Feeds:
Posts
Comments

KEMBANGKAN 18 KWALITAS

KEMBANGKAN 18 KWALITAS SEJATI

SEMUA TINGKA1T PIMPINAN

LSM GMBI

OLEH

ABDUL TALIB RACHMAN

KETUA DEWAN PAKAR

SERI KEPEMIMPINAN 2.

 

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

  1. PENDAHULUAN
  2. KUALITAS KEPEMIMPINAN
  3. KEPRIBADIAN KEPEMIMPINAN TERPOLA
  4. MEMBANGUN WUJUD KEKUATAN KARISMA
  5. MEMBANGUN WUJUD KOMITMEN PEMIMPIN
  6. 3. MEMBANGUN KOMUNIKASI DUA ARAH
  7. 4. MEMBANGUN KOMPETENSI
  8. 5. MEMBANGUN KEBERANIAN
  9. 6. MEMBANGUN KEKUATAN FOKUS
  10. 7. MEMBANGUN KEMURAHAN HATI
  11. 8. MEMBANGUN KEKUATAN DALAM  INISIATIP
  1. 9. MEMBANGUN KEBIASAAN  MENDENGARKAN
  1. 10. MEMBANGUN SEMANGAT YANG TINGGI
  1. 11. MEMBANGUN SIKAP POSITIP
  1. 12. MEMBANGUN KEMAMPUAN  MEMECAHKAN  MASALAH
  1. KW.13. MEMBANGUN DISIPLIN DIRI
  2. KW.14. MEMBANGUN HUBUNGAN
  3. KW.15. MEMBANGUN KEMAMPUAN DALAM  TANGGUNG JAWAB
  1. KW.16. KESIAPAN MENJADI PELAYAN
  2. KW.17. KESIAPAN MAU BELAJAR
  3. KW.18. VISI DALAM KEPEMIMPINAN
  4. P E N U T U P

 

KATA PENGANTAR

Tulisan ini merupakan rangkaian tulisan yang telah berada di tangan anda dengan judul “PERAN KEPEMIMPINAN DALAM PEMBANGUNAN BANGSA INDONESIA (BUKU 1 DAN 2).

Dengan pikiran diatas, maka seri tulisan ini akan menekankan suatu pemikiran yang harus kita tumbuh kembangkan agar menjadi bahan renungan bagi setiap pemain peran pada semua tingkat dalam kepemimpinan GMBI agar selalu siap untuk melakukan perubahan diri yang berkelanjutan atas dorongan diri sendiri.

Dalam kesempatan ini penulis sekedar untuk dapat mendorong seberapa jauh kebiasaan menjadi sikap dan perilaku terpola agar kita selalu siap untuk dapat mengikuti perubahan.

Sejalan dengan pemikiran diatas, maka dalam tulisan ini akan menekankan rangkuman kualitas yang dibutuhkan dalam meningkatkan kepemimpinan.

Bandung 8 November 2016.

Abdul Talib Rachman.

Ketua Dewan Pakar

Seri Kepemimpinan 2

 

  1. PENDAHULUAN

Dengan memperhatikan tulisan yang pertama, maka tulisan ini sebagai seri lanjutan untuk menekankan terdapat 18 kualitas yang harus di tumbuh kembangkan oleh setiap insan pemimpin GMBI.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka seberapa jauh adanya keinginan yang timbul dari diri sendiri bukan sesuatu yang dipaksakan oleh atasan.

Oleh karena itu, tumbuhkan kebiasaan baru dalam diri anda untuk selalu mengadakan penilaian atas ke 18 kualitas yang kita utarakan ini menjadi motivasi dalam rangka meningkatkan kemampuan diri dalam menjalankan peran.

Dengan demikian tulisan ini untuk membantu anda mengenali, mengembangkan dan menata ulang karekteristik pribadi yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pemimpin yang efektif yang menjadi panutan orang.

Yang perlu anda sadari untuk memahami kepemimpinan dan benar-benar melakukannya adalah dua pikiran kedalam kegiatan yang berbeda.

  1. KUALITAS KEPEMIMPINAN

Dari seri buku pertama telah menguraikan prinsip-prinsip kepemimpinan dalam usaha memahami sebagai tantangan disatu sisi dan disisi lain menangkap paradigma kedalam profesionalisme, kreativitas & inovatif dan antisipatif.

Sejalan dengan pikiran yang telah kita utarakan, maka perlu kita mendalami kembali sebagai suatu pemahaman yang kita masukkan kedalam kualitas kepemimpinan.

Secara sadar timbul suatu pertanyaan apakah yang membuat orang ingin menjadi pengikut seorang pemimpin ? Tapi ingat pula mengapa orang enggan menjadi pengikut.

Jawabannya terletak pada kualitas karekter dari individu yang bersangkutan. Jadi dari kualitas itulah seorang pemimpin berbeda satu sama lainnya. Oleh karena itu, seri tulisan ini mencoba untuk merenungkan kembali mana saja yang dapat menjadi kualitas yang dapat mempenguruhi kepemimpinan seseorang.

  1. KEPRIBADIAN KEPEMIMPINAN TERPOLA

Pikiran yang mengungkapkan Kepemimpinan Terpola sangat ditentukan oleh Kepribadian  bersangkutan karena sikap dan perilaku menjadi teladan.

Oleh karena itu, dalam menjalankan peran yang ditugaskan kepadanya, yang bersangkutan akan selalu mengingat apa yang menjadi kekuatan dirinya sehingga ia selalu meng-introsfeksi apa-apa yang menjadi  18 kualitas sejati atas kepribadiannya.

 

  1. 1, MEMBANGUN WUJUD KEKUATAN KARISMA.

Karisma  adalah keadaan atau bakat yang dihubungkan dengan kemampuan yang luar biasa dalam hal kepemimpinan seseorang untuk membangkitkan pemujaan dan rasa kagum dari masyarakat terhadap dirinya (kamus besar bahasa Indonesia).

Dengan rumusan diatas, maka KARISMA adalah kemampuan untuk menarik orang kepada anda oleh karena itu anda mampu untuk menumbuh kembangkan kedalam diri anda.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka renungkan hal-hal yang terkait dengan usaha anda kedalam apa yang disebut:

  • Cintailah kehidupan dalam hubungan anda yang ada disekitar secara positip ;
  • Berikalah nilai tertinggi kepada setiap orang ;
  • Berikanlah harapan yang benar2 dapat direalisasikan ;
  • Berbagilah sesame orang lain.

Dengan memperhatikan hal-hal diatas, maka pikirkan pula yang dapat merusak usaha anda kedalam pikiran karisma yaitu

1) Jauhkan pikiran yang mendorong anda menjadi sombong dan atau congkah ;

2) Jauhkan pikiran yang dapat menjadi ketidakmapanan anda ;

3) Jauhkan pikiran yang selalu berubah-rubah ;

4) Wujudkan perfeksionisma dalam arti ekspektasi yang tidak realistis ;

5) jauhkan pikiran sinisme karena berpikir negative.

Belajar dari kenyataan diatas seberapa jauh anda dapat menumbuh kembangkan menjadi satu usaha untuk memperbaikinya kedalam pikiran anda dan berlatihlah untuk :

  • Capailah keseimbangan dengan mengubah focus anda dari sisi sendiri kepada orang lain ;
  • Ingatlah bahwa petingkanlah kesan pertama yang begitu penting dalam hidup anda
  • Berbagilah sebagai kebutuhan sasaran jangka panjang.
  1. 2, MEMBANGUN WUJUD KOMITMEN PEMIMPIN

Komitmen adalah perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu (kamus bahasa indoneia).

Berdasarkan rumusan diatas, maka komitmen inilah yang membedakan pelaku, artinya orang takkan mengikuti para pemimpin yang tidak memiliki komitmen. Jadi komitmen dapat berbagai aspek seperti jam kerja, pengorbanan.

Sejalan dengan yang kita pikirkan diatas, maka jika anda ingin menjadi pemimpin yang efektif, pikirkan bahwa komitmen sejati menginspirasikan serta menarik orang lain.

Dengan demikian renungkan baik-baik apa-apa yang terungkap dalam pikiran anda yang menyangkut apa yang disebut

1) Perlu disadari sepenuhnya bahwa komitmen dimulai didalam jiwa dan hati sebagai satu kekuatan yang menggerak kekuatan otak anda ;

2) Sadarilah bahwa akan diuji dari hasil perbuatan yang anda lakukan yang sejalan dengan komitmen anda ;

3) Wujud komitmen sejati akan membuka pintu menuju prestasi seperti apa yang anda harapkan.

Dengan merenungkan apa yang telah diutarakan, maka ingat pula bahwa manusia dapat berbentuk kedalam wajah yang disebut dengan

1) manusia pengejut ;

2) Manusia peragu ;

3) Manusia penyerah ;

4) Manusia mati-matian.

Oleh karena itu renungkanlah dalam pikiran anda bahwa anda termasuk yang mana, maka anda akan memikirkan segala usaha meningkatkan komitmen dengan melakukan hal-hal yang terkait dengan :

1) Kemampuan untuk menilai dari segala aspek yang telah anda lakukan ;

2) Seberapa jauh yang telah anda pikirkan bahwa yang telah dilakukan benar-benar dengan mati-matian ;

3) Adanya kesiapan untuk selalu menyesuaikan dengan kebutuhan bila diperlukan untuk melakukan perubahan.

Akhirnya bangkitkan semangat untuk selalu dapat merenungkan dengan membuat latihan-latihan yang diperlukan.

  1. 3,MEMBANGUN KOMUNIKASI DUA ARAH

Renungkan segala usaha yang terkait dengan pikiran untuk mengembangkan keterampilan berkomunikasi karena tanpanya anda akan menempuh perjalanan sendirian artinya tujuan yang hendak anda capai dibutuhkan kebersamaan dalam mewujudkannya.

Dengan demikian, pahamilah bahwa pengertian tanpa pengalaman adalah kosong, pengalaman tanpa pengertian adalah buta, oleh karenanya ingatlah selalu ungkapan terimalah kepercayaan kepada Tuhan karena memerlukan kepercayaan semacam itu. Inilah peringatan seperti barangsiapa yang tidak dapat merasa sakit tidak dapat pula merasakan bahagia.

Jadi dengan keterampilan KOMUNIKASI berarti anda memiliki kemampuan membagi pengetahuan serta gagasan-gagasannya untuk menciptakan desakan serta antusiasme pada orang lain, sehingga seorang pemimpin tak dapat menyampaikan pesan dengan jelas dan tak dapat memotivasi orang lain untuk menindaklanjutinya.

Oleh karena itu, renungkanlah langkah anda untuk dapat menjadi KOMUNIKATOR yang hebat di segala keadaan, sehingga jemputlah empat kebenaran dasar untuk menuntun anda kedalam jiwa dan hati yang kita sebutkan kedalam pikiran yaitu :

  • Belajarlah untuk merenungkan kembali bahwa sederhanakanlah pesan anda
  • Belajarlah untuk mengingat pandanglah lawan bicara anda ;
  • Belajarlah untuk Tunjukkan keenaran ;
  • Belajarlah untuk menarik respons ;

Dengan mendalami hal-hal yang kitan ungkapkan diatas, maka pikirkan lebih lanjut yntyk menerapkan dalam usaha meningkatkan komunikasi anda, lakukan apa yang kita sebutkan  dan berlatihlah untuk mendalaminya hal-hal dibawah ini :

  • Sampaikan pesan anda sejelas mungkin ;
  • Fokuskan kembali perhatian anda ;
  • Hidupkan pesan
  1. 4, MEMBANGUN KOMPETENSI

Kompetensi adalah berkaitan dengan seperangkat pengetahuan untuk menentukan sesuatu, oleh karena itu kemampuan seorang pemimpin untuk merencanakannya dan melakukannya dengan sedemikian rupa.

Sejalan dengan pemikiran diatas, maka dengan keberanian mengungkapkanya pada setiap pemain peran apapun misalkan seorang atelit atau seorang ahli ledeng, maka terbuka pintu pikiran anda untuk mengembangkan pikiran dalam rangka usaha-usaha :

1)Kemampuan untuk memunculkan setiap hari artinya setiap orang yang bertanggung jawab muncul seperti apa yang diharapkan ;

2)Belajarlah terus untuk memperbaiki diri artinya berusaha untuk tterus bertumbuh ;

3)Apa yang telah dipikirkan, maka tindak lanjutilah dengan sempurna ;

4)Capailah lebih dari yang diharapkan sebagai sesuatu yang gemilang ;

  • Usahakan untuk menjadi satu kekuatan dalam kaitan inspirasikanlah orang lain.

Dengan memperhatikan hal-hal yang kita utarakan diatas maka merenungkannya kedalam orang-orang yang kompeten kedalam kelompo, apa yang disebut dengan

1) Mereka yang dapat melihat apa yang harus terjadi  2) Mereka yang dapat membuatnya terjadi ;

3) Mereka yang dapat membuat segalanya terjadi secara maksimal.

Oleh karena itu, latihlah sehingga menjadi kebiasaan agar anda dapat menerapkannya menjadi langkah-langkah yang kita sebut :

1) Fokuskanlah perhatian anda artinya disatu sisi pusatkan kepada pekerjaan dan disisi lain cari tahu bila tidak fukus ;

2) Rumuskan kembali standarnya ;

3) Carilah cara untuk memperbaiki diri.

  1. 5, MEMBANGUN KEBERANIAN

Orang berani ialah orang yang tidak menghiraukan rasa takut. Oleh karena itu bagian terbaik dari keberanian ialah kebijaksanaan. Jadi apa yang memberi kepastian di dalam kehidupan kita ialah keberanian.

Ingatlah bahwa keberanian secara tepat dianggap sebagai kualitas yang terutama dalam diri manusia karena kualitas inilah yang menjamin kualitas-kualitas lainnya. Oleh karena itu, bayangkan bahwa keberanian adalah rasa takut yang telah disertai dengan doa.

Dengan memperhatikan hal-hal yang telah kita ungkapkan diatas, maka kebenaran-kebenaran yang terkait dengan keberanian diatas, kita ungkapkan dengan pikiran yang digerakkan atas pemahaman :

  • Sadarilah bahwa keberanian dimulai dengan gejolak yang terkait dengan batin ;
  • Ingat bahwa keberanian artinya mengubah segalanya menjadi benar, bukan sekedar meredakannya saja ;
  • Keberanian dalam diri seseorang pemimpin menjadi kekuatan untuk menginspiraikan komitmen dari para pengikutnya ;
  • Sadarilah bahwa kehidupan anda berkembang menurut keberanian anda.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka renungkanlah bagaimanakah anda harus berubah agar dapat mengembangkan semangat keberanian dalam hidup anda dengan menerapkan apa yang dipikirkan dan berlatih yaitu:

  • Belajarlah untuk menghadapi kenyataan ;
  • Bicaralah kepada orang yang kita ajak bicara ;
  • Ambillah langkah yang luar biasa dengan banyak meluangkan waktu
  1. 6, MEMBANGUN KEKUATAN FOKUS

Kekuatan focus mendorong kita menjadi sesuatu mendapatkan sikap kita benar, kemampuan kita akan mencapai tingkat paling tinggi dan dengan sendirinya hasil-hasilnya pun baik melihal hal-hal yang terkait dengan masa depan.

Dengan membangun kekuatan focus berarti semakin tajam focus anda berarti anda semakin tajam, oleh karena itu ingatlah selalu bahwa apa yang dikatakan orang, apa yang dilakukan orang, dan apa kata mereka telah mereka lakukan adalah tiga hal yang sama sekali berbeda.

Oleh karena itu, renungkan kembali bahwa pikiran terarah yang berbeda berarti disitu terletak pintu untuk mewujudkan agar kita memiliki focus yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin yang benar-benar efektif terletak dari dua sumber kekuatan yang disebut memahami apa yang disebut PRIORITAS dan KONSENTRASI.

Bagaimana seharusnya kedua kekuatan tersebut kita manfaatkan kedalam dua keadaan yang kita arahkan menjadi apa yang disebut dengan :

Pertama , fokuskan 70 persen pada kekuatan dengan menyatukan prioritas dan konsentrasi terhadap hal-hal yang dapat diselesaikan yang sejalan dengan kemampuan anda, sehinga segala sumber diarah untuk mewujudkannya secara baik.

Kedua, fokuskan 25 persen pada hal-hal yang baru artinya pertumbuhan sama dengan perubahan. Jika ingin menjadi lebih baik, anda terus berubah dan memperbaiki diri, itu artinya memaski bidang-bidang baru.

Ketiga, fokuskan 5 persen pada kelemahan artiya secara sadar tak seorangpun dapat sepenhnya menghindari kelemahan. Kuncinya terletak kesanggupan untuk meminimalkannya.

Dengan memperhatikan keadaan diatas, maka seberapa jauh anda dapat merenngkannya kembali agar kedua kekuatan berupa prioritas dan konsentasi agar benar-benar dapat digerakkan secara benar dengan melangkah dengan memberikan pusat perhatian kedalam apa yang kita sebut :

  • Perbaikilah diri anda, anda adalah aktiva sebagai penghambat terbesar bagi diri anda ;
  • Perbaikilah perioritas-perioritas anda, anda harus menuntun berjuang dalam menentukan prioritas ;
  • Bekerjalah di bidang yang menjadi kekuatan anda, dimana potensi dapat mencapainya ;
  • Bekerjalah dengan orang-orang sebaya anda, dengan itu anda tidak mungkin kerja sendiri.

Belajarlah dari kenyataan yang anda hadapi, sehingga dengan kebiasaan untuk melatih diri akan terbuka kelangsungan kedua sumber kekuatan untuk selalu meningkatkan kekuatan focus anda melalui :

  • Kemampuan untuk beralihlah kepada kekuatan artinya buatlah daftar sesuai sesuai dengan kebutuhan (berdasar 70 %, 25%, 5%) dari apa yang telah diungkapkan diatas ;
  • Belajar dari pengalaman anda maka delegasikan kelemahan-kelemahan anda. Renungkan seberapa jauh anda mampu untuk bekerja sama dan mengatur berbagi tanggung jawab ;
  • Dengan potensi yang anda memiliki, maka renungkan seberapa jauh anda memikirkan untuk melahirkan keunggulan artinya seberapa jauh kemampuan potensi anda miliki untuk memaksimumkan sumber daya yang tersedia sehingga memberi hasil yang maksimal.
  1. 7,MEMBANGUN KEMURAHAN HATI

Renungkan bahwa jalan menuju kebahagian ialah bebaskanlah hatimu dari dendam dan rasa takut. ; Hidplah sederhana, harap sedikit, member banyak ; Isilah penuh harapanmu dengan kasih sayang ; Pancarkanlah cahaya matahari ; Lupakan dirimu sendiri dan ingatlah orang lain ; Perlakukanlah sesame manusia seperti yang anda sendiri ingin perlukan.

Dengan merenungkan hal-hal ungkapan diatas diharapkan menjadi satu kekuatan apa yang kita sebut MEMBANGUN KEMURAHAN HATI. Oleh karena itu bayangkan bahwa lilin anda takkan rugi jika menerangi orang lain. Jadi bayangkan bahwa member adalah tingkat kehidupan tertinggi.

Sejalan dengan pokok pikiran yang kita utarakan diatas, maka usaha untuk mengungkapkannya atas Kemurahan Hati berasal dari dalam hati dan menetes keseluruh aspek khidupan seorang pemimpin menyangkut waktunya, uangnya talentanya dan harta bendanya, oleh karena itu pemimpin yang efektif menjadi panutan sehingga renungkan langkah yang anda lakukan dalam hidup ini berupa :

  • Bersyukurlah atas apapun yang anda miliki ;
  • Pikirkan untuk selalu dahulukan orang lain ;
  • Jangan biarkan diri anda dikuasai oleh hasrat memiliki ;
  • Pikirkan bahwa uang itu sebagai sumber daya ;
  • Kembangkan kebiasaan member.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka segala usaha untuk meningkatkan kemurahan hati anda lakukan hal-hal sebagai berikut serta melatihnya secara berkelanjutan yang mencakup :

  • Renungkan makna yang terungkap bahwa berikanlah sesuatu dengan Cuma-Cuma dan ingat melakkannya tanpa menyebut nama anda
  • Upayakanlah agar uang anda bermanfaat sekalipun anda telah tiada ;
  • Berupayalah untuk mencari seseorang untuk anda bimbing dalam usaha meningkatkan derajat orang lain.
  1. 8, MEMBANGUN KEKUATAN DALAM INISIATIP

Mengambil suatu inisiatif merupakan suatu langkah awal menuju keberhasilan. Oleh karena itu ingatlah bahwa INISIATIF menjadi satu kekuatan untuk menggerakkan semua langkah tanpanya anda takkan ke mana-mana.

Dengan demikian dapat kita katakana bahwa sukses tampaknya berhubungan dengan tindakan, sehingga orang-orang yang sukses terus bergerak. Ingatlah dari segala hal yang harus ditakuti oleh seorang pemimpin , rasa puas dirilah yang seharusnya paling utama. Belajarlah dari satu kenyataan bahwa dalam du ia kompetitif yang komplek, peluang untuk memperoleh keberhasilan begitu banyak tersedia, tetapi sering kali sukar untuk ditemukan. Untuk itu kita perlu mengambil inisiatif untuk dapat melihatnya, mendapatkannya dan memanfaatkannya

Kualitas apakah yang dimiliki para pemimpin, yang memungkinkan mereka membuat segalanya menjadi kenyataan ! Dalam hal ini kita dapat melangkah untuk mengungkapkannya kedalam :

  • Mereka tahu benar apa yang mereka inginkan, artinya titik awal dari setiap prestasi adalah keinginan yang besar, itulah satu-satunya cara bagi anda untuk mengenali peluang yang datang
  • Mereka dorong diri sendiri untuk bertindak artinya seperti pepatahkan mengatakan “anda bisa jika anda mau” ;
  • Mereka lebih berani ambil resikonya artinya setiap orang proaktif akan melangkah kedalam kesiapan melihat jauh kedepan ;
  • Mereka memiliki kemampuan melipatgandakan tingkat kegagalan anda artinya hanya mereka yang berani gagal, besarlah yang dapat mencapai sukses besar.

Sejalan dengan apa yang kita pikrkan diatas, pelu anda melatih apa yang anda pikirkan dalam meningkatkan efektif pemimpinan sesuai dengan keinginan untuk memicu inisiatif anda dengan usaha untuk menerapkannya kedalam tindakan :

  • Ubahlah cara berpikir anda artinya jika anda kurang inisitif sadarilah bahwa persoalaannya adalah dari dalam bukannya dari orang lain ;
  • Jangan menunggu hingga peluang mengetok pintu anda artinya peluang tidaklah datang mengetok pintu, anda harus mencarinya.
  • Ambillah langkah berikutnya artinya pililah peluang terbaik yang anda lihat dan tindak lanjutilah semampu anda.
  1. 9, MEMBANGUN KEBIASAAN MENDENGARKAN

Renungkanlah adalah kemampuan untuk menyelami hati mereka, oleh karena itu bukalah telinga anda. Jadi setelah belajar berbicara, siapa yang akan belajar untuk mendengarkan ?

Telinga seorang pemimpin harus mampu menangkap suara orang banyak, sehingga seorang pemimpin yang baik mendorong pengikutnya untuk memberitahunya apa yang perlu ia ketahui, bukannya apa yang ingin didengarnya.

Ingatlah bahwa hidup ini diperlukan satu semangat yang ditopang oleh disatu sisi kita banyak bicara disisi lain banyak mendengarkan.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka setiap perubahan belum tentu berarti susah, oleh karena itu seberapa jauh kita bisa mendorong untuk belajar dengan banyak membaca, dengan demikian kita mendorong memberikan nilai tambah kepada orang lain.

Belajar dari uraian diatas, maka renungkan seberapa jauh kita dapat mengungkapkannya bahwa disatu sisi  mendengarkan menjalin hubungan dengan orang lain disisi terbuka pintu untuk terus belajar. Dengan alasa tersebut membuka pintu jiwa dan hati agar kita selalu siap membuka telinga terhadap orang lain dengan pikiran ebagai berikut :

  • Berilah dorongan kepada para pengikut anda artinya jika anda membiasakan diri untuk mendengarkan hanya fakta-faktanya saja bukan kepada orang yang mengungkapkannya, maka ubahlah focus anda dan jadilah pendengar yang baik. ;
  • Berilah perhatian sebagai pemimpin untuk selalu memproritaskan untuk dapat mengadakan kontak dengan mereka yang dilayaninya artinya pelanggan anda. ;
  • Berilah perhatian kepada pesaing anda dimana sebagai pemimpin janganlah anda dasarkan tindakan anda menurut apa yang dilakukan orang lain, namun anda tetap harus mendengarkan dan mempelajari semampunya untuk memperbaiki diri sendiri.
  • Berilah perhatian kepada pembimbing anda bila anda telah mendapatkannya sebaliknya bila belum mulailah prosesnya dengan membaca buku, yang penting adalah segera memulai prosesnya.

Dengan merenungkan kembali apa-apa yang kita bicarakan diatas latih diri anda dengan menerapkan hal-hal yang kita utarakan dibawah ini :

  • Pikirkan yang terkait dengan kemampuan anda untuk mengubah jadwal anda artinya adakah melewatkan waktu untuk mendengarkan pengikut anda, pelanggan anda, pesaing anda dan pembimbing anda. Usahakanlah untuk menetapkan jadwal bagi masing-masing kelompok setiap hari, setiap minggu atau bulanan;
  • Temukanlah orang apa adanya artinya kunci menjadi pendengar yang baik adalah menemukan kesamaan dengan mereka untuk membina hubungan lebih baik ;
  • Belajarlah secara mendalam yang terkait dengan apa yang disebut dengarlah maksud yang tersembunyi tapi ingat jangan abaikan muatan emosionalnya dengan begitu akan dapat memahaminya.
  1. 10, MEMBANGUN SEMANGAT  YANG TINGGI.

Membangun semangat yang tinggi berarti cintailah hidup ini dengan memahami ungkapan kata bahwa “Barangsiapa memiliki tingkah laku santun, perasaan yang sehat dan akhlak yang mulia, maka dia akan membuat dirinya dang orang lain berbahagia, dan akan mendapatkan hati yang tenang dan keadaan jiwa yang sejuk”

Oleh karena itu, maksimalkan bakat yang telah diberikan Allah kepada anda, ilmu yang anda sukai, rezki yang telah dikaruniakanNYA dan pekerjaan yang sesuai dengan diri anda.

Jangan sekali-kali anda putus asa dari pertolongan Allah. Dan jangan putus harapan dari rahmat Allah. Jangan lupa pertolongan Allah sebab pertolongan Allah akan turun sesuai dengan derita yang anda alami.

Belajar dari hal-hal yang kita ungkapkan diatas berarti pula jika seorang pemimpin mengulur tangannya dengan penuh semangat, biasanya ia akan disambut juga dengan penuh samanat.

Dengan demikian, jadilah seorang pemberani, berhati teguh dan berjiwa kuat serta memiliki semangat dan tekad. Janganlah anda sampai tertipu dengan gossip murahan dan cerita bohong.

Sejalan apa-apa yang kita utarakan diatas, maka ketahuilah bahwa empat kebenaran tentang semangat dan apa yang dapat diperbuatnya bagi anda sebagai pemimpin sebagai berikut :

  • Renungkanlah baik-baik bahwa semangat adalah langkah pertama menuju prestasi artinya hasrat anda akan menentukan takdir anda dan ingatlah bahwa semakin besar api semangat anda semakin besar hasrat anda dan semakin bersarlah potensi anda ;
  • Semangat meningkatkan kehendak anda artinya semangat itu tak ada gantinya. Semangat adalah bahan bakar pendorong kemauan. Jika anda cukup menginginkan sesuatu, anda akan memiliki kemampuan untuk mencapainya. Satu-satunya cara untuk memiliki hasrat seperti itu adalah dengan mengembangkan semangat ;
  • Semangat mengubah anda artinya perlu dipahami bahwa semangat andalah yang akan mempengaruhi ketimbang kepribadian anda.;
  • Semangat menjadikan yang mustahil mungkin artinya seorang pemimpin yang memiliki semangat besar dan sedikit keterampilan selalu lebih unggul dari pada pemimpin yang memiliki keteramplan hebat namun tidak bersemangat.

Sejalan dengan uraian diatas, maka renungkan kembali hal- hal kehidupan anda tidak penuh semangat anda akan mengalami masalah sebagai pemimpin, oleh karena itu anda tidak mungkin memulai api di dalam organisasi anda kecuali ada api di dalam diri anda.

Dengan demikian pentingnya anda untuk melatih secara berkesinambungan untuk meningkatkan semangat melalui hal-hal yang kita sebut :

  • Ukurlah situasi suhu anda artinya anda takkan bersemangat hingga anda percaya bahwa semangat dapat menjadi pembuat perbedaan dalam hidup anda ;
  • Pikirkan untuk kembalilah kepada cinta pertama anda artinya cobalah menangkap kembali antusiasme lama anda.

Lalu evaluasiah kehidupan anda  serta karir anda dibandingkan dengan kenangan-kenangan manis itu ;

  • Tingkatkan pergaulan dengan oang-orang yang bersemangat artinya jadwalkanlah waktu dengan orang-orang yang dapat menularkan emangatnya kepada anda.
  1. 11, MEMBANGUN SIKAP POSITIP

Tinggalkan sikap ragu-ragu dalam mengambil keputusan dan jauhi sikap yang tidak ada arah tujuan. Tetapi bersemangatlah, bulatkan tekad dan maju. Oleh karena itu kuncinya terletak SIKAP POSITIP artinya jika anda percaya bisa anda pasti bisa

Dengan demikian penemuan terbesar dari generasi saya adalah bahwa manusia dapat mengubah hidupnya dengan mengubah sikap berpikirnya.

Sejalan dengan pokok pkiran diatas, maka sejenak saya merenungkan ungkapan seperti teman dudukku mengungkapkan tiga perkara yaitu

1) apabila ia mendekati, niscaya aku sambut kdatangannya ;

2) Apabila ia berbicara niscaya aku perhatikan pembicaraannya ;

3) Jikalu ia duduk niscaya aku luangkan tempat baginya.

Dengan memahami apa-apa yang dimaksudkan dalam ungkapan diatas, maka orang yang sukses adalah dia yang dapat meletakkan landasan yang kuat dengan kata yang dilemparkan orang lain kepadanya.

Sejalan dengan uraian-uraian diatas, selanjutnya membuka pintu untuk mengungkapkan kembali dengan maksud untuk belajar lebih banyak tentang apa artinya berikap positip dengan merenungkan hal-hal yang terungkap dibawah ini :

  • Ketahuilah bahwa sikap anda adalah pilihan anda.
  • Ketahuilah sikap anda menentukan perbuatan anda.
  • Ketahuilah orang-orang anda adalah cermin dari ikap anda.
  • Ketahuilah mempertahankan sikap yang baik adalah lebih mudah ketimbang mendapatkan kembali sikap yang baik.

Sejenak bila anda merenungkan kembali, maka cara terbaik untuk melatih  kembali sikap anda adalah mencegah pikiran anda menuju jalanan negative, maka usaha-usaha menerapkannya untuk meningkatkan sikap anda lakukanlah untuk melatih dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

  • Berilah makanan yang tepat kepada diri anda sendiri artinya jika selama ini anda kekurangan hal yang positip maka anda perlu mulai member diri sendiri diit yang teratur serta bahan-bahan motivasional, bila anda mengkonsumsi diit yang benar anda dapat menjadi pemikir yang positip
  • Capailah suatu sasaran yang baik setiap harinya dengan begitu pola prestasi yang positip akan membantu anda mengembangkan pola berpikir positip ;
  • Biasakan untuk menuliskan di dinding anda sebagai insentif dengan memajangkan yang telah mereka raih.
  1. 12, MEMBANGUN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH

Renungkan ungkapan seperti “Kondisi dunia selalu berubah sehingga kita harus mengantisipasinya dengan melakukan yang terbaik.

Oleh karena itu integritas, kecepatan dan ketepatan dimana ketiganya sangat dibutuhkan jika seorang pemimpin ingin membesarkan oraganisasinya. Jika tidak cepat maka peluang akan lari.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka kita dapat mengukur seorang pemimpin dari persoalan-persoalan yang ditanganinya. Ia selalu mencari persoalan yang setara dengannya.

Jadi ukuran keberhasilan bukanlah pada apakah anda menghadapi suatu persoalan benar, melainkan pada apakah itu adalah persoalan yang sama yang anda hadapi tahun lalu.

Perlu diingat bahwa apapun bidang yang ditekuni seorang pemimpin, ia pasti menghadapi banyak persoalan. Berbagai persoalan itu tak terhindarkan karena tiga alasan yaitu

1) Kita hidup di dunia yang semakin rumut serta semakin beragam ;

2) Kita berintraksi dengan orang lain ;

3) Kita tak mungkin mengendalikan semua situasi yang kita hadapi.

Sejalan dengan pemikiran diatas, maka pemimpin yang memiliki kemampuan dalam memeahkan persoalan akan menunjukkan lima kualitas yaitu :

  • Mereka mengantisipasikan berbagai persoalan ;
  • Mereka menerima kebenaran atas menghadapi kenyataan dari situasi yang ada ;
  • Mereka melihat gambaran besarnya. Mereka tak boleh dikuasai oleh emosi, sehngga mereka terpuruk dengan detil-detil sehingga meluakan yang penting ;
  • Mereka tangani satu per satu artinya jangan pernah mencoba memecahkan dalam seluruh persoalannya sekaligus. Jadi pastikan anda benar-benar menuntaskan yang sedang anda atasi sebelum pindah ke persoalan berikutnya ;
  • Mereka pantang menyerah artinya ia tahu bahwa ia tidak boleh menyerah ketika berada di dalam lembah kekelaman
  1. 13, MEMBAGNUN DISIPLIN DIRI

Renungkan bahwa yang penting, aku mnjalani hidupku dengan baik, penuh kesadaran dan tanggung jawab. Ping amat beok mati pun kita tidak pernah tahu.

Oleh karena itu, jika anda yakin sesuatu tak mungkin maka pikiran anda akan member bukti mengapa itu tak mungkin. Akan tetapi dan kalau anda percaya dan sungguh-sungguh percaya, bahwa sesuatu itu mungkin dan bisa melaksanakan, maka pikiran anda akan membantu anda untuk mendapatkan cara-cara mlaksanakannya.

Dengan menyadari hal-hal yang kita utarakan diatas, maka DISIPLIN DIRI itu menjadi orang pertama yang anda pimpin adalah diri sendiri.

Jadi kemenangan yang pertama dan yang terbaik adalah menaklukkan diri sendiri.

Oleh karena itu, seseorang yang tidak jelas karekter-nya takakan pernah dapat dikatakan menjadi kepunyaan diri sendiri. Ia adalah kepunyaan apapun yang menguasanya.

Dengan memperhatikan hal-hal yang kita utarakan diatas, maka dalam usaha untuk mengungkapkannya jika anda ingin menjadi pemimpin yang berdisiplin diri tinggi, maka renungkanlah rencana tindakan berikut ini :

  • Kembangkanlah dan tindak lanjutilah prioritas anda artinya jika anda dapat menentukan yang benar-benar menjadi prioritas dan membebas-kan diri dari yang lainnya, akan jauh lebih mudah untuk menindaklanjuti hal yang penting. Dan itulah inti dari disiplin diri ;
  • Jadikanlah gaya hidup berdisiplin sasaran anda artinya salah satu cara terbaik untuk melakukannya adalah mengembangkan sistim serta rutinitas terutama di berbagai bidang yang penting bagi pertumbuhan serta sukses jangka panjang ;
  • Tantanglah alasan-alasan anda artinya jika anda punya beberapa alasan mengapa anda tidak dapat berdisiplin diri , sadarlah bahwa semua-nya itu hanyalah alasan, yang semuanya perlu ditantang jika anda ingin meningkat sebagai pemimpin ;
  • Tundalah imbalannya hingga tugasnya selesai artinya Cuma perlu sistim kok.;
  • Tetaplah focus pada hasil-hasilnya artinya hitunglah keuntungan dengan melakukan hal yang benar lalu laksanakanlah tugas anda.

Sejalan dengan apa-apa yang kita pikirkan diatas maka renungkanlah dan latih dengan kemampuan anda untuk menerapkannya untuk meningkatkan disiplin diri sebagai berikut :

  • Pilih-pilihlah perioritas anda artinya renungkanlah dua tiga bidang dalam bidang hidup anda yang paling penting bagi anda, kembangkanlah rencana untuk menjadikan disiplin tersebut bagian harian atau mingguan dari hidup anda ;
  • Sebutkanlah alasan-alasannya artinya luangkanlah waktu untuk menuliskan keuntung-an-keuntungan dari menerapkan disiplin yang baru saja anda tuliskan ;
  • Buanglah segala macam alasan artinya jangan cari-cari alasan untuk menyerah. Ingatlah hanya dengan berdisplinlah anda mendapatkan kuasa untuk meraih impian-impian anda
  1. 14 MEMBANGUN HUBUNGAN

Pemimpin harus membangun HUBUNGAN artinya unsur terpenting dalam meraih keberhasilan dengan mengetahui bagaimana menjalin hubungan baik dengan orang lain.

Jadi dengan membangun hubungan ditunjukkan bahwa jika anda akur merekapun akur.

Oleh karena itu unsur terpenting dalam rumusan meraih keberhasilan adalah mengetahui bagaimana menjalain hubungan baik dengan orang lain. Dengan demikian orang tidak peduli seberapa banyak yang anda ketahui, hingga mereka tahu sberapa jauh anda peduli.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka sahabat yang sejati adalah orang-orang yang dapat berkata benar denganmu dan bukan orang-orang yang membenar-kan kata-katamu.

Dengan begitu anda dapat membayangkan kalau dengan ilmu pengetahuan kita yang mendaki mecari kebenaran, maka dengan wahyu dan ilham kebenaran yang menurun menghinggapi kita.

Belajar dengan mengungkapkan pikiran diatas memberikan tuntunan, apakah yang dapat diperbuat seeorang untuk mengelola serta mengembangkan hubungan baik sebagai pemimpin ? Didalam hal ini dituntut tiga hal yaitu :

  • Memiliki kemampuan untuk memahami orang lain. Jadi jika anda belajar bekerja dengan efektif dengan seluruh jenis kepribadian, anda dapat berhasil sepenuhnya, sehingga kepekaan i ini dapat disebut faktor lunak dalam kepemimpinan. Anda harus dapat menyesuaikan gaya kepemimpinan anda menurut orang yang sedang anda pimpin.

2). Memiliki kemampuan untuk mengasihi orang lain

Artinya anda takkan dapat menjadi pemimpin

Efektif yang sejati, yang menjadi panutan, kecuali

Anda mengasihi orang lain.

3).Memiliki kemampuan untuk membantu orang lain

Jika focus anda adalah apa yang dapat anda berikan kepada oran lain ketimbang apa yang dapat anda peroleh dari mereka  mereka akan mengasihi dan hormat kepada ana dan emuanya ini akan menciptakan landasan yang baik untuk membangun hubungan.

Dengan merenungkan apa-apa yang diutarakan diatas, maka untuk meningkatkan kemampuan menjalin hubungan baik lakukan dan latihlah pula hal-hal sbb. :

  • Perbaikilah pikiran anda, jika kemampuan anda untuk memahami orang lain perlu diperbaiki maka usahakan banyak membaca buku tentang topic ini. Lalu luangkanlah waktu lebih banyak untuk mengamati orang ;
  • Kuatkan hati anda, lalu cobalah lakukan satu setiap harinya, jangan tunggu hingga anda ingin membantu orang lain. Bertindaklah hingga anda sendiri merasa senang melakukannya.
  • Perbaikilah hubungan yang retak, lakukanlah semampu anda untuk membangunnya kembali. Kontaklah orang yang bersangkutan dan cobalah menjalin hubungan kembali
  1. 15 MEMBANGUN KEMAMPUAN DALAM TANGGUNG JAWAB

Pikirkan anda dituntut untuk mengembangkan TANGGUNG JAWAB artinya keberhailan besar menuntut anda memikul tanggung jawab. Jika dianalisa akhirnya ditemukan bahwa suatu kualitas yang dimiliki oleh semua orang sukses adalah kemampuan untuk memikul tanggun jawab.

Dengan demikian eorang pemimpin dapat melupakan apapun kecuali tanggung jawab akhir.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka pelajarilah karekteristik berikut ini dari orang orang yang merangkul tanggung jawab yaitu :

  • Mereka melaksanakan tugasnya. Bagaimanakah orang memelihara sikap menuntaskan tugas ? Mereka membayangkan dirinya bekerja untuk diri sendiri. Jika anda ingin mencapai lebih banyak dan membangun kredibilitas anda diantara para pengikut anda, anutlah cara berpikir seperti ini Anda bisa mencapai hasil yang lebih jauh.
  • Mereka rela enempuh jarak ekstranya, jika anda ingin sukses, bersedialah untuk mendahulukan organisasi ketimbang agenda sendiri.

3)Mereka didorong oleh hasrat mencapai kesempurnaan. Jadikanlah kualitas tinggi sasaran anda, maka tanggung jawab akan timbul dengan sendirinya.

4) Mereka tetap menghasilkan terlepas dari situasinya bahwa jika ia diberi tugas, maka ia akan menuntaskannya denan efektif dengan penuh kesadaran. Jika anda ingin memimpin anda harus menghasilkan.

Dengan merenungkan hal-hal yang diutarakan diatas, maka jika selama ini anda belum berprestasi maksimal, mungkin anda perlu mengembangkan rasa bertanggung jawab yang lebih besar, sehingga dengan melatih dan mampu menerapkannya untuk meninkatkan rasa bertanggung jawab yang lebih besar sebagai berikut :

  • Bertahanlah dalam arti untuk menuntaskan dalam keadaan-keadaan yang sulit mungkin disebabkan oleh masalah keulatan. Dapatkah anda merekrut seorang staf atau mencari sukarelawan untuk membantu anda, dalam hal ini kreativitas dapat membantu anda dalam menuntaskan tanggung jawab ;
  • Akuilah apa yang belum cukup baik. Lalu adakanlah berbagai perubaan untuk menetapkan standar yang lebih tiggi.

Akan membantu jika anda ubah standar kesempurnaan anda ;

  • Carilah peralatan yang lebih baik. Carilah eorang pembimbing. Lakukanlah segala yang diperlukan untuk menjadi lebih baik pada pekerjaan anda.
  1. 16, KESIAPAN MENJADI PELAYAN

Ingatlah bahwa anda harus mencintai orang-orang anda lebih dari posisi anda, oleh karena itu Pemimpin sejati melayani dalam arti melayani oang lain. Melayani kepentingan mereka dan dalam langkah melakukannya takkan selulu popular takkan selalu mengesankan, namun karena pemimpin sejati itu dimotivasi oleh keprihatinan yang penuh kasih ketimbang hasrat mencapai kemuliaan pribadi, mereka rela membayar harganya.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka renungkan bilamana seseorang berbeda pndapat dengan anda atau mengritik anda, berusahalah menunjukkan padanya dengan air wajah anda sikap laku anda dan perbuatan anda bahwa anda mengasihinya.

Belajar dari pikiran diatas, apa artinya memiliki kualitas kepelayanan, oleh karena itu seorang pemimpin yang melayani, renungkanlah hal-hal yang kita utarakan dibawah ini :

  • Mendahulukan orang lain ketimbang agendanya sendiri artinya sengaja mencari tahu akan kebutuhan orang lain, sengaja menawarkan diri untuk membantu an dapat menerima bahwa keinginan-keinginan mereka itu penting ;
  • Memiliki keyakinan untuk melayani artinya bagaimana kita perlakukan orang lain sesungguhnya mencerminkan bagaimana pandangan kita menyangkut diri sendiri oeh karena itu ingatlah hukum pemberdayaan mengatakan bahwa hanya pemimpin yang mapanlah yang dapat memberikan kekuatan kepada orang lain.
  • Menginisiatifkan pelayanan bagi orang lain arti pemimpin-pemimpin besar melihat kebutuhan, mengambil kesempatan itu dan melayani tanpa mengharapkan balasannya.kan orang lain.
  • Tidak terlalu mementingkan posisinya artinya kalaupun ada, posisinya sebagai pemimpin justru memberinya rasa bertanggung jawab yang lebih besar untuk melayani ;
  • Melayani atas dasar salih asuh artinya akhirnya sejauh mana pengaruh anda adalah tergantung pada seberapa dalam anda mementingkan orang lain. Itulah sebabnya mengapa sungguh pening bagi pemimpin untuk rela melayani.

Sejenak kita renungkan apa-apa yang telah kita utarakan diatas, maka dengarkan ungkapan :

“Berhentilah memerintah orang, dan mulailah mendengarkan mereka ; Berhentilan bersandiwara demi kemajuan karir dan mulailah mengambil resiko demi kepentingan orang lain ; Berhentilah bersikap suka-suka, dan mulailah melayani orang lain”

Sejalan dengan pemikiran diatas, latihlah diri anda untuk menerapkan segala usaha untuk meningkatkan kepelayanan anda dengan melakukan hal-hal sbb.:

  • Lakukanlah yang kecil-kecil artinya carilah cara-cara untuk melakukan hal-hal kecil hari ini yang memperlihatkan bahwa anda peduli ;
  • Belajarlah berjalan perlahan-lahan melalui orang banyak artinya jadikanlah agenda anda untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan setiap orang, encanakannya.
  • Bertindaklah artinya jika sikap anda masih juga belum baik setelah itu, ulangilah. Teruslah lakukan hingga hati anda berubah.
  1. 17, KESIAPAN MAU BELAJAR

Belajarlah dari kenyataan bahwa balaslah setiap kebaikan dengan lebih baik. Berbuat baiklah kepada sesama , padamkan semua api permusuhan, berdamailah dengan musuh dan perbanyaklah sahabat.

Dengan memperhatikan untaian kalimat diatas, diharapkan anda mampu dalam kesiapan mau belajar, oleh karena itu pergunakan waktu anda untuk mendengarkan serta membaca kira-kira sepuluh kali waktu anda berbicara. Ini memastikan anda terus belajar serta memperbaiki diri.

Sejalan dengan uraian diatas, maka untuk terus memimpin teruslah belajar, sehingga pertumbuhan anda menentukan siapa anda sesungguhnya ; siapa anda sesungguhnya menentukan siapa yang akan tertarik kepada anda ; siapa yang tertarik kepada anda menentukan keberhasilan organisasi anda

Jadi perhatikan lima panduan dibawah ini untuk membantu anda mengembangkan serta memperta-hankan sikap mau belajar sebagai berikut :

  • Obatilah penyakit tujuan anda artinya kurang-nya sikap mau belajar sering kali berakar pada prestasi ;
  • Atasilah sukses anda artinya jika yang anda lakukan kemarin masih tampak hebat bagi anda hari ini anda belum berbuat banyak ;
  • Jangan ambil jalan pintas artinya sementara anda berasrat tumbuh di uatu bidang tertentu cari tahulah apa syaratnya termasuk harganya lalu bertekadlah untuk membayarnya ;
  • Tukarkanlah harga diri anda artinya sikap mau diajar menuntut kita untuk mengakui bahwa kita tidak mengetahu segalanya dan itu bisa membuat kita tampak payah. Selain dari itu jika terus belajar kita harus juga terus membuat kekeliuran2, oleh karena itu lupakanlah harga diri anda ;
  • Jangan pernah membayar kekeliriun yang sama dua kali artinya lupakanlah kekeliuran2 itu namun ingatlah selalu pelajaran apa yang anda peroleh darinya. Jika tidak anda akan anda akan membayarnya lebih dari sekali.

Renungkanlah untuk melatih setiap hari dengan usaha menerapkannya untuk meningkatkan sikap mau diajar, lakukan pikiran-pikiran dibawah ini :

  • Amatilah bagaimana reaksi anda terhadap kekeliruan artinya jika reaksi anda buruk atau tidak membuat kekeliuran sama sekali, anda perlu memperbaiki sikap mau diajar ;
  • Cobalah seuatu yang baru artinya jika anda benar-benar ingin tumbuh, jadikanlah tantangan baru bagian dari kegiatan anda sehari-hari ;
  • Belajarlah di bidang yang menjadi kekuatan anda artinya teruslah belajar di bidang di mana anda sudah menjadi ahli agar anda tidak menjadi tidak mau diajar.

 

  1. 18, VISI DALAM KEPEMIMPINAN

Visi adalah suatu pernyataan yang menggambarkan dari keputusan dari peran pemimpin yang dapat melihat masalah-masalah yang akan datang, tapi ingat bahwa anda dapat meraih hanya yang dapat anda lihat.

Pernyataan  visi tersebut merupakan keberanian pemimpin besar untuk memenuhi visinya adalah berkat semangatnya bukan posisinya.

Oleh karena itu, masa depan adalah kepnyaan mereka yang melihat kemungkinan-kemungkinannya sebelum menjadi kenyataan.

Dengan demikian pernyataan Visi perlu memahami-nya serta bagaimana visi menjadi bagian dari hidup seorang pemimpin yang efektif dengan dapat mengungkapkan   hal-hal ebgai berikut :

  • Visi dimulai dari dalam artinya visi bukanlah suatu kualitas yang tumbuh dari masa lalu serta pengalaman disekelilingnya. ;
  • Visi juga terkait kemampuan untuk memenuhi orang lain artinya kesiapan anda untuk melayani orang lain ;
  • Visi membantu anda mengumpulkan sumber-sumber daya artinya hal yang pertama perlu anda lakukan adalah mengajar orang yang bersangkutan untuk menjadi pendorong.

Sejalan dengan uraian diatas, renungkan kembali dengan suara hati dari kedalaman keberadaan anda dan apa yang anda yakini dan bayangkan anda takkan dapat mencapainya seperti halnya :

  • Suara tidak bahagia ;
  • Suara keberhasilan ;
  • Suara yang lebih tinggi artinya anda dapat melewatkan potensi anda yang sesungguhnya dan yang terbaik dari kehidupan ini bagi anda.

Latihlah diri anda secara berkelanjutan, sehingga anda dapat menerapkan dalam usaha untuk meningkatkan visi anda sebagai berikut :

  • Ukurlah diri anda sejauh mana anda member arti bagi orang lain ;
  • Tuliskanlah visi anda dan evaluasilah apakah visi tersebut layak, lalu kejarlah dengan seluruh kemampuan anda ;
  • Periksalah isi hati anda dengan merenungkan apakah yang membuat anda menangis ; apakah yang membuat anda bermimpi ; apakah yang member anda energi
  1. P E N U T U P

Tulisan ini merupakan rangkaian tulisan berseri artinya merupakan kelanjutan dari tulisan yang terdahulu, yang diharapkan menjadi pendorong bagi setiap pemain peran dalam lingkungan GMBI.

Tekanan dalam tulisan ke dua ini, adalah untuk mengungkapkan faktor kunci sebagai kualitas kepemimpinan yang efektif yang perlu dilatih untuk meningkatkan peran kepemimpinan GMBI pada semua lapisan.

Untuk mendorongnya, maka wujud KEPRIBADIAN KEPEMIMPINAN TERPOLA merupakan kebutuhan yang harus dimiliki agar seberapa jauh gambaran pimpinan GMBI menjadi efektif dalam lingkungannya

Sejalan dengan pikiran diatas, maka terdapat kwalitas yang harus ditempa kedalam jiwa dan hati yang disebut KARISMA (kesan pertamalah yang terpenting(Kw.1), KOMITMEN (inilah yang membedakan pelaku dari pemimpi Kw.2), KOMUNIKASI (tanpanya anda akan menempuh perjalanan sendirian (Kw.3), KOMPETENSI (jika anda membangunnya mereka akan datang (Kw.4), KEBERANIAN( satu orang dengan keberanian ama dengan mayoritas (Kw.5), FOKUS (semakin tajam focus anda anda semakin tajam (Kw.6), KEMURAHAN HATI (lilin anda takkan rugi jika menerangi orang lain (Kw.7), INISIATIP (tanpanya anda takkan ke mana-mana (Kw.8), MENDENGARKAN (untuk menyelami hati mereka bukalah telinga anda (Kw.9), SEMANGAT YANG TINGGI (cintailah hidup ini (Kw.10), SIKAP POSITIP (jika anda pecayabisa anda pasti bisa (Kw.11), MEMECAHKAN MASALAH (janganlah biarkan berbagai persoalan anda menjadi masalah (Kw.12), DISIPLIN DIRI (orang pertama yang anda pimpin adalah diri sendiri (Kw.13), HUBUNGAN,(jika anda akur, merekapun akur (Kw.14), TANGGUNG JAWAB (jika anda tidak mau membawa bolanya, anda takkan dapat memimpin timnya (Kw.15), MENJADI PELAYAN (agar maju dahulukanlah orang lain (Kw.16), MAU BELAJAR (untuk terus memimpin teruslah belajar (Kw.17), VISI (anda dapat meraih hanya yang dapat anda lihat (Kw.18).

Dengan 18 kwalitas sejati yang harus ditempa dan dilatih agar anda memiliki KEPRIBADIAN PIMPINAN SEJATI.

 

 

 

 

 

    

 

 

MEMBANGUN  TIM LSM GMBI

YANG BENAR-BENAR MAMPU BEKERJA

OLEH

ABDUL TALIB RACHMAN

KETUA DEWAN PAKAR

SERI KEPEMIMPINAN 3.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

  1. PENDAHULUAN
  1. TIM SEJATI
  1. MEMBENTUK TIM DAN PERAN-PERAN DALAM TIM
  1. MEMULAI PEMBELAJARAN KEAHLIAN
  1. MEMPERCEPAT PERUBAHAN
  1. MENGUASAI KEAHLIAN
  1. MENJALANKAN TIM
  1. P E N U T U P dan KESIMPULAN

 

KATA PENGANTAR

Untuk meningkatkan kebiasaan dalam menghadapi lingkungan sosial politik lokal yang komplek dan tingkat perubahan yang begitu cepat, maka dalam kesempatan ini penulis berusaha untuk memberikan dorongan kepada pimpinan LSM GMBI agar mampu bekerja sama dan memecahkan masalah kedalam satu tim yang efektif.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka tulisan ini merupakan seri ke 3 sebagai konstribusi untuk memberikan daya dorong betapa pentingnya Peran Tim dalam kepemimpinan LSM GMBI agar kerja tim menuju hasil optimal.

Berdasarkan pengalaman yang dipahami oleh penulis selama ini memperoleh gambaran kenyataan bahwa ada tim tapi karena pemimpin sangat dominan lebih banyak yang berangkutan kerja sendiri.

Kenyataan inilah yang mendorong tulisan ini disusun agar tim masa depan dapat membrikan manfaat dalam lingkungan LSM GMBI menjadi kebiasaan baru apa yang disebut

1) menggunakan semua ide dan motivasi a nggota tim

2) lebih baik dalam menggunakan waktu pemimpin dan waktu anggota tim ;

3) meningkatkan produktivitas dan kepuasan anda , tim anda dan organisasi anda.

  1. PENDAHULUAN

Keberhasilan membangun tim masa depan ditunjukkan adanya usaa-usaha dimana tim yang bisa

  • Menggunakan penyebaran informasi untuk membentuk kepercayaan dan tanggung jawab tingkat tinggi ;
  • Menggunakan batasan yang jelas untuk menciptakan kebebasan bertindak secara bertanggung jawab ;
  • Menggunakan keahlian pengelolaan diri untuk membuat keputusan tim dan dan mendapatkan hasil yang besar.

Oleh karena itu, dengan gambaran tim diatas akan terlihat dengan jelas, sehingga anda dan anggota tim bisa melihat bagaimana cara anda beroperasi saat ini. Selanjutnya anda bisa memulai proses untuk menjadi tim tingkat masa depan yang dapat mendatangkan hasil maksimal.

Dengan pemikiran diatas keberhasil membangun tim masa depan berarti membangun tim yang benar-benar mampu bekerja, dimana anda dan anggota tim anda akan menilai posisi anda saat ini, kemudian mengikuti proses langkah demi langkah untuk mewujudkan tim masa depan yang efektip yang sejalan dengan tingkat perubahan yang anda dan anggota tim anda inginkan menjadi aktivis militant LSM GMBI dalam lingkungan sosial politik local yang terus berubah sesuai dengan keadaan.

 

  1. TIM SEJATI

Tim sejati bertitik tolak dari pemikiran tim berazaskan kesetaraan dengan pendekatan apa yang disebut

  • Pengaturan waktu yang terkait dengan hierarki banyak tingkat dan gaya manajemen konrol ;
  • Tim berazaskan kesetaraan dengan menganalisis tim-tim sukses dan mempelajari apa yang mereka lakukan ;
  • Konsep tim berbasiskan budaya terbuka dan sportif.

Degan memperhatikan hal-hal yang kita kemukakan diatas, maka pengalaman juga menunjukkan gambaran bahwa setiap orang juga tahu bagaimana menggalang orang-orang untuk menjadi sebuah tim. Setiap orang akan memilih tim terbaik. Etiap orang tahu bagaimana mengatur pelaksanaan tugas di antara anggota-anggotanya. Tapi dalam kenyataan mengapa ada tim yang berhasil dan ada juga yang gagal ? Dan tidak jarang pula ada gambaran hasil kerja satu orang yang cakap yang berkerja sendiri menghasilkan hasil yang lebih baik.

Membangun tim yang berazaskan kesetaraan maka anda aan melihat hal-hal yang disebut dibawah ini :

  • Setiap orang dilibatkan bersama-sama dan setiap kontribusi dihargai secara khusus ;
  • Unsur kepemimpinan datang dari masing2 anggota sesuai dengan kebutuhan tim di setiap kegiatan kerja tim ;
  • Sasaran tim jelas dan diterima oleh semua anggota ;
  • Mereka adalah sebuah kelompok yang efektif, mampu bertahan lama yang sejalan dengan jangka waktu dan tepat sumber daya yang tersedia
  • Setiap anggota memiliki kepercayaan diri yang cukup terhadap kelompoknya.

 

  1. MEMBENTUK TIM DAN PERAN-PERAN DALAM TIM

Dibawah ini diungkapkan bagaimana sebaiknya membentuk bukan sekedar mengumpulkan orang, oleh karena itu perlu dipahami pendekatan apa saja yang dapat ditempuh yaiyu :

  • Pendekatan berdasarkan fungsi pada umumnya dibangun untuk sementara seprti kedalam model proyek yang ditempatkan dalam struktur formal. ;
  • Pendekatan berdasarkan beban kerja, kebanyakan tim dengan satu fungsi yang disusun berbadasarkan beban kerja. Tim bisa tumbuh menjadi kuat karena pengaruh pemimpin yang sangat dominan ;
  • Pendekatan tunjuk siapa yang mau jadi pemimpin dalam usaha membentuk organisasi menjadi ramping, anggota menjadi efektif bila diajak berpartisipasi dalam pengambilan keputusan ;
  • Pendekatan acak umumnya tidak bisa berkembang karena tidak memungkina menuntut kontribusi terlalu tinggi dari para anggotanya.;
  • Pendekatan mengharapkan datangnya sukarelawan dimana awalnya ada semangat untuk menjalani komitmen mereka dalam waktu yang panjang, mereka melihat masih ada peran ;
  • Pendekatan berdasarkan buku pedoman diatur dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan yang telah diatur serta memperhatikan sifat kebutuhan yang tidak terlalu ketat dalam pelaksanaannya..

LIMA JENIS PERAN DI DALAM TIM :

Pertama, disebut peran INISIATOR (DRIVER) :

Adalah orang yang mampu membuat keputusan secara intuitif artinya orang yang berangkutan cenderung menggnakan kekuatan insting daripada harus melakukan analisa  yang mendetail. Sebaliknya detail adalah hal yang paling akhir yang mereka lakukan.

Kemampuan peran Inisiator adalah menyukai perubahan ; kemampuan melihat jauh ke depan ; mampu melihat kesempatan dalam “gambar yang besar”

Jika ingin lebih berperan anda harus mengkombinasikan karekteristik Developer, Director, dan Innovator, usahakan :

  • Membuat keputusan2 besar untuk tim ;
  • Merencanakan tujuan2 yang hendak dicapai dari tugas2 tim dan pengembangan tim ;
  • Memberikan arah bagi pengembangan tim ;
  • Membagi tugas di antara anggota tim ;
  • Memotivasi tim agar selalu aktif ;
  • Berpikirlah untuk mengembangkan orang- keterampilan – pengaruh – kematangkan tim.

Perlu pula untuk diingat driver juga memiliki kelemahan2, yang terkait permasalahan dalam kerja sama tim mengenai :

  • Mendengarkan ide dan kritik dari anggota lain ;
  • Tidak hanya memimpin, cermati kemajuan, sarana / sumber daya dan keterampilan tim ;
  • Memperhatikan juga detail selain keputusan yang besar ;
  • Berpikir tentang peran bukan fungsi ;
  • Memperbanyak waktu yang disediakan bagi orang lain.

 DEVELOPER :

Adalah Developer mampu mengidentifikasikan arah bagi timnya, ia mengklarifikasikan berbagai peluang, memiliki visi serta strategi untuk meraihnya.

Agar bisa member konstribusi sebagai mana seorang developer anda harus mendorong tim untuk tumbuh cari tahu apa yang bisa membuat tim menjadi kuat, usahakan memperkiakan masa depan yang bakal dihadapi,

dan apa yang menjadi kebutuhan tim agar berhasil mencapai masa depan itu :

  • Buatlah daftar emua perubahan yang kelak akan dihadapi tim dalam tiga bulan mendatang. Diskusikan hal itu dengan Planner dan pilih jenis perubahan yang harus ditangani.
  • Jalinlah kontak dengan tiga orang yang bisa membuat pengarh tim meningkat dan jadwalkan waktu untuk berbicara dengan mereka tentang masa depan tim
  • Sediakanlah waktu pertemuan dengan anggota tim untuk membicarakan permasalahan mereka di dalam tim.

DIRECTOR :

Director merasa tidak puas dengan cara yang sudah ada. Mereka melihat setiap perbaikan sebagi sebuah tantangan dan perubahan.

Agar bisa member konstribusi sebagimana eorang Director anda sebaiknya membantu tim membuat keputusan2 yang besar, anda harus tahu kapan sebuah keputusan harus diambil sesuai dengan kebutuhan tim dan buatlah keputusan yang paling baik serta usahakan agar keputusan tu benar2 dilaksanakan :

  • Daftar lima permasalahan yang mencakup masalah saat ini dan masa depan. Sebelum membuat keputusan ajaklah CONTROLLER untuk melakukan analisis penuh tentang faktor yang melatarbelangi prmasalahan itu.
  • Bicaralah kepada Planner untuk memperbaiki ketepatan perhitungan anda tentang hasil keputusan yang diambil.
  • Ajaklah seluruh anggota tim yang lain untuk mengkaji ulang strategi tim.

 

INNOVATOR :

Seorang innovator adalah sumber terciptanya usaha-usaha tim kreatif sebagai orang yang kaya imajinasi dan gagaan asli serta mau mengabadikan diri mencari cara  untuk membuat kerja tim menjadi lebih efetif dalam seluruh aktivitasnya.

Puatkan perhatian anda pada data untuk memperhitungkan hal-hal yang mungkin terjadi dan mempesiapkan cara untuk mengatasinya :

  • Pilih atu pilihan masa depan yang akan dicapai dan buatlah daftar jenis2 perbaikan, personel dan perankat teknis yang diperlukan tim untuk mencapai masa depan itu.
  • Tentukan bersama Controller permasalahan tim yang paling penting saat ini, lalu ajaklah untuk mengumpukan gagasan kemungkinan pemecahanya.
  • Carilah satu cara atau teknik baru yang dapat menngkatkan kinerja tim, dan pikirkanlah cara terbaik untuk menggunakan atau menerapkannya.

Kedua, disebut peran MERENCANAKAN  (PLANNER):

Menghitung kebutuhan tim, merencanakan strategi kerja, menyusun jadwal.

Ketiga, disebut peran PENGELOLA (ENABLER) :

Ahli memecahkan masalah, mengelola sarana / sumber daya, menyebarkan gagasan, melakukan negosiasi.

Dengan pikiran diatas, maka Pengelola  mengandalkan kelebihan pribadinya untuk memandu kepitusan2 mereka. Mereka adalah orang-orang yang secara alamiah mampu menjual. Mereka akan berkerja keras untuk mempengaruhi orang lain agar bisa menerima pandangan2 mereka. Mereka terbuka, enak diajak bicara dan akrab serta akan memanfaatkan kesempatan itu untuk menjual ide-ide barunya kepada tim, erta melanjutkan mempromosikan tim ke seluruh bagian organisasi yang lain.

Keberhasilan menalankan peran PENGELOLA secara baik, untuk itu anda harus mengkomunikasikan tiga krakteristik Sumber daya manager, Promoters, Negotiator dengan usaha-usaha sbb.:

  • Memperoleh arana / sumber daya yang terbaik ;
  • Mengidentifikasikan bagaimana pengalaman penggunaan sarana / sumber daya masa lalu dan menghadapi masa depan.
  • Mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap para anggota tim ;
  • Memakimumkan peluang untuk memotivai angota tim dan membangkitkan semangat mereka ;
  • Mencatat apa yang anda brikan dan anda terima dari jaringan kontak anda.

Selanjutnya keberhailan memainkan peran ENABLER dalam kerja sama untuk :

  • Menyeimbangankan antara ketersediaan jumlah dan jenis pelatihan dengan tuntutan kerja para anggota tim ;
  • Berteguhlah pada satu masa depan dan jangan kacaukan dengan keinginan yang tidak tentu arah ;
  • Bersiaplah untuk memberikan suatu imbalan pada saat tawar menawar untuk mendapatkan sarana / sumber daya
  • Mengidentifikasikan apa saja yang menjadi keinginan orang lain

Keempat, disebut peran OUTPUT (EXEC) :

Mau bekerja memproses sumber daya, mengkoordinir dan memelihara tim.

Sejalan dengan pikiran diatas, anda harus mengembangkan tiga karekteristik Producer , Coordinator, dan Maintainer, untk mencapai itu anda sebaiknya :

  • Menangani tugas-tugas administrative tim
  • Memastikan bahwa setiap anggota mempunyai pekerjaan sekaligus mengerti system yang menjadi acuan untuk mengerjakan tugas
  • Mengidentifikasikan jenis pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dibutuhkan untuk melaksanakan suatu pekerjaan.
  • Menyeimbangan tugas yang diberikan dengan kemampuan untuk mengerjakannya.
  • Menjaga kehangatan hubungan antarindividu anggota tim.

Untuk menghadapi permasalahan kerja sama tim yang umum terjadi pada EXEC, pastikan untuk :

  • Menunjukkan kepada orang lain prestasi harian yang sudah anda capai bahwa emua itu tidak mungkin dihasilkan oleh orang yang malas dan lamban ;
  • Bersikaplah terbuka mengenai permasalahan tim dan aktiflah memabantu memecahkannya ;
  • Pastikan bahwa tim tetap memiliki alasan yang kuat untuk tetap bertahan sebagai tim , sebelum terpaksa harus memakan banyak waktu untuk menyatukan mereka ;
  • Pastikan bahwa permintaan bantuan muncul lebih dulu sebelum anda memberikannya.
  • Silahkan waktu yang biasa anda gunakan untuk melaksanakan tugas2 untuk melihat tim sekarang sedang melangkah kearah mana.

Sejalan dengan hal-hal yang diungkapkan, maka anda harus mampu mengembangkan sebagai seorang PRODUCER sebaiknya usahakan meningkatkan keterampilan anda dalam membuat desain kerja, menyusun sasaran2 dan penulisan prosedur

Sebagai seorang COORDINATOR, anda sebaiknya berusaha mengembangkan keterampilan anda  dalam menjaga  arus kerja tim agar tetap  bisa berlangsung mekipun terdapat konflik kepentin gan di dalam tim.

Sebagai seorang MAINTAINER anda sebaiknya berusaha  mengembangkan keterampilan anda dalam melakukan conseling, mencegah dan mengelola konflik serta menghangatkan hubungan di dalam tim.

Sebagai seorang CONTROLLER menangkap kesalahan2 yang dilakukan tim. Mereka mungkin adalah orang yang paling tepat menjadi sumber informasi utama bagi tim untuk usaha memecahkan permasalahan.

Kelima, disebut peran PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN (CONTROLLER) :

Controller adalah mereka yang berpikir analitis. Oleh karena itu jika ingin menjalankan peran controller dengan baik anda harus bisa menggabungkan tiga karakteristik, Monitor, Auditor, dan Evaluator anda sebaiknya :

  • Memutuskan bersama Planner suatu cara untuk menilai apakah tim benar2 sedang membuat kemajan dalam perjalanan mencapai tujuan dan pantaulah ;
  • Mengecek apakah tim menggunakan metode yang paling baik dalam usaha mencapai tujuannya ;
  • Menilai keesuaian antara kinerja individu dan tujuan2 yang ingin dicapai, juga menilai sejauh mana konstribusi individu atersebut terhadap pencapaian tujuan tim ;
  • Mengidentifikasikan terjadinya penyimpangan terhadap rencana dan sejauh mana uatu tingkat unjuk kerja yang menyimpang itu dapat diterima ;
  • Memberi rekomendasi mengenai cara2 untuk memulihkan diri dari keadaan bermasalah.

Sejalan dengan uraian peran diatas, maka karekteristik keahlian sebagai AUDITOR menganalisis aktivitas tim ke tingkat rincian yang memadai. Auditorlah yang memerika apakah mutu sarana /sumber daya (bahan2, informasi, perlengkapan) yang ada sudah memadai untuk digunakan dalam kegiatan tim.

Sebagai MONITOR membuat catatan2 resmi tentang tim . Mereka mengamati kegiatan kerja tim, apakah tim mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan.

Dan mencatat hasil pengamatan itu. Semua itu dijadikan umpan balik bagi Developer dan Exec.

Sebagai EVALATOR adalah manajer kualitas bagi tim, merekalah yang akan member laporan apakah tim benar memproduksi hasil yang sesuai dengan apa yang diminta, dalam waktu yang sesuai kebutuhan, sesuai dengan standar dengan biaya yang tercakup dalam anggaran. Evaluaorlah yang memberikan umpan balik kepada tim, menunjukkan apakah pilihan tim memang pilihan yang bijakana dan apakah usaha tm memang benar2 berhasil.

 

  1. MEMULAI PEMBELAJARAN KEAHLIAN
  • Menggunakan informasi untuk membangun pertanggungan jawaban :

 

Bagaimana anda menggerakkan tim anda menuju tahap tingkat masa depan, oleh karena itu anda untuk memulai perubahan saat anda belajar bagaimana menggunakan informasi membangun tanggung jawab.

 

Sejalan dengan pikiran diatas, maka Keputusan Merlukan Informasi sebagai setiap proses perubahan harus mempunyai titik awal, perlu dipahami hal-hal yang terkait :

  • Kebutuhan kerja sama tim ;
  • Kebutuhan atas penyebaran informasi bagi pekerja agar mereka bisa menjalankan pekerjaannya secara efektif dan efisien ;
  • Penyebaran informsi dan pemecahan masalah

Dengan memperhatikan hal-hal diatas, maka pentingnya untuk menilai penyebaran informasi dalam tim, Dengan demikian yang perlu diketahui adalah yang berkaitan dengan “Informasi apa yang dibagikan.

Sejalan dengan uraian diatas, maka perlu diingat bahwa “Informasi Membuka Jalan Untuk Memperbaiki Proses  Untuk Menjalankan Suatu Pekerjaan”

Oleh karena itu, “Informasi Yang Harus Disebarkan” maka adakah informasi yang ingin anda terima  yang bisa membantu anda melakukan pekerjaan yang lebih baik ? udahkah anda memikirkan suatu ide yang bisa memperbaiki baik lingkungan kerja  maupun salah satu proses kerja anda ?

Dengan demikian kapan pun kita berbagi informasi dengan seseorang berarti ada kesepakatan untuk saling MEMPERCAYAI. Kita percaya bahwa orang itu akan menangani informasi tersebut dengan bertanggung jawab.

Oleh karena itu, penyebaran informasi meningkatkan makna kepercayaan  dan membangun hubungan yang produktif. Jadi perlunya mengubah keyakinan tentang informasi, sehingga tidak aka nada kenikmatan jika memiliki tanpa berbagi.

  • Memperjelas batas untuk menghasilkan tindakan yang focus :

Dalam budaya tradisional peran seseorang adalah menjalankan tugas dalam lingkungan dalam Tim Masa Depan, peran seseorang adalah memberikan hasil dan karenanya bertindak seperlunya untuk mencapai hasil tersebut.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka diperlukan apa yang disebut dengan BATASAN MEMPERJELAS PERAN  karena orang memerlukan jawaban dan batasan memainkan bagian signifikan dalam proses karena membantu dalam mendifinisikan ugas, perilaku dan peran. Batasan2 inti penting dalam memberikan jawaban atas pertanyaan2 seperti itu.

Batasan memperjelas arah yang lebih jelas dengan menjawab :

  • Melakukan sebagaian besar keputusan harian seperti melakukan pekerjaan, rotasi kerja, menjadwalkan liburan dan sebagainya ;
  • Membuat perencanaan dan jadwal kerja ;
  • Menangi tugas administaratif rutin yang ebelumbya dilakukan para supervisor ;
  • Memeriksa kualitasnya sendiri ;
  • Merancang standar kinerjanya sendiri dan mengukur kinerjanya  berdasarkan standar itu ;
  • Merancang arahan yang disesuaikan dengan sasaran organisasi ;
  • Menentukan kebutuhan pelatihanya sendiri ;
  • Mengidentifikasi perbaikan terhadap proses kerjanya ;
  • Mendapatkan alat dan material yang diperlukan ;
  • Mengasumsikan tanggung jawab untuk tata ruang kerja perawatannya ;
  • Merancang analisis yang berkaitan dengan rangkaian standar kinerjanya.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka dengan cara apa batasan benar2 memberi anda kebebasan ? Batasan apa yang bisa diberikan untuk membuat pekerjaan anda lebih focus dan produktif ?

Dengan memperhatikan hal-hal yang diuraikan datas, maka “Batasan Mendorong Kreativitas dan Eksplorasi” . Oleh karena itu Saat manajemen memberikan wewenang kepada sebuah tim untuk menangani masalah, orang2 yang ada dalam tim itu diberikan batasan yang didefinisikan dengan jelas, seperti waktu, uang dan sumber daya dan mereka berharap serta bbas bertindak dalam bataan itu.

Dengan demikian, Batasan Memungkinkan Terjadinya Terobosan, sehingga terjadi Batasan Dan Pertumbuhan, sehingga bagaimana orang dalam organisasi anda akan bereaksi saat diminta untuk menerima lebih banyak tanggung jawab. Jadi Batasan Suatu Peringatan  menjadi apa yang disebut dengan Mendifinisikan Batasan Yang Membantu dan ingat mana Batasan Yang Gagal.

Jadi pada tingkatan individual cara mengatur diri sendiri adalah dengan menguji dan mengetahui batasan diri kita sendiri, contohnya mengetahui kapan kita akan bertindak dan kapan kita berhenti bertindak. Oleh karena itu, ingatlah kemampuan anda dalam usaha Mengubah Penghalang Menjadi Panduan.

  • Bertindak Seperti Tim Untuk Meningkatkan Keterlibatan

Telah kita pahami bahwa kolaborasi dalam tim menghasilkan terobosan yang signifikan dalam pemecahan masalah dan inovasi sehingga tim dibentuk sebagai alat untuk mencapai hasil yang besar , penggunaannya terus tumbuh.

Penting untuk diketahui bahwa “Kekuatan Sebuah Tim” bahwa dengan adanya kebebasan untuk bereksperimen dan berkhayal  orang kreatip individu an kelompok yang mendorong menjadi suatu inovasi tanpa batas. Dan saat berkolaborasi sebagai sebuah tim ide yang kreatif menjadi berlipat ganda dan memberikan hasil kuat.

Tim yang sukses mengungkapkan pikirkan kembaLira ncangi tim yang pernah menjadi bagian dari sukses besar anda, apakah kaekteristik tim tersebut ? Apa yang membuatnya sukses ?

TIM TINGKAT MASA DEPAN VZ KELOMPOK KERJA

Kelompok kerja dirancang untuk menyelesaikan pekerjaan melalui seorang supervisor. Masing2 orang dalam kelompok diberi tugas oleh supervisor dan bertanggung jawab untuk menyelesaikan tugas itu dengan sukses.

KETERLIBATAN PEKERJA DAN HASRAT UNTUK EFFESIENI YANG LEBIH BESAR.

Agar sukes orang dalam kelompok kerja  jenis baru ini harus lebih mempercayai keahlian dan kemampuan anggota lain berkomunikasi dengan lebih terbuka dan mengembangkan perasaan saling kebergantungan yang besar. Saat organisasi mulai mengurangi tingkat manajemen untuk menciptakan effesien yang lebih besar menggunakan teknologi secara lebih baik dan merespons tantangan global, terbentuklah kebutuhan yang lebih besar akan tim yang amat efektif.

TIM TINGKAT MASA DEPAN

Tim beroperasi sebagai bagian integral organisasi menggunakan pengetahuan, pengalaman dan moyivasi anggota timnya secara penuh untuk mempengaruhi hasil organisasi dan tim dengan cara yang kuat dan effektif.

TANTANGAN MEMLAI SEBUAH TIM TINGKAT MASA EPAN

Serangkaian keahlian yang berbeda diperlukan dan mungkin bisa menimbulkan perasaan tidak nyaman, tidak aman dan adang2 tidak kompeten.

Dalam situasi kooperatif untuk sekses semua orang bergantung pada anda. Dalam situasi kompetitif, orang lain berharap anda gagal.

MENGGUNAKAN PERBEDAAN SECARA EFEKTIF

Kekuatan tim apa pun terletak pada perbedaan bakat, keahlian, nilai dan kepribadian anggotanya. Namun kualitas yang sama yang menciptakan kekuatan juga bisa memantik masalah.

Oleh karena tidak terbiasa dengan pemahaman kolaborasi, emosi kita biasana akan menghalangi untuk melihat manfaat perbedaan, dan ini bisa menjadi sumber masalah tim yang signifikan dan berkelanjutan.

