah.
Aktualisasi gaya kepemimpinan dari keempat pola tersebut menjadi kebiasaan untuk melaksanakan 1-1) Intruksi karena gaya ini terutama ficirikan oleh komunikasi satu arah ; 2-2)Konsultasi karena dengan menerapkan gaya ini pemimpin masih banyak memberikan pengarahan dan membuat keputusan; 3-3) Partisipasi karena posisi control atas pemecahan masalah dan pengambilan keputusan ditangani secara bergantian ; 4-4) Delegasi karena pemimpin dan bawahan mendiskusikan batasan masalah bersama-sama hingga tercapai kesepakatan.
Sejalan dengan gaya kepemimpinan yang dipengaruhi oleh sikap, perilaku dan kepribadian, maka yang ideal bila ada kebersamaan pandangan, maka membangun bangsa dan Negara dengan gaya kepemimpinan yang kontraversial yang kita maksudkan disini adalah suatu usaha-usaha yang dapat menerima kebiasaan mengaktualisasikan prinsip-prinsip dan norma-norma KEPEMIMPINAN PANCASILA artinya memiliki kemauan yang kuat untuk membawa serta dan memimpin masyarakat lingkungan kedalam kesadaran kehidupan kemasyarakatan dan kenegaraan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Hal tersebut mendorong peran pemimpin menjadi panutan sebagai prinsip utama kedalam gaya kepemimpinannya karena 1) sikap, perilaku dan kepribadian ; 2) adanya kemampuan membangkitkan semangat berswakarsa dan berkreasi ; 3) berkemampuan mendorong orang-orang yang dipimpinnya agar berani berjalan di depan dan sanggup bertanggung jawab.
Dengan adanya kebersamaan pola pikir, maka aktualisasi Kepemimpinan Pancasila menjadi pedoman bagi semua pihak yang memiliki peran dalam eksekutif, legislative, yudikatif serta peran-peran dalam kehidupan bermasyarakat menjadi satu kekuatan berpikir dalam kebiasaan pola pikir berperilaku dan bersikap berlandaskan ilmu (informasi), pengetahuan (pengalaman), keinginan (niat).
Kepemimpinan Pancasila dengan prinsip utama yang dikemukakan diatas mendorong kebiasaan-kebiasaan gaya kepemimpinan yang kontrapersial dalam arti 1) Berwibawa ; 2) Jujur ; 3) Terpercaya ; 4) Bijaksana ; 5) Mengayomi ; 6) Berani mawasdiri ; 7) Mampu melihat jauh ke depan ; 8) Berani dan mampu mengatasi kesulitan ; 9) Bersikap wajar ; 10) Tegas dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambil ; 11) Sederhana ; 12) Penuh pengabdian kepada tugas ; 13) Berjiwa besar ; 14) Mempunyai sifat ingin tahu ; 15) Mendorong untuk kemajuan.

6. MELETAKKAN LANDASAN BUDAYA BERBANGSA DAN BERNEGARA DALAM KEPEMIMPINAN MASA DEPAN
Wujud Kepemimpinan Masa Depan adalah menumbuh kembangkan pelaksanaan Kepemimpinan Pancasila sebagai kebiasaan Gaya Kepemimpinan yang Kontrapersial melalui kekuatan SIKAP, PERILAKU, KEPRIBADIAN yang menentukan dalam meletakkan landasan yang kuat pada budaya berbangsa dan bernegara.
Oleh karena itu, usaha-usaha untuk melahirkan apa yang kita sebut dengan kontrapersial kedalam suatu gaya kepemimpinan yang berpedoman kepada pembentukan tingkah laku terpola dengan mengaktualisasikan prinsip- prinsip yang harus kita terima dalam kebersamaan pola pikir sebagai suatu kekuatan dalam usaha pembinaan penghayatan nilai-nilai hidup sebagai landasan konseptual yang mencakup hal-hal yang berkaitan dengan 1) Kemantapan dan keterpolaan perubahan sikap ; 2) Karekteristik anak didik ; 3) Karekteristik pengaruh lingkungan social yang kondusif ; 4) Karekterisk pengaruh Pembina ; 5) Emosi dan implikasinya dalam mempelajari nilai hidup.
Bertitik tolak kelima hal tersebut diatas, maka konsepsi tersebut menjadi landasan berpikir untuk mendalami apa yang terjadi di dalam diri pribadi seseorang hanya dapat didekati melalui cara-cara tidak langsung yakni dengan mempelajari gejala dan tingkah laku seseorang dan atau dengan membandingkangkannya dengan gejala serta tingkah laku orang lain.

Dengan memperhatikan pokok pikiran diatas, maka mewujudkan nilai-nilai hidup tertentu yang kita sebut dengan tingkah laku terpola dimana dari hasil peneltian mengungkapkan aspek-aspek yang mengandung nilai praktis untuk menngkatkan kegunaannya.
Oleh karena itu, dibawah ini disimpulkan pembentukan tingkah laku terpola menjadi pedoman utama untuk dapat diaktualisasikan sebagai prinsip-prinsip sebagai berikut :
Pertama, prinsip pembinaan diri sendiri artinya daya kemauan untuk terus meningkatkan kemampuan yang sejalan dengan tuntutan perubahan.
Kedua, prinsip pembinaan berkesinambungan artinya proses motivasi akan berjalan terus menerus seumur hidup untuk dapat membuat tingkah laku lebih terarah dan selektif sehingga berkemuan untuk menerima dan atau menolak.
Ketiga, prinsip menjalankan peran masa depan artinya keterkaian dalam memberikan daya dorong untuk motivasi dalam perkembangan sebagai individu maupun berupa perkembangan orang lain sebagai anggota masyarakat.
Keempat, prinsip tingkat kesiapan mental dan fisik artinya penguasaan pengetahuan yang selalu berusaha kedewasaan berpikir.
melalui suatu proses dalam kesiapan menerima nilai sebagai bagian dari sikap (situasi dalam internalisasi) dan usaha menempatkan nilai serasi dengan sifat kepribadian-nya (dalam individulisasi)
Keenam, prinsip sosiaisasi artinya nilai-nilai hidup yang dipelajari barulah betul-betul berkembang apabila telah dapat dikaitkan dalam konteks kehidupan bersama.
Ketujuh, prinsip konsestensi dan koherensi artinya tingkah laku lebih mudah tumbuh apabila ditangani secara tetap dan konsekwen serta secara koheren yaitu tanpa pertentangan anata nilai satu sama lainnya.
Kedelapan, prinsip sebab dan akibat artinya tingkah laku terola lebih mudah diperkuat apabila konsekwensi tingkah laku selalu Nampak sebagai hubungan sebab akibat yang fungsional.
Kesembilan, prinsip intergrasi artinya nilai-nilai hidup itu tidak cukup dipelajari sebagai ilmu semata-mata tetapi harus dintergrasikan dengan seluruh maalah kehidupan.
Kesepuluh, prinsip lingkungan yang kondusif atinya bahwa nilai-nilai hidup itu akan berkembang subur hanya apabila didukungoleh lingkungan yang serasi.
Kesebelas, prinsip komprehensif artinya bahwa untuk menumbuhkan satu tingkah laku terpola yang berkembang dalam konteks nasional diperlukan pendekatan pembinaan yang bersifat menyeluruh.
Keduabelas prinsip obyektivitas artinya bahwa untuk dapat dihayati dalam arti kata sebenarnya nilai-nilai hidup tidak dapat ditanam paksa secara dogmatic dan indoktriner tetapi harus dipupuk dengan pemahaman obyektif agar tingkah laku terpola yang diingini senantiasa memiliki daya ssuai yang sehat.

7. P E N U T U P
Bertitik tolak dari pemikiran mengenai “MANUSIA INDONESIA” yang diungkap oleh Mochtar Lubis dan Kebudayaan Mentalitas dan pembangunan oleh Koentjraningrat” memberikan inspirasi kepada penulis untuk dapat mengutarakan “KEKUATAN MENGUBAH KEADAAN” sehingga pemikiran yang berkaitan dengan ”Meretas jalan menjadi diri sendiri” maka pikiran yang terkait dengan “ Jiwa tanpa topeng kepalsuan” menjadi landasan menguraikan GAYA KEPEMIMPINAN YANG MEMPENGARUHI PROSES REVOLUSI MENTAL DALAM MENGUBAH KEADAAN.
Sejalan dengan pemikiran diatas, usaha mengubah keadaan dengan tujuan “MEMBANGUN BANGSA DAN NEGARA DENGAN GAYA KEPEMIMPINAN YANG KONTRAVERSIAL” dengan pendekatan semua pihak dapat menerimanya sebagai kekuatan pikiran yang kita sebut “KEPEMIMPINAN PANCASILA” sebagai model, dengan memperhatikan pengaruh kedalam gaya yang terkait dengan SIKAP, PERILAKU DAN KEPRIBADIAN.
Oleh karena itu, pemikiran diatas menjadi sumber untuk MELETAKKAN LANDASAN BUDAYA BERBANGSA DAN BERNEGARA DALAM KEPEMIMPINAN MASA DEPAN, dengan mengaktualisasi 12 prinsip untuk mewujudkan tingkah laku terpola mencakup 1) Pembinaan diri sendiri ; 2) Pembinaan berkesinambungan ; 3) Tugas masa depan ; 4) Tingkat persiapan ; 5) Internalisasi dan induviduasi ; 6) Sosialisasi ; 7) Konsisten dan koherensi ; 8) Sebab akibat ; 9) Intergrasi ; 10) Lingkungan yang kondusif ; 11) Komprehensif ; 12) Objektivitas.
Prinsip-prinsip tersebut menjadi bermakna dalam menumbuh kembangkan tingkah laku terpola yang pada dasar mempunyai persamaan pokok dalam dua hal apa yang diebut dengan 1) penghargaan pada kodrat manusia ; 2) sifatnya yang positif dan mempercayai. Namun demikian kita harus pula menjalankan prinsip apa yang kita sebut dengan Prinsip Intervensi karena setiap tingkah laku yang berkaitan dengan nilai-nilai hidup mempunyai konskwensi baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan sosial.
Akhirnya keberhasilan Kepemimpinan Kontraversil dapat dibangun bila kebersamaan pola pikir bersama-sama melihat dan memahami demensi yang disebut dengan :
MENTAL terkait cara kita berpikir dan apa yang kita pikirkan memiliki daya mencipta dan menghancurkan yang luar biasa untuk menciptakan hasi yang kita inginkan di hidup kita dan dunia yang luas ;
ROH AGUNG terkait kita memperkuat demensi ini dengan cara tetap menyadari motivasi kita untuk melayani. Jika kita terlalu menekankan kepentingan diri sendiri atau mengorbankannya kita akan mengalami kegoncangan. Menghubungkan diri secara aktif dengan Roh melali doa dan meditasi dapat membantu kita tetap menyadari energy dan kekuatan yang dimiliki untuk merawat hidup kita.
EMOSI terkait energy emosi juga merupakan kekuatan yang dapat mengubah mimpi menjadi kenyataan dimana ia member kita kekuatan untuk bertindak dan memberikan konstribusi yang unik. Tanpa perasaan ini kita akan kekurangan gairah hidup dan tidak dapat mengalami keterlibatan yang penuh dalam hubungan.
FISIK terkait dimana nilai penting kesehatan fisik untuk menjamin hidup yang memuaskan. Kita hanya perlu lebih menyadari cara kita merawat diri sendiri dan kemudian mengambil langkah aktif untuk mendukung demensi hidup yang penting ini.
Akhirnya pentingnya memahami Gaya Kepemimpinan Kontraversial dapat diwujudkan dalam kalangan LSM GMBI menjadi GMBI SAMPAI MATI – NKRI HARGA MATI, maka sambutlah salam fajar menyingsing ini :
“Hari ini hidup justru yang menentukan kehidupan kita ….
Dalam kelangsungan hidup yang pendek itu tercakup semua kegiatan ………
Dan kebahagian dari pada wujud hidup anda ………
Kebahagian pertumbuhan ……Kegemilangan keindahan…..
Keagungan tindakan …… Kemarin hanya suatu impian ……
Besok satu pandangan ….. Tetapi hari ini bila hidup baik …
Akan membuat tiap hari kemarin satu impian suatu mpian kebahagian ….
Karenanya manfaatkan sebaik-baiknya hari ini …….
Demikian salam sambutan fajar menyingsing …………………

MENUMBUH KEMBANGKAN
USAHA – USAHA
MEMPERKUAT DAYA KEMAUAN

Oleh
ABDUL TALIB RACHMAN

KATA PENGANTAR
Sumber kerhasilan terletak pada kepercayaan dan diiri anda sendiri, oleh karena itu bila anda menderita terletak pada kesalahan anda sendiri sehingga dengan demikian tidak akan merubah keadaan bila menyalahkan dan mencerca orang lain tidak akan menolong anda.
Bangkitlah sendiri dan pikullah seluruh tanggung jawab. Katakanlah pada diri anda sendiri bahwa kesengsaraan yang saya derita ini adalah karena perbuatanku sendiri dan ini membuktikan bahwa kesengsaraan itu hanya aku pula yang bisa melenyapkannya.
Dengan memperhatikan hal-hal yang diutarakan diatas, maka mencari hakikat kepercayaan diri, merupakan satu langkah untuk memperkuat daya kemauan. Jadi ingatlah bahwa banyak orang tidak berhasil dalam perjalanan hidup ini bukan karena sumber daya yang dimilikinya akan tetapi kurangnya DAYA KEMAUAN karena mereka tidak pernah memupuk kebiasaan-kebiasan berpikir yang positif.
Bandung, Desember 20 14

Abdul Talib Rachman

DAFTAR ISI

1.PENDAHULUAN

2. SADAR KEMAUAN

3. MEMPERKUAT DAYA KEMAUAN

4. KEMAUAN DAN KEBIASAAN

5. MENUMBUH KEMBANGKAN DAYA INGAT YANG KUAT

6. MENUMBUH KEMBANGKAN PIKIRAN YANG TERANG

7. MENGATASI PERASAAN MURAM

8. BERPIKIR POSITIF

9. PENUTUP
1.PENDAHULUAN
GMBI bergolak disebabkan oleh hasrat warganya dari semua lapisan untuk merubah dalam satu kebiasaan baru, bagaimana mereka dapat memberikan konstribusi yang terbaik di tengah-tengah bermasyarakat dan bernegara yang ingin perubahan kedalam revolusi berpikir atau yang saat ini didungungkan apa yang disebut dengan revolusi mental.
Gelombang perubahan itu begitu dahsyat adanya bagi warga GMBI di tengah-tengah kemajuan pergolakan dunia manusia tanpa batas
sehingga gonjangan-gonjangan tersebut menggema dalam gerak langkah mereka dalam berorganisasi.
Sejalan dengan apa yang kita pikirka diatas, ada SEUATU yanga ada dalam kekuasaan kita, dimana kita ingin memulai hidup baru dimana masa yang kita miliki adalah hari ini, oleh karena itu ingatlah WARGA GMBI bahwa hidup kita dibentuk oleh pikiran kita sendiri, sehingga SEUATU itu tak lain dan tak bukan adalah DIRI KITA sendiri.
Oleh karena itu, apa yang terpikirkan oleh kita saat ini dalam menghadapi gelombang perubahan dari sifat yang reaktif menjadi proaktif dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara tak lain menumbuh kembangkan “ DAYA KEMAUAN YANG KUAT” dalam warga GMBI sebagai sekelompok orang yang mampu dan unggul menjadi warga yang mempunyai kemampuan untuk berkonsentrasi artinya kemampuan untuk memusatkan segenap pikiran dan perhatian kepada suatu titik atau tujuan atau suatu hal, dimana keberhasilan warga GMBI dewasa ini bergantung kepada kemampuannya untuk menimbulkan kepercayaan kepada orang-orang bahwa ia mempunyai apa yang mereka butuhkan.
Dengan demikian, bila kita ingin “Mengubah takdir dalam wujud mengubah nasib”, maka pikirkan baik-baik hikmah berpikir kita kedalam apa yang kita sebut dengan berpikir KETAATAN dalam hubungan dengan Allah SWt, berpikir POSITIF dalam hubungan dengan manusia, melepaskan diri dari berpikir MAKSIAT dan NEGATIF, disitulah terletak kekuatan kebiasaan WARGA GMBI MENJADI PENGUASAAN DIRI SENDIRI.
Renungkan ungkapan bahwa PENGUASAAN DIRI SENDIRI berarti KEBAHAGIAN, KEMERDEKAAN, HIDUP SECARA POSITIF. Oleh karena itu gerakkan pikiran kita kedalam hal-hal yang berkaitan dengan : usaha-usaha PENGUATAN KEMAUAN , PERKEMBANGAN PRIBADI, MEMPERBANYAK AMALAN LAHIR DAN BATIN, PENDIDIKAN MORAL.
Untuk mendalami “SESUATU” maka pemahami apa yang terjadi dari perubahan masyarakat industri, ke masyarakat informasi ke masyarakat pengetahuan sehingga adanya dan pentingnya KEMAMPUAN menjadi sesuatu dalam memasuki abad ke 21 dimana gejolak perubahan begitu cepat dan komplek.
Oleh karena itu, renungkan pribadi yang kuat, selaras dan seimbang kedalam kebiasaan untuk mewujudkan apa yang disebut dengan DOA, HIDUP BRENCANA, INGATAN YANG KUAT ; PIKIRAN YANG TEANG DAN TERBUKA, SIKAP DAN PERILAKU DENGAN JIWA YANG SEHAT, SEMANGAT YANG MEMBARA, GEMBIRA, MENGASIHI.

