Feeds:
Posts
Comments

Archive for November, 2008

PENDAHULUAN

Memasuki abad masyarakat pengetahuan dari masyarakat informa-si, maka dinamika informasi dalam era global sangatlah menentu-kan kemampuan masyarakat dalam mengikuti perubahan karena informasi dari satu negara dapat dikirim dan diterima oleh negara lain dalam waktu relatif singkat dan berkualitas artinya informasi yang relevan, tepat waktu dan akurat.

Informasi tersebut pada dasarnya sudah diolah artinya melalui proses pengolahan data termasuk pemrosesan, penyimpanan dan penyebarluasan data dengan bantuan teknologi informasi seperti teknologi komputer, telemkomunikasi dan jaringan. Pemrosesan data secara elektronik, dikenal dengan electric data processing dengan memanfaatkan komputer untuk diproses, kemudian disimpan secara elektronik dengan bantuan perangkat keras dan perangkat lunak komputer terutama basis data seperti CDS / ISIS, Database IV, Fox Pro, Oracle dsb. Data tersebut disimpan dalam bentuk elektronik seperti hard disk komputer, CD-ROM, atau magnetic tape. Sedang-kan penyebaran informasi dengan menggunakan sistem jaringan komputer seperti local area network (LAN), wide area network (WAN), intranet dan internet.

Dengan demikian, dialam era dunia tanpa batas, maka meningkatkan kemampuan dan mengikuti perkembangan kebutuhan informasi dalam perubahan menjadi era masyarakat pengetahuan memberi dayang dorong untuk kita memanfaatkan perkembangan teknologi informasi (IT / IS) dalam aplikasinya dalam mengumpulkan, mem-proses, menyimpan, mencari kembali dan menyebarluaskan data secara elektronik menghasilkan informasi yang berkualitas sesuai dengan keinginan pemakai.

Salah satu aplikasi yang hendak dirancang untuk memenuhi kebutuhan adalah model informasi organisasi sebagai perangkat management content system. (more…)

Advertisements

Read Full Post »

LATAR BELAKANG

Satu hal yang tidak dapat kita mungkiri bahwa sukses oragnisasi untuk meningkatkan kemakmuran dalam abad 21 ditentukan oleh adanya usaha-usaha peningkatan nilai tambah sebagai kunci keberhasilan.

Penggerak nilai tambah yang sangat menentukan adalah ilmu yang bersumber dari informasi dan pengetahuan yang bersumber dari pengelaman. Informasi dan pengetahuan kita ibaratkan mata uang yang mempunyai dua sisi yang saling bergantung satu sama lain untuk membentuk menjadi bernilai.

Kita telah memasuki masyarakat informasi dan menuju masyarakat pengetahuan oleh karena itu tantangan masa depan bukanlah terletak kepada masalah kompetesi melainkan terletak pada masalah meraih peluang-peluang yang serba terbuka di masa depan. Itulah suata fakta yang kita hadapi dalam memasuki dunia tanpa batas yang ditandai oleh kemampuan untuk mengeksplorasi pemikiran-pemikiran strategik dalam menggerakkan sikap antisipatif dan berperilaku proaktif dalam mewujudkan kesimbangan-kesimbangan yang terkait dengan customer, competitor, company, country dan currency (seperti yang diungkapkan 5 C oleh Kenichi Ohmae dalam The Borderless World)

Bertitik tolak dari hal-hal yang kita utarakan diatas ,maka keberhasilan meningkatkan nilai tambah haruslah adanya keputusan strategik yang menyangkut perekonomian berbasis pengetahuan, organisasi berbasis pengetahuan, pengelola dan pelaku berbasis pengetahuan.