TANTANGAN TIM

Menurut pengalaman anda bersama tim, tantangan apa yang menahan anda memberikan yang terbaik ?  Tantangan apa yang saat ini menahan kerja tim anda untuk menjadi sebuah tim tinkat masa depan ? Apakah anda secara effektif menggunakan perbedaan anggota tim ?

DASAR2 TIM : EMPAT PERTANYAAN YANG HARUS DIJAWAB TIM TINGKAT MASA EPAN

Ada perlu menanyakan dan menjawab empat pertanyaan ini :

  1. Apakah kita mempunyai tujuan atau misi bersama ?
  2. Apakah kita telah menyetujui proses operasional ?
  3. Apakah kita saling membagikan prinsip operasional ?
  4. Apakah kita memahami dan menghargai perang yang berbeda ?

MISI TIM, harus jelas dirumuskan untuk memberikan arah bagi anggota tim, dengan demikian semakin mampu anggota tim bertindak tepat untuk menyelesaikannya.

PROSES OPERASIONAL, antara lain yang menyangkut

1) langkah untuk membuat suatu produk ;

2) langkah untuk menangani keluhan konsumen ;

3) proses memecahkan konflik di antara anggota tim ;

4) proses menjadwalkan liburan.

PRINSIP OPERASIONAL, menentukan bagaimana anggota tim bekerja bersama, khususnya bagaimana mereka saling berhubungan. Sering kali aspek manusia saat menjalankan sebuah tim karena kurang memiliki kesamaan pandangan tentang bagaimana cara bekerja sama. Jadi prinsip operasional adalah panduan yang membantu angota tim mewujudkan nilai2 yang mereka miliki berkaitan dengan bagaimana mereka bekerja sama.

Untuk diketahui bahwa nilai etika dalam suatu tim adalah

1) saling menghormati ;

2) anggota tim berbagi tanggung jawab yang sama untuk pencapaian tim ;

3) saling menghormati orang lain ;

4) anggota tim akan bersenang-senang sebisa mungkin.

PERAN ANGGOTA TIM, anggota tim memiliki peran formal dan informal yang harus dimainkan dalam sebuh tim.

Peran formal biasanya difenisikan oleh tanggung jawab kerja. Peran informal didefinisikan oleh keahlian dan bakat alami yang dibawa masing2 anggota tim dalam proses tim.

DASAR-DASAR TIM, pikirkan tentang dasar2 tim diatas saat menerapkannya pada tim anda. Apakah tim anda menerapkan keempat dasar tersebut. Tim seringkali bermasalah karena satu atau lebih elemen ini hilang dari fungsi tim. Bagaimana dengan tim anda saat ini.

KERJA SAMA TIM menjadi KEAHLIAN BISNIS YANG DIPERLUKAN, Kerja sama tim adalahkemampuan untuk bekerja bersama menuju sebuah visi bersama. Kemampuan untuk menghubung-kan pencapaian individual dengan objektif organisasional.

  1. MEMPERCEPAT PERUBAHAN
  • Menyebarkan Lebih Banyak Informasi Untuk Meningkatkan Kepercayaan

Menggnakan informasi untuk membangun tanggung jawab, memperjelas batasan untuk menghasilkan tindakan yang focus dan bertindak sebagai sebuah tim untuk meningkatkan keterlibatan berbagi.

Dalam setiap proses perubahan, frustrasi tidak bisa dihindari . Pada titik inilah orang kadang2 menyerah. Namun kita juga telah belajar bahwa pada titik ini pula energy frustrasi bisa dialihkan dan digunakan untuk mempercepat perubahan menuju tim tingkat masa depan.

FRUSTRASI ITU BIASA, NAMUN ERUPAKAN SUMBER ENERGI YANG KUAT, kita sering mendengar orang2 menyatakan frustrasi karena lamanya waktu yang mereka perlukan untuk suatu perubahan.

Segera setelah membuat komitmen untuk maju dengan membentuk TIM Tingkat Masa Depan, setiap orang cepat sampai ke sana. Kita ingin mempercepat perubahan dan mencapai sasaran.

Responnya mengejutkan. Para pemimpin dan anggota tim mulai berbicara secara terbuka  tentang rasa frustrasi dan putus asa mereka. Mereka saling mendengarkan dan mulai membicarakan tentang bagaimana mereka bisa menangani masalah mereka

LIMA ALASAN UNTUK FRUSTRASI, beberapa alasan yang bisa diprediksikan yaitu :

1) Harapan tidak sejalan dengan realitas ;

2) Orang berpendapat bahwa prose situ akan gagal ;

3) Panduan dan pemahamannya tidak sesuai ;

4) Orang takut akan kegagalan pribadi ;

5) Kurangnya pelatihan untuk menangani  masalah pengembangan tim.

FOKUS PADA MANFAAT BAGI ANGGOTA TIM, membagikan informasi dan mendengarkan manfaat pada ahirnya akan membuat orang kembali focus pada hasil positif karena menjadi Tim Tingkat Masa Depan. Sebaliknya penyebaran informasi ini meningkatkan kepercayaan yang diperlukan untuk maju.

BERBAGI INFORMASI YANG LEBIH SENSITIF, dengan memfokuskan perhatian pada manfaat menjadi tim tingkat masa depan, orang2 yang frustrasi mungkin merasa dapat diarahkan kembali sehingga menimbulkan kekuatan untuk merubah. Dengan membagikan lebih banyak informasi ensitif tentang organisasi, para pemimpin bisa membangun kepercayaan dan tanggung jawab.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka Mengubah Kesalahan Menjadi Kesempatan. Hasilnya orang2 melakukan lebih banyak kesalahan daripada sebelumnya, namun juga menghasilkan lebih banyak ide inovatif sehingga membuat kinerja unit kerja semakin membaik. Kesalahan menjadi alat efektif untuk belajar bagaimana memperbaiki kinerja tim.

PENGUMPULAN INFORMASI DARI ANGGOTA TIM, dimana saat budaya kita mulai berubah menjadi budaya yang membagi dan menggunakan informasi secara lebih efektif  dan menghormati proses belajar yang muncul dari kesalahan anggota tim juga menjadi waspada terhadap informasi yang mereka berikan.

Pemimpin tim bisa megucurkan informasi ini sebagai sumber ide dan nergi dengan mendorong dialog terbuka tentang masalah penting. Keterbukaan ini tentu mengandung arti bahwa semua orang (termasuk pemimpinnya) harus siap menghadapi masalah di depannya.

Ini adalah waktu untuk berterus terang , bukannya berusaha memutuskan apa yang seharusnya didengar dan apa yang seharusnya tidak didengar orang. Dalam lingkungan seperti itu para pemimpin kadang2 mendapat dirinya berada di kursi panas saat muncul pertanyaan sulit dari anggota tim yang harus dijawab oleh pemimpin.. Namun keterbukaan ini juga memberikan kesempatan untuk membuat kemajuan besar dalam membangun kepercayaan dan tanggung jawab.

Sejalan dengan ungkapan pikiran diatas, maka diperlukan untuk selalu diingat dengan hal2 yang kita kemukan dibawah ini :

  • Mendengarkan umpan balik tim ;
  • Mempercepat perubahan dengan lebih banyak penyebaran informasi ;

MENGGUNAKAN UKURAN SEBAGAI INFORMASI UNTUK MEMPERCEPAT PERUBAHAN.

Meningkatkan jumlah informasi itu penting saat mengalami frustrasi. Meningkatnya jumlah penyebaran informasi membuat orang bisa merasakan kemajuan yang dibuatnya sehingga dapat meningkatkan rasa kepercayaan.

Sebagai contoh, lihatlah Tim administrasi dan mesin fotocopi baru, dimana analisis mereka menunjukkan bahwa kerugian produktivitas anggota tim selama setahun tiga kali lebih besar daripada harga mesin baru.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka PENILAIAN KINERJA YANG EFEKTIF, dimana saat orang merasa putus asa karena perubahannya ternyata tidak signifikan, sehingga data juga mengidentifikasikan kebutuhan untuk lebih focus pada tahapan pelatihan proses tersebut.

Akhirnya pimpinan tim dan anggotanya memunculkan banyak ide untuk memperbaiki dan mempertahankan system manajemen kinerja yang lebih efektif.

MENGGUNAKAN UKURAN DENGAN LEBIH BAIK, pikirkan bagaimana ukuran bisa membantu dalam mengucurkan ide dan motivasi tim anda. Bagaimana ukuran bisa digunakan dengan lebih baik untuk melihat kemajuan menuju sasaran. Bagamana ukuran memberikan lebih banyak kesempatan untk menghargai kemajuan tim dan anggotanya ? Ukuran apa yang bisa digunakan agar lebih efektif dalam tim anda ? Bisakah ukuran kinerja yang baru ini memotivasi tim anda ?

PENYEBARAN INFORMASI MENGUBAH RASA FRUSTRASI TIM, selama bergerak langkah 2 perubahan menuju Tim Tingkat Masa Depan, pemimpin tidak hanya perlu membagikan lebih banyak informasi , namun juga lebih banyak informasi sensitive. Mengapa ? Pembagian informasi ini membantu dalam mengurangi frustrasi yang datang bersamaan tingkat kepercayaan.

  • Memperluas Batasan Untuk Meningkatkan Kebebasan Bertindak

 

Sasaran tim yang didifinisikan dengan baik membantu   dalam mendifinisikan bataan dan meningkatkan energy tim. Terutama jika dikembangkan dalam bentuk yang kolaboratif. Dengan lebih banyak informasi anggota tim bisa melihat perlunya sasaran yang berkaitan  dengan hasil yang penting., menyelesaikan masalah, menciptakan inovasi atau menggerakkan proyek. Dengan terlibat dalam proses kolaboratif untuk menciptakan sasaran yang jelas orang mulai merasakan kebebasan dan tanggung jawab yang sbenarnya yang diterjemahkan dalam perasaan memiliki untuk menyelesaikan tugas dengan cara yang efisien.

MENETAPKAN SASARAN TIM, menjadi satu kekuatan penggerak sehingga menjadi penting karena melibatkan anggota tim dan pemimpin tim  dalam suatu dialog yang tidak hanya membentuk sasaran, namun juga membantu membangun tim sebagai suatu unit dengan harapan bahwa semua kinerja yang baik dimulai dari sasaran yang jelas.

Oleh karena itu, agar tim bisa bekerja dengan baik sasarannya haruslah POWER aitu sasaran yang memberikan jawaban pada lima pertanyaan kunci berikut :

  • Apa sebenanya yang ingin kita capai ?
  • Apa manfaatnya bagi kitabisakah kita menerima tanggung jawab ini ?
  • Bagaimana kita bisa melihat dan mengkur kemajuan kita?
  • Apakah sasarannya realities dan menantang ?
  • Apakah sudah jelas sumber daya yang bersedia bagi kita untuk tugas ini ?

Sejalan dengan pikiran diatas, maka MENETAPKAN SASARAN TIM, perlu dipikirkan tentang timanda dan tugas yang menjadi tanggung jawab anda. Sekarang pikirkanlah tentang informasi yang dimiliki tim anda yang bisa membantu anda untuk focus pada beberapa tantangan dan kesempatan bagi tim. Bidang focus baru apakah yang bisa digunakan tim anda untuk menetapkan sasaran POWER dan menerima tanggung jawab untuk mencapainya ?

MEMPERLUAS BATASAN DENGAN MENETAPKAN SASARAN PENGEMBANGAN PRIBADI, sehingga dalam tim tingkat masa depan, menentukan keahlian yang perlu anda kembangkan ini penting elain untuk membantu kinerja tim juga untuk membantu keberhasilan karier anda.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka sebagai cotoh perlu dikemukakan seperti NILAI SEBAGAI SASARAN. Oleh karena itu pemimpin mengetahui bahwa focus pada sasaran seperti itu memberikan kejelasan dan akuntabilitas tentang apa yang harus dicapai (sasaran kinerja) dan bagaimana bekerja sama (sasaran nilai).

Saat disertai dengan harapan bahwa pemimpin akan melatih dan membantu orang mencapai sasarannya tim ini mampu bekerja sama dengan cara baru dengan menggunakan bakat, energy dan motivasi mereka secara lebih baik.

Selanjutnya, timbul pernyaan yang terkait dengan SASARAN PENGEMBANGAN PRIBADI, yaitu pikirkan sejenak tentang pengembangan pribadi dan aspirasi karier anda. Di bidang apa anda ingin mempelajari keahlian baru dalam pekerjaan anda ? Apakah sasaran yang sama, yang bernilai bagi tim anda yang juga terkait dengan cara kerja anda ?

MEMPERLUAS BATASAN UNTUK MENYERTAKAN MASALAH ORGANISASI : Sekarang waktunya bagi tim untuk mulai membuat keputusan yang bisa memiliki dampak lebih besar untuk hasil organisasi, contoh keputuan penting :

  • Menentukan kebutuhan pelatihan
  • Menjadwalkan dan mengendalikan produksi
  • Mengelola pemasok.

Beberapa pertanyaan penting tentang system penilaian kinerja berikut untuk merangsang pemikiran tentang perubahan yang diperlukan :

  • Bagaimana orang baik pemimpin mapun anggota tim menyukai proses yang ada ?
  • Berapa banyak orang yang merasa ketakutan saat dinilai /
  • Apakah proses tersebt menghukum atau mengembangkan orang ?
  • Apakah penilaian itu menjadi penghubung antara pemimpin dan anggota tim ?
  • Apakah proses mendukung terjadinya focus pada sasaran tim dan kinerja tim ?

Dalam banyak organisasi, jawaban yang diperoleh untuk pertanyaan diatas diatas kebanyakan negative. Meskipun sistim seperti itu mungkin berhasil di sebuah organisasi yang menjalankan hierarki manajemen tertentu, ia tidak akan berhasil dalam tim tingkat masa depan. Ada yang harus diubah.

Sebagai contoh Perusahaan Perlengkapan Dan Penilaian Tim. Tim manajemen memberikan dukungan kuat karena memberikan lebih banyak informasi kepada tim serta wewenang untuk membuat keputusan bisnis penting. Semua orang bergerak maju sampai tiba waktunya dilakukan penilaian  kinerja tahunan. Untungnya saat wakil irektur senior divisi mendapatkan informasi ini ia memastikan untuk mengganti prose situ dengan menghilangkan peringkat dan menyertakan pendekatan tim dan individual.

AKAN TETAPI, TIM KAMI TIDAK BISA MEMPENGARUHI KEBIJAKAN ORGANISASI.

Tim memiliki lebih banyak kekuatan daripada yang mereka sadari . Kita sering kali melihat tim mempengaruhi kebijakan dan proses, biasanya saat mereka memberikan analisis yang solid dan preentasi yang efektif tentang masalah yang ada. Pesan kepada anggota tim pada titik ini adalah selalu waspada akan hal2 yang menghambat kemajuan.

Pertanyaan, MASALAH DENGAN SISTEM ORGANISASI.

Pikirkanlah tentang kebijakan dan prosedur organisasi anda, terutama yang terkait dengan kinerja tim. Kebijakan dan prosedur apa yang menurut anda perlu diubah agar bisa lebih mendukung prinsip Tim Tingkat Masa Depan, keterlibatan, pemberdayaan, kolaborasi dan tanggung jawab tim?

MEMPERLUAS BATASAN MENGUBAH RASA PUTUS ASA MENJADI PENGEMBANGAN.

Dengan memperluas sedikit batasan- dan kemudian menambahnya lagi selama langkah kedua perubahan ini, pemimpin dan anggota tim diberi kesempatan untuk melihat hasil positip tanpa harus menyeret mereka ke wilayah yang belum bia mereka tangani.

Tentu saja kita semua punya batasan, namunbagaimana anda bisa menemukan batasan kecuali menggali sejauh dan seluas mungkin? Saya lebih suka gagal mencoba sesuatu yang baru daripada sukses karena berulang-ulang melakukan sesuatu yang pernah saya lakukan.

  • Membuat Keputuan Tim Untuk Menciptakan

Rasa Berkuasa

Dengan berkembangnya dua keahlian ini perubahan pada Tingkat Masa Depan siap untuk dipercepat. Namun tim anda membuat keputusan tim untuk bisa mewujudkannya. Itu berarti benar2 membuat keputusan berama, buan sekedar memberikan rekomendasi dan kemudian membiarkan pemimpin tim yang membuat keputusan. Mari kita lihat elemen dan kekuatan pengambilan keputusan tim.

LEBIH BANYA KEPUTUSAN – MEMBERI WEWENANG PADA TIM.

Dengan lebih banyak informasi dan batasan yang lebih luas, beberapa pemikiran yang mungkin masih memenuhi pemikiran orang adalah :

  • Saya betanya-tanya apakah orang lain juga merasa aneh dan canggungakan perubahan ini ;
  • Saya terbiasa tahu apa yang sedang terjadi dan bagaimana melakukan pekerjaan saya. Namun sekarang kadang2 saya merasa tersesat dan tidak yakin tentang bagaimana saya melakukan pekerjaan saya dalam sebuah tim.
  • Saya tidak yakin memiliki keahlian yang akan diperlukan dalam tim tingkat masa depan.
  • Beberapa orang dalam tim kami sepertinya siap berubah namun saya belum. Atau saya sudah siap berubah namun yang lain sepertinya belum.

Untuk memrangi jeratan perasaan ini, sekaranglah waktunya untuk benar2 memperluas wewenang pengamilan keputusan anggota tim untuk membangun keyakinan terhadap kemampuan mereka. Anggota tim perlu belajar bagaimana mengunakan informasi yang sekarang mereka terima dan batasan yang ditentukan untuk memandu mereka dalam membuat keputusan tim. Kebiasaan adalah kebiasaan, dan tidak bisa diabaikan, namun harus diubah langkah demi langkah.

MENCATAT BAKAT ALAMI ANGGOTA TIM.

Anggota tim saling membantu untuk melalui tahapan ini denan mendorong kemampuan alami masing2 bakat, keahlian dan kompetensi yang luas digambarkan dalam tim. Saat suatu masalah muncul satu atau beberapa anggota tim biasanya maju dngan keahliannya untuk menangani meskipun sepertinya mereka memerlukan dorongan untuk melakukannya.

Keahlian seperti memfasilitasi rapat tim, melakukan keputusan gabungan, memecahkan konflik, mendengarkan dengan effektig, mendorong orang lain, memastikan bahwa setiap orang didengar, dan mempertahankan focus diskusi tim pada  masalah yang ada, penting bagi fungsi tim. Biasanya beberapa anggota tim memiliki satu atau lebih kemampuan dari bidang2 diatas.. Mereka bisa memimpin dan mengajari orang lain keahlian ini sehingga secara bertahap setiap orang bisa mencapai kemampuan fungsional tim yang baru dan penting.

Sebagai contoh, tim asset inventory, hasilnya tim mulai berfungsi pada tingkatan yang lebih tinggi.

Pertanyaan yang terkait dengan MENCATAT BAKAT TIM, Pikirkanlah tentang bakat, keahlian, dan kemampuan yang anda miliki yang bisa bernilai bagi tim anda pada tahap pengembangan. Keahlian seperti menjembatani konflik, membangun hubungan , memecahkan masalah, menjalankan rapat, mencatat mengarsip menggunakan keahlian matematika dan ilmu pengetahuan, meringkas diskusi dan memperkenalkan ide baru. Keahlian dan bakat apa yang dimiliki orang lain dalam tim anda yang bisa membantu tim anda berfungsi dengan baik?

MEMPERLUAS RENTANG PERAN ANGGOTA TIM MELALUI PELATIHAN.

Jika begitu tim anda harus mencari bantuan atau pelatihan untuk mencapai atau meningkatkan keahlian yang diperlukan.

MENGEMBANGKAN KEAHLIAN TIM,

Diakhir tahun tim sudah cukup baik dalam hal komunikasi tim, membuat keputusan secara consensus, memecahkan konflik, saling mendukung dan berbagi kepemimpinan. Hasilnyamencerminkan penerapan keahlian ini melalui perbaikan kinerja dengan menggunakan berbagai ukuran.

MEMINDAHAN HAMBATAN MELALUI PROSES TIM YG EFEKTIF.

Semua orang harus tahu bahwa konflik dalam proses pengambilan keputusan sebenarnya adalah au hal yang baik- konflik ini dapat memunculkan ide, opini dan sudut pandang berbeda. Dan ini adalah sumber energy- orang tidak akan memiliki konflik atau sesuatu yang tidak mereka pedulikan. Tantangannya bukan untuk menghilangkan konflik, tetapi menyalurkanenergi itu pada keputusan yang lebih aik.

PROSES PENYELESAIAN KONFLIK.

Memberi mereka kerangka kerja ntuk menangani konflik dengan cara yang konstruktif tidak begitu emosional. Kerangka kerja itu memungkinkan mereka menggunakan konflik untuk menggali alternatif dan focus pada energy untuk mencari solusi yang sesuai bagi semua orang.

APA YANG MEMBUAT TIM SKSES ATAU GAGAL ?

Stagnan :                                            Melaju:

  • Tujuan tidak jelas Misi dinyatakan dg. Jelas
  • Perilaku disfungsional Pembagian prinsip operasional
  • Pertentangan kepribd Menghargai perbedaan
  • Pertentangan emosional Penolakan secara sehat
  • Wewenang dibatasi        Didorong melakukan tindakan
  • Manajemen kaku Manajemen antusias
  • Dukungan verbal Dukungan visibel
  • Takut gagal Yakin bersedia ambil resiko
  • Informasi tersembunyi Komunikasi terbuka
  • Takut menganalisis diri Terus melakukan evaluasi
  • Anggota tdk terlatih Anggota terlatih
  • Mementingkan diri send Suka memuji
  • Bekerja itu beban Bekerja itu menyenangkan

PERTANYAAN : FUNGSI TIM

Pikirkan bagaimana tim anda beerfungsi pada saat sekarang. Adakah masalah internal tim yang menghambat kemajuan ? Apakah konflik digunakan untuk menciptakan ide baru dan energy difokuskan untuk mendapatkan hasil yang luar biasa ? Apa yang bisa dilakukan tim anda secara unik agar tidak stagnan dan terus melaju sebagai Tim Tingkat Masa Depan ?

MEMPERLUAS PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN TIM.

Pada titik ini Tim anda harus memfokuskan energy untuk menemukan solusi yang baru dan menarik. Pastikan untuk saling mendengarkan, berpatokan pada perbedaan ide anggota tim, dan memunculkan suatu keputusan yang terasa benar bagi semua anggota tim. Terus bicarakan keputusan itu sampai diterima oleh siapa pun. Mengikuti proses pengambilan keputusan akan meningkatkan rasa percaya diri tim.

Tim jelas akan menggunakanpengalaman tentang cara baru pemecahan masalah atau mengambil keuntungan dari kesempatan itu.

Jangan lupa bahwa segera setelah tim menyelesaikan proyeknya adakan perayaan. Rayakan kekuatan pengambilan keputusan tim dan hasilnya.

PERTANYAAN ; TANTANGAN BAGI TIM :

Pikirkanlah tentang tanggung jawab kerja tim anda (sasaran tim) dan catat berapa kesempatan untuk melakukan perbaikan

(contohnya perbaikan kualitas, pengurangan biaya, atau peningkatan layanan pengiriman).  Kesempatan mana yang layak diperhatikan ? Apa yang harus dilakukan tim anda agar sukses dalam tantangan ini ? Bagaimana persaan anda dan anggota tim setelah melakukan perbaikan ?

Tidak ada hal baik yang tercipta secara mendadak. Jika anda berkata kepada saya bahwa anda menginginkan sebatang ara, akan saya jawab bahwa itu perlu waktu. Menunggunya mekar, berbuah dan kemudian masak.

KELESUAN DAN PERUBAHAN AKHIR LANGKAH 2.

Gunakan penyebaran informasi untuk mempertahankan bangunan kepercayaan dan memberdayakan orang untuk bertindak ecara bertanggung jawab. Gunakan batasan yang lebih luas dan pengambilan keputusan tim yang telah diperluas untuk membuktikan pada tim bahwa penyebaran iformasi bisa membuat perubahan dan menjadi Tim Tinkat Masa Depan.

SAAT KITA SIAP KE LANGKAH 3 :

Saat anda dan tim anda mengerjakan lebih banyak pekerjaan dan masalah2 terkait dan dan saat anda belajar menggunakan keahlian penyebaran informasi, klarifikasi batasan, dan tim yang dikelola endiri. Berarti anda telah sampai pada akhir langkah 2 . Anda sudah keluar dri lembah keputusasaan dengan

  • Menggunakan keahlian yang dimiliki orang2
  • Mendapatkan keahlian baru yang diperlukan dalam tahan Tingkat Masa Depan.
  • Meningkatkan proses tim
  • Memperluas pengambilan keputusan dan pemecahan masalah tim.

Saat anda berada dalam kecepatan penuh di jalan beba hambatan menuju Tahap Tingkat Masa Depan, berarti anda siap untuk bergerak ke Langkah . Dalam langkah ini anda akan focus pada bagaimana anda dan Tim anda bisa menguasai keahlian tim tingkat masa depan.

Kebebasan adalah kesempatan untuk membuat keputusan.

  1. MENGUASAI KEAHLIAN
  • Menggunakan Informasi untuk mendapatkan Hasil Masimal

Saat anda bergerak menuju langkah terakhir perjalanan ini, masih ada sejumlah pertanyaan :

  • Kita telah cukup berhasil dengan beberapa keahlian tim yang baru ini namun dapatkah kita menguasai keahlian itu sepenuhnya sehingga menjadi kebiasaan baru ?
  • Apakah usaha untuk menguasai keahlian itu benar2 berguna ? Apakah kepemimpinan kita memungkinkan kita melaju dan menjadi tim tingkat masa depan yang sebenarnya?
  • Apakah kita benar2 memberikan dampak positif berkaitan dengan hasil yang kita raih ? Apakah hasil itu benar2 luar biasa ?
  • Siapakah yang masih tidak mengikuti pendekatan tim yang baru ini dan bagaimanakah caranya agar mereka lebih terlibat ?
  • Tim kami bekerja dengan lebih baik sebagai sebuah tim, namun bisakah kami bekerja sama lebih effektif dan benar2 menjadi sebuah tim tingkat masa depan ? Apakah yang merintangi kami
  • Bagaimana kita mengambil peran yang lebih signifikan dalam bisnis ? Bisakah kita terlibat dalam keputusan strategis dan masalah penting lainnya ?

Marilah kita pikirkan bagaimana informasi bisa digunakan untuk membantu dalam menangani pertanyaan ini dan menggerakkan tim agar lebih dekat dengan sasaran utamanya.

BAGAIMANA PENGGUNAAN INFORMASI SECARA LEBIH BAIK BISA MEMPERTAHANKAN KELANGSUNGAN PROSES PERUBAHAN.

Pada tahap ini, pemimpin senior seharusnya juga mendengarkan apa yang dirasakan timnya untuk bisa mengukur tingkat relativitas sasaran.

PERTANYAAN : INFORMASI TAMBAHAN

Sekarang tim anda berada dalam proses menerima dan mengunakan informasi jenis baru untuk mencapai hasil. Lalu informasi tambahan apa yang bisa membantu tim untuk beroperasi  dengan lebih efektif dan membantunya membuat keputusan  bisnis yang lebih baik ? Selain itu bisakah informasi dimodifikasi seiring waktu atau bentuknya agar lebih bergunna?

MENENTUKAN INFORMASI YANG TIDAK PENTING

Dengan mengidentifikasikan informasi yang tidak diperlukan tim bisa memuluskan proses penyebaran informasi. Adalah penting untuk mengenali bahwa kebuuhan informasi bisa berubah saat masalahnya diketahui dan dipecahkan dan sasaran tercapai.

MENGUMPULKAN DATA YANG TIDAK BERGUNA

Tidak seorangpun peduli untuk menanyakan apakah waktu respons yang lambat itu menjadi maalah. Saat anggota tim tahu bahwa hal itu tidak menjadi masalah, mereka berhenti mengumpulkan data ini. Namun jika waktu respons yang lebih lambat itu menciptakan masalah, mereka bisa mengidentifikasikan suatu masalah dan mulai menanganinya.

INFORMASI YANG TIDAK PENTING

Apakah sekarang tim anda menerima informasi yang tidak lagi penting dan bisakah tim berhenti menerimanya tanpa harus merasa rugi ?

MEMBAHAS KEMBALI MASALAH PENYEBARAN INFORMASI DAN KEPERCAYAAN

Demi keberhasilan Tim Tingkat Masa Depan  dalam jangka panjang adalah penting untuk mempercayai mereka menerima informasi apa pun yang menurut mereka diperlukan.

Jika Pemimpin merasa informasi itu amat sensitive atau bisa rusak di tangan pesaing mereka perlu mengatakannya dan kemudian mempercayai tim untuk menjaga informasi itu dengan hati-hati  Jelas adalah tanggung jawab  tim untuk menjaga kepercayaan yang diberikan sama engan kepentingan manajamen dan perusahaan. Ingat menyebarkan informasi yang senitif bisa meningkatkan intelektualitas dan intergritas anggota tim, dan kedua faktor tersebut iperlukan pada tahap tingkat masa depan

MELINDUNGI INFORMASI YANG SENSETIF

Pikirkan tentang masalah kepercayaan saat masalah itu terkait dengan pengelolaan penyebaran informasi yang sensitive dengan tim anda. Bagaimana tim anda bisa memastikan bahwa informasi itu bisa dikendalikan dengan hati-hati dan digunakan dengan cara yang paling effektif ?

MEMBANTU ANGGOTA TIM YANG BARU

Strategi komunikasi baik dalam timmaupun dengan tim lain, juga perlu dijabarkan kepada anggota baru. Sebagai tambahan anggota tim perlu mempelajari proses internal tertentu, seperti pemecahan masalah, pengambilan keputusan, pemecahan konflik , rapat tim dan seterusnya.

Singkatnya anggota tim baru, baik orang dalam maupun orang luar, perlu mengikuti  kursus singkat dalam Tim Tingkat Masa depan sehingga benar-benar menjadi anggota yang berfungsi penuh.

ORIENTASI ANGGOTA TIM BARU

Pikirkanlah tentang tantangan mengajar anggota tim baru. Bagaimana anda bisa membantu mereka mempelajari tugas, metode, norma dan keyakinan tim anda dalam waktu sesingkat mungkin ?

MENGUASAI PENYEBARAN INFORMASI UNTUK TAHAP TINGKAT MASA DEPAN.

Seraya mengakhiri diskusi tentang menguasai keahlian penyebaran informasi ingatlah dua fakta penting berikut :

  • Keahlian penyebaran informasi harus dikuasai oleh semua pihak demi sebuah tim tingkat masa depan.
  • Dengan aliran da penggunaan informasi yang lebih bear, tim siap mengembangkanbatasannya dan menggantinya dengan visi dan nilai.

Jenis pemikiran ang membawa kesuksesan pada masa lampau tidak akan membawa kesuksesan pada masa mendatang.

  • Mengganti Batasan dengan Visi dan Nilai

Sekarang tim Anda telah memiliki infomasi untuk mencapai sukses perjalanan anda untuk menjadi Tim Tingkat Masa Depan yang sukses harus focus pada perubahan batasan perilaku dari anggota timnya. Tujuannya adalah untuk menyertakan batasan ke dalam system kepercayaan anggota tim sehingga mereka bisa memberikan penilaian yang baik dan membuat keputuan yang mendukung dan mempertahankan visi, misi, dan nilai organisasi.

MEMBUAT KEPUTUSAN YANG “BENAR”

Keputusan yang kita buat setiap hari dalam kehidupan pribadi dan profeional ditentukan oleh nilai dan keyakinan yang telah yang telah kita peroleh sejak lahir, plus nilai operational tambahan yang kita pelajari dalam organisasi kita. Nilai ini membantu kita menentukan benar atau salah, baik atau buruk dan normal atau tidak normal atas hal yang kita percayai. Nilai ini adalah faktor kunci dalam setiap proses pengambilan keputusan.

Sementara nilai pribadi dan organisasi memberikan dasar moral dan etika untuk pengambilan keputusan visi memberikan arah. Saat anggota tim bisa melihat visi dan memahami nilai dasar operasional organisasi mereka, pengambilan keputusan menjadi jauh lebih mudah dan lebih produktif. Contohnya :

  • Saat menghadapi keputusan yang mengharuskan kita untuk memilih antara memuaskan seorang konsumen dan mempertahankan kebijakan perusaan apa yang seharusnya kita lakukan ?
  • Jika mempertahankan jadwal produksi berarti mengorbankan kualitas haruskah kita melakukannya ?

Contoh diatas hanya sedikit dari sekian banyak pertanyaan yang dihadapi anggota tim setiap harinya. Oleh karena itu mustahil bagi pemimpin untuk menangani semua situasi itu, anggota tim bisa meningkatkan efektivitas dan efesien organisasi dengan cepat jika mereka mampu bertindak sendiri untuk memecahkan pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Pada kenyataannya, inilah mungkin yang menjadi manfaat terbesar dari perubahan menuju Tim Tingkat Masa Ddepan dimana kemampuan anggota tim untuk menangani masalah harian yang kompleks secara bertanggung jawab dan tepat waktu.

Namun kuncinya adalah memastikan bahwa anggota Tim memahami arah dan keyakinan atau visi dan nilai organisasi sehingga bisa dibuat keputusan yang bertanggung jawab dan berdasarkan informasi.

MEMPERLUAS BATASAN UNTUK MENINGKATKAN KONSTRIBUSI TIM.

Dalam lingkungan Tim Tingkat Masa Depan, batasan ini secara bertahap diperluas saat orang belajar bertindak dengan tanggung jawab dan menggunakan keahlian mereka untuk menyelesaikan pekerjaan. Tiba di langkah terakhir perjalanan ini, batasanya mungkin masih tidak seluas CEO, namun jauh lebih luas daripada saat prose situ dimulai. Batasan memberikan panduan otonomi untuk semua anggota organisasi dan mereka juga  membangun tanggung jawab dan nilai dalam masing2 pribadi di perusahaan.

Pengetahuan suatu saat mencapai titik di luar batasannya.

Contohnya :

Kebingungan atas nilai organisasi. Dalam situasi pengambilan keputusan yang kompleks orang2 perlu memahami tujuan organisasi, nilai intinya dan keyakinanna.

VISI, MISI, DAN NILAI SEBAGAI BATASAN TIM

Bagaimana visi, misi dan nilai organisasi anda mempengaruhi perilaku dan keputusan di tempat kerja ? Agar lebih punya arti dan berguna panduan ini harus diterjemahkan dalam perilaku dan tindakan sehar-hari

Contoh : Membantu konsumen versus menjual produk.

KEMBANGKAN PERAN TIM LEBIH JAUH.

Pada awal proses pengembangan Tim Tingkat Masa Depan, anda dan anggota tim diminta untuk bertanggung jawab atas lebih banyak keputusan yang mempengaruhi pekerjaan anda

Pada titik ini, peran yang anda dan tim anda mainkan sekali lagi harus diperluas untuk mencerminkan pertumbuhan dan kematangan sebagai ebuah tim tingkat masa depan. Contohnya tim anda nantinya perlu memutuskan kapan dan bagaimana caranya terlibat dalam tim lintas fungsional (bekerja sama dengan tim lainnya), siapa yang dipekerjakan untuk posisi baru, dan bagaimana mempersiapkan anggarannya.

Contoh. Tim perawatan yang menanggung lebih banyak tanggung jawab.

Sebuah tim tidak seharusnya mempraktikkan ketentaun yang tidak digariskan. Anggota anda harus mengetahui batasan tanggung jawabnya.

Pertanyaan : Mengasumsikan tanggung jawab total

Pikirkan tentang peran yang diambil tim Anda selama perkembangannya sebagai Tim Tingkat Masa Depan. Peran dan keputuan apa yang layak ditambahkan jika tim anda diasumsikan memiliki tanggung jawab total atas operasionalnya

TIM SEBAGAI REKAN BISNIS

Semua pihak bertanggung jawab untuk bertindak berdasarkan informasi yang layak membuat keputusan untuk memperbaiki kondisi dan member tahu orang lain tentang rencana mereka.

Pada tahap ini rekanan bisnis bekerja bersama  untuk kebaikan organisasi  dan tindakan rekanan harus didorong dan diharapkan oleh semua pihak. Dengan memiliki batasan yang lebih luas setiap orang akan terbantu untuk bekerja dengan hasil akhir yang sama.

Pertanyaan : Bertindak sebagai seorng rekanan bisnis.

Pikirkanlah tentang apakah artinya  bagi tim anda untuk bekerja sbagai rekanan bisnis bersama pemimpin organisasi anda , Apakah tim anda sudah melakukan hal yang benar-benar dapat mempengaruhi visi, misi dan hasil organisasi ? Tanggung jawab tambahan apa yang bisa anda ambil untuk bisa menadi rekanan bisni yang lebih signifikan

MENGGUNAKAN VISI DAN NILAI UNTUK KESUKSESAN TIM

Hasil penggunaan visi dan nilai ini adalah sebuah organisasi yang anggotanya berfungsi sebagai rekanan yang menyetujui tujuan, nilai-nilai operasional dan harapan pada masa mendatang.

Dan persetujuan seperti itu muncullah mekanisme lah saling mendorong sebagai anggota tim sehingga anda yang kuat untuk sebuah Tim Tingkat Masa Depan yang berungsi efektif.

  • Jadilah Tim Tingkat Masa Depan dan dapatkan Hasil Yang Luar Biasa

Sekarang yang anda perlukan adalah saling mendorong sebagai anggota tim sehingga anda benar2 bisa mencapai tahap Tingkat Masa depan.

Sebagai Tim Tingkat Masa Depan, anda akan mencapai kompetensi total tim. Anggota Tim anda akan merasa yakin tentang penggunaan sepenuhnya bakat kolektif setiap orang untuk mendapatkan hasil yang luar biasa.

Contoh – MENGKLARIFIKASKAN HARAPAN.

Soluinya adalah memastikan bahwa setiap orang memiliki pmahaman yang jelas akan arah tim dan bahwa harapan mereka akan orang lain benar2 dipahami. Hasilnya mereka mendapati masalah kinerja mlai berkurang dibandingkan sebelumnya dan masalah lebih mudah dipecahkan karena ditemukan lebih awal. Komunikasi yang jelas tentang arah dan harapan memungkinkan semua orang berfungsi sebagai sebuah tim yang bekerja bersama dengan baik untuk mencapai hasil yang luar biasa.

PERTANYAAN – KEAHLIAN TIM TINGKAT MASA DEPAN

Pikirkan tentang apa yang telah anda pelajari saat tim anda bergerak seiring buku ini dan menuju tahap Tingkat Masa Depan. Keahlian baru apa yang telah anda capai yang bisa membantu anda bekerja dengan baik ebagai sebuah tim ?

BAGAIMANA MEMPERTAHANKAN TIM TINGKAT MASA DEPAN YANG BERKINERJA TINGGI

Segera setelah tim anda berkembang menjadi sebuah tim kerja yang bersemangat dan berkinerja tinggi , salah satu tugas pentingnya adalah mempertahankannya.

Tanpa usaha yang konstan, tim mungkin akan kembali pada kebiasaan lamanya. Apa pun yang kita lakukan berulang-ulang biasanya akan membosankan. Jadi tantangan bagi tim adalah membuatnya untuk tetap tegar.

MENGUKUR KINERJA PEKERJAAN

Tim Tingkat Masa Depan sukses karena selalu menemukan cara perbaikan dalam bekerja sama untuk memberikan hasil yang luar biasa.

Contoh – MENCIPTAKAN UKURAN YANG BERGUNA

Tim memutuskan untuk melakukan survey terhadap anggotanya tentang apa yang sebenarnya mereka inginkan dan butuhkan dalamsebuah tim perawatan yang baik. Merka mulai dengan menyurvei upevisor yang biasanya memanggil mereka untuk melakukan perawatan. Yang mereka dengar dari para supervisor pabrik adalah :

  • Kami ingin anda merespons kebutuhan kami dengan cepat (nantinya didefinisikan lima belas menit)
  • Kami ingin anda menyelesaikan pekerjaan dalam periode waktu yang masuk akal  (nantnyadidefinisikan delapan jam)
  • Kami tidak ingin memanggil anda kembali karena masalah yang sama (dengan kata lain kualitas pekeraan harus tinggi sehingga anda tidak perlu melakukannya lagi)

Hasil  luar biasa ini timbul karena pendifinisian dan pengukuran criteria kinerja tim yang tiggi yang didefinisikan konsumennya.

MENGUKUR BAGAIMANA TIM BERFUNGSI

Masing-masing anggota tim bertemu untuk mendiskusikan hasilnya. Evaluasi ini membantu dalam mengungkapkan masalah khusus tim sehingga memungkinkan tim anda untuk memecahkannya sebelum berakar.

Contoh – TIM PENJUALAN MENANGANI DIRINYA SENDIRI

Untuk pertama kalinya setiap anggota tim dapat melihat bahwa setiap orang tidak puas dengan situasi yang ada dan ingin mengubahnya. Dengan informasi baru ini anggota tim menemukan cara untuk saling memberikan dukunan dan membangun hubungan dan survey lanjutan mengimformasikan bahwa mereka telah membuat banyak kemajuan.

EVALUASI HARIAN

Suatu metode sederhana dalam mempertahankan dan memperbaiki kinerja tim adalah dengan mengevaluasi fungsi yang lebih ecil. Contohnya, rapat terkenal karena jarang mencapai tujuannya. Untuk memastikan produktivitas emua rapat tim harus diakhiri dengan evaluasi verbal oleh anggota tim. Dalam evaluasi ini – yang biasanya kurang dari lima menit – masing2 anggota tim menyatakan apa yang berjalan baik dalam rapat dan apa yang diperbaiki. Saat evaluasi terus dilaksanakan, anggota tim mulai meningkatkan keahlian manajemen rapatnya

MEMBANGUN TIM DENGAN MENGGUNAKAN PENGALAMAN DI LUAR

Pada sesi ini, anggota tim belajar tentang komunikasi tim, keahlian mendengarkan , pemecahan konflik, perbedaan pribadi, npribadi, pengarsipan akuntansi keuangan, anggaran, strategi pembagian keuntungan, perbaikan proses, dan banyak lagi.

PENGENALAN

Cara lain untuk mempertahankan energy dan kesatuan tim adalah dengan saling mengenali antara setiap anggota secara berkala.

Membangun dan mempertahankan emangat tim amat penting untuk kesehatan dan vitalitas jangka panjang tim anda dan anggotanya. Kinerja dan perilaku yang jelek dalam organisasi sering kali disebabkan oleh kurangna kesadaran akan kebutuhan manusiawi orang di tempat kerja. Orang perlu dikenali atas pekerjaan baiknya dan organisasi, departemen dan tim yang memberikan perhatian pada kebutuhan ini cenderung meninggalkan jauh pesaingnya.

Pertanyaan – UKURAN

Saat anda memikirkan pekerjaan anda, apa yang anda ukur ? Indikator kinerja kunci apa yang benar-benar mengatakan kepada anda tentang kinerja anda ? Apa yang seharusnya mulai anda ukur secara berkala, namun anda tidak tahu caranya ?

NAIKKAN BATASANNYA : CARI KESEMPATAN BARU

Contoh – Tim Menganalisis pesain

Saat ditanya tentang bagaimana tim mendapatkan informasi tersebut, tim merespons bahwa setiap rincian informasi didapatkan maelalui sumber umum. Informasi tentang lini produksi baru dan produktivitas didapatkan dari artikel di jurnal industry dan informasi rugi laba didapatkan melalui laporan keuangan pemegang saham. Sa;ah satu tim telah membeli saham di perusaan pesaing sehingga bisa mendapatkan informasi financial ini secara berkala. Saat pemimpin senior mendengarkan hal ini, mereka merasa lega dan juga terkesan dengan kecerdikan timnya.

MENJADI TIM TINGKAT MASA DEPAN YANG MEMILIKI MASA DEPAN.

Pertanyaan : Mempersiapkan masa depan yang cerah.

Tim anda sekarang adalah Tim Tingkat Masa Depan. Apa yang bisa anda lakukan untuk mempersiapkan masa depan tim anda dan menggunakan keahlian baru yang telah anda kuasai ini ?

Saat sebuah tim melampaui kinerja individual dan mempelajari keyakinan tim, keberhasilan akan menjadi kenyataan.

  • Selamat Tim Anda Berhasil Menuju Tahap

Tingkat Masa Depan

Sungguh perjalanan luar biasa. Sekarang anda tentu bisa menghargai saat kami mengatakan bahwa Tim Tingkat Masa Depan bisa :

  • Menggunakan semua ide dan motivasi anggota tim
  • Menggunakan waktu anggota dan waktu pemimpin tim dengan lebih baik.
  • Meningkatkan produktivitas dan kepuasan bagi anda, tim anda dan organisasi.

Dengan mengerjakannya melalui tiga langkah yang disebutkan seperti dibawah ini :

  • Menerima tantangan untuk mulai mempelajari keahlian dalam tahap tingkat masadepan
  • Mempercepat perubahan – tepat saat anda mengembangkan keraguan.
  • Menguasai tiga keahlian kunci sebuah Tim Tingkat Masa Depan.

Oleh karena anda lebih memilih untuk bertahan, Anda dan tim anda tahu bagaimana berfungsi sebagai sebuah tim Tingkat Masa Depan.

Anda tahu bagaimana menggunakan tiga keahlian yang membuat tim anda jauh di atas rata2 kelompok kerja lain Anda belajar untuk :

  • Menggunakan penyebaran informasi yang mengalir ke atas, ke bawah dan ke samping untuk membangun kepercayaan tingkat tinggi dan tanggung jawab dalam tim anda.
  • Menggunakan batasan yang jelas sehingga cukup luas untuk menghasilkan kebebasan bagi tim anda untuk bertindak secara bertanggung jawab dengan focus yang jelas.
  • Menggunakan keahlian pengelolaan diri untuk membuat keputusan tim yang efektif atas masalah yang kompleks dan mendapatlan hasil yang lua biasa untuk tim dan organisasi anda.

WAKTUNYA MERAYAKAN

Sekarang sisihkanlah waktu sebentar bersama tim anda untuk merayakan pencapaian menjadi sebuh Tim Tingkat Masa Depan anda  semua layak diberi tepuk tangan karena belajar menggunakan dan menerapkan keahlian kunci ini. Pengetahuan adalah hal yang indah di tangan sebuah tim yang bersedia menggunakan pengetahuan itu untuk mendapatkan hasil yang besar !

  1. MENJALANKAN TIM

Untuk menghasilkan Tim yang bisa berfungsi secara penuh kita harus melakukan tiga hal.

  • MELAKUKAN PERTEMUAN  SELAYAKNYA SEBUAH TIM.

Jika ternyata anda semua baru pertama kalinya masuk di dalam tim yang baru, justru menjadi lebih penting lagi untuk mempelajari anggota tim yang lain. Begitu masuk ke dalam pertemuan semacam ini, anda harus sudahbisa merasa nyaman  dengan orang-orang yang terlibat, dan sudah mengetahui bagaimana kesan mereka terhadap cara pendekatan yang diterapkan erta hasil kuesionar mereka – kebekuan akan segera mencair sehingga bisa berbicara lancer.

Tentu saja diskusi setingkat ini tidak bisa diterapkan  sehubungan dengan keterbatasan waktu  dan / atau lokasi. Akan tetapi dalam kejadian apa pun, meski anda pernah bekerja sama dengan mereka selama beberapa tahun, jangan sampai pngetahuan itu membuat anda terlampau yakin.tetaplah persiapkan diri anda sedalam mungkin, tidak peduli apakah anda sudah atau belum pernah berbicara dengan mereka sebelum pertemuan.

Sejalan dengan ungkapan diatas, maka pahami benar-benar yang terkait dengan PERAN TIM YANG HILANG ; STRES TIM ; SASARAN DAN TUJUAN TIM ; MENYUSUN AGENDA.

  • BERKEMBANG SEBAGAI TIM

Memberkan pelatihan bagi tim agar bekerja sebagaimana sebuah tim, belum menjadi kebutuhan pada tahap ini. Pengembangan tim hanya akan membutuhkan waktu, kesabaran, persistensi dan praktek. Setiap anggota tim harus membuat perhitunan (terutama terhadap peran mereka yang berlawanan) dan berusaha mendukung yang lain sebagaimana mereka belajar dan menyesuaikan diri. Pusatkan perhatian hanya pada usaha untuk mempertahnkan keterbukaan dan dalam upaya menemukan reaksi positip terhadap permasalahan dan tekanan – inilah tugas yang boleh jadi ingin yang diemban oleh Ecec Anda bagi tim.

Untuk bia berkembang sebagai tim, pusatkan perhatian anda pada pengembangan individu dalam peran mereka masing2. Semakin orang merasa nyaman berada di dalam perannya, semakin banyak konstribusi yang bisa ia berikan kepada tim – Kunci untuk menciptakan kenyamanan dalam memainkan peran adalah mengembangkan keterampilan dan teknik2 mengerjakan tugas yang sesuai dengan masing2 Peran.

Untuk mengidentifikasikan jenis keterampilan dan teknik yang perlu dikembangkan, kita mulai dengan melihat karekteristik2 yang membentuk peran.

Kami yakin cara pendekatan tim yang berazaskan kesetaraan lebih realistis dalam mencapai tujuan2 tim. Yang ditekankan dalam cara pendekatan ini adalah dukungan da penguatan bagi anggota tim dalam posisi peran mereka, membangun kekuatan yang sesuai engan minat mereka. Dan bukannya membekali mereka untuk bisa mengerjakan tugas2 apa pun yang diperlukan oleh tim. Bagaimanapun ketika ana sudah belajar bekerja bersama sebagai tim mengapa anda harus merasa perlu untuk bisa mengerjakan segala macam jnis tugas yang sebenarnya sudah dialokasikan untuk ditangani oleh tim secara keseluruhan ? Itulah sebabnya mengapa tugas2 dialokasikan kepada sebuah tim, bukan diserahkan kepada individu yang pandai dalam berbagai hal.

KENYAMANAN DALAM MEMAINKAN PERAN

Kunci mencapai kenyamanan dalam memainkan peran adalah pelatihan yang didasarkan pada kebutuhan tugas. Sebagai contoh setelah 20 tahun bekerja sebagai Akuntan Anda ditunjuk sebagai managing Director, maka anda merasa perlu melakukan perubahan untuk menyesuaikan diri dengan bagaimana seharusnya seorang managing director berperilaku.

Anda mungkin akan mengekspresikan minat anda terhadap peran Driver sebagai peran yang sesuai.

Akan tetapi diperlukan waktu agar anda merasa nyaman memerankan Driver.  Anda harus terlibat dan tumbuh dalam pekerjaan Anda yang baru ( dan menderita dengan permasalahan yang semakin meningkat ) – proses wajar yang dialami oleh banyak orang.

Petunjuk-petunjuk peran yang mengikuti rumus :

DRIVER : developer, director, innovator

PLANNER : strategist, estimator, scheduler

ENABLER : resource manager, promoter, negotiator

EXEC : producer, co-ordinator, maintainer

CONTROLLER : monitor, auditor, evaluator

  • SALING BEKERJA SAMA

Kelihatannya ini adalah esuatu yang sudah jelas, namun berdasarkan tim yang kami pelajari ternyata banyak di antara mereka yang bersedia saling bekerja sama  hanya ketika berada di dalam petemuan. Pendapat mereka tentang kerja sama tim adalah mengerjakan tugas2 tim yang diberikan kepada mereka, kemudian melaporkan kemajuannya (atau kekurangannya) pada pertemuan berikutnya.

Meskipun begitu setelah melihat praktek tim dalam bekerja, kamu menyimpulkan bahwa semua pernyataan tadi hanya benar ebagian, apalagi  jika total waktu yang digunakan untuk menyelesaikan tugas ikut diperhitungkan :

  • Duplikasi usaha. Bekerja bersama dalam tugas yang menggunakan unsur2 komunikasi, perencanaan dan pelaporan akan lebih menguntungkan jika dikerjakan oleh dua orang anggota secara bersama-sama.
  • Penggunaan sarana / sumer daya yang tidak efisein
  • Mereka lebih cepat bekerja sendiri
  • Cukup satu orang untuk mengerjakannya

Jawabannya adalah memanfaatkan sepenuhnya Planner tim Anda. Itu bukan hanya untuk menentukan apakah tugas harus dikerjakan secara berurutan atau berbarengan.melainkan juga untuk  menentukan peran mana yang harus secara aktif dilibatkan untuk masing2 tugas ; tugas mana yang lebih baik jika dikerjakan dengan peran yang dimainkan bersama dan kapan harus mengumpulkan anggota untuk mengerahkan usaha maksimal mereka sekaligus memacu semangat mereka.

  1. P E N U T U P

Lingkungan tim yang terbuka dan saling mendukung yang diciptakan oleh tim berazaskankesetaraan memerlukan ebuh organisasi untuk menghadapi beberapa masalah manajemen berikut ini agar terhinar dari benuran budaya antara tim yang terikat erat dan demokratis dengan lingungan manajemen yang lebih luas ( yang sifatnya masih sangat otokratis dan mengandakan perintah atau kontrol ). Persoalan manajemen yang harus diperhitungkan yang mencakup :

  • KEPEMIMPINAN

Gaya kepemimpinan apa pun yang menonjolkan posisi pemimpin sebagai orang yang berkuasa – dan itu artinya ia bukan bagian dari tim – baik gaya kepemimpinan itu berorientasikan tindakan maupun yang berorientasikan keteladanan, akan sama-sama tertekan. Mengembangkan tugas kepada seseorang dinilai sebagai topic yang perlu diperhatikan

Hambatan utama dan paling sering dihadapi leh gaya kepemimpinan Moderator adalah rasa tidak aman. Rasa tidak aman ini terwujud dalam beberapa bentuk :

  • Teriolasi dari tim
  • Formalitas yang melelahkan dan terlalu terfokus pada prosedur
  • Menuntut loyalitas dan hormat bukan kepada orangnya melainkan lebih kepada jabatan
  • Memaksakan agar anggota tim bekerja secara terpisah. Kadang kala itu engaja dilakukan sebagai upaya memecah belah
  • Cara komunikasi “selalu ingin tahu” membentuk sebuah lingkaran khusus dan memperlakukan orang2 di luarnya sebagai warga kelas dua.

DAMPAK DARI PERAN YANG DIMILIKI PEMIMPIN TIM TIM YANG DIPIMPIN DRIVER :

Pada kesan pertama Driver ideal sebagai manajer perubahan- karena seorang diver memang getol melakukan perubahan dan memaksa dilakukannya perubahan. Semua keputusan diambil dengan cepat. Persoalan apa pun diterima – Itu bukan masalah melainkan peluang bagi kita.,begitu perkataan yang khas seorang Driver.

TIM YANG DIPMPIN PLANNER :

Tim yang dipimpin planner menghasilkan pekejaan yang telit, namun mereka bisa menghabiskan waktu yang lama untuk menyelesaikannya.

Mereka selalu masih ingin mengecek lagi dan lagi mereka selalu butuh informasi lain yang harus dikumpulkan, mereka juga mengambil ukuran2  terbaru yang harus digunakan untuk melakukan penilaian. Setiap orang akan diajak  berkonsultasi  dalam proses pembuatan perencanaan. Tim sangat mengandalkan system informasi yang baik dan  dan kegiatan perencanaan  yang detail.

Tim ini merasa erlu mengetahui arah mana yang sedang dituju. Begitu semua sudah siap pada tempatnya, sang pemimpin akan menuntut para anggotanya untuk bekerja sesuai rencana, sampai tiba waktunya membuat perencanaan selanjutnya, yaitu ketika sarana / sumber daya memang diperuntukkan bagi rencana selanjutnya.

TIM YANG DIPIMPIN ENABLER :

Tim yang dipimpin enabler adalah tempat yang menggairahkan Setiap orang merasa senang berada di dalamnya. Orang2 di dalam tim ini menjalani lebih banyak kegiatan daripada orang lain ; mereka mengadakan pertemuan di lokasi yang fantasis, dan selalu saja mempunyai dana untuk mengadakan kegiatan2  yang bagi orang lain tidak mungdilakukan.

Tim semacam ini selalu nyaris sangat sukses. Setiap peluang baru atau produk baru dapat mentansformasikan kinerja tim ini. Tentu saja untuk waktu elanjutnya kinerja itu berarti suatu kesempatan yang berbeda dan suatu modifkasi dari gagasan produk yang asli yang esensial bagi keberhasilan.

Jika peran ini juga ikut ditanggung oleh Driver ebagai peran sekundernya, tim ini akan benar2 mencapai sukses besa. Hanya saja itu berarti bahwa anda harus bisa bekerja sangat cepat agar tidak tertinggal.

TIM YANG DIPIMPIN EXEC :

Tim yang dipimpin Exec akan menjadi tempat yang sibuk. Selalu saja ada banyak pekerjaan yang harus digarap, dan pemimpin tim selalu ingin melihat bahwa setiap orang memperoleh bagian kerja yang adil.

Orang yang tidak mudah menerima apa pun begitu saja ebaiknya berhati-hati ; pemimpin jenis ini telah menunjukkan simpati . Anda boleh saja bisa mengusulkan perbaikan prosedur, namun jangan menyebarkan perubahan. Permasalahan2  pribadi justru merupakan satu-satunya hal yang mendapat perhatian  serius dalam tim ini : jumlah waktu yang disediakan oleh pemimpin untuk memberikan konseling dan dukungan kepada orang2  oleh orang lain mungkin akan dikeluarkan karena dianggap  sebagi bagian yang lemah atau kinerjanya tidak memadai, tampaknya tidak terbatas.

Exec adalah orang2 terbaik untuk memimpin tim yang memerlukan usaha yang berkelanjutan  untuk memberi dukungan bagi orang lain dan bagi organsasi. Bagian penjualan , unit produksi dan departeman personalia, semuanya adalah lingkungan yang ideal bila dipimpin oleh exec.

TIM YANG DIPIMPIN CONTROLLER

Tim yang dipimpin seorang Controller akan selalu meliki kertas kerja yang tak bercela. Tim ini bekerja sesuai peraturan dan tampaknya menggunakan sebagian besar waktunya untuk berusaha selalu memberlakukan peraturan yang ada, bahkan menambahnya dengan peraturan yang baru. Tim ini tampaknya lebih akan berhasil mencurahkan usaha untuk menangani satu urusan detail daripada mengerjakan banyak proyek yang lain.

Masa depan akan menjadi euatu yang menarik bagi tim ini hanyajika masa depan itu bisa membenarkan pola yang sudah diterapkan pada masa lalu. Berbagai kesalahan yang pernah terjadi akan dianalisis secara mendeail. Dan kontrol diperlukan untuk mencegah terjadinya kesalahan yang sama.

Hasil yang terbentuk jika tidak dihalangi oleh proses dari orang2 di luar tim, adalah sebuah tim yang berjalan sangat taat metode tetapi hanya membuahkan hasil yang tidak menarik.

  • PELATIHAN TIM

Jika pelatihan bagi para pemimpin – dengan member penguasaan  teori untuk mengganti pengalaman yang kurang dan menutup kesenjangan pengetahuan – ternyata masi belum menjawab kebutuhan tim, begitu anda sudah membentuk tim yang lengkap dan mulai bekerja sebagi tim sejati sepertinya merupakan jawaban yang logis.

Mungkin memang jauh lebih sederhana untuk member saja pelatihan daripada harus menghabiskan banyak waktu dan mengajukan berbagai pertanyaan kepada tim untuk memicu mereka agar berpikir positif. Akan tetapi jika tujuan anda adalah mengembangkan tim, menciptakan realisasi kemampuan tim untuk menolong dirinya sendiri, misalnya dapat menjadi rute yang menguntungkan bagi pencapaian tim.

DAMPAK SEBAGAI BIGTEAM :

Dampak dari gaya berpikir dan gaya manajemen yang menutamakan cara pendekatan berdasarkan kesetaraan dapat mempengaruhi hierarki komando dalam lingkungan bigteam dalam bentuk satu dari dua kemungkinan berikut :

  • Jika pendekatan kesetaraan dipandang sebagai ancaman terhadap status dan sebagai proses pengikisan kekuasaan berbagai penghalang akan meningkat dan akan terjadi benturan budaya.

Mereka yang berada di puncak pimpinan boleh jadi beranggapan bahwa gagasan bekerja berdasarkan kesetaraan dan transfer tampuk kepemimpinan berdasarkan peran untuk diesuaikan dengan kebuuhan tim, berarti suatu langkah awal menuju anarki. Tim mungkin tidak bisa lagi bekerja secara mandiri dalam mencapai tujuannya  bahkan bisa sampai pada titik di mana tim selalu berkonflik dengan bagian lain di dalam organisasi.

  • Jika cara pendekatan kesetaraan dipandang sebagai kesepakatan utama untuk mengamankan terciptanya komunikasi dan produktivitas yang lebih baik, pemimpin bigteam akan memperoleh suatu cara pendekatan yang memungkinkan mereka, anggota organisasi, memberikan konstribusi yang positif dan mampu melibatkan seluruh jajaran organisasi.

STATUS TUNGGAL :

Meskipun BigTeam mencakup berbagai tingkatanhierarki dari atassampai bawah, tidak ada alasan bahwa bekerja sebagai tim yang berazaskan kesetaraan tidak akan memperoleh manfaat seandainya diintergrasikan dengan falsafah manajemen yang digunakan Bigteam.

Meskipun begitu, sebagai dampak  begitu banyaknya orang yang terlibat dalam beberapa tim sebagai pemberi kontribusi  yang setara , yang masing2 berintraksi pada jenjang yang berbeda-beda serta anggotanya terdiri atas berbagai status yang berbeda pula, maka keadaan ini memaksa perlunya dilakukan penghapusan atas segala perbedaan dan kapan saja dimungkinkan falsafah “status tunggal” harus ditetapkan.

Jadi cara pendekatan yang digunakan dalam menciptakan tim yang sukses bisa dipandang sebagai pendekatan yang sangat bermanfaat demi terwujudnya oraganisasi yang berstatus tunggal.

  • OTORITAS DAN TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN :

Nyaris tak terelakkan bahwa mereka yang telah memperoleh pelatihan manajemen dan telah berusaha keras untuk mencapai posisi saat ini tentu akan merasa sangat gelisah memikirkan akan diperlakukannya peralihan kepemimpinan, sekalipun peralihan itu sifatnya sementara.

Perhatikan ungkapan berikut “Mengundurkan diri “, “Melepaskan tanggung jawab” dan Melepaskan tali pengikat”. Dua unkapan pertama menunjukkan pukulan yang dialami karena harus menyerahkan tahta, dan ungkapan teakhir menyiratkan bahwa tim akan bertingkah seperti kuda yang berontak karena lepas kekangnya dan akhirnya lari menghilang di kejauhan, jika tidak dibatasi dan dibimbing !

Tetapi sebuah pertemuan tim yang baik akan mampu melakukan pengalihan ongkat di dalam lomba lari estafet. Seoang anggota tim yang mungkin sudah tidak sabar menunggu gilirannya menjadi Moderator, begitu sampai pada gilirannya akan dapat membangkitkanlagi laju kegiatan tim dan merangsang munculnya gagasan2 baru yang segar dan output yang lebih baik.

Satu satunya resiko pemimpin tidak mempercayakan urusan kepada para anggotanya adalah bahwa pemimpin itu justru akan menjadi rem penghambat bagi tim. Pada akhirnya seorang pemimpin yang melakukan semua tugas karena kurang mempercayai kemampuan anggota timnya akan menciptakan jalannya sendiri menuju kegagalan. Sebaliknya pemimpin yang hanya mendelegasikan seluruh tugas kepada anggota timnya dan hanya memeriksa hailnya melalui laporan kemajuan akan membuahkan hasil yang sama.

Ciptakanlah tim yang lengkap, bekerjalah sebagai tim yang dibangun dengan berazaskan kesetaraan, lakukan pengembangan  tim, pecahkan  konflik  secara dini melalui diskusi , konseling serta sikap saling mendukung, maka permasalahan lebih jauh itu tidak akan pernah muncul. Jika anda berhasil, itu berarti tanggung jawab dan kekuasaan manajemen hanya ada sebatas isu teoretis.

  • BEKERJA BERDASARKAN MATRIKS :

Kekuasaan dan tanggung jawab manajemen menjadi pusat perhatian pada saat anggota tim diharukan ekerja di beberapa tim, dikarenakan organisasi menetapkan sebuah struktur matriks kerja, menyusun sebuah tim yang bekerja dengan melintas beberapa wilayah fungsional.

Untuk mencegah terjadinya benturan seperti ini, harus diterima bahwa di dalam sebuah perusahaan yang bermaksud menerapkan matriks kerja memperkenalkan konsep tim yang dibangun berdasarkan kesetaraan kepada tim yang harus beroperasi melintasi fungsi manajemen tanpa mangajak manajer yang akan bekerja dengan tim itu untuk mengenal konsep dan pengalaman yang sama, itu berarti sebuah resep untuk menciptakan konflik.

Jauh lebih baik, jika anda bermaksud menguji cara pendekatan itu ebelum menerapkannya di perusahaan yang lebih luas di dalam organisasi untuk mengambil tim yang memiliki pekerjaan yang terdifnisi secara jelas, untuk menerapkan cara pendekatan itu di dalam struktur manajemen yang bersangkutan. Perhatikan, Anda akan melihat bahwa  kegairahan dan ketertarikan yang ditumbuhkan oleh tim yang bekerja sebagai tim berazaskan kesetaraan akan sangat menular.

TIM YANG TIDAK MENCAPAI KINERJA TERBAIK

Tim yang menghadapi permasalahan, yang tidak mencapai kinerja terbaiknya tersebut meliputi :

  • Tim yang Kekurangan Orang

Gejala : usaha dan komitmen tinggi tetap mengakibatkan tim tidak mampu memenuhi deadline dan melampaui anggaran yang telah ditetapkan.  Tugas-tugas yang sudah disetujui oleh setiap orang tetap saja tak terselesaikan karena selalu disela oleh tugas-tugas lain Itulah ciri khas tim yang sedang dalam kesulitan.

Tim yang kekurangan orang menurut difinisinya adalah tim yang tidak memiliki seluruh peran yang dibutuhkan dan pada saat yang sama adalah tim yang terhalang oleh daktor di sekelilingnya untuk memperbaiki permasalahannya itu. Selalu saja terjadi kasus dimana sama sekali tidak terdapat kesempatan untuk menyeimbangkan  tim. Sebuah contoh khas dari permasalahan ini adalah tim yang beranggotakan Driver yang sering ditemukan saat awal menjalankan bisnis  ventura.

Ketika member tugas untuk menangani masing-masing peran yang hilang,  ingatlah bahwa tugas-tugas tertentu memerlukan input dari eluruh tim.

TIM YANG KEHILANGAN DRIVER :

  • Tugaskan Enabler untuk memastikan bahwa tim selalu mencari dan mengetahui peluang baru untuk berkembang.
  • Tugas Exec dan Enabler untuk menjaga agar tim selalu siap meraih peluang yang ditawarkan
  • Tugaskan Controller untuk memastikan bahwa perubahan yang dilakukan benar2 berlangsung dan cukup cepat untuk menghasilan perbaikan2 nyata demi kelangsungan kegiatan tim.

Seluruh anggota tim harus berusaha untuk memecahkan masalah dan mebuat keputusan. Adakan pertemuan sebagaimana sebuah pertemuan tim dan tugaskan Exec serta Controller untuk mengidentifikasi permasalahan dan keputusan2  yang harus dibuat saat itu.

TIM YANG KEHILANGAN PLANNER :

  • Tugaskan Controller untuk mengidentifikasikan dan mengumpulkan faktor2 yang diperlukan untuk menentukan sasaran serta strategi tim.
  • Tugaskan Enabler dan Controller untuk membujuk orang2 dari bidang lain untuk bersama-sama membuat perencanaan tim.
  • Tugaskan controller untuk memeriksa bahwa keputusan tentang langkah yang akan ditempuh adalah layak secara teknis, operasonal dan financial.

Seluruh anggota tim harus turut serta member input dalam proses penyusun jadwal. Ingatkan kembali para Driver yang suka membuat deadline yang terlalu singkat, serta ingatkan juga Exec yang memerlukan waktu trlalu lama untuk menyelesaikan pekerjaan . Yang paling  baik yang bisa anda harapkan  adalah controller  memiliki data tentang berapa lama tugas yang serupa diselesaikan pada waktu yang lalu

TIM YANG KEHILANGAN ENABLER

  • Tugaskan controller untuk memastikan bahwa permasalahan dalam pengadaan sarana / sumber daya untuk tim diketahui dan diatasi.
  • Tugaskan Planner untuk mempelajari jenis tim mana yang diinginkan untuk mengerjakan tugas dan profil anggota mana yang cocok untuk mengisi tim tersebut.
  • Tugaskan Driver untuk menjadi wakil tim di hadapan orang lain di dalam organisasi demi meningkatkan status tawarmenawar timnya.

Setiap anggota harus ikut serta membantu membangkitkan  dan melakukan komunikasi bagi tim Driver tidak boleh mengasumsikan bahwa semua anggota telah memiliki visi ke depan yang menyatu.

Seluruh tim harus menyediakan waktu untuk saling untuk member tahu apa yang sedang mereka lakukan dan seberapa banyak yang telah mereka capai.

TIM YANG KEHILANGAN EXEC :

  • Tugaskan Controller menganalisis instruksi yang telah diterima tim dan menjelaskannya kepada semua oang.
  • Tugaskan Enabler untuk melakukan komunikasi dan menangani berbagai tuntutan yang menimbulkan konflik di dalam tim
  • Tugaskan Planner untuk menysun target hari ke hari untuk menjaga agar tim tetap produktif serta berjalan di jalur yang tepat.

Seluruh tim harus mengawasi dan member dukungan terhadap yang lain, terutama ketika ada persoalan2 atau tekanan2 perorangan yang menimbulkan gejala2 stres. Enabler harus mengasah keterampilannya untuk mendengarkan ; Controller harus meningkatkan kemampuanna untuk mengamati ; Planner memeriksa gejala2 ketertekanan ; dan Driver beajar bersikap abar serta mau menyediakan waktu untuk mendengarkan cerita secara penuh sebelum mengusulkan suatu cara pemecahan.

TIM YANG KEHILANGAN CONTROLLER

  • Tugaskan Exec untuk menc agar permasalahan tidak menyimpang dari jalur yang swajarnya.
  • Tugaskan Enabler untuk memeriksa kualitas sarana/sumber daya tim.
  • Tugaskan Planner untuk memeriksa kualitas system yang dianut tim.

Seluruh Tim harus memeriksa apakah gabungan usaha mereka benar2 mencapai tujuan yang memang ingin dicapai dan apakah itu cukup berharga dihitung dari seluruh usaha yang telah mereka kerahkan.

TIM PARA INDIVIDUALIS

Gejala : Hanya sedikit pertemuan tim yang dilangsungkan yang hadirpun sedikit. Para anggota menerima proyek secara utuh dari tim, lalu mengerjakannya tanpa bertanya apa pun. Jarang ada kerja sama di antara mereka.

Hanya ada satu cara untuk mengatasinya : sebuah koordinasi dengan dosis tinggi dilakukan oleh Exec terhadap tim.

Kuncinya adalah tingkat komunikasi yang teratur dan terpelihara sebagai peredam berkembangnya pengabaian terhadap tujuan tim dan perlibatan kembali agenda perseorangan individualis yang dijadikan prioritas utama.

TIM YANG TIDAK MANTAP

Gejala : Mereka bekerja sama dengan baik,  antara peran saling melengkapi secara penuh, namun output mereka tetap saja mengecewakan. Boleh jadi tidak ada alasan teknis yang menyebabkan mereka tidak mampu  berkinerja sebagaimana tim yang lain, namun yang jelas mereka tampak puas dengan berjalan pelan-pelan.

Anda dapat mencoba menerapkan taktik berikut ini dengan aman :

  • Lakukan ranfsi darah baru. Asalkan tim memiliki perna yang lengkap.
  • Mengkaji ulang perencanaan tim.
  • Buatlah laporan yang disusun oleh Controller
  • Adakan pertemuan lebih lengkap.
  • Putarlah etian anggota tim dalam rotasi pertukaran dengan angota lain dari tm yang lebih sukses.

TIM YANG PARA ANGGOTANYA GEMAR BERPOLITIK

Gejala : tim ini sering mengadakan pertemuan dan mempertahankan profilnya yang tinggi namun hasilnya tidak seberapa kecuali laporan2 melulu. Tim ini juga bekerja secara terpisah sebagaimana tim para individulis, tetapi ada satu kekecualian penting mereka akan berkata kepada anda bahwa mereka semua setia kepada kerja sama tim.

Mereka tidak akan benar2 produktif dlam lingkungan tim sampai mereka bisa menikmati kepuasaan yang diperoleh dengan menjadi bagian dari tim yang sukses daripada kepuasan pribadi dengan bisa menaiki tangga karier yang lebih tinggi.

TIM YANG DIKUASAI OLEH SATU ORANG

Gejalan : Hanya ada satu orang di dalam tim yang bnar2 tahu apa yang sebenarnya  terjadi di dalam tim, dan sering kali reaksi yang ia yakini bertentangan dengan keyakinan anggota2 yang lain di dalam. Waktu menjadi terbuang karena satu orang didalam harus mengerjakan ulang hasil pekerjaan orang lain. Kinerja ebagian dari tim semacam ini berada di bawah potensi yang sebenarnya.

Oleh karena itu, begitu anda melihat tanda2 tumbuhnya rasa percaya diri pada tim dan mulai bekerja sama sebagai tim maka prtahankanlah situasi itu jangan ditinggalkan begitu saja dan membiarkannya berjalan dengan sendirinya. Anda harus terus melakukan pendampingan dan konseling secara teratur seiring dengan kemajuan tim. Jika tidak. Satu kecelakaan dapat menyebabkan mereka melempem lagi.

KESIMPULAN

YANG ADA BISA CAPAI

TIM YANG MENGUNTUNGKAN:

Pada tahap ini pertanyaan penting yang sangat kita ketahui jawabannya adalah “Tim macam apa yang saya miliki ? Benarkah ini sebuah tim yang ejati ?

Tim Sejati adalah sekelompok orang yang jumlahnya kurang dari sepuluh, yang merasa perlu untuk bergabung dan bekera sama demi menjacpai tujuan bersama dan “membuahkan hasil yang bisa dilihat lebih besar daripada hasil gabungan yang dicapai dari sejumlah orang yang sama, yang bekerja secara sendiri-sendiri”

Begitu anda berhasil membentuk kelompok ini, bagaimana dengan orang lain did lam orgnisasi tersebut ? Mereka tentu bisa merasa tersisih jika melihat tim pertama yang anda bentuk ini semakin padu.

Ada dua bentuk kegiatan yang bisa Anda tempuh :

Pertama, bersifat esenial kalan Anda tidak ingin dicap mengabaikan orang lain di dalam organisasi.

Kedua, bersifat opsional, sebagai pilihan bebas, namun dalam jangka panjang pasti akan menghasilkan manfaat.

  • Pastikan bahwa Planner anda mencari masukan bagi perencanaan dari kelmpok yang lebih besar.
  • Susunlah sebuah tim kedua atau malah kalau perlu beberapa tim, dan bimbinglah mereka untuk mencapai tujuan yang sesuai.

Berbagai jenis tim yang berhasil seprti :

  • Dewan Perusahaan, jumlah anggotanya 3-8
  • Tim manajeman, di sector pemerintahan dan sector swasta.
  • Tim proyek
  • Tim presional
  • Tim pengembangan bisis
  • Tim spesialis.

 

 

 

 

 

 

 

 

KEMBANGKAN KWALITAS

KEMBANGKAN 18 KWALITAS SEJATI

SEMUA TINGKA1T PIMPINAN LSM GMBI

OLEH

ABDUL TALIB RACHMAN

KETUA DEWAN PAKAR

SERI KEPEMIMPINAN 2.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

  1. PENDAHULUAN
  2. KUALITAS KEPEMIMPINAN
  3. KEPRIBADIAN KEPEMIMPINAN TERPOLA
  4. MEMBANGUN WUJUD KEKUATAN KARISMA
  5. MEMBANGUN WUJUD KOMITMEN PEMIMPIN
  6. 3. MEMBANGUN KOMUNIKASI DUA ARAH
  7. 4. MEMBANGUN KOMPETENSI
  8. 5. MEMBANGUN KEBERANIAN
  9. 6. MEMBANGUN KEKUATAN FOKUS
  10. 7. MEMBANGUN KEMURAHAN HATI
  11. 8. MEMBANGUN KEKUATAN DALAM

         INISIATIP

  1. 9. MEMBANGUN KEBIASAAN

         MENDENGARKAN

  1. 10. MEMBANGUN SEMANGAT YANG

         TINGGI

  1. 11. MEMBANGUN SIKAP POSITIP

 

 

 

 

  1. 12. MEMBANGUN KEMAMPUAN

         MEMECAHKAN  MASALAH

  1. KW.13. MEMBANGUN DISIPLIN DIRI
  2. KW.14. MEMBANGUN HUBUNGAN
  3. KW.15. MEMBANGUN KEMAMPUAN DALAM

       TANGGUNG JAWAB

  1. KW.16. KESIAPAN MENJADI PELAYAN
  2. KW.17. KESIAPAN MAU BELAJAR
  3. KW.18. VISI DALAM KEPEMIMPINAN
  4. P E N U T U P

 

KATA PENGANTAR

Tulisan ini merupakan rangkaian tulisan yang telah berada di tangan anda dengan judul “PERAN KEPEMIMPINAN DALAM PEMBANGUNAN BANGSA INDONESIA (BUKU 1 DAN 2).

Dengan pikiran diatas, maka seri tulisan ini akan menekankan suatu pemikiran yang harus kita tumbuh kembangkan agar menjadi bahan renungan bagi setiap pemain peran pada semua tingkat dalam kepemimpinan GMBI agar selalu siap untuk melakukan perubahan diri yang berkelanjutan atas dorongan diri sendiri.

Dalam kesempatan ini penulis sekedar untuk dapat mendorong seberapa jauh kebiasaan menjadi sikap dan perilaku terpola agar kita selalu siap untuk dapat mengikuti perubahan.

Sejalan dengan pemikiran diatas, maka dalam tulisan ini akan menekankan rangkuman kualitas yang dibutuhkan dalam meningkatkan kepemimpinan.

Bandung 8 November 2016.

Abdul Talib Rachman.

