Feeds:
Posts
Comments

Archive for December, 2010

DAFTAR ISI

PENGANTAR BAGIAN KEDUA …………………..              3

27. KEBAIKAN …………………………………………….               5

28. KESUKSESAN ………………………………………..             11

29. KASIH (rasa) …………………………………………..             12

30. KEBAJIKAN …………………………………………..             14

31. KERAMAH TAMAHAN

DAN KEBAJIKAN ………………………………..              17

32. KESEMPURNAAN DAN KEBAJIKAN …               18

33. KEHORMATAN / KESUCIAN DIRI …….               23

34. KELAKUAN BAIK ………………………………               26

35. KASIH SAYANG ……………………………………            28

36. KESEPAKATAN ………………………………….              33

37. KEADILAN ………………………………………….              34

38. KESIAPSIAGAAN ……………………………….              38

39. KETENANGAN HATI DAN

KEBENARAN NIAT…………………………….              39

40. KEPENTINGAN (mendahulukan) ………               40

41. KEJUJURAN ……………………………………..               42

42. KEBERSIHAN …………………………………..               46

43. KHUSU’………………………………………………             47

44. KESAKSIAN (syahadat) ……………………..             50

45. KEBENARAN …………………………………….             54

46. KELEBIHAN (pahala)…………………………             70

47. KEBAKHILAN (kikir / lokek / pelit)……             88

48. KEBOHONGAN…………………………………             95

49. KELALIMAN…………………………………….            110

50. KEHIDUPAN DUNIA TIPUAN BELAKA       137

51. KEHIDUPAN ……………………………………            139

52. KEMULIAAN …………………………………..            149

53. KEKAYAAN ………………………………………..        154

PENGANTAR BAGIAN KEDUA

Pada bagian pertama, kita telah mengungkapkan makna „A-J“ sebagai satu kekuatan untuk mengetuk dinding jiwa, dalam rangka untuk mengingatkan pada diri kita bahwa membangun „Akhlak adalah suatu usaha yang bergerak sepanjang perjalan hidup ini untuk menjadikan manusia dapat hidup aman, tenteram dan rukun damai“

Oleh karena itu ingatlah selalu bahwa Allah tidak merubah nasib sesuatu bangsa (diri) sebelum dia sendiri mengusahakannya“

Bertolak dengan pikiran diatas, maka menemukan jati diri, bukanlah sesuatu yang mudah untuk diamalkan dalam hidup ini, tetapi akan menjadi satu kekuatan bila daya kemauan yang kuat untuk menjalankannya sehingga terbentukekuatan pikiran menjadi kebiasaan dan secara tidak langsung manusia akan menemukan jati dirinya

Oleh karena itu, maka kebiasaan yang ditopang dengan keinginan yang berlandaskan niat, maka ilmu sebagai informasi, pengetahuan dari pengalaman sebagai keterampilan, menjadi unsur (ilmu, pengetahuan, keinginan) yang sangat menentukan  kedalam kekuatan pikiran yang membetuk watak manusia. Jadi ketiga unsur tersebut yang mengetuk dinding jiwa sebagai alat pikiran kedalam unsur jiwa yang disebut „kesadaran, kecerdasan dan akal) sebagai kekuatan yang mendorong, mengapa manusia berpikir.

Dengan demikian, apa-apa yang kita utarakan dalam BAGIAN KEDUA yang mengungkapkan kata K, kedalam makna sebagai benih-benih pikiran kedalam satu kekuatan kerajaan pikiran manusia.

Benih-benih pikiran tersebut yang menuntun sikap dan perilaku manusia yang mampu untuk mereka dapat mengungkit seluruh ingatan agar manusia dapat berusaha memikirkan hal-hal yang terbayangkan mengenai usaha

manusia kedalam pikiran mengenai „Akan ditimpakan kepada mereka kehinaan di mana saja mereka berada kecuali kalau mereka menjaga tali hubungan dengan Allah dan tali hubungan dengan manusia“

Merenung, membaca dan belajar apa-apa yang terungkap dalam makna kata K dalam bagian dua ini diharapkan menjadi satu kekuatan untuk menuntun, apa-apa yang kita pikirkan dalam membangun akhlak / moral sepanjang hidup yang kita jalani.

Pada kata K yang paling banyak terungkap dalam Al Qur’an dengan pendekatan 7M seperti yang kami utara-kan dalam bagian pertama merupakan satu pendekatan untuk dapat meningkatkan daya kemauan yang kuat agar kita mampu berpikir dalam memecahkan masalah hidup ini seperti kta memikirkan satu kekuatan sebagai alat pertimbangan dalam memanfaatkan alat pikir (kesadaran, kecerdasan, akal) kedalam pikiran kita mengenai :1) Akal mengalahkan nafsu ; 2) Iman mempertimbangkan perbuatan ; 3) Yakin mengurangkan marah ; 4) Rasa keadilan hendak memiliki kepunyaan orang lain : 5) Kebenaran menumbangkan kekuasaan

27. KEBAIKAN

Kebaikan adalah sifat yang ditunjukkan oleh sikap dan perilaku manusia yang dituntun oleh sesuatu kekuatan dari keyakinan dan kepercayaan dalam nilai dan norma yang dianutnya.

Cobalah renungkan dari kekuatan nilai dan norma dalam Al Qur’an dan surat agar dapat menjadi penuntun  seperti yang terungkap dibawah ini :

QS. 2 : 44” Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?

QS. 2 : 128” Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

QS. 2 : 195” Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

QS. 3 : 115” Dan apa saja kebajikan yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menerima pahala) nya; dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa.

QS. 7 :  58” Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.

QS. 10 : 26” Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.

QS. 16 : 30” Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa,

QS. 20 : 112” Dan barangsiapa mengerjakan amal-amal yang saleh dan ia dalam keadaan beriman, maka ia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya.

QS. 23 : 96” Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan.

QS. 41 : 34” Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.

-35“ Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.

-36“ Dan jika syaitan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

QS. 98 : 7“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.

-8“ Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga `Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.

Jadi wujud kebaikan bagi setiap manusia haruslah menjadi pedoman dalam hidup untuk berbuat sesuatu yang di ridhoi oleh Allah Swt. Lebih lanjut dapat pula kita ketemukan dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 2 : 112,148,158,184,195,197,200,201,269,286

QS.4 : 160 ;  QS. 7 : 8,9,56,58,155,156, 157,204

QS. 8 : 17,23,70 QS. 9 : 37, 41, 50,52,53,74,88, 91,107 ; QS. 10 : 22,107 ; QS. 11 : 3,114,117

QS. 12 : 11,83 ; QS. 13 : 6, 18,22

QS. 16 : 32,62,122 ; QS. 17 : 7 ;QS. 42 : 23,40

QS. 46 : 15 (silahkan dibuka). Oleh karena itu, bentuklah kekuatan kebiasaan pikiran kita kedalam pendekatan 7 M, sebagai suatu pendekatan untuk mendorong daya kemauan yang kuat dalam mengamalkan sifat kebaikan dalam hidup ini.

KESIMPULAN

Bertolak dari pemahaman atas kekuatan 7 M, apa yang terungkap dalam surat dan ayat yang terus kita pikirkan dan merenungkan kemali bahwa setiap manusia akan „Diuji dengan kebaikan dan keburukan“ seperti yang tertuang dalam QS. 39 : 10“ Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.“

Dengan kekuatan pikiran diatas, maka dorongan menyelami bahwa „ Allah maha melimpahkan kebaikan“ seperti yang termuat dalam QS. 52 : 28“ Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dia-lah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang.

Oleh karena itu, „Berlomba dengan kebaikan“

QS. 2 : 148“ Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu“

Menjadi satu kebutuhan bagi manusia yang sadar dalam apa yang disebut „Kebaikan duniawi bagi yang berbuat ihsan“

Sejalan dengan pikiran diatas, renungkan makna bahwa „Baik dan buruk kehendak Tuhan“ seperti yang terungkap dalam surat dan ayat sbb.:

QS.64 : 11“ Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Dengan mengungkapkan hal-hal yang kita sebut-kan diatas, mampu menuntun kekuatan brpikir agar menemukan apa yang disebut dengan „ Kesadaran manusia untuk memilih yang baik dan buruk“ sangat bergantung pada kemampuan manusia memanfaatkan kebiasaan berpikir dalam usaha mencari kebenaran.

Oleh karena itu renungkan apa-apa yang tertuang dalam surat dan ayat dibawah ini, sebagai satu kekuatan untuk mendorong perubahan sikap dan perilaku dalam mengamalkan makna „ baik dan memperbaiki diri :

QS. 90 : 10” Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.

QS. 91 : 8” maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,

QS. 8 : 1” Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: “Harta rampasan perang itu kepunyaan Allah dan Rasul, sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu, dan ta`atlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman”

QS. 10 : 4” Hanya kepadaNyalah kamu semuanya akan kembali; sebagai janji yang benar daripada Allah, sesungguhnya Allah menciptakan makhluk pada permulaannya kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali (sesudah berbangkit), agar Dia memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan amal saleh dengan adil. Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka.

QS. 19 : 60” kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun.

QS.47 : 5” Allah akan memberi pimpinan kepada mereka dan memperbaiki keadaan mereka,

QS.17 : 80” Dan katakanlah: “Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.

QS. 5 : 39“ Maka barangsiapa bertaubat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

QS. 7 : 56“ Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo`alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.,

-85“ Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan saudara mereka, Syu`aib. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman”.

142“ Dan telah Kami janjikan kepada Musa (memberikan Taurat) sesudah berlalu waktu tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam. Dan berkata Musa kepada saudaranya yaitu Harun: “Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah, dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan.”

Dengan mengungkapkan kekuatan benih-benih pikiran yang kita sebut dengan „KEBAIKAN“ yang dapat kita baca dan direnungkan yang termuat dalam AL Qur’an seperti yang telah kita ungkapkan sebagai kekuatan dapat memberikan kebiasaan untuk mengungkit daya ingat menjadi satu kekuatan menjadi daya kemauan untuk berubah dalam menjalani hidup ini.

28. KESUKSESAN

Dalam perjalanan hidup ini, kita tidak lepas dari berpikir, bekerja dan belajar sebagai mahluk yang selalu berusaha menemukan tentang diri untuk mencari jawaban yang terkait seperti dengan pertanyaan „Apa, Mangapa, Bagaimana, Bilamana“ maka masalah kesuksesan dalam arti keberhasilan ditentukan oleh kehendak Allah Swt.

Sejalan dengan pikiran diatas untuk menggerakkan kekuatan pikiran kdalam kesuksesan, cobalah renungkan ungkapan yang termuat dalam surat dan ayat dibawah ini sebagai usaha untuk memahami apa yang terpikirkan :

QS. 2 : 100” Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah), dan setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? Bahkan sebahagian besar dari mereka tidak beriman.

QS. 22 : 77” Hai orang-orang yang beriman, ruku`lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.

QS. 62 : 10” Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

QS. 92 : 1” Demi malam apabila menutupi (cahaya siang),

-7” maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.

QS. 94 : 1” Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?,

-6”sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

KESIMPULAN

Bertolak dari ungkapan surat dan ayat diatas, sejenak bila kita renungkan, maka wujud dari kesuksesan itu terletak dari kehendak sang pencipta yang selalu melihat apa yang kita lakukan, oleh karena itu segala langkah haruslah dalam pikiran, apa yang disebut dengan „IKHTIAR“, merupakan salah satu ibadah yang harus kita lakukan secara berkesinambungan dalam hidup ini agar kita tidak berada dalam keragu-raguan dalam berpikir, bekerja dan belajar untuk hidup di dunia dan akhirat.

Jadi „ikhtiar“ apapun yang kita lakukan harus dilandasai dengan ke “KEIMANAN” sebagai toggak keyakinan kita atas keberadaan Allah Swt. dan oleh karena itu pula aku menyerahkan diri dengan sebulat hati artinya segala perintah dan hukum-Nya aku taati ; suruh-Nya aku kerjakan, larang-Nya aku hentikan dengan segenap kerelaan dalam menjalankan hidup ini.

Dengan demikian, bahwa „IKHTIAR“ disatu sisi harus memiliki keyakinan dan disisi lain mengandung pasrah artinya menyerah dengan kerelaan hati kepada Allah Swt ang menentukan hasil ikhtiar yang kita lakukan dalam hidup ini.

29. KASIH (rasa)

Apa yang terbayangkan bila kata „KASIH“ terungkit dalam pikiran kita, tidak lain adalah perasaan sayang, maka disitu terletak kekuatan cinta yang menuntun kita agar dalam sikap dan perilaku yang digerakkan oleh jiwa yang bersih.

Oleh karena itu, renungkan ungkapan dalam surat dan ayat dibawah ini sebagai kekuatan untuk mengungkit kekuatan ingatan:

QS. 30 : 21“ Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

KESIMPULAN

Berlandaskan dari ungkapan surat dan ayat diatas, serta sejenak kita renungkan baik-baik ungkapan itu, maka terdapat daya dorong untuk kita selalu menumbuh kembangkan dalam pikiran atas makna “KASIH” sebagai penggerak jiwa dalam kekuatan berpikir yang positif.

Dengan kekuatan berpikir postif, maka terdapat kekuatan „Rasa kasih-sayang bakal ditanamkan pada orang-orang beriman dan beramal shaleh“ seperti apa yang terungkap dalam surat dan ayat ini dibawah ini :

SQ. 19 : 96“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.

Jadi ingatlah dan renungkan kedalam pikiran agar benih „kasih sayang“ sebagai satu kekuatan yang harus ditumbuh kembangkan kedalam jiwa yang  bersih sebagai penggerak hati yang bersih.

Oleh karena itu ingat apa yang tertuang dalam surat dan ayat seperti yang tertuang dalam QS.4 : 73 „Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.

Ingat pula dan renungkan surat dan ayat yang lain dalam QS. 6 : 12, 54 ; 18 : 81 ; 19 : 96 ; 20 : 39 ; 29 : 25 ; 30 : 21 ; 42 : 23 ; 48 : 29 ; 57 : 27 ; 58 : 22 ; 60 : 7 : 90 : 17. (silah dibuka untuk didalami dengan 7M)

30. KEBAJIKAN

Kata „Kebajikan“ mengandung arti kebaikan, sejalan dengan makna tersebut, maka kebiasaan pikiran harus dapat ditumbuh kembangkan agar sikap dan perilaku tertuntun oleh perbuatan baik. Oleh karena itu, cobalah renungkan surat2 dan ayat2 yang terungkap dibawah ini sebagai satu kekuatan benih jiwa untuk diamalkan dalam hidup :

QS. 2 : 215“ Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya., 224, 269, 286 ;….

QS. 3 : 115“ Dan apa saja kebajikan yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menerima pahala) nya; dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa., 134“ ….

QS. 4 : 40“ Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar., 53, 125, 127, 144 ;

QS. 5 : 2“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi`ar-syi`ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari karunia dan keredhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian (mu) kepada sesuatu kaumkarena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya., 48, 85, 93 ….

QS. 6 : 17“ Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu., 154, 158 …..

QS. 10 : 11“ Dan kalau sekiranya Allah menyegerakan kejahatan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri umur mereka. Maka Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, bergelimang di dalam kesesatan mereka.

QS. 11 : 31“ Dan aku tidak mengatakan kepada kamu (bahwa): “Aku mempunyai gudang-gudang rezki dan kekayaan dari Allah, dan aku tiada mengetahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan: “Bahwa sesungguhnya aku adalah malaikat”, dan tidak juga aku mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu: “Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka”. Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka; sesungguhnya aku, kalau begitu benar-benar termasuk orang-orang yang zalim.

QS. 16 : 76“ Dan Allah membuat (pula) perumpamaan: dua orang lelaki yang seorang bisu, tidak dapat berbuat sesuatupun dan dia menjadi beban atas penanggungnya, ke mana saja dia disuruh oleh penanggungnya itu, dia tidak dapat mendatangkan suatu kebajikanpun. Samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan, dan dia berada pula di atas jalan yang lurus?, 90, 128 ….

QS. 17 : 11“ Dan manusia mendo`a untuk kejahatan sebagaimana ia mendo`a untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.

QS. 21 : 73“ Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah,

QS. 22 : 11” Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata., 77 ….

Setelah kita memahami dengan pendekatan 7 M, maka ada satu kekuatan yang menumbuhkan kebiasaan pikiran yang positif dari pemahaman kita atas surat dan ayat yang diungkapkan diatas, dengan begitu “Kebajikan” merupakan tuntunan yang harus disuburkan dalam jiwa yang bersih.

KESIMPULAN

Bertolak dari daya dorong untuk terus tumbuh dan usaha meningkatkan daya kemauan yang kuat kedalam kekuatan kebiasaan pikiran yang positif, maka kita harus mengungkit kekuatan daya ingat kedalam kebiasaan pikiran yang dituntun oleh suatu keyakinan seperti yang terungkap “Allah mengetahui kebajikan yang dikerjakan manusia” daalam  QS. 2 : 215 Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.

Dan renungkan lebih lanjut “Balasan Allah terhadap orang yang berbuat bajikan “ seperti yang terungkap dalam surat dan ayat QS. 76 : 5” Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. – 22” Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan).

31. KERAMAH TAMAHAN DAN KEBAJIKAN

Keramahtamahan yang menggambarkan sesuatu yang terkait dengan hal-hal yang ramah artinya kebaikan hati dan keakraban dalam pergaulan disatu sisi dan disisi lain menunjukkan gambaran karekter yang disebut kebajikan.

Dengan pikiran diatas, maka untuk mengungkit kekuatan daya ingatan dalam kebiasaan pikiran, diperlukan suatu kekuatan untuk merenung apa –apa yang terungkap dalam surat dan ayat sebagai berikut :

QS. 2 : 63“ Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkatkan gunung (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): “Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada di dalamnya, agar kamu bertakwa”.

QS. 3 : 134“ (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

KESIMPULAN

Dengan mengungkapkan pokok pikiran yang kita ungkapkan diatas yang terkait dengan kata „Keramahtamahan dan Kebajikan“ akan menunjukkan kekuatan karekter sebagai benih kekuatan jiw

Oleh karena itu, agar kekuatan itu menjadi sesuatu yang dapat menjadi tuntunan dalam bersikap dan berperilaku dibutuhkan secara berkelanjutan untuk membangun kebiasaan yang mampu mengungkit daya ingat agar kita selalu siap menghadapi tantangan yang mempengaruhi dalam proses berpikir untuk tidak terbawa suatu keinginan yang mampu mendorong kedalam pikiran yang bersifat negatif.

Untuk itu ingatkan dalam pikiran kita untuk terus berpikir, bekerja dan belajar, sehingga  ungkapan dalam surat dan ayat diatas menjadi sesuatu kekuatan kebiasaan pikiran dalam membentuk karekter yang terpuji.

32. KESEMPURNAAN DAN KEBAJIKAN

Kesempurnaan berarti mengungkapkan suatu gambaran perihal yang bersifat sempurna dalam bersikap dan berperilaku. Gambaran tersebut akan mendukung wujud dari pada kebajikan yang ditunjukkan oleh peran yang dimainkan manusia dalam hidup ini.

Oleh karena itu, cobalah renungkan dalam pikiran yang disadari maupun yang tidak atas ungkapan dalam surat2 dan ayat2 dibawah ini :

QS. 2 : 83” Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.

QS.  2 : 177” Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

-261” Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

-263” Perkataan yang baik dan pemberian ma`af lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan sipenerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.

