Feeds:
Posts
Comments

Archive for April, 2012

KAKATA-KATA POSITIF MELAMBANGKAN KEKUATAN KEBERHASILAN

1. PENDAHULUAN

Ungkapan kata-kata positif merupakan hasil dari kekuatan pikiran yang tertuang dalam kehidupan karena pengaruh rasa percaya diri, harga diri, citra diri, sikap, perilaku, inteletualitas, memori dalam kesadaran, kecrdesan dan akal.

Dengan kebiasaan kekuatan pikiran tersebut mendorong sebagai daya kemauan yang kuat untuk mengungkapkan apa-apa yang terpikirkan sebelum terucapkan untuk melahirkan bahwa perkataan menjadikan kita manusia, dapat mengubah kehidupan, dapat melukai dan menyerang, datang dari hati dan akhirnya tebayangkan sebagai ungkapan pilihan.

Bertolak dari pikiran diatas berarti ada kebiasaan kedalam keinginan untuk diucapkan bahwa dengan mengungkapkan kata positif menguntungkan pada semua pihak yang mendengarnya sehingga menjadi fokus perhatian kedalam perkataan yang membahagiakan serta menyemarakkan kehidupan, dapat menjadi daya dorong untuk melahirkan kekuatan imajinasi, dapat menjadi pendorong dalam mewujudkan dan memuliakan hubungan, dapat mengungcapkan rasa hormat, ramah dan terima kasih, dapat juga menjadi pembuat orang tertawa dan gembira.

Dengan membayangkan bahwa sesuatu ungkapan kata-kata positif dapat membuat hasil imajinasi menjadi suatu keajaiban yang mampu memberikan daya dorong kedalam pikiran untuk mengungkapkan perkataan penuh kasih sayang kedalam keluarga yang kokoh, dapat menuntun menjadi suatu kekuatan pembelajaran, dapat juga menjadi daya dorong untuk meningkatkan semangat dan hasil kerja, dapat pula meningkatkan kinerja dan kebahagian dalam berolahraga.

Akhirnya kita dapat membayangkan sesuatu ungkapan kata positif dari perjalanan hidup abadi untuk mengungkapkan dalam tulisan yang memberi makna menjadi harta yang abadi dan mendorong orang menjalani hidup dengan penuh ketawakalan.

Dengan belajar dan mendalami ungkapan kata-kata yang positif menjadi kekuatan membangun daya ingat kita dalam memanfaat unsur jiwa sebagai alat pikiran dengan kekuatan kesadran, kecerdasan dan akal untuk menuntun kesiapan dalam mengungkapkan kata-kata postif yang bermakna.

2. ASAL DAN PNGARUH  KATA-KATA  DALAM PIKIRAN

Perkataan datang dari hati :

Berbicara menunjukkan sikap manusia yang terkait dengan peran seseorang mengucapkan kata-kata yang mengomunikasikan suara hatinya kepada orang lain, maka Perkataan datang dari Hati berati dari situ manusia mengungkit pikirannya untuk berpikir.

Jadi dengan kata-kata yang digerakkan oleh keinginan hidup anda yang dibentuk oleh pikiran anda sendiri, maka disitu bermula perkataan datang dari hati untuk memulai berbicara dalam mengungkapkan kebiasaan kekuatan pikiran anda yang berarti anda berpikir. Dengan begitu setiap kita mengucapkan perkataan terkait dalam hidup ini dimulai dengan kita mengungkapkan tentang siapa diri kita.

Sejalan dengan apa-apa yang kita ungkapkan dengan kata-kata dalam pikiran yang tersimpan dalam hati atau pikiran yang juga kita berpikir dengan memanfaatkan otak dan hati merupakan sumber dari kata-kata kita memang memiliki sesuatu yang baik di dalamnya. Yang menjadi persoalan „dapatkah kita mengendalikan apa yang masuk ?“ . Oleh karena itu lahirlah perkataan datang dari hati dari hasil pikiran untuk mengungkit kekuatan pikiran dalam hal-hal yang terkait, apa yang kita sebut dengan kata-kata dengan „Menyaring sampah“ artinya masukan sifatnya negatif harus dapat kita pisahkan.

Dengan pemikiran diatas, kita sampai pada perkataan datang dari hati untuk memanfaatkan kekuatan otak dan hati dalam berpikir dengan masukan yang psositif artinya kita kita hidup dalam lingkungan mausia haruslah membentuk suatu komunikasi untuk menyampaikan suara hati kepada orang lain dalam bingkai kekuatan berpikir positif.

Perkataan adalah Pilihan :

Mengungkapkan kata-kata secara sadar atau tidak saudar merupakan pilihan kata-kata, oleh karena itu ucapkan dengan hati-hati, maka berbagai pilihan dalam mengkomunikasikan suara hati yang bisa membuat dia merasa berpengharapan, bahagia, bersemangat, menakjubkan lucu, riang tapi dapat pula yang bersifat cemberut, masam, tertekan, sakit.

Oleh karena itu memberi salam adalah sebuah pilihan, sehingga tedapat tiga pilihan yang mempengaruhi kata-kata kita dalam mengucapkannya, apa yang kita sebut dengan nada saudara, bahasa tubuh dan sentuhan, sehingga terungkap dalam pikiran pilihan lain yang kita sebut dalam pikiran bahwa diam adalah emas. Dengan demikian diperlukan usaha-usaha mengembangkan kebiasaan untuk berpikir terlebih dahulu adalah langkah pertama menuju keterampilan verbal yang lebih baik.

Perkataan dapat mengubah Kehidupan :

Kehidupan kita dibentuk oleh pikiran kita, oleh karena itu mengungkapkan kata-kata yang bijaksana menggambarkan kekuatan mengubah emosi, menjadi daya dorong untuk membangkitkan cita-cita dan memberi arti perjalanan hidup abadi.

Oleh karena itu ingatkan dalam kebiasaan untuk memanfaatkan makna lidah dan pena dalam mengucapkan kata-kata yang memiliki kekuatan dan menjadi bermakna dalam kekuatan kebiasaan pikiran seperti halnya ungkapan kata-kata „ Perkataan penuh cinta dapat menyembuhkan dan membei rahmat“

Perkataan menjadikan kita Manusia :

Kata adalah sesuatu yang kita gunakan setiap hari dalam hidup kita untuk berhubungan dengan dunia dan dengan orang-orang di dalamnya. Kata adalah alat yang gunakan untuk memberi salam, memberikan informasi, meminta, menjawab, mengajar, membri dorongan, menenangkan, memuji, merayakan, berterima kasih, berdoa, tertawa dan berhubungan di dalam banyak cara yang positif.

Selain dari ungkapan kata-kata diatas, dapat pula bersifat kata-kata negatif, yang mendorong kesadaran untuk mengingatkan dalam kerusakan dan oleh karena itu lidah harus dapat kita kendalikan. Dengan pikiran itu maka dalam kita berusaha mengungkapkan kata menjadikan kita manusia yang mampu menempatkan kebiasaan berpikir dalam arti „ketaatan“ dan „positif“.

Perkataan yang dapat Merugikan :

Ungkapan kata-kata yang dapat merugikan yang bersifat menyerang atau melukai terucapkan oleh kita secara sadar dan tidak sadar. Oleh karena itu, ada ungkapan  seperti „berhati-hatilah dengan kata-kata“ adalah nasihat yang sepuluh kali lebih baik.

Jadi dengan mengungkapkan kata-kata secara sadar ditujukan untuk merugikan orang lain seperti berdusta, gosip, menyomong, sok tahu, pura-pura memuji, berteriak, memperolok dsb. Dan dapat secara tidak sadar terungkap kata-kata yang dapat merugikan orang lain seperti menyumpah, mengeluh, merajuk, keji dsb.

Yang paling penting kita belajar untuk menyadari perkataan yang dapat merugikan itu, sejauh mana kebiasaan pikiran dapat mengoreksi diri sendiri.  

3. PERKATAAN POSITIF DALAM BENTUK MENGUNTUNGKAN BAGI SEMUA PIHAK.

Kebiasaan kedalam keinginan untuk diucapkan bahwa dengan mengungkapkan kata positif menguntungkan pada semua pihak yang mendengarnya sehingga menjadi fokus perhatian kedalam:

Perkataan yang membahagiakan :

Terucapkan sepanjang anda memahami benar dengan mengungkapkn perkataan yang memberi kabar baik, maka disitu terletak makna kata yang membahagiakan seperti halnya ucapan kata bahwa saat ini bangun setiap hari adalah hari yang baik maka setiap napas yang kita hirup penuh dengan harapan akan satu hari yang lebih baik.  Dengan mengungkapkan pikiran diatas dapat menjadi daya dorong dalam usaha-usaka menyemarakkan kehidupan.

Melahirkan kekuatan imajinasi :

Dapat menjadi pendorong dalam kekuatan kebiasaan berpikir baru dalam usaha-usaha mewujudkan impian dengan membayangkan ungkapan perkataan yang dapat diucapkan seperti „kita telah mengalami betapa senang rasanya saat menerima pujian dan rasa terima kasih dari orang lain“.