Dengan demikian kemajuan teknologi informasi serta infrastruktur dalam telematika harus dapat kita manfaatkan Sistem Manajemen Pengetahuan kedalam aplikasi yang dapat memberikan informasi tepat waktu bagi pihak-pihak yang berkepentingan dan alat-alat yang dibutuhkan dalam proses membuat analisis yang diperlukan dalam kreatifitas dan inovasi. (more…)

Read Full Post »

Salah satu prinsip kepemimpinan abad 21 terletak adanya keinginan mengembangkan kreatifitas individu, kreativitas kelompok dan inovatif organisasi sebagai daya dorong untuk membangun organisasi yang fleksibel dan mudah di kontrol artinya membangun kompetensi organisasi yang berkelanjutan agar selalu siap menyesuaikan perubahan lingkungan termasuk kemampuan penyesuaian strategi budaya organisasi.

Yang menjadi tantangan adalah bagaimana organisasi anda dapat menyeberangi kesenjangan dalam melaksanakan perubahan dari cara lama menuju cara baru. Untuk menjembataninya diperlukan gagasan yang dapat memberikan daya dorong menyeberangi kesenjangan dengan “membangun kebiasaan yang efektif”.

Keunggulan atau profesional bukan terbentuk dari perbuatan melainkan perubahan sikap dan perilaku yang dibentuk dengan kebiasaan yang effektif dalam kerangka merubah cara berpikir dari bersifat reaktif menjadi proaktif artinya membangun suatu kebiasaan untuk merubah pola pikir dari memecahkan masalah menjadi menghindari masalah, itulah yang kita sebut dengan berpikir dalam kerangka antisipatif.

Oleh karena itu, membangun prinsip dan pola perilaku yang dihayati merupakan kebutuhan yang mendesak dalam abad 21 untuk memasuki dunia tanpa batas, sehingga membangun kebiasaan yang efektif merupakan keputusan strategik.

Dengan demikian kebiasaan yang efektif haruslah dibangun kedalam suatu konsep yang berkesinambungan, karena kebiasaan adalah titik temu dari keinginan (mau melakukan), pengetahuan (apa yang harus dilakukan dan mengapa) dan keterampilan (bagaimana melakukan). (more…)

Read Full Post »

SELAYANG PANDANG

Membangun manusia seutuhnya merupakan tanggung jawab kita bersama oleh karena itu ia mengingat kita seandainya kita berhasil dimasa lampau tidaklah berarti sebagai daya dorong keberhasilan dimasa depan. Kenyataan inilah menggugah organisasi kami untuk berbuat sesuatu dimana gelombang perubahan yang maha dasyat didalam kita memasuki dunia tanpa batas merupakan era yang tak dapat dielakkan oleh kita.

Keadaan ini menjadi tantangan kami, oleh karena itu ungkapan ini menyadarkan kami bahwa “Tantangan dapat menjadi batu loncatan atau balok penghalang. Ini hanya soal bagaimana anda memandangnya (Challenges can be stepping stones or stumbling blocks. It’s just amatter of how you view them)”

Sejalan dengan pemikiran itulah, kami menyadari bahwa kebutuhan belajar seumur hidup menjadi kebutuhan dalam usaha kita membangun manusia seutuhnya.

Setiap pemimpin pada semua tingkat harus mampu menjalankan pengembangan wawasan, penyelarasan dan pemberdayaan, sehingga organisasi kami ingin berpartisipasi kedalam perubahan sikap dan perilaku terhadap “Pengkayaan dan pemberdayaan pengetahuan tidak akan pernah terwujud jika tidak dimulai dengan membangun suatu kebiasaan yang efektif dalam arti bahwa setiap insan yang berada dalam suatu organisasi yang memiliki daya melalui pengetahuan, keterampilan dan keinginan haruslah menjadi daya dorong perubahan sikap dan perilaku untuk membangkitkan dan memusatkan daya mereka dalam memasuki setiap perubahan. (more…)

Read Full Post »

PENDAHULUAN

Untuk menjalankan peran dalam suatu organisasi fomal diperlukan sumber daya manusia yang memilki kompetensi. Dengan kompetensi yang dibangun diharapkan manusia memiliki kebiasaan yang produktif artinya manusia dalam perjalanan hidup akan selalu berusaha untuk mengembangkan kemampuan dalam ilmu sebagai infomasi, pengetahuan sebagai keterampilan dan keinginan sebagai dorongan dari niat.