2. SADAR KEMAUAN
Kemauan adalah rahasia-rahasia yang tidak pernah tidak pernah akan diketahui, oleh karena itu apa yang kita maksudkan dengan ‘SADAR KEMAUAN’ itu ? Kemauan itu sebenarnya ada dan penting keberadaannya.
Untuk menjawabnya marilah kita merumuskan dari sisi memahami dari unusr hruf dalam kata menjadi sesuatu yang bermakna seperti yang kita uraikan dibawah ini :
S menjadi SESUATU yang ada dan penting
A menjadi ANTUSIAS kedalam semangat dan bergairah
D menjadi DIRI sendiri
A menjadi AMBISI kedalam keinginan
R menjadi REALITA
Berdasar unsur kata, maka kita dapat merumuskan menjadi untaian kalimat yang bermakna, maka yang kita maksudkan dengan SADAR adalah SESUATU yang ada dan penting keberadaannya sebagai pendorong ANTUSIAS kedalam semangat dan bergairah menjadi jati DIRI SENDIRI dalam mewujudkan AMBISI yang sejalan dengan keinginan dalam REALITA yang dapat dicapai.
K menjadi KOMITMEN yang bukan dipaksakan
E menjadi EMOSI daya dorong orang berpikir masa lulu,kini,depan
M menjadi MANUSIA makhluk yan mulia
A menjadi AGAMA kepercayaan yang dianut
U menjadi UBAHLAH sebagai suatu proses
A menjadi ALLAH
N menjadi NABI
Berdasar unsur kata, maka kita dapat merumuskan menjadi untaian kalimat yang bermakna, maka yang kita maksudkan dengan KEMAUAN adalah KOMITMEN atas dasar keinginan diri sendiri menjadi kekuatan EMOSI sebagai daya dorong bagi MANUSIA dengan kepercayaan AGAMA yang dianutnya menjadi satu kekutan kedalam UBAHLAH sebagai suatu proses dalam meyakini keberadaan ALLAH dan NABI.
Dengan pemahaman SADAR KEMAUAN diatas maka kita harus mampu menumbuh kembangkan kekuatan pikiran kedalam :
• Apa yang disebut dengan Kekuasaan untuk memimpin diri sendiri artinya semua perbuatan dikaitkan dengan secara sadar melalui pertimbangan sbelum melangkah.
• Apa yang disebut dengan Menguasai diri sendiri artinya kemerdekan dalam bersikap dan berperilaku
• Apa yang disebut dengan Sadar kemauan artinya satu kekuatan yang dapat ditumbuh kembangkan dari yang tidak tahu menjadi tahu.
• Apa yang disebut dengan Kemampuan menggerakkan siasat artinya meletakkan pendekatan yang mendorong dapat diterima oleh semua pihak.
• Apa yang disebut dengan Daya kemampuan maha penting artinya semata-mata kesanggupan untuk mentaati diri sendiri.
3. MEMPERKUAT DAYA KEMAUAN
Dalam kehidupan sehari-hari kita dihadapkan dengan satu situasi sepertinya halnya kita mengunjungi orang sakit, atau saudara kita yang menerima musibah, maka kita meneteskan air mata, disini memperlihatkan kemauan yang lemah dan kemauan yang kuat.
Oleh karena itu, bagi yang memiliki kemauan yang kuat dan terlatih itu berarti yang bersangkutan berada dalam posisi orang yang berhasil dalam memberi perintah kepada diri sendiri, disiplin dalam mentaati perintah itu.
Dengan demikian kita meyakini bahwa dengan membuat latihan-latihan sendiri dalam usaha memperkuat daya kemauan itu berarti kita sedang berusaha melenyapkan kebiasaan-kebiasan yang salah dan tidak dapat dipertanggung jawabkan.
Jadi masa yang anda miliki adalah hari ini, mulailah memikirkan hal-hal yang berkaitan untuk mengganti yang buruk dengan yang baik,
Cobalah renungkan sifat- sifat yang baik dibawah ini :
1. Sikap dan perilaku yang tegas.
2. Secara berkelanjutan berusaha memperperbaiki diri
3. Mampu bekerja yang terfokuskan
4. Berinisiatif dan kreatif
5. Bergerak cepat
6. Bisa dipercaya dan memenuhi janji
7. Tidak ingin tahu perkara orang lain
8. Tenang dalam posisi yang kritis
9. Berpikir terlebih dahulu sebelum berpendapat
10. Tidak mendendam
11. Tidak marah bila ditertawakan
12. Bisa berkorban
13. Memperhatikan perubahan zaman
14. Mampu mengembangkan sifat proaktif
15. Dan seterusnya dapat anda pikirkan hal-hal yang baik.
4. KEMAUAN DAN KEBIASAAN
Untuk merumuskan makna KEBIASAAN, dapat diuraikan lebih lanjut dari unsure kata yang terdiri dari :
K menjadi KEPRIBADIAN
E menjadi ETIKA
B menjadi BERPIKIR
I menjadi INTELEKTUAL
A menjadi ANTUSIAS
S menjadi SINERGI
A menjadi ASAHLAH
A menjadi AKAL
N menjadi Nalar
KEBIASAAN, dapat dirumuskan dari unsur kata kedalam untaian kalimat yang bermakna, lebih lanjut dirumuskan bahwa KEBIASAAN adalah KEPRIBADIAN yang menggambarkan jati diri yang ber-ETIKA dengan kemampuan BERPIKIR dengan kekuatan INTELEKTUAL yang cerdas mewujudkan semangat ANTUSIAS yang mendalam sehingga memberi SINERGI maka ASAHLAH dengan memanfaatkan AKAL ketingkat NALAR yang dalam.
Sejalan dengan rumusan KEBIASAAN diatas, maka wujud dari kebiasaan-kebiasan yang sadar memberi dampak menguatkan KEMAUAN sekaligus membentuk WATAK dalam arti membentuk kebiasaan-kebiasaan yang baik.
Oleh karena itu, dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik sehingga pikiran kita tak diganggu oleh hal-hal kecil dan kita selalu siap untuk menghadapi hal-hal yang besar-besar yang memang memerlukan pikiran, sehingga kebiasaan-kebiasaan merupakan dasar pondasi dalam kehidupan kita.
Sejalan dengan pikiran diatas, maka renungkan hal-hal yang terkait dengan 1) Kebiasaan yang melahirkan perbuatan secara otomatis ; 2) Intelektual yang melahirkan kebiasaan pikiran yang sehat.
Dengan pemahaman diatas, maka perlu kita yakini untuk bertanya yang terkait apa yang menjadi penyebab memperlemah kemauan kita ? Jawabnya adalah 1) Kelemahan badan yang mempengaruhi rohani jasmani ; 2) Kemewahan ; 3) Kecemasan ; 4) Pengeluh ; 5) Sifat mengalahkan diri sendiri.
Sebaliknya untuk menumbuh kembangkan kemauan yang keras terletak membangun lawan dari hal-hal yang melemahkan diatas yang berbentuk 1) Jagalah kesehatan ; 2) tidak bergantung atas kekayaan ; 3) Mengusir perasaan takut : 4) Percaya kepada diri sendiri ; 5) Belajar menahan nafsu.
Dengan memperhatikan hal- hal diatas, maka untuk menumbuh kembangkan kemauan yang keras adalah hal-hal yang terkait degan
1) Hidup berdisiplin ; 2) Bekerja dengan terfokuskan ; 3) Berpikir dengan pengertian dan tanggapan ; 4) Mampu menguasai diri sendiri ; 5) Tekan tindakan yang terburu-buru ; 6) Jangan mudah marah ; 7) Jangan cepat berputus asa ; 8) Kecepatan antara keputusan dan perbuatan ; 9) Mampu membuat ketenangan ; 10) Memiliki kemampuan untuk bertanggung jawab ; 11) Bekerja atas rencana ; 12) Bekerja dengan teliti dan seksama ; dsb.

5. MENUMBUH KEMBANGKAN DAYA INGAT YANG KUAT
Mengungkit daya ingat sangat bergantung seberapa jauh anda mampu memanfaatkan otak dan hati dalam memahami kekuatan berpikir, oleh karena itu manusia sebagai makhluk yang paling mulia diciptakan untuk berpikir. Didalamnya terletak semua martabat dan kebajikannya dan seluruh kewajibannya adalah berpikir merupakan kebutuhan menumbuh kembangkan daya ingat yang kuat.
Pemikiran yang sehat adalah satu hal yang luar biasa indahnya dan mereka mempunyai pemikiran sehat mngagumkan. Tetapi pikiran yang sehat tidak ada secara kebetulan demikian pula tidak diturunkan, oleh karena itu betapa pentingnya secara berkelanjutan menayaumbuh kembangkan daya ingat yang kuat.
Untuk dapat mengungkit daya ingat yang kuat dimana hal tersebut bisa dilatih sepanjang yang bersangkutan mau melakukannya secara terus menerus hal-hal yang kita sebut :
• Cermat dalam usaha untuk mengamati.
• Menghubung-hubungkan terhadap hal-hal yang diingat.
• Dalam mengulangi-ngulangi perlu kesabaran.
Dengan demikian maka pusat perhatian menjadi faktor yang sangat menentukan dalam rangka memunculkan daya ingat. Yang menjadi peroalan bagaimana memperkembangkan ingatan ?
Terlebih dahulu kita harus yakin akan perlunya ingatan yang kuat, dimana ingatan sebagai sebagai hal yang tidak ternilai harganya, karena dengan ingatan yang kuat orang bisa melaksanakan pekerjaannya dengan seksama, cekatan dan sebaik-baiknya.
Jadi apakah yang menjadi tugas ingatan adalah untuk mengingat hal-hal yang perlu diingat dan disimpan dan pada waktunya harus mampu memunculkannya kembali.
Oleh karena itu, melatih ingatan sama dengan melatih perhatian sehingga kita mampu mencurahkan perhatian kita semata-mata kepada hal yang hendak kita pelajari dan ingat-ingat itu. Jadi seluruh “kesadaran mengingat” kita kerahkan untuk tugas ini, seluruh perasaan, kemauan dan pikiran.
Yang paling penting ialah bahwa harus mencurahkan seluruh perhatian kita semata-mata kepada apa yang kita hendak ingat. Semakin sadar sesuatu dialami atau dipikirkan semakin dalam membekas kepada ingatan.
Sejalan dengan apa-apa yang telah kita kemukakan diatas, maka mengungkit daya ingat menjadi satu kebutuhan dalam kebiasaan pikiran, maka disitu terletak menemukan cara-cara untuk mencapai lebih banyak, membuat pilihan bijaksana, menjaga hati nurani anda tetap jernih dan kemampuan mengendalikan pemikiran anda.
Untuk mengingat kembali apa yang kita bangun kedalam kebiasaan pikiran dalam rangka usaha-usaha menumbuh kembangkan menjadi satu kekuatan untuk mengungkit daya ingat secara berkelanjutan diperlukan langkah yang kita sebut dengan :
• Observasi (pengamat-amatan) artinya kita harus menggunakan pikiran kita yang logis dimana kita harus berusaha memahami apa yang hendak kita amat-amati, asal kita meyakini menjadi satu kebiasaan.
• Asosiasi (menghubung hubungkan) artinya untuk mengingatkan anda bahwa dengan asosiasi mampu mengungkit daya ingat karena dengan mengingat dari pengelaman apa yang telah anda kenal sebelumnya memberi daya dorong kedalam pengertian-pengertian, susunan-susunan pengertian yang sewaktu-waktu harus kita timbulkan kembali dalam ingatan.
• Mengula-ulangi artinya semula kita tidak mengerti tetapi karena selalu mengulang-ulangi apa yang hendak diingat yang diangap perlu untuk diingati.

• Kemauan keras diperlukan artinya dengan pikiran dan ingatan yang terlatih kita bisa memperkaya pribadi kita dalam benar-benar memberi manfaat kepada kita melalui apa yang kita sebut dengan 1) Adanya pedoman ; 2) Tanggal dan mencatat ; 3) Mengingat-ingat nama-nama yang kita kenal ; 4) Jangan puas dengan pengetahuan yang terbatas ; 5) Memahami gejalan-gejala dan ungkapkan pula penyebab-nya dan azas-azas yang diterapkan ; 6) Implementasikan apa yang kita pikirkan dalam pekerjaan kita sehari-hari dengan penerapan pengetahuan yang kita miliki ; 7) Cari tahu apa yang terjadi diekitar kita.

6. MENUMBUH KEMBANGKAN PIKIRAN YANG TERANG
Manusia adalah mahkluk berpikir, namun tidak jarang mereka tidak mampu memanfaatkan kemampuan berpikir dengan jalan yang baik-baik.
Kita memahami unsur jiwa berupa kesadaran, kecerdasan dan akal adalah penggerak dari kebiasaan berpikir, tapi banyak sekali orang mengira bahwa ia berpikir sebenarnya apa yang dilakukannya bukanlah berpikir.
Berpikir merupakan kebiasan dengan memanfaatkan Otak dan Hati sehingga kita mengenai berpikir metodis (otak dan hati) dan berpikir non metodis (menghayati inilah disebut Intuisi).
Dalam kehidupan tak jarang kita ketemukan bahwa banyak orang terpengaruh dari Slogan-slogan dan uraian-uraian yang tak masuk akal untuk mempengaruhi kesadaran mereka.
Bertolak dari pikiran diatas, maka usaha menumbuh kembangkan pikiran yang terang, dituntut kemampuan MENARIK KESIMPULAN dapat dilakukan dengan dua cara, apa yang disebut :
Pertama, CARA INDUKTIF artinya pertama kita mengumpulkan sebanyak mungkin pendapat-pendapat yang dapat dipergunakan sebagai alasan, dengan begitu agar konkulusi tidak salah.
Kedua, CARA DEDUKTIF artinya pertama kita mengungkapkan apa yang bersifat pendapat umum, yang selanjutnya kita hubungkan dengan pendapat kita kemudian menarisik kesimpulan atasnya.
Bagaimanapun juga pendekatan yang dikemukakan diatas, tidak dapat member jawaban yang terkait dengan BERPIKIR TERANGA sama dengan BERPIKIR TERATUR artinya :
• Mengurai keseluruhan ke dalam faktor-faktor yang merupakan bagian-bagian dari keseluuhan itu.
• Menyusun faktor-faktor itu menurut urut-uruannya.
• Memusatkan perhatian kepada setiaf faktor itu.
• Menemukan hubungan-hubungan anata faktor-faktor itu menurut pemikiran kita sendiri.
• Menarik keimpulan.
Sejalan dengan apa yang kita pikirkan diatas, maka bagimana berpikir benar dan logis akan terletak dari kemampuan kita dapat mengungkapkan “KESALAHAN-KESALAHAN DALAM BERPIKIR” yang disebabkan oleh:
Pertama, Sikap hidup yang keliru yang ditunjukkan oleh 1) Kita mengira bahwa kita berpikir ; 2) Kita pro atau kontra ; 3) Kita tidak tahu betul-betul tentang apa yang kita bicara ; 4) Terlalu banyak subyektivitas dalam pikiran kita ; 5) Belajarlah bahwa pengalaman guru yang terbaik ; 6) Kita dipengaruhi oleh orang yang kita hadapi ; 7) Kita menganggap pendapat kita itu elalu benar.
Kedua, Kesalahan dalam teknik berpikir, artinya tidak mampu memanfaatkan berpikir secara teratur dan logis sehingga berdampak menarik kesimpulan dari bahan yang kurang lengkap, disebabkan 1) Menarik keimpulan yang terlalu umum ; 2) Terlalu menekankan dalam melihat persamaan dari pada perbedaan-perbedaan ; 3) Tidak menyadari di dunia terjadi perubahan yang selalu ada dan komplek keadaannya.
Ketiga, Setiap keadaan kita bisa memilih artinya dengan kemauan adalah kemampuan untuk memilih disitu terletak kemauan kita yang berarti kedaulatannya, memakai wewenangnya dan menggunakan kekuasaannya.
Keempat, Wujudkan pikiran-pikiran terang dalam arti dengan bahasa yang terang sehingga dengan demikian kitapun tak mudah dikacaukan, dengan begitu kita bisa mengemukakan pendapat sendiri.