Belajar dari ungkapan diatas mendorong kedalam pikiran untuk mewujudkan keinginan yang terdalam dalam rangka agar kekuatan imajinasi menjadi satu kekuatan untuk mencaritahu serta menunjukkan ketertarikan sebagai bagian yang dapat memberi dorongan dan atau menginspirasi orang lain, dengan demikian itulah ungkapan kata dalam memuji, menghormati dan membangun.

Mewujudkan dan memuliakan hubungan :

Sejalan dengan kemampuan mengungkapkan perkataan penuh kasih dalam usaha pencarian kebaikan akan melahirkan kebiasaan berpikir kedalam „Perhatian ; Penghargaan ; Bertanya ; Kasih sayang ; Meneguhkan“ mewujudkan kebiasaan dalam mengungkapkan perkataan penuh kasih yang berarti memperkokoh ersahabatan.

Sejalan dengan kebiasaan pikiran diatas akan memberi daya kemauan yang kuat untuk mengungkapkan perkataan penuh kasih berarti daya dorong kedalam usaha memuluhkan hubungan yang memberikan dampak kedalam perkataan penuh kasih menawarkan wujud kedalam penghiburan tidak saja dalam arti memulihkan hubungan semata.

Mengungcapkan rasa hormat, ramah dan terima kasih:

Kebiasaan dalam berpikir untuk mengucapkan rasa hormat, ramah dan terima kasih menggambarkan sikap yang baik dalam mengkomunikasikan suara hatinya dan oleh karena itu ungkapan seperti „orang yang menabur keramah-tamahan menuai makna persahabatan, dan oleh karena itu ingat kata ajaib seperti „tolonglah , terima kasih“

Oleh karena itu, unkapan perkataan seperti „ mulut yang baik, memperbanyak teman serta meredakan musuh dan bibir yang ramah memberikan salam yang hangat“. Dengan mungkapkan perkataan tersebut itu berarti kita mendorog terwujudnya perubahan dalam bersikap.

Membuat orang tertawa dan gembira :

Belajar dari dari pengalaman sejak kecil selalu terasa yang menyenangkan untuk tertawa dan setelah tingkat kedewasaan berpikir maka ada segungan bukti secara ilimiah yang menyarakan bahwa tawa baik untuk kesehatan.

Oleh karena itu kembangkan kebiasaan berpikir untuk berbagi hal-hal yang humor perlu kita tingkatkan menjadi manfaat pengobatan dengan tawa seperti yang terungkapkan dalam „tawa mengaktifkan dan menguatkan sistem kekebalan ; tawa menurunkan tekanan darah dan dapat menghindarkan terjadinya hipertensi“  dsb.

4. TEMPAT PERKATAAN MEMBUAT KEAJAIBAN  :

Tidak peduli dimana pun kita berada di kantor, di tempat ibadah, di pesta makani ruang rapat dan berbagai tempat lainnya, maka kata-kata akan diucapkan dan kata-kata itu mempengaruhi kita, dengan kebiasaan pikiran yang kuat terucapkan :

Perkataan kasih sayang menjadi keharmonisan dalam keluarga :

Keluarga yang kuat menekankan bahwa komunikasi yang baik tidak terjadi begitu saja, biasanya perlu waktu dan latihan, oleh karena itu maka cara bagaimana dapat memperkaya hidup berkeluarga, dalam hal ini terungkap dengan apa yang disebut dengan : 1) Berilah teladan bahasa yang anda ingin digunakan oleh kaeluarga anda ; 2) Biasakan untuk membacakan buku untuk anak anda ; 3) Lakukan percakapan yang penuh makna ; 4) Mengajukan pertanyaan yang baik ; 5) Rayakan hari di meja makan ; 6) Pergoki anak saat melakukan sesuatu yang benar ; 7) Koreksilah dengan lmbut ; 8) Gunakan dan ajarkan kata-kata ajaib ; 9) Tulislah pernyataan visi dan misi keluarga dalam hal berkata-kata di dalam rumah ; 10) Jadwalkan malam keluarga.

Perkataan lembah lembut mendorong pembelajaran :

Kebiasaan untuk mengungkapkan perkataan yang memenangkan semua pihak  seperti kita mengungkapkan “sekolah menjadi komunitas yang penuh perhatian di mana anak-anak merasa aman dan diperhatikan oleh para guru serta teman-teman sebaya mereka”

Bertolak dari pikiran tersebut, maka perkataan yang diucapkan adalah satu kekuatan karena tak ada celaan, mengandung kekuatan kata positif  berarti kata-kata memiliki kekuatan untuk mengubah sebuah kehidupan dalam cara yang positif tetapi sebaliknya dapat pula memiliki kekuatan untuk menghancurkan sebuah kehidupan.

Perkataan mningkatkan semangat dan kinerja :

Pekerja di motivasi dan bertahan lebih lama kaena mendapat pengakuan atas hasil kerjanya yang baik sebuah perasaan bahwa mereka dihargai dan dilibatkan dalam operasional perusahaan.

Oleh karena itu, apa yang ingin didengar karyawan dari pimpinan mereka adalah hal-hal yang berkaitan seperti 1) Membuat harapan-harapan mereka jelas ; 2) Menawarkan bantuan ; 3) Memanggil karyawan dengan nama depannya ; 4) Memberi dorongan, mengekspresikan keyakinan : 5) Mengkritik dengan halus, membangun dan secara pribai ; 6) Meminta asukan, pendapat, perssfektif, saran dan seterusnya.

Dengan demikian bahwa mengungkapkan perkataan mampu meningkatkan semangat dan kinerja dengan mengeluarkan yang terbaik seperti hal-hal yang tersebut dalam : 1) Mereka membiarkan para pekerja mengetahui bahwa mereka berharga ; 2) Mereka mengakui dan memuji karyawan ; 3) Mereka membantu karyawan untuk berkembang.

Perkataan mendorong performa dan jasmani :

Untuk memfokuskan diri pada suatu tujuan utama, oleh karena tu melakukan yang terbaik dalam upaya apa pun yang sedang dilakukan, oleh karena itu tentang pentingnya kata-kata dalam dunia olahraga seprti diungkapkan dengan kata-kata seperti 1) Kendalikan diri dan jangan gunakan bahasa kasar ; 2) Kepemimpinan adalah suatu kemampuan untuk membuat para individu bekerja sama demi kebaikan bersama dan hail-hasil yang terbaik sementara pada saat yang sama membiarkan mereka mengetahui bahwa merekalah yang melakkukannya ; ; 3) Carilah kesempatan untuk memberikan pujian yang tulus secara pribadi ; 4) Reaksi anda terhadap kemenangan atau kekalahan merupakan bagian penting bagaimana anda bermain.

Perhatikan ungkapan kata seperti pelatih yang baik akan membuat para pemainnya melihat apa yang dapat mereka capai ketimbang siapa mereka. Jadi Dengan pelatihan yang baik dapat didifinisikan sebagai pengembangan karakter, kepribadian dan kebiasaan para pemain, plus pengajaran fundamental dan permainan tim.

5. PENUTUP

Apa-apa yang telah kita ungkapkan, bahwa kata-kata positif melambangkan kekuatan keberhasilan terbayangkan oleh kita itu ingatlah sesuatu ungkapan kata positif dari perjalanan hidup abadi untuk mengungkapkan dalam tulisan yang memberi makna menjadi harta yang abadi dan mendorong orang menjalani hidup dengan penuh ketawakalan.

Dengan belajar dan mendalami ungkapan kata-kata yang positif menjadi kekuatan membangun daya ingat kita dalam memanfaat unsur jiwa sebagai alat pikiran dengan kekuatan kesadran, kecerdasan dan akal untuk menuntun kesiapan dalam mengungkapkan kata-kata postif yang bermakna sehingga kita dapat membuatnya menjadi sesuatu untuk mengskspresikan diri kita secara harmonis, riang, tepat dan penuh kasih. Lebih lanjut kita ungkapkan sebagai berikut :

Perkataan merupakan harta yang abadi :

Apa yang hendak kita katakan disini bahwa perkataan merupakan harta yang abadi dalam bayang-bangan pikiran yang kita tuangkan dalam tulisan sehingga kata-kata dalam tulisan dapat mengubah kehidupan bahkan memulai suatu karier.

Jadi dorongan anda untuk melakukannya agar mendapatkan dampak tersebesar, lakukan dengan tulisan dan berikan tulisan itu kepada seseorang yang mengtahui bahwa anda tidak mengharapkan balasan apapun darinya, maka sejalan dengan pikiran tersebut terdapat sepuluh kesempatan untuk memberikan pesan tertulis dengan ungkapan : 1) Ucapan terimakasih ; 2) Pernyataan simpati ; 3) Pesan sedang memikirkan kamu ; 4) Ucapan selamat ; 5) Ucapan permintaan maaf ; 6) Pesan-pesan di tempat kerja ; 7) Ucapan semoga semuanya lancar ; 8) Menyelesaikan konflik ; 9) Empati dalam masa-masa sulit ; 10) mengingatkan cinta dan persahabatan.