Ketua Dewan Pakar

Seri Kepemimpinan 2

 

  1. PENDAHULUAN

Dengan memperhatikan tulisan yang pertama, maka tulisan ini sebagai seri lanjutan untuk menekankan terdapat 18 kualitas yang harus di tumbuh kembangkan oleh setiap insan pemimpin GMBI.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka seberapa jauh adanya keinginan yang timbul dari diri sendiri bukan sesuatu yang dipaksakan oleh atasan.

Oleh karena itu, tumbuhkan kebiasaan baru dalam diri anda untuk selalu mengadakan penilaian atas ke 18 kualitas yang kita utarakan ini menjadi motivasi dalam rangka meningkatkan kemampuan diri dalam menjalankan peran.

Dengan demikian tulisan ini untuk membantu anda mengenali, mengembangkan dan menata ulang karekteristik pribadi yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pemimpin yang efektif yang menjadi panutan orang.

Yang perlu anda sadari untuk memahami kepemimpinan dan benar-benar melakukannya adalah dua pikiran kedalam kegiatan yang berbeda.

  1. KUALITAS KEPEMIMPINAN

Dari seri buku pertama telah menguraikan prinsip-prinsip kepemimpinan dalam usaha memahami sebagai tantangan disatu sisi dan disisi lain menangkap paradigma kedalam profesionalisme, kreativitas & inovatif dan antisipatif.

 

Sejalan dengan pikiran yang telah kITA Utarakan, maka perlu kita mendalami kembali sebagai suatu pemahaman yang kita masukkan kedalam kualitas kepemimpinan.

 

Secara sadar timbul suatu pertanyaan apakah yang membuat orang ingin menjadi pengikut seorang pemimpin ? Tapi ingat pula mengapa orang enggan menjadi pengikut.

 

Jawabannya terletak pada kualitas karekter dari individu yang bersangkutan. Jadi dari kualitas itulah seorang pemimpin berbeda satu sama lainnya. Oleh karena itu, seri tulisan ini mencoba untuk merenungkan kembali mana saja yang dapat menjadi kualitas yang dapat mempenguruhi kepemimpinan seseorang.

 

 

 

 

 

  1. KEPRIBADIAN KEPEMIMPINAN TERPOLA

Pikiran yang mengungkapkan Kepemimpinan Terpola sangat ditentukan oleh Kepribadian  bersangkutan karena sikap dan perilaku menjadi teladan.

Oleh karena itu, dalam menjalankan peran yang ditugaskan kepadanya, yang bersangkutan akan selalu mengingat apa yang menjadi kekuatan dirinya sehingga ia selalu meng-introsfeksi apa-apa yang menjadi  18 kualitas sejati atas kepribadiannya.

 

  1. 1, MEMBANGUN WUJUD KEKUATAN KARISMA.

Karisma  adalah keadaan atau bakat yang dihubungkan dengan kemampuan yang luar biasa dalam hal kepemimpinan seseorang untuk membangkitkan pemujaan dan rasa kagum dari masyarakat terhadap dirinya (kamus besar bahasa Indonesia).

Dengan rumusan diatas, maka KARISMA adalah kemampuan untuk menarik orang kepada anda oleh karena itu anda mampu untuk menumbuh kembangkan kedalam diri anda.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka renungkan hal-hal yang terkait dengan usaha anda kedalam apa yang disebut:

  • Cintailah kehidupan dalam hubungan anda yang ada disekitar secara positip ;
  • Berikalah nilai tertinggi kepada setiap orang ;
  • Berikanlah harapan yang benar2 dapat direalisasikan ;
  • Berbagilah sesame orang lain.

Dengan memperhatikan hal-hal diatas, maka pikirkan pula yang dapat merusak usaha anda kedalam pikiran karisma yaitu

1) Jauhkan pikiran yang mendorong anda menjadi sombong dan atau congkah ;

2) Jauhkan pikiran yang dapat menjadi ketidakmapanan anda ;

3) Jauhkan pikiran yang selalu berubah-rubah ;

4) Wujudkan perfeksionisma dalam arti ekspektasi yang tidak realistis ;

5) jauhkan pikiran sinisme karena berpikir negative.

 

Belajar dari kenyataan diatas seberapa jauh anda dapat menumbuh kembangkan menjadi satu usaha untuk memperbaikinya kedalam pikiran anda dan berlatihlah untuk :

  • Capailah keseimbangan dengan mengubah focus anda dari sisi sendiri kepada orang lain ;
  • Ingatlah bahwa petingkanlah kesan pertama yang begitu penting dalam hidup anda ;

 

  • Berbagilah sebagai kebutuhan sasaran jangka panjang.

 

 

  1. 2, MEMBANGUN WUJUD KOMITMEN PEMIMPIN

 

Komitmen adalah perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu (kamus bahasa indoneia).

Berdasarkan rumusan diatas, maka komitmen inilah yang membedakan pelaku, artinya orang takkan mengikuti para pemimpin yang tidak memiliki komitmen. Jadi komitmen dapat berbagai aspek seperti jam kerja, pengorbanan.

Sejalan dengan yang kita pikirkan diatas, maka jika anda ingin menjadi pemimpin yang efektif, pikirkan bahwa komitmen sejati menginspirasikan serta menarik orang lain.

Dengan demikian renungkan baik-baik apa-apa yang terungkap dalam pikiran anda yang menyangkut apa yang disebut

1) Perlu disadari sepenuhnya bahwa komitmen dimulai didalam jiwa dan hati sebagai satu kekuatan yang menggerak kekuatan otak anda ;

2) Sadarilah bahwa akan diuji dari hasil perbuatan yang anda lakukan yang sejalan dengan komitmen anda ;

3) Wujud komitmen sejati akan membuka pintu menuju prestasi seperti apa yang anda harapkan.

Dengan merenungkan apa yang telah diutarakan, maka ingat pula bahwa manusia dapat berbentuk kedalam wajah yang disebut dengan

1) manusia pengejut ;

2) Manusia peragu ;

3) Manusia penyerah ;

4) Manusia mati-matian.

Oleh karena itu renungkanlah dalam pikiran anda bahwa anda termasuk yang mana, maka anda akan memikirkan segala usaha meningkatkan komitmen dengan melakukan hal-hal yang terkait dengan :

1) Kemampuan untuk menilai dari segala aspek yang telah anda lakukan ;

2) Seberapa jauh yang telah anda pikirkan bahwa yang telah dilakukan benar-benar dengan mati-matian ;

3) Adanya kesiapan untuk selalu menyesuaikan dengan kebutuhan bila diperlukan untuk melakukan perubahan.

Akhirnya bangkitkan semangat untuk selalu dapat merenungkan dengan membuat latihan-latihan yang diperlukan.

 

  1. 3,MEMBANGUN KOMUNIKASI DUA ARAH

 

Renungkan segala usaha yang terkait dengan pikiran untuk mengembangkan keterampilan berkomunikasi karena tanpanya anda akan menempuh perjalanan sendirian artinya tujuan yang hendak anda capai dibutuhkan kebersamaan dalam mewujudkannya.

 

Dengan demikian, pahamilah bahwa pengertian tanpa pengalaman adalah kosong, pengalaman tanpa pengertian adalah buta, oleh karenanya ingatlah selalu ungkapan terimalah kepercayaan kepada Tuhan karena memerlukan kepercayaan semacam itu. Inilah peringatan seperti barangsiapa yang tidak dapat merasa sakit tidak dapat pula merasakan bahagia.

 

Jadi dengan keterampilan KOMUNIKASI berarti anda memiliki kemampuan membagi pengetahuan serta gagasan-gagasannya untuk menciptakan desakan serta antusiasme pada orang lain, sehingga seorang pemimpin tak dapat menyampaikan pesan dengan jelas dan tak dapat memotivasi orang lain untuk menindaklanjutinya.

 

Oleh karena itu, renungkanlah langkah anda untuk dapat menjadi KOMUNIKATOR yang hebat di segala keadaan, sehingga jemputlah empat kebenaran dasar untuk menuntun anda kedalam jiwa dan hati yang kita sebutkan kedalam pikiran yaitu :

  • Belajarlah untuk merenungkan kembali bahwa sederhanakanlah pesan anda ;

 

  • Belajarlah untuk mengingat pandanglah lawan bicara anda ;
  • Belajarlah untuk Tunjukkan keenaran ;

 

  • Belajarlah untuk menarik respons ;

Dengan mendalami hal-hal yang kitan ungkapkan diatas, maka pikirkan lebih lanjut yntyk menerapkan dalam usaha meningkatkan komunikasi anda, lakukan apa yang kita sebutkan  dan berlatihlah untuk mendalaminya hal-hal dibawah ini :

  • Sampaikan pesan anda sejelas mungkin ;
  • Fokuskan kembali perhatian anda ;
  • Hidupkan pesan.

 

 

 

 

  1. 4, MEMBANGUN KOMPETENSI

 

Kompetensi adalah berkaitan dengan seperangkat pengetahuan untuk menentukan sesuatu, oleh karena itu kemampuan seorang pemimpin untuk merencanakannya dan melakukannya dengan sedemikian rupa.

 

Sejalan dengan pemikiran diatas, maka dengan keberanian mengungkapkanya pada setiap pemain peran apapun misalkan seorang atelit atau seorang ahli ledeng, maka terbuka pintu pikiran anda untuk mengembangkan pikiran dalam rangka usaha-usaha :

 

1)Kemampuan untuk memunculkan setiap hari artinya setiap orang yang bertanggung jawab muncul seperti apa yang diharapkan ;

 

2)Belajarlah terus untuk memperbaiki diri artinya berusaha untuk tterus bertumbuh ;

3)Apa yang telah dipikirkan, maka tindak lanjutilah dengan sempurna ;

4)Capailah lebih dari yang diharapkan sebagai sesuatu yang gemilang ;

  • Usahakan untuk menjadi satu kekuatan dalam kaitan inspirasikanlah orang lain.

Dengan memperhatikan hal-hal yang kita utarakan diatas maka merenungkannya kedalam orang-orang yang kompeten kedalam kelompo, apa yang disebut dengan

1) Mereka yang dapat melihat apa yang harus terjadi  2) Mereka yang dapat membuatnya terjadi ;

3) Mereka yang dapat membuat segalanya terjadi secara maksimal.

Oleh karena itu, latihlah sehingga menjadi kebiasaan agar anda dapat menerapkannya menjadi langkah-langkah yang kita sebut :

1) Fokuskanlah perhatian anda artinya disatu sisi pusatkan kepada pekerjaan dan disisi lain cari tahu bila tidak fukus ;

2) Rumuskan kembali standarnya ;

3) Carilah cara untuk memperbaiki diri.

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. 5, MEMBANGUN KEBERANIAN

 

Orang berani ialah orang yang tidak menghiraukan rasa takut. Oleh karena itu bagian terbaik dari keberanian ialah kebijaksanaan. Jadi apa yang memberi kepastian di dalam kehidupan kita ialah keberanian.

 

Ingatlah bahwa keberanian secara tepat dianggap sebagai kualitas yang terutama dalam diri manusia karena kualitas inilah yang menjamin kualitas-kualitas lainnya. Oleh karena itu, bayangkan bahwa keberanian adalah rasa takut yang telah disertai dengan doa.

 

Dengan memperhatikan hal-hal yang telah kita ungkapkan diatas, maka kebenaran-kebenaran yang terkait dengan keberanian diatas, kita ungkapkan dengan pikiran yang digerakkan atas pemahaman :

  • Sadarilah bahwa keberanian dimulai dengan gejolak yang terkait dengan batin ;

 

  • Ingat bahwa keberanian artinya mengubah segalanya menjadi benar, bukan sekedar meredakannya saja ;
  • Keberanian dalam diri seseorang pemimpin menjadi kekuatan untuk menginspiraikan komitmen dari para pengikutnya ;

 

  • Sadarilah bahwa kehidupan anda berkembang menurut keberanian anda.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka renungkanlah bagaimanakah anda harus berubah agar dapat mengembangkan semangat keberanian dalam hidup anda dengan menerapkan apa yang dipikirkan dan berlatih yaitu:

  • Belajarlah untuk menghadapi kenyataan ;
  • Bicaralah kepada orang yang kita ajak bicara ;
  • Ambillah langkah yang luar biasa dengan banyak meluangkan waktu

 

 

  1. 6, MEMBANGUN KEKUATAN FOKUS

Kekuatan focus mendorong kita menjadi sesuatu mendapatkan sikap kita benar, kemampuan kita akan mencapai tingkat paling tinggi dan dengan sendirinya hasil-hasilnya pun baik melihal hal-hal yang terkait dengan masa depan.

Dengan membangun kekuatan focus berarti semakin tajam focus anda berarti anda semakin tajam, oleh karena itu ingatlah selalu bahwa apa yang dikatakan orang,

apa yang dilakukan orang, dan apa kata mereka telah mereka lakukan adalah tiga hal yang sama sekali berbeda.

Oleh karena itu, renungkan kembali bahwa pikiran terarah yang berbeda berarti disitu terletak pintu untuk mewujudkan agar kita memiliki focus yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin yang benar-benar efektif terletak dari dua sumber kekuatan yang disebut memahami apa yang disebut PRIORITAS dan KONSENTRASI.

Bagaimana seharusnya kedua kekuatan tersebut kita manfaatkan kedalam dua keadaan yang kita arahkan menjadi apa yang disebut dengan :

Pertama , fokuskan 70 persen pada kekuatan dengan menyatukan prioritas dan konsentrasi terhadap hal-hal yang dapat diselesaikan yang sejalan dengan kemampuan anda, sehinga segala sumber diarah untuk mewujudkannya secara baik.

Kedua, fokuskan 25 persen pada hal-hal yang baru artinya pertumbuhan sama dengan perubahan. Jika ingin menjadi lebih baik, anda terus berubah dan memperbaiki diri, itu artinya memaski bidang-bidang baru.

Ketiga, fokuskan 5 persen pada kelemahan artiya secara sadar tak seorangpun dapat sepenhnya menghindari kelemahan. Kuncinya terletak kesanggupan untuk meminimalkannya.

Dengan memperhatikan keadaan diatas, maka seberapa jauh anda dapat merenngkannya kembali agar kedua kekuatan berupa prioritas dan konsentasi agar benar-benar dapat digerakkan secara benar dengan melangkah dengan memberikan pusat perhatian kedalam apa yang kita sebut :

  • Perbaikilah diri anda, anda adalah aktiva sebagai penghambat terbesar bagi diri anda ;

 

  • Perbaikilah perioritas-perioritas anda, anda harus menuntun berjuang dalam menentukan prioritas ;

 

  • Bekerjalah di bidang yang menjadi kekuatan anda, dimana potensi dapat mencapainya ;

 

  • Bekerjalah dengan orang-orang sebaya anda, dengan itu anda tidak mungkin kerja sendiri.

Belajarlah dari kenyataan yang anda hadapi, sehingga dengan kebiasaan untuk melatih diri akan terbuka kelangsungan kedua sumber kekuatan untuk selalu meningkatkan kekuatan focus anda melalui :

  • Kemampuan untuk beralihlah kepada kekuatan artinya buatlah daftar sesuai sesuai dengan kebutuhan (berdasar 70 %, 25%, 5%) dari apa yang telah diungkapkan diatas ;
  • Belajar dari pengalaman anda maka delegasikan kelemahan-kelemahan anda. Renungkan seberapa jauh anda mampu untuk bekerja sama dan mengatur berbagi tanggung jawab ;

 

  • Dengan potensi yang anda memiliki, maka renungkan seberapa jauh anda memikirkan untuk melahirkan keunggulan artinya seberapa jauh kemampuan potensi anda miliki untuk memaksimumkan sumber daya yang tersedia sehingga memberi hasil yang maksimal.

 

  1. 7,MEMBANGUN KEMURAHAN HATI

Renungkan bahwa jalan menuju kebahagian ialah bebaskanlah hatimu dari dendam dan rasa takut. ; Hidplah sederhana, harap sedikit, member banyak ; Isilah penuh harapanmu dengan kasih sayang ; Pancarkanlah cahaya matahari ; Lupakan dirimu sendiri dan ingatlah orang lain ; Perlakukanlah sesame manusia seperti yang anda sendiri ingin perlukan.

Dengan merenungkan hal-hal ungkapan diatas diharapkan menjadi satu kekuatan apa yang kita sebut MEMBANGUN KEMURAHAN HATI. Oleh karena itu bayangkan bahwa lilin anda takkan rugi jika menerangi orang lain. Jadi bayangkan bahwa member adalah tingkat kehidupan tertinggi.

Sejalan dengan pokok pikiran yang kita utarakan diatas, maka usaha untuk mengungkapkannya atas Kemurahan Hati berasal dari dalam hati dan menetes keseluruh aspek khidupan seorang pemimpin menyangkut waktunya, uangnya talentanya dan harta bendanya, oleh karena itu pemimpin yang efektif menjadi panutan sehingga renungkan langkah yang anda lakukan dalam hidup ini berupa :

  • Bersyukurlah atas apapun yang anda miliki ;
  • Pikirkan untuk selalu dahulukan orang lain ;
  • Jangan biarkan diri anda dikuasai oleh hasrat memiliki ;
  • Pikirkan bahwa uang itu sebagai sumber daya ;
  • Kembangkan kebiasaan member.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka segala usaha untuk meningkatkan kemurahan hati anda lakukan hal-hal sebagai berikut serta melatihnya secara berkelanjutan yang mencakup :

  • Renungkan makna yang terungkap bahwa berikanlah sesuatu dengan Cuma-Cuma dan ingat melakkannya tanpa menyebut nama anda

 

  • Upayakanlah agar uang anda bermanfaat sekalipun anda telah tiada ;

 

 

  • Berupayalah untuk mencari seseorang untuk anda bimbing dalam usaha meningkatkan derajat orang lain.

 

  1. 8, MEMBANGUN KEKUATAN DALAM INISIATIP

Mengambil suatu inisiatif merupakan suatu langkah awal menuju keberhasilan. Oleh karena itu ingatlah bahwa INISIATIF menjadi satu kekuatan untuk menggerakkan semua langkah tanpanya anda takkan ke mana-mana.

Dengan demikian dapat kita katakana bahwa sukses tampaknya berhubungan dengan tindakan, sehingga orang-orang yang sukses terus bergerak. Ingatlah dari segala hal yang harus ditakuti oleh seorang pemimpin , rasa puas dirilah yang seharusnya paling utama. Belajarlah dari satu kenyataan bahwa dalam du ia kompetitif yang komplek, peluang untuk memperoleh keberhasilan begitu banyak tersedia, tetapi sering kali sukar untuk ditemukan. Untuk itu kita perlu mengambil inisiatif untuk dapat melihatnya, mendapatkannya dan memanfaatkannya

Kualitas apakah yang dimiliki para pemimpin, yang memungkinkan mereka membuat segalanya menjadi kenyataan ! Dalam hal ini kita dapat melangkah untuk mengungkapkannya kedalam :

  • Mereka tahu benar apa yang mereka inginkan, artinya titik awal dari setiap prestasi adalah keinginan yang besar, itulah satu-satunya cara bagi anda untuk mengenali peluang yang datang

 

  • Mereka dorong diri sendiri untuk bertindak artinya seperti pepatahkan mengatakan “anda bisa jika anda mau” ;

 

  • Mereka lebih berani ambil resikonya artinya setiap orang proaktif akan melangkah kedalam kesiapan melihat jauh kedepan ;

 

  • Mereka memiliki kemampuan melipatgandakan tingkat kegagalan anda artinya hanya mereka yang berani gagal, besarlah yang dapat mencapai sukses besar.

 

Sejalan dengan apa yang kita pikrkan diatas, pelu anda melatih apa yang anda pikirkan dalam meningkatkan efektif pemimpinan sesuai dengan keinginan untuk memicu inisiatif anda dengan usaha untuk menerapkannya kedalam tindakan :

  • Ubahlah cara berpikir anda artinya jika anda kurang inisitif sadarilah bahwa persoalaannya adalah dari dalam bukannya dari orang lain ;
  • Jangan menunggu hingga peluang mengetok pintu anda artinya peluang tidaklah datang mengetok pintu, anda harus mencarinya.

 

  • Ambillah langkah berikutnya artinya pililah peluang terbaik yang anda lihat dan tindak lanjutilah semampu anda.

 

  1. 9, MEMBANGUN KEBIASAAN MENDENGARKAN

 

Renungkanlah adalah kemampuan untuk menyelami hati mereka, oleh karena itu bukalah telinga anda. Jadi setelah belajar berbicara, siapa yang akan belajar untuk mendengarkan ?

 

Telinga seorang pemimpin harus mampu menangkap suara orang banyak, sehingga seorang pemimpin yang baik mendorong pengikutnya untuk memberitahunya apa yang perlu ia ketahui, bukannya apa yang ingin didengarnya.

Ingatlah bahwa hidup ini diperlukan satu semangat yang ditopang oleh disatu sisi kita banyak bicara disisi lain banyak mendengarkan.

 

Sejalan dengan pikiran diatas, maka setiap perubahan belum tentu berarti susah, oleh karena itu seberapa jauh kita bisa mendorong untuk belajar dengan banyak membaca, dengan demikian kita mendorong memberikan nilai tambah kepada orang lain.

 

Belajar dari uraian diatas, maka renungkan seberapa jauh kita dapat mengungkapkannya bahwa disatu sisi  mendengarkan menjalin hubungan dengan orang lain disisi terbuka pintu untuk terus belajar. Dengan alasa tersebut membuka pintu jiwa dan hati agar kita selalu siap membuka telinga terhadap orang lain dengan pikiran ebagai berikut :

 

  • Berilah dorongan kepada para pengikut anda artinya jika anda membiasakan diri untuk mendengarkan hanya fakta-faktanya saja bukan kepada orang yang mengungkapkannya, maka ubahlah focus anda dan jadilah pendengar yang baik. ;

 

  • Berilah perhatian sebagai pemimpin untuk selalu memproritaskan untuk dapat mengadakan kontak dengan mereka yang dilayaninya artinya pelanggan anda. ;

 

  • Berilah perhatian kepada pesaing anda dimana sebagai pemimpin janganlah anda dasarkan tindakan anda menurut apa yang dilakukan orang lain, namun anda tetap harus mendengarkan dan mempelajari semampunya untuk memperbaiki diri sendiri.
  • Berilah perhatian kepada pembimbing anda bila anda telah mendapatkannya sebaliknya bila belum mulailah prosesnya dengan membaca buku, yang penting adalah segera memulai prosesnya.

Dengan merenungkan kembali apa-apa yang kita bicarakan diatas latih diri anda dengan menerapkan hal-hal yang kita utarakan dibawah ini :

  • Pikirkan yang terkait dengan kemampuan anda untuk mengubah jadwal anda artinya adakah melewatkan waktu untuk mendengarkan pengikut anda, pelanggan anda, pesaing anda dan pembimbing anda. Usahakanlah untuk menetapkan jadwal bagi masing-masing kelompok setiap hari, setiap minggu atau bulanan;

 

  • Temukanlah orang apa adanya artinya kunci menjadi pendengar yang baik adalah menemukan kesamaan dengan mereka untuk membina hubungan lebih baik ;

 

  • Belajarlah secara mendalam yang terkait dengan apa yang disebut dengarlah maksud yang tersembunyi tapi ingat jangan abaikan muatan emosionalnya dengan begitu akan dapat memahaminya.

 

  1. 10, MEMBANGUN SEMANGAT

         YANG TINGGI.

Membangun semangat yang tinggi berarti cintailah hidup ini dengan memahami ungkapan kata bahwa “Barangsiapa memiliki tingkah laku santun, perasaan yang sehat dan akhlak yang mulia, maka dia akan membuat dirinya dang orang lain berbahagia, dan akan mendapatkan hati yang tenang dan keadaan jiwa yang sejuk”

Oleh karena itu, maksimalkan bakat yang telah diberikan Allah kepada anda, ilmu yang anda sukai, rezki yang telah dikaruniakanNYA dan pekerjaan yang sesuai dengan diri anda.

Jangan sekali-kali anda putus asa dari pertolongan Allah. Dan jangan putus harapan dari rahmat Allah. Jangan lupa pertolongan Allah sebab pertolongan Allah akan turun sesuai dengan derita yang anda alami.

Belajar dari hal-hal yang kita ungkapkan diatas berarti pula jika seorang pemimpin mengulur tangannya dengan penuh semangat, biasanya ia akan disambut juga dengan penuh samanat.

Dengan demikian, jadilah seorang pemberani, berhati teguh dan berjiwa kuat serta memiliki semangat dan tekad. Janganlah anda sampai tertipu dengan gossip murahan dan cerita bohong.

Sejalan apa-apa yang kita utarakan diatas, maka ketahuilah bahwa empat kebenaran tentang semangat dan apa yang dapat diperbuatnya bagi anda sebagai pemimpin sebagai berikut :

  • Renungkanlah baik-baik bahwa semangat adalah langkah pertama menuju prestasi artinya hasrat anda akan menentukan takdir anda dan ingatlah bahwa semakin besar api semangat anda semakin besar hasrat anda dan semakin bersarlah potensi anda ;

 

  • Semangat meningkatkan kehendak anda artinya semangat itu tak ada gantinya. Semangat adalah bahan bakar pendorong kemauan. Jika anda cukup menginginkan sesuatu, anda akan memiliki kemampuan untuk mencapainya. Satu-satunya cara untuk memiliki hasrat seperti itu adalah dengan mengembangkan semangat ;

 

  • Semangat mengubah anda artinya perlu dipahami bahwa semangat andalah yang akan mempengaruhi ketimbang kepribadian anda.;

 

  • Semangat menjadikan yang mustahil mungkin artinya seorang pemimpin yang memiliki semangat besar dan sedikit keterampilan selalu lebih unggul dari pada pemimpin yang memiliki keteramplan hebat namun tidak bersemangat.

 

Sejalan dengan uraian diatas, maka renungkan kembali hal- hal kehidupan anda tidak penuh semangat anda akan mengalami masalah sebagai pemimpin, oleh karena itu anda tidak mungkin memulai api di dalam organisasi anda kecuali ada api di dalam diri anda.

 

Dengan demikian pentingnya anda untuk melatih secara berkesinambungan untuk meningkatkan semangat melalui hal-hal yang kita sebut :

 

  • Ukurlah situasi suhu anda artinya anda takkan bersemangat hingga anda percaya bahwa semangat dapat menjadi pembuat perbedaan dalam hidup anda ;

 

  • Pikirkan untuk kembalilah kepada cinta pertama anda artinya cobalah menangkap kembali antusiasme lama anda.

Lalu evaluasiah kehidupan anda  serta karir anda dibandingkan dengan kenangan-kenangan manis itu ;

 

  • Tingkatkan pergaulan dengan oang-orang yang bersemangat artinya jadwalkanlah waktu dengan orang-orang yang dapat menularkan emangatnya kepada anda.

 

 

  1. 11, MEMBANGUN SIKAP POSITIP

 

Tinggalkan sikap ragu-ragu dalam mengambil keputusan dan jauhi sikap yang tidak ada arah tujuan. Tetapi bersemangatlah, bulatkan tekad dan maju. Oleh karena itu kuncinya terletak SIKAP POSITIP artinya jika anda percaya bisa anda pasti bisa

Dengan demikian penemuan terbesar dari generasi saya adalah bahwa manusia dapat mengubah hidupnya dengan mengubah sikap berpikirnya.

 

Sejalan dengan pokok pkiran diatas, maka sejenak saya merenungkan ungkapan seperti teman dudukku mengungkapkan tiga perkara yaitu

1) apabila ia mendekati, niscaya aku sambut kdatangannya ;

2) Apabila ia berbicara niscaya aku perhatikan pembicaraannya ;

3) Jikalu ia duduk niscaya aku luangkan tempat baginya.

 

Dengan memahami apa-apa yang dimaksudkan dalam ungkapan diatas, maka orang yang sukses adalah dia yang dapat meletakkan landasan yang kuat dengan kata yang dilemparkan orang lain kepadanya.

 

Sejalan dengan uraian-uraian diatas, selanjutnya membuka pintu untuk mengungkapkan kembali dengan maksud untuk belajar lebih banyak tentang apa artinya berikap positip dengan merenungkan hal-hal yang terungkap dibawah ini :

 

  • Ketahuilah bahwa sikap anda adalah pilihan anda.
  • Ketahuilah sikap anda menentukan perbuatan anda.
  • Ketahuilah orang-orang anda adalah cermin dari ikap anda.
  • Ketahuilah mempertahankan sikap yang baik adalah lebih mudah ketimbang mendapatkan kembali sikap yang baik.

 

Sejenak bila anda merenungkan kembali, maka cara terbaik untuk melatih  kembali sikap anda adalah mencegah pikiran anda menuju jalanan negative, maka usaha-usaha menerapkannya untuk meningkatkan sikap anda lakukanlah untuk melatih dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

 

  • Berilah makanan yang tepat kepada diri anda sendiri artinya jika selama ini anda kekurangan hal yang positip maka anda perlu mulai member diri sendiri diit yang teratur serta bahan-bahan motivasional, bila anda mengkonsumsi diit yang benar anda dapat menjadi pemikir yang positip
  • Capailah suatu sasaran yang baik setiap harinya dengan begitu pola prestasi yang positip akan membantu anda mengembangkan pola berpikir positip ;

 

  • Biasakan untuk menuliskan di dinding anda sebagai insentif dengan memajangkan yang telah mereka raih.

 

 

  1. 12, MEMBANGUN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH

 

Renungkan ungkapan seperti “Kondisi dunia selalu berubah sehingga kita harus mengantisipasinya dengan melakukan yang terbaik.

 

Oleh karena itu integritas, kecepatan dan ketepatan dimana ketiganya sangat dibutuhkan jika seorang pemimpin ingin membesarkan oraganisasinya. Jika tidak cepat maka peluang akan lari.

 

Sejalan dengan pikiran diatas, maka kita dapat mengukur seorang pemimpin dari persoalan-persoalan yang ditanganinya. Ia selalu mencari persoalan yang setara dengannya.

 

 

Jadi ukuran keberhasilan bukanlah pada apakah anda menghadapi suatu persoalan benar, melainkan pada apakah itu adalah persoalan yang sama yang anda hadapi tahun lalu.

 

Perlu diingat bahwa apapun bidang yang ditekuni seorang pemimpin, ia pasti menghadapi banyak persoalan. Berbagai persoalan itu tak terhindarkan karena tiga alasan yaitu

1) Kita hidup di dunia yang semakin rumut serta semakin beragam ;

2) Kita berintraksi dengan orang lain ;

3) Kita tak mungkin mengendalikan semua situasi yang kita hadapi.

 

Sejalan dengan pemikiran diatas, maka pemimpin yang memiliki kemampuan dalam memeahkan persoalan akan menunjukkan lima kualitas yaitu :

 

  • Mereka mengantisipasikan berbagai persoalan ;
  • Mereka menerima kebenaran atas menghadapi kenyataan dari situasi yang ada ;
  • Mereka melihat gambaran besarnya. Mereka tak boleh dikuasai oleh emosi, sehngga mereka terpuruk dengan detil-detil sehingga meluakan yang penting ;
  • Mereka tangani satu per satu artinya jangan pernah mencoba memecahkan dalam seluruh persoalannya sekaligus. Jadi pastikan anda benar-benar menuntaskan yang sedang anda atasi sebelum pindah ke persoalan berikutnya ;
  • Mereka pantang menyerah artinya ia tahu bahwa ia tidak boleh menyerah ketika berada di dalam lembah kekelaman

 

 

  1. 13, MEMBAGNUN DISIPLIN DIRI

 

Renungkan bahwa yang penting, aku mnjalani hidupku dengan baik, penuh kesadaran dan tanggung jawab. Ping amat beok mati pun kita tidak pernah tahu.

 

Oleh karena itu, jika anda yakin sesuatu tak mungkin maka pikiran anda akan member bukti mengapa itu tak mungkin. Akan tetapi dan kalau anda percaya dan sungguh-sungguh percaya, bahwa sesuatu itu mungkin dan bisa melaksanakan, maka pikiran anda akan membantu anda untuk mendapatkan cara-cara mlaksanakannya.

 

Dengan menyadari hal-hal yang kita utarakan diatas, maka DISIPLIN DIRI itu menjadi orang pertama yang anda pimpin adalah diri sendiri.

Jadi kemenangan yang pertama dan yang terbaik adalah menaklukkan diri sendiri.

 

Oleh karena itu, seseorang yang tidak jelas karekter-nya takakan pernah dapat dikatakan menjadi kepunyaan diri sendiri. Ia adalah kepunyaan apapun yang menguasanya.

 

Dengan memperhatikan hal-hal yang kita utarakan diatas, maka dalam usaha untuk mengungkapkannya jika anda ingin menjadi pemimpin yang berdisiplin diri tinggi, maka renungkanlah rencana tindakan berikut ini :

 

  • Kembangkanlah dan tindak lanjutilah prioritas anda artinya jika anda dapat menentukan yang benar-benar menjadi prioritas dan membebas-kan diri dari yang lainnya, akan jauh lebih mudah untuk menindaklanjuti hal yang penting. Dan itulah inti dari disiplin diri ;

 

  • Jadikanlah gaya hidup berdisiplin sasaran anda artinya salah satu cara terbaik untuk melakukannya adalah mengembangkan sistim serta rutinitas terutama di berbagai bidang yang penting bagi pertumbuhan serta sukses jangka panjang ;

 

 

 

  • Tantanglah alasan-alasan anda artinya jika anda punya beberapa alasan mengapa anda tidak dapat berdisiplin diri , sadarlah bahwa semua-nya itu hanyalah alasan, yang semuanya perlu ditantang jika anda ingin meningkat sebagai pemimpin ;

 

  • Tundalah imbalannya hingga tugasnya selesai artinya Cuma perlu sistim kok.;

 

  • Tetaplah focus pada hasil-hasilnya artinya hitunglah keuntungan dengan melakukan hal yang benar lalu laksanakanlah tugas anda.

Sejalan dengan apa-apa yang kita pikirkan diatas maka renungkanlah dan latih dengan kemampuan anda untuk menerapkannya untuk meningkatkan disiplin diri sebagai berikut :

  • Pilih-pilihlah perioritas anda artinya renungkanlah dua tiga bidang dalam bidang hidup anda yang paling penting bagi anda, kembangkanlah rencana untuk menjadikan disiplin tersebut bagian harian atau mingguan dari hidup anda ;

 

  • Sebutkanlah alasan-alasannya artinya luangkanlah waktu untuk menuliskan keuntung-an-keuntungan dari menerapkan disiplin yang baru saja anda tuliskan ;

 

  • Buanglah segala macam alasan artinya jangan cari-cari alasan untuk menyerah. Ingatlah hanya dengan berdisplinlah anda mendapatkan kuasa untuk meraih impian-impian anda

 

 

  1. 14 MEMBANGUN HUBUNGAN

 

Pemimpin harus membangun HUBUNGAN artinya unsur terpenting dalam meraih keberhasilan dengan mengetahui bagaimana menjalin hubungan baik dengan orang lain.

 

Jadi dengan membangun hubungan ditunjukkan bahwa jika anda akur merekapun akur.

 

Oleh karena itu unsur terpenting dalam rumusan meraih keberhasilan adalah mengetahui bagaimana menjalain hubungan baik dengan orang lain. Dengan demikian orang tidak peduli seberapa banyak yang anda ketahui, hingga mereka tahu sberapa jauh anda peduli.

 

Sejalan dengan pikiran diatas, maka sahabat yang sejati adalah orang-orang yang dapat berkata benar denganmu dan bukan orang-orang yang membenar-kan kata-katamu.

Dengan begitu anda dapat membayangkan kalau dengan ilmu pengetahuan kita yang mendaki mecari kebenaran, maka dengan wahyu dan ilham kebenaran yang menurun menghinggapi kita.

 

Belajar dengan mengungkapkan pikiran diatas memberikan tuntunan, apakah yang dapat diperbuat seeorang untuk mengelola serta mengembangkan hubungan baik sebagai pemimpin ? Didalam hal ini dituntut tiga hal yaitu :

 

  • Memiliki kemampuan untuk memahami orang lain. Jadi jika anda belajar bekerja dengan efektif dengan seluruh jenis kepribadian, anda dapat berhasil sepenuhnya, sehingga kepekaan i ini dapat disebut faktor lunak dalam kepemimpinan. Anda harus dapat menyesuaikan gaya kepemimpinan anda menurut orang yang sedang anda pimpin.

 

2). Memiliki kemampuan untuk mengasihi orang lain

Artinya anda takkan dapat menjadi pemimpin

Efektif yang sejati, yang menjadi panutan, kecuali

Anda mengasihi orang lain.

 

3).Memiliki kemampuan untuk membantu orang lain

Jika focus anda adalah apa yang dapat anda berikan kepada oran lain ketimbang apa yang dapat anda peroleh dari mereka  mereka akan mengasihi dan hormat kepada ana dan emuanya ini akan menciptakan landasan yang baik untuk membangun hubungan.

Dengan merenungkan apa-apa yang diutarakan diatas, maka untuk meningkatkan kemampuan menjalin hubungan baik lakukan dan latihlah pula hal-hal sbb. :

  • Perbaikilah pikiran anda, jika kemampuan anda untuk memahami orang lain perlu diperbaiki maka usahakan banyak membaca buku tentang topic ini. Lalu luangkanlah waktu lebih banyak untuk mengamati orang ;

 

  • Kuatkan hati anda, lalu cobalah lakukan satu setiap harinya, jangan tunggu hingga anda ingin membantu orang lain. Bertindaklah hingga anda sendiri merasa senang melakukannya.

 

  • Perbaikilah hubungan yang retak, lakukanlah semampu anda untuk membangunnya kembali. Kontaklah orang yang bersangkutan dan cobalah menjalin hubungan kembali

 

 

 

 

 

 

 

  1. 15 MEMBANGUN KEMAMPUAN DALAM TANGGUNG JAWAB

 

Pikirkan anda dituntut untuk mengembangkan TANGGUNG JAWAB artinya keberhailan besar menuntut anda memikul tanggung jawab. Jika dianalisa akhirnya ditemukan bahwa suatu kualitas yang dimiliki oleh semua orang sukses adalah kemampuan untuk memikul tanggun jawab.

Dengan demikian eorang pemimpin dapat melupakan apapun kecuali tanggung jawab akhir.

 

Sejalan dengan pikiran diatas, maka pelajarilah karekteristik berikut ini dari orang orang yang merangkul tanggung jawab yaitu :

 

  • Mereka melaksanakan tugasnya. Bagaimanakah orang memelihara sikap menuntaskan tugas ? Mereka membayangkan dirinya bekerja untuk diri sendiri. Jika anda ingin mencapai lebih banyak dan membangun kredibilitas anda diantara para pengikut anda,

anutlah cara berpikir seperti ini Anda bisa mencapai hasil yang lebih jauh.

 

  • Mereka rela enempuh jarak ekstranya, jika anda ingin sukses, bersedialah untuk mendahulukan organisasi ketimbang agenda sendiri.

3)Mereka didorong oleh hasrat mencapai kesempurnaan. Jadikanlah kualitas tinggi sasaran anda, maka tanggung jawab akan timbul dengan sendirinya.

4) Mereka tetap menghasilkan terlepas dari situasinya bahwa jika ia diberi tugas, maka ia akan menuntaskannya denan efektif dengan penuh kesadaran. Jika anda ingin memimpin anda harus menghasilkan.

Dengan merenungkan hal-hal yang diutarakan diatas, maka jika selama ini anda belum berprestasi maksimal, mungkin anda perlu mengembangkan rasa bertanggung jawab yang lebih besar, sehingga dengan melatih dan mampu menerapkannya untuk meninkatkan rasa bertanggung jawab yang lebih besar sebagai berikut :

  • Bertahanlah dalam arti untuk menuntaskan dalam keadaan-keadaan yang sulit mungkin disebabkan oleh masalah keulatan. Dapatkah anda merekrut seorang staf atau mencari sukarelawan untuk membantu anda, dalam hal ini kreativitas dapat membantu anda dalam menuntaskan tanggung jawab ;

 

  • Akuilah apa yang belum cukup baik. Lalu adakanlah berbagai perubaan untuk menetapkan standar yang lebih tiggi.

 

Akan membantu jika anda ubah standar kesempurnaan anda ;

 

  • Carilah peralatan yang lebih baik. Carilah eorang pembimbing. Lakukanlah segala yang diperlukan untuk menjadi lebih baik pada pekerjaan anda.

 

  1. 16, KESIAPAN MENJADI PELAYAN

 

Ingatlah bahwa anda harus mencintai orang-orang anda lebih dari posisi anda, oleh karena itu Pemimpin sejati melayani dalam arti melayani oang lain. Melayani kepentingan mereka dan dalam langkah melakukannya takkan selulu popular takkan selalu mengesankan, namun karena pemimpin sejati itu dimotivasi oleh keprihatinan yang penuh kasih ketimbang hasrat mencapai kemuliaan pribadi, mereka rela membayar harganya.

 

Sejalan dengan pikiran diatas, maka renungkan bilamana seseorang berbeda pndapat dengan anda atau mengritik anda, berusahalah menunjukkan padanya dengan air wajah anda sikap laku anda dan perbuatan anda bahwa anda mengasihinya.

 

 

Belajar dari pikiran diatas, apa artinya memiliki kualitas kepelayanan, oleh karena itu seorang pemimpin yang melayani, renungkanlah hal-hal yang kita utarakan dibawah ini :

 

  • Mendahulukan orang lain ketimbang agendanya sendiri artinya sengaja mencari tahu akan kebutuhan orang lain, sengaja menawarkan diri untuk membantu an dapat menerima bahwa keinginan-keinginan mereka itu penting ;

 

  • Memiliki keyakinan untuk melayani artinya bagaimana kita perlakukan orang lain sesungguhnya mencerminkan bagaimana pandangan kita menyangkut diri sendiri oeh karena itu ingatlah hukum pemberdayaan mengatakan bahwa hanya pemimpin yang mapanlah yang dapat memberikan kekuatan kepada orang lain.

 

  • Menginisiatifkan pelayanan bagi orang lain arti pemimpin-pemimpin besar melihat kebutuhan, mengambil kesempatan itu dan melayani tanpa mengharapkan balasannya.kan orang lain.

 

  • Tidak terlalu mementingkan posisinya artinya kalaupun ada, posisinya sebagai pemimpin justru memberinya rasa bertanggung jawab yang lebih besar untuk melayani ;

 

  • Melayani atas dasar salih asuh artinya akhirnya sejauh mana pengaruh anda adalah tergantung pada seberapa dalam anda mementingkan orang lain. Itulah sebabnya mengapa sungguh pening bagi pemimpin untuk rela melayani.

 

Sejenak kita renungkan apa-apa yang telah kita utarakan diatas, maka dengarkan ungkapan :

“Berhentilah memerintah orang, dan mulailah mendengarkan mereka ; Berhentilan bersandiwara demi kemajuan karir dan mulailah mengambil resiko demi kepentingan orang lain ; Berhentilah bersikap suka-suka, dan mulailah melayani orang lain”

 

Sejalan dengan pemikiran diatas, latihlah diri anda untuk menerapkan segala usaha untuk meningkatkan kepelayanan anda dengan melakukan hal-hal sbb.:

 

  • Lakukanlah yang kecil-kecil artinya carilah cara-cara untuk melakukan hal-hal kecil hari ini yang memperlihatkan bahwa anda peduli ;

 

  • Belajarlah berjalan perlahan-lahan melalui orang banyak artinya jadikanlah agenda anda untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan setiap orang, encanakannya.

 

  • Bertindaklah artinya jika sikap anda masih juga belum baik setelah itu, ulangilah. Teruslah lakukan hingga hati anda berubah.

 

  1. 17, KESIAPAN MAU BELAJAR

 

Belajarlah dari kenyataan bahwa balaslah setiap kebaikan dengan lebih baik. Berbuat baiklah kepada sesama , padamkan semua api permusuhan, berdamailah dengan musuh dan perbanyaklah sahabat.

 

Dengan memperhatikan untaian kalimat diatas, diharapkan anda mampu dalam kesiapan mau belajar, oleh karena itu pergunakan waktu anda untuk mendengarkan serta membaca kira-kira sepuluh kali waktu anda berbicara. Ini memastikan anda terus belajar serta memperbaiki diri.

 

Sejalan dengan uraian diatas, maka untuk terus memimpin teruslah belajar, sehingga pertumbuhan anda menentukan siapa anda sesungguhnya ; siapa anda sesungguhnya menentukan siapa yang akan tertarik kepada anda ; siapa yang tertarik kepada anda menentukan keberhasilan organisasi anda.

 

 

 

Jadi perhatikan lima panduan dibawah ini untuk membantu anda mengembangkan serta memperta-hankan sikap mau belajar sebagai berikut :

 

  • Obatilah penyakit tujuan anda artinya kurang-nya sikap mau belajar sering kali berakar pada prestasi ;

 

  • Atasilah sukses anda artinya jika yang anda lakukan kemarin masih tampak hebat bagi anda hari ini anda belum berbuat banyak ;

 

  • Jangan ambil jalan pintas artinya sementara anda berasrat tumbuh di uatu bidang tertentu cari tahulah apa syaratnya termasuk harganya lalu bertekadlah untuk membayarnya ;

 

  • Tukarkanlah harga diri anda artinya sikap mau diajar menuntut kita untuk mengakui bahwa kita tidak mengetahu segalanya dan itu bisa membuat kita tampak payah. Selain dari itu jika terus belajar kita harus juga terus membuat kekeliuran2, oleh karena itu lupakanlah harga diri anda ;

 

  • Jangan pernah membayar kekeliriun yang sama dua kali artinya lupakanlah kekeliuran2 itu namun ingatlah selalu pelajaran apa yang anda peroleh darinya. Jika tidak anda akan anda akan membayarnya lebih dari sekali.

Renungkanlah untuk melatih setiap hari dengan usaha menerapkannya untuk meningkatkan sikap mau diajar, lakukan pikiran-pikiran dibawah ini :

  • Amatilah bagaimana reaksi anda terhadap kekeliruan artinya jika reaksi anda buruk atau tidak membuat kekeliuran sama sekali, anda perlu memperbaiki sikap mau diajar ;

 

  • Cobalah seuatu yang baru artinya jika anda benar-benar ingin tumbuh, jadikanlah tantangan baru bagian dari kegiatan anda sehari-hari ;

 

  • Belajarlah di bidang yang menjadi kekuatan anda artinya teruslah belajar di bidang di mana anda sudah menjadi ahli agar anda tidak menjadi tidak mau diajar.

 

 

  1. 18, VISI DALAM KEPEMIMPINAN

 

Visi adalah suatu pernyataan yang menggambarkan dari keputusan dari peran pemimpin yang dapat melihat masalah-masalah yang akan datang, tapi ingat bahwa anda dapat meraih hanya yang dapat anda lihat.

 

Pernyataan  visi tersebut merupakan keberanian pemimpin besar untuk memenuhi visinya adalah berkat semangatnya bukan posisinya.

Oleh karena itu, masa depan adalah kepnyaan mereka yang melihat kemungkinan-kemungkinannya sebelum menjadi kenyataan.

 

Dengan demikian pernyataan Visi perlu memahami-nya serta bagaimana visi menjadi bagian dari hidup seorang pemimpin yang efektif dengan dapat mengungkapkan   hal-hal ebgai berikut :

 

  • Visi dimulai dari dalam artinya visi bukanlah suatu kualitas yang tumbuh dari masa lalu serta pengalaman disekelilingnya. ;

 

  • Visi juga terkait kemampuan untuk memenuhi orang lain artinya kesiapan anda untuk melayani orang lain ;

 

  • Visi membantu anda mengumpulkan sumber-sumber daya artinya hal yang pertama perlu anda lakukan adalah mengajar orang yang bersangkutan untuk menjadi pendorong.

 

 

 

Sejalan dengan uraian diatas, renungkan kembali dengan suara hati dari kedalaman keberadaan anda dan apa yang anda yakini dan bayangkan anda takkan dapat mencapainya seperti halnya :

  • Suara tidak bahagia ;
  • Suara keberhasilan ;
  • Suara yang lebih tinggi artinya anda dapat melewatkan potensi anda yang sesungguhnya dan yang terbaik dari kehidupan ini bagi anda.

Latihlah diri anda secara berkelanjutan, sehingga anda dapat menerapkan dalam usaha untuk meningkatkan visi anda sebagai berikut :

  • Ukurlah diri anda sejauh mana anda member arti bagi orang lain ;
  • Tuliskanlah visi anda dan evaluasilah apakah visi tersebut layak, lalu kejarlah dengan seluruh kemampuan anda ;
  • Periksalah isi hati anda dengan merenungkan apakah yang membuat anda menangis ; apakah yang membuat anda bermimpi ; apakah yang member anda energi

 

    

 

 

  1. P E N U T U P

Tulisan ini merupakan rangkaian tulisan berseri artinya merupakan kelanjutan dari tulisan yang terdahulu, yang diharapkan menjadi pendorong bagi setiap pemain peran dalam lingkungan GMBI.

Tekanan dalam tulisan ke dua ini, adalah untuk mengungkapkan faktor kunci sebagai kualitas kepemimpinan yang efektif yang perlu dilatih untuk meningkatkan peran kepemimpinan GMBI pada semua lapisan.

Untuk mendorongnya, maka wujud KEPRIBADIAN KEPEMIMPINAN TERPOLA merupakan kebutuhan yang harus dimiliki agar seberapa jauh gambaran pimpinan GMBI menjadi efektif dalam lingkungannya

Sejalan dengan pikiran diatas, maka terdapat kwalitas yang harus ditempa kedalam jiwa dan hati yang disebut KARISMA (kesan pertamalah yang terpenting(Kw.1), KOMITMEN (inilah yang membedakan pelaku dari pemimpi Kw.2), KOMUNIKASI (tanpanya anda akan menempuh perjalanan sendirian (Kw.3), KOMPETENSI (jika anda membangunnya mereka akan datang (Kw.4), KEBERANIAN( satu orang dengan keberanian ama dengan mayoritas (Kw.5), FOKUS (semakin tajam focus anda anda semakin tajam (Kw.6), KEMURAHAN HATI (lilin anda takkan rugi jika menerangi orang lain (Kw.7), INISIATIP (tanpanya anda takkan ke mana-mana (Kw.8), MENDENGARKAN (untuk menyelami hati mereka bukalah telinga anda (Kw.9), SEMANGAT YANG TINGGI (cintailah hidup ini (Kw.10), SIKAP POSITIP (jika anda pecayabisa anda pasti bisa (Kw.11), MEMECAHKAN MASALAH (janganlah biarkan berbagai persoalan anda menjadi masalah (Kw.12), DISIPLIN DIRI (orang pertama yang anda pimpin adalah diri sendiri (Kw.13), HUBUNGAN,(jika anda akur, merekapun akur (Kw.14), TANGGUNG JAWAB (jika anda tidak mau membawa bolanya, anda takkan dapat memimpin timnya (Kw.15), MENJADI PELAYAN (agar maju dahulukanlah orang lain (Kw.16), MAU BELAJAR (untuk terus memimpin teruslah belajar (Kw.17), VISI (anda dapat meraih hanya yang dapat anda lihat (Kw.18).

Dengan 18 kwalitas sejati yang harus ditempa dan dilatih agar anda memiliki KEPRIBADIAN PIMPINAN SEJATI.

 

 

 

 

 

    

 

 

 

               MENEMUKAN  DAN MENGEMBANGKAN JATI DIRI

                                        DAFTAR  ISI

KATA PENGANTAR

  1. PENDAHULUAN
  2. MENDALAMI MAKNA MENEMUKAN JATI DIRI
  3. PENDEKATAN DALAM MENEMUKAN JATI DIRI
  4. MENEMUKAN JATI DIRI AKU
  5. MENGEMBANGKAN JATI DIRI AKU MELALUI MENSINERGIKAN OTAK DAN HATI MENUJU INSANKAMIL.
  1. MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENEMUKAN DAN MENGEMBANGKAN JATI DIRI AKU
  1. MENEGAHKAN BUDI DAN MEMBANGUN JATI DIRI
  2. MEMULAI PERJALANAN HIDUP ABADI
  3. MEMPERKUAT DAYA KEMAUAN DALAM RAHASIA HIDUP
  1. TANTANGAN MEMBINA KEPRIBADIAN ISLAM
  2. P E N U T U P

 

  1. PENDAHUUAN

Sadarilah bahwa “hidup anda dibentuk oleh pikiran anda sendiri”, oleh karena itu dengan kekuatan KEPERCAYAAN (Islam) dan KEYAKINAN (iman) disitulah terletak kemampuan  anda untuk memulai hidup baru dalam arti bahwa masa yang anda miliki adalah hari ini.

Bertolak dari pikiran diatas, maka diperlukan perubahan pola pikir yang didukung oleh tiga tonggak yang disebut ILMU, (sebab dan akibat) PENGETAHUAN (pengalaman), KEINGINAN ( niat) yang digerakkan kemampuan BERPIKIR  oleh kemampuan memanfaatkan OTAK atas (kiri memberikan suatu kekuatan kesadaran) dan (kanan memberikan suatu kekuatan kecerdasan) OTAK bawah sadar yang disebut  HATI suatu kekuatan akal.

Berpikir dengan memanfaatkan OTAK dan HATI memberikan kekuatan  dalam berpikir secara sistimatis dan sebaliknya berpikir dengan HATI berpikir secara  tidak sistimatis artinya berpikir dalam kebiasaan menghayati.

Sejalan apa-apa yang kita utarakan diatas, maka topik dalam MENEMUKAN DAN MENGEMBANGKAN JATI DIRIKU merupakan bagian perjalanan hidup kita yang harus kita  tumbuh kembangkan dengan kebiasaan berpikir yang positip dan dirihoi oleh Allah Swt.

Menggugah dan memperkuat daya kemauan untuk melakukan perubahan secara berkelanjutan merupakan kebutuhan yang sangat diperlukan dalam menuntun pola pikir.Sejalan apa yang kita pikirkan diatas, renungkan unkapan seperti Di Dunia ini mudah membuat kebaikan dari kejahatan. Tetapi manusia lebih condong membuat kejahatan dari kebaikan. Sebabnya nafsu lebih tua umurnya dari akal. Iblis lebih tua umurnya dari manusia. Sedang manusia dikepung oleh empat penjuru musuh, kii hawa, di kanan nafsu, di muka dunia, di belakang setan yang menunda ke muka. Tubuh dan dunia dalam kekotoran karena itu perlu pengetahuan dan keimanan serta bersihkan jiwa.

Untuk mengungkapkan jalan pikiran yang sejalan dengan pokok permasalahan, maka disini akan bertitik tolak dengan dua sudut pandang apa yang disebut :

Pertama, Mengaktualisasikan 7 M artinya (M)embaca – (M)engartikan – (M)engkaji – (M)enggali – (M)enghayati – (M)emahami – (M)engamalkan.

Kedua, Menguraikan unsur kata menjadi suatu kalimat yang bermakna

  1. MENDALAMI MAKNA MENEMUKAN JATI DIRI

Pahamilah bahwa diri kita adalah samudera penuh rahasia yang menanti untuk dijelajahi, oleh karena itu hidup yang berarti itu adalah serentetan kesulitan dan persoalan yang harus dicari jalan pemecahannya.

Disinilah letak arti menjelajah kekuatan pikiran, sayangnya kebanyakan diantara kita mengalahkan keinginannya semata-mata karena kita memusatkan pikiran-pikiran kita kepada apa sebabnya sya tak bisa, padahal sau-satunya yang penting adalah memikirkan tentang mengapa saya bisa.

Oleh karena itu ingatlah bahwa berpikir tradisional adalah musuh nomor atu bagi orang yang mempunyai suatu program sukses pribadi. Berpikir tradisional membekukan pikiran anda, menghalangi kemajuan anda dan mencegah anda memperkembangkan tenaga kreatif.

Oleh karena itu, milikilah kesan lahariah yang positip dan penting. Percayalah, bahwa kesan itu mengangkat jiwa dan pikiran anda, dan membangunkan kepercayaan anda. Kesan lahariyah anda berbicara kepada orang lain. Usahahakanlah  supaya ia berkata : “Inilah orang yang penting, cerdas, makmur dan bisa diabaikan”

Dengan begitu, anggap dan berpikirlah bahwa pekerjaan anda itu penting.

Berpikirlah secara ini, maka anda akan menerima sinyal-sinyal mental mengenai cara-cara yang harus digunakan untuk melaksanakan pekerjaan anda dngan cemerlang.

Berpikir dan anggaplah bahwa pekerjaan anda penting, maka bawahan anda akan merasa dan berpikir bahwa pekerjaannya juga penting.

Sejalan dengan apa yang kita pikirkan diatas, rasakan bahwa sepanjang masa manusia selalu diingatkan, agar mengenal dirinya sendiri, sehinga tidak ada jeleknya ia mengenai dirinya baik yang baik maupun yang buruk.

Dengan demikan ingatlah bahwa jiwa kita digerakkan oleh kekuatan berpikir yang disebut KESADARAN, KECERDASAN, AKAL, dengan memahami itu, doronglah daya ingat anda kedalam memahami diri sendiri dapat dimulai dengan mempetrhatikan pribadi anda : apa yang anda senangi dan apa yang tidak anda senangi, ciri-ciri khas pribadi anda, kemampuan khusus anda dan minat anda, dengan begitu anda dapat menyimpulkan kekuatan dan kelemahan anda, sehingga anda dapat memahami bahwa di saat manusia mengandalkan orang lain, Aku justru mengandalkan adabku. Sungguh manusia sejati adalah, yang lantang mengatakan “Inilah aku” Bukan yang mengatakan “Itulah ayahku”

Menemukan jati diriku berarti segala usaha untuk mengungkapkan makna kehidupan dan kebahagian pribadi kita yan dalam tidak bergantung pada cara dunia memperlakukan kita.

Melainkan tergantung pada bagaimana kita merespons dunia. Bagaimana kita memberikan tanggapan itu terserah pada kita. Itu adalah ketentuan kita. Itu menyangkut kehidupan internal kita, bagian dari dunia yang dapat kita kendalikan.

Dengan demikian, apakah saya memahami faktor-faktor yang dapat saya kendalikan dan yang mana tidak dapat saya kendalikan ? Terkait dengan :

1) faktor2 eksternal apa yang dapat paling mempengaruhi saya saat ini ?

2) bagaimana saya menanggapi faktor2 eksternal  tersebut

3) bagaimana saya dapat menemukan makna kehidupan dan kebahagian yang dalam tanggapan tanggapan saya?

4) apa yang dapat saya lakukan untuk memperkuat kehidupan internal saya, bagian yang dapat saya kendalikan ?

Dengan kemampuan anda yang terus ditumbuhkan dalam kedewasaan rohaniah, kedewaaan sosial, kedewasaan emosional dan kedewasaan intelektual, akan sangat mendukung untuk usaha mendorong kekuatan pikiran anda dalam menemukan jati diri anda yang sebenarnya.

Jadi gabungkanlah ketekunan dan pengalaman pengalaman baru. Jangan merubah tujuan anda akan tetapi juga jangan membenturkan kepala anda pada tembok. Cobalah dengan pendekatan-pendekatan baru.

Buatlah pengalaman pengalaman baru dengan berpikir lebih positip, dengan demikian kita mampu memanfaatkan otak dan hati dalam proses berpikir.

Disatu sisi adanya dorongan untuk berpikir otak dan hati dalam arti kita berpikir secara sistimatis dan disisi lain kita juga mampuberpikir tidak sistimatis artinya dengan kekuatan hati kita mampu mengungkapkan jalan pikiran dengan cara menghayati.

Model berpikir dengan menghayati sudah tentu didorong oleh kebiasaan dalam kita melangkah perjalan hidup dengan memperhatikan dorongan kekuatan pengalaman yang anda dengan selalu ber[piki positip dan selalu mendekati kebesaran Allah

  1. PENDEKATAN DALAM MENEMUKAN JATI DIRI

Dengan memperhatikan hal-hal yang kita utarakan pada titik 2 diatas, maka dalam usaha menjelajah kekuatan pikiran , maka diperlukan kebiasaan berpikir dalam kesiapan memanfaatkan kedewasaan berpikir untuk dapat berpikir yang disebut dengan KREATIF, PERUBAHAN, BELAJAR BERKESINAMBUNGAN.

Ketiga hal terebut harus dijadikan penompang dalam kita menghadapi paradigma abad baru yang menekankan akan menghindari masalah dari pada memecahkan masalah, oleh karena itu menjadi kekuatan pikiran strategis kedalam apa yang kita sebut kemampuan dalam :

  • Memahami apa yang dapat mempengaruhi pikran anda ;
  • Cara berpikir tidak hanya satu arah ;
  • Cara berpikir yang terarah ;
  • Kemampuan dalam memetakan jalan yang ditempuh ;
  • Kemampuan dalam melukiskan apa yang telah ditemukan

Bertolak dari berpikir strategis diatas yang sejalan dengan pondasi sebagai penompang, maka segala wujud berpikir yang kita gerakkan oleh JIWA dari kekuatan KESADARAN KECERDASAN, AKAL untuk MENEMUKAN JATI DIRIKU, menjadi satu kekuatan dalam daya kemauan yang mampu menerapkan berpikir strategis yang termasuk kelima pikiran diatas kedalam pendekatan yang kita sebutkan sebagai wujud pengungkit daya ingat dalam berpikir yaitu :

Pertama, BENIH JIWA DALAM PENGHARGAAN DIRI, artinya suatu pikiran yang mengungkapkan cara meningkatkan cinta diri menjadi harga diri melalui kebutuhan akan kasih sayang dan cinta sehingga dengan keberadaan cinta atau kasih sayang mengusir rasa takut, murni adanya dan tanpa syarat.

Simaklah apa yang terungkap dalam :

  1. 2 : 93” Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): “Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!” Mereka menjawab: “Kami mendengarkan tetapi tidak menta`ati”. Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya. Katakanlah: “Amat jahat perbuatan yang diperintahkan imanmu kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat)”., 163” Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
  2. 3 : 14” Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)., 31” Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang

banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)., 92” Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

  1. 4 : 129” Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri- isteri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
  2. 5 : 54” Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.
  1. 9 : 24” Katakanlah: “Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. Dst.

Allah mengampuni dosa yang mencitaiNYA :

  1. 3 : 31” Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Manusia kikir karena cinta kepada harta :

  1. 100 : 8 : dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta.

 Manusia tergesa karena mencintai kehidupan dunia :

QS.75 : 20” Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia,, 26” Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan,

Manusia cinta kepada harta dengan berlebihan :

  1. 89 : 20” dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.

 Kedua, BENIH JIWA DALAM TUJUAN artinya suatu pikiran yang mengungkapkan bahwa tujuan menurut sifatnya adalah terbatas.

Untuk naik ket tingkat selanjutnya, anda perlu belajar untuk beralih pandangan atas suatu situasi saat ini menuju pandangan yang lebih baik. Oleh karena diperlukan keahlian dalam uaha memperbesar tujuan adalah keediaan menjawab pertanyaan “Apakah inisebesar permainan yang ingin aku mainkan”

Jadi rahasia dasar keberhasilan dalam benih ini yakni banyak individu yang gagal karena mreka tidak benar-benar serius membuat rencana tujuan yang pasti.

Renungkan ungkapan Tuhan menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar :

QS.45 : 22” Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan.

  1. 46 : 3” Kami tiada menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka.
  2. 64 : 3” Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar, Dia membentuk rupamu dan dibaguskan-Nya rupamu itu, dan hanya kepada-Nya-lah kembali (mu).

Ketiga, BENIH JIWA DALAM TANGGUNG AWAB artinya suatu pikiran yang mengungkapkan bahwa hari ini menentukan hari depan anda, oleh karena itu igatlah setiap sebab menimbulkan akbat, setiap perbuatan mengundang konsekueni.

Renungkan filsafat Cina mengatakan “Bila seorang menanam semangka, dia akan memetik semangka ; tapi bila ia menanam buncis dia akan memetik buncis pula”.

Dan memang benar adanya bahwa orang yang menanam kebaikan, maka ia akan memperoleh kebaikan, sedangkan orang yang suka menanam ata melakukan kejahatan maka I yakni menerima hukuman yang kelak dia akan memetik buah kejahatan tadi yang setimal dengan perbuatannya.

Renungkan pula apa yang terungkap dalam :

  1. 2 : 119 “Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghuni neraka.

QS.33 : 15” Dan sesungguhnya mereka sebelum itu telah berjanji kepada Allah: “Mereka tidak akan berbalik ke belakang (mundur)”. Dan adalah perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungan jawabnya.

  1. 38 : 39” Inilah anugerah Kami, maka berikanlah (kepada orang lain) atau tahanlah (untuk dirimu sendiri) dengan tiada pertanggungan jawab.
  2. 43 : 19” Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaikat-malaikat itu? Kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggung-jawaban., 26” Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu sembah,, 44” Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab.
  3. 68 : 40” Tanyakanlah kepada mereka: “Siapakah di antara mereka yang bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil itu?”
  4. 74 : 38” Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya,
  5. 75 : 37” Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim),

Setiap orang bertanggung jawab atas perbuatannya :

  1. 4 : 79” Apa saja ni`mat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.
  1. 2 : 134” Itu adalah umat yang lalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan., 141” Itu adalah umat yang telah lalu; baginya apa yang diusahakannya dan bagimu apa yang kamu usahakan; dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.
  2. 30 : 44” Barangsiapa yang kafir maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu; dan barangsiapa yang beramal saleh maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan),
  3. 34 : 25” Katakanlah: “Kamu tidak akan ditanya (bertanggung jawab) tentang dosa yang kami perbuat dan kami tidak akan ditanya (pula) tentang apa yang kamu perbuat”.
  4. 39 : 41” Sesungguhnya kami menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur’an) untuk manusia dengan membawa kebenaran; siapa yang mendapat petunjuk, maka (petunjuk itu) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang sesat maka sesungguhnya dia semata-mata sesat buat (kerugian) dirinya sendiri dan kamu sekali-kali bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap mereka.

Keempat, BENIH JIWA DALAM KEYAKINAN artinya suatu pikiran yang mengungkakan untuk memanfaatkannya secara sadar. Setiap orang memiliki keyakinan dalam kuantitas yang sama tidak ada yang kekurangan ataupun kelebihan. Yang menjadi pertanyaan bukanlah “ apakah kita memilinya ? melainkan “apakah kita telah memanfaatkannya secara sunguh-sungguh dan tetap?”

Oleh karena itu, dalam hidup ini kita harus memanfaatkan keyakinan ecara mantap, apakah kita berhasil mendapatkan yang kita inginkan atau tidak, itu tidak penting, tapi dalam jangka panjang mendapatkan apa yang kita harapkan selama ini.

Renungkan pula yang terungkap dalam :

Keyakinan kafir tentang keadaan setelah mati:

 QS.3 : 5” Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit.

Keyakinan yang benar (haqqul yaqin):

  1. 56 : 95” Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar.

Menyembah Allah tanpa keyakinan penuh:

  1. 22 : 11” Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.

Meyakini tentang perjumpaan dengan Allah:

  1. 2 : 46” (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya., 249” Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: “Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya, bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka ia adalah pengikutku.” Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: “Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya.” Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata: “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.”
  2. 18 : 110” Katakanlah: “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”.

 

 Kelima BENIH JIWA DALAM KOMUNIKASI artinya suatu pikiran yang mengungkapkan empati dan kasih sayang. Pada dasarnya kita memahami apa arti kata simpati, tapi bagaimana halnya dengan empati ? Hampir sama , Cuma dalam empati kita tidak semata-mata merasa simpati terhadap perasaan orang lain tapi kita ikut merasakan peasaan orang lain, tetapi kita ikut merasakan perasaan orang tersebut dan melihat dengan kacamata orang itu pula.

Untuk mengaplikasikan adalah dengan cara bersikap lebih terbuka dan lebih sensitive kebutuhan dan ketidaksamaan orang lain. Oleh karna itu komunikasi berasal dari dalam hati artinya kita tak bisa membohongi orang lain, wala bagaimanapun usaha kita dalam penampilan. Apa yang kita perlihatkan pasti tidak jauh dari apa yang kita rasakan dalam hati.

Dengan demikian anda adalah kata-kata yang anda ucapkan. Apa yang anda komunikasikan adalah gambaran dari bagaimana anda dipahami dan dan siapa anda sebenarnya.

Apabila anda menerima tanggung awab pribadi atas komunikasi yang anda lakukan, maka anda berarti menciptakan rekanan dalam tngkat yang paling tinggi.

Renungkanlah ungkapan yang termuat dalam “Rasa kasih sayang bakal ditanamkan pada orang-orang beriman dan beramal shaleh :  

  1. 19 : 96” Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.

Berwasiat tentang kasih sayang, terungkap dalam :

  1. 90 : 17” Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.
  2. 103 : 3” kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Keenam, BENIH JIWA DALAM KREATIVITAS artinya suatu pikiran kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran, mengungkapkan kemampuan bakat yang terbawa sejak lahir dan disertai dengan keterampilan yang dapat dipelajari, dikembangkan dan dipergunakan shari-hari dalam  pemecahan masalah.

Oleh karena itu orang yang kreatif adalah orang-orang yang tidak merendam kreatifitas bawaan dan yang memusatkan kebiasaannya dalam berbagi aspek kehidupan. Jadi dasar kesulitan bahwa pikiran kita tak bisa membedakan antara mana yang merupakan pengalaman sungguh-sungguh terjadi dengan mana yang Cuma secara berulang-ulang dilihat dan diimajinasikan atau dibayangkan.

Pemikiran yang kreatif adalah kemampuan bakat yang terbawa sejak lahir dan disertai dengan keterampilan yang dapat dipelajari.

Kreativitas dalam pekerjaan adalah milik setiap orang dan kebanyakan orang telah merasakan bahwa kreativitas bisa megubah hampir setiap bentuk pekerjaan menjadi suatu petualangan, suatu karir.

Jadi arena utama kreativitas adalah dunia kerja sehari-hari dimana orang-orang yang terdorong oleh keinginan untuk menyelesaikan sebuah tugas. Dengan demikian kreativitas dalam pekerjaan biasanya hanya sekedar suatu kombinasi imajinatif.  Oleh karena itu bisa saya unsur terpenting dalam menghasilkan sebuah gagasan adalah cukup dengan meyakininya dan memegang teguh keyakinan itu.

Bayangkanlah bahwa firasat anda bisa jadi masa depan anda yang sejalan dengan darimana gagasan-gagasan kreatif itu berasal? Jawabnya telaah diri anda sendiri.

Sejalan denga pikiran diatas, maka renungkan langkah tindakan menuju kreativitas :

  • Kepriadian menggambarkan optimis, ketidakpuasan dalam statusquo, terbuka terhadap alternatip, sangat ingin tahu dan suka memperhatikan, berani dengan banyak minat meninggalkan kebiasaan yang buruk, pemikir bebas, pemikir otak utuh
  • Apakah anda didominasi atak kanan atau otak kiri
  • Tidak terpaku dari suatu penemuan atau ide baru
  • Belajarlah suatu teknik untuk menjadi sesuatu yang santai
  • Pastikan suatu pikiran anda yang mampu bergerak kreatif
  • Jangan menyalahkan diri sendiri kalau membuat kealahan
  • Dperlukan perhatian yang khusus sebagai sesuatu yang memerlukan perbaikan.
  • Berbicara ide harus seimbang dengan usaha untuk mencoba
  • Bila sampai pada satu keputusan benar-benar banyak hal yang harus dipertimbangkan.

10)Sediakan banyak waktu untuk melepaskan dari keterbelengguan dengan berolah raga dan sebagainya.

Ketujuh, BENIH JIWA DALAM ADAPTASI artinya suatu pikiran yang mengungkapkan kemampuan untuk merubah tantangan menjadi peluang artinya untuk menghasilkan kekuatan ANTISIPASI yang berhasil ditentukan oleh hasil dari penelitian strategis yang baik.

Sejalan dengan pikiran diatas, perlu kita pahami dalam melaksanakan penelitian strategis diperlukan pemahaman atas lima komponen, apa yang disebut :

  • Memahami apa yang dapat mempenguruhi persepsi anda
  • Cara berpikir yang tidak hanya satu arah arti memiliki kemampuan menemukan jawaban lebih dari satu
  • Cara kemampuan berpikir yang terarah artinya penggabungan data yang difokuskan dan member prioritas kepada pilihan-pilihan yang ada ;
  • Pemetaan artinya kemampuan menggambarkan cara yang anda tempuh dari saat ini kepada masa yang akan datang ;
  • Penggambaran artinya kemampuan mengungkapkan hasil penelitian masa depan dalam kata-kata, gambar atau contoh-contoh.

Dengan kemampuan diatas, maka untuk mendukung hasil pikiran diatas diperluakan pula kemampuan untuk memanfaatkan apa yang disebut dengan ANALISIS SWOT. Sebagai alat untuk memperformulasi strategi.

Kedelapan, BENIH JIWA DALAM BERSIKAP FLEKSIBEL artinya suatu pikiran yang mampu mengungkapkan kesiapan untuk menyesuaikan dengan tingkat perubahan.

Kita sadari sepenuhnya bahwa dunia yang sarat dengan ketidakpastian, oleh karena itu berbagai tingkatan membutuhkan informasi dalam usaha agar kita siap menghadapi setiap perubahan.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka diperlukan benih jiwa dalam bersikap fleksibel, itu berarti adanya kekuatan dalam penguasaan informasi agar kita siap bagaimana menyesuaikan diri dan hidup lebih lama.

Dengan demikian renungkan keadaanmu dipengaruhi oleh caramu mengawali ucapan lisanmu, lintasan hatimu dan beban pikiranmu dalam menjalani hari-harimu, sehingga dibutukan pola pikir yang bersifat pemberani dalam ati memperkuat pemecahan masalah karena dengan sikap dan perilaku terpola mendukung kemampuan untuk melaksanakan komitmen yang datang dalam diri anda sendiri, bukan sesuatu keadaan yang didorong oleh orang lain.

Kesembilan, BENIH JIWA DALAM MEMILIKI KOMITMEN artinya suatu pikiran yang mengungkapkan yang merupakan hasil kerja hati dengan penghayatan dari sudut batiniah, komitmen merupakan pengorbanan bisa merupakan kata-kata atau perilaku yang memperlihatkan secara abstrak tapi konkrit.

Jadi satu kenyataan bahwa konsepi komitmen banyak disalah artikan dalam pelaksanaannya, oleh karena itu ungkapan seperti “a sense of execellent commitment”  dengan ungkapan tersebut maka sadarilah bahwa organisasi akan dapat berfungsi dengan baik, membutuhkan kepercayaan dan saling kedekatan dengan setiap orang yang merasa terikat dalam organiasi akan menunjukkan keberadaan komitmen sebagai prinsip untuk mewujudkan keberhasilan.

Oleh karena itu, dengan mengungkakan benih jiwa dalam komitmen merenungkan komitmen itu bersifat dualistis, ibarat mata uang yang mempunyai dua sisi satu sama lain saling melengkapi seperti ada siang dan ada malam ; ada manis dan pahit dsb.

Dengan pikiran diatas, maka hanya yang mendapat cahayaNYA yang dapat keluardari lorong gelap kehidupan. Ia akan melewati ketidakpastian tanpa ketakutan dan kecemasan, sehingga KOMITMEN ITU PENTING karena itu merupakan pengikat dan memberinya kekuatan bagi setiap pemain peran dalam organisasi, akan mencakup apa yang disebut dengan :

  • Komitmen untuk mengubah keadaan
  • Komitmen menjadi seorang pemikir besar
  • Komitmen terhadap etika tinggi
  • Komitmen untuk menjadi seorang pakar
  • Komitmen dalam kepemimpinan yang peka
  • Komitmen menjadi seorang komunikator
  • Komitmen menjadi pembuat keputusan
  • Komitmen dalam menjalankan kekasaan yang bijaksana
  • Komitmen dalam keberanian mengambil resiko
  • Komitmen dalam menguatkan keteguhan hati

Kesepuluh, BENIH JIWA DALAM MENGAMBIL RESIKO artinya suatu pikiran yang mengungkapkan bahwa setiap keputusan yang kita ambil, sudah tentu didalam-nya ada resiko.

Oleh karena itu,  setiap keputusan yang diambil sudah berdasarkan banyak pertimbangan dengan dasar memperhatikan pngaruh dampak dari faktor internal dan eksernal.

Dengan demikian mengambil resiko merupakan pikiran sebagai katalisator bag pembelajaran, inovasi dan perkembangan. Oleh karena itu berikan satu kekuatan dorongan untuk menghadapi resiko. Harus kita ingat dan bayangkan dalam pikiran bahwa mengambil resiko hampir selalu lebih besar dibandingkan dengan hasil-hasil yang diharapkan dari pada tidak membuat keputusan.

Kesebelas, BENIH JIWA DALAM CINTA artinya suatu pikiran yang mengungkapkan kecintaan kita kepada Allah swt. dan berpikir positip.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka bila kita inginkan manisnya perjalanan hidup dalam cita dan kedekatan ilahi jangan pernah cicipi pahitnya terasing dari naungan leh penciptaNYA karena dosa dan kesalahan yang terus menjerat diri.

Dengan demikian cinta adalah melepaskan rasa takut dan oleh karena itu cita adalah sesuatu yang tidak bersyarat, sehingga cinta merpakan saringan paling penting yang dapat kita gunakan karena kita melihat dunia melalui cinta berarti kita menghargai martabat orang lain dan sekali terkuak dalam pikiran dalam pikiran atas tekanan-tekanan negative dalam diri sendiri maupun memandang orang lain.

Keduabelas, BENIH JIWA DALAM PENGHAYATAN artinya suatu pikiran yang mengungkapkan jalan kebiasaan dalam proses berpikir yang menekankan kekuatan hati artinya proses berpikir dengan menghayati.

Dengan demikian memanfaatkan otak dan hati dari sudut berpikir yang tidak sistimatis mendorong satu kebiasaan berpikir dengan menghayati apa yang kita lakukan dan mengerti bahwa kita akan selalu memetik hasil sesuai dengan apa yang kita tanam, dulu, kemarin, sekarang, besok dan selamanya.

Sejalan dengan pikiran diatas,  maka renungkan bahwa hendaklah berpikir dua kali sebelum berbicara karena telinga dua dan lidah hanya satu. Orang bijaksana selalu berlidah di hati. Edang orang jahil berhati di lidah. Karena itu yang berkata hati bukan lidah. Orang sedang marah yang berkata bibirnya bukan hatinya. Berpikir itu pangkal kemanusiaan. Berpikir itu kelebihan manusia dari binatang.