7. MENGATASI PERASAAN MURAM
Yang perlu kita pahami adalah keputusan menjadi penting yang sejalan dengan sikap dalam usaha mencari kebenaran, oleh karena itu renungkanlah hal-hal yang terkait dengan :
Pertama, PERASAAN, dalam situasi apapun jikalau suasananya baik dan selaras, maka apabila dewasa dalam mengungkapkan pikiran terbuka pintu tidak lagi dilihat dari umur melainkan dari kekuatan kebiasaan berpikir yang mampu menuntun sikap dan perilaku dalam kehidupan ini.
Kedua, MEMAHAMI PERASAAN, artinya untuk menguasai peraaan, maka perlu kita mendalami makna perasaan itu, dalam hal ini kita mengenal macam, apa yang disebut dengan 1) Kasih ; 2) Cemas ; 3) Amarah. Dimana setiap perasaan tersebut sangatlah berkuasa dan kita harus memahaminya supaya kita bisa menguasainya.
Ketiga, PERASAAN ADALAH ENERZI artinya perasaan atau emosi hanyalah suatu akibat dari sesuatu yang ada dalam pribadi kita, oleh karena itu setiap enerzi pada hakikatnya menghendaki jalan keluar sehingga ia mampu menuntun kekuatan kebiasaan pikiran dalam bersikap dan berperilaku.
Keempat, BERTINDAK TEGAS artinya bagaimana menghadapi ketiga perasaan (kasih, cemas, amarah) terebut sangat bergantung kepada suatu pikiran yang berani mengungkapkan jadilah diri sendiri, dengan demikian ingatlah Hal-hal yang terkait dengan :
• Jangan terlalu kasihan kepada diri sendiri artinya mendorong menjadi orang yang lemah.
• Obat yang pasti mustajab adalah selalu mengungkapkan ketaatan dan positif dalam berpikir, maka terbukalah pintu mengetuk diri sendiri untuk kepentingan orang lain.
• Wujudkan kemauan untuk membuka hati yang dapat mendorong kebahagian dan keriangan.

8. BERPIKIR POSITIF
Manusia diciptakan untuk berpikir di dalamnya terletak semua martabat dan seluruh kewajibannya adalah berpikir sebagaimana seharusnya dan oleh karena itu kebiasaan pikiran akhirnya menentukan nasib anda.
Membangun berpikir positif berarti membentuk kebiasaan-kebiasaan yang baik sama dengan usaha-usaha membentuk watak. Jadi ingatlah bahwa kebiasaan ialah perbuatan yang telah mempunyai kehidupan sendiri, yang berotonomi dank arena itu bisa bertindak tanpa menunggu dari otak.
Dengan demikian renungkanlah bahwa PIKIRAN seorang manusia bisa disamakan dengan kebun yang mungkin dirawat atau dibiarkan liar tetapi apakah atau diabaikan, kebun harus dan akan terus berkembang, inilah satu pemikiran membentuk kebiasaan mental yang sehat. Jadi kebiasaan merupakan dasar-dasar membangun kehidupan kita.
Oleh karena imembentuk kebiasaan-kebiasaan sebaik-baiknya Setiap gerak hendaknya adalah gerak yang seefisien-efisiennya, sehingga gerak itu tak membuang-buang tenaga yang tak ada gunbanya.
Sehingga kelemahan badan, kecemasan, suka mengeluh adalah hal-hal pokok yang melemahkan kemauan. Jadi diperlukan kebiasan yang mendukung atas kemauan yang mencakup :
1) Hidup berdisiplin ;
2) Bekerja secara focus kepada pekerjaan ;
3) Berpikir selalu dengan pengertian-pengertian ;
4) Menguasai diri sendiri ;
5) Tekan gejolak-gejolak yang salah ;
6) Jangan lekas marah ;
7) Jangan putus asa ;
8) Membuat keputusan dan dilaksanakan
9)Tenang mewujudkan cita-cita ;
10) Pikul tanggung jawab dan percaya diri sendiri ;
11) Bekerja dengan berencana ;
12) Mendalami dan teliti ;
13) Berperikemuanusiaan dalam bergaul.
Dengan mendalami hal-hal tersebut diatas, maka pahami bahwa manusia mempunyai pribadi sendiri yang khusus dan setiap orang bisa menjadi manusia yang berbakat dan menyenangkan, oleh karena itu untuk mewujudkannya harus lebih dahulu ada hasrat yang kuat.
Jadi keyakinan bahwa aku bisa harus diresapkan supaya memberi daya dorong sebagai kekuatan-kekuatan yang tadinya terpendam dan tidur.
Sejalan dengan pikiran diatas, maka sifat-sifat positif yang penting ialah kesungguh-sungguhan, kegembiraan, kebanggaan, ketegasan, kepercayaan dan harapan. Timbulkan kekuatan sugesti yang semakin baik yang mendorong kepada suatu situasi dimana semakin lama jiwa kita semakin diresapi pikiran-piran yang membangun, sehingga tak ada kesempatan bagi pikiran-pikiran yang merusak. Dengan jiwa yang menyanyi kita tempuh hidup ini dengan penuh keyakinan yang mendorong keinginan, keterampilan dan ilmu menjadi kebiasaan pola pirilaku yang terpola.

9. PENUTUP
Hidup anda dibentuk oleh pikiran anda sendiri, oleh karena itu bentangkanlah dimana masa yang anda miliki adalah hari ini untuk memulai hidup baru artinya seberapa jauh anda mampu mengungkit daya ingat agar anda timbul suatu keinginan untuk memperkuat daya kemauan.
Daya kemamuan hanya dapat tumbuh bila anda menyadari sepenuhnya bilamana unsur jiwa dapat digerakkan oleh unsur kesadaran, kecerdasan dan akal sebagai unsur penggerak dalam kebiasaan berpikir, maka disitu terletak pula kemauan yang mampu membentuk ingatan yang kuat.
Dengan memahami kekuatan pikiran yang mampu mendorong daya ingat berarti anda adalah apa yang anda pikirkan, maka disitu terletak daya kemauan yang mampu mendorong satu pemikiran yang terkait dengan hal-hal yang baik sehingga mampu menempa watak anda dengan begitu akan membentuk kebiasaan mental yang sehat.

 

 

PETA PIKIRAN 1 – 10

PETA PIKIRAN 1-10

1. DAYA INGAT MENJADI PETA PIKIRAN
KEDALAM HIDUP PENUH KETAKJUBAN

A. PENDAHULUAN

Sejenak bila kita memanfaatkan pikiran dari yang tidak tahu menjadi tahu dari ungkapan kata “Ketakjuban” yang berarti kekaguman dan atau keheranan, maka seberapa jauh dapat mempengaruhi kedalam peta pikiran anda.

Bila kita mengungkapkan ketakjuban, renungkanlah ungkapan seperti “Tidak ada kekayaan yang melebihi kesehatan badan dan tak kegembiraan yang mengatasi kesenangan hati”.

Dari ungkapan diatas diharapkan membawa dampak kedalam peta pikiran anda bahwa sikap takjub memungkinkan kita untuk mempersepsikan di dunia segala keintiman sang ilahi untuk merasakan dalam hal-hal kecil permulaan dari kebermaknaan yang tak terhingga, untuk merasakan yang paling hakiki di dalam yang biasa dan sederhana untuk merasakan derasnya keteduhan kekal yang lewat.

Oleh karena itu, gerakkan daya ingat anda untuk dapat menuntun sikap dan perilaku anda kedalam makna
“KETAKJUBAN” sebagai sarana dalam usaha memanfaatkan hikmah berpikir agar anda dapat mengendalikan kebiasaan berpikir dimana kita menyadari sepenuhnya bahwa “hidup anda dibentuk oleh pikiran anda sendiri.

Sejalan dengan apa yang kita pikirkan diatas, makna dalam usaha untuk mendalami “Ketakjuban” dengan pendekatan kekuatan pikiran yaitu dari sudut dalam hikmah berpikir yang mencakup :

B. DALAM PROSES BERPIKIR KETAATAN :
Bertolak dari keinginan untuk mendalami apa yang kita bicarakan dalam pokok pikiran yang diungkapkan diatas, maka dari sudut berpikir ketaatan dalam hubungan kita dengan Allah Swt, seperti yang terungkap dalam QS. 72 : 1 “Katakanlah (hai Muhammad) “Telah di wahjukan kepadaku bahwawasanya sekumpulan jin telah mendengarkan (Al ‘Quran)lalu mereka berkata : Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur’an yang menakjubkan”
Ayat tersebut menekankan bahwa “Islamnya Jin Setelah Mendengar Al Qur’an”, oleh karena itu, renungkan melalui pikiran anda agar dapat menuntun sikap dan perilaku anda sejalan dengan apa yang kita pikirkan agar kita dapat menempatkan makna Ketakjuban yang dipikirkan, yang harus sejalan dengan ajaran Islam itu sendiri.

Dengan demikian gerakkan kekuatan pikiran kedalam suatu kebiasaan dalam usaha menafsirkan ketakjuban, maka terbuka pikiran bagaimana dapat dipercepatkannya usaha-usaha yang baik-baik dalam mewujudkan makna yang terkandung didalamnya, oleh karenanya digerakkan pikiran didasarkan pada keikhlasan yang seutuhnya.

C. DALAM PROSES BERPIKIR POSITIF :

Mengungkapkan jalan pikiran yang positip berarti kita selalu mendekatkan diri dalam hubungan manusia yang selalu baik memandang sesuatu seperti halnya kita takjub pada sesuatu maka disitu terselip pemikiran yang berkaitan dengan pujian yang sewajarnya adalah anak kunci untuk memulai persahabatan yang baik sedang celaan adalah sumber pertengkaran dan permusuhan.

Tapi yang perlu kita ingat bahwa pujian adalah ujian artinya yang mudah tersanjung dan juga mudah tersandung, oleh karena itu lihatlah selalu bahwa dirimu adalah orang yang senantiasa dihinggapi kelemahan, kekurangan, aib dan sebagainya.

Sejalan dengan apa yang kita bicarakan diatas tumbuh dan kembangkan kebiasaan pikiran anda yang positif sehingga dapat mendorong sifat-sifat yang menyelamatkan, apa yang anda pikirkan yang terkait ketakjuban agar kita selamat dari kemungkinan tergelincir oleh pujian yang menghancurkan.

D. DALAM PROSES BERPIKIR MAKSIAT
DAN NEGATIF :

Untuk dapat menuntun sifat pola pikir yang terpuji, maka hindarilah kebiasaan pikiran yang bersifat maksiat dalam hubungan manusia dengan Allah Swt. Sedangkan berpikir negatif dalam hubungan anda dengan manusia.

Oleh karena itu, setiap manusia mulai sejak terbitnya matahari sampai terbenamnya, maka manusia memeriksa seluruh anggota tubuhnya yang terdiri dari mata, telinga, lisan, kemaluan, perut, tangan dan kaki tidak sedang mengandung kemaksiatan dan berpikir negatif, sehingga kita mampu mengenal diri agar kita selalu dekat sang penciptanya dengan begitu kita akan mampu menumbuhkan apa yang diperkirkan secara baik, apa yang kita sebut dengan mensyukuri karunia Allah, maka disitu terbukalah kebiasaan pikiran baru, sehingga begitu pentingnya kita menyadari peran dan fungsi ketujuh anggota tubuh yang telah kita utarakan diatas.

E. PENUTUP :

Ketakjuban yang kita ungkapkan kedalam peta pikiran, dimaksudkan agar kita selalu memanfaatkan kebiasaan berpikir agar dapat menuntun sikap dan perilaku kita dalam menata kehidupan dunia dan akhirat.

Dengan demikian kebiasaan yang effektif yang dituntun oleh pemahaman prinsip, sikap, perilaku dihayati menjadi satu kekuatan dalam proses berpikir.

Oleh karena itu, tingkatkan kedewasaan berpikir kedalam sisi rohaniah, social, emosional dan intelektual, dengan begitu anda dapat secara terus menerus belajar untuk menumbuh kembangkan kebiasaan pikiran untuk selalu dapat memanfaatkan dan memahami untuk dapat mengaktualisasi-kan makna hikmah berpikir kedalam pemahaman kita mengenai ungkapan kata “Ketakjuban”.

Sejalan dengan apa yang kita pikirkan diatas, maka salah satu alat tubuh mengingatkan kita untuk selalu memelihara lidah sewaktu berbicara karena perkataan itu adalah semacam anak panah bila terlepas dari busurnya sukar kembali lagi.

2. MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA
PIKIRAN KEDALAM USAHA PENCERAHAN

A. PENDAHULUAN
Kata “Pencerahan” merupakan kecernihan yang terungkap oleh kesadaran sebagai unsur jiwa sebagai penggerak alat berpikir agar kita mampu setiap manusia untuk menyadari sepenuhnya seberapa jauh yang bersangkutan memanfaatkan usia.
Kita pahami bahwa “kesadaran” itu paling tegas sebagai unsur jiwa, di waktu tidur kita tidak akan tahu, bilamana ada bahaya mengamcam dan menyebabkan kita sadar sepenuhnya. Jadi di waktu tidur kesadaran itu seolah-olah turut istrahat Dan semakin diwaktu tidur jasmani dan rochani kita letih semakin kurang pula kesadaran itu.
Dengan kesadaran kita dapat berorientasi meninjau serta merasakan diri sendiri serta menangkap atau memahami ituasi didunia luar artinya diluar diri kita.
Sejalan dengan apa yang kita utarakan diatas, maka makna “Pencerahan” dapat kita dalami lebih dalam bila KESADARAN diikuti dengan KECERDASAN dan AKAL, maka terbukalah kekuatan pikiran untuk menuntun anda dalam usaha memanfaatkan usia sehingga anda mampu menempuh jalan menuju pusat PENCERAHAN anda sendiri.

B. KEMAMPUAN MEWUJUDKAN PENCERAHAN

Pencerahan dapat diwujudkan sepanjang kita mampu melihat kedewasaan berpikir sehingga mampu mengintergrasikan ketiga unsur jiwa berupa KESADRAN, KECERDASAN, AKAL, dimana ketiga unsur terebut saling memiliki sifat-sifat ketergantungan dalam memanfaatkannya.

Dengan pikiran diatas, seperti halnya kita mengungkapkan bahwa jalan menuju pencerahan dapat kita ibaratkan seperti cita-cita menghendaki perjuangan, perjuangan menghendaki pengorbanan dan pengorbanan menghendaki ketabahan hati.

Oleh karena itu, tempuhlah jalan menuju puat pencerahan anda sendiri dengan kebiasaan memanfaatkan ketiga unsur jiwa diatas sehingga dapat mewujudkan makna pencerahan dalam perjalanan hidup kita.

Sejalan dengan pokok pikiran diatas, maka usaha meningkatkan kedewasaan berpikir akan mampu menuntun kebiasaan yang disebut dengan “Keinginan” artinya mau melakukannya, maka disitu terbuka pintu bagaimana melakukannya serta apa yang harus dilakukan dan mengapa.

Jadi kemampuan mewujudkan “Pencerahan” kedalam peta pikiran bergantung seberapa jauh kita mampu meningkatkan kedewasaan berpikir (rohaniah, social, emosional, intelektual) secara berkelanjutan yang mampu menyentuh jiwa kita seperti
Cara menyempurnakan rahmat ialah kasih saying Tuhan kepada anda dengan melalui ketaatan anda. Datang ketaatan dengan keimanan dan keimanan dengan pengetahuan.

Denan mengungkapkan jalan pikiran diatas diharapkan dapat menjadi penuntun dalam peta pikiran kita, sehingga dengan memahami makna pencerahan yang hendak kita kita bangun dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan menyadari sepenuhnya mengenai ilmu kepandaian itu ialah sahabat yang setia bagi teman hidup sampai kepada penghabisan umur kita.
C.PENUTUP
Bangkitkan kedalam peta pikiran anda bahwa pencerahan perlu ditingkatkan sehingga terbuka keinginan untuk memperbaiki diri setiap harinya. Bertekatlah untuk meningkat-kan kesadaran, kecerdasan dan akal kita untuk menyentuh yang sakral setiap harinya.

Oleh karena itu ingatlah kita kepada kematian adalah suatu cameti untuk memperbaiki kelakuan kita dan cinta pada orang miskin.

3. MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA
PIKIRAN KEDALAM PENERIMAAN APA YANG
TIDAK DAPAT KITA UBAH.

A. PENDAHULUAN
Kebiasaan batin yang digerakkan oleh kekuatan jiwa dalam kehidupan berarti menerima diri sendiri apa adanya dan oleh karena itu takdir tidak dielakkan dan bukan lari dari takdir tetapi dikejar dan menyerbu kepada takdir. Kepercayaan kepada takdir menimbulkan puncak kesenangan yang sejati karena itu ia sabar dan tabah.
Oleh karena itu, terimalah dengan ikhlas apa yang tak mungkin dielakkan. Kalau kita mengetahui bahwa suatu keadaan itu di luar kekuasaan dan kemampuan kita untuk mengobah dan memperbaikinya, berkatalah pada diri sendiri. Memang sudah semestinya begitu tak dapat lain.
Sejalan apa yang kita pikirkan diatas, mendorong kita memikirkan untuk memahami dunia karena jangan tertipu pada yang tampak, apa yang tertampak tidak selalu seperti yang sejatinya.
Dengan demikian pikirkan baik-baik sebelum melangkah bahwa ala mini lahiriahnya berupa tipuan sementara batiniahnya berupa pelajaran. Diri yang mencakup nafsu melihat kepada lahiriahnya yang menipu, sementara kalbu melihat kepada batinnya yang menjadi pelajaran. Oleh karena iu, tanggalkan kebanggaanmu pada kemuliaan duniawi.
B. BAKAT MENGUBAH NASIB MENEMUKAN TAKDIRMU
Hidup anda dibentuk oleh pkiran anda sendiri, oleh karena itu masa yang anda miliki adalah hari ini, sebagai petunjuk maka kita harus mampu mengungkit bakat yang tersembunyi dalam pikiran kita sehingga kita menyadari sepenuhnya bahwa bakat merupakan kemampuan potensial yang ada pada diri setiap manusia.
Dengan bertolak dari pikiran diatas, harus ada kemampuan kita untuk membaca dirimu, maka disitu terletak kesiapan kita menggali dan memanfaatkan kemampuan potensial tersebut melalui apa yang kita sebut :
Pertama, mampu menggariskan secara jelas arah dan sasaran hidup yang hendak kita capai ;
Kedua, memerjuangkan dengan komitmen yang tinggi ;
Ketiga, mampu apa yang diungkapkan bagi orang lain amenjadi kekekuatan yang dapat dipercaya ;
Keempat, memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan kepada orang lain secara baik ;
Kelima, secara berkelanjutan menumbuh kembangkan kebiasaan sebagai prinsip dan pola sikap serta perilaku, dengan kebiasaan ini mampu menyatukan keinginan yang berlandaskan niat yang benar, memeliki kebiasaan untuk meningkatkan ilmu dan kebiasaan belajar dari pngalaman baik datang dari diri sendiri maupun dari orang lain.
Dengan memperhatikan kelima hal diatas, maka kebiasan yang dapat menuntun kedalam pola pikir untuk mewujudkan keberhasilan apa yang kita harapkan, oleh karena itu wujud melawan penderitaanlah, bukan penderitaannya itu sendiri.
C. PENUTUP
Menyadari kemampuan mabaca diri, maka disitu terbuka peluang mengubah takdir menjadi satu kekuatan mengubah nasib, artinya belajarlah kepada suatu kenyataan bahwa terimalah apa yang tidak dapat anda ubah.
Jadi ingatlah bahwa bertambah luas kesadran, kecerdasan dan akal , bertambah luas hati, bertambah luas hidup, bertambah datangnya bahagia. Bertambah sempit pula hidupnya dan bertambah datangnya celaka.

4. MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA
PIKIRAN KEDALAM USAHA MENJADIKAN
KEKUATAN DIRI SENDIRI

A. PENDAHULUAN
Kekuatan diri sendiri menunjukkan gambaran seseorang yang memliki kemampuan menggerakkan pikiran yang berlandaskan prinsip ketaatan dalam hubungan dengan Allah Swt dan berpikir poitip dalam hubungan dengan manusia, dengan begitu sekaligus sehingga kekuatan diri sendiri mejadi satu kebiasaan untuk selalu mampu meningkatkan kemampuan kedewasaan berpikir ecara berkelanjutan.
Pikiran diatas bukanlah sesuatu yang baru dalam proses manusia untuk selalu siap menerima dan melaksanakan perubahan atas dirinya, oleh karena itu baying kan ungkapan seperti dasar hidup kita, jangan hidup sebagai keimbang menjulang ke atas tidak ada kekuatan ke bawah.
Jadi terimalah kepada suatu kenyataan bahwa kekuatan diri juga memperlihatkan gambaran atas percaya diri adalah sumber keberhasilan dan kemandirian. Dengan demikian keberhasilan dan kemadirian lebih berarti berusaha berpretasi dari pada prestasi itu sendiri. Janganlah ikut-ikutan orang yang bermain hanya agar tidak kalah, mainlah untuk meraih kemenagan.
Bertolak dari pikiran diatas, maka orang dengan kemampuan untuk memiliki keberhasilan dan kemandirian ditentukan kemampuan secara jelas merumuskan program, dimana pertama ia menetapkan suatu rencana kerja dan tekun menjalaninya. Ia tetapkan rencana-rencanaya dan melaksana-kannya, ia langsung menuju ke sasarannya.
Apa artinya yang kita ungkapkan pikiran diatas, merupakan pola pikir yang menuntun kita kepada makna KEPERCAYAAN (terkait dengan AGAMA) dan KEYAKINAN (terkait dengan IMAN) yang menjadikan pijakan bagi orang yang mampu menguah jati diri sendiri, maka terbukalah pintu kesiapan menjadi manusia teladan yang sesungguhnya.
B. MENCARI HAKIKAT PERCAYA DIRI
Kita harus dapat membayangkan bahwa apabila seseorang dapat mengenal dirinya dan kebiasaan yang ditopang oleh ilmu, pengetahuan dan keinginan sesuai dengannya serta dapat mengamalkan kebiasaan yang sempurna mungkin, niscaya dia akan mendapatkan kemenganan.
Dengan pikiran diatas, cobalah anda berusaha mencari hakikat percaya diri sebagai satu kekuatan yang harus ditumbuh kembangkan kedalam kebiasaan hidup ini, bahwa ilmu pengetahuan, pengalaman dan wawasan jauh lebih baik daripada tumpukan harta, karena mencintai harta-benda adalah sifat binatang dan senang dengan pengetahuan adalah sifat manusia.
Jadi ingatlah selalu dalam hidup ini bahwa mewujudkan angan-angan setelah kita mempraktekkan sendiri jenis kepercayaan diri yang khusus kita bangun dari daya cipta kebiasaan kita. Yang menjadi masalah kita adalah kesiapan menerima perubahan dan berusaha menemukan keseimbangan hidup, maka terbuka pintu dalam kebiasaan pikiran kita yang terkait dengan menemukan sumber dari segala kepercayaan diri sehingga anda bisa melakukan hal-hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya untuk melangkah jalan hidup.
Sejalan dengan apa yang kita pikirkan, maka sumber dari segala kepercayaan diri terletak seberapa jauh kita mampu dapat mengungkapkan memikirkan kemungkinan bahwa kepercayaan tanpa resiko adalah sebuah kontradiksi, oleh karena itu cinta yang pnuh kepercayaan membawa pergi beban keragu-raguan dan memberi anda sayap keyakinan.
Untuk mengungkit sumber dari segala kepercayaan diri akan bergantung kepada dua kekuatan apa yang yang disebut KEPERCAYAAN dan KEYAKINAN, maka diperlukan kebiasaan untuk mendalami hal-hal yang kita sebutkan dibawah ini :
Pertama, Memahami makna sesungguhnya dari kepercayaan diri. Artinya memiliki satu kebiasaan mampu melakukan hal-hal tertentu. Oleh karena itu dari sekian banyak keterampilan yang bisa kita kuasai dalam hidup ini, kemampuan kita tetap terbatas. Jadi, jika rasa percaya diri itu didasarkan pada kemampuan yang kita miliki, rasa percaya diri itu hanya akan timbul bila kita melakukan kegiatan yang bisa kita lakukan itu.
Kepercayaan diri adalah sesuatu yang harus mampu menyalurkan segala yang kita ketahui dan segala yang kita kerjakan.
Kedua, Memahami untuk menemukan apa yang membuat anda (bukan sembarang orang) percaya diri. Artinya kadang-kadang kita merasa bagai menipu diri sendiri, jika keberhasilan yang kita raih dan yang seharusnya membangkitkan rasa percaya diri justru terasa sebaliknya dalam nurani kita.
Oleh karena itu, adakalanya kita melihat kepada kenyataan dimana banyak orang yang mewah, terkenal, terhormat dsb., namun mereka tetap belum percaya diri. Jadi apa sebenarnya yang mereka butuhkan ?
Ketiga, Memahami tanpa disadari telah merusak kepercayaan diri dan sekaligus menemukan cara menghentikan kebiasaan buruk itu. Artinya kepercayaan diri berawal dari tekad pada diri sendiri pada jati diri anda, untuk melakukan segala yang kita inginkan dan butuhkan dalam hidup. Ia terbina dari keyakinan diri sendiri bukan dari karya-karya kita, walaupun karya-karya itu sukses.
Rasa percaya diri anda berakar pada fakta, bahwa anda telah melakukan seperti yang anda tekatkan. Bila rasa percaya diri itu dilandaskan pada jati diri anda, bukan pada pada suatu keberhasilan, anda telah menciptakan sesuatu yang tidak bisa direnggut oleh apa pun atau oleh siapa pun. Jadi rasa percaya diri itu tidak bisa disama ratakan dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya.
Dengan demikian bahwa rasa percaya diri itu lahir dari kesadaran bahwa jika saya memutuskan untuk melakukan sesuatu, sesuatu itu pula yang akan saya lakukan. Jadi rasa percaya diri sejati anda lahir dari keinginan dan tekad.
Keempat, Memahami untuk menemukan kunci untuk meningkatkan rasa percaya diri anda. Artinya seberapa jauh anda mampu menguasai hal-hal yang terkait dengan kedewasaan berpikir dalam rohaniah, sosial, emosional dan intelektual.
Dengan kedewasaan berpikir tersebut akan mampu menuntun sikap dan perilaku dalam mengembangkan kepercayaan diri, sehingga menimbulkan kedalam hal-hal yang terkait dengan apa yang disebut 1) Keyakinan atas kemampuan sendiri untuk melakukan sesuatu ; 2) Keyakinan atas kemampuan untuk menindak lanjuti segala prakarsa sendiri secara konsekuen ; 3) Keyakinan atas kemampuan pribadi dalam menanggulangi segala kendala ; 4) Keyakinan atas kemampuan anda memperoleh bantuan.

C. PENUTUP
Dengan meningkatnya kedewasaan berpikir, maka mengungkit daya ingat menjadi peta pikiran kedalam usaha menjadikan kekuatan diri sendiri, maka percaya diri menjadi sumber apa yang hendak anda inginkan.
Jadi ingatlah bahwa pekerjaan yang besar tidak berhajat kekuatan tetapi berhajat keteguhan hati. Dunia semakin kecil buat kita kalau hati dan semangat kita bertambah besar. Besarnya dunia hanya sebesar pikiran manusia berbuatlah apa yang telah kewajiban anda , jangan lerlalu melihat akan hasil.
Oleh karena itu, perbuatan yang dapat anda lakukan, janganlah anda minta tolong pada orang lain. Tiap-tiap satu pekerjaan kerjakanlah pada masanya. Pada tempatnya dan dengan caranya.

5. MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA
PIKIRAN KEDALAM USAHA MENGHINDARI
KEHILANGAN HARAPAN

A. PENDAHULUAN
Bila sejenak kita merenungkan, maka barang siapa yang memiliki kesehatan mempunyai harapan dan barang siapa yang mempunyai harapan mempunyai segala-galanya.
Oleh karena itu, harapan, betapapun tak dapat diandalkannya, setidak-tidaknya membantu kita menuju kearah tujuan hidup kita melalui jalan yang menyenangkan, sehingga orang kehilangan harapan tidak akan pernah dapat mengatakannya.
Harapan adalah merupakan rahmat Tuhan bagi umatku. Kalau bukan oleh karena harapan, tidaklah seorang ibu akan sudi melahirkan anak dan tidaklah seorang tani akan sudi menaburkan bibit.
Kita menyadari sepenuhnya bahwa harapan-harapan dan cita-cita mudah saja diadakan. Tetapi tantangan yang harus dihadapi ialah jalan yang harus ditempuh menuju kepada realisasi.
Sejalan dengan pikiran diatas, maka optimislah dan jangan berputus asa. Jangan pula menyerah kalah tanpa berusaha. Berbaik sangkalah kepada Allah. Dan tunggulah segala kebaikan dan keindahan akan segera dia berikan. Oleh karena itu pengharapan adalah kehidupan, akan tetapi ada baiknya bagi manusia jangan selalu mengharap-harapkan yang lebih sempurna ialah berusaha sedapat mungkin.

B. JANGAN KEHILANGAN HARAPAN
Kita sadari sepenuhnya bahwa harapan dan ketakutan tidak bisa dipisahkan, oleh karena itu kita memahami pula bahwa hidup kita dibentuk oleh pikiran kita sendiri, sehingga tak ada ketakutan tanpa harapan, maupun harapan tanpa ketakutan.
Ingatlah jangan kehilangan harapan karena harapan akan terus menerus timbul dalam dada manusia, sehingga terkuah dari pikiran kita bahwa tak seorangpun menjadi pecundang selain yang pesimis menghadapi tantangan hidup.
Dengan kebiasaan yang efektif, maka prinsip dan pola perilaku yang dihayati akan mampu menggerakkan kekuatan pikiran untuk memanfaatkan PENGETAHUAN (apa yang harus dilakukan, mengapa) ; KETERAMPILAN (bagaimana melakukan) ; KEINGINAN (mau melakukan atas dasar niat ), maka terbuka pintu untuk mngembangkan pemulihan harapan yang mencakup apa yang disebut dengan 1) pikirkan untuk tetap di saat yang sekarang ini ; 2) buatlah gagasan untuk menyerap pikiran anda dan sekaligus memberi anda tujuan ; 3) fokuskan apa yang anda pikirkan.

C. PENUTUP
Bertolak dari pokok pikiran yang telah kita ungkapkan diatas, maka jangan anda tumbuhkan dalam peta pikiran usaha menghilangkan harapan sebagai suatu kebiasaan yang mampu mendorong dimana hal yang tidak kita harapkan lebih sering terjadi dari pada yang kita harapkan.
Ingatlah bahwa roda kehidupan tidak pernah berhenti berputar sehingga seberapa gelappun malam itu, pagi akan datang. Seberapa dinginpun musim dingin itu, musim semi akan datang
Dengan demikian bahwa memiliki keinginan dan harapan berarti sudah memiliki masa depan, sehingga pikirkan untuk menumbuh kembangkan kedalam momentum anda sendiri. Kejar terus impian-impian anda hingga dapat menjadi suatu kenyataan.
Jangan pernah menyerah, ada mimpi yang memang lama terwujudnya, tapi ingatlah bahwa hidup penuh dengan perjuangan dan kesulitan hidup yang mungkin tidak henti-hentinya, semuanya silih berganti, kesulitan yang satu diusul oleh kesulitan yang lain.
Jadi hilangkan putus asa itu salah, yang benar adalah berharap sehingga harapan adalah kemenanganan paling bear dan paling sulit yang bisa diperoleh seeorang bagi jiwanya.

6. MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA
PIKIRAN KEDALAM HIDUP BAHWA BERIMAN ITU
MENYENANGKAN

A. PENDAHULUAN
Kita membayangkan bahwa beriman itu menyenangkan, oleh karena itu pikirkan bahwa gelombang-gelombang liar dan hebat di permukaan tak menyentuh bagian-bagian yang lebih dalam : demikian pula mereka yang berpegang kepada kebenaran-kebenaran yang lebih tetap dan kekal, tak begitu memusingkan pergolakan-pergolakan yang terjadi dalam kehidupan pribadi-nya.
Oleh karena itu , orang yang sungguh-sungguh iman dan yakin tetap tenang, tak bisa digelisahkan dan selalu siap melakukan setiap tugas kewajiban yang dihadapkan kepada tiap-tiap hari.
Dengan demikian IMAN itu adalah ibarat benda atau barang yang belum diberi pakaian, maka yang akan jadi perluasan adalah sifat malu dan jadi roh dan jiwanya adalah ikhlas, hartanya budi, cahayanya pengetahuan.
Sejalan apa yang kita pikirkan hal-hal diatas, maka pengobatan jerih payah manusia itu adalah dua keutamaan, pertama Iman kepada Allah dan kedua percaya kepada Sahabat.