Sejalan denga pikiran diatas, maka ingatlah bahwa dalam ungkapan kata-kata sebagai pesan pribadi yang efektif dapat diutarakan kedalam apa yang disebut dengan 1) Setulus hati ; 2) Singkat ; 3) Spesifik ; 4) Spontan.

Dengan memperhatikan hal-hal yang diutarakan diatas, maka bayangan akhir dari ungkapan kata-kata harus dapat mewujudkan dengan apa yang disebut „Ketika pesan pribadi menjadi harta“, sehingga kita semua memiliki kekuatan untuk menjadi seseorang bila kita meluangkan waktu untuk menulis sebuah pesan yang mengekspresikan cinta atau penghargaan kita.

Perkataan positif hanya kepada yang masih hidup :

Jangan simpan perkataan punuh cinta anda bagi teman sejawat anda hingga mereka tiada, oleh karena itu bayangkan dalam pikiran anda bahwa “jangan tunggu sampai mereka tiada untuk mengekspesikan perasaan anda.

Oleh karena itu, cobalah anda renungkan sebagai pelajaran dari upacara pemakaman, maka disitu terasa terasa ada kerinduan atas teman sejawat anda yang tiada, maka ingatlah saat terakhir sebagai pelajaran dari apa-apa yang terungkap dalam ungkapan seperti 1) Apakah cerita tentang upacara pemakaman ini memberikan sesuatu ? ; 2) Apakah kita harus menunggu seseorang meninggal dulu untuk mngatakan sesuatu yang baik ? ; dsb.   

 

 

Advertisements

Read Full Post »

 BUKU PANDUAN BUDAYA ORGANISASI YANG KUAT DAN SEHAT

BAGI AKTIVIS – ANGGOTA LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT

 GERAKAN MASYARAKAT BAWAH INDONESIA

 A. MAKNA LOGO LSM G.M.B.I

 

 


 

 

 

 

 

 

 

1. Lambang organisasi mewujudkan pencerminan dari :

  1. Lambang benbentuk bulat mencerminkan perjuangan yang terus menerus tiada henti.
  1. Panah yang lurus mencerminkan tekad yang kuat dan kokok dalam pendirian
  1. Jumlah panah mencerminkan 1. Tekad untuk berjuang dan mengabdi kepada bangsa dan negara. 2. tekad untuk menjaga, menjalin kesatuan dan dan keutughan bangsa. 3. Tekad untuk selalu mementingkan bangsa dan negara diatas semua kepentingan.

2. Warna lambang mewujudkan percerminan dari :

  1. Warna hitam dalam bendera mencerminkan nuansa religius.
  1. Warna putih mencerminkan niat yang ikhlas dan suci dalam melaksanakan perjuangan
  1. Warna hijau mencerminkan kejujuran dalam menuangkan tulisan.
  1. Warnah merah mencerminkan keberanian dalam bertindak
  1. Warna biru mencerminkan kesetiaan, loyalitas bersama rakyat.

3. Tiga pegangan buat aktivis dan atau anggota GMBI

  1. Bahagia dan sa’adah hanya akan dirasakan oleh orang yang membela KEYAKINAN, KEBENARAN, DAN KEADILAN.
  1. Kemenangan dan kejayaan hakiki akan diberikan kepada para pejuang yang RELA BERKORBAN, KUAT MENAHAN PENDERITAAN dan KEPAPAAN.
  1. Tegaklah dengan KEYAKINAN dan PERJUANGAN KARENA makna hidup dan GUNA HIDUP terletak pada KEYAKINAN dan PERJUANGAN.

B. MOTO PERJUANGAN LSM GMBI

Menciptakan kader anak bangsa BERMORAL, PINTAR, SOLID dan BERANI

 C. GMBI. SEBUAH SIMBOL PERUBAHAN

(G)elorakan kekuatan (E)mosional positif (R)akyat yang ber (A)gama sebagai (K)ekuatan dari (A)nak (N)egara.

(M)anuia sebagai makhluk allah memiliki (A)mbisi mewujudkan ke (S)ejahteraan untuk mendorong kedalam ke (Y)akinan sejalan dengan kekuatan (A)qidah yang dianut sebagai (K)arekter dalam menjalankan (A)manah berdasarkan kehendah (T)uhan yang maha esa.

(B)asis kekuatan (A)nggota sebagai (W)arga  (A)nak bangsa indonesia untuk (H)idup ditanah air sendiri

(I)ntergritas sebagai kekuatan (N)asionalisme membangun (D)emokrasi yang sejalan dengan (O)rang berdasarkan (N)aluri, (E)mosi dan (S)osial berlandaskan kekuatan (I)nteletual  dan ber (A)dab

Bila 31 HURUF GMBI  disatukan kedalam kalimat yang bermakna, maka menjadi kebiasan dalam bersikap dan berperilaku dalam mewujudkan mimpi bersama kedalam TIM KERJASAMA menjadi :

(G)ELORAKAN kekuatan (E)mosional positif (R)akyat yang ber (A)gama sebagai (K)ekuatan dari (A)nak (N)egara indonesia selaku (M)ANUSIA sebagai makhluk allah memiliki (A)mbisi mewujudkan ke (S)ejahteraan untuk mendorong kedalam ke (Y)akinan sejalan dengan kekuatan (A)qidah yang dianut sebagai (K)arekter dalam menjalankan (A)manah berdasarkan kehendah (T)uhan yang maha esa kedalam (B)ASIS kekuatan sebagai (A)nggota  (W)arga (A)nak bangsa indonesia untuk  (H)idup ditanah air sendiri kedalam prinsip (I)NTERGRITAS sebagai kekuatan (N)asionalisme membangun (D)emokrasi yang sejalan dengan (O)rang berdasarkan (N)aluri, (E)mosi dan (S)osial berlandaskan kekuatan (I)inteletual  dan ber (A)dab

D. IKRAR JANJI AKTIVIS – ANGGOTA LSM G.M.B.I.

1. Kami,  Keluarga Besar GMBI (GERAKAN MASYARAKAT BAWAH INDONESIA) adalah sebagai Manusia yang bergabun dalam kumpulan atau disebut organisasi LSM yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2. Kami, keluarga besar GMBI (GERAKAN MSYARAKAT BAWAH INDONESIA) siap bela BELA NEGARA sebagai perwujudan Anak Bangsa yang berdaulat, bermatabat dan merdeka demi terwjudnya NKRI (NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA) SEBAGAI HARGA MATI.

3. Kami, Keluarga Besar GMBI (GERAKAN MASYARAKAT BAWAH INDONESIA) Menyatakan Sikap dan BERKOMITMEN bahwa PANCASILA  adalah falsafah Berbangsa dan Bernegara sebagai Kpribadian  yang Berdaulat, Bermatabat, Adil serta menjunjung Keaneka Ragaman sesuai BHINEKA TUNGGAL IKA . Berbeda-beda tapi satu.

4. Kami Keluarga besar GMBI (GERAKAN MASYARAKAT BAWAH INIDONESIA) Akan Taat, Patuh, Loyal,  terhadap Lembaga  tertinggi GMBI  sebagai pendiri dan GMBI keseluruhan sebagai wujud mengembangkan sayap : MENGEDEPANKAN PERJUANGAN MENGANGKAT HARKAT  DAN MARTABAT MASYAAKAT BWAH KHUSUSNYA  UMUMNYA MASYARAKAT INDONESIA MENUJU SEJAHTERA ATAS DASAR KEKELUARGAAN GOTONG ROYONG YANG DILANDASI AMANAH, AMALIAH DAN ISTIQOMAH serta siap dengan dengan segala resiko melaksanakan AMAR MA’RUF NAHI MUNGKAR (tegakkan kebenaran dan berantas kedholiman / kejahatan / penindasan.

5. Kami keluarga Besar GMBI 9GERAKAN MASYARAKAT BAWAH INIDONESIA) Akan tunduk serta patuh kepada aturan  Anggaran Dasar dan Rumag Tangga, Program Umum , Peraturan Organisasi, Kpuusan Lembaga Tertinggi, Peraturan Perundang-undangan yang berlaku, juga tetap SETIA BELA PANCASILA, SETIA PADA PEMBUKAAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945 mengutamakan KERJA KERAS, JUJUR DAN BERTANGGUNG JAWAB DALAM MELAKSANAKAN PEMBAHARUAN DAN PEMBANGUNAN UNTUK MELETAKKAN PERAN SERTA MASYARAKAT DI NKRI sebagai BELA NEGARA.

E. GMBI SIMBOL BUDAYA ORGANISASI

1. GMBI yang terdiri empat huruf sebagai simbol budaya organisasi menjadi huruf yang bermakna sebagai suatu kata pendorong dalam bersikap dan berperilaku bagi Aktivis dan Anggota LSM GERAKAN MASYARAKAT BAWAH INDONESIA bahwa :

GERAKAN mengandung arti suatu gerakan melaksanakan perubahan dari pola pikir lama ke pola pikir baru dalam memecahkan kesenjangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

MANUSIA mengandung arti sebagai khalifah di bumi berusaha terus menerus membangun kekuatan pikiran dalam KETAATAN dalam hubungan dengan Allah Swt dan berpikir positif dalam hubungan dengan manusia lainnya.