Sejalan dengan pikiran tersebut diatas, maka salah satu diperlukan pemahaman yang mendalam mengenai sumber daya manusia berbasiskan kompetensi, oleh karena itu diperlukan suatu pendekatan untuk mengungkit kekuatan pikiran melalui pemahaman unsur huruf dalam kata yang bermakna seperti yang terurai dibawah ini :

(K)emampuan
(O)rganisasi
(M)inat
(P)emahaman
(E)mpati
(T)antangan
(E)mosi
(N)ilai
(S)ikap
(I)ntergritas

Bertolak dari unsur kata tersebut diatas, dibawah ini dirumuskan dari unsur huruf menjadi kata yang bermakna sebagai berikut :

(K)emampuan dalam kompetensi adalah kecakapan dalam menjalankan peran yang sejalan dengan fungsi, tugas dan kerja yang dibebankan kepada seseorang.

(O)rganisasi dalam kompetensi adalah kemampuan memanfaatkan organisasi sebagai alat dalam mewujudkan keputusan strategik, posisi masa depan dan kinerja.

(M)inat dalam kompetnsi adalah dorongan yang timbul dari kekuatan pikiran untuk melaksanakan sesuatu perbuatan.

(P)emahaman dalam kompetensi adalah pemahaman sikap kolaboratif yang tumbuh dari pemahaman atas konatip (tindakan), kognaip (kepercayaan) dan afektif (perasaan)

(E)mpati dalam kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menyesuaikan dengan keadaan orang lain.

(T)antangan dalam kompetensi adalah kemampuan dalam merespon setiap situasi dan informasi secara konsisten yang sejalan dngan karekteristik yang timbul.

(E)mosi dalam kompetensi adalah suatu proses jasmani yang berkaitan dengan perubahan yang tajam dalam melupnya perasaan seseorang.

(N)ilai dalam kompetensi adalah standar perilaku yang telah diyakini dan secara psikologis telah menyatu dalam diri seseorang

(S)ikap dalam kompetensi adalah cara anda mengkomunikasikan suasana hati anda kepada orang lain.

(I)ntegritas dalam kompetensi adalah nilai yang sejati dengan menggambarkan suatu kualitas yang membuat orang percaya pada anda, sekaligus memperlihatkan kredibilitas anda.

Bertitik tolak dari pemahaman atas huruf menjadi kata bermakna diatas, maka makna KOMPETENSI adalah gambaran karekteristik individu yang menunjukkan kebutuhan atas (K)emampuan untuk memanfaatkan (O)rganisasi sebagai alat dalam mewujudkan (M)inat sebagai pendorong menggerakkkan kekuatan pikiran dalam (P)emahaman untuk mengaktualisasikan (E)mpati kedalam (T)antangan dalam menanggapi (E)mosi, (N)ilai, (S)ikap dan (I)ntergritas.

Jadi dengan mengungkapkan karkteristik individu diatas, maka Sumber Daya Manusia berbasiskan Kompetensi dapat diartikan sebagai suatu konsep kebutuhan SDM yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan peran dalam menjalankan jabatan, fungsi, tugas, pekerjaan yang sejalan dengan pemahaman kompetensi diatas.

Dengan memperhatikan hal-hal diatas, maka mengembangkan manajemen SDM berbasiskan kompetensi sebagai strategi untuk mewujudkan arah persfektif dari keputusan strategik (visi, misi, tujuan, budaya, stretegi) yang dipergunakan untuk merumuskan arah posisi masa depan dalam kerangka berpikir jangka panjang.untuk meningkatkan kapabilitas individu agar mampu menjalankan peran, sehingga dengan merumuskan secara jelas kompetensi dimaksudkan untuk dapat mendalami lebih mendalam mengenai kemampuan, organisasi, minat, pemahaman, empati, tantangan, emosi, nilai, sikap dan intergritas sebagai kekuatan daya dorong kedalam kapabilitas. (more…)

Read Full Post »