Jadi iman adalah kekuatan hidup, sehingga iman tanpa kerja artinya mati, sehingga sesungguhnya orang yan beriman itu ialah orang apabila disebut nama Allah, menyerahlah hati mereka dan bila dibacakan ayat Allah bertambah-tambahlah iman mereka dan kepada Allah mereka bertawakal.
Sejalan dengan uraian diatas, maka IMAN artinya percaya dan yakin. Iman harus diyakini dalam hati. Iman harus diamalkan dengan perbuatan. Orang iman disebut mukmim. Kaum professional hendaknya mengingat kembali tentang pentingnya rukun iman. Rukun iman merupakan pokok-pokok keimanan.
Sebagaimana diketahui, rukun iman ada enam : 1) Iman kepada Allah ; 2) Iman kepada Malaikat Allah ; 3) Iman kepada Rasl Allah ; 4) Iman kepada hari kiamat dan 5) Iman kepada takdir Allah.

B. WUJUD IMAN YANG MENYENANGKAN
Setiap sesuatu mempunyai hakikat. Seseorang belum akan dapat mencapai hakikat iman, hingga ia maklum sungguh bahwa suatu kebenaran tiada akan membimbingnya kepada kesalahan, dan sesuatu kesalahan tiada akan membimbingnya kepada kebenaran.
Dengan mengingat dan memahami rukun iman, para kaum professional akan menyadari bahwa Allah merupakan Zat Yang Mahatinggi. Segalanya milik Allah. Sepandai-pandainya para kaum professional masih ada yang Mahapandai. Oleh karena itu renungkan kembali wujud dari segala usaha bahwa kekuatan IMAN yang menyenangkan itu ditentukan oleh seberapa jauh kita mampu untuk meyakini suatu kepercayaan.
Jadi kalau kita tanam sebuah benih, kita tidak terus menggali lahannya untuk melihat apakah ia tumbuh, sehingga Iman terkadang menuntut keberanian yang besar. Untuk itu ambillah resiko dan percayalah.
Bersikaplah terbuka terhadap kuasa yang lebih besar daripada diri sendiri. Kalau anda merasa bingung dan tidak tahu apa yang harus anda perbuat, bergembiralah dan percayalah bahwa anda akan dipelihara, maka disitulah terletak wujud Iman yang menyenangkan.
Sejalan dengan pokok pikiran diatas, maka renungkan bahwa yang terpikirkan bahwa istana bukanlah pada rumah besar yang indah tetapi terletak dalam hati yang telah dapat sinar Ilahi, sehingga ilmu yang paling baik ialah yang paling banyak memberikan manfaat kepada pemiliknya. Taqwa kepada Allah adalah hasil final dari ilmu pengetahuan. Inilah wujud dari kemampuan kita berpikir kedalam makna dari kedewasaan berpikir menjadikan IMAN yang menyenangkan.

C. PENUTUP
Hanya dengan kekuatan berpikir dari yang kita tidak tahu menjadi tahu, maka usaha mengungkit daya ingat kedalam peta pikiran memberikan penuntun untuk menggerakkan kebiasaan berpikir bahwa takutlah dirimu kepada Tuhan seolah-olah engkau selalu menampaknya, sekalipun engkau tak menampaknya, tetapi ia selalu melihat setiap gerakmu, sebelum maut menyentumu. Takutlah kepada permohonan seseorang yang teraniaya, karena permohonannya itu akan dikabulkan Tuhan.
Haruslah kita memiliki kebiasaan yang kuat agar menjadikan kemampuan untuk memanfaatkan ilmu, keterampilan dan keinginan sebelum kebiasaan itu diangkat. Jadi sesungguhnya tak ada seorangpun yang dilahirkan memiliki tanpa kebiasaan yang kuat untuk menuntun sikap dan perilaku dalam menempuh perjalanan hidup. Jadi ingatlah hidup kita dibentuk oleh pikiran kita sendiri.

7. MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA
PIKIRAN KEDALAM TAKLUKKAN KESEPIAN

A. PENDAHULUAN
Kebiasaan yang kuat akan menumbuhkan seperangkat keterampilan dalam hidup yang dipetik pengalaman sebagai pengetahuan bahwa teman-teman dekat serta sanak saudara kita memihak kita adalah lebih penting daripada banyaknya hubungan social yang kita miliki.

Sejalan dengan yang kita ungkapkan diatas maka pehatikan bahwa kesepian melanda banyak orang yang di zaman sekarang, terlepas dari usianya, keadaan ekonominya atau status pernikahannya.

Oleh karena itu, belajar dari hasil penelitian yang mengungkapkan bahwa dari seorang peneliti mengemukakan berdasarkan responden menunjukkan bahwa mereka hidup merasakan kesepian.

Kita menyadari sepenuhnya bahwa kesepian itu suatu perasaan dan itupun akan berlalu, ingatlah setiap orang memiliki kelemahan. Jadi dapat pula kita simpulkan bahwa semua kesepian muncul dari kelemahan.

B. JALAN KELUAR MELEPASKAN DARI KESEPIAN

Kalau kita tidak mempunyai kekurangan kita tidak akan demikian senangnya melihat kekurang orang lain. Justru kekurangan-kekurangan kita bisa menolong kita dengan tak terduga.

Oleh karena itu, yang perlu kita ingat selalu bahwa hidup kita dibentuk oleh pikiran kita sendiri sehingga kebahagian, kesengsaraan, kecemasan dan ketenangan manusia muncul dari dalam dirinya sendiri. Sebenarnya ia sendirilah yang member warna pada kehidupannya dengan warna-warna yang cemerlang atau yang pudar, sebagaimana warna cairan mirip dengan warna wadah yang diisinya.

Dalam hadits disebutkan : Barangsiapa ridha maka baginyalah keridhaan, dan barangsiapa benci maka baginyalah kebencian (HR.Tirmidzi). Jadi setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan yang tidak terdapat pada orang lain, maka disitulah kita membuka pikiran dari kebiasaan untuk melepaskan dari kesepian, dengan begitu bahwa setiap urusan itu tunduk kepada anggapan seseorang. Jika anda mau maka dapat anda jadikan ia sebagai pembersih dan anda rela dan kalau anda mau maka dapat anda jadikan ia sebagai kebinasaan dan anda marah.

Dengan demikian kesedihan yang timbul dari perasaan hanya dapat anda hindari sejalan dengan kemampuan anda memahami makna sifat yang mementingkan diri sendiri dan tamak menjadi penghalang ebagai tabir antara dia dengan Tuan.
Dan orang yang hanya memikirkan diri sendiri tak mengalami kebahagian dalam hidupnya. Kalau kita pikirkan keberatan orang lain tentu diperkirakan pula keberatan kita.

Jadi kesedihan yang timbul dari perasaan yang dibentuk oleh pikiran anda sendiri, sehingga bagaimana seseorang akan menjadi lain elain dari apa yang ditunjukkan oleh pikirannya. Sekarang kita yakin tanpa ragu-ragu lagi bahwa masalah yang paling besar yang kita hadapi adalah bagaimana memilih pikiran yang benar. Apabila masalah ini dapat dipecahkan, maka akan dapat pula terpecahkan segala permasalahan hidup kita.

Kalau kita memikirkan kebahagian kita akan bahagia, kalau kita berpikiran sedih kita menjadi edih, kalau kita berpikiran takut kita akan menjadi takut, kalau kita memikirkan sakit mungkin kita akan menjadi sakit.

Dengan demikian kekuasaan yang membentuk akhir hidup kita adalah did ala diri kita sendiri. Apa yang diterima oleh etiap orang adalah akibat langsung dari pikirannya sendiri. Hanya ada dua pilihan. Bangkit dengan mengangkat alam pikirannya atau sebaliknya membiarkan diri anda sakit karena menolak alam pikiran anda. Perbaharui pikiran anda maka hidup anda akan berubah.

C. PENUTUP

Ingatlah bahwa kesepian itu suatu perasaan, sehinga dibutuhkan perncanaan dan kejeniusan untuk menjauhkan diri dari kesepian, tetapi itu adalah salah satu penggunaan waktu serta enerji anda yang paling baik. Karena kalau kesepian anda berkurang, sukacita, kasih, dan hubungan anda bertambah dan depresi juga berkurang. Orang dengan sistim dukungan serta jaringan social yang aktif hidup lebih lama dan lebih hebat.

Ambillah tindakan untuk mengatasi kesepian anda, begitu banyak pelajaran yang dapat petik dengan banyak buku-buku yang berhubungan persoalan yang kita bicarakan. Ingatlah bahwa anda memiliki mitra Ilahi.

Jadi anda harus mampu menggerakkan kebiasaan pikiran menjadi satu kekuatan untuk berusaha untuk memupuk diri sendiri, berbelas kasihlah terhadap diri sendiri dan dukunglah diri sendiri seperti anda kehendaki dari seorang pasangan.

8. MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA
PIKIRAN KEDALAM MENGAPA KEHIDUPAN
ANDA SULIT

A. PENDAHULUAN

Betapapun beratnya beban yang harus kita tanggung, bila ditanggung dengan penuh semangat dan kegembiraan, serta bersama-sama, beban itu niscaya akan ringan.

Sejalan dengan apa yang kita utarakan diatas, maka tidak ada hal yang baru di atas dunia. Ungkapan tersebut memang tepat dengan kenyataan sejarah hidup ummat manusia dalam perjalanan yang panjang dari segi tabiat dan keinginan, pergaulan dan perselisihan, kelaliman dan keadilan, perdamaian dan peperangan, bangkit dan jatuhnya suatu bangsa , berkembang dan surutnya suatu peradaban.

Oleh karena itu, tidak ada gunanya menangisi yang telah berlalu, namun pada batas-batas yang jelas inilah seharusnya kita pelajari masa lampau itu. Dan karena menginginkan nasehat-nasehatnya saja kita boleh menengoh kebelakang. Adapun kalau kembali ke waktu lampau itu untuk memperbaharui rasa sedih atau mengupas luka lama, atau berputar di sekitar tragedi yang telah menyakitkan hati kita.

Dengan demikian minta tolonglah kepada Allah dan jangan menjadi lemah. Jika engkau ditimpa sesuatu maka janganlah mengatakan “Seandainya aku mengerjakan begini maka akan menjadi begitu.
Tetapi katakanlah itu semua adalah takdir Allah, apa yang dikehendakinya dikerjakannya ! Sebab kalimat : Seandainya itu akan membuka pintu buat setan “ Dengan cara seperti ini kita melupakan masa silam dan memulai perjalanan hidup kita dengan penuh semangat dan harapan.

B. MENGATASI KEHIDUPAN SULIT

Seandainya dalam hidup ini kita dapat menyelami mengapa kehidupan kita sulit, itu berarti dapat menangkap makna bahwa kecuali kita setuju untuk menderita, kita tidak mungkin terbebaskan dari penderitaan.

Oleh karena itu, kita sadari bahwa kehidupan ini sulit. Kebanyakkan orang bijak di dunia mengatakannya demikian. Sesulit apapun untuk diterima, sedari dulu, sekarang dan elamanya, kehidupan memang sulit bagi manusia yang secara jujur menghadapinya.

Dengan situasi itu, sadarlah bahwa penderitaan anda memiliki makna serta maksud. Ia telah menjadikan anda lebih berbelas kasih terhadap penderitaan orang lain. Sekarang anda dapat menggunakan kepedihan anda untuk menolong orang lain mengatasi penderitaannya.

Jadi ingatlah dalam kebiasaan pikiran anda bahwa siapa menanam ia menyabit. Tidak ada pengorbanan yang sia-sia. Sesal dahulu pendapat, sesal kemudian tidak berguna. Adakah manusia yang tidak menyesal sesudah membuat kesalahan ?

Dengan mengungkapkan jalan pikiran diatas, maka mereka-mereka yang anda kenal tampaknya lebih bahagia daripada anda, belum tentu demikian adanya. Karena orang berusaha untuk menyembunyikan kepedihan serta keraguan mereka, bahkan terhadap teman-teman sekalipun.

C. PENUTUP

Dengan memperhatikan hal-hal yang telah kita utarakan diatas, maka pahamilah mengapa kehidupan anda sulit, sehingga kita perlu mendalami sifat yang hanya mementingkan diri sendiri dan tamak menjadi penghalang sebagai tabir antara dia dengan Tuhan. Dan orang yang hanya memikirkan diri sendiri, tak mengalami kebahagian dalam hidupnya. Kalau kita pikirkan keberatan orang lain tentu diperkirakan pula keberatan kita.

Oleh karena itu, dengarkanlah kisah-kisah orang lain tentang penderitaan mereka. Ingatlah pepatah “Kepedihan yang diceritakan tinggal separuh” artinya anda dapat menggunakan kepedihan anda untuk menolong orang lain untuk mengatasinya.

9. MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA
PIKIRAN KEDALAM KECEMASAN ADALAH
RACUN KEHIDUPAN

A. PENDAHULUAN

Bila kita membaca tulian-tulisan Dale Carnegie memberikan pernyataan yang jelas tentang paham serba materi serta akibat yang ditimbulkannya pada jiwa dan raga manusia berupa bencana dan malapetaka . Ia berkata saya telah tinggal di New York selama tiga puluh tahun dan tidak ada seorang pun yang pernah mengetuk pintu rumahku dan memperingatkan bahaya penyakit emosi yang disebut “cemas”

Cobalah anda berpikir sepertiga dari pengusaha sedang menghancurkan tubuh mereka sendiri dengan penyakit jantung, maag dan tekanan darah tinggi sebelum mereka mencapai usia 45 tahun. Inikah harga sukses itu ? Dapatkah seseorang yang terpaksa membayar kemajuannya dengan penyakit jantung atau maag dikatakan sukses ? Apakah keuntungannya bagi seseorang yang mendapatkan seluruh dunia tetapi kehilangan kesehatannya ? Walaupun ia telah menguasa I dunia, toh ia tetap hanya dapat tidur dalam satu ranjang dan makan tiga kali sehari. Bahkan seorang tukang sampah tersebut kan dapat tidur lebih nyaman dan merasakan makanannya lebih nikmat daripada sepengusaha besar.

Apa yang diungkapkan diatas, maka untuk menanamkan rasa tenang dan tenteram dalam kalbu dan mengikis habis hama-hama ketamakan yang sangat meletihkan manusia dalam mengejar dunia dan mendatangkan rasa esal terhadap apa-apa yang luput daripadanya. Rasulullah Saw. Bersabda : Barangsiapa menjadikan akhirat sebagai harapannya, maka Allah akan memberikan rasa puas dalam hatinya dan menghimpunkan baginya segala keinginannya dunia pun akan mendatanginya dengan merunduk. Dan barangsiapa menjadikan dunia sebagai cita-citanya , maka Allah akan menjadikan kemikinan di depan matanya, membuyarkan segala keinginannya dan dunia tidak akan mendatanginya melainkan dengan apa yang sudah ditentukan baginya ! (HR.Tirmidzi)

B. MENGHILANGKAN PENYEBAB KECEMASAN

Apabila anda terkena suatu musibah yang membuat anda kuatir, apa yang akan anda lakukan ? Apakah anda akan membiarkan rasa kuatir itu melemahkan anda atau anda dapat merubahnya menjadi kekuatan ?

Supaya kekuatiran itu bisa menjadi kekuatan, cobalah anda renungkan hal-hal yang kita utarakan dibawah ini :
• Tanyakan kepada diri anda sendiri, akibat paling buruk apa yang mungkin menimpa anda.
• Bersiaplah untuk menerimanya apabila hal tersebut akhirnya benar-benar terjadi.
• Kemudian bertindaklah dengan tenang untuk memperbaiki kondisi terburuk itu.

Kita dapat membayangkan bahwa sesungguhnya pengaruh rasa cemas yang paling buruk itu adalah hancurnya kemampuan untuk berakal sehat. Jadi tidak dapat diragukan bahwa orang dapat mengatasi rasa cemasnya dalam menghadapi setiap krisis serta memiliki pandangan menyeluruh terhadap apa yang berada disekitarnya, dialah sebenarnya yang akan mendapat-kan kemenangan pada akhirnya dengan meraih hasil yang baik.

Oleh karena itu, orang yang takut miskin sebenarnya sudah berada dalam kemiskinan, dan orang yang takut hina sudah berada dalam kehinaan ! Karena sebagai orang mukmim yang dewasa seharusnya ia menetapkan bahwa perkara terburuk yang dicemaskan itu sebenarnya telah benar-benar terjadi. Kemudian ia berusaha mencari jalan keluarnya.