QS. 3 : 15” Katakanlah: “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?” Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah: Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

QS. 3 : 17” (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta`at, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahu

QS. 4 : 36” Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baikla kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,

QS.  4: 114” Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma`ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.

QS. 5 : 32” Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi.

QS. 33 : 58” Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mu’min dan mu’minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.

QS. 49 : 11” Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

– 12” Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

QS. 70 : 24” dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu,

-25” bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta),

QS. 74 : 44” dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin

QS. 90 : 12” Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?

-17” Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.

QS. 92 : 17” Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu,

– 21” Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.

QS. 107 : 1” Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

-3”dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.

QS. 108 : 3” Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.

QS. 112 : 1” Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,

-2”Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

Dengan merenung dan memahami apa yang terungkap dalam surat2 dan ayat2 diatas, maka kekuatan pikiran haruslah mampu menuntun apa yang dipikirkan dengan hal-hal yang terkait dengan :

  • Bani Israil mengingkari janjinya dengan Allah.
  • Pokok-pokok kebajikan
  • Nafkahkan harta di jalan Allah
  • Ancaman Allah kepada orang2 kafir dan pengaruh harta benda duniawi
  • Kewajiban terhadap Allah dan terhadap sesama manusia.
  • Keharusan adil dan tidak memihak dalam menetapkan sesuatu hukum
  • Kisah pembunuhan pertama dan besarnya malapetaka  akibat pembunuhan.
  • Adab dan sopan santun dalam rumah tangga Nabi S.A.W.
  • Larangan memperolak-olokkan , banyak prasangka dan lain-lain
  • Ajaran islam untuk mengatasi sifat-sifat yang jelak pada manusia

Jadi dengan mengingat dan merenungkan apa-apa yang terungkap diatas, maka kebiasaan pikiran yang kuat akan menuntun kedalam benih jiwa yang disebut dengan “kesempurnaan dan kebajikan” sesuatu yang mutlak untuk ditanamkan dalam diri manusia.

KESIMPULAN

Mengungkit “Kesempurnaan dan Kebajikan” dalam kebiasaan pikiran akan menuntun sikap dan perlaku dalam menjalani hidup ini.

Kebiasaan itu akan tumbuh sejalan dengan kemampuan kita mampu mendalami hal-hal yang terungkap dalam surat dan ayat tersebut diatas.

Dengan demikian mengungkit ingatan dalam daya kemauan yang kuat akan dapat memotivasi diri dengan landasan pemahaman atas apa-apa yang telah terungkap diatas menjadi daya dorong yang kuat agar dapat menjadi benih-benih jiwa yang mendorong dalam proes pikiran-pikiran yang positif.

33. KEHORMATAN / KESUCIAN DIRI

Kata „Kehormatan“ mengandung arti kemulian yang dikaitkan harga diri manusia atau dengan kata lain juga disebut dengan „Kesucian diri“.

Sejalan dengan pikiran diatas, cobalah renungkan surat dan ayat dibawah ini :

QS. 4 : 25“ Dan barangsiapa di antara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu; sebahagian kamu adalah dari sebahagian yang lain, karena itu kawinilah mereka dengan seizin tuan mereka dan berilah maskawin mereka menurut yang patut, sedang merekapun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin, kemudian mereka mengerjakan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separo hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kesulitan menjaga diri (dari perbuatan zina) di antaramu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

QS. 5 : 5“ Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi.

QS. 23 : 1“ Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,

QS. 23 : 5“ dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,

QS. 24 : 30“ Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.

QS. 70 : 35“ Mereka itu (kekal) di surga lagi dimuliakan.

Dengan mengingat apa-apa yang diungkap dalam surat dan ayat diatas, maka kekuatan pikiran untuk mengingat manusia atas sikap dan perilaku yang harus dilakukannya dengan begitu manusia akan selalu ingat dengan satu kekuatan kesadaran yang lebih tinggi dari ksadran inderawi dalam menjalankan hidup ini.

KESIMPULAN

Dengan meningkatkan kemampuan berpikir dengan niat mencari kebenaran, maka disitu terletak kekuatan dalam penggerak jiwa, apa yang disebut dengan „ Kehormatan / Kesucian diri“

Kemampuan meningkatkan hal tersebt diatas, sangat perlu untuk mengingat-ingat apa-apa yang tertuang dalam surat dan ayat diatas. Oleh karena itu, kuatkan pikiran kita dalam memupuk wujud dari kehormatan / kesucian diri.

Dengan begitu akan selalu tumbuh kebiasaan bahwa kehormatan diri itu tidak dapat dibeli atau dinilai dengan benda kecuali penilaian itu berdasarkan kejujuran dan kemuliaan hati. Kita juga akan mulia apabila bersedia menghormati orang lain.

34. KELAKUAN BAIK

Kelakuan baik membrikan gambaran tentang diri manusia yang memiliki „Jatidiri“ artinya satu kekuatan yang mempengaruhi manusia dalam dirinya sehingga akan menunjukkan wujud diri berupa 1) seseorang harus bisa menerima diri apa adanya ; 2) orang harus yakin bahwa dirinya bernilai dan merupakan bagian penting dalam komunitas yang ada ; 3) anugerah Allah Swt berupa cinta sejati yang dimilikinya.

Sejalan dengan pikiran diatas untuk menguatkan makna „kelakuan baik“ itu, cobalah renungkan ungkapan dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 2 : 104“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad): “Raa`ina”, tetapi katakanlah: “Unzhurna”, dan “dengarlah”. Dan bagi orang-orang kafir siksaan yang pedih.

QS. 4 : 86“ Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.

QS. 17 : 53“ Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: ” Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.

QS. 24 : 27“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.

-28“ Jika kamu tidak menemui seorangpun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: “Kembali (saja) lah”, maka hendaklah kamu kembali. Itu lebih bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

QS. 24 : 58“ Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar) mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya’. (Itulah) tiga `aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

-59“ Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur balig, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

QS. 24 : 62“ Sesungguhnya yang sebenar-benar orang mu’min ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan apabila mereka berada bersama-sama Rasulullah dalam sesuatu urusan yang memerlukan pertemuan, mereka tidak meninggalkan (Rasulullah) sebelum meminta izin kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu (Muhammad) mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena sesuatu keperluan, berilah izin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Jadi dengan berulang kali kita membaca, apa yang diungkapkan dalam surat dan ayat diatas, akan memberi satu dorongan dalam usaha menemukan jati diri kita kedalam sifat manusia yang disebut „kelakuan baik“

KESIMPULAN

Kelakuan baik hanya dapat ditunjukkan oleh manusia, setelah orang yang bersangkutan memeliki kepercayaan diri sebagai satu kekuatan apa yang disebut dengan keyakinan yang kuat terhadap sesuatu yang dipikirkan.

Dengan pikiran itu, manusia menyadari sepenuhnya bahwa dengan „kelakuan baik“, maka akan merasakan sikap dan perilakunya selalu akan dilihat oleh keberadaan Allah Swt.

Jadi apa yang kita ungkapkan diatas merupakan daya kemauan yang kuat untuk membangun suatu kebiasaan yang dapat memberikan pengaruh pikiran terhadap kepercayaan diri.

35. KASIH SAYANG

Kasih sayang mengandung arti belas kasihan yang mencirminkan sikap dan perilaku yang terpuji dalam hubungan dengan manusia dan atau Allah Swt.

Oleh karena itu, jadikanah satu kekuatan dengan usaha menanamkan „kasih sayang“ dalam diri kita berarti juga membuka mata hati untuk berbuat baik.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka untuk mendorong satu kekuatan pikiran menjadi kebiasaan dalam hidup, bacalah dan renungkan dalam pikiran kita yang diajarkan dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 4 : 73“ Dan sungguh jika kamu beroleh karunia (kemenangan) dari Allah, tentulah dia mengatakan seolah-olah belum pernah ada hubungan kasih sayang antara kamu dengan dia: “Wahai, kiranya saya ada bersama-sama mereka, tentu saya mendapat kemenangan yang besar (pula)”.

QS. 6 : 12“ Katakanlah: “Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi?” Katakanlah: “Kepunyaan Allah”. Dia telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang. Dia sungguh-sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan terhadapnya. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman.,

– 54“ Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: “Salaamun-alaikum. Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barangsiapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

QS. 18 : 81“ Dan kami menghendaki, supaya Tuhan mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya).

QS. 19 : 96“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.

QS. 20 : 39“ Yaitu: ‘Letakkanlah ia (Musa) di dalam peti, kemudian lemparkanlah ia ke sungai (Nil), maka pasti sungai itu membawanya ke tepi, supaya diambil oleh (Fir`aun) musuh-Ku dan musuhnya’. Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku.

QS. 29 : 25“ Dan berkata Ibrahim: “Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan dunia ini kemudian di hari kiamat sebahagian kamu mengingkari sebahagian (yang lain) dan sebahagian kamu mela`nati sebahagian (yang lain); dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sekali-kali tak ada bagimu para penolongpun.

QS. 30 : 21“ Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

QS. 42 : 23“ Itulah (karunia) yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal saleh. Katakanlah: “Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan”. Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.

QS. 48 : 29“ Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka ruku` dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu’min). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.

QS. 57 : 27“ Kemudian Kami iringkan di belakang mereka rasul-rasul Kami dan Kami iringkan (pula) Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal Kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik.

QS. 58 : 22“ Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat) -Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung.

QS. 60 : 7“ Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka. Dan Allah adalah Maha Kuasa. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

QS. 90 : 17“ Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.

Apa yang dapat kita petik dari ungkapan surat dan ayat diatas, adalah satu kekuatan yang mampu mendorong kedalam pemikiran dan pengaruhnya terhadap mentalitas kita dari satu sisi dan disisi lain memberikan pengaruh pikiran terhadap perasaan.

Dengan membangun kekuatan kebiasaan yang kita tumbuhkan dalam perjalanan hidup, maka ia akan memberikan satu kekuatan pengaruh pikiran terhadap jatidiri kita.

KESIMPULAN

Dengan menanamkan perasaan „kasih sayang“ yang mampu menggugah jalan pikiran yang membentuk jatidiri, maka kita akan selalu mampu mengungkit daya ingat kedalam pikiran bahwa keimanan membawa manusia bersih hatinya, jinak jiwanya, berbicara lembah lembut, hidup sabar, pemaaf dan baik sangka.

Dengan mengungkapkan pikiran diatas, berarti pula kita mampu memperkuat daya kemauan yang kuat kedalam kebiasaan berpikir untuk mengingatkan bahwa „Rasa kasih sayang bakal ditanamkan para orang-orang beriman dan beramal shaleh“ seperti yang terungkap daam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 19 : 96“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.

QS. 90 : 12“ Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?

-17“ Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.

36. KESEPAKATAN

Kesepakatan mengandung arti ada pihak-pihak yang membuat janji yang diucapkankannya. Bila kekuatan kesepakatan yang diucapkankan dengan lidah berarti peran manusia dengan membuat janji yang diucapkannya berarti ia sadar sepenuhnya bukan saja dalam hubungan dengan manusia tetapi ia juga tunduk keberadaan Allah Swt dalam hidupnya.

Sejalan dengan pikiran yang kita ungkapkan diatas, maka untuk membangun kekuatan ingatan, simaklah surat dan ayat dibawah ini :

QS. 4 : 114“ Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma`ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, maka kelak Kami memberi kannya“

Sejalan dengan kekuatan yang menggerakkan janji yang diucapkan dengan lidah, dan mewujudkan apa yang dijanjikannya, maka disitu terletak „kesepakatan“ dalam kebiasaan yang didukung oleh landasan niat berarti secara sadar apa yang diucapkannya.

Dengan pikiran diatas, ingatlah ungkapan seperti „hakikat buta bukanlah buta mata, tetapi buta hati“, oleh karena itu ingatlah mana kekuatan „kesepakatan“ yang diucapkan dengan selalu mengungkit daya ingat yang terkait dengan potensi hidup dalam usaha kita mencapai wujud dari ungkapan seperti „ingatlah kita kepada kematian adalah suatu cemeti untuk memperbaiki kelakuan kita dan cinta pada orang miskin“

KESIMPULAN

Membuat „kesepakatan“ mudah diutarakan dalam janji, tapi sulit untuk mewujudkan, sebaliknya dengan pikiran yangditopang dengan niat, maka disitu terlatak rasa takut dengan Tuhan karena Allah Swt selalu melihat kita.

Oleh karena itu, ingatlah bahwa „Lisan melalui lidah adalah nikmat dalam pengawasan“ artinya ungkitkan kebiasaan pikiran kita menjadi daya kemauan yang kuat sebagai pandandangan disatu sisi sbb. :

QS. 50 : 18“ Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.

Dan disisi lain ubahlah kebiasaan pikiran kedalam daya kemauan yang kuat untuk „Menjauhi banyak berdalih dan banyak bicara“, untuk menemukan jati diri, oleh karena itu ungkitkan daya ingat kita kedalam surat dan ayat dibawah ini : QS. 4 : 114“ Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma`ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.

Bertolak dari pemahaman kita dari surat dan ayat diatas, cobalah untuk meletakkan landasan yang kuat kedalam kebiasaan pikiran bahwa pengaruh pikiran terhadap hasil pencapaian dalam usaha merubah kebiasaan yang buruk.

37. KEADILAN

Keadilan menggambarkan sifat yang adil. Begitu mudah diucapkan kata “Keadilan”, tapi kehidupan kita shari-hari tidaklah berarti buah pemikiran itu menjadi kenyataan.

Sedangkan manusia memeliki kesadaran, tapi sayang kesadaran itu tumbuh dan berkembang dalam pikiran inderawi, jadi makna keadilan baginya hanyalah sebatas di lidahnya saja.

Oleh karena itu, untuk menumbuh kembangkan kedalam daya kemauan yang kuat merupakan kebutuhan untuk setiap pemain peran dalam masyarakat bahwa kata “Keadilan” menjadi sarana untuk mengingatkan bahwa pemikiran tersebut dapat menuntun manusia kedalam pengaruh mentalitas.

Untuk itu, renungkanlah ungkapan surat2 dan ayat2 dibawah ini menjadi penuntun dalam bersikap dan berperilaku sebagai berikut :

QS. 6 : 152“ Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfa`at, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil kendatipun dia adalah kerabat (mu), dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat,

QS. 7 : 29“ Katakanlah: “Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan”. Dan (katakanlah): “Luruskanlah muka (diri) mu di setiap shalat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan keta`atanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu akan kembali kepadaNya)”.

QS. 49 : 9“ Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mu’min berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan

berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

QS. 60 : 8“ Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mu’min berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

Yang menjadi pertanyaan kita mengapa ungkapan surat dan ayat diatas tidak menjadi daya dorong manusia untuk mengamalkan dalam menjalankan perannya dalam hidup ini, karena ia tidak merasakan pengaruh pikiran terhadap perasaannya.

KESIMPULAN

Bermula dari tidak adanya kemauan yang kuat untuk mendorong kebiasaan pikiran yang mampu menjadi penuntun hidup, maka manusia sangat sulit mendapat inspirasi dalam pikiran seperti memahami makna „kesenangan hati dan ketenteraman jiwa lebih berharga dari kesenangan pangkat dan kekayaan“

Sejalan dengan pikiran itu, cobalah renungkan ungkapan dalam surat dan ayat mengenai apa yang disebut dengan „Perintah bertindak adil“ yang dimuat dalam :

QS. 4 : 135“ Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari

kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjaan.

QS. 5 : 8“ Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

QS. 6 : 152“ Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfa`at, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil kendatipun dia adalah kerabat (mu), dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat,

QS. 7 : 29“ Katakanlah: “Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan”. Dan (katakanlah): “Luruskanlah muka (diri) mu di setiap shalat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan keta`atanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu akan kembali kepadaNya)”.

QS. 16 :90“ Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.

Belajar dari surat dan ayat diatas mengenai „perintah bertindak adil, disatu sisi dan disisi lain ingat pula bahwa „Pelaku keadilan dicintai Allah“ seperti yang termuat

dalam surat dan ayat : QS. 60 : 8“ Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil“.

Jadi ingatlah ungkapan bahwa“kelebihan burung adlah sayap. Kelebihan gajah adalah kekuatan dan kelebihan manusia adalah akal.

38. KESIAPSIAGAAN

Kata „kesiapsiagaan“ mengandung arti dalam kehidupan kita sadari sepenuhnya, hidup kita hari ini adalah bentuk dari pikiran kita sendiri. Oleh karena itu masa yang kita miliki adalah hari ini, jadi kuatkan pengaruh pikiran terhadap tindakan dalam sikap dan perilaku, maka disitu terletak peluang untuk memikirkan kesiapan hidup ini untuk dunia dan akhirat.

Sejalan dengan pikiran diatas baca dan renungkan makna yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 3 : 200“ Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.

Jadi dengan petunjuk ungkapan diatas, berarti kita harus mampu mengungkit daya ingat agar terbentuk satu usaha membangun kebiasaan pikiran yang mampu menjadi kekuatan untuk mempengaruhi pikiran dalam tindakan.

KESIMPULAN

Wujud sikap dan perilaku kedalam „Kesiapsiagaan“ ada-lah satu kekuatan kebiasaan dalam pikiran dalam usaha

menemukan jatidiri agar kita dapat melepaskan diri dari rasa cemas menghadapi tantangan hidup di dunia dalam kesiapsiapan menunju perjalanan hidup abadi.

Bertolak dari pikiran diatas, maka ingatlah satu ungkapan seperti „kesehatan itu adalah sebagai mahkota di atas kepala orang-orang yang sehat, akan tetapi tiadalah yang dapat melihat mahkota itu selainorang-orang yang sakit. Tubuh yang sehat menyenangkan hati, hati yang senang mnyehatkan tubuh, pikiran yang terang terletak pada tubuh yang sehat.

Dengan demikian bangkitkan daya kemauan yang kuat untuk membentuk kebiasaan dalam pikiran untuk kuat menumbuh kembangkan dalam pikiran agar kita selalu mengungkit daya ingat mengenai „kesiapsiapan“ dalam mengikuti peta perjalanan hidup yang sejalan dengan kemampuan memahami dunia karena jangan tertipu pada yang tampak.

39. KETENANGAN HATI DAN KEBENARAN NIAT

Kata hati dan niat merupakan dua kata yang memiliki nilai yang saling bergantung satu sama lain seperti halnya kita mengungkapkan bahwa „hati jantung manusia itu manakala habis dan kering kasih sayang, dia merupakan kaca pecah yang tidak mungkin dipertautkan kembali“ artinya kekuatan dalam ketenangan hati dan kebenaran niat menjadi pondasi dalam mewujudkan keinginan yang ditopang kemampuan dari penguasaan ilmu sebagai informasi dan pengetahuan sebagai keterampilan yang mampu mendorong dalam proses berpikir.

Sejalan dengan pikiran diatas, ingatlah bahwa kekuatan terbesar yang menggerakkan roda kehidupan dan memotivasi manusia berasal dari dorongan yang sumbernya berasal dari dalam diri manusia itu sendiri, oleh karena itu renungkan surat dan aya dibawah ini :

QS. 33 : 70” Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar“,

-71”niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menta`ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar“.

KESIMPULAN

Dengan membangun „Ketenangan hati“ dari satu sisi dan disisi lain kita myadari sepenuhnya diperlukan pula untuk menempatkan dengan „Kebenaran niat“ sebagai dua kekuatan untuk mengingatkan manusia ke jalan yang benar.

Jadi manusia ke jalan yang benar berarti menyadari untuk memanfaatkan OTAK dari pandangan bathin yang mampu mengelola (O)rang, (T)awakal, (A)manah, (K)erja dalam satu kekuatan pikiran menjadi satu daya kemauan yang kuat dalam menjadi orang yang memiliki tujuan sebagai orang yang berlomba dalam kebaikan.

