Feeds:
Posts
Comments

Archive for October, 2013

 

KEPEMIMPINAN MASA DEPAN DALAM BERBANGSA DAN BERNEGARA

Sebagai suatu model, tulisan ini menjadi bahan pemikiran untuk kita sosialisasikan dalam persiapan pemilihan legislatife dan pemilihan Presiden RI tahun 2014. Jadi ini akan menekankan suatu pembahasan yang berkaitan dengan model kepemimpinan masa depan yang bagaimana hendak dirumuskan sebagai acuan untuk menetapkan seseorang dapat menjalankan peran-peran kepemimpinan puncak yang ditugaskan kepadanya dalam suatu organisasi yang memimpin bangsa dan negara termasuk unit-unit kerja yang ada didalamnya artinya tulisan bukan hanya menekankan kepada kepemimpinan nasional.

Kita menyadari sepenuhnya “kepemimpinan masa lampau” dalam menjalan-kan peran yang dibebankan kepadanya dalam praktek dan kenyataan ditan-dai oleh kepribadian yang menguasai sikap dan perilaku mengenai :

• Materialistik dalam kehidupan.

• Kiblat kepada atasannya

• Kesadaran indrawi yang menonjol

Ketiga hal tersebut sangat dominan mempengaruhi gaya kepemimpinannya sehingga dengan sangat mudah model kehidupannya menjadi keteladanan bagi bawahannya dan atau orang lain disekelilingnya, atau untuk menumbuh kembangkan kepentingan pihak ketiga yang sedang bermain.

Yang menjadi pertanyaan kita sekarang, apakah gaya kepemimpinan terse-but akan kita pertahankan, dikembangkan atau dibiarkan secara alamiah versus dihancurkan demi mencari model yang sesuai dengan kebutuhan dalam pembaharuan yang sangat dibutuhkan untuk membangun bangsa dan negara masa depan.

Jawabannya dipermukaan wajah, tak ada satupun orang mengatakan tidak berkeinginan tapi tak seorangpun juga mengetahui dibalik jiwanya, hanya sang pencipta mengetahuinua, oleh karena itu hanyalah dengan keyakinan kita serahkan kepada masing-masing yang ingin berubah untuuk menyesuai-kan sesuai dengan tuntutan perubahan itu sendiri.

Berdsarkan pemikiran diatas kita sampai pada satu pemikiran untuk merumuskan “Kepemimpinan Masa Depan” dengan berpegang kepada prinsip-prinsip yang mungkin dapat dipergunakan sebagai landasan berpijak dan penuntun yang kita sebut dengan :

A, Prinsip-prinsip yang berkaitan dengan tingkat keterampilan yang sejalan

dengan pengalaman yang dimiliki, yang mencakup :

1. Kolaborasi (bersedia ; mungkin ; tidak )

2. Komitmen (berkemauan ; kurang ; tidak)

3. Komunikasi berkemampuan ; kurang ; tidak)

4. Kreativitas individu (memiliki, kurang ; tidak)

5. Kreativitas dalam kelompok (memiliki ; kurang ; tidak)

6. Inovasi kedalam organisasi (memiliki ; kurang tidak )

7. Analisa masa depan (berkemampuan ; kurang ; tidak

8. Merespon menjadi antisifatif (berkemampuan ; kurang ; tidak)

9. Proses pengambilan keputusan (memiliki ; kurang ; tidak))

B. Prinsip-prinsip yang berkaitan dengan tingkat penguasaan pengetahuan yang sejalan dengan pendidikan yang dimiliki, mencakup :

1. Ilmu, seperangkat pengetahuan yang dimiliki karena mingikuti pendidikan formal (Strata S3 ; Strata S2 ; Strata S1 dan pendidikan profesional sederajat ; dibawah S1)

2. Seperangkat pengetahuan dari pengalaman sendiri dan atau orang lain ( kemampuan melaksnakan pendekatan empiris dan dialektik dalam mencari kebenaran ; kemampuan melaksanakan pendekatan empiris ; tidak memiliki kemampuan menerapkan berpikir logis.)