Pikirkanlah ungkapan seperti siapkanlah diri anda untuk menerima setiap kenyataan, sebab menerima dengan ikhlas apa yang terjadi adalah langkah pertama untuk mengatasi setiap kemalangan. Jadi kedamaian jiwa yang sejati datang dari keikhlasan menerima akibat buruk arti secara psikologis itu berarti dapat diartikan sebagai pelepasan energy.

Dengan demikian untuk menjadikan kedewasaan anda berpikir, renungkan apa yang terungkap dalam QS.52 : 26-28 “ Mereka berkata “Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab) 26) – 27) Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka – 28) Sesungguhnya kami dahulu menyembahNya. Sesungguhnya Dia-lah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang “

C. MEMBUAT KECEMASAN SEBAGAI KEKUATAN

Dengan mempelajari tingkah langkah dasar dari analisa persoalan yang diungkapkan dibawah ini :

Langkah Pertama, mengharuskan kita berpikir dengan tenang terhadap apa yang ada di ekitar kita guna mengumpulkan faktanya dengan jelas dan menempatkan tingkah laku kita pada kaidah-kaidahnya

Sejalan dengan usaha-usaha pengumpulan data adalah wajib, sekalipun sulit dilakukan orang, sebab kecintaan akan sesuatu membutakan dan menulikan begitu juga kebencian, oleh karena gerakkan pikiran anda kedalam pandangan Rhida itu menutup segala kekurangan Dan pandangan benci itu menampakkan segala keburukan. Seperti halnya perasaan cinta dan benci sebagian besar emosi yang menguasai jalan pikiran seseorang.

Dengan demikian pebanyaklah membaca Al Qur’an yang akan mampu menuntuntan dalam usaha menemukan jati diri anda yang sesungguhnya, apa yang bisa kita lakukan ? Kita harus dapat membebaskan emosi kita dari pikiran kita.

Langkah kedua, apa yang kita sebut membuat analisa fakta yang telah kita kumpulan. Dari pengumpulan fakta adalah peresaan tenang yang sempurna dalam menyambutnya dari menahan diri dihadapan apa-apa yang tampak membingungkan atau menakutkan darinya. Karena ketakutan akan perkara-perkara baru itu akhirnya tidak boleh tidak akan tenggelam dalam lubuknya

Sejalan dengan apa yang diungkapkan diatas, maka jangan bersedih terhadap pekerjaan yang belum dapat anda selesaikan, ketahuilah bahwa pekerjaan orang besar itu tiada habis-habisnya, sehinga ada renungkan bahwa jangan takut mengambil langkah besar jika memang dibutuhkan. Anda tidak dapat menyeberangi jurang hanya dengan dua lompotan kecil, oleh karena itu jangan kau putus asa karena tidak melihat jalan keluar. Yakinlah Allah dan takdir-Nya selalu ada.

Ketiga, ambil keputusan dan bertindaklah berdasarkan keputusan itu. Artinya Jika orang telah mengethui fakta-fakta yang berkaitan dengannya dan telah mengukur kedalamannya semua tanpa rasa bingung dan takut, maka dihadapnnya hanya tinggal satu langkah terakhir yaitu ia harus bertindak dengan mantap dan kuat dan ia harus melaksanakan keputusan yang telah diambil dengan kemauan yang teguh dan benar.

D. PENUTUP

Dengan memperhatikan hal-hal yang telah kita ungkapkan diatas, maka kita harus mempelajari posisi kita dalam kehidupan dengan cermat, dan menggariskan rencana kita buat masa depan dengan alasan yang nyata , kemudian menenrjang ke muka tanpa menghiraukan akibat dan rasa takut.

Kita harus percaya bahwa Allah menyukai kemauan keras kita sebabDia sangat membenci orang2 yang pengecut dan memelihara orang2 yang bertawakal.

10. MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA
PIKIRAN KEDALAM USAHA-USAHA UNTUK
BERTEKUNLAH

A. PENDAHULUAN
Kebiasaan yang merupakan kekuatan penggerak pikiran, maka disitu terletak ilmu pengetahuan itu akan membuat hati anda menjadi lapang, memperluas wawasan dan dapat menghadirkan cakrawala ke dalam jiwa, sehingga anda dapat keluar dari kecemasan, kegundahan, dan kesedihan jiwa.
Oleh karena itu, apabila seseorang dapat mengenal dirinya dan ilmu yang sesuai dengannya, serta dapat mengamalkan ilmunya sesempurna mungkin, niscaya dia akan mendapatkan kemenangan.
Sejalan dengan pikiran diatas, maka seberapa mustahilpun tampaknya sasarannya, sehingga tekad manusia tidak pernah berhenti bertekad untuk mencapainya, selama ia hidup. Dengan begitu sadarkan kebiasaan anda bahwa keuletan dan daya kemauan membuka kemungkinan-kemungkinan yang tak terbatas untuk meraih keberhasilan.
Kalau anda bentuk suatu tekad dalam benak anda dan bertekun, Anda pancarkan getaran-getaran tertentu terhadap alam semesta yang akan menanggapinya dengan menciptakan kondisi-kondisi yang mendukung.
Oleh karena itu, tidak ada yang sulit bagi orang yang mau, tidak ada yang mudah bagi orang yang enggan. Malas adalah musuh yang paling besar, sehingga dengan membangun kebiasaan dalam mewujdkan ketekunan merupakan sat kekuatan bagi setiap orang yang berakal artinya 1) cinta kepada ilmu, 2) tidak berobah mendengar upat dan puji, 3) bagus jawabannya, 4) banyak benarnya.
Dengan demikian mengungkit daya ingat kedalam peta pikiran dalam usaha-usaha dalam ketekunan menjadi satu kewajiban yang perlu diperhatikan bagi seorang pemuda di dalam hidup ; bercita-cita dan bergaul supaya memperoleh keberhasilan dan simpati ialah perhatian, serasa cinta dan saying.
B. KESIAPAN MEWUJUDKAN KETEKUNAN
Renungkanlah kedalam kebiasaan pikiran anda bahwa janganlah putus asa setelah satu dua upaya anda gagal. Untuk merealisasikan tekad anda ambillah serangkaian tindakan penuh tekad hingga anda wujudkan hasrat hati anda.
Dengan demikian kembangkanlah keuletan, oleh karena itu tetapkanlah dan capalah sasaran-sasaran kecil, belakangan bangunlah keberhasilan anda dengan menetapkan serta mencapai sasaran-sasaran yang lebih besar artinya orang tidak maju jauh sebelum myakinkan diri sendiri dan bukan meyakinkan orang lain, sehingga ungkitlah daya ingat dalam peta pikiran anda yang terkait dengan ketekunan. Jadilah setialah pada keyakinan-keyakinanmu sendiri yang murni.
Memperhatikan hal-hal yang diungkapkan diatas, maka renungkan makna CAHAYA dari daya ingat kedalam peta pikir agar anda jangan terus bersedih bila hidupmu terasa pedih ! Itu putaran kehidupan yang wajar.
Pergeseran keadaan yang lumrah serta ingatlah bahwa setiap perputaran waktu yang dijalankan-Nya selalu ada makna dan pesan yang bisa kita ungkap. Jadi kesempitan dan penderitaan kadang justru membuat kita makin dekat dengan-Nya. Kita pun jadi sering datang kepada-Nya untuk mencurahkan segala keluh kesah.
C. PENUTUP
Jangan biarkan takut berhasil menghalang anda dalam mencapai sasaran-sasaran anda. Ketahuilah bahwa anda memiliki kemampuan untuk menangani perubahan-perubahan yang menyertai keberhasilan.
Oleh karena itu bila posisi hatimu betul, cahaya-Nya akan mudah memantul. Hati ibarat cermin. Semakin jernih cermin semakin terang cahaya yang terpantul, sehingga kita tentu akan menjadi hamba-Nya yang mudah melihat, kebenaran, merasakannya dan bahkan menjadikan kebenaran itu sebagai napas hidup kita.
Sejalan dengan pikiran diatas dan renungkan makna umur dalam perjalanan hidup anda, maka sementara kita sudah menghabiskan masa mudamu, engkau mempergunakan sebagian besar usiamu dalam menghambakan diri pada dinia, dalam permainan yang sia-sia srta berpaling dari Tuhan. Kalau engkau masih menunda amal sampai masa pikun tiba, itu akan mengacaukan akal dan anggota badanmu. Akirnya ketika engkau sungguh-sungguh dalam beramal, sayang sekali kekuatan sudah tidak ada. Oleh karena itu persiapkan masa mudamu untuk menghadapi masa pikun.

PETA TUBUH 11 – 20

Peta Pikiran 1-2

1. DAYA INGAT MENJADI PETA PIKIRAN
KEDALAM HIDUP PENUH KETAKJUBAN

a. PENDAHULUAN

Sejenak bila kita memanfaatkan pikiran dari yang tidak tahu menjadi tahu dari ungkapan kata “Ketakjuban” yang berarti kekaguman dan atau keheranan, maka seberapa jauh dapat mempengaruhi kedalam peta pikiran anda.

Bila kita mengungkapkan ketakjuban, renungkanlah ungkapan seperti “Tidak ada kekayaan yang melebihi kesehatan badan dan tak kegembiraan yang mengatasi kesenangan hati”.

Dari ungkapan diatas diharapkan membawa dampak kedalam peta pikiran anda bahwa sikap takjub memungkinkan kita untuk mempersepsikan di dunia segala keintiman sang ilahi untuk merasakan dalam hal-hal kecil permulaan dari kebermaknaan yang tak terhingga, untuk merasakan yang paling hakiki di dalam yang biasa dan sederhana untuk merasakan derasnya keteduhan kekal yang lewat.

Oleh karena itu, gerakkan daya ingat anda untuk dapat menuntun sikap dan perilaku anda kedalam makna
“KETAKJUBAN” sebagai sarana dalam usaha memanfaatkan hikmah berpikir agar anda dapat mengendalikan kebiasaan berpikir dimana kita menyadari sepenuhnya bahwa “hidup anda dibentuk oleh pikiran anda sendiri.

Sejalan dengan apa yang kita pikirkan diatas, makna dalam usaha untuk mendalami “Ketakjuban” dengan pendekatan kekuatan pikiran yaitu dari sudut dalam hikmah berpikir yang mencakup :

B. DALAM PROSES BERPIKIR KETAATAN :
Bertolak dari keinginan untuk mendalami apa yang kita bicarakan dalam pokok pikiran yang diungkapkan diatas, maka dari sudut berpikir ketaatan dalam hubungan kita dengan Allah Swt, seperti yang terungkap dalam QS. 72 : 1 “Katakanlah (hai Muhammad) “Telah di wahjukan kepadaku bahwawasanya sekumpulan jin telah mendengarkan (Al ‘Quran)lalu mereka berkata : Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur’an yang menakjubkan”
Ayat tersebut menekankan bahwa “Islamnya Jin Setelah Mendengar Al Qur’an”, oleh karena itu, renungkan melalui pikiran anda agar dapat menuntun sikap dan perilaku anda sejalan dengan apa yang kita pikirkan agar kita dapat menempatkan makna Ketakjuban yang dipikirkan, yang harus sejalan dengan ajaran Islam itu sendiri.

Dengan demikian gerakkan kekuatan pikiran kedalam suatu kebiasaan dalam usaha menafsirkan ketakjuban, maka terbuka pikiran bagaimana dapat dipercepatkannya usaha-usaha yang baik-baik dalam mewujudkan makna yang terkandung didalamnya, oleh karenanya digerakkan pikiran didasarkan pada keikhlasan yang seutuhnya.

C. DALAM PROSES BERPIKIR POSITIF :
Mengungkapkan jalan pikiran yang positip berarti kita selalu mendekatkan diri dalam hubungan manusia yang selalu baik memandang sesuatu seperti halnya kita takjub pada sesuatu maka disitu terselip pemikiran yang berkaitan dengan pujian yang sewajarnya adalah anak kunci untuk memulai persahabatan yang baik sedang celaan adalah sumber pertengkaran dan permusuhan.

Tapi yang perlu kita ingat bahwa pujian adalah ujian artinya yang mudah tersanjung dan juga mudah tersandung, oleh karena itu lihatlah selalu bahwa dirimu adalah orang yang senantiasa dihinggapi kelemahan, kekurangan, aib dan sebagainya.

Sejalan dengan apa yang kita bicarakan diatas tumbuh dan kembangkan kebiasaan pikiran anda yang positif sehingga dapat mendorong sifat-sifat yang menyelamatkan, apa yang anda pikirkan yang terkait ketakjuban agar kita selamat dari kemungkinan tergelincir oleh pujian yang menghancurkan.

D. DALAM PROSES BERPIKIR MAKSIAT DAN NEGATIF :
Untuk dapat menuntun sifat pola pikir yang terpuji, maka hindarilah kebiasaan pikiran yang bersifat maksiat dalam hubungan manusia dengan Allah Swt. Sedangkan berpikir negatif dalam hubungan anda dengan manusia.

Oleh karena itu, setiap manusia mulai sejak terbitnya matahari sampai terbenamnya, maka manusia memeriksa seluruh anggota tubuhnya yang terdiri dari mata, telinga, lisan, kemaluan, perut, tangan dan kaki tidak sedang mengandung kemaksiatan dan berpikir negatif, sehingga kita mampu mengenal diri agar kita selalu dekat sang penciptanya dengan begitu kita akan mampu menumbuhkan apa yang diperkirkan secara baik, apa yang kita sebut dengan mensyukuri karunia Allah, maka disitu terbukalah kebiasaan pikiran baru, sehingga begitu pentingnya kita menyadari peran dan fungsi ketujuh anggota tubuh yang telah kita utarakan diatas.

E. PENUTUP :

Ketakjuban yang kita ungkapkan kedalam peta pikiran, dimaksudkan agar kita selalu memanfaatkan kebiasaan berpikir agar dapat menuntun sikap dan perilaku kita dalam menata kehidupan dunia dan akhirat.

Dengan demikian kebiasaan yang effektif yang dituntun oleh pemahaman prinsip, sikap, perilaku dihayati menjadi satu kekuatan dalam proses berpikir.

Oleh karena itu, tingkatkan kedewasaan berpikir kedalam sisi rohaniah, social, emosional dan intelektual, dengan begitu anda dapat secara terus menerus belajar untuk menumbuh kembangkan kebiasaan pikiran untuk selalu dapat memanfaatkan dan memahami untuk dapat mengaktualisasi-kan makna hikmah berpikir kedalam pemahaman kita mengenai ungkapan kata “Ketakjuban”.

Sejalan dengan apa yang kita pikirkan diatas, maka salah satu alat tubuh mengingatkan kita untuk selalu memelihara lidah sewaktu berbicara karena perkataan itu adalah semacam anak panah bila terlepas dari busurnya sukar kembali lagi.

2.MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA PIKIRAN
KEDALAM USAHA PENCERAHAN

a. PENDAHULUAN
Kata “Pencerahan” merupakan kecernihan yang terungkap oleh kesadaran sebagai unsur jiwa sebagai penggerak alat berpikir agar kita mampu setiap manusia untuk menyadari sepenuhnya seberapa jauh yang bersangkutan memanfaatkan usia.
Kita pahami bahwa “kesadaran” itu paling tegas sebagai unsur jiwa, di waktu tidur kita tidak akan tahu, bilamana ada bahaya mengamcam dan menyebabkan kita sadar sepenuhnya. Jadi di waktu tidur kesadaran itu seolah-olah turut istrahat Dan semakin diwaktu tidur jasmani dan rochani kita letih semakin kurang pula kesadaran itu.
Dengan kesadaran kita dapat berorientasi meninjau serta merasakan diri sendiri serta menangkap atau memahami ituasi didunia luar artinya diluar diri kita.
Sejalan dengan apa yang kita utarakan diatas, maka makna “Pencerahan” dapat kita dalami lebih dalam bila KESADARAN diikuti dengan KECERDASAN dan AKAL, maka terbukalah kekuatan pikiran untuk menuntun anda dalam usaha memanfaatkan usia sehingga anda mampu menempuh jalan menuju pusat PENCERAHAN anda sendiri.
b. KEMAMPUAN MEWUJUDKAN PENCERAHAN
Pencerahan dapat diwujudkan sepanjang kita mampu melihat kedewasaan berpikir sehingga mampu mengintergrasikan ketiga unsur jiwa berupa KESADRAN, KECERDASAN, AKAL, dimana ketiga unsur terebut saling memiliki sifat-sifat ketergantungan dalam memanfaatkannya.