40. KEPENTINGAN (mendahulukan)

Pertama apa yang terpikirkan dalam mewujudkan makna “Kepentingan” dalam perjalanan hidup ini. Dalam hal ini maka terpikirkan hal-hal yang terkait dengan 1) Memahami makna rezeki merupakan persoalan yang sangat penting dan mendasar karena rezeki sangat erat kaitannya dengan kekayaan dan harta benda ; 2) Memahami masalah kesehatan dan umur.

Dengan memperhatikan pikiran diatas, maka untuk dapat mengamalkan makna “Kepentingan” kedalam jalan yang benar, maka cobalah baca dan renungkan kembali ungkapan dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 2 : 219” Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfa`at bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfa`atnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir,

QS. 2 : 237“ Jika kamu menceraikan isteri-isterimu sebelum kamu bercampur dengan mereka, padahal sesungguhnya kamu sudah menentukan maharnya, maka bayarlah seperdua dari mahar yang telah kamu tentukan itu, kecuali jika isteri-isterimu itu mema`afkan atau dima`afkan oleh orang yang memegang ikatan nikah, dan pema`afan kamu itu lebih dekat kepada takwa. Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala apa yang kamu kerjakan.

QS. 16 : 126“ Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar.

QS. 28 : 54“ Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan.

KESIMPULAN

Kita dapat membayangkan bahwa „kejahatan dan dosa itu mengotorkan jiwa dan manghalangi masuknya keimanan dalam hati karena jiwa itu telah kotor dan berkarat“, oleh karena itu tempatkanlah „kepentingan“ dalam mewujudkan apa yang kita inginkan dengan niat yang benar artinya kita mendahulukan sesuai dengan perintah yang diajarkan.

Jadi dengan membaca dan merenungkan kmbali surat dan yang yang diungkapkan diatas diharapkan menjadi pengetuk jiwa dalam perjalanan hidup ini, dalam kita menyelesaikan rezeki, sakit dan umur semuanya berada di tangan Allah Swt.

Dengan menyadari apa yang kita ungkapkan dalam kata „Kepentingan“ (mendahulukan) untuk mengingatkan kedalam kbiasaan pikran kita bahwa „kebahagian yang sejati tak pernah kelihatan oleh sesuatu mata, kebahagian yang sejati itu berdiam pada barang yang tak tampak.

41. KEJUJURAN

Kata „kejujuran“ berarti ketulusan dan kelurusan yang menjadikan benih hati yang suci, oleh karena itu hakekat dari kejujuran adalah menyatakan keimanan yang terkait dengan sikap dan perilaku yang digerakkan dengan keikhlasan.

Jadi dari pikiran itu menggambarkan watak orang keislaman menjadi dua, apa yang disebut dengan mukmin dan atau orang munafik.

Untuk mengingatkan  kita dalam perjalanan hidup ini, agar kita dalam bersikap dan berperilaku digerakkan oleh kekuatan kebiasaan pikiran yang psositif, maka makna „Kejujuran“ haruslah ditanam dalam diri kita, menjadi daya kemauan yang kuat yang didukung oleh kakeuatan kemampuan kita menyimak surat2 dan ayat2 sebagai pengungkit ingatan kita yaitu :

QS. 2 : 177“ Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan

(memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

QS. 3 : 75“ Di antara Ahli Kitab ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu Dinar, tidak dikembalikannya padamu, kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan: “Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi. Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui.

-76“ (Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.

QS. 6 : 152“ Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfa`at, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil kendatipun dia adalah kerabat (mu), dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat,

QS. 7 : 85“ Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan saudara mereka, Syu`aib. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya.

Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman”.

QS. 8 : 27“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.

QS. 11 : 85“ Dan Syu`aib berkata: “Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan.

QS. 17 : 34“ Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfa`at) sampai ia dewasa dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya.

-35“ Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

QS. 26 : 181“ Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan;

-183“ Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan;

QS. 30 : 38“ Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) kepada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridhaan Allah; dan mereka itulah orang-orang beruntung.

QS. 55 : 7“ Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).

-9“ Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.

QS. 83 : 1“ Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang,

-3“ dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.

Jadi bila kita baca dan kita renungkan apa yang diperintahkan seperti yang terungkap dalam suart dan ayat diatas, apakah tidak tergerakkan oleh pikiran untuk mengungkapkan kemampuan berpikir dalam mencari kebenaran, maka disitu terletak keimanan yang diikuti oleh kejujuran.

KESIMPULAN

Dengan mengungkapkan kata „Kejujuran“ dalam usaha membentuk sikap dan perilaku, maka mereka berkata „Katakanlah kepada orang yang tidak mau bersikap jujur, janganlah engkau mengikutiku“

Pikiran tersebut juga berarti mengingatkan kita bahwa „Kejujuran adalah pedang Allah di atas bumi ini, dan pedang itu tidak akan diletakkan di atas sesuatu kecuali ia akan memotongnya“

Jadi dengan „Kejujuranlah“ kita mampu mengungkankan suatu „Kebenaran“ artinya jangan takut untuk mencapai kebenaran, karena tidak ada badai ang berumur seribu tahun. Kebenaran adalah peluang yang paling tajam. Kebenaran tidak dapat digoyang oleh gempa dan tidak dapat dilamun oleh banjir.

Sejalan dengan pikiran itu ingatlah perintah yang tertuang dalam surat dan ayat

QS. 82 : 13“ Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam surga yang penuh keni’matan,

14“dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.

42. KEBERSIHAN

Kata „Kebersihan“ disini mengandung arti kesucian, kemurnian. Dalam hal ini dikaitkan dengan keadaan yang menurut kepercayaan, keyakinan, akal, atau pengetahuan manusia dianggap tidak mngandung noda atau kotoran.

Sejalan dengan pikiran diatas, kita dapat membayangkan bahwa seperti halnya dalam keyakinan adalah sesuatu yang misterius yang mengubah orang biasa menjadi orang terkemuka karena disitu terletak apa yang disebut dengan kebersihan jiwa

Oleh karena itu bangkitkan kekuatan memikirkan kemungkinan dalam mendayagunakan kemauan yang kuat untuk memikirkan masalah kebersihan jiwa. Sejalan dengan pikiran itu cobalah baca dan renungkan apa-apa yang trungkap dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 22 : 29“ Kemudian hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).

QS. 48 : 27“ Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa

yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat.

QS. 74 : 1“ Hai orang yang berkemul (berselimut), –2“ bangunlah, lalu berilah peringatan! -3“ dan Tuhanmu agungkanlah, -4“ dan pakaianmu bersihkanlah,

KESIMPULAN

Bertolak dari kekuatan pemikiran yang kita ungkapkan diatas, serta mendalami apa yang diungkapkan dalam surat dan ayat yang mampu memberiakan kekuatan dalam kebiasaan pikiran untuk mewujudkan makna „Kebersihan“ dalam pandangan bathin kita, maka jangan pernah lupa selalu ada cahaya di belakang semua bayang – bayang dalam kemungkinan pikiran.

Sering kita katakan bahwa „hidup anda dibentuk oleh pikiran anda sendiri“, oleh karena itu bayangkan dalam kebiasaan kita berpikir untuk terus membangun kebiasaan dalam „kebersihan jiwa“ maka disitu terletak kekuatan kasih yang mampu menyucikan keberhasilan menemukan diri kita sendiri, dengan begitu kita akan dekat dengan Allah Swt.

43. KHUSU’

Kata „Khusu’ dalam kebiasaan pikiran untuk bisa kita mengungkapkan tujuan yang berlandaskan niat yang kuat maka biasa kita mengungkapkan bahwa „percaya terhadap kekuatan Tuhan untuk memberikan impian baru, itu berarti kita secara khusu’ untuk mengungkapkan dalam pikiran kita bahwa tidak menggunakan akal semakin sempit hidupnya.

Oleh karena itu, pikiran kita haruslah mampu menumbuh kembangkan kekuatan Khusu’ dalam berpikir, maka disitu akan terletak apa yang kita mimpikannya, kita dapat melakukan dengan memanfaatkan unsur jiwa sebagai

pegerak berupa kesadaran, kecrdasan dan akal yang menuntun sikap dan perilaku kita.

Sejalan dengan pikiran diatas, baca dan renungkan ungkapan surat dan ayat dibawah ini :

QS. 3 : 17“ (yaitu) orang-orang yang sabar, yang Maka barangsiapa yang mengubah wasiat itu, setelah ia mendengarnya, maka sesungguhnya dosanya adalah bagi orang-orang yang mengubahnya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.

QS. 17 : 106“ Dan Al Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.

-109“ Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu`.

QS. 2 : 46“ (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.

QS. 21 : 90“ Maka Kami memperkenankan do`anya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo`a kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu kepada Kami.

QS. 33 : 35“ Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta`atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu`, laki-laki dan

perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.

KESIMPULAN

Yang menjadi masalah dalam kehidupan ini, mampukah kita membangun daya kemauan yang kuat untuk dapat membangun kebiasaan dalam kekuatan pikiran untuk mewujudkan pikiran „Khusu’“ dalam sikap dan perilaku supaya kita khusu’ mengingat Allah seperti yang tertuang dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 57 : 16“ Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.

Surat dan ayat tersebut memberikan peringatan khusu’ mengingat Allah untuk menjadikan suatu kebutuhan dalam hidup , oleh karena itu kuatkan niat untuk tumbuh dalam kebiasaan pikiran agar kebiasaan khusu’ agar kita terlepas dari pikiran yang terkait dengan adanya kekuatan jahanam bagi yang tidak menggunakan akal seperti yang termuat dalam

QS. 7 : 179“ Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi)

tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Jadi dengan surat dan ayat tersebut, mampu mengungkit daya ingat agar kita selalu mempergunakan unsur jiwa sebagai alat pikir (kesadaran, kecerdasan, akal) menjadi satu kekuatan untuk menumbuhkan kekuatan „khusu’“ dalam berpikir.

44. KESAKSIAN (syahadat)

Bertolak dari keyakinan, menyerah dengan sebulat hati artinya segala perintah dan hukumnya aku taati ; suruhnya aku kerjakan, laranganNya aku hentikan, dengan segenap kerelaan. Inilah Islam.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka makna„Kesaksian (syahadat) ialah pengakuan dan penyaksian dengan sebenarnya baik secara lahir maupun batin.

Untuk melaksanakan Rukun „Syahadat“ didalamnya terdapat 1) Menetapkan dzat Allah Ta’ala (berdiri dengan sendirinya) ; 2) Menetapkan sifat Allah Ta’ala (berkuasa) ; 3) Menetapkan af’al Allah Ta’ala (berbuat dengan sekehendaknya) ; 4) Menetapkan kebenaran Rasulullah saw.

Barapakah Syarat kesempurnaan syahadat itu yaitu 1) Memahami maksud syahadat ; 2) Diikrar dengan lidah yakni dibaca dari permulaan hingga akhirnya ; 3) Meyakini dalam hati, yakni tidak ragu lagi ; 4) Diamalkan dengan anggota badan yaitu hati dan perbuatan wajib menolak segala sesuatu yang menyalahi arti atau maksud dua kalimat syahadat itu.

Adapun yang dapat Merusak syahadat yaitu 1) Menyekutukan (menduakan) Allah ; 2) Ragu akan adanya Allah ; 3) Menyangkal dirinya diciptakan oleh Allah ; 4)

Menyangkal bahwa peredaran alam semesta ini diatur oleh Allah Ta’ala.

Nama Syahadat, ada 1) Syahadat Tauhid yaitu Asyhadu an laa ilaaha illallah artinya Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah ; 2) Syahadat Rasul yaitu Waasyhadu anna Muhammadan Rasuulallaah artinya saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad ituutusan Allah.

Untuk meningkatkan pengamalan „Kesaksian (Syahadat) maka baca dan renungkan apa yang terungkap dalam surat2 dan ayat2 dibawah ini, sebagai suatu kekuatan untuk mendorong daya kemauan yang kuat kedalam kekuatan kebiasaan pikiran dalam perjalanan hidup yaitu

QS. 2 : 181“ Maka barangsiapa yang mengubah wasiat itu, setelah ia mendengarnya, maka sesungguhnya dosanya adalah bagi orang-orang yang mengubahnya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

QS. 2 : 282“ Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu`amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki diantaramu). Jika tak ada dua orang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka seorang lagi mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka

dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu, (Tulislah mu`amalahmu itu), kecuali jika mu`amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit-menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

-283“ Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu`amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barangsiapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

QS. 4 : 135“ Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjaan.

QS. 5 : 8“ Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena

Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

QS. 25 : 72“ Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.

QS. 70 : 33“ Dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya.

QS. 70 : 35“ Mereka itu (kekal) di surga lagi dimuliakan.

Jadi dengan mendalami apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat diatas diharapkan menjadi penuntun dalam IBADAH yang sejalan dengan keyakinan kita dalam usaha untuk mengamalkan makna kesaksian (syahadat).

KESIMPULAN

Bertolak dari apa-apa yang telah kita utarakan pada bagian terdahulu mengingatkan kedalam pikiran kita bahwa syarat pertama diterimanya ibadah adalah ikhlas, mencari rdho Allah karena kita telah bersyadahat taudit. Ingatlah ungkapan dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 98 : 5 „Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.

Syarat kedua diterimanya ibadah adalah mutaba’ah, mengikuti contoh Rasulullah karena kita telah bersyahadat rasul, untuk itu ngatlah selalu surat dan ayat dibawah ini :

QS. 3 : 31“ Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

QS. 33 : 21“ Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

45. KEBENARAN

Mencari „Kebenaran“ manusia berpikir, untuk melihat sesuatu keadaan yang menggambarkan keadaan yang sesungguhnya. Atau dengan kata lain disebut juga dengan kejujuran atau ketulusan hati.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka begitu banyak dalam surat dan ayat yang mengungkapkan makna „Kebenaran“  oleh karena itu baca dan renungkan dalam kemampuan kita mengangkat kekuatan berpikir dari yang tidak tahu menjadi tahu seperti yang terungkap dibawah ini :

QS. 2 : 22“ Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui., 23, 25, 146, 147, 160, 176, 186,

209, 211, 213

QS. 3: 17(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta`at, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur., 183

QS.4 : 9“ Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yangbenar.,37,49,51,59,83,87,105,122,

135,155,167,171

QS. 5 : 53“ Dan orang-orang yang beriman akan mengatakan: “Inikah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh dengan nama Allah, bahwasanya mereka benar-benar beserta kamu?” Rusak binasalah segala amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi., 58, 59, 69, 75, 77, 113, 119

QS. 6 : 30“ Dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya (tentulah kamu melihat peristiwa yang mengharukan). Berfirman Allah: “Bukankah (kebangkitan) ini benar?” Mereka menjawab: “Sungguh benar, demi Tuhan kami”. Berfirman Allah: “Karena itu rasakanlah azab ini, disebabkan kamu mengingkari (nya)”.,40,66, 73,79,119,146,151

QS. 7 : 33“ Katakanlah: “Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui”.,70,106, 118,146,169,187

QS.  8 : 1“ Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: “Harta rampasan perang itu kepunyaan Allah dan Rasul, sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu, dan ta`atlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman”.,7,32

QS. 9 : 13“ Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya), padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama kali memulai memerangi kamu? Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman. ,29,33,43,111

QS. 10 : 4“ Hanya kepadaNyalah kamu semuanya akan kembali; sebagai janji yang benar daripada Allah, sesungguhnya Allah menciptakan makhluk pada permulaannya kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali (sesudah berbangkit), agar Dia memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan amal saleh dengan adil. Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka. ,38,48,53, 55,60,81,84

QS. 11 : 17“ Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang mempunyai bukti yang nyata (Al Qur’an) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (Muhammad) dari Allah dan sebelum Al Qur’an itu telah ada kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al Qur’an. Dan barangsiapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al Qur’an, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Qur’an itu. Sesungguhnya (Al Qur’an) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman. ,32,41,45,72, 91,97

QS. 12 : 61“ Mereka berkata: “Kami akan membujuk ayahnya untuk membawanya (ke mari) dan sesungguhnya kami benar-benar akan melaksanakannya”.

QS. 13 : 1“ Alif laam miim raa. Ini adalah ayat-ayat Al Kitab (Al Qur’an). Dan Kitab yang diturunkan kepadamu daripada Tuhanmu itu adalah benar; akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya). ,6,14, 17,19

QS. 14 : 22“ Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.

QS. 15 : 55“ Mereka menjawab: “Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa”.

QS. 16 : 102“ Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Qur’an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.

QS. 17 : 33“ Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan.    ,35,53,80,81,84,98

QS. 18 : 13“ Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk; ,14,21,24,29

QS. 19 :34“ Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.

QS. 23 : 70“ Atau (apakah patut) mereka berkata: “Padanya (Muhammad) ada penyakit gila.” Sebenarnya dia telah membawa kebenaran kepada mereka, dan kebanyakan mereka benci kepada kebenaran.  ,71,90

QS. 25 : 44“ atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu). ,71

QS. 27 : 14“ Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran) nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan.   ,33,64,79

QS. 28 : 48“ Maka tatkala datang kepada mereka kebenaran dari sisi Kami, mereka berkata: “Mengapakah tidak diberikan kepadanya (Muhammad) seperti yang telah diberikan kepada Musa dahulu?”. Dan bukankah mereka itu telah ingkar (juga) kepada apa yang diberikan kepada Musa dahulu?; mereka dahulu telah berkata: “Musa dan Harun adalah dua ahli sihir yang bantu membantu”. Dan mereka (juga) berkata: “Sesungguhnya Kami tidak mempercayai masing-masing mereka itu’.  ,53,75

QS. 29 : 67“ Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, sedang manusia sekitarnya rampok-merampok. Maka mengapa (sesudah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang bathil dan ingkar kepada nikmat Allah?

QS. 30 : 8“ Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka?, Allah tidak menjadikan langit dan

bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya.

QS. 32 : 3“ Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan: “Dia Muhammad mengada-adakannya”. Sebenarnya Al Qur’an itu adalah kebenaran (yang datang) dari Tuhanmu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu; mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk.

QS. 33 : 8“ agar Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka dan Dia menyediakan bagi orang-orang kafir siksa yang pedih. ,-

-24

QS. 34 : 20“ Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang yang beriman. , 24,43,48,49

QS. 35 : 24“ Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan. ,31

QS. 37 : 37“ Sebenarnya dia (Muhammad) telah datang membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul (sebelumnya). , 52,106

QS. 38 : 84“ Allah berfirman: “Maka yang benar (adalah sumpah-Ku) dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan”. ,88

QS. 39 : 33“ Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa.,41

QS. 40 : 5“ Sebelum mereka, kaum Nuh dan golongan-golongan yang bersekutu sesudah mereka telah mendustakan (rasul) dan tiap-tiap umat telah merencanakan makar terhadap rasul mereka untuk menawannya dan mereka membantah dengan (alasan) yang batil untuk melenyapkan kebenaran dengan yang batil itu; karena itu Aku azab mereka. Maka betapa (pedihnya) azab-Ku? ,25

QS.41 : 53“ Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?

QS. 42 : 17“  Allah-lah yang menurunkan kitab dengan (membawa) kebenaran dan (menurunkan) neraca (keadilan). Dan tahukah kamu, boleh jadi hari kiamat itu (sudah) dekat?, 18,24

QS. 43 : 30“ Dan tatkala kebenaran (Al Qur’an) itu datang kepada mereka, mereka berkata: “Ini adalah sihir dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingkarinya”. ,78

QS. 46 : 3“ Kami tiada menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka. ,7

QS, 49 : 15“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad

dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar. ,17

QS. 50 : 5“ Sebenarnya, mereka telah mendustakan kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka, maka mereka berada dalam keadaan kacau balau.