BAWAH  mengandung arti basis   kekuatan sebagai anggota  warga anak bangsa indonesia untuk  hidup ditanah air sendiri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

INDONESIA mengandung arti intergritas sebagai kekuatan dalam nasionalisme membangun demokrasi yang sejalan dengan orang berdasarkan naluri, emosi dan sosial berlandaskan kekuatan intelektual  dan beradab.

BUDAYA LSM GMBI adalah wujud sikap dan perilaku sebagai Manusia Indonesia Seutuhnya dalam kemampuan memanfaatkan kesadaran, kecerdasan dan akal kedalam usaha mengaktualisasikan  makna Budaya Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia sebagai pedoman yang harus dianut selaku Aktivis – Anggota

2. VISI, MISI, TUJUAN, STRATEGI DALAM BUDAYA LSM GMBI

Kesamaan VISI DALAM SIKAP dan MISI DALAM PERILAKU dalam BUDAYA LSM GMBI dengan tuntunan NILAI, NORMA, WEWENANG, dan GANJAR secara jelas dirumuskan.

Oleh karena itu Visi Dalam Sikap menggambarkan persfektif perjalanan hidup yang abadi dan Misi Dalam Perilaku menggambarkan jembatan sebagai sarana dalam perjalanan hidup jangka panjang.

VISI BUDAYA LSM GMBI DALAM BERSIKAP adalah membangun CITRA Aktivis – Anggota dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan BUDAYA kerja sama kedalam dan keluar dengan ARAH menuntun sikap kedalam kekuatan berpikir ketaatan dan berpikir positip dengan TUJUAN melaksanakan gerakan masyarakat bawah indonesia secara produktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

MISI BUDAYA LSM GMBI DALAM BERPERILAKU adalah kebiasaan untuk MEMPERHATIKAN kehangatan dalam mengkomunikasikan suara hati dengan memberikan BIMBINGAN atas kepercayaan dan keyakinan kedalam kekuatan antisipatif berdasarkan ANALITIS dalam kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan tantangan terhadap gejala menjadi masalah yang dihadapi secara EKPRESIF dengan spontan, bersemangat, berpikir metodis (otak dn hati) dan non-metodis (hati)

 TUJUAN BUDAYA LSM GMBI adalah melaksanakan secara konsisten, berkesinambungan dan terbuka dalam mewujudkan visi dan misi GMBI.

STRATEGI BUDAYA LSM GMBI adalah menggerakkan sosialisasi secara konsisten, berkesinambungan dalam melaksanan pengawasan dan pengendalian atas IKRAR JANJI Aktivis – Anggota  LSM GMBI.

 3. NILAI, NORMA, WEWENANG DAN GANJAR DALAM  BUDAYA LSM GMBI :

3.1. NILAI DALAM BUDAYA LSM GMBI :

Nilai dalam budaya LSM GMBI memberikan suatu pernyaatan yang menggambarkan apa yang lebih penting atau kurang penting ; apa yang lebih baik atau kurang baik ; apa yang lebih benar atau yang kurang benar dalam menuntun sikap dan perilaku yang digerakkan oleh kekuatan pikiran.

Oleh karena itu, kita mengenal Nilai utama yang berpijak kepada apa yang telah digariskan dalam nilai-nilai PANCASILA sebagai gambaran nilai STATIS yang digerakkan oleh pikiran KESADARAN kedalam hati yang mencakup :

KETUHANAN YANG MAHA ESA

  • Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaan dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  • Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan Agama dan Kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  • Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama anatara pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  • Membina kerukunan hidup di antara sesame umat beragama dan berkepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  • Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha esa  adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa yang dipercaya dan diyakininya.
  • Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan  menjalankan ibadah  sesuai dengan agama dan keercayaan masing-masing.
  • Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB

  • Mengakui memperlakukan manusia ssuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
  • Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia , tanpa membeda-bedakan suku, keurunan, agama, kepercayaan , jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
  • Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
  • Mengembangkan sikap tenggang rasa dan tepa selira.
  • Mengembangkan sika tidak semena-mena  terhadap orang lain.
  • Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
  • Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  • Berani membela kebenaran dan keadilan.
  • Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh ummat manusia.
  • Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjsama dengan bangsa lain.

PERSATUAN INDONESIA

  • Mampu menempatkan  persatuan, kesatuan serta kepentingan dan keselamatan bangsa  dan Negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan.
  • Sanggub dan rela berkorban untuk kepentingan Negara dan bangsa apabila diperlukan.
  • Mengembangkan rasa cinta tanah air dan bangsa.
  • Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
  • Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian dan keadilan sosial.
  • Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinika Tunggal Ika.
  • Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT

KEBIJAKSANAAN  DALAM PERMUSYAWARATA/PERWAKILAN

  • Sebagai warga Negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
  • Tidak boleh memksakan kehendak kepada orng lain.
  • Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  • Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
  • Menghormati dan menjunjung tinggi keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
  • Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
  • Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  • Musyawarah dilakukan dengan akal yang sehat dan ssuai denganhati nurani yang luhur.
  • Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan, mengutamakan pesatuan dan kesatuan dem kepentingan bersama.
  • Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan permusyawaratan.

KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA

  • Mengembangkan Perbuatan yang luhur,, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongan-royongan.
  • Mengembangkan sikap adil terhadap sesame.
  • Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  • Menghormati hak orang lain.
  • Suka memberikan pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
  • Tidak menggunakan hak milik usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
  • Tida menggunakan hak milk untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
  • Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bertentangan dengan atau merugikan kepentinga umum.
  • Suka bekerja keras.
  • Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemanusiaan da kesejahteraan bersama.
  • Suka melakukan kegiatan dalam angka mewujudkan kemajan yang merata dan keadilan soisial.

Selain Nilai utama, maka digariskan pula dalam nilai-nilai DAYA DORONG sebagai gambaran nilai DINAMIS yang digerakkan oleh pikiran KECERDASAN DAN AKAL  kedalam jiwa yang digerakkan oleh kepercayaan dan keyakinan mencakup :

KEYAKINAN :

Keyakinan yang benar (haqqul yaqin), tertuang dalam :

Surat Al Waaqi’ah, QS. 56 : 95 “Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar.

KEBENARAN:

Kebenaran itu bersumber dari Allah :

Surat Al Baqarah, QS. 2 : 147“ Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.

Surat Ali’Imran QS. 3 : 60“ (Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.

Surat Yunus QS. 10 : 94“ Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.

Surat Al Qashash QS. 28 : 75“ Dan Kami datangkan dari tiap-tiap umat seorang saksi, lalu Kami berkata “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu”, maka tahulah mereka bahwasanya yang hak itu kepunyaan Allah dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulunya mereka ada-adakan.

KEADILAN :

Perintah bertindak adil :

Surat An Nisaa’ QS. 4 : 135” Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjaan.

Surat Al Maa-idah QS. 5 : 8” Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 Surat Al An’aam QS. 6 : 152“ Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfa`at, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil kendatipun dia adalah kerabat (mu), dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat,

Surat Al A’Raaf QS. 7 : 29” Katakanlah: “Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan”. Dan (katakanlah): “Luruskanlah muka (diri) mu di setiap shalat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan keta`atanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu akan kembali kepadaNya)”.

Surat An Nahl QS. 16 : 90” Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.

Pelaku keadilan  dicintai Allah :

Surat Al Mumtahanah QS. 60 : 8” Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

RELA BERKORBAN :

Mengorban diri untuk mencapai ridla Allah :

Surat Al Baqarah QS. 2 : 207” Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.

KUAT MENAHAN PENDERITAAN DAN KEPAPAAN

Sabar dalam penderitaan :

Surat Al Baqarah QS. 2 : 177” Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

Surat At Taubah QS. 9 : 128“ Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu’min.

BERMORAL:

Dasar-dasar akhlak:

Surat AlA’raaf QS. 7 : 199“ Jadilah engkau pema`af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma`ruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh.

,200“ Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.,

201“ Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.

Surat Al Baqarah QS. 2 : 109“ Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma`afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Surat Ali „Imran QS. 3 : 14“ Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

Surat An Nisaa’ QS. 4 : 149“ Jika kamu menyatakan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pema`af lagi Maha Kuasa.

Surat Al Maa-idah QS. 5 : 13“ (Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Akhlak Nabi Muhammas saw :

Surat Ali ‚Imran QS. 3 : 159” Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma`afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

PINTAR :

Surat Yunus QS. 10 : 79“ Fir`aun berkata (kepada pemuka kaumnya): “Datangkanlah kepadaku semua ahli-ahli sihir yang pandai!”

Surat Yusuf QS. 12 : 36“ Dan bersama dengan dia masuk pula kedalam penjara dua orang pemuda. Berkatalah salah seorang di antara keduanya: “Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku memeras anggur.” Dan yang lainnya berkata: “Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku membawa roti di atas kepalaku, sebahagiannya dimakan burung.” Berikanlah kepada kami ta`birnya; sesungguhnya kami memandang kamu termasuk orang-orang yang pandai (mena`birkan mimpi).,

45“ Dan berkatalah orang yang selamat di antara mereka berdua dan teringat (kepada Yusuf) sesudah beberapa waktu lamanya: “Aku akan memberitakan kepadamu tentang (orang yang pandai) menta`birkan mimpi itu, maka utuslah aku (kepadanya).”,

 55“ Berkata Yusuf: “Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan.”