Dengan pikiran diatas, seperti halnya kita mengungkapkan bahwa jalan menuju pencerahan dapat kita ibaratkan seperti cita-cita menghendaki perjuangan, perjuangan menghendaki pengorbanan dan pengorbanan menghendaki ketabahan hati.

Oleh karena itu, tempuhlah jalan menuju puat pencerahan anda sendiri dengan kebiasaan memanfaatkan ketiga unsur jiwa diatas sehingga dapat mewujudkan makna pencerahan dalam perjalanan hidup kita.

Sejalan dengan pokok pikiran diatas, maka usaha meningkatkan kedewasaan berpikir akan mampu menuntun kebiasaan yang disebut dengan “Keinginan” artinya mau melakukannya, maka disitu terbuka pintu bagaimana melakukannya serta apa yang harus dilakukan dan mengapa.

Jadi kemampuan mewujudkan “Pencerahan” kedalam peta pikiran bergantung seberapa jauh kita mampu meningkatkan kedewasaan berpikir (rohaniah, social, emosional, intelektual) secara berkelanjutan yang mampu menyentuh jiwa kita seperti
Cara menyempurnakan rahmat ialah kasih saying Tuhan kepada anda dengan melalui ketaatan anda. Datang ketaatan dengan keimanan dan keimanan dengan pengetahuan.

Denan mengungkapkan jalan pikiran diatas diharapkan dapat menjadi penuntun dalam peta pikiran kita, sehingga dengan memahami makna pencerahan yang hendak kita kita bangun dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan menyadari sepenuhnya mengenai ilmu kepandaian itu ialah sahabat yang setia bagi teman hidup sampai kepada penghabisan umur kita.

C.PENUTUP
Bangkitkan kedalam peta pikiran anda bahwa pencerahan perlu ditingkatkan sehingga erbuka keinginan untuk memperbaiki diri setiap harinya. Bertekatlah untuk meningkat-kan kesadaran, kecerdasan dan akal kita untuk menyentuh yang sakral setiap harinya.

Oleh karena itu ingatlah kita kepada kematian adalah suatu cameti untuk memperbaiki kelakuan kita dan cinta pada orang miskin.

3. MENJADI PETA PIKIRAN  KEDALAM PENERIMAAN APA YANG TIDAK DAPAT KITA UBAH.

a.PENDAHULUAN

Kebiasaan batin yang digerakkan oleh kekuatan jiwa dalam kehidupan berarti menerima diri sendiri apa adanya dan oleh karena itu takdir tidak dielakkan dan bukan lari dari takdir tetapi dikejar dan menyerbu kepada takdir. Kepercayaan kepada takdir menimbulkan puncak kesenangan yang sejati karena itu ia sabar dan tabah.
Oleh karena itu, terimalah dengan ikhlas apa yang tak mungkin dielakkan. Kalau kita mengetahui bahwa suatu keadaan itu di luar kekuasaan dan kemampuan kita untuk mengobah dan memperbaikinya, berkatalah pada diri sendiri. Memang sudah semestinya begitu tak dapat lain.

Sejalan apa yang kita pikirkan diatas, mendorong kita memikirkan untuk memahami dunia karena jangan tertipu pada yang tampak, apa yang tertampak tidak selalu seperti yang sejatinya.
Dengan demikian pikirkan baik-baik sebelum melangkah bahwa ala mini lahiriahnya berupa tipuan sementara batiniahnya berupa pelajaran. Diri yang mencakup nafsu melihat kepada lahiriahnya yang menipu, sementara kalbu melihat kepada batinnya yang menjadi pelajaran. Oleh karena iu, tanggalkan kebanggaanmu pada kemuliaan duniawi.

b.BAKAT MENGUBAH NASIB MENEMUKAN TAKDIRMU

Hidup anda dibentuk oleh pkiran anda sendiri, oleh karena itu masa yang anda miliki adalah hari ini, sebagai petunjuk maka kita harus mampu mengungkit bakat yang tersembunyi dalam pikiran kita sehingga kita menyadari sepenuhnya bahwa bakat merupakan kemampuan potensial yang ada pada diri setiap manusia.
Dengan bertolak dari pikiran diatas, harus ada kemampuan kita untuk membaca dirimu, maka disitu terletak kesiapan kita menggali dan memanfaatkan kemampuan potensial tersebut melalui apa yang kita sebut :
Pertama, mampu menggariskan secara jelas arah dan sasaran hidup yang hendak kita capai ;
Kedua, memerjuangkan dengan komitmen yang tinggi ;
Ketiga, mampu apa yang diungkapkan bagi orang lain amenjadi kekekuatan yang dapat dipercaya ;
Keempat, memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan kepada orang lain secara baik ;
Kelima, secara berkelanjutan menumbuh kembangkan kebiasaan sebagai prinsip dan pola sikap serta perilaku, dengan kebiasaan ini mampu menyatukan keinginan yang berlandaskan niat yang benar, memeliki kebiasaan untuk meningkatkan ilmu dan kebiasaan belajar dari pngalaman baik datang dari diri sendiri maupun dari orang lain.
Dengan memperhatikan kelima hal diatas, maka kebiasan yang dapat menuntun kedalam pola pikir untuk mewujudkan keberhasilan apa yang kita harapkan, oleh karena itu wujud melawan penderitaanlah, bukan penderitaannya itu sendiri.

c.PENUTUP

Menyadari kemampuan mabaca diri, maka disitu terbuka peluang mengubah takdir menjadi satu kekuatan mengubah nasib, artinya belajarlah kepada suatu kenyataan bahwa terimalah apa yang tidak dapat anda ubah.
Jadi ingatlah bahwa bertambah luas kesadran, kecerdasan dan akal , bertambah luas hati, bertambah luas hidup, bertambah datangnya bahagia. Bertambah sempit pula hidupnya dan bertambah datangnya celaka.

4.MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA PIKIRAN
KEDALAM USAHA MENJADIKAN KEKUATAN DIRI SENDIRI

a.PENDAHULUAN

Kekuatan diri sendiri menunjukkan gambaran seseorang yang memliki kemampuan menggerakkan pikiran yang berlandaskan prinsip ketaatan dalam hubungan dengan Allah Swt dan berpikir poitip dalam hubungan dengan manusia, dengan begitu sekaligus sehingga kekuatan diri sendiri mejadi satu kebiasaan untuk selalu mampu meningkatkan kemampuan kedewasaan berpikir ecara berkelanjutan.
Pikiran diatas bukanlah sesuatu yang baru dalam proses manusia untuk selalu siap menerima dan melaksanakan perubahan atas dirinya, oleh karena itu baying kan ungkapan seperti dasar hidup kita, jangan hidup sebagai keimbang menjulang ke atas tidak ada kekuatan ke bawah.

Jadi terimalah kepada suatu kenyataan bahwa kekuatan diri juga memperlihatkan gambaran atas percaya diri adalah sumber keberhasilan dan kemandirian. Dengan demikian keberhasilan dan kemadirian lebih berarti berusaha berpretasi dari pada prestasi itu sendiri. Janganlah ikut-ikutan orang yang bermain hanya agar tidak kalah, mainlah untuk meraih kemenagan.

Bertolak dari pikiran diatas, maka orang dengan kemampuan untuk memiliki keberhasilan dan kemandirian ditentukan kemampuan secara jelas merumuskan program, dimana pertama ia menetapkan suatu rencana kerja dan tekun menjalaninya. Ia tetapkan rencana-rencanaya dan melaksana-kannya, ia langsung menuju ke sasarannya.
Apa artinya yang kita ungkapkan pikiran diatas, merupakan pola pikir yang menuntun kita kepada makna KEPERCAYAAN (terkait dengan AGAMA) dan KEYAKINAN (terkait dengan IMAN) yang menjadikan pijakan bagi orang yang mampu menguah jati diri sendiri, maka terbukalah pintu kesiapan menjadi manusia teladan yang sesungguhnya.

b.MENCARI HAKIKAT PERCAYA DIRI

Kita harus dapat membayangkan bahwa apabila seseorang dapat mengenal dirinya dan kebiasaan yang ditopang oleh ilmu, pengetahuan dan keinginan sesuai dengannya serta dapat mengamalkan kebiasaan yang sempurna mungkin, niscaya dia akan mendapatkan kemenganan.
Dengan pikiran diatas, cobalah anda berusaha mencari hakikat percaya diri sebagai satu kekuatan yang harus ditumbuh kembangkan kedalam kebiasaan hidup ini, bahwa ilmu pengetahuan, pengalaman dan wawasan jauh lebih baik daripada tumpukan harta, karena mencintai harta-benda adalah sifat binatang dan senang dengan pengetahuan adalah sifat manusia.

Jadi ingatlah selalu dalam hidup ini bahwa mewujudkan angan-angan setelah kita mempraktekkan sendiri jenis kepercayaan diri yang khusus kita bangun dari daya cipta kebiasaan kita. Yang menjadi masalah kita adalah kesiapan menerima perubahan dan berusaha menemukan keseimbangan hidup, maka terbuka pintu dalam kebiasaan pikiran kita yang terkait dengan menemukan sumber dari segala kepercayaan diri sehingga anda bisa melakukan hal-hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya untuk melangkah jalan hidup.

Sejalan dengan apa yang kita pikirkan, maka sumber dari segala kepercayaan diri terletak seberapa jauh kita mampu dapat mengungkapkan memikirkan kemungkinan bahwa kepercayaan tanpa resiko adalah sebuah kontradiksi, oleh karena itu cinta yang pnuh kepercayaan membawa pergi beban keragu-raguan dan memberi anda sayap keyakinan.
Untuk mengungkit sumber dari segala kepercayaan diri akan bergantung kepada dua kekuatan apa yang yang disebut KEPERCAYAAN dan KEYAKINAN, maka diperlukan kebiasaan untuk mendalami hal-hal yang kita sebutkan dibawah ini :
Pertama, Memahami makna sesungguhnya dari kepercayaan diri. Artinya memiliki satu kebiasaan mampu melakukan hal-hal tertentu. Oleh karena itu dari sekian banyak keterampilan yang bisa kita kuasai dalam hidup ini, kemampuan kita tetap terbatas. Jadi, jika rasa percaya diri itu didasarkan pada kemampuan yang kita miliki, rasa percaya diri itu hanya akan timbul bila kita melakukan kegiatan yang bisa kita lakukan itu.
Kepercayaan diri adalah sesuatu yang harus mampu menyalurkan segala yang kita ketahui dan segala yang kita kerjakan.
Kedua, Memahami untuk menemukan apa yang membuat anda (bukan sembarang orang) percaya diri. Artinya kadang-kadang kita merasa bagai menipu diri sendiri, jika keberhasilan yang kita raih dan yang seharusnya membangkitkan rasa percaya diri justru terasa sebaliknya dalam nurani kita.
Oleh karena itu, adakalanya kita melihat kepada kenyataan dimana banyak orang yang mewah, terkenal, terhormat dsb., namun mereka tetap belum percaya diri. Jadi apa sebenarnya yang mereka butuhkan ?
Ketiga, Memahami tanpa disadari telah merusak kepercayaan diri dan sekaligus menemukan cara menghentikan kebiasaan buruk itu. Artinya kepercayaan diri berawal dari tekad pada diri sendiri pada jati diri anda, untuk melakukan segala yang kita inginkan dan butuhkan dalam hidup. Ia terbina dari keyakinan diri sendiri bukan dari karya-karya kita, walaupun karya-karya itu sukses.

Rasa percaya diri anda berakar pada fakta, bahwa anda telah melakukan seperti yang anda tekatkan. Bila rasa percaya diri itu dilandaskan pada jati diri anda, bukan pada pada suatu keberhasilan, anda telah menciptakan sesuatu yang tidak bisa direnggut oleh apa pun atau oleh siapa pun. Jadi rasa percaya diri itu tidak bisa disama ratakan dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya.
Dengan demikian bahwa rasa percaya diri itu lahir dari kesadaran bahwa jika saya memutuskan untuk melakukan sesuatu, sesuatu itu pula yang akan saya lakukan. Jadi rasa percaya diri sejati anda lahir dari keinginan dan tekad.
Keempat, Memahami untuk menemukan kunci untuk meningkatkan rasa percaya diri anda. Artinya seberapa jauh anda mampu menguasai hal-hal yang terkait dengan kedewasaan berpikir dalam rohaniah, sosial, emosional dan intelektual.
Dengan kedewasaan berpikir tersebut akan mampu menuntun sikap dan perilaku dalam mengembangkan kepercayaan diri, sehingga menimbulkan kedalam hal-hal yang terkait dengan apa yang disebut 1) Keyakinan atas kemampuan sendiri untuk melakukan sesuatu ; 2) Keyakinan atas kemampuan untuk menindak lanjuti segala prakarsa sendiri secara konsekuen ; 3) Keyakinan atas kemampuan pribadi dalam menanggulangi segala kendala ; 4) Keyakinan atas kemampuan anda memperoleh bantuan.

c.PENUTUP

Dengan meningkatnya kedewasaan berpikir, maka mengungkit daya ingat menjadi peta pikiran kedalam usaha menjadikan kekuatan diri sendiri, maka percaya diri menjadi sumber apa yang hendak anda inginkan.
Jadi ingatlah bahwa pekerjaan yang besar tidak berhajat kekuatan tetapi berhajat keteguhan hati. Dunia semakin kecil buat kita kalau hati dan semangat kita bertambah besar. Besarnya dunia hanya sebesar pikiran manusia berbuatlah apa yang telah kewajiban anda , jangan lerlalu melihat akan hasil.

Oleh karena itu, perbuatan yang dapat anda lakukan, janganlah anda minta tolong pada orang lain. Tiap-tiap satu pekerjaan kerjakanlah pada masanya. Pada tempatnya dan dengan caranya.

5.MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA PIKIRAN
KEDALAM USAHA MENGHINDARI KEHILANGAN HARAPAN

a.PENDAHULUAN

Bila sejenak kita merenungkan, maka barang siapa yang memiliki kesehatan mempunyai harapan dan barang siapa yang mempunyai harapan mempunyai segala-galanya.
Oleh karena itu, harapan, betapapun tak dapat diandalkannya, setidak-tidaknya membantu kita menuju kearah tujuan hidup kita melalui jalan yang menyenangkan, sehingga orang kehilangan harapan tidak akan pernah dapat mengatakannya.

Harapan adalah merupakan rahmat Tuhan bagi umatku. Kalau bukan oleh karena harapan, tidaklah seorang ibu akan sudi melahirkan anak dan tidaklah seorang tani akan sudi menaburkan bibit.
Kita menyadari sepenuhnya bahwa harapan-harapan dan cita-cita mudah saja diadakan. Tetapi tantangan yang harus dihadapi ialah jalan yang harus ditempuh menuju kepada realisasi.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka optimislah dan jangan berputus asa. Jangan pula menyerah kalah tanpa berusaha. Berbaik sangkalah kepada Allah. Dan tunggulah segala kebaikan dan keindahan akan segera dia berikan. Oleh karena itu pengharapan adalah kehidupan, akan tetapi ada baiknya bagi manusia jangan selalu mengharap-harapkan yang lebih sempurna ialah berusaha sedapat mungkin.

b.JANGAN KEHILANGAN HARAPAN

Kita sadari sepenuhnya bahwa harapan dan ketakutan tidak bisa dipisahkan, oleh karena itu kita memahami pula bahwa hidup kita dibentuk oleh pikiran kita sendiri, sehingga tak ada ketakutan tanpa harapan, maupun harapan tanpa ketakutan.
Ingatlah jangan kehilangan harapan karena harapan akan terus menerus timbul dalam dada manusia, sehingga terkuah dari pikiran kita bahwa tak seorangpun menjadi pecundang selain yang pesimis menghadapi tantangan hidup.
Dengan kebiasaan yang efektif, maka prinsip dan pola perilaku yang dihayati akan mampu menggerakkan kekuatan pikiran untuk memanfaatkan PENGETAHUAN (apa yang harus dilakukan, mengapa) ; KETERAMPILAN (bagaimana melakukan) ; KEINGINAN (mau melakukan atas dasar niat ), maka terbuka pintu untuk mngembangkan pemulihan harapan yang mencakup apa yang disebut dengan 1) pikirkan untuk tetap di saat yang sekarang ini ; 2) buatlah gagasan untuk menyerap pikiran anda dan sekaligus memberi anda tujuan ; 3) fokuskan apa yang anda pikirkan.

c.PENUTUP

Bertolak dari pokok pikiran yang telah kita ungkapkan diatas, maka jangan anda tumbuhkan dalam peta pikiran usaha menghilangkan harapan sebagai suatu kebiasaan yang mampu mendorong dimana hal yang tidak kita harapkan lebih sering terjadi dari pada yang kita harapkan.
Ingatlah bahwa roda kehidupan tidak pernah berhenti berputar sehingga seberapa gelappun malam itu, pagi akan datang. Seberapa dinginpun musim dingin itu, musim semi akan datang
Dengan demikian bahwa memiliki keinginan dan harapan berarti sudah memiliki masa depan, sehingga pikirkan untuk menumbuh kembangkan kedalam momentum anda sendiri. Kejar terus impian-impian anda hingga dapat menjadi suatu kenyataan.