QS. 53 : 28“ Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuanpun tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran.

QS. 57 : 16“ Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. ,18,

QS. 69 : 51“ Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar kebenaran yang diyakini.

QS. 75 : 31“ Dan ia tidak mau membenarkan (Rasul dan Al Qur’an) dan tidak mau mengerjakan shalat,

QS 77 : 3“ dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Tuhannya) dengan seluas-luasnya,

QS. 86 : 13” sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang bathil, ,14

QS. 96 : 11” bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran,

QS.103 : 3” kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Dari surat dan ayat yang diungkapkan diatas, tidak seluruh ayat2, walaupun dikemukakan tapi tidak dibentangkan atau dikutip disini karena saya percaya anda dapat membaca dan menemukannya.

Jadi disini yang perlu diingat kepada kita, bahwa apa yang kita ungkapkan diatas untuk mencari petunjuk dalam mengungkap daya kemauan yang kuat dalam mengungkit kebiasaan berpikir dalam proses mencari apa yang disebut dengan “Kebenaran” itu.

Dengan mendalami apa-apa yang terungkap dalam surat2 dan ayat2 diatas, dapat menjadikan satu kekuatan dalam kemungkinan pikiran untuk membayangkan sesuatu seperti uang dan harta boleh datang dan pergi dari kita asal saja harga diri dan kemanusiaan tidak meninggalkan kita.

KESIMPULAN

Dengan memperhatikan hal-hal yang terungkap diatas, maka dalam kebiasaan pikiran harus mampu menuntun kita dalam mewujudkan kebenaran sebagai sesuatu yang sangat kita dambakan dalam hidup ini.

Jadi ingatlah bahwa Kebenaran akan selalu menang seperti yang terungkap dalam surat dan ayat sbb.:

QS. 34 : 49” Katakanlah: “Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi”.

Oleh karena itu, bangunkan suatu kekuatn kebiasaan pikiran untuk mewujudkan, apa yang disebut dengan Keharusan menjaga kebenaran, seperti yang tertuang dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 4 : 105” Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat,

Sejalan dengan pikiran diatas, maka ingatlah bahwa suatu „Kebenaran itu bersumber dari Allah“ seperti yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS.2 : 147“ Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.

QS. 3 : 60“ (Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.

QS.10 : 94“ Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.

QS. 28 : 75“ Dan Kami datangkan dari tiap-tiap umat seorang saksi, lalu Kami berkata “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu”, maka tahulah mereka bahwasanya yang hak itu kepunyaan Allah dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulunya mereka ada-adakan.

Bertolak dari pikiran sebelumnya bahwa wujud dari Kebenaran akan dikikokohkan Allah seperti yang terungkap dalam :

QS.10 : 82“ Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai (nya).

Dengan demikian, dalam berpikir perlu pula untuk diingat dalam kebiasaan untuk melepaskan diri Bila kebenaran tunduk pada hawa nafsu orang kafir seperti yang terungkap dalam :

QS. 23 : 71“ Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.

Jadi dalam hidup ini jangan sekali-kali berpikir kedalam apa yang disebut untuk Membelakangi kebenaran, maka ingatlah seperti yang terungkap dalam

QS.3 : 23“ Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah diberi bahagian yaitu Al Kitab (Taurat), mereka diseru kepada kitab Allah supaya kitab itu menetapkan hukum di antara mereka; kemudian sebahagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu membelakangi (kebenaran).

Ingatlah selalu dalam hidup ini bahwa jangan ikuti dalam kebiasaan pikiranmu untuk mendorong kedalam apa yang disebut dengan kebiasaan   Mencampuradukkan kebenaran dan kebathilan, maka renungkan apa yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS.2 : 42“ Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.

QS.3 : 71“ Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui?

Oleh karena itu, dalam berfikir, berbicara dan berbuat hendaklah kita memperhatikan kepentingan orang lain, sehingga janganlah Mendustakan kebenaran seperti yang dingatkan dalam

QS. 50 : 5“ Sebenarnya, mereka telah mendustakan kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka, maka mereka berada dalam keadaan kacau balau.

Dengan daya kemauan yang kuat serta ditopang oleh kekuatan niat untuk meluruskan kemampuan dalam berpikir, maka ingatlah bahwa Bila datang kebenaran yang bathil pun lenyap seperti yang terungkap dalam :

QS. 17 : 81“ Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang bathil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.

QS. 21 : 18” Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu mensifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya).

QS. 34 : 49” Katakanlah: “Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi”.

Sejalan dengan apa yang kita pikirkan diatas maka Bukti / jaminan kebenaran AlQur’an telah mengingatkan kepada manusia untuk berpikir dalam mewujudkan kebenaran sebagai suatu kebutuhan dalam hidup. Jadi kuatkan pikiran untuk meningkatkan kekuatan keyakinan dengan memperhatikan surat dan ayat dibawah ini :

QS.3 : 61“ Siapa yang membantahmu tentang kisah `Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la`nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.

QS.4 : 82“ Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an? Kalau kiranya Al Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.

QS. 6 : 91” Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya dikala mereka berkata: “Allah tidak menurunkan sesuatupun kepada manusia”. Katakanlah: “Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebagiannya) dan kamu sembunyikan sebagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui (nya)?” Katakanlah: “Allah-lah (yang menurunkannya)”, kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al Qur’an kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.

QS. 7 : 203” Dan apabila kamu tidak membawa suatu ayat Al Qur’an kepada mereka, mereka berkata: “Mengapa tidak kamu buat sendiri ayat itu?” Katakanlah: “Sesungguhnya aku hanya mengikut apa yang diwahyukan dari Tuhanku kepadaku. Al Qur’an ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.

QS.10 : 15” Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang nyata, orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami berkata: “Datangkanlah Al Qur’an yang lain dari ini atau gantilah dia”. Katakanlah: “Tidaklah patut bagiku menggantinya dari pihak diriku sendiri. Aku tidak mengikut kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya aku takut jika mendurhakai Tuhanku kepada siksa hari yang besar (kiamat)”. -16, 37-39, 94

QS. 20 : 4“ yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi. -6

QS. 22 : 54“ dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al Qur’an itulah yang hak dari Tuhanmu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya, dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.

QS. 26 : 196” Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-kitab orang yang dahulu.

197” Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya?

QS. 38 : 88” Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al Qur’an setelah beberapa waktu lagi.

QS.41 : 53” Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?

QS. 46 : 10” Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Al Qur’an itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang disebut dalam) Al Qur’an lalu dia beriman, sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”.

QS. 69 : 38“ Maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat.  –47“ Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu.

Bertolak dari kebiasaan dalam membangun suatu kekuatan pikiran, maka dalam melaksanakan Perintah menegakkan

kebenaran adalah jalan hidup yang harus kita tempuh yang sejalan dengan ungkapan dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 5 : 8“ Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Dengan berpegang teguh untuk menegakkan kebenaran sebagai satu kekuatan kebiasaan pikiran dalam menghadapi Kebanyakan Kafir membenci kebenaran, maka kuatkan daya kemauan dalam menuntun sikap yang terpuji, oleh karena baca dan renungkan apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat diobawah ini :

QS. 23 : 70“ Atau (apakah patut) mereka berkata: “Padanya (Muhammad) ada penyakit gila.” Sebenarnya dia telah membawa kebenaran kepada mereka, dan kebanyakan mereka benci kepada kebenaran.

QS. 43 : 78“ Sesungguhnya Kami benar-benar telah membawa kebenaran kepada kamu tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu.

Bangunkan kebiasaan pikiran dalam mengungkit daya ingat agar kita selalu sadar dalam sikap bahwa Sangkaan tidak mengandung kebenaran haruslah dapat secara sadar dapat dihilangkan dalam pikiran. Ingatlah apa-apa yang diungkapkan dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 53 : 28“ Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuanpun tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran.

Sejalan dengan kekuatan keinganan dalam usaha menemukan jatidiri agar kita selalu dekat dengan kebesaran Allah Swt., maka bila  Yang tidak mampu mendengar kebenaran berarti yang bersangkutan belum dapat menerima suatu kenyataan bahwa tidak ada arti keimanan kalau tidak ada beramal dan tidak ada pula arti beramal kalau tidak dengan ikhlas.

Oleh karena itu bangkitkan kekuatan ingatan dengan memahami apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 11 : 20“ Orang-orang itu tidak mampu menghalang-halangi Allah untuk (mengazab mereka) di bumi ini, dan sekali-kali tidak adalah bagi mereka penolong selain Allah. Siksaan itu dilipat gandakan kepada mereka. Mereka selalu tidak dapat mendengar (kebenaran) dan mereka selalu tidak dapat melihat (nya).

QS. 18 : 29” Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah paling jelek.

QS. 103 : 2” Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,

-3”kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Jadi tingkatkan daya kemauan yang kuat dengan suatu landasan niat yang kokok untuk mengungkit kekuatan daya ingat dalam usaha-usaha mewujudkan kebenaran seperti apa

yang terungkap diatas dalam usaha mencari jatidiri agar kita selalu dekat dengan Allah Swt.

46. KELEBIHAN (pahala)

Kekuatan pikiran dalam “Pahala” begitu banyak yang terungkap dalam dalam Al Qur’an untuk menjadi penuntun dalam sikap dan perilaku sebagai satu kekuatan untuk mengingatkan betapa penting dalam hidup untuk terus berusaha membangun benih kelebihan (pahala) dalam jiwa.

Untuk itu, baca dan renungkan apa-apa yang tercantum dalam Al Qur’an yang tidak secara utuh kita ungkapkan disini, kita percaya ada daya kemauan yang kuat untuk menemukankanya sendiri dalam usaha untuk mendalami sebagai penggerak dalam berpikir seperti dibawah ini :

QS. 2 :62” Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. ,103,110, 112,264,272,273,274, 277,286

QS. 3 : 57” Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim. 76, 115,136,145, 148,171, 179,185   ,195,199

QS. 4 : 60” Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. ,    67,70,74,85,95,

100,114,123, 134,146,152, 162,173

QS. 5 : 9” Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. ,85

QS. 6 : 160” Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).

QS. 7 : 161” Dan (ingatlah), ketika dikatakan kepada mereka (Bani Israil): “Diamlah di negeri ini saja (Baitul Maqdis) dan makanlah dari (hasil bumi) nya di mana saja kamu kehendaki.”. Dan katakanlah: “Bebaskanlah kami dari dosa kami dan masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu”. Kelak akan Kami tambah (pahala) kepada orang-orang yang berbuat baik. ,170

QS. 8 : 28” Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. ,67

QS. 9 : 22” mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allahlah pahala yang besar.   ,120

QS. 10 : 26” Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.

QS. 11 : 11” kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar. ,115

QS. 12 : 56” Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri Mesir; (dia berkuasa penuh) pergi menuju ke mana saja yang ia kehendaki di bumi Mesir itu. Kami melimpahkan rahmat Kami kepada siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik. ,57,90

QS. 16 : 41” Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui, ,96,97

QS. 17 : 9” Sesungguhnya Al Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,

QS. 18 : 88“ Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami”. ,31,44,46

QS. 19 : 76” Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal-amal saleh yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik kesudahannya.

QS. 20 : 73“ Sesungguhnya kami telah beriman kepada Tuhan kami, agar Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami dan sihir yang telah kamu paksakan kepada kami melakukannya. Dan Allah lebih baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (azab-Nya)”

QS. 21 : 47“ Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala) nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan.

QS. 28 : 54” Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan.     ,60,80,84

QS. 29 : 36“ Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan, saudara mereka Syu`aib, maka ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah olehmu Allah, harapkanlah (pahala) hari akhir, dan jangan kamu berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan”.

QS. 30 : 45“ agar Allah memberi pahala kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar.

QS. 32 : 19” Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, maka bagi mereka surga-surga tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang telah mereka kerjakan.

QS. 33 : 29“ Dan jika kamu sekalian menghendaki (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik di antaramu pahala yang besar. , 31, 35, 44

QS. 35 : 7” Orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang keras. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh bagi mereka ampunan dan pahala yang besar. ,30

QS. 36 : 11” Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatNya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.

QS. 39 : 10“ Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang

berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.

QS. 41 : 8“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh mereka mendapat pahala yang tiada putus-putusnya”. ,46

QS. 42 : 26” dan Dia memperkenankan (do`a) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh dan menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. Dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras.  ,40

QS. 47 : 9” dan Dia memperkenankan (do`a) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh dan menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. Dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras. ,28,32,33,35,36

QS. 48 : 10“ Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. \x Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar. ,16,29

QS. 49 : 2” Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebahagian kamu terhadap sebahagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu sedangkan kamu tidak menyadari. ,3

QS. 52 : 21” Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami

tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.

QS. 53 : 31” Dan hanya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).

QS. 56 : 24“ Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.

QS. 57 : 10“ Dan mengapa kamu tidak menafkahkan (sebagian hartamu) pada jalan Allah, padahal Allah-lah yang mempusakai (mempunyai) langit dan bumi? Tidak sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan (Mekah). Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu. Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. ,11,18,19,27

Apapun yang kami ungkapkan diatas, sekelumit untuk mendayagunakan sebagai kekuatan agar kita selalu ingat betapa pentingnya kita mengamalkan dalam hidup ini.

Bayangkan dalam pikiran kita bahwa “pemeliharaan jasmani dan rohani hendaklah seimbang, jangan berat seblah bahkan lebihkan kepentingan jiwa. Karena keadaan jiwa itulah terjadi orang bertingi dan berendah.

Jadi ingatlah selalu untuk membangun kebiasaan menjalankan “pahala” bukan sesuatu yang mudah untuk dilaksanakan karena itu untuk mengungkit kekuatan kebiasaan pikiran, maka renungkan bahwa pembalasan suatu

dosa oleh Tuhan tidak dibalas tunai tetapi menurut waktu dan tempatnya.

KESIMPULAN

Dengan memperhatikan keinginan yang ditopang oleh makna kekuatan “pahala”, maka kebiasaan pikiran yang kuat mampu menuntun kita agar sikap dan perilaku sejalan dengan apa yang diperintahkan dalam Al Qur’an.

Oleh karena itu, bangkitkan daya kemauan yang kuat untuk selalu mengingat bahwa Pahala amal manusia kembali pada dirinya, seperti yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 29 : 6” Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

Sejalan dengan apa yang telah kita utarakan diatas maka ingatlah bahwa Pahala bagi laki2 dan perempuan yang mengerjakan Perintah Allah menjadi satu kekuatan penggerak pikiran seperti yang termuat dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS.33 ; 35” Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta`atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu`, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.

Jadi sebagai pendorong untuk kita selalu memikirkan bahwa Pahala bagi orang yang berbuat baik maka sudah seharusnya manusia untuk melaksanakannya seperti yang termuat dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS.3 : 148” Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.

QS. 28 :84” Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.

Sejalan dengan apa-apa yang telah kita pikirkan bahwa Pahala bagi yang beriman merupakan satu kekuatan untuk kita selalu mengingat atas perbuatan itu seperti yang termuat dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 2 :62” Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.   ,262,274,277

QS. 3 :57” Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim. ,185,199

QS. 4 : 173” Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat amal saleh, maka Allah akan menyempurnakan pahala

mereka dan menambah untuk mereka sebagian dari karunia-Nya. Adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan diri, maka Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih, dan mereka tidak akan memperoleh bagi diri mereka, pelindung dan penolong selain daripada Allah.

Bayangkan dalam pikiran kita bahwa orang yang bertakwa tidak pernah merasa resah atau kebingungan dalam hidupnya karena selalu mendapatkan bimbingan dan petunjuk dari Allah Swt. Jadi ingatlah dalam pikiran kita bahwa Pahala bagi orang yang bertaqwa merupakan satu kekuatan dalam membangun kebiasaan pikiran yang selalu ingat karena itu baca dan renungkan apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini

QS.38 :49” Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik, – 54

QS. 55 : 46” Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga. ,48,50,52,54,56, 58,60,62

QS. 47 : 36” Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu.

Setiap kita membayangkan Pahala bagi yang gugur di jalan Allah, berarti satu kekuatan dalam pikiran kita untuk mengatakan bahwa “orang yang disegani bukan pada orang kaya, tetapi pada orang berbudi tinggi yang mampu menggugah kedalam kebiasaan pikiran, oleh karena itu untuk mengingatnya, renungkan apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 4 : 74“ Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.

Untuk menguatkan kebiasaan pikiran kita bahwa apa yang terpikirkan dalam Pahala bagi yang mengerjakan amal shalih, maka disitu terletak satu kekuatan untuk menyadarkan pikiran manusia seperti yang tertuang dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 16 : 97” Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

QS. 17 : 19” Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu’min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik.

Tuntunlah kebiasaan pikiran kdalam Pahala yang sempurna iman seperti yang tertuang dalam surat dan ayat dibawah ini:

QS. 89 : 28” Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.   ,29” Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, ,30” dan masuklah ke dalam surga-Ku.

Untuk membangun kerajaan dalam pikiran yang mampu mengingatkan sikap dan perilaku yang dituntun oleh kekuatan “menyerah dengan sebulat hati”, maka disitu terletak pengakuanku beragama “Islam”, maka segala perintah dan hukumNya aku taati.

Oleh karena itu, begitu banyak tentang “PAHALA” diungkapkan dalam Al Qur’an, tetapi yang menjadi masalah kita, mampukah manusia yang mengaku Islam akan tunduk dan berkeinginan untuk mengamalkannya.

Sejalan dengan pemikiran diatas, maka satu kekuatan yang mampu menggugah pikiran kita membayangkan dalam  makna yang diungkapkan dalam Pahala besar yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 3 : 177” Sesungguhnya orang-orang yang menukar iman dengan kekafiran, sekali-kali mereka tidak akan dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun; dan bagi mereka azab yang pedih. ;

QS. 4 : 40” Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar. ,67,74,114,152,162

QS. 16 : 41” Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui,

QS.17: 19” Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu’min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik.

QS.18 : 2” sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik, ;

QS.33 :29” Dan jika kamu sekalian menghendaki (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik di antaramu pahala yang besar.,31,44

QS. 35 : 30” agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karuniaNya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.

QS. 36 : 11” Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatNya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.

QS.39 : 10“ Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.

QS. 47 : 10“ Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi sehingga mereka dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka; Allah telah menimpakan kebinasaan atas mereka dan orang-orang kafir akan menerima (akibat-akibat) seperti itu. ,16 ;

QS. 65 : 5”Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kamu; dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya. ;

QS. 68 : 3” Dan sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya.

QS. 57 : 18” Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada

Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat gandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.,19 ;

QS.60 : 6”Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) Hari kemudian. Dan barangsiapa yang berpaling, maka sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Maha Kaya lagi terpuji.

QS. 64 : 15” Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu): di sisi Allah-lah pahala yang besar.

QS.67 : 12” Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.

QS. 73 : 20” Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi yang berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan) nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Adakah kemauan kita yang kuat untuk terus merenung dan membaca apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat diatas menjadi daya dorong perubahan sikap dan perilaku. Untuk mengingatkan itu cabalah renungkan juga seperti makna “Pahala dua kali lipat” untuk dapat menggugah jiwa kita dalam usaha membangun suatu kekuatan kebiasaan dalam pikiran dengan mengingat apa yang dituangkan dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 28 : 54” Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan.