SOLID – kuat , kukuh, berbobot – padat, berisi :

Surat Al Kahfi QS. 18  : 34“ dan dia mempunyai kekayaan besar, maka ia berkata kepada kawannya (yang mu’min) ketika ia bercakap-cakap dengan dia: “Hartaku lebih banyak dari pada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat”.

Surat An Naml QS. 27 : 39“ Berkata `Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya”.

Surat Al Qashash QS. 28 : 26“ Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: “Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya”.

Surat ArRuum QS. 30 : 9“ Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang yang sebelum mereka? Orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan.

Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri“.

Kekuatan:

Surat Al Baqarah  QS. 2 : 11“ Dan bila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.”,

65“ Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera yang hina”.

Surat Al An’aam QS. 6 : 19“ Katakanlah: “Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?” Katakanlah: “Allah. Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan Al Qur’an ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al Qur’an (kepadanya). Apakah sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan yang lain di samping Allah?” Katakanlah: “Aku tidak mengakui”. Katakanlah: “Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)”.

Kebenaran bakal dikokohkan Allah:

Surat Yunus QS. 10 : 82“ Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai (nya).

BERANI: 

Mempunyai hati yang mantap dan rasa percaya diri yang besar dalam menghadapi bahaya, kesulitan dsb

Hati yang diberi hidayah Surat At Taghaabun QS. 64 : 11“ Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Menyatukan kekuatan nilai utama yang digerakkan oleh KESADARAN dan nilai daya dorong yang digerakkan oleh KECERDASAN DAN AKAL yang bersumber dalam Al Qur’an kedalam kekuatan azas yang menyatukan sebagai pedoman cita-cita bersama yang digerakkan oleh pikiran  menjadi nilai-nilai yang mengikat.

Dengan kebiasaan memanfaatkan kekuatan pikiran dalam KESADARAN, KECERDASAN DAN AKAL   untuk memahami, menghayati dan mengamalkan makna nilai-nilai tersebut diatas kedalam LSM GMBI sebagai kekuatan untuk menjaga kehidupan aktivis dan anggota pribadi, dan komunitas dalam kerja, keluarga dalam pandangan yang benar serta dapat dipertanggung jawabkan yang sejalan dengan VISI dan MISI LSM GMBI.

3.2. NORMA DALAM BUDAYA LSM GMBI :

Bertolak dari jabaran nilai-nilai yang menjadi kekuatan menggerakkan pikiran kesadaran, kecerdasan dan akal, maka untuk mengikatnya diperlukan norma sebagai aturan atau kaidah yang dipakai sebagai tolak ukur penilaian pelaksanaan nilai kedalam sikap dan perilaku sebagai panduan, tatanan dan kendali.

Sejalan dengan itu diperlukan kaidah untuk mengatur hal-hal yang terkait dengan pelaksanaan peran dalam fungsi,, tugas, dan pekerjaan dengan kebiasaan yang produktif dalam kegiatan pada Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia.

3.3. WEWENANG DALAM BUDAYA LSM GMBI :

Bertolak dari ketentuan noma, maka dalam menjalankan dari setiap pemain peran harus mampu menuntun bahwa pelaksanaan atas wewenang haruslah sejalan dengan setiap keputusan yang diambil.

Jadi kemampuan untuk mengambil keputusan sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku. Wewenang adalah kekuasaan yang syah untuk melaksanakan peranan sesuai dengan jabatan.

Oleh karena itu, weweang haruslah dipandang dari poros cahaya artinya memanfaatkan wewenang kita dapat hidup dengan keyakinan, harapan dan cinta, sebaliknya juga dapat dilihat dari poros gelepan artinya kita dapat hidup dengan ketakutan, harapan dan ketamakan.

3.4. GANJAR DALAM BUDAYA LSM GMBI :

Ganjar dalam arti imbalan yang diberikan secara wajar dan adil baik bersifat finansial maupun no-finansial. Atau dengan kata lain ganjar adalah imbalan dalam bentuk penghargaan atas prestasi positif atau hukuman atas prestasi negatif.

3.5. BUDAYA LSM GMBI SEBAGAI PEDOMAN PERJALANAN  HIDUP DALAM

          BERSIKAP DAN BERPERILAKU

  • Menjadi pedoman sebagai aturan yang harus kita patuhi dan dijalankan sebagi komitmen yang datang dari diri sendiri untuk mewujudkan tujuan dalam hubungan dengan Allah dalam usaha mencari ridha Allah.
  • Dengan pedoman yang diformalkan dapat diterima oleh aktivitis dan anggota diharapkan dapat menuntun dalam menjalankan peran yang dibebankan dalam mewujudkan kehidupan yang baik dan bahagia.
  • Dengan pedoman itu pula mendorong kepada aktivis dan anggota untuk mampu membangun dalam mewujudkan masyarakat damai yang produktif.
  • Menjadi pedoman dalam merumuskan budaya kerja dalam berbangsa dan bernegara dalam mewujudkan adil, bahagia, makmur dan ampunan.
  • Menjadi pedoman akan arti penting untuk terus meningkatkan kompetensi dalam usaha untuk mewujudkan kewaspadaan yang sejalankan berpikir dalam dimensi masa depan yang beragam.
  • Menjadi pedoman bagi setiap pemimpin dalam organisasi untuk mendorong kompetensi mengkoordinasikan untuk bergerak secepat kilat.
  • Menjadi pedoman bagi aktivis dan anggota kedalam kesiapan menghadapi perubahan yang sejalan dengan wujud kekuatan adaptabilitas.
  • Menjadi pedoman bagi aktivis dan anggota untuk dapat  mampu menyelaraskan dengan visi dan misi LSM GMBI.
  • Menjadi pedoman bagi aktivis dan anggota untuk mendorong individu dan kelompok kedalam kekuatan mengembangkan inovasi.

F. BUDAYA LSM GMBI YANG KUAT DAN SEHAT

Bertolak dari kebersamaan dalam pola pikir bersikap dan berperilaku yang dituntun oleh Budaya LSM GMBI, untuk menggerakkan kebiasaan pikiran dalam mengelola hidup dengan energi mampu memberikan ruang gerak yang terkait dengan dimensi masa dapan yang penuh gejolak dan tantangan.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka mengelola organisasi LSM GMBI berbasiskan budaya dalam kondisi yang kuat dan sehat dengan :

1. MENDALAMI MAKNA MENGELOLA HIDUP DENGAN ENERGI

    SEBAGAI LANDASAN BERPIKIR MENCAKUP :

1.1.         Mengelola kebiasaan dalam menciptakan RASA AMAN artinya memberikan gambaran yang bersifat Terbuka hal-hal yang berkaitan dengan rasa aman, stabil, partisipatif, rasa memiliki, awas secara fisik, membantu, mapan VERSUS Tertutup hal-hal yang berkaitan dengan tidak aman, keras kepala, kaku, menolak perubahan, banyak tingkah, terisolasi, ekslusif.

Sejalan dengan pikiran 1.1. tersebut timbul pertanyaan kunci berupa

1) apa arti rasaaman bagi anda ? ;

2) Kapan anda merasa terlalu nyaman dalam hidup ; apa harga yang anda harus bayarkan untuk rasa nyaman yang berlebihan it ?

3) Bagaimana anda membantu orang lain untuk menemukan rasa aman batin

4) Nilai apakah yang menjadi keyakinan dasar hidup anda ? Apakah nilai-nilai itu nilai anda sendiri ?

5) Bagaimana anda menjaga kesehatan fisik ? Apakah yang telah anda lakkan telah memadai ?

6) Bagaimana „rasa takut ditolak“ menghambat anda ?

1.2.         Mengelola kebiasaan dalam membangkitkan GAIRAH artinga memberikan gambaran yang bersifat  Terbuka hal-hal yang berkaitan dengan kreatif, mandiri, petualang, akrab secara fisik dan emosi, dinamis dan berani mengambil resiko VERSUS Tertutup penghargaan diri rendah, frustrasi, terlalu memanjakan diri, kreativitas rendah, tidak berani ambil resiko.

Sejalan dengan pikiran 1.2. diatas timbul  pertanyaan kunci ini :

1) Apa yang membuat hidup anda bergairah ? ;

2) Emosi apa yang mudah dan tidak muda anda ungkapkan ? ;

3) Sejauh manda anda dapat hidup dengan ambibiguitas dan ketidakpastian ?

4) Bagaimana cara anda mengelola konflik secara sehat ? ;

5) Sejauh mana anda dapat menjalin hubungan yang sehat dengan orang lain

6) Apa tujuan hidup anda? Bagaimana anda menghayatinya ? ;

7) Bagaimana „ketakutan kehilangan kendali“ mempengaruhi hidup anda ?