Kebiasaan berpikir dengan menghayati, maka terbentuk satu kekuatan yang terkait dengan pengabdianmu yang tulus kepada Allah dan pelayanmu yang wajar kepada manusia akan membuatmu hidup dalam keindahan dan kedamaian sebab naungan cinta dan kasihnya.

Ketigabelas, BENIH JIWA DALAM DUKUNGAN artinya suatu pikiran yang mengungkapkan kekuatan untuk dapat meningkatkan keyakinan agar mampu mendorong pikiran kreatif , mengambil resiko.

Jika anda yakin sesuatu tak mungkin, maka pikiran anda akan member bukti mengapa itu tak mungkin. Akan tetapi kalau anda percaya dan sungguh-sungguh percaya bahwa sesuatu itu mungkin dan bisa melaksanakannya, maka pikiran anda akan membantu anda untuk mendapat cara-cara melaksanakannya dalam menumbuh kembangkan dukungan.

Oleh karena itu, ingatlah kebanyakan diantara kita mengalahkan keinginannya semata-mata karena kita memusatkan pikiran-pikiran kita kepada apa sebabnya saya tidak bisa mendapatkan dukungan, sesungguhnya gerakkan kebiasaan melepaskan diri dari ketidak percayaan pada diri sendiri.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka ingatlah bahwa untuk menumbuh kembangkan dukungan dalam kehidupan, diperlukan pul bila ingin ampai di akhir dengan baik , mulailah dari awal dengan benar, maka bila ingin sampai di puncak dengan selamat, mendakilah dengan cermat. Begitulah DIA memilih mereka yang teruji.

 

  1. MENEMUKAN JATI DIRI AKU

Dengan memperhatikan pendekatan yang telah kita ungkapkan diatas, diharapkan dapat mendorong kekuatan pikiran kedalam pola pikir untuk mengungkit daya ingat kedalam apa yang kita sebut dengan “MEMAHAMI DAN KEMAMPUAN MENGAKTUALISASIKAN DIRI” dalam usaha menemukan jati diri aku.

Berpikir kedalam MEMAHAMI DIRI adalah satu dorongan yang digerakkan oleh kekuatan jiwa kedalam KESADARAN, KECERDASAN dan AKAL, yang mampu untuk dapat mengungkapkan bahwa diri kita adalah samudera penuh rahasia yang menanti untuk dijelajahi.

Selanjutnya dalam  MEMAHAMI DIRI dapat dimulai dengan memperhatikan pribadi anda melalui pemanfaatan jiwa yaitu apa yang anda senangi dan apa yang tidak anda senangi, cobalah anda tulis cirri-ciri khas pribadi anda, kemampuan khusus anda dan minat anda.

Dengan pikiran diatas, kemudian barulah anda dapat simpulkan dengan memanfaatkan analisa SWOT, yang tidak asing lagi seharusnya dapat anda kembangkan untuk mendalami hala-hal yang terkait dengan kekuatan dan kelemahan yang ada pada diri anda untuk dapat mengikuti peluang dan tantangan dihadapan anda.

Sejalan denan pemikiran diatas, maka kemampuan anda ditunjukkan oleh kesiapan untuk MENGAKTUALISASIKAN DIRI dimulai dari menerima diri (apa adanya) serta mengharapkan satu kebiasaan yang kita sebut setiap mengungkapkan pikiran akan tumbuh menjadi bijaksana.

Oleh karena itu, apa yang kita pikirkan dan bagaimana kita bertindak menentukan menjadi orang seperti apa kita kelak. Dengan memiliki tanggung jawab pribadi dan ketetapan hati, kita dapat berikhtiar memahami diri dan dunia kita.

Dengan demikian berarti anda memiliki kemampuan untuk dapat mengungkapkan hal-hal yang terkait dengan memahami apa yang disebut dengan CARA DIRI BERFUNGSI dengan kemampuan menjawab “Siapakah manusia itu ? ; Siapakah aku ? ; Siapakah engkau ?

Yang perlu kita  pahami adalah manusia bersikap, bertindak dan berperan secara sadar maupun tak sadar, sehingga fungsi – fungsi kehidupan yang mencakup hal-hal yang disebut dengan “Merasa, Berpikir, Kuatir, Berintuisi, Mengindera, Mencipta, Berkemauan”

Dengan pemahaman diatas, maka hidup adalah anugerah yang digunakan setiap hari bukan untuk dibenam dan disembunyikan. Bangkit dan amalkanlah setiap saat sepanjang hari. Sehingga gunakanlah semampumu.

Jadi periksalah diri anda sehubungan dengan mendalami cara diri berfungsi dengan sifat-sifat positip yang kita sebut dengan “Suka bekerjasama, Ramah, Dapat menyelesaikan frustrasi dengan baik, Bertanggung jawab, Bisa bermasyarakat dan bergaul, Dapat dipercaya, Membangun, Sopan tutur kata, Rasional, Kreatif, Mentaati suara hati,

Sopan, Santai, Pandai, Bersahabat / suka membantu, Fokus pada tujuan, Menguasai emosi, Mementingkan orang lain / suka berbagi, Penuh perhatian.”

5.MENGEMBANGKAN JATI DIRI AKU MELALUI

    MENSINERGIKAN OTAK DAN HATI MENUJU INSAN

    KAMIL.

Suatu konsep pengeahuan Islami dalam rangka pengabdian hamba kepada Allah Swa, yang disusun oleh sdrku H.Arifien Jahri W. sebagai sumbangan pikiran.

OTAK                        HATI                   INSAN KAMIL

 

Karakteristik Otak Kiri/Kanan  Makanan Otak Fungsi Otak  Pancaran Gel Otak

Penyimpanan memori  -Proses Daya Ingat-Mengaktifkan Daya Ingat-

Mencegah kemunduran Daya Ingat-Kaitan dg Meditasi (pengaktifan Otak)-

Penyakit Demensia-Penyakit Parkinson-Penyakit Alzheimer

Literatur yang  diperlukan :

  1. Alam Pikiran , Dr. Paryana
  2. Penyembuhan dengan Meditasi
  3. Gizi anti pEnuaan Din
  1. Meditasi Sufistik
  2. Biarkan hatimu bicara
  3. Mencegah Kepikunan
  4. Metoda Kontrol Daya Pikir
  5. Detoksifikasi Otak
  6. Otak Kanan Manusia
  7. Mendongkrak Daya Ingat.
  8. Meditasi Hati
  9. Quantum Ikhlas, Erbe Stanu
  10. Terapi Salat Tahajud, Moh Sholeh
  11. Zikir, kontemplasi dlm Tasawuf
  12. Karena kita begitu bahagaia, Ade Hashman
  13. Biarkan Hatimu Bicara, Al-Hakim al-Tirmidzi
  14. Jiwa dlm pandangan para filosof muslim,Muhammad ‘Utsman Najati
  15. Ilmu Jiwa berjumpa Tasawuf, Lynn Wilcox

PENDAHULUAN

Kita sebagai manusia diturunkan Allah ke dunia untuk mengabdi kepada Allah SWT sesuai dengan firman Allah dalam  Surat Adzaryat (51:56) : Allah tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu.

Dan lagi keberadaan manusia adalah ditugaskan sebagai khalifah dalam pengertian dan jangkauan yang luas atau spectrum yang lebar sesuai dengan

yang tertuang dalam surat Al-Baqarah ayat (2:30): Sesungguhnya  A ku akan menjadikan khalifah dimuka bumi ini.  Khalifah berarti peminpin di muka bumi ini baik terhadap dirinya sendiri tapi juga terhadap keluarga, terhadap tetangga, terhadap handai taulan, terhadap bawahan, terhadap fakir miskin, terhadap yatim piatu. Sebagai pemimpin tentunya dituntut untuk mempunyai wibawa baik dalam kepintaran, dalam menjalankan ibadah yang sesuai dengan syariah, tharikat, dan hakikat . Dalam pengertian yang mudah ketiganya diibaratkan sebagai syariah adalah kapal, laut sebagai samudra/laut dan hakikat mutiara yang dapat diraih di samudra. Juga sebagai pemimpin dituntut mempunyai kekayaan dan kesehatan yang prima.

Tulisan yang mungil ini ingin berkolaborasi atau sharing dengan pembaca agar menjadi pemimpin yang prima dalam kesehatan terutama otaknya. Agar otaknya tetap cemerlang tidak terganggu , tidak terkena demensia, Parkinson, Alzheimer. Usaha kearah ini dtuntut untuk memelihara otaknya. Pertama kita harus mengenal organ otak ini yang diciptakan sebagai otak manusia yang dituntut oleh Allah agar berperilaku sebagai khalifah. Kemudian bagaimana makanan otak, dan mengenal penyakit-penyakit otak

Sebagai khalifah juga diharapkan menjadi insane kamil yang mendekati insane kamil yang sempurna yaitu Nabi Muhammad SAW.

Bukti bahwa manusia yang paling sempurna pernah disusun oleh Michael Hart sebagai pemimpin yang sangat berpengaruh dari 10 orang di dunia dalam bidang agama, teknologi,sains, ilmu pengetahuan lainnya, ternyata yang menempati nomor satu adalah Nabi Muhammad SAW . Kemudian menyusul orang ke-dua Isaac Newton, ke-3 : Nabi Isa a.s, ke-4: Budhdda, ke-5: Confucius, ke-6: Saint Paul, ke-7: Ts’ai Lun, ke-8 : Johann Gutenberg, ke-9 : Christopher Colombus, ke-10 : Albert Einstein.

Sebagai rencana dalam tulisan proses interaksi Otak dan Hati dalam tulisan ini penulis kemukakan ringkasan arahannya sbb :

Interaksi tersebut kemungkinan akan terjadi bila pj gel pancaran otak mencapai 10 Hz( Alfa). Kita akan merasakan pada pj gelombang ini dalam keadaan khusu, relaksasi, meditative, focus alertness, superlearning, akses nurani bawah sadar, ikhlas, nyaman, tenang, santai, istirahat, puas, segar, bahagia, endorphine, serotonin. Menurut Erbe Stanu, tombol ikhlas inilah yang bakal memudahkan anda menciptakan rasa ikhlas di hati dan membuka akses menuju realita kuantum. Kapan ini terjadi , kalau anda sedang melakukan shalat tahajud. Beberapa kemungkinan fenomena ini terjadi bisa secepatnya setelah anda selesai 2 rakaat, atau 4 rakaat, atau bahkan setelah shalat Witir.

Atau mungkin juga kalau masih belum terjadi harus ditambahkan rakaatnya mencapai 20 rakaat, tergantunganda merasa tanda-tanda sudah khusu dan sebaginya. Seperti dalam berdoa setelah selesai S. Fajar, yang dituangkan Mir Valiudin pada pada bukunya Zikir kontemplasi dalam tasawuf, halaman 116 : Ya Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Hidup, Maha Berdiri Sendiri, Pencipta Segenap Langit dan Bumi, Pemilik Keagungan, Kemurahan, dan Kemuliaan ! Tidak ada dan pantas dan layak disembah selainMu. Aku mohon kepada-Mu agar menghidupkan hatiku dengan cahaya pengetahuanMu terus menerus, Ya Allah, Ya Allah, Ya Allah.  Jadi interaksi otak , hati , dan Allah terjadi pada panjang gelombang ini. Tentunya permintaan yang dipersembahkan kepada Allah akan mencapai maksimal pada keadaan ini.

Kemudian bagaimana pengetahuan tentang hati ini akan dibahas dalam bab tersendiri sebagai cuplikan dari tulisan Al-Hakim al-Tirmidzi dalam bukunya Biarkan Hatimu Bicara bahwa hati mempunyai empat stasiun: dada (shadr), hati (qalb), hati-lebih–dalam (fu’ad),inti hati terdalam (lubb). Kalau kita gambarkan dalam lingkaran adalah :

Shadr

Qalb

Fuad

Lubb

Terlihat dalam gambar tersebut urutan letak stasiun hati dari bagian luar sampai stasiun hati yang terdalam.

2.KARAKTERISTIK OTAK

Umumnya orang telah mengetahui tentang secara garis besar yaitu organ tubuh yang terletak di bagian atas dan merupakan pusat berpikir dan penyimpanan memori.

Namun karakteristik otak, bagaimana pembagian otak kiri dan otak kanan, dan pembagian kerja antara otak kiri dan otak kanan, dan apa yang hipotalamus, sistim limbic, proses masuknya respon dari luar lewat pancaindera. Tentunya anda tidak akan mendapat ilmu pengetahuan yang lengkap hanya secara garis besar saja namun cukup untuk memberi penjelasan mengenai cara kerjanya.

Kita mulai dengan pembagian otak yang terdiri dari otak kanan dan otak kiri , bagian depan otak dan bagian belakang otak.

Kita langsung melihat fungsi otak kiri dan otak kanan.

Fungsi Otak Kiri ialah bersifat pemikiran analistis, logika, bahasa, sains dan matematika . Fungsi otak kanan ialah bersifat pemikiran holistic, intuisi, kreativitas, seni dan music.

Berdasarkan pengukuran mesin elektro-ensefalograf (EEG) maka disusun perbedaan fungsi otak kiri dan otak kanan sepert dibawah ini :

OTAK KIRI OTAK KANAN
Verbal, Proporsional Non verbal, imaginative
Proses aritmatik Susunan spesial
Logis analitis Holistik-intuitif
Serial Paralel
Fokus Difus
Perbedaan Persamaan
Bergabtung waktu Tidak bergantung waktu
Segmental Global
Pikiran konvergen Pikiran divergen

 

Penggunaan EEg juga dapat mengukur panjang gelombang yang dipancarkan otak ketika kondisi jiwa(hati) sedang berlangsung pada saat itu, seperti orang yang sedang menggunakan logika atau sedang konsentrasi dalam matematika berada pada panjang gelombang Beta ( 14-100 Hz. Secara lengkap disusun dalam table hubungan kegiatan otak dengan panjang gelombang pada table yang berikut :

KAITAN PANJANG GELOMBANG OTAK DENGAN KEGIATAN OTAK
Beta

14-100 Hz

Kognitif, analitis, logika, otak kiri, konsentrasi, pemilahan, prasangka, pikiran-sadar
Aktif ,cemas, waswas, khawatir, stress, fight or flight, dis-ease, cortisol, norepinephrine
Alpha

8-13,9 Hz

Khusyu,relaksasi,meditative, focus-alertness,superlearning, akses rohani bawah sadar
Ikhlas, nyaman tenang, santai, istirahat, puas segar,bahagia, endorphinr, serotonin
Theta

4 – 7,9 Hz

Sangat khusu, deep-meditation,problem solving, mimpi, intuisi, nurani bawah sadar

 

Ikhlas, kreatif,integrative,hening,imazinatif, catecholamines.AVP (arginine-vasopressing

Delta

0,1-3,9 Hz

Tidur lelap,(tanpa mimpi),non-phisical state,murani bawah sadar-kolektif
Tidak ada pikiran dan perasaan, cellular regeneration,HGH Human Growth Hormone)

Selanjutnya ada suatu harapan yang menggelitik dalam menjalani kehidupan di dunia bahwa secara jujur kita menginginkan hidup bahagia. Atau nimat hidup, dan Allah sendiri dalam surat al-Nahl (16:18)” Maka jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan dapat menghitungnya.” Sehubungan dengan ini, Ade  Hashman (15) menguraikan kenikmatan itu dipetakan dalam 4 katagori kenikmatan besar yaitu :

1). Nikmat Historis, (2). Nikmat Internal, (3). Nikmat eksternal-horizontal, (4). Nikmat Eksternal –vertikal. Kesemuanya akan kita jumpai dalam tulisan tentang bab tujuan hidup secara global dalam buku mungil ini. Jadi kalau hati akan diikutkan berbicara dalam memberi perintah tubuh harus dibuat kondisi otak dalam panjang gelombang Teta.

Kemudian bagaimana keyakinan (agama ? ) dapat mempengaruhi sel tubuh, kalau kita membuat rangkaian perintah : Keyakinan (Agama) melalui Otak (hati)                  sel tubuh. Keyakinan (agama) dalam tarekat yang dijalankan dalam wirid, doa, zhikir, meditasi. Rangkaian ini merupakan sinergi otak dan hati dalam penyembuhan dan merupakan sekelumit sinergi otakdan hati dalam menuju insane kamil.

Seperti suatu kisah yang dipaparkan …………………………..seorang yang  terkena kanker diberi obat yang diberitahukan oleh dokter tersebut kepada pasien tersebut bahwa ini yang terbaru yang dapat menyembuhkan sebagai pengganti radiasi kanker yang tidak mempan.

Untuk membicarakan lebih jauh tentang kebahagiaan yang didambakan manusia, juga tentang tulisan dalam judul ini yaitu memsinergikan otak dan hati menuju insanul kamil/manusia paripurna, tentunya didalamnya akan ada kaitan/ singgungan dengan pengertian nafs, yang sering tertulis dalam Al-Qur’an dan diterjemahkan dengan jiwa .

Dan bagaimana kaitan jiwa dengan ruh, adakalanya berkaitan dengan nyawa.  Kemudian kaitan antara nafs, jiwa, ruh, dan nyawa, budi akan dibahas pada uraian nanti.

  1. Perbedaan ruh dan jiwa

Menarik sekali bahasan perbedaan ruh dan jiwa, diambil dari internet, http:quran-et-sains.blogspot.com/2007/03/perbedaan-jiwa-da-ruh.html.

Ada tiga hal yang menyebabkan ruh dan jiwa berbeda. Yang pertama karena substansinya, Yang kedua, karena fungsinya, dan yang ketiga karena sifatnya

Perbedaan yang pertama, pada substansinya, Jiwa dan Ruh berbeda dari kualitas dzatnya.

Jiwa digambarkan sebagai dzat yang bisa berubah-rubah kualitasnya: naik-turun, jelek-baik, kotor-bersih, dan seterusnya. Sedangkan ruh digambarkan dzat yang selalu baik  dan suci, dan berkualitas tinggi. Bahkan digambarkan sebagai ‘turunan’ dari dzat Ketuhanan. Tingginya kualitas ruh itu tergambar dalam 2 hal, sebagaimana disebutkan dalam ayat Al-Hjr (15):29: Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya RuhKu, maka tunduklah kamu kepadanya. dengan bersujud. Yang pertama , ditunjukkan malaikat tunduk pada manusia. Dan yang kedua, ditunjukkan oleh penggunaan kata ganti KU yang menggambarkan  bahwa Allah mengakui betapa dekatNya dzat yang bernama Ruh itu dengan Allah.

Yang kedua, ketinggian dzat yang disebut Ruh itu terlihat dari bagaimana Allah mengatakannya sebagai RuhKu. Tidak pernah Allah dalam firmanNya menggunakannya kata ganti KU untuk jiwa. Misalnya mengatakan “jiwaKU, tapi hanya menggunakan kata KU hanya untuk Ruh saja. Penggunaan kata RuhKu ini tentu jangan ditafsirkan sebagai Ruh Allah yang masuk kedalam diri manusia. Melainkan Ruh milik (ciptaan ) Allah, Meskipun diayat lain, Allah juga mengatakan sebagian dari RuhKu, yang menggiring kita pada pemahaman  bahwa Allah mengimbaskan sebagian dari sifat-sifatNya kepada manusia lewat Ruh itu.

Dengan Ruh itulah manusia menjadi milik kehendak . Dengan Ruh itu pula manusia bisa berilmu pengetahuan. Dengan Ruh itu pula ia menjadi bijaksana, memiliki perasaan cinta dan kasih sayang, serta berbagai-bagai ketuhanan  dalam skala manusia . Dengan demikian Ruh menjadi media penyampaian Sifat-sifat Ketuhanan di dalam kehidupan manusia.

Dalam judul disebutkan mensirnegikan Otak dan Hati menuju Insan Kamil. Pada uraian berikut akan dipaparkan sifat-sifat INSAN KAMIL (MANUSIA PARIPURNA ATAU MANUSIA YANG SEMPURNA ) :

  1. Pengetahuan diri. Tingkat pengetahuan kita terhadap diri sendiri-tentang kelemahan, keterbatasan, karakteristik, dan motivasi kita.
  1. Pengendalian diri. Kemampuan untuk membimbing dan mentransendenkan dorongan-dorongan nafsu. (transenden : diluar kesanggupan manusia :luar biasa ;utama).
  2. Pengetahuan yang objektif. Pengetahuan yang bersesuaian baik dengan kebutuhan praktis maupun Realitas objektif yang dapat diketahui melalui HATI yang sabar dan suci.
  3. Pengetahuan Batin. Kemampuan untuk mengakses bimbingan dan makna dari batin sendiri.
  4. Hadir.Kemampuan untuk tetap dalam kondisis khusuk, yakni secara sadar merasakan pengalaman.
  5. Cinta tanpa pamrih. Mencintai Tuhan dan ciptaannya tanpa motif kepentingan diri.
  6. Meningkatkan Perspektif Ilahiah . Kemampuan untuk melihat kejadian-kejadian manusia dari perspektif tertinggi Cinta dan Tauhid dan tidak terperosok ke dalam penilaian dan pendapat yang egoistic
  7. Intim dengan Tuhan. Menyadari hubungannya dengan Sumber Ilahi (Via S, tahajud, Ar) .

 Sekelumit tentang hati

Sewaktu atau ketika Allah turun ke bumi, Dia mempunyai wadah di bumi yaitu di hati, hati yang bersih, paling halus dan paling kuat, menurut sabda Rasul SAW. Sesuai dengan hadis Qudsi, Allah SWT berfirman :

Aku tidak menempati rumah. Rumah manakah yang bisa menampungKu, sementara langit saja dalam genggamanKu. Tetapi bertempat di hati yang tenang dan lemah lembut. Jadi, kehidupan hati terwujud karena

“ Aku bertempat di hati” itu.  ( Dikutip dari Buku Biarkan hatimu bicara, Al-Hakim al-Tirmidzi ).

Uraian tentang hati akan dibahas dalam bab tersendiri dalam buku ini.

  1. Sinergi Otak dan Hati

Namun demikian tidak ada salahnya kalau kita simak sinergi antara hati dengan otak (baca akal) menurut Al-Ghazali yang dikutip dari buku Biarkan hatimu bicara , Al-Hakim al-Tirmidz , hal. 11 :

Tubuh laksana kerajaan. Tangan, kaki, dan beragam anggota tubuh laksana pekerja ahli. Syahwat bagaikan pemungut pajak, Amarah ibarat polisi, Hati adalah rajanya.. Akal adalah perdana menterinya. Syahwat laksana pemungut pajak –senantiasa berusaha menarik segala Sesutu untuk kepentingannya sendiri. Sementara amarah bersifat keras dan kasar, dan cenderung menghukum dan menghancurkan. Raja harus mengendalikan bukan hanya syahwat dan amarah, melainkan juga akal.

Ia harus menjaga keseimbangan diantara semua kekuatan ini. Kesimpulan dari pendapat Al=Ghazali Hatilah yang mengatur segala sesuatu, termasuk sel tubuh dalam berbagai jelmaannya seperti otak , jantung, metabolism, bergerak. Kalau kita coba mencari alur antara Allah dan insane kamil, kita coba petanya seperti (Ar) :

Allah

Ibadah                      Al-Qur’an

Khalifah                      Al-Hadis

Insan Kamil

 

Otak (Akal)                   Hati

 

Panca indera           Perintah

 

Sel Tubuh

Dari peta menurut interpretasi Ar diatas dapat dibaca bahwa bagaimana seorang insane kamil menanggapi rangsangan dari external maupun internal Sebelum keluar suatu perintah dari otak terlebih dahulu digodok antara hati dan akal. Akal sebagai insane kamil tetunya tidak semena-mena member intruksi kepada sel tubuh sebelum hati memberi restu. Hati sendiri sebagai tempat bermukimnya ruh akan bernegoisasi dengan ruh sebagai wakil Allah. Maka hati terlebih dahulu harus dibina sehingga lembut dan tenang.

Dalam peta/bagan sinergi otak/hati, seolah-olah ternyata ada akal yang berada di otak, apakah sebenarnya akal itu. Perlu pengamatan lebih teliti sifat dan jenis dari akal ini. Namun pengertian akal menurut KBBI adalah daya pikir

  1. Istilah dalam berbagai literature yang berkaitan dg tulisan ini
  2. Nafs = jiwa

Nafs adalah jauhar bukan subtasi fisik tapi bukan ardh (aksiden)’

Nafs tidak mengalami kerusakan. Substansi tersebutakan meninggalakn esensi tubuh. Zat spesifikasi , perbuatan, dan pengaruhnya sama sekali berbeda dengan tubuh.

Muqatil ibnu Sulayman berkata : Manusia punya daya hidup, ruh, dan nafs ( Dr, Abd al Basith, Semesta Ruh, hal 57-59). Jika ia tidur nafs yang dipergunakan untuk memikirkan sesuatu keluar dari dirinya , tetapi tidak meninggalkan tubuh. Ia keluar laksana seutas tali memanjang yang menyinarkan cahaya. Ia bias bermimpi karena nafs yang keluar darinya., sementara daya hidup dan ruh tetap ada dalam jasadnya.

Nafs memiliki tugas berpikir dan membedakan. Ruh menjadi motor pernafasan dan gerak.

  1. Qolbu=Hati, menurut Syaikh Zainuddin, Metode Revolusi Qolbu, hal iii, Sesungguhnya inti energy ruhani pada manusia berporos pada hati yang juga terkenal dengan istilah qalbu.

Yang memuat keseluruhan sifat bawaan jelek dan sifat bawaan baik. Dalam tubuh manusia , hati bagai motor penggerak atau processor. Apabila motor penggerak kotor, maka energy yang dihasilkan juga lemah. Sebaliknya apabila motor penggerak bening sehinga padanya tiada kotoran sedikitpun, maka akan menghasilkan energy yang lauar biasa.Yang dimaksudkan kotoran disini bukan kotoran dalam arti lahir melainkan kotoran dalam bentuk sifat –sifat kebinatangan dan kesetanan yang jelek, seperti tunduk pada tuntunan biologis secara berlebihan yang mengakibatkan munculnya sifat tamak, kikir, ingin berkuasa, sombong,  dan lain-lain yang akhirnya berbuah pengingkaran pada kebenaran ( al-haqq) yang dating dari Allah , seperti dalam firmannya,”Kebenaran itu dari Tuhanmu, maka jangan sekali-sekali engkau termasuk orang yang ragu-ragu (Al-Baqarah:2-147)

  1. Tasawuf biasa diwujudkan melalui jiwa dan hati, Ilmu Jiwa ketemu tasawuf, hal.258

PROSES BERPIKIR

Kita sebagai manusia sudah memaklumi bahwa tubuh kita dikaruniai otak yang akan dipakai sebagai alat untuk proses berpikir.

Dalam proses berpikir otak kita terdiri dari Pangkal Otak, Pusat Akal, Pusat Ingatan, Pusat Kemauan, Pusat persyaratan sympatis, Pusat Kesadaran.

 

 

Namun sebelum itu perlu diketahu indentitas otak yang dpakai setiap kehidupan kita.

Sebagai hipotesa dalam proses berpikir, penerimaan rangsangan dari luar dari tubuh melalui pancaindera akan ditampung oleh Pangkal Otak berupa tenaga. Tenaga ini sebagai pancaran energy dalam bentuk listrik hayati yang kemudian disebut BION. Hipotesa berpikir ini disebut serba tenaga (energisme). Selain itu juga hipotesa ini bersifat serba syahwat, sehingga hipotesa tentang proses berpikir bersifat mechano-energetis (serba tenaga dan syahwat).

Bion yang mengalir dalam tubuh kita, karena adanya simpul-simpul syaraf mengalirnya terputus-putus. Didalam simpul-simpul ini bion tadi tidak mengalir terus (percontinous) tetapi meloncat (percontagiosum), karena menurut kenyataan bahwa sel-sel syaraf dengan cabang-cabangnya tidak mengadakan pergabungan satu sama lain, akan tetapi sebagai sentuhan

Pada tempat loncatan ini , ialah mula-mula dipangkal otak , kemudian merambat kepusat kesadaran, kepusat ingatan, pusat akal  dan akhirnya dipusat kemauan , bion-bion itu yang dating pada masing-masing tempat itu mengadakan peristiwa yang sama seperti pda waktu timbul diberbagai-bagai pancaindera sebagai perangsangan adaequatus dari masing-masing. Oleh karena itu maka bion yang melewati tempat-tempat loncatan menimbulkan bion lagi yang sama besarnya sifatnya dan isinya pula yang menjadi ANASIR PIKIRAN

Lebih banyak tempat loncatan – ialah simpul-simpul syara-lebih besar bion pada akhirnya yang menggerakkan otot-otot dan kelenjar kita

 

Gambar Otak dan Pusat –Pusat Gabungan

 

Pusat                  Akal

 

 

Pusat Ingatan                  Pusat Kemauan

Pusat Persyaratan     sympatis

 

 

 

 

 

Pusat                  Kesadaran

 

Pangkal Otak

 

Panca Indera

 

 

Tenaga atau Bion yang yang datang dari pancaindera dan menjadi pikiran harus melewati pangkal otak. Berhubungan dengan adanya *system relays* maka dari pangkal otak akan dilepaskan bion menjadi anasir pikiran

Sebagaimana telah diketahui pangkal Otak ialah tempatnya nafsu-nafsu , ajakan-ajakan dan emosi-emosi (insting, emosi, dan neigingen), oleh karena itu bion-bion yang  datang dari pangkal otak akan menjelma menjadi nafsu, ajakan, dan emosi dan berpadu dengan bion-bion yang dating dari tempat lain, hingga pikiran kita sebenarnya selalui disertai nafsu-nafsu, ajakan-ajakan  dan emosi –emosi yang berinti pada syahwat (begeerte) dan godlob (driften).

Tiga tenaga syahwatlah yang menggerakkan jiwa kita :

  1. Ajakan mengadakan perbuatan untuk kepentingan sendiri.
  2. Ajakan mengadakan perbuatan untuk kepentingan orang lain.
  3. Ajakan mengadakan perbuatan untuk Tuhan.

Pada umumnya “didalam pertentagan kehidupan  batin, perasaan social dan KeTuhanan didesak oleh perasaan yang mementingkan diri sendiri yang sangat berkuasa ( Ego sentimenten).

Otak ini menurut Ade Hashman merupakan miniature alam raya. Dalam memanage tubuh manusia yang tersusun  sekitar 50-100 triliun sel.

Setiap sel umurnya terbatas sekitar beberapa tahun. Di otak terdapat zat kimia  yang disebut NEUROTRANSMITER ,yang merupakan zat kimia yang disintesis dalam neuron berfungsi sebagai media komunikasi antar sel-sel syaraf.

Neuron menyalurkan sinyal-sinyal saraf keseluruh tubuh. Impuls neuron bersifat elektris (bion ?) disepanjang neuron dan bersifat kimiawi diantara neuron. Secara histologist , neuron-neuron tersebut tidak bersambung satu sama lain. Tempat di mana neuron salaing berkomunikasi mengadakan kontak dengan sel neuron lainnya terjadi dalam celah yang disebut sinaps. Diperkirakan dalam sitim saraf manusia terdapat 1014 sinaps.

Otak yang berbobot tiga pon ( 3×0,453592 kg =1,360 kg ) mengandung 14 miliar sel syaraf  yang menyimpan memori yang tiada bandingannya. Menurut para ahli manusia dapat memori diestimasikan sekitar 1011 bit, dimana 100 miliar bit setara dengan 500 ensiklopedi. Signal otak terkirim ke sistim syaraf tulang belakang  melesat secepat 800 mil/jam. Kecepatan impuls listrik syaraf dalam lengkung kerja refflek mencapai 9 km / detik sehingga memungkan manusia terlindung dari bahaya kecepatan melesat neuron bahkan mampu mencapai 400 km/jam.

TAHAPAN PERILAKU UNTUK MENGGAPAI INSANE KAMIL

Melakukan meditasi atau tasawuf antara lain :

Meditasi mempunyai arti : suatu cara , metode  dan latihan yang dilakukan untuk mencapai tujuan. Tentunya disini meditasi untuk mencapai insane kamil

CATATAN. Sejalan dengan tulisan diatas, untuk memperdalamnya saya sarankan untuk membaca buku Yang ditulis oleh AGUS MUSTOFA, serial diskusi Tasyawwuf Modern dengan judul : Menyelam Ke Samudera Jiwa & Ruh.

  1. MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENEMUKAN DAN MENGEMBANGKAN JATI DIRI AKU

Memperhatikan hal-hal yang telah kita utarakan pada bagian terdahulu, maka diperlukan segala wujud untuk terus meningkatkan kemampuan dalam mungungkapkan kecepatan dalam berpikir agar kita terus dituntun oleh pola pikir dalam usaha membangun pondasi yang kuat agar secara berkelanjutan kita mengenal jati diri aku.

Sejalan ungkapan diatas, maka diperlukan satu kebiasaan baru menerapkan lompatan berpikir dari kekuatan benih-benih jiwa sebagai kekuatan untuk pendorong dalam rangka meningkatkan kemampuan.

Oleh karena itu, renungkan kembali apa yang terpikirkan yang terkait bahwa tanda bahwa kita telah tercukupi oleh-NYA adalah bila ilmu, kemampuan, kehendak dan sifat-sifat kita terjaga yang selaras dengan ilmu, qudrat, iradat dan sifat-sifat-NYA. Jadi keadaan seperti ini baru kita dapatkan setelah kita memiliki keyakinan kuat dan menjalankan ibadah dengan teguh.

Dengan demikian biasakan merendah di hadapan-NYA, menyadari keagungan-NYA, dan benar-benar merasa membutuhkan-NYA adalah syarat mutlak lahirnya kesesuaian itu.

Jadi renungkan apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat ayat dibawah ini :

  1. 27 : 19” maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdo`a: “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni`mat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.
  2. 98 : 8 “Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga `Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.

Mendalami apa yang kita ungkapkan diatas, berarti membuka jalan bahwa nilai hidup manusia ditentukan olah akidahnya dari perjuangannya menegahkan aqidah itu. Ingat bahwa akidah itu bukan semata-mata soal otak tapi soal jiwa. Otak atau akal hanyalah semata alat dari jiwa yang penuh dengan aqidah.

Puncak segala aqidah ialah iman kepada Allah, bertambah mendalam iman kepada Allah bertambah tenggelamlah diri kita ke dalam cinta-NYA.

  1. MENEGAHKAN BUDI DAN MEMBANGUN JATI DIRI

Dengan kebiasaan menjelajah kekuatan pikiran maka terbuka jiwa dan hati dalam kehidupan menumbuh kembangkan kehidupan mental manusia menhadapi dua macam yang kita sebut dengan “menegahkan budi dan membangun jati diri”.

Pertama, bagaimana usaha kita menjadi satu kekuatan penggerak untuk menemukan apa yang kita sebut dengan “Budi Yang Mulia”. Karena itu hanya dapat tumbuh dengan kemauan menempuh jalan yang benar dan menjahaui jalan yang sesat. Seberapa jauh kita mampu mengendalikan nafsu yang selalu menggoda yang digerakkan oleh syetan, iblis, dan jin yang selalu berusaha mengubah kebiasaan orang yang berpikir ke jalan yang benar.

Renungkan, ibarat memakan jeruk manis, jangan Cuma ingat kepada manis rasanya saja, tetapi insyaflah bahwa kelak akan pahit sisanya. Jadi pandanglah yang baik itu memang baik dan wujudkanlah. Kalau kita dapat mewujudkannya barulah boleh kita katakan bahwa diri kita tertuntun kepada kemuliaan.

Dengan demikian tanda diri yang tertuntun itu ialah IMAN yang terungkap secara lahir yang diucapkan dengan lidah, bathinnya ialah di ‘itikad dengan hati sanubari. Jadi renungkanlah dalam hal ini apa yag disebut IKHLAS dan

TAWAKAL lebih siap menerima ketentuan Tuhan, berarti itulah yang lebih dekad Tuhan.

Bayangkan dari perut ibu yang sempit dan gelap gulita kita dilahirkanNYA dan dituntunnya kita dengan agama yang benar.

Kedua, “Hancurnya Budi” artinya sikap dan perilaku menunjukkan sifat-sifat yang tidak berakhlak. Satu gambaran hidup yang dijalankkannya tidak sejalan dengan tuntutan manusia yang beragama.

Oleh karena itu, yang dipikirkannya hanyalah dunia, sehingga orang-orang yang demikian dinamakan manusia yang lemah pikirannya dalam membedakan mudharat dan manfaat.

Ketiga, “Penyakit Budi” artinya ingatlah bahwa bertambah luas akal, bertambah luas hati, betambah luas hidup, bertambah datangnya bahagia. Bertambah sempit pula hidupnya dan bertambah datangnya celaka.

Oleh karena itu, perhiasan manusia budi senjata manusia budi, nasib seseorang menentukan budi dan sejarah seseorang yang melukiskan budi.

Dengan demikian ingatlah bahwa perbuatan yang mulia itu tidak akan hilang pada permulanya tidak diindahkan orang, tetapi lama kelamaan laksana bintang yang berkilauan.

Jadi perkataan yang dikeluarkan di waktu marah ibarat sampan sedang diserang badai, berarti gila dan perkataan yang demikian tidak dapat diambil pedoman.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka seberapa jauh kita mampu mengenal kekurangan diri, dalam hal ini dapat kita kembangkan melalui apa yang kita sebut dengan 1) Datangilah kepada seorang guru untuk kita dapat menempa ilmu ; 2) Carilah seorang sahabat yang jujur, berilmu dan berpandangan luas ; 3) Belajarlah dari para pembicara yang menjadi lawan yang tidak menyenangkan ; 4) Sebanyak mungkin tingkatkan hubungan pergaulan dengan sesame manusia dan mana pekerjaan yang paling banyak disukai orang.

 

  1. MEMULAI PERJALANAN HIDUP ABADI

Hidup itu seperti music yang harus dikomposisi oleh telinga, perasaan dan instink, bukan oleh peraturan. Oleh karena itu apakah yang anda inginkan dari hidu ini dan apakah yang harus anda berikan sebagai imbalannya supaya berhak memperolehnya ?

Bayangkan hidup yang terisi penuh adalah hidup yang panjang yang mampu memberi arti artinya hidup yang menghidupkan orang lain menjadi hidup yang berharga.

Dengan demikian bayangkan olah anda bahw tujuan hidup adalah kebahagiaan, ini tidak dapat diperoleh dengan memburu kesenangan, tetapi dengan suatucara hidup yang sewajarnya dan sederhana, sebisa-bisanya tidak bergantung dari segala alat-alat hidup bikinan.

Mencari bahagia bukanlah dari luar diri, tetapi dari dalam. Kebahagian yang datang dari luar kerap kali hampa, palsu. Orang begini kerapkali ragu, syak, cemburu, putus harapan sangat gembira jika dihujani rahmat, lupa hidup ini berputar-putar.

Jadi hidup yang senang dan bahagia, yang kurang bahaya ialah hidup yang mempunyai persangkaan  dan pengharapan yang baik, cita-cta yang kuat, angan-angan yang teguh dan jangan terlalu banyak memikirkan barang yang belum tentu terjadi.

Lebih baik kita bepikir, bahwa tujuan hidup kita setelah berumah tangga, bukan untuk mendapatkan kebahagian, meliankan untuk menghadapi kesulitan dan masalah-masalah. Oleh karena itu renungkan selalu bahwa penuntun hidup yang bercita-cita ialah ilmu, amal dan iman.

Bayangkan pula bahwa saya tidur dan bermimpi sehingga hidup adalah keindahan, saya bangun dan menemukan bahwa hidup adalah kewajiban.

Belajar dari ungkapan diatas berarti ada satu kekuatn baru dalam kebiasaan berpikir yaitu Belajarlah pada matahari, ia tidak peduli berpa kali harus terbenam untuk terbit kembali. Baginya adalah takdr untuk senantiasa mengabdi dan layaninya. Oleh karena itu, seorang pembimbing (ulama, dai, guru) adalah penerus risalah Nabi. Ia harus senantiasa memancarkan cahaya kearifan bagi orang-orang disekitarnya.

Tujuan hidup ialah kebahagian, ini tidak dapat diperoleh dengan memburu kesenangan, tetapi dengan uatu cara hidup yang sewajarnya dan ederhana, sebisa-bisanya tidak bergantung dari segala alat-alat hidup bikinan.

Oleh karena itu, yang paling sukar dalam hidup ini adalah mencintai hidup seperlunya dan inilah yang paling penting sehingga dengan bekerja keras dan keberanian menghadapi hidup maka segala kekesalan dapat dihilangkan.

Dengan demikian bahwa hidup adalah ciptaan anda yang cocok benar dengan pola pemikiran anda. Ingatlah bahwa hukum hidup menuntut ketulusan terhadap Tuhan, kekerasan terhadap diri sendiri, keadilan terhadap semua orang.

Dengan memperhatikan hal-hal yang kita utarakan diatas, maka hidup itu hanya dapat dimengerti dengan menoleh ke belakang, tetapi harus dijalani dengan melihat ke depan sehingga hidup itu sebenarnya dapat lebih gembira, apabila manusia mau menganggapnya sebagai suatu yang penting. Jadi bagi manusia yang penting bukanya berapa lama ia hidup. Tapi bagaimana ia akan hidup.

Jadi, renungkan kembali apa yang terpikir dalam perjalanan hidup ini, oleh karena itu hiduplah seperti pohon kayu yang lebat buahnya, tumbuhnya di tepi jalan. Dilempar orang dia dengan batu, lalu dibalasnya dengan buah.

Belajarlah dari kenyataan diatas, oleh karena itu hidup itu adalah lautan pengorbanan untuk mencapai sesuatu yang luhur yang tak terbatas.

Dengan pikiran diatas, maka renungkan hidup itu adalah lautan pengorbanan untuk mencapai sesuatu yang luhur yang tak terbatas, sehingga hanya penderitaan hidup yang mengajarkan kepada manusia menghargai kebaikan dan keindahan hidup

 

  1. MEMPERKUAT DAYA KEMAUAN DALAM RAHASIA HIDUP

Bila kita renungkan kembali bahwa memperkuat daya kemauan menyadarkan kepada usaha-usaha menemukan jati diri sebenarnya yang terkait dengan KEPRIBADIAN manusia ciptaaan Tuhan yang paling mulia, oleh karena itu dorongan pribadi memperbanyak amal dan bakti menjadi satu kebutuhan yang berkelanjutan.

Dengan demikian, mulailah mewujudkan satu kekuatan dalam pola pikir anda untuk mendorong satu kekuatan yang kita sebut dengan SADAR KEMAUAN yang menjadi satu kekuatan dalam proses berpikir seberapa jauh kita mampu menuntun diri sendiri dan menguasai serta mampu mengendalikan selama dalam perjalanan hidup ini sebagai suatu kepribadian yang utuh.

Sejalan dengan apa-apa yang kita pikirkan diatas, maka memperkuat daya kemauan yang dituntun dalam rahasia hidup dalam pandangan Islam berarti marilah kita belajar dari perkembangan abad 20 dan abad 21 dimana kita saat ini berada dalam abad 21, yang menuntut kemampuan meningkatkan kepribadia manusia sebagai khalifah didunia yang harus hidup dalam tuntunan Islam.

Bayangkan sebagaimana halnya Matahari menguasai gerak planit-planitnya, maka kemauan dalam diri manusia menguasai pikiran dan hidupnya.

Oleh karena itu ungkapkanlah kedalam ingatan anda seberapa jauh anda menghadapi tantangan membina uk ditandai oleh kekuatan MASYARAKAT PENGETAHUAN sedangkan dalam abad 20 yang sudah kita tinggalkan berupa kekuatan MASYARAKAT INFORMASI. Jadi perubahan itu juga mempengaruhi dalam proses kita berpikir dalam menghadapi tantangan perubahan.

Pertama ungkitlah pemahaman anda yang terkait dengan apa yang kita sebut dengan “Sadar Kemauan” tanpa kita memahaminya apa yang kita maksudkan yang sejalan dengan topic yang kita tulis dalam paragraph ini. Semua pihak akan sependapat bahwa “Kemuan itu ada” dan “Kemauan itu penting”.

Pengalaman mengajarkan kepada kita banyak orang yang berilmu dan mengakui agama yang dianutnya, tapi mengapa ia tidak mampu menuntun perjalanan hidupnya. Dalam hal ini penulis beresimpulan karena tidak adanya “Daya Kemuan” yang kuat untuk melakukan penyesuaian diri sebagaimana yang diharapkan oleh “Kepercayaan dan Keyakinan” yang dianutnya sebagai penuntun dalam perjalanan hidup yang abadi.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka renungkan hal-hal yang berkaitan dengan “KEMAUAN”  bahwa 1) kemuan itu ada dan penting dalam hidup kita ; 2) kemauan harus diartikan pula sebagai kemampuan dan kekuasaan yang melekat dalam memimpin diri anda ; 3) dengan kemauan sebagai daya dorong dalam mewujudkan hasrat dan keinginan yang dilaksanakan sesuai dengan tuntunan hidup ;

4) belajarlah dari pengalaman dengan keteladanan Nabi ; 5) kemauanlah diibaratkan kekuatan gas yang menggerakkan motor berpikir dengan memanfaatkan otak dan hati ; 6) ingatlah bahwa dengan kemauan yang berlandaskan kebiasaan menjadi sikap dan perilaku yang terpola.

Bertolak dari kemauan dan kebiasaan diharapkan menjadi satu kekuatan pola pikir untuk menuntun apa yang kita sebut dengan “Kekuasaan untuk memimpin diri sendiri” disatu sisi dan disisi lain adalah “Menguasai diri sendiri”.

Dengan demikian kekuasaan ingatlah bahwa ia dapat menyenangkan, tetapi dalam pada itu juga mencemaskan. Karena kadang kala begitu sulit memahami dimana kebaiakan itu berhenti dan kejahatan itu bermula.

Bayangkan dalam ingatan anda bahwa kita tidak mengingkari kesan bahwa manusia umumnya menggunakan standar yang keliru. Mereka mencari kekuatan, keberhasilan dan kekayaan untuk diri mereka, memuji diri mereka di hadapan orang lain dan mereka memandang rendah pada apa yang sebenarnya berharga dalam hidup. Jadi senapan akan membuat kita kuat, mentega hanya akan membuat kita gemak.

Dengan demikan renungkan kembali, bahwa kekuatan suatu umat karena akhlaknya. Bila akhlak-nya rusak, maka binasa umat itu. Oleh karena itu, lebih mudah menindas keinginan yang baru pertama kali timbul dari pada memenuhi segala sesuatu yang diakibatkankannya.

Bangulah kemauan dan kebiasaan yang berlandaskan sikap dan perilaku yan terpola, oleh karena itu ingatlah bahwa dalam soal-soal kekuasaan, jangan lagi membicarakan soal kepercayaan pada manusia, melainkan ikatlah dia untuk menjauhkannya dari kejahatan-kejahatan.

Bergeraklah dengan kemauan dan kebiasaan itu dari sikap dan perilaku terpola itu sebagai diplomasi sebagai suatu seni untuk menyuruh orang lain berbuat  apa yang engkau kehendaki. Yang sangat tidak saya sukai bukanlah persoalannya sendiri, melainkan caranya ia berusaha dapat mengemukakannya.

Jadi kita tidak boleh kehilangan emangat. Semangat adalah stimulant terkuat ntuk mencintai, berkreasi dan keinginan untuk hidup lebih lama dan berkelanjutan.

Belajarlah terus untuk mengungkit daya ingat bahwa setiap orang memiliki kelemahan, oleh karena itu justru kekurangan-kekuarangan kita bisa menolang kita dengan tidak terduga.

Sejalan dengan pikiran diatas, memperkuat daya kemauan menjadi satu kekuatan dalam arti keberadaan itu ada dan penting adanya, marilah kita memulai hari ini untuk mengganti yang tidak baik menjadi baik, dengan usaha-usaha untuk menyimak kebiasaan- kebiasaan yang perlu dipikikan oleh manusia yang mencakup :

  • Sikap dan tindak tanduk yang tegas dan luwes.
  • Senang dengan lingkungan manusia dan cita-citany
  • Berkeinginan memperbaiki keadaan diri sendiri
  • Bersikap keras terhadao diri sendiri
  • Hemat dalam segala bentuk
  • Mampu bekerja secara focus
  • Bisa dipercaya dan memenuhi janji
  • Teguh memandang pendirian yang dianggap benar
  • Tetap sabar
  • Inisiatif
  • Bertindak tegas
  • Tidak tamak
  • Tetap bersikap terhormat
  • Tenang dalam keadaan krisis
  • Cepat menyesuaikan dengan perubahan
  • Tidak iri hati
  • Tidak suka menyingung orang lain
  • Bisa tahan godaan
  • Tidak mendendam
  • Tidak melebihi dalam pembicaraan
  • Berpikir dulu sebelumnya mengeluarkan pendapat
  • Dan lain-lain yang bersifat hal-hal kebaikan.

10.TANTANGAN  MEMBINA KEPRIBADIAN DALAM

      PANDANGAN ISLAM

Kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan akan bergantung kepada kemampuan manusia dalam arti menerima tanggung jawab yang sejalan dengan wujud kepribadian yang mampu menimbulkan kepercayaan kepada orang-orang bahwa ia mempunyai apa yang mereka butuhkan, disinilah letak kemampuan dalam memecahkan rahasia kehidupan.

Sejalan apa yang kita pikirkan diatas maka menjadi suatu kebutuhan membina kepribadian yang menunjukkan bahwa kedewasaan berpikir menjadi suatu kepandaian dipelihara dalam kesepian (kesunyian), dimana karekter digembleng dalam gelombang badai taufan dunia.

Oleh karena itu, bayangkan bahwa tanda kita telah tercukupi oleh-NYA adalah bila ilmu, kemampuan dan keinginan dan sifat- sifat kita terjaga keselarannya dengan ilmu, qudrat, iradat dan sifat-sifat-NYA. Jadi jarang sekali kita menjumpai keadaan yang di dalamnya kita merasakan apa yang kita pahami.

Dengan demikian renungkan dan bangkitkan kedalam daya ingat agar kita memiliki satu pemahaman yang mendalam apa yang kita maksudkan ”  KEPRIBADIAN ” dengan pemahaman itu berarti terbukalah kesempatan dengan kesanggupan untuk mendalami yang terkait dengan tantangan membina kepribadian.

Yang kita maksudkan dengan KEPRIBADIAN adalah suatu pola yang terintergrasi kedalam semua kemampuan, perbuatan serta kebiasaan seseorang dalam kedewasaan berpikir rohaniah, sosial, emosional, intelektual dan mental yang telah ditatanya menjadi satu kebiasaan yang terpola sebagaimana yang dikehendakinya.

Bertolak dari rumusan diatas, maka tantangan yang harus dihadapi maka perlu kita pahami benar-benar dalam kata ditatanya dimana terdapat unsur-unsur yang dapat mempengaruhi dalam membentuk kepribadian.

Pertama, yang disebut dengan TUHAN, artinya saking sibuk yang bersangkutan dalam hubungannya dengan manusia, ia lupa dengan keberadaan Tuhan yang mencipta NYA sebagai khalifah didunia.

Kedua, yang disebut dengan AGAMA artinya yang dianutnya sejalan dengan kepercayaan (memeluk Islam) dan keyakinan (Iman).

Ketiga, yang disebut dengan KELUARGA artinya banyak pengaruh dalam keturunan kedalam tubuh, kecerdasan, watak, didikan

Kempat, yang disebut dengan MASYARAKAT artinya pengaruh lingkungan dalam kehidupan pria atau wanita yang dapat mengendalikan perasaan, bermoral teguh, dapat menyeuaikan diri, dapat bergaul dan ingin memperbaiki dirinya.

Kelima, yang disebut dengan sekolah artinya pengaruh sekolah sangat besar dengan anak didiknya, selama yang bersangkuan belajar.

Keenam, yang disebut dengan perbedaan kelamin artinya yang diciptakan oleh Tuhan dengan kelamin laki-laki dan atau perempuan dalam perjalanan hidup mereka.

Dengan memperhatikan rumusan dan faktor-faktor yang mempengaruhi KEPRIBADIAN diatas, maka wujudnya seberapa jauh yang bersangkutan dapat memenuhi keperluan-keperluan kita artinya tuntutan kodrat kita sebagai manusia yang harus dipenuhi secara tepat agar kita dapat merasa bahagia dan berhasil.

Cara memenuhi keperluan-keperluan kita yang mencakup kebutuhan apa yang disebut dengan :

Keperluan Rohani yang mencakup cinta  Tuhan dan penyelamatan ; Cita-cita moril dan watak yang menunjukkan suatu kebenaran atau keluruhan yang dapat mempengaruhi tingkah laku kita.

Keperluan jasmani yang mencakup pemenuhan kesehatan, pertumbuhan yang wajar, makanan yang bergizi, bekerja, berolahraga / bermain, beristerahat.

Keperluan intelektual yang mencakup mengenal diri, mengenal realitas hidp, perkembangan intlektual, pengetahuan tentang Allah.

Keperluan emosional yang mencakup menerima diri, kasihsayang dan rasa aman, kebebasan, sukses.

Keperluan sosial yang mencakup diterima dan diperhatikan, Status dan penghargaan, ambil bagian dan kerjasama, persahabatan dan cinta.

Sejalan dengan pemenuhan keperluan diatas, maka perlu untuk diingat kemampuan dalam mewujudkan keseimbangan antara keperluan.

Semua keperluan itu adalah penting. Tetapi tidak sama pentingnya, oleh karena itu perlu diungkit ingatan yang dapat menuntun pemenuhannya secara bijakasana artinya tidak mementingkan satu lebih penting dari yang lain.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka yang menjadi suatu pikiran untuk mengungkapkan peran tugas kita dalam hal-hal yang terkait dengan apa yang disebut dengan :

  • Belajar hidup dengan apa yang ada artinya tak mungkin orang memiliki segalanya, yang jelas setiap manusia selalu masih dapat mengembangkan apa yang dimilikinya.
  • Belajar hidup dengan kebersamaan dengan orang lain artinya diperlukan pemikiran caranya, sikap dan tingkahlaku dalam bergaul.
  • Menjadi orang terdidik artinya belajar berkelanjutan
  • Mencapai kedewasaan emosional artinya mampu menikmati secara wajar perasaan yang mesti diungkapkan.
  • Mempersiapkan diri untuk pekerjaan artinya kita perlu merenungkan apa yang dapat kita lakukan.
  • Mejadi warga yang bertanggung jawab artinya harus kita pahami apa yang diharapkan dari kita dan bagaimana melaksanakannya.
  • Belajar hidup bermartabat yang kuat artinya harus sejalan dengan kemapuan dalam kekuatan rohani.

Dengan memperhatikan hal-hal yang telah kita bicarakan diatas, maka yang menjadi pusat pikiran disini adalah bagaimana kita mampu merumuskan untuk menuntun kesiapan kepribadian berdasarkan tuntunan menurut ajaran Islam berarti kesiapan menghadapi tantangan membina kepribadian sebagai suatu pandangan untuk mengenal jati diri aku yang sesungguhnya agar mampu menunjukkan sikap dan perilaku dalam kepridian yang terpola.

Kita menyadari sepenuhnya bahwa hidup kita oleh pikiran kita sendiri artinya kebahagian, kesengsaraan, kecemasan dan ketenangan manusia sebagai mahkluk yang paling mulia dimata sang pencipta-NYA.

Jadi ingatlah bahwa sesungguhnya suatu pekejaan yang sama yang dikerjakan oleh orang yang berlainan jiwanya, nilainya akan berlainan sekali, oleh karena itu Renungkan apa-apa yang terungkap dalam Al-Quran yang termuat dalam surat : At Taubah

  1. 9 : 88” Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan; dan mereka itulah (pula) orang-orang yang beruntung.

89” Allah telah menyediakan bagi mereka syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.

Dengan mendalami makna yang terungkap dalam surat diatas, menjadi penuntun dalam mewujudkan kepribadian secara utuh. Oleh karena itu setiap usaha dalam tujuan perbaikan akhlak ialah untuk membersihkan kalbu dari kotoran-kotoran hawa nafsu dan amarah hingga ia jernih bagaikan cermin yang dapat menerima cahaya Tuhan.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka tidak ada gunanya menangisi yang telah berlalu, walaupun kita sadari bahwa tantangan membina kepribadian bukanlah sesuatu yang mudah seperti sebuah pepatah mengatakan : Tidak ada hal yang baru di atas dunia. Kerena dengan kenyataan sejarah hidup ummat manusia dalam perjalanan yang panjang dari segi tabiat dan keinginan, pergaulan dan perselisihan, kelaliman dan keadilan, perdamaian dan peperangan, bangkit dan jatuhnya suatu bangsa berkembang dan surutnya suatu peradaban.

Oleh karena itu ungkitlah daya ingatan dalam berpikir dimana Agama adalah kehidupan, ilmu filsafat adalah pikiran.

Agama melihat ke atas, persahabatan meninjau kedalam. Kita membutuhkan kedua-duanya yaitu pikiran dan kehidupan dan kita membutuhkan supaya kedua duanya tetap harmonis.

Dengan berpikir itu, maka kita sampai pada suatu titik bahwa Agama tak mungkin diyakini oleh manusia kalau hanya dari sumber akal. Tetapi harus dari sumber yang timbul dari perasaan dan keinsyafan hati serta petunjuk Ilahi. Jadi ingatlah bahwa makin jauh dari Tuhan, makin gelisahlah hatimu. Makin dekat dengan Tuhan, makin tenanglah hidupmu.

Renungkan kembali bahwa memperkuat daya kemauan maka terbukalah jiwa dan hati untuk memikirkan tidak ada paedahnya yang kita punya kalau tidak dipergunakan untuk menolong orang lain dari lima pintu amal : 1) harta benda dari orang kaya ; 2) jerih payah dari orang yang bertenaga ; 3) buah pikiran orang yang berakal ; 4) jasa kebaikan dari orang yang berbudi ; 5) ilmunya dari orang berpengetahuan. Tidak akan berarti pengetahuan anda kalau orang tidak tahu apa yang anda tahu. Rohani merasa beruntung kalau dapat memberi dan menolong orang, sedang jasmani merasa beruntung kalau menerima.

Menjawab tantangan membina kepribadian berdasarkan pandangan Islam, mengajarkan sikap dan perilaku yang terpola sesuai dengan tuntunan Kepercayaan Dan Keyakinan yang menjadi pondasi kekuatan untuk mewujudkan apa yang disebut “JADILAH DIRI SENDIRI”

Dengan sikap dan perilaku dalam kebiasaan yang terpola maka sesunguhnya aku berjalan sesuai engan cirri-ciri khas diriku, sebagaimana kereta api berjalan diatas relnya, ketika aku keluar dari garis-garisnya, maka aku pun segera berhenti disitulah otak dan hati kita dapat manfaatkan.

Orang tidak akan mencapai akhir keberhasilannya kecuali dengan ilmu yang dituntut dengan semangat kuat. Maka bernaunglah dalam naungannya maka kau akan hidup damai Hidup yang aman dari pengacaunya. Bersusah payahlah untuknya (ilmu) maka kau pun akan beristirahat dengan tenang.

Jadi sesungguhnya ilmu bak bintang yang tinggi di langit. Dan setiap yang mulia mengelilingi kutubnya. Berusahalah mencapainya dengan semangat orang yang sabar. Menetapkan pikiran tanpa memaksakannya. Bersusah payahlah untk mencapainya hingga ia mengaka kuat. Ilmu bagi seseorang lebih abadi daripada nasib keturunannya. Oleh karena itu jauhilah mencari kemuliaan bukan pada jalannya Dan menjauhlah dari kehormatan yang kau tidak berhak untuknya. Dengan demikian sungguh keberhasilan itu berada jauh dari orang pemalas.

Untuk menjadikan diri sendiri dalam sikap dan perilaku terpola haruslah menjadi kebiasaan-kebiasaan sesuai dengan kepribadian yang utuh. Jadi ingatlah pikiran ini sebagai penuntun yang mengungkapkan hal-hal sbb.:

Semua prestasi besar dimulai dari kemauan besar. Tanamkan kemauan di dalam diri anda secara terus menerus. Ingat, kemauan yang kecil akan membawa hasil yang kecil.

Jangan sekali-kali putus asa, tapi jika engkau putus asa juga, teruslah bekerja dalam keputusaan itu.

Rasa sakit bisa timbul dari dua hal : rasa sakit karena disiplin diri dan rasa sakit akibat penyeselan. Bedanya, rasa sakit karena diiplin hanya seberat satu ons, tetapi rasa sakit karena penyeselan seberat satu ton.

Sejalan dengan renungan pikiran diatas, maka menemukan KEPRIBADIAN DENGAN JATI DIRI SENDIRI haruslah menjadi pandangan hidup yang ditopang oleh suatu pandangan bahwa tanda orang yang berakal  ditunjukkan dengan suatu kepribadian yang mengungkapkan 1) cinta kepada ilmu, 2) tidak berobah mendengar upat dan puji, 3) bagus jawabannya, 4) banyak benarnya.

Belajar dari pemahaman diatas berarti ingatlah dalam pikiran anda bahwa suatu pengertian tanpa pengalaman adalah kosong, pengalaman tanpa pengertian adalah buta. Jadi dengan tuntunan kepercayaan(agama) dan keyakinan (iman), maka disitulah pintu pikiran anda dituntun kedalam pemahaman atas terimalah kepercayaan kepada Tuhan karena kita memerlukan kepercayaan semacam itu seperti halnya barangsiapa yang tidak dapat merasa sakit tidak dapat pula merasakan bahagia.

Tidak ada yang bisa membantu ketenangan jiwa selain tidak mempunyai pendapat sama sekali. Jadi jiwa yang luhur tidak dipengaruhi oleh harta. Oleh karena itu jiwa aalah Tuhan dalam rumah dan bisa membuat surga menjadi neraka dan neraga menjadi surga.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka berjuang melawan hawa-nafsu kita adalah sukar menundukkannya hingga memerlukan jiwa yang besar dan pikiran yang meluas dan mendalam. Jadi ingatlah dalam jiwalah bersumber baik kebahagian maupun kesengsaraan.

Dengan demikian barang siapa yang mempunyai jiwa yang harmonis, hidupnya pun sangat teratur. Jadi peliharalah jiwamu, sebab apa gunanya mempunyai tubuh yang cantik dan molek, jika tubuh sedemikian itu tidak mengandung jiwa yang murni.

Dari pengalaman menunjukkan kepada kita bahwa jiwa manusia dapat diketahui baik dari suaranya maupun dari sinar matanya. Jadi agi jiwa yang agung, hutang yang paling berat adalah ketidak mampuan membalas budi yang pernah diterima dari orang lain.

Oleh karena itu, wajiblah bagi seseorang pengajar, member ingat kepada saudaranya sesame manusia akan kewajiban yang mesti mereka pikul di dalam hidup, ditunjukkan kepada mereka apakah kewajiban itu, walaupun lantaran itu mereka akan marah atau suka, benci atau cinta. Karena menunjukkan kewajiban manusia itu wajib pula.

Yang perlu kita ingat bahwa kewajiban itu terbagi empat bagian yaitu 1) kewajiban pada diri sendiri, bernama kesopan diri ; 2) kewajiban pada orang lain, bernama kesopanan masyarakat ; 3) kewajiban pada Allah, bernama kesopanan agama ; 4) kewajiban kepada makhluk bernyawa yang lain, bernama kesopanan belas kasihan.

Mendalami hal-hal yang diungkapkan diatas, maka yang perlu kita ingat adalah HAK PERORANGAN. Oleh karena itu, hak adalah suatu kebenaran yang dimiliki oleh setiap manusia yang memiliki jiwa dan hati artinya hak itu tidak berubah meskipun waktu dan tempat berlainan. Sejalan dengan hak, maka lahirlah KEWAJIBAN manusia yang terkait dengan adat istiadat, taat kepada orang tua, memuliakan yang tua dan sebagainya.

Memperkuat daya kemauan tidaklah semudah apa yang terpikirkan oleh manuia agar kita dapat menjalankan HAK DAN KEWAJIBAN dalam rangka mewujudkan apa yang kita sebut dengan JADILAH DIRI SENDIRI dalam kesiapan menghadapi tantangan membina kepribadian.

Untuk selalu kita mampu menumbuh kembangkan jati diri yang sesusai DALAM MENJADIKAN DIRI KEKASIH ILAHI, maka renungkanlah segala sesuatu kedalam kebiasaan untuk menegakkan budi, membangun jati diri berdasarkan tuntunan kepercayaan (agama yang dianut) dan keyakinan (iman yang ditegakan) menjadi satu kekuatan sepenuh jiwa dan hati sebagi ikhtiar memenuhi ragam hak dan kewajiban yang sejalan dengan tuntunan dalam hidupnya.

Untuk mewujudkan apa yang kita bicarakan diatas, maka menumbuh kembangkan kekuatan kedewasaan berpikir khususnya yang terkait dengan kedewasaan rohaniah yang menekankan kepada kebiasaan spiritual dalam rangka menggerakkan jiwa dan hati menuju Allah.

Sejalan dengan keinginan menjadikan diri kekasih Ilahi, maka dimulailah dengan menggali pijar cahaya Qurani kedalam pemahaman yang mendalam mengenai :

Pertama, Al Quran sebagai pedoman hidup artinya kitab suci Al Quran adalah induk dari egala kitab yang yanga luas cakupannya. Barang siapa tidak membaca Al-Quran tidak menjaga Sunnah Nabi, maka ia akan kesulitan dalam mengikuti jalan yang ditempuh. Jika kalian melihat seseorang menyampaikan naehat, janganlah kalian mengikuti sehingga melihat bahwa ia benar-benar taat terhadap perintah Allah dan menjahui larangan-NYA. Jika itu ada padanya maka yakinlah dan ikutilah. Tapi jika tidak, maka jauhilah.

Kedua Membela Syari’ah artinya dimana merupakan konsep melakukan dan menyerahkan perbuatan hanya untuk Allah, semangat lillah, akat erat terkait dengan nilai ikhlas seseorang dalam melakukan perbuatan yang tertanam dalam hati.

Ingatlah selalu bahwa mengungkit daya ingat untuk merenungkan kondisi anda sekarang apakah engkau sudah mencitai seseorang karena Allah ?

Apakah engkau membenci seseorang karena Allah? Atau engkau sedang terjebak dalam kendali hawa nafsu, sehingga engkau bertintak karenanya juga. Jika demikian tangisilah dirimu sebelum engkau ditangisi orang lain. Perbanyaklah istihgfar pada waktu pagi dan petang.

Ketiga, Menjunjung Tinggi Kehormatan Agama artinya tanggung jawab setiap pemeluknya. Kehormatan agama haruslah berada di atas kehormatan pribadi. Oleh karena itu renungkanlah dirimu, apakah engkau telah menjunjung kehormatan kaum muslimin ?  Atau menghina dan mencaci maki kehormatannya. Janganlah engkau termasuk ke dalam golongan orang-orang fasik ? Mohonlah ampun kepada Allah.

Keempat, Istiqomah Menegahkan Qiyamullail artinya lakukanlah secara teratur walau dalam kondisi apapun karena ini merupakan kewajiban. Ingatla bahwa jika melihat oang tidak tidur tetapi lupa mengerjakan shalat malam, ia berkata kepadanya :sungguh cahaya Tuhan tidak akan bersamamu.

Dengan memperhatikan hal-hal yang terungkap diatas, maka jiwa dan hati yang menjadi penggerak untuk hidup lebih bijaksana menjadi satu pandangan menjadikan diri kekasih ilahi sebagai satu kekuatan daya kemauan untuk selalu mengungkapkan jati diri sendiri kedalam apa yang disebut dengan :

Pertama, CAHAYA LENTERA PENERANGAN KALBU  artinya akan menunjukkan kepada kita hal-hal yang terkait dgn :

Mengisolasi diri artinya seberapa jauh anda dapat berusaha memikirkan untuk tidak tergoda oleh iblis, syetan dan jin yang selalu membelokkan jalan pikiran anda sehingga anda lupa dekat dengan kebesaran yang menciptakan anda sebagai khalifah di dunia ini.

Memenjarakan hawa nafsu artinya memaksakan dirinya untuk tetap istiqomah melakukan ibadah meninggalkan syahwat dan tidak ridha pada kemaksiatan sampai meeka meninggal.

Menjaga adab berpuasa dan haji artinya melaksanakan ibadah puasa dan haji sebagi salah satu wadah pendekatan diri kepada Allah dengan melakukan secara hati-hati sesuai yang di ajarkan Al-Quran dan Al-Hadits.

Malu artinya generasi ini menekankan malu jika melihat baik dan buruk mereka, perasaan malu itu semakin besar apabila Tuhan yang maha kuasa melihat perbuatannya. Dalam hadis  disebutkan Malu adalah sebahagian dari iman setiap agama memiliki akhlak dan akhlak islam adalah perasaan malu.

Cinta kepada Allah dan Rasul artinya memiliki derajat ketakwaan yang tinggi kepada Allah, tetapi mereka tidak pernah sombong dan selalu beranggapan, bahwa mereka bukan termasuk orang dalam katgori ahli takwa. Mereka mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi cinta  terhadap dirinya sikap seperti itutida mereka tampakkan kepada orang lain agar terhindar dari riya.

Mengingat kematian artinya mereka meyakini benar bahwa RUH (rahasia umur hidup) berada di tangan Tuhan, oleh karena itu bersedih jika merasakan hatinya mulai jauh dari perintah Allah. Kesedian mereka semakin bertambahjika mereka melihat tanda-tanda emurkaan Allah dan kebesarannya.

Takut mendapat Suul Khatimah artinya wahai saudaraku Ketahuilah suhud terhadap kehidupan dunia adalah penting ia adalah bekal untuk mempersiapkan kehidupan yang lebih baik di akhirat. Membayangkan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di kehidupan yang akan datang 1) Tawadhu ; 2) Gemar menginfahkan harta ; 3) Zuhud terhadap dunia ; 4) Giat berkerja dan mencari nafkah ; 5) Mencintai orang miskin ; 6) Mencintai harta untuk kepentingan agama ; 7) Gemar bersedekah ; 8) Tidak berambisi jadi pemimpin ; 9) Qonaah berjalan dalam kerridloan Allah.

Kedua, LENTARA PENERANG KEHIDUPAN, artinya satu kekuatan yang menggerakkan makna kehidupan ini kedalam apa yang diebut dengan:

1)Tawadhu, artinya semakin mereka dekat kepada Allah, semakin kecil pula kedudukannya bahkan lebih kecil dari seekor nyamuk, mereka sadar akan kekuasaan dan kebesaran Allah taala. Oleh karena itu, renungkanlah kondisi dirimu dan lihatlah engkau telah menjadi orang paling sombong sedangkan engkau tidak merasa.

2)Gemar menginfahkan harta artinya mereka akan selalu mendahulukan memberikan harta dan kekayaan kepada orang-orang yang kelaparan, tidak punya pakaian dan melunasi hutang-hutang yang membebani orang-orang yang tidak mampu.

3)Zuhud terhadap dunia artinya siapapun yang mncarinya agar jangan terlalu senang dengan persoalan dunia karena dunia adalah sementara. Oleh karena itu, belajarlah barangsiapa memiliki dunia, ia akan dibuat lelah dan barangsiapa mencintainya ia akan menjadi budaknya, sedikitnya terasa cukup etapi banyaknya mendatangkan ketidakcukpan.

4)Giat berkerja dan mencari nafkah artinya hal yang paling utma walaupun itu sangat melelahkan. Oleh karena itu, mereka membiasakan diri untuk tidak meminta-minta kepada orang lain, walau dalam kondisi yang emperhatinkan.

 5)Mencintai orang miskin artinya adalah perilaku yang telah diajarkan Nabi Muhammad. Oleh karena itu ia dipandang ebagai warisan yang haru di jaga dan diperlihatkan dalam hidup bermasyarakat.

6)Mencintai harta untuk kepentingan agama artinya kecintaan tehadap harta tersebut semata-mata karena Allah dan untuk diinfakkan di jalan-NYA dan diberikan kepada fakir miskin.  

7)Gemar bersedekah  artinya mereka mengambil harta yang diberikan itu dari kelebihan harta, dengan satu syarat halal dan tidak termasuk harta subhat. Oleh karena itu dalam sebuah hadis mengungkapkan “Tidak akan diterima  sedekah seorang hamba dari harta yang diperoleh dengan jalan  haram, dan pintu neraka selalu terbuka menantinya”

 8)Tidak berambisi jadi pemimpin artinya tida berambisi menjadi pemimpin apalagi pemimpin dalam persoalan dunia, dalam pandangan mereka dunia dengan segala persoalan yang ada didalamnya banyak menyimpan penyakit.

9)Qonaah artinya selalu gembira dan merasa cukup dengan kehidupan dan nikmat yang diterima, walau mereka hidup dalam kefakiran. Mereka bersedih jika mendapatkan dirinya dalam limpahan harta. Perilaku epert ini sangat langka dan mungkin tidak akan ditemukan pada aahlak umat saat ini kecuali beberapa orang alim yang benar-benar mencintai Allah dan RasulNYA.

KETIGA, LENTERA PENERANG KEGELAPAN, artinya satu kekuatan yang menggerakkan makna dalam kehidupan sebagai penerang kegelapan kedalam apa yang disebut dengan :

1)Tidak meremehkan perbuatan sunnah artinya tidak memandang rendah perbuatan sunah yang diajarkan nabi Muhammad Saw. Mereka senantiasa melakukan tetapi tetap beranggapan bahwa amalan tersebut hanya sebagai

pelengkap bagi amalan-amalan wajib. Oleh karena itu kerjakanlah secara istiqomah dan jangan cepat merasa bosan.

2) Menjadikan ibadah sebagai kenikmatan artinya mereka menganggap ibadah sebagai nikmat Allah yang harus disyukuri. Dengan demikian mereka beranggapan bahwa semua ibadah adalah nikmat yang harus disyukuri dalam kondisi bagaimanapun.

3) Banyak beristighfar ketika membaca Al Quran artinya

Takut mendapat murka Allah setiap kali membaca Al-Quran sebab mereka melihat dirinya tidak pernah mengamalkan apa yang dibaca dan terkandung di dalamnya.

4) Shalat pada waktunya artinya selalu memprsiapkan diri untuk menghadap Allah dengan melaksanakan salat pada waktunya. Mereka merasakan kebesaran Allah sejak mengambil air wudhu sampai terdengar lafad “hayya ‘ala al sa-lat” dikumandangkan sebagai seruan untuk mendirikan salat.

 KEEMPAT LENTERA PEMBAKAR KEBATHILAN artinya satu kekuatan yang menggerakkan jiwa dan hati dalam kehidupan sebagai penerang kegelapan kedalam apa yang disebut dengan :

  • Banyak Bertaubat dan beristighfar artinya sebuah pengakuan bahwa mereka adalah manusia biasa yang terbiasa dengan salah dan dosa. Oleh karena itu, tidak ada satupun perbuatan mereka selamat dari salah dan dosa, meskipun perbuatan itu berupa ketaatan kepada Tuhan. Dengan demikian perbanyaklah istighfar selama engkau berada di dunia sehingga dapat memadamkan urka yang maha perkasa.
  • Menegakkan Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar artinya

Bagian dari perintah agama yang harus ditegakkan. Ingatlah seperti yang diungkapkan dalam Al Quran bahwa hendaklah di antara kamu ada ekelompok umat  yang menyeru kebajikan dan mencegah kemungkaran.

Sejalan dengan pemikiran atas hal-hal menemukan dan mengembangkan jati diri aku maka renungkanlah ungkapan seperti “Gerakkan kekuatan pikiran yang terpola sehingga anda mampu belajar pada matahari, ia tidak peduli beberapa kali harus terbenam untuk terbit kembali. Baginya adalah takdir untuk senantiasa mengabdi dan melayani-NYA. Disitulah letak kekuatan jiwa dan hati agar kita selalu siap memperbaiki jati diri.

Dengan demikian manfaatkan makna OTAK (orang, tawakal, amanah, kerja) dalam  kebiasaan berpikir yang dituntun oleh kekuatan KEPERCAYAAN (ISLAM) dan KEYAKINAN (IMAN) dalam usaha untuk melaksanakan TERAPI JIWA dan HATI agar mampu menjaga kecemasan, kesehatan, kesombongan dalam menata perjalanan hidup abadi.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka tiada kata diam dan santai bagi orang yang berakal dan beradab. Jadi tinggalkanlah kampung halaman dan merantaulah. Oleh karena itu, BELAJARLAH dari kekuatan pikiran yang digerakkan oleh kekuatan jiwa dan hati, maka disitu terbuka pintu untuk menghayati tentang MENCINTAI, MENDENGARKAN, dan MENJALANI hidup lebih baik.

Dengan demikian, renungkan apa yang terpikirkan dalam jiwa dan hati dalam memandang dunia yang tidak mudah terpengaruh oleh kebiasaan dalam rajin bersedekah dan beribadah untuk meningkatkan kedewasaan rohaniah, sosial, emosional dan intelektual dalam usaha menumbuh kembangkan jati diri sendiri.

Oleh karena itu, renungkan kembali seberapa jauh pandangan anda yang terkait dalam pikiran yang mengungkapkan bahwa MENJAUHI DARI DUNIA  memberikan satu tuntunan dalam satu kekuatan pikiran agar dapat memahami hal-hal yang terkait dalam Membaca, Mengartikan, Mengkaji, Menggali, Menghayati, Memahami, Mengamalkan (7M) hal-hal yang terkait dengan kebiasaan berpikir mengenai apa yang disebut dengan pamahaman untuk :

PERTAMA Mendalami hala-hal yang berhubungan hakekat harta dunia artinya 1) seberapa jauh buah pikiran mampu belajar hal-hal yang tersembunyi didalamnya ; 2) harta adalah pandangan yang bersifat sementara ;

3)kaya belum tentu mendatangkan kebahagian ; 4)belajar mendalami anugerah ilahi ; 5) dalami makna arti sebagai orang kaya dan atau miskin.