QS.6 : 160” Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).

Sejalan dengan pikiran diatas pikirkan wujud dari suatu kekuatan yang terungkap dalam makna Pahala terus menerus seperti yang termuat dalam “

QS. 95 : 6” kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.

Dengan memperhatikan makna apa-apa yang terungkap dalam surat2 dan ayat2 sebelumnya, maka selalu untuk mengangkat kebiasaan kita dalam bersikap dan berperilaku melalui pemahaman kita atas “ajaran islam tidak mau tumbuh di atas jiwa yang dibungkus oleh kemusyrikan dan kebendaan, sehingga kita akan selalu ingat apa yan dingkapkan dalam surat an ayat lebih lanjut dibawah ini dengan mengingat bahwa Pahala Tuhan tidak menyianyiakan pahala yang mengerjakan amalan seperti yang terngkap dibawah ini :

QS. 7 : 170” Dan orang-orang yang berpegang teguh dengan Al Kitab (Taurat) serta mendirikan shalat, (akan diberi pahala) karena sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengadakan perbaikan.

QS.  9 : 120” Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri Rasul. Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah. dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik,

QS. 11 : 115” Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.

QS.12 : 56” Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri Mesir; (dia berkuasa penuh) pergi menuju ke mana saja yang ia kehendaki di bumi Mesir itu. Kami melimpahkan rahmat Kami kepada siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik. ,90 ;

QS. 18 : 30” Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan (nya) dengan baik.

Oleh karena itu ingatlah kedalam kebiasaan pikiran kita bahwa Pahala yang lebih baik seperti apa yang terungkap dalam :

QS. 39 : 35” agar Allah akan menutupi (mengampuni) bagi mereka perbuatan yang paling buruk yang mereka kerjakan dan membalas mereka dengan upah yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

QS. 56 : 24” Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.

QS. 92 : 6” dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga),  9” serta mendustakan pahala yang terbaik,

Jadi segala usaha untuk mewujudkan kekuatan apa yang terpikirkan dalam mencari kebenaran, maka disitu ada jawaban bahwa Pahala untuk usaha kebaikan diri sendiri seperti yang termuat dalam :

QS. 2 : 110” Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.

Dengan apa-apa yang kita pikirkan, melalui surat2 dan ayat yang kita ungkapkan diatas, maka menjadi pendorong untuk kita renungkan hal-hal yang menuntun pikiran kita dengan apa-apa yang kita ungkapkan dibawah ini sebagai satu kekuatan dalam rangka usaha-usaha kita dalam memikirkan bahwa “Akhlak obyeknya diri sendiri sedangkan orang lain itu dijadikan cermin untuk diri sendiri atau orang lain bercermin kepada kita yaitu yang terkait dengan :

  • Pahala hanya diperoleh orang sabar

QS. 28 : 80” Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu kecuali oleh orang-orang yang sabar”.

  • Pahala mukmin tidak disi-siakan

QS. 3 : 171“ Mereka bergirang hati dengan ni`mat dan karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.

QS. 18 : 30“ Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan (nya) dengan baik.

  • Pahala sesuai dengan usaha/amalnya

QS. 2 : 286“ Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma`aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.

  • Pahala tidak dapat dipindahkan kepada orang lain

QS. 2 : 123“ Dan takutlah kamu kepada suatu hari di waktu seseorang tidak dapat menggantikan seseorang lain sedikitpun dan tidak akan diterima suatu tebusan daripadanya dan tidak akan memberi manfa`at sesuatu syafa`at kepadanya dan tidak (pula) mereka akan ditolong.

  • Yang bakal memperoleh pahala besar

QS. 67 : 12” Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.

QS. 79 : 40” Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,-41” maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal (nya). ;

QS. 9 : 8” Bagaimana bisa (ada perjanjian dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin), padahal jika mereka memperoleh kemenangan terhadap kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (tidak menepati perjanjian).

QS. 41 : 8” Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh mereka mendapat pahala yang tiada putus-putusnya”.

Apa yang dapat kita petik dengan mendalami makna „Pahala“ dalam perjalan hidup ini, tidak lain adalah kita ada usaha yang terpikirkan untuk menuntun sikap dan perilaku kita melihat hari ini sebagai kekuatan agar kita siap memikirkan bahwa hidup anda diebentuk oleh pikiran anda sendiri, sehingga bangunlah dari kekuatan kebiasaan pikiran untuk mengungkapkan “jadilah diri sendiri”

Sejalan dengan ungkapanpikiran diatas, maka cobalah bayangkan dalam pikiran anda bahwa “pekerjaan yang besar itu tidak berhajat kekuatan tetapi berhajat sebagai keteguhan hati. Dunia semakin kecil buat kita kalau hati dan semangat kita bertambah besar. Gagah dalam wujud penghidupan sampai saat kematian. Di dunia tidak ada yang tidak bisa asal saja mau bekerja dan berusaha”. Disitulah letak kita berpikir untuk keinginan tahu dari yang tida tahu dengan sering membaca dan merenungkan apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat yang kita baca, mampukah kita mengamakannya.

47. KEBAKHILAN (kikir / lokek / pelit)

Kata „Kebakhilan / kikir“ menggambarkan watak manusia yang tamak hanya memikirkan tentang diri sendiri, hidupnya demi kepentingan dunia semata, oleh karena itu yang bersangkutan mengaku islam, tapi sikap dan perilakunya tidak sedikit tergerak dalam hatinya untuk mengingat apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 3 : 180“ Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

QS. 4 : 37“ (yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan.

QS. 4 : 128“ Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir, Dan jika kamu bergaul dengan isterimu secara baik dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap tak acuh), maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

QS. 9 : 34“ Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan mereka menghalang-halangi (manusia)

dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,

-35“ pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu”.

QS. 17 : 29“ Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.

QS. 17 : 100“ Katakanlah: “Kalau seandainya kamu menguasai khazanah rahmat Tuhanku, niscaya khazanah itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya”. Dan adalah manusia itu sangat kikir.

QS. 25 : 67“ Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.

QS. 47 : 36“ Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu.-37“

-38“ Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan (Nya); dan jika kamu berpaling

niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).

QS. 53 : 32“ (Yaitu) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunanNya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan) mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.

-37“ dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji?,

QS. 53 : 39“ dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.

-41“ Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna,

QS. 57 : 23“ (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri,

-24“ (yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir. Dan barangsiapa yang berpaling (dari perintah-perintah Allah) maka sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

QS. 59 : 9“ Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang

Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.

QS. 64 : 16“ Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta ta`atlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.

QS. 70 : 15“ Sekali-kali tidak dapat. Sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak,

-18“ Serta mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya. -19, 21

QS. 92 : 8“ Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup,

-11“ Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.

QS. 104 : 1“ Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,

– 4“sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah.

Walaupun mereka membaca seluruh surat dan ayat diatas untuk mengingatkan kebiasaannya, tapi hatinya tidak tergerak sedikitpun. Dalam hal ini kita dapat membayang pikiran manusia bahwa kita heran manusia saban hari menyisir rambutnya tetapi tidak ada menyisir otaknya.

Itulah watak manusia kikir dalam hidupnya. Tidak ada daya kemauan untuk memahami apa-apa yang terungkap dalam surat2 dan ayat2 diatas, bagi mereka dalam apa yang dipikirkan tidak mempunyai arti dalam memberi makan dan membersihkan badannya tetapi tidak memberi makan jiwa dan membersihkan kebathinannya.

Tidak pernah terpikirkan olehnya walaupun tlah diingatkan hal-hal yang terkait seperti yang terungkap dalam surat dan ayat diatas mengenai :

  • Kebakhilan dan dusta serta balasannya
  • Kewajiban terhadap Allah dan terhadap sesama manusia
  • Keharusan memberikan hak-hak orang yang lemah dan cara menyelesaikan keulitan rumah tangga
  • Kepercayaan orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani serta sikap-sikap mereka
  • Beberapa tata krama pergaulan ; keingkaran orang-orang kafir dan bantahan terhadapnya
  • Sifat-sifat hamba Allah yang mendapat kemuliaan
  • Ancaman terhadap orang2 munafik dan orang2 murtad
  • Orang2 yang menjauhi dosa2 besar mendapat ampunan dan pembalasan yang baik dari Allah ;
  • Kehancuran orang yang mendustakan kebenaran dan pertanggung jawab masing2 manusia atas perbuatannya
  • Segala sesuatu pada hakekatnya milik Allah maka janganlah kamu merasa berat menafkahkan harta dan rezkimu di jalan Allah
  • Hati-hatilah terhadap kehidupan duniawi ; kepastian datangnya azab kepada orang2 kafir
  • Usaha manusia adalah bermacam-macam yang terpenting ialah mencari keredhaan Allah ; amat celakalah menimbun harta yang tidak menafkahkannya di jalan Allah.

KESIMPULAN

Setiap apa yang terungkap dan diajarkan dalam Al Qur’an dan sering direnungkan serta dibaca berulang kali, namun tidak mampu mengetuk dinding jiwa dengan kekuatan alat

pikiran, walaupun seperti iungkapkan bahwa Balasan terhadap orang kikir di hari kiamat yang ditetapkan dalam

QS.4 : 37“ (yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan.

QS. 56 : 42“ Dalam (siksaan) angin yang amat panas dan air yang panas yang mendidih,, 45“ Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah.

Sejalan dengan pikiran diatas, walaupun telah diingatkan bahwa  Dilarang kikir, seperti yang terungkap dalam :

QS. 3 : 180” Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

QS. 4 : 37“(yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan.

Namun, manusia tidak tergerak untuk menjadi satu usaha untuk menjadikan kekuatan dalam kebiasaan hidup karena pengaruh kebiasaan pikiran negatif mendorong Manusia kikir karena tamak menjadi satu kekuatan dalam dirinya, sehingga tidak mampu untuk merenungkan bahwa Manusia menurut tabiatnya kikir sehingga Celaan terhadap orang

kikir (teramat cinta harta), oleh karena itu tidak heran bahwa Manusia kikir untuk dirinya sendiri.

Sering dibaca hal-hal yang terungkap dalam :

QS. 100 : 1 “Hari Kiamat,– 11(Yaitu) api yang sangat panas.

QS. 4 : 128” Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir, Dan jika kamu bergaul dengan isterimu secara baik dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap tak acuh), maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

QS. 59 : 9” Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.

QS. 64 : 16” Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta ta`atlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.

QS. 47 : 38” Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan (Nya); dan jika kamu berpaling

niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).

Tapi hidup manusia ini, tidak mampu untuk memikikan bahwa masa yang anda miliki adalah hari ini, oleh karena itu renungkan kembali yang terkait dengan hidup anda dibentuk oleh pikiran anda sendiri, namun mereka tidak mampu menangkap makna untaian kalimat seperti “Orang yang bertakwa tidak pernah merasa resah atau kebingungan dalam hidupnya karena selalu mendapat bimbingan dan petunjuk dari Allah Swt. Serta tidak pernah merasa susah karena kekurangan harta benda sebab ia merasa cukup atas segala apa yang telah dilimpahkan Allah kepadanya“

Sejenak bila kita reungkan ungkapan diatas, bayangkan bahwa Nabi Muhammad tidak kikir untuk menerangkan yang gaib seperti yang termuat dalam QS. 81 : 24” Dan Dia (Muhammad) bukanlah seorang yang bakhil untuk menerangkan yang ghaib.

48. KEBOHONGAN

Satu hal yang kita lihat dalam perjalanan hidup ini bahwa manusia hidup dalam topeng kepalsuan, tak pernah manusia lebih banyak untuk mengungkit daya kemauan yang kuat dalam usaha untuk “berkenalan kepada Allah di waktu senang, niscacaya Allah akan kenal kepada anda di waktu susah. Orang yang mendekati Allah sehasta, Allah mendekati sedepa. Orang yang menuju Allah berjalan Allah menujunya berlari.

Oleh karena itu, hidup dalam topeng kepalsuan berati manusia penuh dengan “Kebohongan”, tidak mungkin terpikirkan apa yang kita kemukakan diatas.

Sejalan dengan pikiran diatas, coba baca dan renungkan apa-apa yan diungkapkan dalam surat dan ayat dibawah ini sebagai kekuatan pengetuk dinding jiwa sbb. :

QS. 4 : 112“ Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian dituduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan dan dosa yang nyata.

QS. 24 : 4“ Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik.

– 5“ kecuali orang-orang yang bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

QS. 24 : 18“ dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

-20“ Dan sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua, dan Allah Maha Penyantun dan Maha Penyayang, (niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar).

QS. 24 : 23“ Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la`nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar,

-25“ Di hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yang setimpal menurut semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allahlah Yang Benar, lagi Yang menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya).

Dengan memperhatikan apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat diatas, serta ungkapan yang terkait dengan usaha merangkul Allah Swt, berarti anda mampu mengamalkan dalam menemukan diri.

Untuk meningkatkan usaha-usaha dalam menemukan diri maka dalam pikirkan ungkapan seperti „ barang siapa mengajak kepada kebaikan, tuntunlah dirimu untuk mendalami hal-hal yang terkait dengan makna Dusta seperti yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini:

QS. 3 : 11“ (keadaan mereka) adalah sebagai keadaan kaum Fir`aun dan orang-orang yang sebelumnya; mereka mendustakan ayat-ayat Kami; karena itu Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan Allah sangat keras siksa-Nya. ,19,21,22,23,24,61,75,78,94,137,184

QS. 4 : 28“ Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah. ,50,77,156,

QS. 5 : 10“ Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu adalah penghuni neraka.,70,86,103

QS. 6 : 4“ Dan tak ada suatu ayatpun dari ayat-ayat Tuhan sampai kepada mereka, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya (mendustakannya). 5,11,21,24,

27,31,33,34,39,49,57,66,93,116,144,

QS. 7 : 37“ Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Orang-orang itu akan memperoleh bahagian yang telah ditentukan untuknya dalam Kitab (Lauh Mahfuzh); hingga bila datang kepada mereka utusan-utusan Kami (malaikat) untuk mengambil nyawanya, (di waktu itu) utusan Kami bertanya: “Di mana (berhala-berhala) yang biasa kamu sembah selain Allah?” Orang-orang musyrik itu

menjawab: “Berhala-berhala itu semuanya telah lenyap dari kami,” dan mereka mengakui terhadap diri mereka bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir.

QS. 9 : 42“ Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak berapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah: “Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu” Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.

QS. 11: 18“ Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka dan para saksi akan berkata: “Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Tuhan mereka”. Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim.

QS. 12 : 26“ Yusuf berkata: “Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)”, dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya: “Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta.

QS. 14 : 3“ (yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh.

QS. 16 : 116“ Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “Ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung.

QS.18 : 5“ Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.

QS. 22 : 30“ Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya. Dan telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, terkecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya, maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta.

QS 24 : 16“ Dan mengapa kamu tidak berkata, di waktu mendengar berita bohong itu: “Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini. Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar.”

QS.25 : 3“ Kemudian mereka mengambil tuhan-tuhan selain daripada-Nya (untuk disembah), yang tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apapun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) sesuatu kemanfa`atanpun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan.

QS. 29 : 3“ Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. ,17

QS. 38 : 7“ Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir; ini (meng-esakan Allah), tidak lain hanyalah (dusta) yang diada-adakan,

QS. 42 : 24“ Bahkan mereka mengatakan: “Dia (Muhammad) telah mengada-adakan dusta terhadap Allah”. Maka jika Allah menghendaki niscaya Dia mengunci mati

hatimu; dan Allah menghapuskan yang batil dan membenarkan yang hak dengan kalimat-kalimat-Nya (Al Qur’an). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.

QS. 43 : 25“ Maka Kami binasakan mereka maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu.

QS. 45 : 7“ Kecelakaan yang besarlah bagi tiap-tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa,

QS. 46 : 11“ Dan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman: “Kalau sekiranya dia (Al Qur’an) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami (beriman) kepadanya. Dan karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya maka mereka akan berkata: “Ini adalah dusta yang lama”.

QS. 53 : 11“ Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.

QS. 54 : 9” Sebelum mereka, telah mendustakan (pula) kaum Nuh maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan: “Dia seorang gila dan dia sudah pernah diberi ancaman”.,18,25,33

QS.58 : 2“ Orang-orang yang menzhihar isterinya di antara kamu, (menganggap isterinya sebagai ibunya, padahal) tiadalah isteri mereka itu ibu mereka. Ibu-ibu mereka tidak lain hanyalah wanita yang melahirkan mereka. Dan sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu perkataan yang mungkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pema`af lagi Maha Pengampun.

Jadi begitu banyak untuk mengingatkan diri dari kata „Dusta“ seperti yang terungkap dalam AlQur’an, begitu untuk mempertegaskan kata dusta menjadi „Berdusta” menjadi kebiasaan dalam bersikap dan berperilaku, oleh karena itu untuk mengingatkan dalam pikiran, maka coba

renungkan ungkapan seperti “bila manusia tidak dapat menguasai hawa nafsunya, akhirnya nafsu itu akan merendahkan dirinya walau mulanya dia seorang yang terhormat”

Dengan demikian cobalah untuk merenung dan berusaha mendalami kata berdusta tersebut seperti apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 2 : 10“ Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.,79

QS. 6 : 138“ Dan mereka mengatakan: “Inilah binatang ternak dan tanaman yang dilarang; tidak boleh memakannya, kecuali orang yang kami kehendaki” menurut anggapan mereka, dan ada binatang ternak yang diharamkan menungganginya dan binatang ternak yang mereka tidak menyebut nama Allah di waktu menyembelihnya, semata-mata membuat-buat kedustaan terhadap Allah. Kelak Allah akan membalas mereka terhadap apa yang selalu mereka ada-adakan.

QS. 7 : 66“ Pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya berkata: “Sesungguhnya kami benar-benar memandang kamu dalam keadaan kurang akal dan sesungguhnya kami menganggap kamu termasuk orang-orang yang berdusta”.

QS. 9 : 43“ Semoga Allah mema`afkanmu. Mengapa kamu memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar (dalam keuzurannya) dan sebelum kamu ketahui orang-orang yang berdusta?, 77

QS. 10 : 17“ Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya, tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa.  ,66

QS. 11 : 18“ Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka dan para saksi akan berkata: “Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Tuhan mereka”. Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim. ,65,93

QS. 12 : 110“ Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada para rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki. Dan tid]ak dapat ditolak siksa Kami daripada orang-orang yang berdosa.

QS. 16 : 39“ agar Allah menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu, dan agar orang-orang kafir itu mengetahui bahwasanya mereka adalah orang-orang yang berdusta.

QS. 17 : 59“ Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu. Dan telah kami berikan kepada Tsamud unta betina itu (sebagai mu`jizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya unta betina itu. Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti.

QS. 20 : 61“ Berkata Musa kepada mereka: “Celakalah kamu, janganlah kamu mengada-adakan kedustaan terhadap Allah, maka Dia membinasakan kamu dengan siksa”. Dan sesungguhnya telah merugi orang yang mengada-adakan kedustaan.

QS. 24 : 7“ Dan (sumpah) yang kelima: bahwa la`nat Allah atasnya, jika dia termasuk orang-orang yang berdusta.

QS. 26 : 86“ dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat,

QS. 29 : 68“ Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan yang hak tatkala yang hak itu datang kepadanya? Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir?

QS. 34 : 8“ Apakah dia mengada-adakan kebohongan terhadap Allah ataukah ada padanya penyakit gila?” (Tidak), tetapi orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat berada dalam siksaan dan kesesatan yang jauh.,43

QS. 38 : 4“ Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata: “Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta”.