1.3.         Mengelola kebiasaan dalam berbagi KEKUATAN atinya memberikan gambaran yang bersifat Terbuka hal-hal yang berkaitan dengan kuat, menentukan diri sendiri, antusias, tegas, otonom, percaya diri, bertujuan, asertif, membangkitkan semangat dan berani VERSUS Tertutup rendah diri, suka menyalahkan, merasa diri sebagai korban, tunduk, kasar takut, jengkel merasa malu dari bersalah, agresif dan tidak peka.

Sejalan dengan pikiran 1.3. diatas timbul  pertanyaan kunci ni :

1) Apa yang membuat anda yakin bahwa andalah yang menentukan takdir anda sendiri ? ;

2) Apakah anda membiarkan harapan orang lain mmemengaruhi hidup anda ? Jika ya, bagaimana caranya ? ;

3) Apa yang anda lakukan untuk mendapakan kekuatan anda dan kapan anda melepaskannya ?

4) Kapan anda measa nyaman berbagi kekuatan dan kapan tidak nyaman ?  Apakah anda melakukannya secara adil ? ;

5) Kapan terakhir kali anda berusaha melihat ke dalam diri ? ;

6) Bagaimana rasa takut ditolak menghambat anda ?

1.4.         Mengelola kebiasaan dalam cinta yang MENGINSPIRASI artinya memberikan gambaran yan bersifat Terbuka hal-hal yang berkaitan dengan berbelas kasih, memaafkan, berani mempercayai, bersyukur, rapuh, peduli menerima diri sendiri, bebas, memperlihatkan kesedihan, dukacita, kegembiraan dan kebahagian VERSUS Tetutup kesepian, suka menyendiri, menuupi kerapuhan, menyalahkan diri sendiri, dendam, memlikikelekatan, getir, cemburu, putus asa, memperlihatkan kebencian dan ketidakpercayaan.

Sejalan dengan pikiran 1.4 ini, maka timbul pertanyaan kunci yang mencakup :

1) Apa yan membuat anda bergembira ? ;

2) Kapan anda merasa pikira selaras dengan perasaan ? ;

3) Apakah anda cukup mengasihi diri sendiri dan orang lain ? Siapa yang pelu anda maafkan ? ;

4) Kapan anda merasa cinta menguasai hati anda ? ;

5) Berapa banyak waktu yang anda gunakan untuk memikirkan masa depan dan masa lalu ? ;

6) Apa yang anda syukuri saat ini ? ;

7) Bagaimana rasa „takut dikhianati“ menghambat perkembangan anda ?

1.5.         Mengelola kebiasaan dalam menyerukan KEBENARAN artinya memberikan gambaran yang bersifat Terbuka hal-hal yang berkaitan dengan jujur, autentik, terintergrasi, dapat mengungkapkan diri, dapat membaur, inovatif, dapat menyesuaikan diri, berkomitmen dan pendengar yang baik VERSUS Terbuka menahan diri, secara emosional tidak ekspresif, hati-hati, tidak jujur, ragu-ragu, sembrono, dangkal sulit berkomitman keyakinan pribadi tidak jeladdan sinis.

Sejalan dengan pikiran 1.5. ini, timbul  pertanyaan kunci ini :

1) Apa itu kebenaran ? ;

2) Kapan anda mengatakan apa yang anda benar-benar ingin katakan ? Apa akibatnya jika anda tidak mengatakannya ? ;

3) Rahasia apa yang membuat anda tidak bebas ? ;

4) Bagaimana kisah-kisah yang anda ceritakan menghambat perkembangan anda ? ;

5) Apa anda menyediakan cukup waktu untuk mendengarkan suara batin ? Apa yang terjadi jika mendengarkan suara batin ? ;

6) Bagaimana „rasa takut dipermalukan“ menghambat perkembangan anda ?

1.6.         Mengelola kebiasaan dalam mempercayai INTUISI artinya memberikan gambaran yang bersifat Terbuka hal-hal yang berkaitan dengan intuitif, imajinatif, bijak, visioner, dapat melihat masa depan, mampu memahami kebenaran yang tersembunyi, awas, mengalr cepat mengerti, nonlinier dan berpikiran terbuka VERSUS Terbuka hal-hal yang berkaitan dengan berpikiran sempit, daya penglihatan sempit, secara mental terpenjara, berpikr obsesif, selalu mengalami mimpi buruk, kaku, sulit mempercayai orang lain dan tidak logis.

Sejalan dengan pikiran 1.6. ini, timbul  pertanyaan kunci ini :

1) Apa yang terjadi jika anda mendengarkan intuisi ? Apa yang terjadi jika anda tidak mendengarkan intuisi ? ;

2) Bagaimana intuisi membantu proses belajar anda ? ;

3) Apa yang menghidupkan imajinasi anda ? ;

4) Sejauh mana anda teruka pada isyarat-isyarat yang dikirimkan tubuh ? ;

5) Kapan anda merasa sangat jelas dengan nglihatan pribadi anda ? ;

6) Apakah anda menjalani kehidupan impian anda ? ;

7) Bagaimana rasa takut “pengetahuan sejati” menhambat hidup anda

1.7.         Mengelola kebiasaan dalam menghormati MISTERI kehidupan

Artinya memberikan gambaran yang bersifat Terbuka dengan hal-hal yang berkaitan dengan sadar, tercerahkan, mistis, menginspirasi, rendah hati, dapat meramalkan, taat, terbebaskan dan hening VERSUS Terbuka hal-hal yang berkaitan dengan tanpa tujuan, terpisah, tersesat, menghakimi gelisah, tertekan, secara spritual acuh, putus asa dan tanpa harapan.

Sejalan dengan pikiran 1.7. ini, timbul pertanyaan kunci ini :

1) Apa yang membuat anda merasa damai ? ;

2) Kapan anda merasa sangat terhubung dengan kehidupan ? ;

3) Apa yang anda lakukan untuk membantu orang supaya lebih terhbung dengan sudut pandang universal ? ;

4) Kapan anda bersahabat dengan kematian ? ;

5) Apa artinya menghargai hidup bagi anda ? ;

6) Apakah anda percaya keajaiban ? Kapan anda mengalami keajaiban untuk pertama kalinya ?

7) Bagaimana kekuatan „rasa takut pada yang belum dikenal“ menghambat anda ?

2. MENGELOLA LSM GMBI BERBASISKAN BUDAYA

Mengelola organisasi LSM GMBI kedalam kekuatan beroperasi yang kuat dan sehat  berbasiskan budaya digerakkan oleh kebisaan pola pikir yang terarah dalam dua sudut pandang yang kita sebut dari sudut pandang dengan pola pikir poros cahaya artinya budaya menentapkan KEYAKINAN, HARAPAN dan CINTA sebagai satu kekuatan. Dan disisi lain dengan sudut pandang  dengan pola pikir poros kegelapan artinya diperlukan satu kekuatan melepaskan diri dari KETAKUTAN, HARAPAN dan KETAMAKAN yang dapat mempengaruhi dalam proses berpikir.

Oleh karena itu budaya menggariskan hal-hal kebiasaan berpikir dalam poros cahaya yang dapat menuntun kedalam bersikap dan berperilaku yang mencakup :

2.1. KEBIASAAN BERPIKIR DALAM KEWASPADAAN

Pertama, tingkatkan kemampuan untuk menyelidiki kedalam kebiasaan berpikir untuk melihat lapangan masa depan yang beragam. Oleh karena itu gerakkan kekuatan berpikir kedalam alternatif bahwa dari pengalaman bahwa :

1) Kecenderungan gagasan hanya berdaya guna 5 tahun dan daya gunanya akan semakin berkurang ;

2) Dengan memperhatikan spektrum masa depan memungkinkan orang melihat tentang kemungkinan kebutuhan perubahan bagi organisasi ;

3) Dengan melihat alternatif masa depan mempermudah mencari strategi perlindungan yang tepat kedalam a) apakah kebutuhan umum dapat dilihat di seluruh rentang masa depan ? ; b) seberapa tepat strategi dan struktur organisasi berbagai kemungkinan masa depan yang beragam.

Kedua,  tingkatkan kemampuan kedalam kebiasaan berpikir antisipatif untuk mlihat kejutan tidak terduga. Oleh karena itu gerakkan kekuatan berpikir kedalam analisis SWOT menganalisa hal-hal yang terkait dengan kekuatan, kelemahan disatu sisi dan peluang dan tantangan disisi lain.

Ketiga, tingkatkan kemampuan kedalam kebiasaan berpikir kearah menantang asumsi artinya perencanaan berbasiskan asumsi paling baik dijalankan ketika pembuat keputusan dapat membandingkan visi masa depan mereka terhadap dunia alternatif. Dunia alternatif ini hanya dimaksudkan untuk menambah kelogisan perubahan dari dunia dewasa ini menjadi sesuatu yang di dalamnya, asumsi yang mengandung kerawanan telah berubah.

Perencanaan berbasis  asumsi jauh lebih mudah daripada perencanaan strategis yang lebih formal. Yang diperlukan hanyalah komitmen untuk mempertanyakan asumsi yang mendukung rencana yang sudah ada.

Keempat, tingkat kemampuan kedalam kebiasaan berpikir mengurangi penyesalan artinya mulailah dengan kesehatan dan kekuatan organisasi lalu sesuaikan diri, sejalan dengan pikiran itu hindarilah hal-hal yang tidak diinginkan sehingga dapat menurangi kerawanan.