KEDUA Mendalami hal-hal yang terkait dengan dunia dalam pandangan hidupmu artinya 1) dunia bukanlah suatu hal segala-galanya, jadi jangan tergiur oleh silaunya; 2) hidup dalam dunia tapi tidak begitu saja menerimanya; 3) mencapai perjalanan hidup abadi; 4) kepercayaan (agama) dan Keyakinan (iman) menjadi satu kekuatan membentuk kepribadian yang berakhlak ;

KETIGA Mendalami hal-hal yang terkait apa yang menjadi kunci kekayaan dunia artinya 1) dengan 7 M dalami apa yang terkandung dalam Al-Quran dan Hadish ; 2) perjalanan hidup abadi dimulai mampu mendorong kebiasaan hidup dengan kekuatan diri sendiri ; 3) hindarilah menjadi manusia yang tamak yang sangat murka di mata Allah swt.

Belajar dari kebiasaan dalam sikap dan perilaku yang terpola, menggugah pola pikir yang menuntun adanya usaha-usaha untuk meningkatkan kemampuan berpikir yang ditopang oleh Penguasaan Ilmu, Penguasaan Pengetahuan dari pengelaman dan Berbuat berdasarkan Niat Yang diridhoi Allah Swt., mendorong suatu kebiasaan untuk memikirkan PERJALANAN HIDUP ABADI YANG MENCAKUP DUNIA DAN AKHIRAT.

PERTAMA Bagaimana Menjalani Hidup di Dunia artinya dengan penguasaan Ilmu, Pengetahuan dan Niat harus mampu menterjemahkan makna kehidupan yang mencakup hal-hal yang terkait dengan 1) Kemandirian ; 2) Menghargai makna waktu dan kerja keras ; 3) Menjalani prinsip-prinsip kepemimpinan ; 4) Mendalami makna Tawakal dalam hidup ; 5) Kecintaan dan bahagia ; 6) Mampu mengendalikan ; 6) Mampu meningkatkan keterampilan dasar ( mendengar, berbicara, membaca, menulis).

KEDUA, Bagaimana menempuh jalan ke dunia surga artinya  seberapa jauh manusia sebagai ciptaan Allah swt yang paling mulia mampu mewujudnya dengan menjalankan AGAMA ISLAM, SYAHADAT, IMAN, HUKUM, ISTINJA’, NAJIS, AIR, MANDI WAJIB, DARAH PERMPUAN, WUDHU, TAYAMMUM, ADZAN DAN IQAMAH, SHALAT,SHALAT BERJAMAAH, SHALAT DALAM PERJALANAN (SHALAT JAMA’ DAN QHASAR), SHALAT ORANG SAKIT, SHALAT JUM’AT, PENYELENGGARAAN JENAZAH, PUASA, BERIBADAH PADA MALAM RAMADHAN, SHALAT HARI RAYA IDUL FITRI DAN IDUL ADHA, ZAKAT, HAJI DAN UMRAH.

Ingatlah apa-apa yang kita utarakan diatas, sebagai sesuatu yang menggerakkan pikiran ini yang terkait AKIDAH artinya dasar, sendi, pilar, dan tonggak-tonggak agama. Sumber penerimaan akidah ialah kebenaran yakni Al Qur’an, as Sunnah dan ijma’ para salafus saleh. Oleh karena itu pahamani  makna ISLAM( Ilmu, Sunnatulah, Lihat/Allah, Agama, Muslimin yang kaffah) dengan pendalaman ungkapan kata tesebut menjadi satu kekuatan dalam berpikir.

  1. P E N U T U P

Sejalan dengan usaha-usaha untuk dapat menumbuh kembangkan pemahaman atas hidup kita dibentuk oleh pikiran kita sendiri, maka memulai hidup baru, dibutuhkan sikap dan perilaku yang terpola yang mampu menuntun untuk menemukan dan mengembangkan jati diri aku sangat ditentukan jiwa dan hati karena disitulah terbuka pintu gerbang HIDUP PENUH BERKAH  yang mampu menjadi satu kekuatan yang mampu menangkap penuh pesan agama.

Oleh karena itulah untuk menjadi seorang manusia yang kafah diperlukan dorongan yang kuat untuk belajar agama berdasarkan ilmu dan sunatullah agar gita kita selalu dapat menangkap Allah selalu melihat kita. Dengan demikian pikiran kita akan selalu menemukan gairah belajar agama.

Sejalan dengan pikiran diatas isi visi hidup anda dalam BERPIKIR, BEKERJA, BELAJAR menjadi satu kebutuhan yang berkelanjutan, maka kita dapat menangkap indahnya kekuatan manusia yang BERTAKWA, sehingga kita mampu mengungkit daya ingat kedalam makna HIDUP (hijrah, insaf, durhaka, usaha, perbaikan) disatu sisi dan disisi lain kita menerima makna MATI (malaikat, ajal, takdir, ilahi)  karena kita menyadari makna RUH (rahasi, umur, hiidup) ada ditangan Tuhan.

Sejalan dengan pesan agama yang kita ungkapkan diatas, maka tingkatkan kekuatan kebiasaan pikiran kedalam apa yang kita sebut seberapa jauh kita mampu meluruskan sudut pandang yang terkait dengan bagian dari pesan agama mengnai hal-hal yang mendidik kedalam pola berpikir poitip dan menjauhkan dari hal-hal yang negative, itu berarti juga kita mampu menemukan jati diri kita yang sebenarnya.

Dengan pemikiran  diatas menjadikan manusia yang dekat dengan kebesaran Allah Swt. akan selalu mendapatkan tuntunannyuk menuntuna sehingga setiap ucapan dan pekerjaan yang dilakukan akan selalu memberikan nilai tambah dalam kehidupan ini.

Oleh karena itu, dengan kejadian itu memberikan daya dorong yang kuat untuk mampu membangkit dan menumbuh kembangkan kualitas diri yang berarti juga mampu mengungkit apa yang disebut 1) dengan muslimin yang kahfah / kesakehan ; 2) mampu mengungkapkan dalam memuliakan diri ; 3) menyesiati hati yang dengki ; 4) belajar dalam pikiran yang tidak mudah begitu saja menerima fitnah ; 5) mampu menanggapi silang pendapat.

Untuk mampu mempertajam segala usaha yang terkait dengan kekuatan menemukan dan mengembangkan jati diri aku, maka simaklah segala sesuatu dengan pikiran dekat dengan Allah Swt dan berpikir postif.

Dengan demikian kita mampu menggerakkan jiwa dan hati yang sejalan dengan kebiasaan sikap dan perilaku yang terpola berarti pula :

1) memliki kepercayaan dan keyakinan bahwa Allah selalu dekat dekat kita ; 2) mampu menggerakkan daya kemaun yang kuat untuk menyayangi sanak keluarga dan sesama ciptaan allah swt.  ; 3) mampu mengendalikan kesedihan ; 4) mampu menjalankan apa yang diperintahkan dan menghindari apa yang menjadikan larangan-NYA.

Jadikanlah satu kekuatan untuk mengerakkan pikiran yang terpola sehingga segala usaha untuk mewujudkan MENEMUKAN DAN MENGEMBANGKAN JATI DIRI AKU merupakan satu kebutuhan untuk melaksanakan AMALAN HATI yang digerakkan oleh KEKUATAN JIWA (kesadaran, kecerdasan, akal) yang mampu untuk menuntun agar kita mampu memotivasi hal-hal yang terkait dengan apa yang disebut :

  • Kebiasaan berpikir kedalam wujud IKHLAS artinya ingatlah jangan pernah anda mengabaikan amal yang anda lakukan dengan niat yang ikhlas ;
  • Kebiasaan berpikir kedalam wujud TAWAKKAL artinya merupan iman yang terbesar dan merupakan ibadah mendekatkan diri pelakunya kepada Tuhan yang maha pemurah dan mengesakan Allah.
  • Kebiasaan berpikir kedalam wujud OPTIMIS artinya perasaan tenang dalam diri seseorang menunggu sesuatu yang disukai olehnya, lahir dari rasa gembira dengan kemurahan Allah dan karuniaNYA serta perasaan lega menanti kemurahan dan anugerahNYA.
  • Kebiasaan berpikir kedalam wujud TAKUT artinya timbul karena akan terjadinya perkara yang tidak disukai melalui tanda-tandanya baik yang dipredeksikan kejadiannya maupun yang sudah dimakluminya, dimana lawan kata dari aman.
  • Kebiasaan berpikir kedalam wujud BERSYUKUR artinya mengakui kebajikan. Dengan demikian berarti berterima kasih kepada pihak yang telah berbuat baik. Juga dalam arti memperlihatkan pengaruh nikmat ilahi pada diri seorang hamba pada kalbunya dengan beriman dan pada anggota tubuhnya dengan mengerjakan amal ibadah dan ketaatan.
  • Kebiasaan berpikir dalam wujud RIDHA artinya seorang hamba kepada Allah artinya hamba yang bersangkutan tidak pernah mengeluh terhadap apa yang telah ditetapkan oleh taqdirNYA. Adapun ridha Allah kepada hambaNYA ialah bila sang hamba terlihat tetap mengerjakan perintahNYA dan menjauhi laranganNYA.
  • Kebiasaan berpikir dalam wujud SABAR artinya suatu keutamaan yang diperlukan manusia baik dalam urusan agama maupun duniawinya, sehingga sabar ialah bertahan dalam mengerjakan sesuatu yang diperintahkan oleh Allah dan menahan diri dari mengerjakan sesuatu yang dilarah olehNYA.
  • Kebiasaan berpikir dalam wujud INTROSPEKSI DIRI ) (MUHASABAH) artinya merupakan perkara yang amat besar, tanpa introspeksi jiwa manusia tidak akan menjadi baik. Barang siapa melakukan introspeksi diri hari ini, niscaya dia akan beroleh kemananan hari esoknya.
  • Kebiasaan berpikir dalam wujud TAFAKUR atinya bila pikiran digunakan untuk merenungkan hal-hal yang disebut a) memikirkan kepentingan2 yang berkaitan dengan bekal di hari berpulang ; b) memikirkan berbagai cara untuk mendatangkannya ; c) memikirkan berbagai macam hal yang dapat merusaknya ; d) memikirkan berbagai cara guna menghindarinya.
  • Kebiasaan berpikir dalam wujud CINTA artinya cinta adalah cahaya. Barang siapa kehilangan cintanya berarti maka keberadaannya bagaikan orang yang berada di dalam lautan kegelapan.

Oleh karena itu renungkan faktor apa yang dapat mendatangkan kecintaan kepada ALLAH dengan a) membaca AlQur’an ; b) mendekatkan diri kepada Allah ; c) banyak berzikir mengingat Allah ; d) kecintaannya kepada Allah lebih anda prioritas daripada kesenangan anda sendiri ; e) menyaksikan kebaikan Allah, kebajikan tanda2 kekuasaanNYA dan nikmat2NYA baik lahir maupun batin ; f) menggunakan kalbu untuk menelaah asma2 Allah  dan sifat2NYA. ; g) hamba yang bersangkutan merasakan kerendahdiriannya di hadapan Tuhannya.; h) suka menyendiri karena Allah pada saat turunnya rahmat Ilahi untuk bermunajat denganNYA.

  • Kebiasaan berpikir dalam wujud TAQWA artinya suatu hal yang besar dan kedudukannya yang tinggi. Taqwa adalah landasan agama. Tiada kehidupan tapa taqwa bahkan kehidupan tanpa ketaqwaan tidak akan tertahankan melainkan akan menjadi lebih rendah keadaannya darpada kehidupan hewan.

Perdalamlah kesebelas hal yang kita sebutkan diatas sebagai faktor penentu dalam perjalanan hidup anda.

 

KATA PENGANTAR

Memkuat daya kemauan adalah satu pola pkir yang harus kita tumbuh kembangkan dalam usaha memikirkan tantangan membina kepribadian.

Oleh karena itu, ukitlah daya ingat kita untuk memulai memikirkan hal yang terkait MENEMUKAN DAN MENGEMBANGKAN JATI DIRI AKU sebagai satu kebutuhan dalam perjalanan hidup abadi yang membutuhkan kesiapan memanfaatkan JIWA dan Hati dalam proses apa yang sedang kita pikirkan dari yang tidak tahu menjadi tahu.

Dengan demikian kita mampu memikirkan untuk mencapai kebahagiaan dan membangun rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri, berarti kita memanfaatkan daya kemauan yang kuat yang dituntun oleh kekuatan kepercayaan (agama) dan keyakinan (iman).

Mudah2an tulisan ini dapat memberikan daya dorong untuk menyelam dalam berpikir, berbicara, dan berbuat hendaklah kita memperhatikan kepentingan orang lain.

Bandung, 27 September 2016.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MANAJEMEN PERBERDAAN MASUK D E S A PINTU GERBANG
MENGUBAH NASIB HUT KE 14 KERAWANG
MANAJEMEN
PERBERDAAN
MASUK D E S A
PINTU GERBANG
MENGUBAH NASIB
DAFTAR ISI
PENGANTAR
1. PENDAHULUAN
2. MANAJAMEN PEMBERDAYAAN
3. MEMAHAMI DESA
4. MEMEHAMI PINTU GERBANG BAHAGIA
5. MENCERDASKAN PERCAYA DIRI MEMASUKI DESA DENGAN KEBIASAAN TERPOLA
6. MEMAHAMI PENTINGNA PENINGKATAN
KETERAMPILAN MENJADI WIRASWASTA
7. LANGKAH MENEMUKAN BAKAT TERSEMBUNYI MENJADI WIRASWASTA SEBAGAI
PRIORITAS HIDUP
8. MEMBANGUN JASMANI DAN ROHANI YANG
SEHAT SEBAGAI ENTREPRENEUR YANG BERBEDA
9. MEMBANGUN LEMBAGA PEMBERDAYAAN
10. MEMBANGUN KEKUATAN KERJA SAMA

PENGANTAR

Manajemen Pemberdayaan mencari jalan keluar melalui satu kekuatan penggerak OTAK kedalam JIWA dan HATI sehingga mampu menjadi kebiasaan untuk berbuat baik dalam usaha-usaha untuk meningkatkan kemampuan yang dapat memberi manfaat bagi orang lain.

DESA adalah suatu aria dimana (D)aerah) yang memiliki potensi (E)konomi menjadi satu lokasi yang dapat memberikan peluang menjadi (S)asaran baik secara kualitatip maupun kuantitatip yang hendak dicapai oleh (A)nak bangsa.

Begitu besar anagerah Allah Swt yang diberikanNYA kepada manusia berupa kemampuan untuk berpikir, hanya saja manusia kadang kala tidak mampu mengungkitnya menjadi satu kekuatan kedalam kebiasaan yang bersikap dan berperilaku yang terpola.

Drs. Abdul Talib Rachman AK (D-271), MBA

1. PENDAHULUAN

Berpegang kepada tuntunan hidup dengan KEPERCAYAAN dan KEYAKINAN, maka renungkan makna yang terungkap dalam Surat dan Ayat yang disebutkan dibawah ini :

QS. 87 : 14” Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), ; 15” dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang. ; 16” Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi.-17” Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.

Dengan mendalami apa-apa yang tertuang dalam surat dan ayat diatas, maka diharapkan membuka jalan pikiran kita untuk mengisi apa yang diajarkan diatas untuk mewujudkan perjalanan hidup penuh arti, maka ungkitkan kemampuan anda melihat masa depan dengan berbuat sesuatu yang memberikan manfaat bagi orang yang banyak.
Jadi bagaimana arti kehadiran kita di suatu tempat sangat bergantung apa yang kita pikirkan, oleh karena itu yang diungkapkan disini adalah mampukah peran Kepemimpinan dalam suatu organisasi mendorong warganya menjadi kekuatan dalam mewujudkan kebiasaan dalam bekerjasama yang terkait dengan usaha-usaha pemberdayaan dengan berpegang ketentuan yang terdapat dalam UNDANG-UNDANG DESA ( UU RI NO.6 TAHUN 2014)

2. MANAJEMEN PEMBERDAYAAN
Untuk mendalami apa yang kita maksudkan dengan Manajemen Pengetahuan, maka dibawah ini dirumuskan berdasarkan pendekatan yang kita sebut menguraikan unsur huruf dari kata menjadi kalimat yang bermakna.
Kata MANAJEMEN terdiri dari unsur kata :
M menjadi kata MENGELOLA ,A menjadi kata AKTIVA
N menjadi kata NILAI TAMBAH ,A menjadi kata AKSEPTASI
J menjadi kata JAMINAN ,E menjadi kata EKUITAS
M menjadi kata MASA DEPAN ,E menjadi kata EMISI
N menjadi kata NAIK
Dengan menguraikan huruf menjadi kata bermakna diatas, maka kita dapat pla merumuskan manajemen adala
MANAJEMEN adalah Kemampuan dalam MENGELOLA penggunaan sumber daya yang tercantum sebagai AKTIVA untuk mewjud NILAI TAMBAH ekonomis menjadi AKSEPTASI untuk memberikan JAMINAN atas EKUITAS yang ditanam sebagai EMISI akan NAIK sejalan dengan pertumbuhan usaha.
Sebaliknya PEMBERDAYAAN dapat kita uraikan dari unsur kata menjadi untaian kalimat yang bermakna yaitu :
P menjadi kata PENGARUH ,E menjadi kata EMPATI
M menjadi kata MENDORONG , B menjadi kata BERPIKIR
E menjadi kata EMOSIONAL , R menjadi kata RASIONAL
D menjadi kata DHARMABAKTI ,A menjadi kata ASUH
Y menjadi kata YAKIN ,A menjadi kata AMANAH
A menjadi kata ALHAMDULLILAH , N menjadi kata NASIB
Bila unsur kata tersebut kita rumuskan menjadi untaian kalimat yang bermakna maka PEMBERDAYAAN adalah satu kebiasaan memberi PENGARUH untuk mewujudkan EMPATI dalam usaha untuk MENDORONG terus BERPIKIR agar dapat menuntun kekuatan EMOSIONAL kedalam RASIONAL memberikan suatu DHARMABAKTI agar segala kerja ASUH menjadi YAKIN dalam menjalankan AMANAH, maka dengan ALHAMDULLILAH menjadi perubahan NASIB

3. MEMAHAMI DESA
Bertitik tolak dari pemahaman DESA yang telah kita uraikan berdasarkan unsur kata menjadi kata yang bermakna sebagai suatu pendekatan, maka dalam pertumbuhannya kita memahami dalam kelompok yang disebut dengan :

Pertama, DESA SWADAYA
Kedua, DESA DALAM TRANSISI
Ketiga, DESA SWASEMBADA Sw / BERKEMBANG
Keempat, DESA YANG BERGERAK MAJU sesuai dengan tuntutan dalam sistem pemerintahan yang mampu menjalankan sesuai dengan ketentuan dalam UUD 1945.

Selain dari pandangan tersebut, pelajari pula apa-apa yang terungkap dalam Bab II Kedudukan dan jenis desa ; Bab III Penataan desa seperti yang termuat dalam Undang-undang Desa (UU RI No. 6 tahun 2014)
4. MEMEHAMI PINTU GERBANG BAHAGIA
Dengan demikian sejenak bila kita pikirkan bahwa “Perjalanan Hidup Penuh Arti” akan menjadi satu kekuatan memulai hidup baru artinya apa yang kita pikirkan menentukan siapa kita. Siapa kita menentukan apa yang kita perbuat.
Oleh karena itu, kebiasaan kedalam kekuatan berpikir ketaatan dalam hubungan dengan Allah Swt dan berpikir positip dalam hubungan dengan manusia, maka disitu terbentang cahaya yang menggerakkan kemampuan dalam penguasaan ILMU sebagai informasi, PENGETAHUAN sebagai pengalaman dan KEINGINAN sebagai niat menjadi satu wujud untuk membangun kebiasaan dalam usaha-usaha yang dapat bermanfaat dan menghindari kebiasaan yang tidak ada bermanfaat.
Jadi ingatlah selalu bahwa “perjalanan hidup penuh arti” mengandung makna bahwa pada akhirnya keberhasilan bukanlah apa yang anda miliki, bukan apa yang anda kerjakan, keberhasilan adalah siapa diri anda, yaitu anak-anak Allah yang hidup.

5.MENCERDASKAN PERCAYA DIRI MEMASUKI DESA DENGAN KEBIASAAN TERPOLA
Segala usaha yang berkaitan dengan kebiasaan untuk mampu “Mewujudkan Kebiasaan Yang Terpola” ditentukan oleh pemahaman kita dalam Pembentuk Paradigma Berpikir yang kita sebut dengan :
Orang Tua, Saudara dekat, Lingkungan sosial, Sekolah, Media informasi, Teman, Diri sendiri.
Dengan mendalami paradigma tersebut diatas akan dapat membentuk proses kita berpikir. Yang perlu kita ingat bahwa Kebiasaan Yang Efektif hanya dapat diwujudkan bila kita memiliki kemampuan yang kuat untuk melaksanakan Prinsip dan Pola Perilaku yang Dihayati artinya disinilah letak pintu masuk yang kita sebut dengan “KEBIASAAN YANG EFEKTIF”
Bertolak dari dasar pikiran diatas akan menjadi penopang kedalam apa yang disebut SIFAT PENUH KEKUATAN yang terdiri dari kekuatan KETEGUHAN, TANGGUNG JAWAB, IKHTIAR yang akan memberikan penompang kedalam apa yang disebut dengan: Ketepatan pikiran ; Ketepatan konsentrasi ; Ketepan perasaan ; Ketepatan tindakan ;Ketepan perkiraan hasil (ouput dari kebiasaan berpikir).

6.MEMAHAMI PENTINGNA PENINGKATAN
KETERAMPILAN MENJADI KEWIRASWATAAN
Keterampilan yang dikaitkan dengan KEMENANGAN PRIBADI yang mencakup menumbuh kembangkan pikiran kedalam apa yang disebut dengan PROAKTIF
Keterampilan yang dikaitkan dengan segala usaha untuk mewujudkan apa yang disebut dengan usaha KEMENANGAN PUBLIK artinya disinilah kebiasaan dalam tindakan untuk menciptakan keseimbangan kepentingan peribadi disatu sisi dan disisi lain kepentingan umum.
Keterampilan dalam usaha menumbuh kembangkan apa yang disebut dengan KEBIASAAN MENINGKATKAN DAYA PIKIRAN dengan MENJALANKAN PRINSIP PEMBAHARUAN DIRI YANG SEIMBANG artinya ada daya

7.LANGKAH MENEMUKAN BAKAT TERSEMBUNYI
MENJADI KEWIRASWASTAAN SEBAGAI
PRIORITAS HIDUP
Renungkan menjadi seorang KEWIRAUSAHAAN memotivasi perubahan berpikir yang tidak pernah diungkap dalam system pendidikan seperti yang penulis bayangkan karena sampai saat ini tidak menunjukkan adanya usaha-usaha untuk melakukan perubahan yang mendasar terhadap sikap dan perilaku anak didik, untuk menjadi kader-kader dalam kewirausahaan, mereka hanya diarahkan kepada satu kenyataan untuk menjadi pencari lapangan kerja bukan orang yang pemikir untuk menciptakan lapangan kerja.

KRETERIA DALAM MERUMUSKAN PEMAHAMAN
Bertitik tolak dari pemahaman yang diungkapkan diatas, maka siapa yang disebut sebagai KEWIRAUSAHAAN (ENTREPRENEUR) itu ? Jawabnya dapat kita rumuskan kedalam kreteria sebagai berikut :
1. Memiliki visi memaksimumkan peluang-peluang masa depan.
2. Memiliki komitmen, kolaborasi dan komunikasi.
3. Memiliki kesiapan menghadapi tantangan dan resiko yang dihadapi.
4. Memiliki kemampuan menuangkan kedalam rencana jangka pendek, menengah dan panjang.
5. Memiliki keinginan untuk mengembangkan diri secara berkelanjutan.
6. Memiliki keinginan untuk mengembangkan para kader bukan pekerja semata.
7. Memiliki kemampuan kreativitas individu dan kelompok.
8. Memiliki kemampuan kreatip menjadi inovatif.
9. Memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi informasi.
10. Memiliki kemampuan berpikir antisipatif.

Berdasarkan kreteria tersebut diatas, maka yang dimaksudkan dengan Kewirausahaan adalah seseorang yang mampu mengaktualisasikan visi merebut peluang masa depan secara profesional (kolaborasi, komitmen, komunikasi) berdasarkan kreatif menjadi inovatif organisasi dengan memanfaatkan teknologi informasi dengan berpikir antisipatif.
Pemahaman keunggulan menjadi daya dorong sebagai entrepreneur yang sukses bertitik tolak dari keinginan untuk berpikir dari unsur kata dalam “KEWIRAUSAHAAN “ menjadi kata yang bermakna sebagai berikut :
K (K)epemimpinan , E (E)ntrepreneur
W (W)adah (I)ntergrasi (R)encana (A)ksi
(U)saha (S)uara (A)kses (H)atI (A)kal (A)nugerah (N)irmala
KEWIRAUSAHAAN dapat dirumuskan menjadi suatu alat berpikir adalah kemampuan berpikir (K)epemimpinan (E)ntrepreneur dalam (W)adah organisasi wirausaha sebagai alat ( I)ntergrasi dari suatu (R)encana kedalam (A)ksi menjadi tindakan (U)saha yang menimbulkan (S)uara untuk menggerakkan (A)kses kedalam (H)ati dan (A)kal sebagai (A)nugerah menjadi (N)irmala.
APAKAH ANDA SEORANG ENTREPRENEUR
Langkah pertama seandainya anda memiliki kekuatan otak yang belum terungkap untuk memaksimumkan kekuatan berpikir dalam usaha merubah kehidupan anda dimasa depan, maka renungkan sejumlah pertanyaan dibawah ini untuk menggali pikiran anda, apakah anda termasuk memiliki keinginan untuk menjadi entrepreneur (kewirausahaan). Beri tanda pada kolom ya atau tidak :
P E R T A N Y A A N YA TIDAK
1. Apakah dalam pikiran anda telah memilikikepuasan dari apa yang anda lakukan dalam pekerjaan saat ini.
2. Apakah anda dalam melaksanakan pekerjaan saat ini
mendapatkan kesulitan bila melebihi kekuasaan dan
wewenang yang anda miliki.
3. Apakah anda merasakan dalam pikiran untuk merubah
apa yang dikerjakan menjadi lebih sempurna sebagai
keinginan yang lebih besar dari pada mempertahankan
tugas apa adanya saat ini.
4. Apakah anda memiliki kemampuan berpikir untuk
menimbulkan ide baru setiap saat anda melangkah
dalam hidup ini.
5. Apakah anda memiliki kemampuan untuk merumuskan
kedalam perencanaan dan aplikasi dari ide baru anda.
6. Apakah anda dapat meredam dan merahasiakan ide anda dari orang lain, sebelum anda siap melaksanakannya.
7. Apakah anda memiliki jaringan atau memperluasnya
ke jaringan baru atas kemampuan anda atau teman
sejawat.
8. Apakah anda merasakan mendapat dukungan atas ide
anda dari lingkungan internal dan eksternal atau bagian
besar menentangnya.
9. Apakah anda merasakan memiliki kemampuan untuk
melewati rintangan yang maha sulit yang mungkin dalam pikiran anda mungkin gagal dari pengalamannya.
10. Apakah anda merasakan ketidak puasan bila ada orang
kepercayaan anda tidak mampu melaksanakan dari
bagian ide anda.
11. Apakah anda mampu mengubah kecenderungan bahwakepuasan didapat bila sesuatu dikerjakan sendiri dan berusaha membagi tugas dan tanggung jawab dalam kerja tim.
12. Apakah anda memiliki keinginan untuk memisahkan sebagian pendapatan dalam usaha anda untuk merubah
nasib dengan menangkap peluang masa depan.
J u m l a h ………………………………………………….

Bila jawaban anda menunjukkan bilangan ya dan atau tidak, apakah anda sudah siap untuk membuat langkah-langkah yang harus dihadapi kedepan, sekiranya kita mengkelompokkan anda masuk dalam posisi yang kita sebut dengan
1) bekerja sebagai pegawai yang terikat, 2) bekerja sebagai pegawai yang tidak terikat, 3) bekerja sebagai pengusaha, 4) bekerja sebagai penanam modal.
Bila jawaban anda dari 12 pertanyaan, menjawab 12 kali tidak berarti anda adalah bekerja semata-mata hanya ingin jadi pegawai yang terikat ; menjawab 8 kali ya dan 4 tidak berarti anda adalah bekerja sebagai pegwai yang tidak terikat ; menjawab 12 kali ya berarti anda adalah seorang yang berkeinginan untuk bekerja sebagai pengusaha ; menjawab 10 kali ya dan 2 tidak berarti anda adalah seorang bekerja sebagai penanam modal.
Perubahan perjalanan hidup anda, ditentukan oleh oleh pikiran anda sendiri, banyak diantara kita diperdayakan oleh cahaya samar karena dia dalam gelap, perasaannya didahulukannya daripada pertimbangannya. Keinginan dari tidak tahu menjadi tahu tidak mampu ia gerakkan untuk berpikir karena ia tidak mau merubah cara ia meningkatkan penghasilan.
VISI HIDUP MENJADI ENTREPRENEUR
Entrepreneurs” adalah seseorang yang mampu mengaktualisasikan visi merebut peluang masa depan secara profesional (kolaborasi, komitmen, komunikasi) berdasarkan kreatif menjadi inovatif organisasi dengan memanfaatkan teknologi informasi dengan berpikir antisipatif.
LANGKAH DALAM PROSES INTERGRASI
Pertama, yang perlu anda kembangkan adalah untuk memahami diri anda sebagai bagian dari proses integrasi yang kita maksudkan artinya anda memulai menggerakkan kekuatan pikiran anda untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman anda mengenai peran dalam posisi anda saat ini, melalui kemampuan menggerakakan KESADARAN sebagai alat pikir untuk melihat situasi diri anda sendiri.
Kedua, setelah anda membuat gambaran yang disebutkan diatas dari hasil identifikasi diri anda sendiri melalui proses alat pikiran dengan KESADARAN untuk memperoleh gambaran situasi dalam lingkungan sendiri, dan menghubungkannya dengan lingkungan luar yang mempengaruhinya dalam usaha mencari jawaban atas “what to do”
Ketiga, sejalan dengan proses berpikir dengan memanfaatkan kecerdasan tersebut, maka anda akan dihadapkan untuk membangun keyakinan atas pilihan-pilihan yang memiliki tanggung jawab dan resiko yang dihadapi.
Oleh karena itu, dalam proses mengambil keputusan, maka dalam menggerakkan pikiran melalui AKAL untuk mencari jawaban atas “how to do it” yang sejalan dengan usaha-usaha untuk mencapai visi dalam perjalanan hidup anda.
VISI HIDUP ANDA
Bertitik tolak dari keputusan identifikasi diri anda berdasarkan proses integrasi dengan mengungkit kekuatan pikiran anda, maka dengan keputusan yang diambil bahwa anda berharap untuk melakukan perubahan apa yang telah lakukan saat ini dan anda ingin mewujudkan impian yang anda cita-cita untuk merubah hidup untuk masa depan.
KEBERANIAN MENGAMBIL KEPUTUSAN MENJADI
KEWIRAUSAHAAN
Pada bagian pertama telah kita utarakan mengenai pemahaman pola pikir dalam menentukan pilihan cara mendapatkan pendapatan dalam memenuhi kebutuhan perjalanan hidup ini. Apapun pilihannya sudah merupakan keputusan anda untuk dijalankan.
Jadi memaksimumkan peluang masa datang pada orang sebanding dengan kecakapan, kemauan bertindak, kemauan memandang jauh, pengalaman dan pengetahuan mereka tentang dunia usaha.
MEMPERSIAPKAN KESEMPATAN
Masih banyak orang beranggapan bahwa kesempatan itu umumnya adalah persoalan nasib. Disinilah letak persoalan yang dihadapi oleh setiap orang yaitu perubahan cara kita berpikir bahwa bila kita meyakini dimana manusia diciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk yang berbeda dengan yang lainnya dan diberikan – NYA dengan ilmu yang sedikit, itu satu tanda kita harus belajar secara berkelanjutan.
MEMBANGUN KESAN KEPEMIMPINAN
Membangun kepribadian seperti yang kita utarakan diatas, merupakan esensi sebagai kepemimpinan yang mampu membangun kesan sebagai suatu proses mempengaruhi orang lain untuk mengambil langkah menuju suatu sasaran bersama.
KEYAKINAN DIRI DALAM KEBERHASILAN MENJADI PENGUSAHA
Keputusan anda menjadi pengusaha berarti anda dalam keyakinan akan mampu memasuki gelombang lingkungan ketidak pastian yang komplek sehingga memberikan motivasi diri anda dalam satu usaha yang harus ditumbuhkan secara berkelanjutan.

BAGAIMANA ANDA MENYINGKAP KEYAKINAN DIRI
Seseorang yang memiliki keyakinan diri berarti ia mampu menggerakan orang lain yang dapat menimbulkan tentang kesan dirinya. Jadi untuk mengetahui bagaimana sebaiknya ia menyingkap keyakinan diri itu, sudah tentu dapat kita melihatnya dari sudat pandang yang beragam.
Pertama, anda dapat mengungkapkan dari sudut tujuan hidup yang telah digariskan, dari situ anda dapat mengamati seberapa jauh tujuan dan sasaran dapat dicapai. Dari sudut pandang ini anda dituntut untuk memahami keputusan-keputusan yang diambil.
Kedua, anda dapat mengungkapkan dari sudut beragam kegiatan-kegiatan yang sangat anda gemari untuk melakukannya. Dari sudut pandang ini, anda dituntut untuk mensiasati kebiasan-kebiasan yang terbentuk dari kegemaran apa yang anda lakukan.
Ketiga, anda dapat mengungkapkan dari sudut reaksi-reaksi anda terhadap kerja sejawat (bawahan dan atau atasan), faktor eksternal dan atau internal, pekerjaan yang dihadapi.
Menyingkap keyakinan diri, pendekatan pertama :
Ada saja orang berbeda pandangan dalam mengungkapkan keyakinan dirinya, walaupun bagi yang bersangkutan tidak jarang sebenarnya memiliki pendidikan dan pengalaman tapi tidak berkeinginan untuk berhasil dalam dunia usaha. Oleh karena itu suatu keputusan, bagaimanapun harus diambil walaupun ia menyadari banyak orang lain tidak setuju dengan keputusannya.
Menyingkap keyakinan diri, pendekatan kedua :
Seandainya anda senang melakukan sesuatu pekerjaan, kemudian anda dapat memahami apa yang terjadi dari tindakan anda, apakah akan membawa kesenangan atau sebaliknya, maka buah pikiran anda akan tertuju kepada kesan diri yang menggambarkan apakah segala sesuatu anda bekerja sesuai dengan keyakinan diri anda atau sebaliknya berlawanan dengan anda.
Menyingkap keyakinan diri, pendekatan ketiga :
Apa reaksi anda, terhadap lingkungan anda yang memberikan kesan diri anda yang bisa saja menggambarkan dalam dua keadaan yaitu gambaran yang bersifat positip dan atau negatip.
MENGEMBANGKAN KESAN DIRI
Mungkinkah kita mampu merubah kesan diri dari negatip menjadi positip dimata orang-orang yang berada di luar diri kita, kalau tidak apakah itu satu gambaran nasib anda tidak bisa berubah, tidak ada satupun dari kita tidak ingin berubah, oleh karena itu kehidupan kita diakibatkan akumulasi dari keyakinan diri anda sendiri, sehingga anda akan berpikir kearah menjauhkan faktor-faktor yang mendorong dalam alam pikiran anda yang tidak diingini.
KEWIRAUSAHAAN MEREBUT PELUANG BISNIS
Sejalan dengan pikiran yang terkait dengan proses integrasi, maka dalam mewujudkan komitmen anda atas idenfikasi dari hasil pemikiran visi hidup anda masa depan untuk menyatukan pikiran anda dengan identifikasi peluang bisnis.
yaitu :
BERUSAHA, INTEGRASI, SUMBER DAYA, NISBAH
INDIVIDU, SOSIAL
BISNIS adalah seluruh kegiatan dalam (B)erusaha yang terkait dengan proses (I)ntegrasi dalam pemanfaatan (S)umber-daya yang tersedia untuk mengubah menjadi (N)isbah (perbandingan antara aspek-aspek kegiatan yang dapat dinyatakan dengan angka misal perbandingan antara laba dan pnjualan) untuk kepentingan kedalam (I)ndividu dan (S)osial.
IDENTIFIKASI BISNIS
Sejalan dengan pemahaman makna bisnis yang kita rumuskan diatas, maka kekuatan pikiran terus menjadi daya dorong untuk menggerakkan kreativitas bisnis untuk memahami proses integrasi kedalam usaha merespon identifikasi bisnis yang menjadi komitmen anda, oleh karena itu, diperlukan kemampuan anda untuk mengungkap hal-hal yang kita utarakan dibawah ini :

Pertama, melihat dari situasi menjadi masalah itu secara jelas dan hubungannya yang menunjukkan gambaran sesuatu yang mungkin salah.
Kedua, menafsirkan hubungan tersebut secara efektif dan berusaha memikirkan penilaian secara realistik dalam kaitan berpikir proses integrasi.
Ketiga, menggerakkan perhatian dan energi dalam melibatkan orang-orang yang diajak untuk bekerjasama.
Keempat, membuat keputusan dari hasil identifikasi bisnis atas peluang-peluang yang akan diraih secara lebih terfokuskan.
IDENTIFIKASI PASAR
Bertitik dari pemikiran diatas maka sejalan dengan jawaban dalam usaha untuk berpikir kedalam proses intergrasi yang terkait dengan pemikiran atas identifikasi pasar untuk mengetahui segmen pasar yang mana akan diladeni.
RENCANA BISNIS
Langkah akhir dalam proses intergrasi adalah merumuskan kembali komitmen anda menjadi interpreneur kedalam rencana bisnis dengan mengintrgrasi dari hasil pemikiran identifikasi bisnis dan identtifikasi pasar.
MENGAPA ENTREPRENEUR ANDA BERBEDA
Membangun kebiasaan yang produktif mendorong anda untuk berusaha secara terus menerus meningkatkan penguasaan pengetahuan, keterampilan dan keinginan yang berlandaskan akhlak dalam kesiapan untuk menjadi entrepreneur yang berbeda dengan yang lain artinya anda memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh orang lain karena kemampuan anda mampu mengaktualisasikan paradigma baru.
BAGAIMANA MEMBUAT ANDA BERBEDA
SEBAGAI ENTREPRENEUR
PERTAMA, jasmani dan rohani yang sehat :
KEDUA, percaya diri :
KETIGA, berpikirlah secara realistik :
KEEMPAT, kebijaksanaan yang komperehensip :
KELIMA, keunggulan kapabilitas konseptual :
KEENAM, kebutuhan dasar terhadap pengawasan dan pengendalian :
KETUJUH, status bukan merupakan kebutuhan :
KEDELAPAN, mampu membangun keseimbangan dalam emosional :
KESEMBILAN, kesiapan menghadapi tantangan masa depan :
KESEPULUH, pendekatan strategik menuju hubungan interpersonal :
KESEBELAS, berkemampuan mengelola perubahan :
KEDUABELAS, memerangi kesadaran indrawi :
8.MEMBANGUN JASMANI DAN ROHANI YANG SEHAT
SEBAGAI ENTREPRENEUR YANG BERBEDA
Dengan jasmani dan rohani yang sehat dapat mendorong seseorang untuk menggerakkan kekuatan pikiran yang sehat dalam usaha-usaha meningkatkan kedewasaan berpikir. Dengan kedewasaan berpikir dapat menjadi pondasi yang kuat untuk mewujudkan pengembangan diri yang tidak dipengaruhi oleh kondisi internal sehingga mampu mengendalikan kondisi eksternal yang dapat menuntun anda bersikap dan berperilaku.
PERCAYA DIRI
Percaya diri adalah kekuatan pikiran anda untuk menyalurkan sesuatu yang anda ketahui dan dapat dikerjakan. Dengan demikian anda harus dapat menjawab mengenai apa yang membuat anda percaya diri ; anda menyadari sepenuhnya apa yang dapat merusak dan apa yang membantu percaya diri ; apa yang menjadi kunci dalam mengembangkan percaya diri dapat diwujudkan.
BERPIKIR REALISTIK
Memanfaatkan kemampuan mengintergrasikan otak atas dan bawah sadar akan memberikan keyakinan dalam bersikap dan berperilaku yang dapat memberikan daya dorong dalam pola berpikir yang disadari berarti bahwa keputusan yang diambil semuanya berdasarkan data dan fakta, sehingga perlu memahami sesuatu dalam pandangan yang realistic.
Apa yang kita katakana diatas, mudah untuk diucapkan tapi sulit untuk dilaksanakan, oleh karena itu bangunlah kebiasaan yang pruktif sehingga anda secara berkelanjutan mendapatan keterampilan dari pengalaman itu sendiri untuk mampu mendekatkan suatu impian dihadapkan dengan kenyataan.
BIJAKSANA
Dengan membangun kebiasaan yang produktif mendorong anda memanfaatkan pengetahuan, keterampilan dan keinginan kedalam suatu pelaksanaan kebijaksanaan yang mengintergrasikan antara kejujuran dan ilmu pengetahuan yang diterapkan berdasarkan keterampilan dari pengalaman sehingga dapat menerapkan kebijaksaaan secara seutuhnya artinya tonggak keberhasilan ditentukan oleh niat dengan kejujuran.
MEMBANGUN KEUNGGULAN KAPABILITAS
SECARA KONSEPTUAL
Membangun masa depan bertitik tolak dari kemampuan kepemimpinan mendorong setiap orang yang mampu menjalankan peran dan oleh karena itu dibutuhkan keunggulan kapabilitas yang dibangun dan dikembangkan secara konseptual.
KONTROL
Salah satu tonggak yang sangat penting dalam menegakkan pemahaman atas keunggulan konseptual terletak dari kemampuan menggerakkan daya pikir dalam melaksanakan pengawasan dan pengendalian dalam membangun kemuan dan kebiasaan.
STATUS
Keunggulan kapabilitas yang dimainkan oleh peran kepemimpinan yang sukses tidak ditentukan oleh tonggak kedua yang disebut dengan status yang ditunjukkan oleh kedudukan yang dikaitkan dengan lingkungan sekelilingnya.
KESEIMBANG
Satu tonggak lain yang sangat diperlukan dalam membangun suatu yang penting dalam keunggulan kapabilitas secara konseptual adalah adanya kemampuan melaksanakan akan kekuatan pikiran intuitif untuk dapat menemukan keseimbangan dan memberikan prioritas dalam tanggung jawab.
MEMBANGUN TANTANGAN MASA DEPAN
SEBAGAI ENTREPRENEUR YANG BERBEDA
Kepemimpinan pada diri setiap orang merupakan tantangan masa depan artinya ia harus mampu meletakkan landasan untuk meretas jalan menjadi pemimpin yang memiliki kemampuan mengilhamkan wawasan bersama.
Melalui tantangan masa depan dengan kepmimpinannya harus mampu mendorong jiwa untuk mempengaruhi orang-orang yang ada disekeliling mereka, untuk menjawab pertanyaan “what to do ; why to do it ; how to do it ; when to do it”.
HUBUNGAN INTERPERSONAL
Menghadapi tantangan masa depan, jangan dicemaskan melainkan rubah menjadi peluang artinya bagi setiap kepemimpinan masa depan harus mampu memainkan peran agar setiap orang merasakan kebutuhan dalam membangun hubungan antar individu yang positip.
MENGELOLA PERUBAHAN
Menjadi seorang untreprneur dengan kepemimpinan masa depan sangat ditentukan pula dengan penguasaan kemampuan mengelola perubahan karena anda menyadari sepenuhnya makna “tidak ada yang permanen kecuali perubahan itu sendiri” sehingga ia harus mampu menghadapi tantangan yang disebut “orang takut akan perubahan, karena hal itu mengurangi rasa aman mereka”.
KESADARAN INDERAWI
Jangan cemas anda sebagai pemimpin dalam menghadapi masa depan, dengan kepemimpinan yang kuat dalam arti kemampuan anda untuk memahami perjalanan hidup anda dengan memahami bahwa anda yang tidak pernah jatuh berarti anda tidak pernah memanjat, oleh karena itu anda membayangkan bahwa sangat sulit mengatakan sesuatu yang tidak mungkin karena impian hari kemarin adalah harapan hari ini dari kenyataan hari masa depan.

ENTREPRENEUR YANG BERHASIL MEMBANGUN
BISNIS BARU YANG TUMBUH DAN BERKEMBANG
Keberhasilan seorang entrepreneur dalam mengelola bisnis baru yang dapat tumbuh dan berkembang akan ditentukan oleh kepemimpinan yang selalu siap mempengaruhi orang lain dalam mengilhami wawasan dan imajinasi sebagai pondasi dalam menggerakkan daya kemauan
KEMAMPUAN ENTREPRENEUR
Bertitik tolak dari pemahaman yang diungkapkan diatas, maka siapa yang disebut sebagai KEWIRAUSAHAAN (ENTREPRENEUR) itu ? Jawabnya dapat kita rumuskan kedalam kreteria sebagai berikut :
• Memiliki visi memaksimumkan peluang-peluang masa depan.
• Memiliki komitmen, kolaborasi dan komunikasi.
• Memiliki kesiapan menghadapi tantangan dan resiko yang dihadapi.
• Memiliki kemampuan menuangkan kedalam rencana jangka pendek, menengah dan panjang.
• Memiliki keinginan untuk mengembangkan diri secara berkelanjutan.
• Memiliki keinginan untuk mengembangkan para kader bukan pekerja semata.
• Memiliki kemampuan kreativitas individu dan kelompok.
• Memiliki kemampuan kreatip menjadi inovatif.
• Memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi informasi.
• Memiliki kemampuan berpikir antisipatif.

Berdasarkan kreteria tersebut diatas, maka yang dimaksudkan dengan Kewirausahaan adalah seseorang yang mampu mengaktualisasikan visi merebut peluang masa depan secara profesional (kolaborasi, komitmen, komunikasi) berdasarkan kreatif menjadi inovatif organisasi dengan memanfaatkan teknologi informasi dengan berpikir antisipatif.
Untuk menguatkan kepribadian kepemimpinan kewirausahaan dalam uasha pemahaman keunggulan menjadi daya dorong sebagai entrepreneur yang sukses bertitik tolak dari keinginan untuk berpikir dari unsur kata dalam “KEWIRAUSAHAAN “ menjadi kata yang bermakna sebagai berikut :
(K)epemimpinan (E)ntrepreneur (W)adah
(I)ntergrasi (R)encana (A)ksi (U)saha
(S)uara(A)kses (H)ati (A)kal (A)nugerah (N)irmala
KEWIRAUSAHAAN dapat dirumuskan menjadi suatu alat berpikir adalah kemampuan berpikir (K)epemimpinan (E)ntrepreneur dalam (W)adah organisasi wirausaha sebagai alat ( I)ntergrasi dari suatu (R)encana kedalam (A)ksi menjadi tindakan (U)saha yang menimbulkan (S)uara untuk menggerakkan (A)kses kedalam (H)ati dan (A)kal sebagai (A)nugerah menjadi (N)irmala.
Disamping kemampuan menerapkan komponen dalam sehat jasmani dan rohani ; komponen dalam keunggulan kapabilitas secara konseptual ; komponen dalam tantangan masa depan yang kesemuanya menjadi pemicu untuk menggerakkan kekuatan pikiran agar mampu dalam menjalankan peran diperlukan pula keterampilan lain yang harus terus diasah seperti yang kita sebutkan dibawah ini :
• Kemampuan mengkomunikasikan wawasan dan imajinasi dalam usaha meningkatkan kemampuan berpikir intuitif.
• Kemampuan untuk membangun kreatifitas individu / kelompok untuk memberikan rangsangan kemampuan mlaksanakan inovasi yang digerakkan oleh organisasi secara berencana.
• Kemampuan untuk menggerakkan sensitivitas agar setiap orang peka dengan kebutuhan akan perubahan.
• Kemampuan mengkmunikasikan keputusan strategik (visi, misi, tujuan, budaya, strategi) yang menggambarkan masa depan dari serpihan-serpihan fakta, gambaran, harapan, impian bahaya dan kesempatan, kesemuanya memerlukan kemampuan analisis strategik.
• Kemampuan dalam kecakapan melaksanakan disemua bidang yang tidak mudah dikuasai, oleh karena itu diperlukan usaha-usaha untuk menruhkan perhatian yang menarik yang ada diluar anda, tanpa itu tidak mungkin menyesuaikan dengan tuntutan perubahan.
• Kemampuan menerapkan secara fokus dalam memelihara keharmonisan strategi dan budaya atas sumber daya yang bisa didapat menuju keberhasilan dalam pemanfaatannya.
• Kemampuan dalam menjalankan ketekunan dan kesabaran yang terkait pada tujuan jangka panjang.

Jadi mengembangkan kemampuan yang kita utarakan diatas meretas jalan menuju keberhasilan sebagai langkah untuk mengkomunikasikan kebutuhan akan keterampilan agar selalu dapat memanfaatkan kekuatan pikiran sebagai potensi yang tersembunyi.
KONSEP BISNIS
Pemahaman makna bisnis dari unsur sebagai pendekatan
Secara umum pemahaman anda mengenai pengertian BISNIS adalah segala sesuatu kegiatan yang berhubungan dengan usaha penyediaan barang dan jasa yang dibutuhkan atau diinginkan oleh orang.
Untuk mendorong kreativitas anda, maka BISNIS dalam pikiran anda haruslah dipahami dari sudut unsur huruf dalam kata bisnis menjadi kata yang bermakna yaitu :
BERUSAHA – INTEGRASI – SUMBER DAYA
NISBAH – INDIVIDU – SOSIAL
BISNIS adalah seluruh kegiatan dalam (B)erusaha yang terkait dengan proses (I)ntegrasi dalam pemanfaatan (S)umber-daya yang tersedia untuk mengubah menjadi (N)isbah (perbandingan antara aspek-aspek kegiatan yang dapat dinyatakan dengan angka misal perbandingan antara laba dan pnjualan) untuk kepentingan kedalam (I)ndividu dan (S)osial.
Setiap orang memiliki potensi, oleh karena itu galilah kekuatan pikiran anda dengan membangun kebikiasaan yang produktif untuk meningkatkan wawasan dan gagasan maka distulah terletak potensi anda kedalam kreativitas.
Identifikasi bisnis :
Sejalan dengan pemahaman makna bisnis yang kita rumuskan diatas, maka kekuatan pikiran terus menjadi daya dorong untuk menggerakkan kreativitas bisnis untuk memahami proses integrasi kedalam usaha merespon identifikasi bisnis yang menjadi komitmen anda, oleh karena itu, diperlukan kemampuan anda untuk mengungkap hal-hal yang kita utarakan dibawah ini :
Pertama, melihat dari situasi menjadi masalah itu secara jelas dan hubungannya yang menunjukkan gambaran sesuatu yang mungkin salah.
Kedua, menafsirkan hubungan tersebut secara efektif dan berusaha memikirkan penilaian secara realistik dalam kaitan berpikir proses integrasi.
Ketiga, menggerakkan perhatian dan energi dalam melibatkan orang-orang yang diajak untuk bekerjasama.
Keempat, membuat keputusan dari hasil identifikasi bisnis atas peluang-peluang yang akan diraih secara lebih terfokuskan.
Jawaban untuk mengungkapkan hal-hal yang dikemukakan diatas akan menyangkut kedalam dua hal yang kita sebut dengan :
• Kegiatan bisnis apa yang anda masuki saat ini ?
• Apa gambaran bisnis anda pada masa yang akan datang ?

Identifikasi pasar :
Jadi anda ingin mengetahui hal-hal yang terkait dengan :
• Seperti apa pasar saat ini ini ;
• Seperti apa kedudukan usaha ini pada masa depan ;
• Sekarang adakah anda mengetahui, kemana anda akan pergi.
Rencana bisnis :
Langkah akhir dalam proses intergrasi adalah merumuskan kembali komitmen anda menjadi interpreneur kedalam rencana bisnis dengan mengintrgrasi dari hasil pemikiran identifikasi bisnis dan identtifikasi pasar. Dengan kekuatan pikiran tersebut anda harus memiliki kemampuan untuk menuangkan kedalam rencana bisnis.
Merumuskan rencana bisnis disusun dalam suatu kerangka sebagai berikut :
Pertama, mengumpulkan seluruh informasi kedalam satu berkas yang disusun secara sistimatis yang berisikan hal-hal sbb.
• Deskrispsi bisnis yang menjelaskan mengenai difinisi bisnis (bisnis yang sesungguhnya, produk, maksud tujuan bisnis) ; difinisi produk (jenis produk atau jasa yang disiapkan, deskripsi mengenai produk) ; hubungan2 industri.
• Straegi2 pemasaran yang menjelaskan mengenai difinisi pasar ; posisi pasar ; harga ; distribusi ; potnsi penjualan.
• Analisis persaingan yang menjelaskan mengenai persaingan ; keterampilan dan faktor kunci keberhasilan ; manfaat perbedaan persaingan ; strategi persaingan ; rintangan untuk masuk ; analisis nilai tambah.
• Rencana2 perancangan dan pengembangan.
• Rencana2 operasi dan manajemen.
• Rincian komponen keuangan.

Kedua, dengan memperhatikan dukumen yang tersusun diatas, maka langkah selanjutnya membangun kepercayaan untuk menarik peminat dalam menanamkan modal untuk pendirian bisnis yang direncanakan.

Ketiga, menjabarkan keunggulan penjualan yang unik sebagai pedoman dalam pelaksanaannya sehingga menunjukkan keunggulan ,daya tarik dan inti penugasan sebagai tulang punggung dari apa yang disebut dengan seluruh konsep anda yang terkait dengan kontek bisnis (kejelasan dan uraian mengenai pertumbuhan potensial, produk dan perkembangan baru, kecenderungan ekonomi, proyeksi dan kecenderungan industri) dan profil bisnis anda masuki (kejelasan yang tepat, sejarah singkat bisnis tersebut, dampak dari kecenderungan ekonomi, struktur organisasi sebagai alat, faktor-faktor apa yang mempengaruhinya termasuk uraian yang diluar jangkauan, bagaimana pola penelitian dan pengembangan, jelaskan yang terkait dengan hubungan-hubungan bisnis, bagaimana sistem, methoda dan prosedur dalam operasional.
Keempat, menjabarkan profil pasar yang bersifat spesifik dan uraian yang terkait dengan usaha-usaha mengantisipasi perubahan dan kesiapan menghadapi tantangan yang mungkin timbul.
AKSES KE VENTURE CAPITAL
Keterampilan untuk mengadakan akses ke venture capital merupakan keterampilan yang sangat penting, bila oranisasi bisnis sangat perlu mendapatkan dana yang siap sebagai sumber pembiayaan.
9. MEMBANGUN LEMBAGA PEMBERDAYAAN
DAN KERJA SAMA
LATAR BELAKANG PENDIRIAN
Memasuki 70 Tahun kemerdekaan telah kita lalui, namun Bangsa Indonesia penuh dengan kepincangan dalam kehidupan, tidak dapat kita membayangkan bagaimana wajah lama tak keruan kalau berkaca, sedang wajah baru belum juga jelas.
Sudah menjadi pembawaan manusia, jika dihadapkan pada berbagai situasi yang diterpa oleh gelombang perubahan, merasa betapa sulitnya hidup di masa kini. Situasi yang begitu komplek tak terbayangkan olehnya bagaimanakah merumuskan masalah yang dihadapi.
Berdasakan pikiran diatas, maka YMB menyambut dengan salam fajar menyingsing seperti ungkapan dibawah :
„Hari ini hidup justru yang menentukan kehidupan kita.
Dalam kelangsungan hidup yang pendek itu tercakup semua kegiatan.
Dan kebahagian dari pada wujud hidup kita.
Kebahagian pertumbuhan
Kegemilangan keindahan
Keagungan tindakan
Kemarin hanya suatu impian
Besok satu pandangan
KEBERAMAAN VISI dan MISI
Bertitik tolak dari pemikiran yang kita kemukakan diatas, maka kita dapat mengatakan pula itulah filosofi yang kita bangun dengan mengandung arti bahwa aneka ragam pemikiran yang telah disatukan sebagai suatu pandangan yang dapat mempengaruhi kedalam tindakan atau kegiatan pada suatu organisasi formal yang ditetapkan berbentuk YAYASAN berbadan hukum.

10. MEMBANGUN KEKUATAN KERJA SAMA
Sejalan dengan memasuki dunia tanpa batas yang ditandai oleh perubahan masyarakat informasi menjadi masyarakat pengetahuan, maka membangun kekuatan kerja sama haruslah dirancang kedalam strategi dengan landasan pikiran bahwa adanya keterbatasan sumber daya.
Oleh karena itu dalam mewujudkan kerja sama, maka harapan yang hendak kita capai dengan melangkah dalam pikiran yang terkait dengan :
1) Kemampuan untuk mengidentifikasi dan serta dapat merumuskan jenis strategi kerja sama yang hendak kita pilih.
2) Mampu menguraikan rasionalisasi dari suatu strategi kerja sama kedalam persaingan menjadi kemampuan pemahaman situasi yang disebut pasar siklus lambat, siklus standar dan siklus cepat.
3) Memahami keunggulan dan kelemahan dari aplikasi strategi kerja sama bisnis.
4) Mampu menjelaskan pemakaian strategi kerja sama di tingkat perusahaan.
5) Mendiskusikan mengapa strategi kerja sama lintas benua (internasional) digunakan.
6) Mampu menjelaskan resiko persaingan dari strategi kerja sama.
7) Memahami pikiran atas mengapa “kepercayaan“ (trust) menjadi sebuah aktiva strategis saatstrategi kerja sama diputuskan.
8) Mampu mengungkapkan dua pendekatan dasar yang digunakan untuk mengelola aliansi strategi.

KEKUATAN PIKIRAN PERTAMA :
Pada bagian ini dimaksudkan, kita mampu mengungkit daya ingat yang terkait dengan kemampuan dari pemain peran untuk menentukan pilihan jenis strategi kerja sama dengan mengidentifikasi aliansi strategis artinya kemiteraan antara perusahaan yang mengkombinasikan sumber daya, kapabilitas dan kompetensi inti mreka untuk memenuhi kepentingan bersama.
Kerja sama dapat berbentuk Joint venture dengan mendirikan usaha baru bersama, atau dalam bentuk menanamkan modal atau ekuitas kedalam usaha yang ada.
KEKUATAN PIKIRAN KEDUA :
Menghadapi persaingan dengan melihat jenis pasar yang terkait dengan : 1) Siklus lambat ( mendapatkan akses ke pasar yang terbatas ; Mendirikan pasar baru ; Mempertahankan stabilitas pasar 2)Siklus standar (Mendapatkan kekuatan pasar dengan mengurangi kapasitas yang berlebih ; Mendapatkan akses ke sumber daya komplementer ; Mengatasi hambatan dalam perdagangan ; Memenuhi tantangan persaingan ; Mengengkelompokkan proyek modal yang besar ; Mempelajari teknik-teknik bisnis baru)
3)Siklus cepat ( Mempercepat perembangan produk atau jasa baru ; Mempercepat memasuki pasar baru ; Mempertahankan kepemimpinan pasar ; Membentuk standar teknologi industri ; Berbagi biaya riset dan pengembangan yang berisiko ; Mengatasi ketidakpastian)

KEKUATAN PIKIRAN KETIGA :
Memahami keunggulan dan kelemahan dari aplikasi strategi kerja sama bisnis. Oleh karena itu pemain peran utama dalam hal ini mampu mengidentifikasi yang terkait dengan keunggulan dan kelemahan dari aplikasi kerja sama bisnis.
KEKUATAN PIKIRAN KEEMPAT :
Mampu menjelaskan pemakaian strategi kerja sama di tingkat perusahaan artinya peran kepemimpinan puncak harus mampu menentukan Strategi Tingkat Perusahaan Yang mencakup pilihan apa yang disebut dengan :1)Aliansi didersifikasi 2) Aliansi sinergetik ; 3) Waralaba
Selain dari pikiran diatas kita perlu juga memahami hal-hal yang etrkait Aliansi strategis tingkat Bisnis, dalam hal ini mencakup pilihan-pilihan apa yang disebut dengan ; 1) Aliansi komplementer ; 2) Aliansi pengurangan peraingan ; 3) Aliansi tanggapan persaingan ; 4) Aliansi pengurangan ketidakpastian.
KEKUATAN PIKIRAN KELIMA :
Mendiskusikan mengapa strategi kerja sama lintas benua (internasional) digunakan yang sejalan pada tingkat bisnis dan tingkat perusahaan dengan alasan sebagai berikut :
Pertama untuk mengembangkan aliansi strategis lintas perbatasan adalah ecara umum dimana perusahaan multinasional memiliki kinerja lebih baik dari pada peruahaan yang beroperasi secara domestik saja karena mampu mendayagunakan kompetensi intinya yang menjadi dasar keberhasilan domestiknya.
Kedua, tumbuh dengan merebut peluang- peluang yang ada melalui akuisisi atau aliansi terbatas.
Ketiga, berada di seputar keijakan pemerintah
Keempat, dalam rangka membantu sebuah perusahaan dengan mentranformasikan dirinya dalam lingkungan yang berubah dengan cepat.
KEKUATAN PIKIRAN KEENAM :
Mampu menjelaskan resiko persaingan dari strategi kerja sama dengan jaringan kerja adalah tindakan-tindakan berkaitan dengan aliansi yang dilakukan oleh suatu kelompok perusahaan yang saling berkaitan dapat diperbandingkan untuk melayani kepentingan bersama dari semua mitra.
KEKUATAN PIKIRAN KETUJUH :
Memahami pikiran atas mengapa “kepercayaan“ (trust) menjadi sebuah aktiva strategis kerja sama diputuskan. Karena kepercayaan di antara para mitra meningkatkan kemungkinan berhasilnya sebuah aliansi menjadi suatu mekanisme yang paling efisien untuk mengawasi transaksi ekonomi.
KEKUATAN PIKIRAN KEDELAPAN :
Mampu mengungkapkan dua pendekatan dasar yang digunakan untuk mengelola aliansi strategi.
1) Memahami pikiran atas mengapa “kepercayaan“ (trust) menjadi sebuah aktiva strategis saatstrategi kerja sama diputuskan.
2) Mampu mengungkapkan dua pendekatan dasar yang digunakan untuk mengelola aliansi strategi.

AMALAM BATIN
DALAM SISI MASALAH KEBAIKAN

Setiap orang yang berpikir secara konsepsional materialistik, biasanya orang tersebut semangkin tinggi penghargaan orang kepada harta benda maka semakin dalam pulalah turunnya pehargaan orang kepada kebaikan.

Sesungguhnya umur manusia memang singkat, maka dalam me-ngikuti perjalanan hidup ini dalam kita berpikir, bekerja dan belajar dari kompilasi tahun demi tahun, bulan demi bulan, minggu demi minggu, hari demi hari, jam demi jam, detik demi detik akan memperlihatkan sikap dan perilaku kita dalam kehidupan ini dari bangun tidur hingga tidur lagi.

Marilah kita merenung sejenak surat dan ayat dibawah ini :

SURAT AL BAYYINAH (KE 98 : 8 AYAT : 7-8)
(7) Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.

(8) Balasan mereka disisi Tuhan mereka ialah surga ‘And yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.

Dari surat dan ayat tersebut diatas, bagi seorang mukmim sejati ia harus menyadari sepenuhnya tentang dirinya bahwa tiada pintu kebaikan yang terbuka dan kesempatan yang terbentang, melainkan dimanfaatkannya secara maksimal untuk menabung
selaksa kebaikan demi akhir kehidupannya kelak, ia tidak merasa puas dengan kebaikan yang banyak yang ia lakukannya, dan tidak merasa cukup dengan bekal ketaatan yang pernah diamalkannya. Setiap waktu dari umurnya dan setiap pintu hidup dalam kehidupannya senantiasa dipergu-nukan untuk berpacu memperbanyak amal-amal kebajikan yang dilandasi ke ikhlasan semata-mata mengharapkan ridha Allah SWT.

Dengan demikian akhlak dalam masalah kebaikan untuk menjadikan manusia dapat hidup aman, tentram dan rukun damai untuk dunia dan akhirat, maka jangan lupa kita sering mendengar-kan akan nasehat orang bijak seperti :

Sediakan waktu untuk membaca karena itu sumber hikmat.
Sediakan waktu untuk tertawa karena itu musiknya jiwa.
Sediakan waktu untuk berpikir karena itu pokok kemajuan.
Sediakan waktu untuk beramal karena itu pangkal kejayaan.
Sediakan waktu untuk kegembiraan karena itu membuat muda selalu.
Sediakan waktu untuk beriman karena itu adalah induk dari segala ketentraman hati.

Dengan sering mengingat akan nasehat 0rang-orang yang bijak berarti kita berusaha membuang kecemasan-kecemasan yang mempengaruhi jiwa dari kejahatan-kejahatan diri dan nafsu-nafsu-nya, mengalahkan setan, masuk kedalam tuntunan Allah SWT dan jaminan perlindunganya, seperti apa yang diungkapkan dalam surat dan ayat-ayat dibawah ini

SURAT AL BAQARAH (Ke 2 : 286 ayat : 195, 44, 148)
(195) Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam

kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

(44) Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri; padahal kamu membaca Al Kitab (Taurrat)? Maka tidakkah kamu berpikir?

(148) Dan bagi tiap-tiap Umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam
berbuat) Kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Oleh karena itu, dengan bertawakal kita meyakini benar apa yang kita anjurkan dan memeberikan nasehat-nasehat yang baik kepada orang lain dengan memperlakukan dengan baik dan sopan, walaupun kita berbeda dalam sikap dan perilaku.

Dengan memahami kebaikan yang diajarkan dalam Al-Quran, dengan bersikaf arif dan bijak terhadap waktu, umur dan kesempat-an yang harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya, maka kita
dapat mengenal segala macam tipu daya setan kedalam nafsu yang merajuk terhadap naluri, sehingga pintu hidup dalam kehidupan ini senantiasa diperguna-kan untuk berpacu dalam memperbanyak amal-amal, semata-mata mengharapkan ridha Allah SWT.
Untuk mengingatkan sikap dan perilaku kita dalam aktualisasi kehidupan ini bahwa nafsu itu musuh yang berbahaya, maka tibalah saatnya penyesalan dan kerusakan yang tidak disadari, kecuali orang yang dipelihara Allah dengan karunianya dan ditolong dengan rahmat-nya untuk mengalahkan nafsu itu.

Sejalan dengan apa yang kita utarakan diatas, maka simaklah surat-surat dan ayat-ayat seperti dibawah ini :

SURAT FUSHSHILAT (KE 41: 54 ayat : 34-36)
(36) Dan jika syaitan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

(34) Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu, dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.

(35) Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianuhgerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberun tungan yang besar.

SURAT AL MU’MINUN ( KE 23 : 118 ayat : 96)
(96) Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan.

Dengan memperhatikan surat dan ayat diatas, untuk mengingatkan kita bahwa bagi orang membuat satu

kesalahan akan timbul bintik-bintik hitam pada hatinya. Kalau dia membuat kesalahan karena didorong oleh hawa nafsu amarah dimana ia tidak mampu membedakan kebaikan dan keburukan, maka bertambahlah bintik-bintik hitam itu, sehingga lama kelamaan akan merusak sehingga akhirnya meliputi hatinya.

Jadi mencapai perikemanusiaan ialah hati yang terdidik dan pikiran yang terpelajar, dengan ini timbul pasangan yang halus dan hidup yang berpikir karena hati telah disinari Nur Ilahi dan kepala yang berisi pengetahuan.

Oleh karena itu, renungkanlah pertanyaan seorang sahabat kepada Rasullullah “apakah yang dimaksud dengan jihad besar yang hendak dihadapi itu, Ya Rasul ?” Rasullullah menjawab : Berjihad melawan hawa nafsu.

Jadi hendaknya kita waspada, sebab pada nafsu sukar ditandingi, maka simaklah surat dan ayat yang diungkapkan dibawah ini :

SURAT ALQASHHASH (KE 28 : 88 ayat ; 54)
(54) Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebahagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan.

SURAT YUNUS (KE 10 : 109 ayat : 26)
(26) Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (ialah kenikmatan melihat Allah). Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan
tidak (pula) kehinaan.Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.

Surat dan ayat diatas mengingatkan kita bahwa tidak ada sesuatu kebaikan dan keburukan, hanya cara memikir dan memahaminya sajalah yang menyebabkan kedua perbedaan itu, makanya selalulah kita memanfaatkan alat pikir berupa kesadaran, kecerdasan dan akal untuk selalu bersikap arif terhadap umur, waktu, kesempatan dan segenap pintu kebaikan, serta menggunakannya seefektif dan seefisien mungkin, maka hati kita tumbuh dinamis dan selalu giat dalam menghampiri hadirat Allah SWT, dengan bertawakal semoga kita tergolong hamba-hambanya yang pandai memanfaatkan dan mengisi waktunya.

Selanjutnya simaklah surat dan ayat yang kita ungkapkan dibawah ini untuk terus bertawakal kepada-Nya :

SURAT ALI IMRAN (KE 3 : 200 ayat : 115)
(115) Dan apa saja kebajikan yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menerima pahalanya) ; dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa.

SURAT AN NAHL (KE 16 : 128 : 30)
(30) Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa. “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab : (“Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa.
Dengan sungguh-sungguh kita menyimak surat dan ayat diatas, maka kita menyadari benar keberadaan Allah SWT bahwa dengan menggunakan alat pikiran berupa kesadaran, kecerdasan dan akal dalam memandang alam sebagai orang yang beriman tidaklah dengan sebelah mata melainkan dengan dua mata ialah dengan pandangan zahir dan pandangan bathin yaitu mata hati. Kerena pandangan bathin inilah orang tidak mau membuat kejahatan walaupun tidak ada orang yang melihatnya, karena itu pula orang dapat hidup bahagia dan mau mengorbankan hartanya.

Akhirnya, kita harus meyakini benar bahwa tambang emas yang ada dalam diri kita adalah pikiran, maka manfaatkan sebaik-baiknya, ibarat berlian walaupun terletak di lumpur juga akan bercahaya, tapi kotoran ayam walaupun diletakkan di atas meja akan tetap berbau yang tidak enak, makanya bila ingin selamat hidup didunia dan diakhirat galilah tambang emas itu sepuas hatimu.

Oleh karena itu, jangan sekali-kali kamu melepaskan diri dari keyakinan untuk berjihad melawan hawa nafsu amarah sehingga kamu mampu membedakan kebaikan dan keburu-kan. Sejalan dengan itu simaklah surat dan ayat dibawah ini :

SURAT THAAHAA (KE 20 : 135 ayat : 112)
(112) Dan barang siapa mengerjakan amal-amal yang soleh dan ia dalam keadaan beriman, maka ia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya.
SURAT AL A’RAAF (KE 7 : 206 ayat : 58)
(58) Dan tanah yang baik , tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.

Dengan memperhatikan surat dan ayat yang diungkapkan diatas, janganlah ada keragu-raguan dihatimu untuk membu-at rencana kemajuan hidup dan kemudian jalankanlah renca-na itu, walaupun bersusah payah karena didalam diri ada tenaga untuk bertumbuh dan mengalir terus, oleh karena itu kita harus menunjukkan niat kepada Tuhan semata-mata dan memohon pertolongan-Nya serta mengharapkan-Nya serta bersyukur dengan mempercayakan segala persoalan kepada Allah SWT.

AMALAN BATIN
DALAM MASALAH TOLONG MENOLONG
Pada diri setiap orang yang mengakui diri beriman berarti ia patuh terhadap keyakinan dan kepercayaan terhadap perintah dari Allah SWT dan karena itu setiap orang akan mampu menjalankan apa yang menjadi tugas kewajiban sebagai ummat pengikut Nabi Muhammad saw sebagai pembawa risalah terakhir.

Kewajiban adalah sesuatu sikap dan perilaku, apa yang diharapkan dari orang lain, bukan dari diri sendiri, sehingga dalam memandang aspek tolong menolang dalam perjalanan hidup ini merupakan tugas bagi orang yang mengakui beriman sebagai tugas kewajiban. Jadi kewajiban dalam tolong menolong bukanlah memandang kepada yang jauh dan samar-samar akan tetapi melaksanakan apa yang sedang langsung kita hadapi dalam kehidupan ini.

Simaklah surat dan ayat yang diutarakan dibawah ini :

SURAT AL MAA-IDAH (KE 5 : 120 ayat : 2)
(2) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syiar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengun-jungi Baitullah sedang mereka mencari karunia dan keredhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu.
Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari

Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka) Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerja-kan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan palanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

Dengan selalu membaca dan mengingat larangan-larangan yang harus kita taati untuk hidup selamat didunia dan di akhirat, yang kita yakini, maka kalau kita yakin sesuatu akan jadi buruk dan kita mampu mengankatkan kesadaran akan hal itu dan dengan kecerdasan kita dapat mencegahnya, disitulah letak arti hidup kita yang mampu menggerakkan akal untuk membuka mata hati sebagai pertolongan Allah SWT untuk kita mengenal diri kita.

Sejalan dengan yang kita utarakan diatas, maka simaklah surat dan ayat dibawah ini untuk mengingatkan kita dalam berpikir yang arif dalam usaha untuk kita lakukan apa yang menjadi kewajiban kita sebagai berikut :

SURAT AL ANFAL (KE 8 : 75 ayat : 73)
(73) Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.

SURAT AT TAUBAH (KE 9 : 129 ayat : 71)
(71) Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan

sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka ta’at keppada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Kedua surat dan ayat tersebut telah mengajarkan kepada kita untuk selalu dalam kehidupan ini bahwa tidaklah sempurna iman seseorang, apabila dia belum bisa mencintai sesamanya seperti mencintai dirinya.

Dengan demikian, kamu akan dipandang sebagai orang hidup, jika hidup itu kami isi dengan kesungguhan mematuhi perintah-perintah Allah SWT, maka kamu akan dapat memanfaatkan hidup ini dalam berpikir, bekerja dan belajar dengan merenungkan masa umur ini, untuk apa aku hidup ini.
AMALAN BATIN DALAM MASALAH
KEBAJIKAN, KERAMAH TAMAHAN
DAN KESEMPURNAAN
Kebajikan disatu sisi menunjukkan sikap positip artinya wujud nyata dari aktualisasi dari suasana jiwa yang terutama memperhati-kan hal-hal yang baik, dan disisi lain menunjukkan perilaku seseorang dengan memperlihatkan gaya yang wajar dengan sikap langsung, jujur dan penuh respek dalam berintraksi dengan orang lain.

Keramah tamahan juga mengandung makna dalam mewu-judkan aktualisasi diri dalam sikap dan perilaku sebagai orang yang memiliki sifat baik hati dan menarik budi baha-sanya sehingga dalam pergaulan termasuk yang disenangi. Disitulah letak kesempurnaan hatimu.

Simak dan renungkan surat dan ayat dibawah ini :

SURAT SURAT AN NAHL (KE 16 : 128 ayat : 90)
(90) Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat me-ngambil pelajaran.

SURAT ALI ‘IMRAN (KE 3 : 200ayat ; 134)
(134) (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai oorang-orang yang yang berbuat kebajikan.

Kedua surat dan ayat tersebut diatas, mengingatkan kita bahwa kita hidup antara dua tangis. Tangis pertama di waktu lahir dan tangis kedua pesakitan sewaktu malaikat maut mencabutkan nyawa, karena itu pergunakanlah sisa umur untuk berbuat kebajikan, keramah-tamahan karena kita lahir tidak membawa harta dan matipun tidak juga membawa harta.

Oleh karena itu, buanglah dalam pikiranmu jauh-jauh me-ngenai kesenangan pangkat dan kekayaan yang membawa malapeteka hidupmu didunia dan di akhirat, tingkatkan ke-senangan hati dan ketenteraman jiwa.

Baca dan simaklah surat dan ayat dibawah ini :

SURAT AL BAQARAH (KE 2 : 286 ayat : 83, 177, 261-261)
(83) Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu;) Janganlah kamu menyembah selain Allah dan berbuat baiklah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anakanak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikan zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.

(177) Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitan, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolong-an)

dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hambasahaya, mendiri-kan shalat, dan menunaikan zakat dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji dan orang-orang yang sabar dalam kaesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya) dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

(261) Perumpamaaan (nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnianya) lagi Maha Mengetahui.

(262) Orang-orang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkan-nya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan sipenerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan meereka. Tidak ada kekkhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

(263) Perkataan yang baik dan pemberian ma’af lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakit-kan (perasaan penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.

Dengan membaca dan merenung makna yang terkandung dalam surat dan ayat yang diungkapkan diatas, membuka mata hati kita untuk meningkatkan kesempurnaan dalam sikap dan perilaku agar kita selamat hidup didunia dan di akhirat.
Kebajikan dan keramah-tamahan merupakan sinar yang dapat menembus kesadaran untuk melakukan suatu perbuat-an bila kita dapat meyakini sepenuhnya kebesaran Allah SWT, hanya dengan pertolongan-Nyalah kita dapat menumbuh kembangkan kedewasa-an naluri dalam usaha untuk meruntuhkan hawa nafsu.

Untuk menyuburkan kebajikan dan keramah-tamahan kedalam jiwa, secara ikhlas kita memohon kepada Allah SWT agar kita mampu membatasi kei-nginan, itu berarti orang membatasi keperluan dari soal-soal di dunia sehingga semua keputusan dalam perbuatannya memperkaya diri dalam hal paling sedikit keinginan agar kita selamat hidup di dunia dan di akhirat.

Baca dan renungkan surat dan ayat dibawah ini untuk menuntun kita dalam perbuatan hidup ini :

SURAT AN NISA’ (KE 4 : 176 AYAT : 36, 114)
(36) Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.

(114) Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyeruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barang siapa berbuat yang demikian karena mencari keridhaan

Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.