KESIMPULAN

Bertolak dari kemampuan untuk meningkatkan kekuatan daya ingat dengan belajar dan merenungkan apa-apa yang terungkap dalam surat2 dan ayat2 tersebut diatas, mengenai „Berbohong, Dusta, Berdusta mampu mendorong untuk memikirkan sesuatu kedalam kebiasaan yang selalu mengingatkan kedalam sikap dan perilaku yang mendekatkan diri kepada Allah Swt. artinya sebagai satu kekuatan dalam pikiran bahwa barang siapa yang tidak hendak maju dan tidak bernafsu mencari kemajuan, maka jiwanya seumpama lentera yang kehabisan minyak, makin lama makin suram, kemudian menjadi gelap sama sekali.

Jadi dengan mengingat hal-hal yang kita utarakan diatas, cobalah tegakkan kekuatan untuk tidak berbuat dalam Mendustakan sehingga anda terjebak kedalam usaha-usaha ketidak mampuan membangun daya kemauan untuk tidak berbuat dari dorongan pikiran yang negatif.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan kekuatan daya ingat, maka baca dan renungkan apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 2 : 39“ Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.,87

QS. 6 : 127“ Bagi mereka (disediakan) darussalam (surga) pada sisi Tuhannya dan Dialah Pelindung mereka disebabkan amal-amal saleh yang selalu mereka kerjakan. ,148,150,157

QS. 7 : 36“ Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. ,37,64,72,92,94,96,101,136,146,

147,176, 177,182

QS. 8 : 54“ (keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir`aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mendustakan ayat-ayat Tuhannya maka Kami membinasakan mereka disebabkan dosa-dosanya dan Kami tenggelamkan Fir`aun dan pengikut-pengikutnya; dan kesemuanya adalah orang-orang yang zalim.

QS. 9 : 90“ Dan datang (kepada Nabi) orang-orang yang mengemukakan `uzur, yaitu orang-orang Arab Badwi agar diberi izin bagi mereka (untuk tidak pergi berjihad), sedang orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya, duduk berdiam diri saja. Kelak orang-orang yang kafir di antara mereka itu akan ditimpa azab yang pedih.

QS. 10 : 17“ Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya, tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa. ,39,41,7,74,95

QS. 12 : 109“ Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri. Maka tidakkah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul) dan

sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memikirkannya?

QS. 15 : 80“ Dan sesungguhnya penduduk-penduduk kota Al Hijr telah mendustakan rasul-rasul,

QS.16 : 36“ Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).,113

QS. 20 : 56“ Dan sesungguhnya Kami telah perlihatkan kepadanya (Fir`aun) tanda-tanda kekuasaan Kami semuanya, maka ia mendustakan dan enggan (menerima kebenaran).

QS. 21 : 77“ Dan Kami telah menolongnya dari kaum yang telah mendustakan ayat-ayat Kami Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat, maka Kami tenggelamkan mereka semuanya.

QS. 24 : 42“ Dan kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan kepada Allah-lah kembali (semua makhluk).,57

QS. 23 : 26“ Nuh berdo`a: “Ya Tuhanku, tolonglah aku, karena mereka mendustakan aku.” ,33,39,44,48,105

QS. 25 : 11“ Nuh berdo`a: “Ya Tuhanku, tolonglah aku, karena mereka mendustakan aku.” , 19,36,37,77

QS. 26 : 6“ Sungguh mereka telah mendustakan (Al Qur’an), maka kelak akan datang kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokan. ,12,105,117,123139,144,160,176

QS. 27 : 83“ Dan (ingatlah) hari (ketika) Kami kumpulkan dari tiap-tiap umat segolongan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, lalu mereka dibagi-bagi (dalam kelompok-kelompok).,84

QS. 28 : 34“ Dan saudaraku Harun dia lebih fasih lidahnya daripadaku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan) ku; sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakanku”.

QS. 29 : 18“ Dan jika kamu (orang kafir) mendustakan, maka umat yang sebelum kamu juga telah mendustakan. Dan kewajiban rasul itu, tidak lain hanyalah menyampaikan (agama Allah) dengan seterang-terangnya.” ,37

QS. 30 : 9“ Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang yang sebelum mereka? Orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri. ,10,16

QS. 32 : 20“ Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir), maka tempat mereka adalah neraka. Setiap kali mereka hendak ke luar daripadanya, mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: “Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya”.

QS. 34 : 42” Maka pada hari ini sebahagian kamu tidak berkuasa (untuk memberikan) kemanfaatan dan tidak pula kemudharatan kepada sebahagian yang lain. Dan Kami katakan kepada orang-orang yang zalim: “Rasakanlah

olehmu azab neraka yang dahulunya kamu dustakan itu”. ,45,

QS. 35 : 4“ Dan jika mereka mendustakan kamu (sesudah kamu beri peringatan), maka sungguh telah didustakan pula rasul-rasul sebelum kamu. Dan hanya kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan. ,25

QS.36 :14“ (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu”.

QS. 37 : 21” Inilah hari keputusan yang kamu selalu mendustakannya. ,127

QS. 38 : 14“ Semua mereka itu tidak lain hanyalah mendustakan rasul-rasul, maka pastilah (bagi mereka) azab-Ku.

QS. 39 : 25“ Orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul), maka datanglah kepada mereka azab dari arah yang tidak mereka sangka. ,32,59

QS. 40 : 5“ Sebelum mereka, kaum Nuh dan golongan-golongan yang bersekutu sesudah mereka telah mendustakan (rasul) dan tiap-tiap umat telah merencanakan makar terhadap rasul mereka untuk menawannya dan mereka membantah dengan (alasan) yang batil untuk melenyapkan kebenaran dengan yang batil itu; karena itu Aku azab mereka. Maka betapa (pedihnya) azab-Ku?,70

QS. 50 : 5“ Sebenarnya, mereka telah mendustakan kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka, maka mereka berada dalam keadaan kacau balau.  ,12,14,

QS. 52 : 14“ (Dikatakan kepada mereka): “Inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya”.

QS. 54 : 3“ Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya. , 36, 42

QS. 55 : 13“ Maka ni`mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?,16,18,21,23,25,28,30,32,34,36,38

,40, 42, 4,45,47,49,51,53,55,57,59,61,63,65,67,69,71

73,75,77

QS. 57 : 19“ Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu orang-orang Shiddiqien dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Tuhan mereka. Bagi mereka pahala dan cahaya mereka. Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka.

QS. 60 : 12“ Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatupun dengan Allah; tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

QS. 61 : 7“ Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada agama Islam? Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

QS. 67 : 18“ Dan sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka alangkah hebatnya kemurkaan-Ku.

QS. 68 : 8“ Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah)., 44

QS. 69 : 49“ Dan sesungguhnya kami benar-benar mengetahui bahwa di antara kamu ada orang yang mendustakan (nya).

QS. 75 : 32“ tetapi ia mendustakan (Rasul) dan berpaling (dari kebenaran),

QS. 77 : 15“ Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. ,19,24,28,29,34, 37,40,

45,47,49,

QS. 78 : 27“ Sesungguhnya mereka tidak takut kepada hisab,,35

QS. 79 : 21“ Tetapi Fir’aun mendustakan dan mendurhakai.

QS. 82 : 9“ Bukan hanya durhaka saja, bahkan kamu mendustakan hari pembalasan.

QS. 83 : 11“ (yaitu) orang-orang yang mendustakan hari pembalasan. „,12,171

QS. 84 : 22“ bahkan orang-orang kafir itu mendustakan (nya).

QS. 85 : 21“ Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Qur’an yang mulia,

QS. 91 : 11“ (Kaum) Tsamud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas,,14

QS. 92 : 9“ serta mendustakan pahala yang terbaik, ,16

QS. 107 : 1“ Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

Dengan mengungkap semua surat dan ayat tersebut diatas, maka wajah manusia yang hidup dengan topeng kepalsuan, menjadikan makna „kebohongan, dusta, berdusta, mendustakan“ menjadi kebiasaan dalam hidup manusia.

Oleh karena itu, bayangkan dalam pikiran dari kekuatan menjadikan timbulnya keinsyafan dari perasaan ; timbul-nya kemauan dari keinginan ; timbulnya keyakinan dari kepercayaan ; timbulnya kemajuan dari perubahan ; timbulnya kepandaian dari kerajinan ; timbulnya dengki dari iri hati. Jadi bangkitkan daya kemauan yang kuat untuk selalu mampu meningkatkan kedewasaan berpikir.

49. KELALIMAN

Kita menyadari sepenuhnya bahwa ajaran islam tidak mau tumbuh di atas jiwa yang dibungkus oleh kebendaan dan kemusyyrikan, tetapi mengapa manusia mengakui sebagai muslimin, tidak dapat melepaskan diri dalam perbuatan apa yang disebut „Kelaliman“

Persoalannya ketidakmampuan manusia yang tidak ada usaha-usaha memperbaiki diri disebabkan daya kemauan yang kuat tidak ada dalam dirinya, oleh karena itu, maka menjadi kebiasaan dalam hidupnya untuk terus tumbuh mengenai apakah sudah dipikirkan yang anda kerjakan. Tiap sesuatu yang kita kerjakan hendaklah apa yang sudah kita yakinkan betul sejalan dengan apa yang telah kita pelajari sebagai tuntunan hidup. Seharusnya kita mampu berpikir bahwa segala yang di alam ini ada faedahnya hanya satu yang tidak ada guna ialah „Sesal kemudian“

Bila kita baca dan direnungkan baik-baik semua apa-apa yang menjadi tuntunan telah diungkap dalam surat dan ayat yang menjelaskan makna kata „zalim“ yang tidak disenangi, sehingga begitu banyak ungkapan tersebut dalam Al Qur’an untuk mengingatkan manusia sebagai makhluk yang

dimuliakan oleh Allah Swt, dengan tuntunan itu manusia diharapkan mampu untuk dapat mengungkit daya kemauan yang kuat dalam usaha- usaha memperbaiki diri yang sejalan dengan tuntunan yang diberikan-Nya

Oleh karena itu, cobalah bangkitkan pikiran kedalam suatu kebiasaan dalam ingatan apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 2 : 35“ Dan Kami berfirman: “Hai Adam diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim. ,51,124,140,150,193,231

QS. 3 : 128“ Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima taubat mereka, atau mengazab mereka, karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim.

QS. 4 : 75“ Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdo`a: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!”.

QS. 6 : 33“ Sesungguhnya, Kami mengetahui bahwasanya apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu, (janganlah kamu bersedih hati), karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah. , 52,82,144,157

QS. 7 : 19“ (Dan Allah berfirman): “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah

kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim”. ,47,148,150,165

QS. 8 : 54“ (Dan Allah berfirman): “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim”.

QS. 10 : 54“ Dan kalau setiap diri yang zalim (musyrik) itu mempunyai segala apa yang ada di bumi ini, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka menyembunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu. Dan telah diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dianiaya. ,85

QS. 11 : 31“ Dan aku tidak mengatakan kepada kamu (bahwa): “Aku mempunyai gudang-gudang rezki dan kekayaan dari Allah, dan aku tiada mengetahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan: “Bahwa sesungguhnya aku adalah malaikat”, dan tidak juga aku mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu: “Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka”. Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka; sesungguhnya aku, kalau begitu benar-benar termasuk orang-orang yang zalim. ,37,83,117

QS. 12 : 75“ Mereka menjawab: “Balasannya, ialah pada siapa diketemukan (barang yang hilang) dalam karungnya, maka dia sendirilah balasannya (tebusannya) Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang zalim.” ,79

QS. 14 : 34“ Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung ni`mat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya

manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (ni`mat Allah). ,42,44

QS. 16 : 28“ (Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); “Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatanpun”. (Malaikat menjawab): “Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan”. ,61,85

QS. 17 : 33“ Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap diri terhadap apa yang diperbuatnya (sama dengan yang tidak demikian sifatnya)? Mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah. Katakanlah: “Sebutkanlah sifat-sifat mereka itu”. Atau apakah kamu hendak memberitakan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya di bumi, atau kamu mengatakan (tentang hal itu) sekedar perkataan pada lahirnya saja. Sebenarnya orang-orang kafir itu dijadikan (oleh syaitan) memandang baik tipu daya mereka dan dihalanginya dari jalan (yang benar). Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka baginya tak ada seorangpun yang akan memberi petunjuk. ,47,82

QS. 18 : 15“ Dan mereka memohon kemenangan (atas musuh-musuh mereka) dan binasalah semua orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala, ,35,50,57

QS. 19 : 38“ Alangkah terangnya pendengaran mereka dan alangkah tajamnya penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada Kami. Tetapi orang-orang yang zalim pada hari ini (di dunia) berada dalam kesesatan yang nyata.

QS. 21 : 3“ (lagi) hati mereka dalam keadaan lalai. Dan mereka yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka: “Orang ini tidak lain hanyalah seorang manusia (jua) seperti kamu, maka apakah kamu menerima sihir itu, padahal kamu menyaksikannya?”

QS. 23 : 27“ Lalu Kami wahyukan kepadanya: “Buatlah bahtera di bawah penilikan dan petunjuk Kami, maka apabila perintah Kami telah datang dan tannur telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam bahtera itu sepasang dari tiap-tiap (jenis), dan (juga) keluargamu, kecuali orang yang telah lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa azab) di antara mereka. Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim, karena sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan. ,28,94,107

QS. 24 : 50“ Apakah (ketidak datangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit, atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang zalim.

QS. 25 : 4“ Dan orang-orang kafir berkata: “Al Qur’an ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad, dan dia dibantu oleh kaum yang lain”; maka sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kezaliman dan dusta yang besar. ,21

QS. 26 : 10“ Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa (dengan firman-Nya): “Datangilah kaum yang zalim itu,   ,209,227

QS. 27 : 14“ Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran) nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan. ,44,52

QS. 28 : 21“ Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, dia berdo`a: “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu”.

QS. 29 : 46“ Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali

dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah: “Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri”.

QS. 32 : 22“ Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa. ,24

QS. 39 : 47“ Dan sekiranya orang-orang yang zalim mempunyai apa yang ada di bumi semuanya dan (ada pula) sebanyak itu besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu dari siksa yang buruk pada hari kiamat. Dan jelaslah bagi mereka azab dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan.

QS. 40 : 31“ (Yakni) seperti keadaan kaum Nuh, `Aad, Tsamud dan orang-orang yang datang sesudah mereka. Dan Allah tidak menghendaki berbuat kezaliman terhadap hamba-hamba-Nya.

QS. 42 : 39“ Dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim mereka membela diri.

QS. 45 : 19“ Sesungguhnya mereka sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sedikitpun dari (siksaan) Allah. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain, dan Allah adalah pelindung orang-orang yang bertakwa.

QS. 51 : 59“ Maka sesungguhnya untuk orang-orang zalim ada bahagian (siksa) seperti bahagian teman-teman mereka (dahulu); maka janganlah mereka meminta kepada-Ku menyegerakannya.

QS. 52 : 47“ Dan sesungguhnya untuk orang-orang yang zalim ada azab selain itu. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

QS. 53 : 52“ Dan kaum Nuh sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang paling zalim dan paling durhaka,

QS. 66 : 11“ Dan Allah membuat isteri Fir`aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir`aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim”,

QS.68 : 29“ Mereka mengucapkan: “Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim”.

QS.71 : 24“ Dan sesudahnya mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia); dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan.

Banyak diantara kita, sering membaca apa-apa yang diungkapkan diatas, tapi pengalaman juga menunjukkan tidak mempengaruhi daya kemauan manusia untuk berubah. Apa yang dipikirkannya adalah terkait dengan dunia semata.

Oleh karena itu mereka tidak bisa membayangkan bahwa alam ini dapat dipersempit dan dapat juga diperlapang. Barang sesuatu dibawa baik dia akan menjadi baik dan kalau dibawa buruk dia akan menjadi buruk, tergantung pada pikiran kita.

Sejalan dengan pikiran diatas, walaupun mereka secara sadar dapat memahami bahwa Orang zalim berada dalam kesesatan seperti yang tertuang dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 31 : 11“ Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan (mu) selain Allah sebenarnya orang-orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata.

Tidak dapat kita bayangkan bahwa jalan pikiran mereka, walaupun telah ditunjukkan dimana Orang zalim itu berbuat keburukan terhadap dirinya seperti telah diingatkan dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 7 : 177“ Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zalim.

QS. 10 : 23“ Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kezaliman di muka bumi tanpa (alasan) yang benar. Hai manusia, sesungguhnya (bencana) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri; (hasil kezalimanmu) itu hanyalah keni`matan hidup duniawi, kemudian kepada Kami-lah kembalimu, lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

, 44 „Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri.

QS. 30 : 9“ Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang yang sebelum mereka? Orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri.

QS. 39 : 51“ Maka mereka ditimpa akibat buruk dari apa yang mereka usahakan. Dan orang-orang yang zalim di antara mereka akan ditimpa akibat buruk dari usahanya dan mereka tidak dapat melepaskan diri.

Dengan merenungkan apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat diatas, tidaklah menjadi petunjuk baginya dalam usaha untuk mengingatkan diri bahwa Orang zalim diazab dengan suara keras yang menguntur seperti yang termuat dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 11 : 67“ Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya., 94“ Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Syu`aib dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengan dia dengan rahmat dari Kami, dan orang-orang yang zalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka mati bergelimpangan di rumahnya.

QS 23 : 41“ Maka dimusnahkanlah mereka oleh suara yang mengguntur dengan hak dan Kami jadikan mereka (sebagai) sampah banjir maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang zalim itu.

QS. 36 : 29“ Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati.

Jadi dengan ketidakmampuan manusia dalam usaha untuk berbuat sesuai dengan tuntunan dalam Al Qur’an, maka mereka sebagai Orang kafir termasuk golongan zalim, seperti diingatkan dalam :

QS. 2 : 254“ Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan

tidak ada lagi syafa`at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim.

Apapun yang ditunjukkan kepada mereka agar menuju ke jalan benar, namun merubah kebiasaan pikiran itu kedalam pikiran menemukan jatidiri, walaupun sudah diingat bahwa Orang zalim kekal di neraka dan atau dengan kata lain Orang zalim pelindungnya syeitan, telah ditunjukkan dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 2 : 257“ Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

Belajar dari apa-apa yang kita ungkapkan diatas, akan memberikan gambaran dalam perjalanan bahwa Orang zalim mementingkan kenikmatan, sehingga mereka lupa untuk mengingatkan diri seperti yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS.11 : 116“ Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka, dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.

Bertolak dari ungkapan diatas, sudah semestinya bahwa manusia itu harus memikirkan dalam hidup ini perlu untuk mengungkit daya ingat mengenai Orang zalim tidak akan beruntung dalam menjalani hidup ini karena mereka tidak dapat belajar dari tuntunan seperti yang termuat dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 6 : 135“ Katakanlah: “Hai kaumku, berbuatlah sepenuh kemampuanmu, sesungguhnya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui, siapakah (di antara kita) yang akan memperoleh hasil yang baik dari dunia ini. Sesungguhnya, orang-orang yang zalim itu tidak akan mendapat keberuntungan.

QS. 10 : 17“ Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya, tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa.

QS. 12 : 23” Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: “Marilah kesini.” Yusuf berkata: “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.

QS. 20 : 111” Dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Tuhan Yang Hidup Kekal lagi senantiasa mengurus (makhluk-Nya). Dan sesungguhnya telah merugilah orang yang melakukan kezaliman.

