Feeds:
Posts
Comments

Archive for November, 2007

1. PEMAHAMAN KESUKSESAN DALAM TIGA DIMENSI

Fokus dalam mewujudkan kesuksesan yang hendak dicapai sangat bergantung dari seberapa jauh kita telah menghayati dan memahami secara mendalam hal-hal yang berkaitan disatu sisi mengenai kemampuan kita untuk menggerakkan kekuatan pikiran dalam mewujudkan arti dari pada PENGELOLAAN dan disisi lain yang berkaitan dengan pemahaman PARADIGMA yang menuntut kita harus mengikuti tuntutan perubahan zaman dari masyarakat industri ke masyarakat informasi dan di awal abad ini sedang bergerak menujuke masyarakat pengetahuan.

(more…)

Advertisements

Read Full Post »

Fokus Dalam Pengelolaan

1. PENGELOLAAN DALAM TIGA DIMENSI

Fokus dalam pengelolaan dimaksudkan menggerakkan kekuatan pikiran untuk mengelola sumber daya yang terbatas dengan usaha memaksimumkannya diharapkan dapat membawa hasil yang lebih maksimal di peroleh.

Bertitik tolak dari konsep pemahaman pengelolaan dalam tiga dimensi diatas, maka dibawah ini akan kita ungkapkan hal-hal yang terkait dengan bakat, teknik, keberuntungan, kapabilitas dan tanggung jawab untuk pengembangan diri yang menjadi fokus dalam mewujudkan keteladanan dalam kehidupan ini.

(more…)

Read Full Post »

1. PEMAHAMAN PARADIGMA BARU DALAM TIGA DIMENSI.

Pada bagian terdahulu telah kita ungkapkan pengertian paradigma bahwa pada dasarnya menekankan kepada disatu sisi mengenai batas-batas dan disisi lain mengenai kesiapan. Sejalan dengan itu kita telah pula mengungkapkan tantangan abad ke 21 ini dari sudut pandang “proses futurism” untuk mendorong dalam mengungkit bagaimana sebaiknya kita memanfaatkan otak ini dalam menghadapi tantangan tersebut.

(more…)

Read Full Post »

Fokus Membangun Akhlak

1. PEMAHAMAN AKHLAK DALAM TIGA DIMENSI

Fokus akhlak dalam tiga dimensi yaitu terdapat faktor yang kita sebutkan dengan Otak (D.1) ; Dunia (D.2) ; Akhirat D.3)

Membangun keteladanan, bukanlah sesuatu yang sulit untuk dihayati dan dilaksanakan, hanya saja mampukah kita merubah sikap, gaya dan perilaku yang sejalan dengan tuntutan untuk membangun akhlak. Bila hal tersebut dapat diyakini berarti ada niat untuk membangkitkan cahaya hati anda dalam menempuh perjalanan hidup untuk dunia dan akherat melalui peningkatan kedewasaan kecintaan anda kepada Allah swt dengan memanfaatkan “otak”.

(more…)

Read Full Post »

1. KEBIASAAN YANG PRODUKTIF

Kebiasaan yang produktif adalah kemampuan memanfaatkan kekuatan pikiran dalam usaha-usaha mewujudkan peningkatan kedewasaan rohaniah, sosial, emosional dan intelektual secara berkelanjutan dalam rangka mewujudkan identitas dan siklus hidup manusia dalam mencari artihidup ini dan mengkomunikasikannya hasil guna, daya guna dan kualitas yang dicapai kepada orang lain secara prakmatis.

(more…)

Read Full Post »

1. OTAK

Struktur otak terbagi dalam dua bagian yaitu pertama disebut dengan otak atas dan kedua disebut denganotak bawah. Otak atas disebut juga sebagai otak “intelektual” yang terbagi kedalam otak kiri dan otak kanan.

Otak atas adalah hal-hal yang terkait dengan kegiatan intelektual, artinya ia memberikan peran secara sadar terhadap fungsi seluruh tubuh, sehingga ia tidak memiliki peran terhadap kegiatan anda yang tidak disadari. Fungsi otak atas bagian kiri adalah yang berperan untuk mengendalikan tubuh bagian kanan dengan fungsi menangani angka, logika, analisis, sains, matematika dan hal lain yang terkait dengan pemikiran rasional. Sedangkan otak atas bagian kanan adalah yang berperan mengendalikan tubuh bagian kiri dengan fungsi gambar, ritme, warna, seni, imajinasi, kreativitas, sehingga ia tidak terlalu terikat kepada parameter ilimiah dan matematis.Yang perlu disadari oleh kita dalam memanfaatkan otak menjadi produktif terhadap otak atas (kiri dan kanan) bahwa masing-masing otak harus dapat memberikan rangsangan satu sama lain, jangan sampai terjadi salah satu tidak berperan sebagaimana layaknya.

(more…)

Read Full Post »

Membangun Komitmen

1. PENDAHULUAN

Komitmen merupakan salah satu unsur dimensi dalam proaktivitas, ia lahir dari akal dengan berpikir yang disadari. Kesadaran bukan di otak, tetapi berpusat dihati. Hati adalah alat untuk menghayati, makanya komitmen marupakan hasil kerja hati dengan penghayatan. Jadi bila dilihat dari sudut batiniah, komitmen merupakan pengorbanan bisa merupakan kata-kata ataupun perilaku yang memperlihatkan yang abstrak tapi konkrit, konkrit tapi abstrak.

(more…)

Read Full Post »

Older Posts »