2.2. KEBIASAAN BERPIKIR DALAM KEGESITAN

Pertama, tingkatkan kemampuan kedalam kebiasaan berpikir untuk merekrut dalam dimensi masa depan yang beragam artinya merekrut bakat pada tingkat dasar organisasi saja tidaklah cukup. Oleh karena itu kembangkan pembelajaran pada semua tingkatan dalam organisasi seperti halnya dengan Militer.

Kedua, tingkatkan kemampuan kedalam kebiasaan berpikir untuk melatih kegesitan artinya belajar dari pengalaman masa lalu dalam kerangka untuk memikirkan dalam rangka mengurangi biaya pembelajaran sehingga diharapkan secara berkesinambungan untuk memupuk semangat bagi semua kelompok aktivis dan anggota.

Ketiga, tingkatkan kemampuan kedalam kebiasaan berpikir untuk menetapkan sasaran sedikit lebih tinggi dari yang mungkin dicapai artinya berdasarkan pengalaman dari hasil tolak ukur yang ada dari pengalaman sebelumnya dapat dicapai melebihi dari yang ditetapkan oleh karena itu diperlukan penyesuaian dari tolak ukur sebelumnya.

Keempat, tingkatkan kemampuan kedalam kebiasaan berpikir untuk memberikan wewenang dalam bertindak artinya penggunaan wewenang adalah soal kepercayaan, oleh karena itu perlu waspada sehubungan dengan menonjolnya ke-aku-an karena membesarnya wewenang.

Kelima, tingkatkan kemampuan kedalam kebiasaan berpikir untuk berpikir sederhana artinya menggerakkan sesuatu kekegiatan tidak selalu mengedepankan atas dasar penguasaan kompetensi yang disadari menjadi tidak disadari sebagai suatu kekuatan.

2.3. KEBIASAAN BERPIKIR DALAM ADAPTABILITAS

Pertama,  tingkatkan kemampuan kedalam kebiasaan berpikir untuk menciptakan kebebasan belajar artinya agar dapat menuntun sikap dan perilaku yang selalulu siap menghadapi tantangan dalam perubahan yang sejalan dalam usaha kita memahami belajar masa lalu dan belajar masa kini dalam memandang masa depan.

Kedua, tingkatkan kemampan kedalam kebiasaan berpikir untuk menciptakan kebebasan berimajinasi artinya dengan penguasaan pengetahuan dari pengalaman dan ilmu berdasarkan penguasaan beragam informasi untuk memberikan penguasaan dalam wawasan dalam usaha-usaha mendayagunakan berpikir dengan menghayati sebagai daya dorong.

Ketiga, tingkatkan kemampuan kedalam kebiasaan berpikir untuk menggabungkan keahlian  artinya dalam memanfaatkan otak dan hati dalam proses berpikir secara metodis kedalam kemampuan untuk menggerak analisis yang strategis.

Keempat,  tingkatkan kemampuan kedalam kebiasaan berpikir membuat tolak ukur menjadi tidak berfungsi artinya membiasakan mengukur dalam berbagai dimensi masa depan ; mengumpulkan isyarat yang tepat lalu menghubungkannya ; jangan mempertaruhkan semua ukuran anda ; buatlah tetap edrhana ; gunakan intuisi.

Kelima, tingkatkan kemampuan kedalam kebiasaan berpikir untuk menerima konsep perintah artinya pemahaman yang mendasarkan adanya unsur-unsur yang terkait dengan skala waktu yang menunjukkan persiapan dan kesiapan ; kesadaran faktor eksternal, kesadran situasi situasional ; kekuatan terstruktur yang sejalan dengan tugas yang dibebankan ; kemampuan intelijin ; rencana darurat.

2.4. KEBIASAAN BERPIKIR DALAM KESELARASAN  

Pertama, tingkatkan kemampuan dalam kebiasaan berpikir untuk  menumbuhkan hal yang benar dalam diri anda artinya yang sejalan dengan tuntutan fungsi, tugas, pekerjaan yang dibebankan dalam peran anda, maka disitu terletak tantangan dan peluang yang akan ada hadapi dengan memperhatikan kekuatan dan kelemahan pada diri anda.

Kedua, tingkatkan kemampuan dalam kebiasaan berpikir untuk memimpin dalam demensi masa depan artinya sejalan dengan daya kemuan yang kuat bahwa menumbukan hal yang benar juga berarti mempelajari hal yang benar, oleh karena itu ingatlah bahwa anda akan menghadapi kesulitan menyesuaikan diri denan masa depan jika mereka belajar cara mengulangi masa lalu.

Ketiga, tingkatkan kemampuan dalam kebiasaan berpikir untuk berkomunikasi melalui gambar artinya perintah dan pengendalian yang lebih baik juga melibatkan pemahaman tentang apa yang menjadi kebutuhan komandan bahwa sistem perintah dan pengendalian sebagai jaringan informasi yang mengumpulkan berbagai sumber, termasuk manusia, komputer, dukumen, ntlijin, kritkus, gambaran tentang musuh, serta intuisi dan pengalaman kolektif.

Keempat, tingkatkan kemampuan dalam kebiasaan berpikir untuk mengantisipasi musuh artinya mendorong organisasi untuk mengenal musuh mereka, mereka juga percaya bahwa organisasi sama sekali tidak boleh tergantung pada seorang pemimpin, mereka percaya pada pendelegasian sebahaian wewenang karena perang selalu dilaksanakan melalui petempuran yang dilakukan oleh pasukan.

Kelima, tingkatkan kemampuan dalam kebiasaan berpikir untuk menghindari hal-hal yang tidak relevan artinya organisasi yang kuat dan sehat berfokus pada semua aspek perencanaan aktivis dan anggota kerja dan mengabaikan hal-hal yang tidak relevan dalam perjalanan waktu. Mereka mengetahui bahwa basis bakat tidak mungkin digunakan jika mereka membeda-bedakan keahlian, berdasarkan ras, jenis kelamin, ketidakmampuan. Karena itu keselarasan menjadi mustahil jika organisasi berkonsentrasi pada masalah-masalah yang mutlak tidak mendukung kinerja yang sebenarnya.

G. PENUTUP

Kehidupan kita berorganisasi dalam LSM GERAKAN MASYARAKAT BAWAH INDONESIA diperlukan adanya tuntunan bersikap dan berperlaku dalam kebersamaan memperjuangkan mimpi VISI DAN MISI LSM GMBI menjadi satu kenyataan berdasarkan aturan formal yang kita setuju bersama dengan landasan wujud BUDAYA LSM GMBI YANG KUAT DAN SHAT.

Oleh karena itu, untuk mewujudkan mimpi yang telah digariskan dalam organisasi akan kita wujudkan dalam kenyataan atas dasar KERJA TIM dalam hidup ini, apa yang aktivis dan anggota fokuskan adalah apa yang akan aktivis dan anggota  lihat, maka disitulah pintu memasuki perjuangan.

Dengan pemikiran dalam kebiasan BUDAYA LSM GMBI YANG KUAT DAN SEHAT,  kita bersimpuh kehadapan Allah Swt menuju JALAN KESELAMATAN bahwa :

„Wahai manusia yang mengajak melakukan kebaikan sebagaimana kau amalkan. Wahai manusia yang umur selalu dihitung dengan tarikan nafas.

Jangan masa tuamu dari perbuatan nista yang akan mengotori dirimu. Sesungguhnya baju putih itu peka terkena kotoran.

Janganlah seperti binatu yang pekerjaannya mencuci pakaian orang lain. Sedangkan pakaiannya sendiri dibiarkan penuh kotoran dan najis.

Kau mengharapkan kesuksesan tapi enggan melangkahkan kaki ke jalan kesuksesan. Sesungguhnya perahu itu tidak bisa berlayar di atas daratan.

Keranda mayat yang akan kau tumpangi akan melupakan segala kenderaraa, yang pernah kau naiki seperti keledai dan kuda.

Pada hari kiamat nanti tidaklah berguna harta dan anak. Dan hipitan alam kubur akan melupan kenikmatan malam petama (malam pengantin) „

Sejalan dengan ungkapan JALAN KESELAMATAN, maka dengan budaya LSM BUDAYA GMBI yang kuat dan sehat untuk menuntun kedalam ETIKA BERMUAMALAH bahwa „Barang siapa yang bermuamalah dengan manusia tanpa menzaiminya, berbicara tanpa mendustainya, dan berjanji tanpa mengingkarinya, maka sempurnalah kehormatan dirinya.“

Jadi ingatlah bahwa aktivis dan anggota LSM GMBI dituntut dalam bersikap dan berperilaku sejalan dengan KEWAJIBAN TERHADAP NEGARA DAN AGAMA bahwa „Barang siapa yang tidak memenuhi kewajibannya terhadap negara dan agamanya karena takut letih atau mati, maka ia tidak berhak untuk hidup karena kematian pasti akan datang tetapi jiwa mulia tidak akan pernah mati“

Mengetuk dinding jiwa dalam aktivis dan anggota LSM GMBI berarti ada daya kemauan yang kuat dalam kebiasaan berpikir „MEMAHAMI DUNIA“, renungkan ungkapan bahwa „Alam ini lahihiriahnya berupa tipuan sementara batiniahnya berupa pelajaran. Diri (nafsu) melihat kepada lahiriahnya yang menipu, sementara kalbu melihat kepada batinnya yang menjadi pelajaran“, maka ingatlah selalu dalam memahami, menghayati dan mengamalkan makna „Jangan tertipu pada yang tampak : Tanggalkan kebanggaanmy pada kemuliaan duniawi ; Sempurnakan kesadaranmu agar engkau menemuka-Nya lebih dekat daripada apa pun ; Tinggalkan kebiasaanmu bergantung kepada makhluk, sebab akan membuatmu suntuk dan takluk“.