SURAT ALI IMRAN (KE 3 : 200 ayat ; 15, 17)
(15) Katakanlah : “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?”. Untuk orang-orang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah : Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

(17) (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap Ta’at, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu suhur

Saat ini bila kita membaca dan merenungkan perintah Allah SWT, ada getaran suara hati untuk menanyakan kepada diri kita, apakah sikap dan perilaku dalam kehidupan ini telah sejalan dengan amalan batin yang dikehendaki. Cobalah pandang dirimu dalam posisi sekarang ini, apakah kita dapat menangkap makna kesom-bongan dalam hidup ini seperti :

“Jangan sombongkan masa depanmu, sebab tidak ada yang tahu apa yang dibawakan oleh hari esok”

Oleh karena itu, jauhkan sikap dan perilaku dalam kesom-bongan yang akan didorong terus menerus oleh syetan dalam bentuk nafsu lawwamah artinya nafsu yang memiliki rasa insaf dan menyesal sesudah melakukan suatu pelanggaran, jadi kesombongan itu berjalan sebelum keruntuhan.
Dengan bertawakal kepada Allah SWT, kita memohon pertolong-annya agar jauhkan kesombongan dari pikiranku disatu sisi dan disisi lain kita mengharapkan tumbuhnya kesadaran untuk meningkatkan kesabaran, agar aku selalu berada di jalan Allah SWT. Dengan menumbuh kembangkan kesabaran dalam jiwa akan merupakan kunci kegembiraan, walaupun diawalnya kesabaran itu pahit, tapi buahnya manis.

Selanjutnya simaklah surat dan ayat dibawah ini yang akan memberikan sinar agar kamu tergugah dari ketidak pastian dallam hidup ini :

SURAT AL MAIDAH (KE 5 : 120 ayat : 32)
(32) Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa : barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memeliha-ra kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sunguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi.

SURAT AL HUJURAAT (KE 49 : 18 ayat : 11-12)
(11) Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu

sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang telah bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

(12) Hai orang-orang yang beriman,jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguh-nya sebagian prasangka, itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu meng-gunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

SURAT AL MA’ARIJ (KE 70 : 44 ayat : 24-25)
(24) dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu,

(25) bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta),

SURAT ALFAJR (KE 89 : 30 ayat : 16-20)
(16) Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezkinya maka dia berkata : “Tuhanku menghinakanku”

(17) Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim.

(18) dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,
(19) dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil),

(20) dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.

SURAT AL BALAD (KE 90 : 20 ayat : 12-17)
(12) Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu ?

(13) (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan,
(14) atau memberi makan pada hari kelaparan,

(15) (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat,

(16) atau orang miskin yang sangat fakir.

(17) Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk saling berkasih sayang.

SURAT AL KATSAR (KE 108 : 3 ayat : 3)
(3) Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.

SURAT AL AHZAB (KE 33 : 73 ayat : 58)
(58) Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mu’min tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.
SURAT ALMA’UN (KE 107 : 7 ayat : 1-3)
(1) Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

(2) Itulah orang yang menghardik anak yatim.

(3) Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.

SURAT AL LAIL (KE 92 : 21 ayat : 17-21)
(17) Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu,

(18) yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya,

(19) padahal tidak ada seorangpun memberikan suatu ni’mat kepadanya yang harus dibalasnya,

(20) tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha Tinggi.

(21) Dan kelak ia benar-benar mendapat kepuasan.

SURAL AL IKHLASH (KE 112 : 4 ayat ; 1-2)
(1) Katakanlah “Dia Allah, Yang Maha Esa.

(2) Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

SURAT MUDATSTSIR (KE 74 : 56 AYAT : 44)
(44) Sesungguhnyalah demikianlah Kami memberi balasan kepada kepada orang-orang yang berbuat baik.
Dengan membaca serta dapat merenungkan surat-surat dan ayat-ayat yang kita ungkapkan diatas, maka dalam perjalanan hidup ini seharusnya ada kerinduan dan kecintaan kita kepada Allah SWT, betapa Maha Pengasihnya kepada manusia agar kita dapat menempuh keselamatan hidup di dunia dan di akhirat

Oleh karena itu, jangan kamu tinggalkan dalam hidup ini untuk berpikir, bekerja dan belajar sepanjang masa agar kita selalu dapat mengingat bahwa kebiasaan manusia lebih condong membuat kejahatan dari kebaikan, sebabnya nafsu lebih tua umurnya dari akal. Iblis lebih tua umurnya dari manusia. Jangan engkau sangkal dari kenyataan bahwa manusia dikepung oleh empat penjuru musuh, kiri hawa, di kanan nafsu, di muka dunia, di belakang syetan yang menunda ke muka. Jadi tubuh dan dunia dalam kekotoran karena itu perlu pengetahuan dan keimanan dalam usaha kita meningkatkan kedewasaan amalan batin secara terus menerus agar kita memiliki kemampuan membersihkan jiwa.

Sesuai dengan ajaran Al-Quran dan Al-Sunnah tegakkan dalam berpikir, berbicara dan berbuat hendaklah kita memperhatikan kepentingan orang lain, maka disitulah terletak akan nampak delapan yang menyebabkan muka bercahaya “ Kesehatan terjaga ; Kegembiraan ; Sinar pengetahuan ; Kesucian batin ; Kekuatan keimanan ; Tidak banyak dosa ; Hidup optimis ; Berani dan sabar “

Sejalan dengan apa yang kita ungkapkan diatas ingat nasehat orang bijak “Dengan tidak terasa kita diserang umur tua karena jam, hari, bulan dan tahun liwat sebagai bayangan. Semakin bertambah hari bulan bukanlah umur bertambah

panjang, tetapi umur semakin pendek dan semakin dekat dengan pintu kubur “

Dengan demikian sadarlah bahwa dunia ini seperti roda pedati, kesusahan dengan kesenangan silih berganti. Kesulitan itu hanya sebentar, kesenangan itu hanya sekejab, maka temukan dirimu, disitulah engkau merasakan kerinduan dan kecintaanmu kepada Allah SWT.

Kerinduan dan kecintaanmu itu mendorong alat berpikirmu dalam bentuk kesadaran, kecerdasan dan akal dalam menghayati enam macam hati manusia agar sikap positip dan perilaku asertif tumbuh
dan berkembang yang sejalan dengan usaha-usaha meningkatkan kedewasaan amalan batin yaitu:

1. Hati yang mati karena tidak menambah pengetahuan.

2. Hati yang hidup yaitu hati yang ada iman.

3. Hati yang sehat ialah hati yang taat.

4. Hati yang sakit ialah durhaka kepada Allah.

5. Hati yang bangun ialah ingat selalu kepada Allah

6. Hati yang tidur yaitu hati yang lalai.
AMALAN BATIN
DALAM SISI MASALAH KEHORMATAN DIRI

Renungkanlah, yakini dan pasrah diri makna surat-surat dan ayat dibawah ini dalam menemukan diri :

SURAT AL MAA-IDAH (KE 5 : 120 ayat : 5)
5. Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik-baik. Makanan (sembelihan) 0rang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wani-ta-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah memba-yar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikan gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak me-nerima hukum-hukum islam maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi.
SURAT AL MU’MINUUN (KE 23 : 118 ayat : 1, 5)
(1) Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
(5) dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
SURAT AN NUUR (KE 24 : 64 ayat : 30)
(30) Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memeli-hara kemaluannya ; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”
SURAT AL MA’ARIJ (KE 70 : 44 ayat : 35)
(35) Mereka itu (kekal) di surga lagi dimuliakan.

AMALAN BATIN
DALAM SISI MASALAH KELAKUAN BAIK, PERDAMAIAN, KESEPAKATAN DAN PERTENTANGAN PENDAPAT

KELAKUAN BAIK
Kelakuan baik merupakan sinar cahaya yang menerangi alam berpikir dimana pemanfaatan alat pikiran berupa kesa-daran, kecerdasan dan akal saling berkaitan dalam proses pengambilan keputusan oleh perbuatan manusia. Oleh kare-na itu gambaran tentang pengetahuan budi dan pekerti yang baik bagi seseorang adalah jembatan emas yang akan dilalui oleh anak turunannya yang akan membahagiakan, bukan ka-rena kemashuran dan kepangkatan seseorang.

Sejalan dengan hal yang kita kemukakan diatas, maka dalam setiap perbuatan manusia yang termotivasi dari sinar cahaya kelakuan baik, akan menunjukkan orang yang berbudi ting-gi karena ia selalu berpegang pada keadilan dan selalu beru-saha untuk menjalankan kewajibannya.

Dengan demikian, bila dalam perjalanan hidup ini secara te-rus menerus kita menempa sikap dan perilaku yang disinari oleh cahaya kelakuan baik diharapkan tumbuh dan berkem-bang dengan prinsip keyakinan dan penyerahan diri kepada Allah SWT sebagai orang yang beriman maka ia akan me-ngatakan bahwa apabila saya diberi budi dengan syarat bah-wa saya harus menyimpannya baik-baik untuk diri saya sen-diri, maka saya akan menolaknya karena ia meyakini benar tidak ada suatu pun kekayaan akan dapat mendatangkan

bahagia jika tidak ada orang lain yang dapat turut menikma-tinya.

Simaklah surat dan ayat dibawah ini, sebagai usaha untuk mendapatkan sinar cahaya mati hati :

SURAT AL BAQARAH (KE 2 : 286 ayat : 104)
(104) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad) “Raa’ina”, tetapi katakanlah “Unzhurna” dan “dengarlah”. Dan bagi orang-orang kafir siksaan yang pedih.
• “Raa’ina” berarti : sudilah kiranya kamu memperhatikan kami. Di kala para sahabat menghadapkan kata ini kepada Rasulullah, orang Yahudipun memakai pula kata ini dengan digumam seakan-akan menyebut “Raa’ina”, padahal yang mereka katakan ialah “Ru’uunah” yang berarti kebodohan yang sangat, sebagai ejekan kepada Rasullulah. Itulah sebab-nya Tuhan menyuruh supaya sahabat-sahabat menukar per-kataan “Raa’ina” dengan “Unzuhurna” yang juga sama arti-nya dengan “Raa’ina”

SURAT AN NISAA’ (KE 4 : 176 ayat : 86)
(86) Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah Mem-perhitungkan segala sesuatu.

SURAT AL ISRAA’ (KE 17 : 111 ayat : 53)
(53) Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar).

Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di anta-ra mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.

Dari surat-surat dan ayat-ayat yang dikemukakan diatas ma-ka dengan keyakinan dan kepatuhannya kepada Allah SWT diharapkan dapat memberikan motivasi dalam perbuatan ma-nusia dalam mengelola memori, emosi dan naluri yang ada didalam otak manusia, tapi kalau disiram dan dihayati secara terus menerus diharapkan sikap dan perilaku manusia dalam perbuatannya menjadi suatu kehidupan dengan hiasan dan moral yang tinggi serta budi yang luhur sebagai cerminan dari kelakuan baik yang dibawanya, itu suatu pertanda ke-mampuan manusia dalam mengendalikan naluri agar dapat membentengi syaitan yang ada dalam diri manusia.

Karena kita meyakini bahwa pada dasarnya manusia itu dila-hirkan dalam keadaan baik, suci dan bersih, tetapi sepanjang perjalanan hidupnya ia berada ditengah-tengah masyarakat yang dapat mempengaruhi sikap dan perilaku dalam kelaku-an baiknya, mak syaitan yang ada dalam dirinya berusaha merusak kesuciannya dengan pelajaran yang dibuat manusia.

Jadi dalam masa perjalanan hidupmu janganlah kamu ber-henti belajar, karena disitulah terletak kemampuanmu, maka simaklah surat dan ayat dibawah ini :

SURAT AN NUUR (KE 24 : 64 ayat : 27-28, 58-59, 61-62)
(27) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mema-suki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.

(28) Jika kamu tidak menemui seorangpun didalamnya, ma-ka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu : “Kembali (saja)lah, maka hendak-lah kamu kembali. Itu lebih bersih bagimu dan Alah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

(58) Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan perempuan) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu : sebelum sembayang subuh,
ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembayang I’sya. (Itulah) tiga ‘aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian ( yang lain). De-mikianlah Alah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

(59) Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur balig ma-ka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelas-kan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

(61) Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula) bagi dirimu sendiri, makan (bersama-sama mereka) di rumah kamu sendiri atau di rumah bapak-bapakmu, di rumah ibu-ibumu, di rumah saudara-saudaramu yang laki-laki, di rumah saudara bapkamu yang perempuan, di rumah saudara ibumu yang laki-laki di rumah saudara ibumu yang perempuan, di rumah yang kamu miliki kuncinya atau di rumah kawan-ka-wanmu. Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-
sama mereka atau sendirian. Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kamu mem-beri salam kepada (penghuninya yang berarti memberi sa-lam) kepada dirimu sendiri, salam yang diterapkan dari sisi Allah , yang diberi berkat lagi baik. Demikianlah Allah men-jelaskan ayat-ayat (Nya) bagimu, agar kamu memahaminya.

(62) Sesungguh yang benar-benar orang mu’min ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan apa-bila mereka berada bersama-sama Rasulullah dalam sesuatu
urusan yang memerlukan pertemuan, mereka tidak mening-galkan (Rasulullah) sebelum meminta izin kepadanya. Se-sungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu (Muhammad) mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena sesuatu keperluan, berilah izin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara mereka, dan mohon-kanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dari surat dan ayat-ayat yang dikemukakan diatas, sangatlah menyentuh mata hati sebagai peringatan dalam kita bersikap dan berperilaku dalam mengarungi kehidupan ini yang pe-nuh dengan tipu daya syaitan yang ada dalam diri kita, akan tetapi bagi orang yang bertakwa tidak pernah merasa resah atau kebingungan dalam hidupnya karena selalu mendapat bimbingan dan petunjuk dari Allah SWT serta tidak pernah merasa susah karena kekurangan harta benda sebab ia mera-sa cukup atas segala apa yang telah dilimpahkan Allah kepa-danya.
Sejalan dengan apa yang kita kemukakan diatas, maka kela-kuan baik dalam sikap dan perilaku dapat memotivasi orang yang dapat menyelesaikan sengketa dalam dirinya, walaupun alam luarnya dalam keadaan krisis, maka ia tidak termasuk dalam memberikan penghargaan yang tinggi kepada harta benda karena ia bersikap dan berperilaku semakin dalam ia memandang makna kebaikan itu sendiri.

Ingatlah selalu, kata mutiara dibawah ini :
“ Carilah kebaikan diantara kaum melarat ummatku, hidup-lah ditengah-tengahnya. Kamu tidak akan memperoleh keba-jikan dalam lingkungan orang yang berhati bengis. Laknat Allah turun atasnya, hai Ali ! Tuhan menciptakan kebajikan dan menciptakan pemangkunya lalu menamakan dalam hati mereka kerinduan kepada kebajikan dan keinginan dapat me-ngerjakannya, dan menumpahkan minatnya seluruhnya un-tuk itu, seperti air tumpah kepada bumi yang tandus, maka tercipta kehidupan disitu serta kehidupan penghuninya. Pe-mangku kebajikan di dunia ini itulah juga pemangku kebajikan diakherat” (Al Hadisth, riwayat Ali bin abi Thalib)

Dengan keyakinan, apa yang diutarakan diatas, maka perja-lanan hidup ini dalam kita berpikir, bekerja dan belajar, hen-daklah kita berpegang bahwa segala kebajikan dalam hidup yang menjadi pokok ialah ridla. Kalau engkau sanggup hen-daklah engkau ridla dan bila tidak hendaklah engkau sabar.

Ingatlah sabda Rasulullah saw. “ Inginkah kamu sekalian kuberitahukan tentang orang yang paling kucintai di antara kamu sekalian dan yang paling dekat duduknya denganku di hari Kiamat nanti ? Ialah orang yang paling baik budi peker-tinya “ (Imam Bukhari, Imam Muslim)
KASIH SAYANG

Dalam kehidupan ini, bila orang menanamkan kasih sayang dalam perbuatannya maka ia bersikap dan berperilaku, akan menunjukkan ia sebagai orang berjiwa besar karena pribadi-nya sendiri sehingga setiap ia memecahkan masalah akan se-lalu melepaskan diri dari perbasangka. Jadi kasih sayang se-bagai unsur yang menumbuh kembangkan merupakan suatu ciri orang yang berjiwa besar, pertama-tama diperlihatkan dari tingkah lakunya, ia menjadikan teladan dan kemudian ia minta agar orang-orang lain mengikutinya.

Bagaimana kita dapat meningkatkan kasih sayang, cobalah renungkan surat dan ayat dibawah ini :

SURAT AL BALAD (KE 90 : 20 ayat: 12-17)
(12) Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?

(13) (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan,

(14) atau memberi makan pada hari kelaparan,

(15) (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat,

(16) atau orang miskin yang sangat fakir.

(17) Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.

Dengan menyimak surat dan ayat diatas, diharapkan kita da-pat mengangkat arti kasih sayang yang harus kita tumbuh kembangkan sebagai seorang yang beriman, oleh karena itu Ingatlah selalu pesan Rasulullah saw :

“Sesungguhnya dunia ini indah dan manis, dan Allah akan menyerahkannya kepadamu, dan kemudian Dia akan melihat bagaimana kamu memperlakukannya. Maka berhati-hatilah kamu terhadap godaan dunia, dan berhati-hatilah (pula) ka-mu terhadap (godaan) wanita” (H.R. Muslim)

“Sesungguhnya tiap-tiap ummat akan diberi cobaan sendiri-sendiri, dan cobaan bagi ummatku adalah berupa harta keka-yaan” (H.R. Tirmidzi)

“Ya Allah yaa Tuhanku ! Aku mohon kepadamu, bilamana ada orang yang memimpin ummatku senantiasa mempersulit mereka, maka persulitkan urusan mereka. Tetapi bilamana orang yang memimpin ummatku dengan rasa kasih sayang, maka kasihanilah ia.” (Imam Bukhari, Imam Muslim)

Akhirnya marilah kita menyimak “Mutiara Nahjul Balaghah yang diterjemahkan oleh Muhammad Al-Baqir dengan topik “Kenikmatan Duniawi Tidak Terlarang Selama Diiringi Niat Dan Amal Baik” seperti dibawah ini :

Pada suatu hari Imam Ali r.a. menjenguk seorang sahabatnya bernama ‘Ala’ bin Ziyad Al-Haristi. Ketika memasuki ru-mahnya yang amat luas itu, ia terheran-heran dan berkata ke-padanya : “Apa sebenarnya yang hendak Anda lakukan de-ngan rumah seluas ini di dunia ? Bukankah anda lebih me-merlukan seperti ini di akhirat nanti ?!
“Namun, jika ingin, Anda dapat mencapai kebahagian akhirat dengannya, yaitu bila di dalamnya Anda menjamu dan menghormati para tamu, berbuat kebaikan terhadap sanak kerabat, serta menampakkan kebenaran yang harus ditampakkan. Dengan begitu Anda telah menjadikannya sarana baik guna mencapai akhirat!”
Kemudian, ‘Ala’- si pemilik rumah – berkata kepadanya :
“Wahai Amirul Mukminin, aku ingin mengadukan saudara-ku ‘Ashim bin Ziyad, kepadamu”
“Apa gerakan yang dilakukannya ?”
“Ia kini mengenakan ‘aba’ah (artinya semacam mantel yang bagian depannya terbuka. Pada waktu itu, terbuat dari bahan amat kasar dan hanya dikenakan oleh orang-orang miskin penghuni dusun-dusun) dan meninggalkan sama sekali ke-nikmatan hidup dunia”
“Panggillah ia kemari !”
Setelah ‘Ashim datang, Imam Ali berkata kepadanya :
“Hai musuh kecil’ dirinya sendiri ! Sesungguhnya kau telah disesatkan oleh ‘si jahat’ (yakni setan). Tidakkah kau mengasihani isteri dan anak-anakmu ?. Apakah, menurut perkiraanmu, Allah SWT telah menghalalkan bagimu segala yang baik, lalu Ia tidak menyukai engkau menikmatinya ? Sungguh, dirimu terlalu kecil untuk dituntut melakukan seperti itu oleh-Nya!”
“Tapi, wahai Amirul Mukminin,” ujar “ashim, “Anda sendiri memberi contoh dengan mengenakan pakaian amat kasar dan memakan makanan yang kering!”
“Ketahuilah,” jawab Imam Ali, “diriku bukan seperti dirimu. Sebab Allah telah mewajibkan atas para pemimpin yang benar agar mengukur dirinya dengan keadaan rakyat yang lemah, sehingga orang miskin tidak sampai tersengat oleh kepedihan kemiskinannya!”
PERDAMAIAN

Menumbuh kembangkan perbuatan perdamaian oleh seseo-rang bukanlah sesuatu yang gampang dalam proses yang bersangkutan untuk mengambil keputusan atas perbuatan yang dibuatnya. Oleh karena itu, perdamaian pada diri seseo-rang haruslah dipandang adanya keinginannya untuk me-ningkatkan sikap positip dan perilaku asertif dalam perbuat-an komunikasi mereka.

Tidak cukup kita belajar dari ilmu jiwa modern dalam men-cari perdamaian tanpa ada usaha untuk meningkatkan kede-wasaan rohaniah, perhatikanlah sabda Nabi saw seperti diba-wah ini :

“Menghadliri majelis orang berilmu, lebih utama daripada mendirikan shalat seribu raka’at, mengunjungi seribu orang sakit dan berta’ziah seribu janazah” (Abu Dzarr ra., ) ;

“Lalu orang bertanya: “ Wahai Rasulullah ! Dari membaca Al-Quran ? . Maka menjawab Nabi saw. : Adakah manfa’at Al-Quran itu selain dengan ilmu ?”

Bersabda Nabi saw : “Barangsiapa meninggal dunia sedang menuntut ilmu untuk menghidupkan Islam, maka antara dia dan Nabi-Nabi dalam sorga sejauh satu tingkat”
(Dikutip dari Ihya” Al-Ghazali, jilid 1, terjemahan Prof.Tk. H. Ismail Yakub MA-SH)

Demikianlah, keutamaan belajar, selanjutnya simaklah surat dan ayat dibawah ini, yang memberi peringatan kepada kita untuk melangkah menanamkan perdamaian dalam diri :
SURAT AL HUJURAAT (KE 49 : 18 ayat : 9-10)
(9) Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mu’min berperang maka damaikan antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali, kepada perintah Allah ; jika golongan itu telah kembali ( kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlakuadil.

(10) Sesunguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara karena itu damaikanlah anatara kedua saudaramu dan bertak-walah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.

Ingatlah peringatan yang yang dimuat dalam surat dan ayat diatas, sebagai suatu langkah awal dalam usaha menumbuh kembangkan perdamaian dalam diri kita. Tanpa menghayati makna yang terkandung didalamnya, sangat sukar pula kita menuntun sikap dan perilaku dalam perbuatan karena kalau kita tidak bisa mencari kedamaian dalam diri sendiri, percuma saja mencari di tempat lain, makanya janganlah kamu berhenti untuk mengutamakan belajar, karena dari si-tulah ia bermula untuk menumbuh kembangkan sesuatu yang bisa membawa kedamaian dalam diri anda, kecuali diri anda.

Belajarlah dari kata-kata mutiara yang mengatakan “Hal-hal kecil memang tidak mengesankan, tetapi mereka memberi kedamaian”, maka itu bila anda dapat menumbuh kembang-kan kedamaian dalam diri, itu menunjukkan bahwa usaha meningkatkan kedewasaan rohaniah membawa dampak dalam perbuatan kedalam kedewasaan sosial. Jadi dengan

demikian, bila seseorang bisa damai dengan diri sendiri, maka kita tidak akan melakukan perbuatan bertengkar de-ngan orang lain.
KESEPAKATAN dan PERTENTANGAN
PENDAPAT

Sikap dan perilaku dalam kesepakatan dapat dilihat dari dua sisi, satu sisi yang menyangkut komitmen seseorang terha-dap perbuatannya sendiri dan disisi kedua menyangkut kese-pakatan antara dua orang atau lebih dalam perbuatan mereka.

Menumbuh kembangkan kesepakatan dalam jiwa seseorang agar perbuatannya baik untuk kepentingan sendiri maupun orang lain akan sangat ditentukan oleh tingkat kedewasaan berpikirnya, tambah tinggi tingkat kedewasaan berpikirnya akan menunjukkan pemanfaatan alat berpikir berupa kesa-daran, kecerdasan dan akal akan berjalan yang seimbang dan berurut dalam proses pelaksanaannya. Suatu proses akhir sa-ngat ditentukan oleh otak dibawah sadar dimana akal yang menjadi raja dalam tubuh yang kita sebut dengan hati akan menentukan segala-galanya dalam proses pengambilan ke-putusan karena disitulah terletak hati yang menentukan ke-baikan dan kejahatan seseorang.

Dalam unsur kesepakatan terdapat makna janji didalamnya, oleh karena itu janji dapat dipergunakan sebagai ukuran sampai dimana keluhuran budi seseorang. Jadi benarlah apa yang dikatakan orang bahwa yang dinamakan janji tidak bisa dibayar dengan apa-apa kecuali melaksanakan janji itu sendiri.

Selanjutnya simaklah surat dan ayat yang tertuang dibawah ini untuk mengingatkan kita dalam bersikap dan berperilaku:

SURAT AN NISAA’ (KE 4 : 176 ayat : 114, 59)
(114) Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau me-ngadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.

(59) Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (nya) dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kemba-likanlah ia kepada Allah (AlQur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemu-dian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Dengan menyakini perintah Allah SWT diatas, seharusnya kita bersikap dan berperilaku dalam perbuatan apapun se-muanya bertolak dari penerimaan dan diakhiri dengan kesu-kaan Allah, oleh karena itu komitmen yang datang dari diri sendiri harus diaktualisasikan kedalam integritas dan kebe-naran dengan kesadaran penuh akan setiap gerakan. Hidup dalam keselamatan dunia dan akhirat, ia mampu menempat-kan apa yang dimilikinya secara benar, sehingga ia memiliki suatu pandangan bahwa uang dan harta boleh datang dan pergi dari kita asal saja perbuatan kesepakatan diri dan ke-manusiaan tidak meninggalkan kita.
Bila terjadi silang pendapat untuk masalah-masalah yang terkait dengan dunia, bukan dalam masalah iman, sebaiknya diselesaikan dengan keputusan secara bijaksana dan jangan memikirkan terlalu jauh diantara mereka. Lain halnya untuk masalah-masalah keyakinan, maka bermusyawarahlah kamu diantara mereka yang berakal, berilmu, berpengalaman, da-pat memberikan nasehat-nasehat yang baik dan bertakwa

Musyawarah melahirkan ilmu, sehingga orang yang berakal mendapatkan ilmu baru melalui musyawarah yang akan me-nuntun mereka untuk mencapai tujuan dalam perbuatan pe-mecahan masalah. Jadi bila kita bermusyawarah dengan se-orang penasehat yang cerdik pandai akan dapat memotivasi dalam perenungan kita seperti masalah penciptaaan langit dan bumi maka bila kita tekuni lebih mendalam lagi mendo-rong kita untuk lebih mendewasakan hal-hal yang terkait dengan pemahaman dan keyakinan.

Kesepakatan melahirkan komitmen yang bersumber diri sen-diri, sedangkan pertentangan pendapat melahirkan musyawa-rah, hal itu dapat tumbuh dan berkembang pada diri seorang bila dalam perjalanan hidupnya ia selalu berusaha melaku-kan peningkatkan kedewasaan rohaniah. Hal itu dapat me-motivasi seseorang untuk selalu melakukan perbuatan ma-was diri secara berkelanjutan yang dapat melahirkan keya-kinan dan pasrah diri kepada kebesaran Allah SWT.

Dari hal-hal yang kita kemukakan diatas diharapkan seseo-rang mampu mengendalikan emosi dan nalurinya serta da-lam masanya ia berada juga dapat memfungsikan memorinya dengan baik.
AMALAN BATIN
DALAM SISI MASALAH NAFSU SEKSUIL, AMA-NAT, HIRAUAN, BERKATA BENAR, PERMU-SUHAN, DAN KEADILAN
NAFSU SEKSUAIL

Yang menjadi masalah dalam kehidupan ini, kita dihadapkan kepada satu kenyataan bahwa peranan otak yang didalamnya ada fungsi yang kita sebut dengan naluri. Naluri artinya fit-rah, sesuatu yang tidak dipelajari dan sifatnya wajar yang di-bawa manusia sejak lahir yang mendoromgnya untuk mela-kukan sesuatu tindakan tertentu.

Dengan demikian sebagai individu, maka berkat dorongan naluri berupa hawa nafsu, kebutuhannya akan dapat terjaga dan terpelihara. Sebaliknya sebagai anggota masyarakat, ia dapat menyesuaikan diri sebab ada naluri seperti keinginan berkumpul, menyelamatkan diri, minta tolong, kebutuhan syahwat dan sebagainya.

Memenuhi kebutuhan nafsu syahwati, bila tidak dijaga, ma-ka rusaklah kehidupan ini, oleh karena itu simaklah dan ha-yati makna surat dan ayat dibawah ini :

SURAT AL MU’MINUN (KE 23: 118 ayat: 1, 5-7)
(1) Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman.
(5) dan orang-orang yang menjaga kemaluannya.
(6) kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

(7) Barangsiap mencari dibalik itu (aryinya zina, homosex-ueel, dan sebagainya) maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

SURAT AL MA’ARIJ (KE 70 : 44 ayat : 29-31)
(29) Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya.
(30) kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
(31) Barangsiapa mencari dibalik itu maka kereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

SURAT AN NUUR (KE 24 : 64 ayat : 33)
(33) Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri) nya , sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang menginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat
perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada keba-ikan pada mereka , dan berikanlah kepada mereka sebahagi-
an dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk mela-kukan pelacuran, sdang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan ba-rang siapa memaksa mereka , maka sengguhnya Allah ada-lah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mere-ka) sesudah mereka dipaksa (itu).

Dengan memperhatikan pringatan Allah SWT, seperti yang termuat dalam surat dan ayat yang diungkapkan diatas, me-rupakan langkah awal untuk mengingatkan kita dari kegelap-an pikiran yang begitu mudah setan masuk kedalam naluri manusia yang tidak mampu untuk mengendalikan hawa naf-sunya.
Setan memasuki jiwa manusia, seperti yang dikatakan Rasu-lullah SAW bersabda “ Setan (dalam gerakannya menggelin-cirkan manusia ke jalan sesat secara langsung) menyusup pa-da peredaran darah manusia”

Selanjutnya perlu kita ketahui bahwa Umar r.a. berkata “ se-sungguhnya keturunan setan ada sembilan yaitu Zalitun, Watsin, Laqus, A’wan, Hafaf, Murrah, Masuth, Dasim dan Walhan. Zalitun menemani pasar, dia mengibarkan bendera-nya di pasar. Watsin menemani bencana. Adapun A’wan menemani penguasa. Hafaf adalah menemani peminum. Murrah adalah menemani peniup seruling. Laqus adalah me-nemani Majusi. Masuth menemani berita, dia menyampaikan berita melalui mulut orang yaitu berita yang tak ada pegang-annya. Adapun Dasim yang menemani rumah-rumah, apabila seseorang masuk ke dalam rumah tidak membaca salam dan tidak menyebut nama Allah SWT., maka Dasim menjatuhkan pertentangan di antara mereka, sehingga jatuhlah talak, khulu dan pukulan. Walhan merasupkan rasa was-was pada waktu wudu, salat dan berbagai ibadah”

Dalam keterangan selanjutnya ia mengatakan bahwa Laqus adalah teman majusi, ada yang mengatakan bahwa Laqus dan Walhan yang menami orang yang bersuci dan salat, ke-duanya yang suka mengganggu. Sebagian ulama menyebut pengganti mereka bertiga (laqus, Murrah, dan Hafaf) dengan yang tiga yaitu:
a. A’war yaitu setan zina, dia meniup kemaluan laki-laki dan pantat perempuan.
b. Wasnan, yaitu setan tidur, dia memberatkan kepala dan kkelopak mata dari melaksanakan salat dan yang lainnya. Dia membangunkan untuk melakukan kejele-kan seperti zina dan yang lainnya.
c. Abyad, dia ditugaskan para nabi dan wali. Adapun para nabi, mereka selamat daripadanya. Para wali, me-reka bermuzahadah “memeranginya,, barang siapa yang diselamatkan oleh Allah maka dia selamat, barang siapa yang disesatkan oleh Allah, maka dia akan sesat.

Dengan mengungkapkan hal-hal yang diatas, maka nafsu syahwat merupakan dampak yang sangat besar mempenga-ruhi jiwa, bila tidak mampu mengekangnya. Oleh karena itu setan yang menyusup melalui peredaran darah manusia kare-na ia termasuk badan halus sebangsa ruh yang dengan mu-dah menggoda manusia. Jadi tidak heranlah manusia eng-gan menerima kebenaran dan petunjuk dari Tuhan.

Untuk memerangi nafsu seksual yang menyimpang dari ajar-an agama yakni perkawinan, maka kita akan terlepas dari perbuatan zina yang keji, sebab dengan cara itu, maka kei-nginan untuk bersetubuh dapat kita salurkan secara wajar.

Sejalan dengan itu, ingatlah bahwa orang yang takwa senan-tiasa mendapat pimpinan dari Tuhan dalam penghidupan dan perjuangannya, karena ia meyakinan firman Allah SWT se-perti yang dimuat dalam SURAT AR RUUM (KE 30 : 60 ayat : 21)
(21) Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan saying. Se-sungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.

AMANAT
Manusia yang diciptakan oleh Allah SWT sebagai mahluk yang mulia dimatanya, maka Allah SWT memutuskan ma-nusia penerima amanah sebagai khalifah fiel ardhi untuk me-ngatur kehidupan alam semesta ini.

Manusia menyadari sepenuhnya bahwa amanah itu bukanlah tidak disertai tanggung jawab dalam kehidupan didunia, oleh karena itu amanah itu merupakan kunci di dalam kehidupan ummat manusia itu sendiri.

Selama perjalanan hidupnya didunia dalam perbuatan untuk berpikir, bekerja dan belajar agar selamat hidup di dunia dan akhirat akan sangat tergantung kemampuan manusia untuk memanfaatkan otak yang ada dalam dirinya (memori, emosi, naluri) agar fungsi alat pikiran berupa kesadaran, kecerdasan dan akal dapat dipergunakan sebaik-baiknya dalam wujud keseimbangan amalan lahir batin yaitu syariat lahir adalah untuk diamalkan oleh jasad lahir manakala syariat batin ada-lah untuk diamalkan oleh jasad batin (roh), lahir batin yang terpadu erat satu sama lain, maka amalan lahir dan batin wajib dilaksanakan serentak dalam satu masa di semua wak-tu dan keadaan.

Dengan demikian, bila kita ingin selamat di dunia dan akhi-rat kita harus meyakini arti penting amanah sebagai tonggak kehidupan ini, maka dari simaklah surat-surat dan ayat-ayat dibawah ini :

SURAT AL BAQARAH (KE 2 : 286 ayat : 283)
(283) Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu’amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amantnya (hutangnya) dan hen-daklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barang siapa yang menyembunyikannya, maka sesunguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya ; dan Allah Maha Menge-tahui apa yang kamu kerjakan.

SURAT AN NISAA’ (KE 4 : 176 ayat : 58)
(58) Sesungguhnya Allah Menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menutupkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah membe-ri pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi maha Melihat.

SURAT AL MU’MINUN (KE 23 : 118 ayat : 8)
(8) Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janji-nya.

SURAT AL MA’ARIJ (KE 70 : 44 ayat : 32)
(32) Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.

Dengan berpijak dari peringatan Allah SWT dalam surat dan ayat diatas, mulailah kita meletakkan landasan yang kuat bahwa amanah yang diberikan Allah SWT haruslah dilaku-kan secara bertanggung jawab kedalam perbuatan yang di-tunjukkan oleh sikap dan perilaku orang dalam kehidupan.

Bertambah tinggi tingkat keimanan seseorang, maka baik di tengah-tengah keluarga maupun masyarakat, ia akan meme-gang teguh makna amanah Allah SWT dalam perbuatannya.

Karena sangat pentingnya amanah itu, Nabi Muhammad Saw. Bersabda sebagai berikut :

“Serahkanlah amanah kepada orang yang telah mempercayai (mengamati) engkau, dan jangan kamu membalas orang yang mengkhianati engkau” (HR. Abu Dawud dan At-Tar-midzi dari Abi Hurairah).

“Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki sifat ama-nah baginya (diumpamakan oleh Rasulullah) seperti orang mendirikan shalat yang tidak suci” (HR.Thabrani dari Ibnu’Umar)

“ Akan tiba kepada manusia suatu masa yang penuh tipu muslihat, bahwa :
Sipembohong dipercayai ;
Yang benar didustakan ;
Si penghianat dipercayai ;
Orang-orang yang diserahi amanah kemudian berkhianat ;
Orang yang tidak terampil (bodoh) pada bidang keahliannya berbicara tentang urusan umum” (HR. Ibnu Maajah)

“Terdapat empat sifat atau tanda-tanda terhadap siapa saja apabila terdapat emapat sifat itu, dia adalah golongan mana-fiq ; Kepada siapa saja terdapat salah satu dari sifat itu, berarti dia termasuk golongan nifaq, sampai dia menghindar dari padanya ; Empat sifat itu ialah:
Apabila diberi amanah atau dipercayai dia berkhianat ;
Apabila dia berbicara, dia banyak dustanya ;
Apabila dia berjanji, kemudian dia memungkirinya ;
Apabila dia berselisih, dia bersikap curang” (HR. Bukhari)
HIRAUAN

Meningkatkan keimanan berarti kita meyakini benar bahwa pokok-pokok kepercayaan dalam agama islam yang disertai dengan kepatuhan dan penyerahan jiwa untuk melakukan hal-hal yang diwajibkan serta meninggalkan hal-hal yang terlarang.

Sejalan dengan apa yang kita utarakan diatas, maka terbetik-lah keinginan untuk mendewasakan beriman dalam kehidup-an ini dengan menjauhkan berpikir dari konsep materialistis yang mengagungkan kebendaan segala-galanya. Dalam kon-disi yang demikian, manusia itu sulit membebaskan jiwanya dari harta benda maka pastilah harta yang dimilikinya itu akan mengusainya.

Oleh karena itu simaklah surat-surat dan ayat-ayat dibawah ini sebagai peringatan dalam dirimu :

SURAT AN NISAA’ (KE 4 : 176 ayat : 28)
(28) Allah hendak memberikan keringan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.

SURAT AL ISRAA’ (KE 17 : 111 ayat : 53)
(53) Dan katakan kepada hamba-hamba-Ku “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang baik (benar). Se-sungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.

SURAT ASY SYU’ARAA’ (KE 26 : 227 ayat : 130-131)
(130) Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis.
(131) Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

SURAT AL AHZAB (KE 33 : 73 ayat : 48)
(48) Dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir dan orang-orang munafik itu, janganlah kamu hiraukan gangguan mereka dan bertakwallah kepada Allah. Dan cu-kuplah Allah sebagai Pelindung.

Dengan menyimak peringatan-peringatan yang terdapat da-lam surat dan ayat diatas, maka kamu akan tahu perbedaan hukuman dengan nikmat. Hanya dengan kesadaran, kecer-dasan dan akal itu sebagi menteri yang menasehati, hati itu ialah raja yang menentukan, harta itu satu tamu yang akan berangkat, kesenangan itu satu masa yang akan ditinggalkan.

Apa yang kita ungkapkan diatas merupakan motivasi dalam diri kita sebagai hirauan yang menyesak dada dalam usaha kita secara terus menerus menemukan diri, apa yang aku cari sebagai khalifah dimuka bumi ini selain memikirkan dunia dan akhirat. Makanya ada orang yang ingin berumur panjang tetapi tidak suka disebut tua. Dalam hidup ini bukan umur panjang yang penting, tetapi hidup yang memberi manfaat. Hidup yang sudah pendek intu akan membikin lebih pendek, jika kita mesiasiakan waktu. Orang yang membuang-buang waktu adalah orang yang mensia-siakan hidup.

Oleh karena itu, jadikan hirauan seperti alam terkembang jadi guru. Banyak ayat-ayat yang terdapat dalam alam bagi orang yang pandai membacanya. Pada alam ini banyak leter besar yang dapat dibaca untuk pelajaran tetapi tidak dapat di-lihat, kecuali bagi orang yang berfikir dan berperasaan yang melihat mata hatinya.

BERKATA BENAR

Bagi orang yang selalu berkata benar maka wujud sikap dan perilakunya akan sangat disegani sehingga tingkat kedewa-saan silahturahmi diperlihatkan dari sisi kepandaiannya ber-gaul di tengah-tengah masyarakat, jadi tidak heran pintu ma-syarakat selalu terbuka baginya.

Kepandaian bergaul yang dimotori oleh lidah yang selalu berkata benar, tidak dusta, apapun dalam pebuatannya yang berat menjadi ringan, yang jauh menjadi dekat, yang sulit menjadi mudah, ibarat dunia baginya hanya sebesar kelereng

Oleh karena itu simaklah ungkapan mengenai lidah sbb.:
“Aku mengakui bahwa tidak ada yang patut di embah selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya Dan bahwa Muham-mad itu adalah hamba dan utusan-Nya”.

Itulah ucapan “lidah” yang mempunyai pancaran iman dan akal yang sempurna. Karena itu, “lidah” termasuk diantara ni’mat Allah yang besar dan diantara ciptaan Tuhan yang amat halus dan ganjil. Lidah mempunyai bentuk yang indah, kecil dan menarik. Keimanan dan kekufuran seseorang tiada terang dan jelas, selain dengan kesaksian “lidah”. Lidah mempunyai keta’ataan yang besar dan mempunyai kedosaan yang besar pula. Anggota tubuh yang paling durhaka kepada manusia, ialah “lidah”. Sungguh lidah itu merupakan alat perangkap syetan yang paling jitu untuk menjerumuskan manusia.

Hanya dengan iman dan akal yang sempurna, manusia bias memelihara dan menjaga dari bahaya-bahaya yang ditimbul-kannya.
“Berjalan pelihara kaki, berkata peliharakan lidah” Demi-kianlah bunyi sebuah pepatah antik. Walaupun kata-kata itu telah usang kelihatannya, tetapi tetap berguna sepanjang masa.

Lidah, aapakah arti lidah, hanya sepotong daging kecil dari tubuh manusia yang telah sempurna. Tapi tanpa lidah, orang akan kekurangan, dan manusianya bertukar nama dengan nama dengan manusia bisu atau manusia yang tidak pandai berbicara.

Dan selanjutnya lidah dapat meni’mati makanan dan minim-an yang enak dan lezat. Karena itu lidah mempunyai arti yang besar dalam hidup manusia.

Lidahlah yang menghubungkan manusia dengan manusia. Lidahlah yang menciptakan segala bahasa. Lidahlah yang memberi suara semua pikiran dan cita. Lidahlah yang mem-beri nada segala rasa. Lidahlah yang memperindah nyanyi dan irama. Lidah dapat membuat hati yang rindu menjadi mesra-ria. Lidah yang bernasehat dapat menerangkan gelora amrah dalam dada.

Lidah dapat memutar balikkan segala peristiwa. Lidah dapat mempesona masyarakat dan massa. Lidah dapat membuat o-rang yang menangis menjadi tertawa.

Baanyak kata-kata bersajak yang dibuat orang dengan lidah; lidahnya seperti madu, hatinya seperti empedu”. “Lidahnya berbisa”. “Lidanya seperti lidah ular, bercabang dua”. Lidah-nya fasih berbahasa. “ Dia pandai bersilat lidah” dan seba-gainya.

Lidah seseorang dapat mengangkat derajat seseorang aketempat yang mulia.

Seorang penyair berkata: Biarkan aku bicara, kemudian berilah aku nama, menurut penilaian anda”. Orang Belanda pun mempunyai pula satu peribahasa “Bila hati telah diliputi oleh rasa, mulut/lidah akan mengucapkannya dengan seindah kata. Tapi dibalik keindahan lidah, lidahpun dapat menim-bulkan bencana, fitnah lidah besar bahayanya. Lidah dapat membuat orang yang bersaudara, berpisah, porak-poranda. Lidah dapat membuat suasana damai menjadi berantakan dan berperang. Lidah dapat membuat orang bersatu berpecah belah dan beradu domba.

Karena itu Rasulullah SAW. Bersabda ; “Tidaklah berdiri teguh (lurus) iman hamba Allah, sebelum berdiri teguh (lu-rus) iman hamba Allah, sebelum berdiri teguh (lurus) sebe-lum berdiri teguh (lurus) lidahnya. Dan tidak akan masuk surga seseorang, dimana tetangganya tidak merasa aman dari kejahatan lidahnya” (Di riwayatkan oleh Ibnu Abid-Dunya dalam buku Bahaya Lesan oleh Imam Al Ghazali, sadruran oleh Labib MZ)

Berbicara benar dan atau dusta (bohong) adalah aktualisasi dari lidah, dalam hal ini peranan naluri sangat menentukan dan seberapa jauh manusia dapat melepaskan diri pengaruh hawa nafsu akan sangat tergantung kepada tingkat kedewa-saan dalam bertakwa kepada Allah SWT. Manusia dapat me-manfaatkan pikiran, bagaimana caranya syetan masuk keda-lam jiwa manusia, namun nafsu yang condong pada paham materialistis.
Oleh karena itu peliharalah nalurimu dari hawa nafsu dengan mengingat surat dan ayat dibawah ini :

SURAT AL AHZAB (KE 33 : 73 ayat : 70)
(70) Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu ke-pada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.

Dengan mengingat hal-hal yang kita ketengahkan diatas, ma-ka berkata benar adalah sendi kejujuran dalam menuju ke-nikmatan hidup, maka berpikirlah dalam realita hidup ini bahwa kemegahan lebih hampa, lebih fana dan lebih sering berubah daripada angin, sehingga berkata benar sebagai be-nih yang terus dapat menumbuhkan budi dan kebajikan da-lam hati seseorang akan menjelma sebagai orang yang bijak-sana berpikir sekali sebelum berbicara dua kali.

Berkata benar, kelihatannya mudah diwujudkan dalam sikap dan perilaku tapi kenyataannya sangat sulit untuk menanam-kan pada diri ibarat seperti saya tidak peduli orang tidak mengenal saya, saya prihatin kalau saya tidak mengenal o-rang lain. Hanya dengan bertakwa kepada Allah SWT, ia da-pat menuntun lidahnya, sehingga orang yang paling bijaksa-na dan paling bahagia ialah mereka yang mengerti dan sadar untuk apa ia dijadikan khalifah di muka bumi ini.

PERMUSUHAN

Cobalah renungkan peristiwa kaum quraisy memperdaya Ra-sulullah seperti yang diungkapkan dibawah ini :

“ Orang-orang kafir Quraisy melakukan tipu daya di Darun Nadwah untuk memperdaya nabi Muhammad saw. Peristiwa ini terjadi pada hari sabtu, sebagaimana yang dikatakan oleh Allah dalam firmanNya, yang artinya :
“Dan (ingatlah) ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikir-kan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memen-jarakanmu. Mereka memikirkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya” (S.Al-Anfal:30)

Dikota Makkah terdapat sebuah rumah yang diberi nama “Darun Nadwah”, rumah ini dipergunakan oleh orang-orang kafir Quraisy sebagai tempat berkumppul dan bermusyawa-rah apabila mereka menghendaki untuk memecahkan suatu masalah. Begitu juga tatkala mereka ingin melakukan tipu daya terhadap Rasulullah saw, mereka berkumpul ditempat tersebut. Pada waktu itu ada lima tokoh kaum musyrikin yang ikut hadir, diantaranya: Utbah, Syaibah, Abu Jahal, Abu Bukhturity dan Al-Ash bin Wa’il, dalam riwayat yang lain orang yang berkumpul di Darun Nadwah itu lebih dar lima orang. Sementara Tsa’labiy meriwayatkan, sesungguh-nya orang yang berkumpul di Darun Nadwah itu ada 12 orang, diantaranya yang masuk majlis terdapat Iblis yang menyamar sebagai orang tua dengan membaawa tongkat yang ada di tangannya.

Tatkala iblis itu dating ke Darun Nadwah, langsung dihadang oleh Abu Jahal, seraya berkata : “kami yang ber-kumpul disini akan membahas dan mengatur suatu masalah
yang sangat rahasia, untuk itu, kembalilah engkau”. Mende-ngar penolakan Abu Jahal itu iblis berkata “Aku ini adalah orang tua yangdituakan dibumi Najed, aku mempunyai firasat, akan terjadi suatu peristiwa dalam masa mendatang. Untuk itu, aku ingin mencoba apakah perkara-perkara yang aku ketahui itu sesuai dengan ta’wilanku atau tidak, oleh ka-rena itu, maka masukkanlah aku ke dalam Darun Nadwah, barangkali aku bias menceritakan kepadamu tentang ta’wi-lanku, dan aku bias membedakan mana perkataan yang be-nar dan mana perkataan yang salah”

Akhirnya Abu Jahal dan teman-temannyamengalah dan mempersilahkan iblis ikut bermusyawarah dalam darun Nadwah. Dalam musyawarah itu Utbah memulai angkat bi-cara dengan mengatakan : “Sesungguhnya kematian adalah suatu perkara yanghaq, maka bersabarlah kalian sammpai Allah memutuskan tentang kematian Muhammad, yang akhirnya kita bias selamat dari perbuatan buruknya” Men-dengarnya Perkataan tersebut iblis langsung angkat bicara : “Diamlah engkau Utbah, dari mana engkau punya pikiran se-perti itu, engkau tidak pantas turut hadir di tempat ini, yang pantas bagimu adalah sebagai pengembala ternak dan unta, jika kalian bersabar sampai Muhammad meninggal, maka akan tampaknagamanya di bumi timur dan barat, dan Mu-hammad mampu menghimpun pasukannya yang besar lalu memerangimu dan kamu akan binasa semua olehnya”. Men-dengar saran iblis tersebut semua yang hadir dalam majelis Darun Nadwah berkata : “Engkau benar Syekh Najdiy”. Ke-mudian Syaibah angkat bicara : “Aku punya pendapat bagai-mana kalau Muhammad kita tangkap lalu kita penjarakan, dalam sebuah rumah, dan menguncinya dari luar sehingga ia mati dalam keadaan lapar dan kehausan”. Menanggapi usulan Syaibah iblis berkata: “Pendapat ini juga tidak benar,
jika kalian jadi memenjarakan Muhammad, maka Bani Ha-syim akan mengadakan sidang darurat untuk membebaskan Muhammad dari tanganmu dan akhirnya kamu akan mele-paskannya dan nantinya terjadi permusuhan yang besar anta-ra kamu dan kerabat-kerabat Muhammad”. Mendengar saran iblis itu yang hadir dalam majelisDarun Nadwah “Engkau benar Syekh Najdiy”. Kemudian Al- As bin Wa’il berkkata : “bagaimana kalauseandainya kita mengikat Muhammad diatas unta lalu menggiringnya ke sahara padang pasir agar dia mati terkena terpaan pasir dan sengatan mmatahari”.
Menanggapi usulan Al-Ash bin w’il iblis angkat bicara.”Ini juga tidak benar, ketahuilah sesungguhnya Muhammad adalah seorang lelaki yang tegap bentuknya, ganteng wajah-nya, fasih lisannya, bagus keterangannya alias bias dipercaya jika Muhammad yang kamu tinggalkan ditengah sahara padang pasir itu bertemu dengan seseorang, lalu orang itu menunjukkan ke arah sebuah negeri, dan setiap orang yang mendengarkkan keterangan Muhammad membenarkannya, lalu mereka berkumpul sehingga menjadi satu kesatuan yang besar, kemudian mereka mendatangi dengan jumlah yang besar dan terus memerangimu, maka kamu dalam waktu yang singkat akan binasa semua”. Lagi-lagi mendengar saran iblis laknatullah orang yang berkumpul dalam majelis tersebut serentak mengatakan : “Engkau benar Syekh Najdiy”. Lalu Abu jahal mulai angkat bicara. “Aku punya pendapat, bagaimana kalau kita mengeluarkan setiap Qabilah seorang pemuda, kemudian pemuda-pemuda tersebut kita perintahkan untuk mendatangi rumah Muhammad saw di malam hari, dan kalau sudah bertemu Muhammad mereka langsung membunuhnya dengan memakai pedang yang ta-jam, sehingga tidak ada satupun orang yang mengetahui sia-pa pembunuhnya, apabila keluarga Muhammad menuntut Diyat, maka kita mengumpulkan harta yang kita ambil dari
setiap Qabilah yang mengirimkan ppemudanya, lalu harta yang sudah kita kumpulkan itu kita berikan kepada kerabat Muhammad maka akan putuslah tuntutan keluarganya dan kita semua selamat dari kejahatan Muhammad”. Mendengar
usulan Abuu Jahal iblis langsung menanggapinya, secara berkata: “benar usulmu dan benar jalan fikiranmu, pendapatmu sesuai dengan apa yang aku inginkan”. Akhir-nya mereka sepakat dengan usulan Abu Jahal, yaitu membu-nuh Muhammad. Kemudian mereka berpisah dari Darun Nadwah.

Setelah ada kesepakatan untuk membunuh Muhammad di Darun Nadwah, Ibril langsung turun kepada Rasulullah saw, dengan membawa ayat ini, yang artinya :
“dan (ingatlah) ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikir-kan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memen-jarakan. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah mengga-galkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya” (S.Al-Anfal:30)
kemudian Jibril berkata:”Wahai Muhammad, keluarlah engkau dari kota Makkah menuju Madinah, sesungguhnya perintah ini adalah perintah rahasia yang aku sampaikan kepadamu, engkau jangan gelisah sebab setiap sesudah kesulitan itu ada kemudahan, dan setiap sesuatu itu mempu-nyai waktu dan aturan, bagi yang mengawasi tingkah laku kita ada Dzat Yang Maha Kuasa”.

Pada sore harinya Rasulullah saw, bermusyawarah bersama sahabat-sahabatnya, lalu beliau berkata dalam musyawarah itu : “Siapa orang yang mau menemani saya?, siapa orang yang mau menemani saya?” Abu Bakar langsung berkata: “Aku ya Rasulullah yang menemani engkau”. Rasulullah saw, berkata lagi : “Siapa yang mau tidur di atas tikarku nan-
ti malam, maka aku akan menjamin dia masuk surga”. Kontan sahabat Ali berkata: “Aku Ya Rasulullah yang akan tidur di atas tikarmu nanti malam, aku pertaruhkan nyawaku sebagai tebusan dirimu, karena sesungguhnya aku adalah saudaramu yang menjadi orang tua cucumu dan menjadi sua-minya wanita yang menyejukkan pandanganmu (yaitu Fati-mah).

Diriwayatkan dari jabir bin Abdullah r.a. ia berkata: Aku pernah mendengar shahabat Ali melagukan suatu sya’ir, se-dangkan Rasulullah saw, mendengarnya, diantaranya bait sya’ir itu adalah :
Aku adalah sandara nabi yang terpilih
Yang tiada keraguan didalam kenasabanku
Nenekku dan nenek Rasullullah adalah menjadi satu.
Aku membenarkan Rasulullah dan (meluruskan semua ma-nusia dalam kegelapan.
Dari kesesatan, kemusyrikan dan pembangkangan.
Segala puji bagi Allah, dengan memanjatkan syukur kepa-danya, tiada sekutu bagiNya.
Yang membuat bagus pada hambaNya dan Dzat Yang kekal selamanya.

Mendengar sya’ir yang dibaca oleh sahabat Ali Rasulullah saw, tersenyum seraya berkata : Engkau benar wahai Ali.
Kami kembali kepada cerita, Ali lalu dating ke rumah Rasulullah saw, kemudian tidur diatas tikar Rasulullah dengan mengunakan selimutnya. Ketika orang-orang kafir sudah dating dan mengepung rumah Rasulullah saw, mereka semua menghadang Rasulullah keluar termasuk juga iblis yang ikut dalam rombongan mereka. Pada saat yang gentingseperti itu, Allah membuat mereka tertidur dan lupa akan penjagaannya, sehingga mereka tertidur pulas termasuk
juga iblis, tidak ada satupun yang terbangun diantara mereka sepanjang malam itu, kemudian keluarlah Rasulullah bersa-ma Abu Bakar darirumahnya beliau melihat disekitar rumahnya banyak orang-orang kafir tertidur, lalu Rasulu-lullah mengambil debu dan ditaburkan pada kepala mereka.

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah sebelum keluar rumah membaca surat Yasin sehingga tak satupun orang kafir melihat Rasulullah keluar dari rumahnya bersama Abu Bakar ini akibat dari berkahnya surat Yasin. Setelah Rasulullah saw, pergi yang pertama kali bangun adalah iblis. Iblis lalu membangunkan orang-orang kafir yang tertidur pulas, seraya berkata: “Muhammad telah pergi, apakah ada diantara kalian yang melihat bagaimana sampai Muhammad bias menabur-kan debu diatas kpala kalian?. Akhirnya mereka para kuffar terbangun dan langsung masuk ke rumah Rasulullah, mereka mencari Rasulullah disetiap sudut rumah tetapi mereka tidak menemukannya, mereka hanya mendapat Ali yang sedang tidur pulas diatas tikar Rasulullah, Ali ini akhirnya ditanyai oleh mereka: Dimana Muhammad?”. Ali menjawab: “Se-sungguhnya Tuhan Yang Maha Tinggi telah memindahkan nabiNya yang terpilih kemana yang ia kehendaki dari tempat yang dekat, karena sesungguhnya Tuhan itu adalah dzat yang mengetahui rahasia dan yang lebih rahasia lagi. Maka ia tidak akan menyesatkan dan tidak melupakan, oleh karena itu janganlah engkau mencari Muhammad di muka bumi ini, ssemoga Muhammad itu orang yang lebih tinggi dari yang tinggi”

Diriwayatkan dari nabi saw, ia bersabda: “Allah telah mem-berikan wahyu kepada Jibril dan Mikail: Aku membuat kamu berdua bersaudara dan menjadikan umur salah satu dari kamu lebih panjang dari yang lain, mana yyang kamu
pilih saudara atau hidup? “keduanya lantas memilih hidup. Kemudian Allah memberikan wahyu kepada keduanya: “Apkah tidak ada diantara kamu yang seperti Ali bin Abi Thalib? Aku menjadikan Ali dan Muhammad bersauudara, lalu Ali tidur diatas tikar Muhammad dengan menyediakan
nyawa dirinya sebagai tebusan Muhammad, ia memilih agar Nabi Muhammad lebih lama hidup dari pada dirinya. Oleh karena itu, sekarang turunlah ke bumi dan jagalah Ali dari musuhnya”.

Kemudian kedua malaikat itu turun ke bumi, malaikat Jibril berada di dekat kepala Ali sedangkan Mikail berada didekat kedua kakinya. Malaikat Jibril berkata: “Berbahagialah orang sepertimu wahhai Ibnu Abi Thalib, Allah telah mem-banggakan dirimu pada malaikat-malaikat yang berada di langit”

Allah lalu menurunkan kepada utusanNya menghadapkan kearah Madinah sebagaimana keadaan Ali. Hal ini telah di-katakan oleh Allah dalam firmannya, yang artinya:
“Dan diantara manusia ada orang yang mengorbankan diri-nya karena mencari keridlaan Allah, dan Allah Maha pe-nyantun kepada hamba-hambaNya” (S. Al-Baqarah:207)

Dalam tidurnya diatas tikar Rasulullah saw, Ali melagukan suatu sya’ir, diantara baitnya adalah:
Aku telah menyediakan diriku yang rendah dan lemah seba-gai tebusan (nyawa) bagi sebaik-baik orang.
Sedangkan orang-orang sudah mengitari rumah yang antik ini dengan membawa batu.
Rasulullah merasa takut oleh tipu daya orang-orang kafir.
Maka Dzat Yang mempunyai pemberian telah menyelamat-kannya dari tipu daya
Semalam Rasulullah berada didalam gua dengan aman.
Yang dijaga oleh Allah sebagai pengawas yang didalam menutupi.
Semalaman aku menjaga mereka dan perkara yang telah di-tetapkan kepadaku.
Aku menyediakan diriku untuk dibunuh da ditawan.

Kami kembali kepada cerita, tatkala orang-orang kafir tidak menemukan Rasulullah d rumahnya, mereka langsung mengadakan musyawarah selama tiga hari. Kemudian mere-ka keluar menyebar keseluruh penjuruu kota (Makkah) untuk mencari Muhammad kearah kota Madinah, akhirnya Suraqah bin Malik untuk mengejar Muhammad kearah kota Madinah, akhirnya Saraqah menemukan Rasulullah dan Abu Bakar. Ketika Abu Bakar melihat kedatangan Saraqah yang terus mengejarnya, ia berkata kepada Rasulullah: “Ya Rasulullah, kita telah ditemukan oleh Saraqah, dan Saraqah itu termasuk pemberani-pemberaninya orang Arab” Menanggapi ketakut-annya Abu Bakar Rasululah, bersabda: “engkau jangan takut”.

Setelah Suraqah mendekati Rasulullah dia langsung meng-hunus pedangnya seraaya berkata: Wahai Muhammad, siapa orang yang bias menghalangiku untuk membunuhmu pada hari ini?”. Dengan mantap Rasulullah menjawab: “yang bias menghalangimu untuk membunuhku adalah Dzat Yang maha Mulya, Yang Maha Perkasa, yang tunggal dan Dzat Yang Memaksa”. Lalu Jibril turun dan berkata keppada asulullah: Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah telah ber-firman kepadamu, bahwa bumi ini dijadikan tunduk kepada perintahmu, maka perintahkan bumi ini menurut kehendakmu”. Kemudian Rasulullah saw, langsung berkata kepada bumi: Wahai bumi ambillah Suraqah”. Kontan saja
bumi itu terus menarik kaki kuda Suraqah samai sebatas lu-tutnya, sedangkan Suraqah berdiri mematung tidak bias ber-gerak, dalam kondisi menuntun kuda, maka Suraqah berteriak: Wahai Muhammad amankanlah aku, demi kemul-yaan Dzat Yang Mulya, jika engkau bias menyelamatkan diriku aku pasti tidak akan lagi menyakitimu”. Rasulullah
saw, lalu berdoa, kontansaja bumi tersebut melepaskan kaki kudanya.

Aku melihat sebagian Ahli Tafsir mengatakan: “Sesungguh-nya Suraqah terus mngulangi niat jahatnya sampai tujuh kali dengan melanggar perjanjiannya (pada Rasulullah), setiap kali ia melanggar janjinya pada Rasulullah, pada saat itu pu-la kaki kudanya tertelan bumi, sampai ia bertaubat pada pelanggaran yang kedelapan, dengan taubat yang benar, kemudian ia mengeluarkan panah dari tempatnya dan mem-berikannya kepada Rasulullah saw, seraya berkata: “Wahai Muhammad, sesungguhnya aku ini memiliki beberapa unta dan binatang ternak yang bias dipakai dalam perjalananmu, maka panggillah tukang pengembala dan perintahkan me-ngambil binatang ternakku menurut yang engkau kehendaki” Rasulullah menjawab: “Wahai Suraqah, jika engkau tidak suka pada agama islam, maka akupun tidak menyukai hartamu dan binatang ternakmu”. Kemudian Suraqah berkata “Wahai Muhammad, agamamu ini akan menjadi besar di permukaan alam, dan engkau akan memiliki banyak kerabat dari anak Adam, oleh karena itu, berjanjilah engkau kepada-ku ketika dating hari kemenenganmu, maka mulyakanlah diriku ini”. Rasulullah saw, lalu mengambil tempat air (ben-tuknya seperti kendil yang terbuat dari kulit) dan menggo-reskan tanda pada tempat air tersebut sebagai tanda janjinya kepada Suraqah, kemudian Rasulullah saw memberikan kendi itu kepada Suraqah, seraya berkata: “Ini adalah janjiku
kepadamu”. Keemudian Suraqah berkata: “Wahai Muham-mad, mintalah kepadaku tentang keinginanmu”. Rasulullah saw, menjawab: “Wahai Suraqah, permintaanku adalah agar engkau mengembalikan pasukan Qurasy”.

Akhirnya Suraqah kembali pulang dengan selamat, sampai ia bertemu dengan Abu Jahal, lalu ia berkata: wahai Abu Hakam, Muhammad tidak pergi melalui jalan ini, sebaiknya kalian kembalilah semua”. Abu Jahal membantah: “Wahai Suraqah, sesungguhnya aku ini menduga kepadamu bahwa engkau telah bertemu Rasulullah, maka beritakanlah kepada kami”. Saraqah tidak menjawab tetapi melaukan suatu sya’ir diantara baitnya adalah:
Abu Hakam demi Latta jika engkau termasuk orang yang me-nyaksikan.
Didepan(ku) kaki kudaku telah ambles (masuk kedalam bumi)
Engkau mengerti dan tidak ragu bahwa Muhammad itu ada-lah seorang utusan dan tidak ada yang mengingkarinya.
Minggirlah dan kembalikan manusia ini dalam mengejar Muhammad.
Aku telah melihat derajat Muhammad pada hari ini, dan ak-an tampak tanda-tandanya nanti. “
(Nasehat dalam Tujuh Peristiwa oleh Syekh Abi Nasru Mu-hammad bin Abdurrahman Al-Hamdaniy – penerjemah Fuad Kauma)

Dengan menyimak peristiwa yang diungkapkan diatas, ma-ka betapa besar masalah permusuhan itu akan mempengaruhi jiwa seseorang karena ketidak mampuannya memelihara naluri yang sangat dipengaruhi oleh hawa nafsu, oleh karena itu simaklah surat dan ayat dibawah ini untuk menuntunmu kejalan yang diridhoi oleh Allah SWT. :
SURAT FUSHSHILAT (KE 41 : 54 ayat : 34)
(34) Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.

Kita hidup ditengah-tengah masyarakat yang mendambakan kedamaian, bila kita bersikap dan berperilaku sesuai dengan ajaran islam, niscaya kita dapat hidup penuh kerukunan dian-tara kita, menjauhi akibat permusuhan yang akan terjadi.

Dibawah ini diungkapkan Muhammad Bersabda:

“Tidak akan masuk surga seseorang yang membuat tetangga tidak aman karena gangguannya” {H.R.Muslim)

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka ja-nganlah ia menyakiti tetangga. Dan barangsiapa beriman ke-pada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia berkata yang baik atau diam. (H.R. Bukhari-Muslim)

“Jibril selalu berpesan kepadaku supaya berbuat baik terhadap tetangga, sehingga saya mengira bahwa tetangga akan memperoleh hak waris” (H.R.Bukhari- Muslim)

KEADILAN
Dapatkah kita memiliki sikap dan perilaku dalam bentuk keadilan dalam perbuatan hidup di dunia ini. Oleh karena itu wujud keadilan bukan hanya harus dijalankan, tetapi juga dinyatakan dan tampak dijalankan. Jawabannya akan terletak tingkat kedewasaan rohaniah seseorang yang mampu dari waktu ke waktu dalam perjalanan hidup ini, menumbuh-kembangkan kepribadian yang memiliki kejujuran untuk me-negakkan perbuatan keadilan dalam menuju kenikmatan hi-dup di dunia dan akhirat.

Simaklah petunjuk yang termuat dalam surat dan ayat diba-wah ini sebagai awal kita merenung tentang sikap dan peri-laku dalam perbuatan keadilan ini :

SURAT AL A’RAF (KE 7 : 206 ayat : 29)
(29) Katakanlah : “Tuhanku menyuruh menjalankan keadil-an”. Dan (Katakanlah) : “Luruskan muka (diri)mu di setiap shalat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan keta’atan mu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu akan kembali ke-pada-Nya”

SURAT AL MUMTAHANAH (KE 60: 13 ayat: 8)
(8) Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan ber-laku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu ka-rena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

Kedua surat dan ayat yang kita ungkapkan diatas, sangatlah jelas bagimu, berbuat keadilan kepada siapapun harus dija-
lankan dan ditampakkan. Ingatlah selalu mutiara kepribadi-an Muhammad saw seperti : “Tidaklah sempurna iman sese-orang, apabila dia belum bisa mencintai sesamanya seperti mencintai dirinya sendiri”

Oleh karena itu kalau kamu akan dipandang sebagai orang yang bermakna dalam hidup ini, jika dalam menjalankan ke-hidupan ini kamu isi dengan kesungguhan berbuat keadilan dalam perbuatanmu, maka kamu tidak akan diseret oleh per-buatan ketidakadilan dalam perbuatanmu, disitulah terletak kenikmatan hidup ini.

Kemampuan seseorang memanfaatkan alat pikiran berupa kesadaran, kecerdasan dan akal dalam proses yang berurutan yang effektif, maka faktor keadilan ikut memainkan fungsi-nya dalam proses pengambilan keputusan untuk suatu per-buatan yang di ridhoi oleh Allah SWT. Dengan demikian da-pat pula kita mengatakan bahwa tanpa keadilan tidak ada suatu kemerdekaan, oleh karena itu marilah kita meyakini benar dan percaya bahwa keadilan merupakan daya dorong untuk menciptakan kekuatan dalam perbuatan sampai akhir jaman untuk menjalankan kewajiban yang benar dalam me-nuju kenikmatan hidup di dunia dan selamat di akhirat.

Untuk mempertebal keyakinan dan kepercayaan itu, simaklah surat dan ayat dibawah ini :

SURAT AL AN’AM (KE 6: 165 ayat : 152 )
(152) Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfa’at, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang mela-inkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata,
maka hendaklah kamu berlaku adil kendatipun dia adalah kerabat(mu) dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat.

SURAT AL HUJURAAT (KE 49 : 18 ayat : 9)
(9) Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mu’mim berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah sa-tu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali, kepada perintah Allah ; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

Kedua surat dan ayat yang kita ungkapkan diatas sebagai penuntun dalam mengaktualisasikan kesadaran, kecerdasan dan akal dalam usaha mencari hikmah berpikir dalam mewu-judkan keadilan pada sikap dan perilaku agar semua perbuat-an mendapat manfaat disatu sisi dan disisi lain membentuk jiwa dan rohani supaya lebih mengenal kepada Allah SWT.

Dengan menumbuhkan keadilan pada jiwa ini, itu berarti memberikan sinar hati dalam menuju manusia mulia dan ma-nusia bijaksana, artinya disatu sisi melambangkan orang yang baik perbuatannya yang memuliakan jiwanya dengan takwa dan memeliharanya dari ketidakadilan, disisi lain me-lambangkan sebagai orang yang tidak mendahulukan dan mengutamakan dunia dan yang menahan nafsunya dari per-buatan yang menyalahi kesadaran, kecerdasan dan akalnya yang lurus.
AMALAN BATIN
DALAM SISI MASALAH PERSAUDARAAN,
KEPENTINGAN DAN TAMU
PERSAUDARAAN

Bgaimana kita dapat melahirkan dan menumbuhkan rasa persaudaraan kedalam kalbu kita, agar kita selamat hidup di dunia dan akherat. Sikap dan perilaku kita hidup di dunia ini ditunjukkan oleh wujud kehadiran kita di tengah-tengah ma-syarakat yang mampu memberikan keteladanan mengisi ak-tualisasi diri kedalam makna persaudaraan.

Cobalah renungkan tentang hubungan Imam Ali dengan Ra-sulullah SAW, dimasa kecil :
“ … Dan telah kalian ketahui tempatku di sisi Rasulullah saw.; dengan kekerabatanku yang amat dekat dan kedudukan ku yang khusus. Beliau meletakkan aku di pangkuannya ketika aku masih seorang bocah. Didekapnya aku ke dada-nya , dipeluknya di pembaringannya, disentuhkannya aku dengan tubuhnya dan diciumkannya aku harum aromanya. Adakalanya beliau mengunyah sesuatu lalu disuapkannya ke mulutku. Tiada pernah ia mendapatiku berdusta dalam suatu ucapan atau gegabah dalam suatu perbuatan.

Sejak masa kecilnya, Allah SWT telah menyertakan dengan-nya malaikat-Nya yang termulia, agar menunjukkan kepada-nya jalan keluruhuran pekerti serta kemuliaan akhlak, di si-ang hari ataupun di malam harinya.

Aku pun mengikutinya ke mana beliau pergi, bagai anak un-ta setia mengikuti ibunya. Tiap hari ia meengajariku tambah-
an pengetahuan dari akhlaknya dan memerintahkan aku agar mencontohnya. Di hari-hari tertentu, setiap tahunnya, ia me-nyingkir menyendiri di gua Hira, dan aku melihatnya semen-tara tidak seorangpun amelihatnya selain aku.
Pada saat itu tak ada satu pun rumah tangga yang terikat da-lam Islam selain Rasullullah saw. Dan Khadijah serta aku, yang ketiga setelah keduanya. Dan aku pun menyaksikan sinar wahyu dan kerasulan, menghirup pula semerbaknya kenabian. (Mutiara Nahjul Balaghan, diterjemahkan oleh Muhammad Al-Baqir)

Selanjutnya simaklah surat dan ayat dibawah ini, yang me-ngingatkan kita makna arti persaudaran yang harus kita yakini sebagai landasan untuk menumbuh kembangkan kedalam kalbu ini :

SURAT AN NISAA’ (KE 4: 176 ayat : 25)
(25) Dan barangsiapa di antara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita mer-deka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu meliki. Allah mengetahui kei-mananmu ; sebagian kamu adalah sebagian yang lain. Kare-na itu kawinilah mereka dengan seizing tuan mereka dan be-rilah maskawin mereka menurut yang patut, sedang mereka-pun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai priaannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan ka-win, kemudian mereka mengerjakan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separo hukuman dari hukuman wa-nita-wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kesu-litan menjaga diri ( dari perbuatan zina) di antaramu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maaha Pengam-pun lagi Maha Penyayang.

SURAT ALI IMRAN (KE 3 : 200 ayat : 103)
(103) Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (aga-ma) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni’mat kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahilayah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, la-lu menjadilah kamu karena ni’mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Al-lah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu men-dapat petunjuk.

Kedua surat dan ayat itu mengingat kita kepada suatu kisah Imam Al-Bagir dan Seorang Nasrani seperti dibawah ini :
“Imam Bagir adalah Muhammad bin Ali bin Husain r.a. Beliau bergelar Bagir yang berarti : yang membelah, atau yang membuka. Imam ini selalu di panggil dengan sebutan Bagir al-Ulum (pembuka ilmu-ilmu pengetahuan). Seorang Nasrani dengan nada mengejek, mengubah kata bagir deng-an bagar, yang berarti sapi. Dia berkata kepada Imam:”Anta Bagar (Anda sapi)”. Wajah imam tidak menjadi merah, apa-lagi marah, bahkan dengan penuh kerendahan hati beliau berkata: “Saya bukan Bagar, saya adalah Bagir” “Anda ada-lah anak seorang wanita yang kerjanya memasak” kata orang itu lagi. “Ya, itu kkerjanya. Tapi pekerjaan itu bukan peker-jaan yang memalukan.” “Ibumu seorang yang hitam, tidak tahu malu dan berlidah jahat.”
“Kalaulah tuduhanmu terhadap ibuku itu benar, mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosanya> Kalau tidak, se-moga Allah mengampuni dosao-dosa tuduhan bohongmu itu”. Menyaksikan kesabaran yang luar biasa dari seorang yang mampu mendera seorang non-Muslim seperti dia kare-na mengganggu dan menduh seperti itu, tak awal jiwanya
guncang dan terkesan. Tidak lama setelah itu, dia memeluk islam.” (Kisah Sejuta Hikmah oleh Murthada Muthahhari)

Selanjutnya renungkan lebih lanjut surat dan ayat yang kita ungkapkan dibawah ini :

SURAT AL HUJARAT (KE 49 : 18 ayat : 10, 13)
(10) Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertak-walah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.

(13) Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadi-kan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesunggunya orang yang paling mu-lia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling ber-takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengeta-hui lagi Maha Mmengenal.

SURAT AL MAIDAH (KE 5 : 120 ayat : 32)
(32) Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hokum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang-siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semua-nya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sunguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi.

SURAT AL BAQARAH (KE 2 : 286 ayat : 83)
(83) Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu) : Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata
yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali se-bagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.

Dengan menyimak surat-surat dan ayat-ayat yang kita kemu-kakan diatas lebih mempertebal untuk menyerah diri dan percaya atas kebenaran arti makna persaudaran yang dapat menyentuh mata hati manusia.

Sejalan dengan itu marilah kita menyimak satu tulisan oleh Jalaluddin Rakhmat dalam Islam Aktual yang mengungkap-kan “Menyambung Tali Persaudaraan” sebagai berikut :

“ Abdullah bin Abi Awfa bercerita: Kami waktu itu sedang berkumpul bersama Rasulullu saw. Tiba-tiba beliau berkata: “Janganlah duduk bersamaku hari ini orang yang memutus-kan persaudaraan.” Segera seorang pemuda berdiri mening-galkan majelis Rasulullah. Rupanya sudah lama ia berteng-kar dengan bibinya. Ia lalu meminta maaf kepada bibinya dan bibinya pun memaafkannya. Setelah itu, barulah ia kem-bali kepada Majelis Nabi. Nabi saw. Berkata: “Sesungguh-nya rahmat Allah tidak akan turun kepada suatu kaum yang di situ ada orang yang memutuskan persaudaraan”. (Al-Targhib 3:345).

Perhatikanlah keluarga kita, kaum yang paling kecil. Bila didalamnya ada beberapa orang yang sudah tidak saling me-negur, sudah saling menjauhi, apalagi kalau di belakang sa-
ling menohok dan memfitnah, maka rahmat Allah akan di-jauhkan dari seluruh anggota keluarga itu. Kemudian, perha-tikan umat Islam Indonesia, kaum yang lebih laus. Bila di dalamnya masih ada kelompok yang mengafirkan kelompok yang lain, atau membentuk jamaah yang lain, atau tidak mau bershalat jamaah dengan kelompok yang pendapatnya berbe-da, maka seluruh umat akan terputus dari rahmat Allah. Sukarlah umat yang seperti itu akan memperoleh kemenang-an. “Maukah kalian aku tunjuki amal yang lebih besar paha-lanya dari shalat dan puasa?” Tanya Rasulullah saw. Kepada sahabat-sahabatnya. “Tentu saja”, jawab mereka. Rasulullah menjawab, “Engkau damaikan orang-orang yang berteng-kar”. Menyambungkan persaudaraan yang terputus, memper-temukan kembali saudara-saudara yang berpisah, menyem-batani berbagai kelompok dalam Islam dan mengkukuhkan ukhuwwah di antara mereka adalah amal ssaleh yang besar pahalanya. “Barangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rizkinya, hendaklah ia menyambungkan persaudaraan” (H.R. Bukhari dan Muslim).”

Dengan mengungkapkan hal-hal diatas diharapkan semua itu dapat memberikan daya dorong untuk menemukan tentang diri kita, karena itu, disitulah letak kesadaran, kecerdasan dan akal untuk mendorong dalam berpikir, agar kita terus mendewasakan ketawakalan dan keimanan dalam hidup ini.

