Feeds:
Posts
Comments

Archive for May, 2009

PENDAHULUAN

Gambaran kedewasaan manusia ditentukan oleh kedewasaan berpikir dalam usaha-usaha secara berkelanjutan untuk membangun kedewasaan rohaniah, sosial, emosional dan intelektual kedalam bersikap dan berperilaku.

Oleh karena itu, setiap manusia dewasa dapat membayangkan tak ada dusun yang begitu sunyi sehingga tak dapat dicapai oleh sinar rembulan berkilauan, demikian juga tak ada seorang manusia pun yang tak dapat melihat kebenaran Ilahi dan tak memasukkannya ke dalam hatinya, asalkan ia membuka lebar-lebar jendela akal budinya, maka disitulah manusia dituntut untuk memanfaatkan kekuatan berpikir melalui “otak dan hati” yang didukung oleh kekuatan modal spiritual kedalam kedewasaan rohaniah.

Bertolak dari pikiran diatas, manusia harus mampu memfungsikan alat pikiran berupa “kesadaran, kecerdasan dan akal” secara terintergrasi kedalam proses berpikir. Bila hal tersebut terjadi, maka seseorang tidak boleh berambisi untuk menjadi pemimpin kecuali ia memiliki potensi “modal spiritual” sehingga ia mampu menuntun dalam bersikap dan berperilaku dalam kehidupan masyarakat.

Jadi modal spiritual memberikan daya dorong yang kuat kedalam “kedewasaan rohaniah” agar mampu memotivasi kedalam kedewasaan sosial, emosional dan intelektual. Dengan begitu ia memahami sepenuhnya makna “jabatan” dalam hidupnya dalam usaha-usaha untuk mengaktualisasikan “manusia siapa, darimana dan kemana?”

Dengan memahami sepenuhnya makna uraian diatas, maka dalam usaha mewujudkan kedewasaan hidup manusia sangat ditentukan kemampuan manusia memfungsikan modal spiritual kedalam alat berpikir, apa yang disebut dengan “kesadaran, kecerdasan dan akal” kedalam proses berpikir yang terintergrasi dalam memecahkan semua persoalan dianutnya, misalkan sebagai muslim, maka kewajiban berpegang tegug kepada Qur’an dan Sunnah.

Bertolak dari pemikiran yang kita uangkapkan diatas, maka yang kita maksudkan dengan “MODAL SPRITUAL” adalah semangat jiwa yang menuntun keseimbangan amalan bathin yang lebih tinggi dengan amalan lahir dalam memberikan arah kekuatan pikiran untuk mengaktualisasikan kesadaran, kecerdasan dan akal kedalam sikap dan perilaku dalam kehidupan manusia.

Jadi modal spiritual adalah pondasi untuk meletakkan “sistem pikiran” dalam kehidupan manusia untuk tumbuh dan berkembang kedalam pemahaman “input berpikir” kedewasaan rohaniah, sosial, emosional dan enteletual, agar membentuk “proses berpikir yang sejalan dengan “output berpikir” dari jiwamu dan sempurnakanlah keutamaannya. (more…)

Advertisements

Read Full Post »

PENDAHULUAN

Bertolak dari landasan berpikir bahwa modal spiritual dapat memberikan daya dorong dalam membangun semangat jiwa tanpa topeng kepalsuan, haruslah setiap manusia menyadari sepenuhnya apa arti kehidupannya. Oleh karena itu, untuk mengingat siapa, darimana dan kemana manusia itu, perlu diingatkan jiwanya melalui pemahaman apa-apa yang kita ungkapkan dibawah ini :

• Tambang emas dalam diri anda adalah pikiran anda. Anda dapat menggali sepuas anda inginkan.
• Kalau anda ingin maju maka lihatlah tiap-tiap perkembangan perubahan situasi. Di sana ada kesempatan untuk karirmu.
• Jangan dibunuh sainganmu agar engkau sendiri tidak kehilangan semangat bersaing “ (Abdullah Masrur. M.H.)
• Berilah kegembiraan hati barang sesaat, karena hati itu kalau terlalu penat menjadi buta.
• Bekerjalah bagi kehidupanmu, seakan-akan kamu akan hidup selamanya, dan beribadahlah kepada tuhanmu seakan-akan kamu akan mati besok.
• Musuhmu yang paling besar ialah dirimu sendiri yang ada dalam badanmu.
• Kamu akan dipandang sebagai orang hidup, jika hidup itu kamu isi dengan kesungguhan kerja, dan kamu tidak mau diseret oleh kemalasan.
• Sesungguhnya Allah menjadikan rejekiku, dibawah bayang-bayang usahaku.
• Tidaklah sempurna iman seseorang apabila ia belum bisa mencintai sesamanya seperti mencintai dirinya sendiri.
• Barangsiapa yang tidak mempunyai rasa kasih sayang, tidaklah pula akan dikasihi orang.
• Berbuatlah baik kepada orang yang tidak baik. Andaikata anda berbuat baik kepada orang baik, anda telah melaksanakan sesuatu yang tepat. Tetapi jika anda berbuat baik kepada orang yang tidak baik maka anda tetap orang baik.
• Sekiranya kamu tidak akan dapat memberikan kelonggaran kepada orang baik dengan hartamy, berilah mereka kelonggaran dengan wajahmu yang berseri-seri disertai akhlaq yang baik.
• Yang amat dikasihi kamuoleh Allah, ialah mereka yang menjinakkan hati orang lain dan yang dijinakkan hatinya oleh orang lain dan yang amat dimarahi kamu oleh Allah ialah orang-orang yang menyiar-nyiarkan kabar fitnah, yang mencerai-berikan diantara sesama saudara.
• Agama itu akal, dan tidak ada agama bagi siapa yang tidak berakal.
• Surga itu berada di bawah telapak kaki ibu.”( Muhammad SAW) (more…)

Read Full Post »