3. Informasi dari segala aspek kehidupan baik lokal maupun internasional (penguasaan informasi dengan cepat dan akurat ; penguasaan informasi dengan akurat tapi tidak cepat ; tidak memiliki kemampuan menguasai informasi.)

4. Bahasa dan komputer (menguasai secara baik dua bahasa asing dan mampu memanfaatkan sistem teknologi informasi ; menguasai satu bahasa dan memahami teknologi informasi ; tidak menguasai bahasa asing satupun dan juga tidak bisa memanfaatkan teknologi informasi.)

C. Prinsip-prinsip yang berkaitan dengan tingkat penguasaan kedewasaan kecerdasan emosional dalam kepemimpinan dan organisasi. Dengan kesadaran, maka melahirkan kemampuan merasakan, memahami dan secara efektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi, informasi, koneksi dan pengaruh yang manusiawi :

1. Kesadaran emosi (secara utuh orang mampu membangun kekuatan pribadi yang ditopang oleh kesadaran diri yang bersumber dari kejujuran emosii, energi emosi, umpan balik emosi dan intuisi emosi ; tidak secara utuh orang mampu membangun kehidupan pribadi ; tidak mampu membangun kesadaran emosi )

2. Kebugaran emosi (secara utuh mampu membangun inspirasi untuk diri sendiri dan orang lain ; hanya berdampak untuk diri sendiri dan tidak orang lain ; kebugaran yang tidak berdampak sama sekali dalam kehidupan)

3. Kedalaman emosi (kedalam emosi yang utuh dalam arti panggilan hidup, komitmen, intergritas terapan dan mmempengaruhi tanpa otoritas ; kedalaman emosi yang tidak utuh ; tidak memiliki kedalaman emosi.)

4. Alkimia emosi (memiliki scara utuh proses aliran intuitif, menghargai wujud alih waktu reflektif ; memiliki secara utuh proses tetapi terdapat batasan-batasan tertentu ; tidak memiliki secara utuh proses untuk mewujudkan kesadarran).

D. Prinsip-prinsip yang berkaitan dengan tingkat kedewasaan sosial dari hasil pemahaman yang mendalam dari usaha peningkatan kedewasaan rohaniah, yang akan ditunjukkan oleh seseorang dalam aktualisasi dalam kehidupunnya, mencakup :

1. Keteladanan (ditunjukkan secara terbuka ; ditunjukkan secara semu ;

ditunjukkan yang tidak berkelanjutan)

2. Kebenaran (dari hasil aktualisasi menurut keyakinan agama dan pikiran yang sangat menentukan)

3. Kepekaan (dari hasil aktualisasi yang mengagungkan indera / nafsu)

4. Gaya hidup (yang sesuai dengan tuntunan agamanya ; yang berpura-pura dituntun agamanya ; yang mengagungkan kepaada materi semata-mata)

5. Berkarya untuk ummat (untuk ummat secara utuhy ; untuk ummat tidak secara utuh ; mengutamakan kepentingan individu dan kelompok)

E. Prinsip-prinsip yang berkaitan dengan rohaniah merupakan toggak utama yang memberikan sinar kejiwaan seseorang, apakah ia mampu mengenal tentang dirinya, sebagai awal untuk apa ia hidup ini dan bagaimana ia harus menjalankan dalam kehidupan sesuai dengan ajaran agama yang dipahaminya, mencakup :

1. Kejujuran merupakan sumber membentuk individu yang memiliki intergritas dan komitmen dalam berkarya dengan niatnya dalam bertindak (berperilaku amar ma’ruf dan nahi munkar ; berperilaku dalam pengorbanan dan ketenteraman ; berperilaku tanpa berprinsip hidup)

2. Rasa Cinta merupakan sumber untuk mengenal diri dalam beraktualisasi (berperilaku dalam pengorbanan, ketenteraman dan harapan ; berperilaku dalam pengorbanan dan ketenteraman ; berperilaku dalam harapan tanpa berbuat).