Sejalan dengan itu cobalah renungkan pandangan yang di-ungkapkan Imam Ja’far Ash-Shadig dalamThe Latern of the Path (Lentera Ilahi), mengemukan seperti dibawah ini:

“Ada tiga hal yang langka dalam setiap zaman: persaudara-an dalam keyakinan kepada Allah ; seorang istri yang taat

dan penuh kasih yang membantu dalam menguatkan iman suaminya kepada Allah ; dan seorang putra yang berjalan di jalan yang lurus. Barangsiapa yang telah menemukan ketiga hal tersebut berarti ia telah mendapatkan kebaikan untuk ke-dua tempat kediaman itu dan bagian yang paling baik di du-nia ini dan akhirat nanti. Waspadalah jika mengangkat seseo-rang sebagai saudara ketika kamu terpengaruh oleh ketamak-an, rasa takut, kecenderungan, uang, makanan atau minuman Carilah persaudaraan yang didasarkan atas rasa takut kepada Allah, bahkan sampai ke ujung bumi dan bahkan jika kamu melewatkan seluruh masa hidupmu untuk mencari mereka. Allah tidak pernah meninggalkan seorang pun yang lebih baik disbanding mereka setelah para Nabi di atas bumi ini, juga tidak pernah Dia memberikan kepada seorang hamba karunia sebagaimana karunia keberhasilan untuk menemu-kan persahabatan mereka. Allah telah berfirman, “Teman-teman akrab pada hari salaing bermusuh-musuhan, kecuali orang-orang yang takwa”(QS.43:67). Bila dikutip dari Al Qur’an, bunyi terjemahan sbb.”Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa”
Saya percaya bahwa setiap orang yang mencari teman tanpa cacat di masa sekarang ini tidak akan pernah mendapatkan-nya. Tidak tahukah kamu bahwa tanda kehormatan pertama yang diberikan oleh Allah kepada para Nabi-Nya ketika se-ruan mereka untuk beriman menjadi dikenal adalah seorang kawan atau pembantu yang dapat dipercaya? Demikian pula, pemberian paling mulia yang diberikan oleh Allah kepada kawan-kawan, para pendukung (awliya), teman-teman sejati dan orang-orang kepercayaan-Nya adalah uluran persahabat-an dari para Nabi-Nya. Ini membuktikan bahwa, setelah pe-ngetahuan tentang Tuhan (ma’rifah Allah), tidak ada rahmat

di kedua tempat kediaman itu yang lebih luhur, lebih unggul atau lebih murni dibandingkan dengan persahabatan dalam keyakinan kepada Allah dan persaudaraan demi Dia.”
KEPENTINGAN

Kepentingan mengandung makna kebutuhan. Dalam meme-nuhi kebutuhan akan didorong oleh suatu perbuatan manusia dengan menggerakkan otak. Dengan otak itu pula manusia ingin mewujudkan kepentingannya.

Marilah kita menyimak surat dan ayat yang kita ungkapkan dibawah ini :

SURAT AL BAQARAH (KE 2 : 286 ayat : 237, 219)
(237) Jika kamu menceraikan isteri-isterimu sebelum kamu bercampur dengan mereka, padahal sesungguhnya kamu su-dah menentukan maharnya, maka bayarlah seperdua dari mahar yang telah kamu tentukanitu, kecuali jika isteri-isteri-mu itu mema’afkan atau di ma’afkan oleh orang yang me-megang ikatan nikah, dan pema’afan kamu itu lebih dekat kepada takwa. Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala apa yang kamu kerjakan.

(219) Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan be-berapa manfa’at bagi manusia, tapi dosa keduanya lebih be-sar dari manfa’atnya. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari ke-perluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepadamu supaya kamu berpikir.
Bertolak dari peringatan yang termuat dalam surat dan ayat diatas, maka setiap wujud dari perbuatan manusia dalam me-menuhi kepentingan dengan memanfaatkan kesadaran, ke-cerdasan dan akal akan mempertimbangkan tingkat kepen-tingan dan pemanfaatannya.

Wujud kepentingan dalam memenuhi kebutuhan akan sangat ditentukan rasa kecintaannya atas kepentingan itu sendiri, se-hingga aktualisasi dari kesadaran, kecerdasan dan akal seha-rusnya bertolak dari rasa kecintaan dari pembenaran Allah dan Rasul-Nya.

Selanjutnya cobalah renungkan kisah sjuta hikmak Murtadha Muthahhari dalam “Keuntungan yang ditolak” sbb. :

“Kebutuhan hidup keluarga Imam Ja’far Ash-Shadig r.a. se-makin bertambah. Beliau berpikir bahwa dengan berniaga tentu beliau akan bias membiayai perbelanjaan keluarganya. Dengan modal seribu dinar, beliau menyuruh pembantunya, Mushadif, untuk berangkat ke Mesir dan berniaga.

Mushadif membeli jenis barang yang biasa dibawa ke Mesir. Dia berangkat bersama rombongan pedagang lain yang juga hendak kesana.

Etibanya di perbatasan Mesir mereka berjumpa dengan rom-bongan pedagang lain yang baru pulang dari sana. Mereka bertanya tentang situasi setempat. Akhirnya mereka diberita-hu bahwa jenis barang yang dibawa oleh Mushadif dan rom-bongannya, sekarang mengalami krisis sehingga mendapat pasaran yang baik.
Pedagang-pedagang ini merasa gembira mendengar berita “baik” tersebut. Kebetulan jenis yang mereka bawa adalah
keperluan sehari-hari, yang pasti akan dibeli oleh setiap orang, walau dengan harga paling mahal sekalipun. Mereka berjanji dan bersepakat untuk mengeruk keuntungan tidak kurang dari 100%.

Rombongan tiba di Mesir. Ternyata, keadaannya memang seperti yang diberitahukan oleh kafilah tadi. Berdasarkan ke-sempatan bersama, akhirnya mereka membuat pasar gelap dan menjual barang bawaan mereka dua kali lipat dari harga biasa.

Mushadif kembali ke Madinah dengan membawa laba bersih seribu dinar. Dia dating menghadap Imam Shadiq dengan rasa gembira. Diserahkannya dua kantung berisi uang, ma-sing-masing seribu dinar. Apa ini? Tanya Imam.”Yang satu adalah modal yang imam berikan kepadaku, dan lainnya a-dalah keuntungan bersih, seribu dinar, “Jawab Mushadif. “Banyak benar!? Tanya Imam keheranan. “Coba kau jelas-kan bagaimana kalian bias mengeruk keuntungan sedemiki-an besar!” “Begini ceritanya. Setibanya di perbatasan Mesir, kami mendapat informasi bahwa jenis barang bawaan kami sudah nyaris kosong di pasaran Mesir. Kami sama-sama ber-sumpah untuk tidak menjual barang-barang itu kecuali dengan keuntungan dua kali lipat.”

“Subhanallah!” ucap Imam. “Kalian sanggup berbuat demi-kian? Kalian bersumpah untuk membuat pasar gelap di te-ngah-tengah kaum Muslimin, dan mengeruk keuntungan dua kali lipat dari mereka? Ma’azallah. Tidak. Aku sama sekali tidak menginginkan perniagaan dan keuntungan seperti ini”

Kemudian Imam mengambil satu di antara dua kantung tadi dan berkata: “Ini adalah modalku semula” Beliau tidak ame-
nyentuh kantung yang satunya. Lalu beliau bberkata: “Aku tidak ada urusan dengan yang satu itu”. Lalu beliau berkata lagi: “Hai Mushadif, berperang adalah lebih mudah ketim-bang mencari yang halal”
TAMU

Renungkan, mutiara kepribadian Muhammad S.A.W. yang menjadi sari taladan umatnya berupa “Berbuat baik kepada orang yang tidak baik. Andaikata anda berbuat baik kepada orang baik, anda telah melaksanakan sesuatu yang tepat. Tetapi jika anda berbuat baik kepada orang yang tidak baik maka anda tetap orang baik.”

Yang menjadi masalah kita, seberapa jauh kita dapat me-ningkatkan kedewasaan sikap dan perilaku dalam mengha-dapi keikhlasan ibadat dan menyantuni setiap orang. Oleh karena itu ingatlah mutiara kepribadian Muhammad SAW berupa “Tidaklah sempurna iman seseorang, apabila dia be-lum bisa mencintai sesamanya seperti mencintai dirinya sen-diri”

Betapa besar daya dorong, bila kita meyakini benar dan ingin mengaktualisasikan kedalam perubahan sikap dan perilaku dari sari tauladan itu dalam menyesiati musuh yang paling besar yang ada dalam diri kita.

Sejalan dengan itu kalau kita ingin memperbaikinya disitu ada jalan pada setiap masalah yang sudah kita identifikasi pada setiap situasi yang ada, maka tak ada sesuatu yang mus-tahil bagi orang yang mau.
Makanya perbanyaklah kamu merenung, membaca dan menghayati perintah Allah SWT, seperti surat dan ayat diba-wah ini :

SURAT AL BAQARAH (KE 2 : 286 ayat: 215, 177)
(215) Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah : Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang se-dang dalam perjalanan”. Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.

(177) Bukanlah menghadapkan wajahmu, ke arah timur dan barat itu, suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebaji-kan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malai-kat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi da memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta ; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat dan menunaikan zakat ; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang be-nar (imannya) ; dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

SURAT AT TAUBAH (KE 9 : 129 ayat : 60, 6)
(60) Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-paengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengeta-hui lagi Maha Bijaksana.

(6) Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supa-ya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.

Dengan menyimak peringatan-peringatan didalam surat dan ayat yang kita ungkapkan diatas, seharusnya mempertebal keyakinan dan berserah diri kepada kecintaan kita kepada Allah SWT semata-mata, karena ia mengetahui setiap per-buatan apapun yang kita lakukan di muka bumi ini.

Jadi bila kita ingin menemukan jalan, dalam usaha meme-cahkan masalah untuk tidak menutup diri terhadap manusia maka janganlah berlama-lama menutup diri dari manusia. Sikap dan perilaku seperti itu akan menyebabkan rasa kesal di hatimu dan menghilangkan kesempatan untuk memahami masalah-masalah yang engkau hadapi, sehingga dalam kehi-dupan ini bercampur aduklah yang haqq dan yang bathil.

Oleh karena itu, ibarat seorang pemimpin adalah juga orang biasa yang tidak dapat mengetahui apa yang dilakukan orang di belakangnya. Sedangkan kebenaran tidak memiliki tanda-tanda yang dapat membedakan dengan jelas antara berbagai macam ketulusan dan kepalsuan. Jadi dalam hidup ini eng-kau berada dalam dua situasi seperti disatu sisi dimana per-buatanmu menjadi seorang dermawan yang selalu bermurah hati dalam kebenaran dan disisi lain engkau adalah penderita penyakit bakhil yang segera akan membuat orang banyak enggan meminta sesuatu darimu karena keputusasaan mere-ka untuk mendapatkannya.

RENDAH HATI DAN KHUSYU’

Dalam meningkatkan kedewasaan sikap dan perilaku dalam kehidupan ini dapat diibaratkan seperti dalam kebahagian se-baiknya jangan tinggi hati, sebaliknya dalam kesusahan ja-ngan kehilangan semangat, ini menunjukkan bahwa keren-dahan hati disukai orang.

Rendah hati bermuara dari kemurahan hati seperti yang di-perlihat oleh sifat para nabi dan merupakan tonggak iman. Dengan sikap dan perilaku yang rendah hati, itu menunjuk-kan adanya keyakinan dan cita-cita kemurahan hati dalam setiap perbuatan dibuatnya.

Simaklah surat dan ayat dibawah ini :
SURAT AL AN’AM (KE 6 : 165 ayat : 63-64)
(63) Katakanlah : Siapakah yang dapat menyelamatkan ka-mu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdo’a ke-padaNya dengan berendah diri dan dengan suara yang lem-but (dengan mengatakan) : Sesungguhnya jika Dia menye-lamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur”

(64) Katakanlah “ Allah menyelamatkan kamu daripada ben-cana itu dan dari segala macam kesusahan, kemudian kamu kembali mempersekutukan-Nya”

SURAT AL A’RAF (KE 7 : 206 ayat : 55, 205-206)
(55) Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
(205) Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak menge-raskan suara, di waktu pagi, petang dan janganlah kamu ter-masuk orang-orang yang lalai.

206) Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tu-hanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mere-ka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nyalah mereka bersujud.

Dari surat dan ayat yang kita ungkapkan diatas, memberikan petunjuk bahwa kemurahan hati diberikan kepada setiap o-rang yang dikasihi oleh Allah SWT. Yang menjadi masalah adalah seberapa jauh orang dapat melepaskan diri dari soal-soal duniawi yang dapat merugikan orang lain. Dapatkah ki-ta membayangkan bila ia kelaparan sedangkan orang lain ia berikan makan, ia berikan pakaian kepada orang lain sedang dirinya telanjang, hidupnya selalu memberikan ssuatu untuk orang lain sedangkan dia tidak bersedia menerima apapun dari orang lain. Jadi bagi orang yang rendah hati akan selalu memikirkan bahwa ia yakin dan rela menyerahkan miliknya untuk mematuhi dan berbuat karena Allah SWT.

Untuk meningkatkan rendah hati dan khusuk dalam setiap perbuatan ini, renungkan peringatan dalam surat dan ayat dibawah ini :

SURAT HUUD (KE 11 :123 ayat : 23)
(23) Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan menger-jakan amal-amal saleh dan merendahkan diri kepada Tuhan
mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni surga mereka kekal di dalamnya.

SURAT AL ANBIYAA’ (KE 21 : 112 AYAT : 89-90)
(89) Dan (ingatlah kisah) Zakariya tatkala ia menyeru Tuhannya : “Ya Tuhanku janganlah engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan engkaulah Waris Yang Paling Baik.

(90) Maka kami memperkenankan do’anya, dan kami anuge-rahkan kepada Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat me-ngandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo’a kepada kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusu’ kepada kami.

SURAT AL HAJJ (KE 22 : 78 ayat : 34-35, 54)
(34) Dan bagi tiap-tiap ummat telah kami syariatkan pe-nyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka , maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, kare-na itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).

(35) (yaitu) orang-orang apabila disebut nama Allah geme-tarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sem-bahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka.

(54) dan orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al Quran itulah yang hak dari Tuhanmu lalu
mereka kepadanya dan sesungguhnyaAllah adalahPemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.
SURAT AL MU’MINUN (KE 23 : 118 ayat : 1-2)
(1) Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
(2) (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.

SURAT AN NUUR (KE 24 : 64 ayat : 30)
(30) Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman : “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memeliha-ra kemaluannya ; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang merka perbuat”.

SURAT AL QASHHASH (KE 28 : 88 ayat : 83)
(83) Negeri akhirat itu , kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusak-an di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang bertakwa.

SURAT LUKMAN (KE 31 : 34 ayat : 18-19)
(18) Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari ma-nusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di mu-ka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyu-kai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

(19) Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan lunak-kanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.

Keseluruhan surat dan ayat yang kita ungkapkan diatas, ma-ka dengan keyakinan dan menyerahkan diri kepada Allah SWT dalam arti menjalankan seluruh perintah-Nya untuk di-taati dan menghindarkan seluruh larangan-Nya.

Dengan sikap dan perilaku yang dituntun atas perintah-Nya, maka perjalanan hidup yang penuh tantangan ini menjadi indah untuk dilalui, sehingga wujud dari rendah hati dan khusu’ merupakan ruang tunggu bagi kesempurnaan.

Hanya dengan ketakwaan kepada-Nya, kita dapat mengenda-likan emosi dan naluri serta menjaga memori, sehingga kita mampu mengendalikan luapan amarah, kekerasan dalam per-buatan, ketajaman tangan dan lidah. Jadi dengan begitu kita mampu memilih yang paling bijaksana, bahkan tidak memu-tuskan sesuatu setelah kekacauan hati ini diingatkan kembali oleh yang maha kuasa.

Dengan menumbuh kembangkan kedewasaan rendah hati dan khusu’ dalam kehidupan ini, maka dalam mengaktuali-sasikan kesadran, kecerdasan dan akal pada semua perbuatan dimana usaha mengendalikan hati menjadi korban perasaan-nya, kesuksesan mendorong kesombongan, kekecewaan me-lahirkan patah hati. Kesemuanya itu merupakan gerakan pi-kiran dari kehendak, naluri dan paksaan. Bila hal itu dida-sarkan kepada rendah hati dan khusus’ yang melahirkan cin-ta kepada Allah semata, maka gerakan pikiran itu akan ter-tuju pada tidak ada kebaikan dan kemaslahatan bagi setiap wujud kecuali gerakan cintanya diperuntukkan bagi pencip-tanya, dan itu berarti ia melepaskan miliknya untuk mema-tuhi Allah dan berbuat demi Allah semata. Disinilah letak kesempurnaan dari aktualisasi pikiran dalam mewujudkan kebenaran dari gerakankehendak, naluri dan paksaan kejalan yang benar.
AMPUNAN / MA’AF

Mampukah seseorang yang memiliki kekuasaan menjadi pe-maaf. Umumnya dalam bersikap dan berperilaku dengan makin besar kekuasaan, ada kecenderungan makin besar bahaya penyalahgunaannya, sehingga tidak heran dalam ke-hidupan ini orang sangat mengagungkan mempunyai kekua-saan, tapi sebaliknya ia tidak menyadari kecemasan juga ada dibaliknya karena kadang kala begitu sulit untuk menyentuh hati agar dapat memahami dimana kebaikan itu berhenti dan kejahatan itu bermula.

Untuk menuntun cahaya mata hati agar tingkat kedewasaan tawakal kepada Allah SWT, maka coba renungkan surat dan ayat dibawah ini :

SURAT ALI IMRAN (KE 3 : 200 ayat : 159)
(159) Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohon-kanlah ampun bagi mereka. Dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah
membulatkan tekad, maka bertakwalah kepada Allah. Se-sungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

SURAT AN NISAA’ (KE 4 : 176 ayat : 27-28, 98-99)
(27) Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).

(28) Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.

(98) kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan ti-dak mengetahui jalan (untuk hijrah).

(99) mereka itu, mudah-mudahan Allah mema’afkannya. Dan Allah Maha Pema’af lagi Maha Pengampun.

SURAT AL A’RAF (KE 7 : 206 ayat : 199)
(199) Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerja-kan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.

SURAT HUUD (KE 11 : 123 ayat : 11)
(11) kecuali orrang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh ; mereka itu beroleh am-punan dan pahala yang besar.

SURAT AZ ZUMAR (KE 39 : 75 ayat : 24)
(24) Maka apakah orang-orang yang menoleh dengan mu-kanya menghindari azab yang buruk pada hari kiamat (sama dengan orang mu’min yang tidak kena azab)? Dan dikatakan kepada orang-orang yang zalim. “Rasakanlah olehmu balasan apa yang telah kamu kerjakan”

SURAT AN NAJM (KE 53 : 62 ayat : 32)
(32) (Yaitu) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan per-buatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Se-sungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadi-

kan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam pe-rut ibumu ; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa

SURAT AT TAGHABUN (KE 64 : 18 ayat : 14)
(14) Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-istermu dan anak-anakmu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka ; dan jika kamu mema’afkan dan tidak me-marahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Pengampun lagi Maha Penyayang.
Dengan merenung dan kita dapat memahami makna peri-ngatan yang ditunjukkan oleh Allah SWT dalam surat dan ayat yang diungkapkan diatas, akan sangat tergantung ting-kat kemampuan berpikirnya dengan memanfaatkan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya. Dapat kita bayangkan ibarat bahwa kita akan sangat heran bahwa manusia saban hari me-nyisir rambutnya, tetapi tidak ada menyisir otaknya (otak atas dan otak dibawah sadar), begitu pula dalam kehidupan ini orang senang makan dan membersihkan badan tetapi sa-ngat sulit memberi makanan jiwa dan membersihkan keba-thinannya karena ia belum meyakini benar ungkapan seperti “Agama itu akal, dan tidak ada agama bagi siapa yang tidak berakal”. Oleh karena itu simaklah surat dan ayat dibawah ini yang mengungkapkan keutamaan Ilmu dalam Surat Ali ‘Imran (ke 3, ayat 18) sebagai berikut :
(18) Alah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadil-an. Para Malaikat dan orang-orang yang Berilmu (juga me-nyatakan yang demikian itu). Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Jadi dengan ilmu kita berusaha untuk mendapatkan jalan me-nuju maaf dan ampunan dan bila itu kehendaki oleh Allah SWT, maka Dia telah memberikan cahaya-Nya.

Oleh karena itu, yakinlah bahwa maaf adalah rahasia Tuhan didalam hati orang-orang yang dipilihnya, maka manfaatkan kesadran, kecerdasan dan akal dalam bersikap dan berperila-ku untuk selalu memberi maaf sesama manusia, bagaimana mungkin kamu mengharapkan ampunan dari Allah SWT, bila engkau tidak berbuat seperti itu.

Sejalan dengan apa yang kita utarakan itu, maka simaklah surat dan ayat dibawah ini sebagai peringatan bagimu :
SURAT AN NUUR (KE 24: 64 ayat : 22)
(22) Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema’afkan dan berla-pang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah kira bah-wa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balas-an dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.

KATA PENGANTAR
Renungan Bacaan Amalan Batin Dilihat Dari Sisi Hubung-an Manusia adalah suatu tulisan yang mengingatkan tentang umur dan perbuatan manusia. Perbuatan manusia itu dige-rakkan oleh pikiran. Pikiran adalah tambang emas yang ada dalam otak manusia yang penuh dengan keajaiban. Bila kita ingin mendapatkan sesuatu darinya, maka galilah sepuas hatimu. Cobalah kita renungkan sejenak seandainya kita me-nginginkan selamat hidup di dunia dan akherat.

Pikiran selamat hidup di dunia dan akherat adalah suatu usa-ha untuk mendewasaakan secara berkesinambungan dari ma-sa umur yang sejalan dengan semua perbuatan yang menuju kecintaan kepada Allah SWT, oleh karena itu wujudkan ge-rakan untuk berpikir tentang karunia-Nya melalui proses peningkatan amalan batin.

Saat kita merenungkan untuk berpikir tentang Karunia-Nya, maka terlintas dalam pikiran untuk mengetahui tentang ma-sa umur seperti yang diungkapkan oleh Ibnul Jauzi, telah membagi umur ini men-jadi lima masa :
1) Masa kanak-kanak, sejak dilahirkan hingga mencapai lima belas tahun ;
2) Masa muda, dari umur lima belas tahun hingga umur tiga puluh lima tahun ;
3) Masa dewasa, dari umur tigapuluh lima tahun hingga umur limapuluh tahun ;
4) Masa tua, dari umur limapuluh tahun hingga tujuhpuluh tahun ;
5) Masa usia-lanjut, dari umur tujuhpuluh tahun hingga akhir umur yang dikaruniakan oleh Allah.

Merenung tentang umur, tak lain untuk mengingatkan kita dalam menempuh perjalan hidup didunia ini bahwa kita harus ingat penjemput maut pasti datang, hanya kita tidak tahu kapan datangnya. Rasulullah saw. telah diwafatkan oleh Allah SWT, yaitu dalam usia 63 tahun menurut riwayat yang shahih. Apa artinya itu bagi anak-anaku, tak lain adalah se-jalan dengan pesan Rasulullah saw. Bahwa:

“Rebutlah lima peluang sebelum terjadi lima perkara : masa mudamu sebe-lum tiba masa tua, masa sehatmu sebelum tiba masa sakit, masa lapangmu sebelum tiba masa sibuk, masa kayamu sebelum tiba masa papa dan masa hidupmu sebelum tiba ajalmu” (H.R.Al-Hakim Baihaqi, Ibnu Abi’ddunia, Ibnul – Mubarak).

Selanjutnya beliau bersabda bahwa : “Takkan bergeser kkedua kaki manusia pada hari kiamat sampai sele-sai ditanya tentang empat perkara :

1) Tentang umurnya, untuk apa dihabiskan,
2) Tentang masa mudanya, untuk apa dipergunakan,
3) Tentang hartanya, dari mana diperoleh dan untuk apa dibelanjakan,
4) Tentang ilmunya, apa yang sudah diperbuat dengannya” (H.R. Tirmidzi)

Dengan merenung itu, semoga ada motivasi kita untuk lebih mengenal tentang diri kita dengan mengingat perintah Allah SWT dalam SURAT FAATHIR (KE 35 : 45 ayat : 37)
“Dan mereka berteriak dalam neraka itu:”Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan

apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk ber-fikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) dating kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.

Dengan merenung itu, bangkitkan cahaya hati ini dalam me-nempuh perjalanan hidup untuk dunia dan akherat melalui tahapan peningkatan kedewasaan KETICINTAAN KITA KEPADA ALLAH SWT, hanya dengan itulah kita selalu akan ingat bahwa MAUT pasti datang, dan oleh karena itu persiapkan dirimu dengan melihat masa umur kita dengan berpikir, bekerja dan belajar sepanjang hidup ini, disitulah terletak kemampuanmu untuk memanfaatkan kesadran, ke-cerdasan dan akal yang ada dalam otakmu untuk amalan la-hir (syariat lahir disebut syariat diamalkan oleh jasad lahir) dan amalan batin (syariat batin disebut hakikat diamalkan oleh jasad batin atu roh). Jadi amalan lahir dan batin wajib dilaksanakan serentak dalam satu masa di semua waktu dan keadaan. Yang sangat menentukan dalam mewujudkan ke-cintaanmu kepada Allah SWT adalah amalan batin, tapi itu tidak berarti yang satu lebih penting dari yang lain, keduanya saling terikat dan mengisi, tetapi dalam keadaan ada kedua-nya hakikatlah yang lebih utama.

Jadi, ingatlah bahwa tambang emas ada dalam diri kita yaitu pikiranmu, galilah sepuas hatimu sesuai dengan niat yang engkau ucapkan dalam hati, maka disitulah terletak kemam-puanmu untuk meningkatkan amalan batin sebagai kunci suksesmu dalam mewujudka kecintaanmu kepada Allah SWT dengan memanfaatkan otak yang ada dalam diri ini, yang menjadi masalah seberapa jauhkan kita ingin me-ningkatkan kemampuan untuk mengelola otak yang penuh keajaiban didalamnya. Untuk membuka tabir keajaiban itu, kita haruslah konsisten dalam mengaktualisasikan alat pikiran ini berupa KESADARAN, KECERDASAN dan AKAL dalam proses yang teratur agar kita mampu mela-kukan dalam setiap perbuatan yang mengarah kepada karunia Allah SWT. Untuk itu kita harus memahami fungsi otak dalam memori, emosi dan naluri. Jadi dalam kehidupan ini tingkat kedewasaan rohaniah sampai ke tingkat yang paling tinggi kecintaanmu kepada Allah SWT agar kita dapat mengendalikan naluri dan emosi sebagai pilar yang dapat setiap waktu memanfaatkan memori ini.

Untuk mengingatkanmu, periksalah usaha-usaha kita dari waktu ke waktu terhadap sikap dan perilaku dalam usaha kita untuk meningkatkan kecintaan kita kepada Allah SWT yang nampak dalam pikiran kita seperti :
1) Menyadari sepenuhnya tentang maut.
2) Sadar akan kehendak Allah dari kehendak sendiri.
3) Melaksanakan dzikrullah secara otomatis.
4) Mengagungkan firman Allah dalam Al-quran.
5) Meningkatkan keyakinan dan menyerah diri untuk tujuan ibadah.
6) Menjalankan ibadah menjadi kebutuhan.

Akhirnya cobalah engkau renungkan kembali ungkapan Tirmidzi, dalam sebuah hadits yang ia terima dari Ibnu Abbas menyatakan bahwa Rasulullah saw, bersabda :

“Wahai Ghulam ! Sesungguhnya aku akan mengajarkan ke-padamu kalimat : Jagalah perintah yang diwajibkan Allah

dan larangan yang diharamkan-Nya, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah perintah yang diwajibkan Allah dan larangan yang diharamkan-Nya, niscaya kamu dijaga dan dibantu-Nya.
Apabila kamu memohon mohonlah kepada Allah.
Apabila kamu minta pertolongan, mintalah kepada Allah.
Dan ketahuilah, sesungguhnya seluruh makhluk seandainya berhimpun untuk memberi manfa’at kepadamu, niscaya me-reka tidak dapat memberikan manfa’at, kecuali hanyalah apa yang telah ditentukan Allah kepadamu.
Dan apabila mereka berhimpun untuk mendatangkan bahaya, maka mereka tidak akan dapat mendatangkannya kecuali ha-nyalah apa yang telah ditentukan Allah kepadamu.
Karena pena-pena telah diangkat sedang lembarannya sudah kering.”

Tulisan ini merupakan bagian pertama dari kumpulan tulisan yang berhubungan atas amalan batin dari sisi hubungan dengan Tuhan dan manusia.

Bandung, 25 Mei 2001.
Abdul Talib Rachman

Catatan :
Kebiasaan dalam menulis kutipan dari Al-Quran dengan menulis QS.35 : 37. Sedangkan dalam tulisan ini menulis seperti : Surat Faathir ( ke 35 : 45 ayat : 37) yang menunjuk-kan ke 35 artinya surat nomor 35 : 45 ayat menunjukkan jumlah seluruh ayat dalam surat tersebut : 37 menunjukkan ayat yang dikutip.
Tulisan yang sederhana ini, terutama ditujukan kepada anak-anakku yang tercita :

M. Haitan Rachman
M. Fauzan Rachman
M. Almawerdi Rachman
M. Alfaribi Rachman
M. Salifi Rachman
Nurdigitaliwati Rachman

Ingatlah selalu masa umurmu, dan disitulah terletak keingin-anmu untuk memanfaatkan alat pikiranmu berupa Kesadar-an, Kecerdasan dan Akal untuk menuntunmu dari setiap per-buatan yang di karunia Allah SWT. Maut akan datang setiap waktu untuk menjemputmu, oleh karena itu tingkatkan usaha usaha mendewasakan dalam masa umurmu tentang Kecin-taanmu Kepada Allah SWT.
DAFTAR ISI
Kesuksesan Dalam Masalah Keberhasilan 001-007

Kesuksesan Dalam Masalah Pekerjaan dan
Efesiensi Kerja 008-014

Kesuksesan Dalam Masalah Ke-ragu2an 015-020

Kesuksesan Dalam Masalah Ichtiar dan
Pertolongan Allah 021-034

Amalan Batin Dalam Sisi Masalah Kebaikan 035-042

Amalan Batin Dalam Masalah Tolong –
Menolong 043-045

Amalan Batin Masalah Kebajikan, Keramah-
Tamahan dan Kesempurnaan 046-056

Amalan Batin Dalam Sisi Masalah Kehor-
Matan Diri 057-057

Amalan Batin Dalam Sisi Masalah Kelakuan
Baik, Kasih Sayang, Perdamaian dan perten-
Tangan Pendapat 058-071

Amalan Batin Dalam Sisi Masalah Nafsu-
Seksuil, Amanat, Hirauan, Berkata Benar,
Permusuhan dan Keadilan 072-098

Amalan Batin Dalam Sisi Masalah Persau-
Daraan, Kepetingan Dan Tamu 099-120
Lampiran
Cuplikan bab pendahuluan dari
Manajemen Otak oleh Abdul Talib Rachman

 

AMALAM BATIN
DALAM SISI MASALAH KEBAIKAN

Setiap orang yang berpikir secara konsepsional materialistik, biasanya orang tersebut semangkin tinggi penghargaan orang kepada harta benda maka semakin dalam pulalah turunnya pehargaan orang kepada kebaikan.

Sesungguhnya umur manusia memang singkat, maka dalam me-ngikuti perjalanan hidup ini dalam kita berpikir, bekerja dan belajar dari kompilasi tahun demi tahun, bulan demi bulan, minggu demi minggu, hari demi hari, jam demi jam, detik demi detik akan memperlihatkan sikap dan perilaku kita dalam kehidupan ini dari bangun tidur hingga tidur lagi.

Marilah kita merenung sejenak surat dan ayat dibawah ini :

SURAT AL BAYYINAH (KE 98 : 8 AYAT : 7-8)
(7) Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.

(8) Balasan mereka disisi Tuhan mereka ialah surga ‘And yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.

Dari surat dan ayat tersebut diatas, bagi seorang mukmim sejati ia harus menyadari sepenuhnya tentang dirinya bahwa tiada pintu kebaikan yang terbuka dan kesempatan yang terbentang, melainkan dimanfaatkannya secara maksimal untuk menabung
selaksa kebaikan demi akhir kehidupannya kelak, ia tidak merasa puas dengan kebaikan yang banyak yang ia lakukannya, dan tidak merasa cukup dengan bekal ketaatan yang pernah diamalkannya. Setiap waktu dari umurnya dan setiap pintu hidup dalam kehidupannya senantiasa dipergu-nukan untuk berpacu memperbanyak amal-amal kebajikan yang dilandasi ke ikhlasan semata-mata mengharapkan ridha Allah SWT.

Dengan demikian akhlak dalam masalah kebaikan untuk menjadikan manusia dapat hidup aman, tentram dan rukun damai untuk dunia dan akhirat, maka jangan lupa kita sering mendengar-kan akan nasehat orang bijak seperti :

Sediakan waktu untuk membaca karena itu sumber hikmat.
Sediakan waktu untuk tertawa karena itu musiknya jiwa.
Sediakan waktu untuk berpikir karena itu pokok kemajuan.
Sediakan waktu untuk beramal karena itu pangkal kejayaan.
Sediakan waktu untuk kegembiraan karena itu membuat muda selalu.
Sediakan waktu untuk beriman karena itu adalah induk dari segala ketentraman hati.

Dengan sering mengingat akan nasehat 0rang-orang yang bijak berarti kita berusaha membuang kecemasan-kecemasan yang mempengaruhi jiwa dari kejahatan-kejahatan diri dan nafsu-nafsu-nya, mengalahkan setan, masuk kedalam tuntunan Allah SWT dan jaminan perlindunganya, seperti apa yang diungkapkan dalam surat dan ayat-ayat dibawah ini

SURAT AL BAQARAH (Ke 2 : 286 ayat : 195, 44, 148)
(195) Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam

kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

(44) Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri; padahal kamu membaca Al Kitab (Taurrat)? Maka tidakkah kamu berpikir?

(148) Dan bagi tiap-tiap Umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam
berbuat) Kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Oleh karena itu, dengan bertawakal kita meyakini benar apa yang kita anjurkan dan memeberikan nasehat-nasehat yang baik kepada orang lain dengan memperlakukan dengan baik dan sopan, walaupun kita berbeda dalam sikap dan perilaku.

Dengan memahami kebaikan yang diajarkan dalam Al-Quran, dengan bersikaf arif dan bijak terhadap waktu, umur dan kesempat-an yang harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya, maka kita
dapat mengenal segala macam tipu daya setan kedalam nafsu yang merajuk terhadap naluri, sehingga pintu hidup dalam kehidupan ini senantiasa diperguna-kan untuk berpacu dalam memperbanyak amal-amal, semata-mata mengharapkan ridha Allah SWT.
Untuk mengingatkan sikap dan perilaku kita dalam aktualisasi kehidupan ini bahwa nafsu itu musuh yang berbahaya, maka tibalah saatnya penyesalan dan kerusakan yang tidak disadari, kecuali orang yang dipelihara Allah dengan karunianya dan ditolong dengan rahmat-nya untuk mengalahkan nafsu itu.

Sejalan dengan apa yang kita utarakan diatas, maka simaklah surat-surat dan ayat-ayat seperti dibawah ini :

SURAT FUSHSHILAT (KE 41: 54 ayat : 34-36)
(36) Dan jika syaitan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

(34) Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu, dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.

(35) Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianuhgerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberun tungan yang besar.

SURAT AL MU’MINUN ( KE 23 : 118 ayat : 96)
(96) Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan.

Dengan memperhatikan surat dan ayat diatas, untuk mengingatkan kita bahwa bagi orang membuat satu

kesalahan akan timbul bintik-bintik hitam pada hatinya. Kalau dia membuat kesalahan karena didorong oleh hawa nafsu amarah dimana ia tidak mampu membedakan kebaikan dan keburukan, maka bertambahlah bintik-bintik hitam itu, sehingga lama kelamaan akan merusak sehingga akhirnya meliputi hatinya.

Jadi mencapai perikemanusiaan ialah hati yang terdidik dan pikiran yang terpelajar, dengan ini timbul pasangan yang halus dan hidup yang berpikir karena hati telah disinari Nur Ilahi dan kepala yang berisi pengetahuan.

Oleh karena itu, renungkanlah pertanyaan seorang sahabat kepada Rasullullah “apakah yang dimaksud dengan jihad besar yang hendak dihadapi itu, Ya Rasul ?” Rasullullah menjawab : Berjihad melawan hawa nafsu.

Jadi hendaknya kita waspada, sebab pada nafsu sukar ditandingi, maka simaklah surat dan ayat yang diungkapkan dibawah ini :

SURAT ALQASHHASH (KE 28 : 88 ayat ; 54)
(54) Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebahagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan.

SURAT YUNUS (KE 10 : 109 ayat : 26)
(26) Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (ialah kenikmatan melihat Allah). Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan
tidak (pula) kehinaan.Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.

Surat dan ayat diatas mengingatkan kita bahwa tidak ada sesuatu kebaikan dan keburukan, hanya cara memikir dan memahaminya sajalah yang menyebabkan kedua perbedaan itu, makanya selalulah kita memanfaatkan alat pikir berupa kesadaran, kecerdasan dan akal untuk selalu bersikap arif terhadap umur, waktu, kesempatan dan segenap pintu kebaikan, serta menggunakannya seefektif dan seefisien mungkin, maka hati kita tumbuh dinamis dan selalu giat dalam menghampiri hadirat Allah SWT, dengan bertawakal semoga kita tergolong hamba-hambanya yang pandai memanfaatkan dan mengisi waktunya.

Selanjutnya simaklah surat dan ayat yang kita ungkapkan dibawah ini untuk terus bertawakal kepada-Nya :

SURAT ALI IMRAN (KE 3 : 200 ayat : 115)
(115) Dan apa saja kebajikan yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menerima pahalanya) ; dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa.

SURAT AN NAHL (KE 16 : 128 : 30)
(30) Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa. “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab : (“Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa.
Dengan sungguh-sungguh kita menyimak surat dan ayat diatas, maka kita menyadari benar keberadaan Allah SWT bahwa dengan menggunakan alat pikiran berupa kesadaran, kecerdasan dan akal dalam memandang alam sebagai orang yang beriman tidaklah dengan sebelah mata melainkan dengan dua mata ialah dengan pandangan zahir dan pandangan bathin yaitu mata hati. Kerena pandangan bathin inilah orang tidak mau membuat kejahatan walaupun tidak ada orang yang melihatnya, karena itu pula orang dapat hidup bahagia dan mau mengorbankan hartanya.

Akhirnya, kita harus meyakini benar bahwa tambang emas yang ada dalam diri kita adalah pikiran, maka manfaatkan sebaik-baiknya, ibarat berlian walaupun terletak di lumpur juga akan bercahaya, tapi kotoran ayam walaupun diletakkan di atas meja akan tetap berbau yang tidak enak, makanya bila ingin selamat hidup didunia dan diakhirat galilah tambang emas itu sepuas hatimu.

Oleh karena itu, jangan sekali-kali kamu melepaskan diri dari keyakinan untuk berjihad melawan hawa nafsu amarah sehingga kamu mampu membedakan kebaikan dan keburu-kan. Sejalan dengan itu simaklah surat dan ayat dibawah ini :

SURAT THAAHAA (KE 20 : 135 ayat : 112)
(112) Dan barang siapa mengerjakan amal-amal yang soleh dan ia dalam keadaan beriman, maka ia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya.
SURAT AL A’RAAF (KE 7 : 206 ayat : 58)
(58) Dan tanah yang baik , tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.

Dengan memperhatikan surat dan ayat yang diungkapkan diatas, janganlah ada keragu-raguan dihatimu untuk membu-at rencana kemajuan hidup dan kemudian jalankanlah renca-na itu, walaupun bersusah payah karena didalam diri ada tenaga untuk bertumbuh dan mengalir terus, oleh karena itu kita harus menunjukkan niat kepada Tuhan semata-mata dan memohon pertolongan-Nya serta mengharapkan-Nya serta bersyukur dengan mempercayakan segala persoalan kepada Allah SWT.

AMALAN BATIN
DALAM MASALAH TOLONG MENOLONG
Pada diri setiap orang yang mengakui diri beriman berarti ia patuh terhadap keyakinan dan kepercayaan terhadap perintah dari Allah SWT dan karena itu setiap orang akan mampu menjalankan apa yang menjadi tugas kewajiban sebagai ummat pengikut Nabi Muhammad saw sebagai pembawa risalah terakhir.

Kewajiban adalah sesuatu sikap dan perilaku, apa yang diharapkan dari orang lain, bukan dari diri sendiri, sehingga dalam memandang aspek tolong menolang dalam perjalanan hidup ini merupakan tugas bagi orang yang mengakui beriman sebagai tugas kewajiban. Jadi kewajiban dalam tolong menolong bukanlah memandang kepada yang jauh dan samar-samar akan tetapi melaksanakan apa yang sedang langsung kita hadapi dalam kehidupan ini.

Simaklah surat dan ayat yang diutarakan dibawah ini :

SURAT AL MAA-IDAH (KE 5 : 120 ayat : 2)
(2) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syiar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengun-jungi Baitullah sedang mereka mencari karunia dan keredhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu.
Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari

Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka) Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerja-kan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan palanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

Dengan selalu membaca dan mengingat larangan-larangan yang harus kita taati untuk hidup selamat didunia dan di akhirat, yang kita yakini, maka kalau kita yakin sesuatu akan jadi buruk dan kita mampu mengankatkan kesadaran akan hal itu dan dengan kecerdasan kita dapat mencegahnya, disitulah letak arti hidup kita yang mampu menggerakkan akal untuk membuka mata hati sebagai pertolongan Allah SWT untuk kita mengenal diri kita.

Sejalan dengan yang kita utarakan diatas, maka simaklah surat dan ayat dibawah ini untuk mengingatkan kita dalam berpikir yang arif dalam usaha untuk kita lakukan apa yang menjadi kewajiban kita sebagai berikut :

SURAT AL ANFAL (KE 8 : 75 ayat : 73)
(73) Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.

SURAT AT TAUBAH (KE 9 : 129 ayat : 71)
(71) Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan

sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka ta’at keppada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Kedua surat dan ayat tersebut telah mengajarkan kepada kita untuk selalu dalam kehidupan ini bahwa tidaklah sempurna iman seseorang, apabila dia belum bisa mencintai sesamanya seperti mencintai dirinya.

Dengan demikian, kamu akan dipandang sebagai orang hidup, jika hidup itu kami isi dengan kesungguhan mematuhi perintah-perintah Allah SWT, maka kamu akan dapat memanfaatkan hidup ini dalam berpikir, bekerja dan belajar dengan merenungkan masa umur ini, untuk apa aku hidup ini.
AMALAN BATIN DALAM MASALAH
KEBAJIKAN, KERAMAH TAMAHAN
DAN KESEMPURNAAN
Kebajikan disatu sisi menunjukkan sikap positip artinya wujud nyata dari aktualisasi dari suasana jiwa yang terutama memperhati-kan hal-hal yang baik, dan disisi lain menunjukkan perilaku seseorang dengan memperlihatkan gaya yang wajar dengan sikap langsung, jujur dan penuh respek dalam berintraksi dengan orang lain.

Keramah tamahan juga mengandung makna dalam mewu-judkan aktualisasi diri dalam sikap dan perilaku sebagai orang yang memiliki sifat baik hati dan menarik budi baha-sanya sehingga dalam pergaulan termasuk yang disenangi. Disitulah letak kesempurnaan hatimu.

Simak dan renungkan surat dan ayat dibawah ini :

SURAT SURAT AN NAHL (KE 16 : 128 ayat : 90)
(90) Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat me-ngambil pelajaran.

SURAT ALI ‘IMRAN (KE 3 : 200ayat ; 134)
(134) (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai oorang-orang yang yang berbuat kebajikan.

Kedua surat dan ayat tersebut diatas, mengingatkan kita bahwa kita hidup antara dua tangis. Tangis pertama di waktu lahir dan tangis kedua pesakitan sewaktu malaikat maut mencabutkan nyawa, karena itu pergunakanlah sisa umur untuk berbuat kebajikan, keramah-tamahan karena kita lahir tidak membawa harta dan matipun tidak juga membawa harta.

Oleh karena itu, buanglah dalam pikiranmu jauh-jauh me-ngenai kesenangan pangkat dan kekayaan yang membawa malapeteka hidupmu didunia dan di akhirat, tingkatkan ke-senangan hati dan ketenteraman jiwa.

Baca dan simaklah surat dan ayat dibawah ini :

SURAT AL BAQARAH (KE 2 : 286 ayat : 83, 177, 261-261)
(83) Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu;) Janganlah kamu menyembah selain Allah dan berbuat baiklah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anakanak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikan zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.

(177) Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitan, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolong-an)

dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hambasahaya, mendiri-kan shalat, dan menunaikan zakat dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji dan orang-orang yang sabar dalam kaesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya) dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

(261) Perumpamaaan (nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnianya) lagi Maha Mengetahui.

(262) Orang-orang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkan-nya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan sipenerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan meereka. Tidak ada kekkhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

(263) Perkataan yang baik dan pemberian ma’af lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakit-kan (perasaan penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.

Dengan membaca dan merenung makna yang terkandung dalam surat dan ayat yang diungkapkan diatas, membuka mata hati kita untuk meningkatkan kesempurnaan dalam sikap dan perilaku agar kita selamat hidup didunia dan di akhirat.
Kebajikan dan keramah-tamahan merupakan sinar yang dapat menembus kesadaran untuk melakukan suatu perbuat-an bila kita dapat meyakini sepenuhnya kebesaran Allah SWT, hanya dengan pertolongan-Nyalah kita dapat menumbuh kembangkan kedewasa-an naluri dalam usaha untuk meruntuhkan hawa nafsu.

Untuk menyuburkan kebajikan dan keramah-tamahan kedalam jiwa, secara ikhlas kita memohon kepada Allah SWT agar kita mampu membatasi kei-nginan, itu berarti orang membatasi keperluan dari soal-soal di dunia sehingga semua keputusan dalam perbuatannya memperkaya diri dalam hal paling sedikit keinginan agar kita selamat hidup di dunia dan di akhirat.

Baca dan renungkan surat dan ayat dibawah ini untuk menuntun kita dalam perbuatan hidup ini :

SURAT AN NISA’ (KE 4 : 176 AYAT : 36, 114)
(36) Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.

(114) Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyeruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barang siapa berbuat yang demikian karena mencari keridhaan

Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.

SURAT ALI IMRAN (KE 3 : 200 ayat ; 15, 17)
(15) Katakanlah : “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?”. Untuk orang-orang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah : Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

(17) (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap Ta’at, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu suhur

Saat ini bila kita membaca dan merenungkan perintah Allah SWT, ada getaran suara hati untuk menanyakan kepada diri kita, apakah sikap dan perilaku dalam kehidupan ini telah sejalan dengan amalan batin yang dikehendaki. Cobalah pandang dirimu dalam posisi sekarang ini, apakah kita dapat menangkap makna kesom-bongan dalam hidup ini seperti :

“Jangan sombongkan masa depanmu, sebab tidak ada yang tahu apa yang dibawakan oleh hari esok”

Oleh karena itu, jauhkan sikap dan perilaku dalam kesom-bongan yang akan didorong terus menerus oleh syetan dalam bentuk nafsu lawwamah artinya nafsu yang memiliki rasa insaf dan menyesal sesudah melakukan suatu pelanggaran, jadi kesombongan itu berjalan sebelum keruntuhan.
Dengan bertawakal kepada Allah SWT, kita memohon pertolong-annya agar jauhkan kesombongan dari pikiranku disatu sisi dan disisi lain kita mengharapkan tumbuhnya kesadaran untuk meningkatkan kesabaran, agar aku selalu berada di jalan Allah SWT. Dengan menumbuh kembangkan kesabaran dalam jiwa akan merupakan kunci kegembiraan, walaupun diawalnya kesabaran itu pahit, tapi buahnya manis.

Selanjutnya simaklah surat dan ayat dibawah ini yang akan memberikan sinar agar kamu tergugah dari ketidak pastian dallam hidup ini :

SURAT AL MAIDAH (KE 5 : 120 ayat : 32)
(32) Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa : barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memeliha-ra kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sunguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi.

SURAT AL HUJURAAT (KE 49 : 18 ayat : 11-12)
(11) Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu

sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang telah bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

(12) Hai orang-orang yang beriman,jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguh-nya sebagian prasangka, itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu meng-gunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

SURAT AL MA’ARIJ (KE 70 : 44 ayat : 24-25)
(24) dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu,

(25) bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta),

SURAT ALFAJR (KE 89 : 30 ayat : 16-20)
(16) Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezkinya maka dia berkata : “Tuhanku menghinakanku”

(17) Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim.

(18) dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,
(19) dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil),

(20) dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.

SURAT AL BALAD (KE 90 : 20 ayat : 12-17)
(12) Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu ?

(13) (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan,
(14) atau memberi makan pada hari kelaparan,

(15) (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat,

(16) atau orang miskin yang sangat fakir.

(17) Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk saling berkasih sayang.

SURAT AL KATSAR (KE 108 : 3 ayat : 3)
(3) Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.

SURAT AL AHZAB (KE 33 : 73 ayat : 58)
(58) Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mu’min tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.
SURAT ALMA’UN (KE 107 : 7 ayat : 1-3)
(1) Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

(2) Itulah orang yang menghardik anak yatim.

(3) Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.

SURAT AL LAIL (KE 92 : 21 ayat : 17-21)
(17) Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu,

(18) yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya,

(19) padahal tidak ada seorangpun memberikan suatu ni’mat kepadanya yang harus dibalasnya,

(20) tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha Tinggi.

(21) Dan kelak ia benar-benar mendapat kepuasan.

SURAL AL IKHLASH (KE 112 : 4 ayat ; 1-2)
(1) Katakanlah “Dia Allah, Yang Maha Esa.

(2) Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

SURAT MUDATSTSIR (KE 74 : 56 AYAT : 44)
(44) Sesungguhnyalah demikianlah Kami memberi balasan kepada kepada orang-orang yang berbuat baik.
Dengan membaca serta dapat merenungkan surat-surat dan ayat-ayat yang kita ungkapkan diatas, maka dalam perjalanan hidup ini seharusnya ada kerinduan dan kecintaan kita kepada Allah SWT, betapa Maha Pengasihnya kepada manusia agar kita dapat menempuh keselamatan hidup di dunia dan di akhirat

Oleh karena itu, jangan kamu tinggalkan dalam hidup ini untuk berpikir, bekerja dan belajar sepanjang masa agar kita selalu dapat mengingat bahwa kebiasaan manusia lebih condong membuat kejahatan dari kebaikan, sebabnya nafsu lebih tua umurnya dari akal. Iblis lebih tua umurnya dari manusia. Jangan engkau sangkal dari kenyataan bahwa manusia dikepung oleh empat penjuru musuh, kiri hawa, di kanan nafsu, di muka dunia, di belakang syetan yang menunda ke muka. Jadi tubuh dan dunia dalam kekotoran karena itu perlu pengetahuan dan keimanan dalam usaha kita meningkatkan kedewasaan amalan batin secara terus menerus agar kita memiliki kemampuan membersihkan jiwa.

Sesuai dengan ajaran Al-Quran dan Al-Sunnah tegakkan dalam berpikir, berbicara dan berbuat hendaklah kita memperhatikan kepentingan orang lain, maka disitulah terletak akan nampak delapan yang menyebabkan muka bercahaya “ Kesehatan terjaga ; Kegembiraan ; Sinar pengetahuan ; Kesucian batin ; Kekuatan keimanan ; Tidak banyak dosa ; Hidup optimis ; Berani dan sabar “

Sejalan dengan apa yang kita ungkapkan diatas ingat nasehat orang bijak “Dengan tidak terasa kita diserang umur tua karena jam, hari, bulan dan tahun liwat sebagai bayangan. Semakin bertambah hari bulan bukanlah umur bertambah

panjang, tetapi umur semakin pendek dan semakin dekat dengan pintu kubur “

Dengan demikian sadarlah bahwa dunia ini seperti roda pedati, kesusahan dengan kesenangan silih berganti. Kesulitan itu hanya sebentar, kesenangan itu hanya sekejab, maka temukan dirimu, disitulah engkau merasakan kerinduan dan kecintaanmu kepada Allah SWT.

Kerinduan dan kecintaanmu itu mendorong alat berpikirmu dalam bentuk kesadaran, kecerdasan dan akal dalam menghayati enam macam hati manusia agar sikap positip dan perilaku asertif tumbuh
dan berkembang yang sejalan dengan usaha-usaha meningkatkan kedewasaan amalan batin yaitu:

1. Hati yang mati karena tidak menambah pengetahuan.

2. Hati yang hidup yaitu hati yang ada iman.

3. Hati yang sehat ialah hati yang taat.

4. Hati yang sakit ialah durhaka kepada Allah.

5. Hati yang bangun ialah ingat selalu kepada Allah

6. Hati yang tidur yaitu hati yang lalai.
AMALAN BATIN
DALAM SISI MASALAH KEHORMATAN DIRI

Renungkanlah, yakini dan pasrah diri makna surat-surat dan ayat dibawah ini dalam menemukan diri :

SURAT AL MAA-IDAH (KE 5 : 120 ayat : 5)
5. Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik-baik. Makanan (sembelihan) 0rang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wani-ta-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah memba-yar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikan gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak me-nerima hukum-hukum islam maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi.
SURAT AL MU’MINUUN (KE 23 : 118 ayat : 1, 5)
(1) Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
(5) dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
SURAT AN NUUR (KE 24 : 64 ayat : 30)
(30) Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memeli-hara kemaluannya ; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”
SURAT AL MA’ARIJ (KE 70 : 44 ayat : 35)
(35) Mereka itu (kekal) di surga lagi dimuliakan.

AMALAN BATIN
DALAM SISI MASALAH KELAKUAN BAIK, PERDAMAIAN, KESEPAKATAN DAN PERTENTANGAN PENDAPAT

KELAKUAN BAIK
Kelakuan baik merupakan sinar cahaya yang menerangi alam berpikir dimana pemanfaatan alat pikiran berupa kesa-daran, kecerdasan dan akal saling berkaitan dalam proses pengambilan keputusan oleh perbuatan manusia. Oleh kare-na itu gambaran tentang pengetahuan budi dan pekerti yang baik bagi seseorang adalah jembatan emas yang akan dilalui oleh anak turunannya yang akan membahagiakan, bukan ka-rena kemashuran dan kepangkatan seseorang.

Sejalan dengan hal yang kita kemukakan diatas, maka dalam setiap perbuatan manusia yang termotivasi dari sinar cahaya kelakuan baik, akan menunjukkan orang yang berbudi ting-gi karena ia selalu berpegang pada keadilan dan selalu beru-saha untuk menjalankan kewajibannya.

Dengan demikian, bila dalam perjalanan hidup ini secara te-rus menerus kita menempa sikap dan perilaku yang disinari oleh cahaya kelakuan baik diharapkan tumbuh dan berkem-bang dengan prinsip keyakinan dan penyerahan diri kepada Allah SWT sebagai orang yang beriman maka ia akan me-ngatakan bahwa apabila saya diberi budi dengan syarat bah-wa saya harus menyimpannya baik-baik untuk diri saya sen-diri, maka saya akan menolaknya karena ia meyakini benar tidak ada suatu pun kekayaan akan dapat mendatangkan

bahagia jika tidak ada orang lain yang dapat turut menikma-tinya.

Simaklah surat dan ayat dibawah ini, sebagai usaha untuk mendapatkan sinar cahaya mati hati :

SURAT AL BAQARAH (KE 2 : 286 ayat : 104)
(104) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad) “Raa’ina”, tetapi katakanlah “Unzhurna” dan “dengarlah”. Dan bagi orang-orang kafir siksaan yang pedih.
• “Raa’ina” berarti : sudilah kiranya kamu memperhatikan kami. Di kala para sahabat menghadapkan kata ini kepada Rasulullah, orang Yahudipun memakai pula kata ini dengan digumam seakan-akan menyebut “Raa’ina”, padahal yang mereka katakan ialah “Ru’uunah” yang berarti kebodohan yang sangat, sebagai ejekan kepada Rasullulah. Itulah sebab-nya Tuhan menyuruh supaya sahabat-sahabat menukar per-kataan “Raa’ina” dengan “Unzuhurna” yang juga sama arti-nya dengan “Raa’ina”

SURAT AN NISAA’ (KE 4 : 176 ayat : 86)
(86) Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah Mem-perhitungkan segala sesuatu.

SURAT AL ISRAA’ (KE 17 : 111 ayat : 53)
(53) Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar).

Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di anta-ra mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.

Dari surat-surat dan ayat-ayat yang dikemukakan diatas ma-ka dengan keyakinan dan kepatuhannya kepada Allah SWT diharapkan dapat memberikan motivasi dalam perbuatan ma-nusia dalam mengelola memori, emosi dan naluri yang ada didalam otak manusia, tapi kalau disiram dan dihayati secara terus menerus diharapkan sikap dan perilaku manusia dalam perbuatannya menjadi suatu kehidupan dengan hiasan dan moral yang tinggi serta budi yang luhur sebagai cerminan dari kelakuan baik yang dibawanya, itu suatu pertanda ke-mampuan manusia dalam mengendalikan naluri agar dapat membentengi syaitan yang ada dalam diri manusia.

Karena kita meyakini bahwa pada dasarnya manusia itu dila-hirkan dalam keadaan baik, suci dan bersih, tetapi sepanjang perjalanan hidupnya ia berada ditengah-tengah masyarakat yang dapat mempengaruhi sikap dan perilaku dalam kelaku-an baiknya, mak syaitan yang ada dalam dirinya berusaha merusak kesuciannya dengan pelajaran yang dibuat manusia.

Jadi dalam masa perjalanan hidupmu janganlah kamu ber-henti belajar, karena disitulah terletak kemampuanmu, maka simaklah surat dan ayat dibawah ini :

SURAT AN NUUR (KE 24 : 64 ayat : 27-28, 58-59, 61-62)
(27) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mema-suki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.

(28) Jika kamu tidak menemui seorangpun didalamnya, ma-ka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu : “Kembali (saja)lah, maka hendak-lah kamu kembali. Itu lebih bersih bagimu dan Alah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

(58) Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan perempuan) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu : sebelum sembayang subuh,
ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembayang I’sya. (Itulah) tiga ‘aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian ( yang lain). De-mikianlah Alah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

(59) Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur balig ma-ka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelas-kan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

(61) Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula) bagi dirimu sendiri, makan (bersama-sama mereka) di rumah kamu sendiri atau di rumah bapak-bapakmu, di rumah ibu-ibumu, di rumah saudara-saudaramu yang laki-laki, di rumah saudara bapkamu yang perempuan, di rumah saudara ibumu yang laki-laki di rumah saudara ibumu yang perempuan, di rumah yang kamu miliki kuncinya atau di rumah kawan-ka-wanmu. Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-
sama mereka atau sendirian. Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kamu mem-beri salam kepada (penghuninya yang berarti memberi sa-lam) kepada dirimu sendiri, salam yang diterapkan dari sisi Allah , yang diberi berkat lagi baik. Demikianlah Allah men-jelaskan ayat-ayat (Nya) bagimu, agar kamu memahaminya.

(62) Sesungguh yang benar-benar orang mu’min ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan apa-bila mereka berada bersama-sama Rasulullah dalam sesuatu
urusan yang memerlukan pertemuan, mereka tidak mening-galkan (Rasulullah) sebelum meminta izin kepadanya. Se-sungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu (Muhammad) mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena sesuatu keperluan, berilah izin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara mereka, dan mohon-kanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dari surat dan ayat-ayat yang dikemukakan diatas, sangatlah menyentuh mata hati sebagai peringatan dalam kita bersikap dan berperilaku dalam mengarungi kehidupan ini yang pe-nuh dengan tipu daya syaitan yang ada dalam diri kita, akan tetapi bagi orang yang bertakwa tidak pernah merasa resah atau kebingungan dalam hidupnya karena selalu mendapat bimbingan dan petunjuk dari Allah SWT serta tidak pernah merasa susah karena kekurangan harta benda sebab ia mera-sa cukup atas segala apa yang telah dilimpahkan Allah kepa-danya.
Sejalan dengan apa yang kita kemukakan diatas, maka kela-kuan baik dalam sikap dan perilaku dapat memotivasi orang yang dapat menyelesaikan sengketa dalam dirinya, walaupun alam luarnya dalam keadaan krisis, maka ia tidak termasuk dalam memberikan penghargaan yang tinggi kepada harta benda karena ia bersikap dan berperilaku semakin dalam ia memandang makna kebaikan itu sendiri.

Ingatlah selalu, kata mutiara dibawah ini :
“ Carilah kebaikan diantara kaum melarat ummatku, hidup-lah ditengah-tengahnya. Kamu tidak akan memperoleh keba-jikan dalam lingkungan orang yang berhati bengis. Laknat Allah turun atasnya, hai Ali ! Tuhan menciptakan kebajikan dan menciptakan pemangkunya lalu menamakan dalam hati mereka kerinduan kepada kebajikan dan keinginan dapat me-ngerjakannya, dan menumpahkan minatnya seluruhnya un-tuk itu, seperti air tumpah kepada bumi yang tandus, maka tercipta kehidupan disitu serta kehidupan penghuninya. Pe-mangku kebajikan di dunia ini itulah juga pemangku kebajikan diakherat” (Al Hadisth, riwayat Ali bin abi Thalib)

Dengan keyakinan, apa yang diutarakan diatas, maka perja-lanan hidup ini dalam kita berpikir, bekerja dan belajar, hen-daklah kita berpegang bahwa segala kebajikan dalam hidup yang menjadi pokok ialah ridla. Kalau engkau sanggup hen-daklah engkau ridla dan bila tidak hendaklah engkau sabar.

Ingatlah sabda Rasulullah saw. “ Inginkah kamu sekalian kuberitahukan tentang orang yang paling kucintai di antara kamu sekalian dan yang paling dekat duduknya denganku di hari Kiamat nanti ? Ialah orang yang paling baik budi peker-tinya “ (Imam Bukhari, Imam Muslim)
KASIH SAYANG

Dalam kehidupan ini, bila orang menanamkan kasih sayang dalam perbuatannya maka ia bersikap dan berperilaku, akan menunjukkan ia sebagai orang berjiwa besar karena pribadi-nya sendiri sehingga setiap ia memecahkan masalah akan se-lalu melepaskan diri dari perbasangka. Jadi kasih sayang se-bagai unsur yang menumbuh kembangkan merupakan suatu ciri orang yang berjiwa besar, pertama-tama diperlihatkan dari tingkah lakunya, ia menjadikan teladan dan kemudian ia minta agar orang-orang lain mengikutinya.

Bagaimana kita dapat meningkatkan kasih sayang, cobalah renungkan surat dan ayat dibawah ini :

SURAT AL BALAD (KE 90 : 20 ayat: 12-17)
(12) Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?

(13) (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan,

(14) atau memberi makan pada hari kelaparan,

(15) (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat,

(16) atau orang miskin yang sangat fakir.

(17) Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.

Dengan menyimak surat dan ayat diatas, diharapkan kita da-pat mengangkat arti kasih sayang yang harus kita tumbuh kembangkan sebagai seorang yang beriman, oleh karena itu Ingatlah selalu pesan Rasulullah saw :

“Sesungguhnya dunia ini indah dan manis, dan Allah akan menyerahkannya kepadamu, dan kemudian Dia akan melihat bagaimana kamu memperlakukannya. Maka berhati-hatilah kamu terhadap godaan dunia, dan berhati-hatilah (pula) ka-mu terhadap (godaan) wanita” (H.R. Muslim)

“Sesungguhnya tiap-tiap ummat akan diberi cobaan sendiri-sendiri, dan cobaan bagi ummatku adalah berupa harta keka-yaan” (H.R. Tirmidzi)

“Ya Allah yaa Tuhanku ! Aku mohon kepadamu, bilamana ada orang yang memimpin ummatku senantiasa mempersulit mereka, maka persulitkan urusan mereka. Tetapi bilamana orang yang memimpin ummatku dengan rasa kasih sayang, maka kasihanilah ia.” (Imam Bukhari, Imam Muslim)

Akhirnya marilah kita menyimak “Mutiara Nahjul Balaghah yang diterjemahkan oleh Muhammad Al-Baqir dengan topik “Kenikmatan Duniawi Tidak Terlarang Selama Diiringi Niat Dan Amal Baik” seperti dibawah ini :

Pada suatu hari Imam Ali r.a. menjenguk seorang sahabatnya bernama ‘Ala’ bin Ziyad Al-Haristi. Ketika memasuki ru-mahnya yang amat luas itu, ia terheran-heran dan berkata ke-padanya : “Apa sebenarnya yang hendak Anda lakukan de-ngan rumah seluas ini di dunia ? Bukankah anda lebih me-merlukan seperti ini di akhirat nanti ?!
“Namun, jika ingin, Anda dapat mencapai kebahagian akhirat dengannya, yaitu bila di dalamnya Anda menjamu dan menghormati para tamu, berbuat kebaikan terhadap sanak kerabat, serta menampakkan kebenaran yang harus ditampakkan. Dengan begitu Anda telah menjadikannya sarana baik guna mencapai akhirat!”
Kemudian, ‘Ala’- si pemilik rumah – berkata kepadanya :
“Wahai Amirul Mukminin, aku ingin mengadukan saudara-ku ‘Ashim bin Ziyad, kepadamu”
“Apa gerakan yang dilakukannya ?”
“Ia kini mengenakan ‘aba’ah (artinya semacam mantel yang bagian depannya terbuka. Pada waktu itu, terbuat dari bahan amat kasar dan hanya dikenakan oleh orang-orang miskin penghuni dusun-dusun) dan meninggalkan sama sekali ke-nikmatan hidup dunia”
“Panggillah ia kemari !”
Setelah ‘Ashim datang, Imam Ali berkata kepadanya :
“Hai musuh kecil’ dirinya sendiri ! Sesungguhnya kau telah disesatkan oleh ‘si jahat’ (yakni setan). Tidakkah kau mengasihani isteri dan anak-anakmu ?. Apakah, menurut perkiraanmu, Allah SWT telah menghalalkan bagimu segala yang baik, lalu Ia tidak menyukai engkau menikmatinya ? Sungguh, dirimu terlalu kecil untuk dituntut melakukan seperti itu oleh-Nya!”
“Tapi, wahai Amirul Mukminin,” ujar “ashim, “Anda sendiri memberi contoh dengan mengenakan pakaian amat kasar dan memakan makanan yang kering!”
“Ketahuilah,” jawab Imam Ali, “diriku bukan seperti dirimu. Sebab Allah telah mewajibkan atas para pemimpin yang benar agar mengukur dirinya dengan keadaan rakyat yang lemah, sehingga orang miskin tidak sampai tersengat oleh kepedihan kemiskinannya!”
PERDAMAIAN

Menumbuh kembangkan perbuatan perdamaian oleh seseo-rang bukanlah sesuatu yang gampang dalam proses yang bersangkutan untuk mengambil keputusan atas perbuatan yang dibuatnya. Oleh karena itu, perdamaian pada diri seseo-rang haruslah dipandang adanya keinginannya untuk me-ningkatkan sikap positip dan perilaku asertif dalam perbuat-an komunikasi mereka.

Tidak cukup kita belajar dari ilmu jiwa modern dalam men-cari perdamaian tanpa ada usaha untuk meningkatkan kede-wasaan rohaniah, perhatikanlah sabda Nabi saw seperti diba-wah ini :

“Menghadliri majelis orang berilmu, lebih utama daripada mendirikan shalat seribu raka’at, mengunjungi seribu orang sakit dan berta’ziah seribu janazah” (Abu Dzarr ra., ) ;

“Lalu orang bertanya: “ Wahai Rasulullah ! Dari membaca Al-Quran ? . Maka menjawab Nabi saw. : Adakah manfa’at Al-Quran itu selain dengan ilmu ?”

Bersabda Nabi saw : “Barangsiapa meninggal dunia sedang menuntut ilmu untuk menghidupkan Islam, maka antara dia dan Nabi-Nabi dalam sorga sejauh satu tingkat”
(Dikutip dari Ihya” Al-Ghazali, jilid 1, terjemahan Prof.Tk. H. Ismail Yakub MA-SH)

Demikianlah, keutamaan belajar, selanjutnya simaklah surat dan ayat dibawah ini, yang memberi peringatan kepada kita untuk melangkah menanamkan perdamaian dalam diri :
SURAT AL HUJURAAT (KE 49 : 18 ayat : 9-10)
(9) Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mu’min berperang maka damaikan antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali, kepada perintah Allah ; jika golongan itu telah kembali ( kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlakuadil.

(10) Sesunguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara karena itu damaikanlah anatara kedua saudaramu dan bertak-walah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.

Ingatlah peringatan yang yang dimuat dalam surat dan ayat diatas, sebagai suatu langkah awal dalam usaha menumbuh kembangkan perdamaian dalam diri kita. Tanpa menghayati makna yang terkandung didalamnya, sangat sukar pula kita menuntun sikap dan perilaku dalam perbuatan karena kalau kita tidak bisa mencari kedamaian dalam diri sendiri, percuma saja mencari di tempat lain, makanya janganlah kamu berhenti untuk mengutamakan belajar, karena dari si-tulah ia bermula untuk menumbuh kembangkan sesuatu yang bisa membawa kedamaian dalam diri anda, kecuali diri anda.

Belajarlah dari kata-kata mutiara yang mengatakan “Hal-hal kecil memang tidak mengesankan, tetapi mereka memberi kedamaian”, maka itu bila anda dapat menumbuh kembang-kan kedamaian dalam diri, itu menunjukkan bahwa usaha meningkatkan kedewasaan rohaniah membawa dampak dalam perbuatan kedalam kedewasaan sosial. Jadi dengan

demikian, bila seseorang bisa damai dengan diri sendiri, maka kita tidak akan melakukan perbuatan bertengkar de-ngan orang lain.
KESEPAKATAN dan PERTENTANGAN
PENDAPAT

Sikap dan perilaku dalam kesepakatan dapat dilihat dari dua sisi, satu sisi yang menyangkut komitmen seseorang terha-dap perbuatannya sendiri dan disisi kedua menyangkut kese-pakatan antara dua orang atau lebih dalam perbuatan mereka.

Menumbuh kembangkan kesepakatan dalam jiwa seseorang agar perbuatannya baik untuk kepentingan sendiri maupun orang lain akan sangat ditentukan oleh tingkat kedewasaan berpikirnya, tambah tinggi tingkat kedewasaan berpikirnya akan menunjukkan pemanfaatan alat berpikir berupa kesa-daran, kecerdasan dan akal akan berjalan yang seimbang dan berurut dalam proses pelaksanaannya. Suatu proses akhir sa-ngat ditentukan oleh otak dibawah sadar dimana akal yang menjadi raja dalam tubuh yang kita sebut dengan hati akan menentukan segala-galanya dalam proses pengambilan ke-putusan karena disitulah terletak hati yang menentukan ke-baikan dan kejahatan seseorang.

Dalam unsur kesepakatan terdapat makna janji didalamnya, oleh karena itu janji dapat dipergunakan sebagai ukuran sampai dimana keluhuran budi seseorang. Jadi benarlah apa yang dikatakan orang bahwa yang dinamakan janji tidak bisa dibayar dengan apa-apa kecuali melaksanakan janji itu sendiri.

Selanjutnya simaklah surat dan ayat yang tertuang dibawah ini untuk mengingatkan kita dalam bersikap dan berperilaku:

SURAT AN NISAA’ (KE 4 : 176 ayat : 114, 59)
(114) Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau me-ngadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.

(59) Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (nya) dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kemba-likanlah ia kepada Allah (AlQur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemu-dian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Dengan menyakini perintah Allah SWT diatas, seharusnya kita bersikap dan berperilaku dalam perbuatan apapun se-muanya bertolak dari penerimaan dan diakhiri dengan kesu-kaan Allah, oleh karena itu komitmen yang datang dari diri sendiri harus diaktualisasikan kedalam integritas dan kebe-naran dengan kesadaran penuh akan setiap gerakan. Hidup dalam keselamatan dunia dan akhirat, ia mampu menempat-kan apa yang dimilikinya secara benar, sehingga ia memiliki suatu pandangan bahwa uang dan harta boleh datang dan pergi dari kita asal saja perbuatan kesepakatan diri dan ke-manusiaan tidak meninggalkan kita.
Bila terjadi silang pendapat untuk masalah-masalah yang terkait dengan dunia, bukan dalam masalah iman, sebaiknya diselesaikan dengan keputusan secara bijaksana dan jangan memikirkan terlalu jauh diantara mereka. Lain halnya untuk masalah-masalah keyakinan, maka bermusyawarahlah kamu diantara mereka yang berakal, berilmu, berpengalaman, da-pat memberikan nasehat-nasehat yang baik dan bertakwa

Musyawarah melahirkan ilmu, sehingga orang yang berakal mendapatkan ilmu baru melalui musyawarah yang akan me-nuntun mereka untuk mencapai tujuan dalam perbuatan pe-mecahan masalah. Jadi bila kita bermusyawarah dengan se-orang penasehat yang cerdik pandai akan dapat memotivasi dalam perenungan kita seperti masalah penciptaaan langit dan bumi maka bila kita tekuni lebih mendalam lagi mendo-rong kita untuk lebih mendewasakan hal-hal yang terkait dengan pemahaman dan keyakinan.

Kesepakatan melahirkan komitmen yang bersumber diri sen-diri, sedangkan pertentangan pendapat melahirkan musyawa-rah, hal itu dapat tumbuh dan berkembang pada diri seorang bila dalam perjalanan hidupnya ia selalu berusaha melaku-kan peningkatkan kedewasaan rohaniah. Hal itu dapat me-motivasi seseorang untuk selalu melakukan perbuatan ma-was diri secara berkelanjutan yang dapat melahirkan keya-kinan dan pasrah diri kepada kebesaran Allah SWT.

Dari hal-hal yang kita kemukakan diatas diharapkan seseo-rang mampu mengendalikan emosi dan nalurinya serta da-lam masanya ia berada juga dapat memfungsikan memorinya dengan baik.
AMALAN BATIN
DALAM SISI MASALAH NAFSU SEKSUIL, AMA-NAT, HIRAUAN, BERKATA BENAR, PERMU-SUHAN, DAN KEADILAN
NAFSU SEKSUAIL

Yang menjadi masalah dalam kehidupan ini, kita dihadapkan kepada satu kenyataan bahwa peranan otak yang didalamnya ada fungsi yang kita sebut dengan naluri. Naluri artinya fit-rah, sesuatu yang tidak dipelajari dan sifatnya wajar yang di-bawa manusia sejak lahir yang mendoromgnya untuk mela-kukan sesuatu tindakan tertentu.

Dengan demikian sebagai individu, maka berkat dorongan naluri berupa hawa nafsu, kebutuhannya akan dapat terjaga dan terpelihara. Sebaliknya sebagai anggota masyarakat, ia dapat menyesuaikan diri sebab ada naluri seperti keinginan berkumpul, menyelamatkan diri, minta tolong, kebutuhan syahwat dan sebagainya.

Memenuhi kebutuhan nafsu syahwati, bila tidak dijaga, ma-ka rusaklah kehidupan ini, oleh karena itu simaklah dan ha-yati makna surat dan ayat dibawah ini :

SURAT AL MU’MINUN (KE 23: 118 ayat: 1, 5-7)
(1) Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman.
(5) dan orang-orang yang menjaga kemaluannya.
(6) kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

(7) Barangsiap mencari dibalik itu (aryinya zina, homosex-ueel, dan sebagainya) maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

SURAT AL MA’ARIJ (KE 70 : 44 ayat : 29-31)
(29) Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya.
(30) kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
(31) Barangsiapa mencari dibalik itu maka kereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

SURAT AN NUUR (KE 24 : 64 ayat : 33)
(33) Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri) nya , sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang menginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat
perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada keba-ikan pada mereka , dan berikanlah kepada mereka sebahagi-
an dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk mela-kukan pelacuran, sdang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan ba-rang siapa memaksa mereka , maka sengguhnya Allah ada-lah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mere-ka) sesudah mereka dipaksa (itu).

Dengan memperhatikan pringatan Allah SWT, seperti yang termuat dalam surat dan ayat yang diungkapkan diatas, me-rupakan langkah awal untuk mengingatkan kita dari kegelap-an pikiran yang begitu mudah setan masuk kedalam naluri manusia yang tidak mampu untuk mengendalikan hawa naf-sunya.
Setan memasuki jiwa manusia, seperti yang dikatakan Rasu-lullah SAW bersabda “ Setan (dalam gerakannya menggelin-cirkan manusia ke jalan sesat secara langsung) menyusup pa-da peredaran darah manusia”

Selanjutnya perlu kita ketahui bahwa Umar r.a. berkata “ se-sungguhnya keturunan setan ada sembilan yaitu Zalitun, Watsin, Laqus, A’wan, Hafaf, Murrah, Masuth, Dasim dan Walhan. Zalitun menemani pasar, dia mengibarkan bendera-nya di pasar. Watsin menemani bencana. Adapun A’wan menemani penguasa. Hafaf adalah menemani peminum. Murrah adalah menemani peniup seruling. Laqus adalah me-nemani Majusi. Masuth menemani berita, dia menyampaikan berita melalui mulut orang yaitu berita yang tak ada pegang-annya. Adapun Dasim yang menemani rumah-rumah, apabila seseorang masuk ke dalam rumah tidak membaca salam dan tidak menyebut nama Allah SWT., maka Dasim menjatuhkan pertentangan di antara mereka, sehingga jatuhlah talak, khulu dan pukulan. Walhan merasupkan rasa was-was pada waktu wudu, salat dan berbagai ibadah”

Dalam keterangan selanjutnya ia mengatakan bahwa Laqus adalah teman majusi, ada yang mengatakan bahwa Laqus dan Walhan yang menami orang yang bersuci dan salat, ke-duanya yang suka mengganggu. Sebagian ulama menyebut pengganti mereka bertiga (laqus, Murrah, dan Hafaf) dengan yang tiga yaitu:
a. A’war yaitu setan zina, dia meniup kemaluan laki-laki dan pantat perempuan.
b. Wasnan, yaitu setan tidur, dia memberatkan kepala dan kkelopak mata dari melaksanakan salat dan yang lainnya. Dia membangunkan untuk melakukan kejele-kan seperti zina dan yang lainnya.
c. Abyad, dia ditugaskan para nabi dan wali. Adapun para nabi, mereka selamat daripadanya. Para wali, me-reka bermuzahadah “memeranginya,, barang siapa yang diselamatkan oleh Allah maka dia selamat, barang siapa yang disesatkan oleh Allah, maka dia akan sesat.