QS. 28 : 37” Musa menjawab: “Tuhanku lebih mengetahui orang yang (patut) membawa petunjuk dari sisi-Nya dan siapa yang akan mendapat kesudahan (yang baik) di negeri akhirat. Sesungguhnya tidaklah akan mendapat kemenangan orang-orang yang zalim“.

Apakah anda ada memikirkan setiap hari bagaimana anda dapat menyenangkan orang lain, kalau tidak ada usaha berarti anda menjadi Orang zalim tidak mempunyai penolong, oleh karena itu bayangkan makna surat dan ayat dibawah ini :

QS. 2 : 270” Apa saja yang kamu nafkahkan atau apa saja yang kamu nazarkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Orang-orang yang berbuat zalim tidak ada seorang penolongpun baginya.

QS.3 : 192” Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.

QS. 5 : 72“ Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.

QS. 22 : 71” Dan mereka menyembah selain Allah, apa yang Allah tidak menurunkan keterangan tentang itu, dan apa yang mereka sendiri tiada mempunyai pengetahuan terhadapnya. Dan bagi orang-orang yang zalim sekali-kali tidak ada seorang penolongpun.

QS. 30 : 29” Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang akan menunjuki orang yang telah disesatkan Allah? Dan tiadalah bagi mereka seorang penolongpun.

QS. 40 : 18“ Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat (hari kiamat, yaitu) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorangpun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa`at yang diterima syafa`atnya.

Sejalan dengan apa yang kita pikirkan mengenai perihal diatas, maka renungkan pula Orang yang makan harta anak yatim secara zalim akan masuk neraka, seperti apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini

QS. 4 : 10“ Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).

Oleh karena bayangkan pula dalam kebiasaan pikiran anda bahwa Pada hari kiamat taubat orang zalim tidak berguna artinya janganlah menunda apa yang terpikir dalam perjalanan hidup ini, agar kita tidak hidup dalam penyesalan, jadi renungkan makna surat dan ayat dibawah ini :

QS. 30 : 57“ Maka pada hari itu tidak bermanfaat (lagi) bagi orang-orang yang zalim permintaan uzur mereka, dan tidak pula mereka diberi kesempatan bertaubat lagi.

QS. 40 : 52“ (yaitu) hari yang tiada berguna bagi orang-orang zalim permintaan maafnya dan bagi merekalah la`nat dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk.

KESIMPULAN

Pada bagian terdahulu telah kita ungkapkan makna „Zalim“ yang sejalan apa-apa yang tertuang dalam Al Qur’an sebagai penuntun dan dampak  Perbuatan zalim yang dilakukan manusia seperti yang terungkap dalam :

QS. 2 : 59“ Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu siksa dari langit, karena mereka berbuat fasik. ,145,165,229,231

QS. 3 : 94“ Maka pada hari itu tidak bermanfaat (lagi) bagi orang-orang yang zalim permintaan uzur mereka, dan tidak pula mereka diberi kesempatan bertaubat lagi.

QS. 5 : 45“ Dan kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.

QS. 7 : 162“ Maka orang-orang yang zalim di antara mereka itu mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak dikatakan kepada mereka, maka Kami timpakan kepada mereka azab dari langit disebabkan kezaliman mereka.

QS. 9 : 23“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapa-bapa dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

QS. 10 : 106“ Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfa`at dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim”.

QS. 29 : 49“ Sebenarnya, Al Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim.

QS. 31 : 13“ Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.

QS. 49 : 11“ Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

QS. 65 : 1“ Hai Nabi, apabila kamu menceraikan isteri-isterimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (yang wajar) dan hitunglah waktu iddah itu serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka (diizinkan) ke luar kecuali kalau mereka mengerjakan perbuatan keji yang terang. Itulah hukum-hukum Allah dan barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah, maka sesungguhnya dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui barangkali Allah mengadakan sesudah itu suatu hal yang baru.

Bertolak dari pemikiran yang kita ungkapkan diatas dan belajar serta merenungkan ungkapan diatas, maka dalam mengungkit daya kemauan yang kuat menjadi kekuatan kebiasaan pikiran bahwa kita harus usahakan karena tidak sesuatu yang berguna dari pada benar, tidak ada kejahatan yang lebih buruk dari pada zalim, tidak ada ibadat yang lebih

utama dari pada diam dan tidak ada kejelekan yang lebih buruk dari pada perbuatan zalim.

Dengan mengingat apa-apa yang kita utarakan diatas, maka renungkan kembali bahwa Allah mempunyai ampunan yang luas sekalipun terhadap orang seperti yang tertuang dalam :

QS. 13 : 6“ Mereka meminta kepadamu supaya disegerakan (datangnya) siksa, sebelum (mereka meminta) kebaikan. padahal telah terjadi bermacam-macam contoh siksa sebelum mereka. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai ampunan (yang luas) bagi manusia sekalipun mereka zalim, dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar sangat keras siksa-Nya.

Jadi ingatlah bahwa Allah mengampuni orang zalim yang bertaubat seperti yang terungkap dalam :

QS. 27 : 11“ tetapi orang yang berlaku zalim, kemudian ditukarnya kezalimannya dengan kebaikan (Allah akan mengampuninya); maka sesungguhnya Aku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Oleh karena itu, apabila manusia itu tidak memerdekakan jiwanya dari harta benda maka pastilah harta yang dimilikinya itu akan menguasainya, maka anda akan menjadi zalim dimana Allah mengetahui orang zalim seperti yang tercantum dalam :

QS. 2 : 246“ Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah Nabi Musa, yaitu ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka: “Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah”. Nabi mereka menjawab: “Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang.” Mereka menjawab: “Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sesungguhnya kami telah

diusir dari kampung halaman kami dan dari anak-anak kami?” Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, mereka pun berpaling, kecuali beberapa orang saja di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim.

QS. 6 : 58“ Katakanlah: “Kalau sekiranya ada padaku apa (azab) yang kamu minta supaya disegerakan kedatangannya, tentu telah diselesaikan Allah urusan yang ada antara aku dan kamu. Dan Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang zalim.

QS. 9 : 47“ Katakanlah: “Kalau sekiranya ada padaku apa (azab) yang kamu minta supaya disegerakan kedatangannya, tentu telah diselesaikan Allah urusan yang ada antara aku dan kamu. Dan Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang zalim.

QS. 62 : 7“ Mereka tiada akan mengharapkan kematian itu selama-lamanya disebabkan kejahatan yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui akan orang-orang yang zalim.

Jadi bila kita merenung dan memikirkan apa-apa yang teruang dalam surat dan ayat diatas, berarti anda memahami bahwa Allah menyiksa orang zalim seperti yang tertuang dalam :

QS. 2 : 59“ Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu siksa dari langit, karena mereka berbuat fasik.

QS. 6 : 45“ Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. ,47“ Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, jika datang siksaan Allah kepadamu dengan sekonyong-

konyong atau terang-terangan, maka adakah yang dibinasakan (Allah) selain dari orang-orang yang zalim?

QS. 7 : 162“ Maka orang-orang yang zalim di antara mereka itu mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak dikatakan kepada mereka, maka Kami timpakan kepada mereka azab dari langit disebabkan kezaliman mereka., 165“ Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik.

QS.10 : 13” Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat yang sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezaliman, padahal rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sekali-kali tidak hendak beriman. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat dosa. ,

52“ Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang zalim (musyrik) itu: “Rasakanlah olehmu siksaan yang kekal; kamu tidak diberi balasan melainkan dengan apa yang telah kamu kerjakan.”

QS.11 : 44“ Dan difirmankan: “Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” Dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim.” ,102“ Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.

QS. 14 : 13” Orang-orang kafir berkata kepada Rasul-rasul mereka: “Kami sungguh-sungguh akan mengusir kamu dari negeri kami atau kamu kembali kepada agama kami”. Maka Tuhan mewahyukan kepada mereka: “Kami pasti akan membinasakan orang-orang yang zalim itu,

,22“ Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.

QS. 16 : 113“ Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka seorang rasul dari mereka sendiri tetapi mereka mendustakannya; karena itu mereka dimusnahkan azab dan mereka adalah orang-orang yang zalim.

QS. 18 : 59“ Dan (penduduk) negeri itu telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim, dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka.

QS. 21 : 11“ Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang zalim yang telah Kami binasakan, dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain (sebagai penggantinya).

QS. 22 : 45“ Berapa banyak kota yang Kami telah membinasakannya, yang penduduknya dalam keadaan zalim, maka (tembok-tembok) kota itu roboh menutupi atap-atapnya dan (berapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi,

48“ Dan berapalah banyaknya kota yang Aku tangguhkan (azab-Ku) kepadanya, yang penduduknya berbuat zalim, kemudian Aku azab mereka, dan hanya kepada-Kulah kembalinya (segala sesuatu).

QS. 25 : 19“ Maka sesungguhnya mereka (yang disembah itu) telah mendustakan kamu tentang apa yang kamu katakan maka kamu tidak akan dapat menolak (azab) dan tidak (pula) menolong (dirimu), dan barangsiapa di antara kamu yang berbuat zalim, niscaya Kami rasakan kepadanya azab yang besar.   ,

37“ Maka sesungguhnya mereka (yang disembah itu) telah mendustakan kamu tentang apa yang kamu katakan maka kamu tidak akan dapat menolak (azab) dan tidak (pula) menolong (dirimu), dan barangsiapa di antara kamu yang berbuat zalim, niscaya Kami rasakan kepadanya azab yang besar.

QS. 27 : 85“ Dan jatuhlah perkataan (azab) atas mereka disebabkan kezaliman mereka, maka mereka tidak dapat berkata (apa-apa).

QS. 28 : 40“ Maka Kami hukumlah Fir`aun dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim.

,59“ Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.

QS. 29 : 14“ Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim.

,31“ Dan tatkala utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk (Sodom) ini, sesungguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zalim”.

QS. 34 : 42“ Maka pada hari ini sebahagian kamu tidak berkuasa (untuk memberikan) kemanfaatan dan tidak pula kemudharatan kepada sebahagian yang lain. Dan Kami katakan kepada orang-orang yang zalim: “Rasakanlah olehmu azab neraka yang dahulunya kamu dustakan itu”.

QS. 43 : 65“ Maka berselisihlah golongan-golongan (yang terdapat) di antara mereka; lalu kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang zalim yakni siksaan hari yang pedih (kiamat).

QS. 76 : 31“ Dia memasukkan siapa yang dikehendakiNya ke dalam rahmat-Nya (surga). Dan bagi orang-orang zalim disediakan-Nya azab yang pedih.

Jadi dengan memahami tuntunan seperti yang termuat dalam surat dan ayat diatas yang begitu banyak untuk mengingatkan manusia, maka secara tegas pula Allah menyesatkan orang zalim seperti yang termuat dalam

QS. 14 : 27” Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.

Sejalan dengan Allah tidak menunjuki orang zalim seperti yang tercantum dalam :

QS. 3 : 86” Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman, serta mereka telah mengakui bahwa Rasul itu (Muhammad) benar-benar rasul, dan keterangan-keteranganpun telah datang kepada mereka? Allah tidak menunjuki orang-orang yang zalim.

QS. 4 : 168” Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka,

QS. 5 : 51” Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

QS. 46 : 10” Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Al Qur’an itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang disebut dalam) Al Qur’an lalu dia beriman, sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”.

QS. 9 : 19” Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zalim.

109” Maka apakah orang-orang yang mendirikan mesjidnya di atas dasar takwa kepada Allah dan keridhaan (Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam? Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

QS. 61 : 7” Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada agama Islam? Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

QS. 62 : 5” Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.

Dengan mendalami apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat diatas, masih saja ada orang yang mengejar kelezatan jasmani saja, meninggalkan kenikmatan rohani memperkenyang tubuh tidak mengindahkan rohani, maka mata hatinya akan tertutup, disitulah ketidakmampuan manusia melihat bahwa Allah tidak menyukai orang zalim seperti yang terungkap dalam

QS. 3 : 57” Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim. ,

140” Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim,

QS.30 : 29” Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang akan menunjuki orang yang telah disesatkan Allah? Dan tiadalah bagi mereka seorang penolongpun.

Oleh karena itu bangkitkan daya ingat untuk merenungkan kembali mengenai Dilarang berkawan dengan orang zalim seperti yang termuat dalam :

QS. 6 : 68” Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).

QS. 11 : 113“ Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.

QS. 60 : 9” Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Jadi tidak heran kita kepada Keingkaran orang zalim tentang diutusnya rasul seperti yang termuat dalam :

QS. 25 : 8“ atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya perbendaharaan, atau (mengapa tidak) ada kebun baginya, yang dia dapat makan dari (hasil) nya?” Dan orang-orang yang zalim itu berkata: “Kamu sekalian tidak lain hanyalah mengikuti seorang lelaki yang kena sihir.”

Manusia baru sadar apa-apa yang terjadi dari sikap dan perilakunya yang tidak tetuntun dari ketidakmampuan dalam memahami Keluhan orang zalim bila mendapat siksa sepert yang terungkap dalam :

QS.7 : 5“ Maka tidak adalah keluhan mereka di waktu datang kepada mereka siksaan Kami, kecuali mengatakan: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim”.

QS. 21 : 97“ Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata): “Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim”.

QS. 25 : 27“ Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.”

QS. 35 : 37“ Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.

Bayangkan dalam pikiran anda bahwa akal itu menteri yang menasehati, hati itu ialah raja yang menentukan, harta itu satu tamu yang akan berangkat, kesenangan itu satu masa yang akan ditinggalkan, maka ingatlah kepada Kutukan Allah kepada orang zalim seperti yang tertuang dalam :

QS. 7 : 44“ Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan): “Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?” Mereka (penduduk neraka) menjawab: “Betul”. Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: “Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim,

QS. 11 : 18“ Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah? Mereka itu akan

dihadapkan kepada Tuhan mereka dan para saksi akan berkata: “Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Tuhan mereka”. Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim.

Sejalan dengan pikiran diatas cobalah renungkan ungkapan bahwa Malaikat memukul orang zalim waktu sakaratul maut seperti yang termuat dalam :

QS. 6 : 9“ Dan kalau Kami jadikan rasul itu (dari) malaikat, tentulah Kami jadikan dia berupa laki-laki dan (jika Kami jadikan dia berupa laki-Iaki), Kami pun akan jadikan mereka tetap ragu sebagaimana kini mereka ragu.

QS. 8 : 50“ Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar”, (tentulah kamu akan merasa ngeri).

Bayangkan dalam pikiran anda bahwa Neraka tempat kembali orang zalim seperti yang termuat dalam :

QS. 3 : 151“ Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim.

QS. 5 : 29“ “Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh) ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim.”

72“ Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil,

sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.

QS. 7 : 41“ Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim.

QS. 19 : 72“ Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.

QS. 29 : 68“ Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan yang hak tatkala yang hak itu datang kepadanya? Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir?

QS. 39 : 32“ Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah dan mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya? Bukankah di neraka Jahannam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang yang kafir?

QS. 59 : 17“ Maka adalah kesudahan keduanya, bahwa sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah balasan orang-orang yang zalim.

QS. 51 : 59“ Maka sesungguhnya untuk orang-orang zalim ada bahagian (siksa) seperti bahagian teman-teman mereka (dahulu); maka janganlah mereka meminta kepada-Ku menyegerakannya.

Jadi bila kita renungkan dan mempelajari apa-apa yang tertuang dalam surat-surat dan ayat-ayat yang terungkap

diatas  sebagai tuntunan dalam hidup ini, maka dengan kekuatan pikiran, apakah manusia mampu belajar dari makna ungkapan seperti „Ada orang yang ingin berumur panjang  tetapi tidak suka disebut tua. Dalam hidup bukan umur panjang yang penting, tetapi hidup yang memberi manfaat.

Hidup yang sudah pendek itu akan membikin lebih pendek, jika kita mensia- waktu. Orang yang membuang-buang waktu adalah orang yang mnsia-siakan hidup.

Belajar dari ungkapan diatas, mampukah dengan pikiran yang kuat untuk menggugah apa yang disebut dengan ada orang berebut benda keduniaan tetapi tidak mampu mengindahkan kekosongan bathin. Ingatlah pikiran tersebut sebagai satu dorongan untuk tidak berbuat zalim.

50. KEHIDUPAN DUNIA TIPUAN BELAKA

Manusia dalam kehidupan dunia akan selalu kita jumpai susah dan senang yang silih berganti, karena dalam pikiran mereka terletak salah satu kesalahan manusia adalah membebani masa sekarang dengan beban-beban masa depan yang panjang, itulah satu tanda bahwa mereka tidak dapat memahami „kehidupan dunia tipuan belaka“ seperti yang terungkapa dalam :

QS. 6 : 32“ Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?

Oleh karena itu, pikirkan dan renungkan baik-baik bahwa kemewahan telah dijadikan dasar dari penghidupan yang akan anda jalani, maka disitu telah tersurat kejatuhan anda sendiri sejalan dengan hidup anda yang dibentuk oleh pikiran anda sendiri.

Jadi janganlah tertipu dalam kesenangan dan gelisah sewaktu kesusahan, itu berati sesungguhnya membebani pikiran dengan kesulitan yang belum tiba waktunya itu adalah suatu kebodohan yang nyata. Oleh karena itu bangkitkan ingatan anda sehingga anda dapat beripikir kedalam daya kemauan untuk melihat diri. Sejalan dengan pikiran tersebut belajarlah dan renungkan apa-apa yang terungkap dalam :

QS. 29 : 64“ Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.

QS. 35 : 5“ Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syetan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.

QS. 47 : 36“ Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu.

QS. 57 : 20“ Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

KESIMPULAN

Bila sejenak kita dapat membayangkan atas tuntunan yang terungkap dalam surat dan ayat, maka bukalah mata hati anda untuk memikirkan makna kehidupan dunia dan akherat

sebagai satu kekuatan dalam memandang suatu „kehidupan dunia tipuan belaka“

Dengan begitu, cobalah gerakkan kekuatan pikiran anda kedalam daya kemauan untuk mendalami yang terkait bahwa dalam penghidupan anda akan diuji dengan lima cobaan, apa yang kita sebut 1) dengan kecemasan ; 2) dengan kelaparan ; 3) kekuragan harta benda yang tidak pernah cukup  ; 4) kebinasaan diri ; 5) kerusakan tanaman dalam jiwa.

51. KEHIDUPAN

Dalam perjalanan kehidupan ini, sudah seharusnya ada satu kekuatan yang menggerakkan pikiran kita seperti kita membayangkan apa yang terpikirkan dalam „damai yang ada di hati manusia akan menimbulkan damai di muka bumi, kejahatan yang ada di hati mengakibatkan kacaunya masyarakat. Hati yang beriman akan mampu menimbulkan perasaan dan akhlak yang tinggi. Kayuhlah biduk anda tetapi jangan halangi biduk orang yang lain“

Akan kita dorong daya kemauan kita untuk memikirkan sesuatu kedalam melepaskan diri dalam kehidupan yang telah diperingatkan oleh Allah Swt. seperti yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 2 : 28“ Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?

QS. 2 : 86“ Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong.

QS. 2 : 200“ Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah (dengan menyebut) Allah,

sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang berdo`a: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.

-202“ Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.

QS. 2 : 212“ Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.

QS. 2 : 214“ Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

Jadi bila kita memiliki daya kemauan untuk memulai hidup baru, maka dimana ada kemauan, disana ada jalan. Dimana ada kesulitan disamping itu ada kelapangan.

Dengan demikian apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat diatas, maka setelah anda membaca dan ada usaha untuk mendalami atas tuntunan yang tersurat dalam Al Qur’an itu, menjadi daya dorong agar kita mampu menjalani kehidupan ini sesuai dengan perintah Allah Swt.