3. Bersyukur merupakan sumber untuk menempa diri untuk terlepas dari kesombongan, lupa daratan dan mau menang sendiri (berperilaku setiap saat untuk bersyukur dari setiap perbuatan ; berperilaku untuk bersukur pada saat kepentingan tercapai ; berperilaku tanpa bersyukur)

4. Sabar merupakan sumber untuk menempa diri kedalam ketenangan, ketabahan, ketekunan, ketelitian dan ketawakalan (berperilaku dengan tinmgkat kesabaran yang utuh ; berperilaku dengan tingkat kesadaran yang tidak utuh ; berperilaku dengan tingkat tidak memiliki kesabaran).

5. Silahturami merupakan sumber untuk mmenempa diri dalam berdemokrasi secara utuh. (berperilaku untuk dapat memberi dan menerima dari perbedaan ; berperilaku untuk menekankan menerima tanpa memberi ; berperilaku untuk untuk selalu mencurigai.)

6. Memahami menuju perjalanan abadi dengan keyakinan agama yang dianutnya sebagai sumber dalam menempa diri dalam perjalanan hidup (berrperilaku dalam dunia sebagai kebun akherat ; berperilaku dalam dunia sebagai tujuan hidup ; berperlaku dalam dunia sebagai penjara hidup.)

Setiap kelompok diberi bobot yang sama yaitu A = 20 ; B = 20 ; C = 20 ;  D = 20 ; E = 20.

Dalam bagian pada tiap kelompok, maka masing-masing bagian mendapat bobot masing-masing dibagi rata, karena ada yang ganjil dapat ditentukan bobot pada bagian terakhir diberi bobot yang lebih besar.

Sehingga pada kelompok A terdapat 9 bagian, sehingga bagian 1-8 masing-masing mendapat bobot 2, sisanya bagian mendapat bobot 4.

Kelompok B terdapat 4 bagian, maka masing akan mendapat bobot 5.

Kelompok C terdapat 4 bagian, maka masing-masing mendapat bobot 5

Kelompok D terdapat 5 bagian, maka masing-masing mendapat bobot 4.

Kelompok E terdapat 6 bagian, maka bagian 1-5 mendapat masing-masing bobot 3 dan terakhir mendapat bobot 5.

Pada setiap kelompok terdapat bagian. Pada tiap bagian diberi 3 kemungkin-an untuk menjawab

Pada tiap bagian memiliki tiga kemungkinan yaitu depan, tengah dan akhir dan masing-masing dibeeri nilai dengan urutan 2, 1, 0.

Setelah itu bobot kali dengan nilai yang kita nyatakan dari kemungkinan.

Akhir kita mendapat total skor untuk masing-masing kelompok.

K/B Bt Kemungkinan Bt X nK

A 1. 2 2 1 0

A 2 2 2 1 0

A 3 2 2 1 0

A 4 2 2 1 0

A 5 2 2 1 0

A 6 2 2 1 0

A 7 2 2 1 0

A 8 2 2 1 0

A 9 4 2 1 0

Sub total

B 1 5 2 1 0

B 2 5 2 1 0

B 3 5 2 1 0

B 4 5 2 1 0

Sub total

C 1 5 2 1 0

C 2 5 2 1 0

C 3 5 2 1 0

C 4 5 2 1 0

Sub total

D 1 4 2 1 0

D 2 4 2 1 0

D 3 4 2 1 0

D 4 4 2 1 0

D 5 4 2 1 0

Sub total

E 1 3 2 1 0

E 2 3 2 1 0

E 3 3 2 1 0

E 4 3 2 1 0

E 5 3 2 1 0

E 6 5 2 1 0

Sub total

 

Advertisements

Read Full Post »