Dengan mengungkapkan hal-hal yang diatas, maka nafsu syahwat merupakan dampak yang sangat besar mempenga-ruhi jiwa, bila tidak mampu mengekangnya. Oleh karena itu setan yang menyusup melalui peredaran darah manusia kare-na ia termasuk badan halus sebangsa ruh yang dengan mu-dah menggoda manusia. Jadi tidak heranlah manusia eng-gan menerima kebenaran dan petunjuk dari Tuhan.

Untuk memerangi nafsu seksual yang menyimpang dari ajar-an agama yakni perkawinan, maka kita akan terlepas dari perbuatan zina yang keji, sebab dengan cara itu, maka kei-nginan untuk bersetubuh dapat kita salurkan secara wajar.

Sejalan dengan itu, ingatlah bahwa orang yang takwa senan-tiasa mendapat pimpinan dari Tuhan dalam penghidupan dan perjuangannya, karena ia meyakinan firman Allah SWT se-perti yang dimuat dalam SURAT AR RUUM (KE 30 : 60 ayat : 21)
(21) Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan saying. Se-sungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.

AMANAT
Manusia yang diciptakan oleh Allah SWT sebagai mahluk yang mulia dimatanya, maka Allah SWT memutuskan ma-nusia penerima amanah sebagai khalifah fiel ardhi untuk me-ngatur kehidupan alam semesta ini.

Manusia menyadari sepenuhnya bahwa amanah itu bukanlah tidak disertai tanggung jawab dalam kehidupan didunia, oleh karena itu amanah itu merupakan kunci di dalam kehidupan ummat manusia itu sendiri.

Selama perjalanan hidupnya didunia dalam perbuatan untuk berpikir, bekerja dan belajar agar selamat hidup di dunia dan akhirat akan sangat tergantung kemampuan manusia untuk memanfaatkan otak yang ada dalam dirinya (memori, emosi, naluri) agar fungsi alat pikiran berupa kesadaran, kecerdasan dan akal dapat dipergunakan sebaik-baiknya dalam wujud keseimbangan amalan lahir batin yaitu syariat lahir adalah untuk diamalkan oleh jasad lahir manakala syariat batin ada-lah untuk diamalkan oleh jasad batin (roh), lahir batin yang terpadu erat satu sama lain, maka amalan lahir dan batin wajib dilaksanakan serentak dalam satu masa di semua wak-tu dan keadaan.

Dengan demikian, bila kita ingin selamat di dunia dan akhi-rat kita harus meyakini arti penting amanah sebagai tonggak kehidupan ini, maka dari simaklah surat-surat dan ayat-ayat dibawah ini :

SURAT AL BAQARAH (KE 2 : 286 ayat : 283)
(283) Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu’amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amantnya (hutangnya) dan hen-daklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barang siapa yang menyembunyikannya, maka sesunguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya ; dan Allah Maha Menge-tahui apa yang kamu kerjakan.

SURAT AN NISAA’ (KE 4 : 176 ayat : 58)
(58) Sesungguhnya Allah Menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menutupkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah membe-ri pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi maha Melihat.

SURAT AL MU’MINUN (KE 23 : 118 ayat : 8)
(8) Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janji-nya.

SURAT AL MA’ARIJ (KE 70 : 44 ayat : 32)
(32) Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.

Dengan berpijak dari peringatan Allah SWT dalam surat dan ayat diatas, mulailah kita meletakkan landasan yang kuat bahwa amanah yang diberikan Allah SWT haruslah dilaku-kan secara bertanggung jawab kedalam perbuatan yang di-tunjukkan oleh sikap dan perilaku orang dalam kehidupan.

Bertambah tinggi tingkat keimanan seseorang, maka baik di tengah-tengah keluarga maupun masyarakat, ia akan meme-gang teguh makna amanah Allah SWT dalam perbuatannya.

Karena sangat pentingnya amanah itu, Nabi Muhammad Saw. Bersabda sebagai berikut :

“Serahkanlah amanah kepada orang yang telah mempercayai (mengamati) engkau, dan jangan kamu membalas orang yang mengkhianati engkau” (HR. Abu Dawud dan At-Tar-midzi dari Abi Hurairah).

“Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki sifat ama-nah baginya (diumpamakan oleh Rasulullah) seperti orang mendirikan shalat yang tidak suci” (HR.Thabrani dari Ibnu’Umar)

“ Akan tiba kepada manusia suatu masa yang penuh tipu muslihat, bahwa :
Sipembohong dipercayai ;
Yang benar didustakan ;
Si penghianat dipercayai ;
Orang-orang yang diserahi amanah kemudian berkhianat ;
Orang yang tidak terampil (bodoh) pada bidang keahliannya berbicara tentang urusan umum” (HR. Ibnu Maajah)

“Terdapat empat sifat atau tanda-tanda terhadap siapa saja apabila terdapat emapat sifat itu, dia adalah golongan mana-fiq ; Kepada siapa saja terdapat salah satu dari sifat itu, berarti dia termasuk golongan nifaq, sampai dia menghindar dari padanya ; Empat sifat itu ialah:
Apabila diberi amanah atau dipercayai dia berkhianat ;
Apabila dia berbicara, dia banyak dustanya ;
Apabila dia berjanji, kemudian dia memungkirinya ;
Apabila dia berselisih, dia bersikap curang” (HR. Bukhari)
HIRAUAN

Meningkatkan keimanan berarti kita meyakini benar bahwa pokok-pokok kepercayaan dalam agama islam yang disertai dengan kepatuhan dan penyerahan jiwa untuk melakukan hal-hal yang diwajibkan serta meninggalkan hal-hal yang terlarang.

Sejalan dengan apa yang kita utarakan diatas, maka terbetik-lah keinginan untuk mendewasakan beriman dalam kehidup-an ini dengan menjauhkan berpikir dari konsep materialistis yang mengagungkan kebendaan segala-galanya. Dalam kon-disi yang demikian, manusia itu sulit membebaskan jiwanya dari harta benda maka pastilah harta yang dimilikinya itu akan mengusainya.

Oleh karena itu simaklah surat-surat dan ayat-ayat dibawah ini sebagai peringatan dalam dirimu :

SURAT AN NISAA’ (KE 4 : 176 ayat : 28)
(28) Allah hendak memberikan keringan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.

SURAT AL ISRAA’ (KE 17 : 111 ayat : 53)
(53) Dan katakan kepada hamba-hamba-Ku “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang baik (benar). Se-sungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.

SURAT ASY SYU’ARAA’ (KE 26 : 227 ayat : 130-131)
(130) Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis.
(131) Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

SURAT AL AHZAB (KE 33 : 73 ayat : 48)
(48) Dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir dan orang-orang munafik itu, janganlah kamu hiraukan gangguan mereka dan bertakwallah kepada Allah. Dan cu-kuplah Allah sebagai Pelindung.

Dengan menyimak peringatan-peringatan yang terdapat da-lam surat dan ayat diatas, maka kamu akan tahu perbedaan hukuman dengan nikmat. Hanya dengan kesadaran, kecer-dasan dan akal itu sebagi menteri yang menasehati, hati itu ialah raja yang menentukan, harta itu satu tamu yang akan berangkat, kesenangan itu satu masa yang akan ditinggalkan.

Apa yang kita ungkapkan diatas merupakan motivasi dalam diri kita sebagai hirauan yang menyesak dada dalam usaha kita secara terus menerus menemukan diri, apa yang aku cari sebagai khalifah dimuka bumi ini selain memikirkan dunia dan akhirat. Makanya ada orang yang ingin berumur panjang tetapi tidak suka disebut tua. Dalam hidup ini bukan umur panjang yang penting, tetapi hidup yang memberi manfaat. Hidup yang sudah pendek intu akan membikin lebih pendek, jika kita mesiasiakan waktu. Orang yang membuang-buang waktu adalah orang yang mensia-siakan hidup.

Oleh karena itu, jadikan hirauan seperti alam terkembang jadi guru. Banyak ayat-ayat yang terdapat dalam alam bagi orang yang pandai membacanya. Pada alam ini banyak leter besar yang dapat dibaca untuk pelajaran tetapi tidak dapat di-lihat, kecuali bagi orang yang berfikir dan berperasaan yang melihat mata hatinya.

BERKATA BENAR

Bagi orang yang selalu berkata benar maka wujud sikap dan perilakunya akan sangat disegani sehingga tingkat kedewa-saan silahturahmi diperlihatkan dari sisi kepandaiannya ber-gaul di tengah-tengah masyarakat, jadi tidak heran pintu ma-syarakat selalu terbuka baginya.

Kepandaian bergaul yang dimotori oleh lidah yang selalu berkata benar, tidak dusta, apapun dalam pebuatannya yang berat menjadi ringan, yang jauh menjadi dekat, yang sulit menjadi mudah, ibarat dunia baginya hanya sebesar kelereng

Oleh karena itu simaklah ungkapan mengenai lidah sbb.:
“Aku mengakui bahwa tidak ada yang patut di embah selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya Dan bahwa Muham-mad itu adalah hamba dan utusan-Nya”.

Itulah ucapan “lidah” yang mempunyai pancaran iman dan akal yang sempurna. Karena itu, “lidah” termasuk diantara ni’mat Allah yang besar dan diantara ciptaan Tuhan yang amat halus dan ganjil. Lidah mempunyai bentuk yang indah, kecil dan menarik. Keimanan dan kekufuran seseorang tiada terang dan jelas, selain dengan kesaksian “lidah”. Lidah mempunyai keta’ataan yang besar dan mempunyai kedosaan yang besar pula. Anggota tubuh yang paling durhaka kepada manusia, ialah “lidah”. Sungguh lidah itu merupakan alat perangkap syetan yang paling jitu untuk menjerumuskan manusia.

Hanya dengan iman dan akal yang sempurna, manusia bias memelihara dan menjaga dari bahaya-bahaya yang ditimbul-kannya.
“Berjalan pelihara kaki, berkata peliharakan lidah” Demi-kianlah bunyi sebuah pepatah antik. Walaupun kata-kata itu telah usang kelihatannya, tetapi tetap berguna sepanjang masa.

Lidah, aapakah arti lidah, hanya sepotong daging kecil dari tubuh manusia yang telah sempurna. Tapi tanpa lidah, orang akan kekurangan, dan manusianya bertukar nama dengan nama dengan manusia bisu atau manusia yang tidak pandai berbicara.

Dan selanjutnya lidah dapat meni’mati makanan dan minim-an yang enak dan lezat. Karena itu lidah mempunyai arti yang besar dalam hidup manusia.

Lidahlah yang menghubungkan manusia dengan manusia. Lidahlah yang menciptakan segala bahasa. Lidahlah yang memberi suara semua pikiran dan cita. Lidahlah yang mem-beri nada segala rasa. Lidahlah yang memperindah nyanyi dan irama. Lidah dapat membuat hati yang rindu menjadi mesra-ria. Lidah yang bernasehat dapat menerangkan gelora amrah dalam dada.

Lidah dapat memutar balikkan segala peristiwa. Lidah dapat mempesona masyarakat dan massa. Lidah dapat membuat o-rang yang menangis menjadi tertawa.

Baanyak kata-kata bersajak yang dibuat orang dengan lidah; lidahnya seperti madu, hatinya seperti empedu”. “Lidahnya berbisa”. “Lidanya seperti lidah ular, bercabang dua”. Lidah-nya fasih berbahasa. “ Dia pandai bersilat lidah” dan seba-gainya.

Lidah seseorang dapat mengangkat derajat seseorang aketempat yang mulia.

Seorang penyair berkata: Biarkan aku bicara, kemudian berilah aku nama, menurut penilaian anda”. Orang Belanda pun mempunyai pula satu peribahasa “Bila hati telah diliputi oleh rasa, mulut/lidah akan mengucapkannya dengan seindah kata. Tapi dibalik keindahan lidah, lidahpun dapat menim-bulkan bencana, fitnah lidah besar bahayanya. Lidah dapat membuat orang yang bersaudara, berpisah, porak-poranda. Lidah dapat membuat suasana damai menjadi berantakan dan berperang. Lidah dapat membuat orang bersatu berpecah belah dan beradu domba.

Karena itu Rasulullah SAW. Bersabda ; “Tidaklah berdiri teguh (lurus) iman hamba Allah, sebelum berdiri teguh (lu-rus) iman hamba Allah, sebelum berdiri teguh (lurus) sebe-lum berdiri teguh (lurus) lidahnya. Dan tidak akan masuk surga seseorang, dimana tetangganya tidak merasa aman dari kejahatan lidahnya” (Di riwayatkan oleh Ibnu Abid-Dunya dalam buku Bahaya Lesan oleh Imam Al Ghazali, sadruran oleh Labib MZ)

Berbicara benar dan atau dusta (bohong) adalah aktualisasi dari lidah, dalam hal ini peranan naluri sangat menentukan dan seberapa jauh manusia dapat melepaskan diri pengaruh hawa nafsu akan sangat tergantung kepada tingkat kedewa-saan dalam bertakwa kepada Allah SWT. Manusia dapat me-manfaatkan pikiran, bagaimana caranya syetan masuk keda-lam jiwa manusia, namun nafsu yang condong pada paham materialistis.
Oleh karena itu peliharalah nalurimu dari hawa nafsu dengan mengingat surat dan ayat dibawah ini :

SURAT AL AHZAB (KE 33 : 73 ayat : 70)
(70) Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu ke-pada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.

Dengan mengingat hal-hal yang kita ketengahkan diatas, ma-ka berkata benar adalah sendi kejujuran dalam menuju ke-nikmatan hidup, maka berpikirlah dalam realita hidup ini bahwa kemegahan lebih hampa, lebih fana dan lebih sering berubah daripada angin, sehingga berkata benar sebagai be-nih yang terus dapat menumbuhkan budi dan kebajikan da-lam hati seseorang akan menjelma sebagai orang yang bijak-sana berpikir sekali sebelum berbicara dua kali.

Berkata benar, kelihatannya mudah diwujudkan dalam sikap dan perilaku tapi kenyataannya sangat sulit untuk menanam-kan pada diri ibarat seperti saya tidak peduli orang tidak mengenal saya, saya prihatin kalau saya tidak mengenal o-rang lain. Hanya dengan bertakwa kepada Allah SWT, ia da-pat menuntun lidahnya, sehingga orang yang paling bijaksa-na dan paling bahagia ialah mereka yang mengerti dan sadar untuk apa ia dijadikan khalifah di muka bumi ini.

PERMUSUHAN

Cobalah renungkan peristiwa kaum quraisy memperdaya Ra-sulullah seperti yang diungkapkan dibawah ini :

“ Orang-orang kafir Quraisy melakukan tipu daya di Darun Nadwah untuk memperdaya nabi Muhammad saw. Peristiwa ini terjadi pada hari sabtu, sebagaimana yang dikatakan oleh Allah dalam firmanNya, yang artinya :
“Dan (ingatlah) ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikir-kan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memen-jarakanmu. Mereka memikirkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya” (S.Al-Anfal:30)

Dikota Makkah terdapat sebuah rumah yang diberi nama “Darun Nadwah”, rumah ini dipergunakan oleh orang-orang kafir Quraisy sebagai tempat berkumppul dan bermusyawa-rah apabila mereka menghendaki untuk memecahkan suatu masalah. Begitu juga tatkala mereka ingin melakukan tipu daya terhadap Rasulullah saw, mereka berkumpul ditempat tersebut. Pada waktu itu ada lima tokoh kaum musyrikin yang ikut hadir, diantaranya: Utbah, Syaibah, Abu Jahal, Abu Bukhturity dan Al-Ash bin Wa’il, dalam riwayat yang lain orang yang berkumpul di Darun Nadwah itu lebih dar lima orang. Sementara Tsa’labiy meriwayatkan, sesungguh-nya orang yang berkumpul di Darun Nadwah itu ada 12 orang, diantaranya yang masuk majlis terdapat Iblis yang menyamar sebagai orang tua dengan membaawa tongkat yang ada di tangannya.

Tatkala iblis itu dating ke Darun Nadwah, langsung dihadang oleh Abu Jahal, seraya berkata : “kami yang ber-kumpul disini akan membahas dan mengatur suatu masalah
yang sangat rahasia, untuk itu, kembalilah engkau”. Mende-ngar penolakan Abu Jahal itu iblis berkata “Aku ini adalah orang tua yangdituakan dibumi Najed, aku mempunyai firasat, akan terjadi suatu peristiwa dalam masa mendatang. Untuk itu, aku ingin mencoba apakah perkara-perkara yang aku ketahui itu sesuai dengan ta’wilanku atau tidak, oleh ka-rena itu, maka masukkanlah aku ke dalam Darun Nadwah, barangkali aku bias menceritakan kepadamu tentang ta’wi-lanku, dan aku bias membedakan mana perkataan yang be-nar dan mana perkataan yang salah”

Akhirnya Abu Jahal dan teman-temannyamengalah dan mempersilahkan iblis ikut bermusyawarah dalam darun Nadwah. Dalam musyawarah itu Utbah memulai angkat bi-cara dengan mengatakan : “Sesungguhnya kematian adalah suatu perkara yanghaq, maka bersabarlah kalian sammpai Allah memutuskan tentang kematian Muhammad, yang akhirnya kita bias selamat dari perbuatan buruknya” Men-dengarnya Perkataan tersebut iblis langsung angkat bicara : “Diamlah engkau Utbah, dari mana engkau punya pikiran se-perti itu, engkau tidak pantas turut hadir di tempat ini, yang pantas bagimu adalah sebagai pengembala ternak dan unta, jika kalian bersabar sampai Muhammad meninggal, maka akan tampaknagamanya di bumi timur dan barat, dan Mu-hammad mampu menghimpun pasukannya yang besar lalu memerangimu dan kamu akan binasa semua olehnya”. Men-dengar saran iblis tersebut semua yang hadir dalam majelis Darun Nadwah berkata : “Engkau benar Syekh Najdiy”. Ke-mudian Syaibah angkat bicara : “Aku punya pendapat bagai-mana kalau Muhammad kita tangkap lalu kita penjarakan, dalam sebuah rumah, dan menguncinya dari luar sehingga ia mati dalam keadaan lapar dan kehausan”. Menanggapi usulan Syaibah iblis berkata: “Pendapat ini juga tidak benar,
jika kalian jadi memenjarakan Muhammad, maka Bani Ha-syim akan mengadakan sidang darurat untuk membebaskan Muhammad dari tanganmu dan akhirnya kamu akan mele-paskannya dan nantinya terjadi permusuhan yang besar anta-ra kamu dan kerabat-kerabat Muhammad”. Mendengar saran iblis itu yang hadir dalam majelisDarun Nadwah “Engkau benar Syekh Najdiy”. Kemudian Al- As bin Wa’il berkkata : “bagaimana kalauseandainya kita mengikat Muhammad diatas unta lalu menggiringnya ke sahara padang pasir agar dia mati terkena terpaan pasir dan sengatan mmatahari”.
Menanggapi usulan Al-Ash bin w’il iblis angkat bicara.”Ini juga tidak benar, ketahuilah sesungguhnya Muhammad adalah seorang lelaki yang tegap bentuknya, ganteng wajah-nya, fasih lisannya, bagus keterangannya alias bias dipercaya jika Muhammad yang kamu tinggalkan ditengah sahara padang pasir itu bertemu dengan seseorang, lalu orang itu menunjukkan ke arah sebuah negeri, dan setiap orang yang mendengarkkan keterangan Muhammad membenarkannya, lalu mereka berkumpul sehingga menjadi satu kesatuan yang besar, kemudian mereka mendatangi dengan jumlah yang besar dan terus memerangimu, maka kamu dalam waktu yang singkat akan binasa semua”. Lagi-lagi mendengar saran iblis laknatullah orang yang berkumpul dalam majelis tersebut serentak mengatakan : “Engkau benar Syekh Najdiy”. Lalu Abu jahal mulai angkat bicara. “Aku punya pendapat, bagaimana kalau kita mengeluarkan setiap Qabilah seorang pemuda, kemudian pemuda-pemuda tersebut kita perintahkan untuk mendatangi rumah Muhammad saw di malam hari, dan kalau sudah bertemu Muhammad mereka langsung membunuhnya dengan memakai pedang yang ta-jam, sehingga tidak ada satupun orang yang mengetahui sia-pa pembunuhnya, apabila keluarga Muhammad menuntut Diyat, maka kita mengumpulkan harta yang kita ambil dari
setiap Qabilah yang mengirimkan ppemudanya, lalu harta yang sudah kita kumpulkan itu kita berikan kepada kerabat Muhammad maka akan putuslah tuntutan keluarganya dan kita semua selamat dari kejahatan Muhammad”. Mendengar
usulan Abuu Jahal iblis langsung menanggapinya, secara berkata: “benar usulmu dan benar jalan fikiranmu, pendapatmu sesuai dengan apa yang aku inginkan”. Akhir-nya mereka sepakat dengan usulan Abu Jahal, yaitu membu-nuh Muhammad. Kemudian mereka berpisah dari Darun Nadwah.

Setelah ada kesepakatan untuk membunuh Muhammad di Darun Nadwah, Ibril langsung turun kepada Rasulullah saw, dengan membawa ayat ini, yang artinya :
“dan (ingatlah) ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikir-kan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memen-jarakan. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah mengga-galkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya” (S.Al-Anfal:30)
kemudian Jibril berkata:”Wahai Muhammad, keluarlah engkau dari kota Makkah menuju Madinah, sesungguhnya perintah ini adalah perintah rahasia yang aku sampaikan kepadamu, engkau jangan gelisah sebab setiap sesudah kesulitan itu ada kemudahan, dan setiap sesuatu itu mempu-nyai waktu dan aturan, bagi yang mengawasi tingkah laku kita ada Dzat Yang Maha Kuasa”.

Pada sore harinya Rasulullah saw, bermusyawarah bersama sahabat-sahabatnya, lalu beliau berkata dalam musyawarah itu : “Siapa orang yang mau menemani saya?, siapa orang yang mau menemani saya?” Abu Bakar langsung berkata: “Aku ya Rasulullah yang menemani engkau”. Rasulullah saw, berkata lagi : “Siapa yang mau tidur di atas tikarku nan-
ti malam, maka aku akan menjamin dia masuk surga”. Kontan sahabat Ali berkata: “Aku Ya Rasulullah yang akan tidur di atas tikarmu nanti malam, aku pertaruhkan nyawaku sebagai tebusan dirimu, karena sesungguhnya aku adalah saudaramu yang menjadi orang tua cucumu dan menjadi sua-minya wanita yang menyejukkan pandanganmu (yaitu Fati-mah).

Diriwayatkan dari jabir bin Abdullah r.a. ia berkata: Aku pernah mendengar shahabat Ali melagukan suatu sya’ir, se-dangkan Rasulullah saw, mendengarnya, diantaranya bait sya’ir itu adalah :
Aku adalah sandara nabi yang terpilih
Yang tiada keraguan didalam kenasabanku
Nenekku dan nenek Rasullullah adalah menjadi satu.
Aku membenarkan Rasulullah dan (meluruskan semua ma-nusia dalam kegelapan.
Dari kesesatan, kemusyrikan dan pembangkangan.
Segala puji bagi Allah, dengan memanjatkan syukur kepa-danya, tiada sekutu bagiNya.
Yang membuat bagus pada hambaNya dan Dzat Yang kekal selamanya.

Mendengar sya’ir yang dibaca oleh sahabat Ali Rasulullah saw, tersenyum seraya berkata : Engkau benar wahai Ali.
Kami kembali kepada cerita, Ali lalu dating ke rumah Rasulullah saw, kemudian tidur diatas tikar Rasulullah dengan mengunakan selimutnya. Ketika orang-orang kafir sudah dating dan mengepung rumah Rasulullah saw, mereka semua menghadang Rasulullah keluar termasuk juga iblis yang ikut dalam rombongan mereka. Pada saat yang gentingseperti itu, Allah membuat mereka tertidur dan lupa akan penjagaannya, sehingga mereka tertidur pulas termasuk
juga iblis, tidak ada satupun yang terbangun diantara mereka sepanjang malam itu, kemudian keluarlah Rasulullah bersa-ma Abu Bakar darirumahnya beliau melihat disekitar rumahnya banyak orang-orang kafir tertidur, lalu Rasulu-lullah mengambil debu dan ditaburkan pada kepala mereka.

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah sebelum keluar rumah membaca surat Yasin sehingga tak satupun orang kafir melihat Rasulullah keluar dari rumahnya bersama Abu Bakar ini akibat dari berkahnya surat Yasin. Setelah Rasulullah saw, pergi yang pertama kali bangun adalah iblis. Iblis lalu membangunkan orang-orang kafir yang tertidur pulas, seraya berkata: “Muhammad telah pergi, apakah ada diantara kalian yang melihat bagaimana sampai Muhammad bias menabur-kan debu diatas kpala kalian?. Akhirnya mereka para kuffar terbangun dan langsung masuk ke rumah Rasulullah, mereka mencari Rasulullah disetiap sudut rumah tetapi mereka tidak menemukannya, mereka hanya mendapat Ali yang sedang tidur pulas diatas tikar Rasulullah, Ali ini akhirnya ditanyai oleh mereka: Dimana Muhammad?”. Ali menjawab: “Se-sungguhnya Tuhan Yang Maha Tinggi telah memindahkan nabiNya yang terpilih kemana yang ia kehendaki dari tempat yang dekat, karena sesungguhnya Tuhan itu adalah dzat yang mengetahui rahasia dan yang lebih rahasia lagi. Maka ia tidak akan menyesatkan dan tidak melupakan, oleh karena itu janganlah engkau mencari Muhammad di muka bumi ini, ssemoga Muhammad itu orang yang lebih tinggi dari yang tinggi”

Diriwayatkan dari nabi saw, ia bersabda: “Allah telah mem-berikan wahyu kepada Jibril dan Mikail: Aku membuat kamu berdua bersaudara dan menjadikan umur salah satu dari kamu lebih panjang dari yang lain, mana yyang kamu
pilih saudara atau hidup? “keduanya lantas memilih hidup. Kemudian Allah memberikan wahyu kepada keduanya: “Apkah tidak ada diantara kamu yang seperti Ali bin Abi Thalib? Aku menjadikan Ali dan Muhammad bersauudara, lalu Ali tidur diatas tikar Muhammad dengan menyediakan
nyawa dirinya sebagai tebusan Muhammad, ia memilih agar Nabi Muhammad lebih lama hidup dari pada dirinya. Oleh karena itu, sekarang turunlah ke bumi dan jagalah Ali dari musuhnya”.

Kemudian kedua malaikat itu turun ke bumi, malaikat Jibril berada di dekat kepala Ali sedangkan Mikail berada didekat kedua kakinya. Malaikat Jibril berkata: “Berbahagialah orang sepertimu wahhai Ibnu Abi Thalib, Allah telah mem-banggakan dirimu pada malaikat-malaikat yang berada di langit”

Allah lalu menurunkan kepada utusanNya menghadapkan kearah Madinah sebagaimana keadaan Ali. Hal ini telah di-katakan oleh Allah dalam firmannya, yang artinya:
“Dan diantara manusia ada orang yang mengorbankan diri-nya karena mencari keridlaan Allah, dan Allah Maha pe-nyantun kepada hamba-hambaNya” (S. Al-Baqarah:207)

Dalam tidurnya diatas tikar Rasulullah saw, Ali melagukan suatu sya’ir, diantara baitnya adalah:
Aku telah menyediakan diriku yang rendah dan lemah seba-gai tebusan (nyawa) bagi sebaik-baik orang.
Sedangkan orang-orang sudah mengitari rumah yang antik ini dengan membawa batu.
Rasulullah merasa takut oleh tipu daya orang-orang kafir.
Maka Dzat Yang mempunyai pemberian telah menyelamat-kannya dari tipu daya
Semalam Rasulullah berada didalam gua dengan aman.
Yang dijaga oleh Allah sebagai pengawas yang didalam menutupi.
Semalaman aku menjaga mereka dan perkara yang telah di-tetapkan kepadaku.
Aku menyediakan diriku untuk dibunuh da ditawan.

Kami kembali kepada cerita, tatkala orang-orang kafir tidak menemukan Rasulullah d rumahnya, mereka langsung mengadakan musyawarah selama tiga hari. Kemudian mere-ka keluar menyebar keseluruh penjuruu kota (Makkah) untuk mencari Muhammad kearah kota Madinah, akhirnya Suraqah bin Malik untuk mengejar Muhammad kearah kota Madinah, akhirnya Saraqah menemukan Rasulullah dan Abu Bakar. Ketika Abu Bakar melihat kedatangan Saraqah yang terus mengejarnya, ia berkata kepada Rasulullah: “Ya Rasulullah, kita telah ditemukan oleh Saraqah, dan Saraqah itu termasuk pemberani-pemberaninya orang Arab” Menanggapi ketakut-annya Abu Bakar Rasululah, bersabda: “engkau jangan takut”.

Setelah Suraqah mendekati Rasulullah dia langsung meng-hunus pedangnya seraaya berkata: Wahai Muhammad, siapa orang yang bias menghalangiku untuk membunuhmu pada hari ini?”. Dengan mantap Rasulullah menjawab: “yang bias menghalangimu untuk membunuhku adalah Dzat Yang maha Mulya, Yang Maha Perkasa, yang tunggal dan Dzat Yang Memaksa”. Lalu Jibril turun dan berkata keppada asulullah: Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah telah ber-firman kepadamu, bahwa bumi ini dijadikan tunduk kepada perintahmu, maka perintahkan bumi ini menurut kehendakmu”. Kemudian Rasulullah saw, langsung berkata kepada bumi: Wahai bumi ambillah Suraqah”. Kontan saja
bumi itu terus menarik kaki kuda Suraqah samai sebatas lu-tutnya, sedangkan Suraqah berdiri mematung tidak bias ber-gerak, dalam kondisi menuntun kuda, maka Suraqah berteriak: Wahai Muhammad amankanlah aku, demi kemul-yaan Dzat Yang Mulya, jika engkau bias menyelamatkan diriku aku pasti tidak akan lagi menyakitimu”. Rasulullah
saw, lalu berdoa, kontansaja bumi tersebut melepaskan kaki kudanya.

Aku melihat sebagian Ahli Tafsir mengatakan: “Sesungguh-nya Suraqah terus mngulangi niat jahatnya sampai tujuh kali dengan melanggar perjanjiannya (pada Rasulullah), setiap kali ia melanggar janjinya pada Rasulullah, pada saat itu pu-la kaki kudanya tertelan bumi, sampai ia bertaubat pada pelanggaran yang kedelapan, dengan taubat yang benar, kemudian ia mengeluarkan panah dari tempatnya dan mem-berikannya kepada Rasulullah saw, seraya berkata: “Wahai Muhammad, sesungguhnya aku ini memiliki beberapa unta dan binatang ternak yang bias dipakai dalam perjalananmu, maka panggillah tukang pengembala dan perintahkan me-ngambil binatang ternakku menurut yang engkau kehendaki” Rasulullah menjawab: “Wahai Suraqah, jika engkau tidak suka pada agama islam, maka akupun tidak menyukai hartamu dan binatang ternakmu”. Kemudian Suraqah berkata “Wahai Muhammad, agamamu ini akan menjadi besar di permukaan alam, dan engkau akan memiliki banyak kerabat dari anak Adam, oleh karena itu, berjanjilah engkau kepada-ku ketika dating hari kemenenganmu, maka mulyakanlah diriku ini”. Rasulullah saw, lalu mengambil tempat air (ben-tuknya seperti kendil yang terbuat dari kulit) dan menggo-reskan tanda pada tempat air tersebut sebagai tanda janjinya kepada Suraqah, kemudian Rasulullah saw memberikan kendi itu kepada Suraqah, seraya berkata: “Ini adalah janjiku
kepadamu”. Keemudian Suraqah berkata: “Wahai Muham-mad, mintalah kepadaku tentang keinginanmu”. Rasulullah saw, menjawab: “Wahai Suraqah, permintaanku adalah agar engkau mengembalikan pasukan Qurasy”.

Akhirnya Suraqah kembali pulang dengan selamat, sampai ia bertemu dengan Abu Jahal, lalu ia berkata: wahai Abu Hakam, Muhammad tidak pergi melalui jalan ini, sebaiknya kalian kembalilah semua”. Abu Jahal membantah: “Wahai Suraqah, sesungguhnya aku ini menduga kepadamu bahwa engkau telah bertemu Rasulullah, maka beritakanlah kepada kami”. Saraqah tidak menjawab tetapi melaukan suatu sya’ir diantara baitnya adalah:
Abu Hakam demi Latta jika engkau termasuk orang yang me-nyaksikan.
Didepan(ku) kaki kudaku telah ambles (masuk kedalam bumi)
Engkau mengerti dan tidak ragu bahwa Muhammad itu ada-lah seorang utusan dan tidak ada yang mengingkarinya.
Minggirlah dan kembalikan manusia ini dalam mengejar Muhammad.
Aku telah melihat derajat Muhammad pada hari ini, dan ak-an tampak tanda-tandanya nanti. “
(Nasehat dalam Tujuh Peristiwa oleh Syekh Abi Nasru Mu-hammad bin Abdurrahman Al-Hamdaniy – penerjemah Fuad Kauma)

Dengan menyimak peristiwa yang diungkapkan diatas, ma-ka betapa besar masalah permusuhan itu akan mempengaruhi jiwa seseorang karena ketidak mampuannya memelihara naluri yang sangat dipengaruhi oleh hawa nafsu, oleh karena itu simaklah surat dan ayat dibawah ini untuk menuntunmu kejalan yang diridhoi oleh Allah SWT. :
SURAT FUSHSHILAT (KE 41 : 54 ayat : 34)
(34) Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.

Kita hidup ditengah-tengah masyarakat yang mendambakan kedamaian, bila kita bersikap dan berperilaku sesuai dengan ajaran islam, niscaya kita dapat hidup penuh kerukunan dian-tara kita, menjauhi akibat permusuhan yang akan terjadi.

Dibawah ini diungkapkan Muhammad Bersabda:

“Tidak akan masuk surga seseorang yang membuat tetangga tidak aman karena gangguannya” {H.R.Muslim)

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka ja-nganlah ia menyakiti tetangga. Dan barangsiapa beriman ke-pada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia berkata yang baik atau diam. (H.R. Bukhari-Muslim)

“Jibril selalu berpesan kepadaku supaya berbuat baik terhadap tetangga, sehingga saya mengira bahwa tetangga akan memperoleh hak waris” (H.R.Bukhari- Muslim)

KEADILAN
Dapatkah kita memiliki sikap dan perilaku dalam bentuk keadilan dalam perbuatan hidup di dunia ini. Oleh karena itu wujud keadilan bukan hanya harus dijalankan, tetapi juga dinyatakan dan tampak dijalankan. Jawabannya akan terletak tingkat kedewasaan rohaniah seseorang yang mampu dari waktu ke waktu dalam perjalanan hidup ini, menumbuh-kembangkan kepribadian yang memiliki kejujuran untuk me-negakkan perbuatan keadilan dalam menuju kenikmatan hi-dup di dunia dan akhirat.

Simaklah petunjuk yang termuat dalam surat dan ayat diba-wah ini sebagai awal kita merenung tentang sikap dan peri-laku dalam perbuatan keadilan ini :

SURAT AL A’RAF (KE 7 : 206 ayat : 29)
(29) Katakanlah : “Tuhanku menyuruh menjalankan keadil-an”. Dan (Katakanlah) : “Luruskan muka (diri)mu di setiap shalat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan keta’atan mu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu akan kembali ke-pada-Nya”

SURAT AL MUMTAHANAH (KE 60: 13 ayat: 8)
(8) Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan ber-laku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu ka-rena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

Kedua surat dan ayat yang kita ungkapkan diatas, sangatlah jelas bagimu, berbuat keadilan kepada siapapun harus dija-
lankan dan ditampakkan. Ingatlah selalu mutiara kepribadi-an Muhammad saw seperti : “Tidaklah sempurna iman sese-orang, apabila dia belum bisa mencintai sesamanya seperti mencintai dirinya sendiri”

Oleh karena itu kalau kamu akan dipandang sebagai orang yang bermakna dalam hidup ini, jika dalam menjalankan ke-hidupan ini kamu isi dengan kesungguhan berbuat keadilan dalam perbuatanmu, maka kamu tidak akan diseret oleh per-buatan ketidakadilan dalam perbuatanmu, disitulah terletak kenikmatan hidup ini.

Kemampuan seseorang memanfaatkan alat pikiran berupa kesadaran, kecerdasan dan akal dalam proses yang berurutan yang effektif, maka faktor keadilan ikut memainkan fungsi-nya dalam proses pengambilan keputusan untuk suatu per-buatan yang di ridhoi oleh Allah SWT. Dengan demikian da-pat pula kita mengatakan bahwa tanpa keadilan tidak ada suatu kemerdekaan, oleh karena itu marilah kita meyakini benar dan percaya bahwa keadilan merupakan daya dorong untuk menciptakan kekuatan dalam perbuatan sampai akhir jaman untuk menjalankan kewajiban yang benar dalam me-nuju kenikmatan hidup di dunia dan selamat di akhirat.

Untuk mempertebal keyakinan dan kepercayaan itu, simaklah surat dan ayat dibawah ini :

SURAT AL AN’AM (KE 6: 165 ayat : 152 )
(152) Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfa’at, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang mela-inkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata,
maka hendaklah kamu berlaku adil kendatipun dia adalah kerabat(mu) dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat.

SURAT AL HUJURAAT (KE 49 : 18 ayat : 9)
(9) Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mu’mim berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah sa-tu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali, kepada perintah Allah ; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

Kedua surat dan ayat yang kita ungkapkan diatas sebagai penuntun dalam mengaktualisasikan kesadaran, kecerdasan dan akal dalam usaha mencari hikmah berpikir dalam mewu-judkan keadilan pada sikap dan perilaku agar semua perbuat-an mendapat manfaat disatu sisi dan disisi lain membentuk jiwa dan rohani supaya lebih mengenal kepada Allah SWT.

Dengan menumbuhkan keadilan pada jiwa ini, itu berarti memberikan sinar hati dalam menuju manusia mulia dan ma-nusia bijaksana, artinya disatu sisi melambangkan orang yang baik perbuatannya yang memuliakan jiwanya dengan takwa dan memeliharanya dari ketidakadilan, disisi lain me-lambangkan sebagai orang yang tidak mendahulukan dan mengutamakan dunia dan yang menahan nafsunya dari per-buatan yang menyalahi kesadaran, kecerdasan dan akalnya yang lurus.
AMALAN BATIN
DALAM SISI MASALAH PERSAUDARAAN,
KEPENTINGAN DAN TAMU
PERSAUDARAAN

Bgaimana kita dapat melahirkan dan menumbuhkan rasa persaudaraan kedalam kalbu kita, agar kita selamat hidup di dunia dan akherat. Sikap dan perilaku kita hidup di dunia ini ditunjukkan oleh wujud kehadiran kita di tengah-tengah ma-syarakat yang mampu memberikan keteladanan mengisi ak-tualisasi diri kedalam makna persaudaraan.

Cobalah renungkan tentang hubungan Imam Ali dengan Ra-sulullah SAW, dimasa kecil :
“ … Dan telah kalian ketahui tempatku di sisi Rasulullah saw.; dengan kekerabatanku yang amat dekat dan kedudukan ku yang khusus. Beliau meletakkan aku di pangkuannya ketika aku masih seorang bocah. Didekapnya aku ke dada-nya , dipeluknya di pembaringannya, disentuhkannya aku dengan tubuhnya dan diciumkannya aku harum aromanya. Adakalanya beliau mengunyah sesuatu lalu disuapkannya ke mulutku. Tiada pernah ia mendapatiku berdusta dalam suatu ucapan atau gegabah dalam suatu perbuatan.

Sejak masa kecilnya, Allah SWT telah menyertakan dengan-nya malaikat-Nya yang termulia, agar menunjukkan kepada-nya jalan keluruhuran pekerti serta kemuliaan akhlak, di si-ang hari ataupun di malam harinya.

Aku pun mengikutinya ke mana beliau pergi, bagai anak un-ta setia mengikuti ibunya. Tiap hari ia meengajariku tambah-
an pengetahuan dari akhlaknya dan memerintahkan aku agar mencontohnya. Di hari-hari tertentu, setiap tahunnya, ia me-nyingkir menyendiri di gua Hira, dan aku melihatnya semen-tara tidak seorangpun amelihatnya selain aku.
Pada saat itu tak ada satu pun rumah tangga yang terikat da-lam Islam selain Rasullullah saw. Dan Khadijah serta aku, yang ketiga setelah keduanya. Dan aku pun menyaksikan sinar wahyu dan kerasulan, menghirup pula semerbaknya kenabian. (Mutiara Nahjul Balaghan, diterjemahkan oleh Muhammad Al-Baqir)

Selanjutnya simaklah surat dan ayat dibawah ini, yang me-ngingatkan kita makna arti persaudaran yang harus kita yakini sebagai landasan untuk menumbuh kembangkan kedalam kalbu ini :

SURAT AN NISAA’ (KE 4: 176 ayat : 25)
(25) Dan barangsiapa di antara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita mer-deka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu meliki. Allah mengetahui kei-mananmu ; sebagian kamu adalah sebagian yang lain. Kare-na itu kawinilah mereka dengan seizing tuan mereka dan be-rilah maskawin mereka menurut yang patut, sedang mereka-pun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai priaannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan ka-win, kemudian mereka mengerjakan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separo hukuman dari hukuman wa-nita-wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kesu-litan menjaga diri ( dari perbuatan zina) di antaramu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maaha Pengam-pun lagi Maha Penyayang.

SURAT ALI IMRAN (KE 3 : 200 ayat : 103)
(103) Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (aga-ma) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni’mat kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahilayah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, la-lu menjadilah kamu karena ni’mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Al-lah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu men-dapat petunjuk.

Kedua surat dan ayat itu mengingat kita kepada suatu kisah Imam Al-Bagir dan Seorang Nasrani seperti dibawah ini :
“Imam Bagir adalah Muhammad bin Ali bin Husain r.a. Beliau bergelar Bagir yang berarti : yang membelah, atau yang membuka. Imam ini selalu di panggil dengan sebutan Bagir al-Ulum (pembuka ilmu-ilmu pengetahuan). Seorang Nasrani dengan nada mengejek, mengubah kata bagir deng-an bagar, yang berarti sapi. Dia berkata kepada Imam:”Anta Bagar (Anda sapi)”. Wajah imam tidak menjadi merah, apa-lagi marah, bahkan dengan penuh kerendahan hati beliau berkata: “Saya bukan Bagar, saya adalah Bagir” “Anda ada-lah anak seorang wanita yang kerjanya memasak” kata orang itu lagi. “Ya, itu kkerjanya. Tapi pekerjaan itu bukan peker-jaan yang memalukan.” “Ibumu seorang yang hitam, tidak tahu malu dan berlidah jahat.”
“Kalaulah tuduhanmu terhadap ibuku itu benar, mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosanya> Kalau tidak, se-moga Allah mengampuni dosao-dosa tuduhan bohongmu itu”. Menyaksikan kesabaran yang luar biasa dari seorang yang mampu mendera seorang non-Muslim seperti dia kare-na mengganggu dan menduh seperti itu, tak awal jiwanya
guncang dan terkesan. Tidak lama setelah itu, dia memeluk islam.” (Kisah Sejuta Hikmah oleh Murthada Muthahhari)

Selanjutnya renungkan lebih lanjut surat dan ayat yang kita ungkapkan dibawah ini :

SURAT AL HUJARAT (KE 49 : 18 ayat : 10, 13)
(10) Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertak-walah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.

(13) Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadi-kan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesunggunya orang yang paling mu-lia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling ber-takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengeta-hui lagi Maha Mmengenal.

SURAT AL MAIDAH (KE 5 : 120 ayat : 32)
(32) Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hokum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang-siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semua-nya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sunguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi.

SURAT AL BAQARAH (KE 2 : 286 ayat : 83)
(83) Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu) : Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata
yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali se-bagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.

Dengan menyimak surat-surat dan ayat-ayat yang kita kemu-kakan diatas lebih mempertebal untuk menyerah diri dan percaya atas kebenaran arti makna persaudaran yang dapat menyentuh mata hati manusia.

Sejalan dengan itu marilah kita menyimak satu tulisan oleh Jalaluddin Rakhmat dalam Islam Aktual yang mengungkap-kan “Menyambung Tali Persaudaraan” sebagai berikut :

“ Abdullah bin Abi Awfa bercerita: Kami waktu itu sedang berkumpul bersama Rasulullu saw. Tiba-tiba beliau berkata: “Janganlah duduk bersamaku hari ini orang yang memutus-kan persaudaraan.” Segera seorang pemuda berdiri mening-galkan majelis Rasulullah. Rupanya sudah lama ia berteng-kar dengan bibinya. Ia lalu meminta maaf kepada bibinya dan bibinya pun memaafkannya. Setelah itu, barulah ia kem-bali kepada Majelis Nabi. Nabi saw. Berkata: “Sesungguh-nya rahmat Allah tidak akan turun kepada suatu kaum yang di situ ada orang yang memutuskan persaudaraan”. (Al-Targhib 3:345).

Perhatikanlah keluarga kita, kaum yang paling kecil. Bila didalamnya ada beberapa orang yang sudah tidak saling me-negur, sudah saling menjauhi, apalagi kalau di belakang sa-
ling menohok dan memfitnah, maka rahmat Allah akan di-jauhkan dari seluruh anggota keluarga itu. Kemudian, perha-tikan umat Islam Indonesia, kaum yang lebih laus. Bila di dalamnya masih ada kelompok yang mengafirkan kelompok yang lain, atau membentuk jamaah yang lain, atau tidak mau bershalat jamaah dengan kelompok yang pendapatnya berbe-da, maka seluruh umat akan terputus dari rahmat Allah. Sukarlah umat yang seperti itu akan memperoleh kemenang-an. “Maukah kalian aku tunjuki amal yang lebih besar paha-lanya dari shalat dan puasa?” Tanya Rasulullah saw. Kepada sahabat-sahabatnya. “Tentu saja”, jawab mereka. Rasulullah menjawab, “Engkau damaikan orang-orang yang berteng-kar”. Menyambungkan persaudaraan yang terputus, memper-temukan kembali saudara-saudara yang berpisah, menyem-batani berbagai kelompok dalam Islam dan mengkukuhkan ukhuwwah di antara mereka adalah amal ssaleh yang besar pahalanya. “Barangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rizkinya, hendaklah ia menyambungkan persaudaraan” (H.R. Bukhari dan Muslim).”

Dengan mengungkapkan hal-hal diatas diharapkan semua itu dapat memberikan daya dorong untuk menemukan tentang diri kita, karena itu, disitulah letak kesadaran, kecerdasan dan akal untuk mendorong dalam berpikir, agar kita terus mendewasakan ketawakalan dan keimanan dalam hidup ini.

Sejalan dengan itu cobalah renungkan pandangan yang di-ungkapkan Imam Ja’far Ash-Shadig dalamThe Latern of the Path (Lentera Ilahi), mengemukan seperti dibawah ini:

“Ada tiga hal yang langka dalam setiap zaman: persaudara-an dalam keyakinan kepada Allah ; seorang istri yang taat

dan penuh kasih yang membantu dalam menguatkan iman suaminya kepada Allah ; dan seorang putra yang berjalan di jalan yang lurus. Barangsiapa yang telah menemukan ketiga hal tersebut berarti ia telah mendapatkan kebaikan untuk ke-dua tempat kediaman itu dan bagian yang paling baik di du-nia ini dan akhirat nanti. Waspadalah jika mengangkat seseo-rang sebagai saudara ketika kamu terpengaruh oleh ketamak-an, rasa takut, kecenderungan, uang, makanan atau minuman Carilah persaudaraan yang didasarkan atas rasa takut kepada Allah, bahkan sampai ke ujung bumi dan bahkan jika kamu melewatkan seluruh masa hidupmu untuk mencari mereka. Allah tidak pernah meninggalkan seorang pun yang lebih baik disbanding mereka setelah para Nabi di atas bumi ini, juga tidak pernah Dia memberikan kepada seorang hamba karunia sebagaimana karunia keberhasilan untuk menemu-kan persahabatan mereka. Allah telah berfirman, “Teman-teman akrab pada hari salaing bermusuh-musuhan, kecuali orang-orang yang takwa”(QS.43:67). Bila dikutip dari Al Qur’an, bunyi terjemahan sbb.”Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa”
Saya percaya bahwa setiap orang yang mencari teman tanpa cacat di masa sekarang ini tidak akan pernah mendapatkan-nya. Tidak tahukah kamu bahwa tanda kehormatan pertama yang diberikan oleh Allah kepada para Nabi-Nya ketika se-ruan mereka untuk beriman menjadi dikenal adalah seorang kawan atau pembantu yang dapat dipercaya? Demikian pula, pemberian paling mulia yang diberikan oleh Allah kepada kawan-kawan, para pendukung (awliya), teman-teman sejati dan orang-orang kepercayaan-Nya adalah uluran persahabat-an dari para Nabi-Nya. Ini membuktikan bahwa, setelah pe-ngetahuan tentang Tuhan (ma’rifah Allah), tidak ada rahmat

di kedua tempat kediaman itu yang lebih luhur, lebih unggul atau lebih murni dibandingkan dengan persahabatan dalam keyakinan kepada Allah dan persaudaraan demi Dia.”
KEPENTINGAN

Kepentingan mengandung makna kebutuhan. Dalam meme-nuhi kebutuhan akan didorong oleh suatu perbuatan manusia dengan menggerakkan otak. Dengan otak itu pula manusia ingin mewujudkan kepentingannya.

Marilah kita menyimak surat dan ayat yang kita ungkapkan dibawah ini :

SURAT AL BAQARAH (KE 2 : 286 ayat : 237, 219)
(237) Jika kamu menceraikan isteri-isterimu sebelum kamu bercampur dengan mereka, padahal sesungguhnya kamu su-dah menentukan maharnya, maka bayarlah seperdua dari mahar yang telah kamu tentukanitu, kecuali jika isteri-isteri-mu itu mema’afkan atau di ma’afkan oleh orang yang me-megang ikatan nikah, dan pema’afan kamu itu lebih dekat kepada takwa. Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala apa yang kamu kerjakan.

(219) Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan be-berapa manfa’at bagi manusia, tapi dosa keduanya lebih be-sar dari manfa’atnya. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari ke-perluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepadamu supaya kamu berpikir.
Bertolak dari peringatan yang termuat dalam surat dan ayat diatas, maka setiap wujud dari perbuatan manusia dalam me-menuhi kepentingan dengan memanfaatkan kesadaran, ke-cerdasan dan akal akan mempertimbangkan tingkat kepen-tingan dan pemanfaatannya.

Wujud kepentingan dalam memenuhi kebutuhan akan sangat ditentukan rasa kecintaannya atas kepentingan itu sendiri, se-hingga aktualisasi dari kesadaran, kecerdasan dan akal seha-rusnya bertolak dari rasa kecintaan dari pembenaran Allah dan Rasul-Nya.

Selanjutnya cobalah renungkan kisah sjuta hikmak Murtadha Muthahhari dalam “Keuntungan yang ditolak” sbb. :

“Kebutuhan hidup keluarga Imam Ja’far Ash-Shadig r.a. se-makin bertambah. Beliau berpikir bahwa dengan berniaga tentu beliau akan bias membiayai perbelanjaan keluarganya. Dengan modal seribu dinar, beliau menyuruh pembantunya, Mushadif, untuk berangkat ke Mesir dan berniaga.

Mushadif membeli jenis barang yang biasa dibawa ke Mesir. Dia berangkat bersama rombongan pedagang lain yang juga hendak kesana.

Etibanya di perbatasan Mesir mereka berjumpa dengan rom-bongan pedagang lain yang baru pulang dari sana. Mereka bertanya tentang situasi setempat. Akhirnya mereka diberita-hu bahwa jenis barang yang dibawa oleh Mushadif dan rom-bongannya, sekarang mengalami krisis sehingga mendapat pasaran yang baik.
Pedagang-pedagang ini merasa gembira mendengar berita “baik” tersebut. Kebetulan jenis yang mereka bawa adalah
keperluan sehari-hari, yang pasti akan dibeli oleh setiap orang, walau dengan harga paling mahal sekalipun. Mereka berjanji dan bersepakat untuk mengeruk keuntungan tidak kurang dari 100%.

Rombongan tiba di Mesir. Ternyata, keadaannya memang seperti yang diberitahukan oleh kafilah tadi. Berdasarkan ke-sempatan bersama, akhirnya mereka membuat pasar gelap dan menjual barang bawaan mereka dua kali lipat dari harga biasa.

Mushadif kembali ke Madinah dengan membawa laba bersih seribu dinar. Dia dating menghadap Imam Shadiq dengan rasa gembira. Diserahkannya dua kantung berisi uang, ma-sing-masing seribu dinar. Apa ini? Tanya Imam.”Yang satu adalah modal yang imam berikan kepadaku, dan lainnya a-dalah keuntungan bersih, seribu dinar, “Jawab Mushadif. “Banyak benar!? Tanya Imam keheranan. “Coba kau jelas-kan bagaimana kalian bias mengeruk keuntungan sedemiki-an besar!” “Begini ceritanya. Setibanya di perbatasan Mesir, kami mendapat informasi bahwa jenis barang bawaan kami sudah nyaris kosong di pasaran Mesir. Kami sama-sama ber-sumpah untuk tidak menjual barang-barang itu kecuali dengan keuntungan dua kali lipat.”

“Subhanallah!” ucap Imam. “Kalian sanggup berbuat demi-kian? Kalian bersumpah untuk membuat pasar gelap di te-ngah-tengah kaum Muslimin, dan mengeruk keuntungan dua kali lipat dari mereka? Ma’azallah. Tidak. Aku sama sekali tidak menginginkan perniagaan dan keuntungan seperti ini”

Kemudian Imam mengambil satu di antara dua kantung tadi dan berkata: “Ini adalah modalku semula” Beliau tidak ame-
nyentuh kantung yang satunya. Lalu beliau bberkata: “Aku tidak ada urusan dengan yang satu itu”. Lalu beliau berkata lagi: “Hai Mushadif, berperang adalah lebih mudah ketim-bang mencari yang halal”
TAMU

Renungkan, mutiara kepribadian Muhammad S.A.W. yang menjadi sari taladan umatnya berupa “Berbuat baik kepada orang yang tidak baik. Andaikata anda berbuat baik kepada orang baik, anda telah melaksanakan sesuatu yang tepat. Tetapi jika anda berbuat baik kepada orang yang tidak baik maka anda tetap orang baik.”

Yang menjadi masalah kita, seberapa jauh kita dapat me-ningkatkan kedewasaan sikap dan perilaku dalam mengha-dapi keikhlasan ibadat dan menyantuni setiap orang. Oleh karena itu ingatlah mutiara kepribadian Muhammad SAW berupa “Tidaklah sempurna iman seseorang, apabila dia be-lum bisa mencintai sesamanya seperti mencintai dirinya sen-diri”

Betapa besar daya dorong, bila kita meyakini benar dan ingin mengaktualisasikan kedalam perubahan sikap dan perilaku dari sari tauladan itu dalam menyesiati musuh yang paling besar yang ada dalam diri kita.

Sejalan dengan itu kalau kita ingin memperbaikinya disitu ada jalan pada setiap masalah yang sudah kita identifikasi pada setiap situasi yang ada, maka tak ada sesuatu yang mus-tahil bagi orang yang mau.
Makanya perbanyaklah kamu merenung, membaca dan menghayati perintah Allah SWT, seperti surat dan ayat diba-wah ini :

SURAT AL BAQARAH (KE 2 : 286 ayat: 215, 177)
(215) Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah : Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang se-dang dalam perjalanan”. Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.

(177) Bukanlah menghadapkan wajahmu, ke arah timur dan barat itu, suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebaji-kan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malai-kat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi da memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta ; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat dan menunaikan zakat ; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang be-nar (imannya) ; dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

SURAT AT TAUBAH (KE 9 : 129 ayat : 60, 6)
(60) Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-paengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengeta-hui lagi Maha Bijaksana.

(6) Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supa-ya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.

Dengan menyimak peringatan-peringatan didalam surat dan ayat yang kita ungkapkan diatas, seharusnya mempertebal keyakinan dan berserah diri kepada kecintaan kita kepada Allah SWT semata-mata, karena ia mengetahui setiap per-buatan apapun yang kita lakukan di muka bumi ini.

Jadi bila kita ingin menemukan jalan, dalam usaha meme-cahkan masalah untuk tidak menutup diri terhadap manusia maka janganlah berlama-lama menutup diri dari manusia. Sikap dan perilaku seperti itu akan menyebabkan rasa kesal di hatimu dan menghilangkan kesempatan untuk memahami masalah-masalah yang engkau hadapi, sehingga dalam kehi-dupan ini bercampur aduklah yang haqq dan yang bathil.

Oleh karena itu, ibarat seorang pemimpin adalah juga orang biasa yang tidak dapat mengetahui apa yang dilakukan orang di belakangnya. Sedangkan kebenaran tidak memiliki tanda-tanda yang dapat membedakan dengan jelas antara berbagai macam ketulusan dan kepalsuan. Jadi dalam hidup ini eng-kau berada dalam dua situasi seperti disatu sisi dimana per-buatanmu menjadi seorang dermawan yang selalu bermurah hati dalam kebenaran dan disisi lain engkau adalah penderita penyakit bakhil yang segera akan membuat orang banyak enggan meminta sesuatu darimu karena keputusasaan mere-ka untuk mendapatkannya.

RENDAH HATI DAN KHUSYU’

Dalam meningkatkan kedewasaan sikap dan perilaku dalam kehidupan ini dapat diibaratkan seperti dalam kebahagian se-baiknya jangan tinggi hati, sebaliknya dalam kesusahan ja-ngan kehilangan semangat, ini menunjukkan bahwa keren-dahan hati disukai orang.

Rendah hati bermuara dari kemurahan hati seperti yang di-perlihat oleh sifat para nabi dan merupakan tonggak iman. Dengan sikap dan perilaku yang rendah hati, itu menunjuk-kan adanya keyakinan dan cita-cita kemurahan hati dalam setiap perbuatan dibuatnya.

Simaklah surat dan ayat dibawah ini :
SURAT AL AN’AM (KE 6 : 165 ayat : 63-64)
(63) Katakanlah : Siapakah yang dapat menyelamatkan ka-mu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdo’a ke-padaNya dengan berendah diri dan dengan suara yang lem-but (dengan mengatakan) : Sesungguhnya jika Dia menye-lamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur”

(64) Katakanlah “ Allah menyelamatkan kamu daripada ben-cana itu dan dari segala macam kesusahan, kemudian kamu kembali mempersekutukan-Nya”

SURAT AL A’RAF (KE 7 : 206 ayat : 55, 205-206)
(55) Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
(205) Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak menge-raskan suara, di waktu pagi, petang dan janganlah kamu ter-masuk orang-orang yang lalai.

206) Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tu-hanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mere-ka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nyalah mereka bersujud.

Dari surat dan ayat yang kita ungkapkan diatas, memberikan petunjuk bahwa kemurahan hati diberikan kepada setiap o-rang yang dikasihi oleh Allah SWT. Yang menjadi masalah adalah seberapa jauh orang dapat melepaskan diri dari soal-soal duniawi yang dapat merugikan orang lain. Dapatkah ki-ta membayangkan bila ia kelaparan sedangkan orang lain ia berikan makan, ia berikan pakaian kepada orang lain sedang dirinya telanjang, hidupnya selalu memberikan ssuatu untuk orang lain sedangkan dia tidak bersedia menerima apapun dari orang lain. Jadi bagi orang yang rendah hati akan selalu memikirkan bahwa ia yakin dan rela menyerahkan miliknya untuk mematuhi dan berbuat karena Allah SWT.

Untuk meningkatkan rendah hati dan khusuk dalam setiap perbuatan ini, renungkan peringatan dalam surat dan ayat dibawah ini :

SURAT HUUD (KE 11 :123 ayat : 23)
(23) Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan menger-jakan amal-amal saleh dan merendahkan diri kepada Tuhan
mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni surga mereka kekal di dalamnya.

SURAT AL ANBIYAA’ (KE 21 : 112 AYAT : 89-90)
(89) Dan (ingatlah kisah) Zakariya tatkala ia menyeru Tuhannya : “Ya Tuhanku janganlah engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan engkaulah Waris Yang Paling Baik.

(90) Maka kami memperkenankan do’anya, dan kami anuge-rahkan kepada Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat me-ngandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo’a kepada kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusu’ kepada kami.

SURAT AL HAJJ (KE 22 : 78 ayat : 34-35, 54)
(34) Dan bagi tiap-tiap ummat telah kami syariatkan pe-nyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka , maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, kare-na itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).

(35) (yaitu) orang-orang apabila disebut nama Allah geme-tarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sem-bahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka.

(54) dan orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al Quran itulah yang hak dari Tuhanmu lalu
mereka kepadanya dan sesungguhnyaAllah adalahPemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.
SURAT AL MU’MINUN (KE 23 : 118 ayat : 1-2)
(1) Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
(2) (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.

SURAT AN NUUR (KE 24 : 64 ayat : 30)
(30) Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman : “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memeliha-ra kemaluannya ; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang merka perbuat”.

SURAT AL QASHHASH (KE 28 : 88 ayat : 83)
(83) Negeri akhirat itu , kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusak-an di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang bertakwa.

SURAT LUKMAN (KE 31 : 34 ayat : 18-19)
(18) Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari ma-nusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di mu-ka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyu-kai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

(19) Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan lunak-kanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.

Keseluruhan surat dan ayat yang kita ungkapkan diatas, ma-ka dengan keyakinan dan menyerahkan diri kepada Allah SWT dalam arti menjalankan seluruh perintah-Nya untuk di-taati dan menghindarkan seluruh larangan-Nya.

Dengan sikap dan perilaku yang dituntun atas perintah-Nya, maka perjalanan hidup yang penuh tantangan ini menjadi indah untuk dilalui, sehingga wujud dari rendah hati dan khusu’ merupakan ruang tunggu bagi kesempurnaan.

Hanya dengan ketakwaan kepada-Nya, kita dapat mengenda-likan emosi dan naluri serta menjaga memori, sehingga kita mampu mengendalikan luapan amarah, kekerasan dalam per-buatan, ketajaman tangan dan lidah. Jadi dengan begitu kita mampu memilih yang paling bijaksana, bahkan tidak memu-tuskan sesuatu setelah kekacauan hati ini diingatkan kembali oleh yang maha kuasa.

Dengan menumbuh kembangkan kedewasaan rendah hati dan khusu’ dalam kehidupan ini, maka dalam mengaktuali-sasikan kesadran, kecerdasan dan akal pada semua perbuatan dimana usaha mengendalikan hati menjadi korban perasaan-nya, kesuksesan mendorong kesombongan, kekecewaan me-lahirkan patah hati. Kesemuanya itu merupakan gerakan pi-kiran dari kehendak, naluri dan paksaan. Bila hal itu dida-sarkan kepada rendah hati dan khusus’ yang melahirkan cin-ta kepada Allah semata, maka gerakan pikiran itu akan ter-tuju pada tidak ada kebaikan dan kemaslahatan bagi setiap wujud kecuali gerakan cintanya diperuntukkan bagi pencip-tanya, dan itu berarti ia melepaskan miliknya untuk mema-tuhi Allah dan berbuat demi Allah semata. Disinilah letak kesempurnaan dari aktualisasi pikiran dalam mewujudkan kebenaran dari gerakankehendak, naluri dan paksaan kejalan yang benar.
AMPUNAN / MA’AF

Mampukah seseorang yang memiliki kekuasaan menjadi pe-maaf. Umumnya dalam bersikap dan berperilaku dengan makin besar kekuasaan, ada kecenderungan makin besar bahaya penyalahgunaannya, sehingga tidak heran dalam ke-hidupan ini orang sangat mengagungkan mempunyai kekua-saan, tapi sebaliknya ia tidak menyadari kecemasan juga ada dibaliknya karena kadang kala begitu sulit untuk menyentuh hati agar dapat memahami dimana kebaikan itu berhenti dan kejahatan itu bermula.

Untuk menuntun cahaya mata hati agar tingkat kedewasaan tawakal kepada Allah SWT, maka coba renungkan surat dan ayat dibawah ini :

SURAT ALI IMRAN (KE 3 : 200 ayat : 159)
(159) Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohon-kanlah ampun bagi mereka. Dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah
membulatkan tekad, maka bertakwalah kepada Allah. Se-sungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

SURAT AN NISAA’ (KE 4 : 176 ayat : 27-28, 98-99)
(27) Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).

(28) Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.

(98) kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan ti-dak mengetahui jalan (untuk hijrah).

(99) mereka itu, mudah-mudahan Allah mema’afkannya. Dan Allah Maha Pema’af lagi Maha Pengampun.

SURAT AL A’RAF (KE 7 : 206 ayat : 199)
(199) Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerja-kan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.

SURAT HUUD (KE 11 : 123 ayat : 11)
(11) kecuali orrang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh ; mereka itu beroleh am-punan dan pahala yang besar.

SURAT AZ ZUMAR (KE 39 : 75 ayat : 24)
(24) Maka apakah orang-orang yang menoleh dengan mu-kanya menghindari azab yang buruk pada hari kiamat (sama dengan orang mu’min yang tidak kena azab)? Dan dikatakan kepada orang-orang yang zalim. “Rasakanlah olehmu balasan apa yang telah kamu kerjakan”

SURAT AN NAJM (KE 53 : 62 ayat : 32)
(32) (Yaitu) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan per-buatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Se-sungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadi-

kan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam pe-rut ibumu ; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa

SURAT AT TAGHABUN (KE 64 : 18 ayat : 14)
(14) Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-istermu dan anak-anakmu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka ; dan jika kamu mema’afkan dan tidak me-marahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Pengampun lagi Maha Penyayang.
Dengan merenung dan kita dapat memahami makna peri-ngatan yang ditunjukkan oleh Allah SWT dalam surat dan ayat yang diungkapkan diatas, akan sangat tergantung ting-kat kemampuan berpikirnya dengan memanfaatkan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya. Dapat kita bayangkan ibarat bahwa kita akan sangat heran bahwa manusia saban hari me-nyisir rambutnya, tetapi tidak ada menyisir otaknya (otak atas dan otak dibawah sadar), begitu pula dalam kehidupan ini orang senang makan dan membersihkan badan tetapi sa-ngat sulit memberi makanan jiwa dan membersihkan keba-thinannya karena ia belum meyakini benar ungkapan seperti “Agama itu akal, dan tidak ada agama bagi siapa yang tidak berakal”. Oleh karena itu simaklah surat dan ayat dibawah ini yang mengungkapkan keutamaan Ilmu dalam Surat Ali ‘Imran (ke 3, ayat 18) sebagai berikut :
(18) Alah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadil-an. Para Malaikat dan orang-orang yang Berilmu (juga me-nyatakan yang demikian itu). Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Jadi dengan ilmu kita berusaha untuk mendapatkan jalan me-nuju maaf dan ampunan dan bila itu kehendaki oleh Allah SWT, maka Dia telah memberikan cahaya-Nya.

Oleh karena itu, yakinlah bahwa maaf adalah rahasia Tuhan didalam hati orang-orang yang dipilihnya, maka manfaatkan kesadran, kecerdasan dan akal dalam bersikap dan berperila-ku untuk selalu memberi maaf sesama manusia, bagaimana mungkin kamu mengharapkan ampunan dari Allah SWT, bila engkau tidak berbuat seperti itu.

Sejalan dengan apa yang kita utarakan itu, maka simaklah surat dan ayat dibawah ini sebagai peringatan bagimu :
SURAT AN NUUR (KE 24: 64 ayat : 22)
(22) Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema’afkan dan berla-pang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah kira bah-wa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balas-an dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.

KATA PENGANTAR
Renungan Bacaan Amalan Batin Dilihat Dari Sisi Hubung-an Manusia adalah suatu tulisan yang mengingatkan tentang umur dan perbuatan manusia. Perbuatan manusia itu dige-rakkan oleh pikiran. Pikiran adalah tambang emas yang ada dalam otak manusia yang penuh dengan keajaiban. Bila kita ingin mendapatkan sesuatu darinya, maka galilah sepuas hatimu. Cobalah kita renungkan sejenak seandainya kita me-nginginkan selamat hidup di dunia dan akherat.

Pikiran selamat hidup di dunia dan akherat adalah suatu usa-ha untuk mendewasaakan secara berkesinambungan dari ma-sa umur yang sejalan dengan semua perbuatan yang menuju kecintaan kepada Allah SWT, oleh karena itu wujudkan ge-rakan untuk berpikir tentang karunia-Nya melalui proses peningkatan amalan batin.

Saat kita merenungkan untuk berpikir tentang Karunia-Nya, maka terlintas dalam pikiran untuk mengetahui tentang ma-sa umur seperti yang diungkapkan oleh Ibnul Jauzi, telah membagi umur ini men-jadi lima masa :
1) Masa kanak-kanak, sejak dilahirkan hingga mencapai lima belas tahun ;
2) Masa muda, dari umur lima belas tahun hingga umur tiga puluh lima tahun ;
3) Masa dewasa, dari umur tigapuluh lima tahun hingga umur limapuluh tahun ;
4) Masa tua, dari umur limapuluh tahun hingga tujuhpuluh tahun ;
5) Masa usia-lanjut, dari umur tujuhpuluh tahun hingga akhir umur yang dikaruniakan oleh Allah.

Merenung tentang umur, tak lain untuk mengingatkan kita dalam menempuh perjalan hidup didunia ini bahwa kita harus ingat penjemput maut pasti datang, hanya kita tidak tahu kapan datangnya. Rasulullah saw. telah diwafatkan oleh Allah SWT, yaitu dalam usia 63 tahun menurut riwayat yang shahih. Apa artinya itu bagi anak-anaku, tak lain adalah se-jalan dengan pesan Rasulullah saw. Bahwa:

“Rebutlah lima peluang sebelum terjadi lima perkara : masa mudamu sebe-lum tiba masa tua, masa sehatmu sebelum tiba masa sakit, masa lapangmu sebelum tiba masa sibuk, masa kayamu sebelum tiba masa papa dan masa hidupmu sebelum tiba ajalmu” (H.R.Al-Hakim Baihaqi, Ibnu Abi’ddunia, Ibnul – Mubarak).

Selanjutnya beliau bersabda bahwa : “Takkan bergeser kkedua kaki manusia pada hari kiamat sampai sele-sai ditanya tentang empat perkara :

1) Tentang umurnya, untuk apa dihabiskan,
2) Tentang masa mudanya, untuk apa dipergunakan,
3) Tentang hartanya, dari mana diperoleh dan untuk apa dibelanjakan,
4) Tentang ilmunya, apa yang sudah diperbuat dengannya” (H.R. Tirmidzi)

Dengan merenung itu, semoga ada motivasi kita untuk lebih mengenal tentang diri kita dengan mengingat perintah Allah SWT dalam SURAT FAATHIR (KE 35 : 45 ayat : 37)
“Dan mereka berteriak dalam neraka itu:”Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan

apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk ber-fikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) dating kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.

Dengan merenung itu, bangkitkan cahaya hati ini dalam me-nempuh perjalanan hidup untuk dunia dan akherat melalui tahapan peningkatan kedewasaan KETICINTAAN KITA KEPADA ALLAH SWT, hanya dengan itulah kita selalu akan ingat bahwa MAUT pasti datang, dan oleh karena itu persiapkan dirimu dengan melihat masa umur kita dengan berpikir, bekerja dan belajar sepanjang hidup ini, disitulah terletak kemampuanmu untuk memanfaatkan kesadran, ke-cerdasan dan akal yang ada dalam otakmu untuk amalan la-hir (syariat lahir disebut syariat diamalkan oleh jasad lahir) dan amalan batin (syariat batin disebut hakikat diamalkan oleh jasad batin atu roh). Jadi amalan lahir dan batin wajib dilaksanakan serentak dalam satu masa di semua waktu dan keadaan. Yang sangat menentukan dalam mewujudkan ke-cintaanmu kepada Allah SWT adalah amalan batin, tapi itu tidak berarti yang satu lebih penting dari yang lain, keduanya saling terikat dan mengisi, tetapi dalam keadaan ada kedua-nya hakikatlah yang lebih utama.

Jadi, ingatlah bahwa tambang emas ada dalam diri kita yaitu pikiranmu, galilah sepuas hatimu sesuai dengan niat yang engkau ucapkan dalam hati, maka disitulah terletak kemam-puanmu untuk meningkatkan amalan batin sebagai kunci suksesmu dalam mewujudka kecintaanmu kepada Allah SWT dengan memanfaatkan otak yang ada dalam diri ini, yang menjadi masalah seberapa jauhkan kita ingin me-ningkatkan kemampuan untuk mengelola otak yang penuh keajaiban didalamnya. Untuk membuka tabir keajaiban itu, kita haruslah konsisten dalam mengaktualisasikan alat pikiran ini berupa KESADARAN, KECERDASAN dan AKAL dalam proses yang teratur agar kita mampu mela-kukan dalam setiap perbuatan yang mengarah kepada karunia Allah SWT. Untuk itu kita harus memahami fungsi otak dalam memori, emosi dan naluri. Jadi dalam kehidupan ini tingkat kedewasaan rohaniah sampai ke tingkat yang paling tinggi kecintaanmu kepada Allah SWT agar kita dapat mengendalikan naluri dan emosi sebagai pilar yang dapat setiap waktu memanfaatkan memori ini.

Untuk mengingatkanmu, periksalah usaha-usaha kita dari waktu ke waktu terhadap sikap dan perilaku dalam usaha kita untuk meningkatkan kecintaan kita kepada Allah SWT yang nampak dalam pikiran kita seperti :
1) Menyadari sepenuhnya tentang maut.
2) Sadar akan kehendak Allah dari kehendak sendiri.
3) Melaksanakan dzikrullah secara otomatis.
4) Mengagungkan firman Allah dalam Al-quran.
5) Meningkatkan keyakinan dan menyerah diri untuk tujuan ibadah.
6) Menjalankan ibadah menjadi kebutuhan.

Akhirnya cobalah engkau renungkan kembali ungkapan Tirmidzi, dalam sebuah hadits yang ia terima dari Ibnu Abbas menyatakan bahwa Rasulullah saw, bersabda :

“Wahai Ghulam ! Sesungguhnya aku akan mengajarkan ke-padamu kalimat : Jagalah perintah yang diwajibkan Allah

dan larangan yang diharamkan-Nya, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah perintah yang diwajibkan Allah dan larangan yang diharamkan-Nya, niscaya kamu dijaga dan dibantu-Nya.
Apabila kamu memohon mohonlah kepada Allah.
Apabila kamu minta pertolongan, mintalah kepada Allah.
Dan ketahuilah, sesungguhnya seluruh makhluk seandainya berhimpun untuk memberi manfa’at kepadamu, niscaya me-reka tidak dapat memberikan manfa’at, kecuali hanyalah apa yang telah ditentukan Allah kepadamu.
Dan apabila mereka berhimpun untuk mendatangkan bahaya, maka mereka tidak akan dapat mendatangkannya kecuali ha-nyalah apa yang telah ditentukan Allah kepadamu.
Karena pena-pena telah diangkat sedang lembarannya sudah kering.”

Tulisan ini merupakan bagian pertama dari kumpulan tulisan yang berhubungan atas amalan batin dari sisi hubungan dengan Tuhan dan manusia.

Bandung, 25 Mei 2001.
Abdul Talib Rachman

Catatan :
Kebiasaan dalam menulis kutipan dari Al-Quran dengan menulis QS.35 : 37. Sedangkan dalam tulisan ini menulis seperti : Surat Faathir ( ke 35 : 45 ayat : 37) yang menunjuk-kan ke 35 artinya surat nomor 35 : 45 ayat menunjukkan jumlah seluruh ayat dalam surat tersebut : 37 menunjukkan ayat yang dikutip.
Tulisan yang sederhana ini, terutama ditujukan kepada anak-anakku yang tercita :

M. Haitan Rachman
M. Fauzan Rachman
M. Almawerdi Rachman
M. Alfaribi Rachman
M. Salifi Rachman
Nurdigitaliwati Rachman

Ingatlah selalu masa umurmu, dan disitulah terletak keingin-anmu untuk memanfaatkan alat pikiranmu berupa Kesadar-an, Kecerdasan dan Akal untuk menuntunmu dari setiap per-buatan yang di karunia Allah SWT. Maut akan datang setiap waktu untuk menjemputmu, oleh karena itu tingkatkan usaha usaha mendewasakan dalam masa umurmu tentang Kecin-taanmu Kepada Allah SWT.
DAFTAR ISI
Kesuksesan Dalam Masalah Keberhasilan 001-007

Kesuksesan Dalam Masalah Pekerjaan dan
Efesiensi Kerja 008-014

Kesuksesan Dalam Masalah Ke-ragu2an 015-020

Kesuksesan Dalam Masalah Ichtiar dan
Pertolongan Allah 021-034

Amalan Batin Dalam Sisi Masalah Kebaikan 035-042

Amalan Batin Dalam Masalah Tolong –
Menolong 043-045

Amalan Batin Masalah Kebajikan, Keramah-
Tamahan dan Kesempurnaan 046-056

Amalan Batin Dalam Sisi Masalah Kehor-
Matan Diri 057-057

Amalan Batin Dalam Sisi Masalah Kelakuan
Baik, Kasih Sayang, Perdamaian dan perten-
Tangan Pendapat 058-071

Amalan Batin Dalam Sisi Masalah Nafsu-
Seksuil, Amanat, Hirauan, Berkata Benar,
Permusuhan dan Keadilan 072-098

Amalan Batin Dalam Sisi Masalah Persau-
Daraan, Kepetingan Dan Tamu 099-120
Lampiran
Cuplikan bab pendahuluan dari
Manajemen Otak oleh Abdul Talib Rachman