Jangan pernah menyerah, ada mimpi yang memang lama terwujudnya, tapi ingatlah bahwa hidup penuh dengan perjuangan dan kesulitan hidup yang mungkin tidak henti-hentinya, semuanya silih berganti, kesulitan yang satu diusul oleh kesulitan yang lain.
Jadi hilangkan putus asa itu salah, yang benar adalah berharap sehingga harapan adalah kemenanganan paling bear dan paling sulit yang bisa diperoleh seeorang bagi jiwanya.

Peta pikiran

 

MENJADI PETA PIKIRAN
KEDALAM PENERIMAAN APA YANG TIDAK DAPAT
KITA UBAH.

a.PENDAHULUAN
Kebiasaan batin yang digerakkan oleh kekuatan jiwa dalam kehidupan berarti menerima diri sendiri apa adanya dan oleh karena itu takdir tidak dielakkan dan bukan lari dari takdir tetapi dikejar dan menyerbu kepada takdir. Kepercayaan kepada takdir menimbulkan puncak kesenangan yang sejati karena itu ia sabar dan tabah.
Oleh karena itu, terimalah dengan ikhlas apa yang tak mungkin dielakkan. Kalau kita mengetahui bahwa suatu keadaan itu di luar kekuasaan dan kemampuan kita untuk mengobah dan memperbaikinya, berkatalah pada diri sendiri. Memang sudah semestinya begitu tak dapat lain.
Sejalan apa yang kita pikirkan diatas, mendorong kita memikirkan untuk memahami dunia karena jangan tertipu pada yang tampak, apa yang tertampak tidak selalu seperti yang sejatinya.
Dengan demikian pikirkan baik-baik sebelum melangkah bahwa ala mini lahiriahnya berupa tipuan sementara batiniahnya berupa pelajaran. Diri yang mencakup nafsu melihat kepada lahiriahnya yang menipu, sementara kalbu melihat kepada batinnya yang menjadi pelajaran. Oleh karena iu, tanggalkan kebanggaanmu pada kemuliaan duniawi.

b.BAKAT MENGUBAH NASIB MENEMUKAN TAKDIRMU
Hidup anda dibentuk oleh pkiran anda sendiri, oleh karena itu masa yang anda miliki adalah hari ini, sebagai petunjuk maka kita harus mampu mengungkit bakat yang tersembunyi dalam pikiran kita sehingga kita menyadari sepenuhnya bahwa bakat merupakan kemampuan potensial yang ada pada diri setiap manusia.
Dengan bertolak dari pikiran diatas, harus ada kemampuan kita untuk membaca dirimu, maka disitu terletak kesiapan kita menggali dan memanfaatkan kemampuan potensial tersebut melalui apa yang kita sebut :
Pertama, mampu menggariskan secara jelas arah dan sasaran hidup yang hendak kita capai ;
Kedua, memerjuangkan dengan komitmen yang tinggi ;
Ketiga, mampu apa yang diungkapkan bagi orang lain amenjadi kekekuatan yang dapat dipercaya ;
Keempat, memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan kepada orang lain secara baik ;
Kelima, secara berkelanjutan menumbuh kembangkan kebiasaan sebagai prinsip dan pola sikap serta perilaku, dengan kebiasaan ini mampu menyatukan keinginan yang berlandaskan niat yang benar, memeliki kebiasaan untuk meningkatkan ilmu dan kebiasaan belajar dari pngalaman baik datang dari diri sendiri maupun dari orang lain.
Dengan memperhatikan kelima hal diatas, maka kebiasan yang dapat menuntun kedalam pola pikir untuk mewujudkan keberhasilan apa yang kita harapkan, oleh karena itu wujud melawan penderitaanlah, bukan penderitaannya itu sendiri.

c.PENUTUP
Menyadari kemampuan mabaca diri, maka disitu terbuka peluang mengubah takdir menjadi satu kekuatan mengubah nasib, artinya belajarlah kepada suatu kenyataan bahwa terimalah apa yang tidak dapat anda ubah.
Jadi ingatlah bahwa bertambah luas kesadran, kecerdasan dan akal , bertambah luas hati, bertambah luas hidup, bertambah datangnya bahagia. Bertambah sempit pula hidupnya dan bertambah datangnya celaka.

4.MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA PIKIRAN
KEDALAM USAHA MENJADIKAN KEKUATAN DIRI SENDIRI

a.PENDAHULUAN
Kekuatan diri sendiri menunjukkan gambaran seseorang yang memliki kemampuan menggerakkan pikiran yang berlandaskan prinsip ketaatan dalam hubungan dengan Allah Swt dan berpikir poitip dalam hubungan dengan manusia, dengan begitu sekaligus sehingga kekuatan diri sendiri mejadi satu kebiasaan untuk selalu mampu meningkatkan kemampuan kedewasaan berpikir ecara berkelanjutan.
Pikiran diatas bukanlah sesuatu yang baru dalam proses manusia untuk selalu siap menerima dan melaksanakan perubahan atas dirinya, oleh karena itu baying kan ungkapan seperti dasar hidup kita, jangan hidup sebagai keimbang menjulang ke atas tidak ada kekuatan ke bawah.
Jadi terimalah kepada suatu kenyataan bahwa kekuatan diri juga memperlihatkan gambaran atas percaya diri adalah sumber keberhasilan dan kemandirian. Dengan demikian keberhasilan dan kemadirian lebih berarti berusaha berpretasi dari pada prestasi itu sendiri. Janganlah ikut-ikutan orang yang bermain hanya agar tidak kalah, mainlah untuk meraih kemenagan.
Bertolak dari pikiran diatas, maka orang dengan kemampuan untuk memiliki keberhasilan dan kemandirian ditentukan kemampuan secara jelas merumuskan program, dimana pertama ia menetapkan suatu rencana kerja dan tekun menjalaninya. Ia tetapkan rencana-rencanaya dan melaksana-kannya, ia langsung menuju ke sasarannya.
Apa artinya yang kita ungkapkan pikiran diatas, merupakan pola pikir yang menuntun kita kepada makna KEPERCAYAAN (terkait dengan AGAMA) dan KEYAKINAN (terkait dengan IMAN) yang menjadikan pijakan bagi orang yang mampu menguah jati diri sendiri, maka terbukalah pintu kesiapan menjadi manusia teladan yang sesungguhnya.

b.MENCARI HAKIKAT PERCAYA DIRI
Kita harus dapat membayangkan bahwa apabila seseorang dapat mengenal dirinya dan kebiasaan yang ditopang oleh ilmu, pengetahuan dan keinginan sesuai dengannya serta dapat mengamalkan kebiasaan yang sempurna mungkin, niscaya dia akan mendapatkan kemenganan.
Dengan pikiran diatas, cobalah anda berusaha mencari hakikat percaya diri sebagai satu kekuatan yang harus ditumbuh kembangkan kedalam kebiasaan hidup ini, bahwa ilmu pengetahuan, pengalaman dan wawasan jauh lebih baik daripada tumpukan harta, karena mencintai harta-benda adalah sifat binatang dan senang dengan pengetahuan adalah sifat manusia.
Jadi ingatlah selalu dalam hidup ini bahwa mewujudkan angan-angan setelah kita mempraktekkan sendiri jenis kepercayaan diri yang khusus kita bangun dari daya cipta kebiasaan kita. Yang menjadi masalah kita adalah kesiapan menerima perubahan dan berusaha menemukan keseimbangan hidup, maka terbuka pintu dalam kebiasaan pikiran kita yang terkait dengan menemukan sumber dari segala kepercayaan diri sehingga anda bisa melakukan hal-hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya untuk melangkah jalan hidup.
Sejalan dengan apa yang kita pikirkan, maka sumber dari segala kepercayaan diri terletak seberapa jauh kita mampu dapat mengungkapkan memikirkan kemungkinan bahwa kepercayaan tanpa resiko adalah sebuah kontradiksi, oleh karena itu cinta yang pnuh kepercayaan membawa pergi beban keragu-raguan dan memberi anda sayap keyakinan.
Untuk mengungkit sumber dari segala kepercayaan diri akan bergantung kepada dua kekuatan apa yang yang disebut KEPERCAYAAN dan KEYAKINAN, maka diperlukan kebiasaan untuk mendalami hal-hal yang kita sebutkan dibawah ini :
Pertama, Memahami makna sesungguhnya dari kepercayaan diri. Artinya memiliki satu kebiasaan mampu melakukan hal-hal tertentu. Oleh karena itu dari sekian banyak keterampilan yang bisa kita kuasai dalam hidup ini, kemampuan kita tetap terbatas. Jadi, jika rasa percaya diri itu didasarkan pada kemampuan yang kita miliki, rasa percaya diri itu hanya akan timbul bila kita melakukan kegiatan yang bisa kita lakukan itu.
Kepercayaan diri adalah sesuatu yang harus mampu menyalurkan segala yang kita ketahui dan segala yang kita kerjakan.
Kedua, Memahami untuk menemukan apa yang membuat anda (bukan sembarang orang) percaya diri. Artinya kadang-kadang kita merasa bagai menipu diri sendiri, jika keberhasilan yang kita raih dan yang seharusnya membangkitkan rasa percaya diri justru terasa sebaliknya dalam nurani kita.
Oleh karena itu, adakalanya kita melihat kepada kenyataan dimana banyak orang yang mewah, terkenal, terhormat dsb., namun mereka tetap belum percaya diri. Jadi apa sebenarnya yang mereka butuhkan ?
Ketiga, Memahami tanpa disadari telah merusak kepercayaan diri dan sekaligus menemukan cara menghentikan kebiasaan buruk itu. Artinya kepercayaan diri berawal dari tekad pada diri sendiri pada jati diri anda, untuk melakukan segala yang kita inginkan dan butuhkan dalam hidup. Ia terbina dari keyakinan diri sendiri bukan dari karya-karya kita, walaupun karya-karya itu sukses.
Rasa percaya diri anda berakar pada fakta, bahwa anda telah melakukan seperti yang anda tekatkan. Bila rasa percaya diri itu dilandaskan pada jati diri anda, bukan pada pada suatu keberhasilan, anda telah menciptakan sesuatu yang tidak bisa direnggut oleh apa pun atau oleh siapa pun. Jadi rasa percaya diri itu tidak bisa disama ratakan dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya.
Dengan demikian bahwa rasa percaya diri itu lahir dari kesadaran bahwa jika saya memutuskan untuk melakukan sesuatu, sesuatu itu pula yang akan saya lakukan. Jadi rasa percaya diri sejati anda lahir dari keinginan dan tekad.
Keempat, Memahami untuk menemukan kunci untuk meningkatkan rasa percaya diri anda. Artinya seberapa jauh anda mampu menguasai hal-hal yang terkait dengan kedewasaan berpikir dalam rohaniah, sosial, emosional dan intelektual.
Dengan kedewasaan berpikir tersebut akan mampu menuntun sikap dan perilaku dalam mengembangkan kepercayaan diri, sehingga menimbulkan kedalam hal-hal yang terkait dengan apa yang disebut 1) Keyakinan atas kemampuan sendiri untuk melakukan sesuatu ; 2) Keyakinan atas kemampuan untuk menindak lanjuti segala prakarsa sendiri secara konsekuen ; 3) Keyakinan atas kemampuan pribadi dalam menanggulangi segala kendala ; 4) Keyakinan atas kemampuan anda memperoleh bantuan.

c.PENUTUP
Dengan meningkatnya kedewasaan berpikir, maka mengungkit daya ingat menjadi peta pikiran kedalam usaha menjadikan kekuatan diri sendiri, maka percaya diri menjadi sumber apa yang hendak anda inginkan.
Jadi ingatlah bahwa pekerjaan yang besar tidak berhajat kekuatan tetapi berhajat keteguhan hati. Dunia semakin kecil buat kita kalau hati dan semangat kita bertambah besar. Besarnya dunia hanya sebesar pikiran manusia berbuatlah apa yang telah kewajiban anda , jangan lerlalu melihat akan hasil.
Oleh karena itu, perbuatan yang dapat anda lakukan, janganlah anda minta tolong pada orang lain. Tiap-tiap satu pekerjaan kerjakanlah pada masanya. Pada tempatnya dan dengan caranya.

5.MENGUNGKIT DAYA INGAT MENJADI PETA PIKIRAN
KEDALAM USAHA MENGHINDARI KEHILANGAN HARAPAN

a.PENDAHULUAN
Bila sejenak kita merenungkan, maka barang siapa yang memiliki kesehatan mempunyai harapan dan barang siapa yang mempunyai harapan mempunyai segala-galanya.
Oleh karena itu, harapan, betapapun tak dapat diandalkannya, setidak-tidaknya membantu kita menuju kearah tujuan hidup kita melalui jalan yang menyenangkan, sehingga orang kehilangan harapan tidak akan pernah dapat mengatakannya.
Harapan adalah merupakan rahmat Tuhan bagi umatku. Kalau bukan oleh karena harapan, tidaklah seorang ibu akan sudi melahirkan anak dan tidaklah seorang tani akan sudi menaburkan bibit.
Kita menyadari sepenuhnya bahwa harapan-harapan dan cita-cita mudah saja diadakan. Tetapi tantangan yang harus dihadapi ialah jalan yang harus ditempuh menuju kepada realisasi.
Sejalan dengan pikiran diatas, maka optimislah dan jangan berputus asa. Jangan pula menyerah kalah tanpa berusaha. Berbaik sangkalah kepada Allah. Dan tunggulah segala kebaikan dan keindahan akan segera dia berikan. Oleh karena itu pengharapan adalah kehidupan, akan tetapi ada baiknya bagi manusia jangan selalu mengharap-harapkan yang lebih sempurna ialah berusaha sedapat mungkin.

b.JANGAN KEHILANGAN HARAPAN
Kita sadari sepenuhnya bahwa harapan dan ketakutan tidak bisa dipisahkan, oleh karena itu kita memahami pula bahwa hidup kita dibentuk oleh pikiran kita sendiri, sehingga tak ada ketakutan tanpa harapan, maupun harapan tanpa ketakutan.
Ingatlah jangan kehilangan harapan karena harapan akan terus menerus timbul dalam dada manusia, sehingga terkuah dari pikiran kita bahwa tak seorangpun menjadi pecundang selain yang pesimis menghadapi tantangan hidup.
Dengan kebiasaan yang efektif, maka prinsip dan pola perilaku yang dihayati akan mampu menggerakkan kekuatan pikiran untuk memanfaatkan PENGETAHUAN (apa yang harus dilakukan, mengapa) ; KETERAMPILAN (bagaimana melakukan) ; KEINGINAN (mau melakukan atas dasar niat ), maka terbuka pintu untuk mngembangkan pemulihan harapan yang mencakup apa yang disebut dengan 1) pikirkan untuk tetap di saat yang sekarang ini ; 2) buatlah gagasan untuk menyerap pikiran anda dan sekaligus memberi anda tujuan ; 3) fokuskan apa yang anda pikirkan.

c.PENUTUP
Bertolak dari pokok pikiran yang telah kita ungkapkan diatas, maka jangan anda tumbuhkan dalam peta pikiran usaha menghilangkan harapan sebagai suatu kebiasaan yang mampu mendorong dimana hal yang tidak kita harapkan lebih sering terjadi dari pada yang kita harapkan.
Ingatlah bahwa roda kehidupan tidak pernah berhenti berputar sehingga seberapa gelappun malam itu, pagi akan datang. Seberapa dinginpun musim dingin itu, musim semi akan datang
Dengan demikian bahwa memiliki keinginan dan harapan berarti sudah memiliki masa depan, sehingga pikirkan untuk menumbuh kembangkan kedalam momentum anda sendiri. Kejar terus impian-impian anda hingga dapat menjadi suatu kenyataan.
Jangan pernah menyerah, ada mimpi yang memang lama terwujudnya, tapi ingatlah bahwa hidup penuh dengan perjuangan dan kesulitan hidup yang mungkin tidak henti-hentinya, semuanya silih berganti, kesulitan yang satu diusul oleh kesulitan yang lain.
Jadi hilangkan putus asa itu salah, yang benar adalah berharap sehingga harapan adalah kemenanganan paling bear dan paling sulit yang bisa diperoleh seeorang bagi jiwanya.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.