Aktivis dan anggota LSM GMBI dengan budaya yang kuat dan sehat akan mampu mengetuk dindang jiwa dengan kebiasaan berpikir dalam „Kebersihan ruhani, kelurusan aqidah, , kelembutan rasa, kekuatan kata, gejolak jiwa, ketegasan sikap dan ketajaman mat hati“, dengan demikian maka teman sejawat merupakan wajah manusia tanpa topeng kepalsuan dalam hidup ini untuk menumbuh kembangkan kebiasaan berpikir kedalam „Selalu waspada ; Selalu Bresyukur ; Sabar sebagai penolong“

 

 DAFTAR  ISI

KATA PENGANTAR

A. MAKNA LOGO LSM G.M.B.I.

1. Lambang organisasi mewujudkan pencerminan dari

2. Warna lambang mewujudkan pencerminan dari

3. Tiga pegangan buat aktivis dan anggota GMBI

B. MOTO PERJUANGAN LSM GMBI

C. GMBI SEBUAH SIMBOL PERUBAHAN

D. IKRAR JANJI AKRIVIS – ANGGOTA LSM GMBI

E. GMBI SIMBOL BUDAYA ORGANISASI

1. MAKNA HURUF GMBI MENJADI KATA BERMAKNA

2. VISI, MISI, TUJUAN, STRATEGI DALAM BUDAYA LSM GMBI

3. NILAI, NORMA, WEWENANG DAN GANJAR DALAM BUDAYA LSM GMBI

F. BUDAYA LSM GMBI YANG KUAT DAN SEHAT

G. P E N U T U P   


                                   KATA PENGANTAR

Astagfirulloh Hal adzim …………………….

Astagfirulloh Hal adzim …………………….

Astagfirulloh Hal adzim ………………………..

Bismillahirrohmanirrohim ………………………….

Assalamu’alaikm Wk. Wb. …………………………..

Salam sejahtera bagi kita semua ………………………

Jabat Erat

DPP LSM GMBI

Pertama-tama marilah kita bersyukur kehadirat Allah Swt, atas segala nikmat dan karunia-Nya yang telah dicurahkan dalam rangka kita memperingati ulang tahun LSM GMBI ke 10, tahun 2012.

Sejalan dengan usaha-usaha kita bersama untuk meningkatkan daya guna LSM GMBI memainkan peran dalam mewujudkan VISI dan MISI yang telah kita gariskan sebagai keputusan strategik, maka sikap dan perilaku aktivis dan anggota haruslah mengacu “Jangan katakan apa yang telah anda lakukan, tapi tunjukkan apa yang dapat anda lakukan”.

Oleh karena itu, Ya Tuhan, berilah aku KEDAMAIAN untuk menerima hal-hal yang tidak dapat kuubah, KEBERANIAN untuk mengubah hal-hal yang bisa kuubah, dan KEBIJAKSANAAN untuk mengetahui perbedaan keduanya .

Dengan kebersamaan bersikap dan berperilaku yang dituntun oleh budaya organisasi LSM GMBI yang kuat dan sehat, maka percakapan sulit jadi mudah, yang digerakkan oleh kebiasaan berpikir dalam hidup dengan energi untuk mewujudkan kebiasaan hidup dalam menciptakan RASA AMAN , membangkitkan GAIRAH , berbagi KEKUATAN, cinta yang MENGINSPIRASI , menyerukan KEBNARAN, mempercayai INTUISI, menghormati MISTERI kehidupan.

Saya mnganggap bahwa dengan budaya LSM GMBI yang kuat dan sehat, maka aktivis dan anggota LSM GMBI harus menjadi terdepan dimana sebagai Anak Bangsa yang siap berkorban, berjuang, membela kebenaran dan keadilan sebagai wujud kesiapan Anak Bangsa yang bergabung dalam wadah GMBI.       GMBI… GMBI…… GMBI….. … sampai mati.

Tak ada kata yang manis adalah PANCASILA adalah harga mati bagi GMBI dimana hal tentang penindasan, diskriminasi, bahaya laten KKN dan ECONOMIC HIT MAN, bisa dirontokkan serta dihancurkan apabila kita sebagai kluarga besar yang tergabung dalam wadah LSM GMBI menyatakan sikap tegas bahwa “PANCASILA sebagai komitmen HARGA DIRI SEBAGAI ANAK BANGSA YANG BERBUDAYA, BERMARTABAT, BERIMAN dan BERDAULAT dalam Perekat Persatuan dan Kesatuan.

RAKYAT ……. BERSATU ……….. tidak bisa dikalahkan

Satu kata, satu sikap, satu suara, satu tekad dan SATU KOMANDO

GMBI.   GMBI. GMBI. ……………………sampai mati.

Budaya Organisasi LSM GMBI yang kuat dan sehat akan terus meneriakkan REVOLUSI BERPIKIR sebagai satu kekuatan kebiasaan bahwa GERAKAN MASYARAKAT BAWAH INDONESIA sebuah simbol perubahan dengan menguraikan 31 huruf menjadi kata bermakna menjadi POLA PIKIR untuk menuntun dalam memahami kehidupan berbangsa dan bernegara dalam kelompok anak bangsa :

1. Orang yang mengerti dan mengerti bahwa ia mengerti.

Itulah orang  pandai, maka ikutilah dia.

2. Orang yang mengerti tapi tidak mengerti bahwa ia mengerti.

Itulah orang yang lalai, maka peringatkanlah ia.

3. Orang yang tidak mengerti dan ia mengeti bahwa ia tidak mengerti.

Itulah orang yang sadar diri, maka ajarilah ia

4. Orang yang tidak mengerti dan tida mengerti bahwa ia tidak mengerti.

Itulah orang yang bodh, maka tinggalkanlah ia.

Dengan budaya yang kuat dan sehat memberikan daya dorong kedalam pola pikir sebagai satu kekuatan dalam perkembangan dari sifat ketergantungan, perlawanan, kemandirian dan keterikatan untuk mendorong kedalam kebiasaan pikiran kedalam KETEGARAN, KEKUATAN, KETEGASAN dalam kebersamaan bersikap dan berperilaku.

Dengan budaya yang kuat dan sehat memberikan daya dorong kedalam pola pikir yang mengintergrasikan tingkat keberadaan manusia dalam kesiapan untuk mendukung perubahan kesadaran dalam kebersamaan bersikap dan berperilaku yang terkait dalam kekuatan dimensi:

MENTAL terkait dengan pikiran kita adalah tempat pikiran, asumsi, keyakinan, sikap, nilai dan pendapat kita.

ROH AGUNG terkait dengan pikiran kita adalah kekuatan tidak tampak mata yang memberikan vitalitas hidup.

EMOSI terkait dengan pikiran kita adalah merupakan faktor mendasar untuk menjadi manusia yang manusiawi.

FISIK terkait dengan pikiran kita adalah kita hidup di dunia yang sangat menghargai tindakan fisik dan aspek kerja.

Dengan budaya yang kuat dan sehat, AKTIVIS DAN ANGGOTA LSM GMBI yang merasakan melakukan perubahan dalam pola pikir harus mampu menghadapi kritik terbuka atas tindakan yang sepihak tanpa partsipatip.

RAPATKAN BARISAN SATUKAN PANDANGAN

TEGAKKAN HUKUM WALAUPUN LANGIT AKAN RUNTUH.

SAMBUTLAH SALAM FAJAR MENYINSING :

Hari ini hidup, Justru menentukan, Kehidupan kiata …………………

Dalam kelangsungan hidup yang pendek itu .. Tercakup semua kegiatan ..

Dan kebahagian dari pada wujud hidup anda ………….

Kebahagian pertumbuhan .. Kegemilangan keindahan ..Keagungan tindakan

Kemarin hanya suatu impian .. Besok suatu pandangan ….

Tetapi hari ini…Bila hidup baik …Akan membuat tiap hari …

Kemarin suatu impian kebahagian .. ………

Karenanya manfaatkanlah sebaik-baiknya hari ini ………………

JABAT ERAT, BANDUNG MARET 2012

DEWAN PIMPINAN PUSAT

LSM GERAKAN MASYARAKAT BAWAH INDONESIA

TTD

MOHAMAD FAUZAN RACHMAN. SE

KETUA UMUM

 

 

Read Full Post »