Dengan mendalami makna kekuatan dari tuntunan diatas, kita dapat membayang dalam pikiran kita bahwa dari kesusahan itu akan diperdapat kesenangan. Sebab durian berduri lantaran enak isinya, kulit manggis pahit sebab manis di dalamnya, bunga ros berduri lantaran harumnya oleh karena itu, bangkitkan kebiasaa dalam berpikir yang produktif dengan mengingat-ingat apa-apa yang tertuang dalam surat dibawah ini :

QS. 6 : 32“ Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?

QS. 9 : 69“ (keadaan kamu hai orang-orang munafik dan musyrikin adalah) seperti keadaan orang-orang yang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta benda dan anak-anaknya daripada kamu. Maka mereka telah meni`mati bagian mereka, dan kamu telah meni`mati bagianmu sebagaimana orang-orang yang sebelummu meni`mati bagiannya, dan kamu mempercakapkan (hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu, amalannya menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat; dan mereka itulah orang-orang yang merugi.

-70“ Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, `Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan, dan (penduduk) negeri-negeri yang telah musnah? Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata; maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.

QS. 10 : 24“ Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah

sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanaman tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berfikir.

QS. 11 : 15“ Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.-

-16“ Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan?

Sejalan dengan kemampuan kita dapat memahami apa-apa yang terungkap dalam surat2 diatas, maka dalam usaha meningkatkan kekuatan pikiran, coba pikirkan pula ungkapan seperti dalam masyarakat tampaknya segenggam uang lebih kuat dari dua genggam kebenaran karena bila uang bersuara kebenaran diam, maka disitulah letak mengapa kita berpikir, untuk mencari tahu dari yang tidak tahu.

Jadi dengan memperhatikan ungkapan dalam pikiran diatas, cobalah pula anda membaca untuk direnungkan apa-apa yang terungkap dalam :

QS. 13 : 26“ Allah meluaskan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).

QS. 14 :3“ (yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh.

QS. 16 : 22“ Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaan Allah), sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong.

-23“ Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.

QS. 17 : 10“ dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih.

QS. 17 : 18“ Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.

QS. 18 : 7” Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.

-8” Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus.

QS. 18 : 45” Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-

tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Dengan belajar kita menggerakkan kemampuan berpikir maka dengan dorong ingin tahu, kita membaca hal-hal yang terungkap dalam surat dan ayat diatas, bila kita renungkan maka sadarilah bahwa kita adalah makhluk pilihan dan kita memiliki kemampuan untuk memilih bagaimana kita akan bereaksi terhadap suatu keadaan.

Sejalan dengan pikiran diatas, ingatlah sikap positif menghaslkan persepsi positif dan mengubah situasi menjadi lebih baik, oleh karena itu tingkatkan pikiran anda kedalam berpikir dan belajarkan hal-hal yang terungkap dalam :

QS. 20 : 131” Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.

QS. 22 : 66” Dan Dialah Allah yang telah menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian menghidupkan kamu (lagi), sesungguhnya manusia itu, benar-benar sangat mengingkari ni`mat.

QS. 27 : 66” Sebenarnya pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (kesana) malahan mereka ragu-ragu tentang akhirat itu, lebih-lebih lagi mereka buta daripadanya.

QS. 28 : 60” Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah keni`matan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?

QS. 29 : 20” Katakanlah: “Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari

permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

QS. 29 : 64” Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.

QS. 30 : 6” (sebagai) janji yang sebenar-benarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

-9” Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang yang sebelum mereka? Orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri.

QS. 31 : 33” Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.

Jadi manfaatkan kebiasaan dalam kekuatan berpikir, maka disitu terletak makna kehidupan yang kita jalani dan secara tidak sadar kita mampu menggerakkan berpkir dengan kekuatan intuisi yang mampu membayangkan sesuatu seperti dengan tidak terasa kita diserang umur tua karena jam, hari, bulan dan tahun liwat sebagai bayangan. Semakin bertambah hari bulan bukanlah umur bertambah panjang, tetapi umur semakin pendek dan semakin dekat dengan pintu kubur.

KESIMPULAN

Ingatlah bahwa masa yang anda miliki adalah hari ini dan hidup anda dibentuk oleh pikiran anda sendiri, oleh karena itu tidak ada yang lebih penting daripada kepercayaan diri dan citra diri yang tegas, oleh karena itu manfaatkan kebiasaan berpikir yang disadari dan tidak disadari.

Oleh karena itu tingkatkan kemampuan kedewasaan berpikir sebagai suatu kebutuhan, maka jangan lupa pula untuk mengingat apa yang terungkap dalam :

QS. 42 : 20” Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.

QS. 42 : 36” Maka sesuatu apapun yang diberikan kepadamu, itu adalah keni`matan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal.

QS. 43 : 33 “Dan sekiranya bukan karena hendak menghindari manusia menjadi umat yang satu (dalam kekafiran), tentulah Kami buatkan bagi orang-orang yang kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah loteng-loteng perak bagi rumah mereka dan (juga) tangga-tangga (perak) yang mereka menaikinya.

-35” Dan (Kami buatkan pula) perhiasan-perhiasan (dari emas untuk mereka). Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia, dan kehidupan akhirat itu di sisi Tuhanmu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.

QS. 44 : 56” mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia. Dan Allah memelihara mereka dari azab neraka,

Dengan membaca dan merenung apa-apa yang tertuang dalam surat dan ayat diatas, maka kehidupan ini perlu ada usaha-usaha untuk meningkatkan kedewasaan berpikir sebagai jalan untuk menuntun sikap dan perilaku untuk mendorong manusia hdup itu pasti ada masalah, sehingga kita berpikir.

Oleh karena itu, baca dan renungkan agar tumbuh satu kekuatan perasaan bersyukur atas tuntunan agar kita mampu memanfaatkan kebiasaan berpikir yang sejalan dngan apa-apa yang diajarkan dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 45 : 26” Katakanlah: “Allah-lah yang menghidupkan kamu kemudian mematikan kamu, setelah itu mengumpulkan kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya; akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

QS. 45 : 35” Yang demikian itu, karena sesungguhnya kamu menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan dan kamu telah ditipu oleh kehidupan dunia, maka pada hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertaubat.

QS. 46 : 20” Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan): “Kamu telah menghabiskan rezkimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik”.

QS. 53 : 29” Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan tidak mengingini kecuali kehidupan duniawi.

-30” Itulah sejauh-jauh pengetahuan mereka. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang paling mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia pulalah yang paling mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.

Jadi dalam usaha meningkatkan kedewasaan berpikir, apa-apa yang kita baca dan kita renungkan dari setiap surat dan ayat diatas, akan mampu mendorong daya kemauan yang kuat dalam membayangkan kekuatan impian ingin tahu dari yang tidak tahu, maka terbukalah satu pikiran bahwa bukan penyesalan yang memerintah anda, oleh karena itu renungkan pula apa-apa yang terungkap dalam :

QS. 57 : 20” Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

QS. 84 : 19” sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).

QS. 87 : 16 “Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. –17“Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal –18“Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu,-19” (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa.

Dengan mengungkit kekuatan ingatan melalui usaha untuk meningkatkan kedewasaan berpikir rohaniah, sosial, emosional dan intelektual, berarti ada satu usaha untuk memikirkan bahwa orang yang tidak pernah mengubah pikirannya berati tidak mampu menjadi orang yang sempurna yang sejalan dari tuntunan yang telah dibacanya, oleh karena

itu rubahlah pikiranmu dalam kedelapan yang menyebabkan muka dan jiwa bercahaya seperti yang terungkap dalam 1) kesehatan terjaga ; 2) kegembiraan ; 3) sinar pengetahuan ; 4) kesucian bathin ; 5) kekuatan keimanan ; 6) tidak banyak dosa ; 7) hidup optimis ; 8) berani dan sabar.

52. KEMULIAAN

Untuk membayangkan menjadi orang besar, bukanlah suatu yang salah untuk dipikirkan, namun sesungguhnya hanyalah orang biasa yang semata-mata membuat keputusan yang lebih besar dan menetapkan tujuan yang mulia.

Sejalan dengan pikiran diatas maka manusia perlu untuk meningkatkan pemahaman kata dalam perjalanan hidup ini bahwa Mulia seperti yang diungkapkan dalam :

QS. 2 : 212” Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.

QS. 3 : 26” Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

QS. 4 : 31” Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).

Begitu banyak dalam Al Qur’an yang mengungkapkan makna „mulia“, yang dapat anda temukan lebih lanjut dalam :

QS. 8 : 4,74 ; 12 : 31 ; 17 : 23 ; 22 : 50 ; 23 : 116

QS. 24 : 26,58 ; 27 : 34 ; 33 : 31,44 ; 34 : 4 ; 36 : 11

QS. 41 : 41 ; 43 : 44,81 ; 49 : 13 ; 50 : 1

QS. 56 : 7,8,77 ; 80 : 16

Untuk memahami yang lebih mendalami maka dapat anda simak atas surat dan ayat diatas, cobalah untuk dibaca dan dipelajari dengan harapan bahwa keputusan hari ini mengenai hal diatas adalah kenyataan hari esok dalam pikiran anda.

KESIMPULAN

Dapatkah anda membayangkan bahwa rasa takut adalah pembicaraan pikiran yang menghalangi anda dalam mendengarkan intuisi anda, oleh karena itu jangan anda tinggalkan untuk memikirkan kemungkinan apa yang terungkap dalam pikiran bahwa  Dimuliakan dapat menjadi penggerak dalam menemukan jati diri  sebagai kekuatan dalam berikap dan berperilaku seperti yang terungkap dalam :

QS. 21 :26” Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak”, Maha Suci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan,

QS. 24 : 36” Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang,

QS. 36 : 27” apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan”.

QS. 37 : 42” yaitu buah-buahan. Dan mereka adalah orang-orang yang dimuliakan.

Jadi dengan mendalami makna surat dan ayat diatas, maka memikirkan kemungkinan untuk selalu berusaha dalam perjalanan hidup ini untuk mengingat apa yang terpikirkan seperti apa yang anda sabarkan, anda akan kutip hasilnya karena kesabaran menolong segala pekerjaan. Dalam kesusahan itu dan kesulitan itu tersembunyi nasehat-nasehat kebijaksanaan kedalam satu yang berharga.

Oleh karena itu, bangunlah sifat Kemulian sebagai satu kekuatan benih jiwa, dan ingatlah tuntunan seperti yang termuat dalam :

QS. 21 : 10” Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya?

QS. 23 : 71” Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.

QS. 35 : 10” Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras, dan rencana jahat mereka akan hancur.

Jadi dengan merenung apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat diatas, maka bayangkan pula dalam suatu ingatan agar mampu mewujudkan dalam daya kemauan untuk mengamalkan, apa yang kita sebut Memuliakan sebagai sesuatu dorongan dalam membangun jati diri yang bertolak dari pemahaman ungkapan dalam :

QS. 7 : 157” (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma`ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.

QS. 17 : 62” Dia (iblis) berkata: “Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil”.

,70” Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.

QS. 22 : 18” Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.

Jadi apa-apa yang kita pelajari dan direnungkan kembali mengenai yang terungkap diatas dapat menjadi penuntun kedalam sikap dan perilaku yang terpuji.

Oleh karena itu, ingatlah bahwa apa yang bukan kepunyaan kita lebih menarik mata dari kepunyaan kita sendiri. Menariknya sesuatu itu  hanya menjelang dapat. Nafsu tidak mau penuh diberikan bumi, dia merasa selalu belum cukup, sehingga kuatkan dalam pikiran bahwa untuk memikirkan alat pertimbangan seperti 1) akal mengalahkan nafsu ; 2) iman mempertimbangkan perbuatan ; 3) kebenaran menumbangkan kekuasaan.

Jadi dengan mengingat alat petimbangan tersebut diatas, cobalah untuk mengingat kembali dan merenungkan untuk mewujudkan apa yang disebut dengan kekuatan dari Sifat hamba yang mendapat kemulian seperti yang terungkap dalam :

QS. 25 : 63” Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.

– 75” Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya,

QS. 35 : 10 “Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras, dan rencana jahat mereka akan hancur.

Dengan belajar dan merenungkan apa-apa yang dituntun oleh surat-surat dan ayat-ayat yang terungkap dari kata Mulia, Dimuliakan, Memuliakan, Kemuliaan agar menjadi satu kekuatan dalam perjalanan hidup ini.

53. KEKAYAAN

Menjalani hidup ini, dibutuhkan satu daya kemauan yang kuat untuk melihat segala sesuatu secara jernih dan dapat berpikir lebih dalam agar manusia mampu memanfaatkan sumber energi bagi penghidupan rohani.

Sejalan dengan pikiran diatas, cobalah renungkan pula makna “Kekayaan” dalam pandangan hidup anda dengan hal-hal yang terungkap dalam :

QS. 2 : 247” Nabi mereka mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu”. Mereka menjawab: “Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang banyak?” (Nabi mereka) berkata: “Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa.” Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.

,269” Allah menganugrahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur’an dan As Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).

QS. 18: 34” dan dia mempunyai kekayaan besar, maka ia berkata kepada kawannya (yang mu’min) ketika ia bercakap-cakap dengan dia: “Hartaku lebih banyak dari pada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat”.

,42” Dan harta kekayaannya dibinasakan, lalu ia membulak-balikkan kedua tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang ia telah belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur itu

roboh bersama para-paranya dan dia berkata: “Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku”.

Bertolak dari ungkapan yang tertuang dalam surat dan ayat diatas mampukah setelah membaca, mengkaji, meneliti, menterjemahkan kedalam  renungan menjadi daya dorong yang kuat agar kita mampu mengungkit daya ingat melihat hidup anda dibentuk oleh pikiran anda sendiri, maka sebagai tuntunan, renungkan pula apa-apa yang terungkap dalam :

QS.19 : 77” Maka apakah kamu telah melihat orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami dan ia mengatakan: “Pasti aku akan diberi harta dan anak”.

QS. 28 : 76” Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri”.

QS. 53 : 48” dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan.

QS. 93 : 8” Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.

QS. 2 : 200” Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah (dengan menyebut) Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang berdo`a: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.

-202” Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.

Jadi dengan mendalami makna tuntunan yang terungkap diatas, maka renungkan pula bahwa kekayaan yang paling terjamin dan paling baik ialah rasa puas dengan apa yang kita miliki, sejalan dengan pikiran tersebut, maka perdalamlah tuntunan yang diungkap dalam :

QS. 3 : 10” Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka,

QS. 8 : 28” Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.

QS. 8 : 36” Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam neraka Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan,

QS. 16 : 71” Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebahagian yang lain dalam hal rezki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezkinya itu) tidak mau memberikan rezki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezki itu. Maka mengapa mereka mengingkari ni`mat Allah?

QS. 18 : 46” Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.

Sejalan dengan kemampuan kita memikirkan hal-hal yang terungkap dalam surat dan ayat diatas, maka ada dorongan untuk mewujudkan daya kamauan yang kuat yang sejalan dengan tununan diatas untuk berusaha mengungkapkan bahwa yang anda pikirkan adalah kekayaan yang sebenarnya ialah mensyukuri yang telah kita miliki, Oleh karena itu, tingkatkan daya kemauan untuk mendalami dan memikirkan lebih tenang kedalam nafas ruhani  untuk meresakan kedamaian dengan ruhani yang hidup yang sejalan dengan tuntunan dalam :

QS. 28 : 76” Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri”.

– 82” Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu. berkata: “Aduhai. benarlah Allah melapangkan rezki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (ni`mat Allah)”.

QS. 34 : 34” Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatanpun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya“.

-37” Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka itulah yang

memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga).

QS. 57 : 20” Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

QS. 74 : 6” dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.

QS. 89 : 20” dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.

QS. 92 : 14” Maka Kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala.

-21” Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.

QS. 102 : 1” Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,

-8” kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).

QS. 104 : 1” Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,

-4” sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah.

Bertolak dari kekuatan kita merenungkan apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat ditas, maka kebiasaan pikiran harus mampu melihat lebih jauh yang mampu untuk mengingatkan sesuatu sepeti kita membayangkan tiap-tiap bertambah keperluan manusia semakin kurang kesenangannya. Orang yang dipengaruhi nafsu tidak merasa puas walaupun dunia ini telah dimilikinya.

KESIMPULAN

Dengan landasan pikiran-piran yang kita utarakan diatas yang terkait dengan pemahamn kita mengenai kata „Kekayaan“ serta tuntunan yang diajarkan dalam Al Qur’an dengan mengungkapkan surat-surat dan ayat-ayat yang berkaitan dengan „Kekayaan“, maka kita dapat membayangkan bahwa paling kayalah anda yang puas dengan barang sedikit karena rasa puas adalah kekayaan alam.

Sejalan dengan pikiran diatas, bayangkan dalam pikiran anda bahwa Kaya atau miskin sebagai ujian, jadi hidup anda dibentuk oleh pikiran anda sendiri, oleh karena itu belajarlah dari apa-apa yang terungkap dalam:

QS. 89 : 15“ Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”.

17“ Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim,

Jadi belajar apa yang kita ungkapkan diatas, maka Orang kaya diuji dengan orang miskin seperti yang terungkap dalam :

QS. 6 : 48“ Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan

perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Seandainya anda dapat membayangkan bahwa Allah-lah yang memberi kekayaan, seperti yang terungkap :

QS. 53 : 48“ dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan.

Bertolak dari surat-surat dan ayat-ayat dalam Al Qur’an yang telah  kita ungkapkan diatas, maka dalam usaha menghaluskan jalan menuju Allah Swt., maka ingatlah makna  Allah mahakaya seperti yang terungkap dalam :

QS. 2 : 263“ Perkataan yang baik dan pemberian ma`af lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan sipenerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. ,

267“ Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

QS. 3 : 97“ Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

QS. 4 : 131“ Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan

kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir, maka (ketahuilah), sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

QS. 6 : 133“ Dan Tuhanmu Maha Kaya, lagi mempunyai rahmat. Jika Dia menghendaki niscaya Dia memusnahkan kamu dan menggantimu dengan siapa yang dikehendaki-Nya setelah kamu (musnah), sebagaimana Dia telah menjadikan kamu dari keturunan orang-orang lain.

QS 10 : 86“ dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir.”

QS. 22 : 64“ Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

QS. 27 : 40“ Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan ni`mat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.

QS. 29 : 6“ Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

QS. 31 : 26“ Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi. Sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

QS. 35 : 15“ Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.

QS. 47 : 38“ Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan (Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).

QS. 57 : 24“ (yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir. Dan barangsiapa yang berpaling (dari perintah-perintah Allah) maka sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

QS.60 : 6“ Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) Hari kemudian. Dan barangsiapa yang berpaling, maka sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Maha Kaya lagi terpuji.

QS. 64 : 6“ Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya telah datang kepada mereka Rasul-Rasul mereka (membawa) keterangan-keterangan lalu mereka berkata: “Apakah manusia yang akan memberi petunjuk kepada kami?” lalu mereka ingkar dan berpaling; dan Allah tidak memerlukan (mereka). Dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Jadi usaha merasakan kedamaian dengan ruhani yang hidup berarti ada keinginan memberikan kekuatan daya ingat seperti kita heran manusia saban hari menyisir rambutnya tetapi tidak ada menyisir otaknya. Oleh karena itu, hindari menjadi tawanan setan dan tegakkan kekuatan untuk menjaga keintiman dengan Allah.

Advertisements

Read Full Post »